Issuu on Google+

EDISI KHUSUS PEMILU 2009

SUARA KPU MELAYANI RAKYAT MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA

2009

EDISI 1 Mei - 20 Mei 2009

1

Bakal Capres/Cawapres Mendaftar ke KPU

FOKUS

2

Datang Bersama Pendukung

SEPUTAR KPU

3 4 5 6 7

RSPAD Periksa Kesehatan Capres/Cawapres Penetapan Hasil Pemilu Legislatif

Perpanjangan Pendaftaran Pemilih

PUBLIK SMS Sosialisasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilpres Obama Indonesia di Lomba Foto KPU

Diterbitkan : Media Center Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jl. Imam Bonjol No 29 Jakarta Telp. (021) 314 5955 Hunting Fax. (021) 314 5855 SMS Center: 085310252527 website: www.kpu.go.id Mau tahu semua info dan panduan Pemilu 2009?

2009

MEDIA CENTER

klik..... http://mediacenter.kpu.go.id Indonesia

Dari kanan ke kiri: Pasangan M. Jusuf Kalla-Wiranto, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono mendaftar ke KPU (9 Mei 2009).

Bakal Capres/Cawapres Mendaftar ke KPU Pada akhir pekan, Sabtu (16/05), suasana di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Imam Bonjol Jakarta begitu meriah. Karpet merah digelar menyambut tiga pasang bakal calon presiden/wakil presiden (capres/cawapres) mendaftar ke KPU. Pasangan yang pertama mendaftar sebagai pasangan bakal calon Presiden/Wakil Presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 adalah M. Jusuf Kalla–Wiranto yang datang ke KPU sekitar pukul 11.00 WIB. Pasangan kedua yang mendaftar adalah M egawati S oek arnoputri–Prabowo Subianto. Pasangan ini mendaftar ke KPU sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara itu bakal c a p re s / c aw a p re s S u s i l o B a m b a n g Yudhoyono–Boediono adalah pasangan terakhir yang mendaftar ke KPU. Pasangan ini mendaftar sekitar pukul 15.00 WIB. Ketiga pasang bakal calon presiden/wakil presiden ini disambut langsung oleh ketua dan semua anggota KPU. Sebelum pasangan bakal calon menyerahkan berkas pendaftaran, Ketua KPU memberikan pengantar dan penjelasan singkat mengenai persyaratan bagi parpol/gabungan parpol yang berhak mengajukan capres/cawapres, jadwal pemeriksaan kesehatan, waktu verifikasi berkas persyaratan, jadwal kampanye

sampai waktu pemungutan suara Pilpres 2009 yang jatuh pada 8 Juli 2009. “Setelah memasukkan berkas, kami mohon para bakal calon melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujar Ketua KPU A. Hafiz Anshary saat memberikan penjelasan. Atas rekomendasi IDI, KPU telah menetapkan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD) sebagai tempat pemeriksaan kesehatan bakal calon capres/cawapres. Pemeriksaan kesehatan dilakukan mulai dari 11-18 Mei 2009. Setelah menyerahkan berkas persyaratan, masing-masing pasangan bakal capres/cawapres diberik an waktu memberikan sambutan. Semua pasangan bakal calon mengharapkan Pilpres 2009 dapat berjalan dengan aman dan damai ser ta meminta KPU untuk dapat menyelenggarakan Pilpres dengan sebaikbaiknya. Ketua KPU A.Hafiz Anshary mengungkapkan, KPU bertekad bulat melaksanakan Pilpres 2009 dengan sebaikbaiknya dan meminta dukungan dari semua pihak agar Pilpres berjalan jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia. “Yang kami lakukan tidak akan maksimal tanpa dukungan semua pihak. Untuk penegakan kejujuran dan keadilan (dalam Pilpres) diperlukan kerjasama semua pihak,” ungkap Hafiz.***


