Page 1


Hubungi kami terlebih dahulu karena kami selalu siap membantu anda!

Kathy Tang Ievan Tan Gus Kosasih Marco Kate Agus Ievan 03 9639 9280 432 878 0430 888 838 0433 233 152 0430 450 131 0430 888 838 0403 0403 432 878

A > Suite 307 / 227 Collins Street, Melbourne VIC 3000 P > 03 9639 9280



List your property with us and to be SOLD by





Lots of natural light being a corner unit and north east aspect Melbourne's finest residential building offering preeminent city living and its own half-acre rooftop garden 24-hour concierge, 2 pools, 2 gyms, 2 theatre rooms, 2 saunas, 2 spas, 2 steam rooms

INVESTOR DELIGHT Landed Property with Rental Guarantee, From $380,000 - $650,000


Townhouse 1 Townhouses 2-4 Townhouse 5           





2 2











Superb high-rise penthouse apartment of 220 sqm approx. Breathtaking views of the Port Phillip Bay, Albert Park Lake, Port Melbourne. The best of Melbourne lifestyle at your doorstep – arts and sport precincts, Yarra River, Botanical Gardens, CBD, Flinders Street Station




Spacious open plan living lounge & dining areas overlooking rear courtyard garden Caesar stone bench top and beautiful pendant lights, tiled splashbacks kitchen Large outdoor entertaining area with low maintenance garden Ducted heating, split air-conditioning system, ducted vacuum, LED down lights, 2000 litres water tanks





ASKING PRICE: $1,400,000

PRICE: $699,000 - $750,000








An unrivalled large 2-bedroom corner dwelling with stunning city and Yarra river views. Located on level 30 with magnificent north-east views and plenty of natural lights. Great floor plan with extra large living room separate the two bedrooms. Resort style facilities with 25m indoor heated pool, gym, rooftop garden, sauna, steam, etc






The most livable apartment building in Melbourne with 5 star resort facilities Clever floor plan layout, each bedroom on each side of the wall to have the privacy To be impressed with the state being of immaculate condition & the spaciousness Lots of natural light with spectacular view overlooking 180 degree from Albert Park, the Bay, Port Melbourne, and Docklands

artist impression

Near new apartment with natural light (North facing) Resort style facilities and tram is one minute away The new public library is just next door






Superb penthouse offers the highest standard of living and lifestyle Immaculate condition with stunning floor to ceiling glass that provide you spectacular views across the CBD, the Yarra river, the Botanic Gardens, Mount Dandenong, Albert Park Lake, and Port Phillip Bay Spacious central lounge complemented by an oversized separate dining room, marble kitchen with Miele appliances, and breakfast bar that open up to a private balcony

Flavour Burst

Ikuti Lomba Kreasi INDOMIE dan Share Your Experience with INDOMIE

Mie instant Indomie, khususnya Indomie Goreng, sudah menjadi semacam “Duta Makanan Indonesia” karena merupakan salah satu makanan yang masuk daftar “Makanan Indonesia Paling Terkenal di Dunia”. Suka Indomie? Bangga dengan produk Indonesia yang menjadi favorit dunia ini? Tunjukkan kreasi dan cintamu akan Indomie dengan mengirim fotomu dan hasil kreasi masakan Indomie terbaikmu ke redaksi OZIP dan menangkan berbagai hadiah menarik dari kami....

Kapan: mulai sekarang s.d 30 April 2018 Cara: Masak Indomie favoritmu. Ambil fotomu bersama kreasi masakan terbaikmu. Posting di media sosial dan tag OZIP Instagram dan/atau Facebook, jangan lupa hashtag #IndomieOZIPMelb Siapa yang boleh ikut: siapa saja berdomisili di Victoria..... What are you waiting for? Get cooking, take picture and share with us! Share your story with Indomie send it by email to :


Daftar Isi




47 4

06 COVER STORY Valentine Yay or Nay? 08 INFO Valentine’s Day Movie List 10 LIPUTAN Jaranan: Bongkar Tradisi Jawa Timur 12 LIPUTAN In Response 14 LIPUTAN KJRI Melbourne: Perpisahan yang Berkesan 16 LIPUTAN Muhibah Angklung Picnic Concert in Melbourne 18 LIPUTAN Arboria Dunia Penuh Warna 19 LOVE ISSUE OZIP Valentine Playlist 20 KABAR JAKARTA Menjajal Kereta Railink Ke Bandara SHIA 24 OPINI NUIM Shopping 26 BAHASA Untuk Apa Belajar Bahasa Kedua? Atau Ketiga? 27 FINANCE Merekam biaya 28 EVENT Indonesia Culinary Association untuk Promosi Kuliner Nusantara 32 LIPUTAN Dewi Anggraeni Rilis Karya Fiksi “My Pain My Country” 34 LIPUTAN I SAID NEON 36 MOTIVASI Mantra Sukses 38 FOOD Brunch in White Mojo 39 LOVE ISSUE The Yarra Valley: A Valentine’s Day Winner 40 ON NOW South Melbourne Night Market 42 TRAVELING Komodo Dragons di Sunda Kecil 44 PESAN NATAL Natal di Dalam Hati Manusia 46 SCENE Gemerlap Ganti Tahun di Federation Square, Melbourne 47 SCENE Australia Day Parade in Melbourne 49 PROFIL Mengenal Gilbert: Presiden Baru Ppia Victoria 50 LOVE ISSUE Eat, Drink and Love in Melbourne 52 MY MELBOURNE Linda Bungasalu 54 TRAVELING Vietnam : The Compelling Crossroads of Southeast Asia’






Forsper Victoria Pty Ltd P.O.Box 3211 Wheelers Hill, VIC 3150 t. 61 3 9780 7677 |



Lydia Johan Agustina Wayansari Syafira Amadea Patricia Vonny Daniel Lim Inez Johan Katrini Nathisarasia Tim Flicker Lescha Mayseeta Evelynd Syafira Amadea Rahmatul Furqan Putri Utaminingtyas Maseta Pratama Steven Windu Kuntoro Willy Luqman

Advertising Related Inquiries Lydia Phone: 0430 933 778 E-mail:

Articles and Media Partner Inquiries Syafira Amadea Phone : 0405 321 443 E-mail:

Column Contributors: Andrie Wongso | Jane Lim | Nuim Khaiyath Dewi Anggraeni | Ineke Iswardojo Yapit Japoetra | Bintang Marisi Akbar Rhamdhani | Nadya Octaviani | Maseta Pratama Fiyona Alidjurnawan | Asril Wardhani | Rio S. Migang The views and reviews expressed in this publication are not necessarily those of the OZIP Magazine and the publisher, nor do we endorse the advertisements or the contents. Any materials (statements, views, opinions, articles, photographs, advertisements) supplied to OZIP magazine by any contributor or advertiser are at their own risk or responsibility and do not necessarily represent the views of the publisher, OZIP magazine and its staff. As we accept no liability for any inaccuracy, misstatement, misrepresentations or omissions. No part of this publication can be produced in whole part or part without permission of OZIP.

FROM THE EDITOR Basa-Basi Redaksi

Selamat Tahun Baru 2018! Apa resolusi Anda tahun ini? Kami di OZIP ingin terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk pembaca dengan tulisan-tulisan yang informatif, menarik dan inspiratif bagi komunitas Indonesia di Melbourne khususnya dan Australia pada umumnya. Mengawali tahun ini, edisi Februari kami akan menyajikan berbagai bahasan tentang Love in Melbourne. Hey, it’s Valentine month, bulan cinta dan kasih sayang. But, what’s the meaning of love? Para filusuf dan penulis agung sepakat bahwa cinta itu lebih dari satu hal. Cinta datang dalam banyak macam (seksual, non seksual, afeksi, romantika, dedikasi, dan sebagainya) dan bisa termanifestasikan dalam cinta untuk pasangan, orang tua, anak, Tuhan, tanah air, diri sendiri. Ya, cinta terhadap diri sendiri karena tanpa mencintai (dan mengurus diri), kita tidak mampu mencintai orang dan hal-hal lain dalam hidup ini. Karena cinta kami kepada pembaca, we are committed to give you more. Tahun ini kami membuka kolom baru My Melbourne untuk makin mengenal profil pembaca-pembaca kita di Melbourne and beyond dan berbagai kecintaan mereka akan kota ini. Di edisi cinta kali ini juga kontributor kami menyajikan berbagai liputan tentang perayaan cinta di dan untuk Australia yang terekam dalam kamera fotografer kami saat parade Australia Day. Baca tips tentang resto terbaik untuk kencan spesial di hari Valentine dan romantic getaway di Yarra Valley yang indah seperti dituturkan oleh kontributor lokal kami. Selamat menikmati!

DISTRIBUTION POINTS VICTORIA: ABBOTSFORD: Ying Thai Rest | BRUNSWICK: Mix Groceries | CARLTON: Killiney Kopitiam | CAULFIELD: Nusantara Rest, Caulfield Grocery | IPC Church | CITY: KJRI Melbourne, Laguna Oriental Market, Nelayan Indo Rest, Garuda Indonesia, Blok M Express, Salero Kito, Extragreen, Batavia Café, Kaki Lima, Killiney Kopitiam, Oko-Oko | CLAYTON: Warung Gudeg, Dapur Indo, Pondok Bamboe Noodle House, Hongkong Supermarket | FOOTSCRAY: KFL Groceries | DONCASTER : Bakmie Kitchen | HAWTHORN: Laguna, Nelayan Rest | GLEN WAVERLEY : Astee Sp Mkt, Extragreen | MT WAVERLEY: Alfamart | POINT COOK: Glory Asian Grocery | SOUTH MELBOURNE: Sambal ijo, Meetbowl Rest, Ayam Penyet Ny. Ria | RESERVOIR: Broadway Asian Toko | SURREY HILLS: Famili Ria | GLEN IRIS: MPC Church | KOOYONG: Gereja Indonesia Anglican SYDNEY: CITY: Shalom Indo Rest, Garuda Indonesia | KINGSFORD: White Lotus Grocery, Shalom Indo Rest, Ayam Goreng 99, Rest Indorasa | MAROUBRA: KJRI Sydney, Mie Kocok Bandung Rest | RANDWICK: Randwick Oriental Supermarket CANBERRA: Indonesian Embassy ADELAIDE: CITY: 5EBI Radio Station, Pondok Daun, SPT Tax Office | SOUTH ADELAIDE: Bakulan Indonesian/Asian Groceries | ROSE PARK Café Gembira | ST.MARYS Bakulan Cover: Lintang Calista, Jiwandra Kusumo Sudewo Foto: Windu Kuntoro




Yay or Nay?

Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang yang biasa diperingati tiap tanggal 14 Februari memang memecah opini – sebagian menganggapnya sebagai perayaan yang sangat komersil dan mainstream, namun banyak juga yang tetap memanfaatkannya sebagai momen spesial untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan yang terkasih. Seperti contohnya dua belia model OZIP kali ini, Andra dan Lintang, yang sepakat berpendapat bahwa memperingati Valentine sebagai hari berbagi kasih sayang itu penting. Bagi Andra, momen Valentine tetap momen yang special dan tak hanya sebatas untuk pasangan. “Valentine itu momen spesial, hanya setahun sekali. Saya masih suka berbagi kartu, bunga, atau coklat hanya sekedar menunjukkan rasa peduli dengan teman, guru, orang tua, dan lainnya,” celoteh Andra yang saat ini mengambil Bachelor of Inclusive Education di Monash Foundation. Begitupun dengan Lintang – gadis belia berusia 14 tahun ini menganggap 14 Februari adalah momen istimewa untuk menghabiskan waktu bersama orang spesial, terutama keluarga. Bagi pembaca OZIP yang menganggap Valentine spesial seperti Andra dan Lintang, baca berbagai pilihan aktifitas yang bisa jadi alternatif untuk menghabiskan hari kasih sayang di OZIP edisi Februari kali ini – dari mulai nonton film, makan malam di restoran romantis, sampai sekedar jalan-jalan di Summer Market! DIBALIK KAMERA DIBALIK KAMERA: Andra (18 tahun, Monash Foundation) memang sudah biasa menjadi model dari kecil. Baginya, setiap tawaran yang datang selalu memberinya pelajaran dan pengalaman baru. Di pemotretan OZIP kali ini, Andra mengaku puas dengan hasil gambar dan tema yang diusung. “Aku belum pernah ikut pemotretan cover shoot apalagi bertema Valentine,” kata Andra. Sedangkan Lintang (14 tahun), gadis lincah yang lahir di Indonesia dan pernah tinggal di Malaysia ini mengaku pengalamannya di balik kamera masih bisa dihitung jari. Saat ini, selain sekolah Lintang yang tipenya sangat organised ini mampu menyeimbangkan sekolah dengan berbagai macam aktifitas di luar sekolah seperti bermain musik dan tennis. Lintang juga bercerita kalau dia suka traveling dan beberapa bulan mendatang akan pergi ke Afrika selama sebulan untuk mengikuti program sekolah bernama “World Challenge”. Tidak takut, Lintang? “Enggaklah. Banyak program menarik yang akan pelajari disana. Dari mulai menolong masyarakat homeless lewat pembangunan rumah, pembangunan rumah sakit untuk orang yang terkena HIV, sampai kegiatan yang seru seperti hiking!”, ujarnya bersemangat. Wah, nampaknya sering berpindah tempat tinggal membuat Lintang jadi semakin tertantang untuk menjelajah dunia. Teks: Syafira Amadea Foto : Windu Kuntoro


BOOKING: 1300 006 888

Untuk Layanan Berbahasa Indonesia, Silahkan Hubungi Elvis, Kathleen, Siau









New York $840*

ASIA Jakarta $685* Denpansar $685*

Beijing Shanghai


New Delhi $245*

> Includes Return


Kuala $450* Lumpur Singapore $310*





Ho Chi $200* Minh City




San Francisco $700*

Auckland Christchurch

*Conditions Apply. Taxes excluded except for Indonesia. Fares are for a limited period only, subject to availability and fluctuations.

Discover Thailand, Malaysia & Indonesia

Your cruise experts


Departing Melbourne


2019: 1, 8, 15 Feb, 1, 17 Mar

5 Nights

Kangaroo Island 4 Nights fr

Kuala Lumpur, Penang & Phuket

Surabaya & North Bali

December 2017 to March 2018

December 2017 to March 2018

Inside Cabin


Ocean View Cabin


Balcony Cabin


$998*pp $1100*pp $1359*pp

New Zealand North Island 3 Days


Inside Cabin


Ocean View Cabin


Balcony Cabin


Departs on Fridays

Auckland Paihia Ninety Mile Beach Cape Reinga

$1080*pp $1120*pp $1415*pp

Departing Melbourne 2018: 20, 27 Mar, 11, 15 Dec 2019: 4, 11 Feb, 16, 25 Mar


Taste of Tasmania fr Departing Melbourne


New Year's Eve 11 Nights 2019: 1, 8, 15 Feb, 1, 17 Mar


South Pacific Adventure Enchanting Includes Fares! South Korea 9 Days



Departs on Fridays




Highlights of Japan 10 Days

2499 *

Monthly Departures!

