Issuu on Google+

SENIN

04 JANUARI 2010 NOMOR PENTING JAJARAN POLRES TANJABBAR 1. Pelayanan Umum (Piket Penjagaan) Polres Tanjabbarat :

0742-22101/ 22102 dan 112

2. Pelayanan Bag. Ops. Polres Tanjab Barat

: 0742-22133

3. Pelayanan Sat. Reskrim Polres Tanjab Barat

: 0742-21371

4. Pelayanan Unit P3D Polres Tanjab Barat

: 0742-22144

5. Pelayanan Sat Lantas Polres Tanjab Barat

: 0742-21568

DAERAH BUNGO-TEBO-SAROLANGUN-MERANGIN-KERINCI

: 0746 - 21046

2. Piket Penjagaan

: 0746 - 21036

3. Bag. Operasi

: 0746 - 323271

4. Sat. Intelkam

: 0746 - 21400

5. Sat. Reskrim

: 0746 - 21198

6. Pelayanan Lalulintas

: 0746 - 7004000

email:lantasmerangin@yahoo.co.id

SAROLANGUN

HBA Dukung Guru Favorit 2010 SAROLANGUN- Bupati Sarolangun, Drs H Hasan Basri Agus MM mendukung sepenuhnya kegiatan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010, Program Untukmu Guruku. Hal ini diungkapkan HBA-sapaan akrab Bupati Sarolangun- dalam sambutannya pada acara pencanangan Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010 tingkat Kabupaten Sarolangun, Kamis (31/12) di Stadion Gunung Kembang Komplek Perkantoran Pemkab Sarolangun. Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan oleh Bupati H Hasan Basri Agus dan CEO Jambi Ekspres Group, Sarkawi dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Bupati Hasan Basri Agus. Menurut HBA, kegiatan yang diprakarsai oleh Harian Pagi Jambi Ekspres ini sangat positif, untuk memotivasi para guru agar bisa lebih giat lagi dalam mendidik para siswa, sehingga bisa menghasilkan anak didik yang berkualitas dan menjadi aset Bangsa. ‘'Sesuai dengan komitmen saya dengan pak Cek Endra, kami sangat peduli dengan pendidikan. Salah satunya adalah memberikan beasiswa untuk pendidikan S1, S2, bahkan hingga S3 atau doktor. Karena itu, kegiatan ini pun langsung kami sambut dan kami dukung sepenuhnya,''kata HBA yang disambut gemuruh tepuk tangan oleh ribuan guru dan pelajar se-Kabupaten Sarolangun. Menurut orang nomor satu di Sarolangun ini, tanpa SDM yang handal sebuah negara tidak akan pernah maju dan berkembang. Karena itu dia sangat memprioritaskan pendidikan melalui berbagai program. Sementara itu Sarkawi, CEO Jambi Ekspres dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemilihan Guru Favorit ini merupakan kegiatan rutin Jambi Ekspres dalam membantu dunia pendidikan. ‘'Kegiatan ini setiap tahunnya kita lakukan. Dan Alhamdulillah ini merupakan yang ke-6 kalinya,''kata Sarkawi, seraya mengaku bahwa ide pemikiran kegiatan tersebut adalah mengupayakan sekolah masuk koran dan koran masuk sekolah. Tujuannya, untuk meningkatkan minat baca para guru dan pelajar. Menurut Sarkawi, akar atau inti dari ilmu adalah membaca dan menulis. Karena itu Jambi Ekspres memberikan halaman khusus untuk pendidikan. Sedangkan Hefni Zen, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sarolangun, mengatakan bahwa sejak kepemimpinan Bupati Sarolangun H Hasan Basri Agus bersama Wakil H Cek Endra, pendidikan di Sarolangun berkembang pesat. “Anggaran APBD 2009 untuk pendidikan mencapai 34 persen dari total anggaran APBD Sarolangun. Ini merupakan bukti bahwa Pak Bupati HBA sangat peduli dengan pendidikan. Karena itu pula kegiatan pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres ini kami dukung sepenuhnya,''kata Hefni Zen. Zainuddin, Ketua Panitia Pemilihan Guru Favorit Jambi Ekspres 2010, mengatakan bahwa peluang untuk menjadi Guru Favorit 2010 sangat besar. Sebab setiap Kabupaten/Kota akan dipilih 10 orang guru. Semua guru di provinsi Jambi berkesempatan untuk terpilih menjadi Guru Favorit 2010. Baik guru SD/MI, SMP/MTs, dan maupun SMA/MA, sederajat lainnya baik Negeri maupun swasta. ‘'Satu dari masing-masing kabupaten/kota akan kita berangkatkan ke China dan Hongkong. Dan jika bisa bersaing di tingkat provinsi bisa saja dalam satu kabupaten/kota dua orang yang akan diberangkatkan. Mudahmudahan dua orang guru di Sarolangun bisa ikut berangkat,''kata Zainuddin, yang mengaku total guru yang akan diberangkatkan study tour ke Beijing, Shanghai, Hongkong, Disneyland (China dan Hongkong) sebanyak 15 orang se-Provinsi Jambi. Ada empat tahapan yang harus dilewati para guru untuk bisa mengikuti dan menjadi Guru Favorit 2010. Tahap pertama merupakan penyisihan, yakni menjaring 10 orang guru dari masing kabupaten/kota. (jenn)