2009

fokus

MELAYANI RAKYAT MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA

SUARA KPU

Datang Bersama Pendukung Ada banyak cara dilakukan pasangan bakal calon presiden (capres)/calon wakil presiden (cawapres). Tiga pasangan bakal capres dan cawapres datang ke KPU dengan diiringi pendukungnya. Ada yang berjalan kaki, ada juga yang datang dengan mobil. Bersama ratusan pendukungnya, p a s a n g a n Muhammad Jusuf Kalla (JK)-Wiranto datang pertama kali ke KPU dengan berjalan kaki dari kediaman JK di Jalan Diponegoro, Menteng ke Jalan Imam Bonjol. Para pendukung itu membawa spanduk bertuliskan "Relawan Pendukung JK-Wiranto". Dengan iringan rebana dan tanjidor, JK-Wiranto bersama simpatisan Golkar dan Hanura tiba di kantor KPU sekitar pukul 11.00 WIB. JK-Wiranto didukung Partai Golkar dan Partai Hanura yang memperoleh 125 kursi DPR dan sekitar 18 persen suara pemilu. Dengan demikian, pasangan ini memenuhi ketentuan UU yang mensyaratkan pasangan caprescawapres didukung partai yang memiliki 20 persen total kursi DPR atau 25 persen total suara nasional. D a l a m s a m b u t a n ny a k e t i k a mendaftar, JK-Wiranto mengklaim yang paling cepat di antara pasangan caprescawapres yang lain. Kalla mengatakan, kecepatan memang akan menjadi modal dirinya dalam memimpin negara apabila memenangi Pilpres 2009. "Jika terpilih, kami berjanji akan lebih baik. Kamilah pasangan yang pertama kali berkoalisi, pertama kali deklarasi, dan pertama kali mendaftar," kata Kalla. Menurut Kalla, perpaduan dirinya dengan Wiranto sebagai sesuatu yang cocok dan saling mengisi. "Hanura itu nomor 1 (nomor partai dalam pemilu), Golkar itu nomor 23. Jadi kalau digabung l,2,3,"ujar Kalla disambut tawa pendukungnya. Ia berjanji mengedepankan sektor ekonomi kerakyatan. Sekitar pukul 13.00, rombongan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto yang berangkat dari kediaman Mega di Jalan Teuku Umar tiba di KPU sekitar pukul 13.00. Saat mendaftar dengan diiringgi ratusan pendukung dari PDIP dan Gerindra, Mega menggunakan baju merah, sedangkan Prabowo mengenakan baju berwarna putih. Ketika memberikan pengantar, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung sempat bergurau. "Ibu Mega dan Pak Prabowo adalah pasangan paling cocok dan paling cantik," ujar Pramono disambut tawa para pendukung. Dalam sambutannya, Megawati berharap Pemilu Presiden berjalan dengan baik. "Kami berdua berharap

hal-hal yang terjadi pada waktu pemilu legislatif jangan terulang lagi, sehingga pelaksanaan Pemilu Presiden akan dapat diselenggarakan sesuai aturan main yang ada," ujar Mega. Sementara Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Hanura, mengatakan, pinangan Megawati kepadanya adalah kehormatan besar. "Kita (Gerindra) bergabung (dengan PDIP) karena kita punya nilai perjuangan terhadap r a k y a t m i s k i n d a n m e m b a n g u n I n d o n e s i a .” Dua jam kemudian, pada pukul 15..00 giliran pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono mendaftar ke KPU. Pasangan yang didukung 23 parpol itu mengenakan baju batik biru. Pada kesempatan itu, SBY menegaskan kesiapannya berkompetisi secara sehat dalam Pilpres mendatang. "Doa restu Saudara-Saudara amat penting karena apabila Allah SWT memberikan rida-Nya dan rakyat Indonesia memberikan mandatnya kepada kami berdua untuk menjadi Presiden dan Wapres pada periode 2009-2014, segala yang kami lakukan pada hakikatnya adalah untuk seluruh kepentingan rakyat Indonesia." SBY berharap kompetisi dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 dapat berjalan tertib, sehat, ksatria, dan bermartabat. "Dengan demikian, meskipun kompetisi bisa keras dalam politik, rakyat tetap tenteram, teduh, dan tenang, serta akan menjadi pembelajaran politik, pembelajaran demokrasi yang baik di negeri tercinta ini," kata SBY. Pada kesempatan itu, SBY meminta KPU agar permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) dapat diselesaikan dengan baik dan tidak mengganggu jalannya Pilpres 8 Juli mendatang. "Kami berharap permasalahan itu akan selesai dan DPT tidak akan mengganggu kompetisi kami pada Pilpres 2009 ini," kata SBY. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menjelaskan, pendaftaran pasangan capres-cawapres berakhir pada 16 Mei 2009. KPU memverifikasi pendaftaran hingga 18 Mei 2009. Kemudian, pada 19 sampai 25 Mei merupakan waktu perbaikan. "Ada verifikasi ulang, setelah itu diumumkan pada 3 Juni 2009," ungkapnya. Penetapan capres-cawapres akan dilakukan pada 8 Juni 2009, s e d a n g k a n pengundian nomor urut pada 9 Juni 2009. Adapun masa kampanye pada 12 Juni-4 Juli 2009. Setelah itu masa, tenang dan pemungutan pada 8 Juli 2009.***

