Page 1

Hari Doa Siswa Se Regional di Surabaya

SALAM/ Di pertengahan abad ke 19, seorang rektor di salah satu kampus Oxford yang pa ling prestise memanggil 3 murid terbaik di Oxford untuk pergi ke tempat yang miskin di London dan memikirkan solusinya. Ketiga murid ini sangat kaget menyaksikan hadirnya banyak orang yang sangat miskin di tengah-tengah London yang sangat kaya. Apa yang mereka lihat menggelisahkan hati, membuat marah dan bertanya mengapa manusia harus hidup dan diperlakukan seperti itu. Meski di kelas mereka ahli dalam ilmu ekonomi, tetapi berhadapan dengan fakta kemiskinan mereka tidak berdaya mengimplementasikan ilmunya tersebut. Pengalaman di daerah miskin membuat mereka berpikir dan berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi perubahan kondisi daerah terse but. Pemuridan yang kita kerjakan bukan untuk menghasilkan orang-orang yang mahir dalam doktrin atau tahu soal-soal Alkitab. Namun pemuridan diharapkan menghasilkan muridm u rid yang berhati Kristus, yang kelak dapat

M K Kata Surabaya Bible camp P

mengimplementasikan keilmuan dan keimanannya untuk menja_wab tantangan dunia dan mengatasi berbagai persoalan dalam masyarakat, bangsa dan negara . Karena itu mission trip seperti Misi Kalimantan bisa menjadi salah satu latihan bagi mahasiswa di akhir pembinaan untuk belajar mengasah hati, pikiran dan menerapkan keilmuan dan pemuridan yang mereka dapat. Sudahkan has i l binaan Perkantas telah mengimplementasikannya menjadi berkat bagi bangsa ini atau justru sibuk mengurus dan memperkaya diri sendiri? Mari kita terus mendoakan Perkantas Nasional di usianya yang ke-44 tahun terus menghasilkan orang-orang jadi berkat di berbagai bidang. Dirgahayu Perkantas Indonesia. Wahyu Dwijayati, SKM., M.Div. Pemimpin Cabang Perkantas Jawa Timur


RENUNGAN

Jesus, Me & The World Ekawaty Ranteliling, S.Psi*)

Sering muncul menemukan fenomena dimana seorang siswa, mahasiswa bahkan alumni enggan untuk memberitakan injil karena alasan takut dianggap "sok suci", "sok rohani", atau bahkan dengan santai memberikan komentar bahwa iman adalah hal yang bersifat pribadi sehingga bukan kewajiban untuk menyatakan iman kepada orang lain. Di samping itu, nampak canggung ketika ada pembicaraan mengenai hal yang bersifat rohani dalam pergaulan sehari-hari. Sering kali juga hubungan antara ketaatan seseorang kepada Kristus dengan perannya sebagai anggota masyarakat atau kehadirannya dalam dunia kerja menjadi terputus. Jika dicermati, seolah-olah muncul dualisme antara hal yang rohani dan sekuler. Dualisme ini bertentangan dengan firman Tuhan, namun inilah tantangan bagi kita para murid masa kini untuk menjangkau dunia secara holistik. Ketika seseorang sudah

.i!:.RUMAH SAKIT UMUM

iTHESDAsERUKAM

menerima Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamatnya maka sejak saat itu, dia bersedia diatur oleh Tuhan dalam setiap aspek hidupnya, atau dengan kata lain bersedia melalui proses pemuridan. Pemuridan yang merupakan proses transformasi seluruh aspek kehidupan memiliki makna yang dalam mengenai penyerahan seluruh aspek kehidupan kepada otoritas Kristus dan firman-Nya. Artinya, seorang yang telah dimuridkan tidak hanya berhenti berjuang hingga taraf transformasi hidup secara pribadi namun juga membawa dampak yang nyata bagi orang lain. Kita dapat belajar melalui teladan Yesus dalam pelayananNya kepada orang-orang miskin, yang kekurangan, dan menderita (Mat. 8:2-4; Luk. 7:11-15; 17:11-19), yang berarti bahwa Yesus juga memperhatikan aspek lain dari hidup manusia selain relasi dengan-Nya secara pribadi. Para murid dari jemaat mulamula juga peduli dan mengusahakan untuk menolong orang yang membutuhkan (Kis. 6:1-7). Seorang murid diutus ke dalam dunia (Yoh. 17:18) sehingga Pemuridan bukan hanya bicara tentang "Jesus and me" tetapi tentang "Jesus, me; and the world". Karenanya, setiap murid harus ditantang untuk berani menyatakan imannya kepada Kristus dalam studi atau pekerjaannya melalui interaksi dengan orang lain, serta terampil menggunakan firman Tuhan untuk menjawab tantangan dunia saat ini. Soli deo Gloria . (*Penulis Melayani Pelayanan Konseling di Yayasan llM)

SEMUA KARENA ANUGERAHNYA Ns. Dianrati Lopo

Sebagai seorang fresh graduate yang sedang menggumulkan panggilan, melalui Firman Tuhan dan sharing bersama kakak KTB Tuhan menaruh beban untuk terlibat dalam pelayanan misi melalui profesi saya sebagai seorang perawat. Namun dengan berbekal pengetahuan yang sangat terbatas mengenai pelayanan misi dibidang keperawatan, secara pribadi saya merasa belum siap. Kemudian oleh kak Aldo (Alumni TPS) saya diperkenalkan pada MMC (Medical Mission Course). Mengikuti MMC-X merupakan sebuah anugerah bagi saya, karena tahun ini merupakan tahun pertama dimana profesi perawat diikutsertakan. Oleh anugerah pula kami dengan latar belakang berbeda dipersatukan Tuhan dalam satu tim . MMC berlangsung selama 10 minggu (1 Mar-10 Mei 2015). Selama satu minggu kami diperlengkapi di OMF Jakarta dan 9 minggu berikutnya di Serukam dengan kegiatan-kegiatan live in di desa Nangabaram dan desa Siding serta desa binaan di Sinlu. Melalui MMC, tidak saja secara personal namun secara tim kami diproses, dibentuk dan diperlengkapi untuk menjadi tenaga kesehatan yang berhati misi. Kami dibukakan mengenai Misi dan Hati Allah bagi dunia serta mengenal Tuhan lebih dalam melalui berbagai dispilin rohani. Kami juga mengaplikasikan ilmu medis dan skill melalui bed side teaching bersama dokterdokter misi yang hadir di RSUB Serukam dari dalam maupun luar negeri seperti team UK-London, ARPC-Singapura dan PBC-Malaysia. Selain itu kami melakukan kunjungan ke pasien untuk mendoakan dan menginjili pasien. Saya sungguh mengucap syukur dan berterimakasih kepada setiap orang yang telah mendukung dan mendoakan saya.

POKOKDOA Bersyukur dapat kesempatan mengikuti MMC, doakan agar kami dapat taat dan setia mengerjakan panggilan-Nya. Semakin banyak tenaga kesehatan yang terbeban untuk diperlengkapi sedini mungkin dengan nilai dan etika Kristen .


SURAT SURABAYA

PELAYANAN SISWA Hari Doa Siswa - Don't Worry About Anything, Instead Pray About Everything Bersyukur pada 22 Mei 2015 yang lalu, Hari Doa Siswa telah dilaksanakan di GKA Gloria Pacar. Hari Doa Siswa (HOS) merupakan kegiatan tahunan komponen siswa yang dilaksanakan serentak se-regional Jawa Timur. Terna Don't Wony About Anything, Instead Pray About Everything diangkat menjadi tema regional dengan latar belakang agar siswasiswa terus tekun berdoa di tengah-tengah tantangan zaman yang semakin tidak mudah, dengan pergumulan siswa yang makin kompleks di zaman ini. Pada acara yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta ini, siswa-siswa dari sekolah binaan ataupun sekolah jejaring dan sekolah undangan, diajak untuk berdoa bersama-sama bagi pergumulan bangsa negara, pergumulan pelayanan siswa di regional Jawa Timur, berdoa bagi suku-suku terabaikan, dan berdoa bagi kota Surabaya. Bukan hanya diajak berdoa untuk pokok-pokok doa yang telah dibagi, siswa-siswa juga disajikan tampilan visual dalam bentuk drama ataupun video untuk memahami pokok doa yang akan mereka doakan. Tidak berhenti disitu, ketika rangkaian acara telah selesai, siswa-siswa pun dibagikan booklet pokok doa untuk didoakan di rumah masing-masing. Berharap dari rangkaian acara HOS siswa-siswa boleh memiliki kerinduan untuk terus berdoa di tengah-tengah tantangan zaman yang makin tidak mudah.

