Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil
pengalaman (bukan tanpa kesengajaan) dan dapat diaplikasikan pada
pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya kepada orang
lain. Untuk maksud disini dibutuhkan suatu pelajaran yang terorganisasi
dan saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Paradigma baru
yang berkembang dikenal sebagai pembelajaran brain compatible atau
brain based, yang merupakan pendidikan berbasis kemampuan otak,
muncul dengan berbagai implikasi yang menakjubkan bagi para guru dan
pembelajar di seluruh dunia. Dengan didasarkan pada disiplin-disiplin
dalam ilmu saraf, biologi, dan psikologi, pemahaman kita tentang hubungan antara pendidikan dan otak kini mengantarkan kita pada peran emosi,
pola, pemaknaan, lingkungan, musik, gerakan, dan pengayaan. Pada tataran
konsep Pendidikan Anak Usia Dini, pembinaan dan pengembangan
anak dihubungkan dengan pembentukan karakter manusia seutuhnya.