2


MELAYANI RAKYAT MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA

seputar KPU

2009

RSPAD Periksa Kesehatan Capres/Cawapres Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto melakuk an pemeriksaan kesehatan bak al calon presiden/wakil presiden. Selain kesiapan berbagai peralatan pemeriksaan, tim penilai kesehatan capres/cawapres juga telah siap melaksanakan tugasnya. Kesiapan ini disampaikan Kepala RSPAD Brigjen TNI dr. Supriyantoro Sp. P, MARS, Ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr.dr. Fachmi Idris beserta Tim Penilai Kesehatan Capres/Cawapres, serta anggota KPU yang juga koordinator Pokja Pendaftaran Capres/Cawapres Syamsul Bahri pada konferensi pers di RSPAD, Jakarta (12/05). Syamsul Bahri mengatakan, KPU telah menetapkan jadwal pemeriksaan kesehatan bakal capres/cawapres pada 11-18 Mei 2009. “Capres/cawapres harus mendaftarkan diri terlebih dahulu ke KPU agar bisa mendapatkan surat pengantar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di RSPAD,” kata Samsul seusai meninjau ruang pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim yang ditunjuk oleh PB IDI. “Tim penilai terdiri atas tim pengarah, tim pelaksana, tim pemeriksa, dan tim pendukung,” ujar Ketua PB IDI Fachmi Idris. Sementara tim penilai kesehatan terdiri atas dokter spesialis dan subspesialis, paramedik, dan tenaga nonmedik dengan jumlah sebanyak 29 anggota tim pemeriksa dari IDI dan 14 dokter dari RSPAD. Pada kesempatan yang sama, Kepala RSPAD Brigjen TNI dr. Supriyantoro Sp. P, MARS mengungkapkan, RSPAD siap menerima bakal capres/cawapres yang melakukan pemeriksaan kesehatan. “Kami sudah mempersiapkan ini (pemeriksaan kesehatan) sesuai petunjuk dari KPU,” ujarnya. Ia juga menjamin tim penilai adalah para dokter yang sudah berpengalama, kredibel, dan profesional. Jenis pemeriksaan yang akan dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan capres/cawapres, antara lain MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory/instrumen psikiatrik untuk melihat profil kepribadian seseorang pada

Anggota KPU Syamsul Bahri (paling kanan) meninjau persiapan peralatan kesehatan untuk bakal capres dan cawapres di RSPAD Gatot Subroto (12/05).

suatu saat); penyakit dalam; bedah, neurologi; kandungan (ginekologi) khusus bagi bakal calon perempuan; wawancara psikiatri; THT dan audiometri nada murni; jantung dan pembuluh darah; paru; radiologi thoraks; USG Abdomen; Ekokardiografi; pengambilan sample laboratorium; dan USG transvaginal. Pemeriksaan dimulai pagi hari mulai pukul 07.30. Proses pemeriksaan kesehatan bakal capres/cawapres ini membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, tim penilai segera mengumpulkan seluruh hasil, lalu mendiskusikan hasil pemeriksaan, membuat kesimpulan dan rekomendasi. ”Hasil pemeriksaan sudah bisa disampaikan ke KPU esoknya,” ujar Supriyantoro.***

Tiga bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Pemilu Presiden (Pilpres) 2009 sudah menjalani tes kesehatan. Selain diperiksa fisik, bakal caprescawapres harus menjalani tes psikologi di RSPAD Gatot Subroto. Dua pasangan, Jusuf Kalla-Wiranto dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pada Minggu (17/05). Esoknya, pada Senin pasangan Susilo Bambang YudhoyonoBoediono menjalani pemeriksaan kesehatan. Kedatangan pasangan capres dan cawapres itu disambut Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigjen (CKM) dr Suprijantoro yang juga penanggung jawab tim pemeriksaan, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Fahmi Idris dan anggota KPU, Syamsul Bahri dan Andi Nurpati Menurut Kepala RSPAD Gatot Soebroto, semula dijadwalkan dalam sehari hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap satu pasangan capres-cawapres. ”Namun, rencana ini diubah menjadi dalam sehari diperiksa dua pasangan capres-cawapres,” kata Suprijanto. Pemeriksaan terhadap pasangan capres-cawapres ini dilakukan oleh 43 dokter yang terdiri atas 29 dokter dari

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan 14 orang dokter dari RSPAD. Pemerikasaan ini dilakukan sebagai syarat untuk maju dalam pemilihan presiden 8 Juli. Suprijantoro menjelaskan, pemeriksaan meliputi psikiatrik (kejiwaan) serta 10 parameter sehat untuk jantung dan pembuluh darah, neurologi (saraf), sistem per-napasan, mata, telinga hidung tenggorokan (THT), sistem hati dan pencernaan, sistem urgonital (ginjal dan saluran kemih), dan sistem muskuloskeletal (alat gerak). Anggota KPU Syamsul Bahri mengatakan, pemeriksaan kesehatan terhadap para bakal capres-cawapres merupakan salah satu persyaratan sebelum para kandidat dinyatakan lolos menjadi capres-cawapres oleh KPU. ”KPU menyerahkan sepenuhnya tahapan dan hasil pemeriksaan kesehatan para kandidat kepada tim dokter. Semuanya nanti dipertimbangkan secara komprehensif sesuai hasil pemeriksaan tim dokter," kata Syamsul. Sementara anggota KPU Andi Nurpati mengungkapkan, tim dokter akan langsung mengadakan rapat pleno untuk mengetahui hasil pemeriksaan,” ujar Andi. Tes kesehatan langsung menghasilkan rekomendasi dan kesimpulan untuk diserahkan kepada KPU.

