Issuu on Google+

volume 5/2011

M U d F

IPTEK yang

e s

Akan Ku

T

Pulang

I

Bawa Masak praktis ala Mahasiswa

V a L

Pemenang LOMBA essai HARDIKNAS

Tips JALAN-JALAN di Korea ‘infomasi & akomodasi”


Salam editor, Tak terasa penerbitan majalah Saranghae telah masuk ke volume 5, meski seringnya penerbitan menjadi tersendat karena kesibukan dari banyak pihak yang terlibat dalam Saranghae (*maafkan kami pembaca Saranghae ). Summer di Korea kali ini masih tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan hembusan summer breeze nya yang terasa nyangkut saat menyapa hidung karena tingkat kelembaban yang jauh lebih tinggi ketimbang yang sering kita hirup dari udara tropis Indonesia. Meskipun begitu satu-dua hari atau mungkin satu minggu kita sudah dapat beradaptasi dengan sang udara musim panas Korea ini. Seperti biasa, musim panas berarti liburan panjang, selamat melepas penat bagi teman-teman yang saat ini sedang berlibur dimanapun itu, apakah balik kampung ke Indonesia, atau menjelajah negara tetangga seperti China, Jepang bahkan hingga ke benua Eropa. Mungkin juga, ada yang bepergian seputar Korea dari satu kota ke kota lainnya. Bagi yang tetap setia dengan lab nya, mencoba internship, ikutan part time atau baru keterima kerja dan sibuk dengan kegiatan lainnya, welcome to the club ‘n tetap semangat beraktivitas!!

Kali ini musim panas di Korea tampak sedikit lebih ‘ganas’(tak hanya panas) dari biasanya. Seperti yang kita ketahui musim panas biasanya ditemani dengan banyak hujan, namun kali ini hujan untuk daerah Seoul ‘sedikit’ (red;terlalu) banyak sehingga menimbulkan banjir di beberapa titik, juga telah terjadi longsor yang juga disebabkan hujan kali ini. Tak tanggung-tanggung banjir ini juga telah memakan korban hingga puluhan jiwa dan diduga akan bertambah. Saranghae mengucapkan turut berduka cita bagi yang tertimpa musibah dan berdoa semoga pemerintah Korea dapat segera menyelesaikan dan mencari solusi bagi permasalahan akibat limpahan air yang banyak ini. Bagi yang bermukim Korea terutama di Seoul dan sekitarnya, take care, selalu

update berita cuaca sebelum keluar rumah, pantau terus kondisi sekitar tempat tinggal anda dan berwaspadalah. Saranghae volume 5 ini tentu dapat menjadi salah satu ‘teman’ liburan Anda atau ‘rekan’ penghibur penat kala sibuk beraktivitas atau ‘pengobat’ suntuk bagi yang terjebak hujan… selamat membaca ^-^ *ps: Tim Saranghae menghaturkan tulus maaf lahir dan batin serta mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang merayakan With love

Icha (ichot_geekz@yahoo.com)


(re)Orientasi Peran Pelajar Indonesia di Korea Selatan

Dua

ribu sebelas. Ya, kita

sudah berada di tahun 2011. Tahun di mana Korea yang saat ini menampung sekitar lebih dari 300 orang para pelajar Indonesia, telah berhasil menjadi salah satu negara pengekspor kapal laut, teknologi layar datar (display) dan elektronik terbesar di dunia. Di saat yang bersamaan, Korea yang berpenduduk lima kali lebih sedikit dari Indonesia [1] telah menjadi Negara pengekspor ke-6 dunia, bandingkan dengan Indonesia yang berada di urutan ke 28 dari total volum perdagangan. Bukankah hal ini cukup menyita nalar kita? Dalam laporannya, Arthur Sweetman [2] menjabarkan dengan detail ternyata produktivitas sebuah Negara sangat terkait dengan system pendidikannya. Ada apa dengan pendidikan di Indonesia? Mungkin itu pertanyaan yang bisa dilontarkan.

Permasalahan pendidikan di Indonesia yang ada di masyarakat, bisa disebut layaknya fenomena gunung es. Masalah yang sebenarnya ada, jauh lebih besar dari yang terpapar oleh media. Secara umum, menurut United Nations Development Programme (UNDP), sektor pendidikan di Indonesia menempati urutan 108 dari 169 negara terdaftar [3]. Sehingga, bukan hal yang mengherankan, jika tetralogi Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi menggambarkan sulitnya bagi warga di pelosok Indonesia untuk mendapat pendidikan yang mudah, murah dan berkualitas. Walau di saat yang bersamaan, bukan berita yang mengagetkan juga, sering terdengar para pelajar Indonesia menuai banyak prestasi di ajang internasional dan bergengsi. Premis awal bisa dikatakan, ada ketimpangan terhadap akses pendidikan yang cukup besar di Indonesia, antara di perkotaan dan daerah.

“Pelajar hari ini, pemimpin masa depan‌!â€? (anonym) Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada di pendidikan Indonesia dan sebagai bagian dari insan pendidikan yang saat ini sedang menimba ilmu di Korea, tentunya hal ini haruslah mengetuk hati kita untuk berbuat sesuatu. Karena ungkapan “lebih baik menyalakan sebuah lilin, daripada mengutuk kegelapanâ€? sangatlah pas disematkan oleh para pejuang ilmu di manapun berada. Bukan porsi seorang pelajar untuk menjadi bagian dari para komentator yang dengan tangkas dan cekatan mengomentari kekisruhan pendidikan yang ada di Indonesia, mengapa? Karena para pelajar adalah aktor yang juga terlibat dalam permainan sepak bola besar, melawan kebodohan, kemandegan sistem serta segala hambatan dalam akses terhadap dunia pendidikan. Semoga pemaparan dalam tulisan ini dapat menyemangati akan makna dan urgensi peran para pelajar Indonesia, khususnya di Korea Selatan. Dengan ladang kontribusi yang terbuka lebar, para pelajar Indonesia mampu melakukan sesuatu untuk kebaikan Indonesia, terutama di bidang pendidikan!

SARANGHAE/VOL.5/2011

3


Pelajar sebagai aktor intelektual Memiliki banyak jurnal internasional bahkan dengan impact factor yang tinggi atau prestasiprestasi pribadi di setiap kampus di mana para pelajar Indonesia sebagai mahasiswa asing di Korea, tentunya menjadi kebanggan tersendiri bagi diri pribadi dan untuk Republik tercinta. Istilah ‘orang Indonesia itu’ akan tersemat dalam setiap sukses dan keberhasilan yang diperoleh, dan sebaliknya, akan juga tersemat apabila kegagalan dan kedangkalan karya terjadi. Setiap pelajar Indonesia di Korea sejatinya menjadi duta yang dipundaknya tersandang nama besar bangsa Indonesia. Sebagai seorang aktor intelektual, masih

Mendidik adalah yang terdidik Kalimat yang menampar mata hati kita tersebut datang dari seorang cendekiawan Indonesia, Anies Baswedan. Dengan programnya yang menginspirasi, Indonesia Mengajar (IM), sejatinya mengajarkan kepada kita semua, bahwa tanggung jawab memajukan pendidikan bukanlah tugas Negara/Pemerintah semata, namun melekat disetiap orang-orang terdidik, dalam hal ini, para pelajar di manapun berada. Di Korea sendiri, peran Universitas Terbuka di awal 2011 adalah sebuah tonggak sejarah yang dapat menjadi wadah para pelajar Indonesia dalam membagi ilmu dan pengalamannya kepada para rekan-rekan pekerja di seluruh Korea. SARANGHAE/VOL.5/2011

ada hal hebat tambahan yang bisa dilakukan. Misal membuat ‘pemancar’ ilmu pengetahuan dalam bentuk blog terhadap spesifikasi bidang masingmasing. Hal ini bukan hanya penting dalam mempromosikan diri dan bidang yang sedang ditekuni, namun juga memudahkan kerjasama dengan elemen lain terkait di Indonesia yang akan melakukan riset yang bersesuaian. Lain hal, bagi orang awam dan yang tidak mempelajari bidang tersebut secara mendalam, keberadaan media informasi yang menuliskan perkembangan riset tersebut dapat sangat bermanfaat dalam memperkaya khasanah keilmuan dan sumber informasi.

tugas setiap orang Kesempatan berkontribusi di dunia pendidikan sebenarnya tidak tertutup dengan menjadi dosen pada Universitas Terbuka saja. Dalam perkembangannya, saat ini sudah hadir lebih dari 20 tempat para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berkumpul[4], yang sebagian besar adalah Musholla/Mesjid yang membutuhkan Pembina, bukan hanya dari sisi spiritual tapi juga aspek pengetahuan umum seperti: wirausaha, bahasa inggris, komputer dan lain sebagainya. Di sini, peran pelajar amat sangat dibutuhkan, untuk berbagi atau sekedar memotivasi dan menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri para TKI di Korea Selatan. 4


Pelajar sebagai motivator dan penarik gerbong kemajuan Berbicara mengenai kontribusi, berarti berbicara apa yang bisa pelajar lakukan. Ketika ada sekitar 30000 warga Indonesia yang menjadi para Tenaga Kerja Indonesia di Korea[5], sejatinya juga menjadi lahan basah para pelajar Indonesia di Korea untuk membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Bagaimana menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Korea yang dipakai dalam percakapan sehari-hari? Bagaimana memasang aplikasi program pada komputer? Bagaimana cara memulai berwirausaha? Faktor kesehatan dan keselamatan apa yang diperlukan dalam pekerjaan yang dilakukan di pabrik-pabrik? Atau yang mungkin

paling sederhana, bagaimana membuat sistem manajemen dalam organisasi atau perusahan kecil dan menengah, adalah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bisa dijawab oleh para pelajar Indonesia di Korea. Membangun mentalitas dan kapasitas rekan-rekan pekerja Indonesia di Korea, adalah amal jariyah yang memberikan efek domino ketika mereka pulang nanti. Hilangnya interaksi pelajar dan pekerja selama di Korea, sama hal dengan hilangnya kesempatan untuk menyiapkan 30000 kader-kader yang akan membangun Indonesia, yang tersebar di provinsi-provinsi asal para TKI.

