Issuu on Google+

Edisi 09 / 5 Agustus 2012

Monthly

Eksotisme Pulau Tidung

Oase Di Teluk Jakarta Wisata Waduk Jatiluhur

Nikmati Panorama Alam Di Bendungan Serbaguna Jogja Fashion Week “DharmaSukma� 2012

Semarak Kegiatan Fashion dan Pariwisata Jogja Free Magazine

hanya untuk dibaca ditempat


Content

Box Redaksi Pendiri

Tubagus D. Irawan SHY, Tubagus Aria Irawan, Tetra

Pelindung dan penasehat KRHT Drs. H. Istidjab M. Danu Nagoro, MM M. Tazbir Abdullah Pemimpin Perusahaan & DIREKTUR Tb. Aria B Irawan

Eksotisme Pulau Tidung

PEMIMPIN REDAKSI Tb. Aria B Irawan REDAKTUR SENIOR Tb. Devi Irawan SHY Dewan Redaksi Tb. Aria Irawan, Paflevi Iyul, Bambang Ally Budi Utomo REDAKTUR Tb. Aditya Irawan Reporter Suwarno, Berty H Sulistyo, Indra Jati Affan Safani Adham, Ina Florencys, Tb. Aulia Iklan dan Pemasaran Hajar Pamundi (Cordinator) Titik Rumayanti Design dan Artistik Bambang Ally Budi Utomo Alamat Redaksi dan Iklan JAKARTA Jl. Gunung Sahari IV No.11 Kemayoran Jakarta Pusat Telp. (021) 92352989 Alamat Redaksi & IKLAN Yogyakarta - Jateng Jl. Timoho No.31 Yogyakarta 55225 Phone: 0274 - 8081378 KONTRIBUTOR Agung (Semarang) Noni Khairani (Surabaya) Vega (Bandung) Iwan (Bali) EMAIL REDAKSI redaksi@pesonawisatamagazine.com IKLAN

iklan@pesonawisatamagazine.com

WEBSITE

www.pesonawisatamagazine.com

PUBLISHER Dian Media Internusa

Cover Model : Dhe Fandari Fotografer : Arif Budiyanto Design : Bhe2

Oase Di Teluk Jakarta hal.6

Mila Rosinta

“Tari Bukan Sekedar Performance, Tapi Belajar Olah Rasa Dalam Kehidupan”

Wisata Waduk Jatiluhur Nikmati Panorama Alam Di Bendungan Serbaguna

KPH. Anglingkusumo Sedikit Bicara Namun Perbanyak Karya

hal.11

hal.22

hal.28


JADIKAN FOTO PRODUCT PERUSAHAAN ANDA DAPAT DILIHAT SECARA VIRTUAL DENGAN VR PANORAMA

VR Motion atau virtual reality merupakan sebuah solusi cara interaktif untuk melihat suatu lokasi secara wide-angle, VR.Motion akan membuat anda melihat sebuah foto product meliputi sebuah gambar foto yang dapat anda lihat dan gerakan hingga 360 derajat . VR Motion mencitakan sebuah gambar foto yang lengkap sebagai sebuah gambar tunggal, seperti yang terlihat ketika kita berputar pada posisi di tengah pada suatu tempat. Hasil dari VR Motion ini berupa tampilan multimedia yang dapat diterapkan via online lewat website maupun secara offline lewat CD interaktif. Dengan menampilkan view secara lengkap 360 derajat, VR.Motion memudahkan audiens untuk merasakan keadaan sebenarnya pada tempat yang ditampilkan oleh foto product tersebut , penggunaan VR motion sangat tepat untuk Hotel, Resort, Villa, H, Spa, Resto, Cafe, Club, Museum, Gallery, dan Tourism. MANFAAT Teknologi ini dapat diterapkan secara online lewat media website dan offline lewat aplikasi multimedia interaktif . Manfaat penerapan pada website: Dengan media web mempermudah penyampaian informasi potensi wisata suatu daerah , view lingkungan hotel & resto, kepada para wisatawan di seluruh dunia. Pengguna dapat bereksplorasi ke tempat wisata dengan visual 360 derajat horisontal serta 180 derajat vertikal, yang akan memberikan sensasi lebih dalam dari sekedar melihat foto yang statis (tidak bergerak) dan dari satu sisi tertentu saja. Dengan pilihan fullscreen, virtual tour ini akan sangat menyenangkan untuk dijelajahi. Untuk calon wisatawan dari dalam dan luar negeri bisa merasakan terlebih dahulu visualisasi tersebut, sebelum pada akhirnya mengunjungi tempat wisatanya. Begitu pula untuk yang sudah pernah mengunjungi tempat itu, dapat mengembalikan kenangan itu, sehingga kembali lagi. Mempermudah staf marketing hotel & restoran untuk menjual ruangan sepertiruangan kamar, resto, ballroom, meeting room, karena berbagai pihak dapat melihat foto product anda secara lengkap lewat website maupun Cd. VR Motion Yogyakarta Branch Office: Jl. Timoho No.31 Yogyakarta - Indonesia Tlp: 0274.8081378 – 082134303758 (Aria)

VR Motion Head Office : Jl. Puspowarno 42 Panularan, Solo – Indonesia Tlp: 081228119393 (Arief)

Visit us on

www.vrmotion.com


Liputan

Eksotisme Pulau Tidung

Oase Di Teluk Jakarta Jakarta, siapa yang tak kenal dengan kota yang selalu sibuk ini? Kemacetan dan masalah-masalah lain bertumpuk, membaur dengan jutaan penduduknya. Tak heran jika tiap akhir pekan kota ini ditinggal oleh penghuninya sekedar untuk memecah stress dan penat. Pertanyaannya, kemana mereka berakhir pekan? Kebanyakan dari mereka memilih Bandung atau Bogor sebagai tujuan lokasi refreshing. Namun tahukah anda, bahwa di Jakarta sendiri masih ada tempat untuk menawarkan dahaga akan suasana tenang dengan udara yang masih relatif bersih?

T

erletak di Teluk Jakarta, Pulau Tidung yang merupakan Kelurahan di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, dapat menjadi alternatif wisata bahari anda yang merindukan suasana tenang dengan udara yang masih relatif bersih. Pulau seluas 109 Ha dengan populasi penduduk sekitar 5000 jiwa ini akan memanjakan siapapun yang mengunjunginya. Dengan pantai berpasir putih dan air yang jernih, pengunjung dapat langsung menyaksikan keindahan biota bawah laut dari tepi pantai atau dari atas Jembatan Cinta, yaitu jembatan yang menghubungkan antara Pulau Tidung Besar di Barat dengan Pulau Tidung Kecil di bagian Timur. Untuk mencapai pulau ini, dapat menggunakan jasa penyeberangan dari pelabuhan pelelangan ikan Muara Angke, Jakarta Barat. Kapal-kapal penumpang yang terbuat dari kayu siap mengantar para wisatawan dengan tarif Rp. 33.000 sekali perjalanan. Waktu yang ditempuh pun tak begitu lama, jika laut sedang bersahabat, perjalanan dapat ditempuh selama 2 1/2 jam saja. Namun jika gelombang laut sedang tinggi, perjalanan bisa mencapai 3 jam dari Muara Angke ke dermaga Pelabuhan Betok, yaitu pelabuhan utama di Pulau Tidung Besar yang merupakan gerbang keluar masuknya kapal yang mengantar wisatawan. Namun jika ingin mempersingkat waktu perjalanan, calon pengunjung dapat menggunakan jasa penyeberangan yang disediakan oleh Dinas Perhubungan dengan tiket Rp. 32.000 per orang. Lokasi dermaganya terpisah, jika menggunakan kapal kayu, lokasi dermaganya berada di Dermaga Lama pelabuhan Muara Angke, namun ingin menggunakan kapal cepat milik 6 . Pesona Wisata Magz


Liputan

Gerbang masuk Pulau Tidung Besar

Suasana antrean calon penumpang Dermaga Lama Pelabuhan Muara Angke

Suasana sunset dari atas jembatan cinta, tampak pulau Tidung Besar sebagai background

Eksotisme senja di Pulau Tidung

Bangkai kapal nelayan yang teronggok di tepi pantai, objek fotografi yang menarik

