Page 14

PALEMBANG EKSPRES

RABU, 13 feBRUARI 2013

TELEPON PENTING Polda Sumsel

:

Poltabes

:

Polsek IB I Polsek IB II Polsek It I Polsek It II

: : : :

(0711) 360404/ (0711) 310264 (0711) 513334, (SPK) (0711) 510455 (0711) 353014 (0711) 352973 (0711) 351607 (0711) 713344

Halaman 14

Polsek SU I : (0711) 510128 Polsek SU II : (0711) 510096 Polsek S Gerong : (0711) 596333/ (0711) 598144/ (0711) 598145 Polsek Sako : (0711) 820062 Polsek Gandus : (0711) 7365855 Polsek Sukarami : (0711) 411585 Polsek Kemuning : (0711) 7300930 KPPP Boombaru : (0711) 712386 Pos Laka Pakjo : (0711) 7920902 Kodim 0418 : (0711) 351637

Denpom 2/4

: (0711) 351843/ (0711) 374836

LBH Palembang : 0711 356153 e-mail : lbhplg@yahoo.com Posbakum Ikadin Palembang : 0811711830/ (0711) 7081830/ 08197830830 Pemadam Kebakaran : (0711) 312011 PDAM : (0711) 350079 PLn : (0711) 356911(0711) 358355

RSMH Palembang (Sentral) : (0711) 354088 RS Charitas : (0711) 350827 RSI Siti Khadijah : (0711) 311884 RS AK Gani : (0711) 354691 RS Muhammadiyah : (0711) 513144 RS Myria : (0711) 411610 RS ernaldi Bahar : (0711) 410354 Informasi telepon : 108 Layanan telegram : 165 SLI : 100 Pengakuran Jam : 103

Gangguan telepon Ambulance Bandara SMB II Informasi SMB II Vip Room SMB II Lanud StA Kertapati

: : : : : : :

117 118 (0711) 411778 (0711) 413695 (0711) 410159 (0711) 410376 (0711) 515555/ (0711) 510201 ULPK BBPoM Palembang : (0711) 371463 Perusahaan Gas negara : (0711) 717950

Tahanan Tewas, Kapolsek Dipropamkan PALEMBANG.PE - Merasa suaminya yang ditangkap dalam kasus pembunuhan kakak iparnya sendiri diduga dianiaya hingga tewas, maka Liana (30) dengan didampingi keluarga serta kuasa hukumnya Chairul S Matdiah SH melaporkan Kapolsek Mesuji, tempat suaminya ditahan, ke Unit Yanduan Bid Propam Polda Sumsel, kemarin siang (12/2). Warga Tebing Tinggi, Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten OKI ini merasa jika sebelum ditangkap suaminya yang bernama Zulfahmi (32) masih sehat dan tidak ada bekas luka-luka ditubuhnya. Namun, setelah tiga hari ditahan di Polsek Mesuji, suaminya dinyatakan tewas. Dalam laporannya Liana mengaku jika suaminya tewas pada (14/10/2012) lalu. Sedangkan penangkapan yang dilakukan oleh tujuh orang anggota Polsek Mesuji itu dilakukan

pada (11/10/2012) sekitar pukul 12.00 WIB, saat sedang memperbaiki mesin genset. Zulfahmi ditangkap karena diduga telah membunuh kakak iparnya sendiri bernama Edi. Namun, sebelum ditangkap tubuh Zulfahmi dalam keadaan sehat. Namun, setelah dinyatakan tewas, ditubuh Zulfahmi ditemukan sejumlah luka lebam, bahk a n betis kanan Zulfami juga mengalami luka tembak. “Waktu ditangkap suami aku diseret seperti apa saja. Dan waktu itu suami aku tidak melakukan perlawanan, karena yang membawanya tujuh orang. Tapi setelah tiga hari suami aku dinyatakan tewas. Di tubuhnya penuh luka lebam dan kakinya ditembak. Jadi