3

SUARA KPU

Tes Kesehatan bagi Bakal Capres dan Cawapres


2009

seputar KPU

MELAYANI RAKYAT MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA

Penetapan Hasil Pemilu Legislatif KPU akhirnya menetapkan mengklarifikasi penghitungan perolehan kursi DPR bagi partai dan alokasi kursi di setiap daerah politik (parpol) peserta Pemilu pemilihan. Dalam pertemuan Legislatif 2009. Ketetapan itu terbuka selama kurang lebih lima diputuskan melalui Surat jam tersebut, anggota KPU I Keputusan (SK) KPU Nomor Gusti Putu Artha memaparkan 259/Kpts/ KPU/Tahun 2009 perolehan kursi di 77 dapil. tentang Penetapan Perolehan Kursi Setelah dipaparkan, didapatkan Partai Politik Peserta Pemilu pergeseran angka perolehan kursi Anggota DPR dalam Pemilu 2009. di semua partai politik yang lolos Ketua KPU Abdul Hafiz parliamentary threshold (PT). Anshary mengatakan, tidak ada lagi Perolehan kursi tiap parpol perubahan perolehan kursi parpol berdasarkan hasil validasi KPU setelah penetapan ini. Karena itu, adalah Partai Demokrat 150 parpol atau gabungan parpol bisa Komisioner KPU bersama wakil dari parpol mengikuti penetapan (sebelumnya 148), Partai Golkar menggunakan SK ini untuk hasil Pemilu Anggota DPR dan DPRD di KPU (09/05) 107 (sebelumnya 108), PDIP 95 mendaftarkan pasangan bakal calon (sebelumnya 93), PKS 57 presiden dan wakil presiden. Perolehan kursi dan suara pada (sebelumnya 59), PAN 43 (sebelumnya 42), PPP 37 Pemilu Legislatif 9 April 2009 merupakan salah satu syarat (sebelumnya 39), PKB 27 (sebelumnya 26), Gerindra 26 pendaf taran yang harus dipenuhi pasangan calon presiden dan (sebelumnya 30), Hanura 18 (sebelumnya 15). calon wakil presiden. Anggota KPU I Gusti Putu Artha menjelaskan, perubahan Berdasar rekapitulasi penghitungan suara secara nasional jumlah kursi karena ada kesalahan teknis. "Ketika proses pada 9 Mei 2009, KPU menetapkan perolehan suara 38 partai perhitungan, ada problem pada komputerisasi dan belum sempat politik nasional dan perolehan suara calon anggota DPD. Total kami kroscek mendalam. Kemudian pukul 11 malam kami suara sah untuk Pemilu Anggota DPR yang berasal dari 33 umumkan. Informasi itu belum akurat dan kami akui itu salah Provinsi (77 daerah pemilihan) adalah sebanyak 104.099.785. satu kelemahan," kata Putu. “Penetapan kursi yang dibacakan di depan parpol pada 14 Mei Putu menyampaikan permintaan maaf terkait bukanlah penetapan kursi berdasarkan revisi penetapan 9 Mei ketidaknyamanan parpol akibat perubahan jumlah kursi. Putu 2009,” ujar Hafiz. menegaskan bahwa kursi parpol belum ditentukan secara resmi Pada Rabu malam hingga Kamis dini hari (14/05), anggota sebelum diplenokan KPU. "Kalau parpol tidak nyaman, kami KPU dan saksi partai politik mengadakan pertemuan untuk minta maaf atas ketidaknyamanan itu," tutur Putu.***

SUARA KPU

TPS Khusus di 340 Asrama Luar Negeri Untuk memudahkan warga Indonesia yang bekerja di luar negeri dalam memilih presiden/wakil presiden pada 8 Juli 2009, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus di 340 asrama pekerja Indonesia di luar negeri. Ketua KPU A.Hafiz Anshary mengungkapkan, pembukaan TPS khusus ini untuk memudahkan pemilih yang bekerja di luar negeri menggunakan hak pilihnya. Selain itu untuk warga Indonesia lain yang berada di luar negeri, KPU saat ini juga sedang mengusahakan membuka di TPS di luar kantor perwakilan Indonesia. Menurut Hafiz, KPU mengusahakan ada TPS di luar perwakilan karena kalau harus ke perwakilan jauh. “Mereka (WNI) tersebar di mana-mana. Tidak gampang karena di satu negara hanya ada satu perwakilan (kantor perwakilan Indonesia). Bahkan, ada satu perwakilan untuk beberapa negara,” ujar Hafiz seusai bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno di Kantor KPU, Jakarta (14/05). Beberapa kesulitan yang dialami KPU dalam mendata pemilih di luar negeri dan tenaga kerja luar negeri (TKLN) adalah perbedaan data jumlah pekerja yang dikeluarkan departemen-daparteman terkait. Kesulitan juga ditemukan saat mendata TKLN yang bekerja di tempat-tempat yang tidak mudah melakukan pendataan, seperti di kilang-kilang minyak Malaysia maupun para TKLN yang bekerja sebagai pembantu

