Page 3

SELASA- SENIN

LINTAS PERISTIWA

13 - 19 AGUSTUS 2019

DLH Kabupaten Bangka Ambil Sampel Air yang Menyebabkan Ikan Mati SUNGAILIAT — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka sudah melakukan pengambilan sampel air di sungai yang menghubungkan kecamatan payabenua dan puding besar. Hal tersebut untuk memastikan penyebab matinya ikan-ikan di seputaran sungai Jeruk. Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Bangka, Insyira Subagia mengatakan pihaknya sudah membawa sample air untuk diuji di laboratorium di Provinsi Babel. “Jadi hari selasa kita terima laporan dan langsung ke lokasi, setelah kami cek lapangan memang cukup banyak ikan mati disana. Kita sudah ambil sample airnya sekitar satu jerigen lima liter,” ungkapnya, Kamis (08/08/19). Pihaknya akan menyampaikan penyebab matinya ikan-ikan tersebut setelah hasil dari laboratorium sudah keluar. “Setelah ada hasilnya nanti baru tahu apa penyebabnya. Sesuai SOPnya, hasil dari laboratorium ini keluar sekitar dua minggu atau 15 hari nanti,” Jelasnya. Pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab matinya ikan-ikan tersebut. Untuk itu, Insyira menghimbau agar masyarakat untuk sementara tidak mengkonsumsi ikan ataupun beraktifitas dialiran sungai tersebut. “Kita belum tau apa penyebab ikan-ikan itu mati, apa karena limbah, racun ikan atau ada sebab lainnya. Ini masih kita cek, nanti kalau memang limbah, akan ada zat-zat kima dari sample air itu,” Imbuhnya. Jika memang terbukti dari limbah pabrik, pihaknya akan memberi teguran dan meminta pihak perusahaan menindak lanjuti pembuangan limbahnya. “Kita akan tegur perusahaan yang terbukti mencemari sungai itu tapi kalau memang akibat warga yang menangkap ikan pakai racun, kita serahkannke pihak kecamatan untuk menyelesaikannya,” tegasnya. Insyiar juga mengimbau agar masyarakat untuk menjaga sungai agar tidak tercemar dan mentaati aturan dalam melakukan aktifitas di seputaran sungai. “Jangan buang sampah di sungai karena itu akan mengganggu sirkulasi air, menangkap ikan juga jangan pakai racun. Kalau memang ada perusahaan, diperhatikan juga limbahnya jangan sampai dibuang ke sungai,” ujarnya.(mah)

DPPP Basel Siapkan 534 Hewan Layak Potong pada Idul Adha 1440 H TOBOALI – Sebanyak 534 hewan qurban siap potong disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah. “Kami mencatat sampai saat ini ada sebanyak 534 hewan kurban yang tersedia di beberapa peternak dan semuanya layak dipotong saat Hari Raya Idul Adha,” kata Kepala DPPP, Suhadi, Jumat (9/8). Ia menjelaskan, sebanyak 534 hewan kurban itu terdiri dari 266 ekor sapi dan 268 ekor kambing yang tersedia di beberapa kecamatan, seperti Tukak Sadai, Pulau Besar, Payung, dan terbesar di Toboali. “Pengawasan terhadap hewan kurban yang dijual masyarakat terus kami lakukan, untuk memastikan hewan yang sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya. Sebelum Idul Adha, lanjut dia petugas Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan berencana akan datang ke masjid-masjid di Bangka Selatan untuk mendata rencana jumlah kurban yang akan di potong. “Kemungkinan hewan kurban yang siap di di potong akan bertambah, untuk itu kami akan mendata ke masjid masjid,” ujarnya. Adapun sapi yang tersedia yakni Sapi bali, limousin, brahman, PO, simental dan terbanyak sapi madura sebanyak 148 ekor, sedangkan untuk kambing yang terdata yakni Kambing PE dan Kacang. “Sapi yang siap untuk di kurban yakni, Sapi bali 54, limousin 23, brahman 19, simental 20, PO 2 ekor dan sapi bail sebanyak 148 ekor. Sementara itu Kambing terbanyak jenis PE 159 ekor, kambing kacang 109 ekor,” tandasnya. (pra)

