Issuu on Google+


Executive / Creative Director : Ammar Satria Editorial Commitee : Nurul Syafitri, Evandani Putraliza Photography and Artwork Contributor : Riva Yuda Wira, Gilbert Yohannes, Ongki Dayan, Dimas Arha Jasa, Ridha Perwira, Fitrah Saputra, Cover : MEFP - Multimedia Education Focus Program Published by : Fingerfast Laboratory

We are always excited to hear what you have to say. Email us on works@fingerfast.com to do so. For marketing enquiries, use the same address. View Play Magazine in digital form or download a PDF, from the Fingerfast Laboratory website: www.fingerfast.com Disclaimer: Play Magazine recognizes the wide and diverse range of viewpoints and beliefs on religious, political, social and moral issues. Equally, however, we feel that the notion that we need tiptoe around these beliefs for fear of offending is in short, ridiculous. Nevertheless, we warn that reader discretion is advised.

Semua isi dan konten dilindungi oleh undang undang dan merupakan hak cipta dari Fingerfast Laboratory! Materi dan isi saduran dari Play magz selalu dicantumkan sumber dan alamat yang terkait, semua isi dan materi merupakan bagian dari pengemasan yang sifat nya untuk kepentingan sosial tanpa bermaksud mengambil keuntungan dengan cara menyalin dan memperbanyak serta mempublikasikannya secara komersial. Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku- Bab (1) Ketentuan Umum Pasal (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta


Meski akhirnya kami dan masyarakat membuat beberapa karya interaktiďŹ tas proyek, penelitian teknologi, media festival seni, DIY gathering, lokakarya, media performance, ceramah, gerakan musik elektronik, dll, hal ini mungkin karena posisi tawar mereka, pada gambar dari berbagai latar belakang yang mendukung. Keprihatinan mereka dengan masyarakat muda dinyatakan di dalam Multimedia Education Focus Program (MEFP), yang mengusulkan berbagai lokakarya untuk anak-anak, dan ‘pendatang baru’ ke New Media teknologi. Hal ini juga cukup tentang berbagi visi, dan daerah-daerah sekitarnya tidak kelalaian satu karya ini insustains lingkungan mereka, karena masyarakat dan sebagai seniman, untuk terus bekerja dan tinggal. Fingerfast adalah hanya sebuah nama yang dibuat oleh Ammar Satria dan Dadang Kurniawan, sebagai tempat untuk berbagi ide dan membuat sesuatu yang nyata sedangkan ia memiliki tujuan dan digunakan untuk masyarakat dan lingkungan. Konsep komunitas ini tidak menjadi permanen grup dengan keanggotaan statis dan seorang pemimpin, tetapi lebih terfokus pada satu kesadaran integritas dalam melakukan sesuatu yang berarti bagi mereka dan lingkungan mereka. Kesadaran kami ini memungkinkan untuk mendorong semua orang bebas untuk bergabung in Satu-satunya adalah komitmen untuk bekerja sama. Kebebasan ini telah memungkinkan masyarakat untuk bertahan ke hari ini. Orang yang bergabung dalam kehidupan mereka sebagai memungkinkan mereka, dan membiarkan jika perlu timbul, yang hanya alam. Ada beberapa orang yang terlibat, saat ini, seperti mereka datang dari berbagai latar belakang, seperti web designer, media interaktif, musik elektronik, graďŹ s, seni tato, teknik elektro, kedokteran, teknik ďŹ sik, informatika dan sebagainya. Namun mereka bentuk informal kreatif komunitas kolaboratif ekspresi.


Mereka Mengatakan itu Urban* Urban sering digunakan sebagai eufemisme untuk menggambarkan budaya hip hop atau himpunan bagian dari budaya kulit hitam; menjadi kelompok-kelompok ini, dan di definisikan sebagai jenis suku perkotaan. Maka nama untuk artefak budaya seperti musik dapat dilihat sebagai sebuah istilah baru untuk “race musik”. Juga dapat merujuk kepada yang lebih besar ketersediaan sumber daya budaya (seperti seni, teater, acara, dll) dibandingkan dengan daerah pinggiran kota atau pedesaan. Urbanisasi, yang dimulai pada akhir abad ke-19, menciptakan banyak kota-kota baru. Kota berkembang pesat, industri yang menarik, yang menarik banyak orang. Penduduk di kota-kota baru ini berkembang dengan pesat. Banyak pekerja datang ke kota-kota besar tersebut untuk mencari pekerjaan dan hiburan. Sehingga segala kebutuhan hidup di kota kota besar selalu tersedia dengan lengkap, meruncingkan kata urban seperti yang kita jalani sekarang ini; untuk dapat diterima di sebuah kelompok masyrakat baru seperti dunia maya, apakah itu facebook, twitter, myspace, blogspot dan lainnya, kita membutuhkan sebuah broadband untuk koneksi internet yang stabil dan cepat. Dan disisi lainnya kita juga harus tetap mengikuti perkembangan dari sebuah kelompok sosial ‘maya’ tersebut, maka produsen dari ‘blackberry & iphone’ pun menawarkan solusi nya, tidak cukup sampai disitu untuk menggunakan konsol tersebut tentunya harus didukung oleh koneksi 3G yang disediakan oleh AT&T, Maxis, Singtel maupun Telkomsel. Kebutuhan lainnya seperti HBO, meng’update’ TV Serial Chuck, Heroes tentu harus berlangganan TV Cable, artinya tidak hanya di kebutuhan maya saja. Coba bayangkan sebuah industri baru yang tumbuh dan berkembang di kehidupan sehari hari kita.

PLAY


Penawaran seperti akses pribadi surat elektronik dan transfer data yang di sediakan oleh ‘Mobile Me’- Apple, Rapidshare Premium sudah menjadi kebutuhan sekunder. Menyimpan data secara ‘mobile’ dan untuk kebutuhan mobilitas kita. ada beberapa pendapat yang mengatakan “ kenapa harus bayar lah wong ada yang gratis kok? “ ya.. tentu ada yang gratis, blogspot, linux, gimp. Memang betul demikian, tapi apakah sesuatu yang sifat nya gratis dapat di konsumsi oleh yang ‘awam’, tentu target market nya sangat spesifik sekali. Sekarang sehari kita harus mengnchek semua inbox pribadi kita, dari Yahoo, Gmail, SMS, Blackberry Massenger, Facebook dan lainnya. Apakah dari semua kebutuhan tersebut dapat kita manfaatkan pada basis multimedia yang tepat? apakah dari yang kita gunakan tersebut mendapatkan keuntungan jangka pendek maupun jangka panjang? Semua nya bergantung kepada keinginan dan tujuan masing si konsumsi ‘*urban’ tersebut. Maka dengan mencoba untuk berfikir sederhana program khusus pendidikan multimedia ini ( MEFP Multimedia Education Focus Program) mengajak beberapa alternatif untuk menggunakan secara bijak oleh media media tersebut. Play#07 menceritakan MEFP yang dituangkan di dalam media event Youth Park 2009.