Seoul Gyeongju Andong Changdeokgung Palace Myeongdong Seokguram Grotto Demilitarised Zone

Christchurch Lake Tekapo Omarama Milford Sound Oamaru Queenstown Te Anau Dunedin


2018: 20 Feb

Celebrity Cruises

New Zealand South Island 6 Days

540 *

$240* $210*

Extragreen Holidays

Comedy 3 Nights

5 Nights

$250* $250*


2799 *

Monthly Departures!

Tokyo Nara Park Kyoto Nagoya Osaka Mount Fuji Hakone Heian Jingu Shrine

We are your travel specialist for airtickets, cruises, international tours and day tours! Melbourne City

260 Swanston St, Melbourne VIC 3000 T: 03 9623 9900

Box Hill

5 Market St, Boxhill VIC 3128 T: 03 9899 2788

Glen Waverley

Shop 2B IKON, 39 Kingsway VIC 3150 T: 03 9561 0311 extragreenholidays


Sydney City

Shop 3, 431 Sussex St, Sydney NSW 2000 T: 02 8324 5628 extragreenholidays


Shop 47, 160 Rowe St Eastwood 2122 T: 02 8026 7010



Shop A, 9 Lewina St Sunnybank 4109 T: 07 3105 1450 1196239900



* Conditions Apply Š Extragreen Holidays (Aust) Pty Ltd


Valentine’s Day Movie List Haven’t got any special date on Valentine’s Day with the partner? Don’t worry! OZIP has prepared a Valentine’s movie list for your night in on Valentine’s Day. We have compiled the best and the sweetest Hollywood and Indonesian movies in our list.

Silver Linings Playbook After losing his job and wife, and spending time in a mental institution, Pat Solatano winds up living with his parents. He wants to rebuild his life and reunite with his wife, however his parents would be happy if he just shared their obsession with their hometown football club, Philadelphia Eagles. Things get complicated when Pat meets Tiffany, who offers to help him reconnect with his wife, if he will do something very important for her in exchange. SIlver linings began to appear in their lives during the time they spent together. Unlike other romance films, Silver Linings Playbook is a very realistic romance story that shows another side of mental illness.

The Big Sick Kumail is a Pakistani comic who meets an American graduate student, Emily at one of his stand-up comedy shows. As their relationship blossoms, Kumail becomes worried about what his traditional Muslim parents might think of his interracial relationship. When Emily suddenly suffered from an illness that leaves her in coma, Kumail finds himself developing a deep bond with Emily’s parents. The Big Sick is a bittersweet drama/comedy film that feels so natural yet intriguing with its unique plot.


Ada Apa Dengan Cinta 2 This sequel to Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC) takes place 14 years after their past high school romance where they reunited in Yogyakarta to have their closure after Rangga (Nicholas Saputra) left Cinta (Dian Sastrowardoyo) without any explanation years prior. The film gives a sweet flashback for the audience of the previous movie as the cast, especially the main characters are all the same. The movie is packed with some comedy between Cinta and her best friends which will take audience back to their high school days in Indonesia. It wouldn’t hurt to watch the first AADC although it is not necessary before you watch this sequel.

7 Hari 24 Jam After Tyo, a famous film director got married with Tania, a manager in one of the biggest banks in Jakarta, they struggle to spend time together especially with the two five years old children that they have had in their previous relationship. The two workaholics only manage to see each other with very minimum amount of time on the weekends. One day, Tyo collapsed at the movie set during a shoot and was brought and treated in the hospital until his condition gets better. Tania, without his husband at home was forced to balance her work life, children, and Tyo. After three days of chaos failing to maintain her life, Tania too got exhausted and was treated in the same hospital and same room as Tyo. During their time in the hospital secrets began to reveal from each side and the hospital room became a warzone. Every busy couple can surely relate to the two main characters in this movie. Text: Maseta Pratama Foto : Istimewa




Bongkar Tradisi Jawa Timur Karya anak bangsa di Melbourne memang tidak habis mengundang decak kagum. Kali ini, Project 11 menampilkan film dokumenter karya Brahmantyo Putra yang akrab disapa Bram, bersama Marcus Salvagno. Sebuah film pendek yang membongkar tradisi Jawa Timur kontemporer ini diputar di RMIT Building 80, Desember lalu. Diceritakan dalam Bahasa Jawa film ini mengisahkan tentang Bapak Agus dan pertunjukkan kuda lumpingnya. Banyak sejarah dan aspek spiritual yang dituangkan di dalamnya, namun karena berbungkus filmatografi dokumenter bergaya modern, ceritanya menjadi lebih artistik dan elegan. “Banyak film yang sudah mengungkap tradisi jaranan karena pada umumnya pertunjukkan ini adalah pertunjukkan spesial untuk istana. Namun, jaranan Jawa Timur jauh lebih liar, sehingga menarik untuk ditampilkan,” ungkap Bram. Salah satu penonton yang hadir di malam itu, Layla dari Melbourne, mengaku bahwa yang paling menarik dari film ini adalah nilai spiritual dan budayanya. “Banyak adegan tradisional yang diungkap. Selain tentang jaranan, (film ini menampilkan) bangunan reliji seperti masjid, sehingga saya bisa melihat nilai islam dan budaya yang tertanam sangat kuat. Sangat menarik bagi saya untuk mempelajari budaya yang jauh berbeda dari negara saya.”



Bram menganggap pembuatan film ini merupakan kesempatan berharga untuk mendalami asal-usulnya. “Saya belajar banyak tentang diri dan asal-usul saya dalam proses pembuatan film ini. Lewat sesi tukar pikiran dengan Pak Agus, banyak pertanyaan personal yang juga terlontar dan sedikit banyak menambah bobot cerita.” Tradisi jaranan yang bertentangan dengan agama menjadi salah satu tantangan besar dalam film ini. Banyak adegan atau fakta yang harus disensor seperti forum Purnomo Sidhi yang diadakan di bulan purnama pertama, serta banyak pula footage yang hilang begitu saja layaknya sebuah teguran mistis. Aspek yang diungkap cukup luas, sehingga banyak moral yang bisa diambil dari film ini mulai dari ranah politik, sosial, dan budaya. Film ini juga memancing banyak pertanyaan bagi beberapa penonton, terutama yang masih asing dengan tradisi jaranan, misalnya tentang apa sebenarnya konsep dan pengaruh jaranan terhadap orang yang melakukannya.

“Bagi saya, film ini mengandung banyak metafora. Jaranan menjadi simbol untuk mengontrol keinginan kita sendiri, karena untuk dimiliki kita harus melepaskan ego kita sebagai manusia,” lanjut Bram. Text: Syafira Amadea Foto: Windu Kuntoro


Level 50, Rialto South Tower 525 Collins Street, Melbourne, VIC 3000 Yantono Samara M +61 419 168 169 P +61 3 9629 3886 E W

Australian Credit License Number: 383640



: e s n o p s e In R l e b o G ie n n A h a Wad Berekspresi

Annie Gobel, seniman Jakarta yang bermukim di Melbourne mengundang OZIP Magazine untuk hadir dalam pertunjukan hasil kolaborasi dirinya dengan tiga seniman Melbourne lain pada hari Minggu, 21 Januari 2018 di MPavilion Melbourne. Performance bertajuk In Response ini cukup unik karena menyelaraskan dua seni yang berbeda, yaitu perhiasan dan tarian, namun sama-sama hadir dalam nafas kontemporer. Annie Gobel dan rekannya Ruby Aitchison berperan sebagai desainer perhiasan sementara rekannya Briarna Longville dan Elise Drinkwater menerjemahkannya ke dalam gerakan dinamis yang mengalir di tarian interaktif. Dalam bincang singkat dengan OZIP, Annie dan Ruby bercerita mengenai tema yang mereka angkat yang terinspirasi dari desain dan arsitektur MPavilion. Kedua artis ini kemudian berkreasi menciptakan berbagai jenis perhiasan dengan material yang belum pernah mereka gunakan sebelumnya.


“Iya benar, ini seperti sebuah tantangan baru buat kita berdua, menggunakan aluminium dan translucent material dalam karya perhiasan kami,” ujar Annie. Ruby menyatakan bahwa perhiasan karya mereka kali ini unik, berawal dari kekaguman atas desain karya arsitek terkemuka dunia: Rem Koolhaas dan David Gianotten. Sense of belonging Annie dan Ruby atas MPavilion juga mendorong mereka untuk menciptakan perhiasan yang unik, menarik namun tetap menampilkan interpretasi personal akan sebuah arsitektur. Uniknya, mereka kemudian mengundang Briarna dan Elise untuk ‘menghidupkan’ perhiasan tersebut dalam gerakan yang dinamis dan variatif. “Kali ini kami tidak hanya ingin membuat sebuah pameran di mana pengunjung datang, melihat-lihat lalu berlalu begitu saja. Kami ingin membuat sesuatu yang berbeda, sebuah karya yang hidup dan berwarna,” ujar Ruby.

Suite 10, Level 1 17 Carrington road Box Hill 3128 F +613 9890 9899 E W

We will find a loan suited for you • Home loan/investment loan • Refinance

• Self-Employed & Low Doc



• Business/Commercial loan • Multi Unit development • Construction loan

Andyputra Tjandra Wisata M: +61450 420 908 E: Australian Credit License 432310 MFAA 135049

Dalam penampilan tarinya, Briarna dan Elise kemudian berinteraksi dengan pengunjung dalam cara yang unik. Mereka mengalungkan perhiasan-perhiasan tersebut di leher beberapa pengunjung, membiarkan mereka menikmati hasil karya Annie dan Ruby sebelum kemudian mengambilnya kembali. Siti, seorang warga negara Singapura yang saat itu hadir mengatakan dia menikmati tarian yang interaktif juga koleksi kalung yang unik.

Let me help you with: Commercial Finance Home Loans Refinancing Asset Finance Debt Consolidation Property Construction Loans

Teks dan Foto: Putri Utaminingtyas

Steven Widiarto Finance Specialist

0435 461 668 “ With over 20 years’ experience in the banking industry and with access to hundreds of products, I will assist in finding the right loan for you.” Steven Widiarto is a Credit Representative (No. 497330) of Money Quest Australia Pty Ltd, Australian Credit Licence 487823



KJRI Melbourne: Perpisahan yang Berkesan


ewi Savitri Wahab, resmi menyelesaikan masa baktinya sebagai Konsul Jenderal (Konjen) RI perempuan pertama untuk negara bagian Victoria dan Tasmania (Australia) di akhir tahun 2017. Sosok wanita yang inspiratif dan penuh semangat ini tak lagi bisa kita jumpai di kota Melbourne. Beliau dilantik pada Oktober 2014 sebagai Konjen RI yang merupakan penugasan pertamanya di bidang bilateral. Acara perpisahan pada 8 Desember lalu. Tak terasa, tiga tahun tiga bulan sudah Ibu Dewi menghadapi tantangan di dunia diplomatik antara Indonesia dan Australia, khususnya di Victoria, negara bagian yang ditempati oleh orang Indonesia dengan jumlah terbanyak ini. Begitu banyak kenangan dan momen kebersamaan yang telah dilalui dengan Ibu Dewi. Untuk itu, pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne mengundang masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, profesi, organisasi, Forum Komunikasi Komunitas Indonesia (FKKI), dan juga para Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) pada acara perpisahan tersebut. Tak hanya masyarakat Indonesia yang ingin mengucapkan salam perpisahan, warga Australia yang merupakan rekan kerja, para Indonesianis, serta sahabat baik Ibu Dewi juga secara langsung hadir di acara tersebut. Pada pidato terakhirnya, Ibu Dewi menyampaikan, “Saya tidak bisa mencapai semua ini tanpa dukungan dari teman-teman di KJRI Melbourne dan teman-teman komunitas Indonesia. Untuk itu, saya berterimakasih atas kerjasamanya. Saya mohon maaf bila ada kesalahan. Kebersamaan dan keragaman komunitas Indonesia mohon dijaga, karena itu merupakan nilai penting dari keberagaman Indonesia.� Teks: Evelynd Foto : Windu Kuntoro


Coming up on Saturday, 24 February is the St Christopher’s Fete 2018. It promises to be a wonderful multi-cuisine FOOD FEST. Besides the Fun and Games, and of course the exciting RIDES, the next best thing will be the choice of ethnic foods prepared to suit everyone’s palate. Prominent among these will be the INDONESIAN favourites, prepared by our very own Indonesian chefs! There will be Chicken satay, Grilled seasoned rice wrapped in banana leaf, Indonesian snacks (fishballs, prawn crackers & spring rolls), Tempeh crisp, Pickled mango, Pickled fruit and Dadar Gulung prepared in true MASTERCHEF style! The FETE cum FOOD FEST will be on from 10.00am to 4.00pm but you have to get there early enough to enjoy everything on offer. The proceeds will go towards the Church building upgrade that’s planned. Come and enjoy the delicious food and support a worthy cause!