Edisi Agustus 2012 . 7


Liputan Dinas Perhubungan, calon pengunjung harus berjalan cukup jauh ke Dermaga Baru Pelabuhan Muara Angke. Tapi jika merasa lelah berjalan atau membawa banyak barang, calon pengunjung dapat menumpang Odongodong, yaitu angkutan umum sejenis sepeda motor beroda tiga yang di modifikasi ulang hingga dapat digunakan untuk jasa angkut penumpang. Tarifnya hanya Rp. 3.000 per orang. Dengan kapal cepat ini, perjalanan dari Muara Angke menuju Pulau Tidung hanya ditempuh dalam waktu 1 jam saja. Namun jika menggunakan kapal cepat ini, disarankan untuk datang sepagi mungkin, karena jika telat datang, resiko kehabisan tiket dapat mengancam anda, karena kapasitas dan jadwal perjalanan kapal disini terbatas. Pulau Tidung tak hanya memberikan suasana wisata alam pantai yang menawan, tetapi beragam permainan air juga tersedia disini seperti, Banana Boat, Donuts Boat, Jet Ski, dan Kano, yang oleh penduduk setempat memang disewakan untuk para wisatawan. Selain itu, bagi pecinta dunia bawah air, koral dan terumbu karang serta ratusan jenis ikan di pulau ini dapat menjadi pemandangan indah yang sayang jika dilewatkan. Seperti kebanyakan lokasi wisata lainnya yang memiliki ciri khas masing-masing, Pulau Tidung juga memiliki iconnya sendiri, yaitu Jembatan Cinta. Dinamakan Jembatan Cinta, karena konon menurut cerita masyarakat setempat, dahulu ada sepasang muda-mudi yang yang bertemu dan berkenalan di atas jembatan ini, kemudian mereka saling jatuh cinta hingga akhirnya menikah. Dari cerita ini pula akhirnya tercipta mitos bahwa bagi siapa saja yang melompat dari jembatan ini akan cepat dapat jodoh, atau bagi mereka yang sudah memiliki pasangan akan langgeng hubungannya. Sekali lagi, itu hanya mitos, percaya atau tidak, tergantung anda. Jembatan penghubung antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil ini memiliki panjang sekitar 800 meter dan berbentuk unik, yakni terdapat lengkungan yang menjulang setinggi 6 meter dari permakaan air dibawahnya. Lengkungan ini dibuat untuk memberi jalan bagi Banana Boat, Jet Ski serta perahu nelayan yang hendak melintas. Namun karena tingginya jembatan ini, banyak anak-anak penduduk asli pulau yang menggunakan jembatan ini sebagai arena bermain. Mereka bermain dengan melompat dari puncak lengkungan jembatan dan terjun bebas ke dalam air yang jernih di bawahnya yang berkedalaman hanya sekitar 2 meter. Karena permainan ini dianggap menyenangkan dan menantang, akhirnya permainan ini tak hanya dilakukan oleh anak-anak asli Pulau Tidung, tetapi para pengunjung juga ikut melakukan permainan ini.

Menikmati sunrise sambil ber-banana boat ria

Keindahan terumbu karang yang dapat terlihat dari atas jembatan

Gerbang menuju Jembatan Cinta

Para pengunjung juga dapat memanfaatkan Jembatan Cinta sebagai lokasi menyalurkan hobi memancing

Pemandangan langit malam di Pulau Tidung Kecil

8 . Pesona Wisata Magz

Puskesmas Pulau Tidung


Liputan

Tradisi melompat dari Jembatan Cinta, antara pembuktian mitos dan tentangan nyali

Reporter Pesona Wisata sesaat sebelum menyeberang ke Pulau Tidung

Untuk urusan fasilitas, di Pulau Tidung Besar dapat dikatakan cukup lengkap. Untuk pengunjung yang hendak bermalam, disini tersedia banyak penginapan dengan harga bervariasi sesuai fasilitas yang disediakan dari masing-masing pemilk penginapan. Sedangkan untuk fasilitas umum, mulai dari penginapan, Puskesmas, Kantor Polisi (Polsek Kepulauan Seribu Selatan), rumah ibadah (saat ini baru ada masjid bagi umat muslim), sampai fasilitas pendidikan dari SD sampai SLTA (SMK) ada di sini, bahkan saat penulis berada disana, sempat terlihat beberapa petugas sedang menurunkan mesin ATM (Automatic Teller Machine). Yah, mungkin sebentar lagi akan ada fasilitas ATM disana yang memungkinkan pengunjung melakukan penarikan uang atau transaksi perbankan lainnya. Berbeda dari Pulau Tidung Besar yang sarat dengan keramaian dan fasilitas, di Pulau Tidung Kecil suasana lebih hening. Hal ini dikarenakan fungsi dari Pulau Tidung Kecil yang memang hanya diperuntukkan sebagai hutan lindung dan fasilitas konservasi mangrove oleh Dinas Pertanian DKI Jakarta. Di pulau ini terdapat berbagai jenis tumbuhan serta hewan, terutama burung. Pulau ini juga sering digunakan oleh para kelompok pecinta alam untuk lokasi bermalam dengan mendirikan tenda. Suasana tenang, lambaian nyiur serta suara kicau burung yang bersahutan dengan suara ombak di Pulau Tidung Kecil ini menjadi magnet bagi para pecinta alam. Tak hanya siang hari, pemandangan indah juga dapat dinikmati saat sore. Nuansa hangat sinar matahari senja menciptakan panorama eksotis di pulau ini. Tak sedikit pengunjung yang membawa pasangannya ke Jembatan Cinta untuk menikmati momen ini. Menjelang malam, hamparan bintang di langit menjadi pemandangan baru pengganti senja. Ribuan bintang terhampar layaknya permadani yang berkilau. Di langit ada bintang, di horizon tak kalah memukau. Kerlip lampu perahu nelayan yang sedang melaut menjadi penyegar mata yang lelah memandang kemacetan di tengah Ibu Kota. Sesekali tampak berkedip-kedip cahaya mercusuar dari Pulau Kongsi yang berada tepat di sebelah timur Pulau Tidung Kecil. Benar-benar panorama malam yang memukau mata. Ya, Pulau Tidung memang sangat menjanjikan untuk menjadikan liburan berkesan. Walau letaknya tak jauh dari pusat kota Jakarta, namun ketika berada di pulau ini, pengunjung dapat merasakan perbedaan suasana yang signifikan. Alam yang bersih dan tenang serta penduduk yang ramah, menjadikan pulau ini layaknya Oase bagi penduduk Jakarta yang haus akan suasana alam. Foto & text: Tb. Aditya

Edisi Agustus 2012 . 9


Liputan

Festival Malioboro 2012

Semarak Hiburan Rakyat

Pembukaan festival Malioboro

Meriah dan gratis, Festival Malioboro tahun ini penuh taburan seni pertunjukan yang unik.

B

eberapa pekan yang lalu, Festival Malioboro 2012 “Sound of Jogja� kembali diadakan dengan sukses dan berlangsung meriah. Mengambil tempat di titik nol kilometer Yogyakarta, acara ini dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Hari Lancana, Jumat (6/7) malam ditandai mukulan gong. Festival ini berlangsung mulai 6-8 Juli 2012. Ribuan masyarakat Jogja tumpah ruah di panggung Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949 memenuhi perhelatan akbar ini. Masyarakat tidak dipungut biaya masuk atau gratis. Festival Malioboro 2012 yang digelar untuk ketiga kalinya ini diselenggarakan sebagai event kesenian serta pameran. Festival Malioboro 2012 dirancang dengan konsep yang berbeda dari Festival Malioboro sebelumnya yakni pada tahun 2010 dan 2011. Acara ini dibuka dengan Fashion Show persembahan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dilanjutkan dengan Art Performance oleh Jemek Supardi. Kegiatan menarik lain yang mengisi festival ini antara lain yakni, Atraksi Perkusi, Tarian Nusantara, Pagelaran Wayang Kulit , Acapela Mataram dan Live Performance Grup Band Letto. Dalam sambutannya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan dalam bahasa Sansekerta Malioboro berarti karangan bunga. Kawasan Malioboro sudah dikenal sejak dulu. Seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonominya, Malioboro tetap sering digunakan untuk berbagai eventevent kebudayaan. Foto & text: Berty

10 . Pesona Wisata Magz

Peserta fashion show yang turut menyemarakkan acara

Performance master pantomim asal Yogyakarta, Jemek Supardi


Profil Tokoh

Mila Rosinta

“Tari Bukan Sekedar Performance, Tapi Belajar Olah Rasa Dalam Kehidupan”