PELAYANAN MAHASISWA Bersyukur terlaksananya acara penutupan Bulan Pl yang dilaksanakan pada tanggal 3 Mei. Dalam acara tersebut, kak Akhung, sebagai pembicara, menegaskan bahwa penginjilan menjadi kewajiban mutlak yang harus dikerjakan oleh setiap 路orang. Meski memiliki tanggung jawab berkuliah, mahasiswa juga harus terus menjaga semangat penginjilan. Bersyukur juga terlaksananya acara Bible Camp (30-31/5) di trawas. Kitab Ezra menjadi topik bahasan selama 2 hari tersebut. Kak Anthon dan Kak Ricky membimbing peserta menggali dan merenungkan setiap berkat dan penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel setelah keluar dari pembuangan. Berkat intervensi Tuhan, Raja Koresh yang kafir mau membebaskan bangsa Israel untuk kembali membangun bait Allah. Meski dalam pelaksanaan pembangunan bait Allah terdapat masalah yang disebabkan oleh pekerjaan si jahat, namun Tuhan masih terus membuka jalan melalui raja Darius hingga akhirnya bait Allah selesai dibangun. Melalui Ezra, Tuhan mengajari peserta menjadi pribadi yang menjaga kesucian dan kekudusan dihadapan Allah. Pun, mengingatkan kita dari tindakan yang menjauhkan diri dari Tuhan menjadi tugas yang tak kalah penting. Terlebih lagi dalam pasal 10 ayat 4 menjelaskan bahwa semuanya itu merupakan tugas kita sebagai mahasiswa.

PELAYANAN ALUMNI Bersyukur untuk Paskah Alumni yang diadakan pada 18 April lalu di GKI Pregolan Bunder. Dengan mengambil tema Pengorbanan-Nya Yang Tak Ternilai, Kak Harry Limanto dalam kotbahnya mengajak kita hidup berjuang bagi lnjil sebab pengorbanan Kristus itu tidak ternilai harganya, halhal yang menghambat pertumbuhan rohani harus dibuang dan dipangkas agar hidup kita memuliakan Dia. Acara ini dihadiri oleh sekitar 278 orang dewasa komponen Alumni, mahasiswa dan siswa serta tamu undangan dan 33 anak.

POKOKDOA 1. Kegiatan Raker Tengah Tahun TPS pada 6-7 Juni 2015. 2. Tuhan semakin menolong TPS dan staf siswa untuk peka terhadap kehendak Kristus di dalam dunia siswa. 3. Regenerasi pengurus TPS agar disediakan orang-orang yang mau melayani dengan sungguh di ladang siswa. KAMP SACRED SEARCH, 16 -17 MEI 2015 Retret SS diadakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada orang-orang yang masih single baik laki-laki maupun perempuan tentang pandangan Allah mengenai masa single supaya bisa mengisi hidup dengan efektif dan mempersiapkan mereka secara matang untuk memasuki tahap berpacaran dan pernikahan. Peserta retret ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari kalangan Perkantas dan gereja dan diadakan di Griya Ciptaning Ati dengan pembicara : Kak lis, Agung dan Rieka.

MU RID Surat Doa Perkantas awa Timur M i- un 2 1


Misi tidak sama dengan melakukan kegiatan sosial membantu orang lain, sekalipun kita tidak bisa mengabaikan hal tersebut. Demikian juga, misi juga tidak sama dengan pemaklumatan tentang perlunya pertobatan. Kemudian misi itu apa? Melalui Mazmur 96, Bpk. Yusuf Deswanto menguraikan misi sebagai menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini. Dengan kehadiran Allah di tengah dunia ini niscaya mata semua orang bisa melihat Allah yang hadir. Tujuan akhir dari misi adalah TUHAN Allah dimuliakan! Misi bukan semata-mata orang menjadi tidak lapar, orang menjadi kaya, orang jadi sehat, sekalipun hal tersebut mutlak tidak bisa diabaikan. Renungan yang diambil dari Mazmur 96 ini mengarahkan peserta doa misi untuk kembali menggumuli tentang misi. Tidak ada seseorang yang paling bertanggung jawab dalam misi! Karena semua orang merupakan penanggungjawab utama. Setiap orang Kristen dipanggil untuk bermisi! Tepat seperti yang dicanangkan dalam Visi Perkantas yaitu alumni menjadi berkat. Kehadiran alumni harus pararel dengan kehadiran Allah. Alumni mer:igemban tanggung jawab untuk menghadirkan Allah dalam setiap ranah kehidupan. Demikian harapan yang disampaikan Bp. Johan Deretah dalam pelaksanaan Doa Misi Alumni Jember. Sekalipun dari pese路rta hanya 13 orang alumni, tetapi doa misi yang diselenggarakan oleh Persekutuan Alumni Jember pada 9 Mei 2015 lalu merupakan tonggak penting memotivasi alumni mengerjakan panggilan misi karena ini baru kali pertama diadakan. Babak berikutnya, pengurus alumni akan memikirkan misi riil yang bisa <;likerjakan di lingkup masyarakat Jember. Tentu tidak bisa dikerjakan sendiri, perlu bersinergi dengan siswa, mahasiswa bahkan lembaga lain. Kiranya alumni yang ada siap menger1akan panggilan ini.

POKOK DOA BPR DAN ALUMNI 1. Bersyukur sharing BPR-staf-ketua komponen bersama Kak Herwati dan beberapa alumni (sesepuh pelayanan Perkantas Jember) tanggal 14 Mei di Surabaya, doakan momen ini makin menyemangati dalam mengerjakan pelayanan ini. 2. Rencana acara HUT Perkantas Jember bulan Juni. 3. PA Alumni Jember 1,2,3 supaya makin menggairahkan Pra Alumni dan Alumni dan menjawab kebutuhan mereka di dalam keluarga, pelayanan dan pekerjaan. POKOK DOA MAHASISWA 1. Bersyukur serangkaian bulan Pl. Doakan supaya mahasiswa terus digairahkan untuk terus bersaksi dan menularkan semangat Pl. 2. Kesehatian antar Pengurus Permaker supaya semakin setia. Doakan lndah {ketua Permaker) yang akan KKN di Probolinggo pada akhir Juni, untuk setiap persiapannya dan koordinasi Permaker tetap terjaga. 3. Jejaring dengan PMK Fakultas lain, kampus Poltek dan STIE Mandala dapat terbangun relasi dan mereka melihat pemuridan sebagai kebutuhan bagi mahasiswa Kristen.

SURAT JEMBER

POKOK DOA SISWA 1. Bersyukur hasil pengumuman SNMPTN tanggal 9 Mei, doakan adik-adik yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri supaya tetap mau dimuridkan di kota tujuan mereka. 2. Bersyukur Hari Doa Siswa tanggal 22 Mei, doakan supaya siswa digerakkan dan digairahkan dalam berdoa sehingga berdoa menjadi gaya hidup. 3. KTB-KTB yang ada supaya makin bergairah dalam Pemuridan. Doakan PKK dan staf yang mempersiapkan CPKK Baru supaya memiliki kerinduan untuk memuridkan. 4. Semangat, kesehatian dan kesetiaan PSKJ, TPS dan staf dalam mengerjakan pelayanan siswa. 5. Pelayanan siswa di Lumajang.

SURAT BANYUWANGI Dalam rangka memperingati HUT Perkantas Banyuwangi yang ke-23, kami mengadakan Seminar Orang Tua dan Anak pada tanggal 1 Mei 2015 di GKJW Banyuwangi. Bersyukur ada 49 orang tua dan 47 anak yang hadir berasal dari 8 gereja. Kelas orang tua pembicaranya Mas Agung Kurniawan dan kelas anak Kak Yanti. Di akhir acara semua peserta berkumpul per-keluarga untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari di kelas masingmasing . Harapan kami melalui acara ini orang tua lebih memahami anak remaja/pemuda mereka, demikian juga anak lebih mengerti orang tua sehingga meminimalkan terjadinya konflik dalam keluarga. Adanya kasih yang nyata antara orang tua dan anak sehingga keluarga Kristen dapat menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat.