Fr Ralph


Pada hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018, halaman depan Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne disulap menjadi area piknik lengkap dengan gelaran tikar, karpet dan juga jajanan khas Pasundan yang disediakan oleh warga Paguyuban Pasundan, lengkap dengan iringan musik dan dekorasi khas Sunda. Suasananya seperti sedang berada di tengah hajatan adat Sunda. Ada apa gerangan sore itu di halaman depan KJRI? Ternyata KJRI kedatangan rombongan tim Muhibah Angklung dari Bandung yang beranggotakan 47 pelajar dari berbagai sekolah dan universitas di Bandung. Anak-anak muda multitalenta dengan kisaran usia 16-19 tahun ini mengelar konser angklung dengan tema yang cukup menarik. “Picnic Concert� atau konser


angklung sambil piknik. Sambil menikmati alunan musik angklung yang juga diiringi tarian tradisional Indonesia dan lantunan lagu pengiring, para penonton bisa duduk santai di halaman sambal menikmati penganan yang dijual atau makanan yang dibawa dari rumah masingmasing. Dengan cuaca yang tidak begitu panas dan angin sepoi di sore hari, gelaran konser angklung ini bagaikan oase untuk mengobati kerinduan warga Melbourne terhadap musik angklung dan penganan tradisional khas Pasundan. Konser berlangsung mulai dari jam 2 sampai dengan jam 5 sore waktu Melbourne. Acara ini dipandu oleh Kang Cepi dan beberapa anggota dari Paguyuban Pasundan (Panda) cabang Melbourne. Acara secara resmi dibuka oleh Bapak Rizal dari KJRI Melbourne. Penonton yang hadir adalah warga Indonesia, anggota Paguyuban Pasundan, mahasiswa beserta keluarga serta beberapa warga Australia. Konser berlangsung dalam 2 sesi yang diselingi jeda selama 30 menit. Sesi pertama menampilkan mendley beberapa lagu Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke yang juga lengkap diiringi oleh tariannya. Pada sesi kedua, tim Muhibah

angklung memainkan lagu mancanegara dari beberapa grup ternama seperti Metallica, ABBA, Bastille dan bahkan lagu favorit orang Australia, Waltzing Matilda dan salah satu lagu seriosa. Acara ditutup dengan permainan lagu penutup Jali-Jali yang dibarengi dengan joget bersama antara pemain dengan para penonton. Dari hasil wawancara dengan ketua tim Muhibah Angklung, Maulana M Syuhada, tim ini mulai dibentuk sejak tahun 2016 dan sudah pernah tampil ke benua Eropa. Visi dan misi dari projek Muhibah Angklung ini salah satunya adalah untuk melestarikan dan mempertahankan angklung sebagai warisan budaya yang diakui oleh UNESCO. Indonesia harus bisa melestarikan Angklung jika tidak ingin pengakuannya dicabut. Salah satu bentuk kegiatan yang bisa dilakukan adalah muhibah angklung ke luar negeri

sebagai salah satu bentuk kewajiban untuk menyebarluaskan seni budaya angklung. Pada tahun ini Alhamdulilah bisa menginjakkan kaki di benua Australia dengan Melbourne sebagai kota pertama yang kemudian akan dilanjutkan dengan pagelaran di kota Canberra, Brisbane, dan Sydney. Pendukung utama kegiatan ini adalah Paguyuban Pasundan dan juga dibantu oleh banyak pihak lainnya. Selama di Melbourne, tim muhibah menginap di rumah anggota Paguyuban Pasundan. Menurut Maulana, timnya sangat senang, berterimakasih dan terbantu atas keramahan dan kebaikan warga paguyuban pasundan, KJRI Melbourne dan berbgai pihak yang telah membantu pagelaran ini. Maulana menyampaikan bahwa sebelum berangkat, banyak sekali hambatan dan kesulitan di saat-saat terakhir mulai dari

tim yang sempat tidak kebagian tiket, dan dana yang masih belum terkumpul yang mengakibatkan adanya perubahan jadwal. Namun demikian, Alhamdulilah sampai hari ini akhirnya gelaran konser Muhibah Angklung bisa bisa juga berangkat dan menginjakkan kaki ke Australia. Ditanya mengenai dukungan pemerintah untuk tim Muhibah Angklung, Maulana sempat ingin bekerjasama dengan pihak pemerintah namun dibutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk bisa dimasukkan ke dalam anggaran yang dianggapnya kurang fleksibel. Namun ia optimis kedepannya tim Muhibah bisa bekerjasa sama dan mendapatkan dukungan lebih banyak dari pemerintah sehingga bisa melakukan kunjungan ke lebih banyak negara seperti Amerika, Kanada, Afrika dan lebih banyak negara Asia lainnya. Text: Lugman Rachman Foto : Windu Kuntoro


LIPUTAN “Desain Arboria terinspirasi dari bentuk hutan musim dingin dengan mengadopsi struktur yang menyerupai pohon...” Uniknya, tabung raksasa ini juga didesain memiliki beberapa kubah. Setiap kubah memiliki ciri khas motif dedaunan tersendiri yang dibuat dengan grafis yang sederhana. Kubah utamanya adalah interpretasi dari jendela Gothic yang tinggi dan lengkungan Chapter House di York Minister di Inggris. Menghabiskan sekitar 15 hingga 20 menit di dalam Abroria sudah cukup untuk menjelajahi seluruh labirin termasuk waktu untuk mengabadikan momen berharga selama petualangan tersebut. Foto yang dihasilkan di dalam Abroria pun akan tampak menarik karena pantulan warna cerah yang mendominasi. Uniknya, warna yang menghiasi tabung raksasa ini pun berasal langsung dari pantulan sinar matahari.


“Ini benar-benar karya seni yang indah dengan desain bergaya futuristik yang menarik,” kata Anthony, pengunjung lainnya.

Arboria ibarat imajinasi dari setiap anak yang terwujud menjadi nyata. Hadir di Federation Square selama tanggal 6-28 Januari tahun ini, wahana ini tampak selalu ramai dikunjungi. Pengunjung berkesempatan untuk menjelajahi tabung raksasa berbentuk goa setinggi 10 meter. Menariknya, labirin tersebut di dalamnya dihiasi oleh pancaran aneka warna, sehingga menghadirkan sensasi yang menenangkan sekaligus menyenangkan.

Text: Rahmatul Furqan

Dunia Penuh Warna

“Tempatnya sangat nyaman. Anak saya tak berhenti berlarian ke sana kemari,” komentar Ester, salah seorang pengunjung. Arboria sendiri merupakan wahana hasil kreasi Alan Parkinson yang namanya sudah terkenal sebagai seorang arsitek udara. Desain Arboria terinspirasi dari bentuk hutan musim dingin dengan mengadopsi struktur yang menyerupai pohon. Sehingga di dalamnya pun, anak-anak bisa merasakan sensasi petualangan ibarat di dalam rumah pohon raksasa.


Untuk merasakan petualangan unik ini, pengunjung dewasa cukup merogoh kocek $18.00, sementara harga tiket anak-anak hanya $15.00. Abroria dipastikan bisa menjadi hiburan yang pas untuk segala usia.


In case chocolate, candle lit dinner and bunch of red roses don’t work for you, here is some lovely tunes and beautiful words to get you in the mood for love….

“And I’m thinking about how people fall in love in mysterious ways.” Thinking Out Loud – Sam Smith

“Sometimes life can be deceiving. I’ll tell you one thing, it’s always better when we’re together,” Better Together – Jack Johnson

“And I want to wake up with the rain, falling on a tin roof, while I’m safe there in your arms.” Come Away with Me – Norah Jones

“So I will help you read those books, if you will soothe my worried looks, and we will put the lonesome on the shelf.” You and I – Ingrid Michaelson

“If perfect what you’re searching for then just stay the same” Just The Way You Are – Bruno Mars

“It’s amazing how you can speak right through my heart. Without saying a word, you can light up the dark.” When You Say Nothing at All – Ronan Keating

“Don’t know how I lived without you, cause every time that I get around you, I see the best of me inside your eyes.” Smile – Uncle Kracker

“Dimanapun kalian berada kukirimkan terima kasih untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah, kau melukis aku.”

Skilled Korean Beautician

Monokrom – Tulus

“Through all my insecurities, you stood by me.” Love You Longer – Raisa

Teks: Syafira Amadea Foto : Istimewa




Menjajal Kereta Railink Ke Bandara SHIA

Saat ini warga Jakarta dapat mencoba Kereta Bandara atau Railink, prasarana transportasi baru untuk menuju ke Bandara Soekarno Hatta International Airport (SHIA) dan sebaliknya. Railink diluncurkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) bekerjasama dengan pengelola bandara dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Januari 2018 lalu. Kereta Bandara ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang berharap untuk menghemat biaya dan waktu dengan menghindari kondisi macet yang merupakan masalah sehari-hari di Ibukota. Saya baru-baru ini juga ikut mencoba Kereta Bandara. Saat ini Kereta Bandara baru bisa dicoba melalui Stasiun Sudirman Baru (kini menjadi Stasiun BNI City) yang letaknya sekitar 100 meter dari Stasiun KRL Sudirman. Kedepannya penumpang KRL bisa langsung menuju kereta bandara tanpa harus keluar stasiun karena saat ini sedang dibangun koneksi berbagai antar moda di sekitar Dukuh Atas yang kelak menjadi Interchange Station. Sayangnya pada saat saya kesana akses menuju stasiun sangat padat dikarenakan memang satu arah dengan arus lalu lintas yang hendak menuju ke Bundaran Hotel Indonesia. Saya sarankan agar penumpang bisa memprediksi jadwal kereta terlebih dahulu yang dimulai dari pukul 03:51 wib dan terakhir pukul 21:51 wib.


Begitu sampai Stasiun Sudirman Baru, saya cukup surprise dengan desain bangunan yang berbeda dengan stasiun kereta pada umumnya. Stasiun ini memiliki tampilan yang lebih mewah. Terdapat tiga lantai yang memang sedikit merepotkan bagi yang belum terbiasa. Begitu sampai kita sudah masuk ke koridor lantai 2 dimana area ini merupakan lounge dan tempat parkir buat kendaraan. Suasananya dibuat nyaman dan leluasa dengan berbagai fasilitas mulai dari luasnya tempat tunggu, musholla, minimarket, cafĂŠ dan toilet yang cukup wangi dan bersih. Area ini bisa juga dijadikan tempat meeting point sambil melihat-lihat suasana perkantoran Sudirman.


Untuk membeli tiket, calon penumpang diharuskan menuju lantai 3. Semua transaksi pembelian dilakukan secara non tunai bisa melalui debit, kartu kredit maupun metode cashless lainnya dari beberapa penerbit layanan non tunai seperti e-money dan T-Cash. Metode ini memang agak susah bagi para orang tua yang kurang update dengan teknologi dan pilihan Bahasa Indonesia yang belum tersedia di mesin pembelian. Untungnya petugas Railink Bandara siap siaga membantu calon penumpang yang membutuhkan.

Kereta Railink memiliki 6 rangkaian gerbong dimana satu rangkaian bisa menampung 272 penumpang. Di setiap gerbong saya melihat ada empat layar LCD yang berisi iklan dan informasi mengenai jadwal kereta termasuk hiburan beberapa destinasi wisata di Indonesia. Penumpang bebas memilih tempat duduk yang disukai. Setiap kursi didesain sebagai reclining sofa sehingga bisa direbahkan dan bisa sambil selonjoran. Masing-masing kursi ada perangkat daya berupa USB port untuk mengisi bateri peralatan portable.

Setelah transaksi pembelian tiket selesai maka penumpang bisa turun ke lantai 2 lagi untuk menunggu kereta bandara di area lounge atau bisa langsung turun ke lantai 1 dimana area platform berada.

Menurut saya kereta bandara railink ini sangat nyaman. Masing-masing kursi memiliki overhead compartment yang cukup buat menaruh backpack. Sedangkan untuk koper, masing-masing gerbong memiliki rak besi yang bisa dipakai untuk menaruh bagasi dalam ukuran lebih besar disetiap pintu masuk. Fasilitas wifi tersedia hampir di sepanjang gerbong dengan akses tanpa password. Fasilitas lain termasuk kamera cctv, pendingin dan detektor asap.

Kereta Railink Bandara dibuat oleh PT INKA, dengan mesin buatan Swedia dan interiornya terbuat dari pabrikasi China. Melaju dengan kecepatan 80 km/jam dengan waktu tempuh sekitar 51 menit, fasilitas ini cukup menarik bagi calon penumpang yang terburu-buru dan mengejar jadwal pesawat. Sayangnya animo warga sangat tinggi untuk mencoba menggunakan kereta rainlink ini tampak kurang begitu bertahan lama, terutama setelah harga tiket normal kembali. Saat ujicoba harga tiket dipatok menjadi Rp 30,000, sedangkan harga normal Rp. 70,000.

terjadi adalah rel kereta bandara saat ini masih menumpang dengan rel KRL Commuter. Kereta sempat terhenti di Stasiun Duri sekitar 10 menit untuk memberikan kesempatan kereta KRL lewat kemudian berhenti cukup lama di Stasiun Batu Ceper Tangerang. Tentunya jika problem ini tidak segera diatasi bisa jadi membuat calon penumpang maskapai yang hendak terburu-buru mengalihkan menggunakan transportasi lainnya yang lebih cepat. Kedepannya Railink akan memiliki lima yaitu Stasiun Manggarai, Sudirman Baru (sudah beroperasi), Duri, Batu Ceper dan Bandara Soekarno Hatta (sudah beroperasi). Nantinya saat kelima stasiun ini sudah siap, maka Railink akan memiliki rel khusus dan tidak menumpang di jalur kereta lainnya, sehingga bisa memiliki waktu tempuh yang lebih cepat.

