Page 11

BISNIS H A L A M A N 11

SELASA, 16 MARET 2010

PW Muhammadiyah : Fatwa Rokok Haram Tak Mengikat

Dosen UMSU Sungkan Merokok

Komunitas EO di Medan Bentuk APARA MEDAN Komunitas penyelenggara acara di Medan sepakat bersatu demi menyuguhkan event yang kreatif, inovatif dan profesional. Sebab harus diakui, banyak artis atau grup band yang mengaku kecewa bekerjasama dengan Event Organizer (EO) yang tidak mempunyai organisasi berbadan hukum dan bekerja tidak profesional. “Tentunya, kami yang memiliki badan hukum dan telah berulangkali mengerjakan even yang berkaitan dengan artis atau hiburan, merasa dirugikan oleh orang-orang yang mengaku EO tersebut,” keluh Herwin Kampusi, Ketua Asosiasi Perusahaan Penyelenggara dan Pelaksana Acara (APARA), yang terpilih secara aklamasi, usai Kongres forum tersebut di Garuda Plaza Hotel, kemarin (14/3). Herwin yang menjabat ketua untuk periode 2010-2013 menegaskan, banyak EO di Medan tertipu dengan oknum-oknum yang tidak profesional dan tak memiliki badan hukum tersebut, sehingga klien kecewa dengan pekerjaan mereka. Sebutnya, dengan terbentuknya forum ini maka diharap anggota akan lebih terarah untuk kesejahteraan dan menjamin klien dalam menyelenggara-

kan event. “EO di Medan yang tercatat sekira 75 dan sementara tergabung di wadah ini baru 22. Ke depan, diimbau agar yang lainnya ikut sehingga muncul inovasi dari yang baru supaya terjadi persaingan sehat dan ide kreatif yang baru. Bahkan dengan usaha yang memiliki badan hukum dan pekerjaan yang baik, tentu artis akan puas,” sebut Herwin didampingi Sofyan (Procomm Organizer), Feri Sumbayak (Anak Medan Production, Rudi Hendarto (R&B) dan Popon. Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadis Budpar) Kota Medan, Rismaria br Hutabarat menyatakan, terbentuknya APARA diharap even yang dihelat, misalnya pertunjukan musik dan lainnya bisa lebih menarik dan profesional. Sebab, kegiatan tersebut biasanya banyak disaksikan orang. “Saat ini EO semakin banyak, hendaknya wadah ini menjadikan lebih profesional,” katanya. Dirinya juga menegaskan, pihaknya menyatakan dukungannya dan berharap bahumembahu mewujudkan Medan menjadi kota wisata. “Ke depannya, forum ini diharap bisa menciptakan ide-ide kreatif demi mewujudkan Medan menuju kota wisata,” ujarnya. (budi)

Fasilitas Belajar Tentukan Mutu Pendidikan MEDAN Mutu sekolah akan dibuktikan dengan keberhasilan siswanya dalam prestasi belajar. Begitu juga sebaliknya. Siswa akan berprestasi jika turut didukung fasilitas belajar yang mumpuni. Pengurus Sementara Yayasan Perguruan Nahdatul Ulama, Medan Drs Misran Sihaloho MSi kepada wartawan, Senin (15/3) mengaku telah mempersiapkan fasilitas belajar siswanya. “Kita sudah melakukan pembenahan di Yayasan ini baik dari segi fisik maupun non fisik. Kami sudah membangun 12 ruang belajar serta perehaban gedung. Selain itu, kami juga telah menyiapkan fasilitas pembelajaran seperti komputer, mesin produksi dan lainnya,” tuturnya. Misran mengatakan, dari pengembangan non fisik, pihaknya telah melakukan pengadaan guru bermutu. Semuanya itu tak hanya mengembangkan atau meningkatkan mutu dari pelajar atau guru saja tapi, secara keseluruhan sivitas akademika yang ada di yayasan tersebut. “Kami memberikan bimbingan serta arahan kepada guru. Selain itu juga memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan prestasi belajar serta mengutamakan pendidikan ahlakulkarimah,” katanya.