POKOKDOA 1. Bersyukur lbadah Padang di Kawah ljen tanggal 2 Mei yang dilayani oleh kak Yanti, diikuti oleh 4 siswa dan 3 orang tua. 2. Keikutsertaan 1 staf dan 2 siswa dalam acara Konvensi lnjil Nasional untuk remaja yang diadakan di Jakarta. 3. Keikutsertaan 1 staf dan ketua BPR dalarn R.etret BPC/BPR/Staf Perkantas Jawa Timur .. PELAYANAN SISWA B~NYUWANGl(PSKB) 1. Bersyttkur untuk adik-adik siswa kelas 12 dan kelas 9 yang telah menyelesaikan.UNAS. 2. Bersyukt1r untuk Hari Doa Siswa pada tanggal 22 Mei 2015 di GBT Betesda yang dihadiri oleh 54 siswa. 3. Kelanjutan studi adik-adik siswa kelas 12 dan kelas 9 yang sudah lulus. 4. pengurus PSKB yang baru dapat melayani dengan baik. 5. Bulan Pl Siswa Banyuwangi di bulan Mei-Juni ini agar dapat kembali mengobarkan semangat Pl adik-adik siswa dan semoga melaluinya banyak siswa dapat mendengar lnjil.


OPIN I Anthon K. Mapandin, M.Div*)

Mencipta Budaya Mela lui Pemuridan Pemuridan adalah suatu proses untuk membawa orang dari berpusat pada diri dan beralih kepada pusat hidup yang baru yaitu Kristus . lni adalah proses yang melibatkan pengalaman hidup, baik bagi si pembawa maupun yang dibawa. Si pembawa memberikan pengalaman tentang bagaimana dia beralih dari semua itu, sehingga menjadi sharing yang hidup dan nyata kepada rekan-rekan yang dimuridkan. lntinya menghidupi dan menularkannya. Proses ini adalah proses seumur hidup . Sebuah proses yang membawa manusia untuk secara nyata dan progresif untuk menghidupi kebenaran-kebenaran Kristen . Ada dua konteks dimana kita hadir. Pertama dunia dengan segala permasalahannya . Kejahatan dan berbagai bentuk disharmoni tumbuh dan berkembang didalamnya . Akibat dari semua itu manusia yang hidup didalamnya kehilangan rasa nyaman dan seringkali ingin melarikan diri dari dunia yang seperti ini. Tetapi ke dalam dunia inilah pengikut Yesus (murid) dipanggil untuk menyatakan Sya/om. Konteks kedua adalah diri dengan segala kerapuhannya . Diri yang ingin terus mengejar dan menikmati keinginan daging dan keangkuhan hidup. Dalam konteks seperti pertanyaan "berapa lama lagi ya Tuhan" seringkali muncul akibat beratnya pergumulan diri yang melilit. Jadi disini kita memiliki panggilan "ganda". Untuk konteks yang pertama kita dipanggil untuk bermisi, membawa karya pendamaian yang dilakukan oleh Kristus. Panggilan kedua adalah panggilan untuk Merupa Dia, junjungan kita yang Agung Yesus Kristus . Panggilan ini adalah panggilan pemuridan. Pertanyaannya mungkinkah pengikut Tuhan bisa berperan? Jawabannya ya dan pasti. Jawaban dan keyakinan ini bukanlah sebuah kepongahan yang berlebih , tetapi fakta sejarah . Sejarah dimana Allah bekerja melalui pengikut-Nya yang setia . Iman Kristen adalah iman yang berakar pada sejarah. Ada dua simpulan sejarah yang bisa kita lihat bagaimana umat Tuhan memberi arah sejarah ini. Pertama adalah peristiwa Keluaran. Bagaimana mereka yang menyandang status budak di Mesir bisa terus bertahan dan memberikan arah dunia ini sampai hari ini. Kedua adalah peristiwa kebangkitan . Kebangkitan telah mencatat bagaimana sekumpulan pengikut Yesus yang sangat minoritas ditengah bayang-bayang kekuasaan penguasa Romawi mampu bertahan dan terus menularkan pengaruh mereka ditengah-tengah tekanan dan ancaman kehilangan nyawa sekalipun . Dua peristiwa ini yang mengubah sejarah sampai hari ini. Mengapa bisa terjadi? Dari sekelompok manusia yang secara manusia tidak mungkin, dengan status sebagai budak sebelumnya, mereka yang hanya dari kalangan rakyat biasa. Kekuatan apa yang meyebabkan pengaruh mereka sedemikian hebat dan tak terbendung oleh kekuatan budaya dan militer yang

begitu kuat? Komitmen mereka. Ya komitmen yang sangat kuat untuk mentuhankan Allah mereka sebagai satu-satunya TUHAN dan Raja dalam hidup mereka. Lalu bagaimana dengan murid Tuhan hari ini? Bagaimana pengaruh para pengikut Kristus bisa berdampak dalam konteks dunia hari ini? Menjawab pertanyaan ini, maka pertanyaannya murid seperti apa yang dihasilkan pelayanan kampus selama ini? Ditengah konteks kebutuhan dan harapan yang mereka miliki Pemuridan yang dibangun dikampus haruslah membawa mahasiswa untuk sungguh memiliki komitmen yang menTuhankan dan merajakan Kristus diatas segala-galanya. Tanpa itu maka tidak mungkin kita akan mungkin berbicara tentang pengaruh seperti apa yang akan kita tawarkan kepada dunia yang sudah terpolusi oleh dosa. Peran dan Pengaruh Seperti Apa Yang Diharapkan ? Ujian dari pelayanan Pemuridan yang dikerjakan di kampus adalah ketika mahasiswa masuk dan berperan didalam bidang studi yang mereka geluti selama ini di kampus . Bidang yang juga sudah terpolusi oleh dosa. Kualitas seorang murid hasil binaan akan terlihat bagaimana mereka bekerja dan mempraktekkan ilmu mereka. Jadi dalam dunia kerja inilah mereka akan berperan dan mengabdikan seluruh talenta dan potensi sebagai seorang pengikut Yesus. Marthin Luther pernah berkata bahwa kita bekerja bukan saja sebagai kepedulian untuk memelihara ciptaan, tetapi juga memberinya struktur. Jadi jika struktur dari seluruh pekerjaan ini sudah rusak, maka panggilan pengikut Yesus adalah memberinya struktur. Struktur yang dibangun atas dasar kebenaran Firman Tuhan. Jadi dengan memberinya struktur akan mencipta suatu budaya, dan budaya yang sudah didamaikan dengan Allah oleh orang -orang yang telah mengalami dan menikmati Pendamaian Kristus. Berjuang untuk menciptakan dan membentuk disiplin dalam bekerja, motivasi yang luhur dan yang mau melayani, etas kerja yang agung dan mulia . Dan semua ini hanya akan terjadi jika murid yang dihasilkan kampus adalah yang sungguh sudah tidak ada berhala lain dalam hidup dia selain Kristus. Jadi dari mana kita memulai untuk menjangkau dan memberi pengaruh di dunia ini. Dimulai dari kampus , dimulai dari kelompok pemuridan . Pengikut Yesus seperti apa yang kita hasilkan. Apakah mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang men-Tuhankan dan mengalami Dia sebagai satu-satunya sumber kepuasan hidup mereka. Yang siap mati untuk Tuhan dan kemuliaan-Nya? Jika itu tidak terjadi maka kita tidak bisa "berbicara lebih jauh" tentang peran dan pengaruh dalam Republik tercinta ini. (*Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa di Surabaya)