Bocah SD Dicabuli di Belakang Sekolah KAYUAGUNG.PE - Nahas dialami bocah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), sebut saja Bunga (8), warga Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI, yang telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan tetangganya sendiri bernama Ahmad Syarifudin (14), hingga korban Bunga saat ini masih trauma. Kini, tersangkanya Ahmad Syarifudin yang merupakan pengangguran itu saat ini ditahan di Polsek Mesuji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Walaupun dihadapan polisi tersangka tetap tidak mengakui kalau telah mencabuli korban, tetapi bukti hasil pemeriksaan medis kemaluan korban robek. Informasinya, tersangka Ahmad ditangkap pada Senin malam (11/2) dirumahnya, setelah polisi menerima laporan orang tua korban berisial AL (32), bahwa dirinya mendapati kalau anaknya menangis merasa sakit di kemaluan. ”Saat diperiksa secara medis di puskesmas, ternyata kemaluan anak aku robek,” ujar AL kemarin (12/2). Setelah didesak, korban mengaku kalau dirinya dicabuli oleh tersangka. Kejadiannya bermula saat pulang sekolah korban dijemput dan dipaksa untuk ikut ke belakang sekolah SD Negeri 25 Desa Pematang Panggang. Dibelakang sekolah itulah, korban dicabuli. Saat pulang kerumah korban menangis merasa sakit di kemaluannya sehingga hal ini diketahui oleh orang tuanya. Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung membekuk tersangka dan saat dintrogasi tersangka yang masih dibawah umur itu tidak mengakui perbuatannya. ”Aku tidak memperkosa di (korban, red). Aku hanya kemaluan aku tapi tidak sampai masuk kedalam,” kelit tersangka Ahmad yang mengaku nekat melakukan hal itu lantaran khilaf. Kapolsek Mesuji, AKP Dwi Handoko didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Barowi mengatakan, bahwa memang terjadi tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur. ”Korban masih duduk dibangku SD, sementara tersangka juga masih dibawah umur, kasus ini selanjutnya kita limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKI,” tegasnya. iaN

kami menduga suami aku dianiaya oleh polisi,” ucap Liana saat melapor. Sementara mertua korban Zulfahmi bernama Sidik (50), mengaku sewaktu menantunya ditangkap dirinya melihat langsung, kerena saat itu Zulfahmi dan dirinya sedang memperbaiki mesin genset.

“Aku melihat langsung, kalau dia (Zulfahmi, red) diseret seperti binatang saja. Padahal dia tidak melawan,” terang Sidik. Kuasa Hukum Liana, Chairul S Matdiah SH mengatakan, dirinya mendampingi Liana untuk melakukan laporan ke Propam Polda. Yang dilaporkan Kapolsek Mesuji Raya, karena diduga telah melakukan penganiyaan terhadap tahanan sehingga men-

inggal dunia. “Kelien saya membuat laporan ini karena merasa ada kejanggalan dengan kematian korban Zulfahmi. Karena ditubuhnya terdapat beberapa luka lebam. Dari hasil visum di rumah sakit juga tidak jelas, hanya dibilang tewas saja. Jadi dengan adanya laporan ini maka pihak Propam Polda dapat menindak lanjutinya,” tegas Chairul. Terpisah, Kapolsek Mesuji, AKP Dwi Handoko saat dihubungi sejumlah wartawan melalui telpon selulernya membantah jika telah melakukan penganiayaan seperti yang ditubuhkan. “Itu sama sekali tidak benar. Maaf saya sedang ada acara,” tutup Dwi singkat, Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP R Djarod Padakova SIk membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Laporannya sudah kita terima dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. JOE

MELAPOR

Liana yang melaporkan Kapolsek Mesuji ke Yanduan Bid Propam Polda Sumsel karena diduga telah menganiaya suaminya hingga tewas. foto BeRRY / PALPReS

PNS BPS Terseret KA Serelo

EMPATLAWANG.PE - Sewaktu hendak pergi ke sekolah, seorang pelajar Matin Dika (16), warga Kelurahan Jayaloka, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, malah dirampok tiga orang saat melintas di Desa Rantau Tenang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Akibat kejadian yang berlangsung kemarin (12/2) sekitar pukul 06.30 WIB, korban Matin harus kehilangan satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam BG 3469 ER. Informasi yang diterima Palembang Ekspres menyebutkan, korban yang masih duduk dibangku kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), seperti biasa pergi sekolah di daerah Terusan dengan mengunakan sepeda motor miliknya. Namun, saat dalam perjalanan menuju sekolahnya, tepatnya di Desa Rantau Tenang yang memang kondisinya cukup sepi, ternyata motornya dipepet tiga orang yang menggunakan satu motor. Diduga korban telah diikuti dari pasar Tebing Tinggi. “Setelah memepet motor aku, tiga orang itu lalu menodongkan senjata tajam, sambil mengancam aku untuk menyerahkan motornya. Karena kalah banyak akhirnya aku menyerah,” jelas Matin saat melapor ke Mapolsek Urban Tebing Tinggi. Kapolsek Urban Tebing Tinggi, Kompol Dili Yanto membenarkan kejadian tersebut. “Kita telah menerima laporan korban. Kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” singkatnya. FiR

DIRAWAT

Korban Vera Anria Satri yang dirawat di RSUD Lahat setelah tertabrak dihantam KA Serelo, jurusan Kertapati-Lubuk Linggau, di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. foto eKo / PALPReS

