Page 1

THE FOR

THE

MAGAZINE

COOLEST

YOUTH

OF

CHRIST

GROW GOD RULES OUR WAY

01 The Power of Healing 02 "Time Will Heal The Pain" Is It True? 03 Paramedic Kristus

VOL.2

HEALING


GROW GOD RULES OUR WAY            

vol.2

           


HELLO Syalom teman-teman Pemuda GKI Pondok Indah!

Kembali lagi kita berjumpa di e-magazine edisi kedua. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai Healing. Sering kali dalam keseharian kita mengalami masalah yang sangat memberatkan kita. Karena masalah itu, kita mengalami luka yang membuat kita merasa sakit berkelanjutan, dan kita membutuhkan suatu yang menyembuhkan kita. Setiap orang mengalami luka yang berbeda-beda namun untuk menyembuhkannya tidak akan semudah itu. Seseorang membutuhkan healing untuk dapat beranjak dari keterpurukannya dan menuju ke jalan yang lebih baik. Untuk memperoleh healing tersebut kita harus menyerahkannya pada penyembuh yang paling mujarab yaitu Allah Tuhan kita sendiri. Kami berharap dari e-magazine ini teman-teman semakin mengerti apa healing itu dan bagaimana cara kita mendapatkan healing tersebut.

Ditunggu ya kritik dan saran untuk e-magazine ini serta partisipasi temanteman Pemuda untuk ke depannya! Selamat membaca!Â

ANDREAS ARISTIDES KETUA

PEMUDA

2017/2019


Hi teman-teman Pemuda terkasih dalam Yesus Kristus,

Kita bersyukur kepada Tuhan atas terbitnya majalah GROW edisi kedua di bulan Oktober ini. Kita juga bersyukur atas semua pelayanan tim GROW beserta para penulis yang dengan sukacita memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan juga bagi teman-teman pembaca GROW.

Di jaman now ini, "BAPER" udah jadi kata yang sering kita dengar di kehidupan sehari-hari. Seringkali dipakai sebagai joke, tapi ga jarang juga dipakai secara serius untuk menyerang orang lain.

Baper seringkali timbul akibat luka hati yang belum pulih dan "diserang" kembali. Ibarat luka fisik yg belum kering pada kulit kita, tapi luka tersebut kena sentuh oleh orang lain atau barang lain. Perih kaaann..

Nah, GROW kali ini akan membahas terkait HEALING. Gimana sih menyembuhkan hati yang terluka? Sepenting itukah bagi kehidupan kita?

Kami berdoa teman-teman dapat terberkati melalui karya-karya dalam GROW ini dan hidup teman-teman semakin dekat dengan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus memberkati kita.

_Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat._ _(Amsal 15:13)_

P n  t .  N A R E N D R A T A MAJELIS

PENDAMPING 2017/2018

PEMUDA


01

THE POWER OF HEALING RIANI JOSEPHINE


THE POWER OF HEALING

Setiap kali aku lihat mukanya, muak banget aku. Rasanya pengen belok kalau pas salam damai!” “Ih… ga sudi menyapa dia! Mending ga usah ikut aja…” “Apa? Maafin dia? Emang gue Tuhan Yesus?” Guys, mengampuni ibarat 11/12 sama yang namanya healing. Bagian terpenting dari Healing atau pemulihan adalah mengampuni. MENGAPA ORANG PERLU HEALING? Dua puluh tahun yang lalu saya pernah berkata kepada seorang teman, “Rasanya gue ga bisa pacaran dan menikah deh. Ada sesuatu dari diri gue yang belum beres!” Teman saya hanya terdiam. Saya yakin dia tidak mengerti perkataan saya sampai saat dia nembak saya. Alhasil memang akhirnya kami tidak pernah pacaran. Beberapa tahun setelah itu, saya baru menyadari bahwa rupanya ada luka yang saya bawa dan pendam selama masa remaja. Luka yang saya pikir cuma segores guratan karena kenakalan anak-anak atau anak muda lain yang mampir di hati saya. Namun demikian, guratan itu nyatanya tertanam bahkan terkubur dalam. Sejak saya menyadari bahwa saya seorang feeling dan bukan thinking (lihat teori MBTI) luka yang seharusnya dipahami sebagai pengalaman umum bagi seorang thinking, menjadi “sesuatu” banget buat orang feeling seperti saya. Dan rupanya luka itu menghasilkan banyak dampak dalam hidup: saya jadi sulit memahami gambaran diri, bahkan gambaran diri menjadi rusak dan lebih lagi rusak pula relasi yang saya bina dengan beberapa orang atau sahabat. Biasanya saya yang melukai mereka atau mereka yang melukai saya. Seorang yang terluka dan melukai tentu saja sangat menderita dalam hidupnya. Mau dikubur terlalu sulit dilupakan, mau dibiarkan, akan sakit dan menyakiti orang-orang yang ada di dekatnya. Itu sebabnya akhirnya saya menemukan sebuah istilah yang disebut healing.


