Page 1


2

Catatan kecil seorang kader

edisi Februari 2013

Terkenang Komitmen Bang Syam JIKA keteladanan dianggap sebuah cahaya buram, maka tak ada yang dapat memastikan dari kepekatan sejenis itu, kecuali satu hal. Yakni sebuah episode kehidupan sedang berlangsung dan denyut nadinya sedang mencuri waktu penat kita. Komitmen. Saya kembali harus menulis tentang suku kata yang satu ini saat mendengar sambutan singkat eks Kepala BPMPD Kabupaten Mesuji Syamsudin pada perhelatan peningkatan kapasitas kader PNPM MPd-Integrasi yang digagas Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) di akhir Desember 2012 lalu. Awalnya, Bang Syam –begitu sapaan akrabnya— hanya menyampaikan bahwa pagu anggaran pemberdayaan dari program sistem perencanaan pembangunan partisipatif daerah (SP3D) yang lazim disebut dengan program Sai Bumi Serasan Segawe (SBSS), mencuat naik 60 persen lebih pada tahun ini yang mencapai Rp15. 430.000.000. Dipenghujung pengantar itulah ketegasan sikap Bang Syam kembali terekam ketika dengan jernih menyampaikan pesan penutupnya pada semua peserta. “Saya tegaskan bahwa pada dana itu tidak ada setoran pada pihak manapun, termasuk saya! Tidak ada komitment fee. Itu adalah dana milik masyarakat yang hanya boleh dipergunakan untuk membangun desa mereka. Itu adalah wujud dari komitmen dan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk membangun tempat tinggal mereka sendiri. Jadi ini harus dijaga dan dipertahankan!”. Seketika suasana menjadi gemuruh. Beberapa peserta yang terdiri dari kader teknik 75 desa se-Mesuji mengepalkan jari tanganya dan memberikan applaus terhadap sambutan Bang Syam, tak terkecuali saya. Karena seingat saya, komitmen yang terang benderang itu bukan baru kali itu saja disampaikan Bang Syam. Pada kesempatan sebelumnya, saya sebagai Ketua UPK, kata-kata sejenis itu bahkan sudah menjadi buah bibir yang selalu tergiang di telinga kami. Bahkan, ia menyampaikannya tanpa beban. Dan itu kami rasakan sejak mulai terlibat

FAJARULLAH

“Saya tegaskan bahwa pada dana itu tidak ada setoran pada pihak manapun, termasuk saya! Tidak ada komitment fee. Itu adalah dana milik masyarakat yang hanya boleh dipergunakan untuk membangun desa mereka. Itu adalah wujud dari komitmen dan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk membangun tempat tinggal mereka sendiri. Jadi ini harus dijaga dan dipertahankan!”.

menjadi bagian dari program ini. Setidakmya bagi PNPM-Integrasi seperti saya. Tahun 2013 ini adalah kelipatan yang masa keempat. Karena itu, saya merasa perlu untuk membagi perasaan yang sedikit bebal ini sebagai bentuk hidup tentang betapa segenap kebulatan sikap itu adalah harga mahal yang harus termakna. Dalam serentang aral yang kerap menelikung. Juga dalam sederet sikap yang senantiasa melukiskan ragam keburaman. Entah mengapa? Saya jadi teringat dengan Robert Wolter Mongisidi, satu dari sekian banyak sosok pahlawan yang selalu menginspirasi tentang betapa pentingnya menggenggam komitmen, bahkan hingga titik darah teralir di ujung moncong peluru penjajah. Di usia belianya yang masih 24 tahun kala itu sudah banyak mengajari kita tentang betapa pentingnya memiliki jiwa setia dan ksatria. Detikdetik saat hidupnya akan terampas itu, pada adiknya, Marie, Mongisidi menulis, “Jangan takut melihat masa yang akan datang adikku. Hari ini, aku adalah bagian dari orang yang telah membersihkan jalan untukmu”. Sampai kemudian saat dimana nyawanya harus merenggang itu akhirnya benar-benar tiba. Peluru penjajah menembus dadanya tanpa bergeming dan terhalang. Ia, pemuda hebat pilihan zaman itu, gugur menemui akhir hidup dan perjuangannya yang disaksikan derai panjang air mata Ibu Pertiwi. Ketika hendak mengangkat tubuhnya yang tak bernyawa lagi itulah,

komandan regu tembak ‘Inlander pemberontak’ itu tanpa sengaja menemukan secarik kertas yang jatuh dari genggaman Mongisidi. Benda itu melayang bersamaan dengan desing peluru yang mengakhiri deret panjang perjuangannya yang heroik. Secarik kertas sejatinya tak akan pernah bermakna apa-apa kalau saja tidak karena kertas itu ternyata berisikan tulisan tangan yang menjadi saksi betapa kukuhnya ia menggengam komitmen. Dan itu tertuang dalam guratan singkat; “Setia sampai akhir dalam keyakinan!” Begitulah. Sejarah selalu mengajarkan tentang serpihan waktu disetiap bab-bab terbaiknya yang terserak; tentang kesetiaan, tentang pengorbanan, bahkan juga tentang satu makna besar dari rasa nasionalisme yang kini hening. Maka ketika kemudian muncul asa yang ingin mencoba meraih makna itu dengan segenap daya agar ia menjadi cermin tempat hati menemukan wujud aslinya, ia adalah pilihan banal yang akhirnya dirindu. Sebab dalam segala wujud hilangnya itu, sesungguhnyalah ada sketsa yang akan menjadi warna bagi generasi kelak setelahnya. Sehingga ketika ia diemban dalam segala reinkarnasi berwujud bentuk nyata sebuah komitmen, keagungan maknanyalah yang menjadikan ia bahkan lebih menakutkan dari tenggelamnya Krakatau diawal abad 19. Karena sesungguhnya, betapapun rumitnya, mengawal sebentuk suara hati di tengah hilangnya senandung langit disenja yang buram adalah

pilihan tersulit dari sekian pilihan yang memang tak berjumlah banyak. Meski sebenarnya siapapun bisa untuk melakukan itu. Bergantung pada sejauh mana kesungguhan mengikatkan kebulatan itikad pada sebongkah simpul pelana. Menilik dari apa yang disampaikan Bang Syam diatas, kadang dengan berat saya harus mengatakan bahwa begitulah wujud pengawalan atas sebuah kebijakan berpayung regulasi. Sikap penjagaannya yang kadang terlihat aneh itu justru menjadi tampak asing karena pola pemberdayaan serupa ini memang nyaris tak lagi memiliki ruang di hamparan pilihan yang sedikit. Karena itulah, senandung yang kemudian terkumandang dan harus didengar, tak lebih dari sederet rentetan nada yang mengalun tanpa irama. Maka dalam rentang yang juga rumit tanpa ritme itulah, pilihan demi pilihan menjadi terekam dengan runutan buram. Yang derap dan derunya terus menggelinding bagai bola salju dan bergeliat dinamis. Sehingga membangkitkan satu pertanyaan besar yang tak terjawab ditengah ketidak percayaan dalam serentang tabiat ragu. Begitulah. Rotasi yang terus bergulir itu menjadi bagai tebaran kunang-kunang di tengah hamparan belantara pekat. Dan ia yang semakin hari semakin tampak nyata dan benderang itu hadir bukan karena cahaya yang dibawa semakin membesar, tapi karena pijar temaram yang selama ini ia tebarkan itu telah menemukan komunitas dalam wujudnya sendiri.

Kini, Bang Syam sudah tidak lagi menjadi nahkoda dari gerbong panjang program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM) baik Mandiri Perdesaan-Integrasi maupun SBSS. Tempat dimana ia telah mengajari kami banyak hal tentang bagaimana bergerak membangun tanah Serasan Segawi bersama masyarakat Mesuji. Segantang tugas di Dinas Pendidikan –dunia yang sebenarnya hampir sama dengan BPMPD tempat beliau semula –mengharuskan langkahnya untuk menderu meninggalkan kami para kadernya. Suka atau tidak. Rela maupun tak rela. Perpisahan kami dengannya memang sudah terjadi. Meski terasa berat, saya memang harus mengakui bahwa perpisahan ini hanya sebatas dalam hal kebersamaan menjalankan program –merupakan sesuatu tersulit yang mesti kami pahami dan biasakan. Sebab memang, wujud hidup dari sebuah kebersamaan pada dasarnya adalah bagaimana rasa yang mengusik dalam belitan relung hati itu akhirnya menjadi saksi atas senyapnya rasa perpisahan yang terjadi. Dan Bang Syam, merupakan wujud paling tak mudah untuk sekadar dibiaskan oleh titik basah embun fajar hari. Meski harus diakui, saya amat meyakini bahwa sosok yang telah dipilih Bupati Khamamik untuk menggantikan posisi Bang Syam pastilah birokrat terbaik yang juga tak kalah berkualitasnya. Akhirnya, dengan segala daya yang terasa amat berat ini, saya hanya ingin menyampaikan sebait kata; selamat menjalankan tugas di tempat yang baru, Bang Syam. Terimakasih atas segenap kearifan yang selama ini telah diteladankan. Sehingga tanpa sadar sudah mengajarkan kami banyak hal tentang makna nyata dari berbuat. Kami tetap akan selalu merindukan kebersamaan itu kembali. Dan mematrinya sebagai permata yang tersimpan sedalam samudra! Good Luck, Brother! *Penulis juga aktif sebagai Ketua Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Kabupaten Mesuji FAJARULLAH Pemred Tabloid Mesuji Mandiri

PENGIRIMAN OPINI: Mesuji Mandiri menerima opini dengan jumlah 3000 karakter. Kirim via email ke redaksi rbmmesuji@gmail.com

Mesuji Mandiri

Pelindung: Khamamik, S.H. (Bupati Mesuji) Haryati Candralela, S.Sos.M.M. (Ketua DPRD)

Penasihat: Syamsudin, S.Sos.M.M. (Kepala Badan PMPK Mesuji) Sukarman, S.H. (Kepala Bappeda Mesuji) Pimpinan Redaksi: Fajarullah

Staf Redaksi: Puryanto, Ansori Eko Setiyo, Juni Setiono, Warseno, Yoyok, Dadang Saputra, S.Pd., Supriyanto, rudi Hartono. Penerbit: Pokja Media dan Informasi Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Kabupaten Mesuji.