06

Empat Desa Terendam Banjir Ketinggian Air Capai 2 M

NOMOR PENTING JAJARAN POLRES MERANGIN 1. Kapolres Merangin

HAL

FOTO: DOK/POSMETRO JAMBI

n Banjir yang melanda Desa Kandang dan Desa Koto Rayo Kecamatan Tabir kemarin

Madjid Janji Tindak Pejabat Tidak Disiplin Jika Tak Mampu Pimpin Bawahan MUAROTEBO – Bupati Tebo Drs HA Madjid Mu'az dengan tegas menyatakan bahwa dirinya akan menindak tegas pejabatnya yang tidak disiplin terutama para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di jajaran Pemkab Tebo. Hal tersebut disampaikannya Senin (28/12) lalu usai melantik puluhan pejabat eselon III dan IV dijajaran Pemkab Tebo. ‘'Saya sudah mendapatkan laporan banyak Kepala SKPD yang tidak disiplin terutama dalam mengikuti apel pagi,''ujar Madjid saat menyampaikan pidatonya dengan nada sedikit emosi, sembari menyebutkan bahwa dirinya banyak mendapatkan laporan tentang tidak disiplinnya para pejabat dan PNS di jajaran Pemkab Tebo.

‘'Meskipun belakangan ini saya sering tidak ada di tempat karena selalu turun ke lapangan melakukan sosialisasi untuk pemilihan Gubernur, karena saya pastikan akan maju dalam pilgub nanti, tapi jangan dibilang saya tidak mendapatkan laporan apa yang terjadi di Tebo selama saya pergi. Saya punya seribu mata dan telinga, jadi saya tahu apa saja yang dikerjakan oleh bawahan saya,' ‘tegasnya lagi. Kembali ditegaskan oleh orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo tersebut, bahwa dirinya dalam waktu dekat ini akan mengevaluasi kembali semua kepala SKPD yang tidak disiplin. ‘'Kepala SKPD yang tidak disiplin saya anggap tidak mampu memimpin SKPD, apalagi membina PNS bawahannya, dan akan saya copot,''tegasnya lagi. Madjid menyebutkan bahwa yang mengetahui kemampuan se-

orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah PNS itu sendiri, bukan orang lain ataupun atasannya. ‘'Mengenai kemampuan diri seorang PNS adalah dirinya sendiri, jadi jangan ragu untuk mengembangkan diri untuk karir,''katanya. Dalam kesempatan tersebut Madjid juga menyinggung masih rendahnya etos kerja dikalangan pejabat terutama camat. ‘'Saya sangat kecewa, masih ada camat yang tidak pernah ada ditempat, ini jelas memberikan contoh yang sangat tidak baik bagi bawahannya,''katanya lagi dengan nada emosi sembari menyebutkan bahwa seharusnya dalam pelantikan tersebut ada camat yang akan dilantik. ‘'Saya perintahkan tunda pelantikan tersebut, karena saya akan mengevaluasi kembali kinerja camat yang ada sekarang ini, bagaimana masyarakat akan berurusan kalau camatnya tidak pernah ada ditempat,''tandasnya.(rya)

