Page 1

CMYK

HARGA ECERAN: RP.4000,-

SELASA, 27 JANUARI 2009 NOMOR: 6508

www.mdopost.com e-mail:editor@mdopost.com Art: Alfian Tinangon

Foto-foto: Max Tungka/MP

MERIAH: Kembang Api menghiasi Kota Manado menyambut pergantian tahun baru Imlek dari 2559 ke 2560.

Yang Tersisa dari Perayaan Tahun Baru Imlek 2560

Meriah, ‘’Torang Samua Basudara’’ Menggema Suasana meriah langsung terasa ketika memasuki perkampungan etnis Thionghoa, Minggu (25/1) kemarin. Di antaranya di ruas jalan Sisingamangaraja, Lili Loyor (Kanaka,red), hingga jalan DR Sutomo. Bahkan, saat jarum jam menunjukkan pukul 23. 00 hingga 01.00 Senin (26/ 1) dini hari langit Manado berubah menjadi terang benderang dengan beranekaragam cahaya petasan. Laporan : Olviani Simbar

W O C

Ribuan Pakar Top Dunia ke Sulut Bahas Kelautan Dunia, 900 Ahli Kirim Makalah MANADO—Simposium Kelautan Dunia (SKD) 2009 yang dilaksanakan sebagai bagian dari World Ocean Conference (WOC) 11-15 Mei 2009 di Manado memikat ribuan ahli konservasi alam dan laut dari berbagai belahan dunia. ‘’Hingga pekan lalu sudah mendekati 900 makalah yang masuk,’’ kata Noldy Tuerah PhD, Sekretaris Panitia Daerah WOC 2009. SKD membahas setidaknya 32 topik yang melibatkan sedikitnya 1.500 ahli kelautan, konservasi alam dan pegiat lingkungan dari seluruh dunia. Ke-32 topik tersebut mencakup berbagai hal yang berkaitan dengan laut dan kelautan dunia sebagai masa depan kehidupan manusia. Para pembicara terdiri dari para ahli dengan reputasi internasional. Salah satu topik yang memikat pembicara adalah sesi Konservasi Kelautan (marine conservation). “Empat pembicara top dunia di bidang ini telah mengirimkan abstrak sebagai kepastian kehadiran mereka,’’ kata Ir John Tasirin PhD, ketua sub seksi Konservasi Kelautan. Mereka adalah Kathe R. Jensen dari Zoological Museum Copenhagen, Arnr Redsted Rasmussen dari The Royal Danish Academy of Fine Arts School of

PARAYAAN tahun baru Imlek 2560 di kota Manado sangat meriah. Terlihat sisi kanan-kiri jalan dan depan rumah etnis Thionghoa serta toko-toko terpasang pernak-pernik imlek, seperti lampion, hiasan naga, dupa, dan lilin. Musik dan tari-tarian ber-

bau etnis China pun sudah jadi tradisi dalam perayaan ini sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kawanua. Suasana keramaian sudah terlihat di ruas jalan Sisingamangaraja tepatnya di klenteng Kwan Im Tong. Bukan hanya umat Tridharma yang datang tetapi

juga tetangga dan para kenalan dari semua umat tridharma turut menyambut pergantian tahun ini. Suasana ‘torang samua basudara’ nampak jelas terlihat. ‘’Torang ley ada iko ba taong baru China,’’ ujar Wawan, yang turut berbaur dengan ribuan warga Mana-

do lainnya, guna menyaksikan pergantian tahun baru Imlek. Di sudut-sudut klenteng sudah tersedia beberapa makanan yang ingin dipersembahkan kepada Tuhan atas rasa syukur umat kepada pemberi Selamat. Ke hal. 9

Golkar Sulut Memanas a Undangan Pengesahan Plt, Ditandatangani Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris a Korwil: Siapa Membangkang, Bakal Kena Sanksi Tegas MANADO- Langkah DPP Partai Golkar menunjuk Max Lumintang sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sulut ternyata mendapat ‘perlawanan’. Tandatan-

danya terlihat dari diabaikannya surat DPP PG bernomor B-32/GOLKAR/I/ 2009. Bahkan, perintah untuk mempersiapkan acara pengesahan Lumin-

Max Lumintang

tang tak diindahkan dan terpaksa harus ditandatangani sendiri oleh Wakil

Ketua Max Lumintang dan Wakil Sekretaris Kol (Purn) Chris Mewengkang SH, bukan oleh Victor Mailangkay SH MH selaku Sekretaris DPD PG Sulut. Meski demikian, sesuai rencana, Rabu (28/1) esok DPP Partai Golkar tetap diagendakan mengesahkan Max Lumintang sebagai Plt Ketua DPD PG Sulut. Pengesahan Lumintang ini Ke hal. 9

(foto: angky pungus)

HARUS DIGENJOT: Inisiatif swasta untuk mendatangkan turis ke Sulut harus didukung sepenuhnya. Tampak rombongan turis Taiwan yang datang melalui Big Travel, Taiwan, dengan charter flight dari Taipei menikmati atraksi Kabasaran di tengah asri dan indahnya pemandangan Gardenia Country Inn, Tomohon, Minggu (26/1) lalu.

