Page 3

Toko Elektronik Dibobol Karyawan

Pulaknya Gaji 2 Bulan Tak Dibayar MEDAN Toko reperasi komputer di Jl. Besar, Ds. Kutalimbaru milik Edward Rizki dibobol 2 karyawannya, Sabtu (13/3) lalu. Olehnya, pencurian itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Kutalimbaru. Berdasarkanlaporanitu,polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku yakni Ahmad Yaqub (20) dan Mardiono (19), keduanya warga Jl. Sei Glugur, Kec. Pancur Batu, Kab. Deliserdang, Minggu (14/3) malam di Jl. Sei Glugur, Pancurbatu. Padapolisi, Ahmad mengaku nekat mencuri karena gaji selama dua bulan bekerja belum

dibayar. Rencananya, komputer yang mereka curi hanya sebagai jaminan sampai gaji dibayar. “Kalau gaji kami dibayar, rencananya komputer itu kami kembalikan. Siapa yang nggak emosi, gaji dua bulan tidak dibayar,” ujarnya sembari mengatakan total gaji mereka Rp1,6 juta. Kapolsek Kutalimbaru, AKP Bambang Rubianto, Sik mengatakan, pihaknya masih memeriksa kedua tersangka. Penangkapan merupakan tindak lanjut laporan pemilik toko. “Pengakuan keduanya, aksi pencurian dilatarbelakangi sakit hati karena tidak digaji,” ujarnya.(fitra)

5 Pria Ketangkap Main Joker Karo BINJAI Sat Reskrim Polsek Binjai Utara mengamankan 5 pria yang kedapatan bermain joker karo, Minggu (14/3). Kelimanya adalah Ahmad Yusuf (60), Parno (50), Nurdin (52), M Bahrum (46) dan Anto (45), seluruhnya warga Jl. MT Haryono, Kel. Jati Karya, Kec. Binjai Utara. Bersama mereka, polisi turut

mengamankan barang bukti berupa 2 set joker, 2 lembar kertas catatan yang menang, 1 buah pulpen dan uang Rp79 ribu. Pjs Kapolresta Binjai, Kombes Verdianto Biticaca melalui Kapolsek Binjai Utara, AKP Widya Budhi Hartati,SIK mengatakan, penangkapan berawal dari informasi warga yang mengaku resah dengan perjudian.(aswin)

JUDI

PNS BKKBN Karo Tewas Makan Mie KABANJAHE Lagi asik makan mie, PNS Kantor Badan Keluarga Berencana (BKKBN) Karo, Herman Sembiring (56) mendadak kejang-kejang lalu tewas, di warung pria bermarga Sitepu, Stasiun Borneo, Tiga Baru, Kabanjahe, Senin (15/3) pagi. Oleh warga, Herman dibawa ke RSU Kabanjahe. Tim medis mengatakan, kematian Herman disebabkan tekanan jantung. Terpisah, polisi mengevakuasi

mayat pria tak dikenal dari sungai Lau Buluken antara Desa Perteguhan-Desa Gajah dan Torong, Kec. Simpang Empat, Kab. Karo. Pria itu diperkirakan berusia 30-an tahun. Saat ditemukan korban tidak mengenakan busana dan dipenuhi belatung. Kapolsek Simpang Empat, AKP E Simamora mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban.(nanang/amry)

TEWAS MAYAT

Keasikan Tidur Kreta Penjaga Malam Dibawa Kabur Maling LABUHAN Sial benar nasib yang dialmi Sutiono (45), warga Jalan Kawat II, Gang Padi, Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli. Pasalnya, sepeda motor Supra X 125 BK 4644 IT hilang ketika pria berprofesi penjaga malam ini ketiduran di komplek Rumah Potong Hewan, Tanjung Mulia, Medan Deli. Senin (15/3) siang, peristiwa itu langsung dilaporkannya ke Polsekta Labuhan. Di kantor polisi kepada petugas Sutiono mengaku, malam itu dirinya jaga malam di komplek Rumah Potong Hewan, seperti biasanya sepeda motornya selalu diparkirkannya di depan pos jaga tempat jaga malamnya.