Asril Wardhani IG:@asrilwd

Saya mencoba untuk mengukur waktu tempuh dengan menggunakan stopwatch sesaat setelah tanda bunyi dari pengeras suara terdengar dan mesin kereta bergerak. Ternyata waktu tempuh dari Stasiun Sudirman Baru menuju Stasiun Bandara Soekarno Hatta (BST) memakan waktu 56 menit. Problem utama yang



Untuk megajukan Visa temporary Graduate (Subclass 485) – Kategori Graduate Work Stream, seorang pelajar harus memenuhi syarat berikut ini:

Visa Temporary Graduate (Subclass 485) memperbolehkan anda untuk tinggal dan kerja sementara di Australia setelah anda selesai kuliah. Visa ini terbagi menjadi dua kategori: 1. Kategori Post Study Work Stream – untuk pelajar international yang menyelesaikan kuliah dengan kualifikasi yang memenuhi syarat. Visa ini hanya berlaku untuk pelajar yang memasukkan dan mendapatkan visa pelajar pertama mereka pada atau setelah 5 November 2011. Lama visa ini bisa sampai 4 tahun tergantung dari kualifikasi yang selesaikan. 2. Kategori Graduate Work Stream – untuk pelajar international yang menyelesaikan kuliah di bidang yang termasuk dalam Medium and Long Term Strategic Skills List (MLTSSL) au/Details/F2017L00850. Visa ini berlaku untuk 18 bulan. Untuk megajukan Visa temporary Graduate (Subclass 485) - Kategori Post Study Work Stream, seorang pelajar harus memenuhi syarat berikut ini: • Berada di Australia dan Berusia di bawah 50 tahun • Memiliki visa yang memenuhi persyaratan • Memenuhi persyaratan dua tahun masa belajar di Australia dalam enam bulan terakhir dengan menyelesaikan kuliah bachelor degree, bachelor degree with honours, master by coursework degree, master (extended degree), master by research degree, doctoral degree • Visa pelajar pertama anda di masukkan dan di grant pada dan setelah 5 November 2011 • Memenuhi kemampuan bahasa Inggris IELTS 6.0 minimum overall dan min 5.0 dalam setiap komponen) dari ujian IELTS dalam 3 tahun terakhir sebelum memasukkan aplikasi atau nilai equivalent dari test Inggris lainnya yang diterima DIBP, atau pemegang paspor Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Irlandia, Selandia Baru • Memiliki asuransi kesehatan di Australia • Telah mengirimkan aplikasi untuk Australian Federal Police check dalam 12 bulan terakhir 22 22

• Berada di Australia dan berusia di bawah 50 tahun • Memiliki visa yang memenuhi persyaratan • Memenuhi persyaratan dua tahun masa belajar di Australia dalam enam bulan terakhir (dua tahun masa belajar ini harus berhubungan dekat dengan pekerjaan yang anda nominasikan) • Telah memasukkan aplikasi skill assessment untuk nominasi pekerjaan yang ada dalam MLTSSL • Memenuhi kemampuan bahasa Inggris IELTS 6.0 minimum overall dan min 5.0 dalam setiap komponen) dari ujian IELTS dalam 3 tahun terakhir sebelum memasukkan aplikasi atau nilai equivalent dari test Inggris lainnya yang diterima DIBP, atau pemegang paspor Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Irlandia, Selandia Baru • Memiliki asuransi kesehatan di Australia • Telah mengirimkan aplikasi untuk Australian Federal Police check dalam 12 bulan terakhir Setelah memasukkan aplikasi Temporary Graduate visa dengan persyaratan di atas, supaya bisa di grant, syarat yang harus di penuhi adalah sebagai berikut: • Anda telah mendapatkan hasil positive untuk skill assessment nominasi pekerjaan anda (hanya untuk kategori Graduate Work Stream) • Memenuhi persyaratan kesehatan dan karakter Artikel ini ditulis hanya sebagai informasi umum dari informasi yang ada di website Imigrasi Australia sampai tanggal 16 Januari 2018 dan bukan sebagai pengganti nasihat keimigrasian. Jika anda membutuhkan informasi yang lebih akurat tentang kemungkinan anda mendapatkan PR Australia, anda bisa menghubungi Yapit Japoetra, MARN 0213101 (YNJ Migration Consultants) di (03) 9650 0895 atau agen-agen imigrasi terdaftar lainnya. Yapit Japoetra (MARN 0213101) adalah agen imigrasi terdaftar asal Indonesia sejak 2002 dan memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam hukum imigrasi dan dapat membantu anda dalam proses aplikasi atau memberikan nasehat tentang bagaimana mendapatkan permanent resident dan visa lainnya di Australia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Yapit Japoetra di YNJ Migration Consultants di (03) 9650 0895 atau email

Kenapa memilih Monash Professional Year? • • • • •

Provider Professional yang pertama dan yang terbaik Provider yang terafiliasi dengan Group of Eight di Victoria 82 % dari lulusan Monash Professional Year telah bekerja 6 bulan setelah lulus 1 dari 3 peserta mendapatkan pekerjaan dari host company Rekor placement 100%

The First and The Best Professional Year Provider

Dapatkan extra 5 points untuk skilled migration

Professional Year Accounting (SMIPA) Now working as a Data Analyst at Interactive Data

Yonathan Kuswara

“My trainers were really helpful. I see them not just as trainers in the professional setting but also friends that understand my needs on being successful in Australian workplace.

Untuk mendapatkan harga paket khusus terbaik untuk Monash Professional Year, hubungi (03) 9650 0895 atau 0430 588 899

The placement consultants are experts in their field. Working with them was reassuring as they were able to match my skills to the needs of internship host companies. My internship experience was really valuable in helping practice my soft skills and help me succeed in the Australian workplace”

YNJ Migration Consultants (MARN 0213101) Suite 905, Level 9, 227 Collins Street Melbourne Victoria 3000 Email: Facebook: Web:


membawa sesuatu hasil belanjaan. Mungkin kenangan dari berbagai barang dagangan yang dipajang dan dipamerkan oleh berbagai toko yang dimasuki, atau keputusan/tekad dalam hati untuk kelak akan membeli sesuatu yang telah dilihat, disentuh, dipegang-pegang, mungkin pula dicium, boleh-jadi pula dilihat di depan kaca seraya memegang barang tersebut, misalnya untuk kaum perempuan, tas tangan. (Mungkin pula ada rencana untuk menunggu sampai toko yang disasar akan melakukan obral, diskon sampai 70%, setelah musim “shopping” berlalu, termasuk Boxing Day sale!) Apa pun, menurut seorang pakar ber-“shopping” bukanlah semata-mata berbelanja, melainkan suatu “pengalaman sosial”. Entah apa maksudnya. Namun memang “social experience” terdengar sangat “intelektual”.

SHOPPING Selamat Tahun Baru! Semoga pembaca sekalian sudah pulih dari kelelahan dan kejenuhan ber-“shopping” selama menjelang akhir tahun 2017. Maklum akhir tahun memang merupakan saat-saat banyak orang di Australia, dan juga di berbagai pelosok dunia lainnya, menggebugebu melakukan “shopping” untuk berbagai keperluan khusus. Bagi yang merayakan Natal kebutuhan “shopping” bukan saja meliputi hadiah yang harus dibagi-bagikan kepada sanak-saudara dan handai taulan, yang pada gilirannya juga akan membagibagikan hadiah kepada sanak-saudara dan handai taulan, melainkan juga membeli bahan makanan khas Natal. Menurut koran The Brisbane Courier, selama Natal 2017 rakyat Australia menghabiskan sekitar 50 miliar dolar (sebanding dengan sekitar 40 miliar dolar Amerika) selama masa akhir tahun. Jumlah itu sebanding dengan sekitar 25% alias seperempat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Republik Indonesia, yang jumlahnya sekitar 160 miliar dolar Amerika. Padahal jumlah penduduk Australia hanya sekitar 25 juta jiwa, Indonesia 250 juta jiwa. Eeh maaf, kok keterusan bicara soal “shopping” tanpa menjabarkan apa sebenarnya arti “shopping” dalam bahasa Indonesia? Atau adakah padanan kata Indonesia bagi “shopping”? Sebagaimana diketahui perkataan “shopping” akar katanya dalam bahasa Inggris adalah “shop” – toko atau kedai. Lalu “shopping”? Soalnya seseorang yang pergi “shopping” belum tentu membeli sesuatu atau bahkan berangkat dari rumah dengan niat atau tekad atau rencana hendak membeli sesuatu. Jadi, kalau dikatakan bahwa padanan kata “shopping” dalam bahasa Indonesia adalah “berbelanja” maka ini rasanya kurang kena. Memang dalam kamus disebutkan bahwa “shopping” adalah “berbelanja”. Hanya dalam makna kata “berbelanja” ada unsur “membeli sesuatu”, sementara ketika seseorang melakukan ekspedisi ber-“shopping” belum tentu sekembalinya ke rumah


Segala sesuatu memang berubah sesuai perjalanan waktu. Termasuk ber-“shopping” yang kini dilakukan banyak orang melalui internet, termasuk di Indonesia. Hanya “social experience” melakukan “shopping” melalui internet niscaya tidak akan segencar seperti pergi ke toko atau pusat pertokoan dan berada di tengah-tengah para pelaku “shopping” lainnya. Tidak bisa dipungkiri bagi banyak orang ber-“shopping” memang punya kenikmatan tersendiri. Kalau perlu beli saja apa yang berkenan di hati, bawa pulang, dicoba lagi, dan kalau ternyata tidak puas, maka bisa dibawa kembali ke tokonya dan minta uang kembali. Kegiatan mengembalikan belian yang ternyata kurang memuaskan juga merupakan bagian dari kenikmatan ber-“shopping”, ibarat sambil menyelam minum air, karena mengembalikan belian yang kurang memuaskan itu merupakan alasan untuk sekali lagi maju tak gentar ke tempat ber-“shopping”. Kebetulan di Australia ini, pengembalian belian dari Toko A di kawasan B bisa dilakukan di cabang Toko A di kawasan C. Jadi tidak perlu harus ke toko yang sama, yang dapat membosankan. Meski setelah mengamati tabiat mereka yang menjadi pencandu ber-“shopping” tidak ada kata “bosan” dalam hal yang seakan sudah mendarah daging ini. Walau pun sudah berkali-kali mengunjungi Toko A, namun kalau melewati Toko A itu beberapa jam kemudian, apa lagi setelah beberapa hari, maka desakan kalbu yang merangsang untuk masuk lagi ke Toko A seakan tidak dapat dilawan!. Kalau dilawan bakalan mendatangkan penyesalan yang luar biasa. Konon ada perbedaan dalam tabiat antara pelaku “shopping” lelaki dan perempuan. Umumnya, seorang pelaku “shopping” lelaki sudah tahu atau ada gambaran apa yang akan dibelinya sebelum melakukan perjalanan “shopping”-nya, sementara seorang pelaku “shopping” perempuan tidak punya komitmen awal mengenai apa yang akan dibelinya. Tergantung “sikon”. Itulah sebabnya sering terjadi, bahwa meski seorang pelaku “shopping” perempuan yang sudah membawa daftar belanjaannya, nyatanya kembali dari toko membawa belanjaan yang jauh lebih banyak dari yang direncanakan, alias barangbarang yang tidak ada dalam daftar yang ditulisnya sendiri. Alasannya, begitu pelaku tersebut mengaku, tidak ingin “picik” atau kaku, melainkan selalu terbuka/fleksibel untuk berbagai kemungkinan. Memang dalam perihal “shopping” ada perbedaan antara lelaki dan perempuan. Misal saja dalam penggunaan uang kertas (atau uang dari bahan plastik kalau di Australia) dan uang receh. Begitu banyak perempuan yang malu kalau harus membayar sesuatu dengan

uang receh, khusus apabila harga belanjaannya itu sampai di atas 5 dolar. Biar bagaimana pun dicoba untuk diyakinkan bahwa uang receh adalah “alat pembayaran” yang sah, namun kebanyakan perempuan sekali-lagi tidak sudi membayar belanjaannya dengan uang receh, yang dianggapnya sangat memalukan. Rasionalnya? Wallahu a’lam. Mungkin benar juga kesimpulan bahwa “perempuan itu bukan untuk dipahami, melainkan hanya untuk dicintai”. Apa pun ada teori ekonomi yang meyakini kaum perempuan merupakan bagian dari yang memutar roda perekonomian (melalui keahlian, kegemaran, kemampuan dan ketegaran mereka, alias tidak pernah merasa penat kalau lagi “shopping”). Bahkan ada perempuan yang mengaku: “Gue pegi shopping bukan untuk beli sesuatu, melainkan agar “terpaksa” banyak jalan demi kesehatan!” Nah lu. Bagaimana pun dalam perihal “shopping” memang ada dua pihak – penjual dan pembeli. Bahwa “shopping” itu penting terbukti dari kebijakan pemerintah DKI (Anies Rasyid Baswedan/Sandiaga Salahuddin Uno) untuk menyediakan sebuah jalan umum di kawasan Tanah Abang, Jakarta, untuk menjadi lahan para Pedagang Kaki Lima membuka usaha, antara jam 08:00 pagi hingga 18:00. Pada hal undang-undang menyebutkan jalan umum adalah untuk lalu lintas kendaraan, bukan untuk “shopping”. Dalam tahun 1950-an dan 60-an di Medan pernah ada sebuah jalan yang cukup panjang, dikenal dengan nama Canton Straat. Di jalan ini saban malam kios-kios akan beroperasi di sepanjang bagian tengah jalan, hingga para pelaku “shopping” dapat melampiaskan keinginan mereka dari kedua sisi jalan. Seingat penulis lampu listrik terang benderang mewarnai Jalan Canton in di malam hari, yang selalu ramai dikunjungi para pelaku “shopping”. Namun dengan munculnya plaza dan lain sejenisnya, maka kita harus mengucapkan “selamat lenyap” pada sarana-sarana “shopping”seperti Canton Straat, meski Gubernur Anies dan wakilnya, Sandiaga, nampaknya ingin mewujudkan kembali apa yang pernah dipelopori dan dirintis oleh kota Medan. Bak kata kami orang Medan: “Jangan macam-macam kau ya! Ini Medan Bung!” Sarana untuk ber-“shopping” yang bernama plaza itu, termasuk tentunya Chadstone Shopping Centre, yang sakin luasnya, membuat banyak orang, bukan saja yang dari luar kota melainkan juga “wong Melbourne” sendiri tidak hafal di mana toko X tau toko Y berada, hingga banyak yang kemudian menggunakan GPS yang ada dalam hp mereka. Seolah tidak lagi berlaku nasihat “malu bertanya sesat di jalan”, meski bagian informasi terdapat di berbagai tempat strategis di plaza-plaza seperti Chadstone. Mungking mereka-mereka itu tidak mau termakan dan kemudian berhutang budi pada petugas informasi. Wallahu a’lam.#

Nuim Khaiyath Writer



Untuk Apa Belajar Bahasa Kedua? Atau Ketiga?


engapa kita belajar suatu bahasa yang bukan bahasa ibu kita, bermacam-macam sebabnya. Kalau kita hidup berdekatan dengan kelompok pembicara bahasa lain, tentu sebab yang paling mendasar ialah, agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain. Di negara-negara Eropa, terutama yang rakyatnya terdiri dari berbagai kelompok bahasa, mempelajari bahasa kelompok tetangga bukan sesuatu yang luar biasa. Di negara Swiss umpamanya, anak-anak sekolah lancar berbicara dalam duatiga bahasa tanpa ribut-ribut atau merasa bahwa mereka istimewa. Situasinya berbeda di Australia. Bahasa Inggris adalah bahasa komunikasi dalam semua lapangan, sehingga orang dapat melewati masa hidupnya dengan lancar tanpa harus mengucapkan satu katapun dalam bahasa lain. Namun karena masyarakat Australia makin sadar akan kehadiran multibudaya di tengah mereka, orangpun terdorong untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh kelompok atau individu tertentu di tengah masyarakat luas. Lalu, kalau kita lebih fokus lagi, mengapa ada warga Australia yang ingin belajar bahasa Indonesia? Bukankah pada umumnya orang Indonesia yang berada di Australia bisa berbahasa Inggris? Dalam tulisan ini saya ingin memberikan ulasan ‘sapu’, alias bukan yang rinci akademis, tapi luas bagai sapuan cat besar pada sebuah pigura. Pada penghujung tahun 1950an bahasa Indonesia mulai menjadi perhatian para elite penguasa, terutama yang bekerja dalam hubungan luar negeri. Ini karena Indonesia, yang belum lama merdeka waktu itu, mulai ‘menggeliat’ dalam arena politik dunia. Jadi dirasakan adanya kebutuhan untuk mengenal tetangga di sebelah utara ini lebih baik. Bahasa Indonesiapun mulai diajarkan, secara terbatas, di universitasuniversitas utama di Australia. Namun kendati itu tujuan resminya, yang terjadi agak lebih luas dan dalam. Ternyata beberapa dari individu yang belajar bahasa Indonesia, jatuh suka, bahkan jatuh cinta, dengan negara dan budaya yang mereka pelajari. Namun jumlah mereka sangat kecil. Waktu bahasa Indonesia mulai diajarkan di sekolah-sekolah menengah menjelang akhir 1960an, karena masih merupakan pilihan antara bahasa Indonesia dan bahasa Prancis, sekali lagi jumlah siswa yang memilihnya terbatas, karena ide ini masih baru. Yang mendorong anak-anak mereka memilih bahasa Indonesia terbatas pada orangtua yang sedikit-banyak progresif, yang sanggup melihat bahwa ke depannya, Australia akan lebih banyak berinteraksi dengan negara-negara di kawasan ketimbang negara-negara Eropa. Sementara itu para siswa yang menekuni bahasa Indonesia sampai tuntas sekolah menengahnya, kebanyakan muda-mudi yang memang menyukai bahasa baru karena merasa ini membuka cakrawala wawasannya. Mereka juga sadar bahwa bahasa dan budaya yang mereka pelajari akan membuka pintu buat melangkah ke alam dan budaya negara tetangga mereka. Karena jaraknya dekat, jadi sangat terjangkau dalam artian materi juga. Ini adalah bonus bagi mereka.


