Page 1

pesona The Inflight Magazine of

nusantara

Januari - Februari 2018

Aubade Serenade

Ende

Kampung Tutubhada Rumah Bambu Alfonsa Horeng


CONTENTS & CONTRIBUTORS

POINT OF VIEW

14

Alfonsa Horeng “Tenun untuk Keseimbangan”

06

FOTO FOLIO

Aubade Serenade Ende RUMAH KITA

40

Rumah Bambu

32 24

KAMPUNG TRADISIONAL CONTRIBUTORS

Saga Bermadah di

Tububhada

KATERINA S Perempuan yang gemar jalan-jalan ini membagikan kisah seruhnya bertualang di Lampung Timur. Baginya bertemu dan berinteraksi dengan gajah secara langsung adalah pengalaman sangat istimewa. Tulisan Katerina sudah sering dipublikasikan di majalah ini. Cek blognya travelerien.com

pesona The Inflight Magazine of

nusantara

4

| pesona nusantara

MELVIANUS L. DJAMI Akrab disapa Ama Dj. Lelaki berdarah Sabu, namun lahir dan tumbuh di Pulau Sumba. Gemar mencandu hal baru, suka berpetualang, mencintai fotografi, penikmat film, pengagum sastra dan social worker. Tulisannya edisi ini tentang Sorgum. Karya lainnya bisa dibaca di blog: amadj.blogspot. co.id

JELAJAH

Lipur hati di Lampung Timur

JAMES RADAR Fotografer fashion yang berdomisili di Kupang, NTT. James piawai memotret indoor maupun outdoor fashion serta model. Ia pecinta kamera Sony Alpha. Simak karyakaryanya yang indah di kolom ‘Gaya’. Cek juga jepretannya di Instagram @ james. radar.

merupakan inflight magazine resmi TransNusa Aviation. Selain majalah ini, tidak perkenankan majalah manapun untuk hadir di dalam kantong kursi atau kabin pesawat TransNusa Aviation. Untuk kerjasama peliputan wisata daerah dan pemasangan iklan, silahkan hubungi E-mail kami: idm_advertising@yahoo.com atau melalui kontak mobilephone: +62 817808777. Terima Kasih.


GREETINGS

publisher

PT Indonesia Dinamika Media (IDM)

editor in chief Valentino Luis

supporting writer Mikhael J. Leo

graphic designer Zainuri Zein +62 813 1683 1759

marketing & bussines development director Bella Liem +62 817808777

advertising manager Irma Irawati +6281807761955

promotion & circulation Yessy +6281317481688

international managing director Susanto

finance & administration Mohammad Arsad

Pelanggan TransNusa yang budiman, Kini kita sudah memasuki tahun 2018, sebuah tahun baru yang akan kita isi dengan bermacam hal. Sekiranya semua kita memandang tahun ini dengan optimis juga pikiran-pikiran positif untuk merealisasikan impian juga harapan yang belum terkabul. Bagi TransNusa, tahun 2018 adalah babak lanjutan dari karya pelayanan kami dalam bidang penerbangan. Sebuah terobosan penting kami lakukan di akhir tahun lalu, yakni membuka rute penerbangan ke luar Indonesia. Kami mengaktifkan mobilisasi jalur udara antara Indonesia dengan Timor Leste, dalam hal ini khususnya antara Kupang – Dili yang sempat mati suri selama 17 tahun. Untuk mewujudkan hal ini, TransNusa menjalin kerjasama dengan Air Timor, perusahaan penerbangan Timor Leste. Penerbangan perdana telah dilakukan pada tanggal 15 Desember 2017 lalu Kupang-Dili PP. Kerjasama ini kami harapkan dapat kian mempererat hubungan warga antar dua negara, juga memperkokoh kerjasama ekonomi dan diplomatik Indonesia, teristimewa kawasan timur, dengan Timor Leste. Selain itu, kami pun berencana menambah penerbangan ke kota-kota yang baru, seperti Rote, Labuan Bajo, dan lainnya dalam kawasan Nusa Tenggara Timur. Juga membuka kemungkinan untuk menyediakan penerbangan langsung dari kotakota besar Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya menuju Kupang. Dengan begitu semakin banyak pelanggan TransNusa yang terhubungkan serta dimudahkan dalam transportasi. Peremajaan armada tetap menjadi agenda kami, demi meningkatkan kenyamanan dan keamaan penerbangan. Selamat menikmati penerbangan, stay safe !

JUVENILE JODJANA

CEO TranNusa

PT INDONESIA DINAMIKA MEDIA Duta Indah Square 3 No G19. Teluk Gong - Jakarta Utara Phone : (+62-21) 66678461

Editorial E-mail:pesona.nusantaramag@gmail.com Redaksi menerima kisah perjalanan dan foto-foto perjalanan atau bernuansa travelling mengenai destinasi-destinasi wisata menarik di Indonesia. Kirimkan melalui alamat e-maik di atas, dengan subyek e-mail sesuai kolom yang diinginkan. Artikel dan foto-foto melewati seleksi sebelum dimuat.

Baca dan download gratis Majalah Pesona Nusantara di ISSUU.COM https://issuu.com/pesonanusantaramagazine

januari - februari 2017 |

5


FOTO FOLIO

Oleh VALENTINO LUIS

6

| pesona nusantara


Fajar merekah di telaga triwarna Kelimutu

januari - februari 2018 |

7


FOTO FOLIO

S

iapa sangka, Antonio Pigafetta, penjelajah yang mengitari dunia dengan kapal layar bersama Ferdinand Magellan selama tahun 1519 hingga 1521, pernah singgah di Ende dalam perjalanan pulang dari Philipina ke Tanjung Harapan (Afrika). Ia mencatat nama Ende terang-terangan dalam jurnalnya. Kendati mitos serta legenda masih simpang siur mengenai asal muasal nama Ende, namun daerah ini toh telah tercantum dalam catatan-catatan petualangan bangsa Eropa sejak awal abad XVI. Bisa jadi hanya Ende satu-satunya daerah di Nusa Tenggara Timur yang baik kabupaten maupun ibukotanya memakai nama yang sama. Ini sedikit menguntungkan dalam perkara pengidentifikasian sebuah wilayah, sebab banyak daerah lebih dikenal nama ibukotanya ketimbang nama kabupatennya. Dengan area 2.046,6 km2, sebagaimana kabupaten lainnya di Flores, Ende juga mencakup pesisir utara dan selatan. Topografinya bergunung-gunung, sehingga jalur transportasi yang menyusup di lereng bukit dimonopoli oleh ratusan tikungan yang pendek terapit jurang. Kondisi alam sedemikian inilah yang menerbitkan sejumlah kemolekan alam unik. Sebut saja Danau Kelimutu dengan tiga warna nan kesohor, tebingtebing yang menjatuhkan air terjun yang basah sepanjang tahun, liukan teras persawahan, juga pantai-pantai berkharakter. Di pagi hari aubade semesta membumbung sersama kabut, lalu senja ditutup dengan serenade warna warni kaki langit. Kotanya yang rawit tidak bisa disepelehkan dalam pembabakan sejarah Bumi Pertiwi, semenjak Soekarno, Presiden Pertama Indonesia, melabuhkan diri sebagai orang buangan namun malah menemukan Pancasila di sini. Atas faktafakta inilah kita patut bersyukur pada hikmat ‘Ende Sare’.

8

| pesona nusantara


Berswafoto bersama di Pantai

januari - februari 2018 |

9


FOTO FOLIO

Menjelang terbenam matahari di bukit Nduaria

10

Kampung tradisional Saga yang berada di lereng bukit

| pesona nusantara


Pulau Ende ditilik dari lereng Gunung Iya

Jalan yang membelah hutan menuju ke Detukeli

januari - februari 2018 |

11


FOTO FOLIO

Soekarno diabadikan dalam wujud patung di Taman Bung Karno

Bebatuan hijau biru di Pantai Penggajawa

BEHIND THE SCENES VALENTINO LUIS Pemimpin Redaksi/ Editor in Chief (@valentinoluis.indonesia) Ende sekarang lumayan komplit, butuh apa saja tersedia. Pilihan penginapan mulai variatif dan kafe-kafe nyaman untuk bersantap pun bermunculan. Mobilisasi ke berbagai arah tidak masalah. Jika menyukai pegunungan, cukup ikuti rute jalan utama arah ke Maumere bakal menghantar pada tebaran pemandangan segar sungai, persawahan Detusoko, hingga Kelimutu. Bila gemar pantai, susuri saja pesisir selatan, dari timur hingga barat menuju perbatasan Nagekeo yang umumnya berhiaskan tebing bebatuan. Ritual adat biasanya dihelat setelah musim penghujan. Salah satunya yakni ‘Pati Ka Ata Mata’ di bulan Agustus. Saya selalu menyukai pendakian ke Gunung Iya (600 mdpl), sangat menawan berdiri di tepi kaldera, menerawang lautan ke Pulau Ende, dan menyaksikan terbenam matahari dari ketinggiannya.

12

| pesona nusantara

KUPANG – ENDE Setiap Hari, Direct flight Berangkat Jam 06.40 & 14.20 Tiba Jam 07.30 & 15.10 ENDE – KUPANG Setiap Hari, Direct flight Berangkat Jam 07.50, 08.20, 15.30 Tiba Jam 08.40, 09.10, 16.20


POINT OF VIEW

Alfonsa Horeng “TENUN UNTUK KESEIMBANGAN HIDUP�

Namanya telah lekat dengan tenun, membawanya ke berbagai negara dan menghantarnya ke podium-podium internasional. Tapi bukan soal itu yang membuat perempuan tangguh ini memilih setia pada tenun. Apa kegundahan peraih berbagai award ini? Teks & Foto VALENTINO LUIS

14

| pesona nusantara


Sejak kapan memutuskan sepenuhnya bergelut dalam pelestarian (preservation) dan memperkenalkan (promotion) tenun ikat Flores? Sejak kecil sebenarnya sudah terbiasa menggunakan tenun dan diingatkan untuk melestarikan tenun. Tetapi keseriusan bergelut dalam pelestarian tenun, dengan membangun rumah tenun secara khusus dan swadaya dalam kelompok penenun ‘Lepo Lorun’ dimulai sejak tahun 2002. Pada awalnya bukan soal menghasilkan lembaran kain tenun yang jadi fokus kami, melainkan soal pewarnaan alam (natural dye) yang digunakan untuk kain tenunlah yang memantik inspirasi dan ide. Saya mengajak 13 orang ibu di sekitar rumah untuk mencoba mengerjakan kembali warisan pewarna alam yang kian punah, semakin tidak digunakan lagi oleh generasi saat tahun 2000-an. Ternyata dari penelusuran kami dan uji coba bersama nenek-nenek yang sudah berpengalaman memproduksi pewarna alam, kami dapatkan aneka warna alam dari bahan tumbuhan. Hasilnya diikutsertakan dalam berbagai pameran berskala international, yang kemudian jadi pemacuh semangat untuk lebih luas mengenalkan tenun dan melestarikannya. Kelompok-kelompok baru pun berkembang. Apa yang unik dari tenun ikat Flores, sehingga patut dilestarikan dan diperlakukan istimewa? Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata! Hanya hati dan batin yang “sayang” akan tenun ikat yang mampu merasakannya. Nilai di balik tiap motif tenun maupun proses pembuatan tenun ikat merupakan suatu misteri; ia membawa identitas masing-masing suku, karena tiap tenunan menunjukkan asal tempat beserta pengalaman manusia di masanya dan ajaran-ajaran filosofi yang hendak diwariskan seorang perempuan kepada generasi setelahnya. Sekarang tenun ikat telah dikenal banyak orang, dijadikan bagian dari fashion masa kini, namun kemudian muncul sisi negatifnya, yakni penduplikasian atau pemalsuan tenun - bukan lagi ditenun tapi dicetak dengan mesin. Apa tanggapan Anda? Ini hal dilematis; terlalu mengekspos keindahan motif dan segala detail tentang tenun kita akhirnya banyak mengundang decak kagum serta minat. Nah, dari sinilah para penjiplak yang tidak mengerti nilai sakralnya kain tenun NTT sebagai media adat istiadat; sehingga mereka menganggap enteng cara proses tenun ini dengan produksi cetak motif print atau alat mesin. Sangat disayangkan, tenun kita jadi turun derajadnya (prestige) karena sudah dijadikan mass production hanya untuk alasan ekonomi dan alasan finansial lainnya yang serba instan. Padahal proses menenun tradisional melampaui

kepentingan itu. Proses tenun tradisional mempunyai skill art dan muatan ilmu pengetahuan, merupakan suatu “therapy uji nyali” karena tingkat kesulitanya tinggi. Menenun itu adalah proses menciptakan sebuah karya seni, mengabadikan masterpiece leluhur. Hal yang biasa kami alami adalah saat adanya ketertarikan untuk belajar tenun dari negara modern, orang asing datang belajar mendalami ilmu tenun karena ingin mencapai “balance of life,” keseimbangan hidup. Pemahaman proses tenun untuk memberi ‘balance of life’ ini yang dilupakan para penjiplak dan pembeli tenun cetakan.