LAHAT.PE - Perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu kembali makan korban. Kali ini dialami, Vera Anria Satri (24), warga Perumnas Tiara, Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Kota Lahat dan Astri (24), warga Kelurahan Bandar Agung, dihantam KA Serelo, jurusan Kertapati-Lubuk Linggau. Akibat peristiwa yang terjadi kemarin (12/2) sekitar pukul 15.15 WIB, di pintu perlintasan kereta api wilayah RT 3 RW 1, Kelurahan RPJKA Bandar Agung, Kota Lahat tersebut, kedua korban yang berstatus PNS Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat, mengalami luka serius. Informasi dihimpun Palembang Ekspres, kedua korban melaju dari arah Jalan RE Martadinata Bandar Agung, menuju Jalan Kolonel H Barlian, menggunakan sepeda motor Yamaha Mio J BG 5667 ZI, yang

dikendarai korban Astri. Dengan membawa belasan botol air mineral, kedua korban melintas di perumahan PJKA. Diduga saat berada di pintu perlintasan kereta, korban Astri tidak melihat kiri kanan lagi. Padahal meluncur dari arah Palembang, KA Serelo dengan tujuan Lubuk Linggau. Suara tabrakan langsung terdengar, hingga suara benda keras terseret. Warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian langsung menuju lokasi. Sepeda motor dan kedua korban sempat terseret belasan meter, dengan botol air meneral beserak dimana-mana. Korban Astri mengalami cedera bahu kiri, lecet paha kanan dan dengkul. Namun, korban Vera mengalami cedera cukup serius, robek kening, luka robek bibir dan gigi atas lepas. Warga langsung melarikan kedua korban yang masih dalam keadaan sadar ke RSUD Lahat.

Sedangkan sepeda motor Yamaha Mio warna hitam milik korban Astri, mengalami rusak parah, setelah diseret kereta api belasan meter. “Kami cuma dengar suara benda keras diseret saja,” kata Agung Rudi Firmana, Ketua RT 3, Kelurahan RPJKA Bandar yang bermukim hanya beberapa meter dari lokasi kejadian. Kapolres Lahat, AKBP Budi Suryanto SH MSi melalui Kasat Lantas, AKP Agung Adhitya mengatakan, sepeda motor yang digunakan korban telah diamankan di Satlantas Polres Lahat. Namun, pihaknya belum dapat menyimpulkan bagaimana kronologis kejadian tersebut. “Sudah kita amankan sepeda motornya. Untuk kronologis, kami masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tapi dugaan sementara, korban terlalu dekat dengan perlintasan saat kereta melintas,” tukasnya. KOE

Istri Ngamuk Suami Ditangkap Narkoba PALEMBANG.PE – Saat dilakukan pengrebekan di rumah pengedar narkoba, istri kaki tangan bandar narkoba itu sempat mengamuk dengan berteriak berusaha memanggil warga guna mengagalkan langkah polisi yang akan menangkap suaminya. namun, aparat Satuan Reserse narkoba Polresta Palembang langsung menunjukan surat penangkapan sehingga berhasil mengamankan tersangka feriyanto (39), warga Jalan Ahmad Yani, Lorong Dua Saudara, Rt 20 B, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang. Dalam penangkapan yang dilakukan pada Senin (11/2) sekitar pukul 12.00 WIB itu, petugas berhasil menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 24,10 gram dan uang yang diduga hasil transaksi sabu-sabu sebesar Rp6,2 juta. Pedagang ikan di Jakabaring ini juga mengaku mendapatkan suplai barang haram ini dari temannya berinisial D. “Aku sudah hampir satu tahun menjalankan bisnis sebagai kurir sabu ini” terang tersangka feriyanto, kemarin (12/2). Selain itu petugas juga menangkap tersangka erwin Himawan (32), warga Jalan Prajurit Kemas Ali, Lorong Zein, Asrama

Sekojo, Rt 20 RW 10, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir timur (It) II Palembang, saat sedang menunggu temannya bernama Rosa di bedeng kontrakan milik Rosa dikawasan di Jalan Kolonel Haji Barlian, KM 8 pada Sabtu lalu (9/2) sekitar pukul 13.30 WIB. “Aku bertamu ke rumah Rosa, karena tidak ada jadi aku tunggu. Lalu datang seorang yang mengaku sebagai teman Rosa, karena Rosa tidak ada dirumah jadi dia titip barang ini ke aku. Aku tidak tahu kalau isinya sabu-sabu. Aku hanya tahu kalau barang itu merupakan jamu,” terang erwin. Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabarudin Ginting MSi melalui Kasat Resnarkoba, Kompol fX Irwan Arianto membenarkan jika pihaknya telah menangkap dan mengamankan kedua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. terpisah, aparat Satres nakroba Polres Musirawas (Mura) juga berhasil menangkap Muhamad nasir (31), warga Perumahan SDn, Desa Darma Sakti, Kecamatan tuah negeri, Kabupaten Mura yang diduga menjadi pengedar narkoba jenis sabu. Darinya disita barang bukti satu paket sabu-sabu, yang dimasukan dalam kaleng rokok dan disembunyikan dibawah meja makan. Selain itu petugas juga mengamakan satu