Pelajar sebagai elemen yang siap bersinergi dan berkontribusi Belajar dari Korea pada awal 60-an ketika negara ini menapak kembali setelah hancur oleh perang saudara, sinergisme adalah kunci sukses Indonesia masa yang akan datang. Sinergisme di internal para pelajar Indonesia serta dengan pihak luar seperti pemerintah dan industry amatlah dibutuhkan. Sulit membayangkan keberhasilan pendidikan di Indonesia tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Saat ini, ranah untuk bersinergi di kalangan internasional seperti: Perhimpunan Pelajar Indonesia di seluruh Dunia (PPI Dunia), Ikatan Ilmuan Internasional Indonesia (I4), Radio PPI Dunia adalah sebagian contoh kecil dari usaha membuat link and match, para pelajar Indonesia di seluruh dunia. Karenanya pula, peran PERPIKA memgang andil yang sangat penting sebagai pemimpin para pelajar Indonesia di Korea dan juga sebagai jembatan khusus yang menguhubungkan para pelajar di Korea dengan jaringan-jaringan yang ada di luar Korea Selatan. SARANGHAE/VOL.5/2011

5


Optimisme, sebagai garda terakhir kemajuan

Mungkin hanya optimisme sebagai garda terakhir kemajuan Indonesia yang bisa dimiliki oleh para pelajar. Apabila para pelajar sebagai kelompok

terdidik sudah tidak memiliki apa yang disebut dengan optimisme akan keberhasilan dan hari esok nan cerah di Indonesia, maka masa depan Indonesia akan sangat mengkhawatirkan. Kemana lagi para petani dan nelayan harus mengadu ketika hasil kerja keras mereka tidak berbuah manis ketika masa panen tiba kecuali kepada para sarjana pertanian dan perikanan kita? Atau para buruhburuh pabrik di Indonesia -yang menyambung hidup saja tidaklah cukup- yang menginginkan adanya mobilitas vertikal terjadi di anak-anak mereka, jika para sarjana sudah tidak semangat untuk membangunkan potensi-potensi yang ada di puluhan juta anak Indonesia yang tersebar di setiap provinsi. Harapan itu akan selalu ada, dan harus ada di setiap dada para pelajar Indonesia di manapun berada. Karena kekuatan yang besar, selalu diikuti oleh tanggung jawab, dan beban moril untuk mengamalkannya.

Bahwa apa yang para pelajar Indonesia lakukan saat ini, di manapun mereka berada, mereka sedang mengemban sebuah amanah yang berat. Bukan hanya membawa cita dan impian pribadi, tapi mereka juga sedang membawa harapan dari jutaan orang yang menunggunya di tanah air, untuk membuat Indonesia lebih baik. Menyelaraskan keduanya membutuhkan keikhlasan, mensukseskannya membutuhkan persiapan dan menjalankannya membutuhkan kesabaran serta ketahanan.

Referensi: 1. 2. 3. 4. 5.

Nations, U., World Population Prospects: The 2008 Revision. Highlights. 2009, United Nations: New york. Sweetman, A., Working Smarter: Education and Productivity. 2002, Centre for the Study of Living Standards Canada. p. 157-180. Team, H.D.R., Human Development Report 2010. The Real Wealth of Nations: Pathways to Human Development. 2010, United Nations Development Programme (UNDP). KMI. http://kmikorea.net/. Universitas Terbuka. http://www.jakarta.ut.ac.id/index.php/berita-upbjj-ut-jakarta/32-pembukaan-layanan-utdi-korea-selatan-.html *Pemenang I lomba essai Hardiknas PERPIKA

SARANGHAE/VOL.5/2011

(Andy Tirta, Mahasiswa program Doktor di 6 Yeungnam University)


Kim Yu-Na, Winter Olympic 2018 dan Olahragawati Indonesia

Semua warga negara Korea, yang pernah tinggal di Korea minimal 1 tahun, yang tidak pernah tinggal di Korea tapi merasa dirinya penggemar berat budaya Korea, dan penggemar olahraga figure skating sepantas dan sewajarnya familiar dengan nama Kim Yu-na. Untuk orang Indonesia yang tidak termasuk kategori di atas, anda dimaklumkan kalau anda tidak pernah mendengar namanya karena saya sendiri juga tidak familiar dengan Kim Yu-na sebelum saya tiba di Korea. Bagi saya, olahraga ice skating adalah ‘barang langka’, karena Indonesia yang negara tropis tidak mengijinkan saya untuk meluncur diatas kali yang beku di saat winter dan juga posisi rumah saya di Bekasi yang cukup jauh jaraknya dari Mall Taman Anggrek atau Megamall Pluit di mana ice rink berada. Saya tau ice skating juga dari Leony-nya Trio Kwek-Kwek, yang waktu diwawancarai majalah Bobo mengatakan kalau hobinya main ice skate.

Kenapa dia segitu dipuja-pujanya oleh seluruh rakyat Korea padahal dia “cuma� atlet???

Kim Yu-na ini atlet figure skating kebanggaan Korea. Lahir tahun 1990, mulai skating karena di dekat rumahnya ada ice rink dan ibunya mendaftarkan dia dan kakaknya untuk ikut les, tapi akhirnya hanya dia yang jadi atlet. Sejak memulai perjalanannya sebagai atlet professional, dia sudah memenangkan berbagai macam perlombaan tingkat dunia, termasuk World championship dan medali emas di Winter Olympic 2010 tahun lalu. Bahkan tahun lalu dia dinobatkan sebagai Sportswoman of The Year 2010. Dia sudah membintangi berbagai macam iklan, dari susu sampai tabungan bank dan juga menyanyi. Joke internal antara saya dan teman sih, tapi menurut kami makin sulit mencari suami buat Yu-na nantinya..:D

SARANGHAE/VOL.5/2011

7


Menurut pendapat saya, rakyat Korea pada umumnya memuja hampir semua hal hal yang berbau “pertama”. Contohnya di dunia olahraga, pemain Asia pertama yang masuk first squad Manchester United (Park Jisung), perenang Asia pertama yang menang medali emas olimpiade di 400m free-style (Park Tae-hwan), dan tentunya, figure skater pertama dari Korea yang menjadi juara dunia (Kim Yu-Na). Tiga atlet ini bisa dibilang atlet Korea yang paling terkenal di Korea dan di dunia. Wajah-wajah mereka akan mudah ditemukan di jalan-jalan karena sekarang status mereka bukan hanya atlet, tapi atlet celeb. Fans Kim Yu-na pastinya akan bertambah banyak setelah dia membantu PyeongChang untuk memenangkan kesempatan menjadi tuan rumah Winter Olympic 2018. Dia memberikan presentasi dalam bahasa inggris yang sempurna, yang kalau menurut berita ini, menentukan kemenangan Korea. Bahkan Olympic bid ini menjadikan Yuna sebagai Fashion Icon. Dia sampai menangis waktu Pyeongchang diumumkan sebagai pemenang dalam bid ini. Tapi memang it’s the matter of pride sih, secara ini sudah ketiga kalinya Korea ikut bidding host Winter olympic tahun 2010 dan 2014, tapi kalah dari Canada dan Russia. Kali ini persiapannya jauh lebih matang daripada tahun-tahun sebelumnya dan bisa jadi, Kim Yuna juga jadi salah satu penentunya. Sambil baca-baca berita Kim Yuna saya jadi kepikiran, siapa sih atlet putri Indonesia masa kini yang setenar Kim Yu-na di Korea?

Atau, kalau ditanya siapa atlet putri Indonesia idola kamu, ada yang jawab Lisa Rumbewas gak yah? Atlet putra Indonesia mungkin bisa diwakilkan oleh Taufik Hidayat dan Irfan Bachdim. Tapi kalau jawaban atlet putrinya masih Susy Susanti, berarti kurang regenerasi di sektor atlet putri Indonesia. Dulu waktu saya masih SD, kalau di pelajaran Penjaskes disuruh menyebutkan atlet bulutangkis putri, jawaban saya dan teman-teman pasti Susy Susanti atau Mia Audina (meskipun saya inget banget ada temen yang jawab Yayuk Basuki). Kalau anak SD jaman sekarang ditanya hal yang sama, berapa orang yang jawab Greysia Poli atau Lilyana Natsir? Atau, kalau ditanya siapa atlet putri Indonesia idola kamu, ada yang jawab Lisa Rumbewas gak yah?

Atlet-atlet Indonesia ini punya kemampuan untuk berprestasi lebih, cuma kurang promosi dan mungkin motivasi juga. Gimana gak kurang motivasinya kalau bahkan uang untuk buat wisma atlet aja masih dikorup. Apalagi kalau abis mereka pensiun, nasib mereka bisa gak jelas karena negara kurang memberikan perhatian dan penghargaan kepada mereka yang sudah mengharumkan nama bangsa. Semoga saja ada perbaikan di sektor ini, supaya Indonesia juga bisa membuktikan bahwa rakyat Indonesia juga bisa berprestasi di dunia Internasional dan mungkin suatu saat nanti bisa jadi host salah satu event olahraga berskala dunia. Entah kapan pun itu……

Written by: ovi martono (martono_ovi[at]hotmail.com) Photos: reuters,getty image SARANGHAE/VOL.5/2011

8


“ Informasi dan Tips Akomodasi” Ketika berpergian  untuk waktu  lebih  dari satu hari, hal  yang  harus kita  pikirkan  adalah  akomodasi atau tempat penginapan.  Selain  transportasi,  akomodasi  juga  salah  satu  yang  mengambil  porsi  cukup  besar  dalam  biaya  perjalanan,  sehingga  memilih  tempat penginapan yang murah cukup efektif untuk menekan biaya perjalanan kita. Namun tentunya untuk penginapan bukan  hanya mencari yang sesuai kocek, namun juga harus aman dan nyaman untuk kita beristirahat selama berpergian, apalagi kalau  kita berjalan‐jalan tidak hanya sendiri atau dengan teman, namun dengan pasangan, anak‐anak, atau orang tua. Berikut beberapa  tips dan jenis tempat penginapan yang bisa dipertimbangkan selama berjalan‐jalan di Korea. Jenis akomodasi yang akan dibahas  disini adalah hotel, motel/hostel, guest house& minbak, sauna, homestay, dan rumah teman. Semoga bermanfaat~!  

S

eperti di negara lain pada umumnya, setiap kota di Korea memiliki 

ciri khas tersendiri, mulai dari dialek, tata budaya, tekstur alam, tempat  wisata, makanan khas, dan lain sebagainya. Selama kita ada  kesempatan berada di Korea, kenapa tidak coba mengunjungi kota‐ kota lainnya? Kadang karena jaraknya yang jauh, dan tidak bisa  ditempuh bolak‐balik dalam satu hari, perkiraan biaya akomodasi atau  penginapan yang cukup besar mengurungkan niat kita. Nyatanya  akomodasi tidak harus selalu hotel atau motel yang mahal, ada pilihan  lain yang lebih murah. Berikut akan dibahas beberapa jenis penginapan  di Korea, yaitu hotel, motel/hostel, guest house/minbak,  sauna/jjimjilbang, homestay, dan rumah teman. Dengan memilih  penginapan yang sesuai budget dan kenyamanan, perjalanan kita bisa  jadi lebih menyenangkan. 

I. HOTEL (호텔) Jenis penginapan yang umum digunakan dan digolongkan akomodasi kelas pertama. Biasanya jenis kamarnya terbagi menjadi single (kamar untuk satu orang penghuni), double (kamar untuk dua orang penghuni dengan satu tempat tidur besar), dan twin (kamar untuk dua orang penghuni dengan tempat tidur terpisah). Jika kita punya cukup budget, ada yang mengcover biaya akomodasi kita misalnya untuk conference, perlu tempat istirahat yang nyaman karena berpergian dengan orang tua atau anak-anak, hotel bisa menjadi pilihan kita. Hotel di sekitar Gwanganli, B u s a n

standar harga serta fasilitas yang hampir sama disetiap cabangnya. Misalnya hotel Ibis http://www.ibishotel.com/, http://www.novotel.com/, dan lain-lain.