Sejauh mana upaya perlindungan dari lembaga pemerhati budaya maupun pemerintah lokal terhadap tenun ikat daerah Flores dan NTT terkait dengan duplikasi tenun? Sepertinya ada pembiaran berjalannya duplikasi atau repro motif tenun yang dilakukan di wilayah luar NTT, yang mirisnya malah dibeli lagi sebagai pakaian oleh segelintir orang NTT sendiri. Kami telah susah payah berkorelasi dengan program IG (Indikasi Geografis) dari pemerintah pusat untuk mengeluarkan sertifikat IG, namun setelah proses adanya sertifikat pun sama saja diam seperti semula, walau contohnya tenun Kabupaten Sikka sudah masuk nominasi penerima IG tenun pertama di negara ini namun tak ada lagi follow up dalam rencana aksi lebih jauh, karena selain IG, tenun NTT pun perlu didaftarkan dalam Hak Cipta Komunal. Selain duplikasi, apa tantangan lain yang dihadapi oleh tenun NTT? Minat menenun kian rendah. Hanya kaum perempuan dewasa dan kaum manula yang sudah masuk dalam kelompok pelestari tenun (misalnya sanggar tenun) di desadesa, atau hanya terdapat pada perempuan penenun yang karena ibunya atau neneknya masih memberi pengaruh besar. Minim ada perempuan daerah yang merasa ‘terpanggil’ dari dalam dirinya sendiri. Apa impian atau cita-cita Anda, khususnya untuk Lepo Lorun, dalam kaitannya dengan pelestarian tenun? Harapan saya tidak terlampau tinggi untuk dapatkan “durian runtuh” seperti punya gallery, atau Weaving school, atau museum tenun yang lengkap. Cukuplah semoga kami bisa swadaya lagi untuk adanya rumah tenun bersama yang permanen dan tidak bocor, atau tidak kena banjir saat hujan. Juga muncul generasi penerus yang sungguh-sungguh peduli. Semoga Tuhan memberi kami usia panjang untuk bisa terus bertahan, lewat komitmen dan ketulusan hati terhadap tenun. Indenpendensi menjadikan kita tidak bersandar pada belas kasih, kita tak bisa harap jaminan sustainable support dari pemerintah lokal, kita harus berjuang.

ALFONSA HORENG Tinggal di Nita, Maumere. Alumni Universitas Widaya Mandala Surabaya, Jurusan teknologi pangan & gizi. Menerima berbagai award, termasuk Meexa Award 2016, Australia Leadership Award 2008, Kartini Award 2011, SheCan Tupperware Award 2010, Indonesia Digital Women Award 2013.

MUSISI FAVORIT Ivan Nestorman. Musiknya merepresentasikan khazana musik Flores dalam nuansa etnik kental yang dikemas menjadi ‘world music’ sehingga bisa didengarkan semua kalangan dan melampaui batasan generasi.

KOLEKSI TENUNAN Selain tenun NTT, suka juga mengoleksi tenunan Amerika Latin, karena teknik pembuatannya mirip dengan teknik tenun NTT apalagi motif-motif geometriknya yang menawan. Terasa ada ‘bond’ atau keterkaitan.

HOMESTAY TENUN Seringnya peminat asing ingin tinggal untuk belajar tenun, maka disediakan Homestay yang relate pada tenun dan kehidupan a la kampung. Bisa belajar proses menenun dari level paling dasar juga budaya lokal (Facebook: Lepo Lorun Homestay).

januari mei - februari - juni 2017 2018 |

15


TETIRAH

DESA DI BALI VILLAS

Kesempurnaan Bali

Teks Valentino Luis / Foto Desa Di Bali Villas

Desa Di Bali Villas adalah pelengkap liburan yang nyata di Bali. Dibangun sejak 2014, layanan akomodasi ini adalah pilihan cerdas bagi yang mendambah suasana private a la rumah pribadi. Dari sini, akses mudah ke semua sarana penting di seputaran Kerobokan yang aktif. Dengan lokasinya yang strategis, Desa Di Bali Villas juga menawarkan akses mudah ke destinasi wisata idaman. Desa Di Bali Villas mengupayakan segalah hal agar tamu merasa nyaman saat tinggal, dengan menyediakan pelayanan dan fasilitas yang terbaik. Sejumlah pilihan fasilitas kelas atas seperti WiFi gratis di semua kamar, TV flatscreen, AC, satpam 24 jam, layanan kebersihan harian, private pool, spa, layanan pengiriman bahan makanan pun dapat dinikmati. Ada juga ruang makan dan dapur yang dilengkapi dengan oven. Microwave, lemari es, dan kompor juga disediakan, serta ketel. Setiap unit memiliki kamar mandi pribadi dengan bathtub. Terdapat pilihan 1-bedroom villa, 3-bedroom villa, dan 1-bed room villa khusus honeymooners. Suasana hangat dan menyenangkan baik eksterior maupun interior dengan perabot modern dikombinasikan ciri tropis khas Bali. Apapun tujuan kunjungan Anda, Desa Di Bali Villas adalah pilihan istimewa dan sempurna untuk menginap selama di Bali.

RESERVASI & INFO: Email: mujieryanti@gmail.com www.desadibali.com

16

| pesona nusantara


BUDI SUN RESORT

Ketenangan Maumere

Teks & Foto Valentino Luis / Budi Sun Resort

Wisata di Maumere tengah menggeliat dengan dinamika yang baik. Kota di bagian timur Flores ini memang telah lama menorehkan namanya dalam daftar destinasi sejak berdekadedekade silam, meski sempat tertimpah bencana namun perlahan pemulihan telah mengembalikan nama baiknya. Terbukti akhir tahun 2017 lalu, Maumere terpilih sebagai ‘Destinasi Wisata Bawah Laut Terfavorit di Indonesia’ dalam ajang Pesona Indonesia Awards oleh Kementerian Pariwisata Indonesia. Kota ini memang lekat dengan wisata bawah laut, dan keberadaaan sejumlah akomodasi yang memfasilitasi hal ini sangat dibutuhkan. Budi Sun Resort adalah salah satu akomodasi yang mengusung konsep Dive Resort yang mana wisata bawah laut adalah faktor penting. Resort ini punya fasilitas untuk kegiatan diving. Berlokasi di Wairita, arah menuju Larantuka, sekitar 20 menit dari airport Frans Seda, Budi Sun Resort beratmosfer keluarga dan bergaya tropis dambaan mereka yang menginginkan ketenangan tanpa hiruk pikuk atau ribut gaduh. Bangunan berbahan alami, dari anyaman bambu dan alang-alang bergaya bungalow dengan kamar tidur yang luas, legah, dan terang. Budi Sun Resort juga punya restoran santai dengan hidanganhidangan berkualitas untuk menu Asia maupun Eropa (khususnya masakan Jerman). Akses ke pantai langsung, tetamu bisa bersantai dalam kesyaduan teluk Maumere. RESERVASI & INFO: Email: info@budi-sun-resort.com www.budi-sun-resort.com

januari - februari 2018 |

17


TAFAKUR

Dari Narsis ke Politis

Kaum Muda dan Menjadi Politis Melalui Media Sosial

K

Teks oleh ELVAN DE PORRES

eberadaan media sosial selalu punya pengaruh luar biasa bagi pembentukan informasi atau pun persepsipersepsi yang berkiblat umum. Sebarannya luas dan tentu saja menjangkau banyak orang. Segala hal tertangkupkan di dalamnya. Ia menjadi ruang perjumpaan maya tempat orang bisa eksis dan unjuk diri. Sekadar pamer pamor, membikin rumor, atau bisa juga jadi tukang tebar teror. Sebab, media sosial dalam dirinya sendiri selalu bergerak tanpa saringan. Juga mengalir tak kenal kendali dan barangkali menjadi pemberi identitas bagi seorang individu. Kaum muda, terutama generasi milenial, tak luput dari itu. Pelbagai asumsi, racauan, juga riset menunjukkan bahwa generasi muda sekarang sungguh tak bisa lepas dari persetubuhannya dengan media sosial itu sendiri. Ragam aplikasi disasar, fitur-fitur terbaru pun diganyang. Tentu, kegandrungan itu pada satu sisi merupakan hal yang baik. Kaum muda menjadi semakin melek teknologi dan informasi guna pengembangan dirinya ke depan. Namun, pada lain sisi, laporan majalah Time pada 2013, menyebutkan generasi muda sebagai sosok pemalas yang hanya menggantungkan diri terhadap teknologi, bisa menjadi pukulan telak. Juga jadi payung refleksi kritis untuk bercenung diri. Sebab, kontributor Time Joel Stein, turut menyatakan bahwa jiwa narsis kaum muda usia 20-an tiga kali lipat lebih tinggi daripada mereka yang berusia 65 tahun. Untuk konteks Indonesia, hal tersebut semakin diperkuat

18

| pesona nusantara

dengan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama dengan Puskakom Universitas Indonesia yang menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia pada 2014 menembus angka 88, 1 juta. Dan, dari total jumlah tersebut, 49% di antaranya dikuasai generasi milenial. Sajian data semacam itu barangkali menjadi tantangan tersendiri bagi kaum muda. Sebab, kebutuhan aktualisasi sebagai bagian pencarian jati diri merupakan hal tak tersangkalkan. Lantas fenomena narsisisme di media sosial rupanya telah menjadi hal yang lumrah. Facebook, twitter, instagram, dan varian jenis social chat apps menjadi panggung empuk orang menonjolkan dirinya. Anak-anak muda berlomba-lomba dalam gegas untuk bisa meng-update foto terbaru, membikin status alay guna mendapat perhatian, dan tak jarang ada yang ingin tampil kekinian dengan menyebarkan tautan berita abal-abal yang barangkali mereka sendiri tak paham substansinya. Pada gatranya, realitas tersebut tak hendak menggiring kita untuk larut dalam pesuk pesimisme. Sebab, menjadi muda adalah menjadi berbeda. Yang artinya harus mampu memanfaatkan potensi diri dan sumber daya pendukung sekitar kehidupan untuk kebermaknaan hidup. Melewati masa muda tanpa adanya kesadaran untuk jadi bermakna tentu memalukan. Apalagi dalam konteks ini hanya sekadar mengukuhkan label sebagai figur narsis, apatis, dan egois.


Ada banyak hal untuk menunjukkan kebermaknaan diri seorang muda. Terutama dalam memanfaatkan marwah media sosial yang beresensi pada kebaikan bersama dan bukannya kebencian bersama. Di sinilah, titik perubahan paradigmanya terletak. Barangkali tesis ini terlalu ekstrem untuk mengelaborasi konsep peduli itu sendiri. Bahwasanya kaum muda bisa tampil sebagai sosok yang solider di media sosial. Namun, jika asumsinya adalah kaum muda itu generasi penerus bangsa, rujukannya mungkin lebih jelas. Tentang menjadi orang muda yang punya kesadaran terhadap sengkarut semrawutnya masalah bangsa. Tentang menjadi orang muda yang punya perhatian terhadap isu-isu bangsa. Lalu, tatkala media sosial tampil sebagai tameng pendomplengnya, ajakan untuk keluar dari selaput narsis ke politis merupakan kepatutan dan kepantasan. Dalam konteks ini, kepedulian itu terarah pada realitas politik itu sendiri. Oleh sebab itu, menjadi politis di media sosial janganlah dipikirkan terlalu ruwet. Politik in se itu baik adanya, sebab ia berkaitan dengan kehidupan negara. Filsuf Aristoteles menyebutnya sebagai sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Makanya, sekali lagi, menjadi politis adalah soal menjadi warga negara yang berkesadaran dan peduli. Dalam konteks ini, peduli terhadap sebuah bidang kehidupan penting yang semakin hari semakin mendapat tamparan apatis karena memang sering menampilkan aktor-aktor bacinnya. Kaum muda sebagai calon pemangku masa depan bangsa punya peranan mempurifikasikan kembali makna politik tersebut. Jangan sampai mereka justru ikut tergiring arus dalam kepercayaan yang rendah itu. Dan, karena konteks tulisan ini menaruh kredit poin pada media sosial, pemanfaatannya pun menjadi tugas yang tak bisa dibantah. Misalnya, bagaimana tanggapan kawan muda terhadap adanya praktik korupsi seorang anggota DPR. Kawan muda bisa menunjukkan ekspresinya lewat status di media sosial. Berpendapat atau membagikan tautan informasi soal realitas miris tersebut atau bisa juga menuliskan opininya di media lalu disebarkan secara daring. Biar pemikiran semua orang turut dibuahi sehingga menimbulkan langgam kepedulian kolektif. Selanjutnya, lebih dalam lagi, media sosial bisa dijadikan sarana pengawasan dan kritik bersama terhadap pelbagai kebijakan publik. Tentang ini, kawan muda dituntut untuk bisa selalu update dengan perkembangan situasi politik bangsa.