Hendak Sekolah, Pelajar SMK Dirampok

buah timbangan digital, tiga unit Handphone (HP) merk nokia dan Maxis. “nilainya memang kecil, ini kami sekarang dilapangan tengah melakukan pengembangan,” kata Kapolres Mura, AKBP Ma Barly Ramadhani SIk melalui Kasat narkoba Polres Mura, AKP Gunadi. Begitu juga dengan aparat Polres ogan Ilir (oI), yang berhasil mengamankan seorang petani karena kedapatan membawa narkoba jenis ganja diatas jembatan Kelurahan tanjung Raja, Kabupaten oI, dalam razia cipta kondisi guna meningkatkan keamanan, Senin (11/2) sekitar pukul 21.00 WIB. tersangkanya, Karman (29), warga Desa Sridalam tanjung Raja, dan Hariyadi als Kedok (28), warga Rt 5, Kelurahan tanjung Raja, Kecamatan tanjung Raja, Kabupaten oI. Dari keduanya diamankan satu paket kecil ganja kering di dalam box motor Honda Mio putih tanpa plat. Kapolres oI AKBP Deni Dharmapala mengatakan, bahwa sengaja melakukan razia cipta kondisi guna meningkatkan keamanan. Saat ini tersangka sudah diamankan pihaknya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. BAY/IMR/VIV

Pulang dari Jambi Pembunuh Diciduk PALEMBANG.PE - Setelah sempat melarikan diri ke Provinsi Jambi, akhirnya satu dari empat pelaku pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya, Herman (31), warga Jalan Ramakasih Raya, Lorong Ramakasih V, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Senin (11/2) berhasil dibekuk aparat Polsekta IT II Palembang. Tersangkanya ternyata tetangga korban Herman sendiri bernama Indriyanto alias Iin (21), yang ditangkap dirumah saudarinya di kawasan Perumnas Kenten Palembang. Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Jumat lalu (25/1) didekat rumah korban. Kejadiannya bermula dari keributan antara korban Herman yang menuduh tersangka dan ketiga temannya telah melakukan aksi penodongan. “Kami dituduh korban menodong, padahal aku hanya minta uang denganAli kawan kami juga. Setelah itu korban marah-marah dengan kami.Awalnya kami diamkan saja. Tapi, setelah korban masuk rumah dan keluar bawa sepotong besi, mukul Haris, makanya kami langsung mengeroyok korban,”ungkap tersangka Indriyanto. Diakuinya, jika dirinya sempat beberapa kali memukul korban. Setelah itu dirinya tidak tahu lagi yang terjadi. Begitu pula dengan sebilah pisau yang masih tertancap di punggung korban saat meregang nyawa. “Aku tidak tahu itu pisau siapa, tapi waktu itu memang kami lagi kumpul–kumpul dan ramai. Seingat aku kami bertiga, aku, Haris dan Adi yang memukuli korban. Yang jelas aku tidak menusuk korban, setalh itu kami langsung berpencar,” ungkap Satpam gudang ini. Usai kejadian, ungkapnya, dirinya langsung lari ke sebuah rmah kosong di kawasan Taman Kenten. Kemudian dirinya menenangkan diri, sebelum kemudian mendatangi rumah saudarinya di kawasan Perumnas. “Aku tidak memberitahu keluarga aku kalau aku mau pergi ke Jambi melarikan diri. Aku tidak tahu Jambi karena memang baru sekali itulah. Makanya aku tidur di masjid. Di Masjid itu aku menyesal dan sembahyang serta dan berdoa. Akhirnya ku memutuskan pulang ke rumah saudara aku di Perumnas dan aku ditangkap polisi,” tuturnya. Kapolsekta IT II Palembang, Kompol Hans Rachmatulloh Irawan SIk didampingi Kanit Reskrim, Ipda M Sabur SAg membenarkan jika pihaknya telah menangkap seorang tersangka pengeroyokan dan pembunuhan.. JOE

Palembang Ekspres Rabu, 13 Februari 2013  

Palembang Ekspres Rabu, 13 Feb 2013

Palembang Ekspres Rabu, 13 Februari 2013  

Palembang Ekspres Rabu, 13 Feb 2013

Advertisement