Ammar Satria - Editorial

PLAY


OUR TEAM

Federico Pache Zouk KL promotoer Event’s Contributor federico@fingerfast.com

Dimas Arghani

Ridho Perwira

Bussines Management/ Vocalist Bandung Contributor dimas@fingerfast.com

Media Art Artist/ Photographer Yogyakarta Contributor edho@fingerfast.com

fitrah saputra

riva yudha wira

yuli seperi

event organizer / photographer Play! event’s manager fitrah@fingerfast.com

IT practitioners/ lomographer Jakarta Contributor riva@fingerfast.com

journalist photographer Photographer Contributor yuli@fingerfast.com


G i l b e r t Yo h a n e s Architecture Practitioners Bandung Contributor gilbert@fingerfast.com

aep kamarudin Press Media / Broadcaster Bintan Contributor aep@fingerfast.com

Ammar Satria Multimedia Practitioners Malaysia Contributor works@fingerfast.com

m y r a e l - a m i r. f Multimedia Practitioners Beijing Contributor myra@fingerfast.com

Nurul Syafitri Marketing/ Bank Accounting Marketing nurul@fingerfast.com

deni iqbal Fine Art/ Illustrator Bogor Contributor deni@fingerfast.com


“ Sebuah gathering akbar, temu kangen, acara keluarga, atau

sekedar berbagi cerita, mereka yang mencintai kota-nya, yang mencintai musiknya, yang menjalani idealisnya dengan segenap jiwanya. Di mata kami yang awam, mereka, orang-orang yang terlibat adalah orang-orang hebat di bidangnya. panitia yang solid, dan pengisi-pengisi yang bertahun-tahun konsisten dengan musik yang dimainkan, dan audiens yang cerdas. this is not a big event, but this is a great event. work hard, die hard, and stay alive. long life Youth Park! long life brothers! sebuah cerita sederhana, tentang mereka. enjoy!

“

PLAY


20-22 November, 10.00 - 22.00 wib Sumatera Promotion Centre, Batam Centre. Indonesia Youthpark 2009 akan diselenggarakan dengan melibatkan berbagai komunitas Batam Local Indie Community, Batam Indie Fresh, Batam Automotive Club, Batam Motor Club, Urban Art Community, Dance Community, Batam Rawk & Punk, Batam Tiger Club, Batam Digital Island, Batam Streel Ball, Batam Skateboard Community, Batam Hardcore City, Bintan Skateboard Community, Matahati Spritual Community, Komunitas Anak Jalanan, Destiny Youth Foundation Forum Desain Kreatif Kepri, Open Sourge Indonesia, Indonesia Chiptune dengan perkiraan jumlah peserta yang dilibatkan tidak kurang dari 1000 peserta serta publik umum yang tidak terbatas, mengingat event ini akan diadakan pada saat Sumatera Expo 2009 yanga akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, berlangsung di Gedung Sumatera Promotion Centre, Batam, Indonesia.

Pelaksanaannya sendiri akan m cus Program (MEFP) yang tela dirancang untuk membangun pencipta dan seniman yang m yang berbeda. Oleh karenanya untuk mencapai tujuan yang se media art, ‘ke-new-annya’ aka


credit photo R.Yusuf Hidayat

mengacu pada Multimedia Education Foah disusun oleh Fingerfast. MEFP sendiri hubungan dan interaksi antara komunitas, memiliki ketertarikan bentuk-bentuk seni a, MEFP akan dilaksanakan secara berkala esungguhnya. Demikian pula dengan new an selalu berkembang.

PLAY


Beberapa bentuk karya new media art sudah sering kita lihat atau sudah sering terjadi disini, seperti video art/digital art/performance art/ sound art. Ternyata perkembangannnya lagilagi tak terhenti sampai disitu, kecenderungan inovasi karya-karya new media art yang ada saat ini menekankan pada penggabungan dua sisi yang saling berjauhan, yakni seni dan teknologi. Memang beberapa pelaku pada masing-masing sisi masih belum menyadari bahwa keduanya bisa bersatu, baik dari kubu seni maupun dari kubu teknologi. Karenanya saat ini masing-masing praktisi new media art yang berbasis pada visual dan teknologi, mengenalkan atau menginformasikan kepada masyarakat mengenai apa yang mereka bikin. Seniman dan ilmuan saling menembus batas, masingmasing saling menyelami dua dunia tersebut. Selama ini kami melihat teknologi tampak lebih dekat dalam kehidupan kita, seperti televisi, radio, computer, bahkan mp3 player yang bisa merekam suara atau gambar.

Terbukti juga dengan sembilan puluh dari seratus orang tua akan lebih setuju anaknya masuk jurusan teknik dari pada seni. Namun ironisnya, lebih mudah mengajak teman-teman berpesta dari pada berkunjung ke laboratorium bioteknologi atau ke galeri seni. Secara sederhana jarak dua kubu ini dapat dijelaskan demikian. Dengan dasar tersebut lah didalam kegiatan Youthpark 2009 kali ini, kami mensistematiskan program acara nya dalam 6 rangkaian, yaitu Concert, Performance, Exhibition, Workshop, Automotive Show & Bazar.

PLAY


Participant 2009


MERAIH M

pemutaran behind the scene Mimpi Mimpi oleh Phil Mitchell / Infinite Framework


MIMPI

ks Studios ( 20-22 Nov 2009)

Meraih Mimpi adalah sebuah film animasi yang sangat menyentuh dengan cerita yang mendukung nilai-nilai toleransi, perjuangan dan semangat dalam meraih cita-cita. Dengan seting di perkampungan dan hutan pulau Batam yang juga dihuni dengan berbagai binatang-binatang khas Indonesia, membuat tampilan visual film ini menjadi sangat luar biasa unik. Dana (Gita Gutawa), adalah karakter anak perempuan utama di film ini. Ia terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan. Padahal sebenarnya tuan tanah Pairot, berniat mengusir warga demi membangun perhotelan dan kasino. Perjalanan Dana menjadi sangat unik ketika ia sadar bahwa hanya dengan memenangkan kompetisi beasisiwa untuk melanjutakan sekolahnya, ia dapat berjuang melawan ketidak adilan ini. Ditemani dengan binatang-binatang hutan terutama burung Kakaktu (Cut Mini) dan Minah (Shanty) seekor burung beo, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnya. Meraih Mimpi adalah kisah anak perempuan dan keluarganya yang mencintai binatang dan lingkungan dan tak berhenti bermimpi dan berjuang. Sebuah kisah yang akan menginspirasi banyak anak-anak di Indonesia setelah sukses menghibur penonton film di negara-negara Asia Tenggara.