Kinerja Eksekutif Kembali Dikritik Wabup : Tak Alergi, Merasa Terbantu dengan Kritik SAROLANGUN- Kinerja eksekutif atau Pemerintah Kabupaten Sarolangun mendapatkan kritikan dari salah satu fraksi di sela penyampaian pendangan akhir pada penetepan RAPBD Kabupaten Sarolangun 2010 yang berlangsung di gedung DPRD Sarolangun pada Kamis (31/12/09) baru-baru ini. Kritik yang dibeberkan tersebut, yakni terkait soal adanya timpang tindih anggaran yang diajukan eksekutif termasuk SKPD, minta digantinya Kepala Dinas yang dinilai bekerja kurang efektif, masalah pembohongan publik soal statistik swasembada beras pada sektor pertanian. Namun, Seusai sidang paripurna DPRD Sarolangun, Wakil Bupati, H Cek Endra saat dihadang sejumlah wartawan mengatakan, tertkait item-item kritikan yang disampaikan oleh anggota DPRD Sarolangun di depan mimbar itu, tidak ada sedikitpun membuat eksekutif

menjadi alergi, artinya, kritikan itu adalah hal yang positif, dimana 2010 ini, kritikan itu akan dijadikan bahan masukan bagi kinerja eksekutif. “Saya merasa terbantu dengan kritik, 2010 ini masukan yang diajukan DPRD akan segera ditindaklanjuti,” jelas Cek Endra. Dikatakan Cek Endra, menanggapi soal kritikan dari DPRD, terkait soal penempatan perencanaan tumpang tindih termasuk SKPD dan DPRD minta pergantian Kepala Dinas, eksekutif akan tetap berupaya memperbaiki kekurangan penempatan perencanaan yang dianggap tumpang tindih, sebaliknya eksekutif merasa sudah optimal dalam menentukan Kepala Dinas, namun jika ada kinerja yang kurang efesien, pada 2010 ini akan diperbaiki. “Jika ada kritikan soal pergantian Kepala Dinas, Eksekutif tidak harus mengambil kebijakan harus ada resafel atau pergantian, namun salah satu tahapan yang dilalui, yakni Kepala Dinas akan dibina, sebaliknya kinerja Kepela Dinas pun akan dikontrol dan dievaluasi. “Benar, saya menyatakan siap

membina Kepala Dinas ke depan,” kata cek Endra. Selain itu dikatakan Cek Endra, menyangkut soal swasembada beras diduga adanya pembohongan publik, menurut Cek Endra, ia orang pertama tidak selalu percaya dengan angka statistik, namun dia akan lebih percaya jika adanya realita apa yang sebenarnya terjadi ditengah masyarakat. “Soal swasembada beras untuk tahun 2010 eksekutif akan terus turun ke lapangan dan siap menampung aspirasi petani, artinya tetap berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat, baik sektor pertanian dan lain sebagainya,” kata Cek Endra. Lebih penting lagi, Wabup mengaku, Pemkab Sarolangun 2010 ini, menyatakan siap untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sarolangun, hal ini dilakukan berawal dari meningkatkan sarana dan prasarana yang benar-benar dibutuhkan oleh rakyat. “Kita lebih memperhatikan sektor jalan, agar aktivitas ekonomi kerakyatan senantiasa berjalan dengan baik,” tambah Wabup.(cai)

Jalan Kota Semakin Sempit Badan Jalan Dijadikan Lahan Parkir SUNGAIPENUH – Akibat tidak memiliki lahan parkir yang memadai, sejumlah perkantoran, sekolah maupun perguruan tinggi yang berada di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Sungaipenuh menggunakan sebagian badan jalan untuk tempat parkir kendaraan mereka. Hal tersebut dikeluhkan pengendara, karena jalan menjadi sempit dan rawan terjadinya kecelakaan. “Ya, jika melewati kawasan Jalan Jendral Sudirman harus berhatihati, karena disepanjang jalan tersebut banyak diparkirkan kendaraan,” ungkap Wadi, warga Sungaipenuh ketika melintasi jalan

tersebut. Lebih lanjut dikatakannya, titik yang paling rawan disepanjang Jalan Sudirman ini berada di depan kampus STIA, karena di depan kampus itulah paling banyak kendaraan milik dosen dan mahasiswa diparkirkan dengan menggunakan sebagian badan jalan. “Di depan kampus STIA merupakan titik yang paling rawan terjadinya kecelakaan, karena di titik tersebutlah yang paling banyak diparkirkan kendaraan yang menggunakan badan jalan. Ditambah lagi di kawasan ini merupakan persimpangan dan tikungan tajam,” tambahnya. Hal senada juga diungkapkan pengendara lainnya, kepada koran ini dirinya mengaku pernah mengalami