II. MOTEL (모텔/여관) / HOSTEL ( 호스텔) Bisa dibilang penginapan kelas ke 2 setelah hotel. Jenis kamar yang disediakan mirip dengan hotel namun dengan fasilitas yang lebih terbatas. Harga motel/hostel biasanya sekitar 25.000 ~ 80.000 won. III. GUEST HOUSE (게스트 하우스) / MINBAK (민박) Minbak adalah rumah pribadi yang menyewakan kamarnya untuk penginapan (biasanya juga disediakan makan pagi), sedangkan guest house cukup mirip hostel. Harganya sekitar 7.000 won ~ 45.000won. Tipe kamarnya selain single, double, biasanya juga menyediakan jenis dormitory/asrama yaitu kamar yang isinya mulai dari 3 sampai belasan orang. Jika memilih kamar tipe asrama, tentu kita harus lebih berhati-hati menjaga barang kita, karena kita harus share kamar dengan orang lain. Jika ada barang yang penting, bisa dititipkan ke front desk di guest house tersebut. Guest house umumnya kita bisa bertemu dengan traveler asing/korea lainnya. Kita bisa menambah teman, atau diskusi tentang tempat-tempat wisata yang mereka rekomendasikan/ sudah kunjungi, atau jika beruntung, bisa saja kita dapat teman untuk mengeksplor tempat wisata bersama. Ketika membandingkan harga, jangan hanya sekedar membandingkan harganya saja. Bisa saja harga per malamnya lebih mahal sedikit namum menyediakan makan pagi atau fasilitas lainnya seperti internet atau sepeda. Sedikit mahal untuk biaya penginapan namun kita bisa mengurangi biaya yang lain selama perjalanan. IV. SAUNA (사우나) / JJIMJILBANG (찜질방)

Fasilitasnya lebih bagus, lebih nyaman, lebih privat, dan tentu saja dengan harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis akomodasi yang lain. Biasanya harga hotel bervariasi mulai dari 50.000 ~ 300.000 won. Boleh juga coba mencari chain hotel yang sudah kita ketahui mereknya. Karena biasanya chain hotel sudah memiliki

SARANGHAE/VOL.5/2011

Sauna atau tempat pemandian umum cukup biasa di Kore Biasanya dibagian luar terdapat tanda berbentu seperti uap ♨. Bukan hanya bisa mandi, kita juga bis menginap disana. Harganya juga cukup miring, sekitar 7.00 ~ 15.000 won. Biasanya didalamnya terdapat ruangan ua untuk sauna, ruangan hangat khas Korea, serta ruanga

9


Tidak  ada  tempat  tidur  khusus  di  jjimjilbang,  jadi  jangan  kaget  ketika  malam  kita  melihat  orang‐orang  tidur  bergeletakan  dimana  mereka  inginkan.  Walaupun  kamar  mandi  dan  ada  beberapa ruangan terpisah untuk laki‐laki  dan  perempuan,  biasanya  secara  umum  tempatnya menjadi satu. Kadang ada juga  yang  menyediakan  snack  corner,  tempat  olah raga, atau internet café.  Biasanya  di  sauna  disewakan  baju  lengan pendek  dan celana pendek untuk  dipakai disana. Juga disediakan peralatan  mandi seperti shampo, sabun, serta pasta  gigi.  Ketika  masuk  ke  tempat  pemandian  tidak  boleh  memakai  baju  atau  kain  penutup,  sehingga  untuk  teman‐teman  yang  tidak  bisa  atau  tidak  biasa  mandi  terbuka  bersama‐sama  sesama  jenis,  sauna  bukan  pilihan  cocok  untuk  menginap.   Harga  hotel,  motel/hostel,  guest  house/  minbak,  sauna  bisa  berbeda  tergantung  daerah,  lokasi,  fasilitas  yang  disediakan,  tanggal‐tanggal  musim  liburan.  Biasanya  dikota‐kota  kecil  harga  untuk  sauna  lebih  murah,  namun  untuk  guest  house,  minbak,  motel,  hostel  dan  hotel  harganya  justru  relatif  lebih  mahal  dibandingkan kota besar. Mungkin karena  jumlahnya  yang  lebih  sedikit  dan  jarangnya  ada  persaingan  harga.  Ada  yang  menyediakan  website,  dimana  kita  bisa  melihat  detail  lokasi,  harga,  serta  memesan  secara  online.  Ketika  merencanakan  perjalanan  di  musim  liburan,  ada  baiknya  memesan  kamar  jauh hari sebelumnya.  Salah  satu  website  yang  cukup  bagus  menyediakan  informasi  tentang,akomodasi  di  Korea  adalah  http://asiaenglish.visitkorea.or.kr/ena/ AC/AC_EN_4_9.jsp. Jjimjilbang (tempat pemandian)

V. Homestay(홈스테이) Jalan-jalan dengan budget yang terbatas sekali? Homestay bisa menja pilihan. Selain mengirit biaya akomodasi kita juga bisa menambah teman ser berinteraksi langsung dengan penduduk lokal/ tuan rumah. Informasi oran orang yang kira-kira bersedia memberi penginapan untuk beberap waktu bisa dilihat antara lain di: - http://www.hospitalityclub.com - http://www.couchsurfing.com/, - http://www.globalfreeloaders.com - http://www.homestaykorea.com

VI. RUMAH TEMAN That’s friends are for! Jangan malu untuk coba bertanya kepada teman yang tinggal ditempat yang akan kita kunjungi. Jika teman kita tidak bisa memberikan penginapan, coba tanya juga juga ada atau tidak rekomendasi tempat untuk menumpang nginap, siapa tahu teman punya teman yang bisa memberikan tumpangan. Lumayan juga kalau kita bisa medapatkan tempat menginap sekaligus menambah teman baru. Homestay dan rumah teman adalah tempat menginap tidak berbayar alias kita numpang. Pemilik rumah atau teman tersebut sama sekali tidak berkewajiban untuk memberi tumpangan kepada kita, sehingga kita harus menghargai mereka. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika menumpang, antara lain: •Jika belum kenal ada baiknya  cari tahu mengenai informasi  orang tersebut. Ketika akan  bertanya tentang penginapan,  perkenalkan diri kita terlebih  dulu dengan sejelas‐jelasnya,  dari mana mendapat  kontaknya, kapan akan  datang, berapa lama akan  tinggal, datang bersama siapa  saja, dan rencana kegiatan  kita di tempat tujuan  nantinya. Boleh juga  disebutkan kesamaan,  kesukaan atau hobi yang  sama‐sama diminati. Hal ini  tentu saja mendasar karena  tentu saja kita tidak mungkin  memberikan tumpangan  kepada orang yang tidak kita  ketahui informasinya. 

•Kita harus sadar kalau kita  tidak sedang berada dirumah  dan menumpang dengan  gratis, sehingga kita harus  menghormati tuan rumah  misalnya dengan tidak  meminta fasilitas yang tidak  disediakan, tidak protes  dengan tumpangan yang  diberikan, tidak memakai  barang kepunyaanya tanpa  seijin tuan rumah, dan  mengembalikan dengan rapi  apa yang dipinjamkan kepada  kita.

•Meskipun tidak harus,  ada baiknya juga kalau  kita memberikan hadiah  kepada tuan rumah.  Tentunya tidak harus  mahal, bisa saja hanya  sekedar membelikan  cemilan ketika kita  berjalan‐jalan. Jangan  lupa mengucapkan  terimakasih dan selalu  tunjukan senyuman  lebar untuk  menyenangkan mereka. 

3

2

1 REFERENSI [1] Pengalaman pribadi  [2] Tanya‐tanya teman  [3] Simon  Richmond,  Yu‐Mei  Balasingamchow,  et.  al,  “Lonely  Planet  Korea (Country Travel Guide), Lonely Planet publisher, May 1st 2010.

by: Primastuti Dewi Departemen Ilmu Komputer, P National University, Busan Korea Selatan SARANGHAE/VOL.5/2011

10


Gemericik hujan masih mengisi keheningan sore ini. Alunan sayup irama jazz pun memecahkan keheningan suasana café di jantung kota Seoul. Dentingan sendok yang menyenggol halus bibir cangkir, bulir-bulir halus gula yang bersentuhan dengan botol penampungnya juga tak mau kalah hadirkan irama khas tersendiri. Berpasangpasang mata sibuk menerawang hujan. Seorang wanita dengan stelan kemeja biru dongker dengan syal membalut lehernya tampak sangat menikmati krim yang menghias tinggi gelas nya. “Apa sih yang “I Love You” sapa gadis yang duduk di sisi kiri

sebenarnya kamu

jendela café kepada seorang pria yang duduk

tunggu dan apa

di hadapannya. Tangan halusnya tampak

yang buat kamu

masih sibuk mengaduk secangkir coffee latte di

tidak berani

hadapannya, mata nya tetap mengawasi setiap

melamar dan

perpindahan gerak tubuh pria di depannya. Tak

menikahiku tahun

banyak yang dilakukan pria itu, ia hanya

ini Yo?” ucap

tersenyum dan menggenggam jemari wanita itu. “I Love You, dulu, hari ini besok dan slamanya” ulang nya. Kedua matanya kali ini semakin dalam menerobos jarak pandang nya. Di tatapnya lekat-lekat lelaki itu. Lagi, pria itu hanya

menunduk

seolah

tak

mampu

memandang sepasang mata indah penuh harap di hadapannya. “Aku juga sayang kamu Belva, aku ingin selalu

bersama kamu, aku tidak ingin kehilangan tatapan dan binar mu” kali ini lelaki itu tampak mengangkat wajahnya dan menyambut tatap haru sang wanita, sembari membenarkan duduk nya, lelaki itu kini menggenggam kedua tangan wanita yang sedari tadi menatap kebisuan.

dalam

Belva memecah Gemericik air hujan di luar sana pun

hening

seolah tak mampu surutkan berjuta

“Aku belum siap

tanya

dan

ketakutan

dalam

hati

Belva”

mereka. Ketakutan akan perpisahan,

“lantas kapan

ketakutan akan dosa, dan berjuta

kamu siap?”

ketakutan lainnya.