U

sianya masih terbilang muda, namun karyanya sudah mendunia. Sejak kanak-kanak bakat alami tarinya sudah terlihat. Kini ia serius menggeluti dunia profesional tari. “Iya mas, ini saya belum ibu kok hehe. Nanti jam 4 aja ya mas ketemu di Rumah Budaya Tembi,” kurang lebih seperti itulah petikan sms dari Mila kepada saya ketika hendak janjian bertemu. Ternyata perkiraan saya meleset, Mila Rosinta Totoatmojo, S. Sn adalah seorang gadis yang masih sangat muda. Dia adalah satu dari 3 penari yang aktif di perusahaan tari profesional yang menaunginya, Tembi Dance Company. Kami mengobrol sore hari di Rumah Budaya Tembi Yogyakarta, galeri seni sekaligus kantornya. “Halo mas, udah lama ya? Apa kabar” ujarnya tersenyum lebar menyapa saya ramah. Mila mulai bercerita, ia mengatakan dirinya mengenal tari sudah sejak masih anak kecil. “Waktu itu kira-kira usiaku 7 tahun. Aku basic-nya belajar tari Bali. Sehingga seiring perjalanan waktu aku jadi sering menang lomba tari Bali semasa sekolah dulu. Trus setelah tari Bali, aku belajar modern dance juga. Baru ketika aku pindah SMA ke Jogja, mulai deh aku belajar Tari Jawa,” jelas Mila. Tadinya, Mila tidak mengira bahwa tari memang benar-benar akan menjadi panggilan hidupnya dalam bekerja. Saat itu ada seleksi Tari Jawa untuk dikirim ke Jepang, Mila mengikutinya dan lolos Edisi Agustus 2012 . 11


Profil Tokoh untuk tampil ke sana. Dari Saat itulah Mila mulai menambah aktifitas tarinya mulai semisal menjadi Duta Seni Pelajar dan berbagai kegiatan seni lainnya. “Waktu saya masih tinggal di Kalasan (kampung awal Mila), saya sering ikut acara seni tujuh belasan. Pokoknya bila ada acara seni yang membutuhkan bantuan saya, sebisa mungkin saya bantu.” Dalam perjalanan selanjutnya, Mila akhirnya memilih untuk studi tari di S1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dari sinilah Mila kemudian mulai yakin bahwa tari adalah jalan hidupnya. “Saya mulai belajar banyak jenis tarian. Saya belajar tari modern, style-nya, bentuk dan gerakan Martha Graham. Saya juga belajar tari tradisional Jawa. Rasa ingin belajar saya menjadi lebih besar. Singkat kata, saya belajar banyak karakter tari mulai dari tari Aceh sampai Papua” ucap Mila. Karena hasratnya untuk belajar tari dan juga koreografer tari sangat besar, akhirnya Mila memutuskan untuk ikut tes pencarian penari dan koreografer di Rumah Budaya Tembi. Seleksi memutuskan 3 besar penari terbaik, dan Mila menjadi salah satu orang yang beruntung masuk ke dalamnya. “Dari Tembi-lah aku banyak sekali belajar hal baru. Dalam hal tari, aku dapat pelajaran yang tidak pernah aku dapatkan di bangku kuliah. Aku ketemu langsung dengan beragam orang dan seni pertunjukan. Aku juga banyak belajar soal lighting panggung, setting dan berbagai hal lain yang membuka pikiranku. Aku juga mulai eksplore lebih jauh mengenai Tari Jawa. Bukan hanya teknik gerakan, tapi juga olah rasa, fiosofi dan spiritualitasnya,” tambahnya. Bagi Mila, konsep tari yang dibawanya selalu berlandaskan tradisi. Ia menilai bahwa tradisi itu selalu aktual. Sudah menjadi tugas seorang performing artist untuk bagaimana menunjukkan kepintarannya membawa nilai-nilai tradisi tersebut dalam bentuk yang baru. “Seperti dulu saya pernah ikut Festival Tari di Thailand. Saya berpikir bahwa saya harus membawa nama Indonesia dan tari jawa dalam bentuk yang baru dan beda. Jadi saya waktu itu mengambil konsep motif ‘Batik Kawung’ untuk dijadikan landasan filosofi, bentuk dan teknik menari. Dari situ, mereka menyambut antusias konsep saya,” ujar Mila dengan bersemangat. Di tengah kesibukannya bergelut dengan dunia tari, anak pertama dari 3 bersaudara ini juga gemar belajar spiritualitas dan filosofi hidup. “Saya juga belajar yoga dan juga berguru kepada pemeluk 12 . Pesona Wisata Magz


Profil Tokoh Hindu maupun Buddhis. Bagi saya ini penting, sebagai contoh, saat orang Bali menari, mereka total karena itu merupakan bagian dari kehidupan spiritual mereka, bagian dari doa. Nah, olah rasa seperti inilah yang ingin saya latih dalam diri dan kepribadian saya,” ujar Mila Mila juga saat ini tengah sibuk melatih kepekaan seni tradisi kepada masyarakat sekitar Tembi lewat Sanggar Anak Tembi. Saat ini sekitar 50 anak bergabung di sini. “Ada misi khusus di sini, yakni untuk sosial. Kami Cuma menarik biaya masuk sebesar 10 ribu rupiah untuk pendaftaran dan selanjutnya perbulan membayar 9 ribu rupiah dengan jadwal latihan seminggu dua kali. Kami ingin menularkan kembali seni tradisi tari kepada masyarakat,” ucapnya. Mila masih memiliki mimpi untuk mempopulerkan kembali tari Jawa di tanah Jawa. “Memang sih tidak ada yang salah dengan belajar pop dance, cocok untuk jiwa muda yang menggebu-gebu. Tapi menariknya Tari Jawa itu justru bukan melulu pada tekniknya. Bukan sekedar enak dilihat. Kalo pop dance mungkin yang mau diangkat selalu ‘ego’ atau ‘aku’. Tapi tari Jawa itu inner, yang keluar dari hati itulah gerakan yang sesungguhnya. Kami punya istilah ‘taksu’, semacam greget yang dipunyai penari. Jika seorang penari tu membawakan tarinya dengan sepenuh hati, niscaya taksu tersebut energinya juga akan menyebar ke penonton. Menari Jawa itu lebih dalam, karena bukan sekedar performance panggung, tapi juga membawanya dalam kehidupan nyata, ” ujar Mila.

Sembari menikmati sayup senja yang telah mulai meredup, putri pasangan Sudarwoto dan Endang Sukeksi ini menawari minum teh panas manis untuk saya. Dari sisi timur pendopo rumah budaya Tembi mulai nampak geliat beberapa kru pertunjukkan yang sibuk melengkapi setting panggung. “Nanti malam saya perform mas, liat saya ya nanti, awas lho kalo ga datang, haha” ujar Mila sembari tersenyum mengakhiri percakapan kami.

Foto: Doc, Pri Text: Berty

Berpose bersama tim penari usai pementasan

Edisi Agustus 2012 . 13


Liputan

West Java Nite 2012 Banyak Beri Kejutan Jabar sedang serius garap pasar wisatanya, event seperti ini menjadi pemicu bagi majunya pariwisata Jabar.

M

inggu 8 Juli 2012 lalu, pemerintah provinsi Jawa Barat menggelar event promosi pariwisata “West Java Nite 2012” di Pendopo Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta. Pemprov Jabar rupanya kini tengah serius untuk menggarap potensi pasar wisata dari Yogyakarta. Seperti diungkapkan Drs. Nunung Sobari, MM selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, “Wisatawan jogja merupakan pasar yang sangat potensial bagi jawa barat. dalam setahun terakhir terjadi peningkatan lebih dari 15 persen wisatawan jogja yang berkunjung ke Jabar.” Oleh karena itulah Pemprov Jabar mengajak para travel agent, pihak pelaku bisnis hotel dan berbagai stakeholder pariwisata Yogyakarta untuk turut meramaikan lagi kunjungan wisata ke Jabar. Seperti dijelaskan Nunung, melalui

14 . Pesona Wisata Magz


Liputan serangkaian promosi wisata ke kota-kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Bali, maka di tahun 2013, tingkat kunjungan ke jawa barat diharapkan akan meningkat. Secara teknis, promosi wisata ini nantinya akan ditindak lanjuti dengan pembicaraan terbatas dengan para pelaku wisata seperti pihak travel agen, operator wisata dan hotel. nantinya diharapkan ada saling tukar kunjungan wisatawan antara Jawa Barat dan Yogyakarta. Salah satu unggulan objek wisata yang ditawarkan propinsi Jawa Barat adalah wisata alam, kuliner dan tradisi yang belum banyak dilihat oleh wisatawan dari Jogja. “Selain objek-objek wisata yang sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia secara umum, kami juga punya objek wisata spesial seperi pantai Cimaja yang sangat mirip dengan pemandangan pantai di Hawaii. Selain itu kita juga punya Green Canyon, tradisi adu kambing serta makanan khas Jawa Barat yang unik.� ujar Nunung. Untuk lebih mengakrabkan suasana perhelatan event ini, para undangan dijamu dengan makan malam khas Jabar dan juga diberi souvenir masingmasing satu buah angklung. Para undangan sempat terkejut juga karena diajak untuk bermain angklung bersama. Selain itu, para undangan juga disuguhi berbagai live music lagu-lagu Jabar.