kecelakaan akibat sempitnya jalan di depan STIA tersebut. “Salah perhitungan sedikit saja maka akan berakibat fatal, kalau tidak tertabrak kendaraan lain, maka akan menabrak kendaraan yang parkir,”jelasnya. Sementara salah seorang dosen STIA yang enggan namanya disebutkan kepada koran ini mengatakan, lahan parkir yang dimiliki oleh kampus tersebut memang sangat sempit, apalagi sejak meningkatnya jumlah mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut. “Memang saat ini kami kekurangan lahan untuk parkir, halaman kampus tidak cukup menampung jumlah motor mahasiswa yang dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan, sehingga sejumlah mobil terpaksa diparkirkan jalan depan kampus,” terangnya.(ton)

BANGKO - Empat desa di Kecamatan Tabir Ilir, dilaporkan terendam banjir. Empat desa yang diterjang banjir tersebut adalah Desa Lubuk Bumbun, Ulak Makam, Tanjung Ilir dan Rantau Limau Manis. Banjir yang datang secara tiba-tiba sekitar pukul 21.00 WIB Kamis (31/12) yang lalu sempat mengagetkan warga, banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Tabir dan Sungai Aur ini merendam ratusan rumah diempat desa tersebut. Camat Tabir Ilir Muktar Manja kepada koran ini mengatakan bahwa banjir yang terparah terjadi di Desa Lumbuk Bumbun. Ketinggian air yang merendam rumah warga di desa tersebut mencapai dua meter. ‘'Dari laporan yang saya terima, Desa Lubuk Bumbun yang terparah terkena musibah banjir ini, ketinggiannya mencapai sekitar 2 meter''ungkapnya. Sejauh ini, kata Muktar, tidak ada laporan korban jiwa. Menyangkut kerugian materi, camat Tabir Ilir ini belum dapat memastikannya. ‘'Belum ada laporan korban jiwa, dan kerugian materi kita belum mendatanya''ujarnya. Ditempat terpisah, Kapolres

Merangin, AKBP V Bagas Uji Nugroho, melalui Kapolsek Tabir, AKP Jalaludin mengatakan banjir yang melanda Desa Ulak Makam merendam 60 kepala keluarga (KK) dengan jumlah warga 354 orang. Sementara, banjir yang terjadi di Desa Rantau Limau Manis melanda sebanyak 296 KK dengan jumlah warga 1184 jiwa. Dan terakhir banjir yang terjadi di Desa Tanjung Ilir melanda rumah warga sebanyak 30 kk dengan jumlah warga 146 jiwa. ‘'Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Namun, ratusan rumah warga terendam air akibat musibah banjir kali ini,''ungkapnya. Banjir yang terjadi di Kecamatan Tabir Ilir ini diakibatkan meluapnya Sungai Batang Tabir. Ini diakibatkan hujan yang terus terjadi selama satu bulan ini. Banjir dengan ketinggian dua meter cukup membuat warga Kecamatan Tabir Timur ini resah, hal ini sebagaimana yang dikatakan Usman salah satu warga desa Lubuk Bumbun. ‘'Kami sangat panik dengan keadaan air yang seperti ini, kalau hujan terus-menerus seperti keadaan sekarang wah repot jadinya mas,”ujar Usman.(naf)

Sat Pol-PP Sarolangun Bakal Sapu Bersih Warem SAROLANGUN- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), masuk pada tahun 2010 ini berjanji bakal menyapu bersih warung remang-remang (Warem) yang berada di Kabupaten Sarolangun. Hal ini ditegaskan oleh Kasat Satpol PP Kabupaten Sarolangun, Deshendri SH kepada harian ini belum lama ini. Menurut dia warung remangremang memang sangat meresahkan masyarakat dan pihaknya dalam waktu dekat akan mengambil langkah penanganan yang cukup serius d a n m e n y a p u h a b i s Wa r e m yang ada. Salah satu langkah yang bakal diambil yakni akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian Polres Sarolangun untuk bersama-sama melakukan penertiban. Hasil pantauan di lapangan kata Deshendri, diketahui tidak kurang dari 13 titik warung remang-remang yang tersebar di beberapa Kecamatan seperti di Kecamatan Singkut, Mandiangin dan Batin VIII serta beberapa titik lainnya yang beroperasi pada waktu-waktu tertentu. Ketika dilakukan penertiban mereka berhenti namun tak lama kemudian mereka kembali beraksi lagi. Sejauh ini pihaknya secara persuasif dengan mengimbau kepada pihak pengelola untuk menutup dan menghentikan aktivitas mereka. Namun sejauh ini pihak pengelola terkesan masih mem-