“Aku nggak tau,

kapan aku siap. Suasana kembali senyap. Kali ini

Yang jelas, saat ini

hanya terdengar tetesan sisa hujan

aku tidak siap

yang menubruk sehelai pelastik hitam

menikah, dengan

yang tercecer di bawahnya. Coffee

kamu atau siapa

Latte ini sudah yang ke-3 kalinya di

pun”

pesan. Sudah lebih dari 4 jam mereka

“Meski akhirnya

terduduk dalam kebisuan dalam Café

kamu harus

ini.

kehilangan aku?” “Itu resiko yang

aku terima karena ketidaksiapan ku”

SARANGHAE/VOL.5/2011

11


Kali ini Belva tampak menatap kosong menerawang dalam

“Apa kata orang tua Belva nanti, kalau aku

cangkir dihadapannya. Lama kelamaan kelopak matanya

menikahi anak mereka tanpa modal apa-apa,

tampak penuh dengan lelehan panas air mata nya.

bahkan untuk membeli sebentuk cincin pun aku tak sanggup, karena beasiswa yang

“Aku cinta kamu Dyo, aku nggak mau kehilangan kamu.

kuterima tak begitu besar” pikir Dyo dalam

Aku tau ini semua mendadak, tapi apakah kondisi ini tidak

hati. Darahnya seolah mendidih, jika ia harus

dapat kamu maklumi?” Setetes demi setetes air matanya

menerima kenyataan orang yang ia cintai

mulai basahi permukaan meja.

akan menikah dengan orang lain. Bahkan saat ini pun Belva berstatus tunangan orang.

“Aku juga cinta kamu Belva, lebih dari yang kamu

bayangkan. Tapi aku nggak punya apapun untuk

Sejak Ibu belva sakit-sakitan, Belva memang

menikahimu dalam waktu dekat. Beasiswaku bahkan tak

menjadi anak yang lebih penurut. Menikahi

cukup untuk biaya sekolah adik ku di Indonesia, belum

Ryan pun hanya untuk menyenangkan hati

lagi sejak ayah ku meninggal, aku harus membagi

ibu nya yang tengah terbaring di rumah sakit.

beasiswa ini juga untu menghidupi Ibu dan 2 adik ku.

Sementara Dyo yang ia harapkan dapat

Lantas bagaimana aku harus menghidupi mu dan

menikahinya hanya terdiam pasrah melepas

menyeretmu dalam lingkaran kesengsaraan ini?”

Belva.

“Meski aku akan menikah dengan orang lain jika kau tidak

“Lusa aku balik ke Indonesia, dan sabtu aku

menikahiku? Artinya kau tidak mencintaiku?”

menikah. Tak ada kah yang dapat kau

“Justru karena aku sangat mencintaimu. Aku akan merasa

lakukan untuk mencgah pernikahan ini Dyo?

sangat berdos dan terkikis hati ku jika melihat orang yang

Aku nggak mau menikah dengan Ryan”

aku sayangi menderit dan tak tercukupi hidupnya.”

sambung Belva dengan tatapan kosong pada

“Tapi aku nggak butuh itu semua Dyo, bersama mu pun

cangkir dihadapannya.

sudah membuatku merasa bahagia, lebih dari cukup.” “lantas selama itu pula, aku merasa tersiksa dengan

“Aku tau, tapi aku tak punya pilihan selain

kemiskinan dan ketidak mampuanku untuk menafkahimu.”

mengikhlaskan mu. Aku bahkan tak dapat

Sambung Dyo, kali ini sembari mengusap dahi nya.

menghadiri pernikahan mu karena aku tak

Tangan kanan nya tampak menyodorkan tissue pada

mampu membeli tiket untuk ke Indonesia.

wanita yang sedari tadi sibuk menyapu pipi nya yang

Maafkan aku Belva, ikhlas kan lah semua ini,

tertutupi air mata.

dan segala nya akan berlangsung aman dan tenang”.

Belva tampak masih hanyut dalam isak tangis nya, sesekali ia coba mengatur nafas nya. Pilihan ini memang

“Aku nggak cinta Ryan, apapun itu, aku

sulit buat mereka 5 tahun pacaran, meski kini mereka

masih menunggumu hingga 30 menit sebelum

sama-sama tengah melanjutkan kuliah di Seoul, tetap

akad nikah ku Dyo. Kamu masih punya waktu,

kemiskinan dan ketidak mampuan finansial masih terus

dan aku harap kamu bisa melakukan sesuatu.

membututi Dyo, putra sulung dari sebuah keluarga kurang

Semuanya akan menguap begitu saja jika kita

mampu di desa nya. Sementara Belva, meski ia bukan anak

tidak bersatu, jika hanya aku yang berusaha

dari

semuanya akan hancur karna tidak memiliki

seorang

milioner,

kecukupan.

SARANGHAE/VOL.5/2011

tapi

selelau

hidup

dalam

kekuatan.”

12


“Belva,….” “Sssst…” sambung belva sembari merkatkan telunjuknya pada bibir Dyo. “Kmu tidak usah jawab apa-apa sekarang, aku tidak butuh kata-kata, yang aku butuh hanya fakta dan tindakan.

Aku sayang kamu Dyo” tutup nya sembari mengecup pipi Dyo dan meninggalkan Dyo di Café sendirian berteman kegalauan dalam hatinya. Dari dalam café, Dyo masih mengawasi gerak-gerik langkah Belva yang berlalu dan menghilang di sudut jalan. *** “Apa yang harus aku lakukan Yaa Allah? Engkau mengetahui apa yang aku rasakan. Engkau mengatur semua

ini. Engkau juga yang terus menambah dan menambah rasa di hatiku hingga besaaaaaar seperti sekarang ini. Tapi apa? Kau juga yang mengambil nya dari ku Yaa Allah. Apa rencana-Mu? Apa salah ku hingga Kau hukum aku seperti ini? Aku selalu berdoa pada-Mu, aku menjalankan perintah-Mu, aku tak pernah meninggalkan dhuha ku sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di Korea ini. Tapi apa? Kemiskinan ini masih terus mengikuti langkah ku, aku kehilangan Ayah ku pun karena rumah sakit tidak mau memberikan pertolongan sebelum kami melunasi biaya rumah sakit. Mereka membiarkan Ayahku digerogoti oleh rasa sakitnya hingga ia terbujur kaku di rumah sakit. Sekarang harus kah aku kehilangan Belva, masih dengan cerita yang sama Yaa Allah? Cerita yang sama, karena kemiskinan ku???”

Dyo masih tampak terisak dengan posisi yang sama, bersujud di atas sajadah lusuh pemberian nenek nya sepulang haji 12 tahun yang lalu. Sementara di sisi lain kota Seoul. Belva sibuk mengemasi Tangis Dyo mulai meledak dalam sujud terakhirnya

barang dan mengecek semua perlengkapan dokumen untuk

di shalat malam nya. Lagi, ia kembali mengutuki

keberangkatannya esok pagi. Sesekali tampak ia juga sibuk

hidup nya. Ia mengutuki kemiskinan yang seolah

mengusap air mata yang tak sengaja tertumpah di antara

menjadi bayangan nya. Dyo memang anak yang

tumpukan baju nya.

pintar, kesempatan melanjutkan kuliah hingga ke Korea

pun

diperolehnya

karma

ia

adalah

***

mahasiswa terbaik di kampusnya. Cukup beragama dan tak pernah meninggalkan shalat malam dan

“Aku pergi Dyo, aku masih akan menunggumu hingga 30

dhuha di pagi hari.

menit sebelum ijab qabul pernikahanku nanti. Jangan tutup telepon nya, nanti aku akan telepon kamu. Aku sayang kamu

“Yaa Allah, jika memang Belva bukan calon istri

Dyo” ucap Belva menunduk dengan air mata yang tak henti-

yang terbaik untuk ku, maka cabut lah semua

henti nya banjiri kelopak mata nya.

rasaku untuk nya, dan cabutlah rasanya untuk ku.

“Aku juga sayang kamu Belva, ini semua seperti lelucon.

Jangan Kau permainkan hati kami yang tak berdaya

Aku mengantarkan orang yang paling aku sayang untuk di

ini Yaa Allah. Jika aku harus kehilangan orang-

nikahi oleh orang lain. Jaga diri kamu, salam dan maaf ku

orang yang aku sayangi karena kemiskinanku, aku

untuk kedua orang tua kamu” sambung Dyo yang kali ini

mohon cabutlah kemiskinan ini Yaa Allah”

juga sudah tampak berkaca-kaca.

SARANGHAE/VOL.5/2011

13


Tampak kekecewaan menggelayuti wajah Belva, sementara Dyo, berusaha membuang kesedihannya dengan terus tersenyum hingga Belva menghilang dalam antrian penumpang lain nya di Incheon. Dyo menyusuri bandara dan mendapati bis yang mengarah ke kampus no

Usai

menandatangani

satu di Korea. Kali ini ia benar-benar tak dapat menyembunyikan kesedihan

kontrak dan menerima 1,5

yang sedari tadi menggerogoti hati, air mata nya masih menetes panas.

juta won, Dyo bergegas ke

Hingga pada suatu malam, 3 hari menjelang pernikahan Belva, Dyo mendapat

bank,

telepon dari professor tempat ia kuliah.

uangnya, mencari Fahdi,

untuk

memasukan

anak Indonesia yang juga “Hello Prof”

kuliah

di

kampus

“Dyo, I have good news for you, I’ve got the project, and the government will

sama,

support us. So I will give you extra salary excludes your scholarship. You

International Calling Card

receives 500.000 won from your scholarship now, right?”

untuk menelepon Belva di

“Yes professor”

Indonesia

“And from tomorrow, tomorrow is 1st of August I will give you 1 million won

siang.

untuk

yang

memesan

usai

makan

from our project and also I want to ask you about Prof. Kim Sang Kuk, he want you to help him to make some analysis of his research, this is contract for 6

“Halo” sapa seorang gadis

months, and he will give you 500.000 won. So what do you think?”

di ujung sana

“It’s my pleasure to help Prof. Kim. Do you think I can do it professor?

“Belva, ini aku Dyo”

Because I have to finish my paper, start our project and also help Prof. Kim

“Dyooooo,

for his research?”

kabar? Aku kangen kamu”

“Hei, Dyo, you are my best student. Sure! I believe you can do that. Ok deal,

antusias

so please prepare your passport, alien card and sign the contract tomorrow.

terdengar menyejukan terik

Tomorrow, I will give you cash for the 1 million and Prof Kim also will give his

kota Seoul hari itu.

500.000 won. And your scholarship, they will send it through your account as

“Kamu lagi ngapain?”

usual at 3rd of August. Good night”

“Aku lagi di tukang jait

“Good night, thank you Professor” sembari meletakan Hp nya, tampak Dyo

sama tante ku, untuk nge-

langsung sujud syukur di lantai lab tempat ia kuliah. Ia tak peduli jika ada

pas kebaya buat lusa”

teman lab nya yang melihat atraksi Dyo malam ini.