Foto & text: Berty

Edisi Agustus 2012 . 15


Liputan

Dieng Plateau

Dataran Negeri Para Dewa

N

ama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “di” yang berarti tempat, dan “hyang” yang berarti “dewa pencipta”. Secara keseluruhan Dieng dapat diartikan sebagai tempat bersemayamnya para dewa. Sementara para penduduk sekitar sering mengartikan bahwa Dieng berasal dari kata “edi” yang berarti cantik dalam bahasa Jawa, dan “aeng” yang berarti aneh. Dengan kata lain Dieng adalah sebuah tempat yang cantik namun memiliki banyak keanehan. Terletak pada ketinggian 2000 meter dpl, masyarakat Dieng patut bersyukur atas melimpahnya kekayaan yang dianugerahkan kepada tanah mereka yang cantik dan eksotik ini. Cuaca dingin yang cukup ekstrim untuk sebuah wilayah yang terletak di daerah tropis telah memunculkan gaya hidup dan gaya berpakaian yang unik dari para penduduknya, penduduk lokal memakai sarung kemana pun mereka pergi. Kebanyakan penduduk Dieng berwajah cerah terkadang merah merona. Hal ini adalah bentuk adaptasi fisiologis tubuh mereka terhadap suhu yang dingin dan kadar oksigen yang rendah, sehingga tubuh perlu memproduksi lebih banyak hemoglobin. Telaga Warna, Sumur Jatulanda, dan Kawah Sikidang Petualangan dimulai ke Telaga Warna. Telaga warna konon memantulkan warna biru, hijau dan ungu. Namun sepengamatan saya warna air di Telaga Warna didominasi oleh warna hijau toska dan biru. Di tempat ini kami banyak melakukan sesi pemotretan. Saya sempat menyapa dan sedikit berbincang dengan turis mancanegara asal Ceko yang memuji keindahan Indonesia, dia menyebutkan bahwa ini adalah kunjungan keduanya di Indonesia, setelah dari Bali, Lombok dan kawasan Jawa Timur. Rasanya bangga sekali memiliki negri seindah Indonesia. Petualangan kami kemudian dilanjutkan ke bukit yang banyak terdapat goa-goa dan berisi patung-patung dari tokoh-tokoh wayang agama Hindu seperti Patih Gajah Mada, Semar dan Srikandi, setelah itu kami melanjutkan menuju ke Sumur Jatulanda. Sumur tersebut berwarna hijau dan 16 . Pesona Wisata Magz

sangat dalam. Beberapa turis domestik sibuk melemparlempar batu kerikil yang dibeli dari penjaga sumur seharga Rp.2000. Konon jika batu yang kita lempar masuk ke dalam sumur, maka permintaan kita akan terkabul. Namun sepengamatan saya sangat sulit untuk bisa melempar batu ke tengah sumur, kebanyakan batu akan jatuh di sisi-sisi sumur yang berupa hamparan tanaman hijau. Petualangan dilanjutkan menuju ke kawasan Kawah Sikidang. Sesungguhnya Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa. Datarannya terbentuk dari kawah gunung berapi yang telah mati. Bentuk kawah ini terlihat jelas dari dataran yang dikelilingi oleh gugusan pegunungan disekitarnya. Namun meskipun gunung api ini telah berabad-abad mati, beberapa kawah vulkanik masih aktif hingga sekarang. Di antaranya adalah Kawah Sikidang, yang selalu berpindahpindah tempat dan meloncat-loncat seperti “kidang” atau kijang.

Foto & text: Noni Khairani


Liputan

Edisi Agustus 2012 . 17


Release

SHANGRI-LA HOTEL, SURABAYA MEMPERKENALKAN GENERAL MANAGER BARU

Shangri-La Hotels and Resorts mengumumkan penunjukan Martin Brenner sebagai General Manager Shangri-La Hotel Surabaya yang mulai efektif per 1 Juli 2012. Sebelum bergabung dengan Shangri-La Hotel Surabaya, Brenner menjabat sebagai hotel manager Shangri-La Hotel, Bangkok. Pria berkebangsaan Austria ini telah bergabung bersama Shangri-La Hotels and Resorts selama 10 tahun mulai dari Manila, Kuala Lumpur, Cebu dan terakhir Bangkok. Brenner membawa pengalamannya yang luas dalam berbagai aspek administrasi dan operasional makanan dan minuman dari berbagai hotel terkemuka di Eropa, Timur Tengah dan Asia. Sebelum bergabung dengan Shangri-La Hotels and Resorts, Brenner bekerja di salah satu hotel terkemuka di Wina, Austria dan menghabiskan lima tahun bekerja di Abu Dhabi sebelum bertugas di Austria. Ia memulai karir di bagian makanan dan minuman setelah selesai program magang di kota kelahirannya. (Kir)

CORPORATE GATHERING HOTEL INDAH PALACE YOGYAKARTA 12 JULY 2012 Corporate gathering merupakan acara tahunan yang selalu diselenggarakan oleh Hotel Indah Palace Yogyakarta dengan tujuan untuk menjalin ikatan kekeluargaan antara corporate dan hotel Indah Palace group . Ini merupakan tahun keempat acara ini dilangsungkan dan kali ini mengambil tema “Jawa Tempoe Doelo” sebagai bentuk keramahan dalam menyambut tamu selayaknya tinggal dirumah sendiri “feels at home” yang juga merupakan slogan dari Hotel Indah Palace. Diharapkan sentuhan jawa yang menjadi ciri khas Hotel Indah Palace dapat membuat tamu betah dan membawa atmosphere rumah kedalam pelayanan hotel.

Gathering berlangsung meriah dengan berbagai hidangan jawa khas Indah Palace yang tersaji, seperti gudeg manggar, ayam sawut, mie jowo dengan special mie lethek, aneka jajanan pasar, wedhang tape dan wedhang jahe . Acara semakin meriah dengan aneka doorprize menarik baik itu dari Indah Palace maupun dari 18 . Pesona Wisata Magz

sponsorship yang telah menyiapkan aneka merchandise menarik. Pada kesempatan kali ini juga diluncurkan loyalty program yang mana merupakan bentuk reward dari Hotel Indah Palace Group kepada para costumer dimana tamu yang menginap di hotel indah palace akan mendapatkan point yang dapat ditukarkan dengan complimentary room maupun discount untuk food dan beverage serta mendapatkan beberapa fasilitas menarik lainnya. (Kir)


Release

Soft Opening POSE IN HOTEL SOLO Solo memiliki penambahan hotel baru dengan diluncurkannya Pose In Solo Hotel pada 1 Juli 2012 lalu, Pose In Solo merupakan hotel bintang 3 yang menawarkan 56 kamar dengan 3 type yaitu elegance, modern dan stylish. Sebagai Hotel yang memiliki fasilitas standard hotel berbintang, Pose In Solo pun dilengkapi fasilitas Free Wifi disetiap kamarnya, 2 meeting room yang lengkap dengan fasilitas meeting terbaru dan Terdapat juga Restaurant & Room Service 24 jam serta Coffee Lounge yang berada di Balcony lantai 2. Bangunan 6 lantai dilengkapi 2 buah elevator, 2 anjungan ATM, Minimarket. (Kir)