Alamat: Kampung Budiaji, Kecamatan Simpangpematang, Kabupaten mesuji, Provinsi Lampung. Email: rbmmesuji@gmail.com


edisi Februari 2013

3

musawarah mufakat

Bangun Jalan-Jembatan, RJU Dikucurkan Rp25 Miliar RAWAJITU UTARA – Janji Pemkab Mesuji yang akan mengalokasikan dana APBD Tahun 2013 prorakyat bukan isapan jempol semata. Tahun ini, pemkab setempat menggelontorkan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk program pembangunan di bidang infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Rawajitu Utara (RJU). Kepala Bappeda Mesuji Sukarman menjelaskan alokasi dana APBD Tahun 2013 untuk Kecamatan RJU fokus terhadap pembangunan jalan dan jembatan. “Alokasi itu baru dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), belum ditambah kucuran dari satuan kerja lainnya,” ungkapnya saat rapat koordinasi (Rakor) bulanan di Aula Kecamatan RJU, Selasa (26/2). Sukarman mengajak seluruh kepala satuan kerja (kasatker) supaya mengikuti irama kepemimpinan Bupati Mesuji Khamamik yang rajin turun ke lapangan (Blusukan). “Kita sangat mendukung keinginan bupati, dimana kasatker tidak hanya duduk di atas kursi empuk; tidak mau berkeringat atau enggan bertemu dengan masyarakat. Kasatker harus mampu hidup bersama masyarakat di wilayah kerjanya,” pintanya. Menurut Sukarman, bupati tidak menginginkan model pemimpin

asal bapak senang (ABS); pemimpin di belakang meja; pemimpin terima bersih; tidak mau kotor; tidak mau kena lumpur; tidak mau kepanasan; dan tidak mau kehujanan. “Yang dikehendaki beliau (Bupati, Red) adalah kasatker itu hidupnya bersama-sama dengan masyarakat,” kata mantan Kadispenda Mesuji ini. Bupati Mesuji Khamamik meminta supaya aksi blusukan yang diterapkannya tetap dipertahankan oleh seluruh kasatker. Dia berharap sehari sebelum pelaksanaan rakor bulanan, seluruh kasatker tanpa terkecuali wajib turun ke lapangan untuk menginventarisir sejumlah permasalahan pembangunan di desa tempat penyelenggaraan rakor bulanan. “Tetaplah dekat dengan ma­sya­ rakat. Seringlah turun menyapa me­ reka. Datangi kecamatan dan desa-desa sesering mungkin. Sering bertemu warga . Karena hampir pasti tahu apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang belum berjalan dengan baik,” tegasnya. Khamamik memastikan seluruh kebijakan, program aksi dan keputusan yang diambil jauh lebih te­pat jika pemimpin langsung melihatnya secara langsung ke bawah. “Karena kasatker merupakan garda terdepan yang harus memberikan arahan yang tepat dan cepat,”

KEPATER: Bupati Mesuji Khamamik menargetkan tidak ada lagi yang kepater pada tahun ini. ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Sekkab Mesuji Agus Salim melan­ tik Kepala Desa (Kades) Sidang Iso­ mukti Kurniadi yang berhasil meme-

nangkan pemilihan kepala kampung pada 31 Desember 2012 lalu. Pelantikan kades tersebut ber­ dasarkan keputusan bupati No.B/06/I.02/HK/ MSJ/2013. Pada saat yang bersamaan.

FOTO IST

dua Penjabat (Pj.) Kades Sidang Makmur Yourdansyah dan Pj.Kades Sidang Muarajaya Benuang Ali Topa dilantik sesuai keputusan bupati Mesuji No.B/10/I.02/HK/MSJ/2013. (red)

Tim PKK Mesuji Usulkan PAUD WAYSERDANG – Dukungan terhadap keberlangsungan program pemberdayaan terus mengalir. Giliran tim penggerak PKK Kabupaten Mesuji yang mengapresiasi kinerja kader program pemberdayaan, baik PNPM MPd-Integrasi maupun Sai Bumi Serasan Segawe (SBSS). Hal ini dibuktikan dengan arahan langsung yang dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mesuji Elviana Khamamik. Istri bupati ini melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu penggerak PKK se-Kecamatan Wayserdang. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi PKK sebagai bagian tak terpisahkan sekaligus pelaku dari pembangnan di kabupaten tersebut. Elviana menyampaikan betapa pentingnya menjadikan pendidikan anak-anak sebagai program prioritas. Karena itu, menurutnya, pen­

didikan anak-anak semesti­ nya mu­ lai dilaksanakan sejak usia dini. “Saya harapkan agar setiap desa hendaknya memiliki tempat pendidikan anak usia dini (PA­ UD) di Wayserdang,” terangnya. Elviana menganggap perhatian terhadap pendidikan anakanak sangat penting karena menyangkut generasi bangsa, khususnya Kabupaten Mesuji. “Sebab dari sinilah anak-anak itu mulai disiapkan. Agar kelak ketika dewasa, anak-anak kita dapat menjadi generasi yang baik dan berguna,” ungkapnya. Dia juga menyampaikan bahwa usulan tentang pemba­ ngunan PAUD bisa diajukan oleh kader PKK pada musyawarah khusus perempuan (MKP) PNPM MPd-Integrasi da­lam rangka penentuan prioritas usulan desa. “Silakan di­ suarakan di Forum MKP. Supaya hal itu dapat menjadi

sarana prioritas dan bisa didanai. Bisa melalui PNPM MPdInte­grasi,” katanya. Bendahara UPK PNPM MPdIntegrasi Kecamatan Wayserdang Surya Atma, S.Pd. mengungkapkan bahwa unit pengelola kegiatan di tingkat kecamatan pada prinsipnya hanya menjalankan apa yang sudah menjadi prioritas usulan di masyarakat dan sudah di­t­etapkan dalam musyawarah per­encanaan pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa/kecamatan hingga kabupaten. “Di musrenbang semua us­ul­an akan dirangking, sehi­ ngga secara transparan dapat diketahui desa mana saja yang bisa terdanai. Yang jelas, semua jenis usulan itu juga harus mengacu pada dokumen RPJM desa. Jika tidak terdapat di sana, maka bisa melakukan review RPM terlebih dahulu,” paparnya. (war)

FOTO IST

KETUA Tim Penggerak PKK Kabupaten Mesuji Elviana Khamamik melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu penggerak PKK se-Kecamatan Wayserdang.


4

musawarah mufakat

edisi februari 2013

Byarpet Hambat Berbagai Aktivitas MESUJI – Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Lampung. Perusahaan berpelat merah itu kembali melakukan pemadaman bergilir (byarpet) tanpa ada pemberitahuan kepada warga Mesuji. Byarpet di kabupaten ini sudah berlangsung selama tiga hari secara berturut-turut. Pemadaman listrik selama tiga hari tiga malam ini ternyata mengundang perhatian Bupati Mesuji Khamamik. Orang nomor satu di kabupaten tersebut langsung menghubungi salah satu pimpinan PT PLN Distribusi Lampung. “Kenapa mati lampu lagi, Pak,” tanya Khamamik kepada pejabat PLN itu melalui ponsel genggamnya belum lama ini. Dari hasil pembicaraan tersebut, PLN kembali berdalih ada perbaikan

jaringan transmisi di wilayah Kotabumi, Lampung Utara. Meski begitu, pejabat PLN tersebut tidak bisa memastikan proses perbaikan yang membuat masyarakat berang karena telah menghambat usaha mereka. PT PLN dituding sewenang-wenang melakukan pemadaman. Masyarakat menilai proses pemadaman yang dilakukan PLN tidak tersosialisasi dengan baik. “Pemadaman kok sampai tiga hari. Apakah ini namanya pelayanan prima?,” ungkap Supardi, warga Simpangpematang. Debri Saputra, pemilik konter Fasya Cell, mengatakan bahwa pe­ madaman yang tidak terjadwal ini su­dah mengganggu usahanya yang me­mang bersinggungan dengan lis­ trik. “Pemadaman ini merugikan ka­ mi, sementara setiap bulan tagihan lis­ trik selalu dibayar dengan tepat waktu,” keluhnya. (red)

FOTO MORE

HARUS PROAKTIF: Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Mesuji Andrian Syarif saat memberikan arahan dalam Training of Trainer (ToT) tenaga pelatih masyarakat (TPM) tingkat desa di Rumah Makan Ngawi Indah, Simpangpematang, medio Februari lalu.

TPM Wajib Kawal Program

Pemberdayaan

FOTO IST

SAMBANGI MESUJI: Tenaga spesialis infrastruktur PNPM MPd-Integrasi Pro­ vi­nsi Lampung Nasrullah saat berdiskusi dengan pendamping lokal di kantor Faskab Integrasi Mesuji, akhir Januari lalu.