Sementara itu, kemarin, pihaknya merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW , di aula yayasan. Dalam perayaan tersebut, menghadirkan penceramah Al Ustadz Hamdan Yazid. Dalam ceramah yang disampaikan, beliau mengimbau kepada masyarakat muslim untuk selalu menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan hidup. “Tentunya dengan cara menggali dan mempelajari tata cara kehidupannya,” terangnya. Perayaan maulid ini dimaksudkan untuk mengasah dan mengetahui sekelumit tentang sifat dan prilaku Rasulullah SAW untuk dilaksanakan dalam kehidupan. “Bahkan dengan peringatan seperti ini, lebih menguatkan keimanan kepada rasul sebagai pembawa ajaran agama Islam. Ini juga merupakan bukti kecintaan umat Islam terhadap rasul, tak lain menjadikannya sebagai suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari, agar kita selamat dunia dan akhirat,” terangnya. Pada kegiatan tersebut, hadir W akil Ketua PWNU Sumut Abdullah Nasution, Muslimat NU Sumut Dra Khairani Lubis, PCNU Medan Khairuddin Hutasuhut, Ketua Panitia Drs Rasmat R SH serta undangan lainnya.(ali amrizal)

MEDAN Fatwa rokok haram yang dikeluarkan oleh PP Muhammadiyah bukan hal yang baru dan datang tiba-tiba. Soalnya, para ulama Muhammadiyah di Sulawesi Selatan sudah menfatwakan rokok haram sejak sepuluh tahun lalu. Sudah begitu karena statusnya masih fatwa alias pendapat kaum ulama, maka belum mengikat bagi warga Muhammadiyah. Demikian ditegaskan Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah

Sumatera Utara H Suhrawardi K Lubis SH, SpN MH kepada koran ini, kemarin. Menurutnya, fatwa rokok haram itu akan mengikat, jika statusnya sudah naik menjadi keputusan. Dan fatwa ini bakal ditindaklanjuti pada musyawarah nasional majelis tarjih dan tajdid awal April mendatang di Malang Jawa Timur. Dan di munas itulah nantinya muncul keputusan baru akan mengikat kepada warga Muhammadiyah.. “Jadi kalau

sekarang karena masih fatwa masih belum mengikat bagi warga Muhammadiyah,” jelasnya. Suhrawardi K Lubis yang juga Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menambahkan, di lingkungan kampus UMSU sendiri memang sudah ada imbuan larangan merokok sejak beberapa tahun belakangan ini. Bahkan, saat ini petinggi di UMSU mulai dari rektor, wakil rektor I,II dan II semuanya tidak merokok. Bahkan, saat ini muncul wacana

Guru Tak Hadir Langsung Digantikan MEDAN Pada lanjutan proses sertifikasi guru Kota Medan telah mencapai tahap siosialisasi pemberkasan portofolio. Sosialisasi tersebut akan digelar besok, Rabu (17/3) di Aula SMK Negeri 7 Medan.

PM/YAHYA

LANGGAR LALIN : Meski petugas telah memasang rambu larangan berbelok, tetap saja pengendara tak mematuhi aturan lalulintas. Akibatnya, Jalan Sisingamaraja, kawasan Simpang Limun, Medan menjadi macet.

Pengusaha Reklame Nakal Ditenggat MEDAN Hingga kini papan reklame tak mempunyai izin masih tetap beroperasi di kota Medan. Akibatnya, pendapatan pajak papan reklame di Dinas Pertamanan jadi berkurang. Plt Kepala Dinas Pertamanan kota Medan Ikhsar Risyad Marbun begitu dikonfirmasi seputar masih maraknya papan reklame yang tidak memiliki izin beroperasi menyebutkan, dirinya akan memberikan tenggat waktu seminggu untuk penurunan papan reklame tak berizin. “Munculnya banyak papan reklame, membuat pengusaha advertising sesuka hati memasang papan reklame. Bahkan, ada yang tidak memiliki izin. Saya akan menyurati pengusaha-pengusaha