“Toegoe Koelinerkoe 2” Di Hotel Santika Premiere Jogja

Guna memberikan nuansa liburan sekolah yang berbeda untuk di tahun 2012 ini, Hotel Santika Premiere Jogja berusaha menyuguhkan beragam hiburan yang diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi para tamu hotel. Dengan mengusung tema “ Toegoe Koelinerkoe 2” Hotel Santika menampilkan kembali kesuksesan

di acara Toegoe Koeliner Koe pertama yang pastinya dengan konsep berbeda dan didukung oleh berbagai seniman Jogja. Hiburan khas Jogja yang “nyeni “ banget dan menampilkan berbagai macam hiburan tradisional ini didukung oleh para seniman Jogja diantaranya : Musik Gejok Lesung, Kobate (Gamelan anak-anak), Tekbung (alat-alat gerabah yg di pukul), Angklung Malioboro dan Akustik Jogja. Acara yang digelar di halaman parkir depan hotel pada tanggal 8 Juli 2012 mulai pukul 07.00 – 10.00 wib ini di buat seunik mungkin. Para tamu yang datang tidak akan menemukan suasana acara makan pagi yang mewah, namun mereka akan disuguhkan berbagai macam jajanan dan akan duduk di bangku –bangku kayu yang disebut “lincak”. Kesemua sajian makanan tersebut akan ditampilkan di stall – stall yang berupa gubuk bamboo dengan penambahan dekorasi yang akan memunculkan pula ikon kota Jogja, seperti miniatur Tugu berbahan dasar kardus, Sepeda Kuno atau onthel, gerobak, tata layout lokasi yang dibuat menyerupai suasana jalan Malioboro dan memunculkan pula suasana pasar tumpah yang merupakan salah satu ciri dari kota Jogja. (Kir) Edisi Agustus 2012 . 19


Liputan

Cooking class

Ketua Ampta, Budi Hermawan

Gedung STP Ampta

Ketua AMPTA, Drs. Budi Hermawan, MM

Daya Saing SDM Pariwisata Kita Tidak Kalah Dengan Negara Lain

I

Lulusan-lulusan sekolah pariwisata banyak yang diminati perusahaan luar negeri. SDM Pariwisata kita terkenal karena etos kerjanya yang gigih dan punya kepribadian baik.

ndustri pariwisata Indonesia punya potensi besar bila dikembangkan dengan baik. Objek wisata alam, budaya, heritage dan kekayaan kuliner merupakan aset utama Indonesia yang tidak pernah habis untuk dijelajahi. Seperti diutarakan Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, Drs. Budi Hermawan, MM, secara umum produk pariwisata Indonesia itu memang sangat istimewa. Ambil contoh Yogyakarta, di kota ini kita bisa explore banyak tempat wisata mulai dari wisata alam, wisata heritage Hindu-Buddha sampai dengan wisata kuliner. “Dari wisatawan domestic saja, kunjugan mereka cukup bagus, apalagi ditambah dengan wisatawan manca,” ungkap Budi. Budi kemudian menjelaskan mengenai posisi strategis kota-kota besar di Indonesia sehubungan dengan pariwisata. “Saya kira Jogja sebagai salah satu kota besar di Indonesia memang vital peranan pariwisatanya. Event-event dan festival menarik di kota ini sangat padat jadwalnya. Sepertinya tidak putus-putus. Bayangkan saja bila ada satu rombongan keluarga mau singgah di Jogja dalam waktu semalam saja, sudah berapa banyak pelaku ekonomi yang bisa diuntungkan oleh hal ini. Pariwisata itu saling berkesinambungan dan selalu membawa multiplayer effect,” jelas Budi. Lebih lanjut Budi menuturkan, perlu adanya kerjasama antara berbagai pihak pelaku pariwisata. Baik itu pihak tour/ travel, hotel, guide maupun masyarakatnya sendiri. Saat ini 20 . Pesona Wisata Magz

ibaratnya ujung tombak pariwisata itu ada pada Guide. Guide lah yang akan berhubungan langsung dengan wisatawan. Bagaimana guide bercerita, seluas apa pengetahuan dia, kepribadian dia, itu akan langsung mengena di hati wisatawan. Guide itu bukan sekedar orang yang pandai bahasa asing. Bahasa itu hanyalah sarana menyampaikan pesan. Pesannya itu sendirilah yang juga harus matang dan cerdas. “Di AMPTA kami belajar banyak pengetahuan soal pariwisata. Selain ilmu pengetahuan yang didapat saat kuliah, sebenarnya ada hal yang lebih penting yang diajarkan di sini, yakni kepribadian. Bagaimanakah kepribadian seorang SDM Pariwisata yang baik, itulah yang dibentuk sedari masuk di kampus ini. Para siswa harus belajar etika melayani, keramahan dan sikap peduli. Para siswa juga diajarkan cara berbusana yang baik. Banyak bidang kerja bisa diraih dari sekolah ini, menjadi guide yang baik, bekerja di restoran, bekerja di hotel atau melancong ke luar negeri di kapal pesiar,” tambah Budi. Bagi Budi, peran sekolah pariwisata sebenarnya ada pada penyediaan SDM pariwisata yang matang. Saat ini, pertumbuhan hotel dan berbagai bisnis di bidang periwisata di kota-kota besar tengah tumbuh besar. Kondisi ini sebenarnya juga dipicu oleh berbagai hal seperti fasilitas kereta api yang semakin baik, harga tiket pesawat yang terjangkau serta berbagai dukungan promosi pariwisata


Liputan

Testimony alumni Ampta Nama: Denmas Lulut S.St. Par  Company: Ros Inn Hotel Yogyakarta, bintang 4 Posisi: FBM ( Food & Beverage Manager ) Saya alumnus AMPTA Yogyakarta angkatan th 2004, saya bangga serta senang jadi alumnus AMPTA karena saya bisa jadi sampai sekarang ini karena ilmu saat kuliah, program serta ilmunya sangat bagus dan bermanfaat serta didukung oleh sarana dan prasarana yang cukup komplit tak lupa suasana lagi adalah yang bikin nyaman, dosen pengajarnya sangat suport mahasiswa ,.kampus yang nyaman sehingga saya bisa belajar sangat maksimal semua kegiatan kampus sangat banyak sehingga mudah berkreasi sesuai dengan jurusan masing masing , kenyataan banyak temen2 saya satu angkatan yang pada kerja dim hotel bintang 4 dan 5 baik di jogja maupun di luar jogja serta banyak pula temen2 saya kerja di kapal pesiar karena kuliah di AMPTA juga. Pokoknya tidak nyesel dech kuliah di AMPTA, bahkan hampir semua temen2 alumnus sekarang  jadi manager serta GM di beberapa hotel, bravo AMPTA !!

gratis lewat situs jejaring sosial. Oleh karenanya, bukan tidak mungkin industry pariwisata akan tumbuh semakin besar lagi di tahun-tahun mendatang. Maka dari itulah, peran SDM pariwisata yang professional sangat dibutuhkan untuk mengisi sektor ini. Ke depan, Budi menambahkan, AMPTA akan mendorong para siswanya untuk lebih mendalami dunia pariwisata secara mandiri. “Kami ada ekstrakurikuler yang mendatangkan Chef dari Indonesia Chef Association yang berinteraksi secara langsung dengan para siswa. Untuk pelajaran travel, kami juga dipandu oleh dosen dan guide professional secara intensif. Banyak alumni AMPTA yang telah bekerja di luar negeri juga. “Sekarang Filipina juga mulai melirik SDM Pariwisata kita, profesionalitas kita mulai terdengar di dunia internasional, “tambah Budi. Yang jelas setelah usianya yang ke-25 tahun ini, AMPTA akan lebih memantapkan karakter kepribadian SDM Pariwisata Indonesia dengan motto ‘Terampil Berwawasan Ilmu. Membangun Pariwisata.”

Foto: Dok, Pri Text: Berty

Nama : Bayu Cahyo Kusumo Company: Holland American Line, MS. Rotterdam Jabatan : Laundry Supervisor Saya angkatan 2001, sempat meninggalkan bangku kuliah karena berkerja, tapi support dari para dosen untuk tidak putus melanjutkan kuliah, dan akhirnya selesai juga studi saya di AMPTA.  Saya sangat terkesan dengan pola pendidikan di AMPTA yang mengembangkan kreatifitas mahasiswa.  Perhatian terhadap mahasiswa untuk menyelesaikan studi dari para dosen patut diandalkan,sehinga saya  dapat mengembangkan karir seperti sekarang.  Yang paling bahagia saat ini saya bisa  bekerja sambil keliling dunia dan membantu keluarga.  Sistem pembelajaran di AMPTA yang aplikatif,  membantu dalam bekerja dan berhubungan dengan orang asing,  Viva AMPTA !!! Edisi Agustus 2012 . 21


Liputan

Wisata Waduk Jatiluhur

Nikmati Panorama Alam Di Bendungan Serbaguna Bendungan Ir. H Juanda, atau yang biasa dikenal dengan nama Waduk Jatiluhur, selain berfungsi sebagai fasilitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA), ternyata menyimpan pesona keindahan alam yang begitu indah. Hamparan ribuan kubik air serta panorama perbukitan yang mengelilinginya, menjadi daya tarik Waduk ini lebih dari sekedar pembangkit listrik.

