Issuu on Google+

SENIN 16 MEI 2011 Contact : 085255508935 Email : gazebo@staiskutim.ac.id

Mading Gazeb

Lembaga Pers Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta Kabupaten Kutai Timur

Edisi 9/Tahun 1

Mencerahkan Untuk menggerakkan

Kunjungan LPM Gazebo ke Radar Sangatta Gazebo News-Untuk meningkatkan kemampuan menulis berita, kemarin Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gazebo mengadakan pelatihan menulis pada (8/5) pukul 13.00 wita di Gazebo Sekolah Tinggi Agama Islam Sengatta (STAIS). Sebelum acara dimulai siang itu, hujan turun sangat deras yang menyebabkan acara ditunda selama satu jam, sambil menunggu peserta yang belum datang. Meskipun cuaca tidak mendukung, acara tetap berlangsung walaupun sangat sederhana. Peserta pun tetap antusias mendengarkan beberapa teori tentang tata cara penulisan

yang baik, yang disampaikan oleh M. Khoirul Faizin selaku pemateri pertama. Ketika materi selanjutnya peserta berpindah tempat, dari Gazebo STAIS menuju Kantor Radar Kaltim Post Sanggatta di Jln. Apt Pranoto 1, yang kebetulan tidak jauh dari kampus STAIS. Materi yang berkaitan tentang dunia jurnalistik disampaikan langsung oleh Ahmad Dahdiri selaku pimred (pimpinan redaksi) Kaltim post Senggatta. Ahmad Dahdiri atau lebih akrab disapa Pak ade ini juga memberikan beberapa motto yang selayaknya di gunakan oleh wartawan salah satunya

untuk tidak cepat menyerah. “jangan pernah menyerah pada sebuah keadaan”, ujar Ade. Pelatihan selesai pada pukul 15.30 wita. Kata Pak Ade ketika hendak meninggalkan Kantor Radar Sangatta, kegiatan seperti ini merupakan langkah awal bagi peserta yang benarbenar ingin mengasah potensi dalam hal penulisan. Mereka dipersilahkan oleh Pak Ade mendatangi Kantor Radar Senggatta untuk mendalami dunia jurnalistik. Hal itu juga sebagai follow up dari pelatihan menulis hari itu. **Wiwi

KONTROVERSI PERAYAAN HUT ISRAEL

“Memang benar ada perayaan dan bahkan sudah bekerja sama dengan beberapa pihak komunitas Yahudi. Kami mengundang tokoh-tokoh Yahudi di Australia, Singapura, dan Amerika,» ujar Benjamin seperti dikutip okezone, Jumat (13/5/2011). Oleh: Moch Khoirul Faizin

Benjamin Ketang Executive Director of The IndonesiaIsrael Public Affairs Committee (IIPAC), membuat umat Islam geram dengan rencana perayaan HUT Israel. Mayoritas umat Islam meyakini bahwa apapun produk Yahudi disertai misi untuk meghancurkan Islam, atas dasar inilah mereka tidak mau memberikan kesempatan Israel untuk berkembang di Indonesia. Orang yang menggugat

Dana DPR Wah-wahan Oleh: Nur Muhabibudin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pastilah sudah tidak asing lagi di telinga, apalagi menyangkut berbagai pemberitaan yang marak akhir-akhir ini. Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat periode 20092014 tak henti-hentinya disoroti. Mulai dari pembangunan gedung baru yang semula beranggaran Rp 1,138 triliun, anggaran TI yang mencapai Rp 10,6 miliar, hingga tunjangan pulsa/komunikasi yang setiap bulan Rp 14 juta. Sejumlah angka rupiah yang masih dianggap wah-wahan yang penggunaannya sebatas untuk membangun sebuah gedung DPR. Pembuatan suatu situs kinerja DPR yang pada knyataan sekarang ini hanya sekedar tulisan hitam diatas putih yang pelaksaannya masih perlu ditanyakan. Sebagai media komunikasi bagi setiap anggota DPR diberikan uang tunjangan komunikasi “bahasa kasarnya untuk pembelian pulsa” perbulannya lebih dari 14 juta rupiah. Bahkan sekedar untuk membeli pulsapun bagi setiap anggota diberikan tunjangan sebesar itu. Sungguh miris kinerja para anggota dewan saat ini yang kerjanya selama ini tidak terlihat responsive dengan keadaan rakyat. Sangat tidak relevan dengan kenyataan rakyat Indonesia yang masih banyak menjadi tunawiswa dan hanya bisa tidur di emperan-emperan pertokoan

atau kolong jembatan. Tak punya pekerjaan dan penghasilan yang layak, serta berbagai masalah lain seperti halnya kesehatan dan pendidikan yang tak merata. Alangkah baiknya jika DPR lebih memikirkan tentang masalah-masalah tersebut. Setiap bulannya, seorang anggota DPR minimal mengantongi gaji Rp 51,5 juta. Ini adalah besaran take home pay anggota Dewan setiap bulannya. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Setjen DPR RI No KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 yang menunjukkan struktur gaji anggota DPR yang terdiri atas gaji pokok dan tunjangan serta penerimaan lain-lain. Besaran gaji pokok dan tunjangan tersebut sama untuk semua anggota Dewan. Hanya saja, mereka yang memiliki jabatan sebagai pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) bisa membawa pulang gaji Rp 2-3 juta lebih banyak. Sungguh sangat menyenangkan membayangkan sistim kerja para anggota DPR, yang kerjanya duduk-duduk di kursi empuk yang diberikan gaji dan tunjangan-tunjangan besar. Namun sangat tidak sesuai dengan kenyataan akan tugas dari DPR itu sesungguhnya menjadi perwakilan dari rakyat yang kerjanya menginspirasikan aspirasi dari rakyat yang teriak-teriak keras seperti tak punya akhlak. Sebuah cerminan penyalur aspirasi rakyat yang memprihatinkan.