THE POWER OF HEALING

APA ITU HEALING? Healing atau Pemulihan adalah sebuah metode yang dapat kita gunakan untuk membereskan masa lalu kita sehingga kita bisa move on melakukan hal-hal yang positif ke depan sana. Banyak orang bilang, “Ga usah baper deh loe!” Nah kata-kata itu tidak akan pernah bermanfaat bagi orang yang terluka atau orang yang belum mengalami pemulihan. Semakin seseorang mengomentari bapernya, semakin dia merasa tidak ada seorangpun yang memahaminya di dunia ini.  Akibatnya, seorang yang semakin baper akan terisolasi dalam pergaulan di dalam dunianya. Jika dia masih remaja, dia tidak akan bertahan bergaul dengan teman-teman sebayanya. Jika ia sudah pemuda atau pemudi, bisa jadi ia seringkali putus nyambung dengan pacarnya. Bahkan di usia berapapun dia akan mudah sekali bertengkar atau sakit hati dengan orang-orang di sekitarnya. Entah saat seorang berkata sebuah kalimat yang membuatnya sensitive atau saat seorang melakukan tindakan yang membuatnya tersinggung.  Healing adalah cara seseorang melihat kembali pengalaman pertama dia mengalami pengalaman buruk dalam hidupnya, yang menyebabkan dia selalu baper dengan pengalaman berulang yang sama judulnya. Saat ia sudah melihat atau mengingat kembali ke pengalaman pertamanya itu, ia belajar menerima bahkan mengampuni pelaku yang membuatnya sakit hati di masa lalu.  MUDAHKAH HEALING? Tidak seperti membalikkan telapak tangan, melakukan healing membutuhkan tekad yang kuat: “Saya mau semakin pulih!” Tidak ada seorangpun yang dapat melakukan 1 kali healing dan tuntas tanpa beban dan baper di masa mendatang. Semakin dalam dan lama luka yang pernah dia alami, semakin berlapis ia memerlukan pemulihan.  


THE POWER OF HEALING

Setiap orang tentu memiliki luka beragam. Ada luka karena pelecehan seksual, ada luka karena pelecehan fisik, ada pula luka karena pelecehan emosional. Ketiganya sama beratnya dan sama-sama membutuhkan proses untuk memulihkannya. Tentu saja healing dapat kita lakukan sendiri dalam bentuk self healing namun hal itu tetap bergantung pada berapa banyak luka dan dalamnya impresi terhadap pengalaman buruk yang dihadapinya. Jika seseorang tidak sanggup melakukan self healing tentu dia membutuhkan seorang penolong yang dapat membuatnya lebih nyaman dan mudah untuk melakukannya. Cara-cara yang dapat diterima oleh seorang survivor yang terluka biasanya dipilihnya sendiri seseorang terapis atau konselor yang menawarkannya. KAPAN HEALING KITA LAKUKAN?   Seorang berkata kepada saya, “Saya rasa saya perlu move back.” Move back adalah istilah yang saya gunakan untuk healing. Lalu dia melanjutkan kata-katanya, “Tapi saya belum mau melakukannya.”  Benar sekali, tidak semua orang mau melakukan healing. Lalu kapan seseorang akan melakukan healing? Tidak ada seorang pun yang dapat memaksa orang lain untuk healing. Healing adalah keputusan pribadi seseorang untuk keluar dari pengalaman buruknya dan keluar dari dampak-dampak yang dia alami akibat pengalaman buruknya.  Misalnya, saat kita merasa bahwa kita sudah tidak nyaman lagi dengan baper yang berkepanjangan. Atau saat kita merasa sangat terintimidasi oleh banyak hal. Atau juga saat kita merasa bahwa kita seringkali melukai atau dilukai dalam berelasi.    