W

aduk Jatiluhur berjarak kurang lebih sekitar 100km arah tenggara dari kota Jakarta, yang dapat ditempuh melalui jalan tol Jakarta-Cikampek dan jalan tol Cipularang (ruas tol Cikampek-Jatiluhur). Atau sekitar 60km arah Barat Daya kota Bandung yang dapat dicapai melalui jalan tol Cipularang (ruas Bandung-Jatiluhur). Sedangkan dari kota Purwakarta sendiri, Waduk Raksasa ini berjarak 9km arah barat.

22 . Pesona Wisata Magz

Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 1957, dan diresmikan oleh Presiden kedua RI, Jenderal Suharto pada 26 Agustus 1967 dengan nama Bendungan Ir. Juanda. Nama itu diberikan sebagai penghargaan sekaligus untuk mengenang jasa Ir. Juanda dalam memperjuangkan pembangunan bendungan tersebut. Sesuai fungsi awalnya, fasilitas PLTA yang memiliki sistem limpasan air terbesar di dunia ini dibangun untuk membendung aliran air dari sungai Citarum di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Membentuk waduk dengan genangan seluas 83km² dan keliling waduk 150km. Air yang dibendung kemudian di gunakan untuk menggerakkan 6 buah turbin yang menghasilkan daya listrik terpasang sebesar 187.5 Mw dengan produksi energi listrik rata-rata 1.000 kuta kw per tahun. Tak hanya itu, bendungan ini juga digunakan sebagai pengendali banjir di Kabupaten Bekasi dan Karawang, pemasok air untuk rumah tangga serta industri, dan pasok air untuk budidaya ikan air payau


Liputan

Tempat untuk menyewa perahu jika ingin mengelilingi bendungan menggunakan perahu bermotor

yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II. Namun seiring waktu, banyak warga setempat yang mulai memanfaatkan area sekitar waduk sebagai tempat rekreasi mereka di akhir pekan. Hamparan air waduk yang tenang dan pemandangan perbukitan yang mengelilingi waduk menjadi daya tarik tersendiri. Hingga akhirnya, waduk Jatiluhur menjadi terkenal ke seluruh wilayah lebih dari sekedar bendungan dan fasilitas PLTA, tetapi juga sebagai destinasi wisata alternatif di kota Purwakarta. Di area objek wisata ini, wisatawan tak hanya dapat menikmati panorama jutaan kubik air dengan perbukitan dari atas tanggul bendungan, tetapi juga dapat mngelilingi area bendungan dengan menggunakan jasa penyewaan perahu. Harganya sewanya sekitar Rp. 65.000 per perahu dengan kapasitas 8-10 orang untuk satu kali keliling. Sangat cocok bagi wisatawan yang datang bersama keluarga atau kerabat. Dari atas perahu yang mengelilingi danau waduk, wisatawan dapat melihat dari dekat tambak-tambak terapung tempat membudidayakan ikan air payau.

Selain menikmati luasnya danau waduk dengan perahu, wisatawan juga dapat menyusuri pinggiran danau dengan menyewa kano. Atau jika berkunjung bersama keluarga, bisa juga menaiki monorail yang akan mengantar wisatawan keliling area waduk melalui jalur darat. Di area ini juga terdapat fasilitas hiburan yang mengandung unsur edukasi, yaitu terdapat ruang pemutaran film dokumentasi tentang sejarah pembangunan waduk. Lokasinya berada di pintu masuk area waduk dekat dengan area parkir kendaraan. Biasanya di musim liburan sekolah, banyak rombongan dari sekolah-sekolah setempat maupun dari luar kota Purwakarta yang mengunjungi tempat ini. Karena selain dapat menikmati pemandangan alam yang indah, para siswa juga dapat menggali banyak ilmu tentang sejarah bendungan. Selain itu, bagi wisatawan yang menyukai wahana permainan air, disini juga menyediakan fasilitas bernama Jatiluhur Waterworld, yaitu kolam renang dengan wahana permainan air. Lokasinya berada tepat di depan taman bermain di tepi waduk.

Pangkalan kano, tempat para atlet kano berlatih

Bendungan Ir. H Juanda dengan latar belakang area perbukitan yang mengelilinginya

Edisi Agustus 2012 . 23


Liputan

Pemandangan dari atas tanggul waduk

Hutan di sekitar area bendungan yang masih asri

Namun, jika budget terbatas, bersantai di tepi waduk yang rindang dengan menggelar tikar bersama keluarga atau kerabat tak kalah mengasyikan. Wisatawan dapat menikmati hembusan angin yang sejuk sambil memesan makanan yang dijajakan di sepanjang tepi waduk. Atau jika memang memiliki hobi memancing, tak ada salahnya untuk membawa peralatan memancing dan mencoba sensasi strike dari ikan-ikan di waduk ini. Bagi wisatawan yang datang dengan menempuh perjalanan jauh, tak perlu khawatir untuk mencari tempat peristirahatan, karena di area wisata ini terdapat beberapa penginapan dengan kisararan harga antara Rp. 217.000 hingga Rp. 800.000 per malam. Yah, tak hanya dapat dinikmati di siang hari, tetapi keindahan waduk ini pun dapat dinikmati di malam hari. Suasana tenang dan kerlip lampu dari deretan tambak terapung, dapat menjadikan liburan di area waduk ini lebih berkesan. Foto & text: Aditya/berbagai sumber

24 . Pesona Wisata Magz

Gerbang masuk menuju area bendungan

Jatiluhur water world


Pesona Kuliner

Sate Sapi Lapangan Karang Kotagede, Pentingnya Menjaga Kualitas dan Rasa Masakan

B

anyak ragam kuliner yang bisa ditemui di berbagai wilayah di Yogyakarta, seperti Gudeg, Tiwul, Bakpia dan lainnya. Setiap daerah memiliki kuliner khas masing-masing. Begitu juga dari Kotagede, salah satu bagian Yogyakarta yang banyak menyisakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Mataram. Kotagede memiliki menu kuliner yang khas, yaitu Sate Sapi Lapangan Karang. Tidak seperti makanan sate pada umumnya yang terbuat dari daging ayam maupun kambing, menu kuliner kali ini menggunakan bahan utama daging sapi, lebih tepatnya bagian Has Dalam. Sate sapi disajikan dengan disirami bumbu kacang dan irisan bawang merah segar. Hal lain yang membuat menu ini menjadi lebih unik, sate sapi ini disajikan bersama dengan lontong sayur dengan potongan tempe. Uniknya, lontong sayur ini hampir seperti opor, namun tidak menggunakan santan yang banyak sehingga tidak menjadikannya kental. Usaha yang mulai dirintis sejak tahun 1950 ini, kini telah memasuki generasi ketiga. Awalnya dimulai dengan berjualan sate keliling. Kemudian sekitar akhir tahun 70-an mulailah menempati salah satu sudut Lapangan Karang Kotagede. Karena pada saat itu merupakan satu-satunya pedagang sate yang terbuat dari sapi, mulailah masyarakat mengenalnya dengan nama Sate Sapi Lapangan Karang. Tidak ada yang istimewa bila melihat bentuk warung ini secara fisik. Warung tersebut terdiri dari dua buah gerobak dan tenda terpal serta tidak dilengkapi tempat duduk. Para pelanggan hanya disediakan tikar sebagai alas duduk mereka (lesehan). Namun setiap harinya selalu saja banyak pelanggan yang datang dari berbagai penjuru daerah.