rumah tangga di Arab Saudi. Banyaknya TKLN yang tidak melapor saat berpindah domisili juga menjadi kendala tersendiri dalam pendataan. Hari pemungutan suara yang bukan merupakan hari libur di negara tempat TKLN bekerja juga menjadi kendala tersendiri bagi TKLN untuk datang ke TPS. “Sebab itu, kami harus melakukan pendekatan (kepada pemerintah tempat TKLN berada) agar mereka bisa memilih pada 8 Juli 2009,” kata Hafiz. Pada kesempatan yang sama, Menakertrans mengatakan, hal penting dari pertemuan dengan KPU adalah untuk memberikan kemudahan dan fasilitas bagi TKLN dan warga Indonesia yang berada di luar negeri dalam melaksanakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden 8 Juli 2009. Poin penting lainnya adalah mengenai sosialisasi bagi TKLN yang ada di luar negeri dan yang akan berangkat ke luar negeri sebelum pemilu presiden (Pilpres). “Calon TKLN dan TKLN kondisinya berbeda dengan warga Indonesia yang lain. Bila memungkinkan diberi kelenturan regulasi agar mereka tetap dapat menggunakan hak pilihnya,” ujar Erman. Jumlah TKLN saat ini sebanyak 2.450.000 yang terdaftar di DPT Pemilu Legislatif lalu 956.656 dan yang memberikan suaranya sebanyak 251.479. Selanjutnya, KPU akan mendata dan memasukkan nama-nama pemilih di 340 asrama TKLN ke dalam DPT Pilpres agar mereka dapat menunaikan hak pilihnya.***

4


MELAYANI RAKYAT MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA

seputar KPU

2009

Tiga Pasangan Capres dan Cawapres Lolos Tes Kesehatan Tim RSPAD Gatot Subroto yang memeriksa kemampuan jasmani dan rohani capres dan cawapres menyerahkan hasil pemeriksaan kepada KPU di Gedung KPU (19/04) pukul 20.30 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga bakal pasangan capres/cawapres lolos. Pada saat penyerahan berkas pemeriksaan yang berlangsung di ruang Ketua KPU A. Hafiz Anshary, hadir semua anggota KPU. Hasil pemeriksaan diserahkan langsung oleh Direktur RSPAD dr. Supriyantono Sp. P, MARS yang didampingi oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) beserta Tim Penilai Kesehatan capres/cawapres seperti Penasehat PB IDI Dr. Broto Wasito dan Ketua Majelis Pengembangan dan Pelayanan Keprofesian PB IDI Prof. Zubairi Djoerban. Setelah berkas pemeriksaan diserahkan, KPU langsung melakukan rapat pleno guna membahas hasil pemeriksaan tersebut. Rapat yang dipimpin langsung oleh oleh Ketua KPU A. Hafiz Anshary dan dihadiri oleh anggota KPU. Setelah melalui beberapa diskusi kecil, berkas hasil pemeriksaan kesehatan dibuka untuk segera dibahas dan dipelajari. Setelah itu, semua peserta rapat pleno sepakat menugaskan koodinator Pokja Pencalonan Capres/Cawapres Syamsul Bahri untuk memberikan keterangan kepada wartawan di Media Center KPU.

Dalam penjelasannya saat konferensi pers, KPU Syamsul Bahri menegaskan bahwa ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden telah memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani. “Hasil pleno yang membahas surat dari tim dokter telah memutuskan bahwa ketiganya memiliki kemampuan jasmani dan rohani untuk melaksanakan tugastugas presiden dan wakil presiden dan telah memenuhi syarat untuk ditinjau dari persyaratan jasmani dan rohani.” Lebih lanjut Syamsul mengatakan persyaratan mampu secara jasmani dan rohani merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden sesuai ketentuan undang-undang. Syamsul menjelaskan, ada tiga prinsip yang digunakan dalam penilaian kesehatan mampu secara jasmani dan rohani bakal capres/cawapres. Pertama, bakal calon tidak harus bebas dari penyakit dan kecacatan. Namun, setidaknya dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna. Kedua, tidak memiliki penyakit yang diperkirakan akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik dalam lima tahun ke depan. Ketiga, memiliki kesehatan jiwa sedemikian rupa, sehingga tidak kehilangan kemampuan dalam melakukan observasi, menganalisis, membuat keputusan, dan mengkomunikasikannya. ***