OPINI

JIKA ANDA SEORANG MURID ... 路_ lni adalah olimpiade seumur hidup! Hari-hari panjang Anda diinginkan oleh Allah untuk menjadi agen-agen-Nya. Dimulai dari titik Anda menerima Allah sebagai pemilik hidup Anda, sampai Anda mati, sesungguhnya Anda sedang ada dalam satu track lari untuk mengerjakan pekerjaan Allah di tengah dunia ini. Pekerjaan apa? Mengerjakan nilai-nilai kebenaran dan kemuliaan di dalam setiap aspek hidup Anda . Mulai dari hal kecil sampai urusan paling besar dan kompleks dalam hidup Anda. lni adalah sebuah perjalanan panjang bersama dengan Allah dimana Anda dipilih untuk menggarami dan menerangi dunia. Dalam olimpiade ini fokusnya bukan pada panjangnya waktu, tuntutannya, perintahnya, bukan pula pada beratnya . Tetapi ini adalah kesempatan seumur hidup yang menantang dan menggairahkan, JIKA anda seorang murid. Di setiap sudut dunia ini, di pasar, perusahaan, sekolah, kampus, kantor pemerintahan, mall, pertokoan, warung, alam lingkungan , semua sudut dirancang Allah untuk kemuliaan. Mereka yang hidup bergairah untuk Allah akan beresonansi dengan kehendak Allah . Mereka akan berlomba-lomba untuk membawa kemuliaan Allah (dalam tafsiran masing-masing : menjangkau jiwa , membina iman jemaat, mengentaskan kemiskinan dan menjawab isu sosial , dsb) di setiap tempat dan kesempatan. Hal itu diterjemahkan oleh murid-murid Kristus--alumni-alumni, dengan mengambil profesi sebagai tukang pijat, membuka les-lesan, buka kursus jahit untuk menginjili dan menolong masyarakat secara ekonomi . Di tempat yang lain, mereka menjawab tantangan menjaga integritas di lahan basah dengan semangat. Ketika berhasil, ia mengalami sebuah sukacita walaupun itu artinya harus dimutasi, turun pangkat, bahkan diperkarakan di pengadilan. Di level yang lebih terorganisir banyak anak Tuhan memuliakan Allah dengan pelayanan baik yang nampak tidak strategis (orang gila , lansia, orang lumpuh) maupun yang nampak strategis (pelayanan anak, siswa, mahasiswa , kaum professional). Bagi kalangan murid Kristus di dunia teologis, mereka menulis buku untuk mempengaruhi seluruh dunia . Sebut saja John Stott, Edmund Chan, Dietrich Boenhofer dan sederetan nama lain . Juga tidak sedikit Gereja membangun teater, sekolah, rumah sakit misi , dan pelayanan publik lain untuk memenangkan jiwa bagi Kristus . Mereka menangkap nilai kemuliaan Allah dan beresonansi bersama nilai itu di semua tempat dan kesempatan . Tapi sudah cukupkah kiloan garam dan kilauan terang dari sederetan nama-nama, lembaga-lembaga dan gerejagereja tersebut untuk menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini? Belum . Diperlukan murid-murid lain, yaitu Anda. Sejauh mana pengaruh kekristenan di dunia ini? Sejauh pengaruh Anda saat ini bagi lingkungan Anda. Lalu bagaimanakah kita ikut berjuang dalam olimpiade seumur hidup ini? Kita diberi kemampuan untuk mengerjakan kehendak Allah Allah sudah memberikan kemampuan bagi kita untuk mengerjakan pekerjaan-Nya (band. Kej . 2:26-28). Ketika la menciptakan manusia, la memberikan kuasa kepada setiap individu . Kuasa itu untuk menguasai bumi dan mengelolanya untuk kemuliaan Allah. Diterjemahkan dalam jaman sekarang adalah Allah ingin setiap taman Eden (baca: pekerjaan, keluarga , gereja, lingkungan, pelayanan) yang dipercayakan

Fransisca Riswandani, M.Div*)

kepada Anda dikembalikan untuk kemuliaan Tuhan. Bukan untuk kemuliaan dan keuntungan diri. Bukan hanya itu, setiap . murid yang menerima Dia sebagai Tuhan diberi penyertaan Roh Kudus untuk bisa bergerak bersama dengan Allah di tengah dunia ini (Mat. 28: 19-20). Roh Kudus yang akan membuat kita berani dan berhikmat untuk menjalani panggilan hidup. Allah sudah memberikannya dengan lengkap untuk kita. Oh, ini terlalu muluk rasanya! Edmund Chan dalam satu seminarnya mengatakan bahwa Allah tidak memberi perintah yang tidak mungkin untuk untuk dilakukan umat-Nya. Artinya mengerjakan seluruh aspek hidup kita untuk kepentingan Allah itu mungkin! Apakah kita mau? lni semua adalah perkara apakah kita mau? Mau terlibat dalam kegerakan Allah di tengah dunia ini. Sebanyak, sebagus apapun boeing konsep kita tentang Allah , dunia, dan manusia, pada akhirnya pesawat baru bisa diterbangkan jika pilot menekan tombol take off. "Mau" adalah perkara hati. Dimana hati kita berada menentukan murid seperti apakah kita saat ini. Kasih mula-mula yang menyala bisa redup ketika hati untuk Tuha n digeser dengan hati untuk diri dan dunia. Kita masih bisa rajin ke gereja dan mengikuti aktivitas rohani . Namun, bagaimana dengan keputusan-keputusan setiap hari, prioritas, nilai-nilai dan gaya hidup kita? Sungguhkah kita ingin semua orang melihat Kristus di dalamnya? Merawat diri Hampir mustahil terus-menerus mempertahankan energi dan gerakan untuk mencapai tujuan jangka panjang . Banyak siswa, mahasiswa dan alumni hidup di dalam kerohanian yang ideal dan membara. Tetapi bara itu bisa memudar jika tidak dijaga apinya. Perjuangan menjadi murid seumur hidup perlu pemeliharaan kerohanian yang konsisten dan holistik. Bukan hanya perbanyak kegiatan rohani , hafalan ayat Alkitab , perbanyak pergi ke gereja (saya tidak mengatakan itu tidak penting). Tetapi konsistensi mengintegrasikan isi Alkitab dengan isi dunia ini. Kehilangan ketekunan mengintegrasi membuat tombak kita semakin besar tetapi tumpu l ujungnya. Kita akhirnya tidak bisa menjawab isu-isu dunia. Ketika melihat Alkitab dan melihat kemiskinan, ekonomi yang melemah, kebijakan pemerintah, sistem dan budaya masyarakat yang korup moral, apa konsep dan tindakan kita? Diperlukan observasi lingkungan dengan terang Firman dan keberanian untuk mengambil peran yang konkret. Dengan demikian kita bisa merawat kemuridan diri ditengah dunia. Sesederhana itu prinsipnya , tetapi tidak semudah itu pelaksanannya Murid di tengah serigala perlu merawat diri secara holistik dalam kesehatan mental , emosi , spiritual, fisik dengan tepat. Tantangan dunia semakin tidak mudah. Jika bagian-bagian dari diri kita tidak kuat , maka tidak mungkin menjawab tantangan dunia dengan segenap kekuatan hati, tenaga dan akal budi sebagai bentuk kita mengasihi Allah . Setiap hari dan utuh! Anda sudah ada dalam gelanggang pertandingan seorang murid . Tidak ada saran berhenti! Tapakkan kaki Anda untuk terus berlari menjadi jawaban bagi dunia ini. Kristus menyertai sampai garis akhir. Soli Deo Gloria. (*Penulis Melayani Pe/ayanan Alumni di Malang)