“Mungkin karena kami selalu menjaga kualitas makanan.” Kata Tri Wahyuono (28), pemilik Sate Sapi Karang saat ini. Ia mengatakan bahwa dengan menjaga kualitas, berarti juga berbuat baik terhadap sesama. Kulaitas yang dimaksud Tri Wahyuono, meliputi pemilihan bahan baku daging. Daging sapi yang digunakan sebagai sate adalah bagian Has dalam. Selain itu juga pemilihan bumbu-bumbu yang digunakan selalu segar. “Saya selalu tegas bila membahas masalah kualitas.” Tambahnya. Menurut Tri Wahyuono, menjaga kualitas dan kepuasan pelanggan tidaklah mudah. “Beberapa kali pernah ada yang komplain kalau dagingnya tidak empuk, lalu pasti saya ganti.” Sambungnya. Dengan kualitas dan rasa yang selalu dijaga ini, tidak heran pengunjung yang datang tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa. Beberapa artis ibukota bahkan sampai pejabat daerah sudah cukup sering mengunjungi warung ini. Bahkan ada beberapa yang melakukan pemesanan khusus terhadap menu ini, seperti beberapa bulan lalu, seorang ibu yang ngidam menu sate sapi karang ini, padahal ia berdomisili di Balikpapan, Kalimantan Timur. “Akhirnya kami sepakat untuk membuatkan sistem packing khusus, sehingga bila dikirim tetap terjaga kualitas dan rasanya.” Ujar Tri Wahyuono. Karena, hanya dengan menjaga kualitas setiap usaha akan menjadi langgeng dan dipercaya oleh pelanggan. Sehingga tidak heran bila usaha yang telah dirintis oleh Mbah Karyo sejak tahun 50-an sampai kini tetap bertahan dan tetap digemari lintas generasi baik dari pelanggan maupun pemiliknya. Foto & Teks : Indra Jati

Edisi Agustus 2012 . 25


Liputan

mbuka JFW 2012

Fashion Show JFW

Jogja Fashion Week “DharmaSukma” 2012

Semarak Kegiatan Fashion dan Pariwisata Jogja

T

idak hanya terkenal sebagai kota pariwisata, Jogja juga ingin mengukuhkan dirinya sebagai kota barometer fashion nasional. Jogja adalah pintu fashion Indonesia. Ajang “Jogja Fashion Week 2012 DharmaSukma” yang digelar pada 4-8 Juli 2012 lalu nampaknya kian menjadi perhatian publik. Bertempat di Jogja Expo Center, event yang digelar oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi DIY bekerjasama dengan Aira Mitra Media Organizer ini disambut meriah oleh berbagai kalangan yang terkait dengan dunia fashion. “Pameran ini (Jogja Fashion Week 2012) berbarengan dengan Indonesia Craft & Tourism Expo 2012 yang diharapkan mampu menampilkan produk-produk fashion berkualitas dan kreatif dalam menghadapi era ACFTA (Asian China Free Trade Agreement) dan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015,” jelas Riyadi Ida Bagus Salyo Subali selaku Kepala DInas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DIY. 26 . Pesona Wisata Magz

“Event ini merupakan pameran berskala nasional yang penting untuk memperluas jaringan bisnis dan pemasaran sehingga produk unggulan daerah akan terus berkembang dan memiliki daya saing baik di dalam maupun luar negeri,” tambah Riyadi. Sementara itu, H. Nurhadi selaku Direktur Utama Aira Mitra Media Organizer menjelaskan, event seperti ini akan mendorong peningkatan mutu produk daerah dan daya saing produk sesuai permintaan pasar. Event ini juga dapat

Jajaran Desainer Fashion JFW


Liputan

Para peserta lomba make up fantasi

ikut meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah. Nurhadi juga berterima kasih kepada dukungan Kementrian Perdagangan, Kementrian Perindustrian, Kementrian Koperasi &UKM, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta berbagai asosiasi yang terkait dalam event ini. Ke depan, Nurhadi berharap Jogja Fashion Week akan menjadi event yang semakin semarak. Selain menjadi ajang pameran produk, Jogja Fashion Week kali ini juga dipenuhi dengan berbagai kegiatan sehubungan dengan dunia fashion. Jadwal kegiatan tersebut antara lain, peragaan busana Youth Designers & Distro, Peragaan Busana 3 hari berturut-turut, Seminar Tampil Fashionable dan Lomba Make-Up. Khusus untuk event Lomba Make-Up Jogja Fashion Week ini, dewan juri yang dipilih adalah pihak yang secara professional terkait dalam bidang fashion. Dewan Juri yang dipilih adalah Ir. KRAy. Setianingsih Moerwengdiyah

Anglingkusumo Spd, M.Eng selaku ahli kecantikan dan praktisi fashion, Lia Mustafa, SE selaku Ketua BPD Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia dan Pemimpin Redaksi Pesona Wisata Magazine Tubagus Aria B Irawan selaku penggiat pariwisata Yogyakarta dan perwakilan media pariwisata. Kemeriahan acara Jogja Fashion Week ini juga ditambah dengan kegiatan Fashion on the Street Carnival yang dilaksanakan di sepanjang jalan Malioboro. Masyarakat diijinkan untuk mengikuti karnaval ini secara gratis dan juga foto bersama para model. Peragaan busana Jogja Fashion Week juga diikuti oleh perancang-perancang fashion ternama seperti Tomy Triwahyudi, Gege Dejong Menfashion Bali, Andre&Arissa D’Lind Soul dan Djongko Rahardjo. Maju terus dunia fashion dan pariwisata Yogyakarta! Foto & text: Berty

Edisi Agustus 2012 . 27


Liputan

Di Museum Puro Pakualaman

KPH. Anglingkusumo

Sedikit Bicara Namun Perbanyak Karya

Putra dari KGPAA Paku Alam VIII yang dalam kesehariannya sangat sederhana dan ramah tersebut memiliki banyak sifat keteladanan yang patut di contoh, statusnya sebagai anak dari raja Pakualaman yang membuatnya bergelar bangsawan tidak lantas membuatnya hidup berleha-leha, berbagai prestasi dan karya baik yang berskala nasional maupun Internasional tercatat pernah dibuatnya. 28 . Pesona Wisata Magz

Dirumah dengan senapan kaliber 22 dan berbagai medali yang pernah diraih

KPH. Anglingkusumo dengan latar belakang puluhan medali baik emas maupun perak dari olahraga menembak dan panahan


Liputan

Acara jamasan pusaka bersama ayahanda PA VII

B

Selain panahan dan menembak, KPH. Angklingkusumo juga menggemari olahraga bersepeda

eragam penghargaan, medali emas dan serifikat yang dimiliki oleh Anglingkusumo menjadi bukti bagaimana ia mengisi hidupnya dengan berbagai prestasi, dalam dunia olahraga ia merupakan salah satu dari 5 atlet tim Panahan Nasional yang mewakili kontingen Indonesia pada Kejuaran Dunia di Swedia tahun 1965. Ia juga pernah menjadi pelatih Olahraga Panahan di IKIP thun 1983 – 1984, dan dipercaya sebagai Penasehat Perpani (Persatuan Pemanah Indonesia DIY. Selain Panahan Anglingkusumo juga menekuni Olahraga Menembak, ia memperoleh penghargaan 20 medali emas, perak dan perunggu dari cabang olahraga Panahan dan menembak baik di tingkat Daerah maupun tingkat Nasional, olahraga sepeda yang kini ditekuninya justru setelah beliau menginjak usia 50 tahun. “Bersepeda bukan hanya sekedan pengisi waktu di kala libur, melainkan lebih dari itu, olahraga ini menjadi pembakar lemak yang efektif � ujarnya ketika di temui di kediamannya. Edisi Agustus 2012 . 29


Liputan Statusnya sebagai putra dari Raja Pakualaman ke VIII yang ketika itu ayahnya juga pernah menjabat sebagai Gubernur DIY, pastilah mudah baginya untuk menjadi PNS. namun insting bisnis dan jiwa entrepreneurnyalah yang membuat ia lebih memilih berwiraswasta sebagai agen Pertamina serta pemborong bangunan dan jasa konstruksi. Untuk menyalurkan jiwa seninya, Anglingkusumo sejak muda aktif sebagai profesional dunia fotografi, hampir 20 tahun lamanya sampai dengan tahun 1994, ia dipercaya sebagai Ketua Himpunan Seni Foto Amatir (HISFA) Yogyakarta, dan sampai sekarang masih duduk sebagai penasehat. Kecintaannya terhadap peninggalan budaya leluhur diujudkan dengan ketekunannya mengelola Museum Pura Pakualaman. Selain bidang olahraga, Anglingkusumo juga menjadi penggagas di bidang pendidikan yang langsung dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak, di tahun 1979 ia mendirikan Yayasan Notokusumo yang bergerak di bidang pendidikan tinggi Keperawatan dan Administrasi Negara, Anglingkusumo juga merupakan salah seorang pendiri Rumah Sakit Ludira Husada Tama Yogyakarta. Beragam prestasi dan karya yang telah dibuat oleh Anglingkusumo menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat terhadap seorang keturunan langsung alm. Paku Alam VIII yang memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan, seni dan budaya. Di dalam keluarga, Anglingkusumo adalah suami sekaligus ayah yang berhasil mendidik 3 orang putrinya sekaligus menempatkan istrinya di era persamaan hak gender seperti saat ini, istrinya Ir. KRAy. Murwengdyah Anglingkusumo SPd, M.Eng. yang berpendidikan modern itu tetap dapat menempatkan diri selaku istri yang tut wuri. Bahkan, Bu Angling juga sangat concern terhadap pengembangan seni dan budaya di dalam dinasti Pakualaman serta aktif di aksi kegiatan sosial di berbagai tempat. Foto: Dok, Pri Text: Tb.Aria

Bersama raja-raja se-Nusantara dalam rangka penobatan raja Klungkung Bali

KPH. Anglingkusumo dan Istri dalam sebuah acara

KPH. Anglingkusumo bersama Istri dan ketiga putrinya

Dewi Dhoya, Putri ke-2 KPH. Anglingkusumo bersama suami dan anak-anaknya

30 . Pesona Wisata Magz

FIta, putri bungsu KPH. Anglingkusumo bersama suami


Gallery Promo

Marhaban Ya Ramadhan..........