THE POWER OF HEALING

APA HASIL DARI HEALING? Hasil dari healing adalah damai sejahtera yang melampaui segala akal. Tuhan Yesus menghendaki kita untuk hidup damai dengan semua orang, bukan? (Roma 12:18). Semakin kita melakukan healing, semakin kita merasakan damai yang datangnya dari Surga. Saya banyak melihat orang yang telah melakukan healing. Kekuatan dari healing membuat seseorang sanggup berjalan tegak sekalipun dicela banyak orang di sekitarnya. Healing juga membuat seorang sanggup ramah terhadap orang-orang yang menyakitinya, menekankan bahkan mengintimidasinya setiap waktu. Healing membuat seseorang dapat mendoakan dan memberkati para musuhnya, bahkan mengatakan hal-hal positif terhadap orang yang penuh dengan amarah dan kegeraman. “Aku mengasihimu dan aku mengampuni,” kata itu akan mudah diucapkannya baik di dalam hati maupun di mulutnya dengan penuh damai sejahtera.  Firman Tuhan berkata dalam Amsal 16:32, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, ... sendiri itu lebih besar dari pada orang yang mengalahkan sebuah negeri.” Hanya orang yang sudah melewati healing atau bersih hatinya dan masa lalunya yang dapat dipakai oleh Roh Kudus untuk mengalami dan menyaksikan kesabarannya dalam mengalahkan sebuah negeri. Betapa indahnya the power of healing, bukan? Mengapa kita tidak segera melakukannya!


"Kekuatan dari healing membuat seseorang sanggup berjalan tegak sekalipun dicela banyak orang di sekitarnya.

 Healing membuat seseorang dapat mendoakan dan memberkati para musuhnya, bahkan mengatakan hal-hal positif terhadap orang yang penuh dengan amarah dan kegeraman." 


02

"TIME WILL HEAL THE PAIN" IS IT TRUE?

ADS


"TIME WILL HEAL THE PAIN" IS IT TRUE?

Adakah yang pernah dihibur oleh orang terdekat dengan kalimat tersebut ketika sedang bersedih? Atau bahkan kita sendiri pernah mengucapkan kalimat tersebut untuk menenangkan orang terdekat kita ketika mereka sedang bergumul dengan suatu masalah? Saya sendiri beberapa kali mendengar kalimat tersebut diucapkan oleh orang-orang di sekitar saya ketika sedang menghadapi masalah. Awalnya saya setuju-setuju saja dengan kalimat tersebut, sampai akhirnya Tuhan mengijinkan saya untuk merasakan sendiri kesedihan dan luka hati yang cukup dalam sehingga membuat saya berpikir dan merenungkan hal ini.  Ketika handphone saya tiba-tiba berbunyi untuk memberikan notifikasi foto throwback pada tahun 2016, saya menjadi sadar sudah dua tahun lamanya saya menyimpan luka yang tidak pernah sembuh. Sejenak saya berhenti dari aktifitas saya pada waktu itu dan menyadari satu hal. Sudah dua tahun berlalu, tetapi kenapa rasa sakit dan luka ini masih terasa jelas seperti baru terjadi kemarin? Bahkan kejadian menyakitkan tersebut seperti film dengan kualitas HD dan dolby audio yang berputar jelas di kepala saya. Dari sini saya meyakini bahwa waktu tidak menyembuhkan apapun. Setelah menyadari bahwa saya tidak semakin baik setelah dua tahun berjalan, saya semakin sedih dan menyesali waktu yang terbuang sia-sia selama ini. Hati yang terluka membuat saya menjadi marah dan menuntut Tuhan karena tidak berlaku adil. Saya mulai menagih janji Tuhan di Mazmur 147:3 yang berbunyi, “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka”. 


"TIME WILL HEAL THE PAIN" IS IT TRUE?