3

BPS akan Lakukan Pemuktakhiran Data Penduduk Tahun 2020 Mendatang TOBOALI – Pada tahun 2020 mendatang, Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Selatan (Basel) akan melakukan pemutakhiran data kependudukan. Meski tahun 2020 adalah tahun politik, BPS mengakui pemutakhiran itu tidak terkait dengan pelaksanaan Pilkada, melainkan sudah menjadi ketentuan BPS melakukan sensus kependudukan yang dilakukan dalam rentang waktu satu kali dalam 10 tahun. Sensus penduduk bertujuan untuk memperbaharui data dasar secara menyeluruh. “Mengenai data penduduk bahwa BPS akan melaksanakan sensus penduduk dalam 10 tahun sekali dan tahun depan (2020– red) sensus penduduk dilaksanakan,” ujar Kepala BPS Basel, I Ketut Mertayasa saat menggelar kegiatan Focus group discussion (FGD) Data Publikasi

Kabupaten Bangka Selatan dalam angka 2019, di Gedung Pertemuan Badan Kuangan Daerah Basel, Selasa kemarin. Ia mengatakan, sensus penduduk Tahun 2020 terdapat beberapa perubahan metode pendataan dari sensus sebelumnya. Sensus Pendusuk tahun mendatang akan dilakukan dengan metode kombinasi antara konvensional dengan digitalisasi yakni, metode dor to dor ( rumah ke rumah) dan metode pemutakhiran mandiri atau metode ini disebut CAPI (Computer Asisted Personal Interview). “Sensus pendisuk 2020 metode digunakan metode kombinasi yakni, dor to dor dan metode pemutakhiran mandiri. Dor to dor kami ada kegiatan pengumpulan data rumah ke rumah menggunakan kertas, terus ada juga pemutakhitan mandiri menggunakan aplikasi penduduk disuruh memutakhitan data sendiri,” kata I Ketut Mertayasa.

Dijelaskannya, Metode konvensional dor to dor atau rumah ke rumah adalah petugas sensus kependudukan seperti biasa melakukan pengumpulan data penduduk dengan cara mendatangi setiap rumah. Sedangkan metode kedua adalah CAPI atau metode pemutakhiran mandiri yang berbasis aplikasi. Pada metode ini, masyarakat diharapkan untuk memperbaharui data melalui aplikasi dan website yang telah disediakan. Besar kecilnya respon masyarakat terhadap pemutakhi-

ran mandiri menjadi sangat penting. Ia menuturkan, hasil sensus penduduk dijadwalkan telah keluar pada bulan Juni 2020. “Mari kita bersama-sama mengingat tentang pentingnya sensus penduduk serta sama-sama memberikan semacam sosialisasi pencerahan kepada masyrkt agar bisa menerima petugas sensus untuk memberikan data yang benar sehingga konsep kependudukan yang kami gunakan mencerminkan kondisi lapangan,” harapnya. (pra)

Pemprov Dukung Pengelolaan Kawasan Hutan di Kotawaringin untuk Tanaman Jagung 7 Meter Bendera Merah Putih Dikibarkan di Pulau Pasir Belitung BELITUNG – Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Kodim 0414 Belitung lakukan pengibaran bendera merah putih di Pulau Pasir, kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Senin(12/08/2019). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74, dilaksanakan sekitar pukul 08.30 WIB di Pulau Pasir, dengan ratusan peserta dipimpin oleh unsur Forkopimda Kabupaten Belitung melakukan Pembentangan Bendera Merah Putih raksasa yang berukuran 7m x 10, 5m. Bendera raksasa ini dibentangkan serentak oleh seluruh peserta yang terdiri dari Unsur Forkopimda, TNI, Polri, OPD Kab Belitung, Organisasi kemasyarakatan, FKUB, Tokoh masyarakat dan tokoh agama serta komponen masyarakat lainnya. “Ini juga sebagai mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagai poros maritim dunia. Jadi kita di Belitung ini wujud dari dukungan dalam mengadakan kegiatan ini, membentangkan bendera di tengah laut, di pulau ini” kata Bupati Belitung Sahani Saleh Sanem menjelaskan alasan memilih pulau pasir sebagai lokasi kegiatan tersebut, mengingat Belitung adalah daerah wisata yang merupakan sektor unggulan Kabupaten Belitung. “Kami memilih ini pas benar, karena Pulau ini hanya sedikit daratannya, jadi kita membentang bendera merah putih ditengah laut dan pas di pulau ini , lagi pula pulau ini merupakan destinasi pariwisata,” jelasnya. Sanem menyebutkan lantaran makna dari pembentangan bendera merah putih ini untuk mempersatukan seluruh element masyarakat. Oleh karena itu pembentangan bendera merah putih tersebut sengaja mengajak seluruh instansi yang ada di Kabupaten Belitung, termasuk masyarakat. “Laut ini bagian dari kita, dimana potensi kekayaan alam laut yang merupakan sumber kehidupan kita yang harus kita amankan, kita lestarikan dan kita ja-