Hai Intelektua I Kristen, Dimanakah Kuasamu? Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman berkesempatan berdialog dengan salah satu ormas agama yang besar di Indonesia. Di dalam dialog tersebut saya merasa tertampar dengan kesigapan mereka membentuk dan menghasilkan para intelektual agar dapat menjadi agen-agen pembaharu dunia atas permasalahan yang ada di dunia ini melalui penegakan ajaran agama mereka di dunia. Pertemuan ini membuat saya bertanya kepada diri saya sendiri sudah berapa lamakah kekristenen ada di lndoraesia? Dimanakah para intelektual Kristen di Indonesia saat ini? Adakah mereka memikirkan permasalahan bangsa ini ataukah mereka merasa nyaman dengan dunia rohani mereka? Adakah para intelektual ini menangkap hati dari kekristenan yang mewujudnyatakannya di dalam dunia melalui ilmu yang mereka tekuni? Siapakah lntelektual Kristen itu? Siapakah yang dapat disebut intelektual itu? Di dalam sebuah artikel, bapak Yonky Karman mengatakan bahwa seseorang disebut sebagai intelektual bukan karena gelar akademis yang dimilikinya, melainkan karena kemampuannya berpikir secara ' mendalam dan memberi arah ke mana seharusnya masyarakat . bergerak. Kalau begitu apakah intelektual kristen itu? lntelektual Kristen adalah seorang intelektual yang hidupnya diubahkan oleh Kristus dan digerakkan oleh Kristus di dalam seluruh hidupnya dan juga aktivitas intelektualnya. Mereka menyadari, bahwa sebagai seorang Kristen mereka memiliki tanggung jawab bukan hanya kepada Allah saja, tetapi juga tanggung jawab mengusahakan kebaikan bagi bangsa dan negara tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan. Dan sebagai seorang intelektual Kristen mereka menyadari bahwa cara pandang Alkitab merupakan cara pandang yang tepat dalam memandang permasalahan bangsa ini dan juga sanggup memberikan arah dan jawaban yang tepat atasnya. Sehingga dia bukan hanya berpikir secara Kristen (berpola pikir seperti Kristus) tetapi juga bertindak secara Kristen (seperti Kristus bertindak). Pemuridah Yahg Mengfiasili<:an lntelektual Kristen Dari manakah intelektual Kristen ini dapat dihasilkan? Dari pemuridan yang baik. Pemuridan yang baik akan mendorong terjadinya pembaharuan di dalam akal budi, sehingga mereka dapat mengerti apa yang baik dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:2). Pembaharuan akal budi dalam diri para murid akan memberikan perubahan yang mendasar dan signifikan terhadap dasar cara pandang mereka terhadap d1.mia. Mereka tidak lagi menjadi pribadi yang egois dan berp<;lndan,ga.n .sempit, melainkan memiliki belas kasihan terhadap seluruh manusia dan dunia yang sudah di rusak oleh dosa. Mereka akan mengasihi dunia, seperti Allah mengasihi dunia, dan bahkan lebih daripada itu mereka akan berupaya mewujudnyatakan kasih Kristus itu di dalam tindakantindakan nyata yang transformatif. Pemuridan juga akan mendorong orang-orang percaya untuk menaklukkan segala pikirannya kepada Kristus. Mereka akan meletakkan segala ¡ cara pikir dan pemahaman ilmu pengetahuan mereka masingmasing kepada Kristus untuk dimurnikan dan digunakan

OPINI Berman NC Si/alahi, SE*)

seturut dengan kehendak Allah. Mereka yang memiliki ilmu pengetahuan dan menaklukkan dirinya kepada Kristus ini akan menyadari adanya hal yang salah, karena pengaruh dosa, di dalam bidang ilmu mereka, dan kemudian mereka akan berusaha mengkritisi dan memberikan solusi yang tepat atas kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan hanya itu saja, mereka juga akan menggunakan ilmu yang telah mereka pelajari untuk menemukan akar permasalahan dalam dunia ini dan memberikan solusi yang tepat dan utuh atasnya. Dan akhirnya mereka juga akan memberikan dirinya untuk terlibat langsung di dalam masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan dunia ini. Mengapa Kuasa lntelektual Kristen Tidak Terasa? Kalau pemuridan bisa menghasilkan para intelektual Kristen yang peduli terhadap permasalahan dunia dan dapat memberikan solusi atas semuanya itu, mengapa dunia masih begini saja? Mengapa kuasanya tidak dapat dirasakan? Bisa jadi, karena pemuridan kita hanya berfokus pada pembentukan kerohanian pribadi saja. Pemuridan kita senang mengatasi permasalahan dosa para murid serta menikmati penyembahan pribadi kepada Allah saja. Sehingga para intelektual yang dimuridkan hanya berfokus kepada 'bekerja dengan benar' dan 'menjangkau jiwa' saja, tanpa melatih mereka memikirkan solusi atas permasalahan yang terjadi di dalam lingkungan disekitarnya. Hal ini bukan berarti 'bekerja dengan benar' dan 'menjangkau jiwa' adalah hal yang sepele. Tetapi, bukankah jangkauan injil begitu luas, menjangkau segala ciptaan Tuhan di dunia ini. Bukankah dinyatakan dalam Yohanes 3:16 bahwa Allah mengasihi dunia, ditambah lagi dalam Kolose 1:20 yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini sudah diperdamaikan dengan diri-Nya. Kita harus bertobat dari pemuridan yang setengah-setengah ini. Pemuridan lntelektual Kristen Bagi Dunia Jika demikian, bagairnana seharusnya pemuridan ini dapat menghasilkan intelektual Kristen yang sejati? Dengan cara memuridkan para mahasiswa agar menjadi serupa dengan Kristus, di dalam karakter dan tindakan mereka. Penting bagi mereka untuk mengasihi dunia ini seperti Kristus mengasihi dunia dan berbuat sesuatu baginya. Karena itu p.emahaman akan misi Allah bagi dunia menjadi hal yang penting untuk dipelajari dan dipahami dengan baik. Agar mereka memahami dengan baik akan isi hati Allah bagi dunia dan bagi dirinya sendiri. Selain itu diskusi-diskusi akan masalah-masalah yang ada dalam dunia ini akan sangat berperan dalam melatih dan mempertajam cara pikir kristen dalam diri para mahasiswa (kaum intelektual). Di tambah lagi dengan mendorong terjadinya pengalaman bersentuhan dengan masyarakat dan bergerak di dalam dan bersama masyarakat akan melatih kepekaan dan jiwa sosial dalam diri mereka. Sehingga murid-murid yang dihasilkan merupakan gambaran yang utuh akan pribadi Kristus, kasih Kristus, pemikiran kristus, dan tindakan kepedulian kristus bagi indonesia, dan bagi dunia ini. (*Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa Malang)


OPINI Pemuridan: Kol:?oh Membangun Negeri

Permasalahan yang dihadapi oleh bangsa ini baik dalam sistem pemerintahan, pendidikan, politik, hukum, kesehatan, kemiskinan dan hal-hal lainnya membawa pergumulan kepada setiap pemuridan yang dikerjakan. Bagaimana pemuridan yang dikerjakan bisa menghadirkan orang-orang yang menjadi jawaban bagi setiap permasalahan yang ada, yang hadir bagaikan oase di tengah peliknya masalah yang dihadapi di negeri ini. Karena tujuan pemuridan yang dikerjakan adalah menghasilkan murid Kristus yang menjadi pemimpin yang mempunyai karakter Kristus yang menjadi garam dan terang serta mampu menjadi jawaban dari permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Kegerakan pemuridan yang terus dikerjakan di sekolah dan kampus dengan menjangkau mahasiswa di setiap bidang profesi diharapkan mampu menjangkau semua bidang yang ada. Namun yang menjadi perenungan seberapa besar pemuridan yang dikerjakan dan orang-orang yang dilayani, setelah menyelesaikan masa kuliahnya dan menjadi alumni berdampak terhadap permasalahan yang terjadi . Bagaimanakah pemuridan yang diharapkan bisa turut membangun negeri ini? Ada beberapa hal yang perlu diingat dalam mengerjakan pemuridan yang ada. Setia kepada Firman Tuhan Kualitas seorang murid yang menjadi garam dan terang tidak muncul begitu saja, dibutuhkan kesadaran dan komitmen untuk mau belajar dan diajar dalam kebenaran Firman Tuhan. Ketaatan kepada Firman Tuhan, mencintai Firman dan menghidupi Firman menjadi hal yang harus dikejar sebagai murid Kristus ketika menghidupi proses pemuridan. Firman Tuhan sebagai satu-satunya kebenaran yang terus direnungkan dan diaplikasikan dalam hidup iman Kristen harus menjadi pegangan dari seorang murid Kristus yang menolongnya ketika menghadapi tantangan bukan hanya ketika dalam kehidupan sebagai mahasiswa namun juga ketika menjadi alumni yang menghadapi di dunia kerja . lntegrasi antara iman dan ilmu Salah satu yang menjadi hasil akhir dari pelayanan mahasiswa dan pemuridan adalah seorang murid yang sudah dimuridkan selain mereka memiliki karakter Kristus, mereka juga menjadi orang-orang yang profesional di bidangnya sesuai dengan bidang studi yang dipelajari di kampus . Bukan hanya belajar namun juga setiap murid Kristus diarahkan untuk memikirkan hal-hal yang bisa dikerjakan setelah lulus kuliah. Dari muridmurid Kristus yang sudah dibina dengan baik inilah yang nantinya diharapkan memegang peran penting di dalam setiap bidang yang Tuhan percayakan sehingga bisa menjadi jawaban atas setiap permasalah yang terjadi. Menjadi pribadi yang profesional di bidang kerja serta memiliki karakter Kristus itulah yang menjadi kerinduan dari setiap pemuridan yang dikerjakan .