PLAY


Aiko Marckveratu Arkangelsk “kami bukan persetan yang sering kalian anusi kami bukan kelentit yang sering mereka nistakan paham kami bertentangan dengan asumsi internet yang lebih sering terjaring yahweh daripada tuhan kalian belenggu zakar yang melilit tirani kami segera usang dan al shaitan fanatik ambigu meleleh bersama agama kami yang dulu teredam mulai mengangkat hasrat dan trilyunan batalion kami menangis dengan taring�

PLAY


Sukanwar Khasogi Study at Modren Design School Students (MSD) of Yogyakarta, in a personal quote “Our scar has a way to remind us that the past is real”, man who was born March 10, 1989 perceive art as an imaginative mind who poured in a medium. Some works such as Ain’ta Barstard Child, Nike Dunk Hi Butterfly, “Scremotter” Tees, Rainbow will adorn Rotateye activities Youthpark 2009 tomorrow, to see the work of Sukanwar Khasogie ‘Rejuka’

The Patr

The Patrick’s was form ists Leo 730 and Agus the drummer Iwan Bu 2009 he replaced with The Patrick’s taken th ly, The Patrick’s music of preparing the first a Patrick’s.


ricks

med in December 2008 by singer Opik Piko, bassist Hadyp Pudji, guitars Dana, drummer Iwan Budi, and keyboardist Ronny Woni. on March 2009, udi left the Band and soon before The Patrick’s played on A Mild Live Wanted h a jazz rock drummer, Tri Jazz which play with Jazz band called Mangrove. heir name from SpongeBob SquarePants best friend, Patrick Starfish. Basicalc is a combination of their members favorites. The Patrick’s are in the process album, and all the songs on the album was recorded independently by The

PLAY


Riva Yudha Wira

Batam S

August 21st 1988, was born at batam. Passed his junior hi skool in kartini hi skool, and his senior hi skool done at 13 national senior hi skool in jakarta. Now he is recently registered at Bina Nusantara college student, with the major information system. Keep thinking that he might do anything in this world, but the fact ignores it all. Shame! He got bery bery big passion in everything about design, art, photography, music, others. joint in Youth Park with Lomography Exhibiiton

Batam Skateboard C mempunyai hobi yan Mart Carnaval Mall, B sebagian besar angg Karena ini bukan kom apa di antaranya ada partisipasi dalam pro Sumatera Expo. Sela pada tahun 2008, da munitas ini juga akan Mei 2009 di Coastari


Skateboard Community

Community (Bascom). Komunitas ini dibentuk pada 22 Agustus 2001. Karena ng sama dan kegiatan positif lainnya, mereka membentuk komunitas di My Batam Centre. Komunitas Skateboard ini memiliki 26 anggota saat ini. Dan gota remaja. Namun, komunitas ini menerima anggota dari segala jenis usia. munitas baru, ada begitu banyak kegiatan yang telah mereka lakukan. Beberalah: 1. berpartisipasi di dalam kegiatan Sound of Alternativesia #01-#04 . 2. ogram Afternoon Fight Back , dan Menggelar kinerja pada program Bazar di ain itu, komunitas ini pernah menjadi salah satu pendatang di Batam Reborn an Game of Skate Kompetisi masih di tahun 2008. Untuk informasi anda kon berpartisipasi dalam klip video baru Changcuter yang telah diadakan pada 5 ina.

PLAY


Forgiveness Before Death

Scenester peran sangat aktif di batam, sebuah langkah yang produktif proyek pe uangkan sebuah band yang non-aktif pasif tahap kesekian kalinya. Pertemanan begitu baik, sehingga proyek untuk menciptakan 2 macam jenis distorsi. perteng ber 2007, Mario & Edo terhubung kembali untuk menciptakan perluasan karisma begitu menjanjikan. Fight Before Dying adalah awal dari kalimat terciptanya band kap isolasi, Indra Bayu & disiksa berpartisipasi dalam barbarisme seleksi alam. D yang menonjol harus membakar terbakar sekaligus diarena pertunjukan. Pola pe enze bawah tanah, akhirnya orang dilahirkan interaktif & bagian-bagian yang uni sampai di sini, Maya mengambil shoked & lengkap Metamorfosis perjalanan ban Lengkap dengan format baru & komposisi-komposisi sangat variatif, Fight Back berkembang sendiri dengan ekspresi Forgiveness Before Death


ercobaan. MenTerjalinnya awal gahan Desematik perjuangan d ini. Tidak lengDua karya-karya erbedaan influiversal. Belum nd kekerasan. Mati akhirnya

Forum Desain Kreatif Kepulauan Riau Rancanglah sesuka hati, ledakkan apa yang menggumpal di kepala ini, terserahlah apa temanya, apa media eksekusinya, mau fine art, photography,vector, motion graphics,web and multimedia,animasi, 3D character and architectural, fashion design atau apapunlah...bebas. Grup ini adalah media untuk kita sharing,brainstorming ,networking segala sesuatu yang berhubungan dengan desain, silahkan berbagi artwork kawan -kawan disini, berbagi ilmu, bertukar cara pandang adalah niatan grup ini, bersama - sama kita jadikan grup ini sebagai sebuah bukti movement kultur desain kreatif orang muda Kepulauan Riau.


Melalui “matahati spiritual community� kami ingin mengajak sahabat-sahabat semua untuk menjadi pintu-pintu kebaikan bagi siapa saja dan dari manapun. Matahati adalah penglihatan ilahiah yang terdapat dalam hati kita yang paling dalam dan murni yang akan membawa kita pada pengetahuan kebenaran sejati, kebahagiaan sejati, kesuksesan sejati sehingga menjadikan kita manusia bijaksana dalam menjalani kehidupan dan berbahagia , damai dimana saja kita berada, Bukankah spiritualitas adalah ‘THE HEART OF RELIGION’

Jacobus

Jacobus Rizon seba organization Drumm sia ( DFJ) , pria kelah memainkan lagu pro time signature, new (musik yang bener2 berbicara tentang ve musik, tidak sekedar tertentu, dan itu di co drum dan trend mus berlatih. dsb


s Rizon

Last Name

agai pendiri non profit mer for Jesus Indonehiran 19 Agustus ini, ogressive rock/ odd metal, jazz ama pop kontras genrenya). ersatility dalam main r cuma jenis musik ontoh kan dalam sik sekarang. pola

we are the new one, no matter how, no matter what..we’re still who we are, just dont describe us like what u think, just let them know, that we (lastname red) are still exist, keep high rock n burn out of ur head...!!! Den Tian (growl&scream) Tommy (drum) Eput ( guitar& backing scream) Edo (bass) Rafly a.k.a shocked [forgiveness before death] (additional guitar)