Membaca firman Tuhan semakin membuat saya kesal karena saya merasa Tuhan tidak berbuat apa-apa. Bahkan setelah dua tahun berlalu, saya merasa sakit hati saya semakin besar bahkan mampu menghabiskan rasa kepercayaan diri sekaligus rasa percaya saya terhadap Tuhan. Dalam keadaan marah, saya sengaja untuk tidak berdoa apalagi membaca Alkitab. Saya menghabiskan hari-hari saya di internet dan sibuk sendiri dengan media sosial yang saya punya. Sampai pada suatu waktu ketika saya sedang bermain instagram, saya melihat ada sebuah postingan dari akun-akun rohani, yang bahkan saya sendiri tidak ingat kapan saya mulai mengikuti akun tersebut, muncul di timeline saya. Di postingan tersebut, hanya ada beberapa kalimat yang ditulis dalam background putih sederhana, berbunyi demikian, “Sometimes we wait on God to move, when He’s waiting on you to catch up”.  Setelah membaca postingan tersebut, saya merasa Tuhan sedang berbicara kepada saya. Saya teringat kisah tentang perempuan yang mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun dan sembuh karena memegang jubah Yesus. Ketika saya membaca ulang mengenai perempuan itu di Markus 5 dan Lukas 8, saya menjadi sadar akan satu hal. Apakah perempuan itu akan tetap sembuh jika ia tidak mengusahakan untuk bertemu Yesus di tengah kerumunan dan mengambil resiko berdesak-desakan maupun terinjak oleh kerumunan orang? Seketika itu juga, saya merasa menyesal karena sudah menuduh Tuhan dengan pikiran jahat saya. Dan sewaktu saya mengingat kembali masa-masa dua tahun tersebut, ada masa dimana ternyata diam-diam saya menikmati luka saya.


"TIME WILL HEAL THE PAIN" IS IT TRUE?

Saya senang ketika orang lain menaruh simpati terhadap peristiwa yang terjadi dalam hidup saya. Saya senang kesedihan dan luka hati ini membuat saya dapat terusterusan memainkan peran sebagai korban. Saya senang mengasihani diri saya sendiri. Ternyata saya terjebak dalam kenyamanan semu. Ternyata saya yang belum siap untuk sembuh.  Jika saat ini kita masih diijinkan Tuhan untuk merasakan hal itu, tetap berdoa agar Tuhan memampukan kita dan memberi kekuatan dalam menjalani hari-hari tersebut. Jangan lakukan kebodohan yang sama seperti yang saya lakukan yaitu malah berpaling dari Tuhan. Ketika rasa sakit yang kita alami semakin besar, justru Tuhan ingin kita berpegang semakin erat kepadaNya, bukan malah berbalik arah dan meninggalkan Tuhan.  Tuhan selalu memberikan pertolongan bahkan kesembuhan ketika kita lemah maupun patah hati. Berkat Tuhan sudah tersedia bagi kita. Pertanyaannya, maukah kita memakai waktu kita untuk memperjuangkan itu? Maukah kita mengisi waktu kita dengan mengusahakan kesembuhan yang sudah dijanjikan Tuhan bagi kita? Memperjuangkan maupun mengusahakan berkat Tuhan artinya melakukan bagian kita dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan. Tuhan tidak ingin menjadikan kita anak-anak gampangan yang hanya berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa.  Dalam kasus saya misalnya, ada kalanya ketika saya meminta kesembuhan hati, Tuhan ingin ajarkan saya untuk melepaskan pengampunan terlebih dahulu. Tuhan tidak ingin saya menyimpan kesalahan orang lain dan menaruh dendam agar saya semakin nyaman di dalam dosa. 


"Memperjuangkan maupun mengusahakan berkat Tuhan artinya melakukan bagian kita dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan. Tuhan tidak ingin menjadikan kita anak-anak gampangan yang hanya berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa."


"TIMEÂ WILL HEAL THE PAIN" IS IT TRUE? Mulai sekarang, berhenti mengambil jam malam dengan khawatir dan menangis hingga waktu istirahat kita terbuang. Berhenti menerka-nerka hal buruk yang belum tentu akan terjadi. Berhenti mengambil bagian Tuhan. Berhenti mencuri kemuliaan Tuhan. Fokus dengan apa yang Tuhan ingin kita kerjakan sekarang. Berdoa, baca firmanNya dan renungkan perkataan Tuhan bagi kita. Setelah itu, ambil bagian kita karena Tuhan sedang menunggu respon dan kerjasama kita untuk memperoleh berkat dan kesembuhan dari Tuhan.

ADS


03

PARAMEDIC KRISTUS SAMUEL SEBASTIAN


PARAMEDIC KRISTUS

Pada akhirnya, kita harus memilih paramedic, karena healer hanya ada di dunia fiksi. Sebagai pemuda kristen, kita juga bisa menjadi seorang “Paramedic Kristus�. Dalam keseharian, banyak peristiwa yang terjadi: ada saudara yang butuh nasehat, teman yang curhat, rekan kantor yang galau, atau orang asing yang butuh uluran tangan kita. Saat kita memperhatikan dan memedulikan peristiwa kecil yang terjadi, membawa kebutuhan setiap orang dalam doa, memberikan waktu dan tenaga kita untuk mereka.  Di situlah kita menjadi paramedic Kristus.