Di dalamnya, ada semacam pantauan terhadap masalahmasalah yang muncul baik yang klise maupun yang baru. Kawan muda lebih duc in altum untuk tak hanya berpendapat tetapi juga menunjukkan keberpihakan. Apabila ada kebijakan publik yang tak sesuai harapan, hanya menguntungkan pihak tertentu, atau pun bertendensi pada manipulasi, kaum muda bisa melontarkan kritik lewat media sosial. Melalui media sosial, kawan muda juga bisa menjadi tukang kawal dalam hajatan politik, semisal Pemilu atau Pilkada. Tak hanya mengawal saat jalannya kegiatan tetapi juga mengawal sejak awal, sejak momen kampanye, terhadap mereka yang bertarung dalam percaturan politik itu. Dengan demikian, konfrontasi langsung bisa dirasakan. Media sosial memampukan banyak orang ikut terlibat untuk berdiskusi atau sekadar bertukar informasi. Ini merupakan bentuk partisipasi politik yang menimbulkan daya komunal. Bisa saja awasan, kritikan, dan kawalan itu langsung mendapat respons dari figur atau institusi yang disasar. Ruang diskusi pun menjadi terbuka tanpa tedeng aling-aling. Begitulah eksplanasi sederhana tentang menjadi politis di media sosial. Bahwasanya menjadi politis di sini lebih mengacu pada sikap sehat dan cerdas sebagai warga negara demi kebaikan bersama. Media sosial, sebagai salah satu bentuk ruang publik, hendaknya dimanfaatkan untuk kesadaran politis tersebut. Ia bisa menjadi sarana partisipasi politik kaum muda dalam pelbagai diskursus yang telah dijelaskan di atas. Di hadapan kita, media sosial selalu siap sedia menanti untuk dipergunakan. Sudah barang tentu melewati masa muda hanya dengan narsis saja itu sia-sia namanya. Bukan berarti narsis itu jelek atau membawa lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Kawan muda semestinya juga politis. Mari menjadi muda dan berbeda dengan penuh makna. Dari narsis ke politis. Bila perlu jadi politis dengan cara yang narsis. Asal tidak ngawur, asal tidak bikin baper.

ELVAN DE PORRES, penulis muda lahir di Maumere, Flores. Artikel ini merupakan penggalan dari artikel yang diterbitkannya dalam buku kumpulan esai “Menggaris dari Pinggir�. Esai-esai lainnya hadir di media daring Nasional (Indoprogress, Jakartabeat, Voxpop, dll). Studi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero – Flores, dan bergiat di Komunitas Sastra KAHE Maumere.

januari - februari 2018 |

19


TAKLIMAT BOOK GENTAYANGAN Penulis : Intan Paramaditha Penerbit : Gramedia Pustaka Dikenal dengan kumpulan cerita pendek ‘Sihir Perempuan,’ penulis Intan Paramaditha kembali menghadirkan karya baru. Kali ini berupa sebuah novel berjudul ‘Gentayangan’. Novel ‘Gentayangan’ dengan tagline ‘Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu’ itu menceritakan tentang sepatu merah terkutuk yang akan membawa pembaca ke sebuah kota tikus, New York, perbatasan Tijuana, atau sebuah masjid di Jakarta. Dengan taksi atau kereta api yang tidak akan berhenti, mati atau hidup (atau bosan). Forever gentayangan (berkeliaran, menghantui, berada di antaranya), menemui imigran yang mencari rumah, rute, dan pintu darurat. Karya terbaru Intan rilis di ajang Ubud Writers and Readers (UWRF) Festival pada 26 Oktober lalu. Sebelumnya, kumpulan cerita ‘Sihir Perempuan’ masuk nominasi pendek Khatulistiwa Literary Award atau dikenal dengan Kusala Sastra Khatulistiwa di tahun 2005.

MUSIC FROM THEN ON

CAMERA

Artist : DJ Paul van Dyk Track List : I am alive, Inhale, dll

Type : Holo360 Feature : 360-degree 4K video.

Trance DJ sekaligus produser Paul van Dyk telah merilis album ke 8, sebuah LP 14 lagu yang fantastis berjudul ‘From Then On’. Album ini merupakan rekaman trance klasik dari salah satu seniman musik dance yang paling dicintai dan paling eksis berkarya. ‘From Then On’ dibuat dalam bulan-bulan setelah sebuah kecelakaan mengerikan di mana van Dyk jatuh melalui panggung yang kurang aman dirancang dalam festival headlining di Eropa pada awal 2016. Setelah berbulan-bulan penyembuhan, di mana van Dyk tidak yakin apakah dia melewatinya. Setelah bisa berjalan lagi dan menempah diri, van Dyk kembali ke studio dan mulai menggabungkan ide awal yang pada akhirnya berevolusi menjadi album. ‘From Then On’ adalah kumpulan lagu-lagu bermakna yang dirancang untuk membangkitkan kembali rasa nostalgia pada masa-masa kejayaan music trance di akhir tahun 90an dan pergantian milenium.

20

| pesona nusantara

ACER CAMERA

Acer yang selama ini mengurusi laptop, kini merambah ke kamera. Holo360, demikian produk Acer, keliatan lahir dengan tampilan sangat sederhana, Namun jangan dianggap remeh, sebab di balik tampangnya yang biasa itu terdapat kamera bertenaga Android yang akan menangani pengambilan gambar, pengeditan, dan berbagi video dengan ukuran 360 derajat kualitas 4K. Navigasi ditangani oleh layar sentuh 3 inci, di mana Anda dapat dengan nyaman mengedit 6,9 K stills atau razor sharp Ultra HD footage, yang kemudian dapat langsung diunggah ke media sosial atau tujuan online pilihan melalui koneksi 4G built-in. Tidak perlu transfer PC faffy disini. Selain itu, Holo360 memungkinkan Anda mengekspor karya mini Anda ke headset VR untuk pengalaman menonton yang paling mendalam. Keunggulan serta kejuatan yang benar-benar datang dalam sebuah paket kecil, bukan?


MOVIE DADDY’S HOME 2 Aktor : Mel Gibson, Mark Wahlberg Sutradara: Sean Anders Setelah sukses dengan Daddy’s Home dua tahun lalu, kembali sekuens kedua film besutan sutradara Sean Anders ini hadir lagi dengan cerita yang tambah konyol serta menyebalkan. Ayah dan ayah tiri, Dusty (Mark Wahlberg) dan Brad (Will Ferrell) telah bergabung untuk memberikan anak-anak mereka Natal yang sempurna. Kemitraan mereka yang baru ditemukan tersebut diuji saat teman masa sekolah Dusty, ayah yang macho (Mel Gibson) dan kakek Brad yang sangat sayang dan emosional (John Lithgow) tiba tepat pada waktunya dan membuang rencana liburan menawan itu menjadi kekacauan yang gila. Film berdurasi 100 menit ini direlease tanggal 10 November tahun ini. Mulai produksi awal 2017 dengan mengambil lokasi di Massachusetts, Amerika. Selain Mel Gibson, Mark Wahlberg, dan Will Ferrel, Daddy’s Home 2 juga karakternya diperkuat oleh Linda Cardellini dan John Cena.

OFFICE

MICROSOFT KEYBOARD Type : Sculpt Ergonomic Keyboard Feature : Optimum Typing Position Jika Anda merasa sakit di pergelangan tangan dan tangan Anda akibat terlalu banyak mengetik, mungkin sudah waktunya untuk berinvestasi di keyboard ergonomis. Sculpt Ergonomic Desktop adalah temuan yang hebat dari hasil beberapa dekade penelitian Microsoft untuk membangun perangkat yang memungkinkan Anda menyelesaikan pekerjaan tanpa terlalu merugikan kesehatan Anda. Keyboard Ergonomic Sculpt menggunakan desain yang dikenal dengan julukan “manta ray”, dengan garis tengah terbelah dan kurva melengkung ke bawah di setiap sisinya. Produk ini mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. Disebut-sebut oleh sejumlah pakar bahwa keyboard model ini menjaga tangan Anda “pada sudut alami” dan pergelangan tangan Anda akan terasa nyaman berkat “sisa pergelangan tangan yang mewah”, sementara ada pula mengatakan bahwa “mudah untuk menemukan posisi mengetik yang optimal” yang memungkinkan Anda mengetik dengan cepat dan nyaman.

KITCHEN BOSCH DISHWASHER Type : 300 Series SHEM63W55N Feature: RackMatic System Jika Anda mencari mesin cuci piring kelas wahid saat ini, Bosch 300 Series tidak akan mengecewakan. Berdasarkan evaluasi ekstensif dari berbagai penakar mesin cuci piring, Bosch adalah salah satu merek pencuci piring yang paling andal. Tak heran bila namanya bercokol di urutan teratas perihal mesin cuci piring. Bosch SHEM63W55N dirancang dengan baik, luas, hemat energi, dan memberi banyak siklus. Jika Anda memiliki keluarga besar atau sering kedatangan tamu, Anda akan menghargai rak ketiga mesin ini yang berbentuk V nan nyaman, yang menawarkan kapasitas hingga 30% lebih banyak daripada mesin pencuci piring lainnya. Rak tengahnya juga dilengkapi dengan ketinggian yang praktis - menyesuaikan “Sistem RackMatic”, yang dengan cepat menyesuaikan tiga ukuran berbeda dalam satu langkah mudah (Anda bahkan dapat menyesuaikannya saat semuanya sudah terisi!). Hal ini menawarkan kemungkinan sampai sembilan posisi rak, yang berarti Anda dapat memberi ruang untuk hampir piring serta perlengkapan dapur yang kotor.

januari - februari 2018 |

21


NEWS AROUND

FESTIVAL BAU NYALE 2018 akan dipusatkan

di pantai Seger, Lombok Tengah, pada tanggal 6 s/d 7 Maret 2018. Bau Nyale adalah sebuah tradisi menangkap nyale atau cacing laut yang banyak dilakukan oleh penduduk Lombok yang berdomisili di bagian selatan, khususnya penganut Wetu Telu namun seiring dengan berkembangnya Kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat, Tradisi ini menjadi salah satu IKon kepariwisataan yang mampu menarik banyak minat wisatawan baik wisatawan di sekitar Pantai Kuta dan Seger pada saat musim hujan. Nyale-nyale selalu muncul dua hingga tiga malam, tepatnya saat sebelum fajar menyingsing. Mulai dari tanggal 1 sampai dengan 5 Februari sebelum hari pelaksanaan Festival Bau Nyale, akan di tampilkan beberapa atraksi dan kesenian tradisional seperti Peresean, Festival Cilokaq, dan kesenian-kesenian lainnya.

APAC PREDATOR LEAGUE 2018 telah memasuki

babak final. Setelah melalui babak penyisihan di delapan negara, kedelapan tim terbaik dari masing-masing negara hari ini akan melanjutkan perjuangannya untuk menjadi juara APAC Predator League 2018 dan membawa pulang hadiah utama dan Predator Shield Trophy, setelah bertahan di babak penyisihan di negara masing-masing. Babak penyisihan APAC Predator League 2018 telah dimulai sejak Oktober 2017 lalu dan menerima antusiasme yang tinggi dari para gamer yang dibuktikan dengan tingginya jumlah peserta yang berpartisipasi di kedelapan negara peserta yang mencapai sekitar 1.197 tim eSport. Rangkaian kompetisi ini pun turut mengukuhkan komitmen Acer dalam mendukung perkembangan dunia gaming di kawasan Asia Pasifik. “Kita telah memasuki babak akhir dalam kompetisi bergengsi APAC Predator League 2018. Melalui kompetisi ini, kami ingin mengukuhkan komitmen utama kami dalam memimpin industri gaming dan menciptakan ekosistem game yang kuat di kawasan Asia Pasifik,� ujar Andrew Hou, Presiden Acer Pan Asia Pasifik.

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN menyerahkan

Penghargaan Industri Hijau Tahun 2017 kepada 124 industriyang meliputi 87 perusahaan memperoleh level 5 dan sebanyak 37 perusahaan memperoleh penghargaan level 4. Upaya ini sebagai bentuk apresiasi serta motivasi pemerintah kepada manufaktur dalam negeri yang telah menerapkan prinsip-prinsip industri hijau dalam proses produksinya. Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau tahun 2017 merupakan pelaksanaan yang kedelapan kalinya oleh Kemenperin.Para pesertanya dari berbagai sektor, antara lain industri gula, herbisida dan pestisida,

22

| pesona nusantara

otomotif, semen,baja, tekstil, pakaian jadi, crumb rubber, makanan dan minuman, pulp dan kertas, keramik, oleokimia,petrokimia, pupuk, crude palm oil (CPO), alas kaki, elektronika, penyamakan kulit, resin dan deterjen. Sampai dengan tahun 2016, telah ditetapkan 64 objek perusahaan industri dan 15 objek kawasan industri yang telah ditetapkan sebagai Sertifikat Objek Vital Nasional Sektor Industri (OVNI) sesuai Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 541 Tahun 2015. Sedangkan untuk tahun 2017, ditetapkan delapan perusahaan industri dan empat kawasan industri sebagai OVNI.