PLAY


Rising Fist

Mobil2xan B

terdiri dari 4 personil yaitu : angga ( dude ) : bass / vocal junior ( juno ) : guitar rytm / vocal bayu ( cantik ) : lead guitar / vocal stevo ( tepi ) : drum

Eksistensi dari komunitas mobil2 diragukan lagi, berbagai piala pe egant Look, The Best Biges Rim test Car Club, The Best Interior, puncak dari penghargaan sebua tegus rasa kebersamaan dan so tra, Awal dan Zikri mampu menu

dari masing2 mereka mempunyai influence berbeda.. RISING FIST mempunyai 9 buah lagu.. # Stars Sabrina # i dont give a fuck # people Brutality # jhony Say #C.R.S # P.M.S # Rise Ur fist # Sama dengan # Burn the town


Batam

2xan dikalangan pecinta seni modifikasi automotive sudah tidak enghargaan diraih mereka sebagai The Best Sedan, The Best Elms, The Best Engine Bay, The Best Road Scrapper, The Best HotThe Hottest Asian Modified Car dan terakhir yang merupakan ah komunitas ialah The King of Automotive. Dengan memegang olidaritas, Sandi, Arief, Raga, Ryan, Nendy, Rendy, Alex, Adi, Puunjukkan prestasi prestasi yang cukup membanggakan.

PLAY


Lotov Batam

Batam Lotov that have been established on Ja are now some members are still running and m Lotov batam also very grateful lotov batam thi smoothly and the vision and mission Lotov Ma Batam Indonesia is still compact and move on Lotov still make the best Lotov wherever locat Lotov an organization in all indonesia


anuary 1, 2003 membership is far running aking lotov n. Indonesia ted. Making

Started in the end of 2007 when rangga ridho and iwan formed a band name rock miny, they played punkrock music influenced by no use for a name, blink 182, green day... And then came rony out of nowhere, he’s a guitarist and now mainly known as “free hugs today” ... Rony wants to join with rock miny, coz at that time we had the same vision about music. Rangga and ridho decided to let rony join the rock miny ... In the early of 2008, rangga and ridho wanted to change the band’s name into “secret admirer”

PLAY


BeLink Auto Club

a club date, which was established March 3, 2005, was almost vacuum a (December 2008 - June 2009) and because belink spirit still lives on the m was established on the basis of the love back with automotive world and Belink is Heri Tri Susanto a.k.a Loba (Mitsubishi Lancer GLXi ‘97 Silverst Kiki ( Honda Cielo ‘94 White), Jaka Surya a.k.a Jack (Honda Civic Sir ‘97 a.k.a Uyak ( Honda Maestro ‘94), Bagus Restu Sahara a.k.a Apek (Toyota Putra Lesmana a.k.a Jamur ( Honda Accord ‘97), Aziez Saputra (Toyota C at Edukits Batam Centre ( Holland Bakery) at 8.pm and Circle K Nagoya


approximately 6 months members of the club d friendship. Member of tone ), Riqi Indrian a.k.a 7 ), Surya Abdi Negoro a Great Corolla ‘94), Ari Celica ‘04). Joint with us Hill at 10.pm.

PLAY


Shiro Band

Red Cov

Shiro is pop rock band with a harmonic vocals. Shiro whose name was invented by our vocals. This band started in December 2007. Until this time, we consisted of only five members: Alie (vocals), Putra (guitar), Donny (bass), Roy (keyboard) and Zed (drums). In the middle of sept 2008 when we record the single album “Sumpah Mati� (in mastering procces) until now. The band was actually formed in Batam.

Red CoveR form on and the location of th band. Band of Anugr ist, Muhammad Luth lyawan as this, trying Reza Mulyawan but w placed by the son of


ver

26 June 2006 in the city of Batam. Because the play of the same hobby he adjacent houses, then the personnel decided to set up a group pop rock rah Prasetya as vocalist, guitarist as Kurniawan Rivan, Supriyanto as guitarhfi morning as keyboardist , Welly Nofrill as bassist, and drummer Reza Mug to exist in the world music of Indonesia, especially in the city of Batam. want to continue education beyond the city to Batam, the position is ref Bil bi muwafah as drummer. http://www.redcoverband.com

PLAY


yeah yeah RAP present f. double e d to the b. a c to the we r feedback oke.. 1 more collabo divaresta n cheno

tunjukan kita bisa dan tak seked just play our music n let’s do it TALK LESS DO MORE.. TALK LE

Feed Back They are invite to you for joint & discuss all about hip hop, member of Jacob George, Kevin Makuzzo, Irawan Agus ( MC Juza) , and Young Aming produce one single song, the name is ‘Welcome to Batam City’. Batam Hip Hop will be joint and producing jinggle of Youth Park 2009, project collaboration with Juza Mc

Talk LESS do MORE lyrics

(JACOB MC) feedback stand up rappin for glo strugle for victorious this is jacob big mouth only talk no u cannot ugly muthafucker small brain like i give u this one i hope this is wh feedback ready fight back can yu bring it on c’mon, this is how we do for something shit to.. aa (JUZA MC) yg klo ngomong (bla bla bla) biki jd wajar ku kritk kalian yg bynk b yg caper yg sok gaul dan yg sok karena aslinya kalian itu sangat b LOG ) plis grab de mic.. n ready to figh what ever u say jerk.. we will kill belum tepat kau ambil tempat aj agak hebat setaraf bangsat !!! ... shut u’re fuck in mouth biatch (haaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh)

tunjukan kita bisa dan tak seked just play our music n let’s do it TALK LESS DO MORE.. TALK LE


k

dar bicara /

ESS DO MORE..

orius b nigazz (JACOB) follow us e gorilazz hat u want u give me some,, muthafuckin piece of

in sakit telinga bual nya k heboh bodoh ( GUUOOOOOB-

ht u tonite ( SILLATEUNG ) jak berdebat dan bel-

h...

dar bicara /

ESS DO MORE..