Mereka adalah generasi yang memisahkan diri dari generasi orangtua mereka yang datang ke negara-negara non-Eropa dan non-Inggris dengan postur melangkah ke tanah eksotis. Berbeda dari orangtua mereka yang tidak merasa perlu berkomunikasi sejajar dengan para warga dari negara eksotis yang mereka kunjungi, muda-mudi ini malah ingin bergaul dan mempelajari cara hidup negara tetangganya ini. Bahasa Indonesia yang mereka kuasaipun berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan orangtua mereka, yang gayanya formal dan ‘benar’. Mereka trampil dalam bahasa informal, yang digunakan dalam pergaulan antar-teman. Pada awal tahun 1970an bahasa Indonesia kian banyak dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah menengah, namun isu dengan Timor Timur (kini negara Timor Leste atau Timor Loro Sae) yang pecah pada 1975, sempat berdampak negatif terhadap laju pengajaran ini. Pengajaran bahasa Indonesiapun surut, dengan anjloknya minat untuk mempelajarinya. Pada penghujung 1970an dan sepanjang 1980an hubungan bisnis disertai kegiatan diplomatik dengan Indonesia turut berperan menyelamatkan pengajaran bahasa Indonesia dari aksi terjun bebas. Para muda-mudi mulai melihat peluang kerja bagi yang menguasai bahasa ini. Kendati terbatas, namun minat mulai menguat lagi. Sejak itu meskipun hubungan Australia dengan Indonesia mengalami kejutan-kejutan di sana sini, minat belajar bahasa Indonesia boleh dikatakan stabil, karena hubungan persahabatan antar-rakyat terus bertambah setidaknya dalam sisi volume. Makin dominannya media sosial memudahkan berita bolak-balik antar-negara dan antarbudaya, sehingga minat yang kadang-kadang sudah mulai layu sempat tergugah lagi, tergugah lagi. Pendorong lain untuk mempelajari bahasa Indonesia di kalangan warga Australia ialah bertambah banyaknya orang Indonesia yang datang ke Australia untuk belajar, bekerja maupun berbisnis. Ini berarti lebih banyaknya warga Australia yang kenal dan berteman dengan orang Indonesia. Dan komunitas Indonesia yang di Australia giat mengadakan pagelaran-pagelaran yang mempunyai daya tarik global, sehingga banyak warga Australia yang penasaran ingin memperdalam pengetahuan mereka tentang Indonesia. Langkah pertama tentunya, belajar bahasa Indonesia. Memang jelas, masih ada orang Australia yang masih terperangkap dalam pemikiran abad lalu yang bermoto, ‘lebih baik mencari tahu apa yang dirancang tetangga sebelah, kalau-kalau membahayakan kita’. Survei-survei yang terbit juga menunjuk ke arah itu, namun kalau kita terus menunjukkan keterbukaan kita dan keinginan untuk menjangkau masyarakat luas, akan kian banyak yang ingin belajar bahasa Indonesia karena ingin mengenal kita lebih baik. Dan itu baik, bukan?

Penulis : Dewi Anggraeni


Pengguna dapat memilih untuk fungsi tunggal, atau memilih semua lima fungsi yang ada. Beberapa fitur aplikasi ini antara lain: - Pencatatan timesheets harian dan mingguan; - Tarif per-orang dan per-kategori - Konfigurasi pajak yang fleksibel; - Pelacakan biaya

MEREKAM BIAYA Pada artikel ini kita akan membahas mengenai beberapa contoh aplikasi perekam biaya yang dapat memudahkan pencatatan biaya yang terjadi, sehingga diharapkan semua transaksi pembelian yang dilakukan dapat tercatat dengan akurat dan efisien. Dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, sebaiknya pada saat anda berpergian pastikan menggunakan aplikasi perekam dan pelacakan biaya, sehingga semua biaya yang terjadi pada hari itu nantinya dapat dipastikan terekam dipembukuan anda. Khususnya untuk bisnis skala kecil dan menengah, dimana transaksi pembelian dilakukan langsung ditempat supplier dan mereka akan menerbitkan bukti pembayaran (tax invoice/ receipts), sehingga terdapat kemungkinan invoice tersebut tidak tercatat pada pembukuan anda. Sering terjadi tiba-tiba suatu hari anda menemukan beberapa receipts pada saku mantel anda, ataupun pada tempat-tempat lainnya dirumah ataupun kantor anda, hal ini dikarenakan anda lupa untuk mencatat dan menyimpan receipts tersebut. Sangat disayangkan karena biayabiaya tersebut terlewatkan dan tidak tercatat dalam pembukuan anda, yang mana sebenarnya dapat diklaim sebagai pengurang penghasilan kena pajak. Sampai saat ini masih banyak bisnis skala kecil yang masih menggunakan spreadsheet untuk mencatat atau merekam semua biaya, yang pada akhirnya meninggalkan ruang untuk terjadinya kesalahan (error). Berikut ini merupakan lima contoh aplikasi perekam biaya yang efektif dan efisien : 1. Expensify Expensify memudahkan untuk merekam receipts, biaya perjalanan yang berhubungan dengan bisnis, dan lain sebagainya.

3. Receipt Bank Dengan Receipt Bank, anda cukup mengambil foto receipt/invoice dan mengirimkannya untuk diproses, selanjutnya aplikasi ini secara otomatis akan merekam semua data yang relevan seperti : nama suplier, jumlah total, metode pembayaran, dan tanggal. Receipt Bank juga terintegrasi dengan accounting software seperti Xero, QuickBooks, Sage 50, FreeAgent, dan KashFlow. Receipt Bank telah menerima banyak pujian, dan merupakan Xero’s 2015 ‘Add-on of the Year’ award (UK winner). 4. Shoeboxed Sama halnya seperti Receipt Bank, Shoeboxed memungkinkan Anda untuk mengambil foto atas receipts, dan kemudian aplikasi ini akan mengekstrak informasi yang penting untuk Anda. Aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk membuat laporan biaya diponsel dalam hitungan detik dengan menggunakan foto yang tersimpan. Fitur lain yang penting adalah fitur pencarian, memfasilitasi export data atas biaya ke QuickBooks, Wave Accounting, Excel, Outright, dan Xero. 5. iClaimIt iClaimIt merupakan aplikasi yang sederhana, mudah digunakan serta dirancang untuk membantu “pejuang jalanan” mencatat jarak tempuh perjalanan mereka lebih mudah dan akurat. Ketika bepergian naik mobil dengan iClaimIt, cukup mengklik tombol untuk merekam jarak tempuh anda, selanjutnya data atas biaya dan jarak tempuh akan diemail dalam bentuk file CSV. Setelah kita membahas beberapa contoh aplikasi perekam biaya diatas, maka diharapkan dengan menggunakan salah satu aplikasi tersebut, nantinya dapat membantu anda untuk merekam semua receipts atau bukti pembelian untuk bisnis, sehingga pada saat pelaporan pajak tiba, dapat membantu anda untuk mengklaim semua biaya secara maksimal. The Materials are provided for general information purposes only and are not intended as professional advice and should not be substituted for, or replace, such professional advice.

Kelebihan fitur dari aplikasi ini diantaranya meliputi: - Teknologi SmartScan yang dapat “membaca” receipts dan secara otomatis mencatatnya sebagai biaya. - GPS mileage tracking, secara otomatis menghitung jarak tempuh atas perjalanan bisnis -Import data atas bank dan kartu kredit (aplikasi dapat secara otomatis menarik semua transaksi bisnis anda ke akun Expensify). Fitur SmartScan Expensify juga memungkinkan 10 scan gratis per bulan. 2. Avaza Merupakan perusahaan software dari Australia, dan barubaru ini mengumumkan aplikasi terbaru 5 in one functionality, yang mana menggabungkan project management, kolaborasi, pelacakan waktu, biaya, dan pengaturan invoice.

E P 03 9689 8895 M 0434 378 718 A 17/31 Queen Street Melbourne, VIC 3000 ( With Appointment Only)



Indonesia Culinary Association untuk Promosi Kuliner Nusantara “Indonesian Culinary Association in Victoria” diresmikan di Melbourne pada tanggal 23 Januari di Konsul Jenderal Republik Indonesia Victoria. Acara yang cukup padat pengunjung ini berlangsung cukup panjang dan dihadiri oleh 150 orang dari berbagai kalangan – mulai dari pengusaha kuliner, chef profesional, media, serta tokoh masyarakat Indonesia di Melbourne. Acara peresmian ini merupakan tindaklanjut dari hasil pertemuan KJRI Melbourne dengan berrbagai stakeholders kuliner Indonesia yang dilaksanakan pada Desember 2016. Salah satu keputusan pentingnya adalah pembentukan suatu wadah asosiasi pebisnis dan professional chefs Indonesia yang ditujukan untuk beberapa termasuk memajukan bisnis kuliner Indonesia di Victoria (saat ini terdapat 40 restoran), mendorong penyerapan tenaga kerja profesional kuliner Indonesia, dan sebagai mitra pemerintah untuk bekerjasama dalam mendorong promosi Indonesia di Victoria. Dalam sambutan peresmian, Zaenal Arifin menyampaikan bahwa ICAV diharapkan dapat mewujudkan tujuan-tujuan tersebut. Lebih lagi, seluruh anggota ICAV juga diharap dapat terus menyebarkan kenikmatan kuliner Indonesia di Victoria. Zaenal juga menyampaikan bahwa semua anggota asosiasi haruslah menjadi duta bagi kuliner Indonesia di Australia. “Selain seluruh anggota asosiasi, tiap pengurus juga haruslah memiliki prinsip teguh untuk mencapai tujuan-tujuan dari asosiasi ini, merangkul mereka yang belum menjadi anggota ICAV, dan menarik entrepreneur baru,” ujarnya. Selain menandatangani memorandum pendirian, Zaenal Arifin juga melantik ketua pertama ICAV periode 2018 - 2020, Razak Baswedan. Pria yang telah lama menetap di Melbourne ini sudah



memberikan banyak kontribusi dalam mempromosikan kuliner nusantara melalui bisnis kuliner Indonesia yang dijalaninya. Dalam pidatonya sebagai Ketua Asosiasi, Razak Baswedan menyampaikan harapan besar seluruh stakeholders, baik kalangan bisnis, professional maupun pemerintah untuk turut bekerjasama dalam memperkuat promosi kuliner Indonesia, serta meningkatkan penetrasi pasar melalui bisnis kuliner yang dimaksud. Dalam sambutan penutup, Zaenal Arifin menyampaikan terima kasih kepada Razak Baswenan sebagai Ketua Terpilih, beserta rekan-rekan pengurus, serta seluruh anggota/pengusaha bisnis kuliner atas kesediaan menyumbangkan waktu dan pikiran untuk kemajuan kuliner Indonesia di Victoria. Malam itu juga diadakan perpisahan bagi Banga Mangalewa sebagai Konsul Muda Ekonomi KJRI Melbourne yang akan kembali ke Indonesia. Peresmian ICAV ini pun menjadi agenda terakhir bagi Banga setelah 3 tahun bertugas di negeri kangguru ini. Ketika diwawancara, Banga mengungkapkan harapannya supaya bisnis kuliner Indonesia di Victoria semakin berkembang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. “Jumlah kita sudah 40 namun dibandingkan masih kalah jumlah dibandingkan dengan restoran lain seperti Malaysia atau Thailand. Selain itu masih belum cukup variatif, kita juga belum punya fine dining. Mudah-mudahan ke depannya akan ada peningkatan,� pungkasnya. Teks: Syafira Amadea Foto : Windu Kuntoro



Sir Zelman Cowen School of Music / Music Archive of Monash University (MAMU) present

A One-Day Event in Three Parts: Symposium / Exhibition / Performance Symposium: Bundengan Connections: Interdisciplinary Insights around a Rare Javanese Musical Instrument Exhibition: A Duck-herd’s Zither on Java’s Dieng Plateau and Other Rare Indonesian Musical Instruments Performances and Films: New and traditional music and dance, animation and short films from Wonosobo in Dieng, home of the Bundengan. This one-day international symposium, exhibition, and concert of music, dance, animation and short films will explore the unique characteristics of the little-known culture of the Dieng Plateau in Central Java, Indonesia. A team of expert musicians, instrument makers and scholars from Wonosobo will join some Australian and American ethnomusicologists and Indonesian engineers to tell stories and present papers on the socio-historical, functional, acoustic, timbral, dynamic, organological and ergological aspects of the instrument. There will also be live and recorded performances of the music, associated dances, short films, and discussions on the development of bundengan music by contemporary composers and choreographers. Register online to get your ticket for the Symposium etc inc. free lunch and morning and afternoon teas for only $22.   For more information please check  h t t p : / / a r t s o n l i n e .m o n a s h .e d u / e v e n t s / e v e n t s / m a k i n g connections- with-the-music- of-javas- dieng-plateau.


Advertise Here!