PT. PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) / IPC

Menunjukkan keseriusan dalam mendukung program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dimana pelayanan dan sistem di pelabuhan harus dimodernisasi sesuai dengan standar internasional dengan dilaksanakannya Penandatanganan Perjanjian Induk antara Anak Perusahaan IPC yaitu PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) dengan Anak Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT Prima Indonesia Logistik tentang Persiapan Rencana Pendirian Perusahaan Patungan / Joint Venture Company Dalam Rangka Pengembangan, Pengelolaan dan Pengoperasian Pelabuhan Batu Ampar, Batam. PT IPC TPK merupakan anak usaha IPC yang bergerak dalam kegiatan pengelolaan terminal, fasilitas, dan jasa pelabuhan lainnya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan bongkar muat barang dan petikemas. Sedangkan PT Prima Indonesia Logistik selain mengelola depo petikemas dan logistik juga telah mengembangkan usahanya dalam pengoperasian alat-alat.

TELKOMSEL menggelar Telkomsel VAGANZA

di 9 kota besar di Indonesia, yang merupakan pameran penjualan perangkat bundling 4G berkualitas yang disertai berbagai penawaran istimewa. Kegiatan ini merupakan upaya Telkomsel dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang berbasis Device, Network, dan Application (DNA), yaitu dengan menghadirkan berbagai produk device bundling 4G terjangkau, jaringan berteknologi 4G LTE terkini, serta beragam layanan digital terkini. Dalam pameran yang merupakan bagian dari rangkaian program Telkomsel Siaga 2017 ini, Telkomsel mengadakan program ‘Special Smartphone Trade-in’, dimana pelanggan dapat melakukan penukaran perangkat seluler dari brand apapun yang dimiliknya dengan smartphone berkualitas. Tak hanya itu, tersedia pula penawaran istimewa berupa cashback hingga Rp 2,5 juta bagi pelanggan yang melakukan pembelian gadget selama pameran berlangsung.

GRAB, layanan transportasi on-demand dan pembayaran mobile terdepan di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan kehadiran resminya di 49 stasiun kereta api di Jabodetabek melalui kemitraan strategisnya dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Setelah meresmikan titik penjemputan bertanda Inkoppol – Grab di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada bulan Oktober 2017, Grab semakin memperkuat komitmennya untuk menghadirkan layanan yang aman dan terjangkau bagi para komuter. Saat ini, commuter line telah menjadi pilihan utama transportasi umum bagi mayoritas komuter yang melakukan perjalanan sehari-hari dari/ke Jabodetabek. Kerja sama ini dilaksanakan karena kesamaan misi antara Grab dan PT KAI sebagai penyedia transportasi, yakni membangun ekosistem transportasi yang lebih baik seraya memberikan nilai tambah dalam hal keamanan dan kenyamanan penumpang.

januari - februari 2018 |

23


KAMPUNG TRADISIONAL

Saga Bermadah di

Tutubhada

MENYINGKAP HIKAYAT YANG SELAMA INI TAK TERDENGAR DARI SEBUAH KAMPUNG TRADISIONAL DI NAGEKEO, TEMPAT SAGA DAN RITUAL WARISAN LELUHUR TERANGKAI DALAM SYAIR HINGGA PERTARUNGAN BERDARAH. Teks & Foto VALENTINO LUIS

24

| pesona nusantara


januari - februari 2018 |

25


KAMPUNG TRADISIONAL

B

icara tentang kampung tradisional yang ada di Flores, Nusa Tenggara Timur, orang langsung terarah pada dua kampung tradisional yang namanya sudah sangat popular, yaitu kampung Wae Rebo di Manggarai dan kampung Bena di Ngada. Padahal, sebagai pulau dengan beragam suku dan adat istiadat, Flores memiliki sejumlah kampung tradisional lain dengan keunikan tersendiri, baik secara arsitektural maupun budaya masyarakat adat yang berdiam disana. Salah satu kampung tradisonal yang amat elok namun belum begitu terkenal yakni kampung Tutubhada. Letaknya di Nagekeo, bagian tengah Flores, tepatnya di Kecamatan Aesesa Selatan, sekitar 20 km dari pusat kota Mbay, ibukota Nagekeo. Kampung ini berada di atas bukit yang juga di kelilingi oleh begitu banyak bukit savanna. Meski berada di atas perbukitan, perjalanan menggapai kampung Tutubhada sama sekali tidak membutuhkan energi atau tanpa harus melewati hutan. Kampung Tutubhada langsung bersisian dengan jalan

26

| pesona nusantara

beraspal. Hanya saja karena jalur jalan kesini minim terisi rumah maupun lalu lalang kendaraan, makanya suasana sepi serta lengang menjadi penghantar yang menghadirkan permenungan. Dalam kesenyapannya itu Tutubhada menyimpan selaksa kisah bahaduri leluhur, diam terpatri pada simbol-simbol yang sulit dijabarkan generasi kini dan sebagiannya terejawantahkan lewat ritual adat kaya makna. Kompleks kampung adat Tutubhada membentang dari utara ke selatan serta saling berhadaphadapan. Ada 16 rumah yang struktur bangunannya secara keseluruhan berbahan kayu, bambu, dan alang-alang. Hanya mengandalkan ikatan tali ijuk dan pasak kayu. Eksistensi kampung ini sudah melampaui abad demi abad. Penduduk yang berdiam disini adalah keturunan Suku Rendo yang dulunya terkenal pandai berburu dan bertarung. Untuk mengembangkan suku mereka, dibentuklah tujuh klan atau marga dan kemudian hidup tersebar. Jika terjadi peristiwa penting, ketujuh klan ini akan berkumpul bersama.

Secara literal, nama Tutubhada berarti Tembolok Kerbau. Padanan nama ini datang dari kata Tutu bermakna Tembolok serta Bhada yakni Kerbau. Dua gabungan kata ini dipercaya menjadi awal mula terbentuknya kampung. Konon, sebelum kampung dibangun, area ini berupa sebuah kubangan air dan acapkali didatangi kerbau purba yang tak hanya berukuran raksasa namun juga memiliki tembolok panjang menjuntai. Suatu masa, kemarau panjang terjadi, suku Rendo menemukan kubangan air ini tapi mereka harus berhadapan dengan kerbau tersebut. Pertarungan terjadi, kerbau pun berhasil dibinasakan. Mereka kemudian mendirikan tempat tinggal lalu menamakannya Tutubhada, sebagai pengingat asal muasal.

KEMAMPUAN BERTARUNG

penduduk Tutubhada erat kaitannya dengan sebuah tradisi lain di Nagekeo bernama Etu, yakni tinju tradisional. Etu biasa dipentaskan setiap tahun pada musim kemarau, atau pada masa senggang sesudah panen, dan dilakukan waktu bulan purnama. Tidak diketahui pasti sejak kapan


KETERANGAN FOTO HALAMAN AWAL: • Menjelang senja di Tutubhada KETERANGAN FOTO: • Deretan rumah-rumah di sisi barat kampung • Anak-anak muda Tutubhada • Dua orang dewasa siap menggelar upacara adat • Menari Iki Mea berpegangan tangan

tradisi Etu dimulai, namun ini merupakan ajang pembuktian kewibawaan dan harga diri para pria di Nagekeo, terlebih di wilayah utara. Barangkali, di jaman dahulu Etu berfungsi sebagai momen mencari ksatria dari berbagai kampung. Siapa yang juara mungkin diangkat sebagai pemimpin perang. Seperti tinju konvensional, Etu menerapkan pertarungan satu lawan satu (man to man). Bedanya, disini tanpa sarung tangan. Satu-satunya senjata yang dipakai para petarung adalah ’Kepo’ atau sebutan lainnya ‘Wholet’, yakni gelungan stratum pangkal kelapa sebesar stik tali skipping. Ada elemen-elemen yang terlibat dalam Etu. Misalnya wasit dalam pertarungan yang disebut ‘Seka’. Bisa dua hingga tiga Seka dibutuhkan. Mereka dibantu pengendali para petarung berjuluk ‘Sike’. Tugasnya mengendalikan para petarung agar tidak menyerang dan melukai lawan secara serampangan. Caranya kerja Sike cukup unik, yakni memegang ujung bagian belakang sarung yang dikenakan kedua petarung. Etu pun ternyata ada promotornya, bergelar ‘Pai Etu’, yang bertugas mencari dan menakar kekuatan kedua petarung. Pai Etu musti mampu menimbang lawan yang setara untuk masing-masing peserta. Para petarung secara sukarela berkontribusi. Dalam sekali perhelatan Etu, bisa belasan pasang calon petarung. Tidak ketinggalan harus ada tabib untuk mengobati luka. Tabib tersebut akan membacakan mantra serta memberi penyembukan dengan teknik tersendiri. Bila pertarungan dimulai, satu demi satu para petarung masuk ke arena Etu. Masing-masing dengan teknik serang dan hindarnya sendiri. Sering beberapa jurusjurus beladiri dipamerkan. Ketika salah satu petarung mendapat serangan telak di wajahnya hingga berdarah, maka situasi berubah kian panas. Meski alot dan terkesan brutal, ada pesan persaudaraan tersirat dari pertarungan ini. Saat pertarungan berakhir, kedua ksatria diwajibkan untuk berpelukan sebagai tanda perdamaian. Tidak ada dendam dalam Etu, dan semua bentuk pertarungan berakhir di dalam arena saja.

KEMURNIAN KAMPUNG INI amat

dijaga oleh warga. Kendati generasi mereka sekarang sudah mengenal modernisasi dan

januari - februari 2018 |

27


KAMPUNG TRADISIONAL

28

| pesona nusantara


KETERANGAN FOTO: • Pemandangan pagi dari Tutubhada ke arah utara

januari - februari 2018 |

29


KAMPUNG TRADISIONAL

30

| pesona nusantara


KETERANGAN FOTO: • Batu Kodok yang berada di pinggir jalan menuju kampung • Kuda yang merumput di sabana Aesesa berlatar Gunung Ebulobo • Tas anyaman khas Nagekeo • Tanduk kerbau yang digantung di langit-langit rumah • Pembelahan kelapa muda dalam ritual Tae Ae

disekolahkan hingga ke pulau seberang, ikatan tradisinya tak terputus. Tiap anak muda dipesan untuk tidak meninggalkan budaya. Salah satu ritual yang tetap dijalankan dan peruntukkan bagi anak muda adalah ritual potong gigi atau disebut Tae Ae. Suku Rendo melakukannnya secara khusus bagi remaja putri. Ini karena mereka menganut sistem perkawinan matrilineal, yang mana keturunan digariskan oleh pihak perempuan. Tae Ae identik dengan angkah 7: dilaksanakan setelah anak gadis berumur 17 tahun, ritual berlangsung selama tujuh malam, dan setiap digelar harus dimulai pada jam tujuh malam. Sebagian besar ritual dilakukan di dalam rumah. Sebelum

gigi dikikir pada malam ke-tujuh, sejumlah proses musti dijalani, termasuk Sobhi Nio atau Cungkil Kelapa. Gunananya untuk menerawang masa depan serta melihat apakah semua proses akan berjalan baik. Puncak Tae Ae yakni pembelahan kelapa di halaman rumah, disaksikan oleh semua kerabat. Begitu dinyatakan baik, bapak-bapak mulai mendendangkan Teke Se, lagu rakyat yang dinyanyikan secara berbalas-balasan. Di bawah temaram obor, alunan lagu ini terdengar demikian syahdu. Badan bisa merinding mendengar kumandang suara mereka menyatuh dengan kesenyapan malam di atas bukit. Saga-saga pun dimadahkan di Tutubhada.