(MR.C) heyyooo, here i am MR.C kita ga banyak omong dengar aja and let see kami bergabung untuk kalian yang basi merasa gaul dan exist klo ga exist bakal mati (JACOB MC) that’s what im talking about for people do it for more like i told u do before, and the fuckin thropy is yours i ever feel it and i write it in ma fuckin drawers this what i’m looking for,it maybe could be is yours (KUZZO) hiphopku inspirasi, musik tuk berkreasi bersatu kami walau beda opini mencari prestasi satukan visi misi beradu aksi tunjukkan nyali, tampil berani (JUZA MC) ( check check ) gak usah cerita basi.. udah gak jamannya hidup ini nyata bukanlah sinetron fiksi belaka cobalah berkarya hingga kau dapat rasa bangga meski harus lewati berbagai puji dan hina tunjukan kita bisa dan tak sekedar bicara / just play your music n let’s do it TALK LESS DO MORE.. TALK LESS DO MORE.. (DIVARESTA) this is diva resta is in the house yo if you don’t like me shut u’re fucking mouth bro masa bodo.. yg penting gue punya karya.. gak omong kosong dan ccuma modal tampang aja Klo emang lo bisanya cuma ngomong aja, akan gw bwat lo kerja sekeras kuda ini fakta dan bukan cuma realita buat karya yang bisa bikin bangga bangsa

PLAY


Roda Club

pemahaman dan pengenalan konsep dasar robotic yang meliputi system kerja , kal, pengenalan lego mindstorm nxt robotic kit, perakitan mekanikal robot dan b line follower berbasis lego mindstorm nxt, pertandingan exhibition “ line followe puncak youthpark 2009, roda club akan menggelar demo robot-robot expert ya tanding dan menjuarai� kontes robot cerdas indonesia 2009� . Informasi lainnya melalui situs : http://www.roda-club.co.cc


,sensor, mekanibasic programing er�, pada malam ang telah bera dapat diakses

OPEN CALL!

don’t be late before 31 October 2009 Holiday disaster ; adit 085668033650 red cover ; anto 08566506117 mr.brown ; niko 085666730106 the damned pilsener ; arsya 085668468581 nothing more smile ; bencut 081990977103 intergalactic sex parties ; boy 08566513003 bloody jasmine ; dicky 085668365535 side job hopeless ; joe 08566743318 enemy of die ; kiki 085668322525 suster ngesot ; marcell 08136424426 the retaxs ; mario 08566730106 rock radio ; opan 085668437064 secret admirer ; rangga 08566504011 ghost buster ; rino 085668085221 free hugs today ; roni 085765134550 take off ; seno 085668490942 speak in different voices ; togos 085668331182 agnes monica ; acil 081277179069 little duckies ; velly 085668865803 taste the pain ; ganjar 08984063956 price 4 one night ; bayu 085668414193 FBD ; edo 085668476678 save drama for mama ; acok 085668616454 equal with braggart ; dimas 085668614666 heart of frankenstein ; otto 085668120757


Kami berusaha untuk terus membangun infrastruktur sistem online dalam kegiatan Youth Park 2009, untuk kenyamanan semua participant kami harap kan kerjasamanya untuk dapat memahami segala kekurangan kami, dan setelah participant mendownload form aplikasi dari http://www.fingerfast.com/register sebagai bentuk kontribusi dari paricipant yang sudah ditetapkan dari panitia maka dapat di transfer ke; no rekening 9219114511 a/n Nurul Syafitri cq youthpark 2009 phone banking 24 Hours : +62.21.251.1616 kode bank 147 Bank Mualamat Komp.Baloi Point blok B No.1 Jalan Yos Sudarso Batam, Propinsi Kepulauan Riau Indonesia, 29400 Ahmad Najib Syarofi ( Opersional Manajer Batam ) cp. Nurul Syafitri ( Marketing / Public Relation Youth Park 2009 ) +62.813.725.94410/ mobile +62.778.431.201 ext 101/ office http://www.muamalatbank.com/ harap bukti pengiriman dapat di email ke works@fingerfast.com dan dalam waktu dekat kami akan membuka elektronik bank dan dapat diakses oleh semua participant* untuk transparasi bersama. *) user name dan password e-banking hanya dapat diakses oleh participant yang sudah mendaftar dan bergabung terima kasih Panitia penyelenggara Youth Park 2009 Fingerfast Laboratory Indonesia New Media Art Lab http://www.fingerfast.com


Errik Irwan Wibowo comic creature/ errik.irwan.w@gmail.com

PLAY


PLAY


PLAY


KLETAH?

Kletah : miang : menggatal : centil : narsis : tunjuk hiro* * hiro ; hero

TUJUAN KLETAH GELAR KARYA FDKK bertujuan melebarkan sayap desain komunikasi visual ke khalayak umum lewat pameran serta memberdayakan profesi desain komunikasi visual, sehingga profesi ini bisa mendapat penghargaan yang lebih tinggi dimata masyarakat umum (tak sekedar wang kopi n wang rokok ^.^)

TEMA

Tema karya tidak terikat. Kami memberikan kebebasan sebebas-bebasnya kepada designer dan animator untuk memproduksi karyanya, tentu saja sesuai dengan koridor dan kaedah2 yang mentaati hukum dan aturan yang berlaku di Indonesia. ^.^

DESAIN

Design bertema bebas dengan ketentuan sebagai berikut : FORMAT FILE Gambar : TIFF/PNG/BMP/JPG/TGA/GIF MASTER FILE : 2000px X 2000px (minimal) FORMAT FILE VIDEO : MPG/AVI/VOB/DAT MASTER FILE : 320px X 240px (minimal) Kirim melalui email rhcp_mania@yahoo.com


Thumbnail Gambar dan Video : 320px X 240px (minimal) Upload melalui PhotoAlbum / Video Facebook masing-masing member dan daftarkan ke FDKK dengan tagline “materi pameran” (boleh design yang sudah ada di FDKK dengan ketentuan mohon ganti taglinenya untuk mempermudah admin mengumpulkan materinya). Tanggal akhir pengiriman karya : 19 September 2009 PENDANAAN. Sumber pendanaan dari acara ini bersumber dari penjualan kaos “KLETAH GELAR KARYA FDKK” dan sumbangan dari beberapa sponsor yang bergerak di bidang design grafis dan multimedia serta dukungan moril dan materil dari teman-teman di Forum ini sendiri. Kaos “KLETAH GELAR KARYA FDKK” kami jual seharga Rp. 100rb boleh dilebih-lebihkan ^.^. Dengan Perincian sebagai berikut : Rp. 75.000 (Kaos) Rp. 25.000 (Modal Awal Pelaksanaan KLETAH GELAR KARYA FDKK) Dengan dana yang sangat minim tersebut kami para panitia yang terdiri dari admin FDKK ini juga mengharapkan sumbangan dana, aer kaleng dan kueh mueh sisa lebaran. karena acara ini InsyaAllah akan digelar pada Hari Raya ke 7 selama 3 hari. Sumbangan dana dan biaya kaos harap ditransfer ke noRekening : BCA AN. HENDRO DWI YUNIANTO NO. 3800952858 Setelah dana ditransfer mohon konfirmasi melalui sms ke no 08192271337 / 081928548043.