Melbourne contact - Lydia mobile - 0430 933 778

Brisbane contact - Aland mobile - 0403 730 858

Canberra contact - Bintang mobile - 0431 563 249



Dewi Anggraeni Rilis Karya Fiksi “My Pain My Country” pula yang mengalami pelecehan seksual, serta berbagai kejadian traumatik lainnya. Kejadian ini mengakibatkan banyak korban yang harus pergi ke psikiater atau dokter untuk menyembuhkan pedihnya. “Ada banyak hal ganjil yang ditemukan dari kejadian itu – seperti aparat keamanan tidak ada, dan banyak dokumen yang bisa menjadi eviden nyata namun kemudian menghilang. Baru dua tahun kemudian korban-korban itu angkat bicara untuk haknya,” ungkap Dewi menggebu-gebu sore itu. Karena cerita fiksi harus ditulis secara mendetail supaya mampu menggambarkan kejadian nyata, dalam menulisnya, Dewi mengaku kerap harus berhenti sejenak menitikkan air mata tiap kali ia menuliskan adegan yang sangat memilukan. “Di tragedy 1998 ini, saya tidak mau hanya sekedar menyajikan fakta lewat non-fiksi, tetapi mengklarifikasi segala prasangka lewat tulisan yang lebih emosional,” ungkapnya. Buku ini juga sengaja ditulis dalam Bahasa Inggris agar dapat dinikmati juga oleh pembaca mancanegara. Miris, sampai kini Indonesia memang masih terancam dengan permasalahan politik yang sama. Semoga saja tidak perlu lagi ada kejadian yang menimbulkan trauma.


enulis Dewi Anggraini yang sudah lama aktif di kolom Bahasa OZIP baru saja merilis novel terbarunya yang berjudul “My Pain My Country” di akhir bulan November 2017 lalu. Acara launching berlangsung di kediaman Dewi, sebuah rumah klasik bergaya Victoria yang terletak di area St Kilda. Diawali dengan narasi singkat oleh Dewi Anggraeni dan sesi diskusi yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam, forum ini cukup efisien membahas tuntas segala inti permasalahan yang terkandung dalam cerita buku tersebut yang lagi-lagi berkisar pada politik identitas. Novel fiksi setebal 276 halaman ini mengungkap tragedi protes anti-pemerintah tahun 1998 dalam Bahasa Inggris. Dikisahkannya cerita tentang Nina, wanita Indonesia berdarah cina yang sekedar ingin turut serta menolong temannya dalam gerakan protes tersebut, namun niat baik berakhir dengan penyerangan keji terhadap dirinya. Menurut Dewi, kebanyakan orang cina memang terdiskriminasi di kala itu karena dianggap mengancam kaum muslim, terutama wanita. Ada yang dibunuh, banyak


“Kita harus tetap open minded, jangan cepat membentuk stereotipikal dan jangan berprasangka. Semua ada sejarahnya dan banyak kisah dari sejarah yang juga tak terungkap dan penting untuk diselidiki terlebih dahulu,” ungkap beliau bijak. Teks: Syafira Amadea






GARUDA INDONESIA A Lev 1, 30 Collins St, Melb VIC 3000 T 1300 365 330 F 1300 365 364

SEA Accountant Registered Tax Agent & Public Accountant A 17/31 Queen Street, Melbourne, VIC 3000 T 03 9689 8895 M 0434 378 718 E

IKAWIRIA INC (IKATAN WARGA INDONESIA DI VICTORIA) PO BOX 479, Glen Waverley, VIC 3150 T 9803 8388 F 9802 6996

WARUNG GUDEG 276 Clayton Rd, Clayton VIC 3168 (03) 9558 6409

AR HOMELOANS 2 EDINBURGH ST, CLAYTON VIC 3168 T +613 8510 9847 M 0450 420 908 and 0401 255 655 F +613 9478 0195


EXTRAGREEN City Head Office / T 9623 9900 A 260 Swanston St, Melb VIC 3000 Glen Waverley / T 9561 0311 A Shop 3, 53 Kingsway, Glen Waverley VIC 3150 Box Hill / T 9899 2788 A 537 Station St Box Hill 3128 W E EXTRA TRAVEL 4 Ashburn Grove Ashburton VIC 3147 T 9885 0008 E W

BEAUTY SALON CANTIQUE SKIN & BEAUTY CLINIC A172 Harcrest Blvd Wantirna South 3152 T 9755 6846 M 0413 770 929 CHURCHES/FELLOWSHIPS KOOYONG: Gereja Indonesia Anglican 466 Glenferrie Road Kooyong 3122 Church Service & Sunday School : hari Minggu jam 12 siang Reverend Kuncoro Rusman ph: 0408570967 e: END-TIME CHURCH OF CHRIST A Cnr. Willesdan Rd & Warrigal Rd, Oakleigh VIC 3166 M 0402 124 037 Emmanuel Baptist Church Kebaktian Minggu: 10.30 am - 12.30 pm 524-530 Elizabeth St., Melbourne Sony: 0425840823 Elvi: 0413557202 4:00pm - 5:30pm : 2 Lum Road, Wheelers Hill Pdt. Victor Liu: 0416621226 ENSAMPLE CHURCH - GEREJA KELUARGA KRISTEN INDONESIA Sunday Service & Sunday School 11am 224 Danks St Albert Park Vic 3206 Contact Ruth +61468392337 GEREJA BETHANY INTERNATIONAL A 29-37 Ballantyne Street, South Melbourne T 03 9699 9077 W GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA 552 City Road, South Melbourne-VIC 3205 Sunday Service: 10am (Interpreter provided) English Service: 4pm (starts: March 5, 2017) Sunday School: 10am Persekutuan Doa: Rabu 7pm Persekutuan Pemuda: Sabtu 2pm Persekutuan Dewasa Muda: Week1&3 4.30PM Pdt. Budy Setiawan, M.Div 0433 944 584 INDONESIAN CHRISTIAN CHURCH (ICC) Kebaktian pagi Bahasa Indonesia: Minggu, Werner Brodback Hall 156 Collin St, VIC 3000 M 0402 310 402 W INDONESIAN PRAISE CENTRE (IPC) A 514 Dandenong Rd, Caulfield North 3161 Melway Ref 59B10 Pendeta: Rev Agus Budiman M 0405 757 580 W KELUARGA KATOLIK INDONESIA Gereja St. Joseph Setiap minggu kedua 11.00am A 95 Strokes St, Port Melb, VIC 3207 Gereja St. Pascal Setiap minggu keempat 11.00am A 98-100 Albion Rd, Box Hill 3128 M 0405 282 261 (Heru) Melbourne Praise Centre 1536 Malvern Road Glen Iris VIC 3146 PLACE OF JOY (POJ) Sunday 11.00am Victoria University Conference Room Lv 12 A 300 Flinders St, Melb, VIC 3000 M 0431 155 886 (Pastor Yuwandi) W REPLIQUE INDONESIAN CHURCH Indonesian Campus Ministries Basement, 58 Franklin St, Melbourne VIC 3000 Kebaktian Minggu: 10.30 pagi Fellowship Jumat: 6.00 sore SIDANG BAPTIS INDONESIA (Indonesian Baptist Congregation) Sunday Service : 4.30pm A 517 Whitehorse Rd, Surrey Hills VIC 3127 W E EDUCATION AGENT NEXT LINK Level 3, Suite 312/343 Little Collins Street Melbourne VIC 3000 Australia T 03 9077 6622 E


COMMUNITY NETWORK T 9679 9672 F 9679 9684 M 0405 282 261 E YC FINANCES T 9830 8010 F 9830 8381 W E FREIGHT ALLTRANS INDO CARGO A 19 Cresswell Avenue, Williams Landing, VIC 3027 M 0401 586 721 / 0408 334 418 (Indria) P/F (03) 8360 9848 W E UNIAIR CARGO AUSTRALIA - MELBOURNE A Unit 6 / 25 Osarry St, Mascot, NSW 2020 M 0402 689 100 (Inge) W E

KEDUTAAN BESAR RI UTK AUSTRALIA A 8 Darwin Avenue, Yarralumia, ACT 2600 T 02 6250 8600 W KONSULAT JENDERAL RI UNTUK VICTORIA & TASMANIA A 72 Queens Road, Melbourne, VIC 3004 T 03 9525 2755 W KONSULAT JENDERAL RI UNTUK NSW A 236-238 Maroubra Rd, Maroubra, NSW 2035 T 02 9344 9933 W MIGRATION AGENTS SOLA GRACIA MIGRATION A Level 24, 570 Bourke Street, Melbourne VIC 3000 A 12 Vineyard Road, Wantirna South VIC 3152 T 03 8658 5966 / 8658 5968 M 0423 093 668 E

BAMBOE Cafe & Restaurant 643 Warrigal Rd, Chadstone (03) 9568 5311 / (03) 9568 5377

PERWIRA INC. (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria Inc) PO BOX 71, Nunawading 3131 T 9701 5238 W E

Shalom Indo Restaurant 474 Little Lonsdale St. Melbourne VIC 3000 Ph 9600 0802 Thaiger Rabbit 391 Victoria St. Abbotsford, VIC 3067 (03) 9077 5891


Pondok Bamboe Kuning 354 Clayton Road, Clayton, VIC 3168 (03) 9544 2466

PENTA PROPERTIES A Level 3 / 480 Collins Street, Melbourne, VIC 3000 P 03 8610 6952 E W CASA REAL ESTATE A Suite 15 A&C, Ground Floor 566 St.Kilda Rd, Melb VIC 3004 M 0422 234 725 (Mario Setiawan) M 0423 801 300 (Ferdi Setiawan) W iPROPERTY Gus Koesasih A Suite 307/227 Colliins St., Melbourne VIC 3000 T 9639 9280 M 0430 888 838 LOCKSMITHS


KILLINEY KOPI TIAM 114 Lgon St., Carlton (03) 9650 9980

JULIUS LOCKSMITH AND HANDYMAN 24 hours service, MLAA member Free quote, Lock out T 9530 9326 M 0407 543 798 (Julius) TRANSLATORS DR. RON WITTON (Indonesia-Inggris) A: 22 Moore St, Austinmer, NSW 2515 M: 0409399 752 E: Web: EXPRESS TRANSLATION - SEHARI JADI Ratri Kumudawati - NAATI accreditation Level 3 1 Ironbank Grove Bella Vista (Sydney) NSW 2153 M 0414 957 181 E:

Nelayan Indonesian Restaurant 265 Swanston St, Melbourne VIC 3000 (03) 9663 5886 768 Glenferrie Rd, Hawthorn, VIC 3122 (03) 9819 3115 Sateplus 87 Peel Street, West Melbourne, VIC 3003 (03) 90770900 Chokolait Shop 342 - Level 3, Emporium 287 Lonsdale Street, Melbourne, VIC 3000 (03) 9662 4235 West Wok Shop 11, Campbellfield Plaza 1434 Sydney Road, Campbellfield 3061 (03) 9359 2619 DENTIST Dr. Salim Sjaifuddin 1122 Burke Rd, Balwyn North VIC 3104 T 9859 3533 W E The Dental Suites Dr Donny Mandrawa Balwyn, ph 98579966 Point Cook, ph: 9395 8388 Grey Street Dentist Casa Milano Building, 20 Grey Street, St Kilda, Melbourne T (03) 9534 4017 E Q1 DENTAL St. Kilda Rd Towers, Level 1, suite 137 1 Queens Rd, Melbourne VIC 3004 T 9078 1955

YNJ MIGRATION CONSULTANT Suite 905, Level 9, 227 Collins Street Melbourne Victoria 3000 T 9650 0895 M 0430 588 899 E MIGRASI AUSTRALIA G10A/838 Collins Street Melbourne VIC 3008 T 0430 882 324 E JKN MIGRATION CONSULTANT Level 3, Suite 312/343 Little Collins Street Melbourne VIC 3000 Australia T 03 9008 9696 M 0404 284 500 E MOSQUE A 660 Sydney Rd, Brunswick 3056 Melway Ref:29H6 T 9386 8423 A 19 Michael St, Brunswick 3056 Melway Ref: 29G9 T 9387 8783 / 9387 1700 A 31 Nicholson St, Coburg 3058 Melway Ref: 29K4 T 9386 5324 M 0438 194 640 A 201 Sayers Rd, Truganina 3030 Melway Ref: 203C7 T 9369 6010 A 320-324 Huntingdale Rd, Huntingdale 3167 Melway Ref: 69J10-J11 T 9543 8037 M 0409 313 786 A Hudson Circuit, Meadow Heights 3048 Melway Ref: 179H12 A 66-68 Jeffcott St, West Melb 3003 Melway Ref: 2EK2 43E7 T 9328 2067 / 9328 2382



Travis COOK

DATE OF BIRTH: 5 August 1971 HEIGHT: 170cm BUILD: Medium EYES: Brown HAIR: Brown COMPLEXION: Fair

Travis COOK failed to appear at the Frankston Magistrates’ Court between December 2016 and June 2017 for several alleged drug offences and possessing a controlled weapon. Four warrants have been issued for the arrest of the 46-year- old. COOK is known to frequent the Frankston and Seaford areas. (Reference number: WTD1325) If you know something, say something. Report confidentially online at www. or call Crime Stoppers on 1800 333 000.