KPU bersungguh-sungguh memperbaiki kekurangan Sebanyak 445 orang yang mengadu ini telah yang ada dalam pemilihan legislatif pada Pemilu Presiden. mengirimkan data-datanya. Semua data yang masuk ke Apalagi yang menyangkut pemutakhiran data pemilih, Email Center KPU telah dikirimkan ke KPU Kabupaten/Kota KPU bekerja keras untuk memperbaikinya. Untuk itu, KPU dan akan diteruskan ke PPS sesuai domisili pemilih untuk sangat intensif melakukan strategi sosialisasi pemutakhiran dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit). Apabila data DPT pemilu presiden. yang bersangkutan sudah masuk Sosialisasi DPT gencar dalam DPS Pilpres, maka PPS dilakukan melalui running text di tidak perlu lagi menindaklanjuti beberapa stasiun teve, seperti TV data dari Email Center ini agar One, Metro TV, SCTV, TVRI, Global tidak terdaftar ganda. T V, TPI, Trans 7, dan AnT V. ditemukan data pemilih yang Pesannya berisi ajakan bagi belum terdaftar di DPS Pilpres, pemilih yang belum terdaftar padahal yang bersangkutan pada Pemilu Pilpres untuk sesuai data KTP-nya memenuhi mendaftarkan diri. Strategi syarat sebagai pemilih dan sosialisasi lainnya dilakukan lewat berdomisili di wilayah tugas PPS penyebaran materi sosialisasi tersebut, mak a PPS wajib pemutakhiran DPT. Media Center mendatangi pemilih yang KPU telah mengirim poster, stiker, bersangkutan sesuai alamatnya, dan spanduk kepada KPU provinsi melakukan pemeriksaan dan d a n k a b u p a t e n . T i d a k Bung Pena membagikan poster pemutakhiran DPS Pemilu Coklit. Jika memang pemilih yang Presiden di Masjid Istiqlal, Jakarta (01/05). ketinggalan, iklan layanan bersangkutan memenuhi syarat masyarakat yang mengingatkan agar pemilih yang belum sebagai pemilih, segera dimasukkan dalam DPT Pilpres. terdaftar dalam DPT Pemilu Pilpres segera mendaftar. Untuk memastikan apakah sudah terdaftar, pemilih Medium lainnya yang digunakan untuk pemutakhiran diharapkan memeriksa namanya di DPS Pilpres 2009 pada DPT adalah melalui email center. Email Center ini dibuka 11-17 Mei 2009 di Kelurahan atau RT/RW setempat. Jika oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada halaman website belum terdaftar, pemilih segera mendaftarkan diri kepada http://mediacenter.kpu.go.id yang ditujukan bagi pemilih PPS di kelurahan atau RT/RW setempat.*** yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Legislatif 2009.

5

SUARA KPU

Sosialisasi Massif Pemutakhiran DPT


2009

publik

MELAYANI RAKYAT MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA

SMS Sosialisasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilpres Berbagai ragam cara dilakukan KPU untuk melakukan mengumumkan DPS Pilpres di kelurahan, tetapi juga di RT/RW sosialisasi pemutakhiran daftar pemilih untuk Pemilihan setempat. “Agar masyarakat bisa lebih dekat untuk Umum Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) 2009. Kali ini, KPU mencermati namanya ada atau tidak (dalam DPS Pilpres),” meluncurkan SMS Broadcast Pemutakhiran Daftar Pemilih ujar Endang pada konferensi pers SMS Broadcast Pilpres 2009 Pilpres 2009 kepada lebih dari 170 juta di Jakarta (5/5). Hadir juga dalam nomor pelanggan seluler di Indonesia. konferensi pers, perwakilan para Dalam program SMS sosialisasi ini, penyelenggara telekomunikasi dan KPU menggandeng 10 penyelenggara Kepala Pusat Informasi dan Humas telekomunikasi ((PT. Telkom, PT Depkominfo Gatot S. Dewa Broto. I n d o s a t , P T Te l k o m s e l , P T Dengan berbagai strategi Excelcomindo Pratama, PT Bakrie sosialisasi ini, Endang berharap, DPT Telecom, PT Mobile 8 Telecom, PT Pilpres 2009 menampung semua Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, warga masyarakat Indonesia yang PT Hutchinson CP Telecommunicatios mempunyai hak pilih agar bisa Indonesia, PT Natrindo Telepon Seluler, memberikan hak suaranya pada d a n P T S m a r t Te l e co m ) d a n Pilpres 8 Juli 2009. bekerjasama dengan Departemen Pesan singkat yang berbunyi K o m u n i k a s i d a n I n f o r m a t i k a KPU meluncurkan SMS Broadcast Pemutakhiran Daftar “Pemilu Presiden 8 Juli 2009. Pastikan (Depkominfo). Anda terdaftar pada DPS. Segera cek Pemilih Pilpres 2009 kepada lebih dari 170 juta nomor A n g g o t a K P U y a n g j u g a pengguna seluler di Indonesia ke PPS di Kelurahan atau RT/RW s/d koordinator Pokja Sosialisasi KPU 10 Mei 2009. Cek kembali pada 11-17 Endang Sulastri mengungkapkan, pengiriman SMS ini untuk Mei 2009” dikirimkan ke 170.209.570 nomor telepon seluler memotivasi masyarakat agar turut berpartisipasi mengecek pada 5 Mei–9 Mei 2009. namanya pada pengumuman daftar pemilih sementara (DPS) Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Pilpres 2009 yang akan diumumkan pada 11-17 Mei 2009 Dewa Broto menyatakan, sosialisasi melalui pengiriman SMS dan menghubungi PPS di keluruhan atau RT/RW setempat secara massal ini akan cukup efektif. “Karena dapat langsung jika belum terdaftar. menjangkau para pengguna jasa layanan telekomunikasi Untuk memudahkan masyarakat mengecek namanya seluler dan FWA (Fixed Wireless Acces) di seluruh Indonesia dalam DPS Pilpres, Endang menjelaskan, KPU sudah maupun yang sedang berada di luar negeri,” ujar Gatot.*** berkoordinasi dengan KPU Kabupaten/Kota agar tidak hanya