PARAMEDIC KRISTUS

JASA

ASAL

CARA KERJA

CARA HADIR

MUSUH UTAMA

WAKTU LUANG

PEMBAYARAN 

Tiada berjasa, hanya menjadi  alat penerus menyelamatkan  jiwa yang putus asa Tidak ada latihan khusus, hanya perlu hati yang  mau berserah  Baca penjelasan di atas Bisa kapan saja dan dimana saja , karena panggilan Tuhan  biasanya tak terduga.  Ego pribadi Tidur/istirahat Gratis. Karena semua sudah ditebus Tuhan Yesus di kayu salib.


BOOKS & MOVIES

BOOKS & MOVIES

BOOKS

HEALING

1. The Gifts of Imperfection: Â Let Go of Who You Think You're Supposed to Be and Embrace Who You Are

2. Daring Greatly: How the Courage to Be Vulnerable Transforms the Way  We Live, Love, Parent, and Lead

MOVIES Seorang pengusaha yang terobsesi pada pekerjaannya, Russ Duritz (Bruce Willis) bertemu dengan dirinya yang menggemaskan ketika berusia 8 tahun; dia tidak mempercayai dirinya telah menjadi begitu buruk. Dengan bantuan anak tersebut, Russ dewasa tersebut mampu mengingat kenangan-kenangan yang justru tidak ingin ia ingat. Namun, selama dua hari lamanya, Russ dewasa berproses dan menerima masa lalunya dengan mendengarkan ingatan-ingatan Russ kecil. Sehingga, Russ dewasa mulai mampu mengingat dan mulai berdamai dengan masa lalu. Hal tersebut mengubah hidupnya di masa mendatang.

2. PEACEFUL WARRIOR (2006)

1. DISNEY'S THE KID (2000)

Film ini mengisahkan tentang seorang pemuda bernama dan millman. Dan yang juga dikenal sebagai seorang atlit senam lokal ini memiliki sebuah impian besar, yaitu menjadi juara di kejuaraan nasional. Sebuah mimpi yang begitu ambisius yang pernah danbayangkan. Namun, berbekal latihannya selama ini belum membuat dan menjadi bersemangat untuk bisa memnangkan kompetisi tersebut. Hal ini mengakibatkan rasa cemas yang luar biasa yang terus-terusan menghantuinya.


EVENT REVIEW GHEA PRATIWI

EVENT REVIEW

RETREAT PEMUDA 2018

Tepat pada 17 Agustus 2018, kami pemuda GKI Pondok Indah melakukan Retreat selama tiga hari hingga 19 Agustus 1018. Retreat ini memiliki tema Re-Mind, melalui tema ini diharapkan bahwa peserta dapat mengingat lagi bahwa dalam segala permasalahan hidup, Tuhan akan selalu hadir dan selalu memiliki maksud dari segala perkara. Acara ini dilaksanakan di The Village Bumi Kedamaian, Pancawati.  Kami berangkat pagi dari Gereja GKI Pondok Indah, sesampainya di lokasi kami mulai dengan ice breaking  dan games. Setelah itu kami melakukan sesi bertema Re-call yang dibawakan oleh om Chandra untuk melihat sumber pemasalahan atau pergumulan kami, yang dilanjutkan dengan sharing dalam kelompok. Pada malam hari kami melakukan outdoor games yang diakhiri dengan permainan Chicken Leg sekaligus menutup kegiatan pada hari pertama.  Pada hari kedua kami mendengarkan sesi bertema Re-flect yang dibawakan oleh om Chandra, pada sesi ini kita belajar untuk melihat dan merespon suatu masalah atau pergumulan yang kami hadapi. Sesi ini dilanjutkan dengan sharing dalam kelompok, lalu peserta melakukan pause and poundering. Pada siang hari kami melakukan outdoor games, yang diakhiri dengan permainan Running Man. Pada malam hari kami melakukan sesi Re-Mind oleh kak Hobert yang mengingatkan akan kehadiran Tuhan dalam permasalahan dan segala pergumulan yang kami hadapi. Setelahnya kami melakukan Praise and Worship yang diakhiri dengan penerbangan lentera dan api unggun.