â&#x20AC;˘â&#x20AC;˘

Yudo Kristanto, S. T*)

Komunitas yang terus membangun Komunitas yang sehat yang terus mendorong, membangun, menegur dan mengarahkan dalam kebenaran Firman Tuhan sangat dibutuhkan dalam mengerjakan proses pemuridan yang ada . Kelompok-kelompok pemuridan yang dikerjakan kebanyakan hanya dikerjakan ketika masih dalam dunia mahasiswa , namun ketika sudah menjadi alumni sudah tidak dikerjakan dan tidak dihidupi , sehingga tidak heran seringkali ketika mahasiswa memiliki banyak sekali idealisme-idealisme untuk menjaga integritas hidup namun ketika menjadi alumni warna yang dihasilkan dari hidupnya tidak ubahnya warna dunia dimana dia hidup yang seringkali bertolak belakang dengan kebenaran. Alumni seakan-akan tidak mampu menghadirkan nilai-nilai kekristenan yang sudah diterimanya di mahasiswa . Setiap murid Kristus yang sudah dibina dan dimuridkan harus tetap memiliki komunitas yang menolongnya untuk tetap menjaga hidupnya sesuai dengan visi Kristus yaitu menjadi garam dan terang dunia. Sehingga setiap murid Kristus yang sudah menjadi alumni dari hasil pelayanan yang dikerjakan baik di sekolah maupun di kampus masih mempunyai api untuk hidup dalam ketaatan akan Firman Tuhan dan terus didorong hidup berintegritas dan mampu menjadi jawaban dalam segala bidang profesi yang Tuhan percayakan . Kerinduan untuk menghadirkan pemuridan yang kokoh yang mampu menghasilkan pemimpin yang berkarakter Kristus yang mampu menjadi jawaban atas permasalahan di negeri ini bukan berarti tidak ada tantangan dan hambatan. lndividualisme, hedonisme, konsumerisme dan hal-hal lainnya menjadi tantangan bagi seorang pemimpin kelompok-kelompok pemuridan yang ada untuk terus berdoa dan berjuang bagaimana mengerjakan proses pemuridan yang Tuhan percayakan. Selain itu singkatnya waktu perkuliahan sering menjadi hambatan untuk menghasilkan pemuridan yang kokoh , karena tidak bisa dipungkiri bahwa proses pemuridan yang dikerjakan membutuhkan waktu dalam hal pembelajaran dan juga teladan hidup dari seorang pemimpin. Maka dari itu proses pemuridan dan pembelajaran Firman Tuhan tidak bisa berhenti hanya karena seseorang lulus kuliah. Seorang murid Kristus juga diharapkan memiliki kehidupan doa yang baik sehingga selain peka terhadap pimpinan Tuhan yang mengarahkannya mengerjakan kehendak Tuhan, namun juga peka terhadap kondisi yang ada di sekitarnya. Kiranya kegerakan pemuridan yang dikerjakan di pelayanan siswa dan mahasiswa bisa menjadi jawaban untuk setiap permasalahan yang ada di bangsa ini dan bisa turut membangun negeri. Menyiapkan pemimpin-pemimpin yang berkarakter Kristus yang profesional di bidangnya yang menjadi garam dan terang sehingga banyak orang boleh mengenal Kristus melalui hidup mereka. (*Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa di Kediri)


SURAT

MA LANG

/

\

Puji Tuhan, la memelihara pelayanan kota Malang hingga sejauh ini. Kami semakin mengucap syukur karena setiap komponen terus bergerak demi dijangkau dan diberdayakannya siswa, mahasiswa dan alumni . PELA YANAN SISWA Pada bulan Mei, ada beberapa agenda atau jadwal kegiatan persekutuan siswa, salah satunya adalah mulai dilaksanakannya outreach Pekabaran lnjil. Kegiatan yang dilaksanakan setiap 1 minggu sekali yaitu setiap hari sabtu ini dilakukan oleh siswa dan Missio Dei. kegiatannya yaitu dengan olahraga bersama di rampal sembari memberitakan lnjil. Bersyukur beberapa teman siswa yang telah mendengarkan berita lnjil sekalipun mereka menolak, namun kami bersyukur karena siswa sudah mulai memiliki kerinduan dan keberanian untuk memberitakan lnjil. Hal lain yang kami syukuri adalah terlaksananya kegiatan Hari Ooa Siswa (HOS) yang dilaksanakan 22 Mei 2015 . mengambil tema "Don't Worry About Anything, Instead of Pray About Anyting" kami memakai konsep doa "jam" dan konser rohani, yaitu berdoa dengan mengikuti pergerakan jarum jam, yaitu tiap 1 menit kami bergeser untuk mendoakan bagian pokok doa yang lain yang telah disusun oleh panitia. Kegiatan HOS ini dihadiri 58 siswa dari berbagai SMP dan SMA, SMK yang ada di kota Malang. Ooakan kiranya siswa yang boleh hadir memiliki semangat doa dan akan menjadi "motor" kegerakan doa di sekolah masing-masing. PELAYANAN ALU MNI Bersyukur bulan April ini Pelayanan Alumni bisa kembali mengadakan gathering alumni dengan tema P.U.S.H (Pray Until Something Happen) . Terna ini mengingatkan alumni kembali tentang betapa pentingnya berdoa. lbu Ingrid Limanta mengajarkan hal dasar yang menjadi kekuatan hidup manusia secara pribadi maupun komunal, tetapi justru sering dilupakan, yaitu Ooa. Hati yang terkoneksi dengan Allah akan menolong kita terkoneksi dengan kehendak Allah bagi dunia ini. Berdoa dengan apa adanya tanpa menjadi "public boasting", berdoa dengan memperkatakan firman , dan berdoa dengan mencari kehendak Allah bagi orang yang kita doakan. Oenga.n demikian kita bisa menjadi alumni yang giat dan sungguh membawa kemuliaan Allah di tengah dunia ini, menjadi pendoa sampai sesuatu terjadi .

POKOK DOA 1. Bersyukur untuk program beasiswa yang bertambah pada bulan ini. 2. PA-PA wilayah supaya sungguh bisa menyegarkan kerohanian Alumni. 3. Pembinaan pra alumni tahap 2 (training CPM) tanggal 30, 31 Mei dan 6 Juni. 4. Persiapan Weekend Alumni Malang tanggal 11-12 Juli.

PELAYANAN MAHASISWA Kami juga bersyukur untuk moving prayer yang kali ini dilaksanakan di PMK Nafiri Sion-Universitas Kanjuruhan . Moving Prayer kali ini sangatlah spesial sebab diikuti juga oleh UAKK Brawijaya . Oalam kesempatan ini PMK Nafiri mensharingkan tentang gerakan pelayanan mereka dan tantangan yang mereka hadapi di dalam pelayanan di kampus. Doakan supaya PMK Nafiri Sion memiliki pembina yang memahami pelayanan mahasiswa dan keunikannya serta memiliki pembinaan , penginjilan dan pemuridan yang baik. Bersyukur untuk rangkaian bulan Pekabaran lnjil yang diadakan pada mulai akhir Maret hingga akhir April. Kami sangat sangat bersyukur bahwa harapan kami untuk mendorong mahasiswa binaan untuk menceritakan tentang Yesus kepada orang disekeliling mereka dengan berbagai cara secara pribadi bisa terjad i. Sepanjang bulan Pl ada 30 an mahasiswa yang mendengar kabar baik tentang Tuhan Yesus. Ooakan untuk follow up dari dari Pekabaran lnjil yang dilakukan. Kami bersyukur juga untuk kegiatan gabungan dengan pelayanan siswa yaitu Kamp KTB 2015 dengan tema PIT STOP. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 100 siswa dan mahasiswa di Sekolah Teologia Alkitab Nusantara (STAN) Bandulan. Para peserta disegarkan kembali baik melalui momen-momen sendiri bersama Tuhan dan melalui firman Tuhan yang disampaikan oleh pembicara. Ooakan supaya selepas kamp ini semangat untuk memuridkan tetap menyala, bahkan menyebar ke berbagai kampus dan sekolah di kota Malang .