Pakar Infrastruktur Provinsi Sambangi PNPM Mesuji

SIMPANGPEMATANG - Dalam rangka supervisi pelaksanaan program pemberdayaan di Kabupaten Mesuji, tenaga spesialis infrastruktur PNPM MPd-Integrasi Provinsi Lampung Nasrullah berkunjung ke kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Selatan ini. Di hadapan para pendamping lokal (PL) se-Mesuji yang hadir dalam diskusi di kantor Faskab Integrasi Mesuji, dia berpesan agar sebagai pelaksana pemberdayaan yang bertugas untuk mengawal pergerakan kapasitas masyarakat, PL hendaknya senantiasa meluruskan niat untuk dapat berbuat lebih dan terus membangun dan mengawal komitmen masyarakat. “Banyak hal yang dapat diperoleh jika kita melaksanakan pekerjaan ini dengan niat lurus. Di samping kita juga bisa belajar tentang banyak hal dalam program ini. Terutama hal yang berkaitan dengan teknik. Karena itu teruslah berjalan dengan segala kondisi yang ada,” pintanya. Nasrullah tak lupa mengutarakan bahwa memang banyak hal yang perlu terus diperbaiki hampir di setiap proses perencanaan hingga pelestarian sarana yang sudah dibangun. Dalam hal perencanaan, ia mencontohkan bagaimana proses pelelangan yang dilaksanakan TPK sampai dengan saat ini masih menyisakan beragam persoalan teknis yang perlu pendampingan lebih mendalam. Tak terkecuali di kabupaten ini. “Penting untuk dicatat, Panitia lelang atau TPK harus dapat menceritakan proses lelang yang dilaksanakan itu secara utuh. Jangan sampai proses ini kedepan justru menjadi temuan oleh tim audit. Oleh sebab itu, semua dokumen kegiatan harus dapat tersimpan dengan baik dan dapat dipertangungjawabkan,” tambahnya. Dalam hal program, Nasrullah juga

berpesan agar semua data yang berkaitan dengan kegiatan yang pernah dilaksanakan selama ini dapat terdokumentasikan dengan baik. Sebab secara teknik, data ini akan sangat bermanfaat bagi kemungkinan keberlangsungan program ini kedepan. “Data ini adalah bahan yang dapat diekspose sebagai bukti atas kinerja kita selama ini. Dari sinilah kita bisa mengatakan apakah secara keprograman hal yang sudah kita lakukan selama ini sudah berasil dengan baik atau gagal,” tambahnya lagi. Berkaitan dengan perencanaan tahun 2013, Singgih Bambang Kuncahyo, ST, Fasilitator Teknik Kabupaten (Fastekab) PNPM MPd-Integrasi yang juga hadir dalam diskusi dengan PL se-Kabupaten Mesuji itu menyampaikan agar PL dapat mengawal pelaksanaan perencanaan khususnya hal yang berkaitan dengan teknik. “Saat ini, persiapan itu sedang dilaksanakan oleh kader teknik desa pada kecamatan masing-masing. Karena itu, pendampingan ini menjadi penting karena kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh kader teknik itu, nantinya akan menjadi dasar bagi tim teknik kabupaten dalam mengevaluasi efektivitas rencana anggaran belanja (RAB) dan desain untuk pelaksanaan program di tahun ini,” tegasnya. Masih menurut Singgih, seorang PL seyogyanya harus dapat memastikan dan mengevaluasi hasil survey yang dilakukan kader teknik. Sekaligus juga agar dapat mendampinginya. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah teradinya kesalahan-kesalahan dalam hal perencanaan yang bersifat teknik. Sebab jika hal ini terjadi justru dapat merugikan desa yang bersangkutan. “Jadi PL harus benar-benar dapat mengawal setiap proses yang berkaitan dengan hal teknik secara detail dan menyeluruh,” imbuhnya. (jar)

SIMPANGPEMATANG – Pelaku pembangunan tidak hanya berasal dari unsur pemerintahan saja. Tenaga pelatih masyarakat (TPM) tingkat desa maupun kecamatan sangat berperan membantu dan mengawal proses pembangunan daerah, khususnya program pemberdayaan. Atas dasar itulah, Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat (Pokja RBM) Mesuji bersama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) setempat meminta supaya TPM bisa berperan proaktif untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah dalam program pemberdayaan tahun 2013. Kepala BPMPD Mesuji Andrian Syarif mengatakan seluruh pelaku PNPM telah berkontribusi dalam pembangunan di kabupaten tersebut. Dia berharap kegiatan Training of Trainer (ToT) TPM ini mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks dalam kerangka pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan visi-misi pemda. “Yakni mendorong, memberdayakan dan meningkatkan kemandirian/partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” katanya saat penutupan kegiatan ToT TPM se-Mesuji di Rumah Makan Ngawi Indah, Desa Simpangpematang, Kecamatan Simpangpematang, kemarin. Mantan Kadispenda Mesuji ini mengajak TPM supaya mampu mengawal program pemberdayaan tahun 2013. Menurutnya, partisipasi TPM ini guna meminamilisir adanya penyimpangan dana pemberdayaan, baik PNPM MPd-Integrasi maupun program Sai Bumi Serasan Segawe (SBSS). “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan membangun

kabupaten ini,” ujarnya. Andrian menghimbau TPM segera melaporkan sejumlah permasalahan terkait pelaksanaan program pemberdayaan di seluruh desa kepada Fasilitator Kabupaten (Faskab) maupun Unit Pengelola Kegiatan (UPK). “Kita harus aktif berdiskusi terkait menanggapi permasalahan yang berbau pelanggaran hukum,” tukasnya. Momen ToT seperti ini, terus Andrian, diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga ilmu hukum yang diberikan pemateri dapat diimplementasikan ke lingkungannya masing-masing. “Hidup kita harus berguna bagi masyarakat. Karena manusia mati hanya meninggalkan amal ibadah untuk dunia,” kelakarnya. Fasilitator Kabupaten PNPM MPd-Integrasi Mesuji Yohanes, T.B. mengatakan bahwa pemahaman masyarakat tentang hukum ini memang perlu terus dikawal. Hal ini mengingat di kabupaten ini permasalahan hukum sempat menjadi isu nasional. “Jangan sampai masyarakat kembali terpancing dengan hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ini tidak tersosialisasikan dengan baik, justru dapat merugikan diri mereka sendiri,” ungkapnya. Karena hal ini, lanjut Yohanes, justru dapat menghambat laju pembangunan di Mesuji. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Pokja RBM sebagai upaya dalam membantu pemerintah daerah agar kedepan masyarakat dapat lebih mengerti persoalan hukum dan dampaknya. “Dan tugas para TPM yang kita latih ini nantinya adalah menyebarkan pemahaman-pemahaman seperti itu kepada masyarakat,” tambahnya.

Ketua Pokja RBM Mesuji Fajarullah menegaskan pentingnya sikap kemandirian yang harus terus dibangun di kalangan pelaku pemberdayaan pada semua tingkatan bersama masyarakat. Menurutnya, selama ini peran fasilitator baik di tingkat kabupaten maupun FK/FT di kecamatan terasa sangat membantu. “Tapi tidak semua kegiatan bisa selalu bergantung pada mereka. Sebab cepat atau lambat tugas mereka pasti akan berahir. Dan itu artinya sebagai masyarakat yang menetap di Mesuji, kita yang harus lebih proaktif,” imbuhnya. Dwi Haryanto, salah satu pemateri KBH Lampung, menayampaikan apresiasinya atas apa yang telah dilakukan oleh Pokja RBM. “Sejujurnya, Mesuji kami lihat adalah kabupaten yang paling siap dan serius dalam menggelar kegiatan semacam ini,” katanya. Dalam kegiatan ToT yang berlangsung selama dua hari (13-14 Februari), para peserta diberikan pemahaman soal permasalahan dan tahapan penanganan kasus pidana maupun perdata. Pematerinya adalah Dwi Hariyanto, S.H. Guswarman, S.P. Mereka berasal dari Kantor Bantuan Hukum (KBH) Lampung. Peserta pelatihan ini berjumlah 40 orang TPM dengan rincian 35 perwakilan TPM di tingkat kecamatan dan lima perwakilan dari kabupaten. Mereka dilatih karena untuk melatih paralegal yang berada di desa masing-masing. Pelatihan paralegal dijadwalkan pada awal Maret 2013 nanti. Dalam kesempatan tersebut, Parsuki terpilih sebagai ketua Forum TPM Mesuji. TPM asal Desa Brabasan ini dipercaya menahkodai forum bersama Suwondo sebagai sekretarisnya. (red)