Batas akhir transfer dana : 5 September 2009. Kaos diproduksi setelah tanggal 5 September 2009 dan akan dibagikan pada saat acara pameran kepada member yang hadir. Untuk member diluar daerah yang mungkin tidak bisa hadir namun tetap berminat membeli kaos “KLETAH GELAR KARYA FDKK� dan meramaikan pameran ini, panitia siap mengirimkan kaos tersebut keseluruh pelosok Indonesia (Biaya Pengiriman di tanggung Member ^.^) Nantikan Informasi selanjutnya (Design Venue dan Design Kaos KLETAH GELAR KARYA FORUM DESAIN KREATIF KEPRI). Terimakasih atas waktu dan kerjasamanya. Selamat Berkarya. Yang Malas Yang Berfoya, Yang Tertindas Yang Berkarya. AEP/IVHAR/HENDRO/UYAK/AMMAR

PLAY


PLAY


Sekilas tentang kawasan Dago Dago, tak dapat dipungkiri merupakan salah satu icon kota Bandung, sejarah panjang Dago merupakan bagian yang menarik dari keberadaan Bandung, dimulai dari jalan setapak yang digunakan petani sebagai jalan dari lembang, coblong ke pasar di kawasan pusat kota kala itu (abad 18an), para petani yang hendak menjual hasil pertanian dan perkebunan selalu pergi bersama-sama , karena alasan keamanan, konon pada masa itu jalan menuju pasar di kota Bandung masih dikuasai para penyamun atau perampok, sehingga para petani tersebut sering “silih dagoan” (bahasa sunda : saling menunggu) di suatu tempat di kawasan Dago saat itu. Perkembangan selanjutnya kawasan Dago berubah jadi kawasan villa, yang penataan ruangnya nyaris sempurna, arsitek bangunannya pun banyak dirancang oleh arsitek terkenal pada masanya. Karya kelompok arsitek Hindia Belanda NIAK (Nederland Indie Arsitecture Krink) antara lain, Mclaine Pont, Schoemaker bersaudara, Gheijsels, Albers, lalu kita mengenal Art Deco, Straightline Deco, Nautical Deco,Art Nouveau, dan jadilah kawasan Dago sebagai kawasan villa yang nyaman dan elite di Bandung pada saat itu. Perubahan demi perubahan terus terjadi di kawasan Dago, setiap dekade selalu membawa cerita yang menarik.

Prof.dr.Koestedjo SpB (94 tahun), seorang warga senior di Jl.Dago, beliau tinggal sejak tahun 50an di Jl.Dago, pada saat kesempatan di awal tahun 2009, beliau menceritakan “romantisme” masa-masa indah tinggal dikawasan tersebut. “Kawasan Dago di tata dengan apik, sehingga merupakan daerah hunian paling nyaman di Bandung, jalannya lebar di kiri kanan tersebut dibuat trotoar yang ditumbuhi pohon damar sehingga membuat nyaman pejalan kaki, rumah-rumah tanpa pagar, halaman yang luas, jaln khusus untuk pengendara sepeda dan infrastruktur yang baik”. Kemudia beliau mengatakan, bangunan tempat tinggal sering disebut dengan Open Westersebouw (ruang terbuka mencapai 70% dari lahan tersedia). Pada akhir pembicaraan beliau katakan dengan berbinar “indah san sangat nyaman”.

PLAY


PLAY


“Sekarang tetangga-tetangga saya adalah factory outlet, bank, restoran, rumah-rumah yang tersisa pun kini berpagar tinggi� - Prof. Dr. Koestedjo SpB -

Cerita tentang jalan Dago seakan tak lekang oleh waktu, dari generasi ke generasi selalu punya cerita tentang jalan ini, tulisan ini coba memotret situasi Dago saat ini dengan segala problematikanya. Sejak berdirinya tahun 1898, sampai kota Bandung mendapat status Gemeente (kota madya) pada tahun 1906 mulailah Bandung membangun layaknya sebagai sebuah kota besar, pembangunan jalur jalan dalam kota bertambah dan dikembangkan, fasilitas umum terus berkembang, gedunggedung pertokoan , pemerintah, pendidikan, lembaga-lembaga sosial terus dibangun era awal 20an sampai 1940-an, tentunya dengan arsitektur yang khas, (sebagai contoh : RS. Borromeus di bangun tahun 1921, ITB tahun 1920) kemudian Bandung mendapat predikat Laboratorium Arsitektur (Her Suganda, Kompas), Bandung masuk urutan ke 9 Cities of Art Deco in the World.

Berkembangnya Bandung sebagai sebuah kota besar didukng okeh pemasangan rel kereta api pada tahun 1884 yang menghubungkan Batavia dan bandung. Semakin banyaknya kegiatan pemerintah Hindia Belanda di Bandung telah melahirkan kawasan pemukiman elite atau sering disebut dengan kawasan villa di DagoStraat atau jalan Dago. Sejak tahun 1970 diganti namanya menjadi Jl.Ir.H.Juanda, selain itu dikenal juga kawasan sayap Dago yang kini juga mulai berubah fungsi menjadi pusat perniagaan.

Jaringan ja Jalan Ir.H.J Jalan Rade Jalan Sumu Jalan Teuk Jalan Tama Jalna kiai L Jalan Page Jalan Surya Jalan Imam Jalan Gane Jalan Tirtay Jalan Sulta

Tipe bangu modernism man, kawa dan tentun Bandung H prihatinkan Kini kita tid pada jaman yang luar b

Dago dapa spresikan d di Dago? A Atau Dago


alan dalam kawasan ini (sayap Dago) antara lain : Juanda (Dagostraat) en Patah (Pahud de mortagneslaan) ur Bandung (Van Hoytemaweg) ku Umar (Zorgvlietklaan) an Sari (Huysgenweg) Luhur (Van Ostadelaan) er Gunung (Jan Steenlaan) a Kencana (Borromeuslaan) m Bonjol (Peltzerlaan) esha (huygensweg) yasa (Frisiastrat) an Agung (Heetjanweg)

unan yang selalu ada dengan karakteristik villa yang mengacu pada arsitektur me Eropa tahun 1920 dan 1930an, kemudian seiring dengan perkembangan jaasan ini beubah pesat menjadi kawasan niaga seperti yang kita lihat saat ini, nya membawa dampak pada bangunan-bangunan bernilai arsitektur tinggi (versi Heritage), dampaknya adalah bangunan itu harus beralih fungsi, dan yang memn adalah hilangnya bangunan-bangunan yang merupakan heritage kota Bandung. dak dapat bicara lagi Building Coverage Ratio 70 : 30 (70% lahan terbuka) seperti n kolonial dahulu, lihatlah lahan yang dijadikan tempat parkir factory outlet, atau biasa lihatlah POM bensin milik Petronas di Jl. Dago.

at diidentifikasikan dengan pusat anak muda mengaktualisasikan dan mengekdirinya baik secara perorangan ataupun komunitas (kelompok), mengapa harus Apakah memang warga Bandung tidak mempunyai ruang publik selain Dago? o telah menjadi bagian dari tren gaya hidup anak muda Bandung.