“Sayang, aku mau cerita

kamu

apa

suara

Belva

sesuatu sama kamu, ini Sesampainya Dyo di asrama, ia segera mengambil wudhu dan hanyut dalam

serius. Kamu bisa terima

setiap sujud shalat nya. Dalam doa nya ia bersyukur “Terimakasih Allah, kau

telepon

telah merubah segala nya hanya dalam hitungan hari, Kau masih memberiku

nyaman

kesempatan, Kau masih memberiku dan mengabulkan doa ku meski aku selalu

maksudnya kamu nya ga

menghujat-Mu, meski aku selalu tak bersyukur akan rizki yang kuterima.

sibuk

Terimakasih Allah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah” kali ini Dyo

apapun?”

aku

dengan nggak?

dan

ga

ngerjain

menutup doa nya dengan tasbih panjang nya. “Thank you for helping me Dyo” “My pleasure Profesor”

SARANGHAE/VOL.5/2011

14


Tengah sibuk menelepon orang tua Belva, Ibu di desa dan mencari tiket untuk keberangkatan besok, Dyo coba menemui professor nya untuk meminta izin

“Ya Rey, ada apa?”

kembali ke Indonesia untuk menikah.

“Mbak Belva kak, Mbak Belva

“Dyo, surprise, congratulation. I’m so sorry I couldn’t come to your wedding.

selain isak tangis Rey sore itu.

But I’ll give you special gift when you came back to Korea” “Thank you very much Professor, I should go now. Have a nice day” “Yeah, you too, see you soon”

…” tak terdengar lagi suara “Iya, belva kenpa rey, kenapa?

Coba kamu tenang dulu, kasi tau Kak Dyo, Belva kenapa?” “Kak Belva meninggaaaaal….”

Dalam perjalanan kembali ke asrama untuk segera mengemas pakaian, Dyo

Smakin meledak tangis Rey

menerima telepon dari nomor tak di kenal.

sore itu

“Hello, mmm Yeoboseyo…”

raaji’un…nggak mungkin Rey,

“Kak Dyo?” “Iya, ini siapa?” “Ini rey kak, Reyfantika”

“Innalillahi

wa

Inna

Ilaihi

tadi siang kak Dyo masih telepon Belva. Belva kenapa Rey?” Dyo terduduk di kursi

“Oh, Rey, ada apa? Matikan teleponnya, biar Kak Dyo aja yang telepon kamu”

taman

depan

asramanya.

Reyfantika, adik bungsu dari Belva yang masih duduk di bangku sekolah kelas

karuan kuasai hatinya saat itu.

Lemas, berkeringat, dan tak

1 SMA. SARANGHAE/VOL.5/2011

15


“Mbak Belva barusan kecelakaan, pas

dia balik dari tukang jait sama tante, taksi yang mereka tumpangi di tabrak mobil ambulance yang sedang ngebut karena

akan

menjemput

pasien.

Ambulance menabrak sisi kanan taksi, persis di pintu tempat Mbak Belva duduk kak…” penjelsan tak beraturan ini mengalir di iringi isak tangis Reyfantika.

warhamha wa’afihi wa’fuanha. Selamat jalan Belva, ternyata Allah berencana lain untuk kita. Saat aku telah mendapatkan kesempatan untuk menikahi mu pun, ALLAH masih memiliki rencana lain untuk kita. Allah terlalu menyayangi mu, hingga ALLAH pun tak memberikan kesempatan padaku untuk memiliki Mu. Allah begitu menyayangi mu hingga ALLAH mengambilmu kembali untuk berda di sisi-Nya. Terimakasih Yaa Allah, dalam detik-detik terakhir nya Kau masih beri aku

Dyo hanya terdiam, ia masih tak percaya akan apa yang ia dengar. Ia mematikan telepon nya lantas kembali ke kamar asramanya. Masih terdiam dengan

“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un, allahummagh firlaaha

tatapan

kosong,

ia

memasukan helai demi helai pakaian nya ke dalam tas ransel yang akan di

kesempatan untuk mengutarakan niat ku untuk menikahinya, Kau masih izinkan aku untuk mengatakan betapa aku mencintai nya. Selamat jalan Belva, I love You” Dyo menutupkan kembali selendang putih yang menutupi wajah Belva yang terbujur kaku di hadapannya. Ia tak beranjak kemanapun, tetap di sisi Belva sembari melantunkan doa-doa nya mengantar kepergian Belva. (red.)

bawanya esok hari.

SARANGHAE/VOL.5/2011

16


Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) dibentuk

terpilih melalui musyawarah untuk mufakat menjadi

sebagai

dan

Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4)

mengorganisasikan seluruh potensi ilmuwan Indonesia

periode 2011-2013 di dalam MUIN II I-4. Kegiatan yang

di

ilmu

dihadiri kurang lebih 40 orang ilmuwan Indonesia dari

pengetahuan dan teknologi serta peningkatan kualitas

seluruh dunia dan 20 orang pengurus dan panitia teknis,

sumber daya manusia demi kemajuan Indonesia.

juga memilih Dr. Taruna Ikrar, Leader Project Scientist di

Dengan misi Meningkatkan koordinasi dan kerjasama

School of Medicine - University of California at Irvine,

antar ilmuwan di luar negeri dengan ilmuwan di dalam

Amerika Serikat sebagai Wakil Ketua dari unsur luar

wadah

seluruh

untuk

dunia

mengakomodasi

dalam

pengembangan

negeri, elemen pemerintahan, institusi

negeri.

pendidikan tinggi, institusi riset, dunia usaha dan masyarakat. Pada

tanggal

Musyawarah

23

Juli

Salah satu agenda utama MUIN II I-4 2011

Internasional

II

lainnnya

lalu,

dan

pertanggungjawaban oleh wakil ketua, ketua dan sekretaris jenderal kepengurusan I-4 periode 2009-2011 yang secara aklamasi diterima oleh para peserta.

Anggaran

Rumah

Tangga.

Dr.

Fadlolan Musyaffa, selaku ketua presidium

Jalal, Ph.D. yang kemudian dilanjutkan laporan

dirampungkan

beberapa pasal di dalam Anggaran Dasar

oleh Wakil Mendiknas RI Prof. dr. Fasli pemaparan

berhasil

adalah penyempurnaan dan pengesahan

I-4

dilaksanakan. MUIN II I-4 resmi dibuka

dengan

yang

pimpinan sidang, mengatakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil amandemen tersebut diharapkan mampu mewujudkan I-4 sebagai organisasi yang lebih baik, fleksibel dan akomodatif.

Victoria Sabon selaku ketua panitia menyampaikan

Teuku Reiza Yuanda, selaku koordinator tim ad-hoc

bahwa MUIN diadakan dengan menggunakan fasilitas

untuk transisi kepengurusan, menambahkan bahwa

seminar melalui web atau biasa disebut webinar,

secara

musyawarah lewat dunia maya ini dipandu oleh Abdullah

menerapkan

efisiensi

dan

Abbas di Malaysia bersama kru.

perancangan

rencana

strategis

jangka

panjang

I-4

diharapkan

efektivitas dan

di

dapat dalam

pelaksanaan

program kerja yang sejalan Anggaran Dasar dan Dr. Andreas Raharso, Direktur Hay Group Global

Anggaran Rumah Tangga I-4.

Research Center for Strategy Execution di Singapura

Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (International Indonesian Scholars Association) www.i-4.or.id • info@i-4.or.id

SARANGHAE/VOL5/2011

17


profile Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional periode 2011 – 2013

Dr. Andreas Raharso merupakan orang asia pertama yang memegang jabatan sebagai Kepala Riset Global di Hay Group sejak didirikan tahun 1946. Ini adalah hal yang langka karena The Hay Group Global sangat didominasi oleh orang barat, bahkan untuk jabatan lokal seperti General Manager di Indonesia. The Hay Group Global merupakan perusahaan konsultan manajemen global yang bekerja dengan para pemimpin untuk mengubah strategi menjadi kenyataan. Banyak klien dari The Hay Group Global adalah para pemimpin negara, antara lain kantor Perdana Menteri Inggris dan Jepang, Kantor Presiden Perancis, Rusia dan Amerika. Terakhir The Hay Group Global membantu kantor Presiden Obama untuk para menteri dan staff gedung putih. Beliau mendapatkan gelar doktor pada tahun 2007 dari Universitas Indonesia dengan konsentrasi bidang Management. Dr. Andreas Raharso juga merupakan pembicara di berbagai forum internasional, dan telah memberikan keynote speaker di Boston University, MIT dan juga Google,serta beberapa forum‐ forum internasional yang lain.

Wakil Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional periode 2011 – 2013

Namanya berkesan tegas, Taruna Ikrar, MD, Ph.D. Dokter yang satu ini memang lahir di daerah pesisir, tipikal tempat lahirnya orang‐ orang keras dan tegas. Namun ternyata Taruna Ikrar adalah sosok yang lembut dan sederhana. Pria kelahiran 15 April 1969 ini lahir dan besar di Makassar. Di usianya yang ke‐40, ia telah bergelar MD, Ph.D dari Universitas Niigata, Jepang. Anak ke‐5 dari 10 bersaudara ini berupaya mengejar cita ‐citanya. Sejak kecil ia bercita‐cita ingin menjadi dokter. “Waktu itu saya bertemu seorang dokter yang sangat baik hati. Dari situlah saya termotivasi untuk menjadi dokter yang baik, yang senantiasa menolong orang yang menderita tanpa pamrih,” ungkap Ikrar. Taruna Ikrar merupakan pemegang paten metode pemetaan otak manusia‐‐dipatenkan 2009. Temuannya menjadi penting dalam perkembangan ilmu saraf modern. Bagaimanapun, misteri rangkaian rahasia dari organisasi dan fungsi otak harus dipecahkan. Metode temuan Taruna berhasil menggambarkan dinamika pada otak manusia dengan rinci. Sekarang ia tengah fokus pada investigasi fungsi otak manusia, serta hubungannya dengan sirkuit otak dan berbagai jenis penyakit otak. Misalnya alzhaimer, parkinson, paralyses (kelumpuhan), serta ketergantungan narkotika dan psikotropika. Keberadaanya sekarang ini sebagai Leader Project Scientist University Of California, School of Medicine, Irvine, USA, merupakan hasil perjalanan panjang. Sebagai seorang ‐anak muda Indonesia tak kalah dalam peneliti muda Indonesia di negeri asing, Taruna telah memberikan motivasi bahwa anak soal keilmuan. Dalam dirinya, Taruna yakin potensi Indonesia ada untuk berdiri sejajar dengan negara ‐negara maju di dunia.