edisi februari 2013

5

musawarah mufakat

Kepsek Apresiasi Pembangunan Telford B U K O POSO - Merasakan manfaat sarana jalan telford sepanjang 1.359 meter yang dibangun melintasi sekolah yang dipimpinya, Adi Winoto, S.Pd. Kepala SDN 2 Bukoposo, Kecamatan Wa y s e r d a n g menyambangi kantor UPK. Kepada Ketua UPK Wayserdang Fajarullah, pria berkaca mata ini mengungkapkan bahwa sejak pembangunan jalan itu, dirinya tak lagi merasa khawatir saat musim hujan tiba. Pasalnya, jalan sudut di sekolahnya yang biasanya becek dan tergenang air sehingga menggangu perjalanan para siswa menuju ke sekolah itu, kini sudah tidak lagi menjadi masalah. “Sebenarnya sudah sejak lama kami merindukan perbaikan jalan itu. Dan baru sekarang keinginan itu terwujud. Kami benarbenar merasakan manfaatnya,” ucap Adi. Dia menambahkan, di samping sebagai sarana transportasi anak didiknya, jalan itu juga adalah jalur alternatif yang juga kerap digunakan oleh kendaraan berat untuk mengangkut hasil perkebunan petani. “Sebenarnya sudah sering kali dilakukan gotongroyong oleh masyarakat sekitar untuk memperbaiki, tapi itu saja ternyata tidak cukup. Jalan tetap saja becak dan berlubang,” kelakarnya. Menanggapi hal itu, Fajarullah mengaku merasa sangat bersyukur. Sebab apa yang diusulkan oleh desa yang kemudian disepakati dalam musrenbang kecamatan itu benarbenar tepat sasaran dan memenuhi standar asas manfaat secara luas bagi masyarakat. Terlebih, lanjutnya, pekerjaan itu adalah buah karya masyarakat Bukoposo sendiri melalui tim pengelola kegiatan (TPK) setempat yang dibentuk oleh desa melalui surat keputusan kepala desa. “Jadi yang paling berjasa dalam hal ini, sebenarnya bukan UPK, melainkan Pemkab Mesuji. Sebab jalan ini dibangun dengan menggunakan program SBSS yang alokasi dananya murni diambil dari APBD Mesuji,” jelas Fajar, sapaan akrabnya. Selain itu, perjuangan ini juga berkat kerjasama antara kepala desa dan masyakat Bukoposo. UPK sifatnya hanya fasilitator yang bertugas untuk memfasilitasi dan memastikan bahwa program ini benarbenar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. “Meskipun demikian, kami sangat mengapresiasi kedatangan Pak Adi Winoto. Ini adalah sebuah bentuk kepedulian masyarakat yang patut dihargai,” pungkas Mang Irul, begitu dirinya disapa oleh kader UPK se-Wayserdang. Terpisah, Bendahara TPK Bukoposo Wardi mengaku bahwa penyebab genangan air yang selama ini terjadi di jalan karena gorong-gorong yang pernah dibuat mengalami kerusakan yang cukup parah. Untuk itulah, ia dan anggota TPK lainya sepakat untuk membuat goronggorong baru yang alokasinya menggunakan dana sisa lelang material. “Sisa lelang material bahan sarana yang kita peroleh, kita wujudkan dalam bentuk dua unit gorong-gorong baru. Satu diantaranya, tepat berada di sudut SDN 2 Bukoposo itu,” terangnya. (jar)

Adi Winoto

FOTO IST

BERMANFAAT: Jalan telford ini mendapatkan apreasiasi dari Kepala SDN 2 Bukoposo Adi Winoto yang disampaikannya langsung ke kantor UPK Wayserdang.

Mahasiswa KKN Magang Di UPK WAYSERDANG – Sebanyak 70 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) tahun angkatan 2013 dari Universitas Lampung (Unila) yang tersebar di tujuh desa se-Wayserdang turut andil dalam proses perencanaan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM MPd-Integrasi). Keterlibatan para mahasiswamahasiswi ini terlihat di hampir setiap pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) di 13 desa yang tersebar di kecamatan yang bebatasan langsung dengan kabupaten Tulangbawang Barat ini. Di Desa Bukoposo, selain giat membantu kegiatan perencanaan PNPM MPd, para mahasiswa ini memiliki jadwal magang di beberapa unit perkantoran yang ada. “Mereka kita bagi dalam beberapa tim sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing,” ujar Kepala Desa Bukoposo Suyanto. “Bahkan yang jurusan teknik dan keuangan kita arahkan untuk magang di kantor UPK Wayserdang,” tambahnya. Beberapa mahasiswa lainnya stand by di SMPN 1 Wayserdang dan SMAN 1 Wayserdang. Serli Carlina, mahasiswi jurusan Teknik Sipil Unila mulai aktif membantu kegiatan perencanaan dan survey lapangan di UPK Wayserdang. Dia mengungkapkan bahwa apa yang didapat selama mengikuti program KKN ini adalah pengalaman baru yang nantinya sengat ber-

FOTO IST

MAGANG DI UPK: Mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Lampung turut andil dalam proses perencanaan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan (PNPM MPd-Integrasi) di kantor UPK Wayserdang.

manfaat bagi disiplin ilmunya kelak saat ia harus terjun ke masyarakat. “Disini, saya dapat mempraktikan apa yang sudah diperoleh saat berada di kampus. Dan saya yakin, meski hanya dalam waktu sangat singkat, pengalaman ini adalah hal yang sangat berkesan,” tuturnya dengan wajah riang. Hal yang sama juga diutarakan Tiya Marsela, mahasiswi jurusan Ekonomi Akutansi. “Disini, kita bisa praktik sekaligus belajar langsung tentang hal-hal

yang berkaitan dengan administrasi UPK seperti arus kas, buku Bank, dan laporan keuangan,” tuturnya penuh semangat. Sementara, Ketua UPK Wayserdang Fajarullah mengaku merasa sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswi KKN ini. “Kita sangat mengapresiasi keberadaan adik-adik,” katanya. Mahasiswi yang berkenan belajar banyak tentang program pemberdayaan ini. Baik itu mengenai hal yang bersifat teknik, keuangan atau pun pember-

dayaan. “Karena itu, kita akan memfasilitasi hal-hal yang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran kegiatan yang sedang mereka laksanakan khususnya yang berkaitan dengan PNPM MPdINTEGRASI,” tuturnya. Lebih jauh, Fajarullah mengapresiasi keterlibatan para mahasiswa yang telah berperan aktif selama pelaksanaan musrenbangdes di 13 desa. “Ini sangat membantu panitia dan desa yang melaksanakan kegiatan tersebut,” pungkasnya. (jar)


6

aCtIVIty

edisi Februari 2013

FOtO ISt

BAHAS PtO: Fasilitator Kabupaten (Faskab) Drs. Yohanes TB. (berdiri) saat menjelaskan review petunjuk teknis operasional (PTO) kepada seluruh pelaku pemberdayaan tingkat kecamatan se-Mesuji di kantor Faskab PNPM MPdIntegrasi, Selasa (29/1).

Nilai Usulan Maksimal Rp500 Juta SIMPANGPEMATANG – Terhitung mulai tahun ini, pagu nominal alokasi yang diajukan dalam setiap usulan desa melalui PNPM MPd-Integrasi dipatok Rp500 juta. Desa yang mengusulkan juga harus dapat memastikan bahwa sarana yang diajukan itu setidaknya dapat bermanfaat untuk dua desa. Hal itu disampaikan oleh Fasilitator Kabupaten (Faskab) Drs. Yohanes TB. dalam acara rapat koordinasi dan sosialisasi review petunjuk teknis operasional (PTO) ke-II dengan seluruh pelaku pemberdayaan tingkat kecamatan seMesuji di kantor Faskab PNPM

MPd-Integrasi, Selasa (29/1). Bung Jo –panggilan akrabnya – menerangkan ketentuan ini tertulis dengan jelas dalam review PTO yang dikirim dari Jakarta melalui Koordinator Provinsi (Korprov) Lampung yang pelaksanaanya diharapkan dapat mulai diberlakukan pada tahun anggaran 2013. “Disamping itu, hasil perangkingan sisa usulan tahun 2012 yang akan dilaksanakan pada tahun ini diatur maksimal berjumlah tiga usulan. Dan itu artinya, usulan yang berjumlah lebih dari itu akan terkurangi dengan sendirinya,” katanya.

Meskipun dapat menyepakati dan menerima ketentuan itu, dalam kesempatan yang sama peserta rakor yang terdiri dari PJOK, Setrawan, UPK dan pendamping lokal (PL) se-Mesuji itu mengharapkan bahwa ketentuan itu hendaknya hanya diterapkan pada program PNPM Integrasi yang memang menggunakan sebagian besar dana dari pusat, tapi tidak berlaku untuk program yang bersifat lokal seperti program Sai Bumi Serasan Segawe (SBSS). PJOK Kecamatan Rawajitu Utara Samijo, A.Md. menyatakan

bahwa khusus wilayah PNPM MPd-Integrasi yang memang baru tersentuh oleh program ini di tahun 2010 nominal Rp500 juta perusulan itu dipandang masih belum tepat untuk diterapkan pada saat sekarang. Hal ini mengingat masih banyaknya desa-desa yang membutuhkan sentuhan pembangunan sarana dan prasarana. “Nominal itu justru membuat kemungkinan tercovernya usulan menjadi kecil dan ini akan memengaruhi tingkat partisipasi desa. Karena itulah, menurut saya standar Rp250 juta per usulan sesungguhnya masih tepat untuk

diterapkan. Setidaknya sebagai upaya pemerataan pembangunan di tingkat desa,” tuturnya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Wayserdang Legiman. Menurutnya, jika hal itu dipaksakan justru akan berdampak tidak baik bagi desa-desa yang masih memiliki sisa usulan di tahun 2012 yang akan terdanai di tahun ini. “Untuk itu saya sepakat khusus program SBSS pagu dana yang digunakan tetap Rp250 juta seperti tahuntahun sebelumnya,” tukasnya. (anw)