Police are searching for a man who allegedly stole a bike at Cranbourne Railway Station on Wednesday, 4 October 2017. At around 1:30pm a man removed a blue coloured ‘Giant’ mountain bike from the bike rack located on platform 1 and left with it. Police have released a CCTV image of a man whom they believe may be able to assist in their inquiries. The man is perceived to be Mediterranean in appearance with a skinny build and black, short straight hair. He was wearing a grey coloured ‘Adidas’ t-shirt, dark coloured shorts, white socks and black runners. If you know something, say something. Report information confidentially to Crime Stoppers Victoria on 1800 333 000 or report online at (Reference number: CSV2571)

A 90 Cramer St, Preston 3072 Melway Re: 18D12 T 9470 5936 / 9470 2424 CAR MAINTENANCE Victory Automotive Unit 23, 14-26 Audsley street, Clayton south (03) 8555 9667



I SAID NEON Gamelan DanAnda pada Mapping Melbourne 2017 Budaya Indonesia menjadi salah satu daya tarik pada Mapping Melbourne 2017, ajang tahunan untuk merayakan keberagaman budaya dengan identitas Asia di Australia dan juga untuk mempromosikan koneksi kreatif global yang positif yang diselenggarakan oleh Multicutlural Arts Victoria. Gamelan DanAnanda, komunitas musik tradisional Bali yang berbasis di Melbourne, unjuk penampilan dengan mengusung tema I SAID NEON dan menyajikan beragam workshop seperti tari Kecak, vocal percussion dan chant workshop, hands-on gamelan Bali workshop, serta konser musik oleh komposer dari beragam latar belakang yang terinspirasi dari musik tradisional Indonesia. Bertempat di Meat Market, North Melbourne pada tanggal 3 Desember lalu, workshop interaktif bersama Gamelan DanAnda ini ramai dipadati pengunjung yang tertarik dengan budaya khas Bali. Dipandu oleh Pande Mardiana


dan Jeremy Dullard, para pengunjung diajak untuk mencoba langsung menari Kecak dan memainkan gamelan. Setelah workshop selesai, acara I SAID NEON dilanjutkan dengan penampilan aransemen musik oleh beberapa seniman seperti Bianca Gannon, Jeremy Dullard, Adam King, Adam Simmons, Mitchell Mollison, Ron Reeves, Kitty Xiao, Jonathan Griffiths, dan John Cheong-Holdaway. Mereka sudah lama terjun di dunia musik tradisional dan mendalami budaya Indonesia melalui instrumen musik. Para penonton sangat antusias menikmati inovasi dan modifikasi musik yang mereka mainkan, misalnya kolaborasi antara musik jazz dan alunan gamelan Bali. Di tahun kelima ini, rangkaian acara Mapping Melbourne berlangsung dari 30 November sampai 17 Desember di 14 venue yang tersebar di kawasan pusat bisnis (CBD) Melbourne. Selain dari Indonesia, festival multibudaya ini juga dimeriahkan dengan berbagai karya seni budaya dari Australia, China, Japan, India, Korea, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Sri Lanka. Text: Evelynd Foto: Windu Kuntoro




Alkisah, suatu hari, di sebuah perguruan di puncak bukit, seorang murid yang telah menyelesaikan pelajaran hendak turun gunung mempraktikkan ilmunya di tengah masyarakat. Saat pamit ke gurunya yang terkenal bijaksana, si murid pun meminta wejangan terakhir dari Sang Guru. “Guru. Izinkan muridmu berpamitan. Sebelum pergi, saya siap menerima wejangan terakhir dari guru, bagaimana caranya agar muridmu ini bisa sukses dan kelak berguna bagi banyak orang.” mohon si murid dengan hormat. Sambil tersenyum sang Guru menjawab, “Baiklah. Guru akan menurunkan sebuah mantra sakti agar kamu kelak menjadi sukses. Hapalkan mantra ini: ‘Walbadando Maruskar Silti Lubi.” Si murid pun langsung menghapalnya dengan cepat. “Tapi ada 3 syarat yang harus kamu penuhi agar mantra ini menjadi nyata yaitu: 1.) Kamu mau bekerja keras, di mana pun dan kapan pun 2.) Tidak boleh mengeluh dalam menghadapai rintangan apa pun 3.) Kamu harus banyak berbuat baik. Jika semua syarat itu bisa kamu laksanakan, maka mantra ini akan mengubah hidupmu “Sekarang pergilah. Sudah cukup ilmu yang kuberikan padamu,” tambah sang Guru. Si murid pun pergi dengan hati senang. Sembari menempuh perjalanan, ia terus menghapal mantra dan berharap keajaiban segera datang dan membuatnya mencapai impian. Waktu demi waktu pun berlalu. Namun, sebanyak apa pun si murid merapal mantra tersebut, tidak ada hal apa pun yang terjadi. Meski agak kesal, ia ingat juga pesan gurunya, bahwa mantra itu hanya akan bekerja jika ia memenuhi ketiga syarat yang diberikan sebelumnya. Maka, si murid pun memilih untuk berkonsentrasi memenuhi ketiga syarat yang diberikan. z Ia bekerja keras di mana pun dan kapan pun. Sehingga di kemudian hari, banyak orang yang menawarinya pekerjaan. Saat menghadapi kesulitan, ia pun mengingat syarat kedua dari gurunya, yakni tak boleh mengeluh. Selain itu, ia pun mencoba selalu berbuat baik kepada siapa saja.


Setelah sekian lama, pelan tapi pasti, sukses berada dalam genggamannya. Suatu waktu, ia kembali ke daerah dekat tempatnya dulu berguru dan melepas rindu dengan gurunya. Melihat kedatangan salah satu murid kesayangannya, guru itu pun lantas menyambutnya dengan hangat. “Bagaimana perjalananmu selama ini? Apakah kamu sudah mempratikkan semua ilmu yang kuberikan dulu, termasuk mantra sakti itu?” Tanya Sang Guru, penuh rasa ingin tahu. “Terima kasih Guru, aku sudah menjalankan semua pelajaranmu. Tapi mengenai mantra sakti, maaf guru, muridmu ini justru telah melupakannya,” jawab si murid tersipu. Sang Guru tersenyum bijak. “Muridku. Guru senang kamu telah mengerti bahwa mantra hanyalah sekadar kata-kata saja. Bukan penentu kesuksesanmu. Yang membuat sukses menjadi kenyataan adalah tiga syarat utamanya: Bekerja keras, pantang mengeluh, dan selalu berbuat baik.” Pembaca yang Bijaksana, Setiap manusia ingin sukses secara cepat. Karena itu, ketika ada orang atau program yang menawarkan sukses secara instan, banyak orang tertarik. Padahal sejatinya, tidak ada hasil yang diperoleh hanya dengan berpangku tangan. Harus melalui ketiga syarat yang disebutkan tadi yaitu kerja keras, pantang mengeluh dan banyak berbuat baik. Sedangkan mantra sakti Sang Guru, “Walbadando maruskar silti lubi!”, yaitu kependekan dari awali bekerja dengan doa dan mau terus berkarya, hasilnya pasti luar biasa! Mari terus bekerja, pantang mengeluh dan menyerah, terus berbuat baik, landasi dengan doa, maka pintu sukses akan selalu terbuka! Salam sukses Luar Biasa!

Andrie Wongso (Motivator) Foto ilustrasi: Pixabay


EDITORIAL ASSISTANT WANTED at OZIP!! An opportunity is available for a motivated and well-organised individual to work as our EDITORIAL ASSISTANT for the leading Indonesian community magazine in Melbourne. Key duties will include but not limited to: • Assist the editor in communicating regularly with contributors (Writers and Photographers) on their assignment and timely delivery • Manage the media partnerships: responds to external inquiries and coordinate with internal team about the proposals • Manage OZIP social media accounts • Communicate with Advertisers to ensure their advertising materials are delivered on time • Reporting and writing articles

Required Skills and Qualifications: • Well-organised, strong attention to detail and ability to prioritise and meet deadlines • Excellent verbal and written communications skills • Ability to work as part of team and autonomously • Experience and excellent understanding on managing social media platforms • Good writing skills • Experience in working as journalist or team member of media and communications industry is advantage

If you think you’ve got what it takes, send your application to: with subject: Editorial Assistant



Brunch in

Chic and Trendy Eatery in Leafy Glen Waverley Toast. Matcha French

Tropical Chia Pudding

Big Mojo


udaya brunch (singkatan dari breakfast and lunch) berawal dari Amerika Serikat di 120 tahun lalu, awalnya dilakukan oleh banyak keluarga sepulang dari gereja di hari Minggu. Menurut koran New York Times, budaya menyantap makanan di antara waktu sarapan dan makan siang ini menjadi sangat populer sejak tahun 1960an dan babhkan mulai merambah ke hari Sabtu juga. Sarapan telat ini menjadi trend gila-gilaan dalam beberapa dekade terakhir, terutama di berbagai kota besar dan kalangan hipster. Melbourne tak terkecuali. Di kota kita yang terkenal dengan budaya ngafe yang sangat kental ini, brunch is obviously big. Orang Melbourne sangat bangga dengan kualitas kopi dan kekayaan kulinernya, dua menu utama brunch di kota yang penuh warna ini. Variasi makanan dari berbagai etnis budaya penghuni Melbourne membawa lembaran menu kafe-kafe di Melbourne ke next level. Penyajiannya pun bisa sangat tidak biasa dan menciptakan kreativitas yang tiada batas. Bagi yang setia dengan menu klasik, roti bakar ala Perancis yang berlimpah sirup maple organic adalah pilihan yang tidak pernah mengecewakan. Beberapa edisi ke depan, OZIP akan menyajikan review restoran yang cocok untuk menikmati brunch bersama keluarga dan


Signature Croissant teman dekat Anda. Tak hanya di Melbourne, kami akan mencoba mengulas restoran di luar kota bagi mereka yang suka pelesir di akhir pekan untuk menikmati suasana alam yang berbeda. Untuk edisi pertama ini, kami akan menampilkan Resto White Mojo di area Kingsway di suburb Glen Waverly. Kafe-kafe baru terlihat bermunculan belakangan ini menambah semaraknya suasana kuliner di kawasan Southeastern Melbourne ini. Tampil menarik dengan dekor bernuansa modern, warna pastel mendominasi ruangan kafe dan memberi suasana nyaman. Kami pikir suasana di sini sangat cocok untuk brunch yang rileks dan audiensnya juga bervariasi dari segala usia. Teks dan foto: Lydia Johan

Macha Late



A Valentine’s Day Winner It was 1am on Sunday 31 December 2017, and while most people were fast asleep, I was wide awake. This was the morning of New Year’s Eve not the morning of New Year’s Day, you’re not supposed to be awake at 1am. Nevertheless, I was about to ask the love of my life an important question, and I was hoping that she would say, ‘Yes!’. I had already been up for a few hours rehearsing what I was about to say, how I knew we were meant to be together and how we complement each other. When she emerged from the bedroom, however, I’m not sure she heard any of that. She was, after all, severely sleep deprived. She did see the tea light candles laid out across our living room and heard the music I had put on in the background, and when I sheepishly asked: ‘Rachel, will you marry me?’ Her response was an emphatic, ‘Yes!’ We were both over the moon.

After this announcement, I told Rachel I had booked a hot air-balloon flight in the Yarra Valley. We had a quick breakfast and then headed off on the 1-hour drive from Melbourne’s southeast up to the Chateau Yering Hotel in the Yarra Valley. Here we met our pilots for the day (Mark, Zach and Harry) and the rest of the passengers on the hot-air balloon flight. As it was still dark outside, the pilots sent up a helium balloon to check whether it was too windy to fly on that particular day. Fortunately, it was a clear day and there were no issues with either the wind or passing clouds. We drove to the launch site, which was about 15 minutes from the hotel, where we set about assembling the hot-air balloon. Rachel and I were tasked with holding the balloon in position as it was literally filled with hot air from two burners. This was a

fairly laborious task and took over 10 minutes to complete. Finally, we had sufficient hot air in the balloon and with our fellow passengers we hopped in the balloon ready to fly away. Once in the air, the views of the Yarra Valley were breathtaking. We saw alpacas, horses, cows, houses, swimming pools, golf courses and stunning views of the entire Yarra Valley. In one direction, the sun was setting in a deep purple hue while on the other side the sun was rising a golden red. Being on top of the clouds was a truly surreal experience. This was the perfect way to celebrate our engagement and a place I would recommend to go with your loved ones. After all, Valentine’s Day is just around the corner! Tim Flicker



South Melbourne Night Market Night market alias pasar malam di Melbourne tidak hanya bisa ditemui di Queen Victoria Market saja lho! Salah satunya adalah yang OZIP sambangi Kamis malam: South Melbourne Night Market. Khusus dibuka setiap hari Kamis pukul 17.30 – 21.30, pasar malam ini hanya diadakan dari tanggal 4 Januari – 22 Februari 2018. Menariknya, ternyata tahun ini genap 10 tahun pasar ini digelar. South Melbourne market ini berlokasi di Cnr Coventry & Cecil Streets, South Melbourne VIC 3205. Sangat mudah dijangkau dengan menggunakan tram no 96, 12 atau 109 dan kemudian turun di Stop 127. Kalau datang dengan mobil malah bisa memanfaatkan fasilitas free parking yang berlokasi di rooftop. Beragam snack, makanan, es krim, cokelat, sampai dengan hiburan music tersedia di pasar ini. Putri Utaminingtyas



“Khusus dibuka setiap hari Kamis pukul 17.30 – 21.30, pasar malam ini hanya diadakan dari tanggal 4 Januari – 22 Februari 2018.”



Seri ke-25 Catatan Harian Wisata Indonesia

Komodo Dragons di Sunda Kecil Pembaca Ozip, Selamat Tahun Baru 2018! Mendengar kata Sunda, tentu ingatan kita melayang ke salah satu suku di pulau Jawa. Namun para ahli geografi sejak dulu menamakan gugusan pulau-pulau di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan sebutan “Sunda Kecil” atau “Flobamora”. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau eksotis, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, di bagian barat pulau Timor. Dalam manuskrip Dao Zhi yang mencatat sejarah Tiongkok, pulau-pulau di NTT sudah terkenal sejak tahun 1350 pada masa Dinasti Sung. Pada masa itu, harumnya aroma cendana dari Timor telah menjadikan para pedagang dari Tiongkok, Malaka, Gujarat, Jawa, Makasar, Spanyol, Britania, Portugis, Belanda dan berbagai penjuru bumi datang ke Sunda Kecil. Kini, cendana bukan lagi menjadi daya tarik utama NTT, namun dari sisi pariwisata yang tetap mengharumkan Indonesia di dunia internasional. 42

Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende Danau Kelimutu

Tenun Ikat Flores

Perjalanan wisata dari Jakarta ke NTT dimulai dari titik bandara Labuan Bajo, Flores. Kawasan ini sendiri memiliki banyak spot menarik, salah satunya warisan dunia versi UNESCO di Taman Nasional Komodo. Dengan panjang sekitar 3 meter dan berat 90 kg lebih, Komodo sangat dilindungi dan diidentikkan dengan hewan prasejarah yang masih hidup di zaman modern. Kawasan ini sendiri dikelilingi tiga pulau, Rinca, Padar dan Komodo dengan pemandangan spektakuler. Selain itu melihat Pink Beach dan snorkeling di spot Manta Point menjadi aktivitas yang mengasyikkan. Berpindah ke Ende adalah pusat wisata sejarah yang penting bagi Indonesia karena memiliki banyak kenangan dari peninggalan Bung Karno yang pernah diasingkan disini. Salah satu rumah tinggalnya yang berada di kelurahan Kotaraja kini dijadikan museum dan menjadi data tarik internasional karena disinilah Bung Karno melahirkan Pancasila untuk Indonesia. Hanya berjarak 30 km dari Ende, terdapat taman nasional Danau Kelimutu. Ini salah satu kawasan pegunungan yang memiliki keunikan dengan tiga danau berbeda warna di atas gunungnya, yakni danau merah (Tiwu Ata Polo), putih (Tiwu Ata Mbupu) dan biru (Tiwu Nuwa Muri Koo Fai). Tidak perlu stamina dan perjalanan kaki yang melelahkan, karena puncak gunungnya dapat dicapai dengan mudah. Di area parkir gunung Kelimutu dapat ditemui beberapa pedagang tenun ikat asli khas Flores serta kopi Flores dengan campuran rempah lokal yang wajib dicoba.

es Pulau Padar Flor


Kampung Megalitik Bena

Selain Komodo dan Danau Kelimutu, destinasi ikonik lainnya adalah desa kuno Wae Rebo yang berada di salah satu puncak gunung di Kabupaten Manggarai, serta Kampung Megalitik Bena di Kabupaten Ngada. Tentu tak cukup tenaga mengelilingi berbagai destinasi eksotis lainnya tanpa makan dulu. Seafood adalah kuliner andalan masyarakatnya. Ikan-ikan laut segar biasanya disajikan dengan cara dibakar maupun dimasak kuah asam pedas. Kuliner sehat khas lokal pun wajib dicoba, semisal Jagung titi (popcorn tradisional ala Flores), Muku Loto (sayuran berbahan dasar pisang), Rimpu Rampe (tumis bunga pepaya), Jagung Catemak (bubur jagung dengan labu dan kacang hijau), Jawada (tepung beras bersantan dengan gula merah yang digoreng), Manggulu (pisang kering dengan kacang tanah) yang dulunya dikenal menjadi favorit prajurit Belanda, dan Ubi Bakar/Rebus Nuabosi (sejenis ubi madu lokal) yang manis. Maknyus! Ayok ke Nusa Tenggara Timur, our Wonderful Indonesia.