Letak Tutubhada berada di tengah-tengah wilayah kabupaten Nagekeo, dengan akses yang mudah. Jika datang dari utara yakni dari kota Mbay, perjalanan akan menanjak. Sedangkan jika datang dari selatan yaitu dari jalan lintas Flores Ende-Bajawa cukuplah berbelok ke utara saat tiba di Boawae, jalan akan terus menurun dengan pemandangan sabana Aesesa serta Gunung Ebulobo yang gahar. Tanyakan saja kepada penduduk yang ditemui di sepanjang jalan, semua tahu letak kampung ini. Jika beruntung bisa nginap, pagi hari di bukit Tutubhada sangat indah dan warga punya kebiasaan menggotong kakeknenek yang sudah tua untuk menghangatkan tubuh terkena sinar pertama matahari. Sangat menyentuh. Saat memotret kumpulan bebatuan Megalith yang berbentuk lingkaran di halaman tengah kampung, janganlah dinaiki atau diinjak bebatuan tersebut sebab itu adalah altar yang disakralkan.

januari - februari 2018 |

31


JELAJAH

KETERANGAN FOTO: • Seekor gajah tua berdiri sendirian (Photo Josh Thomson)

32

| pesona nusantara


LAMPUNG TIMUR

Lipur Hati di

Lampung Timur

Bagi pecinta alam, wilayah ini laksana sebuah hadiah. Tak terhitung loka yang masih sangat natural. Bermesraan dengan gajah di habitatnya, menikmati senja romantis di padang sabana bersama kuda, menelusuri gelapnya gua, hingga bersantai di tengah hamparan hutan bakau di bawah langit cerah. Teks KATERINA

januari - februari 2018 |

33


JELAJAH

P

etualangan kami menjelajah Lampung Timur dimulai dari Camp ERU (Elephant Respon Unit) Margahayu. Camp ERU berjarak kurang lebih 3 kilometer dari Dusun Margahayu, Desa Labuhan Ratu Tujuh, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur. Jalur menuju camp berupa jalan kecil, kering, dan bergelombang. Dapat dicapai dengan kendaraan roda dua maupun jalan kaki. Sensasi bertualang akan lebih terasa jika berjalan kaki. Tapi, kami memilih bermotor karena sorenya akan berpindah tempat untuk mengejar sunset di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Sekitar 100 meter dari ujung Desa Margahayu kami melewati tanggul yang merupakan pembatas antara desa dengan kawasan hutan TNWK. Di sini, ada titik-titik tertentu yang menjadi lintasan gajah liar, lokasinya tak jauh dari rumah penduduk desa. Itu sebabnya tanggul juga berfungsi sebagai batas untuk menghalau gajah liar. Semakin jauh motor melaju memasuki kawasan TNWK, semakin memesona bentang alam yang tersaji. Way Penet dengan aliran airnya yang tenang, hutan alami, padang sabana dengan kerbau-kerbau yang sedang

34

| pesona nusantara

menikmati rumput, serta burung-burung yang bermain lalu terbang menjauh, menjadi suguhan memukau. Ditambah dua kali perjumpaan dengan empat ekor gajah, membuat saya tak tahan untuk tidak memekik girang. Sungguh sebuah pertunjukan harmoni alam yang menyihir mata. Sensasi menyenangkan ini membuat durasi perjalanan menuju Camp ERU terasa sangat singkat. Sesampainya di Camp ERU kami dibawa ke pusat informasi, tempat dimana semua hal yang berkaitan dengan kegiatan di Camp ERU bisa didapat di sini, baik berupa penjelasan lisan maupun melalui gambar pada poster-poster besar yang terpampang. Di samping pusat informasi terdapat bangunan bertingkat tempat istirahat para tim yang bertugas, sebuah mushola, dan tempat pemandian gajah.

ERU MERUPAKAN program dari Balai TNWK dalam upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia. Kegiatannya bertujuan untuk menangani gajah liar yang akan keluar dari kawasan TNWK ke lahan pertanian masyarakat yang berbatasan dengan TNWK, dan mengupayakan sedini mungkin agar gajah liar tidak sampai keluar kawasan.

Selain itu juga di Camp ERU kesehatan gajah jinak menjadi prioritas utama untuk diupayakan stabil dan populasinya diharapkan dapat meningkat. Program ERU dalam operasionalnya didukung oleh lembaga konservasi (NGO) Komunitas untuk Hutan Sumatera (KHS) melalui Perjanjian Kerjasama dengan TNWK. Kegiatan ERU dilaksanakan di tiga lokasi utama yaitu Camp ERU Tegal Yoso, Camp ERU Bungur, dan Camp ERU Margahayu yang kami kunjungi. Di setiap lokasi ERU terdiri dari satu tim penanganan konflik/Mahout dengan fasilitas camp dan gajah jinak. Di Camp ERU jumlah Mahout ada lima orang dibantu warga sekitar satu orang dan polisi hutan satu orang. Kesempatan memandikan gajah betina bernama Melly dan anaknya Amel menjadi pengalaman menarik yang kami dapat di Camp ERU. Hanya dengan sekali perintah dari Mahout, gajah Melly merebahkan badan dengan empat kaki ditekuk, seakan hendak memudahkan kami menyentuh kulit tebalnya untuk digosok dan disiram. Kami bergantian memandikan gajah, sampai dentang waktu mengejar terbenam matahari di Pusat Konservasi Gajah (PKG) telah tiba. Selain kegiatan memandikan gajah


LAMPUNG TIMUR

KETERANGAN FOTO: • Kawanan gajah di lokasi Pusat Konservasi Gajah • Anak gajah di pusat konservasi • Gajah dan pawang di lokasi konservasi Way Kambas • Camp ERU Margahayu

dan belajar tentang kehidupan gajah, kegiatan menarik lainnya yang bisa diikuti di sini antara lain safari resort Way Kanan TNWK dan treking Camp ERU Margahayu di jungle track yang sudah tersedia. Atraksi wisata desa yaitu membuat tiwul di rumah warga Dusun Margahayu juga bisa jadi pengalaman unik yang sayang dilewatkan. Kami mengakhiri perjalanan di TNWK dengan menikmati senja di PKG, di antara ratusan gajah yang bersiap menyambut malam di rumahnya yang aman.

DESA BRAJA HARJOSARI,

Kecamatan Braja Slebah, memaparkan rentang padang savana yang luas. Berjarak kurang lebih 33 kilometer dari Sukadana ibukota Lampung Timur, kami menghabiskan waktu sekitar satu jam perjalanan bermobil untuk mencapainya. Matahari terbenam di sini langsung di balik hutan yang memagari padang sabana sehingga sangat sempurna untuk menghantar senja. Letak Desa Braja Harjosari dengan TNWK hanya dipisahkan oleh sungai Kuala Penet. Hal ini memungkinkan untuk melihat langsung rombongan gajah liar yang jumlahnya dapat mencapai puluhan ekor, sedang mencari makan di rawa-rawa perbatasan TNWK. Tingginya keragaman hayati membuat Braja Harjosari istimewa. Keistimewaan itu kami jumpai kala menyusuri bentang Way Penet dengan perahu, tempat di mana burungburung air seperti Blekok, Trinil, Kuntul, dan Cangak ungu, dapat terlihat dengan mudah. Di sungai ini, atraksi dari burung pemangsa seperti elang dan raja udang, memberikan atraksi alam yang memesona. Daya tarik wisata berupa nilai kearifan lokal yang tinggi dan potensi yang besar yang dimiliki, baik dari segi lansekap maupun hasil bumi, membuat Braja Harjosari berkilau. Intensifikasi lahan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat desa ini membuat hasil buminya melimpah dan memberikan warna tersendiri. Beberapa hasil pertanian seperti beras organik, sayuran dan buah-buahan menjadi komoditi unggulan. Saat ini wisata Desa Braja Harjosari semakin ramah wisatawan. Fasilitas akomodasi telah tersedia dalam bentuk homestay. Merasakan tinggal di desa,

januari - februari 2018 |

35


JELAJAH

berinteraksi dengan warga lokal, dan makan makanan khas yang dimasak oleh warga, benar-benar akan memberikan pengalaman yang unik sekaligus berkesan. Mengenal Braja Harjosari adalah mengenal rasa syukur melalui kesederhanaan, tentang kebersahajaan dalam hidup, serta tentang tingginya nilai luhur dan kearifan lokal yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

TERLETAK DI DESA SRIMINOSARI, Labuhan Maringgai,

Lampung Timur, terhampar wilayah hutan bakau yang kini sudah menjadi kawasan ekowisata bernama Taman Mangrove Sriminosari. Berjarak kurang lebih 55 kilometer dari ibukota kabupaten dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kecamatan Labuhan Ratu. Hutan bakau seluas kurang lebih 6 hektar ini berkontribusi besar dalam menyerap karbon dioksida, selain berdayaguna melindungi kawasan pesisir pantai dari abrasi. Objek wisata Hutan mangrove Sriminosari dikembangkan oleh warga melalui Koperasi Konsumen Nelayan Rukun Sido Makmur, merupakan atraksi

36

| pesona nusantara

wisata yang sarat unsur pendidikan lingkungan. Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang, pengunjung dapat berjalan kaki melihat indahnya taman bakau. Terdapat tujuh gazebo berdiri di atas laut yang dapat digunakan untuk beristirahat, dan satu kantin jajan milik koperasi. Jam operasional Hutan Mangrove Sriminosari adalah pukul 07.30 – 17.30 WIB setiap hari. Berbeda dari pantai wisata lainnya yang pernah saya kunjungi di Lampung, di sini pasir pantainya berwarna hitam. Laut Jawa yang menghadap ke Pulau Kalimantan sangat kaya ikan, adalah surga bagi para nelayan yang tinggal di Labuhan Maringgai. Tak heran bila buah tangan yang kami bawa dari sini berupa ikan asin, kerupuk kulit ikan, terasi ikan, dan snack ikan. Semuanya dikemas dengan rapi dan higienis dengan kenikmatan rasa yang terjaga.

SATU LAGI OBJEK menarik yang bisa dijelajahi di Lampung Timur terutama bagi pecinta petualangan, yakni Gua Pandan. Terletak di Desa Girimulyo, Kecamatan Marga Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Untuk mencapai Gua Pandan, kami

menghabiskan waktu sekitar 2 jam dari Sukadana ibukota kabupaten Lampung Timur. Akses jalan masuk menuju gua dapat dilalui baik oleh sepeda roda dua maupun roda empat, dengan lebar jalan 2,5 meter dan panjang kurang lebih 500 meter sampai ke Gua Pandan. Menurut Kepala Desa Girimulyo, Asmawi, sejarah awal mula diberi nama Gua Pandan karena dulu di mulut gua terdapat pohon pandan yang tinggi dan besar. Saat ini pohon pandan tersebut memang masih ada di mulut gua, walau ukurannya tidak sebesar dulu. Dalam sejarahnya, Gua Pandan telah ditemukan sejak tahun 80-an, tapi baru dalam dua bulan ini mulai dipromosikan sebagai salah satu objek wisata di Lampung Timur. Luas areal komplek gua kurang lebih lima kilo meter persegi. Diperkirakan terdapat lebih dari sepuluh gua, tiga di antaranya adalah Gua Pandan, Gua Kelelawar, dan Gua Sumur. Dari info yang saya dapat, panjang lorong Gua Pandan yang baru bisa diukur mencapai 400 meter. Selebihnya belum dilakukan pengukuran lebih lanjut karena membutuhkan tim dengan peralatan khusus. Dengan ditemani oleh kepala desa,


LAMPUNG TIMUR OBJEK WISATA HUTAN MANGROVE SRIMINOSARI DIKEMBANGKAN OLEH WARGA MELALUI KOPERASI KONSUMEN NELAYAN RUKUN SIDO MAKMUR, MERUPAKAN ATRAKSI WISATA YANG SARAT UNSUR PENDIDIKAN LINGKUNGAN. KETERANGAN FOTO: • Jalur treking bambu dan pondok istirahat di hutan bakau • Kuliner serba seafood di desa Sriminosari • Jalur treking dari bambu sepanjang 800 meter • Sungai Kuala Penet di sisi padang savana pagi • Pondok istirahat di hutan mangrove Sriminosari] Jalur treking bambu dan pondok istirahat di hutan bakau

januari - februari 2018 |

37


JELAJAH

pengelola, pokdarwis Girimulyo, serta beberapa warga, kami menyusuri gua sepanjang 200 meter. Saat itu kelengkapan keamanan baru meliputi senter dan bot, tanpa helm, tapi sudah cukup membuat saya percaya diri sekaligus menepis kegelisahan yang mendadak muncul. Matahari benarbenar sudah berdiri tegak saat kami berjalan menuju mulut gua dengan menuruni tebing pendek berbatu. Mulut gua berupa ceruk dengan diameter sekitar 6 meter. Di titik inilah perubahan suhu mulai saya rasakan. Awalnya lorong gua yang kami lewati luas, sehingga masih bisa leluasa berdiri dan berjalan. Tantangan itu baru dimulai ketika kami menuju lorong lain yang lebih sempit, gelap dan lembab. Di beberapa titik, kami harus berjalan dengan posisi jongkok. Saat terhalang batu besar dan tinggi, perjalanan diwarnai dengan pendakian pendek. Ada larangan tertentu bagi pengunjung yaitu menghindari pohon Jelatong yang banyak tumbuh di sekitar mulut gua. Jenis daunnya bila mengenai kulit dapat menyebabkan rasa panas dan gatal. Sampai saat ini belum ada obatnya sehingga perlu berhati-hati jangan sampai terkena daunnya. Namun, di balik adanya pohon berbahaya, Gua Pandan juga dikelilingi oleh pohon pepaya california yang buahnya sangat

38

| pesona nusantara

lebat dan dipasarkan hingga ke tanah Jawa. Pengalaman menembus kegelapan Gua Pandan memberi warna baru dalam menjelajah Lampung Timur. Siapa sangka ‘Bumi Tuwah Bepadan’ yang terkenal dengan gajah Way Kambasnya ini menyimpan keindahan lain di perutnya. Hati siapa saja akan terlipur.

KETERANGAN FOTO: • Cahaya yang menerobos masuk Gua Pandan (Foto Atanasia Riant) • Batu berbentuk kursi di dalam gua • Di mulut Gua Pandan tim jelajah ditemani kepala desa Girimulyo


LAMPUNG TIMUR

ADA LARANGAN TERTENTU BAGI PENGUNJUNG YAITU MENGHINDARI POHON JELATONG YANG BANYAK TUMBUH DI SEKITAR MULUT GUA. JENIS DAUNNYA BILA MENGENAI KULIT DAPAT MENYEBABKAN RASA PANAS DAN GATAL. SAMPAI SAAT INI BELUM ADA OBATNYA SEHINGGA PERLU BERHATI-HATI JANGAN SAMPAI TERKENA DAUNNYA.