PLAY


1950 - 1990 Art Deco

Bandung Heritage


Pada tahun 1950 sampai dengan 1970an kawasan Dago masih merupakan kawasan pemukiman elite dan berkelas selain itu suasana asri dan nyaman. Pada era tahun 1970 sampai 1980an dago mulai menjadi tempat anak muda berkumpul. Jalan yang lurus (panjang jalan Dago sekitar 2,5 km) sering dijadikan arena balapan motor dan mobil, atau menjadi jalan wajib konvoi klub kendaraan bermotor pada saat itu, biasanya keramaian saat itu hanya terjadi pada sabtu malam, hari biasa tidak terjadi kemacetan di jalan Dago seperti sekarang ini. Pada era 1990an sampai dengan sekarang telah terjadi perubahan besar dikawasan Dago, yang merupakan bagian dari permasalahan Pemkot Bandung. Salah satu permasalahan adalah berkembangnya penyalahgunaan fungsi dari bangunan yang ada akhirnya berdampak pada pelestarian bangunan konservasi yang berada di kota Bandung terutama sepanjang jalan Dago. Kemacetan yang luar biasa pada saat long weekend , carut marutnya billboard, tidak berfungsinya infrastruktur karena pelanggaran tata ruang kawasan dago. Maraknya tren factory outlet secara perlahan tapi pasti membuat kawasan Dago menjadi sasaran para investor untuk mendirikan factory outlet, distro, restoran, hotel, bank, POM bensin dengan mengabaikan aturan rencana tata ruang kota serta ada pula beberapa bangunan yang terdaftar dalam kategori bangunan cagar budaya yang dikorbankan hanya untuk kepentingan komersial semata (contoh : bangunan jalan Dago nomor 118, tepat dipertigaan jalan Teuku Umar merupakan bangunan bergaya Art deco dengan arsiteknya Prof.Ir.C.P Wolff Schoemaker, masuk dalam list yang dilindungi versi Bandung Heritage). Setiap malam minggu pada saat ini kawasan Dago masih menjadi destinasi anak muda selain untuk menunjukkan eksistensinya juga menghadirkan kegiatan-kegiatan kreatif yang meramaikan kawasan Dago menjadi sebuah bagian gaya hidup anak muda Bandung, seperti pertunjukkan musik yang meriah dibeberapa titik kawasan Dago,

PLAY


Komunitas-komunitas motor (klub motor) memarkir motornya dengan rapih sehingga nampak estetis, komunitas under ground dengan aksesorisnya yang unik tampak berkumpul di sekitar taman Fleksi dan sudut-sudut toko Circle K, terlepas dari pandangan negatif dari sebagian wakga kota terhadap mereka. Bahwa mereka juga adalah warga bandung dan mempunyai hak mengisi ruang-ruang di kawasan Dago. Di sekitar taman cikapayang, komunitas BMX dan komunitas Skate Boarder berkumpul sambil sesekali menunjukkan aksinya, ada pula mahasiswamahasiswa (nampaknya dari kalangan berkecukupan dan mapan) yang ngamen bergerombol asal jadi dan asal bunyi meminta bayaran pada pengendara mobil yang terjebak macet (kreatif kah?), dan ini menggeser para pengamen jalanan yang benar-benar mencari uang untuk makan. Radio bus station menyiarkan keadaan jalan Dago sehingga mengundang emosi rasa penasaran anak muda untuk sekedar melintasi kawasan Dago yang macet. Sementara parkiran factory outlet penuh dengan mobil dengan plat nomor B, seakan tak puas-puasnya berbelanja baju setiap minggu. Daya tarik kawasan Dago memang tidak pernah luntur, hal ini dibuktikan dengan diadakannya tiga tahun berturut-turut Festival Dago yang menjadi lautan manusia dikawasan Dago, dan kawasan Dago diusulkan menjadi titik kreatifitas kaula muda Bandung. Perjalanan sejarah Dago belum berakhir entah sampai kapan, popularitas Dago seakan menjadi magnet bagi banyak orang untuk tetap datang dan kembali ke Dago. Perkembangan bisnis di Dago cenderung tidak terkendali, 80% lahan hunian kawasan ini telah mengalami perubahan peruntukan dari hunian ke komersial. Perubahan ini pada akhirnya berdampak luas pada hunian ke komersial. Perubahaan ini pada akhirnya berdampak luas pada kawasan Dago itu pada keseluruhan, selain hilangnya lahan terbuka hijau, rawannya pembongkaran bangunan-bangunan heritage, kegiatan ekonomi yang terjadi dikawasan Dago ternyata tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai (contoh : kemacetan).

PLAY


Saat musim hujan saluran-saluran drainase di kawasan Dago tidak mampu lagi menampung limpahan air sehingga jalan Dago berubah menjadi sungai. Kawasan Dago yang selama ini dibanggakan sebagai icon Bandung yang cantik dan nyaman berubah menjadi kawasan Dago dimata anak-anak muda tetap menjadi tempat yang tepat untuk berekreasi, beraktifitas, dan mengaktualisasikan diri.

(Komunitas WEG adalah komunitas pemerhati kota yang terbentuk atas prakasa beberapa mahasiswa dan mempunyai anggota yang berasal dari berbagai multi disiplin seperti teknik industri, ekonomi, dll. Komunitas ini mencoba untuk mengkaji permasalahan kota melalui diskusi-diskusi lintas ilmu pengetahuan).

Banyak pemerhati kota (perorangan, LSM, Institusi Pendidikan) yang terus mendesak pemerintah kota Bandung agar melakukan pembenahan kawasan Dago dengan menegakkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dago masih menjadi magnet walaupun pengelolaannya carut marut, apalagi jika di tata dengan lebih baik.