ga,” terangnya. Lebih lanjut Sanem menuturkan, hal ini juga pula sebagai bentuk menciptakan maindset atau pola pikir dalam mempertahankan bangsa dan negara dari segala hal ancaman. ” Jadi lautpun harus kita amankan, karena memberikan sumber kehidupan bagi kita semua,” tandasnya. Sementara itu Komandan Kodim 0414 Belitung Letkol Inf Indra Padang mengatakan pengibaran Bendera merah putih di Pulau Pasir, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, merupakan sebagai wujud simbolis kekompakan dari berbagai instansi dan masyarakat di Kabupaten Belitung. Dandim mengatakan tentunya adanya kegiatan seperti ini, dalam rangka membangun Kabupaten Belitung agar lebih maju kedepan. Disini ia melihat, bahwa ada unsur komitmen dari seluruh elemen untuk memajukan pariwisata Belitung. ” Kami harapkan event-event seperti ini dapat menjadi daya tarik wisatawan datang ke Belitung. Ini juga sebagai bentuk memacu diri untuk lebih memajukan lagi, dan lebih meningkatkan lagi upaya-upaya memperkenalkan Belitung lebih baik lagi, yang lebih maju, indah,” katanya. Lebih lanjut Indra Padang ungkapkan Pulau Belitung ini memiliki keindahan yang luar biasa dan dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi. “Disini kita buktikan berbagai macam unsur yang ada, tetap harmonis dan kompak dalam memajukan Belitung,” imbuhnya. Hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Indra Padang, Danlanud HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Letkol Nav Sunardi, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani. Selain itu hadir pula, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Waka Polres Belitung kompol Andi Rahmadi, Kasdim 0414 Belitung Mayor Inf Ruhin, dan pejabat lainnya yang ada di Kabupaten Belitung. (din)

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel mendukung rencana pengelolaan kawasan hutan yang ada di Kotawaringin, Kabupaten Bangka, untuk tanaman Jagung oleh PT. Wira Hutan Bangka. Hanya saja, kata Erzaldi, saat beraudiensi dengan Direktur PT. Wira Hutan Bangka, Manish Nathani beserta rombongan, di Ruang Tanjung Pendam Kantor Gubernur Babel, Rabu (7/8/2019), proses pengajuan ke Kementerian Kehutanan harus diselesaikan terlebih dahulu. “Saya ingin proses pengajuan ke Kementerian Kehutanan dapat dipercepat oleh Dinas Kehutanan,“ katanya. Sebelumnya, kepada Gubernur Erzaldi, Direktur PT. Wira Hutan Bangka, Manish mengungkapkan, pengelolaan hutan yang berada di Kotawaringin Kabupaten Bangka tersebut telah disetujui oleh masyarakat untuk dikelola. “Dalam pengelolaan kawasan hutan itu, akan ditanami Jagung, serta akan mengikutisertakan masyarakat setempat dalam pengelolaannya, dimana lahan akan dikelola oleh BUMDes setempat sebesar 20 persen dari luas lahan yang ada,” jelasnya. Manish menyebutkan, investasi dalam penanaman Jagung di kawasan hutan yang ada di Kotawaringin Kabupaten Bangka dalam tahap awal senilai 30 miliar rupiah. “Karena hasil produksi Jagung nantinya akan dijual ke Bangka, dan selebihnya akan dikirim ke Lampung dan beberapa wilayah lainnya,” tutupnya.(wa)

Profile for Paudar Wahyudi

Bergotong Royong Bnagun Peradaban  

Media Satya Laskar Pelangi

Bergotong Royong Bnagun Peradaban  

Media Satya Laskar Pelangi

Advertisement