Page 5

KAMIS - SELASA

PELANGI EDUKASI 5

15 - 20 MARET 2018

EDUCATION

Sistem Perkuliahan Online Bakal Diterapkan

STIE-IBEK Menuju Institut Bukan Karena Prodi Saat Ini Kurang Berkontribusi Doktor Rizal Manullang: Ini Mandat Ilmu Pengetahuan PANGKALPINANG- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi-Institut Bisnis Ekonomi dan Keuangan (STIE-IBEK) Bangka Belitung sedang berproses memantapkan tekadnya untuk beralih status dari Sekolah Tinggi menuju Institut dengan menawarkan tiga fakultas baru. Fakultas-fakultas baru tersebut yakni Fakultas Teknik Industri, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Fakultas Teknik Informatika, ditambah Fakultas Ekonomi yang sudah beroperasi selama ini. Ketua STIE IBEK Bangka Belitung Dr. Rizal R. Manullang menyampaikan, rujukan pengembangan program studi (Prodi) tersebut terkait manifestasi kepedulian pihaknya sebagai pendidik dan juga peran IBEK dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kebutuhan akan pembangunan di Babel. “Soal pengembangan Prodi yang rencananya dikembangkan, jika kita melihat persyaratan dari Teknik Industri, sesungguhnya sudah dapat kita bawa format perguruan tinggi menjadi institut. Masukan dari para pakar juga memotivasi kami di IBEK untuk menjalankan mandat ilmu pengetahuan yakni menggunakan ilmu pengetahuan demi kepentingan umat manusia dan juga mewujudkan kesejahteraan dalam arti luas. Inilah yang menjadi semangat kami untuk berkontribusi meningkatkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat dari basis ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Doktor Rizal Manullang dalam disku-

si terbatasnya dengan LASPELA, Jumat 9 Maret 2018. Disinggung mengenai Surat Edaran Kemenristek Dikti soal moratorium Pendirian Perguruan Tinggi Baru dan Pembukaan Program Studi yang untuk sementara hanya diberikan bagi Perguruan Tinggi Vokasi dan Institut Teknologi, dirinya mengungkapkan akan disampaikan secara komprehensif lewat proposal pengajuan ke Kemenristek Dikti di Jakarta nantinya. “Salah satu yang harus dilakukan ketika membuka prodi baru adalah menyampaikan proposal kepada Kemenristek Dikti. Nah, proposal tersebut tidak boleh hanya berisi keilmuan yang ada dari aspek badan hukum yayasan,

atau Perguruan Tinggi yang ingin mengembangkan prodi, tapi juga disertai refrensi falid, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas dia. Refrensi-refrensi lain yang dimaksud antara lain mengadakan seminar dengan menghadirkan para pakar, termasuk dari Anggota DPRD baik di tingkat Kota maupun Provinsi. “Tujuannya, agar bisa terjadi konfigurasi jejaring kerja yang optimal. Kita lalu akan mengolah refrensi itu sehingga nanti akan muncul prodi yang unik di IBEK ini,” tukasnya. Rizal Manullang juga mengisahkan keprihatinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan dalam pertemuan Forum Rektor beberapa waktu lalu, terkait ek-

sistensi Perguruan Tinggi di Indonesia yang jurusannya relatif sama satu dengan lainnya. “Karena itu Presiden menantang badan usaha/badan hukum penyelenggara pendidikan untuk berani menghadirkan sesuatu yang unik namun bermanfaat langsung terhadap industri dan kearifan lokal yang ada di Indonesia. Ini yang juga menjadi dasar refrensi bahwa meski proposal kami ini di tengah keputusan pemerintah melalui Surat Edaran Kemenristek Dikti soal moratorium, bisa dapat dipatahkan,” tegas Rizal. Hadirkan SDM Mumpuni Rizal Manullang memastikan, rencana pengembangan prodi bukan berarti prodi yang