Malam itu, dirinya ketiduran sehingga malam itu tak disadarnya ternyata ketika bangun dari tidurnya sekiar pukul 05.30 WIB, dilihatnya sepeda motornya tak ada lagi didepan pos. “Aku ketiduran malam itu, kulihat sepeda motorku tak ada lagi, biasanya tak pernah hilang,” keluhnya saat membuat laporan. Sebelumnya, kata Sutiono, dirinya sempat melakukan pencaharian dan menanyakan kepada pemuda yang ada dilokasi tersebut, namun tak ada yang tahu adanya orang yang membawa sepeda motor dari tempat pos yang dijaga Sutiono. Akhirnya pereistiwa itu dilaporkannya ke Polsekta Labuhan. (Fachril)

Disengat Ubur-ubur Lalu Bunuh Diri BELAWAN Akibat sengatan uburubur, tangan kanan Abbas (42) warga Jl. Teri, Link. VIII, Kel. Belawan Bahagia, Belawan, membusuk sejak sebulan lalu. Karena tak kunjung sembuh, ayah 3 anak ini ditemukan gantung diri, Senin (15/3) pagi di kamar rumahnya. Hasnah,istri Abbas mengatakan, sejak tangan suaminya sakit, dia mengambil alih tanggung jawab Abbas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. W anita 40 tahun ini pun memutuskan berjualan nasi di Gabion Belawan. Sayang, keiklasan Hasnah ternyata membuat Abbas merasa bersalah. Tidak hanya itu, Abbas merasa malu dengan tetangga. “Sejak sakit, dia (Abbas, red) beberapa kali mengaku malu karena tidak bisa bekerja lagi. Aku sudah bilang tidak apa-apa, tapi ternyata itu tidak cukup menegarkan hatinya,” kenang Hasnah saat ditemui di rumah duka. Lanjut Hasnah, malam sebelum

PM/ASNAWI MANGKULAM SITORUS

TEBING TINGGI ZulkiflialiasIto(26)hanyabisapasrahsaatdisergap tim Buser Satnarkoba Polresta Tebing Tinggi, Minggu (14/3) malam. Saat itu dirinya sedang santaidikawasanDsn.Gelam,Ds.Sei Sarimah, Kec. Bandar Khalifah, Kab.

Serdang Bedagai, usai melaut. Saatdisergap, Ito terlihat membuang bungkusan plastik hitam yang belakangandiketahuiberisi13ampganja.Bersamaandenganitu,dirinyadigelandang ke Mapolres Tebing Tinggi guna menjalani pemeriksaan.

PM/FACHRIL

Suasana rumah duka, nelayan yang tewas gantung diri.

ditemukan tewas, dia dan suami serta ketiga anaknya sempat nonton bersama.Saatitusamasekalitidakterlihat tanda-tanda mencurigakan,Abbas akan nekat mengakhiri hidup. Begitulah, pagi harinya, Hasnah mendapati tubuh suaminya tergantung di kamar belakang dengan menggunakan tali nilon. “Benar-benar saya terkejut. Sebab, kami tidak ada masalah sebelumnya. Mungkin dia nekat gantung diri karena tidak tahan menanggung malu kepada tetangga,” kesah Hasnah. Kabar tewasnya Abbas langsung

Gudang Rentokil Jl. Sekip Terbakar MEDAN Gudang PT Calmik, yang bergerak di bidang pemasaran Rentokil, sejenis pengharum ruangan, di Jl. Sekip Ujung, Setia Baru, Kec. Medan Baru terbakar, Senin (15/3) sore. Tak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan

menghebohkan warga sekitar.Tak lama setelah penemuan itu, petugas Polsek Belawan tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Namun karena larangan istri dan keluarga, polisi tidak membawa jenazah Abbas ke rumah sakit. “Suami saya memang murni bunuh diri, dia memang putus asa makanya kami tak mau dia divisum,” pinta Hasnah. Kapolsekta Belawan, AKP B Pasaribu mengatakan kematian Abbas murni bunuh diri. “Istri dankeluarga korban menolak dilakukan otopsi,” ungkapnya.(fachri)