MANADO — Keindahan alam Sulut tampaknya memang merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing, termasuk asal Taiwan, yang datang ke

Sulut melalui charter flight yang digelar Big Travel yang berpusat di Taiwan. Ini terbukti saat mereka sangat menikmati keberadaan mereka di lingkungan asri Gar-

denia Country Inn, Tomohon, Minggu (25/7) lalu. Warga negeri yang terkenal workaholic itu terlihat sangat rileks dengan bersantai di ruangan open air

Bakal Dipatenkan di Rakernas Solo YOYAKARTA- Capres PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hampir dipastikan berduet dengan

Sri Sultan Hamengku Buwono X di ajang Pilpres Juli mendatang. Bila tidak ada sesuatu dan lain hal, duet Mega-Sultan akan dipatenkan pada Rakernas Ke hal. 9

Survey Capres-Cawapres

Turis Taiwan Terpukau Sulut

Ke hal. 9

PDIP Majukan Mega-Sultan

C

dengan hawa Kota Bunga yang sangat menyegarkan itu. Mereka tampak tak henti-hentinya mengabadikan berbagai pemandangan indah yang tersaji di sana, termasuk berbagai tanaman dan bunga yang mereka rasa unik. Kekaguman mereka makin bertambah saat menyaksikan atraksi musik bambu dan tari Kabasaran. “Kedatangan turis Taiwan ini patut kita syukuri, karena ini jelas bisa kian menggairahkan kepariwisataan Sulut,” ungkap Kadisbudpar Sulut, Boyke Rompas SH, yang langsung mengkoordinasikan kedatangan rombongan wisman Taiwan itu ke para koleganya di

a

l

o

n

SBY Kelebihan Incumbent C a l o n

P

r

e

s

i

d

e

n

Megawati Kelebihan Massa PDIP militan W a k i l

Prabowo Kelebihan Punya kekuatan dana P r e s i d e n

Sri Sultan HB X Hidayat Nur Wahid Jusuf Kalla Kelebihan Kelebihan Kelebihan Diterima semua Basis massa jelas Pemimpin Parpol kalangan terbesar P a s a n g a n

C a p r e s

C a w a p r e s

SBY

Mega

SBY

Hidayat

Sultan

JK

Ke hal. 9

Dahlan Iskan : Tionghoa, Dulu dan Sekarang (1)

Hollands Spreken, Peranakan, dan Totok Waktu itu belum ada negara yang disebut Indonesia, atau Malaysia, atau Singapura. Tiga negara itu masih jadi satu kesatuan wilayah ekonomi dan budaya. Kalau ada orang dari Tiongkok yang mau merantau ke wilayah itu, apa istilahnya? Tentu tidak ada istilah “mau pergi ke Indonesia”. Atau “mau pergi ke Malaysia”. Mereka menyebutkan dengan satu istilah dalam bahasa Mandarin: xia nan yang. Artinya, kurang lebih, turun ke laut selatan.

WILAYAH yang disebut “nan yang” itu bukan satu kesatuan dan bukan pula satu tempat tertentu. Kalau ditanya xia nan yang-nya ke mana? Barulah ditunjuk satu nama tempat yang lebih spesifik. Misalnya, akan ke Ji Gang (maksudnya Palembang).

Mereka tidak tahu nama Palembang, tapi nama Ji Gang terkenalnya bukan main. Maklum, Ji Gang adalah salah kota terpenting yang harus didatangi misi Laksamana Cheng He (Cheng Ho). Ji Gang (artinya pelabuhan besar) memang jadi tempat tujuan

Dahlan Iskan

utama siapa pun yang xia nan yang. Kalau tidak ke Ji Gang, mereka memilih ke San Bao Long. Maksudnya: Semarang. Atau ke San

Guo Yang, maksudnya Singkawang. Atau ke Ye Chen, maksudnya Jakarta. Atau Wan Long, maksudnya, Bandung. Mereka tidak tahu nama-nama kota di wilayah nan yang seperti nama yang dikenal sekarang. Semua kota dan tempat yang mereka tuju bernama Mandarin. Gelombang xia nan yang itu sudah terjadi entah berapa ratus tahun lalu, bahkan ribu tahun lalu. Bahkan, saya tidak tahu mana nama yang digunakan lebih dulu: Palembang atau Ji Gang. Pontianak atau Kun Tian. Surabaya

atau Si Shui. Banjarmasin atau Ma Chen. Migrasi itu berlangsung terus, sehingga ada orang Tionghoa yang sudah ratusan tahun di wilayah nan yang, ada juga yang baru puluhan tahun. Waktu kedatangan mereka yang tidak sama itulah salah satu yang membedakan antara satu orang Tionghoa dan Tionghoa lainnya. Maka, masyarakat Tionghoa di Indonesia pernah terbagi dalam tiga golongan besar: totok, peranakan, dan hollands spreken. Yang tergolong totok adalah mereka yang baru satu

WARTAWAN MANADO POST DILARANG MENERIMA UANG ATAU PEMBERIAN DALAM BENTUK APAPUN DARI SUMBER BERITA

turunan di Indonesia (orang tuanya masih lahir di Tiongkok) atau dia sendiri masih lahir di sana. Lalu ketika masih bayi diajak xia nan yang. Yang disebut peranakan adalah yang sudah beberapa keturunan lahir di tanah yang kini bernama Indonesia. Sedangkan yang hollands spreken adalah yang -di mana pun lahirnya- menggunakan bahasa Belanda, mengenakan jas dan dasi, kalau makan pakai sendok dan garpu, dan ketika Imlek tidak mau menghias rumah Ke hal. 9

Manado Post  

Selalu Ada Yang Baru

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you