SUARA KPU

Media Indonesia Minta Maaf ke KPU Pimpinan Media Group berkunjung ke Kantor KPU Jakarta (11/05) untuk berdialog dengan KPU. Kunjungan pimpinan Grup Media ini sekaligus menyampaikan permohonan maaf dan memberikan tanggapan atas klarifikasi editorial dan pemberitaan Media Indonesia. Rombongan Media Group dipimpin oleh Suryopratomo, News Director Media Group; Elman Saragih, Pemimpin Redaksi Harian Media Indonesia, serta pimpinan redaksi dan redaktur senior Media Indonesia dan Metro TV. Anggota KPU Endang Sulastri dan Heri Rakhmadi, Team Leader Media Center KPU berdialog bersama pimpinan Media Group. Endang Sulastri mengemukakan, KPU menerima berbagai kritikan dari masyarakat, khususnya media. “Kritik tidak masalah bagi KPU, tetapi jangan sampai kritik memberikan dampak negatif. Misalnya, masyarakat menjadi apatis dan tidak menggunakan hak pilihnya karena pemberitan negatif media,” ujar Endang. Ia mengharapkan Media Indonesia menyajikan informasi dan data yang akurat serta berimbang agar mampu melakukan pendidikan politik bagi masyarakat secara cerdas. Untuk itu, Endang berharap media melakukan konfirmasi kepada narasumber di KPU. Terkait dengan akurasi pemberitaan, Endang menyebutkan editorial di Media Indonesia pada 8 Mei 2009 yang berjudul “Lagi dan lagi KPU Tabrak Tenggat” tidak akurat karena tidak berdasarkan fakta yang ada. Selain itu, beberapa berita Media Indonesia sebelumnya juga tidak akurat.

6

Sebagai klarifikasi, Ketua KPU A Hafiz Anshary telah mengirimkan klarifikasi dan telah dimuat di Media Indonesia pada 12 Mei 2009. KPU menilai bahwa Editorial Media Indonesia yang menyatakan bahwa KPU menabrak tenggat rekapitulasi tingkat nasional tanggal 6 Mei 2009 tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 201 ayat (1) UU No 10 Tahun 2008 dan Peraturan KPU No 20 Tahun 2008. Dengan kata lain, KPU tidak melanggar undang-undang, kecuali jika penetapan hasil pemilu melewati tanggal 9 Mei 2009. Terhadap klarifikasi dari KPU itu, Redaksi Media Indonesia memahami penjelasan dari KPU. “Kami mohon maaf atas isi editorial yang membuat KPU tidak nyaman. Ke depan, kami akan lebih cermat,” kata Elman. Suryopratomo menambahkan, Media Indonesia akan mengedepankan keakuratan pemberitaan dan tidak semata mengandalkan keberanian. Pada kesempatan itu, kedua belah pihak juga mendiskusikan beberapa hal terkait dengan Pemilu Presiden. Pada akhirnya Media Indonesia dan KPU sepakat membangun hubungan yang lebih baik di masa depan. Dalam pesannya, Endang menyatak an KPU menyampaikan terima kasih atas kerja sama dalam pemberitaan penyelenggaraan Pemilu 2009 oleh Media Group. Apalagi, Metro TV merupakan salah satu televisi pemilu (the election channel) Indonesia. “Semoga ke depan kita bersama dapat membangun demokrasi dengan lebih santun dan beradab.”***