Penerbangan dari Jakarta, Bandung, Batam, Yogya ke Lampung tersedia tiap hari. Letak Bandara Radin Inten II ke Lampung timur berjarak kurang lebih 82 km, dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 2 jam. Untuk mengeksplore Lampung Timur lebih leluasa dan nyaman bila menyewa kendaraan.

Saat ini di beberapa lokasi tempat wisata Lampung Timur sudah menyediakan homestay untuk wisatawan. Hotel Yestoya bisa jadi pilihan untuk menginap nyaman selama di Lampung Timur. Banyak pilihan hotel di Bandar Lampung bagi wisatawan yang hanya day tur ke Lampung Timur seperti Novotel, Batiqa Hotel, Hotel Whiz, POP Hotel dll.

Rata-rata penginapan di Lampung Timur dapat dimintai makanan. Jika ingin makan sembari memancing, Rumah Makan Dua Saudara di Way Arang, Kec. Mataram Baru adalah tempat makan paling populer dan paling ramai dikunjungi pelancong.

januari - februari 2018 |

39


RUMAH KITA

MENGUBAH YANG SAHAJA DALAM RENGKUH ALAM MENJADI MEGAH SERTA MAHAL Teks & Foto VALENTINO LUIS

KETERANGAN FOTO: • Bambu memberi suhu yang adem meski beratap rendah

40

| pesona nusantara


januari - februari 2018 |

41


RUMAH KITA

P

ukul 05.00 pagi. Saya terjaga. Dengan lunglai saya turun dari peraduan, lalu menapaki tangga ke lantai dasar rumah. Gemericik sungai ditingkahi cicit sekawanan burung yang terdengar amat dekat, membuat saya tergerak untuk membalikan badan. Dan, saya terhenyak! Sinar kemuning pagi merebas pepohonan di kiri kanan sungai kecil ini. Saya tertegun, rasanya sedang berkhayal. Tak ingin kehilangan momen, saya buru-buru mengambil kamera. Harus diabadikan keindahan pagi ini! Kyle, teman perjalanan saya, terbangun oleh suara gaduh yang saya buat. Apalagi lantai rumah ini terbuat dari bambu, deritnya langsung terdengar. “Good Morning, Val..,” ia menggosokkan matanya. Ditatapnya jendela kaca tembus pandang kamar kami. “It’s a terrific morning,” ujarnya terpesona pada langit pagi yang dilihatnya. “Wake up, you should go to the ground floor to see the magic..! Right now!,” seru saya lantas kembali menuruni tangga. Kyle tergopoh ikut turun. Begitu matanya mengikuti arah kamera saya, pemuda Amerika itu pun terkesima sama halnya saya tadi.

42

| pesona nusantara

“Wow…magic…magic….,” bisiknya berulang.

KAMI MENGINAP di Hideout, sebuah

pondok bambu kepunyaan Jarmil, teman baik saya asal Czech (Republik Ceko). Sebenarnya bukan kali pertama saya menginap di sini, namun vista subuh seperti sekarang, baru saya alami pagi ini, karena biasanya saya bangun agak siang. Sebagai teman baik, Jarmil memberi saya privilege untuk menginap di Hideout kapan pun. Tentu saja saat tidak ada tamu, karena pondok mungil berlantai dua ini disewakan, dan saya sering diminta untuk menjenguk tempat ini ketika Jarmil sedang pulang ke negaranya. Hideout lumayan jadi incaran para tamu asing, bahkan saya sering kelimpungan untuk menolak reservasi karena peminatnya sangat banyak, apalagi pas akhir pekan. Padahal, lokasinya cukup jauh dari keramaian Kuta dan Denpasar. Hideout berada di kaki Gunung Agung, tepatnya di kampung Sidemen, Karangasem. Ini lantaran design rumahnya nyentrik meskipun sebenarnya sederhana. Jarmil

memang punya kejelihan dalam memilih lokasi yang apik di tepi sungai sehingga pondok ini memberikan nuansa istimewa. Saya tahu detail tentang Hideout karena mengikuti prosesnya dari awal. Jarmil sangat tertarik pada bamboo dan ingin punya rumah dari bambu juga. Dengan imajinasi dan visi estetis yang dimilikinya, Jarmil menyulap bambu menjadi sebuah hunian apik. Saya sangat suka kamar tidurnya. Jendela dibuat kotak-kotak segitiga dari kaca sehingga kita bisa melihat langsung taburan bintang dan bulan dari tempat tidur saat malam. Bagian yang tak kalah memanjakan yakni kamar mandinya, dengan shower dari bamboo yang dikitari oleh tanaman, rasanya mandi di taman Eden. Jarmil membendung sungai dan memanfaatkannya sebagai energy listrik dengan memasang kincir air. Bendungan kecil sungai itu juga jadi semacam kolam untuk para tamu mandi-mandi. “Biayanya ternyata tidak mahal. Awalnya saya ingin membuat rumah dari tembok bata, tapi begitu saya kalkulasi budget, ternyata membuat rumah dari bambu dua kali lipat lebih


KETERANGAN FOTO: • Bamboo Temple House yang jangkung • Kamar Villa Pererenan berbentuk sangkar burung dari bambu hitam • Bambu yang dibela jadi pagar esentrik

murah. Tapi soal murah itu bukanlah prioritas. Saya ingin punya rumah yang cocok bersanding dengan alam sekitarnya. Lagipula, jika dikemas dan dibuat dengan penataan yang tepat, serta mengusung semangat eco-friendly, rumah dari bambu lebih memikat perhatian. Benar memang, begitu rumah ini selesai, banyak orang meminta untuk bermalam di sini. Padahal di Bali ini jumlah penginapan sudah puluhan ribu, dan Hideout lokasinya jauh tersembunyi. Nah, faktor-faktor ini juga yang membuat Hideout diincar banyak orang,” kata Jarmil suatu ketika.

ARSITEKTUR DARI BAMBU

memang sedang naik pamor, dan diminati untuk dijadikan sebagai hunian, penginapan, atau resort. Apalagi di tempat-tempat tropis seperti Bali atau Lombok, sungguh jitu merepresentasikan keeksotisan Indonesia. Sudah bermunculan resort-resort mewah yang harga inapnya sangat

januari - februari 2018 |

43


RUMAH KITA

mahal lantaran arsitekturnya dari bambu. Agak konyol memang, jika kita membuka mata dan melihat bahwa rumah-rumah bambu di Indonesia malah tergolong rumah kaum tak berpunya, dan minat orang terhadap bambu sebagai material pokok sebuah hunian pun hanya sebatas karena tidak mampu membuat dari semen atau bahan lainnya. Kenyataan bahwa kini bambu berhasil dikreasikan menjadi hunian yang mahal juga mewah mulai mendatangkan kesadaran akan nilai dari tanaman yang dianggap liar itu. Bambu adalah tumbuhan abadi, disebut demikian karena bambu tidak mengalami siklus kerontokan atau layu, dia selalu dalam keadaaan yang sama entah sedang kemarau atau hujan, sedang musim gugur maupun salju. Hidupnya menyerupai hidup Pinus. Dalam ilmu tanaman, bambu masuk dalam keluarga rumput Poaceae atau dengan kata lain bambu disejajarkan dengan ilalang dan tebu. Bambu telah mengambil bagian dalam kebudayaan di Asia berpuluhpuluh abad lampau hingga kini merambah ke kebudayan Barat, sehingga tanaman yang dulu menjadi simbol flora Orient (Asia) ini sekarang sudah menyentuh masuk dalam daftar tumbuhan milik internasional. Tercatat ada 10 genera bambu,

44

| pesona nusantara

terbagi menjadi sekitar 1.450 spesies, yang mampu tumbuh dalam iklim yang beragam. Diyakini Cina sebagai tempat asal bambu dan telah dibudidayakan sejak 5000 tahun lampau, yang kemudian disebarkan semasa jaman perdagangan kuno menuju sub sahara Afrika, juga dibawa pelaut Spanyol ke tanah jajahan mereka di Amerika Latin seperti Chile dan Argentina. Bagi masyarakat Cina, vitalitas bambu yang tahan lama dan jarang berbunga pada interval selama 65120 tahun adalah perlambang umur panjang. Ia juga digunakan sebagai simbol Musim Panas. Berbicara tentang pemanfaatan bambu dalam arsitektur, disebutkan bahwa pada masa Dinasti Xia (2.3001.750 SM), bendungan Du Jiang - proyek konservatori air terbesar dalam sejarah Cina, dibangun dengan menggunakan bambu. Selanjutnya, pada tahun 105 M, Cai Lun dari Cina membuat kertas tisu tanaman pertama di dunia dari bambu. Sejak saat itu kertas bambu banyak digunakan dalam lukisan hingga saat ini. Pada tahun 1486 M selama Dinasti Ming, arang bambu diciptakan dan tidak lebih dari 400 tahun kemudian sepeda bambu pertama lantas diciptakan di Inggris. MENERUSKAN KETERTARIKAN soal arsitektur bambu, saya kemudian

KETERANGAN FOTO: • Atap Villa Pererenan juga dari lapisan bambu dibuat seperti kubah • Jendela kaca yang unik memberi kekhasan tersendiri

BAMBU ADALAH TUMBUHAN ABADI, DISEBUT DEMIKIAN KARENA BAMBU TIDAK MENGALAMI SIKLUS KERONTOKAN ATAU LAYU, DIA SELALU DALAM KEADAAAN YANG SAMA ENTAH SEDANG KEMARAU ATAU HUJAN, SEDANG MUSIM GUGUR MAUPUN SALJU.


bertandang ke Green Village, sebuah living community yang secara global menghubungkan orang-orang yang peduli pada alam dan gaya hidup eco friendly. Digagas oleh John Hardy, seorang warga Kanada yang mencintai Bali, Green Village dibangun dengan konsep serba bambu. Saya mendatangi tempat nan teduh ini yang berlokasi di lereng tebing Sungai Ayung, dekat Ubud, Bali. Di sini dibangun 12 rumah bambu bergaya villa yang sangat unik dan sustainable. Datang ke sini sama halnya datang ke sebuah planet ajaib yang dibentuk dari bambu. Bukan hanya bangunan rumahnya yang dibuat dari bambu namun juga sekaligus perabot-perabotnya. Dengan teknik pengerjaan yang begitu menakjubkan, semua terlihat luar biasa. Saya pun diberbolehkan untuk menjenguk satu per satu rumah bambu, memanfaatkan semacam tour yang disediakan managemen Green Village. Masing-masing rumah memiliki kekhasan tersendiri, rumit, dan membuat saya enggan beranjak. Ada yang berbentuk replika rumah tradisional Indonesia, namun hampir semuanya yang lain dibuat berkharakter khusus, bahkan bertingkat-tingkat dengan lekuk-lekuk tangga menakjubkan.

Melengkapi kunjungan, saya dibawa ke pabrik bambu, dimana bambubambu diproses dan dibentuk sesuai design arsitektur yang diiinginkan. Saya melihat tempat bambu direndam agar awet dan tahan rayap, tempat bila-bila bambu dibela dan direkatkan sehingga menyerupai balok kayu yang padat untuk dijadikan mebel, dan berbagai maket contoh project villa yang sudah dan sedang dibuat berdasarkan permintaan dari berbagai negara. Lawatan ke pabrik bambu ini didampingi oleh staff yang menjelaskan seluk beluk bambu, proses tumbuh, teknik pemotongan bambu, dan pengawetan. Saya merekam dalam ingatan apa yang saya lihat di pabrik ini sebab dokumentasi dengan kamera dilarang dibuat. Toh, banyak informasi saya terima dari sini. Seperti yang saya singgung sebelumya, bambu tidak dianggap sebagai pohon, melainkan rumput yang tumbuh paling cepat di dunia. Padahal bambu bisa mencapai ketinggian hingga 35 meter. Mengapa bambu disebut rumput, dan bukan pohon? Itu karena jaringan bawah tanah bambu yang luas seperti rumput biasa di halaman rumah kita. Bila ditebang atau dipotong, akar bawah tanah (rimpang) akan tumbuh dengan cepat ke batang lain, yang

secara profesional disebut Clum. Proses ini tidak pernah terjadi pada jenis pohon apa pun. Staf pabrik mengatakan bahwa bambu memiliki silinder dalam yang berongga dan kuat, dapat tumbuh hingga kematangannya sampai 3 tahun, kemudian siap untuk dipanen. Fakta yang menarik adalah tanaman ini monokarpik, yang berarti hanya berbunga sekali seumur hidup. Gelondongan bambu dalam berbagai jenis dan ukuran bertumpuk di halaman pabrik. “Tiap-tiap bamboo punya kelasnya. Ada yang cocok untuk tiang penyangga rumah, ada yang mudah dilekuk, ada yang mampu bertahan diguyur air, macam-macam. Di sini bambu yang baik berasal dari Jawa dan yang istimewa didatangkan dari Flores,� kata staf itu. Saya sangat kaget mendengar kata Flores, tapi dengan segera pula menjadi sadar bahwa pasti bambu-bambu pilihan yang dimaksud adalah bambu dari Bajawa dan Boawae. Seorang teman arsitek, yang juga tertarik pada arsitektur bambu membenarkan bahwa bambu-bambu di Bajawa adalah bambu spesial, yang sayangnya belum disadari dan ditingkatkan value-nya oleh pemerintah daerah.

januari - februari 2018 |

45


RUMAH KITA

46

| pesona nusantara


TENTU SAJA di samping kemegahan

dan keunikan yang bisa diciptakan, bambu juga memiliki sisi lemah. Jika tidak diolah terlebih dahulu, bambu yang kuat bertahan rata-rata lima tahun. “Makanya bambu harus dipersiapkan dengan baik, sebelum digunakan dalam konstruksi. Tanaman ini terdiri dari karbohidrat (gula larut) yang menarik jamur dan serangga. Nah, solusi untuk masalah ini adalah menyuntikkan garam larut dalam air ke dalam sel bambu. Setelah air menguap, pati karbohidrat pun hilang dan meninggalkan garam di dalam serat. Proses ini tidak beracun dan membuat balok bambu tahan api dan memungkinkan aplikasi dalam struktur,” terang staf itu dengan tenang. Saya semakin memuja bambu, dan mengharapkan kesadaran kreatifitas serta value dari tanaman yang banyak bertebaran di Indonesia ini. Setidaknya di kampung halaman saya Flores, yang diakui sebagai penghasil bambu istimewa. Bila saja diperlakukan dengan benar dan memakai sentuhan artistik, saya rasa ngarai dan lembah berpemandangan gunung serta sungai dalam rengkuhan alam amat layak disandingkan dengan pondok bambu semenawan Hideout atau salah satu villa megah di Green Village. Bisa kan?