Mari sucikan

Selamat menunaikan ibadah p Ucapan ini dipersembahkan oleh:

Jl. Pasirkaliki 61 Bandung, Kota - Jawa Barat, Indonesia Phone: 022-6031133 www.jelitaparahyanganbandung.com

Jl. ColomboYogyakarta 55281 Phone: 0274-553078 - Fax: 0274-553089 Email: unyhotel@yahoo.com - web: unyhotel.com

JL. CANTEL 3A BACIRO PH: +62274.547207 SMS +62817782737 E: info@delanatours.com www.delanatours.com

Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa Jl. Laksda Adisucipto km 8,7 Yogyakarta 55282 Phone: 0274 - 488588 www.tamansariroyalharitagespa.com

Jl Nusa Indah ll Condong Catur Depok Sleman, Yogyakarta Phone : 0274 – 889742 - 081 3922 71370 Pin BB : 21DEC5CA Website : www.lovina.co.id

Jl.Parangtritis Km.5 Pelem Sewu No.364 Jogja 55188 Phone : 0274-370013

Ds. Sukolegok Sukodono (dekat perumahanTaman Pondok Jati) Sepanjang - Sidoarjo Telp: +62317879123 www.lesehanlegokasri.com

Jl. Gandul Raya no.96 rt 03/rw03 Gandul Depok – Jawa Barat www.restoeco.com

Jl. Wates Km. 5,7 Yogyakarta Phone : 0274 – 4530220 Email : paradiseresto@yahoo.com

Jl. Penestanan, Sayan, Ubud Bali, Indonesia Telp : +62 361 972 616 www.themansionbali.com

Jl. Museum Kretek No.10 Getas Pejaten Jati Kudus Telp: (0291) 33 22 666

La Codefin Ground Floor unit G 36 , Jl. Kemang Raya No. 8 Kemang Jakarta Selatan Telp: 021-7183423

Central Park Mall Lantai 1 113A Jl. Letnan Jenderal S. Parman Kav 28 Jakarta Barat, 11470 Phone: 0215698558

32 . Pesona Wisata Magz


n hati dan diri

uasa bulan Ramadhan 1433 H puasa

Jl. Laksda Adisucipto km.10 / Anggrek 137 D Sambilegi Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta Telp: (0274) 4332481 www.university-hoteljogja.com

Jl. Mayjend Soetoyo 62 Yogya Telp: 0274 - 371975 www.poseinhotel.com Gowongan Inn Hotel Jl. Gowongan Kidul No. 50 Yogyakarta Phone : 0274 – 541999 Website : www.gowonganinn.com

Jl. Imam Bonjol No. 188 Semarang - Centeral Java Phone : 024 – 3554111 Website : www.dafamhotels.com

Jl. Kaliurang No.44, Km. 5,5 Yogyakarta, Indonesia 55284 Phone : +62 274 563048 – 564082 Fax : +62 274 580 199 SMS Reservation: 087860608800 Web : www.cakrakembang-hotel.com

Jl. Dagen 85 Malioboro Yogyakarta Phone : +62 274 580 789 / Fax: +62 274 580 199 www.hoteljentradagen.com

Jl. Sisingamangaraja 74 Prawirotaman Yogyakarta Phone : 0274 - 383738 Email : hipyogya@hotelindahpalace.com Website: www.hotelindahpalace.com

Jl. Prawirotaman No. 28 Phone : 0274 – 380010 Email : indahpalace@yahoo.com

Jl. Dagen No. 64 Yogyakarta Phone : 0274 – 518117

Jl.Parangtritis Km. 9,5 Gabusan Bantul – Yogyakarta Phone : 0274-6463088 www.grandpuriwaterpark.com

Jl. Raya Wonosoba Parakan km 17, Wonosobo Central Java Indonesia Telp: 02863322023 / 081328119888 diengkledungpass@yahoo.com

Restoran Spesial Singkong Jl. Nologaten 288 Yogyakarta (barat Amplaz) Tlp: (0274) 485327

Jl. Malioboro No. 18 Yogyakarta Phone : 0274 - 560260 Website : www.mutiarajogja.com

Jl. Raya Merapi Golf, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Jogjakarta Phone : 0274- 898180 – 081902842999 - 082136144777 Website : www.cangkringan.com

Edisi Agustus 2012 . 33


Menu Andalan BAHAN UTAMA: Iga Sapi : 1 Kg BUMBU: Brambang : 50 Gr Kunyit : 25 Gr Sereh : 25 Gr Jahe : 20 Gr Lengkuas : 10 Gr Kencur : 10 Gr Cabe Rawit Merah : 15 Gr Salam : 2 Gr Trasi : 10 Gr Ketumbar : 20 Gr Kemiri : 25 Gr Garam, Merica : 10 Gr Moto : 5 Gr Keterangan: Semua bumbu di blender kasar

Menu Andalan Chef Kustantini - Inna Garuda Hotel

Iga Sapi Mataram

Cara Masak: Panaskan minyak kemudian masukkan semua bumbu yang sudah di blender, tumis hingga keluar aroma kemudian masukkan air, iga sapi masak hingga empuk, angkat dan siap untuk di bakar.

Menu Andalan Chef Sartono - The Grand Palace Hotel

The Grand Special Soup (Oxtail Soup) Ingredients: - 500 g Oxtail sesuai ruasnya - 1 ltr air/secukupnya - 3 pcs wortel, dipotong bulat - 3 pcs kentang, dipotong kotak - 1 pcs daun bawang, dipotong kecil - 1 pcs seledri, dipotong kecil

- 1/2 sdt paprika - Salt & Sugar secukupnya - Oil Bumbu Halus untuk Ungkep Buntut : - 3 siung bawang putih - 6 siung bawang merah - 4 butir kemiri - 1 sdt ketumbar Seasoning : - Garam secukupnya - 4 Garlics (Bawang Putih), halus - Gula merah secukupnya, untuk kan penyedap - 2 red onions (Bawang Merah), - 2 lembar daun salam haluskan - 2 lembar daun jeruk - 3 cm Ginger (Jahe), memarkan - 1 ruas lengkuas - 1 cm pala, memarkan - 1 batang serai Cara Membuat The GRAND Special Soup: 1. Rebus buntut sampai agak empuk, buang kaldu kentalnya, rebus satu kali lagi sampai mendidih. 2. Ambil kaldunya, sisihkan buat kuah sop. 3. Ambil daging buntutnya, tambah air secukupnya. 4. Ungkep daging oxtail dengan bumbu yang sudah dihaluskan, tunggu sampai empuk dan bumbu meresap, sisihkan. 5. Kemudian daging Oxtail dicampur dengan telur agar dapat merekat pada Tepung Panir, lalu di goreng. 6. Cara Membuat Kuah Sop: Tumis bumbu halus sop sampai harum, tambahkan bumbu lain seperti jahe, pala, merica,garam, dll Tambahkan 1 liter air, didihkan. 7. Jika bumbu sudah meresap, saring, didihkan kembali air rebusan sop. 8. Tambahkan wortel, kentang, masak sampai sayuran matang. 9. Tambahkan daun bawang dan daun seledri serta bawang goreng, jika suka bisa tambahkan tomat yang diiris juga. 10. Terakhir, goreng buntut yang sudah diungkep sebentar saja, hanya untuk mengkaramelkan bumbu. Jadi buntutnya tetap empuk. 11. Sajikan Soup dengan steam rice/ nasi hangat, sambal rawit dan jeruk nipis.

34 . Pesona Wisata Magz



Pesona Wisata Magazine Edisi 09