jutarupiah. M Abdul Bancin (30), satpam mengatakan, kebakaran berawal dari sebuah ledakan dari gudang penyimpanan bahan kimia. “Pas saya berjaga di depan, saya mendengar ledakan sangatkeras. Tiba-tibaapisudahmenjalarkemanamana,” ujar pria berkulit hitam ini. Melihat kobaran api, Abdul langsung meminta tolongdanselanjutnyameneleponpemadam. W arga yang sempat mendengar teriakan Abdul, spontan berlari dan berupaya memberikan pertolongan dengan menyiram api dengan menggunakan air parit.

Modal Mirip, Polisi Salah Tangkap L U B U K PA K A M Hanya karena mirip teroris, Ayi Rukman (48) harus berurusandenganpolisi. Ayah 7 anak asal Bandung, Jawa Barat, ini diciduk tim gabungan Polsek Lubukpakam dan Polres Deliserdang, Senin (15/3) pagi. Dengan disaksikan puluhan warga, pria kurus itu langsung digelandang petugas dari rumah kontrakannya di Ds. Jati Sari, Kec. Lubukpakam atau 200 meter dari Mapolsek Lubukpakam. Bersamanya, polisi juga mengamankan dua tas yang belakangan diketahui hanya berisi pakaian kotor. Setibanya di Mapolres Deliserdang, Ayilangsungdiinterogasidi ruang Kanit Idik II Sat. Reskrim PolresDeliserdang.Setelahbeberapa jam melakukan penyelidikan secara intensif, petugas akhirnya menyadari telah salah tangkap. Bersamaan dengan itu, Kanit Idik II, Ipda Sisworo langsung memerintahkan anggotanya men-

PM/PASTA

Ayi Rukman yang sempat di curigai teroris itu.

gantar Ayi kembali ke rumah kontrakan. Dan sebagai tanda penyesalan, Ipda Sisworo memberikan bantuan berupa ongkos Ayi kembali ke kampung halaman. Sebelum meninggalkan Mapolres Deliserdang, pada POSMETRO MEDAN, Ayi mengaku sudah 12 hari di Kota Lubukpakam. Oleh temannya, Ayi diajak bekerja sebagai buruh bangunan di proyek pembangunan Kualanamu. Namun karena gajinya tidak sesuai, pria ini memutuskankembalikeBandung.(pasta)

Buntut Gagal Panen BESITANG Berdalih gagal panen, Robert Situmorang (41) warga Bukit Selamat, Kec. Besitang, nekat beralih profesi sebagai penjual togel. Akibatnya, dia harus berurusan dengan petugas Polsek Besitang, Senin (15/3) siang.

Sayang, upaya wargatidakberhasil. Reynold Simanjuntak (57), seorang warga mengatakan,dirinyasempatmelihat2wanitaminta tolongdarilantai2belakangrumahtersebut.“Saya tak sempat menolong lagi, yang saya pikirkan barang-barang saya. Saya keluarkan barangbarang,” ujar pria berbaju biru itu. Tidak hanya Reynold, A Br Simatupang juga mengaku menyaksikan kejadian itu. Menurutnya, saat api membumbung tinggi terdengar suara ledakan. Bersamaan dengan itu, botol-botol bertuliskan Rentokil terlontardarigudang.“Suaranyaledakannyakeras