ada saat ini kurang berkontribusi, tetapi lebih pada upaya dan komitmen mulia untuk menghadirkan SDM mumpuni dalam rangka memaksimalkan potensi di Babel demi pembangunan. “Dari Prodi-prodi yang mungkin menjadi acuan tidak hanya mendukung pembangunan dari sisi supplay tenaga kerja, tapi juga punya tanggungjawab moral menghadirkan lulusan yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial di daerah. Babel potensial dengan sektor pariwisata tapi masih ada sektor potensial lain seperti perikanan, pertanian, termasuk hutan produksi, timah dan lainnya,” bebernya. Dengan pengembangan fakultas dan prodi ini, Rizal Manullang berharap, dapat menghadirkan ilmu-ilmu baru lainnya yang disesuaikan dengan karakteristik prodi dan sesunggunya itulah mandat ilmu pengetahuan yang harus jalankan. Rizal mengungkapkan, pihaknya saat ini hanya fokus untuk bertransformasi dari Sekolah Tinggi menuju Institut, namun belum memikirkan pengembangan lebih jauh sebagai universitas. “Saat ini belum bisa menjadi universitas karena kalau mau universitas maka persyaratan yang diminta harus lebih dari enam fakultas. Selain itu, kita juga tidak akan mampu berjalan sendiri apalagi swasta dengan kondisi demografi di Babel saat ini dimana total penduduknya baru 1 juta lebih. Tentu ini akan sangat berdampak terhadap tingginya biaya operasional,” katanya memungkasi. (stef)

Pengembangan Prodi Berperan Dukung Pembangunan Babel PANGKALPINANG- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi – Institut Bisnis Ekonomi & Keuangan (STIE-IBEK) Bangka Belitung menyelenggarakan workshop dan seminar dengan menghadirkan narasumber Guru Besar Manajemen Industri Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis., MS., Dipl.Ing., DEA di Aula STIE IBEK, Selasa (6/3) lalu. Profesor Musa Hubeis saat memaparkan materinya bertajuk “Pengembangan Prodi Dalam Mendukung Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung” menandaskan, perlu pengembangan prodi bagi STIE IBEK untuk mencapai pembangunan nasional maupun daerah. “Perkembangan globalisasi yang ditandai kemajuan bidang

ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), menuntut dunia pendidikan tinggi terutama IBEK, untuk menghasilakn Sumber Daya Manusia (SDM) kompetitif serta didukung penguasaan manajemen dan teknologi yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang terjadi,” jelas Prof Musa. Karena itu, sambung Prof Musa, diperlukan pengembangan program studi (Prodi) yang menyentuh langsung persoalan-persoalan SDM terkait character building dan nation building dalam pembangunan nasional dan daerah. Guru Besar Manajemen Industri IPB itu mengingat-

kan, jika STIE IBEK ingin lebih berdaya saing, maka dianjurkan untuk beralih status dari sekolah tinggi menjadi institut. “Tentu soal pengembangan Prodi diperlukan kajian mendalam agar Prodi baru nanti bisa pas dengan konteks sosial, budaya, dan alam Bangka Belitung. STIE IBEK harus lebih serius memikirkan hal ini untuk menjawab tantangan dan peluang pengembangan Provinsi Babel yang mandiri, tangguh, unggul, dan berdaya saing di tingkat Sumatera, Nasional, bahkan global,” imbuhnya. Menurut Prof Musa, STIE IBEK juga harus mampu

menghasilkan lulusan berkompeten serta tersertifikasi dalam keahlian yang dikuasai, agar dapat bersaing di pasar kerja terbuka serta mampu mengembangkan rintisan usaha komersial. Minta Pendapat Pakar Direktur Sistem Pengawasan Mutu Internal STIE IBEK Pangkalpinang, DR (C) HM Sitepu, SE., MM menyampaikan, untuk mendukung rencana IBEK mengembangkan beberapa program studi (Prodi) ke depan, pihaknya meminta pendapat pakar karena itulah yang disyaratkan oleh Kemendikbud. “Ini baru tahap awal maka pihak IBEK mencoba meminta sumbangsih pemikiran dari Profesor Musa setelah ini akan dicari pakar lain untuk terus berdiskusi terkait Prodi apa yang lebih tepat dikembangkan

di IBEK,” jelas Sitepu. Terkait Prodi apa yang nantinya dikembangkan lagi di IBEK, Sitepu menjelaskan tidak mudah dalam mengembangkan Prodi karena berbagai aspek mesti diperhatikan. “Tapi kemungkinan Prodi yang dikembangkan salah satunya jurusan yang paling tepat dan potensial di Babel yakni pengembangan manajemen pariwisata. Bidang ini perlu, agar kita punya kemampuan memanejemen bisnis-bisnis pariwisata kita menjadi sesuatu yang berbeda dan unik untuk dijual,” kata dia dikonfirmasi LASPELA, Selasa (6/3) malam. Menurutnya, peralihan status yang pas bagi pasar tentu menggembirakan bagi mahasiswa dan calon mahasiswa karena peluang bekerja ke depan lebih variatif dan terbuka. (stef)

MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya akan segera memberlakukan sistem perkuliahan dalam jaringan untuk menunjang mutu perguruan tinggi di daerah. "Peraturannnya sudah kami siapkan. Harapannya nanti April atau Mei sudah keluar izinnya," kata Menteri Nasir seusai membuka Rapat Kerja Daerah Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat di Yogyakarta, Rabu (7/3) lalu. Menurut Nasir, saat ini Kemristekdikti telah menyiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur, kesiapan jaringan internet, hingga tutorial untuk pelaksanaan perkulihana daring. "Nanti kami akan sampaikan kepada PT Telkom agar bisa menyediakan jaringan internet yang memadai," kata dia. Selain memanfaatkan kemajuan teknologi, gagasan perkuliahan secara daring itu, menurut dia, bertujuan untuk memperkecil jumlah perguruan tinggi di daerah yang kebanyakan belum memiliki kapasitas serta sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas. "Jadi nanti sistemnya merger. Sekarang satu daerah perguruan tingginya banyak kalau itu dijadikan satu mungkin akan lebih kuat," kata dia. Nasir mencontohkan, mahasiswa yang ada di Papua atau Papua Barat tidak perlu datang langsung ke Jakarta untuk mengikuti perkuliahan yang digelar kampus di Jakarta. Dengan metode perkuliahan daring, mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan dari dosen di perguruan tinggi lain secara jarak jaruh melalui kampus-kampus di Papua. "Jadi nanti kalau bisa dibentuk kerja sama antar perguruan tinggi swasta di Papua maupun Papua Barat dengan perguruan tinggi yang sudah menggelar perkuliahan daring," kata dia. Terkait kampus mana saja yang akan ditunjuk untuk menggelar perkuliahan daring, Nasir mengatakan akan menawarkan bagi sebanyak-banyaknya perguruan tinggi di daerah. "Saya tawarkan sebanyak-banyaknya supaya (jumlah) perguruan tinggi makin kecil, supaya semakin kuat," tutup dia. (b1)

Wapres JK: Kemanusiaan Adalah Amal Ibadah UNIVERSITAS Sebelas Maret Surakarta (UNS) memberikan award “Parasamya Anugraha Dharma Krida Baraya” yang berarti penghargaan tertinggi atas jasa-jasa di bidang sosial dan kemanusiaan bagi Wakil Presiden RI H.M. Jusuf Kalla (JK) saat sidang senat terbuka yang merupakan puncak Dies Natalis ke-42 UNS, Senin (12/3/2018). Rektor UNS Ravik Karsidi mengungkapkan, penghargaan tertinggi tersebut diberikan karena JK dianggap berhasil menyelesaikan konflik-konflik di beberapa daerah dengan baik. Ia dianggap bertangan dingin sehingga perpecahan tidak terjadi. JK dipandang berhasil saat mendamaikan konflik di Aceh, Ketua Dewan Masjid Indonesia, juga sukses jadi Pemimpin PMI. Atas penghargaan tersebut, Jusuf Kalla berterimakasih telah dipilih menjadi penerima penghargaan. Menurutnya, masalah kemanusiaan sudah sepantasnya diselesaikan oleh seluruh masyarakat. "Bagi saya, masalah kemanusiaan bukan hanya tugas Pemerintah saja, tetapi amanah kepada kita sebagai manusia untuk mendamaikan sesama manusia. Itu juga merupakan amal ibadah dalam agama," kata JK. Menurut Ravik Karsidi, pada Dies Natalis ke-42 ini UNS menitikberatkan pada pengembangan kreativitas. Karenanya tuturnya, tema yang diangkat pada dies natalis kali ini adalah “Pengembangan Kreativitas Perguruan Tinggi Menuju Otonomi Kampus”. Tema ini diambil karena Kreativitas merupakan modal penting bagi UNS saat ini, sebagai kampus yang menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dan memiliki visi menjadi perguruan tinggi kelas dunia. "Di usianya yang semakin matang, tema peringatan dies tahun ini diharapkan menjadi penanda bagi segenap civitas akademika agar berpikir dan berkarya semakin kreatif. UNS percaya kemampuan mengembangkan ide-ide baru yang unik, segar dan tidak biasa (out of the box) sangat dibutuhkan dalam pengelolaan perguruan tinggi di era disrupsi saat ini. Perubahan yang sangat cepat membutuhkan inovasi dan terobosan kreatif sehingga bisa membawa UNS menjadi Universitas yang semakin diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional. Alhamdulillah, UNS terus konsisten berada pada deretan perguruan tinggi unggul Klaster 1 versi Kemristekdikti," tutupnya. (oz/stf)

Wisata Digital Masuk Babel  
Wisata Digital Masuk Babel  

Media Satya Laskar pelangi

Advertisement