Majalah Gazebo Segera Terbit Berpartisipasi silahkan kirimkan Artikel, Cerpen, Opini, Resensi atau Puisi ke email: gazebo@staiskutim.ac.id

Hidayatullah.com atas artikel yang mereka publikasikan dengan judul “Dari PMII Menuju Yahudi”, memiliki pandangan berbeda terhadap Israel. Semua aktifitas yang ia lakukan berkaitan dengan Israel, bukan untuk menyebarkan agama Yahudi atau politik Yahudi, ini semata untuk bisnis (inilah. com). Terlepas dari niatan lain dari perayaan HUT Israel yang dipelopori oleh Ketang, banyak

sumber menyebutkan bahwa menjalin hubungan bisnis Muslim-Yahudi itu diperbolehkan asal sesuai dengan syariat (baca: http://www.abuayaz. co.cc), apalagi Indonesia-Israel yang bukan hanya milik orang muslim. Berbicara mengenai jalinan bisnis, Rasulullah sendiri pernah melakukan jual beli dengan orang Yahudi. Oleh sebab itu kerjasama bisnis dengan Israel, terbuka bagi umat Islam dan Indonesia.

FOKUS

MEREPOSISI PERAN DAN FUNGSI BEM (2) Oleh : Muchtar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan sebuah organisasi intra kampus yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap kemajuan sebuah Perguruan Tinggi maupun pembangunan dalam masyarakat. Dalam perjalanannya, BEM STAIS yang telah berjalan dua periode mampu mengukir berbagai kemajuan. Semangat kebersamaan, kerja keras serta keikhlasan pengurus BEM telah mampu menggerakkan kegiatan-kegiatan di dalam kampus. Namun seiring perjalanannya, tidak sedikit juga batu sandungan maupun kritikan telah menghiasi perjalanannya. Memang disadari atau tidak kinerja BEM yang telah berjalan mempunyai beberapa kekurangan, yang menurut saya sangat manusiawi karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. Namun hal tersebut hendaknya tidak mengendorkan semangat perjuangannya. Terkait hal tersebut, yang menjadi pertanyaannya di sini adalah mengapa belum mampu sepenuhnya mengakomodir aspirasi mahasiswa?, Hal apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kinerja BEM? Integritas yang kurang dalam kepengurusan BEM kali ini juga menyumbang kurang efektifnya kinerja BEM. Peran dari masing-masing anggota yang kurang begitu maksimal juga mempengaruhi kekuatan pergerakan BEM. Untuk itu seiring berjalannya waktu, BEM juga perlu melakukan pembenahan-pembenahan, antara lain yang paling pertama dilakukan adalah mereposisi (penataan) kembali terhadap peran dan fungsi BEM. Selanjutnya langkah-langkah lain yang perlu dilakukan adalah..bersambung pada edisi berikutnya.. Untuk meningkatkan kinerja BEM, tentunya juga perlu melibatkan semua civitas akademik, baik mulai dari mahasiswa, dosen, karyawan, serta unsure pimpinan lembaga. BEM yang merupakan sebuah organisasi intra kampus sangat perlu peran serta mahasiswa untuk mengakomodir kebutuhan atau aspirasi para mahasiswa. BEM perlu membuka diri untuk menerima kritikan ataupun masukan demi kemajuan sebuah perguruan tinggi khususnya, serta bangsa dan Negara. Untuk itu perlu mengakomodir aspirasi mahasiswa melalui Kosma-kosma yang ada di masing-masing kelas. Dengan melibatkan ketua kosma untuk mengadakan rapat dalam menyelesaikan persoalan yang berawal dari aspirasi mahasiswa, tentunya akan sangat efektif, yang kemudian disampaikan kepada masing-masing kelas. Dengan melibatkan kosma-kosma yang ada akan sangat memudahkan BEM dalam menampung atau melaksanakan aspirasi mahasiswa, karena ikatan emosional antara kosma dengan mahasiswa dalam kelasnya semakin dekat. Komunikasi yang intens juga sangat perlu dilakukan dengan unsure pimpinan STAIS untuk senantiasa mebicarakan perkembangan dan persoalan-persoalan yang dihadapi baik oleh BEM sendiri maupun lembaga. Selain itu kesolidan antara pengurus BEM harus senantiasa dipupuk agar mampu bekerja bersama-sama yang mempunyai satu visi, satu misi dan satu tujuan. Apabila kita mengacu pada Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) BEM STAIS, maka.

Redaksi Gazebo menerima tulisan dalam bentuk artikel, opini, cerpen atau cerita bersambung. Tulisan max 1250 karakter. Kirim ke email: gazebo@staiskutim.ac.id atau langsung diserahkan ke Mochtar - 085250295089

Iklan Mading/Majalah Gazebo Hub. 085250295089


Mading Edisi 9