SURAT KEDIRI

POKOK DOA BPR . 1. Pengurus BPR (lbu Eva N, Ora. Yennita dan dr. Novian) untuk keluarga , pekerjaan dan pergumulan pribadi. 2. Kesehatian BPR, staf dan Komponen dalam mengerjakan pelayanan di Perkantas Kediri. 3. HUT Perkantas yang dilaksanakan tanggal 7 Juni 2015 bertempat di rumah Bpk. Antona (Sugihwaras, Kelud) , dengan tema "Unity by Grace for World Mission" , pembicara Kak Candra Putra A.A. 4. Rista , Pak Suyono dan kak Kris yang akan mengikuti Misi Kalimantan 29 Juni-10 Juli 2015 . POKOK DOA ALUMNI 1. Kesetiaan alumni dalam mengikuti PA dan dalam mendukung pelayanan Perkantas Kediri . 2. Alumni semakin dikuatkan dalam menghadapai pergumulan kehidupan melalui pembinaan PA yang diadakan . 3. Kesehatan dan kesetiaan kak Harry dalam menggembalakan alumni.

Bersyukur untuk penyertaan dan kasih setia Tuhan di dalam dua bulan pelayanan antara lain Paskah BPR Perkantas Kediri dan Kegerakan Hari Ooa Siswa seregional Jawa Timur. Paskah BPR Perkantas Kediri diadakan Jumat, 24 April 2015 bertempat di GBI Semboja dengan Kak Anthon (Staf Perkantas Surabaya) sebagai pembicara yang dihadiri 126 orang dari berbagai komponen baik siswa, mahasiswa , dan alumni. Mengambil tema, "Kebangkitan-Nya Membawa Kemenangan" (Lukas 12: 1-12) dengan tujuan semakin mengerti akan makna kebangkitan Tuhan Yesus yang membawa kemenangan atas dosa. Sebelum lbadah Paskah, diadakan donor darah yang diikuti oleh 35 orang. Kegerakan Hari Ooa Siswa se-regional Jawa Timur dilaksanakan serentak tanggal 22 Mei 2015. Hari Ooa Siswa Kediri dilaksanakan di Radio Syalom dengan pembicara Pdt. Kornelius ini dihadiri 86 siswa, 3 TPS, 1 staf, 3 guru agama, dan 5 mahasiswa . Hari Ooa Siswa Pare dilaksanakan di Student Center Pare dengan pembicara Kak Candra Putra dihadiri 22 siswa, 2 TPS , 2 stat. Hari Ooa Siswa Tulungagung dihadiri 36 siswa dengan pembicara Kak Oanik. Bersyukur untuk kegerakan ini , siswa dibukakan untuk bersama-sama mendoakan pelayanan siswa tidak hanya di masing-masing kota namun juga beberapa kota se-regional Jawa Timur.

POKOK DOA MAHASISWA 1. Pengurus PMK Kata yang baru supaya diberikan hikmat, kesetiaan dan kerelaan untuk terus mengerjakan pelayanan mahasiswa. 2. Komitmen dan kesetiaan PKK dan AKK dalam mengerjakan KTB, serta dalam melakukan pekabaran lnjil. 3. Mahasiswa yang mengikuti bible camp di Trawas agar semakin memperlengkapi dan berdampak bagi pelayanan PMK Kampus dan PMK Kata . 4. Persiapan KIN mahasiswa . Ooakan kesehatan dan dana yang dibutuhkan . POKOK DOA SISWA KEDIRI 1. Kesetiaan PKK dan AKK dalam pemuridan dan Pl. 2. Persiapan siswa mengikuti KIN (Konvensi lnjil Nasional) 24-28 Juni 2015. Ooakan kesehatan, dana yang dibutuhkan, dan follow up. 3. Persiapan siswa yang mengikuti EE 29 Juni-4 Juli 2015. 4. Kesehatian TPS dalam melakukan pelayanan siswa Kediri dan juga kebutuhan SOM untuk melayani siswa Kediri. POKOK DOA SISWA TULUNGAGUNG 1. Antusias siswa dalam Pl dan KTB di tengah-tengah kepadatan studinya. 2. Kesehatian staf dan alumni selaku pembina siswa dalam membangun pelayanan yang ada. 3. Persiapan siswa yang mengikuti KIN 24-28 Juni 2015 dan EE 29 Juni-4 Juli 2015. 4. Hadirnya T PS un t uk menolong pelayanan siswa Tulungagung. POKOK DOA SISWA PARE 1. Semangat , komitmen dan kesehatian staf, TPS dan PSK Pare mengerjakan pelayanan baik Pl dan KTB serta pendampingan di masing-masing sekolah. 2. Kebutuhan operasional Perkantas Pare, kiranya Tuhan mencukupkan setiap kebutuhan yang dibutuhkan. 3. Persiapan 7 siswa yang mengikuti KIN agar semakin diperlengkapi dan berdampak bagi pelayanan siswa Pare. 4. Ooakan untuk peseta KNPS : Rista, Septiyan, Abed dan Oidik supaya mereka bisa diperlengkapi dan digunakan untuk menolong pelayanan yang ada di Pare . 5. Kebutuhan SOM untuk menolong pelayanan siswa Pare.


SURAT MATARAM

Hari Doa Siswa Tahun ini adalah kali ketiga, pelayanan siswa perkantas Jawa Timur mengadakan acara bersama secara regional yaitu Hari Doa Siswa (HOS) yang diselenggarakan pada tanggal 22 Mei. Dengan tema "Don't Worf)f Let's Pray" (Filipi 4:6) bertujuan mengingatkan siswa untuk berdoa dan tidak kuatir terhadap apapun juga tapi terus berjuang dalam kebenaran Allah dan berserah pada Allah untuk hasilnya karena Dialah TUHAN yang memberi kesanggupan dalam menghadapi segala perkara. Puji TUHAN, HOS yang dipersiapkan sejak bulan lalu dihadiri 45 orang siswa, 3 pembimbing, 1 alumni dan 2 staf. Usai Firman ditaburkan, siswa/i bersatu hati menaikan doa untuk pergumulan pelayanan di Jawa Timur. Bersyukur untuk dukungan tenaga, doa dan dana dari setiap alumni dan komponen sehingga HOS yang bertempat di GSG GKT Ampenan ini boleh terlaksana dengan baik dan lancar.

MAHASISWA 1. Pend am pi ngan kepada cal on peserta KN M. 2. Training menyampaikan renungan di Kampus IKIP saat ini, dan praktek selama bulan Juni. 3. Persekutuan STIMIK dalam bentuk KTB, agar makin bertumbuh. 4. Pengurus PMK Kota yang PPL-KKN selama bulan Juli akhir-Oktober awal agar menjadi berkat di tempat mereka berkarya. 5. Keberanian dan semangat untuk memberitakan lnjil kepada lebih banyak mahasiswa.

POKOK DOA BPR &ALUMN I 1. Bersyukur untuk traveling Kak Ricky, 8-10 Mei 2015 untuk mendampingi PA Alumni dan pemetaan pelayanan komponen. 2. Promosi dan penjualan buku. 3. PA Alumni 12 Juni di Mataram dan di Praya 24 Juni. 4. Keterlibatan kakak-kakak alumni untuk saling mendorong. 5. Kesehatan , pelayanan , keluarga dan pekerjaan alumni

SISWA 1. Bersyukur pemeliharaan TUHAN dalam segala kebutuhan program maupun operasional. Untuk para alumni dan donatur yang mendukung dalam doa, tenaga dan dana. 2. Konsistensi, komitmen dan pertumbuhan siswa-siswa yang dibina baik melalui KTB maupun persekutuan besar di sekolah-sekolah . 3. Bersyukur dan doakan keikutsertaan 2 orang siswa dalam Konvensi lnjil Nasional (KIN) tanggal 24-28 Juni di Jakarta. 4. Semangat dan keberanian siswa untuk memberitakan lnjil kepada teman-teman mereka. 5. Kebutuhan Pembimbing Kelompok Kecil (PKK) dan pembimbing sekolah.