MELAYANI RAKYAT MENGGUNAKAN HAK PILIHNYA

publik

2009

KPUFoto KPU Obama SUARA Indonesia di Lomba Foto- foto yang masuk merupakan hasil pengambilan gambar Presiden Obama hadir di Komisi Pemilihan Umum (KPU). yang dilakukan oleh para pemilih pemula di tempat pemungutan Tunggu dulu, Obama yang datang itu bukanlah Barack H. suara (TPS)-nya masing-masing pada saat Pemilihan Umum Obama, Presiden Amerika Serikat (AS). Rupanya, Presiden Legislatif 9 April 2009. Dewan juri yang Obama mempunyai “kembaran” di menilai foto tersebut terdiri atas praktisi Indonesia. fotografi, akademisi, dan pihak KPU. Sekilas, kembaran Obama itu mirip Para juri itu adalah Syafriadi S. Yatim dengan Obama asli yang Presiden AS (Wakabiro Humas KPU), Henny S itu. Orangnya bertubuh jangkung dan Widyaningsih (Dosen Humas UI), Agus langsing dengan kulit gelap. Obama Suteja dan Ilham ‘Obama’ Anas Indonesia itu bernama Ilham Anas, (Fotografer Majalah HAI). Adapun seorang wartawan foto. kriteria penilaian lomba foto ini yaitu “Obama” datang pada penyerahan kesesuaian foto dengan tema, objek foto, hadiah Lomba Foto Pemilih Pemula estetika fotografi, dan kualitas informasi ‘Gak Milih Gak Gaya’ yang foto. diselenggarakan oleh KPU bekerjasama Penjurian yang dilakukan pada hari dengan Perhumas Muda. Lomba foto Indonesia (dua dari kanan) bersama pemenang ini mendapat antusiasme yang besar dari Obama Jumat, 24 April 2009 telah menghasilkan Lomba Foto Pemilih Pemula ‘Gak Milih Gak Gaya’di tiga pemenang utama, yaitu Berlianing para pemilih pemula, baik dari pelajar, Jakarta (04/05). Sari Pertiwi (Mahasiswi Jurusan Administrasi Negara Fisip UI) mahasiswa, maupun masyarakat umum yang berdomisili di sebagai Juara I, Alice Raga Dewi (Mahasiswi Jurusan Humas Jakarta Bogor Tangerang Bekasi. Fisip UI) sebagai Juara II, dan H. Panji Irawan Suharto Lomba foto dengan tema “Ekspresi Pemilih Pemula pada Saat Mengikuti Pemilihan Pertama Kali” ini berhasil menjaring (Mahasiswa Kedokteran Univ.Trisakti) sebagai Juara III. Para pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa uang sekitar 100 peserta pemilih pemula dari Jakarta dan sekitarnya masing-masing sebesar Rp 3.000.000 (juara I), Rp 2.000.000 dengan jumlah foto mencapai 300 buah. “Lomba foto ini adalah (juara II), dan Rp 1.000.000 (juara III). Selain tiga pemenang salah satu bentuk apresiasi KPU untuk para pemilih pemula utama, 10 foto terfavorit mendapatkan hadiah uang masingyang baru pertama kali ikut Pemilu,” ujar anggota KPU Endang masing sebesar Rp 250.000 serta 30 pengirim pertama Sulastri pada saat pengumuman pemenang Lomba Foto Pemilih mendapatkan hadiah hiburan berupa tas keren dan kaos dari Pemula ‘Gak Milih Gak Gaya’ di Hotel Borubudur, Jakarta KPU.*** (04/05).

Seluruh anggota KPU, termasuk penyelenggara pemilu di tingkat bawah, harus berkomitmen penuh dan bekerja keras agar semua kekurangan yang ada dalam Pemilu Legislatif 2009 dapat perbaiki dalam Pemilu Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2009. “Untuk itu, aspek sosialisasi menjadi bagian yang terpenting yang harus terus dimaksimalkan,” kata Ketua KPU A. Hafiz Anshary dalam pidato pembukaan workshop “Strategi Sosialiasasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang diselenggarakan KPU dan didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP). Workshop yang berlangsung selama tiga hari (15-17 Mei 2009) di Jakarta ini diikuti anggota KPU provinsi yang membidangi sosialisasi Pemilu Presiden. Selain Ketua KPU, anggota KPU yang hadir dalam pembukaan workshop sosialisasi adalah Endang Sulastri dan Abdul Aziz. Lebih lanjut Hafiz mengatakan, selain masyarakat umum atau publik, yang juga tidak kalah penting dilakukan adalah sosialisasi intensif untuk kalangan internal KPU dan juga penyelenggara pemilu di tingkat bawah. Mengapa? Itu karena dalam pemilu legislatif lalu, kata Hafiz, banyak kesalahan fatal yang terjadi di tingkat PPK dan juga PPS. Bahkan tidak jarang, kesalahan juga terjadi sampai tingkat KPU kabupaten. Strategi dan materi sosialisasi yang perlu

7

dikedepankan untuk kalangan internal penyelenggara pemilu, misalnya mengenai masalah surat suara yang sah dan tidak sah. “Saya kira ini penting untuk disosialisasikan agar tingginya suara tidak sah dapat berkurang,” tutur Hafiz. Menurut Hafiz, meski terlihat lebih mudah dibanding pemilu legilatif, tantangan sosialisasi pemilu presiden juga tidak kalah beratnya. Dalam pemilu legislatif, jarak antara para caleg dan masyarakat atau konstituen sangat dekat. Sementara dalam Pilpres, jarak antara masyarakat dengan para calon presiden yang umumnya tinggal di Jakarta terbilang jauh. Karena itu, beban sosialisasi menjadi lebih berat karena KPU harus mengedukasi publik secara lebih luas. ”Belum lagi, anggaran sosialisasi yang terbatas,” tambah Hafiz. Karena itu, Hafiz mengharapkan workshop sosialisasi dapat merumuskan strategi sosialisasi yang berdampak maksimal, meski dengan jumlah anggaran yang terbatas. Pada kesempatan yang sama, sebagai ketua panitia workshop, perwakilan UNDP-MDP Elections Mareska Mantik mengatakan workshop sosialisasi bagi anggota KPU provinsi merupakan kelanjutan dari workshop sosialisasi yang digelar pada Desember 2008 di Bandung. “Waktu itu, yang hadir sebagai peserta adalah staf Hupmas KPU. Karena melihat ada kebutuhan, kami lalu melakukannya lagi untuk KPU Provinsi,” kata Mareska.***

SUARA KPU

Strategi Sosialisasi Pilpres bagi KPU Provinsi


Lomba Foto Partisipasi Pemilih Pemula ‘Gak Milih Gak Gaya’


Suara KPU v6