tersebut supaya mengurus izin dalam pemasangan reklame. Begitu diterima, dalam waktu seminggu pengusaha advertising harus menurunkan papan reklamenya. Jika tidak, kami yang akan menurunkannya,” tegasnya. Lebih lanjut, Ikhsar bilang, jikaparapengusahaadvertising masih membandel, pihaknya akan memberikan sanksi keras seperti tidak akan pernah memberikanizin.“Kamitidakmainmain. Kalau masih membandel, kami langsung black list pengusaha advertising tersebut,” sebutnya. Sekedar untuk mengetahui, dalam empat tahun terakhir ini, kota Medan semakin dipadati papan reklame dengan jumlah yang banyak. Bahkan, satu jalan papan reklame men-

capai ribuan titik reklame. Seperti Jalan Imam Bonjol, Jalan Juanda, Jalan Diponegoro, Jalan Gatot Subroto dan Zainul Arifin jumlah mencapairibuantitikpapanreklame. Dari jumlah ini, tak jarang ditemukan antara satu papan reklame dengan papan reklame lainnya salin tumpang tindih. Salah satunya di depan Sun Plaza, papan reklame satu denganlainnyahanyaberjaraksatu meter.Halinijelasdiketahuitak memiliki izin pendiriannya. Adapun sejumlah papan reklame lainnya yang tidak memiliki izin seperti di Jalan Gatot SubrototepatnyadisimpanJalan Iskandar Muda tidak memiliki izin pendirian, hal yang sama juga terjadi di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pandu simpang Jalan Sutomo dekat rel. (Ali)

Kini Kereta Api Tak Sekadar Alat Transportasi

Sri Lelawangsa Merangkap Ajang Liburan MEDAN Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) Sri Lelawangsa yang baru dioperasikan, 16 Februari 2010 lalu, tak sekedar dijadikanalattransportasi. Akan tetapi juga merangkap sebagai ajang liburan bagi siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). “Bukan penumpang umum saja yang naik KRDI Sri Lelawangsa, tapi anak sekolah TK maupun SD juga ikut menumpang menjadikan sebagai ajang liburan. Sekedar menikmati pemandangan selama dalam perjalanan,” ujar Kepala Stasiun Kereta Api Medan, Hendro Budi Santoso kepada POSMETRO, Senin (15/3) diruang kerjanya. Padahal menurut Hendro, sebelum-sebelumnya KRDI Sri Lelawangsa sangat sepi penumpang. Namun, seiring

waktu berjalan. Penumpangnya mencapai 300 orang perhari. “Setiap harinya, diperkirakan lebih 300 orang untuk naik KRDI Sri Lelawangsa setiap harinya. Jumlah itu sudah melebihi target yang kita buat,” bebernya. Lebih lanjut, Hendro menyebutkan, kehadiran KRDI Sri Lelawangsa sangat bermanfaat bagi penumpang yang ingin cepat sampai ke tujuan tanpa kemacetan. Soalnya, di kota Medan jumlah kenderaan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang tumbuh. “Selama ini penumpang bila naik angkot maupun kendaraan lain selalu tertunda-tunda akibat kondisi jalan yang macet. Makanya, penumpang ingin naik kereta api supaya terhindar dari kemacetan,” ujarnya. Mengenai tarif ongkos,

menurut Hendro, harganya bervariasi dan tergantung tujuanyangdilalui.SepertiMedan-Binjai Rp3 ribu, MedanBelawan Rp5 ribu dan Medan-Tebing Rp13 ribu. Sedangkan keberangkatan MedanBinjaisebanyaklimakali/hari, Medan-Belawan sebanyak dua kali sehari (Pagi dan sore) dan Medan-Tebing sebanyak satu kali sehari (sore). Begitu disinggung pintu neng-nong ada sebagian belum terpasang, Hendro menjelaskan kalau itu bukan hak mereka yang memasang. Tapi, urusan Departemen Perhubungan (Dephub) Pusat. “Tugas masing-masing sudah ada. Pemasangan pintu nengneong itu ada izin dari Dephub. Jadi, kita pun tidak bisa sembarangan masang bila belum adaperintahdariDephubPusat,” pungkasnya.(ali amrizal)

