Issuu on Google+

CMYK

BERLANGGANAN dapat MOBIL

MINGGU  6 JANUARI 2013 9 SYAFAR 1434 H

 www.padangekspres.co.id  redaksi@padangekspres.co.id Rp

3.750

Luar Kota + Ongkos Kirim

Perampok Tembak Pedagang Pasar Raya Seorang Perampok Ditangkap Massa

Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: ”Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: ”Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”. (QS. Al Baqarah: 142)

SUBUH ....... 05.01 ZUHUR ........ 12.26 ASHAR ........ 15.51 MAGHRIB ...... 18.9 ISYA ............. 19.43

TIM PADEK redaksi@padangekspres.co.id Padang, Padek—Aksi perampok menggunakan senjata api (senpi) nyaris membuat pemilik Toko Sicang Jaya bernama Elfayati, 36, dan suaminya Mukhtar, 38, celaka. Mujur, dua butir timah panas ditembakan kawanan perampok di depan rumahnya di kawasan Pitameh, Kelurahan Tanjungsaba, Kecamatan Lubukbegalung, Kota Padang, tepatnya di depan Masjid Raya Muhammadiyah Tanjungsaba, tidak mengenai tubuh korban. Seorang perampok bernama Sutejo, 37, selama ini tinggal di kawasan Airtawar berhasil diamankan polisi. Perampokan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ini, menurut salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya,

Koreksi Waktu: Alahanpanjang -1 menit, Air Bangis + 4 menit, Balai Selasa -1 menit, Batusangkar -1 menit, Dharmasraya –3 menit, Muara Labuh -2 menit, Painan -1 menit, Sijunjung -2 menit, Sawahlunto -1 menit, Simp Empat +2 menit, Solok -1 menit, Sei Limau + 1 menit

Rusak Berat: Mobil ”Ferrari” Dahlan rusak berat usai menabrak tebing, di Magetan, Jawa Timur, kemarin (5/1). (Foto bawah) Dahlan Iskan dievakuasi dari mobilnya.

 MONTOSORI Wartawan Padang Ekspres

Takut TAHUN 2012 sudah lewat. Waktu yang diramalkan suku Maya sebagai hari berakhirnya dunia alias kiamat, 21 Desember 2012 juga sudah berlalu. Kini kita berada pada lembaran hitungan waktu tahun 2013. Selamat, selamat… Bagi yang kuat iman, ramalan suku Maya soal kiamat jelas tak berpengaruh. Tapi bagi yang imannya hanya kuat setengah, waswas juga. Walau tak begitu ditampakkan. Apalagi yang imannya hanya seperempat, atau hitungan lebih kecil lagi, tentu ketakutannya semakin besar. Cuma, penduduk dunia memang tak banyak yang mempercayai ramalan suku Maya tersebut. Apalagi di Indonesia, boleh dikatakan tak ada yang menggubris, walau koran-koran ada juga yang memberitakan perihal ramalan dan reaksi penduduk dunia terhadap ramalan tersebut. Hanya, tanpa dihubungkan dengan ramalan suku Maya, atau ramalan suku lain, termasuk mungkin yang tak bersuku, reaksi kita manusia terhadap hari kiamat mestinya sama: takut. Takut di sini bernilai positif. Coba bayangkan, bila manusia tak ada rasa takut, termasuk pada Tuhan?  Baca Takut...Hal 7

ADA-ADA SAJA

KABEL GANTUNGAN SEPATU Puluhan sepatu terlihat bergelantungan di kabel listrik di jantung Kota Praha, Republik Ceko, Rabu (2/1). Kabel listrik di atas Taman Letna itu menjadi gantungan sepatu bekas dan rusak milik remaja yang biasa main skate di daerah tersebut. Bila sudah bosan dengan sepatunya, meski ada beberapa yang masih bagus, para remaja itu melemparkannya ke kabel listrik. (Rtr/c10/oki/jpnn)

berlangsung dramatis. ”Saat itu satu unit mobil Avanza warna hitam BA 514 ET dikemudikan suami korban, terlihat akan masuk ke salah satu rumah yang saya duga milik korban. Di bagian belakang Avanza itu, ada motor RX King dan satu unit Jupiter MX. Mereka berjumlah empat orang,” ujarnya mengaku sedang menunggu bus jurusan Solok. Tak lama setelah mobil Avanza tersebut berhenti, tambah saksi mata tadi, seorang wanita keluar dari mobil. Tibatiba salah seorang pengendara sepeda motor merampas tas jinjing warna hitam (diduga bersis barang berharga, red) yang dipegang di tangan kanan wanita tersebut. Saat itu terlihat tarik-menarik antara wanita dan orang tak dikenal tersebut. Lebih lanjut pria berambut ikal itu mengatakan, tiba-tiba seorang perampok mengeluarkan senjata api dan menembakan dua butir timah panas secara bergantian ke wanita itu dan suaminya.  Baca Perampok...Hal 7

”Saya Putuskan Tabrak Tebing” HUDA/PADEK

Rem Tucuxi Blong, Hindari Korban Lain Magetan, Padek—Mobil listrik karya inovatif anak negeri Tucuxi mengalami kecelakaan di Desa Ngerong, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, sekitar pukul 14.40 WIB kemarin (5/1). Saat dikemudikan langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dari Solo sampai Magetan, mobil mengalami masalah pada bagian rem. Padahal, mobil berpelat nomor DI 19 itu sedang melaju cukup kencang di jalan menurun yang curam di sekitar Sarangan, Magetan. Akibatnya, Dahlan harus mengambil keputusan cepat: menabrakkan mobil ke tebing di sisi kanan jalan untuk menghindari kemungkinan tabrakan dengan pengendara dari arah berlawanan yang bisa berakibat lebih fatal. Sebab, sepanjang jalan tersebut kemarin ramai kendaraan. Mobil listrik yang berbentuk anggun sporty itu pun hancur. Bodi depan kanan remuk gara-gara membentur tebing, kaca depan ambyar, serta grill dan kap penutup mesin ringsek. Serpihan kaca depan yang pecah berserakan di dalam kabin mobil. Namun syukur, pengemudinya, Dahlan Iskan, dan ahli teknologi mobil listrik Riki Nelson yang duduk di jok kiri depan selamat, bahkan tanpa luka sedikit pun. “Kalau tidak saya tabrakkan ke tebing, mobil akan makin meluncur kencang dan bisa membahayakan orang lain,” kata Dahlan setelah keluar dari mobil. Ricky Elson yang mendampingi

BABAK BELUR: Seorang perampok babak belur dihajar massa diamankan di Mapolsek Lubukbegalung, tadi malam (5/1).

“FERRARI” DAHLAN CELAKA

Residivis Sabu-sabu Ditangkap lagi Polisi: Dipasok dari Pekanbaru Padang, Padek—Esa Putra, 35, warga Marapalam, Padang, benar-benar tak pernah jera mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Biarpun pertengahan tahun 2010 lalu merasakan kebebasan setelah menjalani masa tahanan selama 1,5 tahun dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Padang akibat tersangkut

 Baca Saya...Hal 7

kasus narkoba, kemarin (5/1) sekitar pukul 17.00 residivis ini kembali dibekuk jajaran Direktorat Narkoba (Dit Narkoba) Polda Sumbar. Informasi dihimpun Padang Ekspres dari beberapa orang anggota Dit Narkoba Polda Sumbar menyebutkan, tersangka telah tiga kali akan  Baca Residivis...Hal 7

BANDAR SABU: Esa Putra diinterogasi petugas di Mapolda Sumbar, tadi malam (5/1).

Dahlan Iskan Pulang Kampung dengan Mobil Listrik ”Ferrari”

Hadiri Acara Shalawat di Pesantren Sabilil Muttaqien Menteri BUMN Dahlan Iskan, Sabtu sore kemarin pulang ke desa kelahiran ibunya di Takeran, Magetan. Dengan mengendarai mobil listrik “Ferrari”. Dari Solo menuju Pesantren Sabilil Muttaqien, pesantren yang berdiri pada 1880. Di Goranggaring, Magetan, mobilnya kecelakaan.

CMYK

NASARUDDIN ISMAIL—Surabaya MOBIL “Ferrari” Tucuxi buatan Danet Suryatama asal Yogya, nampak meluncur dengan cepat. Mobil yang dibelinya dengan harga Rp 1,5 miliar tersebut, sebelumnya berangkat dari Semarang-Yogya- Solo, selanjutnya ke Magetan lewat Tawamangu dan Sara-

DOK.PADEK

BERSALAMAN: Meneg BUMN Iskan menyalami santri di Pesantren Sabilil Muttaqien Takeran, Magetan, beberapa waktu lalu.

REDAKSI 0751-778886 IKLAN 0751-778882 KORAN 0751-778884

ngan, untuk menguji ketahanan ditanjakan dan penurunan tajam. Sayang, saat turun dari tanjakan di Gorang-gareng, mobil kesayangannya itu, remnya blong. Berkali-kali kakek enam cucu itu berusaha untuk menginjak rem. Namun tidak berhasil. Karena jalan menurun tajam, mobil yang dikendarainya, cenderung kian cepat. “Saya injak rem berkali-kali, tidak berhasil,” cerita Dahlan Iskan, di pendopo Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM), Takeran, Magetan, tadi malam. Karena kecepatan mobilnya kian tambah, mantan dirut PLN tersebut memutuskan untuk mencari tempat yang harus ditabraknya. Di hadapannya, dia melihat ada tebing.  Baca Hadiri..Hal 7

REDAKSI 0751-778886 IKLAN 0751-778882 KORAN 0751-778884


UTAMA

2

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

Lima Petak Rumah Ludes Terbakar di Lubuksikarah Solok, Padek—Tadi malam (5/ 1) sekitar pukul 22.30, kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di kawasan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuksikarah, Kota Solok. Lima petak rumah warga berikut isinya hangus terpanggang. Dari informasi yang berhasil dirangkum Padang Ekspres di lokasi kejadian, malapetakan tersebut berlangsung begitu cepat. Api baru diketahui warga setelah membubung ke bagian atap di sebuah bedeng usaha perabot/ mobiler yang diketahui milik Yan Pakiah Batuah, 50, bengkel Amok.

PADAMKAN API: Petugas dibantu masyarakat bahumembahu memadamkan api membakar rumah di Lubuksikarah, Kota Solok, tadi malam (5/1).

Dalam waktu bersamaan kobaran api pun tampak menyala di bangunan lain (rumah sewaan) posisinya bersebelahan. Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian harta benda dalam peristiwa ini ditaksir mencapai lebih Rp 700 juta. Asal api masih dalam proses penyelidikan oleh jajaran Polres Solok Kota bersama Tim Reskrim Polsek Solok Kota. ”Untuk sementara, kerugian secara materi ditaksir mencapai lebih Rp 700 juta. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” terang Kasat Reskrim Polres Solok Kota, AKP Musrial di lokasi kejadian. (t)

YULICEF ANTONI/PADEK

Hatta Rajasa Siap Antarkan Rasyid ke Polda Jakarta, Padek—Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan putranya, Rasyid Amrullah, siap menjalani proses hukum atas kecelakaan yang menyebabkan tewasnya dua orang di jalan tol Jagorawi beberapa waktu lalu. Saat ini, Rasyid masih menjalani perawatan untuk memulihkan kondisi psikisnya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). ”Apabila dokter menyatakan kondisi putra saya sudah siap, Insya Allah saya sendiri yang akan mengantarkan ke Polda Metro,” kata Hatta ketika menjenguk Rasyid di RSPP kemarin (5/1). Besan Presiden SBY ini menegaskan, putranya akan patuh dan taat pada hukum atas kecelakaan lalulintas tersebut. ’Saya mengharapkan putra kami betul-betul pulih karena kita sadar dan patuh hukum untuk mengikuti proses hukum,’ katanya.

JPNN

KESEHATAN RASYID: Menko Perekonomian Hatta Rajasa didampingi tim dokter RSPP ketika memberikan keterangan pers. Hatta juga meminta doa dari seluruh masyarakat untuk kesembuhan putranya dan berharap proses hukum yang akan dijalani Rasyid cepat selesai. ’Saya harap ini bisa cepat selesai karena anak saya

masih dan butuh melanjutkan pendidikannya. Masa depannya masih panjang,” pungkasnya. Tim dokter RSPP kemarin menyatakan kondisi Rasyid belum siap menjalani peme-

riksaan. Berdasarkan evaluasi harian yang dilakukan dokter spesialis dalam dan dokter spesialis psikiater kesehatan, Rasyid masih mengalami trauma atas kejadian tersebut. Rasyid masih mengeluh mual,

muntah, dan pusing. Anak bungsu Hatta ini juga sulit tidur, mengalami gangguan makan, gemetar di bagian tengkuk, tangan, dan punggung. ”Tim dokter tidak bermaksud menghambat proses hukum, namun kondisi fisik dan psikis pasien memang belum siap untuk menjalani pemeriksaan,’ tutur dr Abdul Haris Tri Prasetya, dokter spesialis penyakit dalam yang merawat Rasyid. Polda Metro Jaya hingga kemarin juga masih menunggu rekomendasi dari RS Pusat Pertamina untuk menjadwalkan pemeriksaan Rasyid. Untuk memastikan kondisi Rasyid, polda telah mengirim Tim Kedokteran Kesehatan untuk berkoordinasi dengan RS Pusat Pertamina. ”Jika rekomendasi dokter sudah turun, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan,” Jubir Polda Metro Jaya Kombespol

Rikwanto. Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno membantah penyidik memperlakukan Rasyid secara spesial. Menurut dia, seluruh saksi dan tersangka harus diperiksa

dalam keadaan sehat agar memenuhi ketentuan keabsahan pemeriksaan. ’Tidak ada perlakuan istimewa. Rasyid masih dirawat karena memang kondisinya belum stabil,” terangnya. (agu/jpnn)

Lisa Permata Sari, Pasien Kelainan Usus Dioperasi di RSUP M Djamil Padang

22 Tahun Menderita, Biaya tak Ada Lisa Purnama Sari, 22, warga Kecamatan IX Koto Sungailasi menderita kelainan di usus besar (hirschsprung). Akibatnya, perut gadis itu semakin membesar setiap tahunnya. Ingin berobat biaya tidak ada, keluarga kurang mampu ini hanya pasrah terhadap penyakit yang dialami anaknya. Mujur, kemarin (5/1) dia dioperasi di RSUP M Djamil Padang. DERITA dialami gadis kelahiran tahun 1990 ini, terjadi sejak dia masih berumur tiga hari. Lisa sering menangis dan perutnya terus membesar. Ketika diperiksa di RSUD Kota Solok, anak dari pasangan Nurbas, 65, dan Yusfiar (almh) ini divonis mengidap penyakit kelainan usus dan sulit sulit buang air besar. ”Kata dokter

putri saya, harus dioperasi. Namun biaya untuk operasi tidak ada. Lisa terpaksa saya bawa pulang,” kata ayahnya, Nurbas. Usaha Nurbas mengobatinya, tak kunjung membuahkan hasil. Perut putrinya itu, terus membesar. ”Saya hanya seorang buruh tani dengan upah Rp 35 ribu per hari. Kadang dalam seminggu, saya bekerja hanya empat hari. Gaji itu, hanya untuk kebutuhan seharihari. Sehingga mimpi untuk bisa membawa anak operasi, terasa hanya sebatas anganangan,” paparnya dengan air mata berlinang ketika ditemui Padang Ekspres, di RSUP M Djamil Padang, tadi malam (5/1). Nurbas mengatakan, ketika anaknya berusia enam tahun, dia hanya berdiam diri dalam rumah. Lisa tidak ikut bermain dengan teman sebayanya karena minder. Sepuluh tahun terakhir, kondisi Lisa semakin

kritis. Perutnya semakin besar, dia sering mengalami ngilu di perut dan sering mengalami kesakitan. Namun, dia tidak bisa banyak berbuat untuk anaknya itu. ”Saya hanya bisa berdoa untuk kesembuhan anak saya, semoga Allah memberi jalan keluar untuk kesembuhan Lisa,” terangnya. Pada 25 November 2012, Lisa juga mendapatkan pengobatan di RSUD Arosuka Kabupaten Solok. Dokter juga mengatakan bahwa Lisa segera dioperasi. Namun ketiadaan uang membuat Nurbas mengurungkan niat untuk mengoperasi anaknya, apalagi dia tak memiliki kartu jaminan kesehatan daerah (jamkesda) maupun jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). ”Saya tidak pernah dapat jamkesmas atau jamkesda untuk berobat anak saya, meski sudah sering dilaporkan pada

Padang Ekspres www.padangekspres.co.id

Terbit Sejak 25 Januari 1999 Badan Penerbit: PT Padang Intermedia Pers Chairman: Presiden Komisaris: Komisaris: Presiden Direktur: Wa. Presiden Direktur : Direktur: Wakil Direktur: General Manager /Penanggung Jawab: Wakil Pemimpin Umum Bidang Redaksi: Wakil Pemimpin Umum Bidang Usaha: Pemimpin Redaksi: Pemimpin Perusahaan: Wakil Pemimpin Perusahaan: Wapemred : Dewan Redaksi:

H. Rida K Liamsi H. Makmur Kasim H. Jayusdi Effendi H. Sutan Zaili Asril H. Marah Suryanto Sukri Umar Montosori H. Marah Suryanto Sukri Umar H. Jayusdi Effendi Montosori Two Efly Ivo Fitriyana Nashrian Bahzein, Heri Sugiarto H. Sutan Zaili Asril (Ketua), H. Marah Suryanto, H. Jayusdi Effendi, Rahmat Wartira, Sukri Umar, Montosori, Nashrian Bahzein, Heri Sugiarto, Suryani, Revdi Iwan Syahputra, Hendri Parjiga, Rommi Delfiano, Sanny Ardhy .

pihak jorong maupun wali nagari setempat. Mereka hanya memberi janji, tapi realisasinya tidak ada,” sesal Nurbas. Pada tanggal 8 Desember lalu, kondisi perut Lisa semakin kritis. Dia pun terpaksa dirujuk ke RSUP M Djamil untuk dioperasi. Berkat bantuan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Solok, Mukhlis Dt Gampo, anaknya bisa dioperasi. ”Pak Mukhlis membantu untuk merujuk anak saya ke RSUP, juga dia memberi saya uang transportasi Rp 1,5 juta,” ujarnya. Nurbas mengeluhkan mulai kehabisan biaya, dia hanya mengandalkan belas kasihan pengunjung rumah sakit. Biarpun begitu dia sangat bersyukur, anaknya telah dioperasi tadi malam. Dia berharap putrinya cepat sembuh. ”Lisa masa depan hidup saya, tanpa dia saya tak bisa bahagia. Saya juga berterima kasih atas ban-

tuan Pak Mukhlis (anggota DPRD Solok, red) dan warga sekitar telah membantu saya,” terangnya. Asmawati, 40, tetangga Nurbas mengaku prihatin setelah mengetahui puluhan tahun Lisa tak keluar rumah. ”Saya berharap pemerintah atau pun pihak peduli dengan kondisi Lisa Permata Sari, agar bermurah hati membantu biaya pengobatannya,” ucap ibu tiga orang anak itu. (arditono)

NAFAS NENEK BERUSIA 70 TAHUN KEMBALI PLONG BERKAT MINUM GULA AREN Mengalami sesak nafas sangat menganggu sekali, selain bernafas menjadi sulit, penderitanya pun sering menjadi gelisah. Ketidaknyamanan ini telah dirasakan oleh Rohana yang telah 6 tahun menderita asma “Kalau asma kambuh, saya sering jadi serba salah, mau apa-apa jadi tidak bisa.” Terang Rohana. Sudah berulang kali ia menjalani pengobatan untuk mengatasi keluhannya itu, namun belum menemukan kecocokan. Sampai akhirnya, nenek 6 cucu ini mulai melirik pengobatan alami. “Sekitar 1 tahun yang lalu, saya mengetahui tentang Gentong Mas. Karena terbuat dari bahan-bahan yang alami, saya tertarik untuk mencoba,” ujarnya. Hasilnya, ternyata pilihannya itu memang tepat. Gentong Mas sebagai minuman herbal dengan bahan utama Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) memang terbukti memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, “Setelah minum Gentong Mas secara rutin, sekarang nafas saya terasa plong.” Ungkap ibu rumah tangga tersebut. Penyakit sesak nafas atau asma adalah salah satu penyakit yang sangat familiar dengan rakyat Indonesia. Pada saat asma, saluran nafas

mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, misalnya debu, asap atau bulu binatang yang menyebabkan peradangan. Hal ini akan sangat mengganggu penderita sebab sekarang sangat sulit menemukan udara yang betul-betul bersih. Setelah merasakan manfaatnya secara langsung, wanita berusia 70 tahun ini ingin sekali membagi pengalaman sehatnya dengan orang lain, “Mudah-mudahan pengalaman saya ini bermanfaat bagi orang lain,” Harap warga Kel. Parupuk Tabing, Kec. Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat tersebut. Habbatussauda dalam Gentong Mas berperan sebagai anti histamin. Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, yang berdampak positif terhadap penderita asma bronchial. Selain itu, Habbatussauda m engandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk di dalam nya 9 asam amino esensial. Dengan demikian, mengkonsumsi Habbatus sauda dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga penderita asma tidak mudah terkena serangan. Selain rasanya manis dan lezat, Gula Aren banyak mengandung nutrisi

„ DIVISI PRODUKSI

Redaktur Pelaksana: Revdi Iwan Syahputra, Suryani; Ass. Redpel: Hendri Parjiga, Rommi Delfiano; Penjab Minggu: Gebril Daulai; Koordinator Liputan: Sanny Ardhy; Redaktur: Fajril Mubarak, S.Metron Masdison; Asisten Redaktur: Gusti Ayu Gayatri, Adiyansyah Lubis, Hijrah Adi S; Liputan Padang: Arzil, Gusriyono, Ricco Mahmudi, Ardiansyah Lubis, Ganda Cipta, Syamsu Ridwan (Fotografer); Perwakilan Daerah: Bukittinggi-Agam: Nasrul Tanjung, Edison Janis; Payakumbuh-Limapuluh Kota: Fajar Rillah Vesky; Pesisir Selatan: Yoni Syafrizal; Pasaman & Pasaman Barat: Ahmad Zubeir (Kepala), Eri Mardinal; Sawahlunto: Herry; Dharmasraya: Zulfia Anita; Kota Solok: Rijal Islamy; Solok Selatan: Nenengsih; Pariaman & Padangpariaman: Yurisman Malalak, Zikriniati ZN; Padangpanjang: Jayusman; Tanahdatar: Mustafa Akmal; Jakarta: Zulfasli ZB. Ass. Manajer Pracetak, EDP, Tekhnik Jaringan: Jufri Jao

„ DIVISI USAHA

Manajer Keuangan: Ivo Fitriyana; Manajer Umum/ADM/SDM: Nurhelwarni; Manajer Iklan/EO: Mukhtisar: Manajer Pemasaran Koran: Sarbidin; Ass. Manajer Adm & Piutang Koran: Fitra; Ass. Manajer Adm, Pelayanan, Piutang dan Penagihan Iklan: Putri Metta Sari; Ass. Manajer iklan: Diky Junaidi.

„ KANTOR IKLAN JAKARTA

Manajer Iklan Area Jakarta: M.Iqbal, Alamat: Gedung Graha Pena Lt 6 Ruang 601 Jl. Kebayoran Lama No 12 Jakarta Selatan Telepon (021) 53699560, Fax (021) 5333048, E-mail, padangekspresjakarta@yahoo.co.id Website: padangekspres.co.id, Edisi Digital: epaper.padangekspres.co.id

„ ALAMAT Redaksi/Usaha: Jl. By Pass KM. 7 No. 2 Padang, Sumatra Barat, Telepon: (0751) 778882 - Fax: (0751) 778883; E-mail: redaksi@padangekspres.co.id

yang dibutuhkan tubuh. Sementara sifat kimia dari Kayu Manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis sangat baik untuk mengatasi asma. Meski demikian, untuk mendapatkan hasil yang baik, dianjurkan untuk berolahraga terutama renang dan jangan terlalu lama berada dalam lingkungan yang banyak zat polutif (debu, tungau, asap rokok dan asap motor). Dengan aturan penggunaan yang tepat, manfaat bagi kesehatan dan kelezatan rasanya membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: Padang:082 3876 71914/0751 987 9924,BukitTinggi:08126664 9000, Pasaman Timur : 087720 012323, Payakumbuh/Lima puluh kota :085274740505, Sawah Lunto : 081374119996,Solok:085274751679,Painan:081266944088,Pariaman/Padang Pariaman : 087820250088, Pasaman Barat : 082170517000, Padang Panjang/Bt.Sangkar : 085363446614, Solok Selatan : 082174562792 Depkes:PIRT:812.3205.01.114 www. gen tongmas.com (Advertorial)

„ LAYANAN IKLAN DAN PELANGGAN

Tarif Iklan: Iklan Display Halaman Pertama: Rp20.250/mmk (BW), Rp27.500/mmk (SC), Rp 40.500/mmk (FC). Display Halaman Depan: Rp24.300/mmk (BW),

Rp32.400/mmk (SC), Rp40.500/mmk (FC); Display Halaman Belakang: Rp14.850/mmk (BW), Rp18.900/mmk (SC), Rp27.000/mmk (FC); Iklan Sosial: Rp6.000/mmk; Iklan Jitu: Rp20.000/muat. Harga iklan ditambah pajak 10 persen. Harga Langganan: Rp90.000/bulan (Padang dan sekitarnya), luar kota tambah ongkos kirim. Kantor Perwakilan Iklan Jakarta: Liliek Ediyono, Gedung Graha Pena Lt. 6 Ruang 601 Jl. Raya Kebayoran Lama No. 12 Jakarta Selatan Telepon: (021) 53699560 Fax: (021) 5333048 Jakarta Selatan. „ PERCETAKAN

PT Padang Graindo Mediatama; Direktur Utama: Suryanto, General Manager: Syukron Putra. Alamat: Jl. Adinegoro No. 17 A Lubukbuaya, Padang. Sumatera Barat. Telepon/ „ Redaksi menerima tulisan karya asli, terjemahan atau saduran (de-

ngan sumber asli bagi karya terjemahan dan saduran). Panjang tulisan 3 hingga 5 halaman, diketik spasi rangkap, sertakan identitas diri. Naskah yang dimuat akan diberi imbalan. Redaksi berhak menyunting „ Wartawan Harian Pagi Padang Ekspres dibekali identitas (kartu pers), dan tidak mene-


UTAMA

3

Saham Indosat Diproyeksi Anjlok BRTI Tuduh Kejagung Ancam Industri Telko DIANGGAP TERLAMBAT: Susilo Bambang Yudhoyono, melakukan kunjungan dadakan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI), di Tangerang, Banten, Jumat (4/ 1).

Blusukan SBY Dianggap Terlambat Jakarta, Padek—Blusukan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Jumat lalu (4/1), di kampung nelayan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Banten, Tangerang menuai pujian, namun sayang hal itu masih dinilai telat. ”Saya kira bagus, walaupun agak terlambat,” ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Fadli Zon usai diskusi di Warung

Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1). Mengenai adanya anggapan yang menilai SBY meniru gaya Jokowi blusukan, Fadli serahkan pada masingmasing pribadi yang melihat. Namun dia pun tak mempermasalahkan SBY meniru atau tidak. ”Kalau ada yang baik ditiru kenapa enggak, daripada tidak ditiru, kan sesuatu yang baik lebih bagus ditiru. Kalau dibilang tiru meniru ya

kalian saja yang menilai,” paparnya. Menurut Fadli, Presiden SBY memang harus melakukan blusukan, pasalnya blusukan memang harus dilakukan seorang pemimpin. Dia pun berharap ke depan, SBY lebih sering terapkan blusukan. ”Saya kira memang itu yang harus dilakukan pemimpin. Saya rasa bagusbagus saja pak SBY lakukan blusukan, kalau bisa sering-

sering,” harapnya. Blusukan adalah kosakata dari bahasa Jawa yang berarti mengunjungi atau menjelajah ke tempat-tempat yang tidak biasa. Dan kemarin, rencana blusukan SBY itu dirahasiakan sejak awal. Wartawan Kepresidenan yang sejak Kamis malam (3/1) telah mendapatkan jadwal, hingga Jumat pagi masih belum diberi kepastian lokasi kunjungan Presiden.

Dalam kunjungan dadakan itu, SBY ditemani oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono. Para menteri yang ikut serta juga dibatasi. Diantara yang ikut blusukan adalah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Mendikbud M Nuh, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif C. Soetardjo, Dirut Pertamina Karen Agustiawan. (chi/jpnn)

KPU Bisa Tolak Keberatan Parpol Jelang Pleno Terbuka Verifikasi Faktual

Jakarta, Padek—Rencana pengumuman rekapitulasi verifikasi faktual pada 7 Januari sudah diwarnai ancaman gugatan parpol yang berpotensi gagal sebagai calon peserta pemilu. Komisi Pemilihan Umum menyatakan siap mendengarkan keberatan parpol terkait hasil rekapitulasi verifikasi faktual di daerah. Namun, KPU juga tidak segan untuk menolak keberatan parpol jika tidak memiliki bukti

yang mendasar. ”Keberatan silahkan saja tapi ada hak KPU juga untuk menetapkan menolak keberatan itu,” ujar Hadar Navis Gumay, komisioner KPU kepada wartawan di Jakarta, kemarin (5/1). Menurut Hadar, proses rekapitulasi verifikasi faktual telah dilakukan kanalisasi. KPU kabupaten/kota memiliki pleno terbuka rekapitulasi, demikian halnya dengan KPU provinsi. ”Kalau ada keberatan ke ke kami, kami balikkan ke provinsi karena kami tidak tahu,” ujarnya. Keberatan yang disampaikan parpol, tentu harus disertai bukti-bukti yang kuat. Dia me-

nyatakan, KPU pusat akan melakukan perbaikan jika memang ditemukan bukti kuat kesalahan verifikasi KPU daerah. ”Kalau memang keberatan itu nyata dan memang ada kesalahan di tiap penyelenggara ya seharusnya dikoreksi,” ujarnya menjanjikan. Menjelang tahapan final verifikasi itu, Hadar menyatakan KPU saat ini tengah menata laporan-laporan KPU daerah yang masuk. Sejak 1 Januari lalu, KPU provinsi telah melakukan rekapitulasi yang berakhir pada 3 Januari. Rekap yang dilakukan provinsi selain hasil verifikasi mereka, juga termasuk rekapitulasi KPU kabupaten/kota

wilayah terkait. ”Kami sedang mengolahnya,” ujarnya. Mulai hari ini, kata Hadar, KPU mulai melakukan pertemuan dengan KPU provinsi. Namun, pleno terbuka bersama dengan para perwakilan parpol akan disampaikan pada Senin. ”Kami ingin mendengar dulu laporan KPU provinsi,” ujarnya. Terpisah, Badan Pengawas Pemilihan Umum kemarin telah melakukan rekapitulasi laporan keberatan dan temuan pelanggaran proses verifikasi faktual. Komisioner Bawaslu Daniel Zuchron menyatakan, Bawaslu mengundang perwakilan Bawaslu provinsi untuk melapor-

kan rekapitulasi hasil pengawasan verifikasi faktual. ”Masing-masing Bawaslu melaporkan masing-masing hasil pengawasan mereka,” jelas Daniel. Dalam pengawasannya, Bawaslu mendapatkan sejumlah fakta proses verifikasi faktual. Di antaranya, kegagalan parpol untuk menghadirkan keanggotaan, termasuk adanya dugaan transaksi keanggotaan parpol. Namun, Daniel belum bersedia merinci dimana saja pelanggaran itu terjadi. ”Sedang disusun, bagaimana pelanggaran itu disampaikan dalam pleno terbuka nanti,” tandasnya. (bay/jpnn)

Budiman Dorong PDIP Terapkan Konvensi Jakarta, Padek—Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP) membuka kemungkinan akan menerapkan mekanisme konvensi untuk menetapkan calon Presiden. ”Mekanisme konvensi itu usulan saya. Bisa diterapkan di tahun 2014 atau nanti 2019,” papar Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, usai diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1). Budiman pun menjamin pola kon-

vensi yang diusulkan dirinya tidak meniru apa yang dilakukan Partai Golkar pada tahun 2004 lalu. ”Tidak seperti Golkar. Jadi bisa kita buat seperti ada pemilihan pendahuluan,” terangnya. Anggota Komisi II DPR itu menolak anggapan, jika mekanisme konvensi ini akan menutup peluang bagi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri maju sebagai calon presiden. ”Saya tidak mengatakan demikian. Bu Mega sebagai

ketua umum tentunya memiliki hak politik untuk maju,” jelasnya. Ditegaskan Budiman, hingga saat ini PDIP belum menetapkan calon yang akan diusung pada pemilu 2014. Jika mekanime konvensi ini diterapkan oleh PDIP, maka akan menjadi sejarah. Pasalnya, PDIP selama ini identik dengan partai ideologis yang mengusung sosok keturunan proklamator Soekarno untuk menjadi pimpinan

nasional. Seperti diketahui, mekanisme konvensi sebelumnya juga pernah diterapkan oleh Partai Golkar saat menetapkan capres pada pilpres 2004. Mekanisme ini memberikan ruang pada DPD Golkar untuk mengusulkan calon kepada DPP. Dan calon yang paling banyak mendapatkan dukungan ini yang ditetapkan sebagai capres. (chi/ jpnn)

Jakarta, Padek—Direktur Eksektif Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Eddy Thoyib menegaskan langkah Kejaksaan Agung menetapkan ISAT dan IM2 sebagai penanggung jawab pidana itu salah. Eddy menyangkal dugaan tersebut berdasarkan pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yang menegaskan kerja sama Indosat dan IM2 legal. Menkominfo telah melayangkan surat bernomor T684/M.KOMINFO/KU.O4.01/ 11/20 12 kepada Jaksa Agung Basrief Arief. Surat tertanggal 13 November 2012 itu menyatakan bahwa bentuk kerjasama Indosat dan IM2 telah sesuai dengan regulasi, yakni pasal 9 ayat 2 UU nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, juncto (jo) pasal 13 PP nomor 52 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, jo pasal 5 Kepmenhub nomor KM. 21/2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi. Eddy mengklaim, model kerjasama Indosat dan IM2, juga telah dilakukan ratusan Penyedia Jasa Internet (ISP) lain di Indonesia. ”Ketidakpastian hukum ini bisa merusak iklim investasi di Indonesia,” tegasnya. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) juga buka suara terhadap diseretnya Indosat dan IM2 menjadi ter-

sangka itu. Anggota BRTI Nonot Harsono menduga kasus tersebut terlampau banyak kejanggalan dan dipaksakan. ”Kita tidak pernah diajak bicara oleh Kejaksaan. Kejagung dan Menkominfo beda pemahaman dan regulasi. Ini akan mengancam masa depan industri telekomunikasi (telko),” jelasnya. Kapuspenkum Kejagung Setia Untung Arimuladi memaparkan pihaknya tetap bakal menangani perkara tersebut tanpa mengganggu independensi jaksa penyidik. ”Biarkanlah jaksa melaksanakan komitmennya sebagai penegak hukum,” tegasnya. Kenyataan pahit harus ditelan PT Indosat Tbk awal tahun ini. Emiten berkode ISAT tersebut diseret sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi jaringan internet supercepat 3G, bersama anak perusahaannya PT Indosat Mega Media (IM2). Kinerja saham ISAT pun diproyeksi anjlok dalam rentang yang lumayan lama, hingga akhir kuartal pertama mendatang. Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, kabar negatif yang melanda perusahaan yang melantai di bursa sejak Oktober 1994 itu dipastikan memengaruhi performa saham. Sepanjang kasus yang menjerat ISAT berpengaruh pada fundamental perusahaan, maka aksi overtaking (jual) pun tak dapat dihindari. Bahkan, Reza memproyeksi, koreksi saham ISAT bisa mencapai 13,8 persen. ”Kalau berita negatif itu benar, (saham ISAT) bisa turun ke level Rp 5.800- Rp 5.900 per lembar,” jelasnya. (gal/jpnn)

Irman Gusman Layak Dampingi Prabowo Jakarta, Padek—Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman, dinilai pantas diusung sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2014 mendatang. Namun karena pintu pendaftaran capres hanya melalui partai politik (parpol), maka Irman diharapkan bisa menggandeng tokoh lain dari kalangan parpol. Dukungan bagi Irman agar maju pada Pilpres 2014 itu disuarakan anggota DPD asal DKI, Supardi Achil. Menurutnya, Irman punya banyak nilai lebih sehingga pantas jadi capres ataupun cawapres. ”Pak Irman itu punya leadership yang mumpuni. Ia juga bisa menempatkan diri sebagai negarawan,” kata Supardi kepada JPNN di Jakarta, Sabtu (5/1). Selain itu, Supardi juga menganggap Irman punya rekam jejak yang baik. Sebagai pejabat negara, sebutnya, Irman relatif bersih dari kasus korupsi. ”Tidak pernah juga terdengar kasus moral atau kasus-kasus kecil,” beber Supardi. Namun senator asal DKI itu mengakui, konstitusi memang tidak memungkinkan capres

dari jalur independen. Karenanya, mau tidak mau Irman harus diusung parpol. Untuk itu Supardi menganggap Irman lebih pas menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto. ”Karena Pak Irman bukan dari unsur partai politik, maka saya cenderung dia menjadi cawapres mendampingi Pak Prabowo. Dua tokoh ini akan menjadi pasangan ideal,” cetusnya. Supardi pun membeber alasannya menduetkan Prabowo dengan Irman. Menurutnya, duet itu mewakili unsur sipil dan militer, maupun Jawa-luar Jawa. ”Kalau disandingkan, Prabowo-Irman akan menjadi pasangan ideal antara sipil dan militer,” ulasnya. Bagaimana dengan dukungan suara bagi Irman? Supardi mengklaim setidaknya ada 20 juta suara dari konstituen anggota-anggota DPD yang bisa menjadi pemilih Irman. ”Jika Pak Irman maju sebagai capres atau cawapres, DPD akan mendukung dengan memberikan suara mereka. Sekitar 20 juta suara sudah dikantongi Irman seandainya dia jadi capres atau cawapres,” tegasnya. (ara/jpnn)

Fina Atri, Penggerak Komunitas Akademi Samali

Membangkitkan Gairah Pelajar Membaca Komik Klasik Dunia klasik memang selalu menarik untuk ditelisik. Tak terkecuali pada komik. Semangat itu mendorong Fina Atri untuk menyebarkan virus gila baca komik klasik di kalangan pelajar.