bandel, terbukti dengan masih ditemukannya wanita malam dan lelaki hidung belang pada setiap kali operasi rutin. “Kalau masih kita temukan ada wanita malam dan lelaki hidung belang, berarti aktivitas mereka masih berlanjut,” jelasnya. Oleh karenanya sambung Deshendri lagi, memasuki tahun 2010 pihaknya kembali akan menggenjot operasi dengan melakukan razia rutin setiap bulan minimal tiga kali. “Bagi pihak pengelola dan wanita malam yang berulang kali didapatkan masih menyimpan wanita malam, akan kita tindak tegas, dan tidak menutup kemungkinan akan kita tutup secara paksa,” jelasnya lagi. Lantas bagaimana jika aktivitas warung remang-remang tersebut dibekingi oleh pihak tertentu termasuk dari institusi Pol PP? ditanya demikian Deshendri beringsut dari tempat duduknya. Dengan tegas dia mengatakan tetap akan ditindak, termasuk yang membekingi, karena hal itu merupakan pelanggaran. Khusus yang menyangkut institusinya, Deshendri menjamin tidak ada anggotanya yang menjadi beking. “Kalau ada saya katakan sekarang, oknum itu akan kita tindak tegas, kalau dia berstatus PNS akan kita laporkan kepada Bupati melalui Sekda untuk memberhentikan oknum tersebut,” tandasnya.(cai)

Warga Pindah Domisili Banyak Tidak Miliki Identitas SUNGAIPENUH – Untuk mengantisipasi angka pertumbuhan penduduk di Kota Sungaipenuh, Pemkot Sungaipenuh mulai memperketat bagi warga pendatang baru. Pasalnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sungaipenuh mulai memberlakukan syarat Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKKB). bagi warga pendatang yang mengurus Kartu Identitas Sementara (KIS). Hal ini guna untuk lebih selektif masuknya warga pendatang baru. Kepala Dinas Ddukcapiltran Kota Sungaipenuh Asri, saat ditemui koran ini mengatakan, selama ini ada kecenderungan warga yang pindah domisili, untuk mengurus KIS tidak melengkapi syarat-syarat seperti surat pindah dari daerah asal sebelumnya. “Bagi warga yang pindah domisili saat ini harus mengurus surat pindah dari dimana orang tersebut tinggal, “ujar Asri. Kebanyakan warga pendatang baru hanya dibekali identitas keterangan pindah dari keluruahan, sedangkan untuk pengeluaran KIS bagi warga pendatang baru, berdasarkan Perda No 8 tahun 2000, syarat tersebut harus dilengkapi. Terhitung sejak enam bulan yang lalu Dukcapil sudah memberlakukan syarat SKKB bagi warga yang mengurus KIS tersebut, aturan ini juga sudah ada pada Perda No 8 tersebut.

“Ya, dengan diberlakukan syarat ini, diharapkan memperketat jumlah pendatang baru yang masuk ke Kota Sungaipenuh,” katanya. Sementara saat ditanya jumlah warga pendatang baru yang belum memiliki identitas tetapi sudah berdomisili di Kota Sungaipenuh, Asri mentgatakan, berdasarkan data yang diterima dari lima kecamatan dari angka sementara tercatat 200 jiwa lebih yang belum memiliki identitas. Jika dalam Kota Sungaipenuh khususnya bagi pendatang baru banyak tidak memiliki identitas KTP, sesuai dengan pasal 15 ayat 4 tahun 2000 tentang Administrasi Kependudukan, maka pihak tersebut akan dikenakan sanksi administrasi. Untuk itu maka pihaknya juga akan saat ini akan terus mendata warga yang tidak memiliki indentitas yang masih berdomisili di Kota Sungaipenuh. “Jika banyak warga pendatang yang tidak memiliki identitas tidak tertutup kemungkinan kita akan melakukan yustisi atau razia KTP,” ujar Asri. Tujuan ini katanya, dimaksudkan untuk menekan angka pengangguran dan kriminalitas. Untuk mewujudkannya diharapkan partisipasi semua elemen warga setempat untuk terlibat dalam memberikan informasi dan keamanan.(ton)


06-DAERAH BARAT