Dia ditangkap saat sedang menjual kupon berhadiah itu kepada Saut Napitupulu (52). Dari Robert, polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp758 ribu, pulpen, karbon dan hape. “Kita masih mengembangkan kasus ini,” ujar Kapolsek Besitang, AKP Kosim S.(joko)

kali, ini lah botol-botol yang tercampak dari gudang,” cetus wanita berlogat batak ini sembari menunjuk sebuah kaleng bertuliskan Rentokil. Kepala lingkungan VIII,Kel.Sei Agul, Burhanuddin (35) mengatakan, gudang itu milik Br HutabaratyangsaatiniberdomisilidiJakarta.“Mereka nyewa di sini, yang punya rumah di Jakarta,” kata priaberkumistipisini. Soalijin,lanjutnya,ijinyang diberikan atas nama perusahaan yaitu PT. Calmik. “Ijinnya hanya sebatas perusahaan, tapi yang tinggal di situ banyak kali. Saya pun kurang bisa pastikansiapa-siapasaja,”jelasnya. (sahala)

Wajahku Lebam Karena Sanyo Rusak P.BRANDAN Namaku Yusnimar. Umur 43 tahun dan tinggal di Jl. W ahidin ujung Taman Bunga, Kel. Brandan Barat, Kec. Babalan, Langkat. 17 tahun lalu, aku menikah dengan pria bernama Ahmad Dogol yang kini berusia 48 tahun. Dari pernikahan kami, Tuhan mengaruniakan tiga anak. Awalnya, hubungan kami sangat harmonis. Entah kenapa, setahun belakangan ini kegembiraan di rumah se-

Pemasok Ganja Asal Belawan Ditarget

Roni, (26), Juari (35) Dedi Syahputra, (28) diperiksa petugas di Mapolresta Tebingtinggi, bersama ketiganya polisi juga mengamankan 1 amp ganja dan 1 bungkus kertas tiktak, Senin (15/03).

HALAMAN 3

SELASA, 16 MARET 2010

Padapolisi,diamengakunekatmenjual ganja karena tuntutan ekonomi. Bisnis haram itu sudah dilakoninya sejak setahun lalu. Biasanya, daun memabukkan itu diperolehnya dari seorang pria warga Belawan (DPO). Penangkapan Ito sendiri merupakan hasil pengembangan atas tertangkapnya Roni (26) warga Dsn. Gelam, Juari (35) warga Sidomulyo, dan Dedi Syahputra (28) warga Dsn. Tiga Dolok, Ds. Kayu Besar,Sergai. Kasat Narkoba Polresta, AKP H Tampubolon mengatakan sedang memproses kasus ini dan menarget pemasoknya dari Belawan. “ZulkiflialiasItokitajeratpasal114 Ayat(2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang memperdagangkan narkotika golongan 1 berupa ganja, sedangkan tersangka Roni, Juari dan Dedi dikenakan sub pasal 127 Ayat (1) tentang mengkonsumsi narkotika Golongan1 berupa ganja,” terangnya.(asnawi)

perti sirna. Suamiku lebih mudah marah. Terkadang, pertengkaran tidak bisa dihindarkan hanya karena hal-hal sepele. Itu pula yang terjadiSenin(15/3)pagi. Saat itu, suamiku belum pulang sementara sanyo rusak. Karena tidak mengerti memperbaikinya, aku mencari tahu keberadaan Ahmad.

Begitu bertemu, aku langsung menyampaikan niatku hingga mencarinya. Eh bukannya langsung membantu, dia langsung marah-marah. Karena kesal, aku juga sempat terpancing emosi.Tapiituhanya sesaat. Sebab, tiba-tiba suamiku memukuliku. Namanya perempuan, aku cuma bisa menahan sakit tanpa memberikan perlawanan.

Tak tahan dengan perlakuan itu ditambah tingkahnya selama setahun belakangan ini, aku memutuskan melaporkannya ke polisi. Entah salah atau benar,tapilangkahinisudah aku bulatkan. Siapa pun tidak tahan diperlakukan begini terus menerus. Biarlah polisi yang menyelesaikan masalah pemukulan tersebut. “Sebagai pelayan masyarakat, kita menampung semua bentuk pengaduan tanpa terkecuali kasus kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu, kita akan menyelidiki masalah ini dan menuntaskannya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP M Sofian S.(joko)

16 maret 2010  

posmetro medan

Advertisement