SAYA SEMAKIN MEMUJA BAMBU, DAN MENGHARAPKAN KESADARAN KREATIFITAS SERTA VALUE DARI TANAMAN YANG BANYAK BERTEBARAN DI INDONESIA INI.

KETERANGAN FOTO: • Tangga tersusun rapi dan unik • Lokasi yang privat dengan bersentuhan dengan alam • Dapur modern berstruktur bambu

januari - februari 2018 |

47


RASA

48

| pesona nusantara


Kedalautan Segenggam

Sorgum

SUMBER PANGAN YANG LAMA DIABAIKAN, KINI MEMANTIK PERHATIAN DAN MEMBERI PENGHARAPAN

Teks MALVIANUS L. DJAMI & VALENTINO LUIS Foto MALVIANUS L. DJAMI/ Shutterstock

mei - juni 2017 |

49


RASA

Apa itu Sorgum? Makanan baru? Apakah kualitasnya sebaik beras? Kenapa jarang terdengar? Rentetan pertanyaan ini barangkali muncul di benak generasi kini. Maklum, selama puluhan tahun yang kita kenal di Indonesia sebagai makanan pokok adalah beras. Dari ujung timur hingga ujung barat negeri ini kita telah mengamini sebuah kalimat; “Makan yang sesungguhnya haruslah pakai nasi.” Bahkan, di daerah-daerah yang tanahnya kurang cocok ditanami padi pun kena imbas ‘nasi-nisasi.’ Alhasil, ketergantungan terhadap beras sangat tinggi. Daerah-daerah seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur yang karakter tanahnya sedikit anomali pun tidak luput terpaksa terjerembab dalam ‘nasi-nisasi’ ini. Padahal ada sagu dan ada pula sorgum yang lebih cocok. Sebenarnya kampanye pemanfaatan dan kegunaan sorgum di negara kita telah digerakkan semenjak tahun

50

| pesona nusantara

“PRODUKTIVITAS TANAMAN KAKAO BISA TINGGI TERGANTUNG DARI JEJAK KAKI ATAU SEPATU PETANI DI SEKITAR TANAMAN ITU”. ARTINYA, KAKAO PERLU PERAWATAN KHUSUS.

KETERANGAN FOTO: • Budidaya sorgum secara modern • Sorgum berkulit merah yang cukup popular • Kebun sorgum nan luas di Australia


1955. Sebelum kampanye itu didengungkan, budidaya sorgum sudah terlebih dahulu dilakukan oleh para petani Indonesia. Sayangnya catatan mengenai sejarah budidaya sorgum sangat minim dan sulit ditemukan sumbernya. Yang diketahui hanyalah bahwa secara turuntemurun, pembudidayaan sorgum sudah dilakukan beberapa daerah di Indonesia terutama daerah Sulawesi dan Nusa Tenggara, serta sebagain Jawa. Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan paling cocok dalam pembudidayaan sorgum sebab selain tahan terhadap genangan air, tumbuhan ini pun punya daya tahan yang sangat tinggi terhadap kekeringan. Namun pada kenyataannya, masyarakat NTT masih menganggap beras sebagai acuan utama pangan. Sehingga ketika ada daerah-daerah yang gagal panen padi, dianggap sedang mengalami musim kelaparan, dan mirisnya bantuan yang datang dari pemerintah seringkali berupa

mie instan atau makanan instan lainnya. PADA TAHUN 2013, Perkumpulan PIKUL (Lembaga Swadaya Masyarakat yang sering mengkampanyekan keberagaman pangan lokal di beberapa daerah) mengidentifikasi 5 jenis serealia buah yang merupakan pangan lokal di NTT, diantaranya terdapat 11 jenis umbi-umbian, 12 jenis kacang-kacangan dan 7 jenis batang, bunga, termasuk gewang. Pengidentifikasian ini menununjukkan potensialnya NTT sebagai pemilik ketahanan pangan yang beragam. Menurut Badan Litbang Pertanian, Sorgum merupakan tanaman serealia yang potensial dikembangkan untuk menunjang program ketahanan pangan. Keunggulan sorgum antara lain daya adaptasi luas dari pantai hingga pegunungan, kebutuhan airnya sedikit sekitar 150-200 mm/ musim atau separuh kebutuhan air jagung dan sepertiga kebutuhan air tebu.

Tanaman ini tahan pada lahan marjinal seperti lahan masam, asin dan basa, dapat tumbuh pada tanah miring, serta lebih tahan hama penyakit. Sorgum merupakan tanaman yang multifungsi karena semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bioetanol. Komposisi kimia biji sorgum tidak banyak berbeda dengan beras atau terigu yakni mengandung karbohidrat sorgum sebesar 73,8% serta protein 9,8%. Kesamaan dengan beras dan gandum merupakan indikasi bahwa sorgum dapat mensubtitusi beras karena nilai gizinya tinggi. Tepung sorgum juga dapat menjadi bahan dasar kue, kue kering dan bahan baku industri. Dan ampas batang dan daun dapat digunakan sebagai pakan ternak. Sorgum sangat pas dibudidayakan dan dikembangkan di Nusa Tenggara Timur yang notabenenya adalah daerah dengan lahan kering. Selain jagung dan ubi, sorgum bisa menjadi

mei - juni 2017 |

51


RASA alternatif pilihan bahan pangan di NTT. Karena tepung biji sorgum mempunyai kandungan yang tak kalah dengan jagung. Sorgum memiliki nilai gizi yang tinggi dengan kandungan pati sebesar 72%, protein 12%, dan lipid 4%. Sorgum juga mengandung serat tidak larut air atau serat kasar dan serat pangan, masing-masing sebesar 6,5% -7,9% dan 1,1% -1,23% (Susilowati, 2010 dan wildowati, 2010). Pemanfaatan keanekaragaman jenis pangan di NTT merupakan solusi mengurangi ketergantungan beras. Karena selain untuk memperbaiki gizi juga merupakan jembatan menuju kedaulatan pangan. Sorgum bisa menjadi alternatif pilihan bahan pangan di NTT dengan cara mengenalkan dan menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi sorgum atau makanan pokok lain selain beras. SORGUM MERUPAKAN tanaman asli Pasifik tenggara dan Australasia, baik tropis maupun sub tropis. Persebaran tanaman ini sampai juga ke benua Afrika. Berdasarkan penelitian, terdapat lebih dari 30 spesies sorgum. Diantara banyaknya spesiesspesies tersebut, yang paling banyak dibudidayakan adalah Sorghum bicolor (japonicum) karena memiliki daya tahan yang baik serta mudah tumbuh. Di Australia spesies sorgumnya paling variatif dibandingkan negara manapun dan menyebar paling banyak di wilayah utara dan barat, misalnya Sorghum amplum, Sorghum angustum, Sorghum bulbosum, Sorghum ecarinatum, dan belasan spesies lainnya lagi. Sorgum diklasifikasikan sebagai tanaman serealia. Yang termasuk di dalam kelompok serelia selain sorgum yakni padi, jagung, dan gandum. Memiliki tinggi rata-rata 2,5 sampai 4 meter, sepintas tanaman sorgum mirip dengan jagung (pohon maupun daunnya). Jenis sorgum manis memiliki kandungan glukosa yang cukup tinggi pada batang gabusnya sehingga dapat diolah dan dijadikan sebagai sumber

52

| pesona nusantara

PERBANDINGAN KANDUNGAN SORGUM & BERAS Kandungan Gizi Protein Karbohidrat Kalori Kalsium Zat Besi Kalsium Serat Fosfor Lemak

SORGUM 11 g 73 g 332 kal 28 mg 4,40 mg 28 mg 2,30% 287% 3,30 g

BERAS 7g 79 g 360 kal 6 mg 0,80 mg 6 mg 1% 147% 6,70 g


KETERANGAN FOTO: • Produk sorgum dalam kemasan kaleng • Roti berbahan dasar Sorgum • Proses memasak sorgum paling lazim di NTT • Sebagai makanan pokok pengganti beras dan gandum • Panenan sorgum dari ladang

mei - juni 2017 |

53


bahan baku gula pengganti tebu. Sorgum dibudidayakan di banyak negara dan sekitar 80 % areal pertanaman berada di benua Amerika, Afrika, dan Asia. Sedangkan negara penghasil sorgum paling utama di dunia saat ini adalah Amerika Serikat, India, Nigeria, China, Mexico, Sudan dan Argentina. Banyak orang kaget mengetahui bahwa Amerika Serikat bercokol di posisi tinggi sebagai penyuplai sorgum. Nyatanya memang banyak makanan yang dibuat di negara adidaya itu adalah hasil olahan dari sorgum, sedangkan di Indonesia sorgum malah, dianggap makanan orang-orang miskin. Naas, bukan? Ketidakpopuleran sorgum di Indonesia disebabkan oleh monopoli padi (beras) yang telanjur dijadikan sebagai makanan pokok Nasional pada masa Orde Baru. Masyarakat Jawa menyebut sorgum dengan panggilan “Cantel” sedangkan di Flores ada sejumlah nama, contohnya masyarakat Sikka menyebutnya “Watar.” Karena pamornya hilang, lambat laun semakin sedikit orang yang membudidayakannya. Hal ini kemudian menyebabkan sorgum menjadi langka dan nyaris punah. Biji sorgum pun sulit dicari lantaran

54

| pesona nusantara

tidak diperjualbelikan di pasar umum. TANTANGAN untuk menghadirkan kembali sorgum ke menu makanan harian masyarakat memang tidak mudah. Namun, sudah ada seberkas harapan yang telah dimulai dan dihidupkan oleh sejumlah orang. Di NTT, muncul sosok Maria Loretha, seorang ibu rumah tangga dari Flores Timur yang dengan kesadaran sendiri mengembangkan sorgum. Sejak tahun 2010, Maria Loreta membuka lahan khusus untuk sorgum. Karena masyarakat sekitar memiliki ikatan yang masih cukup kuat terhadap sorgum, upaya Maria Loreta pun perlahan membuahkan hasil, sudah lebih dari 500 petani terlibat dalam upaya mengembalikan kedalautan sorgum. “Semestinya tidak ada alasan untuk mengatakan NTT kelaparan. Sorgum menjadi salah satu jawaban karena sudah akrab dengan masyarakat lokal sehingga tidak perlu bersandar hanya pada beras dan jagung,” kata Maria dengan keyakinan penuh. Untuk menyebarluaskan sorgum, Maria dan para petani Flores Timur juga menjual biji sorgum berkhualitas dan laik ditanam. Potensi yang dimiliki

sorgum tidak terbatas hanya pada bijinya sebagai sumber makanan pokok. Daun sorgum dapat dipakai sebagai pakan ternak, batang sorgum yang mengandung gula bisa diolah menjadi sirup atau bahkan gula. Kemudian akar sorgum berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah, cukup diseduh dan diminum airnya. Lebih dari itu, tangkai-tangai sorgum kering dapat dijadikan kerajinan tangan (anyaman atau hiasan), begitupun bunganya. Tidak ketinggalan, saat biji-bijinya mekar, tanaman sorgum sangat elok dipandang serta fotogenik. Nah, harus tunggu berapa alasan lagi untuk membudidayakan sorgum yang sejatinya sangat dekat dengan kita?