SARANGHAE/VOL5/2011

18


Lumpur‌..pasti kebayangnya jorok dan bau, kan??? Mud Festival Boryeong bakal membuat kamu berpikir sebaliknya tentang lumpur. Tepatnya di bilangan Chungcheongnam-do, Boryeong terdapat Daechon beach area. Di sekitaran pantai inilah festival tahunan ini diselenggarakan. Dari berbagai macam festival yang sering diadakan di Korea, Boryeong Mud Festival adalah salah satu yang memiliki daya tarik turis asing terbanyak. Berawal dari tahun 1996 ketika beberapa ahli Kimia Kosmetik Korea meneliti bahwa kandungan lumpur Daechon ternyata mengandung lebih banyak mineral, bentonite dan germanium yang baik dan bermanfaat untuk kesehatan terutama kesehatan kulit. Sebuah festival lumpur diadakan pada tahun 1998, awalnya hanya untuk mempromosikan produk-produk kosmetik yang berbahan dasar lumpur ini. Tak disangka ternyata pada tahun 2007, festival ini menarik hingga 2,2 juta pengunjung baik asing maupun lokal. Festival ini biasanya diadakan pada musim panas selama sekitar satu minggu, waktunya berkisar antara minggu ke 2 hingga minggu ketiga pada bulan Juli. Tahun 2011 ini, festival diadakan pada dari tanggal 16 Juli hingga 24 Juli. Konon kabarnya pengunjung lebih ramai berdatangan pada minggu kedua atau akhir festival, karena ternyata makin ujung semakin seru acara ini hingga menarik makin banyak pengunjung untuk ikut melumpur bersama. Acara ini dijamin gratis, yang dibutuhkan hanyalah tiket bus menuju ke menuju ke kota Daechon aka Boryeong. Ketika sampai di Daechon station, naik bus lokal yang menuju ke Pantai Daechon. Perjalanan tidak terlalu lama hanya sekitar 20 menit, jika sudah tercium aroma lumpur itu tandanya Anda harus segera turun.

SARANGHAE/VOL.5/2011


Tak kurang beragam wahana juga telah dipersiapkan, seperti kolam lumpur sebuah kolam yang berisikan lumpur setinggi lebih dari setengah meter, ada juga arena gulat lumpur, Mud super slide yang mana untuk mencobanya kita harus mengantri panjang (sepanjang antrian kora-kora Ancol di musim liburan) karena wahana meluncur yang terbuat dari plastik sudah dipersiapkan dengan tinggi lebih dari 5 meter cukup membuat adrenalin serasa tertantang. Wahana kolam lumpur yang bersebelahan dengan kolam air, disertai cipratan-cipratan air dari sisi kanan juga kiri kolam buatan berada tepat didepan mud super slide juga tersedia. Bagi yang datang bersama keluarga, festival ini juga cocok untuk dikunjungi bersama anak. Karena wahana bermain anak yang juga diberi sentuhan lumpur disana-sini juga mampu membuat anak-anak merasa asyik mencoba beragam permainan hingga lupa waktu. Selain itu ada wahana yang disiapkan untuk pijat masal, jadi berpuluh orang berada dalam satu kolam buatan, duduk bersusun membentuk lingkaran lalu yang berada dibelakang memijat teman yang didepannya dengan lumpur. Arena ini juga dijadikan arena untuk gulat lumpur. Jika tak ingin diganggu dan ingin merasakan nikmatnya lumpur terasa di kulit, bisa mencoba mud self massage zone. Ada juga wahana yang berbentuk penjara atau mud prison, dimana nanti pengunjung akan masuk ke dalam penjara buatan dan berdiri menghadap penonton lalu disemprot atau disiram dengan lumpur dari berbagai sisi, jangan lupa tutup mata, tutup telinga. Ada juga wahana meluncur berkelompok di lumpur dan beragam wahana lainnya yang tak kalah seru. Kegiatan lainnya yang patut dicoba, salah satunya adalah Mud painting, pengunjung dapat memilih warna serta corak yang mereka inginkan gambar yang mereka inginkan kepada tim painter yang sudah siap menggambar dan mewarnai Anda. Ada juga mud marathon, parade musik tradisional Korea, ada mud showroom, beberapa patung orang alias orang yang berpura-pura menjadi patung penuh lumpur yang diam tak bergerak dan tak bergeming jika diajak berpose bersama untuk difoto. Ada photo zone bersama ikon mud festival, bahkan ada kegiatan membuat keramik dan memolesnya sesuai dengan keinginan.

SARANGHAE/VOL.5/2011

20


Jika ingin beristirahat sejenak, kita bisa menikmati alunan musik dari panggung yang berada di pinggiran pantai sambil duduk santai di atas pasir pantai Daechon. Terkadang tak hanya nyanyian yang disuguhkan tari-tarian pun ditampilkan. Sepinggir pantai pun selain ada yang menonton konser, ada juga yang asyik menikmati pemadangan pantai dengan kapal-kapal layar yang berwarna-warni beragam ukuran. Ada yang bermain layang-layang, balon bermacam bentuk dan ukuran, atau menikmati memoles diri dengan lumpur dari drum-drum yang ditaruh di pinggir pantai. Banyak pula yang bermain pasir, menikmati ombak yang berkejaran ataupun menyalurkan hobi renangnya di pantai Daechon.

Ketika selesai menikmati berlumpur seharian, jangan takut sisa lumpur masih menempel karena ada shower room yang disediakan untuk tempat membesihkan diri meski harus mengantri cukup panjang. Setelah membersihkan diri, badan akan terasa lebih segar dan kulit juga terasa lebih halus. Disana nanti sudah ada booth lainnya yang membagi-bagikan kosmetik berupa sabun dan pernak pernik kecil lainnya seperti pin bertuliskan Boryeong Mud Festival. Untuk masalah perut, tak perlu cemas kelaparan karena restoran dengan tarif sesuai kantong mahasiswa hingga yang harganya selangit ada disini terutama penyuka makanan laut, disini surganya. Malam hari biasanya alunan musik masih terdengar dari band-band yang tampil di panggung pantai Daechon, beragam jenis musik dimainkan, tak kurang atraksi dan tarianpun di suguhkan. Pesta dipinggir pantai dilanjutkan dengan acara menikmati kembang api yang penuh warna dan meriah, melengkapi indahnya festival lumpur di Daechon.

Tunggu apalagi, go crazy and get muddy‌.

Photo by: hadi ps Written by: icha hastarina

SARANGHAE/VOL.5/2011

21


Annyeong‌

Ingin mengenal lebih jauh The Soul of Asia? Berapakah biaya yang mesti disiapkan untuk ke Korea— pesawat, penginapan, dan tiket objek wisatanya? Bagaimana cara mengunjungi objek wisata drama Full House, Winter Sonata, dan Coffee Prince?

Korea merupakan pilihan pas untuk berlibur. Keindahan alam, budaya, fashion, bermacam pilihan kuliner, serta modernitas yang ada di Korea mampu memanjakan indra para wisatawan.

Jalan-Jalan Korea membahas banyak hal untuk mengenal Negeri Ginseng ini dan membantu kita mempersiapkan diri untuk berjalan-jalan ke sana.

-Detail pilihan harga pesawat dan penginapan (hotel, hanok guesthouse). -Info transportasi berikut jalur menuju banyak objek wisata.

-Puluhan objek wisata yang ada di Seoul, juga Nami Island, Jeju Do, Busan, termasuk yang pernah dipakai untuk lokasi syuting drama TV. -Bermacam pilihan kuliner, mulai dari kimchi, tteokbokki, bulgogi,

Andi F. Yahya

dan masih banyak lainnya.

Lagi, salah satu warga

-Spot-spot shopping yang wajib dikunjungi ---Dongdaemun, Insa-

PERPIKA, menerbitkan

dong, Itaewon, Apgunjeong-dong, dan sebagainya.

buku nya‌.

-Itinerary berlibur ke Korea selama 5 hari, plus perkiraan anggaran biaya.

PhD Candidate, Seoul National University

Tak diragukan lagi, banyak hal menarik yang bisa kita temukan di

(Korea)

negara ini. Dan buku ini siap mengantarkan kita menuju The Soul of Asia.

SARANGHAE/VOL.5/2011

22


“Sekarang, setiap kali  melihat Ibu, yang ada  hanyalah rasa ingin  menangis. Aku tetap  mengakuinya sebagai ibuku,  aku tidak mengingkarinya, tapi aku tidak  sanggup berhadapan  dengannya.

Meski Antalogi, salah satu warga PERPIKA juga ikut di dalam nya…. Elvira Fidelia T. Gyeongsang national University (Korea)

Setiap kali menatap  mata Ibu, yang terbayang  adalah bagaimana dia  mengkhianati cinta dan  kepercayaan Bapak. “

Bagaimanakah Ibumu? Apakah beliau baik, penyayang, dan sabar? Galak, disiplin, dan keras? Ya, semua itu adalah gambaran ibu. Ibu yang akan selalu ada di hati kita dan kita sayangi, meskipun sang ibu telah berbuat kesalahan dan tak sempurna. Ada banyak cerita tentang ibu. Elegi, balada, tragedi, dan juga komedi. Bagaimanapun sosok ibu, baik ataupun buruk, kita akan tetap menyediakan sebuah sudut di hati untuknya. Karena ibu adalah alasan kita ada di dunia ini.

Cerita Cinta Ibunda mempersembahkan kumpulan kisah-kisah nyata. Kisah terpilih dari lomba Kisah Kasih Ibu milis Word Smart Center dan Mizan. Kisah-kisah yang penuh inspirasi dan memberikan harapan agar kita menjadi lebih baik, demi ibu. “Suara terindah yang pernah didenghar manusia ada di Ibu, Rumah, dan Surga.” --William Goldsmith Brown, Inspirational and motivational speaker

SARANGHAE/VOL.5/2011

23


Sector 7,

film

3D

terbaru

Korea

ini

dibintangi oleh Ha Ji-Won, Ahn Seong Ji, Lee Han Wae dan Park Cheol-Win. Film yang menceritakan tentang sekelompok pekerja yang bekerja pada kilang minyak yang di terror oleh mahluk bawah laut.

Ladang minyak bawah laut ini terletak di sebelah selatan Pulau Jeju. Hae Jun bekerja sebagai manajer peralatan kelautan pada sebuah minyak kapalbernama ECLIPS. Salah satu kru bergabung bernama Jeong-man yang merupakan teman ayah dari Hae Jun, bertugas sebagai kapten kapl ECLIPS.

Jeong-man menyarankan kepada awak kapalnya untuk melakukan

pengeboran

minyak

terakhir

kalinya.

Setelah kurang lebih 3 minggu persiapan, akhirnya Hae Jun berniat untuk memeriksa kondisi bawah laut untuk sesegera mungkin melakukan pengeboran. Namun saat pengecekan tersebut, salah satu peralatan yang ia

gunakan

rusak

hingga

mengakibatkan

Hae-Jun

tenggelam hingga ke dasar laut.

Selang

beebrapa

waktu

sejak

peristiwa

Hae

Jun

tenggelam, beberapa awak kapal terbunuh satu demi satu. Tubuh mereka dimutilasi secara kejam. Seorang awak kapal yang berhasil menyelamatkan diri saat mencari rakan nya yang tenggelam mengatakan bahwa ada mahluk bawah air. Tanpa disengaja, ada semacam virus mematikan dari mahluk bawah laut tersebut yang masuk melalui pipa pengeboran yang membahayakan.

Lantas bagaimana Hae Jun dan tim nya bertahan dari kejaran mahluk bawah air dan virus yang membahayakan tersebut???