Meneladani Muhammad dengan Jembatan Hati

Demikian disampaikan calon W alikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, dalam sambutannya saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Al W aqif Komplek Astra Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas. Selain itu, Rahudman bilang, untuk

panyekan soal bahaya rokok ini. Sementara itu pantauan koran ini di kampus UMSU pasca munculnya fatwa rokok haram memang sudah mulai terasa, sejumlah dosen dan staf pegawai di lingkungan UMSU mengaku sudah mulai sungkan merokok di depan umum seperti sebelumnya. Sejumlah dosen yang selama ini mengaku perokok berat mengaku sudah mulai mengurangi rokok. (ton/ smg)

Besok Sertifikasi Guru Disosialisasi

Maulid di Mesjid Al Waqif Amplas MEDAN Perayaan Maulid yang diperingati setiap tahunnya sangat dijadikan moment meneladani Muhammad Rasulullah SAW dalam menjaga silaturahmi dalam bersosialisasi.

mendatang untuk menjadi pemimpin di Muhammadiyah dan amal usahanya harus orang yang tidak merokok. Latar belakang dikeluarnya fatwa itu kata dia, karena rokok dimasukkan dalam kategori minuman keras yang mengakibatkan kecanduan. Untuk kampanye ini, Ketua PP Muhammadiyah Sudibyo Markus telah menyiapkan ribuan relawan pada Muktamar Muhammadiyah ke-100 di Jogjakarta, Juli mendatang. Mereka akan mengkam-

membangun jembatan hati, juga perlunya sentuhan spiritual guna memperkokoh keimanan. Sehingga, silaturahmi yang dijalin akan semakin kuat dan kokoh. Menurutnya, jabatan sebagai penjabat walikota Medan yang dilepasnya karena ingin menata Kota Medan kedepan bersama Eldin. Sebab keinginannya kedepan, apapun yang dilakukannya bersama Eldin, adalah semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat. “Selama lima bulan sebagai penjabat walikota tidak sempat kemana-mana. Sehingga terkadang memang tidak sempat termonitor masyarakat, urai calon walikota Medan itu,” sebutnya. Lebih lanjut dikatakannya, secara prinsip tidak ada membangun kota tanpa ada dasarnya. Apalagi dengan keberagaman berbagai suku dan budaya. Tetapidi-

rinya yakin bahwa umat memiliki suatu kekuatan dan kebesaran, untuk kemudian membangun Medan menuju madani dan religius. “Jika kita ingin berbuat bukan karena jabatan berarti secara otomatis menjadi milik masyarakat,” ucapnya. Sehingga, sambungnya, tanpa peran serta masyarakat pemerintah tidak akan ada apa-apanya. Ini dia tegaskan karena merupakan tekad dan target kedepan. Dengan melakukan banyak hal seperti diantaranya mengatasi persoalan banjir, memperbaiki sistem drainase dan pembersihan parit-parit. Hal itu sejalan dengan keinginan masyarakat yang tidak muluk-muluk. Misalnya kemudahan birokrasi pengurusan KTP, jalan mulus dan bebas banjir. “Sebagai calon walikota tidak pernah memberi janji-janji. Karena saya tidak pernah memberikan janji-janji kepada

masyarakat. Ingin bangun kebersamaan dan komitmen untuk membangun masyarakat kedepan,” cetusnya. Ketua BKM Mesjid AlWaqif Al-Ustadz H M Nasir MAg SH mengatakan, peringatan maulid perlu didukung karena merupakan suatu wujud kecintaan umat kepada rasulullah. Karena sekarang ini banyak makna cinta yang diselewengkan. “Dengan memperingati maulid berarti mengembalikan jati diri cintanya. Jati diri cintakitakembalikankepadaaslinya,cinta kepada rasulullah,” ucapnya.(ali)