REALISTI A—Jakarta SAAT JPNN mendatangi pameran Indonesian Creative Power 2012 Kamis (22/11/ 2012), Fina terlihat asyik mendata komik klasik di stan komunitas Akademi Samali. Maklum, dia tak ingin ada komik yang hilang. Dengan begitu, saat datang ke stan itu, pengunjung bisa melihat setiap komik yang telah dikoleksi. Dari keasyikan tersebut, terasa keseriusan perempuan berparas ayu yang berkacamata itu untuk menunjukkan kumpulan komik klasik komunitasnya kepada para pengunjung pameran. ”Iya, saya harus mendata berapa komik yang dipamerkan karena takut hilang. Ini barang yang sangat berharga buat kami,” kata dia sambil membolak-

BUKU KLASIK: Fina Atri dan sejumlah koleksi komik klasiknya. balik daftar komik dalam buku besarnya yang ada di pangkuan. Fina saat itu memperlihatkan koleksinya yang mencapai ratusan komik. Dia mengaku sedih jika anak-anak saat ini

tidak mengenal komik buatan negerinya sendiri. Padahal, banyak sekali komik buatan Indonesia yang tidak kalah menarik dalam hal cerita jika dibandingkan dengan komik-

komik asing. Tapi, yang terlihat saat ini, komik Jepang seperti manga dan komik-komik Amerika tentang superhero Marvel, antara lain Captain America, Hulk, Batman, dan Superman, lebih diminati anak-anak zaman sekarang. ”Padahal, kita juga punya pahlawan negeri yang tidak kalah hebat seperti Rama, Gundala Putra Petir, dan masih banyak lagi,” ujar dia. Komik cinta Indonesia juga ada. Cerita asmaranya tidak kalah dengan komik percintaan Jepang. Hanya, cara percintaannya mengikuti adat Timur. ”Semuanya pantas untuk diketahui oleh pelajar di Indonesia. Hanya, karena kurangnya publikasi mengenai komik buatan dalam negeri ini, peminatnya masih sedikit,” tegasnya. Karena kurangnya minat pelajar untuk mengetahui komik buatan dalam negeri, Fina bersama kawan-kawan lainnya dan penulis komik dalam negeri mendirikan Akademi Samali untuk mengajak para pelajar mencintai komik dalam negeri. ”Awalnya, sulit mengajak para pelajar menyukai komik

buatan dalam negeri. Bahkan, dalam beberapa bulan anggota hanya enam orang. Ditambah lagi, saat kami memperkenalkan superhero dalam negeri, banyak yang menertawakannya. Tapi, hal itu tidak membuat kami surut langkah untuk terus memperkenalkan komik dalam negeri kepada pelajar,” ungkapnya. Berkat tekad kuat dan keinginan keras, saat ini komunitasnya telah memiliki banyak penggemar, bahkan hingga mencapai ratusan. ”Kurang tahu berapa banyak saat ini. Tapi, yang jelas sampai ratusan. Kebanyakan pelajar SD hingga SMA,” katanya dengan bangga. Bahkan, dengan banyaknya peminat dan pencinta tokoh hero buatan dalam negeri, Fina bersama teman-teman komunitasnya sering kebanjiran panggilan dari sekolah-sekolah untuk memperkenalkan komik dalam negeri, juga mengajarkan cara membuat komik yang benar. Apa yang mereka capai saat ini tidak semata-mata datang begitu saja, melainkan didapat dengan pengorbanan yang besar. ”Orang melihatnya sekarang sudah enak. Banyak yang bilang ini bukan pengorbanan besar.

Tapi, kalau melihatnya dari dulu, baru tahu pengorbanan kami kayak apa,” jelasnya. ”Bahkan, saat ini ada yang menawari kami untuk mengangkat tokoh komik ke dalam sembilan film kartun televisi.

Namun, hingga kini masih kami rahasiakan progresnya. Tetapi, yang jelas akan di mulai di tahun 2013. Yang penting punya tempat di hati pelajar dan anakanak, kami sudah senang,” tambah dia. (***)

CMYK

MINGGU „ 6 JANUARI 2013


WAJAH

4

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

Dr Ir Jafrinur MSP, Dekan Fakultas Peternakan Unand

Riset Penting untuk Pembangunan Menjelang ulangtahun ke 50 yang jatuh pada 9 Oktober 2013 ini, Fakultas Peternakan Universitas Andalas mendapatkan kado indah. Akhir 2012, salah satu Perguruan Tinggi Peternakan tertua di Indonesia ini mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dengan usia yang semakin matang dan akreditasi A yang disandangnya, tentu saja Fakultas Peternakan Unand dituntut untuk menghasilkan lulusan yang bisa diandalkan dalam pembangunan bangsa. Apa saja kelebihan dan usaha yang dilakukan Faterna Unand untuk menunjukkan kualitasnya sebagai Fakultas Peternakan yang berdaya saing dan terkemuka di Indonesia? Berikut wawancara wartawan Padang Ekspres Hijrah adi Sukrial dengan Dekan Fakultas Peternakan Unand Jafrinur. Sebagai salah satu Fakultas Peternakan tertua di Indonesia, tentu saja Faterna Unand memiliki sejarah yang panjang. Bisa Anda ceritakan sedikit mengenai sejarah Faterna Unand? Ya, Faterna Unand memang memiliki sejarah yang cukup panjang. Faterna Unand didirikan atas ketetapan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang ditetapkan di Jakarta tanggal 9 Oktober 1963. Berdasarkan urutan pendiriannya, Faterna merupakan Fakultas keenam dari sembilan Fakultas di lingkungan Universitas Andalas. Pendirian Faterna dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu-ilmu pertanian yang dibutuhkan dalam pembangunan Indonesia dan perluasan Universitas Andalas. Pada awal berdiri sampai dengan tahun 1991 Faterna berlokasi di Kampus Unand Air Tawar, Padang dan sejak Semester Ganjil 1991/1992 pindah ke Kampus Unand di Limau Manis, Padang. Selama beberapa tahun sejak berdiri, pelaksanaan pendidikan Faterna Universitas Andalas dibina oleh Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Andalas. Di samping itu, peran Dinas Peternakan Sumatera Barat cukup besar terutama dalam menyediakan fasilitas, peralatan, tenaga pengajar dan tempat praktek. Kegiatan pendidikan mahasiswa tingkat sarjana pada awalnya dilakukan dengan afiliasi ke IPB, yang dimulai tahun 1969. Pada tahun tersebut Faterna Universitas Andalas mengirim sebanyak 10 orang mahasiswa tingkat sarjana untuk menyelesaikan studinya di Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Akhir tahun 1970 dihasilkan sebanyak 7 orang sarjana alumni pertama Faterna Univer-

BIODATA 1. Nama Lengkap 2. Jabatan Fungsional 3. Jabatan Struktural

: Dr. Ir. Jafrinur, M.SP : Lektor Kepala : Kepala Lab Perencanaan Pembangunan Peternakan/Dekan Fak. Peternakan Unand 4. NIP : 196002151986031005 5. Tempat dan Tanggal Lahir : Padang, 15 Februari 1960. 6. NIDN : 0015026008 7. Alamat Rumah : Perumahan Palimo Indah Blok U No.3, Pauh, Padang. 8. Nomor Telpon/Faks : (0751) 71464 9. Nomor HP : 08126791138 10. Alamat Kantor : Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang 11. Alamat e-mail : jafrinur@yahoo.com

sitas Andalas, lima orang diantaranya diangkat sebagai tenaga pengajar. Setelah 50 tahun berdiri, Faterna Unand sekarang sudah memiliki akreditasi A. Apa saja keunggulan Faterna Unand dibanding Faterna di perguruan tinggi lainnya, baik dari segi fasilitas, sumber daya manusia (SDM) dan apa saja yang dilakukan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas? Ya, kita memang berkomitmen untuk menjadi Faterna yang terkemuka dan lebih maju dari yang lain. Untuk itu, kita terus memacu agar kita lebih baik dari yang lain. Sebagaimana diketahui, perguruan tinggi tidak bisa dipisahkan dari tri dharma perguruan tinggi, yaitu, pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat. Jika tri dharma perguruan tinggi bisa benarbenar dilaksanakan, maka perguruan tinggi itu akan berhasil menciptakan lulusan yang profesional, menghasilkan riset yang bisa dimanfaatkan negara, dan memberikan sumbangsih untuk masyarakat. Jadi, kita fokus untuk lebih mengintensifkan pengaplikasian tridharma perguruan tinggi.

Apa saja bentuk konkretnya? Di bidang pendidikan dan pengajaran, saat ini kita sudah menyempurnakan sistem pendi-

dikan dan pengajaran, serta kurikulum. Dosen-dosen saat ini mengajar dengan sistem pembelajaran berbasis mahasiswa. Artinya, kita menuntut mahasiswa proaktif

di bawah bimbingan dosen. Untuk mewujudkannya, dalam proses pembelajaran kita hanya mengisi satu lokal itu maksimal 40 mahasiswa. Wa-

lau satu mata kuliah itu ramai yang mengikuti, tetap akan dipisah. Dengan sedikitnya mahasiswa dalam lokal, maka mereka bisa jadi lebih aktif dan bisa mendengarkan arahan dengan jelas. Sehingga tidak heran jika Faterna itu hanya memanfaatkan lokal-lokal kecil dan belajar dari gedung A-E. Pada tahun 2013 ini kita akan menggelar workshop dan lokakarya kurikulum pendidikan peternakan. Tujuannya untuk lebih menyempurnakan kurikulum yang sudah ada. Lalu, dalam bidang fasilitas, apa yang sudah kita miliki untuk menunjang penelitian dan pengembangan? Faterna Unand sangat beruntung. Selain mendapat akreditasi A, kita juga mendapat banyak fasilitas dari berbagai pihak. Sekarang, di Faterna Unand kita memiliki labor yang sangat lengkap. Kita memiliki alat untuk menunjang penelitian, mulai dari yang dasar sampai yang mutakhir. Kita bekerjasama dengan Puslitbang Bioteknologi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) melalui program peningkatan produksi daging dan susu. Untuk itu, kita dapat bantuan alat dari Spanyol, dosen-dosen kita pun dikirim pelatihan ke Spanyol. Alat-alat baru bernilai puluhan miliar rupiah ini sangat canggih. Rata-rata memakai sistem digital, bahkan kalau ingin uji DNA pun bisa dilakukan di sini. Biasanya kita harus mengeluarkan biaya mahal untuk penelitian. Sekarang, semuanya bisa kita lakukan di sini.Artinya, tidak ada alasan dosen dan mahasiswa untuk tidak melakukan penelitian lagi. Selain itu, saat ini kita juga mer e h a b UPT Farm. Yaitu, sarana peternakan yang terdapat di lokasi Kampus Fakultas Peternakan yang dilengkapi dengan Kantor Administrasi serta berbagai sarana kandang untuk kegiatan praktek, penelitian mahasiswa dan dosen serta pemeliharaan ternak yang dimiliki UPT Peternakan. Lokasi UPT Peternakan terletak sekitar 750 m dari lokasi gedung Fakultas Peternakan dengan lahan seluas lebih kurang 25 Ha adalah untuk memberikan pendidikan

lapangan dan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengelola ternak. Kita bekerjasama dengan Perkumpulan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Sumbar untuk memelihara sapi. UPT juga telah dilengkapi peralatan mekanisasi lapangan (mini traktor dan hand traktor), mesin pencacah rumput (Chopper) dan satu unit pabrik pakan mini. Disamping itu terdapat sarana usaha peternakan ayam broiler (pedaging) dan ayam kampung. Sedangkan di bidang pengabdian masyarakat, Faterna Unand akan semakin mendekatkan diri pada masyarakat. Bentuknya dengan membuat nagari binaan. Di sana akan kita bina masyarakat mengembangkan peternakan. Baik itu sapi, ayam, dan lainnya. Dengan ilmu yang kita bagi, kita berharap peternakan tidak sekadar sampingan lagi, tapi bisa membuat masyarakat sejahtera. Kita juga akan tunjukkan bagaimana mendapatkan kredit usaha pembibitan sapi (KUPS) dan lainnya. Kita berharap di umur yang ke 50 tahun ini, dengan akreditasi A, dengan peralatan yang kita punya, kita bisa segera tinggal landas. Karya ilmiah dan hasil penelitian dari peneliti-peneliti Faterna Unand bisa mengisi jurnal-jurnal internasional yang akan mengharumkan nama Sumbar dan Indonesia. Seperti apa peran Faterna dalam mendukung program swasembada daging yang dicanangkan pemerintah? Kita akan memberikan sumbangsih pada program-program pemerintah, tentu saja sebagai akademisi kita akan membantu dengan hasil-hasil penelitian, pendampingan-pendampingan terhadap program yang dijalankan pemerintah. Hal ini memang harus kita lakukan, karena selain membantu pemerintah menyejahterakan rakyat, dengan majunya bidang peternakan, alumni Faterna juga akan memiliki tempat yang banyak untuk mengaplikasikan ilmunya dan mendapatkan lapangan pekerjaan. Kita bekerja sama dengan Dinas Peternakan Sumbar dalam suatu wadah yang dinamakan Tim Sinergi Pembangunan Peternakan Sumbar. Kebetulan Dekan Faterna Unand ditunjuk sebagai ketuanya. Sehingga, memberi masukan untuk pembangunan di bidang peternakan juga salah satu kewajiban kita. Intinya, kita akan maksimalkan SDM dan hasil riset untuk pembangunan. (***)

Pembangunan Peternakan Harus Fokus dan Berkelanjutan SELAIN menjadi dekan Fakultas Peternakan Unand, bagi Jafrinur, peternakan adalah dunianya. Sehingga, di luar kegiatan akademisi, dia juga aktif di organisasi peternak dan masuk tim kajian peternakan yang diadakan oleh pemerintah mau pun organisasi. Dia menilai, potensi peternakan sangat besar, sementara Sumbar dan Indonesia belum mengelola secara maksimal. Sehingga, dia bertekad menyumbangkan tenaga pikiran dan waktunya untuk kemajuan dunia peternakan. Menurutnya, untuk mengembangkan dunia peternakan dibutuhkan riset yang mendalam dan berkelanjutan. Karena, dengan riset dan penelitian, kita akan bisa menghasilkan hewan ternak yang memiliki gen yang cocok untuk dikembangkan di Indonesia. Selain itu, penelitian juga dibutuhkan untuk mengetahui karakter dan kultur masyarakat yang akan dijadikan sentra peternakan. Dia mencontohkan di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang saat ini sudah menjadi sentra peternakan ayam di Sumbar. Saat ini dua da-

erah itu telah memproduksi 6 juta butir telur per hari dari 8 juta ekor ayam ras. Sehingga, selain memenuhi kebutuhan Sumbar juga menyuplai kebutuhan daerah sekitarnya, bahkan sampai ke Pulau Jawa. Sehingga, usaha peternakan berhasil menopang kehidupan masyarakatnya menjadi lebih sejahtera. “Jika satu butir telur itu harganya Rp 1000, maka per harinya masyarakat dua kabupaten itu sudah menghasilkan uang Rp 6 miliar. Itu lebih besar dari APBD kabupaten tempat mereka tinggal. Lihat saja, di Payakumbuh perekonomian jadi lebih hidup,” paparnya. Dia menceritakan, semua itu tidak terjadi begitu saja. Namun, melalui perjuangan panjang, bagaimana masyarakat membangun usaha dari kecil, kemudian diikuti masyarakat lainnya. Namun, semua itu tidak akan bisa berkembang, tanpa dibarengi riset bagaimana menciptakan ayam yang memiliki gen petelur. Dulu ayam itu memiliki gen untuk bertelur dan mengeram. Sekarang, gen mengeramnya dihilangkan, sehingga ayam

IST

BAGI WAKTU: Jafrinur bersama keluarga saat menghabiskan akhir pekan bersama, beberapa waktu lalu.

ras itu hanya bertelur setiap hari. Potensi besar juga dilihatnya pada peternakan sapi. Dia mengaku prihatin, Indonesia dengan daerah seluas ini masih impor daging dan susu. Padahal, seharusnya Indonesia bisa mengekspor daging. Dia mengatakan, di Indonesia, sepanjang tahun ada pertanian. Artinya, sepanjang tahun ada pakan ternak. Sedangkan di Jepang yang memiliki musim dingin saja, mereka bisa mengekspor daging. Padahal saat musim dingin, ternak mereka hanya diberi makan jerami yang disimpan. Untuk itu, dia menilai kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor sapi dan program swasembada daging sangat tepat. Hal itu dengan sendirinya akan memacu produksi lokal. Selain itu, pria berkacamata ini memberikan apresiasi program satu hektare sawit satu ekor sapi yang digagas oleh pemerintah. Kemudian, keberanian Meneg BUMN Dahlan Iskan yang menyatakan akan memaksimalkan BUMN di bidang peternakan. Menurutnya, di Sumatera

Bagian tengah saja saat ini ada 800 ribu hektare sawit. Artinya, jika satu hektare sawit satu ekor sapi terealisasi, maka hasilnya juga akan ada 800 ribu ekor sapi, sungguh dahsyat. Namun, selama ini yang terjadi hanya pembuatan program, tanpa aksi berkepanjangan dan fokus. Di Sumbar juga ada program satu petani satu sapi. Program itu hanya akan jadi jargon jika tidak dibarengi dengan anggaran di APBD. “Kita sangat hargai kepedulian pemerintah daerah pada sektor peternakan, namun hendaknya ditunjang dengan penganggaran di APBD yang berkepanjangan. Karena, jika hanya mengharap dari sumbangan pihak ketiga, kita akan sulit untuk berlari,” ujar Jafri. Katanya, akademisi sangat berharap dunia peternakan maju dan berkembang. Karena, saat ini konsumsi daging masyarakat Indonesia masih minim. Faterna Unand sendiri berkomitmen untuk mendukung program-program pemerintah tersebut. Saat ini Faterna Unand sedang mempersiapkan tim penelitian untuk men-

ciptakan sapi simental Indonesia. Sapi simental saat ini bibitnya diimpor, sehingga karakternya cenderung kurang cocok dengan keadaan alam dan iklim Indonesia. “Sapi simental yang ada saat ini bulunya tebal, sehingga tidak tahan panas. Selain itu, mereka cenderung manja, makanan harus rumput pilihan, tidak bisa telat makan, dan berbagai kelemahan lainnya,” paparnya. Untuk menyempurnakannya, menurut Jafrinur, dibutuhkan sapi yang berbulu tipis, tahan matahari, dan cocok dengan hijauan yang banyak tersedia di Indonesia. “Kita sudah punya alat, tenaga ahli, program. Tinggal mencari dana penelitian. Dan perlu diingat, untuk menciptakan gen yang cocok dengan iklim Indonesia ini butuh waktu bertahun-tahun,” imbuhnya. Dia berharap mulai dari Pemkab/Pemko, Pemprov, hingga pemerintah pusat terus fokus mengembangkan peternakan. Dengan demikian, maka Indonesia bisa jadi sentra peternakan, dan masyarakatnya sejahtera. (hijrah adi sukrial)


NAN PADEK

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

5

SEMBARANGAN : Akibat ketiadaan tempat parkir, banyak truk parkir sembarangan seperti dijepret di sepanjang jalan LubegIndarung baru-baru ini

Parkir Truk Sembarangan, Rugikan Banyak Pihak Terminal Kotolalang Diharapkan Mampu jadi Solusi DIBANGUNNYA terminal truk atau pangkalan truk di kawasan Rimbodata, Kelurahan Kotolalang, Kecamatan Lubukkilangan, diharapkan bisa memberi solusi dari kebiasaan buruk sopir truk yang selama ini parkir di sepanjang jalan Indarung–Lubukbegalung. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi dan Informatika Padang, Firdaus Ilyas. Dia menegaskan, untuk mengatasi masalah truk yang parkir di pinggir jalan di sepanjang jalan Indarung-Lubukbegalung adalah dengan rampungnya terminal truk di Kotolalang tersebut. “Solusinya adalah selesainya

terminal truk tersebut, jika sudah selesai seluruhnya maka bisa ditindak tegas bagi yang melanggar dan tetap parkir di pinggir jalan,” ulasnya Dalam perencanaanya, Firdaus Ilyas menyampaikan proyek yang dikerjakan dengan dana APBD sebesar Rp5,5 miliar tersebut bisa difungsikan pada pertengahan tahun 2013. Saat ini katanya, masih ada bagian terminal yang akan diselesaikan dengan menggunakan APBD tahun 2013 yang akan dikerjakan awal tahun 2013 ini. Dia menambahkan, saat ini pengecoran terminal truk Kotolalang tersebut sudah lebih dari 70 persen. Sedangkan untuk finishingnya ditargetkan rampung tahun 2013. Dia memperkirakan jika terminal truk sudah difungsikan, maka diperkirakan dapat menampung sekitar 200 truk. Terminal itu juga bisa dimanfaatkan untuk bongkar muat barang. “Jika selama ini sebagian truk membongkar barangnya di

Operasikan Segera Terminal Truk PENGAMAT Transportasi dari Universitas Bung Hatta (UBH) Padang Fidel Miro, menegaskan, dalam tatanan transportasi jalan harus steril dari parkir bentuk apapun. “Jalan-jalan yang diperbolehkan parkir adalah jalan-jalan di pusat kota, yang diberikan tanda-tanda parkir khusus. Dan itupun hanya untuk kendaraan kecil, bukan untuk truk,” jelasnya. Ditambah lagi katanya, sepanjang jalan di kawasan Bandarbuat, Indarung merupakan jalan arteri, yang menjadi jalan penghubung ke kabupaten/kota lain di Sumbar. “Ditambah lagi volume lalulintasnya tinggi, dan dekat dengan pasar. Bisa macet alang kepalang disana,” ungkapnya. Solusinya katanya, pemerintah harus segera mengoperasikan terminal truk di kawasan Rimbodata, Kelurahan Kotolalang, Kecamatan Lubukkilangan. “Karena pemerintah sudah menyediakan terminal truk di Kelurahan Kotolalang, karena saat ini belum selesai atau belum difungsikan, maka dari itu terminal itu harus segera diselesaikan agar bisa dimanfaatkan untuk truk-truk yang selama ini parkir di sembarangan tempat,” sarannya. Sedangkan untuk jangka pendek, katanya perlu dilakukan manajemen parkir. Caranya dilakukan pengaturan sesuai dengan waktu-waktu yang tepat. “Waktu-waktu kapan harus parkir dan waktu-waktu kapan harus disterilkan,” ujarnya. Caranya, terlebih dahulu dilihat dulu volume lalulintas disana, kapan terjadi volume kendaraan padat dan volume kendaraan sepi. “Misalnya ketika volume kendaraan disana sepi, baru boleh diijinkan untuk parkir di tepi jalan. Tapi ketika volume lalulintasnya disana padat, maka tidak dibolehkan parkir di tepi jalan. Harus ada sanksi tegasnya juga. Ini demi keselamatan bersama juga, terutama untuk kelancaran lalulintas, mengantisipasi dan memini-

malisir kecelakaan, karena jalan itu diperuntukan bagi seluruh elemen masyarakat,” ulasnya. Selain itu, pemerintah juga melakukan pembinaan terhadap mental dan sumberdaya para pengendara, caranya dengan memberikan pendidikan berlalulintas. “Perilaku pengendara ini harus dirobah pula,” tandasnya. Ketua Forum Masyarakat Peduli Transportasi, Masri Makmur, juga menyarankan agar terminal tersebut segera dioperasikan. “Solusi Sementara, kendaraan di tepi jalan diarahkan masuk ke dalam terminal saja untuk saat ini,” katanya. Kemudian didalam terminal itu, sebaiknya dibangun gudanggudang agar mobilisasi truk masuk ke kota tidak banyak lagi. “Jadi mereka bisa membongkar muatan mereka cukup disana saja. Dengan sendirinya ini akan mengurangi volume truk bermuatan yang masuk ke kota,” ujarnya. Mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kabupaten Solok Selatan itu, juga menyarankan agar kedepan pemerintah memperbanyak tempat-tempat parkir truk di kawasan tersebut. Solusinya katanya, pemerintah daerah bisa melibatkan langsung peran serta masyarakat sekitar. “Pemda bisa merangkul masyarakat yang memiliki lahan. Lahan-lahan itu dibuat untuk areal parkir truk terutama di sepanjang Jalan cengkeh-Indarung untuk menampung banyaknya truk-truk yang selama ini parkir di tepi jalan,” saran pembina Serikat Pekerja Bongkar Muat Teluk Bayur (SPBMTB) itu. Untuk penertiban kendaraan parkir di tepi jalan dia juga menyarankan perlu dibuat perda, sehingga bisa dilakukan penindakan tegas bagi sopir yang melanggar. “Yang penting ada ketegasan dari pemda, untuk itu perlu ada perda yang mengaturnya agar punya kekuatan hukum,” ulasnya. (bis)

pinggir jalan, tapi jika terminal ini selesai truk bisa memanfaatkannya untuk bongkar muat barang,” paparnya. Untuk menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan di pinggir jalan, diakuinya telah dilakukan dengan menggelar razia. Truk yang parkir sembaranagan, akan ditindak tegas. Dia juga berharap masyarakat sekitar dan para pengendara bersabar hingga terminal itu difungsikan. Disisi lain, Firdaus menyebutkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa diberikan terminal truk Kotolalang diprediksi sebesar Rp2 miliar setahun. “Kita memprediksikan, jika seluruh terminal bisa difungsikan secara maksimal, bisa memberikan PAD sebesar Rp2 miliar,” ucapnya. Sementara itu, bagi masyarakat yang ada di sekitar terminal, menurut Firdaus bisa memanfaatkan hal tersebut untuk meningkatkan perekonomiannya, “Secara tidak langsung akan memberikan dampak pada masyarakat yang berada di sekitar terminal, terutama dalam bidang ekonomi,” ulasnya. Rugikan Banyak Pihak Di satu sisi, keberadaan truk yang parkir di pinggri jalan sepanjang jalan Indarung-Lu-

bukbegalung tersebut, merugikan banyak pihak. Yusrizal, 24, pengendara motor yang tinggal di Lubukkilangan mengeluh. Dia melanjutkan, jika keberadaan truk di pinggir jalan sangat membahayakan pengendara, terlebih lagi pengendara motor. Dia mengaku, sering hampir menyeruak ke bawah kolong truk parkir tersebut. “Sering saya hampir menabrak truk, ya angkot disebelah kanan ngebut, sebelah kirinnya ada truk. Terpaksa saya menekan rem mendadak,” ujarnya serius. Seharusnya kata Yusrizal, pengendara motor bisa lebih aman dalam perjalanan, apalagi jalan Indarung dua jalur. Namun, karena truk parkir di pinggir jalan, membuat jalan lebih sempit. Ia juga mengharapkan terminal truk yang berada di Kotolalang cepat dioperasikan, agar truk-truk ini tidak lagi parkir sembarangan. “Mudah-mudahan terminal cepat selesai, agar pengendara motor lebih aman,” pungkasnya. Dia mengatakan, jika setiap paginya mengantarkan kemenakan pergi sekolah ke Simpangharu, selalu berjumpa dengan truk-truk besar yang bertengger di sepanjang badan jalan. Katanya lagi, mulai dari Lubukkilangan, hingga bypass

Lubukbegalung, setiap harinya selalu ada truk. “Jarang saya melihat tidak ada truk parkir di pinggir jalan,” ucap lelaki yang sebentar lagi diwisuda ini. Rahmat, 25, warga Cengkeh yang setiap harinya menumpangi angkot Indarung, mengaku resah dengan keberadaan truk yang parkir disepanjang badan jalan. Menyebabkabkan mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang ini harus berjalan mencari tempat yang tidak dihalangi truk, untuk menunggu angkot. Rahmat juga mengatakan, jika keberadaan truk disepanjang pinggir jalan seringkali mengakibatkan kecelakaan. “Sering angkot menabrak orang di sebelah truk parkir itu, karena supir tidak melihat orang yang menyeberang di depan truk. Daripada saya ditabrak, mending saya cari jalan yang tidak ada truk parkir,” ucapnya. Tak hanya pengendara yang mengeluhkan hal tersebut, tapi juga sejumlah masyarakat di sepanjang jalan Indarung-Lubukbegalung resah. Pasalnya, banyak truk yang parkir di bahu jalan sehingga rumah dan warung mereka tertutup dan menganggu kenyamanan calon pembeli di warung mereka. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga, Daus, 34. Dia mengatakan, ada sopir truk

BELUM RAMPUNG : Diharapkan terminal truk di kawasan Rimbodata, Kelurahan Kotolalang, Kecamatan Lubukkilangan diharapkan segera dioperasikan untuk mengatasi truk yang parkir sembarangan memakan badan jalan

yang memarkir truknya sampai empat hari didepan tokonya. Sehingga tokonya tidak bisa terlihat dari jalan. “Kalau sore parkirnya tidak apa-apa, kalau sampai tiga hari tentu toko saya tak terlihat oleh pelanggan,” ujar pemilik toko aksesoris motor di pinggir jalan raya Tanjungsabar. Daus menambahkan dia sudah berulang kali menyampaikan hal ini kepada pemilik truk, namun keluhannya tak dihiraukan. Meskipun Daus belum menghitung berapa kerugian atau dampak dari parkirnya truk tersebut, tapi dengan terhalangnya toko miliknya tentu akan membuat omset turun sebab banyak pelanggan jadi tidak mengetahui kalau ada toko dibalik truk tersebut. “Saya telah berkali-kali menegur sopir truk agar tidak parkir di depan toko saya, tapi paling sehari saja keluhan saya didengarkan, besoknya di parkir lagi,” ujarnya Hal senada juga diungkapkan warga lainnya Weti, 55. Pemilik warung yang menjual barang harian di pinggir jalan tersebut mengatakan kalau parkir truk disepanjang badan jalan sudah jadi pemandangnnya sehari-hari. Bahkan kata Weti, ada supir yang memarkirkan truknya hingga lebih dari satu minggu. Weti termasuk warga yang haknya tidak mau dirampas, ketika ada sopir truk yang berani parkir di depan warungnya, dia akan mengusirnya. “Dari pada saya yang rugi, lebih baik saya beranikan diri untuk mengusir sopir tersebut.” ujar wanita yang rambutnya telah memutih itu. Suryati, 55, warga Lubukkilangan mengaku sangat kewalahan karena ulah sopir truk memarkirkan truk di depan warungnya. Akibatnya warungnya tersebut tidak terlihat dari jalan. “Saya sudah sering mengingatkan pada sopir truk itu parkir di depan warung saya, tapi tetap saja diparkirkan disana,” ungkapnya. Dia berharap, pembangunan terminal truk di Kotolalang diselesaikan secepatnya. Pasalnya dia mengaku sudah tidak tahan selalu bertengkar dengan

para sopir yang seenaknya parkir didepan warungnya. “Kita hanya berharap pemerintah lebih cepat merealisasikan pembangunan terminal itu,” ulasnya. Warga simpang Tanahsirah, Lisrianto, 49, juga merasakan hal yang sama. Dia mengaku sangat terbebani dengan adanya truk parkir di depan warungnya. Meski warungnya tidak tertutup karena truk parkir didepan warungnya tersebut, dia menegaskan, keberadaan truk parkir di dekat warungnya jelasjelas akan mengganggu kelancaran usahanya. “Saya merasa dirugikan dengan truk yang parkir didekat warung saya,” tandasnya. Dia juga berharpa rencana pengoperasian terminal truk di Kelurahan Kotolalang tersebut segera dilaksanakan. “Secepatnyalah Pemko bisa menyelesaikan pembangunan terminal truk tersebut,” ujar pria yang menjual nasi goreng itu. Tidak hanya pemilik warung, sopir angkot jurusan IndarungPasarraya, Musri, 32 juga mengeluhkan banyaknya truk yang parkir di sepanjang jalan tersebut. Pasalnya, untuk berhenti menaikkan dan menurunkan penumpang terganggu. Terkadang, penumpang tidak terlihat sehingga dia harus mengerem mendadak. Dia mengatakan, jika jalan dua jalur seharusnya dapat membuat pengemudi lebih leluasa berkendaraan, malah menjadi sempit dikarenakan besar truk yang parkir di badan jalan. “Jalan menjadi sempit karena truk yang parkir di sepanjang jalan itu. Bayangkan saja, lebar truk itu bisa mencapai dua meter lebih, dan jalan yang tinggal sekitar tiga meter saja,” ulasnya. Weti mengharapkan agar terminal truk Kotolalang bisa selesai dibangun dan beroperasi. Pasalnya, jika telah siap beroperasi, maka sopir truk sudah bisa memarkirkan kendaraanya di terminal tersebut. Pantauan Padang Ekspres, sekitar 20-an armada truk parkir disepanjang bahu jalan raya Indarung.Ada yang memarkir truknya di depan rumah, toko, dan disepanjang jalan. (ek/ mg18/cr4)

Keluh kesah Sopir Truk yang Parkir Di Tepi Jalan

Sering Berurusan dengan Polisi dan Dimaki Pemilik Rumah KAWASAN sepanjang jalan Lubukbegalung menuju Indarung, dengan mudahnya dapat kita temui truk-truk parkir seenaknya di tepi jalan. Para sopir itu memarkirkan truk tersebut memakan badan jalan. Tentu tindakan itu tidak dapat kita tolerir. Para sopir itu sudah melakukan pelanggaran. Tak ayal mereka sering ditilang. Mulai dari berurusan dengan polisi, para sopir ini juga terpaksa berurusan dengan makian dari pemilik rumah dekat truk itu diparkirkan. Apa sebenarnya yang melandasi para sopir itu tetap bandel memarkirkan truk mereka di pinggir jalan. Demikian penelusuran Padang Ekspres? Kendati melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan, namun memarkirkan kendaraannya di badan jalan tersebut tetap saja dilakukan para sopir tersebut. Para sopir itu berkilah dengan berbagai alasan. Mulai dari tidak adanya ketersediaan lahan parkir dan tempat bongkar muat, membuat mereka terpaksa memarkirkan kendaraan mereka di sepanjang jalan Indarung-Lubukbegalung tersebut.

“Pool perusahaan saya berada di Tabing, sedangkan rumah saya ada di Lubukkilangan, tentu tidak mungkin saya harus mengantarkan mobil ke Tabing dan kembali lagi ke Lubukkilangan,” ujar Veri, 28, salah seorang sopir truk yang memarkirkan kendaraannya di badan jalan Lubukkilangan. Dia menyadari banyak kesulitan dan masalah yang dia dapat dengan memarkirkan kendaraannya di tepi jalan. Mulai dari sering ditilang polisi. Walau demikian, daripada harus mengantarkan kendaraan itu ke Tabing, dia lebih memilih untuk membayar tilang. “Lama parkir mobil hanya 3-4 jam, jika harus ke Tabing tentunya akan memakan waktu yang lama,” ungkapnya. Bondai, 37 sopir truk lainnya, berdalih dia hanya berhenti sebentar di tepi jalan. Dia mengakui jika banyak teman-teman seprofesinya memakirkan truk di sepanjang badan jalan hingga berharihari. Berbagai alasan yang diberikan sopir truk tersebut. “Ada yang beralasan dekat dari rumah, dan ada juga mengatakan

terminal truk terlalu jauh,” jelasnya. Dia menambahkan, seharusnya peraturan pemerintah harus lebih tegas lagi. Karena, banyak sopir truk tak menghiraukan imbauan pemerintah. “Kalau tegas, tak ada sopir truk parkir disepanjang jalan. Saya mengharapkan adanya terminal segera selesai dibangun dan bisa dioperasikan, “ ungkapnya. Hal itu juga dirasakan Aulia, 37, yang juga memiliki profesi sopir kendaraan besar tersebut. Dia mengaku terpaksa memarkirkan kendaraannya di tepi jalan karena terkendala jauh dari pool yang disediakan perusahaan. Ironisnya, karena memarkirkan kendaraan itu di tepi jalan, dia sering berurusan dengan polisi. Disamping itu dia juga tak jarang dimaki oleh pemilik rumah yang berada tak jauh di lokasi tempat kendaraan itu parkir. “Mau bagaimana lagi, saya terpaksa harus mendengarkan ocehan itu setiap saya memarkirkan mobil saya. Sebab kalau saya harus kembali ke pool mobil, jalan yang harus saya tempuh sangat jauh

dan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai kembali ke rumah,” ujar pria yang tinggal di Lubukbegalung. Dia menjelaskan, perusahaan tempat dia bekerja telah menyediakan pool untuk memarkirkan kendaraan beroda sepuluh itu. Tapi sebelum dia membongkar muatannya di PT Semen Padang, dia terpaksa menunggu giliran dan memarkirkan mobinya di dekat rumah di kawasan pasar Bandarbuat. “Tidak mungkin saya harus menunggui trip bongkar, lebih baik saya pulang ke rumah dan memarkirnya dulu,” imbuhnya. Ditanya tentang terminal truk Kotolalang, menurutnya itu bisa menjadi solusi bagi para sopir yang kesulitan mencari tempat parkir kendaraankendaraan besar seperti truk. “Terminal Kotolalang bisa membantu kami yang memiliki pool kendaraan yang jauh seperti di Tabing dan Lubukbuaya. Kami berharap pembangunan tersebut cepat selesai,” harapnya. (Fadhly Yusman/Riki Chandra)


KISAH

6

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

Pasien Kerapuhan Tulang Pertama Melahirkan di RSUP M Djamil Padang

Marasai Kini tak lagi Marasai

Dua puluh tujuh tahun Marasai hanya dapat tergolek di tempat tidurnya. Kelainan genetik berupa kerapuhan tulang (osteogenesis imperfecta/OI), membuat kehidupannya marasai sesuai namanya. Namun kini Marasai tak lagi marasai. Selain ada Suradi, 48, sang suami yang setia menemaninya, kini Marasai pun sudah dianugerahi buah hati.

Laporan Gusti Ayu Gayatri Padang

JARUM jam baru saja menunjukkan pukul 11.00 WIB, hiruk-pikuk di RSUP M Djamil Padang berjalan seperti biasanya. Di salah satu ruangan perawatan, terlihat seorang wanita setinggi 97 cm meter tergolek lemah di tempat tidurnya. Beberapa selang terpasang di tubuh kecil itu. Sesekali terdengar rintihan keluar dari mulutnya. Dia merasakan lapar amat kepalang. Namun petugas medis berada dekatnya, seakan mengacuhkan rintihan itu. Sang petugas bukannya mengacuhkan, tapi wanita itu memang belumlah boleh makan dan harus puasa usai menjalani operasi. Biar begitu, sang wanita munggil itu tetap ngotot. Dia pun meminta petugas mengizinkannya makan buahbuahan. Tapi, petugas itu tetap menggelang. Wanita mungil itu tak lain bernama Marasai, pasien mengalami kerapuhan tulang (osteogenesis imperfecta/OI) yang baru saja melahirkan. Kepada Padang Ekspres, Ires— begitu panggilannya mengaku sangat berbahagia. Sesosok bayi laki-laki baru saja lahir dari rahimnya. Dituturkannya, selama 27 tahun dia hanya terbaring di tempat tidurnya. Dia hanya mengandalkan belas kasihan orang-orang bersedia merawatnya. Terkadang akibat kesibukan keluarganya, dia terkadang diabaikan. Biar begitu dia tak lupa berdoa pada tuhan, agar suatu saat mendapat mukjizat. Akhirnya tuhan mengabulkan doanya. Dia ingat betul ketika tiba-tiba handphonenya berdering. Sewaktu mengangkatnya, dia mendengar suara laki-laki di dalam handphonenya. Berawal dari situlah, perkenalan Marasai dengan suaminya, Suradi. Berawal komunikasi lewat

handphone, akhinya benihbenih cinta pun hadir di hati Marasai dan Suradi. Sampai akhirnya, pasangan sejoli ini janjian ketemu. “Suami saya waktu itu sedang mengacak-ngacak nomor. Entah sebuah kebetulan atau sudah ketentuan Allah, akhirnya nomor saya terpencet. Tanggal 29 Mei 2012 kami ketemu, dan 8 Juni kami menikah,” ujarnya. Saat pertama kali bertemu, wanita asal Sangir Kabupaten Solok Selatan itu sempat minder akan kondisi dirinya. Apalagi mengetahui laki-laki yang dikenalnya lewat handphone itu normal. “Alhamdulillah, ternyata dia mau menerima kekurangan dan kelebihan saya. Dia jujur dan saya juga jujur kala pertemuan itu. Sampai akhirnya, dia melamar dan menikahi saya,” ucapnya sembari tersenyum. Sebulan usai menikah, Marasai dinyatakan positif hamil. Waktu itu, alangkah bahagianya pasangan bertaut usia ini. “Saya sangat bahagia, tak pernah terlintas dalam pikiran saya bisa memiliki anak dengan kondisi seperti ini,” ucapnya. “Saya beruntung memiliki suami seperti abang. Dia mau menerima saya apa adanya,” ucapnya. Kedatangannya ke RSUP M Djamil Padang, awalnya bukan untuk melahirkan mengingat usia kandungannya belum cukup umur (baru enam bulan). Waktu itu, Marasai merasakan sakit perut tak tertahankan. Saking tak tertahankannya, akhirnya tim medis memutuskan agar proses persalinan segera dilakukan. “Alhamdulillah, saya melahirkan dengan selamat. Sampai hari ini, saya belum tahu bagaimana wajah anak saya. Saya baru dengar suaranya saja,” ucapnya.

Marasai juga belum memberikan nama untuk putra pertamanya tersebut. Sekarang, dia bersama sang suami masih mencari nama yang cocok buat anaknya dari Al Quran. “Anak saya belum ada namanya, saya masih mencari nama buatnya,” ucapnya. Suradi sejak awal menemani sang istri mengaku, perkenalannya dengan Marasai memang tak sengaja. Hanya lewat handphone semata. Kala pertama kali bertemu Marasai, hatinya merasa tergugah melihat penderitaan Marasai. Saat itulah muncul keinginan dalam hatinya untuk menjaga dan merawat Marasai. Dia tak ingin Marasai terus marasai. “Saya menikahinya bukan karena nafsu. Beda usia kami memang terpaut jauh. Saat ini umur saya sudah 48 tahun, sedangkan istri saya baru 27 tahun. Saya tak tega melihat dia tak ada yang mengurus. Bahkan sampai pukul 15.00 WIB pun, dia belum ada memberikan makanan. Di situlah hati saya tergugah,” katanya. Suradi mengaku tak ada rasa penyesalan sedikit pun dalam hatinya menikahi Marasai. Dia tulus mencintai Marasai atas segala kekurangan dan kelebihan. “Saya tak menyesal telah memilihnya sebagai istri. Justru saya sangat sayang padanya. Saya aslinya berasal dari Jawa yakni dari Malang. sekarang tak terlintas lagi dalam pikiran saya kembali ke Jawa dan meninggalkan Marasai,” ucapnya. Awalnya Suradi tinggal di Sungairumbai, namun sejak menikah dengan Marasai, dia tinggal di Sangir Solok Selatan. Sehari-hari dia bekerja sebagai pemotong getah. Sebelum berangkat kerja, dia terlebih dahulu memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah, memandikan dan menyuapkan Marasai. Setelah itu,

SY RIDWAN/PADEK

SURADI, suami Marasai tengah merawat istrinya yang baru saja melahirkan.

barulah dia berangkat ke ladang tak jauh dari tempat tinggalnya. Dia sadar atas keterbatasan fisik Marasai, istrinya pastilah tidak akan dapat mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Itulah sebabnya, dia melakukan pekerjaan tersebut sendiri. “Istri saya hanya bisa tergolek di tempat tidur. Jika mau ke mana-mana, saya membawanya menggunakan papan. Kalau tak hati-hati membawanya, maka tulang belakangnya bisa patah. Makanya, harus hati-hati sekali mengangkatnya,” tuturnya. Saat Allah menganugerahi dia dan Marasai seorang anak laki-laki, dia merasa sangat bahagia. Namun, dia tak tega saat melihat begitu banyak selang dipasang di tubuh istrinya. “Banyak sekali selang dipasang di badannya. Sudah seperti robot saja. Tak tega saya melihat istri saya begitu,” tuturnya. “Biar begitu, saya sangat bahagia bisa memiliki mereka. Kehadiran mereka berdua adalah anugerah terindah dalam hidup saya,” ucapnya. Baru Pertama Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dr Hj Aumas Pabuti menuturkan, pihak rumah sakit M Djamil Padang baru pertama kali menangani kasus pasien OI hamil dan melahirkan. Bahkan kasus tersebut, baru pertama kali terjadi di Indonesia. Seluruh biaya pengobatan Marasai dan bayinya ditanggung rumah sakit. “Marasai kemarin telah melahirkan. Saat ini bayi masih diinkubator, karena lahir belum cukup umur. Usia kandungannya baru 6 bulan,” ucapnya. Ditambahkan dr Eni Yantri SpA, Marasai melahirkan bayi dengan berat 750 gram, panjang 34 cm berjenis kelamin laki-laki. Berat badan bayi Marasai memang amat rendah. “Idealnya berat badan lahir itu 3 kg. Bayi lahir dengan ibu menderita OI, maka kemungkinan dia menderita OI sebanyak 50 persen,” ucapnya. Akibat bayi lahir tak cukup

bulan, tambahnya, menyebabkan parunya tak berkembang baik dan otaknya belum sempurna. Saat ini bayi Marasai diletakan dalam inkubator. Untuk membantu agar perkembangan parunya lebih baik, maka bayi Marasai dibantu alat ventilor dan diberikan obat berupa surfaktan. “Kalau organnya sudah berfungsi secara baik, maka peralatan yang dipasang di tubuh bayi akan dilepas,” tuturnya. Senada dengan itu, dr Dovy Djanas SpOG yang juga menangani Marasai, menuturkan penyakit kerapuhan tulang Marasai diturunkan secara genetik. Bayi Marasai juga sudah dites radiologi tulang.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bayi menderita penyakit OI atau tidak. Jika hasil radiologi tulang menyebutkan sang bayi memiliki penyakit sama dengan ibunya, maka dapat dilakukan terapi sejak awal. Hingga, kualitas hidupnya lebih baik. “Hasil pemeriksaan ultrasound, kerapuhan tulang pada bayinya tidak terlalu berat. Kalau Marasai kan dia sudah masuk kategori III sehingga tulangnya mudah patah,” ucapnya. Keputusan tim medis melakukan operasi caesar dalam proses persalinan bayi Marasai, tambahnya, diambil karena kapasitas perut Marasai tidak bisa menampung rahim

yang ada. Sehingga, terjadi kontraksi. Jika operasi caesar tak segera dilakukan, maka hal itu dapat membahayakan keselamatan ibunya. “Makanya, kami putuskan operasi caesar untuk proses persalinan. Sebetulnya dengan penyakit OI yang diderita Marasai, tim dokter tak merekomendasikannya untuk hamil. Namun, Allah sudah berkehendak apa yang tak mungkin bisa jadi mungkin. Marasai telah membuktikan hal itu. Mukjizat Allah telah datang pada keluarga kecilnya. Marasai sangat bahagia, karena telah diberikan Allah rezeki. Mudah-mudahan Marasai tak lagi marasai,” tuturnya. (***)


CMYK

SAMBUNGAN

MINGGU„ 6 JANUARI 2013

Organisasi-LSM Guru Perlu Ditertibkan Jakarta, Padek—Belakangan ini organisasi atau lembaga swasdaya masyarakat (LSM) guru muncul banyak sekali. Pemerintah merasa perlu menerbitkan atau menata keberadaan organisasi atau LSM guru itu. Di antaranya, bakal tertuang dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Revisi belum rampung, ternyata sudah membuat organisasi dan LSM guru resah. Mereka khawatir jika revisi ini dijalankan, lembaga yang mereka buat akan dibredel atau diberangus pemerintah. Selain itu, mereka juga menuding kebijakan baru ini menguntungkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang lebih dulu diakui pemerintah. Ketua Umum Pengurus Besar (Ketum PB) PGRI Sulistyo kemarin (5/1) mengatakan, pihaknya juga tidak sepakat jika pemerintah membatasi atau memberangus organisasi atau LSM guru itu. Sebab, dia mengakui jika para guru memiliki hak untuk berserikat dan berkumpul.

Tetapi kami mendukung penuh jika upaya pemerintah merevisi PP Guru itu untuk menata atau mengatur organisasi guru “Tetapi kami mendukung penuh jika upaya pemerintah merevisi PP Guru itu untuk menata atau mengatur organisasi guru,” ujar pria yang juga menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu. Sebab, munculnya banyak organisasi dan LSM guru saat ini bisa berpotensi melemahkan upaya mencetak guru profesional. Selain itu juga lemah koordinasi dan tampak berjalan sendiri-

sendiri. Sulistyo mengatakan, jika guru saat ini memang membutuhkan induk organisasi profesi guru. Dia berharap pemerintah bisa menentukan langkah bijak pendirian atau pengakuan induk organisasi profesi guru. Menurut Sulistyo, pembentukan organisasi profesi guru ini perlu diatur secara tegas oleh pemerintah. Sebab, perannya cukup signifikan karena menjadi poros penciptaan guru yang profesional, sejahtera, dan terlindungi dari persoalan hukum. “PGRI Insya Allah memang organisasi profesi guru,” kata dia. Namun PGRI tetap menghormati dan menghargai organisasi atau LSM guru yang jelas-jelas tidak bisa disebut sebagai organisasi profesi guru. Sulistyo juga menganjurkan supaya masyarakat, terutama guru, tetap tenang hingga proses revisi PP tentang Guru ini benarbenar sudah rampung. Pendidik memang memiliki hak untuk membentuk organisasi atau LSM guru. Tetapi khusus untuk keberadaan or-

ganisasi profesi guru, harus diatur oleh pemerintah. Jadi, tidak bakal serabutan seperti sekarang ini. Di mana ada organsasi atau LSM guru merasa telah mewakili aspirasi guru seluruh Indonesia. Padahal, anggota dan kantornya hanya ada di Jakarta saja. Sedangkan pihak PGRI terus mengklaim sebagai organiasi profesi guru, karena memiliki AD/ART dan perwakilan sampai di tingkat kecamatan. Selain itu PGRI juga merasa paling tepat disebut organisasi profesi guru karena didirikan berdasarkan undang-undang guru dan dosen. Bukan melalui undang-undang organsiasi masyarakat (ormas) sebagaimana yang dilakukan oleh organisasi atau LSM guru lainnya. Dari analisa PGRI selama ini, pembentukan organisasi profesi guru memang kalah dibanding organisasi profesi lainnya. Misalnya UU tentang praktek kedokteran secara jelas menyebutkan jika organisasi profesi dokter adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (wan/jpnn)

Hadiri Acara Shalawat di Pesantren Sabilil... Sambungan dari hal. 1 Riki Nelson, teknisi yang duduk di jok sebelah kirinya pun diberitahu untuk bersiap-siap. Riki pun, ikut siap meski dalam hatinya antara hidup atau mati. Dahlan, juga mengaku sudah pasrah, mati atau hidup. Dalam hitungan detik, Dahlan pun menubrukkan mobil yang baru dibelinya tersebut ke tebing bukit. Sebab, kata dia, kalau dibiarkan terus melaju, kecepatannya kian tinggi. Dia juga khawatir, kalau tidak segera mengambil keputusan, bisa membahayakan orang lain. “Daripada membahayakan orang lain, karena laju mobil semakin liar, saya putuskan untuk menabrak saja,” ceritanya di depan undangan yang menghadiri acara shalawat di pesantrennya. Suara keras pun terdengar. Setelah menabrakkan moncong mobilnya, sempat nyerempat mobil Panther yang ada di sebelahnya. Tapi mobil itu tidak mengalami keruskan sama sekali.

Begitu mobil tersebut berhenti total, dia pun sadar, kalau habis menabrak, dan masih hidup. Dengan pelan dia meraba wajahnya. Lalu tangan, dan badan. Terakhir dia meraba kaki. Semuanya tidak terjadi apa-apa. Sebab, dia tak yakin, melihat kondisi mobilnya yang hancur itu bisa hidup. “Setelah saya meraba seluruh badan, ternyata tidak apa-apa. Alhamdulillah saya masih hidup. Padahal, tadi saya sudah berpikir untuk mati,” kelakarnya sembari bergurau. Rombongan lain yang berada di belakang mobil Dahlan, juga mengaku heran begitu melihat mobil listrik itu kian kencang, di jalan yang turun tajam tersebut. Apalagi beberapa saat kemudian, mereka melihat mobil tersebut menabrak tebing. Faisal, kepala biru humas dan protokol Kementerian BUMN mengatakan, terkejut melihat menteri BUMN yang menabrak tebing tersebut. “Karena menyaksikan sendiri, ya saya terkejut luar biasa,” tutur Faisal. Dia pun segera ampiri mobil yang sudah hancur tersebut. Bahkan Dahlan bersama tek-

nisinya ditarik keluar dari atap mobil tersebut. “Kami angkat Pak Dahlan dari atap mobilnya yang sudah hancur,” cerita Faisal lagi. Tapi sebelum mengangkatnya, dia sempat mengebadikan dengan kamera BlackBery-nya. Foto itulah yang banyak bereda di masyarakat. Dia ingin tunjukan bukti bahwa Dahlan Iskan selamat. Hari ini Dahlan Iskan bersama rombongan akan menuju ke Surabaya, setelah mampir di pesantren Emha Ainun Nadjib yang lazim disapa dengan Cak Nun atau Kiai Mbeling, di Desa Menturo, Kecamatan Sumobito, Jombang. Baik di Takeran maupun di Jombang sebenarnya sudah disiapkan listrik tiga phase oleh PLN untuk mengisi aki mobil kebanggaan Dahlan Iskan yang dibelinya dengan harga separoh biaya ganti hatinya tersebut. Sabtu tadi malam, kakek enam cucu, empat wanita dan dua putra ini, menghadiri acara shalawatan di Pesantren Sabilil Muttaqien, pesantren keluarganya di Takeran, Magetan.

Di pesantren ini pula, Dahlan pernah tinggal bersama Nafsiah, istrinya, setelah hijrah dari Samarinda, tatkala masih menjadi reporter Majalah Tempo. “Itu kamar saya dulu,” ujarnya singkat, menunjuk ke kamar di pendopo pesantren tersebut. Di Pesantren Takeran yang didirikan Kiai Hasan Ulama pada 1880, lalu berubah nama menjadi Pesantren Sabilil Muttaqin pada 1943 ini, dihelat shalawat yang dihadiri oleh Habib Syech Assegaf bersama grup musik rebananya. Ribuan santri dan sejumlah tokoh masyarakat serta sejumlah direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jawa Timur ikut. Di antaranya nampak Dirut PT Barata Lalak, Dirut PTPN X, Subiyono, Dirut Semen Gresik Dwi, Dirut PT PAL, Firmansyah, dan lain-lainnya. Para direksi dari berbagai perusahaan milik negara ini, memang sudah akrab dengan pesantren tersebut, karena sudah berkali-kali menghadiri acara ritual keagamaan mengawali tahun 2013 tersebut. (***)

”Saya Putuskan Tabrak Tebing”

CMYK

Sambungan dari hal. 1 Dahlan dalam mobil tersebut belum bisa menjelaskan penyebab pasti rem tak berfungsi. Kemarin, rencananya, Tucuxi hendak menempuh perjalanan dari Solo menuju Surabaya. Selepas dari Kota Bengawan, mobil menuju Magetan–Tawangmangu, yang jalannya penuh kelokan dan tanjakan. Mobil melaju mulus dan lancar. Rem Tucuxi juga berfungsi dengan baik saat melewati tanjakan Tawangmangu dan Cemoro Sewu yang terkenal tinggi dan turun tajam. Bahkan, Dahlan bersama rombongan sempat berhenti di kawasan Cemoro Sewu. “Pak Dahlan sempat berhenti untuk melayani warga yang minta berfoto bersama dengan kamera handphone,” kata Kabaghumas Kementerian BUMN Hilmi Faisal. Namun, ketika melewati lereng timur Gunung Lawu, setelah lepas dari jalan paling curam di Sarangan, rem mobil tiba-tiba bermasalah. Beberapa kali pedal rem diinjak, laju roda tetap tak terkendali. Menteri BUMN yang mengemudikan mobil tersebut sejak Solo akhirnya membanting setir ke kanan sebagai upaya menghentikan laju Tucuxi yang tanpa kendali. Setelah menabrak tebing, mobil masih berjalan, menabrak tiang listrik, lalu berhenti persis di depan kendaraan depannya, setelah menyenggol bumper mobil Panther L 1041 AE milik Bayu Wibisono yang berhenti di sisi kanan jalan. “Ternyata baik juga ya saya sendiri yang mengemudikan mobil ini. Sehingga saya sendiri dan risikonya saya yang menanggung,” ujar Dahlan sambil tersenyum. Dia bahkan menyatakan tetap bangga terhadap mobil listrik Tucuxi dan akan terus mengembangkannya sebagai cikal mobil listrik nasional.

Rem Blong Tanda-tanda rem mobil bermasalah sudah terasa sejak berada di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, Jateng. Salah seorang anggota rombongan yang berjarak empat mobil di belakang Tucuxi mengaku bahwa di Tawangmangu tercium bau sangit. Bau itu diperkirakan berasal dari rem mobil di depannya, tapi belum bisa memastikan bahwa itu rem Tucuxi. Setelah melewati Cemoro Sewu, Magetan, Jatim, Dahlan berhenti dan menepikan mobil. “Iya, saya terlalu banyak ngerem, saya tidak pede,” ujarnya. Sayang, saat berhenti itu, kondisi mobil tidak diperiksa. Sebab, saat itu banyak pengendara motor yang berhenti dan minta berfoto bersama Dahlan. Akhirnya, setelah sekitar sepuluh menit berhenti, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Tapi, belum sampai 1 kilometer (km) berjalan, tiba-tiba mobil listrik itu bermasalah dengan rem. Karena jalan menurun, laju mobil makin cepat. Saat itu

kecepatan mobil 60–80 km per jam. Tak ingin pengguna jalan lain menjadi korban, di kawasan Ngerong, sekitar 5 km dari puncak Cemoro Sewu, Dahlan mengambil keputusan gila. Dia menabrakkan mobil yang masih kinyis-kinyis itu ke tebing di tepi jalan. Setelah itu, mobil terpelanting, menabrak tiang listrik, dan menyenggol Isuzu Panther yang sedang parkir. “Saya sempat bilang ke Ricky, saya akan tabrakkan mobil ini ke tebing,” kata Dahlan. “Saya sengaja menabrakkan ke tebing supaya tidak mencelakai mobil dari arah berlawanan dengan kondisi penumpang penuh, ada balitanya juga. Meskipun, risikonya mungkin saya akan mati,” sambungnya. Karena semua kaca mobil hancur, tubuh Dahlan juga penuh serpihan kaca. “Saya sadar. Saya meraba kepala, wajah, dan leher. Tidak ada yang luka. Rambut dan wajah penuh bubuk kaca. Saya raba tangan juga tidak apa-apa. Saya gerakkan kaki tidak masalah,” ujarnya. Setelah itu, dia menyapa penumpang Panther dan me-

nanyakan kondisinya. Setelah yakin bahwa semuanya baikbaik saja, Dahlan melanjutkan perjalanan dengan mobil lain menuju Pesantren Sabilil Muttaqien di Takeran, Magetan. Sampai di Magetan, dia sempat diperiksa dokter. Setelah itu, dokter menyatakan bahwa kondisinya baik-baik saja. Malam harinya dia bergabung dengan jamaah salawat dalam acara Bumi Takeran Bersalawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir As-Segaf dari Solo. Kapolres Magetan AKBP Agus Santosa menjelaskan, mobil Tucuxi yang dikemudikan Dahlan mengalami problem teknis pada sistem pengereman. Karena melaju di jalanan menurun, Dahlan tidak dapat mengendalikan kecepatan. Karena ingin menghindari tabrakan dengan mobil di depannya, dia membanting setir ke kanan. Mobil sempat menghantam tebing dan tiang listrik. “Mobil yang dikemudikan Pak Dahlan juga sempat membentur mobil Panther yang datang dari arah berlawanan,” tegasnya. (ota/dip/irw/c11/lk/jpnn)

7 Takut

bencana. Selanjutnya, ada yang rajin beribadah karena takut dihukum Tuhan, masuk neraka. Takut itu positif kan? Kalau mau dibeber lagi, masih banyak contoh orang bertindak positif atau berbuat baik, karena takut. Takut pada apa dan pada siapa nya saja yang berbeda. Kalau takut pada hantu, takut lewat kuburan, atau takut tempat gelap/angker, bagaimana? Takut jenis ini semestinya tak ada. Sebab hantu, kuburan, atau tempat gelap/

Sambungan dari hal. 1 Sebagian orang cepat masuk kantor, karena takut dimarahi atasan. Ada yang cepat pulang ke rumah setelah kerja, karena takut diomeli istri. Banyak pula yang tak mau menerobos lampu merah karena takut ditilang polisi. Tak sedikit pula yang giat olahraga karena takut terserang penyakit, lalu cepat mati. Sebagian lagi ada yang mulai banyak menanam pohon karena takut terjadi

angker tak pernah membunuh orang. Mencubit pun tak pernah teredengar. Kecuali hanya di sinetron atau di film aneh-aneh. He he he... Nah, mumpung ini masih tahun baru mari kita memulai lembaran 2013 ini dengan mempertebal rasa takut. Perbanyaklah berbuat positif. Tak peduli semua yang baik dilakukan karena takut pada apa atau siapa. Lupakan ramalan suku Maya itu. Tapi ingat, kiamat dan mati itu pasti! Anda takut? Saya juga...(*)

Perampok Tembak Pedagang Pasar Raya sodiwiryo untuk mendapatkan perawatan medis. Pengakuan Sutejo kepada Padang Ekspres di Mapolsek Lubukbagalung, mereka sudah memantau gerak-gerik korban selama dua hari. Setelah memastikan bisa berhasil, barulah aksi perampokan yang direncanakan di kawasaan Airtawar (rumah Sutejo, red) itu dilakukan. “Kami merampok setelah mendapat informasi dari teman bernama, Ismet. Dia mengabarkan calon korban memiliki penjualan dari tokonya lumayan besar. Sementara pistol yang saya tembakan untuk menakutnakuti korban, milik teman saya bernama Ismet. Informasi, pistol tersebut dibeli seharga Rp 3 juta dari salah seorang temanmya di Pekanbaru,” ujar Sutejo. Di tempat terpisah, korban Elfayati terlihat terbaring lemah di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) RST Reksodiwiryo. “Bagian kepala dan pelipis kanannya terlihat masih mengeluarkan darah, diduga akibat pukulan benda tumpul yang sangat kuat. Saat ini kami memasangkan infus serta memasang selang oksigen untuk membantu pasien barnapas.

Sambungan dari hal. 1 Biarpun begitu, tetap tak membuat ciut nyali wanita itu untuk mempertahankan tasnya. “Malah, letusan senjata api itu menarik perhatian warga sekitar. Tanpa takut mereka mendekati dan memburu pelaku menggunakan kayu dan batu. Melihat kondisi itu, kawanan perampok langsung kabur dari lokasi. Waktu salah seorang terlihat memukulkan ganggang pistolnya ke bagian pipi sebelah kanan, dan dahi korban,” ungkapnya. Nahas bagi Sutejo, dia terjatuh ke dalam selokan saat terjadi kejar-kejaran itu. Dia pun langsung ditinggalkan ketiga teman-temannya. Tanpa ampun, Sutejo pun jadi bulan-bulanan massa. Bahkan, beberapa warga meneriakan untuk membakar pelaku. Namun, pelaku tak sampai dibakar massa. Setelah puas melampiaskan amarahnya, sekitar pukul 20.00 warga menyerahkan pria bertubuh kurus tinggi itu ke Mapolsek Lubukbagaluang. Sedangkan korban dilarikan beberapa orang warga ke RST Rek-

Sementara kondisi keseluruhan pasien tidak terlalu parah, dan kemungkinan pasien bisa langsung dibawa pulang,” jelas dokter jaga RST Reksodiwiryo, Fadli kepada Padang Ekspres, tadi malam. Pantauan Padang Eskpres di RST Reksodiwiryo, korban ditemani kakaknya bernama Afyunita, 43. “Kami berharap polisi bisa memberikan hukuman setimpal kepada pelaku,” pintanya. Dari Pekanbaru Kapolsek Lubukbagalung, Kompol Yuli Kurnianto mengatakan, pelaku telah diinterogasi untuk mengetahui keberadaan ketiga orang temannya. Sementara pistol yang digunakan kawanan rampok tersebut jenis Revolver rakitan, dan sangat mirip pistol organik polisi. Sutejo sendiri mengaku bahwa tahun 1992 dirinya pernah menusuk seorang polisi di Kototangah, karena aksi kriminalnya diketahui polisi. “Saat ini kami telah membentuk tim untuk memburu tiga orang pelaku lainnya, termasuk berkoordinasi dengan jajaran Mapolresta Padang, serta jajaran Mapolda Sumbar,” kata Yuli Kirnianto. (mg18/cr2/w/kid)

Residivis Sabu-sabu Ditangkap lagi target. “Tersangka pernah kami ringkus tahun 2008 lalu dengan kasus sama, namun tersangka tidak jera. Tersangka merupakan pemain lama dan diduga salah seorang bandar besar di Kota Padang, itulah sebabnya kami berupaya meringkus tersangka,” jelasnya. Pengakuan tersangka pada penyidik, kata Arif, dirinya kembali menjadi pengedar narkoba karena tidak ada pekerjaan lain. Sabu-sabunya sendiri didapatkan dari seorang bandar besar lainnya berinisial, “A” atau Kamba. Nama terakhir, sekarang masih diburu polisi setelah mendapat informasi dari Esa Putra. Dari tangan tersangka, Esa Putra polisi berhasil menyita satu paket kecil sabu-sabu seharga Rp 200 ribu dan satu paket besar Rp 500 ribu. Paket sabusabu ini sejatinya akan dijual kepada pembeli berinisial EK. “Saya terpaksa menjual narkoba kembali Bang, untuk menghidupi keluarga saya seharihari. Selama mengedarkan narkoba, pembeli umumnya mahasiswa, serta pekerja swasta te-

Sambungan dari hal. 1 ditangkap. Namun tersangka dikenal lihai ini, berhasil meloloskan diri dari sergapan petugas. Kemarin (5/1), pelarian tersangka harus berakhir. “Tersangka berhasil kami tangkap di kawasan Purus, tepatnya di depan salah satu swalayan. Saat itu tersangka tengah menunggu pembeli berinisial “EK”. Saat keberadaan tersangka diketahui, kami langsung meringkusnya,” ujar Direktur Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Arif Rahman Hakim pada Padang Ekspres. Tersangka sendiri sudah menjadi target operasi (TO) sejak tiga bulan terakhir. Tersangka, aku Arif, sebenarnya telah terdeteksi mengedarkan sabu-sabu usai dirinya mendapatkan remisi pertengahan tahun 2010 lalu. Walaupun sudah terdeteksi, namun jajaran Dit Narkoba Polda Sumbar belum bisa meringkus tersangka karena belum ada barang bukti. Setelah mendapatkan bukti jelas, barulah polisi memasukan nama tersangka dalam daftar

lah lama saya kenal. Saya mendapatkan narkoba dari salah seorang teman,” jelas tersangka Eka Putra kepada Padang Ekspres. Dalam sehari, tersangka berhasil menjual sabu-sabu senilai Rp7 juta. Hasil penjualan ini terlebih dahulu diserahkan kepada A, guna mendapatkan barang baru. Sedangkan keuntungannya, digunakan untuk memenuhi kebutuhan seharihari. Melalui A lah, Eka Putra mendapatkan sabu-sabu yang dipesan di Pekanbaru. Barang haram itu lalu dikirim ke Padang melalui jasa pengiriman, dan ada pula dijemput langsung oleh A. Akibat perbuatan tersangka, menurut Arif, pihaknya akan menjerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagai bandar atau pengedar dengan masa hukuman tujuh tahun penjara. Data Padang Ekspres, selama tahun 2012, jajaran Dit Narkoba Polda Sumbar telah meringkus sebanyak 102 tersangka baik pengedar maupun pemakai narkoba di Kota Padang. Sedangkan untuk Sumbar, berhasil ditangkap 500 orang tersangka. (w/mg18/cr2/kid)

TINGKATKAN KEKEBALAN SEBELUM SAKIT Menurut literatur, sistem imun tubuh adalah sekelompok jaringan dan sel yang memiliki fungsi primer melindungi tubuh dari serangan benda asing. Sistem ini bekerja penuh disiplin, teratur, dan rutin tiap saat. Tugasnya melindungi tubuh dari musuh-musuh eksternal, seperti bakteri, kuman, dan virus yang sering masuk ke tubuh sehingga tubuh jadi sakit. Proses masuknya akan sangat mudah bila kondisi tubuh sedang tidak fit. Tidak fitnya tubuh bisa disebabkan kelelahan, stres, dan lain-lain. Secara garis besar, fungsi sistem imun ada tiga. Pertama, untuk pertahanan tubuh guna menangkal bahan berbahaya supaya tubuh tak mudah kena penyakit. Kedua, untuk menjaga keseimbangan komponen tubuh. Ketiga, untuk membinasakan sel-sel yang bermutasi dan berbahaya bagi kesehatan. Perkembangan sistem imun berjalan sesuai dengan tingkat usia. Menurut penelitian, daya tahan tubuh mencapai puncak pada usia 20an, menurun ketika memasuki usia 30-an, dan makin menurun ketika memasuki 50-an. Statistik menunjukkan, sebagian besar mereka yang berusia di atas 40 tahun sudah mengalami penurunan kekebalan alias sistem imun tubuh. Karena itu, orang dengan usia seperti ini mulai rentan terhadap serangan berbagai penyakit, terutama

penyakit degeneratif. Maka, upaya untuk meningkatkannya perlu diperhatikan. Bagaimana caranya? Antara lain dengan mengonsumsi makanan kesehatan sejak sekarang. Apa contohnya? Contohnya adalah kedelai. Dalam biji kedelai terkandung karbohidrat, serat, protein, flavonoid, vitamin, mineral, dan lain-lain. Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh, dan serat berperan dalam memperlancar pencernaan. Kekurangan serat membuat orang sulit buang air besar, dan kondisi yang parah menyebabkan kematian. Protein berguna untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan yang rusak, dan penambah imunitas. Protein kedelai tersusun atas lesitin, arginin, dan lain-lain. Asam-asam amino ini dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan, terutama lesitin. Selain pada kedelai, lesitin terdapat pada susu dan telur. Sedangkan flavonoid pada kedelai adalah isoflavon. Senyawa ini pertama dikenal sebagai obat awal 1990-an oleh seorang ahli Amerika. Selain sebagai antioksidan, ia juga berfungsi sebagai a n t i o s t e o p o r o s i s , antiaterosklerosis, pendorong lancarnya metabolisme, dan penambah imunitas tubuh. Imunitas tubuh pada dasarnya akan meningkat bila metabolisme sudah berjalan lancar. Nagata, seorang peneliti Jepang, pada tahun 1998 menganjurkan agar setiap manusia mengkonsumsi isoflavon sebanyak

50-100 mg/hari. Selain itu, pada kedelai terdapat vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin E, kalsium, besi, fosfor, dan sodium. Karena itu, mengonsumsi kedelai sangatlah dianjurkan.Saat ini banyak kedelai bubuk beredar. Namun, Kedelai Bubuk Instan New Mandala 525, yang dulu bernama MDL-525, sangat laku karena manfaatnya nyata dan produknya higienis. Kadar isoflavonnya terukur, sehingga tidak sama dengan susu-susu kedelai yang diproduksi di rumah tangga. Dan ini ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk beralih ke bahan nabati ini dalam memelihara kesehatan, sebagai pengganti kebiasaan minum kopi atau teh di pagi hari. Sehingga kebiasaan ini perlu ditiru dan disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Untuk konsultasi kesehatan, hubungi dokter kami pada jam kerja di telepon bebas pulsa 08001401430 atau di e-mail purwati-s@centrin.net.id. Produk ini bisa didapatkan di apotek dan toko obat terkemuka di kota Anda. Dan untuk informasi penjualan, hubungi distributor kami untuk Sumatera Barat di 0751-7854443.


CUCU MAGEK DIRIH

8

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

Perubahan dari dalam Diri H. Sutan Zaili Asril

Di antara kegiatan manusia, khususnya kegiatan otak dan terlebih hati, yang sangat menguras energi adalah mendengki, bahkan dibandingkan dari ambisius dan tamak. Dengki artinya menaruh perasaan marah (karena benci dan tidak suka), karena perasaan iri hati yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain (ada istilah tak senang melihat keberuntungan oranglain/senang melihat orang gagal/tersungkur/bersalah). Hati merasa dengki dan atau mendengki, membenci perasaan karena iri hati pada orang lain/tetangga/teman sekerja—sebetulnya lebih baik energi digunakan secara positif/memilih berusaha menyamai. Kalau tamak dan ambisi pula dapat dipandang ”secara positif” karena kedua perasaan/sifat itu dapat menghasilkan/memberi hasil—hanya seringkali berlebihan dan mungkin merugikan orang lain.

YANG menjadi masalah, bilamana kedengkian/kebencian/keirihatian itu mengapung karena ketidakmampuan untuk berbuat sebaik/setingkat orang yang didengki (orang yang menjadi sasaran kebencian). Ada usaha memaksakan diri di atas keberdayaan menjadi tumbuh/berkembang dalam bentuk dengki/kebencian terhadap orang lain/tetangga/

TOYOTA DIJUAL CEPAT : Kijang Super KF 40 short Th '87, BA Padang, wrn hitam, 5 speed maju, AC, VR, hrg 35Jt. Hub : 085356971183 (Tanpa Perantara) DIJUAL : Toyota Avanza tahun 2005, type G,154000rb,warna Silver, kondisi Istimewa, tanpa perantara, hubungi: 082381433766 DIJUAL : Tyt Hardtop Th 1981, Bensin, velg Racing, AC, VW Kodok th 1970 Orisinil Body & Mesin, Hub : 0811666525 DIJUAL Cepat Dyna Engkel 115 ST Box th 2005, kondisi istimewa, hub: 08126730716, 085355643963 DIJUAL OVER KREDIT : Innova Thn. 2005, Warna Hijau Metalik, hub: 085219747008 DIJUAL CEPAT : Toyota Altis G th 2001 dan Nissan X Gear th 2009, hub : 081266774262, 085355643963 DIJUAL Cepat butuh uang kijang lsx 2002 new model,hijau,ba pjk baru,bodi kaleng cuma 98,5jt, hub 085263035101 khusus pemakai DIJUAL Toyota Vios Thn 2004,Wrn Putih Mutiara,BA Padang,Pw Windo. Pwr Streing,Kondisi Bagus dan siap pakai. Harga Rp 80 jt Nego. Hub.081267026369 / 07518214339.

HONDA DIJUAL : CRV warna hitam Th 2010, BA 1026 BP, manual, hrg 265Jt pas. Hub : 085263497050 (Vivi) DIJUAL : Honda Jazz Th '05 IDSI wrn silver. Tyt Avanza Th '08 akhir VVTi, silver. Hub : 081363661999 (Tdk terima SMS) DIJUAL CEPAT : Honda Jazz RS thn 2009,BA,Warna Putih Mutiara,Kondisi Sangat bagus HP:081363048444

IKLAN BARIS @ RP. 25.000,/ 4 BARIS

teman sekantor yang tampil lebih baik/lebih berhasil/lebih menghasilkan/lebih sukses. Maka bentuk penyaluran energi berupa kedengkian/kebencian karena tidak berdaya itu sangat menguras energi/sangat melelahkan. Sebetulnya, kita harus merasa kasihan kepada orang yang mendengki/ membenci karena tidak dapat berbuat/menyalurkan ener-

ginya secara positif. Seringkali, orang yang marah karena mendengki/merasa iri hati putus asa, dan hanya dapat berharap orang yang didengkinya gagal/jatuh/hancur. Pengalaman Cucu Magek Dirih, seringkali ia memperhatikan adalah banyak orangorang yang begitu mendengki/ beriri hati padanya, tapi, Cucu Magek Dirih pula mengabaikannya saja. Itu karena Cucu Magek Dirih menerapkan ajaran dari inyiaknya—dari falsafah silat tinggi luambek, bahwa tak semua serangan harus diterima/ditahankan, tapi, dibiarkan lewat—hal yang mungkin membuat orang yang bersangkutan menahankan hati/ perasaan entah ke mana hendak dilepaskan/perasaan hendak ke mana dikatakan atau dicurhatkan. Jadi, dari pengalaman Cucu Magek Dirih, ia mengetahui ada orang yang berniat jahat/melakukan sesuatu yang jahat terhadapnya pun, maka ia memperlakukan seakan hal itu tidak ada— mengabaikannya/tidak dipikirkannya. Cucu Magek Dirih pun menerapkan ajaran inyiaknya, balas keburukan/niat jahat/perbuatan jahat orang kepada kita dengan bersikap baik/berbuat baik kepada yang bersangkutan—setidak-tidaknya memaafkan dengan ikhlas. Bagi Cucu Magek Dirih, sebaiknya beban pikiran dan hati harus selalu diringankan. Cucu Magek Dirih mengatakan kepada istrinya bahwa tidak semua dimasukkan ke dalam pikiran dan tidak semua harus dirasa-rasakan karena hanya menguras energi secara tidak berguna. Jikalau semua hal dimasukkan ke dalam otak sementara luas areal/kapasitas muat otak tak mampu menampungnya—nanti otak akan penuh dan sampai meleleh keluar. Jikalau semua dimasukkan dalam perasaan sementara luas areal/kapasitas menampung hati tidak pula luas—nanti dada akan meledak sampai sakit hati/jantung

kambuh pula. Orang yang memasukan semua ke dalam pikiran dan perasaannya, maka orang itu akan gelisah, tidak bisa tidur, dan membenci/ mendengki/meirihati pada orang lain/tetangganya/teman sekerja di kantornya dan atau orang-orang di kantor/perusahaan pesaingnya. AGAMA Islam sangat tegas dalam hal orang/setiap orang setiap kelompok berusaha untuk berubah. Perubahan yang paling penting adalah tingkat kendali diri, mengarahkan diri, dan mengerahkan diri, sehingga mampu menyalurkan energi secara positif (berjalan/bekerja di atas dan sesuai kodrat/takdir atau destination semampu/sedaya upaya/sesungguh-sungguh yang mungkin—sejujurnya saja pada diri sendiri/tidak karena hendak berlagak/agar diketahui dan dilihat orang lain) dan dapat menghasilkan secara lebih baik (kuantitas dan kualitas). Perubahan pula, bagi Cucu Magek Dirih diletakkannya pada perspektif bersyukur karena ada periode yang dipakai secara tentatif untuk mengevaluasi diri. Seperti halnya dengan bersyukur, maka perubahan ke arah/ tingkat yang baik menjadi hal yang wajib pula. Perubahan diri pula, dalam pandangan Cucu Magek Dirih, adalah berusaha mengeluarkan semua/segala hal dan sifat buruk dalam diri—pemikiran yang counter productive dan perasaan benci/dengki/iri hati dan atau pun mengulangi kesalahan—ibaratkan unta yang terperosok di lubang yang sama, dan atau berkutat pada posisi yang sama yang sudah sebetulnya diketahui salah/ keliru/tidak berguna—apakah yang bersangkutan tdak mengetahui/menyadarinya, sehingga mereka tidak mau keluar dari lobang hitam/mengeluarkan semua dan segala hal yang buruk/tidak berguna dalam dirinya. Seperti itu Cucu Magek Dirih memahami ayat

Al Quran ”tidak akan berubah nasib suatu bangsa jika bangsa itu sendiri tidak berusaha untuk berubah”. Berubah dari dalam diri sendiri memang terutama membersihkan hati dari segala/semua hal yang buruk/ jahat/tidak berguna. Setidaknya, demikian Cucu Magek Dirih memahaminya. Bahwa, kisah Nabi Muhammad SAW yang dibedah malaikat saat ia masih kecil, maka malaikat mengeluarkan segala/semua hal dan sifat atau kecenderungan yang tidak baik dari dalam hati Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, malaikat memasukan sifat/kecenderungan hati yang baik ke dalam hati Nabi Muhammad SAW. Di antara sifat baik yang utama itu adalah shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Selain itu, Cucu Magek Dirih memahami pula al-asmau al-husna sebagai potensi/peluang dan juga energi positif. Shiddiq artinya benar— mustahil Nabi Muhammad SAW berdusta. Artinya nabi dan rasul bersiafat benar, baik dalam tutur kata maupun perbuatannya, yakni sesuai dengan ajaran Allah SWT. Seperti disebutkan Allah dalam QS Maryam ayat 50. Kami menganugrahkan kepada mereka sebagian rahmat Kami, dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi mulia. Lalu, amanah (dapat dipercaya/dapat diandalakan)—mustahil nabi Muhammad khianat (curang/culas atau sejenisnya). Artinya, para nabi dan rasul itu bersifat jujur pada saat menerima ajaran Allah SWT, dan memelihara keutuhannya, serta menyampaikannya kepada umat manusia sesuai dengan kehendak-Nya. Mustahil mereka menyelewengkan atau berbuat curang atas ajaran Allah SWT. Kemudian, tabligh (menyampaikan wahyu kepada umatnya—menyampaikan kebenaran atau ajakan kepada

SUZUKI

RUMAH

DIJUAL : Sedan Suzuki Esteem Th 94 Wrn Hitam Mobil Sgt Terawat TP, Hub : 0751-8520065, 082390426061

DIJUAL RUMAH : Komplek Anay Lestari Blok E6 Kuranji, dkt MTsN Kuranji, tipe 55, LT 226 minimalis, Komplek Arianta Pratama Blok A3 Bariang Cubadak Ampo. Tipe 50, LT 159, kuda2 baja ringan minimalis, dkt pemotongan ayam berkah ilahi By Pass. Hub : 08126639215, 08116622998 Tdk melayani SMS

DIJUAL : Suzuki Katana Th '89 wrn putih, mesin bagus, body mulus & bersih, pjk masih panjang, ban msh bagus, remote, MP3, velg racing, hrg Rp. 35Jt, khusus pemakai, tanpa agen & pakang (Tap). Hub : 085355175246

DIJUAL RUMAH : LT +165, LB +110, KT4, KM3, lt keramik, pondasi blk bertingkat, SHM, Perum. Jala Utama Blok D1-1 Pisang Padang. Hub : 081276666536

DIJUAL : Baleno Th '97 wrn ungu tua metalik, BA, velg crom, kondisi orisinil segeh. Hub : 085274522918. Lokasi Padang Panjang

DIJUAL CEPAT RUMAH Jl. Kampung Baru Gn Sarik (Jalan ke Perumahan Bumi Gn. Sarik) Didepan Rumah No. 29 LT 189m2, LB 117m2, 3 KT, 3 KM, TP, Tdk melayani SMS, Hub : 081374575755, 08126735336

DAIHATSU DIJUAL : TAFT GT TH 87 4X4 MERAH Mulus. 1 Nama dr baru Rp 55 jt. GRAN MAX TH 09 Jenis BLIND VAN. RP 75 JT. LANCER SL TH 84 BIRU Full Ori' RP 21 JT. HB 082173474747 DIJUAL : FEROZA TH 94 AKHIR PLAT BA PDG WARNA HIJAU SILVER, BODI KALENG,FULL SOUND BAN BESAR HRG 54 JT, HUB ; 085274747480 / 081267109990

MITSUBISHI DIJUAL : Mits Colt Diesel PS 100. Engkel 4 Roda lengkap terval. L300 PU Th '95, tampilan '08 wrn hitam. Hub : 081363219525 DIJUAL : Mits Colt Diesel Box 4 Roda Th 2003 Kndsi Mulus Hrg nego, Hub : 081267436116, 081363415748

MOTOR DIJUAL SEPEDA MOTOR : Honda Tiger Th 2008, Yamaha Mio Soul Th 2008, Ninja RR Th 2011, Hub : 081977507719, TP

ISUZU DIJUAL : Isuzu Panther Th '93, type miyabi, AC dingin, tape, PW, PS, wrn hitam, BA Padang, hrg Rp. 50Jt nego. Hub : 081374319813

HYUNDAI DIJUAL : Hyundai Atoz Th '01 wrn merah, asesories lengkap, pajak panjang, hrg 56Jt nego, pemakai wanita. Hub : 085374699880

keluarga/sesama/masyarakat) untuk berbuat baik. Mustahil Nabi Muhammad SAW kitman (menyembunyikan wahyu). Artinya para nabi dan rasul itu pastilah menyampaikan seluruh ajaran Allah SWT sekalipun mengakibatkan jiwanya terancam. Seperti Allah menyebut pada QS Ali Imran ayat 20: Dan, katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan orang-orang yang ummi (buta huruf), sudahkah kamu masuk Islam? Jika mereka telah masuk Islam niscaya mereka mendapatkan petunjuk, dan bilamana mereka itu berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah SWT). Dan Allah selalu Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Lalu, fathanah (cerdas)—mustahil Nabi Muhammad SAW itu jahlun (bodoh). Artinya, para nabi dan rasul itu bijaksana dalam semua sikap, perkataan, dan perbuatannya atas dasar kecerdasannya. Dengan demikian mustahil mereka dapat/ mudah dipengaruhi/diombang-ambingkan oleh orang lain. MAKA berkaitan dengan perkisaran tahun yang secara kelaziman dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi diri sendiri, bersyukur, dan berubah—ke arah situasi/keadaan/ posisi/tingkat yang lebih baik, maka di dalam perspektif dan pemahaman Cucu Magek Dirih, perubahan itu memang harus terutama dari dalam diri sendiri. Mengharapkan terjadi perubahan dari luar diri malah mungkin akan membawa pengaruh/dampak buruk. Katakan, ada perubahan secara evolutif (evolusi) dan atau perubahan pula secara demontrati dan atau revolutif (revolusi) akan memberikan sesuatu yang dominan yang mungkin bukan yang dicitakan/ dipikirkan/diperhitungkan dan atau bukan yang dirasakan/diharapkan, misalnya. Bahkan, mungkin tidak mustahil perubahan ari uar diri

SERBA SERBI

LOWONGAN

RUMAH

PELUANG USAHA : Distributor Permen Lolly Pop, harga @Rp. 600, keuntungan menjanjikan. Hubungi : Wahyudi Iskandar, ST. 085278303000, 087895309000

DIBUTUHKAN SEGERA : Karyawan Toko 2 orang, disiplin, jujur, rajin, interview langsung d/a : MINILIGHTING, Jl. Ahmad Yani No. 146 Bukittinggi

DIJUAL RUMAH : di Bukittinggi, 8KT, 3KM, 2 tingkat, listrik, 1300, PDAM, garase mobil/toko, telp, LB 195m2. Hub : 085265207354 TP

PELUANG BISNIS DAHSYAT : Modal Terjangkau, BEP cepat (1,5 bulan), jaminan modal 150% (uang kembali). Dicari perwakilan tiap kab/kota di Sumbar, Riau, Jambi, Bengkulu. Hub : 087895409699, 085740677997

DICARI Mekanik Mobil yang Berpengalaman dan Teknisi Aksesories Serta Karyawan Cucian Mobil, Berminat Hub : Hendra, 082169146678

DIJUAL RUMAH di komplek dangau teduh LT 500M2,LB lbh kurang 200M2. HUB 085274198009 TP

DIKONTRAKKAN HALL / GUDANG : +20x20m2, fasilitas listrik ada, sumur sanio. WC2, kmr 2, RT1, jalan aspal, tempat Jl. Jamaludin luar ketok pisang Padang. Hub : 082171017760 (Nazar)

DIBUTUHKAN 4org tenaga ahli psg kaca film, d dim, dvd,remote control,central lock dll yg siap ditptkan di muara bungo, bangko (jambi), syarat : jujur, rajin. fasilitas : tpt tinggal, makan ditanggung perusahaan, yg berminat, hbgi:085368531128.

DANA TUNAI : LEMBAGA KEU MNCR AGEN/ MEDIATOR SLRH IND, FEE SD RTSN JT & PRJLNAN WISATA. HUB : 085218276888, 081218318068

NISSAN DIJUAL CEPAT NISSAN X-TRAIL 2.5 ST A/T TAHUN 2004 AKHIR PLAT BA PAJAK BARU JARANG PAKAI WARNA HITAM KONDISI SIAP PAKAI HARGA NEGO LOKASI DIPAYAKUMBUH PEMINAT HUB 08126608063

DIJUAL CEPAT : Nissan Grand Livina 1,8 XV M/T th 2007 dan Hadrtop th 1980, hub : 08126730716, 081266619342

DIBUTUHKAN Tenaga Pengajar/ Guru Pendidikan S 1 Bidang Study Matematika, IPA, Lamaran ke Bimbel Cerdas Jl. Mangga V No. 389 Perumnas Belimbing Padang DIBUTUHKAN CEPAT : Tenaga wanita utk bekerja di Bofet Soto di Jl. Ujung Gurun, umur 18-30th, jujur, rajin. Bg yg minat hub : 081266746105 atau datang ke alamat tersebut DIBUTUHKAN : Operator Mesin Digital Printing berpengalaman. Lmrn diantar ke : Dyan Digital Printing, Jl. Ir. H. Juanda No. 47 (lampu merah Pasar Pagi Pdg). Telp. 0751-7056213, 085263862233

DIJUAL CEPAT : Rumah Siap Huni Dikomplek Banuaran Indah.Lubeg SHM.LB 100 m2 3 KT,2KM, Hub :082170968192 atau 0751767723 DIJUAL RUMAH : 1 Unit type 45, 2kmr, full keramik, SHM, listrik 1300, PDAM, dekat Kampus ATIP, cocok utk kost2an, harga nego. Hub : 081266051587 (Tdk menjawab SMS)

RUKO & TOKO DIKONTRAKKAN RUKO : 2,5 lantai, Jl. Dr. Sutomo No. 48B - IV. Hub : 081277460557, 0751-9782684 (TP) DIJUAL CEPAT : Ruko 2 petak, 2 lantai, Jl. Veteran No. 36 A/B Padang, LT. 551 M2, LB 360 M2, air, listrik 6600VA, telp, lantai 1 keramik, lantai 2 parket. Hub : 085355643963, 08126619342 DIJUAL / DIKONTRAKKAN : Ruko Baru 2 pintu, Jl. Raya Kp. Jua No. 34 Kel. Batung Taba Lubeg. Rumah Komplek Cendana, TP 120, LT 387, dekat SD Islam Terpadu Kel. Andalas Padang. Hub : 08126637508

DIJUAL RUMAH : Jl. Penjernihan I, No.7 Gn. Pangilun, zona kmpus/perkantoran. Tanah 300m2, Rmh 300m2, SHM, IMB,9Kt,9Km,Garase 2 Mobil, Ruang Kerja, Carport 2 Mobil,2 lantai,Full keramik, 5 kmr sdg dikoskan, PDAM, Listrik 2300W,Tanah tinggi, bebas banjir, zona evakuasi tsunami, nego, tdk melayani sms. Hub : Erison, 081275333307 DIJUAL CEPAT RUMAH PRIBADI : Siap huni di Solok, LT 125m2, LB 100m2, 3KT, 2KM/WC, teralis, pagar, PDAM, listrik 900W, kedai, full keramik, over kredit 89Jt nego, sdh jln 30bln, TP. Serius hub : 085364965245

merusak/menghancurkan hal baik yang sudah ada dalam diri. Cucu Magek Dirih dapat sepaham/menerima analogi perubahan pada telur—dan telur yang ditetaskan. Dikatakan, bilamana telur ditekan dari luar—apalagi tekanan yang kuat/keras, maka mungkin telur itu akan pecah, dan kulit telur hancur serta isinya tumpah tak dapat digunakan. Sebaliknya, kalau telur itu dipecahkan dari dalam, tentu ibarat telur yang dieramkan induknya/ditetaskan, maka anak unggas itu sendiri yang memecahkan dinding kulit telur, dan akan ayam muncul/ keluar. Ibaratnya, kalau telur dipecahakan dari dalam maka artinya muncul satu kehidupan baru. Lalu, apa mungkin, dalam perkisaran tahun kita mengevaluasi diri dan bersyukur serta berubah, maka kita seakan memperbaruhi hidup kita seakan kita memasuki satu kehidupan yang baru. Mungkin perspektif/pemahaman Cucu Magek Dirih di atas tidak lazim dan tidak memberi pengaruh kepada kita—karena kita seringkali tahu tapi tidak mengamalkan/ melembagakan/menjadi akhlak (perbuatan pikiran dan perbuatan hati). Karena itu, apakah kita memang mengetahui/menyadari hal buruk/ tidak berguna dalam diri kita, dan bilamana kuta mengeyahui dan menyadarinya, kenapa pula kita tidak mau mengeluarkannya/berubah ke arah dan tingkat, serta situasi yang lebih baik. Siapa yang menolong kita untuk mengevaluasi diri/bersyukur/berubah? Sebagai orang beriman, tentulah kota akan menujuk pada diri kita sendiri, lalu bertanya/ minta pandangan dan pendapat orang cerdas/pandai/berpengetahuan/berakhlak mulia—karena dalam pemahaman Islam tidak ada lagi nabi dan rasul sesudah Muhammad SAW. (*) H. Sutan Zaili Asril

TANAH DIJUAL TANAH : 1). Luas 300 m, Lok: Lakuang By Pass Bukittinggi, 2). Luas 3500m Lok: Biaro Jl. Raya Km.7 Bukittinggi – Payakumbuh. HUB : 0811 6666 86 T.P DIJUAL TANAH : 204m2, Jl. Banteng No 23 depan PLTG Pauh, cocok utk rumah / rumah kost. Hub : 07519408685, 082170544469 DIJUAL TANAH : 2.842m2 di Sungai Duo, Sungai Lareh, lokasi dipinggir jalan, harga Rp 295,000/M2. Berminat hub: 0813-6346-0098, 0813-63395086 DIJUAL CEPAT TANAH : SHM, luas 481m2, lokasi hook (pinggir jalan), dekat Kampus IAIN, Jl. Parak Jigarang Lbk Lintah, cck utk ruko/r. kos. Berminat hub : 081363412345 Tdk terima SMS DIJUAL TANAH : Luas 450m2, SHM, Jl. By Pass KM 7 Kayu Gadang Samping Rumah makan Sederhana Masuk Kedalam +/- 60 M, Hub : 081374363562. Tanpa Perantara

KEHILANGAN

DIJUAL RUMAH : Seluas 207m2 di jl. Rambutan 12 no 187 (2lantai) lantai 1 keramik, 4KT, 4KM, listrik 1300watt, air PDAM. Hub : 081363343172

KEHILANGAN : BPKB BA 1225 AG a/ n Elfios. Hilang sekitar Kota Padang. Bagi yang menemukan hrp hub pos polisi terdekat

DIJUAL RUMAH : LB 142m2, SHM, IMB, listrik 1300W, PDAM & sumur bor, garase, 4KT, 2KM, full keramik, cocok utk kantor/praktek dokter. Alamat samping Polsek Lubeg Pampangan. Hub : 08126618063 TP

KEHILANGAN : STNK BA 2284 BN a/ n Irfan Mustaqim, BA 3904 AK a/n Romi, A.Md. Hilang dari rumah menuju Pantai Padang. Bagi yang menemukan hrp hub pos polisi terdekat

DIJUAL RUMAH : Komp Taman Graha Indah Lestari B No.11 Lapai LT + 195, LB +110m2 KT 3, KM 2 Garase Hub : 085376149155 TP DIJUAL CEPAT RUMAH : Lt 2 beserta perabot, LT/LB 146/260, almt Jl. Salak II No. 108 Perumnas Belimbing Padang, KT4, AC, RT, RK, DP, KM3, garase (car port), listrik 2300W, air PDAM, hrg nego. Hub : 08126646480, 083181197823

DIKONTRAKKAN : Rumah Jl. Jihat 5 No. 66 Parak karakah KT 7, KM 4, Dapur 3, Garasi utk 2 Mobil, pekarangan Utk 5 Mobil , Suasana di Jamin Aman dan Nyaman, Hub : 085363030903 DIJUAL CEPAT RUMAH: Perumahan Tarok Indah 11 No.E 2 B1.Baru LT 408,LB 200,KT 5,KM 3 LT Keramik,Pagar Menimalis Sanyo,SHM.Harga 650 Juta Nego Hub:081267409101/

KEHILANGAN : STNK BA 6435 BC a/ n Jamalus. Hilang antara Jati & Purus. Bagi yang menemukan hrp hub pos polisi terdekat/hub 087895554573 KEHILANGAN : STNK BA 3060 A a/n Eko Rinal Saputra. Hilang sekitar Jl. Indarung. Bg yg menemukan hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK BA 9870 JS an. Indra Feri, SE, Sekitar Simp. Haru Indarung Pdg. Bg yg menemukan hrp hub pos polisi terdekat KEHILANGAN : STNK Yamaha Vega No Pol BA 2699 AH a/n:APRIDUS hilang disekitar mata air bg yang menemukan hartap hub pos polisi terdekat.


PENULIS: Joss Wibisono PENERBIT Marjin Kiri CETAKAN Cetakan Pertama, September 2012 TEBAL 228 halaman

Bahasa dan Kekuasaan BAHASA bisa memasuki wilayah yang bahkan tak mampu disentuh tentara. Buku ini mengingatkan pada pertautan bahasa dan penguasa di Indonesia. Bagi sebuah negara, bahasa tidak hanya dimaknai sebatas media komunikasi guna menjembatani agenda pemerintah dengan masyarakat. Lebih dari itu, bahasa dimaknai se bagai pengendali rakyat. Ia hadir sebagai alat kontrol demi pelanggengan kekuasaan. Itulah yang terjadi di Indonesia. Dari rezim ke rezim, bahasa diolah sedemikian rupa sehingga masyarakat tidak sadar bahwa mereka telah dicengkeram. Bahkan, bahasa dapat memasuki wilayah yang tak tersentuh oleh tentara. Wajar jika pemerintah, di mana pun itu, selalu meracik bahasa demi ambisi kekuasaan, mulai penyeragaman bahasa, pelarangan bahasa, penghalusan bahasa, hinggga penyeragaman ejaan. Joss Wibisono dalam bukunya, Saling Silang Indonesia-Eropa: Dari Diktator, Musik, hingga Bahasa, dengan telaten memaparkan “ingatan-ingatan” yang telah mewarnai persentuhan bahasa dan negara di Indonesia tersebut. Mulai zaman pemerintah

kolonial, Orde Lama, hingga Orde Baru. Orde Baru menempatkan bahasa sebagai alat penindas. Aktivitas berbahasa masyarakat dikendalikan dengan ketat. Otoritas bahasa dibutuhkan dengan “topeng” bahwa tanpa otoritas, bahasa akan amburadul. Jelas kehawatiran ini tidak riil. Mereka menutup mata dari kenyataan: Justru otoritas itulah yang memandulkan bahasa. Setelah reformasi bergulir, Benedict Anderson mengajak kita untuk membebaskan bahasa Indonesia dari warisan Orde Baru yang “membosankennya bukan kepalang, kaku, tanpa mutu apa lagi bersipat dusta en pura-pura”. Dengan begitu akan muncul bahasa Indonesia yang “hidup kembali bukan bahasa sebagai milik penguasa tetapi milik rakyat Indonesia dengan segala varietiennya, selain pembebasan pers perlu pula pembebasan bahasa dan ejaan.” Buku Saling Silang Indonesia-Eropa: Dari Diktator, Musik, hingga Bahasa membuat pembaca bisa tertarik dengan buku-buku lama dan tidak takut akan kesulitan baca. Dari situ akan muncul sejarah yang dalam waktu lama telah disumbat Orde Baru. (*)

Memperdebatkan Seni dengan Akal Sehat ST Sunardi merefleksikan nilai estetika karya seni secara mendalam, namun tetap logis serta ilmiah.

MENDIANG W.S. Rendra pernah berujar, ’’Di dalam ilmu silat tidak ada juara dua, di dalam ilmu surat tidak ada juara satu.’’ Pernyataan di atas seakan menegaskan bahwa di dalam dunia persilatan seorang pesilat harus mengalahkan pesilat lain untuk membuktikan kehebatan dirinya sampai tak ada seorang lawan pun yang dapat mengalahkannya. Sedangkan, di dalam dunia surat (seni dan sastra), karena ukuran untuk menilai sebuah hasil kreativitas tak pernah pasti, menentukan satu karya sebagai yang paling unggul hampir pasti mustahil. Sebab itulah, di dalam dunia seni tidak ada juara satu. Demikian pula, dalam pepatah Latin di kenal sebuah ungkapan de gustibus non disputandum yang bermakna rasa tidak bisa diperdebatkan. Ia berhubungan dengan makna yang ditangkap seniman saat berhadapan dengan realitas yang dirasakannya dan bagaimana seniman memaknai realitas yang diterimanya sangat ditentukan oleh pengalaman personalnya sebagai manusia yang berelasi dengan dunia. Tentu saja seniman satu dengan yang lain memiliki pengalaman personal yang berbeda. Filsuf Heidegger pernah mengistilahkan hal itu dengan stimmung. Yakni, perasaan yang dirasakan seseorang saat berhadapan dengan realitas, namun ia bukanlah realitas itu sendiri. Karena itulah, rasanya mustahil kita memperdebatkan seni yang kadar subjektivitasnya sangat tinggi. Bagaimana bisa kita memperdebatkan sesuatu yang tidak memiliki standar pengukuran yang jelas? Namun, itulah yang dilakukan S.T. Sunardi dalam bukunya yang berjudul Vodka dan Birahi Seorang Nabi: EsaiEsai Seni dan Estetika. S.T. Sunardi bukannya tidak memahami perkara subjektivitas dalam dunia seni.

JUDUL: Vodka dan Birahi Seorang “Nabi”: Esai-esai Seni dan Estetika PENULIS: S.T. Sunardi PENERBIT Jalasutra CETAKAN Pertama 2012 TEBAL 444 halaman

Tapi, dia memang menyengajakan diri untuk masuk ke wilayah ’’abu-abu’’ tersebut dan berusaha menjelaskan dinamika estetis sebuah karya. Keputusan itu bukannya tanpa risiko. Jika tak menguasai teori seni dan sastra yang mendalam, dia bisa terjerumus kepada ikhtiar yang sia-sia. Tetapi, S.T. Sunardi membuktikan bahwa usahanya tersebut tidak sia-sia. Hal itu terlihat, misalnya, saat kita membaca analisisnya terhadap lukisan-lukisan Basoeki Abdullah. Dia menyebut Basoeki Abdullah sebagai pelukis keindahan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia karena kebanyakan lukisan-

nya menyerap keindahan yang mengalir dari objek di depan kita, entah itu panorama atau perempuan cantik. Ada rasa senang yang terus-menerus muncul dalam diri kita (hal. 133). Pernyataan tersebut diperkuat saat dia secara spesifik menganalisis lukisan Pemandangan karya Basoeki Abdullah tersebut. Dia menulis, ’’Sebagai pelukis keindahan, Basoeki Abdullah tidak sekadar memotret atau mengimitasi keindahan alam. Orang bilang, ia suka memperindah atau melakukan beutifikasi atas objek yang sedang dilukisnya. Ladang dengan tanah yang merahnya tidak mengajak kita untuk

memikirkan tandusnya tanah, melainkan memberikan keindahan karena kontras dengan warna biru dan hijau yang ada di belakangnya’’ (hal. 134). Dengan membaca analisis tersebut, terlihat bahwa dia tidak serampangan dalam menilai karya seni. Dia dapat mempertanggungjawabkan hasil penafsirannya dengan logis dan rasional. Dalam hal ini, subjektivitasnya tidak terjebak kepada subjektivitas dangkal yang sering terjadi ketika kita membaca interpretasi para pengamat terhadap karya seni. Artinya, sesubjektif apa pun sebuah karya, ia tidak dapat diinterpretasikan semena-mena dengan mengatasnamakan subjektivitas. Demikian pula, dengan mengutip filsuf Deleuze dan Guattari, S.T. Sunardi juga menjelaskan bahwa seni wants to create the finite that restore the infinite. Artinya, sebuah karya seni ingin menciptakan sesuatu yang terhingga, namun bisa digunakan untuk mengembalikan pengalaman yang tak terhingga dan ingin dialami kembali secara terus-menerus oleh manusia. Buku ini akan membawa para pembacanya merefleksikan nilai estetika karya seni secara mendalam, namun tetap logis serta ilmiah. Buku ini penting untuk dibaca para pencinta kesenian dan orang yang ingin untuk res tore the infinite. (*)

CMYK

JUDUL: Saling Silang Indonesia-Eropa: Dari Diktator,Musik, hingga Bahasa

9

CMYK

BUKU

MINGGU „ 6 JANUARI 2013


OLAHRAGA Lupakan Insiden Busto

Ac Milan Ghana Kevin Boateng bek Pangeran meninggalkan lapangan selama pertandingan sepak bola persahabatan antara Pro Patria dan Ac Milan di Busto Arsizio pada tanggal 3 Januari 2012. Boateng

Juventus

Siena

AC Milan

Milan, Padek—Konsentrasi AC Milan jelang bentrok perdana tahun baru ini terganggu insiden memalukan di Stadio Carlo Speroni, Busto Arsizio (3/1). Ketika itu, Kevin Prince Boateng jadi sasaran ejekan rasis penonton saat laga melawan tim kasta keempat Pro Patria. Dampaknya, Milan yang berharap menjadikan pertandingan itu sebagai pemanasang jelang dimulainya Serie A, hanya sempat bermain 26 menit. Bukan pemanasan yang ideal jelang menjamu Siena di San Siro malam nanti. Bukan hanya itu masalah yang dihadapi Milan. Mereka juga kekurangan opsi di benteng pertahanan karena absennya Ignazio Abate yang cedera dan Philippe Mexes yang terkena skorsing. Setelah mengakhiri tahun lalu dengan kekalahan dari AS Roma 2-4 (22/12), Milan pantang kembali kalah. “Rasis memang harus dijauhkan dari sepak bola, tetapi kini fokus kami harus terjaga untuk Siena,” kata Massimo Ambrosini, kapten Milan, seperti dikutip Goal. (ham/jpnn)

Udinese

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

Sampdoria

Panasi Mesin Setelah Liburan Turin, Padek—Juventus menjalani liburan Natal dan Tahun Baru dengan tenang. Klub berjuluk Nyonya Tua tersebut telah mengunci status campione d’inverno alias juara musim dingin dengan keunggulan delapan angka atas Lazio (44-36). Fresh sepulang dari liburan, Juve harus kembali memanasi mesin perangnya. Pertandingan pertama tahun ini dimulai dari bentrok melawan Sampdoria di Juventus Stadium malam ini (tayangan langsung TVRI pukul 20.30 WIB). “Selalu ada risiko ketika memulai pertandingan setelah liburan. Tetapi kami telah bekerja dengan cukup baik dalam beberapa hari terakhir,” kata Antonio Conte, pelatih Juve, seperti dikutip Football Italia. Sayang, mereka tidak bisa turun dengan pasukan terbaik karena Mirko Vucinic cedera menyusul Giorgio Chiellini, Simone Pepe, dan Nicklas Bendtner. Lalu, bek kanan Stephan Lichtsteiner terkena skorsing. (ham/ruk/jpnn)

MATRI

Inter Milan

LENGAH SEDIKIT BISA TERPELESET

DI NATALE

Udine, Padek— Persaingan di papan atas Serie A Liga Italia sangat ketat. Kecuali Juventus yang unggul jauh, empat pesaing di bawahnya memiliki selisih angka tipis. Makanya, sedikit saja Inter Milan terpeleset, posisinya di klasemen akan melorot. Sekarang Inter berada di posisi ketiga dengan 35 poin, sama banyak dengan Fiorentina di posisi keempat, dan hanya unggul satu angka atas Napoli di posisi kelima. Mereka tidak boleh terpeleset saat menantang Udinese petang nanti (siaran langsung TVRI pukul 18.00 WIB). Tentu tidak akan mudah. Udinese bermain di markasnya Friuli. Sedangkan Inter mengakhiri 2012 dengan kurang mantap. Dalam dua laga terakhir Desember lalu, mereka kalah dari Lazio 0-1 (15/12) dan ditahan seri Genoa 1-1 (22/12). “Kami harus tinggalkan kekurang beruntungan kami di belakang dan bergerak maju dengan kepala tegak,” bilang Andrea Stramaccioni, pelatih Inter kepada Corriere dello Sport. (ham/jpnn)

Stadion Baru Beroperasi 2016 RENCANA presiden baru AS Roma James Pallotta membangun stadion baru benarbenar serius. Bahkan, mulai 2016-2017 klub berjuluk Giallorossi itu sudah bisa bermain di markas barunya. Tidak lagi meminjam Olimpico, Roma. Sebelumnya, perencanaan stadion baru sempat terganjal persetujuan dari dewan kota Roma dan parlemen Italia. Tetapi segalanya telah beres. Stadion baru yang rencananya berkapasitan 55 ribu penonton itu berlokasi di Tor di Valle, barat daya Roma. Mereka menyiapkan 200 juta euro atau setara Rp 2,52 triliun untuk pembiayaan pembangunan. “Kami membangun stadion kelas dunia yang di masa depan siap menjadi tuan rumah final Liga Champions,” kata Palotta,

seperti dikutip Newswire. Pallotta menjelaskan, tahap pembangunan akan dimulai pada awal 2013 dan dipimpin Dan Meis, arsitek asal California, Amerika Serikat. Meis memiliki reputasi hebat di Amerika. Dia adalah sosok yang mendesain Los Angeles NFL Stadium, Saitama Super Arena, dan Staples Center. Stadion baru nantinya diharapkan bisa meningkatkan brand klub asal ibu kota Italia itu. Juga, Roma bisa membangun bisnis yang terpusat pada stadion barunya. Sekarang, di tangan Pallotta, setiap merchandise Roma akan tersedia di setiap Disney store. Sebab, mereka telah meneken kerjasama dengan Disney. Pembangunan stadion baru itu menjadi langkah maju

bagi Roma yang selama ini menyewa Olimpico, Roma. Mereka harus berbagi markas dengan rival sekotanya Lazio sejak 1960. Olimpico, Roma, memang representatif untuk menggelar pertandingan Roma dan Lazio. Bahkan, mereka pada 2009 lalu dipercaya menjadi host final Liga Champions antara Barcelona melawan Manchester United. Masalahnya, Olimpico milik pemerintah dan hanya menjadi markas mereka selama pertandingan. Roma tidak bisa memakainya untuk museum ataupun toko penjualan merchandise. Museum mereka terpaksa dipusatkan di Trigoria, markas latihan, dan toko-toko merchandise beberapa tempat di kota Roma. (ham/jpnn)

CASSANO

Melawat ke Tujuh Rumah Sakit

Tito Vilanova

Barcelona, Padek—sangat sibuk menyongsong Derbi Barceloni. Seusai menjalani sesi latihan pagi di Miniestadi, skuad Barca “sebutan Barca” menyempatkan waktu untuk melakukan aktivitas sosial sepanjang hari kemarin. Yakni, mengunjungi tujuh rumah sakit seantero Catalan. Karena banyaknya lokasi yang dituju, Barca membaginya dalam tujuh delegasi. Kapten tim Carles Puyol misalnya. Dia kebagian mengunjungi Hospital de Barcelona. Puyol ditemani presiden Sandro Rosell dan direktur bidang sosial Eduard Coll. Lalu, rombongan yang terdiri dari Lionel Messi, Javier Mascherano, dan Jose Manuel Pinto, bertandang ke De Nens. Sedangkan Eric Abidal, Dani Alves, Adriano Correia, dan Alexis

Sanchez menuju Vall d"Hebron. Itu adalah rumah sakit tempat pelatih Tito Vilanova menjalani operasi pemindahan tumor kelenjar parotis. Vilanova justru tidak terlihat dalam agenda kunjungan itu. Sebelumnya, dia juga absen memimpin sesi latihan dan menyerahkannya kepada asisten pelatih Jordi Roura. Vilanova disebut memilih tetap berada di Ciutat Esportiva Joan Gamper (markas latihan Barca). Saat mengunjungi rumah sakit, pemain Barca tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa beberapa kado serta diiringi atraksi sulap. “Kami senang berada di sini, khususnya ketika melihat pasien anak-anak. Kami mencoba mengembalikan keceriaan mereka yang sudah pasti dilanda kebosanan selama di rumah sakit,” kata Puyol kepada Barca TV. “Jenis kegiatan ini hanya dilakukan setahun sekali. Jadi, ini adalah momen yang tidak akan kami lewatkan,” imbuhnya.(dns/bas/jpnn)

CMYK

10


11

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

TOTAL SPORT

Ganda Campuran jadi Tumpuan

Jules Bianchi

Adrian Sutil

Vitaly Petrov

Bruno Senna

Van der Garde

Pertarungan untuk Dua Kursi Terakhir PERSAINGAN ketat Formula 1 tak hanya terjadi saat musim kompetisi sudah berlangsung. Di saat itu, para pembalap beserta tim peserta berebut untuk menjadi yang terdepan. Post season seperti yang terjadi saat ini pun menjadi ajang persaingan yang seru, terutama dalam memperebutkan kursi pembalap. Sudah sebelas tim yang akan mengisi lineup persaingan musim depan. Tapi baru 20 pembalap yang mendapatkan kepastian mengisi kursi pembalap. Itu artinya, masih ada dua lowongan lagi di musim 2013. Masing-masing satu di Force India-Mercedes dan Caterham-Renault. Memang cuma Force India dan Caterham yang belum mengumumkan dua pembalapnya. Force India baru mengumumkan Paul di Resta sebagai pembalap musim 2013. Sementara Caterham baru memiliki Charles Pic. Dengan musim F1 yang sudah tinggal sebulan lagi, dua posisi lowong diperkirakan sudah akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang. Iklim ekonomi yang semakin sulit di seluruh dunia berarti bahwa kedua tim ha-

rus lebih cermat memperhatikan pertimbangan untuk memilih pembalap. Itulah faktor utama tim-tim itu tak bisa membuat pilihan dalam waktu yang singkat. Force India: Bianchi v Sutil Jules Bianchi dan Adrian Sutil, kini menjadi kandidat terkuat untuk mengisi kursi di Force India tahun ini. Force India sudah menyingkirkan beberapa nama lain untuk masuk dalam skuadnya. Beberapa nama berpengalaman sudah harus tersisih, termasuk Sebastien Buemi dan Jaimie Alguersuari. Juga Bruno Senna dan Kamui kobayashi. Perjalanan Force India tahun lalu jadi daya tarik besar bagi para pembalap. Nico Hulkenberg yang sudah pasti hijrah ke Sauber-Ferrari, musim lalu membuktikan Force India mampu bersaing di Grand Prix Brasil. Sutil sendiri pernah bergabung bersama Force India, pada 2008 lalu sebelum akhirnya meninggalkan balapan karena tersangkut masalah hukum pada 2011. Selama empat musim berada di tim ini, prestasi terbaik yang

pernah dirasakannya yakni berada di sembilan besar pada 2011. Sementara itu, Bianchi telah melakukan sejumlah tes baik di Force India maupun di Ferrari dalam program pembalap muda dan program balap di World Series untuk Renault. Meski faktor komersial jadi pertimbangan besar, CEO Force India Otmar Szafnauer menegaskan pemilihan pembalap didasarkan pada kemampuan. Sutil yang kini 29 tahun punya pengalaman. Dia juga akan membawa berbagai dukungan dana yang sudah mendukungnya sejak lama. Sementara Bianchi yang belum punya pengalaman membalap di F1 unggul dalam dukungan jangka panjang. Latar belakang Bianchi yang dekat dengan Ferrari dipandang sebagai keuntungan buat Force India. Sebab, Ferrari ingin memperluas jangkauan konsumennya yang berarti berpeluang menggaet Force India di musim berikutnya. Caterham: Petrov, Senna, Van der Garde Caterham sudah memiliki

satu pembalap muda dalam lineup. Charles Pic digaet dari Marussia-Cosworth meski musim lalu gagal meraih poin. Beberapa kandidat muncul untuk mendampingi pemuda Prancis itu, termasuk pembalap musim lalu Vitaly Petrov juga Bruno Senna. Petrov jadi figur penting bagi perjalanan Caterham musim lalu. Poin yang disumbangkannya di GP Brasil membuat Caterham finis di posisi kesepuluh kategori konstruktor. Sebuah alasan kuat untuk mempertahankannya. Alasan lain berhubungan dengan finansial. Musim lalu, dia membawa USD 10 juta dari konsorsium di Rusia, negara asalnya. Lalu, balapan GP Sochi di Rusia yang berlangsung pada 2014 bisa jadi alasan lain menggaet Petrov. Sementara Senna punya barisan pendukung yang tak kalah kuat di belakangnya. Nama besar yang dibawanya ditambah kemampuan dan sikapnya disebut memiliki banyak keuntungan untuk tiap tim yang diperkuatnya. Peluang yang tak lebih besar datang pada Giedo van

der Garde. Hanya saja, di antara dua pesaingnya, pembalap asal Belanda itu tak punya pengalaman membalap di F1. Sejauh ini, dia menjadi test driver saat bernaung di bawah bendera Caterham, Force India dan Spyker. (ady/jpnn)

Jakarta, Padek—Victor Korea Open menjadi ujian pertama para duta bulu tangkis Indonesia di tahun 2013. Pada even berlevel Super Series Premier yang dilangsungkan di Seoul 8-13 Januari tersebut, pelatnas PB PBSI mengirimkan 13 pebulutangkisnya. Rencananya hari ini (6/1), semua pemain akan bertolak dari Jakarta ke Korea Selatan (Korsel). Rinciannya, satu pasang ganda putra, dua pasang ganda putri, dua pasang ganda campuran, satu tunggal putra, dan dua tunggal putri. Nah, diantara pemain yang dikirim, ganda campuran masih menjadi asa terbesar Indonesia meraih gelar. Kasubid Pelatnas Christian Hadinata usai latihan di markas besar PB PBSI Cipayung kemarin (5/1) mengungkapkan, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Muhammad Rijal/Debby Nasution menjadi tumpuan utama di even ini. “Kalau dilihat dari rangking sekarang, Owi/Butet (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ,red.) dan Rijal/Debby memang paling menjanjikan. Owi/Butet rangking dua, sedang Rijal/Debby rangking tujuh,” tutur Christian. Hasil drawing di babak pertama, Owi/Butet akan bersua dengan paangan asal Inggris Marcus Ellis/Alyssa Lim. Sebelum dengan Lim, Marcus yang berpasangan dengan Gabrielle White nangkring di posisi 25 dunia. Di atas kertas, Owi/Butet bisa menaklukkan lawannya di babak pertama tersebut. Kalau Owi/Butet sudah tahu siapa lawannya di babak pertama, tidak demikian dengan Rijal/ Debby. Mereka masih menunggu lawan hasil dari babak prakuali-

PEMAIN PELATNAS YANG DIBERANGKATKAN TUNGGAL PUTRA Sony Dwi Kuncoro Tunggal Putri Lindaweni Fanetri Adriyanti Firdasari Ganda Putra M.Ahsan/Hendra Setiawan GANDA PUTRI Greysia Polii/Meiliana Jauhari Suci Rizky/Della Destiara Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir M.Rijal/Debby Nasution

fikasi. Di babak prakualifikasi ganda campuran, juga terdapat pasangan Indonesia non pelatnas. Yakni Praveen Jordan/Vita Marissa dan Alvent Yulianto/ Rizki Amalia. Di sisi lain, pelatih ganda campuran pelatnas Richard Mainaky menuturkan, dalam latihan terakhir kemarin dua pasangan anak asuhnya dalam kondisi prima. Baik secara fisik maupun mental. Richard pun tak membebani Owi/Butet dan Rijal/Debby untuk juara di Korea Open ini. “Boleh dibilang, ini Korea Open ini adalah target antara. Sesuai hasil rapat dengan Kabid Binpres atau Ketua Umum, kami membidik hasil maksimal untuk All England mendatang. Apalagi status Owi/Butet adalah juara bertahan,” sebut bapak satu anak tersebut. Meski demikian, turun tanpa target bukan menjadi alasan Owi/Butet dan Rijal/Debby tak akan main maksimal. Richard yakin setelah bertolak ke satu turnamen, anak asuhnya pasti akan bertarung mati-matian di lapangan. (dra/bas/jpnn)


12

CMYK

TOTAL SPORT

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

APPI Tawarkan Skema Pembayaran Gaji Pemain Tertunggak

penuhi. CEO APPI Valentino Simanjuntak menjelaskan bahwa pihaknya masih bingung bagaimana kesepakatan yang dibuat antara pemerintah dan PT LI sehingga izin turun. Kendati demikian, APPI tetap akan membuat skema pembayaran yang akan dibicarakan dengan wakil pemerintah, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). “Kami akan lihat bagaimana penawaran dari BOPI nanti. Kami akan lihat dulu bagaimana

Jakarta, Padek—Asosiasi Pesepak Bola Indonesia (APPI) masih belum puas dengan sikap pemerintah yang memberi rekomendasi izin untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL). Namun, APPI menegaskan siap untuk mengikuti mekanisme sampai persyaratan klub membayar tunggakan pemain di-

surat jaminannya agar terealisasi pembayaran hak itu,” tuturnya, kemarin (5/1). Dari pertemuan sebelumnya, APPI dan BOPI bersepakat untuk bertemu dan membahas skema pembayaran sebelum 10 Januari mendatang. Sebab, hasil pertemuan pada 10 Januari ini akan menjadi acuan dari BOPI untuk memberikan skema yang diminta pemain kepada PT Liga Indonesia (PT LI), pengelola ISL. “Kata BOPI, ini menjadi acuan untuk PT LI menyelesaikan persyaratan pembayara

terlibat dalam penyelesaian. “Jika kami tidak bisa, maka perwakilan pemain dari klub saja yang ikut. Bisa juga kaptenkapten karena mereka mewakili pemain,” tuturnya. Mengenai skema pembayaran, APPI akan berbicara kembali dengan perwakilan pemain. Namun, dia sebelumnya telah berdiskusi dan yakin klub tidak akan bisa menyelesaikan pembayaran dalam satu kali pelunasan. Dengan kondisi klub saat ini, APPI ingin BOPI bisa menekan

tunggakan gaji pemain,” terangnya. Dalam pertemuan BOPI dan PT LI yang akan digelar pada 12 Januari nanti, Valentino berharap pihak APPI juga bsia dilibatkan. Tujuannya, agar hasil dari pertemuan itu transparan dan bisa diketahui juga oleh pemain nantinya. Jika APPI tidak berkenan untuk diikutkan oleh PT LI ataupun klub, maka Valentino berharap pemain masih bisa terwakili sehingga pihak yang berhutang maupun dihutangi

klub melaluji PT LI agar termin penyelesaian bisa dilakukan dan tahap pembayaran bisa selesai sebelum ISL 2013 usai. Tapi, dia juga ingin untuk pembayaran kontrak atau gaji musim 2013 bisa dijamin juga oleh BOPI. “Perjanjian itu nanti bukan hanya lisan. Tapi tertulis. Jadi jelas kapan dilunasi dan berapa kali termin,” tegas Valentino. Sementara itu, BOPI yang dikonfirmasi tak kunjung memberikan jawaban. Hanya, PT LI sebagai operator sebelumnya menegaskan siap untuk me-

ngambil alih pembayaran tunggakan dari klub yang bermasalah. Tapi, untuk mekanismenya masih menunggu klub-klub. Dari tujuh klub yang saat ini diambil alih oleh PT LI, konon jumlah tunggakan klub itu mencapai sekitar Rp 30 miliar lebih. Tapi CEO PT LI Joko Diryono menegaskan bahwa tunggakan itu akan dilunasi. “Klub-klub juga punya keinginan untuk menyelesaikan itu. 12 Januari nanti dibicarakan masalah skemanya itu,” tandasnya. (aam/ko/jpnn)

Timnas Tambah Pemain Seleksi

LEGA : Skuad Persegres Gresik kini mulai lega setelah pihak manajemen berjanji tak akan telatkan gaji pemain. Kabar baik itu membuat Aldo Baretto cs makin serius menjalani latihan.

Persegres Janji Tak Telat Gaji Gresik, Padek—Penggawa Persegres Gresik tidak perlu waswas soal pembayaran gaji. Di saat klub-klub kontestan Indonesia Super League (ISL) yang lain masih berada di bawah bayangbayang persoalan finansial, Persegres tetap melanjutkan tradisinya dalam hal menggaji pemain. Manajemen menjamin gaji pemain dibayar tepat waktu. Optimisme tersebut dilontarkan oleh manajemen Persegres usai melaunching

timnya di sekretariatnya, siang kemarin (5/1). “Jangankan seratus persen, seribu persen pun berani kami jamin kalau gaji pemain tidak akan telat,” ujar Dirut PT Persegres Jaka Samudra Gresik Saiful Arief. Pernyataan pemilik klub tersebut sekaligus bisa menjadi jaminan bagi Gustavo Chena dkk musim ini. Apalagi, musim ini manajemen Persegres tak hanya mematok target lima besar saja. Lebih dari itu, manajemen berani menargetkan gelar juara di musim keduanya berlaga di ISL ini. Lebih lanjut, dalam launching klub kemarin manajemen Persegres menyebut

Gusnul Padatkan Latihan Persibo Bojonegoro, Padek—Pelatih anyar Persibo Gusnul Yakin hanya mempunyai waktu sebulan untuk membentuk tim. Sebab jika tidak ada perubahan, kick off kompetisi Indonesian Premier League (IPL) 2013 akan dimulai pada 9 Februari mendatang. Namun pelatih asal Malang itu sudah menyiapkan program khusus untuk membentuk tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu. Program khusus tersebut adalah memperpadat porsi latihan. Dia akan membuat program latihan pagi dan sore. Tujuannya agar mempercepat pembentukan tim. Begitu juga dengan waktu seleksi, rencananya hanya akan dilakukan selama lima hari. “Kalau tidak seperti itu, maka kualitas tim tidak

akan maksimal,” ungkapnya. Untuk itu, pelatih kelahiran 17 Maret 1956 itu mengaku tugasnya untuk membentuk tim Persibo tidak ringan. Selain waktu yang diberikan manajemen kepadanya sangat singkat, dirinya juga harus memaksimalkan pemain yang ada. Sebab kepergian beberapa para pemain lama Persibo ke klub baru cukup menyita waktu pembentukan tim. Seperti Aris Tuansyah yang baru bergabung ke Semen Padang (SP) dan Samsul Arif ke Persela Lamongan. “Tentu kalau kita mencari pemain yang berkualitas saat ini sangat jarang, sebab kebanyakan sudah bergabung dengan klub lain,” ungkapnya. (haf/nas/ ko/jpnn)

angka Rp 30 miliar untuk mengarungi kompetisi ISL nanti. Itu bukan jumlah anggaPenjaga Gawang : 77-Hery Prasetyo, ran secara keseluruhan yang 25-Agung Prasetyo, 86-M Sandy disediakan manajemen, Firmansyah, 12-Tri Windu * melainkan estimasi anggaran Pemain Belakang : 22-Supandi, 20pengeluaran untuk musim ini. Park Chul-Hyung, 55-Sasa Zecevic, 19“Kami berusaha dengan Wismoyo Widhistio, 27-Kacung Khoirul semaksimal mungkin untuk Munib, 3-Lan Bastian Balatas, 5-Ade mencari pihak-pihak yang Suhendra peduli dengan persepakboPemain Tengah : 8-Mahadirga Lasut, laan Gresik. Kalau ditanya 33-April Hadi, 10-Gustavo Chena, 18berapa jumlah pengeluaranShohei Matsunaga, 88-Siswanto, 7nya, secara terperinci silakan David Faristian, 11-Agus Indra tanyakan ke CEO karena beKurniawan, 15-Khabib Syukron, 24liau yang lebih mengetaMulham Arufin, 83-Ahmad Sembiring, huinya,” imbuh pria yang 21-Amirul Syafa"at* akrab disapa Kaji Ipung itu. Pemain Depan : 17-Aldo Barreto, 9Gery Setia, 14-Riski Novriansyah, 32Sementara itu, CEO PT Indra Setiawan, 26-Doni Lattu Faisal* Persegres Jaka Samudra Gre* Disiapkan untuk Persegres U-21 sik Soesanto Tjahjo Kristiono

SKUAD PERSEGRES MUSIM INI

menyebut, untuk tiap bulannya manajemen mengeluarkan kocek dari pundi-pundinya senilai hanpir Rp 800 juta. “Itu payroll gaji tiap bulan untuk 27 pemain, 4 pelatih, dan jajaran manajemen,” ungkap Anton, sapaan akrabnya. Menurut Anton, nilai gaji yang harus dibayarkan per bulannya itu tidak sesuai dengan jumlah nilai kontraknya. Gaji berasal dari nilai kontrak dikurangi 25 persen uang muka dan kemudian dibagi 12 bulan. Uang muka kontrak sudah diberikan ke pemain. “Kalau ditotal, jumlahnya bisa mencapai Rp 15 miliaran,” jelas Anton. (ren/jpnn)

51 PEMAIN YANG AKAN DISELEKSI

1. Endra Prasetya 2. Wahyu Tri Nugroho 3. Deny Marcel 4. I Made Wirawan 5. Yoga Pratama 6. Wahyu Wijiastanto 7. Handi Ramdhan 8. Fachruddin Wahyu Aryanto 9. Novan Setya Sasongko 10. Raphael Maitimo 11. Victor Igbonefo 12. M. Roby 13. Zulkifli Syukur 14. M. Ridwan 15. Irfan Raditya 16. Eldjo Iba 17. Ricardo Salampessy 18. Ketut Mahendra 19. Syaiful Indra Cahya 20. Agus Nova 21. Taufiq 22. Vendry Mofu 23. Rasyid Assyahid Bakri 24. Andik Vermansah 25. Oktovianus Maniani 26. Egi Melgiansyah 27. Atep 28. Ahmad Bustomi 29. Hendra Adi Bayauw 30. Immanuel Wanggai 31. Boaz Solossa 32. Irfan Bachdim 33. Samsul Arif Munip 34. Rachmat Syamsuddin Leo 35. Bambang Pamungkas 36. Tantan 37. Greg Nwokolo 38. Patrich Wanggai 39. Ian Kabes 40. Ferinando Pahabol 41. Agung Supriyanto 42. Lukas Mandowen 43. Busari 44. Amandus Weubun 45. Ayup Kambuaya 46. Jailani Sibi 47. Ronal Setmop 48. Yorgen Wayega 49. Fasco Manibor 50. Virga 51. Slamet Nurcahyo.

tidak dibawa karena dinilai kurang layak dan digantikan posisinya oleh Busari. (aam/ ko/jpnn)

Aldila-Athena Berebut Posisi Setelah Voni Mundur Seleksi Jakarta, Padek—Voni Darlina akhirnya benar-benar “menyerah” dalam proses se-

BERSAING : Athena Natalia terpaksa harus bersaing ketat dengan Aldila Sutjiadi untuk menggantikan posisi Voni Darlina

leksi tim Piala Fed. Setelah sempat ikut tes fisik Kamis (3/ 1) lalu di Lapangan Tenis Senayan, kemarin (5/1) dara berusia 17 tahun itu tak muncul dalam sesi game. Kamis lalu, Voni memang mengeluhkan kondisi tulang belakangnya yang belum fit. Alhasil ketika melakoni tes muscle endurance, yakni push up, Voni memilih mundur. Cedera hernia nucleus pulposus diderita Voni sejak Februari tahun lalu. Kini, Voni fokus menjalani terapi chiropractic. “Iya, mas. Kalau untuk mukul nyerinya masih terasa. Saya gak mau terlalu memaksakan kondisinya. Nanti kalau di kemudian hari cederanya lebih parah, malah rugi. Semoga bulan April atau kapan dalam tahun ini bisa menjalani

operasi,” kata Voni. Penanggung jawab tim Piala Fed Suharyadi menuturkan, Voni sudah menghubunginya dan secara lisan mengundurkan diri dari seleksi. “Tadi pagi (kemarin, red.) Voni bilang ke saya kalau mundur karena menghindari sakit tulang belakangnya yang makin parah. Saya menghormati keputusan Voni tersebut,” ucap Suharyadi. Alhasil dengan mundurnya Voni, satu tiket masuk tim Piala Fed tinggal diperebutkan empat orang. Yakni Vita Taher, Tamy Grande, Athena Nathalia, dan Aldila Sutjiadi. Keempatnya sudah memulai proses seleksi game kemarin di centre court Senayan. Nah, dalam pertandingan kemarin Aldila Sutjiadi berha-

sil mengalahkan Tamy Grande 6-2,6-2. Sedangkan Athena Natalia memukul Vita Taher 61,6-4. Hasil kemarin membuat posisi satu-dua sementara ditempati oleh Aldila dan Athena. Hari ini (6/1) Aldila dan Athena akan saling adu kibasan raket. Pemenang pertandingan keduanya hampir dipastikan menggenggam tiket masuk dalam skuad Piala Fed. Pertandingan lainnya, mempertemukan Tamy versus Vita. Usai pertandingan kemarin, Athena cukup senang. Sempat menang di set pertama, Athena sedikit kesulitan menjinakkan Vita di set kedua. Keduanya sempat berbagi angka 4-4. Untungnya Athena bisa keluar dari tekanan Vita dan menang dengan dua set langsung. (dra/bas/jpnn)

CMYK

Anggarkan Rp 800 Juta Tiap Bulan

Jakarta, Padek— Pemunduran pemusatan latihan (TC) Timnas Pra Piala Asia 2015 yang dimulai hari ini (6/1) dibarengi dengan perubahan keputusan pemanggilan pemain. PSSI mengumumkan menambah pemain yang dipanggil ke Timnas menjadi 51 pemain. Koordinator Timnas PSSI, Bob Hippy menjelaskan penambahan itu dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pemain seandainya pemain Indonesia Super League (ISL) tidak datang. “Itu sebagian dari pemain muda sebagai langkah awal seandainya pemain ISL tidak datang,” ucapnya. Saat disinggung banyaknya pemain yang diseleksi meski kondisi keuangan Timnas sedang minim, Bob menyebut itu bukan masalah. Sebab, dia memprediksi akan banyak pemain yang dipulangkan dalam tes kesehatan. Sementara itu, Sekjen PSSI Halim Mahfudz akhirnya mengumumkan manajer baru Timnas di kantor PSSI, Kamis (4/1). Seperti kabar yang banyak beredar, manajemen Timnas akan dinakhodai oleh Mesak Manibor. Lelaki yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kab. Sarmi, Papua, itu sebelumnya juga menjabat sebagai asisten manajer Timunas di Piala AFF 2012. Pertimbangan karena pengalaman itu pula yang membuat PSSI akhirnya menunjuk dia sebagai manajer. “Dari rapat yang dilakukan, kami sudah memutuskan dia sebagai manajer baru Timnas untuk Piala Asia,” ucapnya saat dihubungi, kemarin. “Dari daftar tersebut, pemain lama yang batal dipanggil adalah Legimin Raharjo. Dia


MINGGU „ 6 JANUARI 2013

JILBAB MODERN SEGI EMP AT EMPA

TAMPIL SANTAI dalam

KESEHARIAN ANAK remaja lebih cenderung tampil santai, dengan bahan yang nyaman untuk kegiatan sehari-hari. Kali ini Padang Ekspres menampilkan beberapa busana santai untuk remaja. Celana jeans panjang tetap menjadi pilhan anak muda untuk berbagai gayanya. Paduan Jean dengan bahan katun juga bahan kaos memang mengidentikkan remaja sebagai merupakan jiwa yang bebas berekpresi. Dia tidak mau terkekang dengan baju minim dan super ketat membalut tubuh. Namun tetap menampilkan sisi feminimnya yang ceria. Pakai sendal wedges dan tas rangsel, serta tas sandang tangan, tetap menggambarkan sebagai remaja. Pilihan warna yang lembut dan cerah pas dikenakan untuk jalan-jalan, dan ngumpulngumpul sambil berinternet ria dengan teman seusianya. Model yang sederhana, di bagian depan dengan renda senada, atau lengan tiga perempat, menjadikannya tampil sopan dan manis. (*)

Tips Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan

BAGI ibu-ibu muda yang sedang merencanakan untuk memiliki bayi, menjadi gemuk setelah melahirkan adalah sebuah ketakutan yang wajar. Setelah melahirkan umumnya memperlihatkan kenaikan berat badan yang lumayan besar dari berat semula sebelum hamil. Tapi jangan khawatir yang berlebihan semua itu dapat diatasi dengan perilaku hidup sehat. Adapun tips yang dapat dilakukan oleh para ibu untuk kembali menurunkan berat badan adalah sebagai berikut. Menyusui, beberapa penelitian mengungakapkan bahwa aktivitas menyusui bayi bisa membantu ibu untuk menurunkan berat badannya secara bertahap, setidaknya selama 6 bulan setelah kelahiran. Dalam proses ini sejumlah hormon akan dilepaskan ke dalam tubuh, hormon-hormon inilah yang akan membantu rahim untuk mengembalikan tubuh ke bentuk semula seperti sebelum hamil. Sebagai informasi ketika menyusui, itu berarti sama dengan membakar kalori sebesar 200 hingga 500 kalori per hari. Jumlah kalori yang sama jika Anda berenang selama beberapa jam atau naik sepeda selama satu jam. Olahraga. Konsultasikan dengan dokter olahraga apa yang aman dilakukan dan kapan bisa mulai dilakukan. Ini penting terutama bagi ibu yang melahirkan melalui operasi caesar. Usahakan cari teman juga yang habis melahirkan dalam berolahraga agar bisa saling memotivasi. Bercengkerama dengan Bayi. Salah satu cara yang menyenangkan adalah beraktivitas dengan bayi. Secara tidak langsung ini akan membakar lemak dalam tubuh. Misalnya dengan mengajak bayi berjalan-jalan dengan menggunakan stroller dan mendorongnya atau menggendongnya. Hal tersebut dapat membakar lemak da-

lam tubuh kita. Mengubah Kebiasaan Makan. Lebih baik makan 3 kali sehari dengan menu komplit daripada makan satu kali tapi di tambah cemilan yang manis dan kurang menyehatkan misalnya cokelat, snack. Untuk ibu yang masih menyusui jangan lupa memperhatikan kecukupan gizi dalam makanan yang dikonsumsi. Jangan lupa banyak mengkonsumsi air putih. Buat Target Realistis. Tidak mungkin berat badan kembali ke ukuran sebelum hamil dalam waktu sekejap. Karena itu untuk memotivasi diri, tempel foto sebelum hamil di tempat yang mudah terlihat, misalnya di kulkas. Tidur yang Cukup. Mungkin Anda tidak bisa tidur penuh selama 8 jam per malam karena harus merawat bayi Anda. Tapi, kurang tidur bisa menghalangi usaha Anda menurunkan berat badan. Sebuah studi menemukan, ibu baru melahirkan yang tidur selama 5 jam atau kurang semalam cenderung lebih sulit menurunkan berat badan dibandingkan mereka yang tidur 7 jam. Saat lelah, tubuh akan melepaskan cortisol serta hormon-hormon stres lainnya yang bisa memicu penambahan berat badan. Selain itu, saat kelelahan, Anda cenderung tidak akan memperhatikan kebutuhan Anda. Anda tidak akan terlalu memperhatikan mana makanan yang sehat. Anda bahkan cenderung memilih makanan yang bisa diolah dan diperoleh dengan mudah. Selain itu, Anda akan semakin malas melakukan aktivitas fisik. Mungkin Anda sudah sering disarankan untuk ikut tidur saat bayi Anda tidur, dan ini benar adanya. Tidur ayamlah sesering mungkin sepanjang hari dan tidurlah lebih awal, paling tidak sampai

Cara Menghaluskan Telapak Tangan secara Alami TELAPAK tangan yang kasar menghambat Anda dalam pergaulan? Bagaimana tidak, karena telapak tangan diperlukan fungsinya apabila bersalaman dengan teman. Dan apa jadinya jika teman kita secara langsung dapat merasakan telapak tangan kita yang kasar? Owh... alangkah malunya apabila terjadi pada Anda. Namun tidak usah khawatir, tips kali ini akan membahas bagaimana cara menghaluskan telapak tangan secara alami. Cara menghaluskan telapak tangan secara alami cukup mudah. Anda tentunya kenal dengan kentang, ya kentang ternyata mampu memperbaiki kulit telapak tangan kita yang kasar dan menjadikannya halus kembali. Hanya menggunakan

kentang, kita dapat membuat tangan lebih halus. Menggunakan kentang merupakan cara alami menghaluskan telapak tangan, sehingga

tidak perlu khawatir akan terjadi apa-apa dengan telapak tangan kesayangan Anda. Sehingga, ketika bersalaman dengan teman atau saudara tidak

malu. Langkah-langkah untuk menghaluskan telapak tangan yaitu: Ambilah umbi kentang, kemudian bersihkan dengan air dan kupas hingga bersih. Jika sudah, silakan Anda parut . Hasil parutan kentang tadi silakan anda gosokkan pada telapak tangan secara berulang ulang. Cara menghaluskan telapak tangan kemudian biarkan parutan tersebut menempel pada telapak tangan, sehingga 20-30 menit. Jika sudah, kemudian bersihkan dengan air jeruk nipis. Dengan melakukan cara memperhalus telapak tangan di atas, telapak tangan Anda akan semakin halus. Cara menghaluskan telapak tangan tersebut dapat dilakukan siapa saja yang merasa telapak tangannya masih kasar. (*/net)

THANKS TO Model : Nurhijri Viola Ningsih Fotografer : Winda Koleksi : Pribadi

CMYK

13

Padang Ekspres


KAMPUS

14 Mimbar Bebas

Oleh: Nur Ahmad Salman H KOORDINATOR POSDM HMJ SASTRA INDONESIA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS ANDALAS

Semester Baru di Tahun Baru PERAYAAN pesta tahun baru 2013 telah usai. Berbagai macam bentuk kegiatan ’mewarnai’ kemilaunya pergantian tahun. Sejumlah doa dan harapan mengawali ’langkah’ di 2013. Begitupun tantangan dan rintangan yang telah menunggu dalam menjalani aktivitas. Tidak terasa perjalanan waktu begitu cepat. Tanpa disadari, setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan selama ini akan mendapat balasannya. Oleh sebab itu, setiap detik akan menjadi sia-sia jika tidak dimanfaatkan dalam bentuk tindakan berguna. Pergantian tahun baru ini bagi mahasiswa di Universitas Andalas, menjadi tanda bahwa semester baru (genap) akan segera datang. Hanya menunggu hitungan minggu saja, tepatnya 14/1 mendatang, merupakan perkuliahan perdana di semester genap. Seperti biasanya, sebagai bentuk refleksi diri di tahun baru, sebagian kita mengingat kembali kejadian-kejadian sebelumnya sebagai pembelajaran dalam menjalani aktivitas selanjutnya. Hal ini tidak hanya dilakukan individu, organisasi dan instansi pemerintah ataupun swasta juga melakukan hal serupa. Tentu saja, sebagai ’rambu-rambu’ dalam pekerjaan selanjutnya. Semangat ini pun hendaknya kita terapkan juga dalam mengevaluasi diri pada semester sebelumnya. Hal ini tentunya merupakan tindakan mudah, namun akan terasa sulit jika tidak mau untuk memulainya. Bukan untuk mengulang kembali kisah terdahulu, bukan juga sebagai nostalgia belaka. Namun sebagai ’timbangan’ apakah target yang telah ditetapkan tercapai. Apakah perkuliahan pada semester baru saja selesai ini lebih baik dari semester sebelumnya? Apakah hasil semester ini memuaskan? Adakah target belum tercapai? Dan sudahkah kita melakukan tindakan yang menjadi nilai tambah dalam pengembangan diri di kampus? Baik dalam bentuk akademik, organisasi, maupun kreativitas. Tahun baru memiliki sejumlah tantangan dan rintangan, begitupun semester baru. Dibutuhkan kesiapan ’matang’ dalam menghadapinya. Berbagai mata kuliah telah menanti, persoalan di organisasi harus diselesaikan, begitu juga harapan orangtua menjadi ’cambuk’ untuk menggapai prestasi. Momentum perayaan pergantian tahun dengan semangat tinggi, hendaknya menjadi langkah awal dalam menghadapi semester baru. Jangan ’terhipnotis’ dengan kemilaunya pesta dan lamanya libur, sehingga ’menidurkan’ kreativitas, ’membekukan’ pemikiran kritis, dan ’mengubur’ semangat juang dalam melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Sebelum datangnya semester genap, yang mungkin saja akan menjadi semester yang cemerlang, atau semester yang kelam, kita harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Jangan hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dan hari esok tidak lebih baik dari hari sekarang. Pergantian tahun belum terlalu lama dan semangat baru pun belum begitu hilang, semester baru juga belum datang. Tidak ada kata terlambat dan juga jangan malas untuk memulainya. Semoga dalam menjalankan aktivitas di semester baru, kita mampu menghadapi dengan penyelesaian yang tepat, cermat, dan memuaskan. Semester baru di tahun baru harus dijalani dengan penuh semangat. Selamat tahu baru dan semester baru. Hidup mahasiswa! (*)

Mapala UBH Tahun Baruan di Lembah Harau MENYAMBUT tahun baru 2013, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Proklamator Universitas Bung Hatta (UBH) jalin keakraban bersama alumni dan anggota Mapala di Lembah Harau, Payakumbuh sekaligus pelantikan pengurus periode 2012/2013. Menurut Ketua Mapala Proklamator, Reky Haryanto acara tersebut juga merupakan acara temu ramah dengan sesama anggota Mapala. ”Kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh alumni Mapala, baik dari Pekanbaru, Dubai, Arab, Amerika dan lainnya. Dan sekarang sudah sampai di Jakarta,” katanya saat ditemui di sekretariat Mapala Proklamator, Jumat (28/ 12). ”Dari pihak Universitas kita juga mengundang wakil rektor III,” tambahnya Ragam kegiatan dan permainan akan meramaikan acara yang akan diselenggarakan pada 31 Desember 2012-1 Januari 2013 tersebut. ”Kita akan menginap di sana atau Camping, ada games atau out bond, latihan climbing dan lainnya,” ujar Reky. Reky berharap adanya kegiatan ini hubungan antara anggota mapala dan alumninya semakin baik. ”Kegiatan ini bisa menjadi tempat untuk sharing program kerja yang bagus, dan selanjutnya kita juga membahas tentang pendirian wall climbing di UBH,” katanya. (suci/wawasan proklamator)

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

Perayaan Tahun Baru Masehi di Mata Mahasiswa

Batu Loncatan Berbuat Lebih Baik Perayaan tahun masehi bukanlah sebuah tradisi baru di dunia. Setiap pergantian tahun banyak manusia merayakan peristiwa hanya terjadi sekali setahun, karena pada prinsipnya waktu tidak bisa dimundurkan. Jadi waktu hari ini hanya satu kali dalam sejarah dunia. Begitu juga perayaan pergantian tahun 2013 baru-baru ini, jutaan umat manusia ikut menjadi saksi dalam detik-detik terakhir perpindahan tahun 2012 ke 2013. Khususnya di Kota Padang, dari anak-anak, dewasa, remaja, pelajar hingga mahasiswa terlihat ikut serta merayakannya. Berbagai macam kegiatan dilakukan dalam menyongsong tahun baru tersebut. Mulai dari pesta, konvoi dan acara lainnya. Apa kata mahasiswa menyikapi kebiasaan merayakan tahun baru masehi ini?

BEBERAPA mahasiswa berbeda dalam menanggapi dan menyikapi perayaan tahun ini. Ezi seorang mahasiswi Jurusan Pendidikan Ekonomi Kosentrasi Akutansi, Universitas Negeri Padang mengatakan, perayaan tahun baru bukan sesuatu harus dilakukan dengan pesta atau kegiatan pada saat pergantian tahun. Karena, baginya kegiatan tersebut merupakan pemborosan dan perbuatan sia-sia belaka. Lebih baik menjadikan momen tersebut sebagai ajang koreksi dan perbandingan sikap diri tahun sebelum menuju lebih baik pada tahun berikutnya. ”Pergantian tahun harus dijadikan sebagai batu loncatan untuk tahun berikutnya, dengan cara memperbaiki segala bentuk kekurangan pada tahun ini dan meningkatkannya pada tahun mendatang,” ungkapnya. Mahasiswa semester lima ini menambahkan, perubahan yang harus dilakukan di antaranya

BERBAGAI CARA: Tahun baru tak mesti dirayakan dengan kembang api dan konvoi. Tahun baru juga bisa dirayakan di rumah bersama keluarga dan teman kampus dengan bakar jagung/ikan/ayam dan sebagainya yang memberikan manfaat positif. koreksi dari segi keagamaan, pendidikan, prestasi, dan segala bentuk kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan. Dari segi nilai religius misalnya, seseorang harus meningkatkan keimanannya pada tahun mendatang dibanding tahun sebelumnya. Karena, kalau keimanan tahun sekarang lebih baik dari tahun sebelumnya, maka kita termasuk orang beruntung. Sebaliknya, jika keimanan tahun sekarang lebih buruk dari tahun sebelumnya, maka itu termasuk dalam golongan orang merugi. ”Tolak ukur kesuksesan seseorang tergantung peningkatan perbuatan yang dilakukan dari waktu ke waktu,” ujarnya. Berbeda dengan Ocky Anugrah Mahesa, seorang mahasiswa

Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) kosentrasi Jurnalistik menilai, tahun baru masehi merupakan sebuah seremonial pergantian tahun yang diperuntukan untuk semua golongan agama, umat, suku, dan kelas ekonomi. Seremonial tahun baru sudah menjadi tradisi sebagian umat manusia di dunia, di mana masyarakat bisa lebih bersikap resolutif pada tahun berikutnya. Ada juga sebagian golongan mengatakan umat Islam haram melakukan perayaan tahun baru. Hal itu terlalu naïf, karena tidak ada alasan konkret yang melarang dan mengharamkan hal tersebut. ”Semua orang berhak memandang bagaimana perayaan tahun baru masehi tersebut. Semoga tahun 2013 Indonesia bisa lebih

merdeka dan terlepas dari penjajahan asing dari sektor ekonomi, mampu menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia ke depan,” ungkapnya. Di tempat berbeda, Desi Susanti memberikan penilaian netral terhadap perayaan tahun baru. Baginya perayaan tahun baru boleh saja dirayakan atau tidak. Karena semua kegiatan tersebut tergantung pada diri individu menyikapinya. Perayaan dimaksud adalah perayaan yang memberikan dampak positif dan bermanfaat. Contohnya, penyambutan tahun baru dengan berkumpul bersama keluarga, kemudian dijadikan ajang silaturahmi dan saling memperbaiki diri. Namun ada juga orang tidak ingin merayakan tahun baru

masehi dengan alasan tertentu. Misalnya, menganggap perayaan tersebut sebagai perbuatan siasia. Semua itu hak privasi seseorang asalkan jangan menghina orang yang merayakan pergantian tahun baru tersebut. Karena jika dipaksakan semua orang untuk merayakannya itu akan melanggar Hak Azazi Manusia (HAM). Sebaliknya jika orang lain dilarang merayakannya, juga akan berdampak sama. ”Perayaan tahun baru haruslah dengan hal-hal positif dan tidak merusak lingkungan. Jangan pula sekali-kali seseorang menghina orang lain dalam perayaan tahun tersebut,” tutur mahasiswi Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas Padang ini. (andika adi saputra)

Racana Imam Bonjol Rohana Kudus Pilih Pimpinan Baru UKM Pramuka Racana Imam Bonjol-Rohana Kudus Gudep 07143-07144 IAIN Imam Bonjol Padang mengadakan musyawarah racana (Musyrac) XXI, Jumat (4/1). Musyrac ini dihadiri beberapa jajaran kampus seperti Pembantu Rektor (PR III) Prof Dr H Asriwarni SH MH, Dekan Fakultas Adab Dr Firdaus MAg, Pembina Putri Dra Afnibar MPd kons, ketua UKM se-lingkungan IAIN. Acara diagendakan mulai pukul 09.00 WIB ini akhirnya dibuka pukul 14.00 WIB, di Gedung Serba Guna (GSG). Acara diundur karena seluruh petinggi IAIN ada agenda pesta di Kanwil Kemenag. Arif Arafan selaku ketua panitia mengatakan, acara berlangsung selama dua hari dengan agenda penyampaian LPJ, pembahasan LPJ, pencalonan calon ketua dewan racana, pemilihan ketua dewan racana. ”Saya berharap musyrac ini berlangsung dengan baik, untuk KDR yang terpilih nanti bisa lebih bagus dari

BUKA MUSYRAC: Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Asasriwarni membuka musyawarah Racana Imam Bonjol-Rohana Kudus. sebelumnya,” ujarnya. Selain itu, Erik Sisnandar juga menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf kepada hadirin sekalian. ”Saya mo-

hon maaf kepada rekan-rekan serta para undangan sekalian acara baru bisa dimulai pukul 14.00 WIB, karena petinggi IAIN tadi ada acara di kanwil. Saya berharap acara ini

berjalan lancar,” ungkapnya. Asasriwarni dalam sambutannya menyampaikan, pramuka sudah ada sejak IAIN ada, kenapa musyrac baru dua puluh satu. Ini

menjadi PR bagi seluruh anggota pramuka. ”Saya harap acara ini berjalan lancar, tidak ada ribut dan permasalahan, KDR yang terpilih nanti hendaknya bisa memimpin pramuka dengan baik,” ujar Asasriwarni. Sementara itu pada sidang pleno, Sabtu (5/1), menetapkan Hairi Yanto dan Ria Marcelina sebagai ketua Racana Imam BonjolRohana Kudus dalam sidang pleno III. Hairi Yanto sebagai ketua terpilih menyatakan, akan menjalankan agenda-agenda tahunan ataupun progaram kerja yang telah dimusyawarahkan. ”Dalam waktu dekat, ketua dengan anggota akan membetuk struktural pramuka,” ujar mahasiswa Ekonomi Islam ini. Sedangkan Ria menyampaikan kebanggaannya diberi mandat sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan di pramuka ke depan. ”Masa bakti kami akan melahirkan anggota berkualitas dan berdidikasi kepada racana,” ujarnya. (ridho permana)

TIB Isi Pergantian Tahun dengan Asah Bakat BANYAK kalangan mahasiswa merayakan tahun baru dengan berbagai hal yang bersifat hiburan seperti merayakan di tepi laut, kencan dengan pacar, merayakan dengan teman-teman di tempat hiburan, jalan-jalan dan sebagainya. Namun beda halnya dengan mahasiswa di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Imam Bonjol (TIB) Padang, mereka merayakan tahun baru dengan berbagai kegiatan mengasah bakat. Teater Imam Bonjol Padang dipanitia calon anggota teater penerimaan anggota baru (PABA) XIV ini melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kreativitas anggota. Jenis kegiatan yang dilaksanakan di antaraya, hapening art, monolog, musikalisasi puisi, pembacaan puisi setiap calon anggota baru Teater Imam Bonjol. Acara berlangsung Senin malam (31/12) pukul 23.00 WIB ini, dimulai dengan pembacaan kalam Illahi oleh Reni, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Riki, dan happening art Rendi dan Andi

Markoni, monolog Refki Fernando, musikalisasi puisi Ani dan Rio. Fitri Sumantri selaku ketua panitia acara mengatakan, acara ini dilaksanakan atas inisiatif calon PABA ke-14. ”Kami melakukan acara ini atas keinginan kami, juga untuk menjalin kekompakan di antara angota teater,” ujar Fitri. ”Selain itu, acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan keakraban di antara kita. Dari pada keluyuran bikin kericuhan, lebih baik berkumpul dengan keluarga. Di sini inilah keluarga kami, keluarga besar TIB,” tegas Fitri. Febrio Saputra salah seorang senior UKM Teater juga mengatakan, PABA 14 ini menjadi panitia untuk melatih, mengajarkan adikadik menjadi panitia sebuah acara. ”Dengan acara ini kita bisa membentuk kebersamaan, belajar teori membaca puisi terutama calon anggota baru, ajang menampilkan bakat,” ungkap Rio. ”Banyak hal bisa kita lakukan untuk berkreativitas, memaknai tahun baru bukan dengan hura-

ASAH BAKAT: UKM Teater Imam Bonjol merayakan malam pergantian tahun baru dengan cara unik, mereka melakukan pentas bakat. hura saja dengan kegiatan ini bisa lebih mengasah bakat,” tutur Rio. Diniati Rifdatul Ula selaku pe-

ngurus di UKM Tetaer sangat mendukung kegiatan ini. ”Ke depannya anggota teater bisa menjadi generasi

yang penuh kreativitas,” ujar Nia saat ditemui di ruangan Base Camp Teater. (ridho permana)


15

1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tanpamu apalah arti hidup ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kau korbankan semua kepentinganmu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Demi aku, anakmu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tak kau pikir lagi hidupmu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tak kau pikir lagi hatimu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tak kau pikir lagi nyawamu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Yang kau pikir 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Bagaimana masa depan 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Anakmu, kelak 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kau detak jantungku 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kau cahaya hidupku 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kau nadiku 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibu, you’re my everything 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kau setengah jiwaku 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Sahabat kecil 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tak memandang usia 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Walaupun kecil 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Takkan pernah kulupa 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Sahabat kecil 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kau selalu ada 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Bagaimanapun keadaannya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tanpamu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Aku sepi, gundah, kelabu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tawamu, candamu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Membuat hatiku rindu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Sahabat kecil 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kuharap kau selalu bersemangat 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibu itulah aku memanggilmu setiap hari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Karena tanpamu aku takkan ada di dunia ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tak terbayangkan berapa berat beban yang harus kau hadapi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Selama aku dalam kandunganmu enam bulan enam hari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibu itulah aku memanggilmu setiap hari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tidak berakhir deritamu meski aku telah terlahir ke dunia 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Bertubi-tubi rasa nyeri dan perih seakan bisa membuatmu 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 mati 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Dalam membesarkan hinggaku tahu semua isi alam raya 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Begitu besar perjuanganmu bagaikan laut yang tak bertepi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibu itulah aku memanggilmu setiap hari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Langkah demi langkahmu berlukisan sejuta inspirasi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Dalam mengayomi dan menasehati jika aku dijalur kiri 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Meski terkadang aku menjatuhkan air matamu yang suci 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Meski terkadang mulutku lancang hingga hatimu tersakiti 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Namun amarah kemarahanmu berkata jangan kamu ulangi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 lagi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibu itulah aku memanggilmu setiap hari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Sosok sepertimu adalah pahlawan dalam hati ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Sosok sepertimu adalah pelita dalam batin ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibarat telaga yang tak pernah airnya berhenti 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Begitu abadi kasih sayangmu di dalam hati 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ibu itulah aku memanggilmu setiap hari 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Hanya ribuan terima kasih terucap dari hati 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Hingga kau buat aku hidup seperti ini 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Sekolah tinggi-tinggi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Menuju luar negeri 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Sambil mencari-cari kunci 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Untuk nanti beraksi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Setelah lulus sarjana praktekan ilmu dinegeri sendiri 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Mencari kursi dengan menjual janji 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kursi dimiliki tikus bikin misi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Pake ilmu gigit embus-embus 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Asal semua mulus tikus gigit terus 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kucing datang tikus ganti tampang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Menjadi orang terpandang 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Ditiup di kipas di elus di buai 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Kucing tertidur tikus lanjut lagi 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 Tikus berdasi sarjana koruptor luar negri 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123

Ibu, Kau Setengah Jiwaku

Alfiando, Peraih Penghargaan Program BUTIK se-Indonesia, 2012

Usia Muda, Menjadi pengusaha? Tidak banyak kita dengar dan jumpai orang seperti itu di negara ini, apalagi di Sumatera Barat. Lebih mengagetkan lagi jika pengusaha itu seorang mahasiswa. Kecenderungan mayoritas masyarakat Indonesia lebih memilih menjadi karyawan daripada pengusaha. Sulit mendapatkan mahasiswa kreatif, berpikir tentang arah hidupnya ke masa depan. ALFIANDO masuk dalam daftar pengecualian. Dia seorang mahasiswa kreatif yang menjadi salah satu dari 15 orang penerima Beasiswa Unggulan Teknologi Industri Kreatif (BUTIK) CIMB Niaga seIndonesia tahun 2012 silam. Usianya baru 23 tahun, namun, dalam usia semuda itu dia telah bisa berwirausaha. Mahasiswa Sistem Informasi di STMIK Jaya Nusa Padang ini telah membangun usaha sebagai pemasok ikan nila, dan ikan lele ke beberapa restoran dan rumah makan di Kota Padang. Dia tak lagi menggantungkan biaya hidup seharihari pada kedua orangtuanya. Tidak pernah terpikir di benak pemuda hitam manis ini bahwa dia akan menjadi pengusaha muda yang cukup sukses. Pemuda yang juga mantan mahasiswa UNP ini menuturkan, perjalanan bisnis pemasok ikan yang digelutinya saat ini, bermula dari ketertarikannya saat melihat seorang

TIDAK ada satu pun orang di muka bumi ini yang diciptakan dengan segala kekurangan tanpa kelebihan. Tidak ada teman! Percayalah, masing-masing kita memiliki kelebihan. Dulu, ketika masih SMA, aku pernah berpikir bahwa aku adalah makhluk Tuhan yang paling bodoh karena tidak memiliki sedikit pun potensi untuk dibanggakan. Bagaimana tidak? Jika dibandingkan dengan kedua kakakku, aku adalah anak satu-satunya anggota keluarga yang selalu mendapakan angka merah di rapor untuk mata pelajaran IPA, yaitu fisika dan kimia. Lain halnya dengan kedua kakakku yang selalu membanggakan kedua orangtua kami dengan prsetasi mereka. Bang Rahmat si Jago Fisika dan dan Kak Ratna si Jago Kimia. Keduanya selalu menjuarai olimpiade hingga ke tingkat nasional. Satu lemari sudah tak cukup untuk menampung segala medali dan tropi yang mereka peroleh dari iven-iven perlombaan. Sementara aku hanya menyumbangkan dua buah tropi saja. Itu pun dalam lomba baca puisi dan menulis cerpen tingkat provinsi. Kedua piala itu pun tak bisa membuat kedua orangtuaku bangga. Ayah yang lulusan ITB menginginkan anak-anaknya melanjutkan jejak langkahnya. Masih kuingat pembicaraanku dengan kak Ratna di ruang tamu tiga tahun silam. Ya, kakak membujukku untuk belajar dengan giat dan tekun agar menyukai fisika dan kima. Sehingga bisa membanggakan orangtua, seperti yang telah dia dan bang Rahmat lakukan, yaitu kuliah di ITB. ”Dik, aku lulus di ITB. Bulan depan aku harus sudah berada Bandung,” katanya waktu itu. Ketika aku tengah sibuknya dengan desainan mading sekolah.

temannya yang berjualan ikan di pasar Lubukbuaya. Di awal dia usahanya, dia tidak memiliki modal. ”Uang membeli ikan ke tokenya, saya bayar setelah semua jualan saya habis terjual,” tuturnya. Layaknya mahasiswa lain, Alfindo juga setiap harinya juga disuguhkan onggokan tugas. Namun tugas tersebut tak menyurutkan semangat dan harapan untuk terus menggali potensi dalam dirinya. Bagi Alfiando, pembagian waktu sangatlah penting dalam melakoni peran sebagai seorang mahasiswa sekaligus pebisnis. ”Kalau tidak bisa membagi waktu dengan baik, semuanya akan berantakan. Kuliah tak tamat, bisnis tak jalan.” Sebelum membulatkan tekad untuk terjun ke dalam dunia bisnis pemasokan ikan ini, Alfindo mengaku rutinitasnya selain kuliah juga sebagai pengajar desain grafis di berbagai tempat. Ia menekankan, bahwa bisnis ini awalnya coba-

Usia

Berwirausaha

Sahabat Kecil

Oleh: Sri Ayu Ningrat

Ibu, Itulah Aku Memanggilmu Oleh: Gimin Saputra

coba, dan pada saat itu ia baru memasok ikan sebanyak tiga hingga lima kilogram setiap harinya. ”Awalnya saya iseng, karena tertarik melihat teman saja,” ucap putra asli Payakumbuh ini. Setelah beberapa bulan menjalankan bisnisnya, bungsu dari lima bersaudara ini mulai merasakan bahwa usaha memasok ikan ke restoran itu menjanjikan. Ia mulai meninggalkan segudang aktivitasnya sehari-hari, dan fokus untuk berbisnis tanpa harus meninggalkan bangku kuliah. Findo menguraikan, jika cara penjualan ikan yang dia terapkan berbeda dengan pe-

masok ikan lainnya yang juga menjual ikan segar ke restoran-restoran. Ikan yang akan dijual Findo terlebih dahulu dibersihkan, sehingga restoran yang menjadi pelanggannya tidak perlu susah-susah membersihkan lagi. ”Ikan jualan saya tinggal goreng. Restoran tak perlu repot-repot membersihkannya. Cukup cuci sekali, langsung masuk kuali,” tuturnya senyum. Dua tahun bisnisnya telah berjalan, putra Payakumbuh dari pasangan Martianis dan Nuraini itu, telah mampu meraih omset Rp 60 juta setiap bulannya. Kebutuhan ikan jualannya saat ini mencapai

empat ton dalam satu bulan. Pemuda berjenggot ini mengaku bahwa ia sudah memasok lebih dari sepuluh restoran dan rumah makan di Kota Padang. Membanggakannya lagi, Findo telah mampu mempekerjakan orang lain. Ia memiliki tiga orang karyawan, dan ketiga karyawannya tersebut juga seorang mahasiswa. ”Alhamdulillah, usaha saya lancar dan sudah bisa membantu teman-teman juga,” ucap pemuda yang tubuhnya agak bongsor ini. Jika jumlah restoran yang menjadi langganannya terus bertambah, maka ia pun harus menambah karyawan juga. (riki chandra)

sak menahan amarah pada pembicaraan yang seolah-olah menceramahiku ini. Kubanting gunting yang sedari tadi ku pegang, kubiarkan kertas-kertas mading berserakan di atas meja. Siapa peduli! Aku menuju kamar, meninggalkan kak Ratna sendirian di sana. ”Mia, buka pintunya!” Apa peduliku? Tak sepatah kata pun kuucapkan. Biarlah dia bosan berceloteh dibalik pintu kamarku. *** Haruskah aku mengikuti keinginan papa untuk mengikuti kedua saudaraku? Bagaimana mungkin mereka bisa memaksaku memilih jurusan yang tak kuinginkan? Aku. Jiwaku bukan di dibang IPA. Aku suka puisi, aku suka menulis, aku suka halhal yang berbau sastra. Aku menemukan jati diriku di sini. Sastra telah mendarah daging di jiwaku. Lantas apakah aku juga harus mengubur dalam-dalam jiwaku dan hidup dengan jiwa baru yang sama sekali tidak kusukai? Akankah aku menemukan ketenangan dengan memilih jiwa yang baru itu? Andaikan saja orangtuaku memahami diriku. Tidak semua orang terlahir dengan bakat dan kepintaran yang sama. Karena perbedaan tersebutlah setiap individu terlihat unik. Sungguh tak terbayang jikalau semua orang di dunia ini seperti papa dan kedua kakakku. Tentu dunia ini menjadi kaku dan tidak bewarna. Semua anggota keluargaku sepertinya telah di anugerahkan dengan kecerdasan dibidang IPA. Sementara aku, tak satupun kepintaran mereka tertular pada diriku. Aku adalah kutub magnet yang berlawanan dengan mereka. Aku cinta sastra.

Aku menemukan jati diriku di sini. Sedangkan mereka adalah pada sisi yang lain. Sisi yang sangat bertolak belakang denganku. Mereka juga menemukan jati diri mereka dibidangya masing-masing. Lantas, salahkah jika aku bersikeras dengan bidang yang kucintai ini? Dimana aku merasakan hidupku lebih berwarna? Salahkah aku? *** Sudah seminggu kakak di Bandung. Sekarang yang tinggal di rumah hanya aku serta mama dan papa. Tak ada yang berubah dariku. Sekarang aku sudah kelas dua SMA jurusan IPA. Walaupun di tes IQ aku layaknya di tempatkan di bahasa. Ya, apa boleh buat. Di sekolah hanya ada jurusan IPA dan IPS. Maka Papa menyarankanku masuk IPA. Toh katanya nilai IPA-ku tak terlalu jelek. Hanya butuh belajar dengan rajin untuk mengasah kecerdasanku dibidang IPA. Walaupun aku berada di jurusan IPA, bakat sastra ku pun tak pernah mati. Aku semakin eksis mengikuti perlombaan menulis, puisi, dan teater. Setidaknya aku merasa nyaman berada di jurusan IPA untuk mengembangkan bakatku. Karena papa tidak lagi nyinyir mengingatkan ku rajin belajar agar dapat kelas IPA. Hingga waktu SNMPTN aku diam-diam mengambil paket IPC. Ini tentu di luar pengetahuan papa. Kurasa aku tak sepenuhnya melanggar perintah papa, karena pilihan pertama dan keduaku adalah Fisika dan Kimia ITB. Dengan diam-diam, pilihan ketiga kupilih sastra Indonesia UI. Tepat satu bulan, saat pengumuman hasil SNMPTN di koran. Betapa terkejutnya papa melihat namaku terpampang dengan manis lulus di jurusan Sastra Indonesia UI. Papa geram! Puncak kegeramanannya, papa berjanji tidak akan membiayai uang pen-

Masalahkah jika Aku Berbeda? Oleh: Colorful Azzalia

”Trus, apa hubungannya denganku?” kataku datar. ”Kamu tau nggak sih, betapa bangganya papa ketika aku lulus di ITB?” imbuhnya. ”Trus, aku juga harus berbangga gitu dengan kelulusan kakak?” jawabku dengan nada yang agak meninggi karena kesal. Aku sudah tahu kemana arah pembicaraan. ”Begini dek.” Dia bersuaha untuk tenang melanjutkan pembicaraannya. Ya, adek adalah panggilan anggota keluarga kepadaku. anak bungsu di keluarga. Aku hanya diam. Pertanda sudah mulai kesal. ”Aku dan Bang Rahmat sudah mewujudkan mimpi papa untuk kuliah di ITB dengan jurusan yang kami gemari.”

Oleh: Desi Novianti. T

Aku hanya diam mendengar pembicaraan kakakku itu. ”Sekarang tinggal kamu satu-satunya yang bakalan mewujudkan mimpi papa. Kamu suka sastra. Boleh kok. Tak ada yang melarang. Tak ada yang salah dengan kegemaranmu itu, tapi kamu tahu bahwa papa menginginkan semua anaknya sukses di bidang IPA. Kamu juga tahu bahwa papa adalah mahasiswa lulusan terbaik di zamannya. Tentunya papa ingin anaknya seperti itu.” Telingaku makin panas dan dadaku makin se-

Tikus Sarjana Luar Negeri Oleh: Fitri Maryeni

daftaran kuliahku. Ya, sudah. Aku semakin tidak peduli dengan kemarahan Papa. Bagaimana mungkin nantinya aku kuliah di jurusan yang sama sekali tidak aku minati. Aku hanya mengurung diri dikamar selama seminggu. Orangtuaku semakin khawatir akan diriku. Akhirnya papa mengalah dan mengabulkan keinginanku untuk kuliah di juruasan sastra Indonesia UI dengan syarat, satu tahun pertama aku harus membuktikan prestasiku dengan indeks prestasi sempurna. *** Setahun berlalu semenjak pertama kali aku kuliah di UI. Janjiku pada papa untuk mendapatkan IP sempurna telah kupenuhi. Bahkan semester kedua aku sempat ke Prancis dalam rangka pementasan teater. Kini, Aku semakin leluasa mengembangkan sayapku. Kini tidak ada lagi papa yang marahmarah menyuruhku untuk mengikuti langkahnya. Karena memang bakatku bukan disana. Aku menemukan diriku disini. Di jurusan yang aku cintai. Semester depan aku bakalan

berada di Amerika untuk setahun sebagai mahasiswa undangan untuk menimba ilmu di negeri Paman Sam dan mengajarkan ilmu mengenai kesusastraan Indonesia kepada mahasiswa di sana. Kini yang kudapati hanyalah orangtua dan kakak-kakakku yang bangga atas prestasi yang kuperoleh. Tidaklah salah kita berbeda dengan kebanyakan orang. Tidaklah salah kita tidak menyukai apa yang disukai orang selama kita mampu menunjukkan kepada mereka bahwa kita unik. Kita memiliki kelebihan yang tidak mereka miliki. Setiap manusia itu unik dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Apapun jurusan, apapun bidang yang digemari, semuanya bagus. Hanya dibutuhkan waktu untuk mengasahnya sehingga terampil di dibidang itu. Kesuksesan bukan ditentukan oleh jurusan atau bidang yang digemari oleh kebanyakan orang yang memang sudah sukses duluan. Sukses ditentukan oleh diri sendiri. Janganlah ragu dalam mengembangkan bakat. Kau dan aku adalah pribadi yang luar biasa. (***)

CMYK

REMAJA

MINGGU „ 6 JANUARI 2013


SAJAK

18

Alizar Tanjung

CERPEN Dari Kamar Sonia

18

SENI BUDAYA Menduniakan Bahasa Indonesia/ Melayu Melalui Puisi

MINGGU, 6 JANUARI 2013

19

17

Carito si Samiak jo si Mayin Dikarang dek: Ampera Salim

Bumi Kota Padang tak Menerima Jenazah

Surek untuak MUI Amba

BUMI Kota Padang kini seolah-olah tidak menerima lagi bagi kuburan seorang janazah. Lebih-lebih orang miskin yang lemah. Walau luas kota ini sekitar 800 km bujursangkar dengan penduduk lebih kurang 800.000 jiwa, lahan taman perkuburan umum (TPU) hanya terdapat di dua lokasi, masing-masing Tunggul Hitam dan Air Dingin. Disamping itu ada pemakaman keluarga, tapi agak jauh dari pusat kota, yakni di perbukitan Marthias Pandoe Seberang Padang. Jika keluarga yaWA R TAW A N S E N I O R ng ditimpa ,usibah kematian menginginkan pusara almarhum/almarhumah dekat kota atau di Tunggulhitam, kondisinya sudah penuh. Juga di Air Dingin. Bisa diperlimpitkan dengan kuburan yang sudah berusia sekitar lima tahun yang tidak diperbaharui izinnya. Itu pun harus dibayar Rp.125.000,perjenazah plus upah menggali Rp.500.000,- Tambahan lainnya jika rumah duka jauh dari TPU adalah sewa ambulans entah berapa ratus ribu pula. Tarif retribusi ini ditetapkan oleh Peraturan Daerah (Perda) No.11/2011 untuk masa dua tahun. Tarif tersebut naik lebih dari 600 persen dibanding waktu sebelumnya yang cuma Rp.40.000,- untuk masa empat tahun.Dengan tarif yang memberatkan itu. Pemerintah Kota Padang memperolah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari orang yang kena musibah Dibawa ke kampung asal jenazah, walau penggalian kuburan dilakukan gotong-royong gratis oleh kaum kerabat, tapi yang pasti sewa ambulansnya kesana; Seandainya si miskin tidak sanggup menanggung biayabiaya tadi, siapa yang bertanggung jawab?Agama menyuruh untuk segera menguburkan jenazah beberapa saat setelah meninggal.

Yusrizal KW

Oleh:

LUKISAN ARIFIN “Mengantar Nasi”/cat minyak/45x65cm/ 2009 dalam Pameran Seni Rupa Merapi Singgalang dan ISI Padangpanjang 23 Desember 2012 sd 03 Januari 2013 (Dok Muharyadi)

Samiak tamanuang sudah sumbayang Jumat di pasa. Pikirannyo manarawang, takalo mancaliak urang urang tuo nan kalua kutiko katib mambaco katubah. “Manga gaek ko pulang sajo, samantaro sumbayang alun dimulai,” bisiak Samiak samo surang. Sabaliaknyo dikana-kana dek Samiak satantang isi katubah nan dibaco katib. “Payah bana mah, maanalisa curito katubah katib. Biya beko waden tanyo ka si Mayin sajo,” kecek Samiak mangecek surang sambia mamasang tarompa. “Yin, waden ka bakaba ka waang sakenek. Satantang katib Jumat di pasa tadi,” kecek Samiak ka Mayin di lapau simpang, kutiko sudah sumbayang asa dari musajik. “Baa kisahnyo. Layi mantap katubah tu,” jawek Mayin sambia manyanda ka dindiang tadia. “Taraso dek waden mantap bana katubahnyo. Tapi nan mambuek waden eran, ado apak apak gaek lari sajo inyo kalua sadang katib bakatubah. Sudah Jumaat, urang babisiak, apak gaek tu lansuang sajo

pulang sumbayang luhua di rumah,” kecek Samiak. “Apo isi katubahnyo Miak. Iko agak lain sakali ko mah,” tanyo Mayin agak bayo bana. “Isinyo mangecek masalah korupsi. Pajabat makan piti aram. Banyak pamimpin indak sandereh,” urai Samiak. “Kok itu nan dibaco katubah. Patuik sajo apak gaek tu lari kalua mah,” baleh Mayin. “Eee baa dek baitu kawan. Korupsi apak gaek tu kawan?” tanyo Samiak. “Manuruik waden. Indak korupsi bagai apak tu doh kawan. Sabananyo lah muak inyo mandanga katubah nan indak masuak mat tu kawan,” kecek Mayin. “Ndak masuak mat baa lo kawan. Suaronyo mantap, aksennyo hebat. Katib tu mudo gagah bana,” kecek Samiak. “Iyo kawan. Nan paralu isi katubah tu, wasiat takwa. Curito iman dan amal saleh. Ijan ujat ma ujat di ateh mimbar tu. Kalau ka maujat biya sajolah urang dalam tipi. Manonton sajolah awak,” kecek Mayin. “Tadi ambo mangba ka kawan-

nyo. Ijan marabo pulo kawan ka ambo,” kecek Samiak. “Indak. Waden indak berang ka waang do. Cuma waden berang ka katib nan sumbarang baco katubah sajo. Pangurus musajik takah tu pulo. Sumbarang sajo dimintak urang baco katubah,” racau Mayin. “Jadi baa ancaknyo kawan?” “Tukang baco katubah tu musti diagiah pancerahan.” “Pancerahan tu apo aratinyo kawan?” “Aratinyo diagiah ilimu dek majelis ulama. Nan ma nan buliah disabuik di ateh mimbar tu. Nan ma pulo nan indak buliah dibaco sadang bakatubah,” jaleh Miyin. “Kalau baitu kawan bueklah surek ka MUI,” saran Samiak. “Waang kalau ka manyuruah urang capek. Waang sajolah nan mambuek surek tu,” jawek Mayin. “Waden ndak pandai mangetik do kawan. Kawan sajolah,” kecek Samiak. “Kalau baitu mintak toloang sajolah ka kantua wali nagari,” saran Mayin. “Jadi kawan bisuak waden ka manamui wali nagari pagai pagi,” kecek Samiak basumangek.

Orang Minang, memiliki kata “amba”, yang artinya sama dengan hambar, tidak berasa, atau tawar. Airnya hambar, itu artinya tidak ada rasa apa pun pada air yang dikatakannya. Roti tawar, sama dengan roti amba, roti yang tanpa variasi rasa lain di atas, dalam atau di sekitarnya. Orang Minang, sering berkirim, kalau ke kedai, tolong juga beli roti amba ya. Kata amba, juga menyangkut perasaan seseorang atau orang lain. Misalnya, lah amba hati den jo paja tu, artinya sudah tak ada rasa apa pun hati saya pada dia. Jika dulu berbunga, memberi kesan mendalam, karena hati sudah “amba”, kenyataannya adalah rasa yang biasa-biasa saja. Apa adanya. Karena itu, “Hati nan amba, gulo jo madu pun indak ka bisa maubah kaadaan (Hati yang hambar, gula dan madu pun tidak akan bisa mengubah keadaan….” Karena itu, dua orang yang saling berhubungan secara emosional, kalau sama-sama hambar hati mereka, sulit dipertemukan dalam koridor perasaan yang sama. Kehilangan semangat, tidak seceria semula, kadang pakai kata amba juga orang Minang ini. Dulu, dia si upik itu, ceria, periang gembira bawaannya. Sejak ibunya meninggal, amba saja bawaannya. Senyum kadang susah. Ibaratnya, darah dalam dirinya sudah hambar—tidak ada terlihat gejolak atau gairah ceria yang menyenangkan bagi yang melihat. Orang Minang, banyak menggunakan kata konotatif, menyampaikan sesuatu dengan menawarkan makna tertentu. Kalau ada orang menyebut “upik amba”, itu sama dengan, kurang lebih upik yang pucat wajah atau kulitnya. Dia tetap manis, tapi memandangnya, seakan dia kurang atau pantang tersentuh matahari. Paamba, ada pula sebutan begitu. Ini maksudnya, suka yang tidak berasa, makanan yang paling dinikmati adalah hal-hal yang tawar, tidak ada rasa yang menonjol di lidah ketika dikunyah. Ketika kata “amba” berarti, boleh juga bermakna, sesuatu yang belum berasa. Ketika lidah menyentuhnya, ia jauh dari rasa umum, apakah itu asin, asam, manis, pahit dan lainnya. Kita, lidah sehat, bisa memastikan, amba (hambar) atau tidaknya makanan itu. Begitu juga, permainan atau sebuah karya seni. Ketika seorang komentator sepak bola mengatakan, pertandingan sepakbola terasa hambar, ini artinya permainan yang tidak mengalami sentuhan tekni yang bagus, terampil bola yang masih kaku, serta kerjasama tim yang terlihat lemah. Sehingga, kita, atau siapa pun menyaksikan sepakbola, akan berkomentar, biasa-biasa saja. Hambar pertandingannya. Hidup ini mesti berwarna, berasa lain. Karena itu, banyak orang bijak, para motivator, bagaimana kita selalu bisa menyiasati hidup lebih baik dan berwarna. Tujuannya agar hidup tidak monoton. Agar hidup tidak amba, bukan sesuatu yang tanpa rasa apa pun. Orang yang sering gelisah, mengaku terjebak rutinitas, merasa hidup begitu-begitu saja. Ini maksudnya, kehilangan variasi, sehingga, kembali kepada sisi amba, sisi dimana sebuah ruang terasa kosong, dan kita berpikir, belum ada sentuhan apaapa. Artinya, perlu diberi warna baru, didekorasi, diberi sentuhan artistik tamannya. Kita juga kadang menerjemahkan mimik atau raut muka seseorang ke kita dengan pegangan kata “amba”. Misalnya, kita bertemu dengan seorang sahabat lama, entah ada masalah apa, memandang kita tidak antusias. Pandangannya letih saja, kosong, tak ada ekspresi senang atau sedih. Yang ada, datardatar tanpa riak. Kita bisa saja merasa dia “memandang kita dengan hambar” alias “Amba sajo pandangannyo ka awak mah”. Sadang banyak pikiran, atau sadang ditagih utang banyak. Kata amba, kata yang di sisi lain, boleh juga kita pahami, tiada berasa atau tawar, adalah sesuatu yang memberi ruang bagi kita, untuk memberi rasa, sentuhan warna atau menjadi sesuatu yang tidak sekadar datar, hambar atau tawar. Amba, adalah kata yang juga menjabarkan, ketidakgairahan merasakan dan menikmati sesuatu. Hambar saja dia merespon hari ini.

Khazanah

Dapek Pitih Ketek Hilang Pitih Gadang

Oleh: Fachrul Rasyid HF WARTAWAN SENIOR [Pemerhati Budaya Minangkabau]

MANCARI pitih ketek (mencari uang kecil), istilah ini sering diucapkan masyarakat Minang misalnya dengan kalimat: “Inyo mancari pitih ketek sajo tu mah”. (Dia cuma mencari/ mau mendapatkan uang kecil saja). Atau, “dek inyo nan paralu pitih ketek sajonyo” (Dia

maunya cuma uang kecil saja). Dalam keseharaian, yang dimaksud uang kecil itu adalah uang dalam jumlah kecil atau sedikit. Selain itu tersimpan makna yang lebih dalam. Yaitu orang yang berfikiran singkat alias picik, tak berpandangan jauh, tak mempertimbangkan dampak baik atau buruk sesuatu di kemudian hari. Istilah itu sering ditujukan kepada orang-orang yang bersikap asal dapat uang, ia tidak peduli apakah tindakannya kemudian menimbulkan masalah atau tidak. Padahal, kadang nilai uang yang didapatnya hanya sekedar beli rokok dan makan siang. Tapi tindakan yang diambilnya setelah mendapatkan uang itu bisa menimbulkan perkara bahkan sengketa.

Berbagai kejadian bisa jadi contoh. Misalnya, seseorang membangun rumah di satu tempat. Baru saja kontraktor mengangkut bahan bangunan datanglah beberapa pemuda. Meski tak punya fasilitas, mereka minta jadi pemasok bahan bangunan itu. Atau minta diterima bekerja kendati bukan tukang bangunan. Kalau tak dikasih mereka minta uang keamanan, uang pemuda dan sebagainya. Lazimnya kontraktor atau kepala tukang cepat mengerti. Mereka rela memberi uang ratusan ribu rupiah asal tak disibukkan mengurus orang-orang seperti itu. Sebaliknya si peminta pun puas misalnya dapat uang Rp 500 ribu. Inilah yang disebut sekedar mencari

pitih ketek. Tapi banyak yang tak tahan diperlakukan seperti itu akhirnya membatalkan bangunannya dan menjual lahannya kepada orang lain. Padahal kalau pemilik bangunan baru itu diterima secara baik-baik, apakah itu bangunan toko, pabrik, atau hanya rumah tinggal, mungkin akan banyak manfaat yang bisa diraih masyarakat sekitarnya. Mungkin setelah toko atau pabriknya rampung bisa jadi mereka diterima bekerja dengan gaji bulanan yang lebih menjamin. Kalau bangunan itu hanya rumah tempat tinggal, penghuninya mungkin orang berpangkat/ berjabatan atau berduit, tentu akan ada donator baru bagi kepentingan nagari, kelurahan atau RT/RW yang lebih besar.

Boleh jadi juga keberadaan orang itu akan membawa perbaikan terhadap lingkungan di sana . Misalnya, jalan raya bisa diaspal lebih baik. Mungkin jembatan bisa dibangun dan sebagainya. Sayang, kepentingan yang lebih besar itu sering dikalahkan kepentingan yang lebih kecil. Investor di bidang pertambangan, perkebunan atau pabrik juga sering berhadapan dengan para pencari pitih ketek itu. Misalnya, begitu mau membuka lahan dan mendatangi ninik mamak, urusan seolah serba mulus. Si ninik mamak yang mengaku sebagai pemilik tanah ulayat mau saja meneken surat-surat yang diperlukan begitu disodori pitih ketek. Apakah itu uang adat, uang lompek paga, uang siliah jariah, uang tagak pancang, imas timbang dan sebagainya.

Celakanya, ketika kemudian datang investor lain, mereka pun memberikan rekomendasi atau persetujuan untuk lahan yang sama. Kadang sampai sepuluh investor yang diberi persetujuan serupa. Akibatnya ketika lahan itu digarap atau pabrik mau didirikan, justru perkaralah yang terlebih dahulu dihadapi si investor. Karena itu tak aneh kalau di Sumatera Barat misalnya, banyak investor bidang pertambangan, perkebunan dan sebagainya berubah jadi investor perkara. Prilaku seperti itu juga muncul di kalangan kepala daerah dan pejabat teknis. Misalnya, terhadap calon investor yang telah menyetor

sejumlah uang diberi izin lokasi tambang atau perkebunan. Kemudian ketika datang lagi investor lain yang menawarkan uang serbaguna yang lebih besar, juga diberi izin serupa. Akibatnya pun serupa. Para investor “berantam” di lapangan dan berperkara di pengadilan. Akhirnya, mereka bukan mengharap lahan melainkan menghadapi perkara. Perilaku berfikir instan, hanya memikirkan kepentingan sesaat dan menguntungkan diri sendiri seperti itu seharusnya tak perlu terjadi. Sebab, akan menghambat pembangunan, menjauhkan investor dan menutup peluang mata rantai ekonomi. Tapi, apa boleh buat, gara-gara sikap suka mencari pitih ketek itu, Sumatera Barat banyak kehilangan pitih gadang. (*)


SASTRA

18

MINGGU, 6 JANUARI 2013

Sajak-sajak: Alizar Tanjung

Kertas Buat Pacar

Rumah Tanpa Pintu

;maidarlis

:em

engkau duduk di batu di bawah rumpun bambu jalan sekolah kita, jalan berkerikil, penuh becek, jejak anak sekolah yang pernah berdiam dalam sekap sedikit itu, antara jantungmu dan jantungku, pemisahnya hanya kulit tipis di balik bilik itu. aku si pencari jantungmu menuruni rak kundur, menelusuri jalan setapak yang kau lewati itu, di tanganku adalah kertas bunga, padanya terlukis sepasang melati, aku beri kepada jantungmu agar kau hanyutkan serupa perahu kertas pembawa

aku ingin pulang dari ladang bawang yang telah diteruka, dari mata cangkul yang meringankan sakit tanah, dari tajam parang yang menghentikan derita rumput, dari bakal bawang yang baru saja disudahkan menanam hidupku dan kau, pulangku ke jenjang batu, ke rumah kita yang barusan aku tinggalkan setelah pintu itu aku perbaiki, pasak itu kau tarah, lubang kunci itu kita ganti dengan kunci beranak dua; satu kunci dirimu yang menetap satu kucing diriku yang merantau.

pesan hatimu ke jantungku. aku pelari yang suka bersiul, berdekak anak lidah, mengerjapkan sebelah mata, menangkap rahasia jantungmu di bawah rimbun rumpun bambu itu, ada miang yang tidak menimbulkan gatal dan bahagia yang tak terbahasakan. adakah kau tahu itu, mai.

telah pulang aku dengan mata cangkul yang kau asah itu di atas pundakku ada mata cangkul yang sama, aku keluarkan kunci diriku dari saku, tetapi di mana lubang kunci itu, sia-sia kuputar angin dua kali putaran, membalikkan bawang ke tampuknya kerja naif.

(rumahkayu, 2012)

(rumahkayu, 2012)

SAYA memerhatikan caranya mengapit rokok rendah tar. Kedua jari panjangnya meruncing ke ujung menjadi bentuk yang cantik. Tanpa cat, kukunya hadir dengan warna putih bersemu kuning: warna yang selalu pantas bagi kebanyakan perokok. Gaya mengulumnya serasi dengan bibir bagusnya yang basah, seolah dua lengkung yang indah itu terbuat dari bahan yang tak mudah terbakar. Lihat saja, nyaris tanpa lipstik, nyaris tanpa kerak-kerak pecah dari sisa nikotin yang biasanya melekatkan warna suram yang mengering di ujung bibir siapa saja. Saputan warna yang tak mencolok itu, ketika ikut merapat dengan gerakan mengulum, adalah detail yang mau tak mau musti saya perhatikan sejak berjam-jam lalu. Gerak bibirnya saat menghirup lalu melepaskannya dengan sedikit dorongan udara yang keluar melewati bibir, menciptakan asap yang panjangpanjang. Kadang ia membuat lingkaran sepatutnya untuk menambah kombinasi berbentuk gelembunggelembung kecil mirip lingkaranlingkaran mini dengan gerakan melayang-layang yang susul menyusul dan mudah pecah. Pecah-pecahan itu berubah menjadi lautan kabut seperti di gunung. Warnanya gradasi putih, meruang dan menjadi laten di seluruh ruangan. Sesekali memang ditingkahi kilasan merah kekuningan berbaur dengan redup cahaya berkekuatan 10 Watt. Tak urung kilasan itu menghasilkan bunyi nyaring: cetus korek api di sebuah dini hari dengan gerimis kecil di luar. Di dalam, saya berbagi kegundahan dengannya. Masih memaksakan Peter Cincotti melantunkan Some Kind of Wonderful di telinganya, mencetuskan nyala korek api tepat di ujung bibirnya, menangkap wajah misteriusnya dalam balutan kabut asap yang terbakar dari batang ke sekian belas. *** Itu malamnya. Paginya, saya tak mau keluar kamar. Wajah Sonia sembab membujuk-bujuk saya. Dari sudut matanya menetas gelembung-gelembung kecil. Bening. Ketika saya tertunduk karena tak tahan oleh serbuan matanya yang iba, mata saya terantuk ujung gaunnya yang basah. Sudah berapa lama ia menangis? Seharusnya saya yang paling tahu setiap detail yang ia lakukan: saat ia menangis, tertawa atau kedua-duanya. Saya tahu ketika ia mulai lelah menjelaskan, tarikan nafasnya selalu panjang-panjang. Ia tahu, ini bukan lagi saatnya menyimpan sendiri. Ia butuh melepaskannya dengan hembusan yang sama pula: pelan dan panjang. Saya juga berada di depannya ketika ia membunuh rasa jengahnya. Menyalakan batang demi batang di bibirnya yang basah tanpa saputan. Bertubi-tubi, ia menghirup dan menghempaskan. Sebuah aktifitas tarik-ulur yang dilakukan dengan sempurna seperti reaksi normal yang ia tampilkan atas kegundahannya. Saya juga masih di sana ketika ia berkali-kali mencoba tertawa, memaksa saya mengingat kembali kejadian-kejadian kecil- yang menurut tuduhannya- selalu saya giring ke arah romansa. Saya berusaha mampu mengimbanginya. Cukup lama untuk sebuah ukuran ketahanan yang saya bangun dari bahan tertentu yang mudah getas. Hanya sampai ketika tangannya menguraikan genggaman saya sambil memberikan satu predikat baru yang membuat laki-laki seperti saya dan semacamnya lebih mudah patah. Tapi saya tetap merajuk. Bersikukuh malah! Saya katakan padanya selalu ada yang menyercah-bahkan yang lebih terang dari itu-nyala benderang di luar sana yang akan membawanya pergi dari kamar ceruk suram serupa kuburan ini. Betapapun bukan bersama saya akhirnya, saya berharap itu semua tidak akan mendatangkan masalah bagi saya juga bagi Sonia. Saya sempat runtuh sewaktu Sonia bilang bahwa percuma saja tinggal lebih lama di tempat ini, terutama di kamarnya. Dengan berbagai macam alasan yang menurutnya paling logis,

Bahasa Yang Melukis Dirinya

Sepatu Dan Telapak Kaki

seorang ahli bahasa telah menciptakan ribuan kata dari dirinya; tulang tungkai yang dua potong, sepotong kanan dirinya, sepotong kiri dirinya, sama-sama bicara keduanya, sama-sama jadi bahasa keduanya.

berujar sepatu kepada telapak kaki, kata sepatu, kau begitu enak, hidupmu berumah pada tubuhku, terpelihara putih kulit itu, sedangkan tempatku di bawah, terluka oleh batu dan kerikil, sumbing tubuhku, siapa peduli, terbuang dari pengganti baru.

tulang tangan yang dua potong, sepotong kanan dirinya, sepotong kiri dirinya, sama-sama bicara keduanya, sama-sama jadi bahasa keduanya. tulang rusuk yang dua potong, sepotong kanan dirinya, sepotong kiri dirinya, sama-sama bicara keduanya, sam-sama jadi bahasa keduanya. tulang bahu yang dua potong, sepotong kanan dirinya, sepotong kiri dirinya, sama-sama bicara keduanya, sama-sama jadi bahasa keduanya, menguap, mengudara, lepas dari dirinya.

menjawab telapak kaki, kau saudara kembarku, segala luka sudah pada tubuhmu, tapi lupakah kau segala rahasia pilu pada tubuhku, duniaku begitu gelap, seluas tubuhmu, kau bebas mendongak ke langit lepas matamu. (rumahkayu, 2012)

(rumahkayu, 2012)

Dari Kamar Sonia Cerpen: Tjak S Parlan

bakambang kato Oleh A.S. Patimarajo

Salak Gajah, Pawang Rajo, kabek baniah MAA tau ado urang nan mangecek sarupo kato-kato di bawah ko. Jan heran pulu dunsanak tantang arati katokato nantun. Sangek jauah tu mukasuiknyo. Ndak alang ka palang, kok tibo di tipak dek awak, tantulah ka sirah pangka talingo. Untuang-untuang jan ado nan basinggungan jo kito kato-kato nan tun andaknyo. Cubo kito simak!

Ungkapan Minangnya: Salak Gajah Ungkapan Indonesianya: Gonggong Gajah

ia terus-terusan mengusir saya dengan caranya yang persuasif seperti biasanya.“Sejujurnya, aku tak pernah merasa kamu benar-benar pulang ke tempat ini.” Sejujurnya, itu kalimat paling tertata yang diucapkan Sonia sejak kami mengambang semalaman di kamarnya. Saya seperti baru tersadar dari mimpi paling panjang yang bahkan tak pernah saya sadari kapan datangnya. Seingat saya, selepas dari kamar-kamar yang lain, saya selalu menemukan kedamaian di tempat ini. Ketukan pintu di setiap dini hari, tatapan geram Sonia yang tersembunyi di balik asap rokok, kantung mata hangat yang kutatap lama-lama ketika Sonia baru terbangun, atau pertanyaan-pertanyaan sederhana mengenai kejadian ganjil dalam mimpi di sepanjang tidur saya. Sejauh itu Sonia selalu memberikan jawaban yang memuaskan. Tentu saja, sejauh semua itu masih terjadi dalam kamar ini. Tapi bukan tentang rahasia-rahasia yang terjadi di belahan bumi lain. Ada kalanya satu sama lain berusaha saling jujur. Bukan rekor yang membanggakan saya kira, jika saya-terlebih Sonia- merasa tahu bahwa saat-saat seperti itu terkadang dibutuhkan. Toh, kami gagal mengatasi semua anggapan bahwa apapun yang terjadi pada kami dengan yang lain, nyatanya hanya semacam pernyataan sopan yang kami kemas serapi mungkin. Sementara, di sisi lain selalu ada kebohongan-kebohongan kasar sebagai isinya. Jika itu yang terjadi, saya dan Sonia mulai berlomba menjadi siapa yang berhak menyandang reputasi sebagai pencetus api kecemburuan paling besar di antara kami. “Mungkin karena saya benar-benar belum menemukan rumah yang sebenar-benarnya,”saya menimpali Sonia dengan perasaan mendadak seolaholah ingin memerbaiki semuanya. “Berarti bukan aku tujuanmu, kan?” “Saya selalu tertuju ke sini. Ke kamu. Ke tempatmu.” “Ah, sudahlah. Kita tak boleh meminta terlalu banyak, kecuali ada kepastian. Kamu juga tahu, bersamamu, seperti yang sering kamu bilang, aku hanya menang kenangan. Seperti romantisme kanak-kanak?” “Maaf, kalau yang kamu maksud saya harus menemukan ukuran kedewasaan, saya tak bisa. Apalagi kalau ukuran itu adalah keberanian untuk merusakmu!” jawab saya dengan menambahkan tekanan tinggi pada kata “merusak”. Sonia terdiam. Saya sebenarnya menyesal dengan kata-kata saya tadi. Tapi apa boleh buat, hanya itu jawaban yang tersedia dalam hati dan mulut saya. Sonia terbungkam. Hanya sejenak, sebab kemudian ia menerkam ke arah saya. Dan, saya, seperti biasanya, tak memiliki insting apapun untuk menghindar dari sergapannya. Tubuh lampaui ini dibiarkan begitu saja serupa

onggokan daging yang mangkrak ditinggalkan pemiliknya. Dicakar-cakar, ditampar-tampar, digoyang-goyangkan sehingga berguguranlah semua kegilaan pada diri saya. Itu bisa membuat Sonia kembali reda. Saya tidak mengambil kesempatan ini untuk berlaku romantis dengan menggiringnya ke wilayah romansa seperti dulu-dulu. Saya cuma katakan padanya bahwa saya benar-benar akan pergi setelah gerimis di luar reda. Berteduh, itu bahasa yang saya gunakan berikutnya. Dengan sedikit kesia-siaan, saya diijinkannya tetap tinggal. Setelah itu, Sonia dan saya menghabiskan waktu dengan diam. Diam secara lahiriah, sementara di benak saya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan tak menentu yang tak akan pernah lagi keluar dari mulut saya secara nyata. *** Malamnya, hampir setengah jam saya hanya mendengar gemericik air. Bukan dari gerimis di luar, tapi dari kamar mandi di dalam kamar ini. Setelah pandangan saya terantuk ujung gaunnya yang basah tadi pagi. Setelah satu dua percakapan yang hanya bisa terjelaskan oleh kami. Setelah goncangan-goncangan itu-yang dilampiaskan Sonia pada tubuh dan jiwa saya. Setelah janji saya untuk pergi selepas gerimis reda di luar. Setelah Sonia berani menjamin akan menemukan hidup yang sebenar-benarnya setelah semua ini. Setelah saya tahu secara diam-diam sebuah rahasia yang tak pernah diungkapkan oleh siapapun, kecuali dengan menatap gelagat seorang ayah yang menyimpan keinginan yang sama seperti saya. Setelah semua itu, saya hanya menerima rupa-rupa amarah darinya yang tak pernah saya sentuh. Ah, andai saya punya keberanian semacam ayah. Tentu dengan sedikit kesadaran, sedikit buaian, mungkin saja saya akan bisa mencari waktu yang tepat untuk singgah ke kamar ini. Tapi, bukankah saya selalu pulang ke ceruk yang curam dan suram seperti ini? Ingat, bersama ketukan pintu di dini hari selepas para pelanggan pulang dari kamar ini, saya menjadi laki-laki terakhir yang paling sopan memperlakukan Sonia! Kalaupun Sonia bisa melakukannya di tempat lain bersama ayah, apa bedanya dengan para hidung belang yang selalu membayar lebih di kamar ini. Ah, apakah ayah juga melakukannya di kamar ini. Bagaimana cara ayah melakukannya? Apa seperti saya yang tiba-tiba dihantam haru biru acap kali menatap wajah kelelahan Sonia teronggok di sudut kamar? Gemericik air itu lama-lama mengganggu saya. Padahal, sebelum berangkat saya hanya ingin mendengar suara Sonia. Saya mencari-cari dengan nanar ke seluruh kamar. Tak ada apa-apa, bahkan barang-barang sederhana yang pernah menghuni kamar ini. Saya juga tak mendengar Peter Cincotti melantunkan Some Kinds of Wonderful yang

biasa saya paksakan nyelip di telinga Sonia lewat iPod pemberian ayah kepadanya. Saya tahu, Sonia tak pernah menyukai lagu itu. Mungkin karena isinya tak pernah menyentuh hubungan kami berdua. Saya ingat janji saya untuk pergi. Sambil menahan sisa pening di kepala, saya bangkit menuju kamar mandi. Tak ada apa-apa di sana, selain kran yang dibiarkan mengucur, sikat gigi, sabun, odol dan handuk yang sepi, diam di tempatnya masing-masing. Saya sempat berharap bahwa Sonia akan meninggalkan pesan singkat dengan goresan lipstik pada cermin buram yang terpancang di dinding kamar mandi. Mungkin Sonia menitipkan memo kecil pada sobekan bungkus rokok, nota pembelian pil antibiotik dari apotik, atau pada sobekan kertas kalender kadaluarsa. Tapi tidak. Saya tidak menemukan apa-apa, bahkan hingga saya memeriksa setiap pesan yang masuk dalam Hape saya. Saya sadar akhirnya, tak selamanya perpisahan akan menyertakan pesan kecil yang akan memudahkan pelakunya melakukan perjalanan ke tempat kenangan. Mungkin ada satu petunjuk yang bisa membantu saya menemukan tempatnya. Tentu, saya akan menemukannya. Lewat tangis tertahan seorang ibu yang tak pernah mengandung anaknya. Lewat seorang ayah yang akan mengikat pertalian suci bersama Sonia dengan satu alasan pokok: mendapatkan penerus keluarga yang bukan seperti saya. Saya tahu, tempatnya adalah di depan para hadirin, saudara-saudara, para undangan sekalian. Yang pasti, itu tak akan pernah terjadi di depan ibu apalagi di depan saya. Tapi saya ragu: jika saya tak berada di sana, jika saya masih di kamar Sonia, bisakah saya menatap wajah ayah meringis kesakitan dengan tiga lubang peluru di keningnya? Satu untuk saya, satu untuk ibu, satu untuk Sonia. Gemetar tangan saya ragu membuka pintu. Tapi tubuh dan perasaan saya lebih cepat menuju kesana. Ke suatu tempat dimana Sonia akan menjadi ibu kedua saya yang kehilangan suaminya. Tjak S. Parlan lahir di Banyuwangi, 10 November 1975. Sudah belasan tahun tinggal di Mataram, NTB. Menulis puisi dan cerpen antara lain dimuat Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Bali Post, Sagang dll. Juga dalam beberapa buku bunga rampai. Diundang menghadiri Temu Sastrawan Indonesia IV (Ternate, Oktober 2011) serta Jambi International Poetry Gathering (Desember 2012). Aktif di Departemen Desain dan Publikasi, Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Arti Ungkapan: Seseorang yang hanya bisa mengutuk dari jauh atas kekesalan yang dia rasakan. Untuk mengutarakannya secara langsung, dia tidak berani. Sebab yang dihadapi adalah seseorang yang sedang berkuasa.Kalau salah salah melawan bisa hancur. Begitulah yang terjadi di tengah masyarakat yang memakai huku. m rimba. Siapa yang kuat akan menindas yang lemah. Tidak ada hukum yang memayungi dengan adil. Kalau di negara kita saat ini hukum sudah jadi panglima. Siapa saja yang berbuat salah akan berurusan dengan penegak hukum. Masyarakat akan tentram bila penerapan hukum tidak tebang pilih. Arti Lainnya: Salak gajah atau gonggong gajah, merupakan kejadian di tengah rimba, manakala suatu ketika sekawanan gajah menepi ke pemukiman, gajah itu tidak bisa diburu seperti musang. Anjing petani hanya bisa menggonggong dari jauh. Sebab melihat badan gajah besar besar ngeri juga anjing petani yang takut diinjak gajah. Tidak hanya anjing menggonggong dari jauh, petani pun tidak berani mendekat. Begitulah kalau sekawanan gajah berjalan. Semua akan menghindar. Termasuk juga binatang buas lain. Justru yang berani menghampiri gajah adalah pawang gajah. Rahasia gajah ada pada pawang. Sehingga gajah arus ikut perintah pawang. Ungkapan Minangnya: Pawang Rajo Ungkapan Indonesianya: Pawang Rajo Arti Ungkapan: Seseorang yang mengetahui rahasia orang orang besar. Sehingga dia gampang saja keluar masuk istana.Hal ini bisa terjadi karena antara raja dan pawang sejak kecil berkawan akrab. Sehingga banyak kisah sejak masa muda tak terlupakan. Dengan demikian memberi kemudahan bagi si pawang untuk mendapat kebutuhan hidup bekeluarga. Kadang kala kepada si pawang diberikan pekerjaan. Yang mudah untuk mendapatkan rezeki. Bagi pawang yang jujur, dia akan hidup wajar wajar saja. Tapi bagi yabg tidak jujur tentulah dia akan mengeruk keuntungan sebesar besarnya. Arti Lainnya: Pawang rajo adalah pawang yang sangat handal. Dia bisa menjinakkan binatang liar. Ada orang pandai menjinakkan buaya, ular, harimau, singa. Kini banyak orang yang pandai menjinakkan binatang seperti itu. Lihat saja orang yang main sirkus. Dia bisa menyuruh harimau bermain main lompat lompat. Bisa pula dia suruh kera bersepeda. Tapi kalau orang sirkus ini, katanyan sejak binatang itu kecil sudah dia asuh bermain sirkus. Sehingga bisa dibentuk. Begitu juga dengan mengkaderkan seorang menjadi ulama, penghulu, pedagang. Mesti sejak awal dikaderkan. Jika sudah terlanjur dewasa tidak punya keahlian, maka akan sulit hidup hingga tua. Ungkapan Minangnya: Kabek Baniah Ungkapan Indonesianya: Ikat Benih Arti Ungkapan: Seseorang yang hanya mendapatkan kerja sementara. Dia tidak terpatri untuk berkarier di suatu tempat. Suatu ketika dia dikontrak atas keahliannya. Tapi ketika proyek selesai dia bebas dari pekerjaannya. Setelah itu dia akan cari pula pekerjaan lain. Begitulah hidup nomaden yang dipilih seseorang pengembara. Adakalanya yang punya keahlian istimewa, dia akan dibayar dengan angka yang besar. Dengan sekali bekerja dia sudah bisa hidup berbulan malah bertahun. Tapi tidak jarang pula keahlian hanya dibayar rendah. Sekali kerja hanya untuk makan beberapa hari saja. Ini yang menjadi masalah. Arti Lainnya: Kabek baniahn adalah sejenis tali sederhana yang dipakai untuk sementara. Tali itu tidak ditarget untuk dipakai lama. Karena itu pengikat benih padi yang akan ditanam di sawah, adalah sejenis rumput atau kulit batang pisang. Benda itulah yang dikira bisa hancur dalam luluk bila tinggal dalam sawah. Masa mengikat benih hanya sehari dua hari saja. Ketika benih dicabut dari pesamayan, langsung diikat sebesar paha orang dewasa. Kemudian dilempar ke dalam sawah. Lalu ketika hendak menam dibuka ikatannya dicabut. Beberapa batang saja untuk ditanam. Soal ini hanya petani yang ahli.

Kirim cerpen dan puisi Anda ke email: cerpen_puisi@yahoo.com


19 SENI-BUDAYA Menduniakan Bahasa Indonesia/ melayu Melalui Puisi

MINGGU, 6 JANUARI 2013

Oleh: Hasanuddin WS SATU hal yang menggelisahkan dan menjadi harapan Sutan Takdir Alisjahbana (STA) yang belum terpenuhi sampai akhir hayatnya adalah menjadikan bahasa Indonesia/Melayu sebagai bahasa pengantar resmi wilayah serantau (Asia Tenggara). Berbagai hal telah dilakukan STA, namun bahasa Indonesia masih digunakan sebatas penutur bangsa Indonesia saja. Bahasa perhubungan negara-negara ASEAN menggunakan bahasa Inggris. Ironisnya, untuk pertemuan pemimpin negara-negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei yang nota bene bermasyarakat dan berkebudayaan Melayu justru menggunakan bahasa Inggris juga sebagai bahasa perhubungan. Itu hal yang menyedihkan STA, padahal STA melihat potensi luar biasa yang memungkinkan bahasa Indonesia/Melayu menjadi bahasa perhubungan wilayah serantau. Kesadaran akan potensi luar biasa bahasa Indonesia sebagai bahasa modern ini pulalah yang mungkin digunakan di dalam penyusunan Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Pasal 44 ayat (1) itu berbunyi “Pemerintah meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan.” Lembaga pemerintah yang ditugaskan oleh undang-undang sebagai koordinator untuk hal ini adalah Lembaga Kebahasaan. Informasi tentang apa dan bagaimana program serta upaya lembaga kebahasaan di dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional itu tampaknya belum lagi sampai dan menjadi pengetahuan masyarakat Indonesia secara luas, meskipun undang-undangnya telah diundangkan lebih tiga tahun yang lalu (tanggal 9 Juli 2009). Diam-diam, tanpa hiruk-pikuk dan kegaduhan slogan, sekelompok orang yang menyebut diri mereka penyair Nusantara berkumpul dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu negara ke negara yang lain, bertutur dan bersosialisasi di dalam pertemuan itu menggunakan bahasa Indonesia/ Melayu. Tanpa disadari pertemuan para penyair Nusantara itu telah mencapai yang ke-6 kalinya. Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) yang

pertama dilaksanakan Medan (2007), PPN II di Kediri (2008), PPN III di Kuala Lumpur (2009), PPN IV di Brunei Darussalam (2010), PPN V di Palembang (2011), dan PPN VI di Jambi (2012). Para penyair Nusantara yang lintas negara itu menulis puisi dalam bahasa Indonesia/Melayu. Membicarakan, menelaah, dan mendiskusikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepenyairan dalam bahasa Indonesia/ Melayu. Di dalam upaya menduniakan bahasa Indonesia, para penyiar Nusantara ini telah berada di garis depan. Pada PPN VI di Jambi yang diselenggarakan tanggal 28—31 Desember 2012, diikuti para penyair dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand. Beberapa penyair dari Kamboja, Filipina, dan Vietnam berhalangan hadir. Meskipun demikian, dua Negara mengirimkan utusan sebagai peninjau, yaitu Prancis dan Korea Selatan. Komunitas penyair Nusantara lima negara dan peserta dari dua negara peninjau itu selama empat hari bertemu, berseminar, membacakan puisi, melakukan kegiatan apresiatif menggunakan bahasa Indonesia. Peninjau dari Prancis dan Korea Selatan pun berbahasa Indonesia. Tidak terdengar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya digunakan sebagai bahasa perhubungan di dalam pertemuan itu. Para akademisi, kritikus, dan pembahas juga menulis semua makalahnya dalam bahasa Indonesia/Melayu. Di dalam perhelatan PPN VI di Jambi tersebut berkumpul penyair yang bukan saja lintas negara tetapi juga lintas generasi. Penyair Suratman Markasan dari Singapura yang lahir tahun 1930 dapat bertemu dan berbincang dengan penyair muda usia Utomo Soconingrat dari Jambi (Indonesia) yang lahir tahun 1999. Hal yang membanggakan adalah lebih dari enam puluh persen penyair yang hadir pada PPN VI di Jambi ini adalah penyair yang secara usia masih relatif muda. Penyair-penyair yang hadir adalah penyair-penyair yang puisinya terpilih. Para penyair yang berjumlah 213 orang itu, adalah penyair yang puisipuisinya terpilih sebagai puisi terbaik. Puisi yang dikirimkan kepada panitia dari seluruh penjuru Nusantara yang diseleksi oleh tim kurator (Acep Zamzam Noor, Dimas Arika Miharja, dan Gus tf) berjumlah 3000 puisi hasil karya 600 penyair. Dari jumlah

itu, tim kurator menetapkan 300 puisi terbaik dari 213 orang penyair (tidak termasuk Prancis dan Korea Selatan). Penyair terbesar diwakili oleh Indonesia. Penyair dari dua puluh enam provinsi di Indonesia berhasil meluluskan puisi-puisi mereka untuk mengikuti PPN VI di Jambi ini. Dua ratus tiga belas penyair dari berbagai negara di Nusantara bertemu dan menjalin silaturrahim. Mereka berkarya dan saling berkomunikasi dalam bahasa Indonesia/ Melayu. Karena sebahagian besar dari dua ratus tiga belas orang ini penyair muda usia, maka hubungan di antara mereka akan terus berlangsung di masa depan dalam komunikasi yang lebih intens dan lebih panjang. Bukankah kita dapat membayangkan bagaimana semaraknya bahasa Indonesia/Melayu mendunia berkat kerja olah bahasa para penyair ini di masa datang? Seandainya para penyair ini secara bertahap mampu meluaskan wilayah dan melibatkan lebih banyak lagi penyair lain yang menulis puisi dalam bahasa Indonesia/Melayu dari lebih banyak lagi negara di dalam PPN selanjutnya, dapat pula dibayangkan pertumbuhan dan perkembangan penggunaan bahasa Indonesia/Melayu yang mengglobal. Tiga ratus puisi dari duaratus tiga

belas penyair dari lima negara peserta itu dari segi tematik dan stilistik menampilkan keberagaman yang memesona. Dari segi tematik, puisipuisi PPN VI mengusung berbagai persoalan. Mulai dari persoalan religi dan agama (Islam, Nasrani, dan Hindu) sampai kepada persoalan cinta asmara, Mulai dari persoalan sosial dan politik sampai persoalan remeh-temeh kehidupan keseharian manusia Nusantara. Tematik puisipuisi mereka itu diusung berdasarkan berbagai khazanah dan kearifan lokal manusia Nusantara. Mereka menjadikan akar tradisi sebagai sumber penciptaan puisi mereka. Dari segi stilistik keberagaman terlihat pula dengan jelas. Mulai dari puisi dengan lirik-lirik pendek sampai kepada puisi dengan lirik-lirik panjang, bahkan sampai kepada puisi yang sangat prosaik. Menurut catatan dewan kurator, bahkan mereka secara stilistik menemukan puisi-puisi yang secara konvensi cenderung “gelap” dan kacau sintaksis bahasa Indonesianya. Pengucapan bahasa penyair Nusantara menghasilkan berbagai idiom, istilah, metafor, dan bentukan dalam bahasa Indonesia/Melayu sebagai bahasa yang dipilih untuk menghasilkan karya puisi-puisi mereka, yang secara estetika tentu saja dapat

dipertanggugjawabkan. Idiom, istilah, metafor, dan bentukan dalam bahasa Indonesia yang dihasilkan oleh para penyair melalui puisinya itu akan melanglang buana dan dikenal di banyak negara Nusantara. Semakin banyak penutur dan pengguna bahasa Indonesia/Melayu semakin meluas pula wilayah penyebarannya dan semakin banyak pula jumlah manusia di dunia yang mengerti bahasa Indonesia/Melayu. Apa-apa yang telah dilakukan oleh para penyair Nusantara ini tidak bisa tidak telah membuka salah satu pintu cakrawala bagaimana meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Lembaga resmi pemerintah Republik Indonesia pada umumnya, atau lembaga-lembaga perpanjangan tangan pemerintah Republik Indonesia dalam bidang kebahasaan atau kesenian pada khususnya harus memandang dan melihat usaha para penyair ini dengan seksama. Para penyair Nusantara ini sesungguhnya telah membantu pemerintah Republik Indonesia di dalam meningkatkan fungsi bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa internasional. Tidak ada alasan pemerintah mengabaikannya. Jika penyebaran dan fungsi bahasa Indonesia semakin meluas, apalagi sebagaimana yang

dicita-citakan oleh STA dapat tercapai, yaitu bahasa Indonesia dapat dipergunakan sebagai bahasa perhubungan di wilayah serantau, yang akan memperoleh manfaatnya adalah mamsyarakat Indonesia juga. Masyarakat Indonesia yang akan berkunjung ke berbagai wilayah serantau, paling tidak, tidak perlu lagi mempelajari bahasa asing karena di negara-negara wilayah serantau yang dikunjungi oleh masyakarat Indonesia itu, masyarakatnya mampu bertutur dan memahami bahasa Indonesia/Melayu. PPN VII yang akan diselenggarakan tahun 2013 telah ditetapkan bertempat di Singapura. Para penyair muda usia masih akan bertemu kembali di Singapura. Kehadiran tokoh seperti Dr (HC) Tenas Effendy dari Riau dan Dato Paduka Utama Diraja Dr. Ustaz Awang Haji Abdul Hamid bin Haji Tamat (Salmi Mesra) dari Brunei Darussalam pada PPN VI di Jambi mampu memberikan pencerahan kepada penyair muda usia tentang berbagai kearifan lokal yang tersimpan dan dijadikan panduan hidup masyarakat berkebudayaan Melayu di seantero Nusantara. Tentu hal semacam ini menjadi pembelajaran bagi mereka, para penyair itu, untuk terus mengerti dan memahami akar tradisi mereka yang mereka pergunakan sebagai dasar penciptaan puisi-puisi mereka. Tahun depan Singapura telah menanti kedatangan penyair Nusantara yang akan berkreasi melalui puisipuisi berbahasa Indonesia/Melayu dalam PPN VII. Mungkin jumlah peserta dari negara serantau akan diupayakan lebih banyak yang terlibat. Peserta dari negara peninjau akan diusahakan semakin banyak pula jumlahnya. Oleh sebab itu, secercah harapan dapat ditumpangkan kepada penyair Nusantara ini untuk terus menjadi garda depan dalam upaya menduniakan bahasa Indonensia/Melayu. Dengan demikian, apa yang diimpikan oleh STA dapat dicapai karena jalannya telah mulai diretas oleh para penyair Nusantara. Dengan begitu pula ucapan Hang Tuah terus akan bergema, “Tak Melayu Hilang di Bumi”. Semoga!

Hasanuddin WS, Guru Besar Ilmu Sastra Universitas Negeri Padang

Gangnam Style dan Dunia Kita Oleh: Edria Sandika BARANGKALI isu kiamat atau bencana tahun 2012 yang sejak tiga tahun terakhir didengungkan hanya sekedar isu. Namun 2012 memberikan sebuah fenomena budaya popular yang efeknya jauh dari kata kiamat atau kehancuran. Seorang penyanyi bertubuh tambun berhasil menaklukkan dunia lewat lagu dan goyang yang sangat mudah dicerna siapapun. Dari hanya sekedar lagu dengan video musik, “Gangnam Style” telah berubah menjadi fenomena yang mencengangkan sepanjang tahun 2012 ini. Gangnam Style adalah lagu yang dinyanyikan oleh Psy, dan tidak ada yang aneh dari lagu tersebut. Lagu rap dengan iringan irama techno yang repetitive dan catchy (mudah di ingat) merupakan formula yang sudah banyak dipakai di beberapa lagu lainnya. Yang membuat Gangnam Style menjadi fenomenal adalah berkat musik video yang berisi goyangan ala menunggang kuda dan berbagai pose-pose nyeleneh lainnya. Kombinasi musik, goyangan, dan video musik, Gangnam Style telah menular ke seluruh dunia. Psy harus berterimakasih pada YouTube yang dengan mudah diakses dimanapun di seluruh dunia. Saat tulisan ini dibuat, jumlah penonton yang menyaksikan video music Gangnam Style di YouTube telah mencapai 900 juta lebih penonton dan masih terus berjalan. Gangnam Style telah menjadi video musik yang paling banyak ditonton mengalahkan video music “Baby” oleh Justin Bieber pada tanggal 24 November 2012 kemarin. Gangnam Style sudah diparodikan berkali-kali, dan dijadikan alat flash mob (pertunjukan dengan melibatkan banyak orang). Psy sendiri sudah

menyanyikan lagu tersebut di berbagai acara-acara music maupun konser-konser di seluruh dunia. Menurut pengakuan Psy sendiri, filosofi lagu Gangnam Style sendiri sangatlah sederhana: dress classy, dance cheesy (berpenampilan dengan mahal, bergoyang dengan murahan). Perumpamaan yang sangat kontras ini sesuai dengan konten video musiknya yang memang berisikan narasi-narasi pribadi berpakaian elit tetapi bergoyang dengan sangat leceh. Dimulai dari goyangan menunggang kuda, goyangan pinggul, hingga gerakan-gerakan lainnya yang cende-

rung vulgar dan tidaksopan untuk dideskripsikan. Kekuatan Gangnam Style sendiri memang terletak pada kontennya yang boleh dibilang asal-asalan tersebut. Penyanyi yang fisiknya tidak seperti anggota boyband, lirik lagu yang sama sekali tidak dimengerti oleh mereka yang tidak tahu bahasa Korea, goyangan yang bodoh dan menggelikan, hingga segala keanehankeanehan yang ditawarkan video musiknya itu sendiri. Tapi segala kekacauan inilah yang membuat Gangnam Style menjadi sangat terkenal dan berubah menjadi feno-

mena yang mencengangkan siapapun di dunia. Sulit untuk tidak tersenyum apalagi tertawa menyaksikan video musiknya tersebut. Dalam pembacaan ideologis, Gangnam Style menjadi corong propaganda Korea Selatan dalam menanamkan pengaruhnya ke seluruh dunia lewat fitur music dan budaya populer. Apabila gelombang K-Pop sebelumnya lebih bersifat sektoral (terbatas oleh wilayah tertentu), berkat Gangnam Style, seluruh dunia terhipnotis dan meningkatkan keingintahuan terhadap K-Pop. Gangnam Style menjadi alat ideologi gratis

tentang dunia Korea. Menurut filsuf Slavoj Zizek sendiri, Gangnam Style adalah murni fenomena ideologis dari kapitalisme. Betapa tidak, lagu Gangnam Style menjadi sangat laris diperjualbelikan secara digital dan menjadi salahsatu lagu K-Pop yang mengisi berbagai tangga lagu dunia. Sebaliknya Gangnam Style adalah semacam tamparan terhadap realita dunia yang terjadi saat ini. Dunia yang berjalan dengan rutinitas yang repetitive seperti irama lagunya. Dan filosofinya tadi menggambarkan wajah memalukan dunia kita lewat cara yang humoris. Berapa banyak sekarang mereka yang berpakaian classy tapi berperilaku cheesy terjadi di sekitar kita? Gangnam Style adalah sebuah parody kehidupan kita yang selalu sibuk berurusan dengan imajiimaji penampilan tapi bertingkah kontras dengan menunjukkan perilaku-perilaku memalukan. Apabila dihubungkan dengan apa yang terjadi di Indonesia, kita seperti menyaksikan berbagai oknum dan pelaku tertentu ber-Gangnam Style-ria dengan kehidupan banyak orang. Entah bagaimana pula dengan yang ada di belahan dunia lainnya. Gangnam Style adalah fenomena yang unik tetapi tidaklah terlalu mengherankan. Batas wilayah, bahasa, hingga budaya, mampu dilampaui dengan mudah hanya dalam hitungan tiga menitan saja. Di tahun ’90-an, kita sudah pernah mengalami hal serupa meskipun skalanya tidak sebesar Gangnam Style ini. Saat itu sangat popular lagu Macarena yang liriknya tidak terlalu dimengerti tetapi memiliki irama yang catchy dan goyangan yang sangat mudah ditiru. Yang membedakannya adalah saat itu penggunaan internet belum seluas

sekarang dan belum ada media YouTube. Tapi Macarena menawarkan formula yang sama dengan Gangnam Style. Untuk Gangnam Style sendiri, goyangannya bias dipraktekkan dengan sekali melihat saja. Dari segi liriknya saja yang mampu diingat banyak orang hanya “OppaGangnam Style” dan “Heeeyyy Sexy Lady”. Tapi itu lebih dari cukup untuk membuatnya populer. Kepopuleran berkat viral marketing (menjalar) seperti virus membuat banyak orang di seluruh dunia mengenal Gangnam Style ini. Sekarang zamannya internet. Dalam skala local saja kita sudah berkali-kali disuguhi fenomena instan dari internet seperti Sinta-Jojo hingga Briptu Norman Kamaru. Tetapi Gangnam Style adalah fenomena parody kehidupan kita di dunia yang sibuk merumit-rumitkan banyak hal. Entah demi menjaga imaji penampilan, atau entah harus berhadapan dengan realita yang keras, seorang Psy mengajarkan kita bahwa ujungujungnya kita bias saja akan melakukan hal yang memalukan. Pada akhirnya kita ditaklukkan oleh Gangnam Style yang secara kasar dan sarkas tengah meledek dunia kita saat ini. Bisa saja ini hanya fenomena sementara dan berganti fenomena-fenomena lainnya di masa depan. Namun Gangnam Style tidak lagi dibaca sebagai sebuah lagu dengan video musiknya yang berantakan itu, melainkan telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan kita. Sejarah yang fenomenal. Penulis adalah dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas


LANGKAN

20

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

Sistem dan Nilai Kebudayaan Minangkabau (5) PENUTUP. Jika pembicaraan dilakukan lebih dalam lagi, maka banyak lagi nilainilai luhur yang terkandung dalam sistem budaya Minangkabau. Tidak hanya terbatas pada aspek sistem kemasyarakatan dan sistem kekerbatannya saja, tetapi juga akan ditemukan dalam berbagai

sistem aktivitas sosial lainnya seperti pada, sistem pemukiman, penentuan dan tempat mendirikan rumah gadang, persyaratan untuk sebuah jorong, kampung, nagari dan luhak, hak-hak ulayat kaum dan hak milik pribadi. Sistem mata pencaharian, adanya institusi merantau

untuk mengatasi berbagai kesulitan perekonomian. Sistem perkawinan, perkawinan tidak hanya merupakan milik dua orang individu (suami istri) tetapi perkawinan merupakan ikatan silaturahmi antara dua keluarga besar atau kaum, kaum pihak perempuan dan kaum pihak laki-laki. Sis-

BUNDO KANDUANG Pengasuh: Puti Reno Raudha Thaib Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat

tem aktivitas keagamaan. Budaya Minangkabau terkenal dengan adagium adatnya; Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Hal menempatkan setiap individu Minangkabau menjadi pengikut ajaran agama Islam yang baik sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, bicara tentang

sistem dan nilai-nilai kebudayaan Minangkabau sesungguhnya adalah suatu pembicaraan yang sangat luas dan kompleks. Namun dalam kesempatan ini, hanya itulah yang dapat disampaikan untuk dapat menjadi bahan pemikiran selanjutnya dalam pembicaraan tentang adat dan budaya Minangkabau. ***

MENARI: Tari tradisional adalah salah satu cara memperkenalkan budaya pada anak sejak dini.

Budaya Bentuk Karakter Anak PERUBAHAN zaman seiring bergulirnya era globalisasi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Justru semakin majunya peradaban, menuntut semua kalangan harus bisa menyesuaikan diri. Kendati sekarang ini banyak dikhawatirkan terjadinya percampuran budaya. Percampuran budaya dapat membuat suatu budaya menjadi bergeser. Hal inilah yang akan dihadapi, pergeseran yang terjadi akan menghadapkan ke arah mana suatu budaya akan berubah. Pergeseran ke arah positifkah atau malah negatif. Makanya, setiap manusia dalam berbudaya harus memiliki kemampuan untuk memfilterisasi budaya yang masuk. Begitu juga bagi kalangan anak-anak. Selaku generasi penerus, maka peranan orangtua terhadap anak akan sangat menentukan karakteristik anak ketika dewasa. Karena itu, orangtua berperan penting menjaga agar anak memahami budaya. Apalagi di Minangkabau ini, budaya mengatur perilaku kehidupan manusia. Salah seorang orangtua, Yulmaidi warga Parupuak Tabiang. Dia mengaku, meskipun tidak begitu memahami budaya Minangkabau secara keseluruhan, tapi dia menanamkan dan memperkenalkan budaya itu sejak dini pada anak. Pria, 40 tahun ini memberikan masukan pada anaknya dengan cara menghargai budaya itu sendiri. Pria tamatan UNP ini menjelaskan, dalam budaya itu ada disebut simbol dan ada disebut esensi. Misalnya saja budaya kita menganjurkan pemuda berbicara kepada keluarga lebih dulu sebelum menikah. Inilah simbol. Esensinya adalah menghormati keberadaan orangtua, atau juga memahami pernikahan sebagai peristiwa penting. Simbol ini bisa saja tidak berlaku di bangsa lain. Karena budaya itu me-

miliki simbol dan esensi, maka sangat penting memperkenalkan anak-anak akan budaya lokalnya dari sejak balita. Dalam konteks kehidupan sebagai bangsa, pesan ini bahkan sudah didengungkan pendiri republik ini dari awal. ”Bangsa besar adalah bangsa tidak melupakan sejarahnya,” begitu kata pesan itu. Pesan itu memang sudah mulai dibuktikan bangsa lain. China tetap terbuka terhadap perubahan, namun ajaran kearifan lokalnya tetap juga didominankan. Ini beda dengan kita. Ajaran spiritual Jawa, misalnya, sudah tidak dimasukkan lagi ke dalam kurikulum, termasuk di sekolahsekolah memakai simbol sejarah, seperti Budi Utomo, Gajah Mada, Ken Arok, Syarif Hidayatullah, dan lain-lain. Hal serupa juga diungkapkan Muslim, warga Pampangan. Bapak tiga anak ini mengaku, memperkenalkan budaya lokal maupun nasional pada anak sejak dini akan membentuk karakter anak. Menurutnya, penanaman nilai budaya itu berguna untuk membantu mereka menjadi orang bijak. Bijak di sini adalah kemampuan memilih keputusan dan pandangan hidup lebih membawa kebaikan di lingkungannya untuk hal-hal yang sifatnya pilihan, bukan untuk hal sudah mutlak salah atau benarnya. Husni, 45, salah seorang ibu rumah tangga mengatakan, ketakutan yang ia rasakan adalah ketika adat Minangkabau tak lagi disenangi generasi penerus. Akibatnya, warisan leluhur tersebut menghilang begitu saja. Mengantisispasi hal tersebut, ibu 3 orang anak itu mengajarkan anaknya untuk mengenal adat sejak kecil, terutama pelajaran adat tentang tradisi. ”Saya selalu mengajarkan anak tentang Sistem kekerabatan matrilineal dan mengenai sopan santun dalam adat Minangkabau,” terang-

nya. Ia menyebutkan, jika tidak diajarkan sejak kecil, saat besar nanti anak tersebut akan susah menerima pelajaran adat. Dia lebih memilih mengajarkannya sejak kecil. ”Saya melihat sangat banyak pemuda sekarang yang tidak mengetahui dan tidak mengenal adat istiadat, menurut saya itu dikarenakan tidak dikenalkan semenjak pemuda itu kecil,” ujarnya. Apalagi, ia menambahkan, fenomena terjadi belakangan ini, era modernisasi sudah menjamur sehingga pemuda

lebih menilai adat istiada itu sebagai pelajaran yang ketinggalan zaman, ”Sejak kecil dalam diri anak harus ditanamkan kebanggaannya mengetahui pengetahuan adat,” lugasnya. Senada dengan Husni, Linda, 50, juga ibu rumah tangga mengatakan, ia tidak hanya mengenalkan adat pada anaknya di rumah, namun selalu menghajak anaknya saat dilakukan pertemuan adat di kampung halamannya. ”Itu bisa-bisa saja, agar ia lebih mendalami adat. Saya sering mengajak anak saya

pulang kampung dalam pertemuan adat, sehingga anak kita bisa terpancing untuk mengetahui tentang adat itu,” ulasnya. Bagaimana tidak, ia mengatakan, jika dilihat dilingkungan rumahnya di kawasan Siteba dan melihat pergaulan anaknya, tidak banyak yang mengetahu tentang adat, seolah adat tak lagi dipakai dalam kehidupan kota. ”Saya punya kampung, jika adat tersebut tidak saya teruskan pada anak saya, tentunya anak saya sulit untuk diterima di kampung nanti,” imbuh wa-

nita yang berkampung di Bukittinggi itu. Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar M Sayuti kepada Padang Ekspres mengatakan, perlu dilakukan pendidikan khusus dari orangtua dan lingkungan tentang adat. Ia juga mengatakan, hilangnya rasa kepemilikan adat yang dialami generasi muda sekarang dikarenakan kurangnya kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk belajar, hal itu dibuktikan dalam pembekalan rutin yang dilakukan LKAAM Sumbar,

HUDA/PADEK

“Dalam setiap pelatihan yang kita berikan, semangat pemuda untuk mempelajari adat sangat tinggi,” terangnya. Untuk itu, ia berharap pada orangtua dan lingkungan untuk selalu menurunkan pengetahuan adatnya pada generasi muda, baik orangtua maupun lingkungan. ”Yang bertanggungjawaban sebenarnya adalah perhatian orangtua dan lingkungan sekitarnya, jika berada di luar rumah, bisa saja seseorang menegur anak oranglain yang melanggar adat,” tuturnya. (Eka/fadhly Yusman)


KONSULTASI

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

KONSULTAN HUKUM

Rennal Arifin

Mukti Ali Kusmayadi

Konsultasi Hukum ini di asuh oleh Mukti Ali Kusmayadi Putra, SH dan Rennal Arifin, SH, MH (Kantor Hukum Liberty Padang, Jalan Seberang Padang Utara I/14) Bagi pembaca yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan kirim email ke: hijrahadisukrial776@gmail.com

Bapak pengasuh konsultasi hukum yang terhormat. Saya punya teman yang ditangkap dan ditahan karena dituduh melakukan tindak pidana. Dia ditahan selama penyidikan dan penuntutan sampai ada putusan Pengadilan Negeri (PN). Putusan PN menyatakan, dia bebas murni karena dakwaan tidak terbukti di pengadilan. Saat ini pelaku sebenarnya telah menyerahkan diri dan sedang dalam proses penyidikan polisi. Selama ditahan, teman saya banyak mengalami kerugian baik moril maupun materil. Istrinya menggugat cerai, dan dia di PHK dari pekerjaan. Pertanyaan saya, bisakah polisi, jaksa dan hakim kita gugat perdata di pengadilan untuk mengganti kerugian baik moril maupun materil.

Dari: J di Solok Saudara J di Solok yang terhormat. Kami cukup prihatin dengan masalah pidana yang dialami teman Anda. Memang dalam praktiknya banyak terjadi terdakwa yang di-

putus bebas oleh pengadilan, karena perbuatan yang dituduhkan tidak terbukti atau tidak memiliki bukti cukup di pengadilan. Sementara terdakwa telah ditahan selama proses penyidikan,

21

Bisakah Penyidik Polri, Jaksa dan Hakim Digugat Perdata penuntutan sampai vonis hakim. Menurut penafsiran dan hemat kami, ada beberapa ketentuan yang secara khusus mengatur mengenai ganti kerugian penuntutan dan penahanan tanpa alasan atau karena kekeliruan. Ketentuan mengenai hal ini dapat kita lihat dalam Pasal 9 ayat 1 UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman yang berbunyi: ”Setiap orang yang ditangkap, ditahan, dituntut, atau diadili tanpa alasan berdasarkan undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkannya, berhak menuntut ganti kerugian dan rehabilitasi”. Selain mengacu pada UU Kekuasaan Kehakiman, tersangka yang dibebaskan dapat melakukan gugatan perdata atas dasar pada Perbuatan Melawan Hukum (PMH) (lihat Pasal 1365 Kitab UndangUndang Hukum Perdata). Di sisi lain, mengenai apakah hakim di pengadilan dapat turut digugat perdata, perlu diketahui bahwa Surat Edaran Mahkamah Agung No. 09 Tahun 1976 tentang Gugatan Terhadap Pengadilan dan Hakim (SEMA 09/1976) menyebutkan:

”Hakim atau seorang pejabat yang bertindak sebagai hakim tidak akan dapat dipertanggungjawabkan dan digugat di depan pengadilan secara perdata untuk suatu tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugas peradilannya, tanpa dihiraukan apakah tindakan tersebut melampaui batas-batas kewenangannya, begitu pula tidak dapat di-

perintahkan pada hakim pembayaran ganti rugi. Asal saja hakim tersebut patuh waktu itu secara itikad baik berpendapat bahwa ia berwenang untuk melakukan atau memerintahkan perbuatan yang digugat tersebut”. Jadi, tersangka yang diputus bebas tidak dapat menggugat hakim yang menjalankan tugasnya untuk membayar

ganti kerugian. Kecuali, dalam hal hakim melakukan pelanggaran ketika melaksanakan kewenangannya, maka hakim tersebut dapat dilaporkan ke Komisi Yudisial. Akan tetapi, pengaturan SEMA 09/1976 ini tidak berlaku bagi penyidik kepolisian maupun jaksa penuntut umum. Jadi, penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum ya-

ng melakukan kekeliruan penahanan dapat digugat secara perdata untuk membayar ganti kerugian atas dasar PMH. Untuk menjamin kepentingan hukum teman saudara secara maksimal, kami sarankan sebaiknya anda didampingi oleh advokat/pengacara. Demikianlah jawaban kami semoga bermanfaat. Wassalam. (*)


IBURAN

MINGGU „ 6 JANUARI 2013

22

TRAILER penuh ‘A Good Day to Die Hard’ telah dirilis di internet. Dalam potongan adegan di film tersebut ditampilkan aksi penuh tembak-tembakan dan ledakan berlatar Moscow. Bruce Willis yang berperan

sebagai John McClane harus menghadapi orang-orang yang benci Amerika bersama anaknya. Chemistry yang penuh emosi antara John dan sang anak, serta adegan aksi bombastis di jalan-jalan Rusia.

Dalam film yang disutradarai John Moore itu diceritakan, anak McClane mendekam di penjara Rusia karena sesuatu hal yang dilakukannya. Keduanya juga terlibat konflik dengan mafia Rusia.

McClane yang bekerja sebagai detektif kepolisian New York City memang diceritakan berjuang melawan sekelompok teroris di setiap seri film tersebut. ‘A Good Day to Die Hard’ akan tayang di bioskop AS pada

CMYK

’A Good Day to Die Hard’ Rilis Adegan Aksi Bombastis 14 Februari mendatang. ‘Die Hard’ pertama kali dirilis pada 1988. Setelah keberhasilannya, Fox membuat ‘Die Hard 2’ (1990), ‘Die Hard with a Vengeance’ (1995) dan ‘Live Free or Die Hard’ (2007). (*/net)

Julia Perez

The Virgin

Luncurkan ’Maaf Aku Mencintaimu’ GRUP musik The Virgin siap menggebrak 2013 dengan meluncurkan video klip single terbarunya, ’Maaf Aku Mencintaimu’. Lagu tersebut adalah single keenam yang dirilis dari album pertamanya, ’Yes I Am’. Dalam pembuatan video klip ini Dara dan Mitha kembali memakai kediaman Ahmad Dhani sebagai lokasi syuting. Konsepnya pun juga dibuat lebih segar dengan set serba putih. ”Set full putih biar lebih fresh. Untuk kostum kami ada dua, yang merah-hitam ciri khas The Virgin sama gold. Video klip ini bonus dari mas Dhani. Kita mengisi kekosongan dari jarak kami ingin membuat album kedua,” ucap Mitha sebelum membuat video klip di Jalan Pinang Emas II, Pondok Indah, Jakarta Selatan, kemarin. ”(Video klipnya) lebih simple, nggak ada ceritanya. Cuma stock shoot kami saja lagi nge-band,” tambah Dara. Dari segi musik, lagu ini juga menampilkan sisi yang berbeda. Di single sebelumnya The Virgin menampilkan gaya bermusik slow rock upbeat, kini rock-gothic jadi pilihannya. ”Lagu-lagu kemarinslow. Ini lagu beda dari yang lain. Musiknya agak lebih rock dan gothic,” jelas Mitha lagi. Personel bergaya nyentrik itu pun menjelaskan kalau lirik lagunya terinspirasi dari sebuah film. “Inspirasi (lagunya) dari judul film ‘Sorry I Love You’. Film itu dalam banget, makanya buat lagu ini. Setelah jadi lirik, nggak sampai setengah jam langsung jadi lagu ini. Sementara inspirasi aransemen musik dari band Muse,” tuntasnya. (*/ net)

Dapat Aplus HARI INI (15/1), film garapan Hanung Bramantyo ’Gending Sriwijaya’ diputar perdana di FX Plaza, Jakarta. Aksi sang bintang utama Julia Perez di film itu pun mendapat sambutan meriah. Bisa dibilang akting Jupe sebagai Malini memang jauh berbeda dengan film-film horor yang dibintangi sebelumnya. Kali ini, Jupe benar-benar menyuguhkan aktingnya tanpa menonjolkan keseksian tubuhnya. ”Hampir 20 film, baru pertama kali ini saya ditepuktanganin,” ujar Jupe saat jumpa pers. ”Saya masih speechless ngelihat diri saya sendiri di layar lebar bersama senior Mas Mathias, Mas Slamet, itu suatu

kebanggaan yang buat aku. Ini langkahnya aku menjadi manusia yang lebih baik,” lanjutnya. Dalam film itu, Jupe pun melakoni adegan perkelahian tanpa pemeran pengganti. Meski sempat mengalami cedera, Jupe tetap bersemangat karena ingin membuktikan kalau dirinya mampu berakting dengan baik. ”Satu bulan, encok-encok, kepelintir, semua sudah biasa,” ucapnya. Namun, bagi Jupe, melakoni adegan-adegan keras bukan kesulitan utama yang dihadapinya di film itu. Jupe mengaku sudah biasa beradegan perkelahian karena ia pernah berlatih beberapa seni bela diri saat masih kecil. (*/ net)

VanNess Wu Mimpikan Reuni F4 MELIHAT F4 reuni ternyata bukan hanya impian para penggemarnya, VanNess Wu pun berharap demikian. Ia bahkan ingin melihat F4 bersatu lagi sejak dua tahun lalu. Pada akhir 2010 silam F4 dikabarkan akan tampil dalam acara TV ‘Spring Festival Gala’ 2011. Berbagai tanggapan pun dilontarkan para personel F4

yaitu Jerry Yan, Ken Zu, Vic Chou dan VanNess Wu. VanNess disebut-sebut sebagai salah satu personel yang paling berhasrat reuni lagi. “Tolong jangan tanyakan aku tentang ‘Spring Festival Gala’. Dalam alasan apapun saya tak pernah setuju dengan rencana untuk (menyatukan) kami berempat!” tulis Ken lewat blognya. Manajer pada personel F4 pun sempat dihubungi untuk mengkonfirmasi kabar tersebut. Lewat manajernya, Katie, VanNess buka suara. “Jika ini benar-benar terjadi, maka saya tentu saja sangat berharap untuk berkolaborasi (dengan mereka), tapi (kami) belum dapat undangan resmi dan tak tahu ada pertemuan yang harus dilakukan,” tu-

VanNess Wu Impikan F4 reunian.

turnya. Para awak media Taiwan pun membuat spekulasi Jerry adalah personel yang paling sulit untuk diajak reuni. Hal tersebut berhubungan dengan jadwal pada sang pemeran Tao Ming Tse itu. Zheng Shumei, manajer Jerry tak mau menyangkal mereka ogah reuni lagi. Namun ia membenarkan telah menerima telepon dari penyelenggara acara. Tapi mereka hanya menanyakan soal jadwal Jerry dan tak ada diskusi tentang F4. Dilansir Xin MSN, kini keempatnya telah dikabarkan untuk reuni dalam acara yang sama pada Februari 2013 mendatang. Akhirnya impian VanNess dan para fans akan segera terwujud. (*/net)


RAMALAN ZODIAK Scorpio (23 Oktober – 22 November) SCORPIO merupakan salah satu zodiak yang sangat menawan. Mereka juga senang menjadi orang yang populer dan disukai banyak orang. Jika sedang jatuh cinta, Scorpio akan menjadi sosok yang ekspresif dan posesif, tidak ingin kekasihnya selingkuh. Tapi.. dia sendiri sering tidak tahan jika ada godaan yang lebih ‘wah’.

Sagitarius (23 November – 20 Desember) PARA Sagitarius adalah mereka yang memiliki vitalitas hidup yang cemerlang. Mereka harus mendapatkan apapun yang mereka mau. Dalam hal asmara, para Sagitarius adalah tipe yang mudah tergoda dan gampang melakukan perselingkuhan. Pada dasarnya, mereka senang mencoba pengalaman baru yang menantang.

Capricorn (21 Desember – 19 Januari) KAUM Capricorn tidak menyukai rencana yang menyita waktu mereka, termasuk memikirkan rencana-rencana dalam hubungan asmara mereka. Capricorn juga sering membatasi diri dengan pasangan mereka. Mereka lebih menyukai berkutat dengan pemikiran-pemikiran mereka sendiri. Mereka jarang selingkuh, tetapi bila melakukannya, itu hanya hiburan dari rasa bosan.

Aquarius (20 Januari – 18 Februari0) AQUARIUS tidak menyukai perselingkuhan, tetapi juga tidak mau masuk dalam komitmen yang sangat serius. Mereka akan menghindari komitmen yang menghabiskan pikiran dan tenaga. Mereka juga suka mengambil tindakan tegas yang mendadak. Apabila Aquarius sampai selingkuh, berarti dia berpikir bahwa pasangannya tidak bisa mengikuti pola pikir mereka.

Pisces (19 Februari – 20 Maret) PISCES bagai magnet yang siap menarik semua orang untuk dekat dengannya. Ditambah lagi. Pisces sangat romantis. Sering mengaku bahwa dia setia, tapi jika sudah melihat sosok baru yang lebih menarik, dia bisa meninggalkan pasangannya begitu saja tanpa penjelasan. Dia tidak pernah kapok untuk selingkuh berkali-kali.

Aries (21 Maret – 20 April) ARIES adalah orang-orang yang hangat dalam menjalin hubungan asmara. Tidak akan membosankan jika seseorang menjalin hubungan asmara dengan Aries. Hanya saja, zodiak yang satu ini punya bakat alami untuk senang berpetualang dan menikmati hal-hal baru. Maka tak heran jika dia sangat antusias mengenal banyak orang dan lupa dengan pasangannya.

TAURUS (21 APRIL – 20 MEI) TAURUS adalah zodiak yang memiliki kesetiaan besar, yang membuatnya bisa bertahan pada satu orang saja seumur hidup mereka. Mereka tidak akan memikirkan perselingkuhan meskipun pasangannya bisa jadi melukai hati mereka. Sikap keras kepala mereka membuat Taurus mempertahankan pasangannya. Kesetiaan ini kadang menjadi bumerang bagi Taurus.

Berkarya di Boneka Salju MUSIM salju memang tidak terjadi di Indonesia. Namun, di daerah yang terdapat musim salju, boneka salju identik dan selalu menghadirkan kisah tersendiri. Bahkan, salju juga bisa menjadi ajang untuk menuangkan kreativitas. Seperti yang terlihat di bawah ini.

Gemini (21 Mei – 20 Juni) MENURUT beberapa zodiak tertentu, mereka tidak bisa klop dengan Gemini yang suka berubah-ubah mood. Mereka adalah sosok yang manja dan selalu ingin dimanjakan oleh pasangannya setiap saat. Oleh karena itu, Gemini akan menjadi sosok yang setia jika pasangannya memanjakan mereka. Jika tidak, Gemini akan berpaling pada orang lain yang bisa memanjakan mereka.

Cancer (21 Juni- 20 Juli) Cancer adalah sosok yang tidak suka keramaian, lebih suka menyendiri di rumah atau kamar. Mereka adalah pribadi yang tertutup dan sering membuat orang lain bingung berinteraksi dengan mereka. Cancer sangat sensitif, dia akan menjaga pasangannya dengan hati-hati. Hanya saja, jika berada di tempat yang ramai, dia akan sangat tebar pesona.

Leo (21 Juli-21 Agustus) LEO adalah sosok yang menawan. Walaupun sering menunjukkan sisi egois, dia akan sangat menyayangi pasangannya. Leo memiliki tingkat kesetiaan yang besar, dan rasa sayangnya akan membuat cintanya tulus serta mau mengalah dalam berbagai hal. Kadang, kadar sayang dan posesif Leo berlebih justru membuat mereka ditinggalkan orang yang mereka cintai.

Virgo (22 Agustus – 22 September) VIRGO sangat berhati-hati dalam memilih pasangan, seringkali rewel dan mempertimbangkan ini dan itu terlalu banyak. Beberapa zodiak menganggap Virgo terlalu ribet akan pilihan pasangan hidup. Sering dia mempertimbangkan banyak wanita dalam satu waktu. Karena itu, saat Virgo sudah menemukan pasangan yang oke, dia tidak akan melepasnya atau berpaling pada orang lain.

Libra (23 September – 22 Oktober) LIBRA seringkali menjadi orang yang penuh rahasia dan sulit dipahami. Mereka juga sulit menentukan pilihan hidup, sering terombang-ambing dengan pilihan yang ada di depan mata. Maka tak heran jika hal itu terjadi saat mereka dalam hubungan asmara. Mereka sering memikirkan perselingkuhan karena bingung dengan pemikiran mereka sendiri.

Kursi Nyeleneh KURSI adalah tempat yang disediakan untuk memberikan kenyamanan bagi orang memanfaatkannya, juga tempat melepas lelah. Namun, kursi juga menggambarkan latar belakang perancang dan pemiliknya. Kadang kursi juga bisa menggambarkan kekayaan dan kesusahan seseorang. Namun, kursi yang terlihat dalam gambar ini mungkin akan menggambarkan pikiran nyeleneh orang yang membuatnya.

CMYK

23

MINGGU „ 6 JANUARI 2013


CMYK

24

Padang Ekspres MINGGU „ 6 JANUARI 2013

Pengalaman si Acil di tenda perkemahan. “Put, bisa bicara sebentar tidak?” Putri yang sedang asyik berbenah terlihat kaget ketika Acil tiba-tiba memanggilnya. “Acil?” kamu membuatku kaget saja, ada apa Cil? “Kamu kelihatan cemas banget,” komentar Putri. “Begini Put, kamu tahu kan aku paling susah kalau disuruh bangun pagi. Ibu saja sering kewalahan saat membangunkanku di rumah. Selama tiga hari ini kita menginap di sini dan kakak senior mewajibkan kita untuk bangun di pagi hari. Aku takut telat bangun besok Put, kamu bisa membantuku kan?” “Jadi, kamu minta aku bangunkan ya? “Makanya Cil jangan dibiasakan untuk telat bangun! Sekarang kamu juga kan yang repot?” celoteh Putri. “Iya deh Put, mulai besok aku belajar untuk tidak telat bangun lagi. Tapi tolong bantu aku bangun pagi besok ya? “Please,” jawab Acil dengan wajah memelas. “Ditolongin tidak ya?” Hmm… karena kamu temanku yang imut dan manis, aku bantu deh.” “ Tapi janji ya, habis kegiatan ini jangan dibiasakan lagi untuk telat bangunnya.” ”Iya aku janji Put, terima kasih ya.” “Kamu memang temanku yang sangat pengertian dan baik hati.” “Sudahlah Cil, namanya juga berteman, harus saling membantu kan? Sekarang ayo kita bawa barang-barang kita ke tenda. Sebentar lagi kita kan berkumpul di lapangan. Ok, let’s go!” Selesai berbenah, Acil dan Putri bergegas menuju ke lapangan, berkumpul bersama teman-teman yang lainnya. Di sana, sudah hadir senior yang akan membimbing mereka selama kegiatan perkemahan berlangsung. Salah satu dari mereka memberikan pengarahan. Setelah itu kegiatan pun dimulai. Ada yang sedang latihan drama, latihan membaca puisi, perkenalan dengan senior, pemberian materi tentang sastra, dan memasak. Selama tiga hari itu Acil mengikuti pelatihan untuk mengenali kesusasteraan. Senior Acil fokus untuk membuat juniornya memahami puisi dan drama sekaligus mempraktikkannya. Di sana, Acil belajar untuk memahami peran dalam naskah drama

Oleh: Rahayu Hermanda Putri

yang akan ditampilknnya besok malam. Malam semakin larut, kegiatan dihentikan. Acil, teman-teman serta seniornya pun beristirahat. Acil satu tenda dengan Putri. Sebelum tidur Acil kembali mengingatkan Putri untuk membangunkannnya besok pagi. Keesokan paginya di saat Sang mentari mulai menampakkan wajahnya, Putri yang sudah bangun duluan mencoba membangunkan Acil. Ternyata, Acil memang tukang tidur, dia sulit sekali dibangunkan. Setelah dipanggil berulang-ulang sembari menggoyang-goyangkan badan Acil, Acil tetap tidak bergeming. Hanya kata-kata iya saja yang keluar dari mulutnya. Setelah itu dia tidur kembali. Waktu dengan cepat

berlalu. Putri masih belum bisa membangunkan Acil sementara sebentar lagi dia harus berkumpul di lapangan untuk mengikuti senam pagi. Tanpa berpikir lebih lama lagi akhirnya Putri meninggalkan Acil di dalam tenda sendirian dalam kondisi yang masih tertidur pulas. Sesampainya di lapangan kegiatan senam pagi pun dimulai. Acil yang masih terlelap tiba-tiba dihantui mimpi buruk yang membuatnya kaget dan terbangun. Saat itu, dia baru tersadar kalau hari sudah pagi dan dia akan terlambat untuk mengikuti senam pagi. Acil bergegas menuju lapangan dan mengambil barisan paling belakang. Senior yang sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya

mengetahui bahwa Acil terlambat. Selesai senam pagi, Acil dipanggil oleh salah satu senior. Acil kena hukuman karena dia telat berkumpul di lapangan. Acil harus membantu panitia konsumsi menyiapkan makanan untuk sarapan teman-temannya pagi itu. Pada waktu istirahat, Acil menghampiri Putri dan mengeluh karena tadi dia kena hukuman. Acil juga menduga kalau Putri tidak membangunkannya tadi pagi. “Acil, aku sudah mencoba membangunkanmu tadi. Kamunya saja yang susah sekali untuk dibangunkan. Aku meninggalkanmu karena waktu senam pagi sudah dekat,” ujar Putri. “Maafin aku ya Put karena sudah salah sangka

sama kamu.” “Iya Cil, kamu sudah aku maafkan kok.” Hari kedua Acil mengikuti kegiatan Acil masih sedikit susah dibangunkan. Putri mencoba cara baru yaitu dengan memercikkan air ke wajah Acil. Acil kaget bukan kepalang karena air yang dipercikkan ke wajahnya itu sangat dingin. “Putri, apa yang kamu lakukan? Kamu tega sekali memercikkan wajahku dengan air dingin itu.” “Habis kamu masih susah dibangunkan sih! Daripada kena hukuman, mending kena percikan air kan?” jawab Putri sambil menahan tawa melihat ekspresi Acil dengan wajahnya yang memerah karena masih kesal. “Ayolah Cil, jangan marah lagi ya, nanti wajahmu keriput seperti nenek-nenek, kamu mau?” “Tentu saja aku tidak mau seperti itu. Oh iya, terima kasih ya Put karena kamu sudah berhasil membuatku bangun pagi.” “Sama-sama Cil, aku dengan senang hati bisa membantumu.” Malam harinya, Acil, Putri dan teman-temannya menampilkan drama mereka. Acil berperan sebagai seorang anak kecil yang manja. Peran seperti itu tidaklah sulit bagi Acil karena dia memang sudah manja dari dulunya. Sedangkan Putri berperan sebagai seorang bangsawan yang sombong. Putri mengalami sedikit kesulitan saat mendapat peran sombong karena karakter aslinya bukanlah seperti itu. Dengan latihan yang serius akhirnya Putri berhasil menampilkan perannya dengan baik. Besok adalah hari terakhir kegiatan mereka. Setelah mereka tampil drama, senior membuat api unggun di tengah-tengah lapangan kemudian diadakan kegiatan yang dikenal dengan malam keakraban. Pada waktu itu siapa saja boleh ikut serta menunjukkan bakatnya seperti menyanyi, membaca puisi, stand up comedy, dan lain sebagainya. Malam keakraban berakhir, semua peserta dan panitia pun beristirahat. Malam itu sangat berkesan bagi Acil. Pada hari ketiga yaitu hari terakhir Acil berkumpul dengan teman-temannya dalam kegiatan pelatihan dasar kesusasteraan, Putri tidak perlu membangunkan Acil lagi karena Acil sudah bisa ba-

ngun sendiri. Acil menyetel alarm di telepon genggamnya kemudian menaruh telepon genggam tersebut di sampingnya, di dekat telinganya. Sehingga pada waktu alarm itu berdering dia bisa langsung terbangun, karena suara nyaring dari telepon genggamnya itu. Senior mengumpulkan Acil dan teman-temannya sekali lagi di lapangan kemudian melaksanakan upacara penutupan. Selesai upacara, tenda-tenda dibuka dan mereka bersiapsiap untuk pulang menuju rumah masing-masing. Acil dan Putri pulang bersama karena rumah mereka berdekatan. Selama di perjalanan menuju rumah, mereka terlihat sangat riang walaupun sebenarnya rasa lelah telah menghantui mereka berdua. Hal itu dikarenakan mereka tidak menjadikan beban semua kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sebelumnya. Mereka bahkan menjadikan itu sebagai kegiatan yang sangat berkesan terutama bagi Acil karena dari sanalah dia berhasil untuk bisa bangun di pagi hari. Putri sampai di rumah duluan, dia berpisah dengan Acil dan Acil pun pamit untuk melanjutkan perjalanan. Waktu itu senja sudah menjelang. Acil bergegas menuju rumahnya karena dia sudah tidak sabar bertemu dengan Ibunya. Dia ingin menceritakan semua pengalamannya selama menginap di kampus. Sesampainya di rumah, Ibu menyambut Acil dengan hangat. Acil langsung memeluk Ibunya. Kemudian Acil membersihkan diri, berganti pakaian dan makan malam bersama Ibunya. Selesai makan, Acil menceritakan kepada Ibu pengalamannya. Satu hal yang paling penting dan membuat ibunya bangga dari pengalamannya itu adalah Acil sudah tidak suka bangun telat lagi. (***)

Catatan: Untuk halaman ini, redaksi menerima cerpen. Redaksi juga menerima bahan ceria dengan mengirimkan foto disertai dengan narasi seperti ceria yang sudah dimuat. Redaksi berhak mengedit karya tanpa bermaksud mengubah isi. Kirim ke email : lubis_padek@yahoo.com

CMYK

ACIL begitulah orang-orang sering memanggilnya. Badannya yang mungil dan paras yang imut membuat siapa pun yang memandangnya merasa gregetan. Acil mempunyai sepasang mata yang indah, rambut panjang hitam pekat dan sedikit ikal, bibir yang mungil dengan tahi lalat di pipi kirinya. Acil tidak menyukai keramaian. Setiap kali diajak bepergian, dia akan menghindari tempat yang ramai dikunjungi orang. Walaupun begitu, Acil tetap memiliki banyak teman. Temanteman Acil merasa senang berada di dekatnya karena Acil pendengar yang baik dan pintar. Di rumah, Acil tetaplah anak yang menggemaskan. Akan tetapi, Acil mempunyai kebiasaan yang membuatnya sering ditegur Ibu. Dia sangat susah bangun pagi hari. Apabila ada waktu luang Acil seringkali memanfaatkannya dengan tidur. ”Acil ayo bangun! ”Waktunya Shalat Subuh, ayo shalat dulu,” tegur Ibu pagi itu. Acil masih terlelap di kamarnya dan sepertinya panggilan Ibu tidak dihiraukannya. Hal itu terjadi hampir setiap hari dan membuat Ibu hampir kehilangan cara untuk membuat anak semata wayangnya itu bisa bangun di pagi hari. Suatu hari, Acil mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di kampusnya yang mengharuskan dia menginap beberapa hari di sana. Acil yang terbiasa manja di rumah diwajibkan hidup mandiri selama kegiatan itu berlangsung, salah satu kewajibannya adalah bangun di pagi hari. Terang saja hal tersebut membuat Acil kagok karena dia belum terbiasa menghadapinya. “Bagaimana ini, aku kan tidak suka bangun pagi. “Ibu bantu Acil biar bisa bangun pagi,” bisik Acil dalam hati. Acil tidak mempunyai pilihan dia harus memutar otak agar besok bisa bangun di pagi hari. Biasanya ada Ibu yang akan membangunkannya agar tidak terlambat berangkat ke kampus. Namun sekarang suasananya sudah berbeda. “Aha!” Aku punya ide,” teriaknya. “Kan ada Putri, Putri pasti mau membantuku kali ini.” Acil pun segera mencari Putri yang waktu itu sedang membereskan barang bawaannya untuk diletakkan


Padek20130106