Langsung

cek

beasiswa, dan

kunjungi

bioskop-bioskop terdekat kampus. Langsung nikmati efek 3D yang menegangkan dari SECTOR 7.

SARANGHAE/VOL.5/2011

24


Drama Korea yang akan rilis 3

Membantu bos nya untuk lebih

Ha

Agustus

dewasa

menyelesikan

pekerjaannya 4

mendatang

ini

dan

bertanggung

Young

dengan

menggambarkan kerumitan dari

jawab.

dan

4 orang karakter utama, Cha Ji

Mu Won adalah sepupu Ji Hun

MuWon lainnya pucat termasuk

Hun, Cha Mu Won, No Eun Seol

yang

memiliki

Eun Seol.

dan Ha Yang Young

bisnis

yang

No Eun Seol awalnya sangat

ditambah lagi ia memiliki dasar

Eun

sulit mencari pekerjaan, hingga

kepemimpinan yang baik dan di

sekretaris terbaik Mu Won?

akhirnya

ia

mendapat

sebut

Dan apa usaha Mu Won untuk

pekerjaan

sebagai

sekretaris

Keuangan. Mu Won mengincar

kemampuan luar

sebagai

Lantas trik apa yang dilakukan Seol

untuk

menjadi

mengambil alih jabatan Ji Hun?

posisi

seorang

dari

mengetahui niat jahat Mu Won,

Saksikan aksi dari 4 karakter

perusahaan ternama. Ia sangat

Eun Seol pun di sewa untuk

berbeda dan licik ini di SBS Tv

suka membaca novel dari pada

menjadi sekretaris Ji Hun.

Setiap Rabu dan Kamis mulai 3

bekerja. Ia juga bahkan tidak

Eun Seol berhadapan dengan

Agustus 2011.

bertanggungjawab

terhadap

Ha Young sebagai sekretaris

Peminat drana Korea di luar

perusahaannya. No Eun Seol

pribadi Mu Won yang lulus dari

Korea, silahkan tunggu serial

berniat untuk merubah dan

universitas ternama di Korea

ini beredar di Negaramu....

besar

Hun.

Pangeran

sekretaris

Cha Ji Hun. Cha Ji Hun adalah bos

Ji

biasa,

membuat

cepat

Untuk

dan fasih berbicara 4 bahasa. SARANGHAE/VOL.5/2011

25


Sang Pulau Penyendiri

“Jangan bermukim di pantai bila kau takut badai, jangan berlayar menyebrang lautan jika kau takut gelombang...� Kira2 begitulah kutipan pribahasa yang sering kita dengar. Yang memiliki makna kurang lebih, semua ada resikonya, soal bagaimana kita berani mengambil resiko itu atau tidak untuk melihat keindahan pantai, atau pun menerjang ombak demi menggapai ke pulau impian. Kali ini saya tidak akan membahas mengenai filosofi dan pribahasa tersebut, namun masih ada kaitannya dengan laut, pantai dan pulau yang indah.

SARANGHAE/VOL.5/2011


“I’m Febi, what’s your name?”, kata saya. “I’m Mrinal”, jawabnya. “Where do you come from?” “Nepal, how about you?” “I’m from Indonesia.. nice to meet you” “Nice to meet you too..” Begitulah kutipan percakapan perkenalan dalam perjalanan mejelajahi pulau Ulleung (Ulleungdo)[1] yang terletak di sisi paling timur dari Korea, sekitar 120Km dari semenanjung Korea atau 2.5 jam menggunakan Jet Ferry. Pulau yang dulunya dihuni populasi lebih dari 30.000 jiwa, kini hanya tersisa sepertiga-nya saja. Urbanisasi telah mempengaruhi para pemuda untuk melakukan migrasi ke kota, demi penghidupan yang lebih baik. Namun, Ulleung masih memberikan kesan mendalam bagi siapa pun yang singgah di sana, karena fasilitasnya yang lengkap (sebagai pulau kecil) dan juga wisata yang dekat alamnya yg masih polos (red: Ulleungdo diberi penghargaan sebagai pulau terbersih di Korea). Perjalanan ini adalah rangkaian dari kegiatan World Students in Korea (WSK) [5] grup ke-3 yang beranggotakan sekitar 60 orang dari lebih dari 20 negara di seluruh dunia. Anggota WSK bertugas melakukan posting ke Weblog masing-masing yang menceritakan tentang pengalamannya di Korea dan perjalanan yang dilakukan dalam setiap kegiatannya. Orang Indonesia yang berpartisipasi di WSK ke-3 ini ada 10 orang, namun hanya 4 orang saja yang tidak berhalangan untuk ikut pada perjalanan menuju Laut Timur Korea ini. Sudah 2 hari 2 malam kami berada di pulau Ulleung, menjelajah bukit-bukit, menuju air terjun yang merupakan satu-satunya sumber mata air bersih di pulau tersebut. Mendaki puncak tertinggi, hingga berada di atas awan (red: seperti di atas awan tapi sebenarnya kabut) dengan angin yang siap menerbangkan tubuh yang tidak menggenggam, mencicip Ojingo (cumi) mentah yang nikmat di-”cocol” dengan gochujang (sambal korea), hingga berulang kali berjalan di pinggir lereng di tengah hutan sambil khawatir akan terperosok dan napas tersengal-sengal kelelahan (terutama yang memiliki cadangan lemak banyak - seperti saya). Nesse Jon Observatory adalah tempat yang paling mengesankan. Kita seakan berada di atas langit, awan bergerak cepat disekeliling kita. Angin begitu kencangnya berhembus, kita benar-benar serasa berada di puncak dunia. Ulleungdo khas dengan tempat-tempat observatorium (pengamatan) lautnya, yang terletak tinggi sekali dan perlu perjuangan besar untuk mencapainya. Namun saat di puncak, langit biru, laut membentang, dan begitu kecilnya kita di tengah hamparan jagat, akan begitu meresap, menyegarkan pikiran dan membangkitkan kekaguman akan ciptaan Tuhan. SARANGHAE/VOL.5/2011


Hari keempat dan hari terakhir, adalah puncak dari perjalanan ini. Rencananya, kami akan menyambangi pulau yang menjadi sengketa antara Jepang dan Republik of Korea (ROK - Korea Selatan). Jepang mengklaim pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya, namun ROK tetap bersikeras bahwa pulau itu adalah bagian resmi dari wilayahnya. Pulau itu bernama “Dok” yang artinya “Penyendiri” ditambah kata pulau yang dalam bahasa Korea adalah “do” sehingga namanya menjadi “Dok-do” atau disingkat “Dokdo”.

Eksklusif (ZEE) dan daerah akan bertambah sebegitu Dokdo terletak hampir perbatasan Jepang dan

Dokdo terletak di lokasi yang amat strategis. Negara yang memiliki Dokdo akan memiliki akses untuk memantau pergerakan militer ROK dan Jepang dari pulau tersebut. Dan lagi, Zona Ekonomi kepemilikan negara signifikannya karena tepat di tengah kedua ROK.

Kasus Dokdo sebenarnya sangat mirip dengan kasus pulau Sipadan-Ligitan yang akhirnya sekarang diklaim oleh Malaysia. Lemahnya kemampuan diplomasi Indonesia memungkinkan negara lain mengambil hak terhadap pulau yang berada di wilayah Indonesia. Namun tak dapat dipungkiri juga, perhatian yang kecil terhadap kondisi pulau tersebut menambah peluang kekalahan Indonesia di mata internasional. Lain halnya dengan Indonesia yang lemah dalam diplomasi Sipadan-Ligitan, ROK memiliki banyak buktibukti dokumen di masa lalu baik dari kerajaan-kerajaan korea maupun kekaisaran di Jepang. Pada abad ke-17, Jepang sudah mengakui bahwa Dokdo bukanlah daerah kekuasan mereka, dan di masa-masa itu beberapa dokumen dari kerajaan Korea dan dari masa Kaisar Edo, menyatakan bahwa Dokdo merupakan wilayah Korea. Sempat diceritakan pula dalam dokuemen tersebut bahwa beberapa orang korea pernah tinggal di sana turut menjaga Dokdo. Persengketaan masih kadang meruncing. Di tahun 80-an, Jepang sempat bangkit untuk mengklaim Dokdo, namun ada 3 orang penduduk Ulleungdo yang berinisiatif pindah ke sana, membuktikan bahwa “ADA” orang Korea di Dokdo [3]. Tahun 1999 pun sempat ada kurikulum di Jepang yang menyebutkan Dokdo adalah baigan dari wilayah Jepang, dan persoalan itu dibabat habis langsung oleh ROK.

SARANGHAE/VOL.5/2011

28


Saat ini Korea lah yang paling kuat posisinya mengklaim Dokdo. Korea kini telah memasang tiang BTS untuk jaringan seluler. Saya terkejut saat dekat dengan Dokdo, sinyal handphone saya kembali pulih 100%. Di sana di bangun pula panel-panel surya sebagai sumber energi, dan “konon” ada dua orang (suami-istri) yang saat ini bermukim di Dokdo. 50 hari dalam setahun saja, Dokdo dapat didatangi. Peluang itu pun diperkecil dengan kemungkinan adanya kondisi cuaca yang bisa berubah secara tiba-tiba. Hari itu, kami mendengar bahwa perjalanan dibatalkan, dan kita akan kembali ke semanjung Korea sesegera mungkin. Namun, selang beberapa menit, pintu kamar kembali diketuk, dan berita mencengangkan pun terdengar. “WE ARE GOING TO DOKDO IN 15 MINUTES.. GET READY!!” , tergopoh-gopoh menyiapkan barang-barang, terkejut, dan senang tiada tara menjadi satu. Sebuah kapal besar bertuliskan “Dokdo Pyeonghwa” atau “Dokdo Peace” akan menemani kami terombang-ambing selama 2x2.5 jam di laut. Ada liputan dari stasiun televisi KBS, kamera menyambut kami, berikut 5 orang wanita dengan pakaian yang mengundang selera, hehe.. Kapal berlabuh bersama harapan kami untuk melihat dari dekat salah satu tempat paling penting dan bersejarah di korea, Dokdo. Sempat hampir muntah, tapi tertahan..  Tertidur, hingga akhirnya 2 jam lebih berlalu, dan orang-orang menunjuk-nunjuk ke jendela.. “Dokdo!!” .. kita telah tiba di tujuan. Kami pun bersegera ke luar. Semua tak mau kalah mengabadikan momen tersebut. Sayangnya, kami hanya lewat di dekatnya, tidak sampai menjejakkan kaki. Ajaibnya, sinyal handphone kembali penuh dan laporan langsung pun sempat saya upload lke blog. Sangat menakjubkan, sebuah oase di tengah sahara, namun kali ini saharanya adalah lautan luas dan oasenya adalah BTS di pulau Laporan langsung dari Dokdo :[2] dokdo, hehe. Informasi lebih lengkap mengenai Dokdo dapat diakses di [3] Referensi: Pengalaman tak terlupakan di pulau Ulleung dan perjalanan [1] http://www.ulleung.go.kr/English/ terlama saya di laut menuju pulau dokdo. Perjalanan yang tak [2] http://havban.wordpress.com/tag/dokdo/ [3] http://en.dokdo.go.kr akan terlupakan, mungkin hanya sekali seumur hidup. [4] http://en.wikipedia.org/wiki/Ulleungdo [5] http://www.koreabrand.net