Hal ini diungkapkan Ketua Sertifikasi Guru Kota Medan, Zakaria, kepada wartawan, kemarin (15/3). Zakaria juga mengatakan, kesempatan bagi guru yang tak lolospadatahapverifikasimasihtetapada. “Jumlah guru yang mengajukan diri 5.546 orang, yang lolos tahap verifikasi atau sesuai kuota sertifikasi guru Kota Medan 2010 yakni, 1.245. Berarti sisanya masih ada 4.301 orang lagi. Nah, yang 4.301 orang guru ini masih berkemungkinan dapat masuk dalam daftar yang akan mengikuti sertifikasi guru,” terangnya. Bagaimana bisa? Lanjutnya, hal itu bisa terjadi jika guru yang telah lolos tahap verifikasi yang berjumlah 1.245 orang tersebut tak hadir pada gelaran sosialisasi sertifikasi guru yang akan digelar pada 17 Maret 2010 mendatang. “Sosialisasi sertifikasi guru ini akan digelar selama empat hari, sejak 17 hingga 20 Maret 2010 nanti. Nah, berarti selama empat hari ini akan diikuti oleh kurang lebih 300-an peserta,” tuturnya. Lebih lanjut Zakaria mengatakan, jadwal dan siapa saja guru yang mengikuti sosialisasi sertifikasi guru pada keempat hari tersebut dapat diperoleh di Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan di Sub Rayon masing-masing sekolah. “Pengumuman lolosnya 1.245 orang guru dari tahap verifikasi tersebut juga telahdapatdiaksesdikantorcabangdinaspendidikan dan sub rayon sekolah sejak Jum’at (12/3) lalu,” paparnya. Zakaria juga mengatakan, pada sosialisasi tersebut nantinya akan dipandu oleh pihak Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut juga pihak Universitas Negeri Medan (Unimed) selaku Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) Induk. “Pada sosialisasi ini akan diterangkan kepada peserta, bagaimana cara melengkapi berkas portofolio dengan baik dan benar. Seperti harus mengisiformat A1 dan sebagainya menyangkut kelengkapan berkas portofolio tersebut,” katanya. Menurut Zakaria, peserta juga harus mempersiapkan diri dalam mempersiap-

kan berkas portofolio tersebut. “Karena kami memberikan tenggang waktu hanya seminggu setelah sosialisasi ini dilaksanakan, dan pesereta sudah harus menyerahkan berkasnya pada waktu itu. Hal ini disebabkan sangat sempitnya waktu yang tersedia dalam pelaksanaan sertifikasi guru ini,” jelasnya. Zakaria mengimbau, bagi seluruh peserta harus datang tepat waktu pada pelaksanaansosialisasitersebut.“Jikaterlambat, maka jangan menyesal jika nanti namanya dicoret dari daftar. Karena, kami juga tak ingin kuota sertifikasi guru yang telah diberikan kepada Dinas Pendidikan Kota Medan ini akhirnya jadi sia-sia seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Zakaria juga sempat mengenang, sangat banyak guru yang telah diberikan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi guru ini, namun, disia-siakan. “Sakitnya lagi, bukannya mundur pada saat setelah namanya masuk ke daftar peserta sertifikasi guru. Tapi setelah mengikuti sosialisasi dan akhirnya mereka malas dan tak menyiapkan berkas portofolio yang menjadi persyaratan utama,” ujarnya. Nah, lebih lanjut Zakaria mengatakan, hal tersebut sama saja dengan menyianyiakan kuota dan peluang mereka untukbisalebihsejahterasebagaiguru.“Dan tentunya mereka juga menyakiti teman seprofesi mereka, karena jika memang tak mau kenapa harus tetap ikut. Harusnya berikan kesempatan bagi teman yang lain kan?” tegasnya. Zakaria juga menjelaskan, pelaksanaan sosialisasitersebutakandialksanakanpukul 07.30-17.00 WIB. “Nah, pesert akan ditunggu hingga pukul 10.00 WIB. Lewat dari waktu ini, kami akan mencoret nama peserta yang tak hadir, dan menggantikannya dengan peserta sesuai dengan urutan hasil tahap verifikasi lalu,” tegasnya. Untuk diketahui bersama, dari 1.245 guru yang lolos untuk mengikuti sertifikasi guru Kota Medan 2010 dirincikan, untuk guru TK 112, SD 2.261, SMP 1.826, SMA 867, dan SMK 486 orang guru. (saz)

16 maret 2010  
16 maret 2010  

posmetro medan

Advertisement