Issuu on Google+

AYAH - BUNDA

Oleh: Selo Wasono Jakarta

A

ssalamu'alaikum wr. wb,Para guru dan orang tua yang mulia,

Sungguh, kami sangat prihatin, ketika banyak mendapati anakanak yang sudah di kelas lima SD, namun ketrampilan menulisnya “masih sangat buruk”. Maka, kami mengajak para guru dan orang tua, agar mencermati putra-putri yang meskipun masih di tahap pra-sekolah; TK, Play Group, Taman Indria, PAUD, untuk mulai mengajari menulis secara baik dan benar. Selagi periode usia ini, adalah fase masa-masa ingin tau dan ingin meningkatkan ketrampilan. Seyogyanya, tambahkanlah “porsi” ketrampilan menulisnya. Bagi putra-putri setingkat SD yang tulisannya masih buruk, sungguh!, jangan diabaikan. Terus tetap dibimbing dan diarahkan keterampilan menulisnya secara baik, jelas dan benar. Daripada kelak, timbul masalah baru. Yakni; “terganggu tumbuh kembang emosional dan spiritual”. Seperti; “tidak percaya diri, terkendala komunikasi tertulis, menimbulkan salah persepsi lawan

34

komunikasinya, tersisih nya, minder”, dan sebagainya.

dipergaulan

Berikut ini, kiat-kiat mengajari anak menulis. MENGAJARI MEMEGANG PENSIL Kiat memegang pensil yang baik dan benar. Yakni; menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Fungsikan ujung ibu jari dan ujung telunjuk sebagai


AYAH - BUNDA penggapit pensil, sedangkan ruas ujung jari tengah sebagai tumpuan ujung pensil. Sebelum mulai menulis, latih-lah dahulu ketiga jari tersebut menjulur ke depan, lalu menariknya ke arah pergelangan tangan, untuk menselaraskan gerak ketiga jari pengendali pensil dengan gerak pergelangan tangan. MENCERMATI FUNGSI TANGAN Masa kanak-kanak adalah fase kritis dalam menentukan “penggunaan tangannya”. Dasarnya; sebelum mencapai periode usia ini, mereka cenderung sering menggunakan kedua tangannya. Karena masa itu, belum terampil memfungsikan satu tangan saja. Pada tingkat keterampilan tertentu, barula-lah mereka menentukan pilihan “satu tangan dominan” yang aktif. Entah memilih kanan, atau tangan kiri. Bagi mereka, mana yang dirasa kuat dan nyaman untuk beraktifitas.

Bagi anak setingkat TK atau PAUD, boleh-lah memulai mengajar menulis huruf dan angka dulu. Jika telah hafal huruf dan mengusai cara menulisnya, tingkatkan menulis kata, terdiri empat atau enam huruf. Selanjutnya, ditingkatkan dengan metoda “dikte”. Untuk mencegah perasaan bosan, tunjukkan gambar yang disukai. Misalkan; bunga. Lalu, ajarkan menulis B-U-N-G-A. Warnanya merah, bimbinglah menulis: M-E-R-A-H, dan seterusnya. Bagi anak setingkat SD, metodanya sama. Tapi untuk meningkatkan ketrampilannya, bimbinglah “menulis halus atau huruf sambung” dengan menjelaskan estetika-nya. Tegur dengan santun ketika mereka bermalas-malas, meletakkan dagu di meja, atau telungkup menulis di lantai, itu sikap buruk dan tidak sehat. MEMAHAMI GELAGAT ANAK

Jika dominan tangan kiri, itulah kidal!. Lupakan stigma bahwa itu disebabkan keturunan. Latih-lah “keutamaan tangan kanan” secara intensif untuk menormalisasikan.

Ketika gelagatnya mulai jenuh; merengek, uringuringan, tapi susah dibujuk, maka sudahi dulu-lah…

MENGAMATI SIKAP MENULIS

Hibur mereka dengan memberi “nilai”, lalu buatlah kesepakatan untuk esok belajar menulis lagi. Wassalamu'alaikum wr. wb,

Ajarkan sejak dini sikap ketika menulis. Duduk tertib, tegak, jarak mata ke buku = 30 cm. Menempatkan posisi buku sejajar dengan meja, jangan miring, tidak bergeser, apalagi berputar. MEMULAI MENGAJARI MENULIS Dalam menggiatkan anak belajar menulis, ma'af, jangan dengan pola “menyuruh!”. Tetapi “mengajak”. Anda harus terlibat langsung membimbingnya. Gunakan kertas / buku bergaris, sekalian mengajarkan proporsi ukuran huruf terhadap batas garis. Jangan sambilan kerja lain atau menonton TV, tapi fokus hanya mengajari anak menulis.

35


34 35