PLAY


Pulau Buluh “Mau tak kite lihat asal muasal nenek moyang kite semue, sekali ziarah, sekali silaturahmi dengan suadara, sekalilah ambek gamba�

PLAY


text & photo by Ridha Perwira


Pernah kau dengar Pulau Buluh? Aku rasa tak semua, bahkan jika itu bukan karena tempat saksi kelahiran Ibuku, tempat neneku memulai sejarah panjang intrik keluarga dan tempat kakekku tahu definisi nafkahpun, mungkin telingaku masih asing mendengar kalimat itu. Keasingan itu tak hanya berhenti disitu, karena akan menjadi sangat asing jika konsonan “u” diakhir kalimat tersebut, diganti menjadi “o” oleh penduduk tempatan dengan logat melayu kental. Menjadi Pulo Buloh. Imajinasiku pun mungkin angkat tangan.

Dulu, jangankan membayangkan bentuk tempatnya, untuk mencoba memikirkan pun kurasa tak bergairah. Aneh rasanya, tapi paling tidak itu kataku. Semoga tidak untuk semua yang membaca ini. Bukan karena aku lahir dari pulau transit luar negeri itu, bukan juga karena aku bersekolah di “kota pinggiran ibukota”, dan bukan juga karena aku kuliah di “kota hampir ibu kota”, sehingga keanehan ini muncul. Mungkin lebih tepatnya “zaman telah berbeda”, begitu mak ku beri alasan. Saat awal sebelum puasa lalu, baru ku rasakan aroma amis laut disekitaran pulau yang dulu pernah kusebut aneh itu, untuk pertama kalinya. Sebelumnya aku eggan, tapi beberapa rayuanpun menggoda hasratku. Tetap saja kubayangkan, entah ada apa disana, tapi rayuan maut di antrian belakang meluluh lantahkanku, nenekku membebaskan ke enggananku. Beliau mengatakan, “Mau tak kite lihat asal muasal nenek moyang kite semue, sekali ziarah, sekali silaturahmi dengan suadara, sekali edho ambek gamba”. “Ambek Gamba” Haa.. Alasan itu ampuh! Meluluh lantahkanku sehingga kepercayaan masa lampau itu hilang seketika, pudar dikalahkan hasrat mengambil gambar, walaupun di awali alasan-alasan yang sedikit susah diterima, alasan terkhir mampu membuatku bertekuk lutut dan segera menyiapkan apa segala sesuatunya untuk keberangkatan


Tak lama menyebranginya dari tempat kami, hanya 15 menit, melewati pemandangan lautan, kejar-kejaran sampan, gunung nan indah dan pulau di pinggiran yang dipenuhi kehijauan. Amis ini tak pernah kurasakan dimanapun. Amis, memang masuk dalam klasifikasi definisi yang menjijkkan, tak pantas dibawa ketika makan malam bersama keluarga, juga tak pantas ketika duduk santai makan prata, tapi silahkan saja, jika memang meminta ibunda merepet. Amis ini beda bukan amis ikan di pasar, bukan juga amis sotong di ujung dapur, amis ini memberikan sensasi berbeda, meninggikan gairah menjelajahi laut, dan memimpikan mengelilingi luas samudra. Amis ini kurasakan ketika diujung garis pantai mulai terlihat pulau itu, Amis laut asli, amis hasil dari cipratan dengan kayu perahu, seketika nenek berkata : “Itu dia pulaunya!�, selain intonasinya yang berbeda, kurasa ada enerji kuat yang mengalir dalam jiwa nenek. Kulihat rumah panggung di bibir pantai, cipratan ombak membasahi kayu-kayu fondasi rumah, hutan yang lebat di pinggir pulau menambah ke flamboyanan tempat itu, pemuda memancing menunggu matahari tepat di atasnya sehingga membakar kulitnya. Gairah itu muncul juga pada diriku dan kuyakin kepada seluruh anggota keluarga juga. Nenek memang Wanita perkasa, tak perduli telah ditinggalkan kekasih hatinya, pria se-iya se-katanya yang berpuluh tahun menemaninya, ia masih kuat membuat gulai asam pedas, masih kuat mencuci gorden, masih kuat mengkritik berita di metro tv, tapi aku merasakan kekuatan yang berbeda ketika perahu di labuhkan ke pinggiran pulau ini, enerjinya begitu tinggi, gairah itu memuncak, entah apa yang di rasa, tapi sedikit banyak aku pun merasakan hal yang berbeda di pulau ini, dan aku yakin tak ada hubungannya dengan penurunan enerji dari ibunda karena beliau dilahirkan disini, aura ini objektif sangat menggairahkan, merelaksasikan mata melihat baja-baja bermacetan di lampu merah, melemaskan otot-otot badan yang harus terus berlari mengejar waktu, dan mengistirahatkan semua indra yang sudah lelah mencemooh polusi dan kekacauan metropolitan.

PLAY


text & photo by Ridha Perwira


PLAY


Kau tahu? Kami di sambut! Amboy, alangkah terperanjatnya kami, Bukan dengan kompang dan tari melayu, tak juga salam hangat keluarga dan sorak sorai penggemar, tapi lebih dari itu. Kami di sambut dengan suasana yang sepi! Sepi sekali. Kami sungguh terperanjat! Ini 17 Agustus, di seberang sana komandan sedang bertengking meneriakkan Sang Saka, mempertaruhkan posisinya untuk tahun berikutnya, tapi disini, angka 17 pada gerbangpun belum terelesaikan. Aku mengerutkan dahi, mencari jawaban atas pertanyaanku dalam otakku, tak kutemukan! Tapi gelombang kebingungan itu terpancarkan cepat kepada neneku, dengan cepat nenek mengatakan : “setelah pulau-pulau lain berkembang, pulau ini sedikit ditinggalkan, hanya orang daerah tempatan, beberapa pulang rantauan, dan tempat berziarah� itu mengapa Mak kate : “Zaman telah berbeda�. Tapi, mungkin ini yang membuat pulau ini terasa berbeda dari zaman ke zaman. Aku masih memimpikan tempat itu, sampai malam ini, merasakan kembali aroma amis itu, melihat kembali rumah panggung dibibir pantai dan merasakan kembali keheningan pulau itu. Sungguh kurasa berbeda, sangat berbeda.

PLAY


text & photo by Ridha Perwira

PLAY


Aku masih memimpikan tempat itu, sampai malam ini, merasakan kembali aroma amis itu, melihat kembali rumah panggung dibibir pantai dan merasakan kembali keheningan pulau itu. Sungguh kurasa berbeda, sangat berbeda. - Ridha Perwira -


text & photo by Ridh


ha Perwira


text & photo by Ridha Perwira


photo by Aep Kamaru


udin / Kontributor Bintan

PLAY


PLAY


PLAY



Play#07