KETERANGAN FOTO: • Muffins dari Sorgum dan sayuran


GAYA

januari - februari 2018 |

55


56

| pesona nusantara


GAYA

januari - februari 2018 |

57


GAYA

Wardrobe: RUMAH KEBAYA & KIOS KAOS Jl. Frans seda 88, Kupang Models: VAN JHOOV SANDY FADOG GUIDO DEWA RAMLY Photographer: JAMES RADAR (IG: james.radar)

58

| pesona nusantara


WELCOME ABOARD

Penerbangan Perdana Rute Kupang – Dili PP, Kerjasama TransNusa & Air Timor

Menggunakan pesawat modern ATR 72 yang berkapasitas 70 penumpang, Air Timor membuka jalur penerbangan Kupang – Dili – Kupang, yang ditandai dengan penerbangan perdana tanggal 15 Desember 2017. Pesawat diterbangkan dari Bandara International Eltari Kupang menuju Bandara International President Nicolao Lobato Dili. Setelah terbang dengan nyaman hanya 1 jam, pesawat baru TransNusa itu pun mendarat sempurna di Dili dan disambut dengan ‘Tiru Be,’ penyiraman air, lantas para penumpang turun dan langsung diterima dengan doa pemberkatan yang dipimpin oleh seorang pastor. Pengalungan tais dan tarian tradisional Timor Leste mengiring langkah para rombongan menuju ke lokasi inaugurasi. Direktur Air Timor, Fransisco de Oliviera, mengungkapkan bahwa hadirnya penerbangan langsung antara Kupang dan Dili ini akan memberikan banyak keuntungan. “Timor Leste dan Indonesia memiliki ikatan yang sangat erat, terlebih Dili dan Kupang yang amat berdekatan,” urainya. Sedangkan Presiden Direktur TransNusa Aviation Mandiri, Juvenile Jodjana, menyampaikan bahwa kehadiran TransNusa adalah untuk mendukung penuh Air Timor dan segalah upaya mereka guna mengembangkan industri penerbangan di Timor Leste. “Kami sangat bangga hari ini menjadi saksi penerbangan perdana Kupang – Dili setelah melewati proses dan negoisasi berbulan-bulan,” ungkap Juvenile yang pada hari itu tampak apik mengenakan kemeja batik berwarna hijau cerah. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting Timor Leste, seperti Menteri Luar Negeri Dr. Aurelio Gutteres, Menteri Dalam Negeri HE Jose Ramos Horta, Wakil Menteri Transportasi & Komunikasi HE Inacio Moreira, juga GM TransNusa Bambang Wibowo. Kerjasama Air Timor dan TransNusa bersifat jangka

60

| pesona nusantara

panjang. Kedua perusahaan berkomitmen untuk tumbuh bersama dan saling memperkuat dalam melayani transportasi udara dari dan ke Timor Leste. Diharapkan, kerjasama ini meningkatkan hubungan antar warga kedua negara, hubungan diplomatik, serta ekonomi. Selain itu, kerjasama ini pun menjadi langkah awal mewujudkan kerjasama trilateral antara Timor Leste, Indonesia, dan Australia. Rute penerbangan Kupang – Dili – Kupang beroperasi 3 kali seminggu, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat, dengan jadwal sebagai berikut: 8B118 KOE - DIL 11.30 AM / 13.30 PM 8B119 DIL – KOE 14.00 PM / 14.00 PM


januari - februari 2018 |

61


WELCOME ABOARD

62

| pesona nusantara


TransNusa peduli kepada keselamatan Anda selama penerbangan. Untuk alasan keselamatan dan kenyamanan tersebut, kami mengharapkan kerjasama dengan para penumpang kami.

TransNusa cares about your safety during flight. For that reason, we do really appreciate your cooperation as our passengers.

Beberapa hal krusial yang perlu diketahui ketika berada dalam pesawat:

There are few essential things you need to know while being in the aircraft:

LARANGAN MEROKOK Peraturan Pemerintah menetapkan larangan aktifitas merokok selama dalam penerbangan. Terdapat detektor asap (smoke detectors) di toilet dan TransNusa mengenakan sanksi bagi yang melanggar aturan ini.

SMOKING RESTRICTION Government regulations prohibit smoking during in-flight activities. Each of TransNusa’s aircraft are supported with smoke detectors in all toilets and will be subject to penalties for those who break these rules.

STOP PONSEL Tidak diperbolehkan mengaktifkan serta menggunakan ponsel (mobile phones) selama berada dalam pesawat kami. Perlu diketahui, ponsel adalah alat yang menggunakan pemancar radio, yang jika digunakan dalam pesawat dapat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi dengan menara pengawas bandar udara.

STOP MOBILE PHONES All mobile phones that use radio transmission are not allowed during during the flight. It can disturb the navigation system as well as the communication with the local control towers.

PERANGKAT ELEKTRONIK Penggunaan laptop, notebook, dan PDA diperbolehkan setelah fasten seatbelt dinyatakan ‘OFF’ dengan menyetel menu flight mode. Bila fasten seatbelt ‘ON’ untuk persiapan mendarat maka penumpang wajib menghentikan penggunaan laptop, notebook, dan PDA. BENDA BERBAHAYA LAIN Setiap benda yang gampang terbakar (contoh, korek api), mudah meledak (contoh, petasan) maupun barang yang mengandung magnet yang kuat atau gas, tidak diperkenankan dibawa dalam pesawat. MINUMAN ALKOHOL Semua penumpang TransNusa dilarang mengkonsumsi minuman beralkohol selama penerbangan berlangsung. TransNusa juga tidak menyediakan minuman beralkohol di seluruh penerbangan. BAJU PELAMPUNG Baju atau jaket pelampung (Live Vest) adalah peralatan keselamatan di pesawat untuk kondisi darurat di atas air. Jangan dikeluarkan dari tempatnya tanpa pemberitahuan, dan tidak untuk dibawa pulang. Penumpang yang mengambilnya akan dikenai hukuman berdasarkan Peraturan Pemerintah Pasal 54 UU Nomor 1 Tahun 2009.

ELECTRONIC DEVICES Laptops, Notebooks, and PDAs mey be used after the fasten seat belt “OFF”, and please set them using flight mode. Whenever fasten seat belt “ON” or in preparation for landing, you have to turn off your laptops, notebooks, PDA’s. DANGEROUS GOODS Flammable goods (such as matches), or goods that cause to explode (firecracers), or contain high magnet material, batteries, gas cylinders, are not allowed to be brought in to the aircraft. ALCOHOL BEVERAGE TransNusa’s passengers are prohibited from consuming alcohol beverages during the flight. TransNusa also does not provide any kind of alcohol beverages in air flight service. LIVE VEST Live vest is one of TransNusa’s aircraft safety equipment for emergency condition on water. Please do not remove live vest from its place and do not take it home, Passengers who stole our live vest will get punishment based on Government regulations, as mention in Article 54 Law No. 1 of 2009 (Pasal 54 UU No.1 Tahun 2009).

januari - februari 2018 |

63


WELCOME ABOARD

64

| pesona nusantara


WELCOME ABOARD

ALAMAT KANTOR TRANSNUSA

HEAD OFFICE:

Cgk/Jakarta : Jl.Cideng Timur No.10 & 10A Jakarta Pusat, Telp (+62 21) 6315821 / 6318709 / 6327546, Fax (+62 21) 6315273, email: info@transnusa.co.id

REGISTER OFFICE : •

Koe/Kupang : Jl.Palapa No.7 Naikoten, Telp (+62 380) 822555, Fax (+62 380) 832573, email: reservasi.koe@transnusa.co.id

BRANCH : •

Dps/Denpasar : Jl.Sunset Road No.100 C Kuta, Telp (+62 361) 8477395, Fax (+62 361) 8477454, email: dps@transnusa.co.id

SUB BRANCH : • • • • • • • • • • •

Bjw/Bajawa : Jl. D.I. Panjaitan No.10, Telp ( +62 384) 21755, email: bjw@transnusa. co.id Ard/Alor : Kompleks Bandara Mali Alor, Telp ( +62 82342789619 ) email: ard@transnusa. co.id Rtg/Ruteng : Kompleks Bandara Frans Sales Lega Ruteng Telp (+62 385) 22477, email: rtg@transnusa.co.id Ene/Ende : Jl. El tari No.4 Telp (+62 381) 2627486, email: ene@transnusa.co.id Lwe/Lewoleba : Kompleks Bandara Wunopito, Jl.Trans Lembata, Telp (+62 383) 2343519, email: lwe@transnusa.co.id Lka/Larantuka: Kompleks Bandara Gewayantana, Telp (+62 82144788007), email: lka@ transnusa.co.id Mof/Maumere : Kompleks Bandara Frans Seda, Telp ( + 62 81338695381 ), email : mof@transnusa.co.id Upg/Makassar : Kompleks Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Telp (+62 411) 3656056, email: upg@transnusa.co.id Ttr/Tana Toraja : Kompleks Bandara Pongtiku Tana Toraja, Telp (+62 82399600815), email: ttr@transnusa.co.id Mrw/Morowali : Komples Bandara Morowali, Telp (+62 81337045039), email: mrw@ transnusa.co.id Wgp/Waingapu : Kompleks Bandara Umbu Mehang Kunda, Telp (+62 82340620748), email: wgp@transnusa.co.id

GSA/GENERAL SALES AGEN : • •

PXA/PAGAR ALAM Kompleks Bandara Atung Bungsu pagar alam, Telp : (+62 81288006555), email:pxa@transnusa.co.id DUM/DUMAI Kompleks Bandara Pinang Kampai, Telp. (+62 765) 810614, email: dum@transnusa.co.id

januari - februari 2018 |

65


FLIGHT SCHEDULE & ROUTE MAPTransNusa Flight  Schedule FLIGHT  ROUTE FROM

TO

FLIGHT NUMBER

Eff: Januari   DAYS

REMARKS

ETD

ETA

12.30

14.00

Direct

ATR 72

14.50

16.20

Direct

ATR 72

09.40

10.30

Direct

ATR 42 ATR  42

DIRECT/TR A/C TYPE ANSIT

 PULAU  JAWA/SUMATERA HALIM  PK

PAGAR ALAM

8B 585

PAGAR ALAM

HALIM PK

8B 586

Mon, S at,  S un

PULAU ALOR  (  Kalabahi  ) KUPANG

ALOR

ALOR

KUPANG

IN 525

Daily

IN 555

Tue, Thu,  S un

14.20

15.10

Direct

IN 526

Daily

10.50

11.40

Direct

ATR 42

IN 556

Tue, Thu,  S un

15.30

16.20

Direct

ATR 42

07.30

Direct

ATR 72

15.10

Direct

ATR 72 ATR  72

PULAU FLORES  (  Ende,  Sikka,  Manggarai,  Bajawa,  Larantuka,  Lewoleba  ) KUPANG

ENDE

8B 519 IN  517

Daily

14.20

8b 520 ENDE

KUPANG

IN 552

06.40

Daily

IN 518

07.50

08.40

Direct

08:20

09:10

Direct

ATR 42

15.30

16.20

Direct

ATR 72

KUPANG

MAUMERE

IN 771

Tue, Thu,  S at

11.35

12.25

Direct

ATR 72

MAUMERE

KUPANG

IN 770  

Tue, Thu,  S un

13.15

14.05

Direct

ATR 72

KUPANG

RUTENG

IN 551

Daily

07.05

Direct

ATR 42

RUTENG

KUPANG

IN 552

Daily

07:25

09:10

ENDE

ATR 42

RUTENG

ENDE

IN 552

Daily

07:25

08:00

Direct

ATR 42

KUPANG

BAJAWA

IN 511

Daily

08.30

09.30

Direct

ATR 72

BAJAWA

KUPANG

IN 512

Daily

09.50

10.50

Direct

ATR 72

06.10

06.55

Direct

ATR 72

14:35

15:25

Direct

ATR 72

08.00

Direct

ATR 72 ATR  72

KUPANG

LARANTUKA

IN 523 8b  521 IN  524

Daily

07.15

LARANTUKA

KUPANG

15:55

17:00

Direct

KUPANG

LEWOLEBA

IN 648

Daily

12.10

12.50

Direct

ATR 42

LEWOLEBA

KUPANG

IN 649

Daily

13.10

13.50

Direct

ATR 42

11.20

12.20

Direct

ATR 72

13.40

Direct

ATR 72

8b 522

Daily

06.00

PULAU SUMBA  (  Waingapu  )

66

| pesona nusantara

KUPANG

WAINGAPU

IN 773

Mon, Wed,  F ri,  S un

WAINGAPU

KUPANG

IN 772

Mon, Wed,  F ri,  S un

12.40


PESONA NUSANTARA MAGAZINE ( Januari - Februari 2018)  

Ende, Flores, Tutubhada, Rumah Bambu, Sorgum, Lampung Timur, Alfonsa Horeng, Valentino Luis, TransNusa, Inflight Magazine Indonesia

PESONA NUSANTARA MAGAZINE ( Januari - Februari 2018)  

Ende, Flores, Tutubhada, Rumah Bambu, Sorgum, Lampung Timur, Alfonsa Horeng, Valentino Luis, TransNusa, Inflight Magazine Indonesia

Advertisement