Menggemanya komunikasi via gadget membuat batas antara ruang dan waktu juga makin tipis, maka banyak siswa yang sedang tidak sadar bahwa gadget menjadi lebih penting daripada berdoa. Tak heran banyak siswa mudah cemas, kuatir dan kecewa atas hal-hal yang menimpa mereka. Karena mereka jarang berdoa dan bercakap-cakap dengan Tuhan. Hal inilah yang mendasari Persekutuan Siswa Kristen Mojokerto untuk mengadakan Hari Doa Siswa yang diselenggarakan tanggal 9 Mei , bertempat di JI. Jayanegara 215 .Mojokerto. Acara yang bertema "Don't Worry About Anything, Instead Pray About Everything" dihadiri oleh 20 orangdari SMPN 1 Bangsal, SMPN 1, SMPN 2, SMAN 1 Kota, SMAN 1 Puri dan SMAN 1 Sooko Mojokerto, juga 4 mahasiswa dan 2 staf. Di bulan yang sama , guna mengembangkan bakat dan talenta siswa Kristen, UK3 SMAN 1 Sooko menyelenggarakan acara GCAC (Glow Christian Accoustic Contest) dengan meminjam aula di GKJW Sentanan Mojokerto, pada 16 Mei . Berharap bakat dan talenta siswa dapat digunakan untuk memuliakan Tuhan dalam pelayanan di persekutuan sekolah maupun di gereja. Lomba ini dimenangkan oleh siswa Kristen SMAN 2 Mojokerto.

POKOKDOA 1. Bersyukur untuk pelaksanaan HUT Perkantas, 13 Juni di Gereja Baptis Indonesia Pertama Mojokerto. Terna: "Tetaplah Teguh , Jangan Goyah dan Bergiatlah untuk Pekerjaan Tuhan". 2. Keikutsertaan siswa dalam acara Konvensi lnjil Nasional Remaja di Katedra l Mesias, Jakarta. 3. Keikutsertaan siswa dalam Pelatihan Pl (EE Klinik), 28 Juni-4 Jul i 2015 di Malang. 4. Angga (TPS) yang akan mengikuti Kamp Nasional Pembimbing Siswa di Jogjakarta, 7-11 Agustus 2015.


SURAT PAPUA PELAYANAN SISWA Mensyukuri penyertaan Tuhan bagi pelayanan komponen siswa untuk perintisan di SMPN 2 Jayapura yang berjalan dengan baik. Kurang lebih sudah terdapat 7 kelompok kecil yang dipimpin oleh 5 PKK di SMPN 2. Pembinaan dilakukan setiap Jumat di sekolah atau di Ruper Perkantas. Pembinaan tentang 5 Jaminan dilakukan di sepanjang bulan Mei-Juni dengan tujuan menguatkan profil Petobat Baru pada siswa di SMPN 2. Bersyukur juga untuk relasi dengan sekolah mitra pelayanan SMPN 4 Sentani yang berjalan dengan baik. Mendoakan adik-adik dari sekolah mitra ini dapat mengikuti KAMP KTB SISWA 2015 pada 10-12 Juli mendatang . Mengucap syukur juga untuk kepanitiaan KAMP KTB SISWA 2015 yang dikerjakan oleh adik-adik siswa. Pada Jumat, 1 Mei lalu dilakukan refreshing bersama di Pantai Hamadi, Jayapura untuk menguatkan komitmen panitia mengerjakan tugas mereka. Siswa dibukakan akan tujuan besar kamp ini dilaksanakan dan alasan mengapa mereka dipilih menjadi panitia. Refreshing bersama ditutup dengan games bersama untuk menguatkan kesehatian. Doakan agar panitia dan PKK Siswa yang ada terus bersehati mengerjakan tugas besar ini.

NEW RELEASE LITE RA TUR Ml\RK Li\BBF. RTON

___----路路 ___ '"'

.......

CALLED (Dipanggil) Krisis dan Janji dalam Mengikut Yesus pada Masa Kini (Mark Labberton)

Jumlah 192 halaman Harga Rp. 48.000 Ukuran 14 x 21 cm

HIDUP SEBAGAI PARA PENGIKUT YESUS Panggilan yang paling mendesak kepada umat Allah adalah untuk hidup sebagai para pengikut Yesus. Kritik yang paling mendakwa ge reja sangat sederhana : kegagalan untuk melakukannya. Kita rindu untuk memperbarui harapan bagi dunia yang rusak dan menderita ini. Dan itu adalah bagian kita, umat Allah yang hidup dalam kuasa Roh Kudus, yang dipanggil untuk menjadi harapan dan mengembangkan ketika berada dalam tanah pembuangan ini. Krisisnya adalah: kita diciptakan dan ditebus untuk panggilan ini , tetapi kita seringkali gagal menggapai kesempatan itu. Janjinya adalah: menghidupi dan mempraktikan siapa dan mengapa kita ada di dunia adalah panggilan Kristen kita di mana pun dan kapan pun kita berada.

MAHASISWA Bersyukur untuk kegiatan training EE dan upgrade EE yang dilakukan untuk kedua kalinya tanggal 13-19 April 2015 yang diarahkan oleh tim EE lokal Jayapura. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlengkapi PKTB dan AKTB dalam skill Pl dan diikuti oleh alumni, mahasiswa, BP. PMK Kampus dan BP. PMK Kota berjumlah 35 orang yang mengikuti training dan 11 orang yang mengikuti upgrade. Bersyukur atas semangat Pl yang dilakukan dan hasil dari Pl tersebut memenangkan 21 jiwa dan 19 jiwa bersedia dijangkau dalam KPA.

POKOK DOA 1. Persiapan Konfrensi Pelayanan Perkantas Papua (KP3) bulan Oktober 2015. 2. Rencana Travelling Stat Jatim pada Bulan Juli 2015. 3. Persiapan Kamp KTB Siswa Juli 2015. 4. Persiapan Kamp KTB Mahasiswa Juli 2015. 5. Persiapan ibadah pengucapan syukur HUT Perkantas 27 Juni 2015.

THE HOLE IN OUR HOLINESS (Lubang dalam Kekudusan Kita) Mengisi Lubang di Antara Hasrat akan lnjil dan Mengejar Kekudusan (Kevin DeYoung)

Jumlah 184 halaman Harga Rp. 48.000 Ukuran 14 x 21 cm APA ARTINYA MENJADI KUDUS?" "MENGAPA KITA HARUS PEDULI?" "DAN BAGAIMANA CARA KITA BERUBAH?" Lubang dalam kekudusan kita adalah sebuah penjelasan mengenai banyaknya umat Kristen tidak terlalu peduli tentang kekudusan saat ini. Atau , paling tidak, kita tidak memahami apa itu kekudusan seca ra utuh . Buku ini dihadirkan bagi mereka yang siap untuk mengejar kekud usan secara serius, siap untuk menjadi lebih serupa Yesus, siap untuk hidup dalam terang kasih karunia yang menghasilkan kesalehan. lni adalah buku tentang kuasa Allah untuk membantu kita bertu mbuh dalam kekudusan pribadi dan meni kmati proses transformasi.

Profile for Perkantas Jawa Timur

Surat Doa Perkantas Jawa Timur, Mei-Juni 2015  

Pemuridan yang kita kerjakan bukan untuk menghasilkan orang-orang yang mahir dalam doktrin atau tahu soal-soal Alkitab. Namun pemuridan diha...

Surat Doa Perkantas Jawa Timur, Mei-Juni 2015  

Pemuridan yang kita kerjakan bukan untuk menghasilkan orang-orang yang mahir dalam doktrin atau tahu soal-soal Alkitab. Namun pemuridan diha...

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded