Page 1

2016 - 2018 selected works

P O R T F O L I O PAN D U NAZAR R U SAD I Undergraduate Architecture Student

ID p&u

version


tell me and i forget teach me and i remember involve me and i learn. .


I believe that the way people live can be directed a little by architecture. - Tadao Ando


PAN D U NAZAR R U SAD I I am an open minded undergraduated student of architecture, who like to experiment through design and the way of thinking while maintain correlation to contextual issue. architecture is not only as education, but in any aspect of life. architecture live and has a big impact in the process, architecture forms a mindset. architecture provides an experience to learn more deeply and force us to know many things. thats why i love architecture. I believe this life will continue to grow and I want to learn to be better than before

January, 31st 1997 Indonesian Jl. Sarbini 2 RT. 08 RW.06 Makasar 13570, East Jakarta

Resume Curriculum Vitae

E : pandunazar@gmail.com M : +62 812 9655 2987 Jakarta - Surakarta Instagram Twitter Facebook WordPress

: @pandunr : @pandarsd : facebook.com/pandurusadi : pandarsd.wordpress.com


yr.

Education 14 Senior High School - Jakarta Department of Architecture Universitas Sebelas Maret (UNS) - Surakarta

2012 - 2015 2015 - today

Competences Highlights Good Leadership; Good Interpersonal Skill; Highly Motivation; Creative; Fast Learner; Easy Going; Able to Work in Team or Individually; Able to Study and Work Under Pressure; Up to Date; Openminded.

Interests Architecture Art & Design Literature & Philology Music & Entertainment Social & Politics Technology Environment

Software Adobe InDesign Adobe Illustrator Adobe Lightroom Adobe Photoshop AutoCAD CorelDraw Lumion Sketchup VRay SU Microsoft Office (Word, PowerPoint, Excel)

Maquette Installation Hand Drawing Photography

// // // //

ivory,yellowboard,birmet, etc. wood, bamboo, trip/duplex, etc. illustration, sketches, mural, graffitti, architectural, landscape.

Resume Curriculum Vitae

Hands On


Competitions

Projects, Seminar, & Informal Education

2018 Angkasa Pura | Airports Sayembara Desain Area Publik Bandara Internasional Adi Soemarmo

2015 Sekolah Penerus Bangsa (SPB) 2015 BEM UNS 2015 Course

IAI Jakarta x LIXIL Indonesia Creative Pop-Up Space

Eksplorasi Kampung Batik by Forum Cinta Kota Ekskursi Kampung Batik Laweyan Exploration & Excursion

120h International Architecture Competition A Room for Communication (TOP 15) (MINIATUR (Minggu Seni dan Arsitektur) Universitas Diponegoro More than a Space IAI DIY x Kementerian PUPR Sleman Sayembara Gedung Kantor Bupati Sleman

2016 DOLAN SOLO : Ekskursi Karya andramatin Javaplant Office Roadshow & Course PTAB “Kreasi” Arsitektur UNS Penugasan Cocard & Produk oleh Kreatif Student Orientation ARCHEVENT 2016 “Riverside’s City Retrieval Future. Perspective of the Past. River Seminar Architecture for Humanity by Yu Sing Arsitektur Milik Siapa? Public Lecture 2017 Nobar Ruang Webinar by @se.ruang Critical Context - “Mau Kemana Pendidikan Arsitektur di Indonesia” Public Lecture via Webminar 2018 15 Cerita Arsitek Muda Proses Penyusunan Buku by Anas Hidayat Pemburuan Sayembara by Akbar Hantar Book Review

Resume Curriculum Vitae

YOTNC Young On Top National Conference National Conference ARCHEVENT 2018 “Architecture for Millenials Milenial Berarsitektur “Mediatization of Architecture” Seminar


Organization

Affiliation

yr.

Student Council (MPK) - 14 SHS Jakarta Staff

2013

Marching Band Wiramadhara Vijaya 14 SHS Jakarta Battery Member - Snare Player

2014

Student Council (MPK) - 14 SHS Jakarta Coordinator of Investigation Student Council (DPA) Department of Architecture UNS Staff Student Executive Board (BEM) Faculty of Engineering Staff of Human Resource Development

The Adventure of ASIKTEKTUR (Department of Architecture batch.2015) Batch Coordinator

2015

SARASEHAN “Back to Childhood Memories Event Staff PORANTA “Spirit of The Youth” Publication Staff

2016

“Perayaan Tahun Ajaran Baru - Kreasi” (PTAB) 2016 - Department of Architecture Coordinator of Creative INAUGURASIK “The Roaring 20s” Public Relations Staff

SPARTA - Satuan Pasukan Perang Arsitektur “Student Euphorian” Team Founder “Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru” - PKKMB FT UNS 2016 Event Staff ARCHEVENT 2016 “Riverside’s City Retrieval” Exhibition Staff Student Executive Board (BEM) Faculty of Engineering Minister of Interests and Talents

ARCHEVENT 2017 “A Perspective of Urban Contradiction” Exhibition Staff

2017

EKSTA - “Ekshibisi Tugas Akhir 139” Conceptor Team - Regulation ARCHEVENT 2018 “Architecture for Millenials” Media Publication Staff

Bukasuara - @bukasuara Buka Mata, Buka Suara Marketing - Design Division

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merajut Sangkapura - Bawean, Gresik Head of Village Coordination

2018

Resume Curriculum Vitae

Vastu Vidya Student Association (HMA) Department of Architecture Chief of Organization Development


index.

CONTENTS


ACADEMIC WORKS

Architecture Design Studio

10

16

2nd Architecture Design Studio

3rd Architecture Design Studio

24

32

4th Architecture Design Studio

5th Architecture Design Studio

40

46

COMPETITION WORKS

Creative Pop-Up Space IAI Jakarta x LIXIL Indonesia

A Room for Communication 120h International Architecture Competition

48 More than a Space (MINIATUR (Minggu Seni dan Arsitektur) Universitas Diponegoro

56 Handwriting, Sketches, Mural, Installation & Mockup

index.

PROJECTS MISC.


A HOUSE FOR AN OLD COUPLE Academic Works 2nd Architecture Design Studio 2016

Academic Works + 2nd Architecture Design Studio

Typology : House (Living) Site Dimension : 255 sqm Location : Surakarta, Indonesia

10

Studio awal ini merupakan awalan perancangan arsitektur sesungguhnya, dimana mahasiswa diberikan tantangan perdana yakni merancang rumah tinggal yang telah ditentukan isu permasalahannya. Dalam hal ini, penulis diberikan kasus rumah tinggal dengan klien pasangan yang berumur cukup tua. Pada studio ini, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan kontekstual dengan penyelesaian arsitektural dalam wujud karya rumah tinggal

THIS PAGE-

NEXT PAGE-

Axonometric Situation

Exterior Perspective


Hidup Berbagi merupakan suatu kewajiban dalam melangsungkan hidup. Bukan hanya sebagai naungan saja, rumah juga harus menghadirkan suasana Home. yang dapat memecahkan kejenuhan. Rumah tinggal hadir sebagai Ruang Interaksi satu manusia dengan manusia lain, dan endapatkan tantangan yang semakin kompleks dalam perancangannya. Arsitek diberikan tuntutan akan menghadirkan kualitas tertentu yang disebut “Rumah Betah� - HOME. Wadah bersimbiosis dengan sekitar untuk saling mengisi dan memberikan manfaat menjadi konsep Eko - Lingkungan di masa depan, serta penaungan untuk masa tua yang dihabiskan dengan lamunan kegembiraan Sejatinya, rumah adalah sebuah tempat untuk bersantai dengan nyaman, memutar kembali memori mengenai asal usul semua bermula, Rumah adalah tempat manusia berproses pertama kali, rumah adalah alasan. Dimana kita semua dapat kembali, Pulang,

11


L A T A R

B E L A K A N G

- -

pendewasaan zaman Zaman semakin modern, perkembangan teknologi. Dan sumber daya memengaruhi segalanya, sehingga perlu adanya sikap untuk menanggapi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Supaya manusia juga tidak tertinggal dengan pesatnya perubahan

kekeluargaan Umur menua suatu kepastian, serta dewasa merupakan pilihan. Semakin menua, semakin menyepi. Sehingga, harapan adalah keluarga besar dan sanak saudara dapat berkumpul menikmati kebersamaan dalam keluarga

ramah lingkungan Daerah rumah berada di pusat kota. Sehingga perlu adanya penghijauan di dalam tapak. Kondisi polusi baik itu polusi udara maupun suara cukup tinggi dan signifikan.

masa tua & jangka panjang Masa pensiun adalah masa- masa dimana para dewasa yang sudah uzur menikmati sisa - sisa hidupnya dengan santai dan rileks.

M I N D - - - - M A P// activity Ada banyak sekali aktivitas yang terjadi di dalam rumah. Bahkan, rumah adalah tempat pertama kali kita belajar beraktivitas. Seperti kita ketahui, analisis kegiatan juga menjadi bahan untuk mengonsep perancangan

lifetime Bersama dengan iringan waktu perjalanan hidup. Kehidupan ini akan terus berlanjut dan tidak akan ada hentinya. Cycle of Life, rumah akan menjadi sebuah “catatan perjalanan� yang menyimpan banyak kisah, dan memori.

Academic Works + 2nd Architecture Design Studio

diversity

12

Keberagaman justru menjadikan sebuah aslasan kesatuan, adanya perbedaan latar belakang, hobi, aktivitas dan kegiatan, kesukaan , menjadi analisa penting

occupacy Umur menua suatu kepastian, serta dewasa merupakan pilihan. Semakin menua, semakin menyepi. kebersamaan dalam keluarga

boundary

HOUSE - - - HOME House dan Home memiliki kaitan dan arti yang sama. namun memiliki pemaknaan yang berbeda. House dan Home adalah Tujuan dan juga Asal.

family

Batasan baik batasan umur, sistem dan daerah luar (lingkungan); batas ini menjadi area dan lahir untuk menegaskan perbedaan seperti misalnya mana privat dan publik

user User / penghuni ini menjadi subjek analisis utama; user menjadi patokan utama yang nantinya juga diperhatikan pula aspek antropologis.


doubled Pemilihan bentuk dasar balok yang kemudian digandakan secara vertikal ke atas. pemilihan bentuk dasar balok dirasa dapat memberikan kesan ruang yang baik dan maksimal

rotate Massa hasil penggandaan vertikal tersebut kemudian diputar sampai menemukan tititik ujung dari massa dibawahnya. perputaran massa ini diharapkan dapat memberikan kesan dinamis dan tidak monoton

pressing Massa ganda tersebut kemudian ditekan kebawah dan membentuk satu massa baru yang termodifikasi. Penekanan ini nantinya akan membentuk ruang fungsional baru yang menunjang massa utama.

duplicate Massa hasil modifikasi sebelumnya tersebut digandakan kembali ke atas sebanyak 3x sebagai bentuk adaptasi jumlah lantai nantinya

T R A N S F O R M A S I || M A S S A

13


14

Academic Works + 2nd Architecture Design Studio


THIS PAGE BOTTOM-

Section Cut

Section View

OTHER PAGE LEFT-

OTHER PAGE RIGHT-

Model Transformation & Axonometric Explode

All Plan

Academic Works + 2nd Architecture Design Studio

THIS PAGE TOP-

15


SOLOKO HOTEL 4 star hotel Academic Works 3rd Architecture Design Studio 2017

Academic Works + 3rd Architecture Design Studio

Typology : Low Rise, Public, Commercial Site Dimension : 19.947 sqm Location : Surakarta, Indonesia

16

Studio Perancangan Arsitektur 3 melatih mahasiswa bagaimana caranya mengolah kesinambungan antara respons site, analisis program, serta olah material baik interior maupun eksterior. Dengan tantangan luasan Low Rise dan konteks yang didapat yakni publik dan komersil, penulis mencoba menawarkan suatu objek rancang yakni Hotel di Kota Solo

THIS PAGE-

NEXT PAGE-

Axonometric Situation

Exterior Perspective


site proposition. Terletak 15 menit dari Bandara Internasional Adi Sumarmo, Soloko berdiri berdekatan dengan lokasi strategis koersil di kota Solo, Jalan Slamet Riyadi. Dimana kota Solo ini memiliki jalan yang dipenuhi dengan pepohonan. Pemandangan 360derajat dari Jawa Tengah dan lansekap dari pegunungan. Lokasi hotel ini memiliki akses yang cukup mudah untuk mencapai berbagai destinasi wisata di kota Solo, salah satunya adalah Keraton Kasunanan Solo, Daerah Kampung Batik Laweyan, dan juga Area Pasar Gedhe. Soloko hadir dan menawarkan berbagai kebaikan dan kesederhanaan disekitarnya

mind map - concept

kongruen = solution

EKSISTING

FUNGSI

Potensi Site, Topografi, View, Orientasi, Pencapaian, dsb

Space & Area Hubungan antar Ruang

KLIMATOLOGI

SITE ANALYSIS

Curah Hujan, Sirkulasi Angin, Matahari

PROGRAM ANALYSIS

Antropologi, Analisa Perilaku, Sirkulasi

KEBUTUHAN

HIJAU

Lokalitas Budaya Investasi, Pencapaian Kota

Ekologi, Sustainable Bahan Alam & Lokal

INTERIOR & EXTERIOR BENTUK Ukuran & Luasan Bentuk dan Massa Tekstur dan Material

USER

TEMA ESTETIKA

Suasana, Penghawaan, Pembawaan, Keselarasan

Komposisi dan Kaidahnya

17


THIS PAGEAxonometric Explode Zoning Function

hotel NEXT PAGE1 & 2-3 Typical Plan Section Cut

publik

Academic Works + 3rd Architecture Design Studio

servis

18


19


pemilihan site Massa akan berdiri pada luasan site sebesar 19.947 m2, yang teridentifikasi sebagai tanah kosong bekas perkebunan.

pemilihan bentuk dasar Pemilihan bentuk dasar balok sebagai bentuk yang diharapkan dapat memaksimalkan fungsi dan menyesuaikan dengan luasan site.

multiply Massa balok kemudian digandakan, ditinggikan, dan disebar berdasarkan lokasi penempatan fungsi dan hirarki * massa balok utama yang tersebar nantinya akan difungsikan sebagai hotel

additive Penambahan termodifikasi

massa

baru

yang

berbentuk

balok

*masssa balok utama ditengah (pink) sebagai massa utama, berperan sebagai point of interest dan titik utama hirarki. akan difungsikan sebagai lobi utama *massa balok termodifikasi (abuabu) akan difungsikan sebagai cafe dan restoran

additive (again) Penambahan massa baru balok dengan alas persegi *massa tersebut akan difungsikan sebagai gedung serbaguna dan berbentuk omah jawa (joglo)

oganizing Penambahan massa baru balok yang berdekatan dengan massa utama hotel *massa tersebut ditempel dan ditinggikan sejajar, berfungsi sebagai tempat sirkulasi vertikal 20


Emphasis

setting

energy

Konsep kawasan hotel yang dibentuk merupakan penyesuaian dengan zona tipe dari tiap massa (Hotel, Lobby, Restoran, dll), setiap massanya disesuaikan dan menjadi bentuk yang menyau dan saling bergantung.

Penerapan konservasi energi tersebar diseluruh kawasan lansekap. Eksisting dari matahari, angin, air hujan, dan sirkulasi menjadi patokan penting dalam objek rancang yang harus disesuaikan.

Rhythm

Harmony composition

climatology

Tidak pula melupakan penyusunan komposisi dan juga unsur unsuru kaidah estetika pada objek rancang. semuanya diperhatikan guna mendapatkan objek rancanga yang maksimal secara fungsi dan unggul dalam estetika.

Pengamatan klimatologi pada pergerakan angin dan matahari terbilang normal dan tidak terlalu memengaruhi site. sehingga bentuk dan tatanan massa disesuaikan dengan merespon pergerakan angin lokal dan matahari dari Timur ke Barat.

masonry

Susunan Bata Lajur

Susunan Bata Lajur Berongga

Susunan Bata Berongga Termodifikasi

omah joglo. arsitektur jawa Merupakan bentuk bangunan arsitektur tradisional jawa tengah. Sebagai bentuk yang mencirikan dan menonjolkan kelokalitasan budaya jawa pada objek perancangan. massa bangunan ini akan difungsikan sebagai serbaguna, seperti akad pernikahan, acara acara skala besar, dan lain sebagainya. OTHER PAGE-

THIS PAGE-

Axonometric Model Mass Transformation

Composisition Concept Material & Context

Academic Works + 3rd Architecture Design Studio

Detail material pada eksterior ditonjolkan dengan penggunaan bahan material yang berasal dari lokal. penggunaan material lokal ini menjadi penggunaan utama dan ditonjolkan pada seluruh bangunan dan fasad tertentu dengan maksud menunjukkan nilai kelokalitasan dan kejujuran serta nilai kesederhanaan budaya jawa

21


22

THIS PAGE-

OTHER PAGE-

Interior Perspective Poolside

Interior Perspective Main Lobby


23

Academic Works + 3rd Architecture Design Studio


BEKRAF HEADQUARTER Academic Works 4th Architecture Design Studio 2017

Academic Works + 3rd Architecture Design Studio

Typology : High Rise, Office, Commercial Site Dimension : 7650 sqm Location : Jakarta, Indonesia

24

Pada Studio kali ini, mahasiswa ditantang untuk menciptakan suatu bentuk arsitektural dengan konsep penataan dan pencapaian antar ruang yang sesuai dengan pewadahan fungsi dan kontekstualitasnya. Dengan tipologi tugas yakni membuat wujud bangunan High Rise dan dengan fungsi kantor, mahasiswa harus mencari solusi atas permasalahan (baik ada maupun belum ada) dengan menciptakan inovasi yang lebih baik

THIS PAGE-

OTHER PAGE-

Axonometric Situation

Front Elevation


Di beberapa tahun kedepan Indonesia akan dihadapkan kepada fenomena Masyarakat Ekonomi Kreatif (MEA) yang dapat memengaruhi dampak cukup besar pada Perekonomian Indonesia. Sehingga, BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif berperan sebagai wadah dalam menunjang para pelaku Ekonomi Kreatif guna mempersiapkan diri dalam ajang MEA mendatang.

Sehingga, Jakarta sekaligus sebagai pusat perekonomian Indonesia ini perlu diperhatikan dalam pembangunannya. Untuk itu, perlu adanya fasilitas penunjang yang lebih baik dan memadai dari sebelumnya kepada Badan Ekonomi Kreatif untuk dapat melakukan development yang lebih baik guna menghadapi MEA nanti.

Begitu pula dengan perlakuan terhadap kondisi metropolitan khususnya ibukota DKI Jakarta, yang memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat pesat dalam aspek apapun.

25


grid

growing

solid - void

Pola Grid dipilih karena bentuk site yang cenderung membentuk Persegi Panjang pula. Grid merupakan Komposisi yang baik dikarenakan dapat menimbulkan adanya koneksi (hubungan) dengan bentuk/massa lainnya.

Bentuk Grid tadi kemudian di tarik ke atas agar menimbulkan adanya perbedaan lantai denganlangit-langit. Bentuk yang tadinya 2 dimensi kini menjadi 3 dimensi menghasilkan calon bakal ruang-massa.

Beberapa massa kemudian menghasilkan perbedaan S Solid nantinya menjadi ma workspace sesuai fungsinya nantinya akan menjadi Op konsumsi quad-helix.

Academic Works + 4th Architecture Design Studio

massa II

26

massa IV

void I & III

Area Pamer / Creative

Ramp Acessible

Open Public Space

Lavatory

Parkir Basement

Entrance Area

Utiltias Shaft

Area Sirkulasi Utama

Ramp

Dapur Exhibition Hall R. Deputi R. Rapat Deputi R. Kantor Administratif R. Pimpinan R. Rapat Pimpinan

FULL PAGE-

R. Kantor

Site Transformation Section Cut A & B


n di tarik kebawah agar Solid dan Void assa kantor dan a, sedangkan Void pen Space untuk

massa I

vertical levelling

final form

Bentuk Solid tadi lalu ditarik secara vertikal keatas. Tiap - Tiap massa memiliki perbedaan tingkat massa yang disesuaikan dengan fungsi, srikulasi, dan klasifikasi ruangnya. Setiap bentuk balokpersegi mewakili satu lantai. Bentuk berundak dihadirkan guna merespon representasi dari kondisi eksisting tapak yang ada.

Bentuk akhir dihasilkan dari tahap sebelumnya, yang kemudian ke tiap masing-masing bentuk balok di-replace dengan bentuk hasil Transformasi Modul sebelumnya; sehingga menghasilkan fasad tersendiri dan tampak yang apik.

massa III

Coworking Space

Basement Hall

Private Co-work

Lantai Utama

massa IV Ramp

Toilet

R. Rapat Deputi

Tangga

Parkir Basement

Tangga Darurat

R. Wakil Pimpinan

Makerspace Ave

Main Circulation

Market Space

Sky Lobby

Makerspace Small

CORE

Musholla

R. Serbaguna

Makerspace Big

Utilitas Shaft

R. Deputi

Exhibition Hall Atas

void I & III Amphitheatre

27


1

28

2

3


5

4

6

FULL PAGEAll Plan Left Elevation

29


Open Orientation Circulation Node Accessible Ramp

OPEN & ACCESIBLE

Barrier pada Lantai 1

Node Penghubung ke Creative Space Entrance ke Basement

Entrance ke Pintu Gedung Utama

Entrance ke Site

Green Plate Green Ground-Zone

GREEN

Co-Working Space Creative & Open Space

Academic Works + 4th Architecture Design Studio

COWORKING AND CREATIVE

30

THIS PAGE-

OTHER PAGE-

Axonometry Site Concept

Mass Concept


LEVELLING

Konsep Berundak mampu meminimalisir Psikologi ketakutan user terhadap ketinggian, sekaligus mengupayakan bentuk fasad yang menarik

SIRKULASI VOID - INTERAKSI

Ruang-ruang yang tercipta serta pembagian massa antar modul dengan suasana interaksi tercipta antar lantai, jaraknya disesuaikan dengan kenyamanan sudut pandang dan fungsi yang ada pada

SKALA DAN JARAK

Skala Ruang dan Jarak Interaksi disesuaikan dengan prinsip Arsitektur Berkelanjutan Fleksibilitas Ruang juga dikejar agar memenuhi berbagai kebutuhan fungsi kegiatan

PEWADAHAN AKTIVITAS

RUANG KOMUNAL KARAKTER

Ruang komunal yang hadir di tiap tiap site void membuat suasana interaksi tidak hanya terjadi di dalam ruang, melainkan interaksi pada outer space.

Aktifitas sebagai hal yang mendasar yang perlu diwadahi, bahkan aktifitas kantor yang merupakan wajib dan aktifitas public interaction yang dapat menjadi karakter unik kantor terbuka yang berbeda

PUSH PULL

BASIC FORM

Persegi pada Site, yang nantinya akan membentuk pola Grid pada Transformasi Tatanan Massa

Karakter BEKRAF dihadirkan pada desain yang dapat terlihat pada tatanan massa dan juga bentuk modul.

Bentuk ditarik/diangkat ke atas sehingga membentuk ruang didalamnya

Kemudian bentuk di Offset kedalam agar menghasilkan sirkulasi serta membentuk bakal fasad

FINAL FORM

Hasil offset terluar didorong ke permukaan, menghasilkan perbedaan ketinggian untuk permukaan dan langit

Pemilihan bentuk dasar Persegi dipilih karena memiliki efektifitas Ruang yang tinggi serta tidak menimbulkan sudut yang sempit. Bentuknya yang mampat serta solid dapat menimbulkan karakter yang mudah dibentuk dan disesuaikan dengan komposisi serta point of interest yang ingin ditampilkan. Sehingga, Fleksibilitas Ruang serta Sirkulasi dapat terbentuk melalui bentuk ini.

METAPHOR

Membentuk Pola Grid yang rapi dan Terukur dengan baik sesuai dengan antropologi manusia Garis garis tersebut sebagai garis bantu, yang nantinya akan disesuaikan peruntukannya dengan fungsi dan estetikanya.

Kemudian pola tadi dibentuk beberapa garis grid pembantu guna mengejar bentuk Metafora dari Logo BEKRAF. Logo BEKRAF memiliki bentuk sentral dan komposisi Radial yang apik, sehingga dipilih untuk ditonjolkan karena guna mendapatkan karakter dari BEKRAF itu sendiri.

Hasil dari Polagrid sebelumnya disesuaikan dan dihapus beberapa bagian terluarnya, yang kemudian ditarik ke atas guna menimbulkan ruang antara dasar dengan langit, sehingga menghasilkan bentuk yang lebih padat dan simple-minimalis

31


CAMPUS - FACULTY OF VETERINARY and Veterinary Hospital Academic Works 5th Architecture Design Studio 2018

Academic Works + 5th Architecture Design Studio

Typology : Mixed - Use, Academic, Health Site Dimension : 25.790 sqm Location : Surakarta, Indonesia

32

Studio 5 menawarkan tantangan berupa pengolahan karya arsitektural yang menghadirkan konsep Mixed - Use. Mahasiwa dipersilahkan mencari isu permasalahannya sendiri secara riil yang perlu dipecahkan secara pengolahan arsitektural fungsi banyak, sehingga banyak aspek yang perlu diperhatikan Kali ini, penulis menghadirkan suatu karya yang menggabungkan fungsi yang berkesinambungan; yakni Kampus Kedokteran Hewan dan Rumah Sakit Hewan.

THIS PAGE-

OTHER PAGE-

Axonometry Situation

Exterior Perspective


33


Pendidikan kedokteran hewan di Indonesia mempunyai sejarah yang panjang. Jumlah kampus yang memiliki fakultas kedokteran hewan di Indonesia hanya sekitar 11 perguruan tinggi. Peran dokter hewan sangat penting, dan diharapkan bisa mengawasi peredaran daging hewan sejak dari hulu hingga hilir. Sejak dari pembibitannya hingga ke meja konsumen. Sehingga tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat bisa dijaga serta ditingkatkan. Karena itu, kebutuhan pengadaan dokter hewan di seluruh Indonesia, sangat mendesak dilakukan.

Berhubungan dengan tingkat kekayaan fauna yang ada di Indonesia, kekayaan ini memang harus di jaga dan di lestarikan khususnya oleh penduduk Indonesia itu sendiri. Sebagian besar satwa endemik Indonesia telah menjadi satwa yang berstatus terancam untuk punah yang menyebabkan penurunan jumlah populasi dan diakibatkan oleh berbagai faktor yang dapat mengancam jumlah populasi hewan endemik tersebut. Faktor penyebab kepunahan tersebut didominasi oleh kegiatan manusia. Berbagai kalangan bekerja sama berperan dalam melakukan pelestarian satwa-satwa tersebut. Salah satunya adalah seorang dokter hewan.

Academic Works + 5th Architecture Design Studio

Ruangan bangunan gedung kuliah kedokteran hewan dapat dibagi berdasarkan tiga fungsi yaitu fungsi primer sebagai pusat edukasi, fungsi sekunder yang berkaitan dengan kegiatan rumah sakit hewan itu sendiri, dan ketiga fungsi tersier adalah fungsi administrasi perkantoran

34

PRIMER Edukasi (Kampus) SEKUNDER Kesehatan, Operasional RSH TERSIER Adm. Kantor TAMBAHAN Interaksi Sosial, Komunal, RTH SERVIS M&E, Maintenance


PEMILIHAN SITE

SIRKULASI-PENCAPAIAN &KEBISINGAN

Lokasi terpilih adalah lahan kosong berada di daerah paling timur Surakarta, dan paling timur dari Kecamatan dan Kelurahan Jebres. Lokasi ini berada di Kawasan strategis timur Surakarta sehingga lokasi ini memiliki banyak kemudahan dalam pencapaian lokasi

Utara : Mengarah langsung ke jalan Utama yangdilalui oleh banyak transportasi Umum Timur, Barat, Selatan : Merupakan jalan gang kecil perumahan yang umumnya dilalui kendaraan bermotor dan mobil pribadi

REGULASI

Utara : Buruk, berhadapan langsung ke rumah susun. Selatan : Baik, karena titik ini merupakan jalan utama. Timur : Baik, berhadapan ke sungai Bengawan Solo Barat : Cukup, orientasi ini bisa diharapkan dengan membuat jalan alternatif tatanan massa.

Penyesuaian site yang memerhatikan penuh terhadap regulasi pembangunan setempat seperti KDH, GSB, KRTNH, dan Lapis Lantai

KLIMATOLOGI

ZONING MASSA

Pergerakan matahari memberikan dampak yang lumayan. dikarenakan sekitar site adalah low-level, Tapak akan terpapar terus menerus sedari pagi hingga sore. Arah datangnya angin dipengaruhi dari Utara (Merah) yakni sirkulasi kendaraan, dan angin lokal (Biru) THIS PAGE-

OTHER PAGE-

Site Analysis

Mind Map and Context

Mengangkat konsep mixed-use. fungsi seluruhnya terpisah mewakili 1 massa bangunan. Pink untuk kawasan Kesehatan (RSH); Biru untuk area adminitsrasi perkantoran (Kampus); Oranye untuk kegiatan perkuliahan (akademik) dan, Hijau adalah area nature

Academic Works + 2nd Architecture Design Studio

ORIENTASI & VIEW

35


1 Site disesuaikan dengan ukuran regulasi dan dibentuk garis-garis axis bersumbu sebagai acuan membentuk tatanan massa. Diawali massa tunggal bentuk massa balok / rigid sebagai tanggapan dari kebutuhan ruang yang besar dalam lahan yang sempit

4 Fasad diprioritaskan agar menghadap jalan utama.

2

3

Massa tunggal kemudian dibagi menjadi 3 bagian massa yang sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya yang berbeda.

5 Pengolahan transformasi secara substraktif (pengurangan) pada bagian tengah tatanan massa agar mewujudkan void (plaza) pada bagian sentral. void ini nantinya akan menjadi sirkulasi utama dan intermediary space,

Massa yang sudah terbagi kemudian dipecah dan disesuaikan agar terciptanya void dan memunculkan area hijau baru dan area komunal

6 Ketiga massa dalam tatanan terbagi menjadi kesatuan yang utuh. mempertegas masing - masing bentuknya yang mewakili fungsinya

FULL PAGE36

Mass Transformation


7

8

Void ditengah kemudian diangkat agar membentuk plaza pada lantai dasar yang nantinya menjadi sirkulasi utama bagi seluruh user

Plaza ditengah kemudian di transformasi kembali agar memunculkan kesan terbuka dan menonjolkan entrance masuk utama dan bukaan - bukaan fasad bangunan, sehingga menimbulkan kesan

Transformasi substraktif juga dilakukan pada ke tiap - tiap massa agar menghasilkan void yang tidak hanya pada bagian tengah saja, melainkan di tiap tiap massanya agar memiliki void yang nantinya diperuntukkan untuk ruang terbuka dan/atau ruang komunal

Orientasi awal bangunan menghadap barat dan kemudian massa dipecah menjadi 3 bagian sebagai bentuk dari adaptasi bangunan yang menghadap ke utara yaitu jalan utama

10 Ketiga massa ditransformasikan secara vertikal yang nantinya menjadi level lantai. Transformasi disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan fungsi dari tiap tiap massa. Jumlah tumpukkan level massa yang berbeda menimbulkan perbedaan perspektif, memberikan persepsi visual bentuk bangunan yang unik sehingga terciptanya kontekstualitas objek rancang bangun.

Academic Works + 5th Architecture Design Studio

9

37


38


Academic Works + 2nd Architecture Design Studio

FULL PAGEInterior Perspective (From Left to Right) - Main Lobby, 3rd Corridor, & Open Outdoor Public Space 2nd, 4th, & 6th Plan

p.4 39


URBAN SPORA Urban Based Creative Pop - Up Space

Competition Works Urban Spora

Competition Works IAI Jakarta x LIXIL Indonesia 2018

40

Typology Location Status

: Urban Space, Public, Pop - Up : RPTRA Kalijodo, Jakarta, Indonesia : Competition Entry

Partners

: Nasrul Hidayat; Rendra Kusuma

Sayembara ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana bentuk ruang yang dapat berubah (pop - up) secara bentuk yang berbeda dari semula, yang dimana secara kontekstual dapat diaplikasikan diberbagai daerah di Indonesia yang dapat merespon kontek Urban; Pemilihan sampel site di Jakarta menjadi pertibangan kami dengan kondisi Jakarta yang dikenal sebagai proses urban yang berlangsung relatif cepat.

Jakarta sebagai ibukota negara dan merupakan salah satu megapolitan di Indonesia juga terkena dapak dari urbanisasi dan pengembangan kawasan urban yang berlangsung sangat cepat. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Jakarta pada tahun 2015 sebanyak 10.177.924 jiwa dengan laju pertumbuhan pada tahun 2010 hingga 2015 sebesar 1.09. Percepatan urbanisasi dan pengembang- an kawasan urban ini akan menyebabkan masalah jika tidak di tangani dengan benar, hal yang akan terjadi antara lain: terjadi kemiskinan dan kurangnya lahan pemukiman.


memiliki dampak langsung ke ekologi perkotaan (positif atau negatif ), menjadi bagian dari sistem pangan perkotaan, persaingan dalam memperoleh lahan dengan fungsi perkotaan lainnya, dipengaruhi oleh perencanaan dan kebijakan perkotaan, dan lain-lain.

kemampuan untuk mengakses (termasuk pembelian) makanan, dan ketergantungan makanan pada pihak manapun, maka posisi petani dalam kegiatan pertanian perkotaan menjadi strategis untuk mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan pertanian perkotaan pada umumnya memiliki peran yang sangat penting karena sangat dibutuhkan dalam mendukung ketahanan pangan dengan ketersediaan pangan yang cukup,

Ketika masyarakat urban dapat memiliki akses terhadap pangan secara mudah, maka kualitas kehidupannya akan bertambah. Selain itu, pertanian urban ini mendukung perubahan pada kehidupan manusia secara berkelanjutan.

Academic Works + 2nd Architecture Design Studio

Disisi lain, salah satu fenomena yang terjadi adalah pengembangan pertanian perkotaan dengan mengintegrasikannya terhadap sistem ekonomi perkotaan dan ekosistem perkotaan. Interaksi dengan ekosistem perkotaan inilah yang memberikan perbedaan dengan pertanian pedesaan. Integrasi dapat dilihat dari keberadaan komunitas disadvantage kota sebagai tenaga kerja, penggunaan sumber daya, perkotaan (lahan suboptimal sebagai lahan pertanian, ampah organik untuk pengomposan, air limbah perkotaan untuk menyiram tanaman), berhubungan langsung dengan konsumen (kota)

p.4 41


Competition Works Urban Spora

Menggabungkan ketiga konsep penyelesaian yakni Pop Up Creative Space; Urban Farming; dan Augmented Reality. Ketiganya diusulkan sebagai formula perancangan yang dapat menghasilkan ruang arsitektur yang dapat merespon konteks isu urban terkhusus agrikultural, yang diselesaikan dengan tatanan massa Pop Up, dengan sajian visualnya berupa fitur Augmented Reality. Ketiganya melahirkan suatu kesinambungan baru yakni sebuah penawaran solusi atas permasalahan urban tersebut.

42


p.4 43

Academic Works + 2nd Architecture Design Studio


44


45


THE SMITH FAMILY HOUSE A Room for Communication “Can You Imagine a World without Digital Communication?�

Competition Works The Smith Family House

Competition Works 120Hours Architectural Competition - International Architecture Student Comp. 2018

46

Typology Location Status

: Conceptual Design, Future, : - Future : Competition Entry

Partners

: Nasrul Hidayat; Rendra Kusuma

Communication has evolved throughout the time, from body language to online messages. The dominant method to interact these days is through technology. We have expanded our range of communicating, but have we forgotten the physicality? How is communication perceived nowadays? What is the role of physical interaction in this digital reality? In an era of time - space compression, over-information and social networks, has communication lost its spatial aspects? How can architecture generate interaction?

This challenge is to design an ideal room for communication. A physical space in a world where interactions have become intangible. Through the design, we need to express how architecture can initiate communication. With this based on the following criteria: 1. Spatial output: coherence with the task expressed through composition and tectonics; 2.The statement: reflection that supplements your spatial output; and, 3.Representation: clarity and quality of the graphics


The Smith Family lives in the 2050’s, where the environment is no longer compatible for any outdoor activity. People need their life support apparatus just to survive their regular daily life. Mr & Mrs. Smith met 15 years ago in a virtual pub in their virtual community. The kids always interact with their friends in their own room, using their own VR gadgets. This is the image of the basic form of communication which you’ll find in every future family & home. communication is a basic human need, and people will always find a way to do it. The high dependence to technology & unsuitable living environment eventually limit the physyical interaction between people. When this reality couldnt facilitate communication, people will try to find a new reality to live. Virtual reality doesn’t need much space requirements to occupy, basically any real space could be one, just like The Smith Family House & it’s rooms. This kinds of communication method becomes a thing that really obscure the boundaries between real space and imaginary space. Physical notion is just a tool we use to initiate & send converted digital information. So, can we accept virtual world as the new reality?

47


SOLO - SELOW Redesain Halte BST (Batik Solo Trans) di sepanjang Jl. Slamet Riyadi sebagai fasilitas penunjang aktivitas perkotaan

Competition Works SOLO - SELOW

Competition Works MINIATUR (Minggu Seni dan Arsitektur) Universitas Diponegoro, Semarang National Architecture Student Comp. 2018

48

Typology Location Status

: Public Architecture : Bus Stop, @ Slamet Riyadi Main Street : Top 15 Nominations

Partners

: Rendra Kusuma

Sayembara ini menantang bagaimana cara dan solusi yang tepat terhadap permasalahan ruang publik perkotaan yang dilewati manusia dari titik pergi hingga ke titik pulang semula melakukan aktivitas, dengan menciptakan sebuah inovasi berupa ide rancangan sehingga mampu memberikan dampak signifikan pada konteks sekitarnya, kemudian menghadirkan upaya Arsitektur sebagai sebuah ruang perwujudan yang mampu meredam emosi negatif di tengah kehirukpikukan kota dengan tetap memerhatikan konteks sekitarnya

Jawaban tersebut adalah menghadirkan suatu inovasi terhadap eksisting yang perlu dihidupkan kembali. Kemudian munculah ide; Sebuah optimalisasi fasilitas transportasi Halte Bus Dalam Kota, untuk menghadirkan kembali atmosfir living slowly di sela - sela kehidupan serba cepat masyarakat pusat kota. Mempertemukan semua kalangan ekonomi masyarakat dalam sebuah wadah yang menyenangkan dan kontekstual secara budaya dan ekonomi


MAIN PROBLEMS Sebagai negara yang berkembang dan engalami tingkat urbanisasi yang cukup tinggi, Indonesia mengalami suatu budaya baru dalam pergi bekerja, yaitu Communing. Masyarakat lebih memilih tinggal di pinggir ktoa dan pergi ke kota setiap hari untuk bekerja. Hal tersebut menimbulkan beberapa masalah baru seperti masalah kesehatan (baik fisik maupun mental). diakibatkan oleh kelelahan yang dialami setiap hari dan kemacetan karena masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi daripada kendaraan umum yang fasilitasnya terkadang kurang baik. Bukan hanya pekerja kantoran yang terkena masalah, tai juga masyarakat kelas menengah kebawah secara tidak langsung terimbas karena usaha mereka yang mikro terus di desak oleh perusahaan besar, khususnya di bidang kuliner. Di Solo, hal tersebut membuat masyarakat mencari cara lain untuk mencari nafkah di bidang kuliner seperti membuka warung makan malam sederhana (angkringan/hik & atau lainnya) agar tidak bersaing dengan restoran besar yang buka di siang hari. Angkringan memiliki penikmat setia tersendiri yang datang setiap malam untuk bersantai Kedua masalah ini saling berhubungan namun belum lahir solusi yang saling menguntungkan kedua belah pihak, dalam perancangan ini, intervensi arsitektur diharapkan dapat menghubungkan 2 hal tersebut.

MIND MAP

SITE CONTEXT

DEVELOPING ECONOMY URBANIZATION

bisnis kecil tidak sanggup bersaing

angkringan & warung ilegal

gaya hidup tidak sehat

perlu tempat rileks yang dekat

URBAN SPRAWL COMMUTING LIFESTYLE

HALTE BUS DALAM KOTA

Jalan Slamet Riyadi adalah axis jalan raya utama yang ada di Kota Solo. Pernah dinobatkan sebagai jalan terpanjang se-Asia Tenggara pada zaman kolonial, jalan ini memanjang ke timur mulai dari Tugu Purwosari hingga Bundaran Gladag. Beberapa bank, hotel, pusat perbelanjaan, restoran internasional, hingga tujuan wisata dan hiburan terletak di sepanjang jalan protokol ini. Jalan Slamet Riyadi kini menjelma menjadi sebuah jalan yang menghidupkan Kota Solo.

Banyak kegiatan dan event diadakan di jalan ini, menjadikan Jalan Slamet Riyadi pantas disebut sebagai sarana umum yang manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. Pada hari minggu pagi, jalanan Slamet Riyadi khusus ditutup untuk kendaraan bermotor (Solo Car Free Day) sebagai bagian dari tekad pemda untuk mengurangi polusi. Terdapat jalur tram yang masih dipergunakan setiap hari minggu. Terdapat 9 titik halte bis yang tersebar sepanjang jalan ini dan berada di sisi utara karena satu arah. Halte-halte tersebut merupakan potensi yang tepat untuk dijadikan katalis dalam menghadirkan suasana baru di Kota Solo sebagai titik pulang dan pergi semua orang.

PEMETAAN HALTE SEPANJANG JL. SLAMET RIYADIÂ - Titik-titik halte memiliki kecenderungan pencapaian fasilitas dengan tema yang berbeda (Kesehatan, Pendidikan, Kantor, dan Wisata) Kantor Indosat Kantor Telkomsel St. Purwosari

RS. Slamet Riyadi Kantor Satlantas

RS. Kasih Ibu Diamond Solo

Perkantoran

MAN 2 Surakarta SMPN 15 Surakarta

Solo Grand Mall YPAC Perkantoran Kesehatan

Solo Bistro Dealer & Service Mobil

Kantor BRI Pengadilan Negeri Gramedia Hiburan

Kantor BCA Hotel, Gladak, Pasar Klewer

McDonalds Zona Kuliner Ngarsopuro Pendidikan

49


CONCEPT

Permasalahan yang telah dijelaskan di lembar sebelumnya diselesaikan dengan beberapa pendekatan yaitu untuk mewujudkan halte yang fungsional, menyenangkan, dan sesuai dengan konteks budaya sekitar yaitu jawa dan sejarah kolonial. Nantinya perancangan akan lebih mendetail menyesuaikan dengan konteks-konteks ekonomi dan kebutuhan site di sekitarnya

Competition Works SOLO - SELOW

Atap diambil dari bentuk dasar atap jawa Tajug yang terpotong sebagai perwujudan arsitektur jawa yang disesuaikan dengan konteks zaman sekarang.

50

Pola atap didapat dengan melakukan pola grid 2 x 4. Menyesuaikan dengan ukuran standar halte, dan modul ruang yang nantinya menjadi penentu titik jatuh kolom Jumlah grid diibaratkan seperti langit-langit pada saka guru atap jawa yang terbagi ke dalam 8 makna dalam petungan jawa Kuning bermakna mencegah rasa lelah; Biru mencegah datangnya musibah; Hitam mencegah rasa lapar; Hijau mencegah frustasi atau stress; Putih mencegah pikiran kotor atau negatif; Orange mencegah ketakutan; Merah mencegah kejahatan; Ungu mencegah pikiran jahat.


Lubang yang diberikan pada atap agar menimbulkan bayangbayang menyerupai Pohon Angsana banyak terdapat di Solo, Hal ini memberikan efek dramatis dan suasana teduh namun tetap open space oriented.

Konteks sejarah arsitektur kolonial yang sangat kental di Solo di hadirkan melalui membran shading cahaya matahari yang berbentuk Arc-arc khas arsitektur kolonial. Membran shading ini nantinya diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas warga untuk dapat dilukis atau dibatik.

MAIN IDEAS Untuk dapat mewujudkan hubungan yang baik dari beberapa fungsi tersebut, maka perlu ada sebuah zona penjembatan yang dapat diubah-ubah sesuai kondisi (bersifat plug-in).

KEBUDAYAAN & PENDIDIKAN

PEGAWAI HIGH ECONOMY

ANGKRINGAN LOW ECONOMY

Pertemuan beberapa fungsi tersebut dapat menciptakan sebuah winwin solution bagi semua pihak dan suasana srawung khas masyarakat jawa dapat kembali dihadirkan di pusat Kota Solo.

CIRCULATION ZONE

SATISFACTION ZONE

PLUG - IN ZONE

PATIENCE ZONE

HIDDEN ZONE (UNDER)

Zona yang penghubung bagi pengguna ke semua zone lain

Zona bagi pengguna penjual kuliner untuk berjualan

Zona yang dapat digantiganti sesuai dengan konteks site sekitar

Zona bagi pengguna untuk duduk istirahat atau menunggu BST

Zona residual di bawah tribun yang digunakan untuk pendukung Plug-in Zone

Competition Works SOLO - SELOW

Ide awal bangunan adalah menghubungkan semua kalangan ekonomi masyarakat kota dalam suatu wadah yang dikatalisasi oleh fungsi transportasi. Wadah tersebut diolah dengan pendekatan konteksutal secara budaya dan rancangan pemenuhan kebutuhan. Berdasarkan ide tersebut, halte bus BST ditransformasikan, dari singlefunction menjadi multi function. Objek mewadahi beberapa fungsi yaitu relaksasi bagi pegawai kantoran yang ditunjang oleh fasilitas berjualan bagi warung dengan kearifan lokal, angkringan.

51


ROOFING Insulated Aluminium Composite Panel

LIGHTING VOID COVER Suspended Acrylic Panel

UPPER STRUCTURE FRAMING Hollow Steel Beam

ARC SHAPED SHADING Tensile Polyester Fabric Membrane Membran shading ini nantinya diharapkan dapat menjadi wadah kreativitas masyarakat untuk dapat dilukis atau dibatik pada event tertentu.

STRUCTURAL COLUMN Hollow Steel Beam Filled with Concrete

INFORMATION BANNER Printable Composite Vinyl Banner Informasi penting mengenai trayek, nomor penting, peta solo, dan beberapa informasi tambahan sesuai dengan tipe plug-in halte Work Type iklan umum, lowongan kerja Health Type iklan kesehatan, anjuran hidup sehat Leisure Type iklan wisata seputar Solo Raya Education Type local wisdom quote, informasi

EASY GRIP HANDRAIL Stainless Steel Hollow Pipe

MULTI PURPOSE TRIBUNE Tribun ini digunakan sebagai tempat duduk bersama untuk menunggu kedatangan bis pada saat waktu operasional BST dan dapat digunakan sebagai fungsi lain diluar waktu operasional (malam hari, hari libur, dsb). Karena kapasitasnya besar, dapat dipakai bercengkrama dengan banyak orang

CIRCULATION ZONE Steel Frame Concrete Slab Ruang tersembunyi dibawah multi-purpose tribune yang fungsinya juga disesuaikan dengan konteks masing-masing kebutuhan kategori titik site Work Type smoking area & ruang santai Health Type fresh food vending machine Leisure Type lesehan & ruang santai Education Type mini library

PLUG - IN SPACE

Steel Frame Concrete Slab

FOOD VENDOR SPACE untuk para UMKM, pedagang kakilima, pedagang asongan yang ingin mendagangkan usahanya. Work Type : Asongan dorong, makanan berat Health Type : Makanan Sehat & Higienis Leisure Type : Asongan dorong, Makanan Khas 54 Type: Makanan Sehat & Higienis Education

Merupakan ruang yang disesuaikan (dimodifikasi) dengan konteks kategori titik site Work Type Ruang main ayunan & Hammock Health Type Ruang Laktasi (menyusui) Leisure Type Ruang main ayunan & Hammock Education Type Ruang diskusi dan membaca


CIRCULATION ZONE

CIRCULATION ZONE

CIRCULATION ZONE

CIRCULATION ZONE

CIRCULATION ZONE

PAGI HARI KERJA Halte ramai penumpang bst transit; Dimanfaatkan jual beli kopi lokal & sarapan sehat cepat saji

MALAM HARI KERJA Halte ramai oleh penumpang bst & penikmat jajanan malam.; Dimanfaatkan untuk kuliner angkringan

CIRCULATION ZONE

CIRCULATION ZONE

CIRCULATION ZONE

CIRCULATION ZONE

SIANG HARI KERJA Halte diisi pegawai istirahat; Dimanfaatkan jual beli makanan sehat

CAR FREE DAY Halte ramai pengunjung kegiatan CFD; Dimanfaatkan jual beli kuliner unik dan sebagai panggung hiburan.

55


DRAWING & SKETCHES Hand Drawing Typology : Abstract, Character, Architectural

Projects & MIsc - Drawing and Hands On

Media : Ink, Marker, Pencil, at any paper

56


HANDS ON Typology Media

: Studio Task, Commision Work for Final Studio, : Ivory, Birmet, Trip/Duplex, Yellowboard, etc.

Project : Health Care Center | Airport Client : Deva Bagus Zhafran & Anggraeni Budi Partner : Agung Nugroho. M Rochbani, Bimo Haryono, Abizhar Shobirin

57


GRAFFITI & MURAL Hand Drawing,

Projects & MIsc -Graffiti & Mural

Typology Media

58

: Lettering, Character, Abstract, Conceptual Drawing : mostly spray paint, wall paint, at any wall, board / triplex, etc.


59


to be continue & thank you!

PAN D U NAZAR R U SAD I E : pandunazar@gmail.com M : +62 812 9655 2987 Jakarta - Surakarta Instagram : @pandunr Twitter : @pandarsd Facebook : facebook.com/pandurusadi WordPress : pandarsd.wordpress.com 2018.

Profile for Pandu Nazarrusadi

Undergraduate Architecture Portfolio - ID Ver.  

I am an open minded undergraduated student of architecture, who like to experiment through design and the way of thinking while maintain cor...

Undergraduate Architecture Portfolio - ID Ver.  

I am an open minded undergraduated student of architecture, who like to experiment through design and the way of thinking while maintain cor...

Profile for pandunr
Advertisement