Story ‘n pictures: Febiansyah Hidayat (havban@gmail.com)

29


IPTEK YANG AKAN KU BAWA PULANG Judul artikel diatas merupakan tema CISAK(Conference of Indonesian Students Association in Korea) 2011. CISAK adalah kegiatan seminar/conference tahunan yang bertujuan mengumpulkan seluruh anggota Perpika, ajang silaturahmi, bertukar informasi serta menyerap informasi dari pembicara yang dihadirkan, presentasi karya ilmiah. Hasil dari acara ini diharapkan dapat di implementasikan oleh pelajar Indonesia sebagai bentuk kontribusi kepada tanah air, Indonesia. Lebih jauh lagi, bertujuan untuk berbagi wawasan dan budaya antara pelajar Indonesia dan Korea, di saat yang bersamaan membangun jaringan antar ilmuwan serta peneliti di kedua negara. Sekitar 300 orang pelajar Indonesia dari seluruh penjuru Negara berkumpul dalam acara CISAK (Conference of Indonesian Student Association in Korea) di Korean Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Daejon 25 juni silam. CISAK sebagai 1. Peserta CISAK menyanyikan lagu Indonesia Raya salah satu program kerja PERPIKA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Korea) juga dihadiri oleh Bapak Kusmayanto Kadiman (menristek RI peridode 2004-2009), Bapak Palgunadi T. Setyawan (Vice Comissioner ADARO Group), Prof. Alp Malazgirt (Ahli entepreneurship), perwakilan kementerian ristek RI, perwakilan Kominfo RI juga beberapa CEO dari perusahaan ternama Korea Selatan.

3. Keynote speaker Palgunadi T. Setyawan saat memberikan ceramah

2.Video sambutan Anies Baswedan

photos by: mikael fernandus, hadi ps, houari sabirin, panitia cisak

4. Penyerahan hadiah bagi paper terbaik oleh mantan Menristek, Kusmayanto Kadiman 30


Turut memberikan sambutan juga Bapak Dr. Anies Baswedan, meskipun hanya melalui video. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hak bagi siapapun, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang berpendidikan. Dalam sambutan tersebut

6. Pembukaan acara dengan tarian saman oleh Kyungsung Samaners

beliau juga berpesan kepada 5. Beberapa undangan dan peserta CISAK pemerintah untuk memfasilitasi siapapun yang ingin mendapatkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri. Beliau juga mendukung penuh kegiatan Universitas Terbuka di Korea Selatan yang telah di inisiasi oleh PERPIKA tahun ini.

Acara CISAK yang juga dibuka dengan penampilan tarian Saman persembahan pelajar Indonesia dari Kyungsung University, Busan. CISAK tahun ini juga berhasil mengumpulkan 46 buah karya tulis anak bangsa yang tak hanya berasal dari Pelajar Indonesia di Korea Selatan, 7. Para pahlawan CISAK (tim panitia) namun juga dari Negara lainnya. Selanjutnya diharapkan melalui kumpulan karya tulis tersebut, dapat menjadi salah satu kontribusi nyata sebagai masukan dan tanggapan/solusi dari pelajar yang jauh disini untuk Ibu Pertiwi. “Kembali ke Indonesia membangun negeri tidak hanya dengan membawa IPTEK dan Sains, namun juga berbudi pekerti dan moral yang baik� ujar Bapak Palgunadi T. Setyawan di sela-sela pembicaraannya pada CISAK 2011 silam. 8. Peserta CISAK dan panitia


BAKSO Bahan: 1. Daging sapi ato ayam mince dengan cara diblender sekitar 1kg dengan a. es batu atau b. setelah diblender dimasukkan freezer sekitar20menit. 2. Tepung tapioka ato tepung kentang 4 sdm 3. Telur ayam 2 butir 4. Minyak goreng secukupnya

Cara Memasak: 1. Didihkan air dg panci pegangan di lemari t4 Mbak taruh panci, air lebih mudah mendidih, tambah daun bawang. 2. Buat adonan dari:

Siapkan cetakan dengan: 1. Tangan: siapkan 1,5 sdm adonan di tangan satu, trus lebarkan, taruh telur puyuh di atasnya. Tutup dengan adonan sisa, haluskan dengan sendok

Daging + bumbu goreng + tepung + telur + garam + gula + merica 3. Bentuk bulatan dengan kepalan agar daging keluar antara jempol

yang dibasahi air. Rebus seperti di atas. 2. Dengan sendok sayur: basahi sendok sayur dengan air dingin,

dan telunjuk, kemudian ambil dengan sendok yang telah dibasahin agar gak lengket, kmd masukkan bulatan ke air mendidih. lanjutkan sampai bulatan Bumbu: mengambang. 1. bawang bombai 2 ato 3 siung 2. bawang putih 3 siung 4. Siap disantap, dengan kuah Bumbu no 2 dan 3 diblend, trus hasil didihan bakso perlu tanpa digoreng sampai berwarna hijau. bumbu tambahan dengan 3. Merica , gula & garam secukupnya. tambahan bawang goreng, kecap, 4. Daun bawang secukupnya saos, cuka, dan sambal. Pelengkap: bawang goreng, kecap, Untuk Bakso telur puyuh, siapkan saos, cuka, dan sambal. beberapa telur puyuh yang telah direbus dan dikupas.

masukkan adonan dalam sendok sayur, lebarkan. Letakkan telur di atasnya. Tutup telur dan haluskan dengan sendok yang telah dibasahi dengan air. Rebus. Untuk Bakso tahu, siapkan potongan tahu berbentuk prisma segitiga (persegi panjang bagi miring). Goreng sampai matang. Lobangi yang miring, trus isi dan haluskan dengan sendok. Rebus. Untuk lebih maknyusnya, buat kuah seperti kuah sop.

resep : Muttaqin Margo Nirwono photo by: Houari (Daejeon, Korea)..

SARANGHAE/VOL.5/2011

32


MEMASAK NASI DENGAN MICROWAVE Nasi (biasa, uduk & kuning)

Kalo urusan makan, mahasiswa selalu identik dengan hal-hal yang praktis. Kebanyakan mahasiswa Indonesia di Korea tinggal di dormitory. Kalo beruntung, bisa dapat dormitory yang ada dapur umum. Kalo tidak ada dapur, lalu jadi malas untuk memasak. Tapi, walaupun tanpa dapur bukan berarti mahasiswa Indonesia tidak bisa memasak masakan-masakan khas Indonesia. Disetiap dormitory atau ruangan lab di kampus, hampir pasti ada microwave. Nah, mari kita manfaatkan microwave untuk memasak. Kali ini saya mau sharing memasak beraneka macam nasi dengan microwave, yaitu: nasi putih, nasi uduk dan nasi kuning. Alat yang dibutuhkan: 1. Microwave 2. Kontainer (box) plastic yang microwave-safe. Kalo punya tempat masak nasi khusus microwave akan lebih bagus, kalo ga punya, bisa dengan box apa saja (yang ada logo aman untuk

Nasi Uduk dan Nasi Kuning: Sama seperti langkah nasi putih biasa diatas, hanya berbeda di langkah no.2 saja.  Untuk nasi uduk, pada langkah no.2, masukkan daun salam (di sobek), garam dan santan.  Untuk nasi kuning, pada langkah no.2 masukan garam, daun salam (di sobek), santan dan kunyit bubuk (1 sendok teh).

SARANGHAE/VOL.5/2011

microwave), disarankan dengan ukuran lebar 15 cm, panjang 25 cm dan tinggi, nominal 10 cm. Tutup box tidak diperlukan untuk memasak. 3. Sendok nasi atau sendok biasa. Bahan yang dibutuhkan: 1. Beras (beras Korea lebih enak) Contoh nasi kuning yang dimasak dengan 2. Air panas dari dispenser air microwave (lengkap dengan lauknya) 3. Khusus untuk nasi uduk: a. Garam secukupnya Cara Memasak: b. Daun salam 1 lembar, atau Nasi Putih Biasa: 1. Cuci beras (2 gelas) sampe bersih serai 1 batang, atau bay dan tempatkan di box leaves microwave. c. Santan (bubuk atau cair) 2. Tambahkan air panas (dari dispenser) hingga air setinggi 2 4. Khusus untuk nasi kuning kali ketinggian beras. a. Semua bahan diatas 3. Masukkan dalam microwave, ditambah kunyit bubuk masak selama 10 menit. (bisa dibeli di E-Mart atau 4. Keluarkan box, aduk-aduk nasi yang hampir jadi itu. toko terdekat lainnya) 5. 6. 7. Rice cooker khusus microwave (kiri) dan plastic box (kanan)

Catatan untuk santan:  Jika memakai pake santan bubuk, cairkan dulu 3 sendok santan bubuk dengan ½ gelas air panas, lalu campurkan dengan beras pada langkah no.2.  Jika memakai santan cair kalengan, campurkan ½ gelas larutan santan ke dalam beras di langkah no.2.

Tambahkan air panas (max ½ gelas) hingga nasi terlihat sedikit becek, jangan terlalu becek. Masukkan dalam microwave lagi, masak selama 10 menit. Keluarkan dan siap disantap. Kalo nasi masih lembek, masukkan lagi dalam microwave sekitar 5 menit.

Kontributor: Isnaeni (KAIST-Daejeon) e-mail: isnaeni_lipi@yahoo.com

SELAMAT MENCOBA!!!

33


ikLaNN

Gerai Abdissalam Menyediakan kebutuhan muslim dan muslimah Indonesia khususnya dan orang Indonesia pada umumnya yang berada di Korea. Pemesanan dilakukan secara online dan pembayaran dilakukan dengan transfer melalui bank. Rek: 110-264-804306 Shinhan Bank, a.n. GILARBUDIRAHARJA telp:010-4953-2440

abdissalam@gmx.com/ www.gerai.abdissalam.com

SARANGHAE/VOL.5/2011

34


WEGUK HAKSENG….rOCkS!! Contact person: Andy Tirta (Mas Boy): 010-4497-0403 Designing, Printing and Clothing Product Unique, funny, and creative t-shirt, sweater, and jacket. Or, you may have some ideas? Let us help you to design and print it.

http://wegukhakseng.com/2011/ Tahun 2011 ini WEGUK HAKSENG juga menyediakan jasa lainnya yaitu ‘web designing’. Best price, great services and also a fascinating website is our promises. Contact us: tirta78@gmail.com or mrmie_10@yahoo.com

SARANGHAE/VOL.5/2011

35


Saranghae Magazine #5