EVENT REVIEW

CAMP LINTAS IMAN 2018

EVENT REVIEW Valerie Joan

Camp Lintas Iman yang dilaksanakan di Ngablak, Magelang, Jawa Tengah pada 21-23 September 2018 merupakan kegiatan pemuda lintas iman yang berangkat dari kegelisahan terhadap masalah-masalah yang timbul di masyarakat, khususnya atas nama perbedaan agama. Camp Lintas Iman ini diikuti oleh sekitar 250 orang peserta yang tergabung dari pemuda-pemudi GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah, Jaringan Muda Lintas Iman (Jamulima) Klaten, Pemuda Islam, Mahasiswa Universitas Islam Negeri, Pemuda Gereja Bethel Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pemuda Gusdurian, serta rekan-rekan Gereja lainnya dari Kalimantan dan Papua. Selama 3 hari 2 malam kami dibawa masuk ke dalam sebuah narasi “Mencari Semar yang Hilang”, dari pewayangan yang menggambarkan situasi Indonesia saat ini. Diawali dengan ilustrasi Raja Yudhistira yang sedang bersusah hati karena kehidupan di negeri Amarta yang dipimpinnya sedang tidak kondusif. Kedamaian yang dulunya tercipta di kehidupan rakyat Amarta kini terganti dengan pemimpin-pemimpin yang tidak jujur dan sibuk mengisi kantong pribadi, rakyat menjadi saling mencederai satu sama lain dan melupakan toleransi. Kira-kira seperti inilah kondisi yang tercermin dalam kehidupan bangsa Indonesia.  Kami diajak untuk menggambarkan keadaan ideal negeri Amarta yang diharapkan oleh rakyat, secara garis besar kami sepakat bahwa negeri ini seharusnya dipenuhi kedamaian, relasi rukun antar individu, dan kaya akan keberagaman. “Pencarian” terhadap Semar dilanjutkan melalui kunjungan ke tempat-tempat ibadah/sekolah/pertapaan/pesantren dan tempat-tempat lintas iman lainnya. Melalui kunjungan ini, para pemuda diharapkan dapat menemukan “wajah Semar” dalam bentuk apapun yang memberikan makna dan pesan yang mendalam.  Salah satu kelompok yang mendapat kesempatan berkunjung ke Pondok Pesantren Edi Mancoro bersaksi bahwa di dalam kehidupan para santri sehari-harinya ditanamkan sikap keterbukaan dan menghargai pluralisme. Mereka mau menerima siapa saja yang datang, bahkan rekan-rekan yang berbeda agama pun dibolehkan apabila mau tinggal bersama para santri. Menurut mereka, kunci dari kedamaian adalah bertemu dan berdialog.  Memperjuangkan pemikiran seperti ini dalam kenyataan bermasyarakat adalah hal yang tidak mudah,  tetapi tidak mustahil untuk mempraktekkan keteladan ini mulai dari diri masing-masing di lingkup yang bisa dijangkau sesegera mungkin. Dengan begitu kita bisa mewujudkan ‘sorga’ di Indonesia dengan melihat dan menghargai indahnya kebersamaan dalam perbedaan.


INFO PEMUDA

INFO PEMUDA JADWAL KEBAKTIAN Minggu, 10.00 - Ruang Efesus JADWAL OLAH RAGA Futsal - Minggu, 15.00 - 18.00 - Lapangan Futsal Tirta Marta Ping Pong- Sabtu, 09.00 - 14.00 - Ruang Korintus Basket - Minggu, 13.00 - 15.00 - Hall Lt. 2 Tirta Marta Badminton - Rabu, 18.30 - 22.00 & Sabtu, 08.00 - 11.00 , Hall Lt. 2 Tirta Marta One worship & kegiatan pemuda One Worship - Minggu, 26 Oktober 2018, 17.00 - GKI Pondok Indah Persekutuan Klasis II x Pemuda GKI PI - Sabtu, 10 November 2018 WL & Pemusik Workshop - Sabtu, 17 & 24 November 2018


GROW GOD RULES OUR WAY

Follow us : @pemuda_gkipi


PEMUDA 2018

GROW VOL.2 "Healing"  

GOD RULES OUR WAY

GROW VOL.2 "Healing"  

GOD RULES OUR WAY

Advertisement