Issuu on Google+

KAMPUS

PEDULI

PONDOK

ATIF PRESTIA INDONES

PROFIL [KPED]

KAMPUS PEDULI Kampus Peduli adalah organisasi sosial yang terdiri dari gabungan mahasiswa 18 kampus di Bandung, seperti ITB, UNPAD, Maranatha, UIN, UPI, Un.Telkom, Unisba dan berbagai universitas lain. Ranah Operasi kampus peduli berbasis pada pendidikan, kesehatan, dan kemasyarakatan (Insidental dan eksternal) yang bermanfaat bagi sesama. Adapun program kampus peduli yang telah dan tengah berjalan hingga saat ini 타 Pendidikan Dauroh anak jalanan, Pondok Prestatif Indonesia (PPI), Pengedukasian masyarakat hingga ke daerah pelosok, dll. 타 Kesehatan Kped TurJal (Turun ke Jalan), Penjemputan dan Pengobatan gratis bagi pasien kurang mampu, Pengobatan gratis ke pedesaan, penyuluhan tentang kesehatan dan lingkungan, dll 타 Kemasyarakatan (Insidental dan eksternal) Tanggap Bencana, Social traveling, Bakti sosial, Trauma Healing, Nikah Masal 'Maret Merit', sahur on The Road dengan kaum duafa, Desa Binaan, dll

PROFIL [PPI]

PONDOK PRESTATIF INDONESIA

PPI

Pondok Prestatif Indonesia adalah salah satu program Kampus Peduli di bidang pendidikan. Program ini bertujuan untuk membantu anakanak kurang mampu dengan mentalitas luar biasa yang ingin tetap sekolah di tengah segala kekurangan yang dimilikinya, baik biaya maupun akses pendidikan agar tetap bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Program yang diusung PPI meliputi pendidikan formal atau akademis dan non formal yang menyenangkan berbasis agama dan norma untuk membantu pembentukan pribadi yang berkarakter.

PONDOK

PRESTATIF INDONESIA

ADIK-ADIK

PONDOK PRESTATIF

INDONESIA

KIKI S

aat anak sebayanya yang lain manja dan sibuk bermain, Kiki malah mencari kayu bakar untuk di jual dan sebagian di bawa ke rumah untuk menyalakan tungku di dapur. Rp.3.000,- adalah uang yang bisa Ia hasilkan dalam sehari. Selama ini Kiki tinggal bersama neneknya. Meskipun lumpuh, neneknya tetap bekerja keras dengan menjadi tukang cuci karung beras milik tetangga. Bubur yang berasa garam menjadi menu Kiki dan neneknya setiap hari. Parahnya lagi ketika tak ada uang untuk membeli beras mereka hanya memakan ubi dan singkong yang dapa mereka temukan. Ditengah ujian hidup yang dia hadapi, Kiki masih memiliki satu impian yang ingin dia raih, “Kiki ingin jadi ustadz� ujarnya dengan mata penuh harapan.

B

APEP

ocah 13 tahun ini memutuskan untuk berhenti sekolah sejak kelulusan SD nya setahun yang lalu, ia lalu membantu ibu mencari nafkah dengan menjadi buruh tani di ladang-ladang milik juragan di kampung itu, penghasilan nya hanya 10.000 saja. Padahal apep harus ke gunung untuk melakukan pekerjaan nya itu dari pagi hingga siang. Apep bekerja di ladang yang terletak di kaki gunung, ia melakukan berbagai pekerjaan buruh seperti yang di minta majikan nya, mulai dari menanam bibit, memanen, memberi pupuk, mengangkut hasil panen, membersihkan rumput hingga menggendong tabung penyemprot hama yang beratnya lebih dari 2x berat badan nya. Apep menjalani pekerjaan itu dengan senang hati dari pagi hingga tengah hari atau bahkan hingga maghrib. Seperti anak kebanyakan jika hanya bekerja setengah hari apep mengisi waktu maghribnya dengan mengaji bersama rekan lain nya di masjid.

DELIT & DEWI

D

elit (16) dan Dewi (8) hidup bersama ibunya. Ibunya, Bu Dede, adalah pemulung rongsokan. Penglihatan yang kurang menyebabkan beliau harus menyusuri kampung sambil sedikit meraba-raba mencari rongsokan yang bisa dijual. Meskipun telah bekerja keras mereka hanya mendapatkan 20 ribu dalam seminggu dari hasil menjual rongsokan. Merasa tak cukup, setiap 2 kali dalam seminggu Delit pun pergi ke pasar untuk memulung sisa-sisa minyak kelapa dalam kompan. Tetes demi tetes dia kumpulkan dari banyak kompan sampai akhirnya terkumpul-lah sekitar 1 hingga dua kg di setiap aksi memulungnya. Delit mendapatkan 5.000 rupiah dari setiap 1 kg minyak yang terkumpul.

LIA & HERAN

K

edua kakak beradik ini harus rela kehilangan masa kanak-kanaknya yang penuh dengan sorak sorai permainan. Ayah mereka bekerja sebagai penjaja keliling cuangki, sedang sang ibu membantu mempersiapkan cuangki di rumah dan mengurusi kebutuhan seharihari 9 anak mereka. Mereka tinggal di sebuah rumah bilik yang hampir roboh, lantai pelupuh bambunya sudah miring, atap dan genteng nya pun sudah tak sempurna. Lia membantu perekonomian keluarga dengan menjadi buruh cuci di rumah tetangga. Selain itu, sepulang sekolah Lia bersama Heran (14) turun ke loronglorong sungai untuk memulung kayu dan limbah-limbah plastik. Dari hasil usahanya mereka bisa mengumpulkan masing-masing 5.000 setiap harinya.

I

ITOH

toh (12) yang baru lulus Sekolah Dasar ini adalah seorang anak yang tangguh. Untuk menghidupi sang nenek dan dirinya, Itoh bekerja ke pegunungan di sekitar puncak Darajat, Garut. Ia mengais sayuran sisasisa panen seperti keciwis dan kentang, lalu menjualnya dengan harga murah ke pengepul disana. Untuk mencapai lokasi memulung sisa panen, Itoh harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dengan berjalan kaki. Selain ke gunung, Itoh juga kadang di minta bantuan oleh warga untuk memanen buah dengan memanjat pohon atau mencuci pakaian tetangga sebelum berangkat ke sekolah.

SUKMA

S

ukma baru saja akan menginjakkan kakinya ke kelas 1 SMP. Bocah 12 tahun asal garut ini memilih berjualan cireng keliling kampung selepas sekolah untuk membantu perekonomian keluarganya. Dari 10.000 omset yang di hasilkan Sukma, ia mendapatkan jatah 2.000 rupiah untuk di bawa pulang.

Kami menerima

&

WAKAF

anda

SEDEKAH dana/barang

FASILITAS ASRAMA Kasur/tempat tidur, bantal/guling, selimut, lemari pakaian, rak buku, komputer, FASILITAS MAKAN & DAPUR kompor, tabung gas, ketel, panci, pisau, piring, gelas, sendok, garpu, rak piring, dll FASILITAS KESEHATAN & KEBERSIHAN sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi, handuk, obatobatan, dan P3K FASILITAS PENDIDIKAN buku tulis, buku bacaan, alat tulis, tas, sepatu, seragam sekolah, kaus kaki. FASILITAS IBADAH Al-Quran, Iqro, mukena, sarung, baju koko, peci, sejadah. LOGISTIK sapu, alat pel, lap tangan, ember, gayung, pembersih, lantai, pembersih toilet, sikat, cermin, dll

LOKASI ASRAMA PUTRA Jalan Palem II No. 54, Sadang Serang, Kel. Sekeloa, Kec. Coblong, Bandung 40134

ASRAMA PUTRI Jalan Palem II No. 50, Sadang Serang, Kel. Sekeloa, Kec. Coblong, Bandung 40134

Wakaf, infaq, sodakoh berupa : DANA a.n Mochammad Iqbal BCA. 777 1155 344 MANDIRI. 13 000 108 947 91 BNI. 624 824 3664 Konfirmasi melalui 0856 92 111 381 (Dean C.N) BARANG Konfirmasi melalui 0857 937 696 58 (Ayi Rosyadiah) *Barang dapat berupa barang baru maupun barang bekas layak pakai


Pondok Prestatif Indonesia (Kampus Peduli)