Mandiri Syariah Tawarkan Kerjasama SIMPANGPEMATANG – Bank Mandiri mempromosikan produknya kepada seluruh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) se-Mesuji. Proses penjajakan ini sekaligus mengajak UPK untuk bekerjasama dengan Bank Mandiri, khususnya program Mandiri Syariah yang memberikan tawaran menarik untuk calon nasabahnya. Marketing Bank Mandiri Syariah KCP Unit II Tulangbawang Mahfud Fauzi mengatakan sosialisasi program Bank Mandiri Syariah Plus ini dalam rangka penawaran kerjasama. “Kami mengajak kerjasama kelembagaan UPK dalam rangka peningkatan pelayanan,” ungkapnya di kantor Fasilitator Kabupaten (Faskab) Integrasi Mesuji di Desa Budiaji, Kecamatan Simpangpematang, akhir Januari lalu. Mahfud menyatakan, UPK cukup menyetorkan dana paling sedikit RP80.000. untuk membuka tabungan perdana di Bank Mandi-

ri Syariah. “Nantinya, nasabah akan diberitahukan jika ada transaksi di rekening tabungannya. Proses pemberitahuan itu melalui pesan singkat (SMS/Short Massage Service). Notifikasi yang memberitahukan transaksi itu menggunakan jaringan internet banking,” terangnya. Mengenai bunga bank, sambung Mahfud, hal itu tergantung keuntungan yang diperoleh bank saat itu. “Kalau keuntungannya besar, maka bunga bank akan mengikuti. Sebaliknya juga begitu,” ujarnya. Menanggapi tawaran itu, Faskab Integrasi Kabupaten Mesuji Yohanes TB.menyambut baik tawaran Mandiri Syariah tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya penawaran itu kepada UPK se-Mesuji. “Jika ada UPK yang tertarik, silahkan langsung menghubungi pihak marketing Mandiri Syariah,” singkatnya. (red)

FOtO ISt

AUDIt-mONItORING: Agus Gunawan Wibisono dari Comunity Base Monitoring National Management Consultant (CBM NMC) dan Regional Management Consultant (RMC) II Zulkarnain saat berdialog dengan Faskab Integrasi Kabupaten Mesuji Yohanes TB. di kantor faskab setempat, pekan lalu.


7

Pemberdayaan PeremPuan

edisi Februari 2013

Pancajaya Terbaik Pengelolaan SPP PANCAJAYA – Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Pancajaya yang berdiri pada tahun 2009 berhasil mempertahankan predikat terbaik dalam pengelolaan dana simpan pinjam kelompok perempuan (SPP) di Kabupaten Mesuji. Kali pertama, PNPM MPd masuk ke kecamatan ini mendapatkan alokasi dana bantuan langsung masyarakat sebesar Rp2 miliar. Dari total dana tersebut yang terserap ke pembangunan fisik sebesar Rp1.620.000.000. dan alokasi untuk SPP sebesar Rp380.000.000. Dengan modal dana awal tersebut, program SPP sudah mengalami surplus bersih sebesar Rp2.6321.000. Tahun 2010, Kecamatan Pancajaya mendapatkan bantuan dari PNPM MPd sebesar Rp3 miliar. Dari total dana BLM tersebut dipergunakan untuk pembangunan fisik sebesar Rp2.857.500.000. dan kegitan SPP sebesar Rp142.500.000. Selanjutnya tahun 2011 mendapatkan bantuan sebesar R p 3 miliar. Dari total dana itu, pembangun a n fisik dikuc u r-

kan sebesar Rp2.800.500.000. dan kegitan SPP Rp199.500.000. Kecamatan ini juga mendapatkan bantuan PNPM MPd sebesar Rp3 miliar pada tahun 2012. Rinciannya, pembangunan fisik sebesar Rp2.856.550.000. dan kegitan SPP sebesar Rp143.450.000. Jika diakumulasikan, jumlah alokasi bantuan PNPM MPd sejak tahun 2009-2012 untuk kegiatan SPP mencapai Rp865.450.000. Sesuai dana awal SPP yang sudah dikelola melalui program perguliran tercatat saldo pinjaman di masyarakat sebesar Rp1.058.006.000. per akhir Desember 2012. Saldo yang ada di rekening SPP sebesar Rp243.350.000. dan saldo kas UPK Rp34.545.500. “Sehingga kalau dihitung dari modal awal dana program Rp865.450.000., setelah dikelola dengan perguliran SPP dan jasa pinjaman 18 persen per tahun berkembang menjadi Rp1.335.901.500. dengan tingkat pengembalian 99 persen,” terang Alex Rufaidy, Fasilitator Kecamatan Pancajaya. Selama kurun waktu empat tahun, UPK Pancajaya mampu mendapatkan surplus dari dana awal SPP sebesar Rp374.999.000.

Sesuai dengan ketentuan program bahwa untuk pembagian surplus harus dialokasikan tambahan modal minimal 50 persen dan untuk bantuan sosial, terutama bagi rumah tangga miskin minimal 15 persen. “Maka dalam kurun waktu empat tahun UPK Pancajaya telah

mengalokasikan dan memberikan dana bantuan untuk rumah tangga miskin sebesar Rp56.239.200,” jelasnya. (Selengkapnya lihat grafis) Dari uraian diatas jelas sekali bahwa SPP memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembang-

kan. Sehingga, lanjut Alex, kedepan tidak menutup kemungkinan bahwa UPK akan menjadi sebuah lembaga keuangan mikro yang ada di tiap kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Mesuji. “Tentunya menjadi harapan bersama,” tukasnya. (lex)

alokasi dan realisasi sPP dan Perhitungan dana sosial untuk rtm Nama Kampung 1 Mukti Karya 2 Adi Luhur 3 Fajar Baru 4 Adi Mulyo 5 Adi Karya Mulya 6 Fajar Indah 7 Fajar Asri Jumlah

Alokasi Rp338,500,000 Rp981,100,000 Rp740,400,000 Rp408,950,000

Realisasi Rp296,226,000 Rp692,209,500 Rp511,101,000 Rp246,484,000

Saldo di Masyarakat Rp42,274,000 Rp288,890,500 Rp229,299,000 Rp162,466,000

Dana Sosial untuk RTM 10.44 24.40 18.01 8.69

31,233,000 Rp3,260,690 Rp7,619,456 Rp5,625,915 Rp2,713,158

Rp722,000,000 Rp384,000,000 Rp320,500,000 Rp3,895,450,000

Rp513,941,000 Rp319,361,500 Rp258,121,000 Rp2,837,444,000

Rp208,059,000 Rp64,638,500 Rp62,379,000 Rp1,058,006,000

18.11 11.26 9.10 100.00

Rp5,657,176 Rp3,515,353 Rp2,841,252 Rp31,233,000

Dana Sosial tahun 2009 Dana Sosial tahun 2010 Dana Sosial tahun 2011 Dana Sosial tahun 2012

Rp394,000 Rp10,445,000 Rp14,167,200 Rp31,233,000

Surplus tahun 2009 Surplus tahun 2010 Surplus tahun 2011 Surplus Bersih 2012

Rp2,631,000 Rp69,700,000 Rp94,448,000 Rp208,220,000 Sumber: UPK Pancajaya Tahun 2012


8

satu PenGanGGaran untuk semua

REKAPItUlASI USUlAN DESA PNPm-INtEGRASI tahun Anggaran 2013 Desa 1 Simpang Pematang 2 Simpang Pematang 3 Budi Aji 4 Budi Aji 5 Margo Rahayu 6 Margo Rahayu 7 Harapan Jaya 8 Harapan Jaya 9 Wira Bangun 10 Wira Bangun 11 Agung Batin 12 Agung Batin 13 Bangun Mulyo 14 Bangun Mulyo 15 Rejo Binangun 16 Rejo Binangun 17 Jaya Sakti 18 Jaya Sakti

Jenis Kegiatan Talud/TPT Jalan Telford 1 paket Jalan Telford 1 paket Gedung PAUD Jalan Telford 1 paket Jalan Telford 1 paket Jalan Telford Drainase Jalan Telford 1 paket Gedung TPA Jalan Telford 1 paket Jalan Telford 1 paket Jalan Telford 1 paket Jalan Telford 1 paket Jalan Telford 1 paket Sumur Bor Jalan telford Talut/ TPT

Volume 500 m 400 m 1.800 m 8 x 16 m 911 m 1.200 m 300 m 1.500 m 1.100 m 6 x 15 m 1.800m 1.200 m 1.500 m 1.500 m 800 m 6x4m 680m 500m

lokasi RW VII RW II RW III ke VII RW III RW IV RW V RW 4 RW 5 RW I - III RW IV RW III,IV,V RW V - VI RW I - II RW V RW 1, 2 RW 4 RW III,IV,V RW I

DESA

KEGIAtAN

VOlUmE

lOKASI JUmlAH DANA

1 Harapan Jaya 2 Simpang Pematang 3 Bangun Mulyo 4 Harapan Jaya 5 Bangun Mulyo TOTAL DANA

Jalan Telford Gedung TPA Honor Guru TK 5 Jembatan Beton Jalan Telford

259.00 M 1Unit 1 1,443.00

62,980,000.00 172,760,000.00 25,000,000.00 78,460,000.00 260,800,000.00 600,000,000.00

PNPM-MPd (Termasuk Biaya Operasional UPK 2% dan TPK 3%)

edisi Februari 2013

Pembangunan telford masih dominan BERIKUT manfaat terkait program pemberdayaan yang menjadi usulan masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Simpangpematang di Desa Agungbatin.Yakni memperlancar aliran air sehingga tidak merusak badan jalan dan memperlancar transportasi; memperlancar transportasi; penghubung antar dusun, memperlancar transportasi meningkatkan perekonomian; meningkatkan mutu pendidikan; penghubung antar dusun, memperlancar transportasi meningkatkan perekonomian; penghubung antar dusun, memperlancar transportasi meningkatkan perekonomian; memperlancaar transportasi anntar dusun; mengatasi limpas air ke jalan dan pekarangan saat hujan. Kemudian penghubung antar dusun, memperlancar transportasi; meningkatkan mutu pendidikan anak; penghubung antar dusun, memperlancar transportasi; penghubung antar dusun, memperlancar transportasi; memperlancar transportasi dipemukiman dan ke ladang rumah tangga miskin (RTM); memperlancar transportasi dipemukiman dan ke ladang RTM; penghubung antar dusun, memperlancar transportasi, meningkatkan kegiatan ekonomi; menyediakan air bersih untuk meningkatkan kesehatan masyarakat; penghubung antar dusun, memperlancar transportasi; untuk merawat dan melindungi badan jalan. (*)

USUlAN PNPm INtEGRASI DI PANCAJAYA tAHUN 2013

DESA ADI MULYO FAJAR BARU FAJAR ASRI MUKTI KARYA ADI KARYA MULYA ADI LUHUR FAJAR INDAH ADI MULYO FAJAR BARU FAJAR ASRI MUKTI KARYA ADI KARYA MULYA ADI LUHUR FAJAR INDAH

KEGIAtAN Drainase RK 3 Gedung Posyandu RK 3 Drainase RK 1 Perkerasan Telford RK 5 Telford+jembatan+talud RK 4 Telford RK 2 Perkerasan Telford RK 3 & 4 Gedung Poskesdes RK 6 Gedung TPA RK 1 Gedung TK RK 2 Perkerasan Telford RK 4 Telford RK 3 TPA RK 1 Telford RK 3-4

VOlUmE 173 M Kr 167 M Kn 6x9m 350 M Kiri,239 M Kanan 1100 x 3 x 0.15 M 1200 x 3 x 0.15 M 1000 x 3 x 0.15 M 968 x 3 x 0.15 M 6 X 10 M : 1 UNIT 7.5 x 21 x 3 Lokal 7.5 x 15 x 1 Unit 1500 x 3 x 0.15 M 1140 x 3 x 0.15 M 7.5 x 21 x 3 Lokal 1117 x 3 x 0.15 M

tAHUN 2014

DESA ADI LUHUR ADI KARYA MULYA MUKTI KARYA FAJAR INDAH FAJAR ASRI ADI MULYO FAJAR BARU

KEGIAtAN TPA RK 2 Telford Jalan Telford RK 4 Telford RK 3-4 Lapen RK 2-4 Lapen RK 3 Telford RK 4

ADI LUHUR ADI KARYA MULYA MUKTI KARYA FAJAR INDAH FAJAR ASRI ADI MULYO FAJAR BARU

TPA RK 4 Telford RK 5 Jalan Telford 2 Telford RK 1 TPT RK 3 Telford RK 4 Telford RK 1-2 P.

VOlUmE 7.5 x 21 x 3 Lokal 1140 x 3 x 0.15 M 1200 x 3 x 0.15 M 1000 x 3 x 0.15 M 1000 x 3 P. 1700 1490 x 3 P. 1.700 M 1505 x 3 x 0.15 M 7.5 x 21 x 3 Lokal 1525 x 3 x 0.15 M 1200 x 3 x 0.15 M 1000 x 3 x 0.15 M 413 M Kr,413 M Kn 1500 x 3 x 0.15 M 1500 M 1500 x 3 x 0.15 M

KEtERANGAN PRIORITAS 1 PRIORITAS 2 PRIORITAS 3 PRIORITAS 4 PRIORITAS 5 PRIORITAS 6 PRIORITAS 7 PRIORITAS 8 PRIORITAS 9 PRIORITAS 10 PRIORITAS 11 PRIORITAS 12 PRIORITAS 13 PRIORITAS 14


9

satu PenGanGGaran untuk semua

edisi Februari 2013

KElOmPOK perempuan terlihat serius menggelar diskusi pada saat musrenbang di Kecamatan Mesuji.

FOTO IST

KABID Perencanaan Bappeda Mesuji Suharbi Akib saat memberikan pengarahan kepada peserta musrenbang di Desa Sidomulyo, Mesuji.

Mulyasari

ANGGOtA DPRD Mesuji Eddi Sandani (kiri) dan Tri Isyani (kanan) turut menghadiri pelaksanaan musrenbang di Kecamatan Mesuji.

Didiskualifikasi MUSYAWARAH antar desa (MAD) prioritas telah menghasilkan beberapa usulan yang menjadi prioritas di tahun 2013, baik dari PNPM-MPd-Integrasi maupun SBSS. Sedangkan untuk SKPD telah mendapatkan usulan dari enam bidang yang dibawa ke musrenbang. Selain itu ada pagu desa tua senilai Rp1

miliar yang terbagi antara lain Desa Sungaibadak; Wiralaga I; Wiralaga II dan Nipahkuning. Setiap desa tua dikucurkan dana segar senilai Rp 250 juta. Pelaksanaan musrenbang kecamatan tersebut dihelat di Balai Desa Sidomulyo yang dihadiri oleh Camat Mesuji Indra Asmara,

PJOK Kecamatan Mesuji Ibta Arisa,S.E., Faskeu Alifulhakim, Ketua BKAD Ilyas Marzuki, dan sejumlah perwakilan pemerintahan desa, kecuali Desa Mulyasari yang secara otamatis didiskualifikasi karena masalah SPP. Desa ini macet membayar cicilan SPP senilai Rp115.234.000. (*)

WARGA terlihat serius menggelar diskusi pada saat musrenbang di Kecamatan Mesuji.

PNPm-mPd DAN SBSS KECAmAtAN mESUJI 2013 DESA TIRTALAGA SUNGAI BADAK SUNGAI BADAK SUNGAI BADAK TANJUNG SERAYAN WIRALAGA I WIRALAGA I WIRALAGA I NIPAH KUNING NIPAH KUNING NIPAH KUNING WIRALAGA II WIRALAGA II WIRALAGA II SUMBER MAKMUR SIDOMULYO SIDOMULYO TOTAL BANTUAN

USUlAN KEGIAtAN Rabat Beton Posyandu Pembangunan Gedung MTS GSG Rabat Beton Rabat Beton Rabat Beton + Timbunan Rabat Beton + TPT TPT Gedung TPA TPT Rabat Beton TPT Rabat Beton + Jembatan Jalan Sub Base Jalan Telford Jalan Telford

lOKASI RK 1 RK 4 RK 7 RK 4 - 3 RK 1 RK 5 RK 1 RK 3 - 4 RK 3 RK 3 RK 3 - 4 RK 3 RK 1 -5 RK 6 - 3

VOlUmE 1,6 x 1187 m 6x9m 7 x 24 m 7 X 18 m 2 x 1000 m 3 X 80 m 3 x 115 m 1 x 580 m 2 x 683 m 8x9m 2 x 508 m 2 x 308 m 2 X 274 m 2,5 x 373 m 800 x 3 x 0,15 m 3 x 1005 m 3 x 1200 m

tOtAl BANtUAN (Rp) 323,100,000 109,050,000 252,140,000 250,000,000 338,400,000 36,750,000 82,760,000 250,000,000 292,700,000 48,480,000 250,000,000 103,900,000 93,120,000 250,000,000 192,860,000 236,460,000 275,280,000 3,485,000,000

SUmBER DANA PNPN-MPd PNPN-MPd PSBSS PAGU DESA PNPN-MPd PNPN-MPd PSBSS PAGU DESA PNPN-MPd PSBSS PAGU DESA PSBSS PSBSS PAGU DESA PSBSS PSBSS PSBSS


10

satu PenGanGGaran untuk semua

edisi Februari 2013

INIlAH rumah Sekretaris UPK RJU Siswo (28) yang terbakar akibat lembur menyiapkan kegiatan musrenbang tingkat kecamatan di Desa Panggungjaya, Rabu (20/2).

Pelaksanaan Musrenbang Diselimuti Duka RUMAH Siswo (28), warga Desa Panggungjaya, Kecamatan Rawajitu Utara (RJU), habis dilalap si jago merah. Kebakaran diduga lampu teplok yang menyambar bagian rumah hingga memicu api terus berkobar sekitar pukul 23.00 WIB Rabu (20/2). Ketika kejadian, rumah sekretaris UPK Kecamatan RJU ini dalam keadaan kosong. Siswo sedang lembur di kantor kecamatan untuk

menyiapkan berkas musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan tahun 2013. Istrinya yang hamil delapan bulan berada di rumah orang tua Siswo, Unit II, Banjaragung, Tulangbawang, untuk mempersiapkan persalinan.’’Saya lembur di kantor. Dan istri saya di rumah orang tua. Sebab, saat ini dia sedang hamil tua. Jadi siap-siap untuk melahirkan,’’

jelas Siswo. Peristiwa kebakaran ini berlangsung begitu cepat. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, bangunan tersebut habis dilalap si jago merah. Besar kerugian akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp50juta. Bupati Mesuji Khamamik langsung memberikan bantuan korban kebakaran. Ini setelah mendapat laporan dari Kepala Desa Panggungjaya Edi Sucipto bahwa salah

satu warganya terkena musibah kebakaran. Untuk meringankan derita korban, pemkab menyerahkan bantuan berupa beras 50 kg, ikan dalam kemasan, mi instan, makanan siap saji, peralatan dapur, serta selimut. Penyerahan bantuan dilakukan Kepala Dinas Sosial  Mesuji Surizal Zikri.’’Bantuan yang diberikan pemkab diharapkan dapat mengurangi beban yang ditanggung Siswo,’’

terangnya. Masyarakat sekitar diminta aktif berpartisipasi bergotong-royong membangun kembali rumah Siswo. Bantuan pemkab berupa 50 kilogram beras, pakaian, perlengkapan keluarga, ikan kaleng, mi instan, peralatan dapur, selimut, serta makanan siap saji ini telah diserahkan kepada Siswo. Kerugian akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp 50 juta. (red)

DAFTAR USULAN KEGIATAN YANG AKAN DIDANAI HASIL KETETAPAN MUSRENBANG KECAMATAN Tahun Anggaran 2013 DESA Sidang Way Puji Sidang Iso Mukti Tlogo Rejo Sidang Sido Rahayu Sungai Buaya Sidang Gunung Tiga Panggung Rejo Panggung Jaya S. Kurnia Agung S. Gunung Tiga Panggung Jaya S. Way Puji Panggung Rejo Sungai Buaya S. Iso Mukti S. Sido Rahayu Tlogo Rejo S. Bandar Anom Tlogo Rejo Panggung Rejo S. Bandar Anom S. Way Puji

JUmlAH tERDANAI tOtAl JUmlAH

USUlAN KEGIAtAN Pemb. Poskesdes Rabat Beton Sub base Rehab Pustu / Penambahan Lokal Pemb. Gedung Poskesdes Jalan Telford Pemb. Gedung Poskesdes Pemb. Gedung TPA Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) Timbun Batu Subase Penimbunan Tanah Merah Jalan Kampung Pemb. Jembatan Mini Plat Beton Pemb. Gedung TPA

VOlUmE 6 X 10 M : 1 UNIT 1.2 x 1450 m 1127 x 2.5 x 0.15 m ( 6 x 12 ) m 6 X 10 M : 1 UNIT 1085 x 3 x 0.15 M 6 X 10 M : 1 UNIT 7.5 x 21 x 3 Lokal 2 Kelompok 7 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 2 Kelompok 2 Kelompok 2 Kelompok 5 Kelompok 1 Kelompok 1 Kelompok 1127 x 2.5 x 0.15 m 2000 x 3 x 0.2 M 4 x 4 m 4 Unit 7.5 x 21 x 3 Lokal

lOKASI RK 1 RK 1 - 2 RK 1 - 2 RK 1 RK 4 RK 2 - 3 RK 1 RK 1

RK 2 dan 3 RK 1 dan 2 RK 1 sd 4 RK 1

tOtAl BANtUAN (Rp) 161,450,000 250,000,000 250,000,000 199,100,000 162,450,000 250,000,000 163,600,000 203,400,000 20,000,000 70,000,000 10,000,000 20,000,000 20,000,000 20,000,000 20,000,000 50,000,000 10,000,000 10,000,000 250,000,000 268,900,000 249,250,000 227,350,000

SUmBER DANA DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS DIDANAI PSBSS BELUM TERDANAI BELUM TERDANAI BELUM TERDANAI BELUM TERDANAI

1,890,000,000 2,885,500,000

PAGU KECAMATAN


11

satu PenGanGGaran untuk semua

edisi Februari 2013

CAmAt Wayserdang Widada bersama Ketua UPK setempat Fajarullah foto bersama setelah penyerahan piala kepada desa terbaik dalam pelaksanaan musrenbang.

USULAN PNPM - MPd KECAMATAN WAYSERDANG DESA PANCAWARNA KEBON DALAM KEBON DALAM REJO MULYO SUKA AGUNG LABUHAN BARU LABUHAN MAKMUR GEDUNG SRI MULYO KEJADIAN tOtAl DANA

USUlAN KEGIAtAN Jalan Telford Sumur Bor Drainase / Siring Jalan Telford Gedung TK Jalan Telford Poskesdes Jalan Telford Drainase / Siring

VOlUmE 1,490.00 M 3.00 Unit 210 M 1,200.00 M 1Unit 950.00 M 1 Unit 1,200 M 412.00 M

lOKASI Dusun 11- 4 Dusun 3,4,5 Dusun 5 Dusun 3, 5 Dusun 3 Dusun 3,5 Dusun 2 Dusun 3 Dusun 4, 7

PANCA WARNA REJO MULYO GEDUNG SRI MULYO HADI MULYO KEBUN DALAM KEJADIAN LABUHAN MAKMUR LABUHAN BATIN BOKO POSO GEDUNG BOGA LABUHAN BARU BUMI HARAPAN SUKA AGUNG JUmlAH tOtAl

Jalan Telford Jalan Telford Sumur Bor Jalan Telford Gedung TPA Poskesdes Jalan Telford Jalan Telford Jalan Telford Jalan Telford Jalan Telford, Drainase Drainase Jalan Telford + Drainase

1,000.00 M 1500.00 M 3.00 Unit 1300.00 M 1.00 Unit 1.00 Unit 1,150.00 M 1,000.00 M 1,000.00 M 1,100.00 M 610.00 M 700.00 M 1,000.00 M

Suku 9 Suku 8 Suku 2, 4, 8 Suku 2, 3, 4 Suku 3 Suku 2 Suku 1 Suku 3, 5 Suku 3 Suku 7 Suku 3 Suku 3 Suku 3

WARGA Mesuji Timur berbondong-bondong menghadiri pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Tahun 2013.

EStImASI BIAYA

248,460,000 154,970,000 69,830,000 208,150,000 175,980,000 161,570,000 151,780,000 201,140,000 148,120,000 1,520,000,000 227,645,000 328,405,000 170,698,000 284,581,000 190,135,000 166,958,000 263,923,000 231,165,000 217,272,000 244,607,000 272,591,000 236,295,000 348,370,000 3,182,645,000

SEKREtARIS Bappeda Mesuji Sayyid Nasir saat memberikan pengarahan dalam kegiatan musrenbang di Kecamatan Tanjungraya.

USULAN KEGIATAN KECAMATAN TANJUNGRAYA TAHUN 2013

DESA Tri Karya Mulya Wirajaya Muara Tenang Gedung Ram Sinarlaga Kagungan Dalam Kagungan Dalam Sri Tanjung Sri Tanjung Tanjung Sari Mekarsari Wirajaya Tri Karya Mulya Tanjung Sari Muara Tenang Harapan Mukti Mekarsari Bangun Jaya Gedung Ram Bujung Buring Harapan Mukti Brabasan Bangun Jaya Sinarlaga Brabasan Bujung Buring

USUlAN KEGIAtAN Perkerasan Jalan Perkerasan Jalan Pembangunan Jalan Telford Pembangunan Jalan Telford Perkerasan Jalan Pembangunan Gd. Poskesdes Pembangunan gd. TPA Pembangunan Jembatan Penimbunan Tanah Merah Pembangunan Jalan Telford Pembangunan Drainase Perkerasan Jalan Perkerasan Jalan Pembangunan Drainase Posyandu Pembangunan Gd. Posyandu Pembangunan Drainase Perkerasan Jalan Pembanguna Gedung TPA Pembangunan Gedung TK Pembanguna Drainase Pembangunan Jalan Telford Pembangunan Gedung TPA Perkerasan Jalan Pembangunan Jalan telford Drainase

VOlUmE 1170 m 970 m 850 m 350 m 880 m 6x9m 6x 18 m 3 x 29 m 2600 m 972 m 300 m 949 M 1500 836 m 9 klp 6x9m 440 m 991 m 6 X 18 m 6 x 18 m 700 m 372 m 6 x 18 m 1280 m 1000 m 640 m

TAHUN 2014

DESA TRI KARYA MULYA WIRAJAYA TANJUNG SARI MUARA TENANG BANGUNJAYA HARAPAN MUKTI WIRAJAYA BUJUNG BURING SRI TANJUNG HARAPAN MUKTI TRI KARYA MULYA MEKARSARI GEDUNG RAM MUARA TENANG SRI TANJUNG TANJUNG SARI MEKARSARI BUJUNG BURING BRABASAN BANGUNJAYA KAGUNGAN DALAM GEDUNG RAM BRABASAN SINARLAGA SINARLAGA

USUlAN KEGIAtAN Pembangunan Jln Telford Pengadaan Air Bersih Pembangunan Drainase Pembangunan Gd. Posyandu Perkerasan Jalan Pembangunan Drainase Perkerasan Jalan Pembangunan Gd. TK Pembangunan TPA Pembangunan TPA Pembangunan Jln Telford Pembangunan Drainase Pengerasan Jalan Pembangunan TK Pembangunan TK Pembangunan Drainase Pembangunan Jln Telford Pembangunan Drainase Pembangunan Drainase Perkerasan Jalan Pembangunan Jln Telford Pembangunan Drainase Pembangunan Drainase Perkerasan Jalan Perkerasan Jalan

VOlUmE 1170 m 1 unit 500 m 6x9m 991 m 800 m 1150 m 8 x 18 m 6 x 18 m 6 x 18 m 1300 m 500 m 1500 m 6 x 18 m 6 x 18 m 500 m 1500 m 950 m 800 m 1150 m 800 m 800 m 600 m 1500 m 1500 m

RANKING PRIORITAS 1 PRIORITAS 2 PRIORITAS 3 PRIORITAS 4 PRIORITAS 5 PRIORITAS 6 PRIORITAS 7 PRIORITAS 8 PRIORITAS 9 PRIORITAS 10 PRIORITAS 11 PRIORITAS 12 PRIORITAS 13 PRIORITAS 14 PRIORITAS 15 PRIORITAS 16 PRIORITAS 17 PRIORITAS 18 PRIORITAS 19 PRIORITAS 20 PRIORITAS 21 PRIORITAS 22 PRIORITAS 23 PRIORITAS 24 PRIORITAS 25


Penguatan Kelembagaan Percepat Penanggulangan Kemiskinan KEmISKINAN merupakan permasalahan matian anggota keluarga, kehilangan pekerbangsa yang mendesak dan membutuhkan jaan, ditimpa bencana dan sebagainya. langkah-langkah penanganan dan pendekatan Tingginya tingkat kerentanan menyebabkan sistematik, terpadu, dan menyeluruh dalam ra- tingginya tingkat kemungkinan penduduk ngka mengurangi bemenjadi miskin. ban dan memenuhi Selain itu, perlu dilakhak-hak dasar warga sanakan program bantuan negara secara laik unsosial untuk mareka yang tuk mewujudkan kehiberada sedikit diatas garis dupan masyarakat kemiskinan agar tidak Indonesia bermartabat. kembali menjadi miskin. Dalam upaya perBeberapa program percepatan penanggulalindungan sosial diantangan kemiskinan, saranya program keluarga ngat perlu dilakukan harapan (PKH); program langkah-langkah koorjaminan kesehatan dinasi secara terpadu masyarakat (Jamkesmas); lintas pelaku dalam bantuan pendidikan untuk penyiapan perumusan keluarga miskin; dan prodan penyelenggaraan gram beras untuk rumah kebijakan penanggulatangga miskin (Raskin). ngan kemiskinan. Pola meningkatkan Akses tersebut bertujuan mePelayanan Dasar lakukan penajaman di Strategi kedua adabeberapa aspek yang lah meningkatkan akses meliputi penetapan kelompok masyarakat sasaran; perancangan miskin terhadap pelaydan keterpaduan proanan dasar. Akses tergram; pengawasan hadap pelayanan dasar dan evaluasi; serta seperti pendidikan, kesefektivitas anggaran. ehatan, air bersih dan Selain itu, penguatan serta pangan Kepala Bappeda Mesuji sanitasi, kelembagaan yang dan gizi akan membantu menangani penangmengurangi biaya yang gulangan kemiskinan harus dikeluarkan oleh baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun kelompok masyarakat miskin. Di sisi lain, desa. peningkatan akses terhadap pelayanan Untuk mendukung agenda tersebut, dasar mendorong peningkatan investasi pemerintah telah menerbitkan Peraturan modal manusia (human capital). Presiden Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pertama; peningkatan akses pelayanan Percepatan Penanggulangan Kemiski- penduduk miskin pada bidang pendidikan. nan yang merupakan penyempurnaan Pendidikan harus diutamakan mengingat dari Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun dalam jangka panjang bidang ini efektif 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan untuk mendorong penduduk miskin keluar Kemiskinan. Mengacu pada Pasal 1 butir dari kemiskinan. Anak –anak dari keluarga 3 Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun miskin yang tidak dapat mencapai pendidi2010 tentang Percepatan Penanggulangan kan yang cukup sangat mungkin untuk tetap Kemiskinan, maka dibentuk tim nasional miskin sepanjang hidupnya. percepatan penanggulangan kemiskinan Kedua; peningkatan akses terhadap pe(TNP2K) yang keanggotaannya terdiri dari layanan kesehatan. Bidang kesehatan juga unsur pemerintah, masyarakat, dunia usa- merupakan kunci peningkatan investasi ha, dan pemangku kepentingan lainnya. modal manusia. Status kesehatan yang Lalu bagaimana di provinsi dan kabupaten/ lebih baik, akan meningkatkan produktivitas kota? Pemerintah pusat telah membentuk penduduk miskin dalam bekerja dan berutim koordinasi penanggulangan kemiskinan saha. Hal ini akan memperbesar peluang (TKPK). Dalam memecahkan sejumlah persoa- mereka memperoleh pendapatan yang leblan kemiskinan tentunya bukan hanya menjadi ih tinggi dan keluar dari kemiskinan. tugas TKPK Kabupaten Mesuji saja. Akan tetapi Ketiga; peningkatan akses terhadap air bersih menjadi persoalan yang harus dipecahkan ber- dan sanitasi yang laik. Air bersih dan sanitasi mersama–sama, baik pemerintah daerah, pengu- upakan unsur penting dalam memperbaiki derajat saha dan masyarakat itu sendiri sebagaimana kesehatan. Konsumsi air minum yang tidak laik dimaksud good governance. Adapun tugas dan buruknya sanitasi perumahan, meningkatkan yang diamanahkan kepada tim ini antara lain; kerentanan individu dan kelompok masyarakat memperbaiki Program Perlindungan So- terhadap penyakit. sial memberdayakanKelompok masyarakat Mengingat karakteristik kemiskinan di miskin Indonesia, maka strategi pertama dalam Strategi ketiga adalah upaya membermelakukan perrcepatan penangulangan dayakan penduduk miskin dalam rangka kemiskinan adalah memperbaiki dan meningkatkan efektivitas dan kesinambungan mengembangkan sistem perlindungan so- penanggulangan kemiskinan. Dalam upaya sial bagi penduduk miskin dan rentan. Per- penanggulangan kemiskinan sangat penting lindungan sosial terdiri atas bantuan sosial untuk tidak memperlakukan penduduk miskin dan sistem jaminan sosial. Bantuan sosial semata-mata sebagai objek pembangunan. diberikan kepada mereka yang sangat Upaya untuk memberdayakan penduduk rentan, seperti mereka yang hidup dalam miskin perlu dilakukan agar penduduk miskin kemiskinan absolut, cacat, lanjut usia, atau dapat berupaya keluar dari kemiskinan dan mereka yang hidup didaerah terpencil. tidak jatuh lagi kedalam kemiskinan. DenPerlindungan sosial dimaksudkan untuk gan melakukan pemberdayaan masyarakat membantu individu dan masyarakat dalam diharapkan upaya penanggulangan kemiskimenghadapi goncangan (shocks) dalam nan dapat memanfaatkan potensi masyarakat kehidupan mereka, seperti jatuh sakit, ke- yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat

Sukarman, S.H.

miskin di masing-masing daerah. Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas (Inclusive Growth) Strategi keempat adalah pertumbuhan ekonomi berkualitas (incklusive growth). Ketiga strategi di atas tidak dapat dilaksanankan dengan baik tanpa adanya lingkungan ekonomi yang mendukung. Pertumbuhan ekonomi diharapkan adalah pertumbuhan ekonomi yang dapat menciptakan kesempatan kerja seluas-luasnya dan dapat mengurangi kemiskinan secara berarti. Untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Selain itu, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas perlu diberikan perhatian lebih besar kepada sektor perdesaan dan pertanian. Daerah perdesaan dan sektor pertanian merupakan tempat dimana penduduk miskin terkonsentrasi. Dengan demikian, pengembangan perekonomian perdesaan dan sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan penciptaan kesempatan kerja dalam jumlah besar dan pengurangan kemiskinan secara berarti. Di Kabupaten Mesuji, percepatan penanggulangan kemiskinan dimulai melalui program pembangunan infrastruktur. Permasalahan utama adalah jalan rusak parah. Hal ini dikarenakan kendaraan berat yang tidak sesuai dengan spesifikasi jalan (melebihi tonase) sehingga semakin memperburuk perekonomian lokal. Lalu jembatan dan gorong–gorong (saluran drainase) yang tidak berfungsi. Kondisi tersebut disebabkan kurangnya perawatan sehingga menghambat kelancaran transportasi darat. Buruknya infrastruktur ini berdampak langsung terhadap proses penyediaan jaringan tegangan rendah maupun menengah yang sampai sekarang belum tersebar secara merata di seluruh desa seKabupaten Mesuji. Pemecahan masalah di bidang infrastruktur ini harus dimulai dengan memperbaiki jalan dan jembatan sehingga memudahkan akses PLN menjangkau wilayah yang akan diterangi. Kemudian, menambah fasilitas umum sesuai kegunaan dengan memperhatikan asas manfaat dan kedayagunaan, penyediaan sarana air bersih, renovasi rumah tidak laik huni di kabupaten ini. Selanjutnya di bidang pendidikan. Permasalahan ini lebih dominan kurang tersedianya sarana dan prasarana sekolah yang

memadai dan minimnya tenaga pendidik, serta kualifikasi tenaga pendidik berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk pemecahan yang terjadi di bidang pendidikan ini, sangat perlu memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan serta memerhatikan dan menambah jumlah tenaga pendidik sesuai dengan jenjang kualifikasi pendidikan. Permasalahan yang terjadi di bidang kesehatan antara lain kurangnya fasilitas kesehatan, tenaga medis, sosialisasi tentang pola hidup sehat, pemukiman dan sanitasi yang tidak laik. Untuk pemecahannya perlu perbaikan sarana dan prasarana kesehatan yang ada di Kabupaten Mesuji serta penambahan tenaga medis dan sosialisasi tentang pentingnya pola hidup sehat. Di bidang pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Daerah Mesuji telah mengalokasikan dana sekitar Rp14,3 miliar untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat dalam bentuk dana sharing PNPM. Pengalokasian ini merupakan komitmen daerah yang diharapkan bisa memandirikan masyarakatnya. Dalam proses penganggaran di tahun 2013, Pemkab Mesuji tetap berkomitmen tinggi terhadap penanggulangan kemiskinan. Bupati beserta jajarannya secara rutin turun langsung meninjau lokasi terpencil serta berkomunikasi langsung dengan masyarakat untuk mendapatkan masukan terhadap upaya penanggulangan kemiskinan di desa/kecamatan. Sebagai implementasi dari komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan wilayah lebih khusus terhadap penanggulangan kemiskinan diwujudkan dalam program dan kegiatan di beberapa SKPD terkait, seperti Dinas Pendidikan; Dinas Kesehatan; Dinas Pekerjaan Umum; Dinas Pertanian Hortikultura dan Tanaman Pangan; Dinas Koperasi dan UMKM; Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. Dari total pengeluaran pemerintah yang dianggarkan, lebih dari 60 persen atau sekitar Rp314 miliar dialokasikan untuk belanja pembangunan secara langsung maupun tidak langsung. Kita tentunya mengharapkan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat yang nantinya berimplikasi terhadap penanggulangan kemiskinan daerah. (*)


Edisi5oke  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you