Kuliner seafood Flores

Oleh: Rio S. Migang ( Foto: Istimewa (berbagai sumber) Kuliner Rumpu Rampe

From OZIP team...

Happy Chinese New Year 20 18



“NATAL DI DALAM HATI MANUSIA” (Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan, M.Div pada KKR Natal 2017 bertema Born is The King di GRII Melbourne)

Peristiwa yang kita baca dalam Injil Matius 2:1-3, 7-8, 13-16, 22-23 adalah sangat unik. Kisah orang Majus hanya dicatat di Injil Matius, mereka dikenal sebagai orang bijak, ahli perbintangan dari timur. Mereka mengetahui ada seorang raja yang spesial yang akan dilahirkan di sekitar Israel. Oleh sebab itu, secara logis mereka pergi ke Yerusalem, pusat kota Israel. Tetapi kita tahu, bahwa Yesus bukan dilahirkan di Yerusalem, namun di Bethlehem, kota kecil yang tidak penting. Mereka datang dan bertanya di manakah mesias, raja yang baru dilahirkan itu. Tentu pertanyaan itu adalah pertanyaan yang menggelisahkan bagi raja yang bertahta saat itu. Herodes yang berkuasa menjadi terkejut. Ketika ada seorang raja yang baru, maka pemimpin yang lama selalu menjadi gelisah. Sejarah mencatat raja Herodes adalah raja yang bengis dan sangat kejam. Dia membunuh orang-orang terdekat di dalam


istana bahkan keluarganya sendiri. Dia tidak segan-segan membinasakan orangorang yang mengancam kedudukannya sebagai raja. Karena itulah, saat dia mendengar bahwa Mesias akan dilahirkan di Bethlehem, dia menyampaikan pesan kepada orang-orang majus, “Pergi carilah anak itu, dan kalau sudah ditemukan, beritahu kepada saya, supaya saya bisa melihat dia.” Kita tahu setelah Herodes sadar bahwa dia telah diperdaya orang Majus yang ingin melindungi Anak tersebut, maka dia menjadi sangat marah dan membunuh semua anak-anak di Bethlehem yang berusia kurang dari 2 tahun. Kalau bukan karena kedaulatan Allah maka Bayi Yesus juga akan menjadi korban kejahatan genosida Herodes. Tetapi malaikat Tuhan berfirman kepada Yusuf supaya membawa Yesus dan ibu-Nya ke Mesir. Dari Mesir mereka pergi sebagai refugee ke Nazaret. Apa yang menjadi

berita yang ingin disampaikan Matius dalam Injil ini? Apa berita Natal ketika Yesus dilahirkan? KELICIKAN HERODES, KELICIKAN HATI MANUSIA. Hal yang pertama yang akan kita lihat adalah dosa manusia melalui kebencian dan kelicikan Herodes. Dari orang berdosa kita bisa melihat realitas kelam sejarah manusia, peristiwa pertumpahan darah, pengungsian akibat genosida maupun peperangan terus terjadi. Bila kita mengikuti apa yang terjadi di Indonesia, Myanmar, Mesir, Libya, Palestina, Suriah, dan banyak tempat lainnya di dunia, kita melihat ketidakadilan, kebencian, kejahatan, pertumpahan darah masih terjadi di dunia modern kini. Beberapa hari lalu, di Jakarta Pdt. Stephen Tong meminta beberapa orang maju ke mimbar untuk berdoa bagi perdamaian dunia dan negara Indonesia.


Salah satunya adalah ibu Veronika Tan, istri dari pak Ahok. Menariknya, setelah dia berdoa bagi kebaikan orang-orang lain yang memusuhinya, maka pak Tong mengajak semua orang untuk berdoa bagi ibu Vero dan suaminya pak Ahok yang masih di dalam penjara. Ketidakadilan terjadi di mana-mana. Kita juga baru saja mendengar ada ratusan orang mati karena bom di sebuah Mesjid di Mesir, oleh teroris yang mungkin juga samasama seagama dengan mereka. HATI MANUSIA SUMBER SEGALA KEJAHATAN Reaksi Herodes terhadap Kristus adalah gambaran saudara dan saya. Meskipun kita tidak membunuh seperti Herodes, tetapi sikap hati Herodes menggambarkan sikap hati manusia pada umumnya. Natur daripada manusia pada dasarnya tidak mau dikontrol oleh siapapun juga. Satu puisi yang diajarkan kepada anak-anak kecil yang berjudul invictus mengatakan “I am the master of my faith, I am the captain of my soul”. Frank Sinatra melagukannya, “I did it my way”. Tim Keller mengatakan “At the core of human heart, is an impulse that says no one tells me what to do”. Manusia senang menjadi penguasa atas hidupnya sendiri. Manusia tidak suka dikuasai oleh orang lain, dia ingin menjadi raja bagi hidupnya sendiri. Tentu sikap ini diturunkan mulai dari Kejadian 3. Beribu-ribu tahun sebelum era Herodes.. Dalam hati setiap manusia berdosa, ada herodes-herodes kecil yang tidak mau tunduk kepada Allah. Herodes kecil ini akan merasa terancam ketika hadir seseorang yang akan menghancurkan kedaulatan diri kita. Inilah persis yang terjadi ketika Kristus datang ke dunia. Kristus, sang Terang itu sendiri, datang dan mengatakan Aku akan menjadi raja atas hatimu yang paling kelam dan paling dalam. YESUS KRISTUS ADALAH TERANG ITU SENDIRI Natal mengajak kita merenungkan apa yang Tuhan inginkan bagi hidup kita. Pesan Natal bukan hanya bagi orangorang yang belum percaya, tetapi juga bagi orang Kristen yang tidak terangterangan melawan Kristus. Kita yang mengaku sebagai orang Kristen, yang datang ke gereja setiap minggu, atau datang ke perayaan Natal, tetapi tidak pernah memperlakukan Kristus sebagai raja dalam hidup sehari hari. Dalam persekutuan dewasa muda di GRII Melbourne setiap Sabtu sore, kita membahas suatu trend yang disebut

moralistic therapeutic deism, yaitu orang-orang yang datang ke gereja tetapi memiliki sikap rohani tertentu, yang menganggap panggilan orang Kristen adalah menjadi nice person. Mereka tidak menolak Tuhan tetapi Tuhan diperlukan supaya hidup saya menjadi lebih baik. Saya memerlukan Tuhan supaya kebutuhan-kebutuhan saya boleh terpenuhi, seperti pekerjaan yang baik, suami yang baik, istri yang baik, terlepas dari stres, memiliki hidup yang bahagia. Mungkin kita tidak pernah bicara secara terus terang seperti ini, tetapi di dalam hati emerging adult dan orang-orang yang datang ke gereja, sejujurnya berkata, “Aku datang ke gereja supaya hidupku lebih baik. Aku tidak mau menjadi orang jahat, aku mau menjadi nice person, aku tidak mau hidup yang kacau, aku mau pekerjaan yang baik, gaji yang baik, pasangan yang baik”. Orang Indonesia memiliki istilah mager (malas gerak) dan pw (posisi weenak). Ada 10 istilah yang lagi trend di antara anak muda, dan dari ke sepuluh istilah itu, mager dan pw adalah istilah yang paling popular. Istilah yang menggambarkan keinginan hati manusia berdosa. Kalau kita datang kepada Tuhan dan menginginkan hal ini maka masalahnya adalah kita yang menjadi pusat. Kenyamananku, kebutuhanku, kesuksesanku adalah yang menjadi pusat. Kristus datang bukan untuk membuat hidup kita menjadi nyaman. Kristus datang bukan untuk menjadikan kita nice person. Tentu Kristus tidak datang untuk menjadikan kita un-nice person atau evil person. Tetapi Kristus datang untuk menjadikan kita manusia yang baru. Dia menjadikan hidup kita dengan cara pikir yang baru. Dia datang untuk menghancurkan manusia lama kita dan memberikan hidup yang baru. Dia datang untuk menyelamatkan kita dari diri kita sendiri dan menjadikan Dirinya menjadi pusat daripada hidup kita. MANUSIA BARU DI DALAM KRISTUS CS Lewis mengatakan Kristus datang bukan untuk memotong rantingranting kita yang sudah hancurhancuran, bukan untuk manambal gigi kita yang berlubang. Kristus datang untuk mencabut semua gigi kita, untuk mencabut pohon sampai ke akarakarnya. Dia datang untuk mematikan manusia lama kita, dan kemudian Dia datang memberikan hidup yang baru kepada kita. Bukan aku lagi menjadi pusat tetapi Kristus menjadi pusat daripada hidup kita.

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN, RAJA DAN JURUSELAMAT KITA Sebelum hari kedatangan Kristus kedua kali, kita harus mengerti hidup secara paradoks. Saat Kristus datang sebagai raja pertama kali, meskipun Dia raja, Dia tidak dilahirkan di Yerusalem, tetapi di Bethlehem. Dia juga disebut orang dari Nazaret, kota pengungsian yang juga tidak penting. Natanael berkata di Yohanes 1:46, “Adakah sesuatu yang baik yang datang dari Nazaret?” Nazaret adalah kota yang kecil yang tidak berarti apa-apa, tetapi Yesus disebut sebagai Raja orang Nazaret. Di dalam seluruh pelayanan-Nya, Yesus menyatakan diri sebagai Mesias. Seluruh pelayanan-Nya, mujizat-Nya, kuasa perkataan-Nya sungguh-sungguh menyatakan bahwa Dia adalah raja yang diurapi itu. Tetapi bukan menjadi “raja” seperti apa yang dipikirkan orang Yahudi, raja dunia seperti yang diimpikan kebanyakan kita. Raja yang tidak datang dengan senjata pedang, raja yang tidak datang dengan kekuatan politik, militer dan kekuatan massa. Sifat paradoks adalah sifat berita daripada Injil Kerajaan Allah. Anggota kerajaan Allah, yang percaya kepada Kristus bukanlah orang-orang yang kuat, yang pintar, yang kaya atau bermoral tinggi. Tetapi orangorang yang sadar bahwa dirinya adalah sakit dan memerlukan dokter. Sadar bahwa dirinya miskin dan tidak berdaya. Orangorang yang masuk ke dalam kerajaan Allah ini adalah orang-orang seperti pemungut cukai yang berdoa dan memukul-mukul dadanya yang berkata (lihat Lukas 18), “Berbelas kasihanlah Tuhan kepadaku, karena aku orang berdosa”. Anggota daripada kerajaan Kristus ini, adalah orang-orang yang hatinya hancur karena sadar akan dosanya dan menyadari bahwa hanya karena anugerah Allah maka bisa diselamatkan. Bukan karena perbuatan baikku, amal salehku, kehebatanku dan kecakapanku, tetapi semata-mata hanya berdasarkan anugerah dari apa yang Kristus kerjakan bagiku. Biarlah Natal kali ini kita sungguhsungguh menempatkan Kristus sebagai Tuhan di dalam hidup kita. Bukan lagi aku menjalankan hidup sesuai pikiranku dan keinginanku yang dicemari dosa, tetapi menjalankan hidup ini sesuai rencana agung-Nya. Soli deo gloria. (Diringkas oleh Bpk. Matias Djunatan pada perayaan Natal GRII Melbourne, 25 November 2017. Editorial oleh Rio S. Migang)






Australia Day Parade in Melbourne Setiap tanggal 26 Januari, warga Australia memperingati Australia Day. Di Melbourne, salah satu acara resmi adalah upacara pengibaran bendera dan dilanjutkan parade yang dimeriahkan oleh lebih dari 1.000 orang dari sekitar 80an komunitas dan kelompok budaya. Warga Indonesia juga berpartisipasi dalam acara parade di Swanston St, salah satu jalan utama kota Melbourne pada perayaan tahun ini, menambah warna multibudaya Melbourne yang sangat kental. Agustina Wayansari Foto : Windu Kuntoro


Gedung Ikonik dari Central Equity Southbank Central Apartments baru diselesaikan (siap huni atau disewakan) Lihat rangkaian apartemen dengan 1, 2 dan 3 kamar dengan tata ruang luas – baru diselesaikan, harga mulai dari $449,000* Central Equity dengan bangga mengumumkan selesainya proyek hunian ke-74 mereka, Southbank Central. Gedung apartemen ini baru saja selesai dan para penghuni pertama sudah mulai tinggal di rumah dalam kota mereka yang baru. Gedung apartemen 48 tingkat ini terletak di antara dua jalan besar, dengan apartemen yang terang, kaca dari lantai hingga langitlangit dan hasil akhir berkualitas. Penghuni juga memiliki akses ke fasilitas-fasilitas gedung seperti gym, kolam renang dalam ruangan, ruang santai untuk penghuni dan teras untuk BBQ. Terletak di antara City Road dan Balston Street, Southbank, Southbank Central berada di seberang jalan dari Boyd Community Centre yang memiliki perpustakaan, cafÊ, dan ruang komunitas serta taman yang direncanakan akan mulai dibangun tahun depan.

Southbank Central juga dekat dengan pusat perbelanjaan dan restoran South Melbourne, Southgate, pusat kesenian, Crown Entertainment Centre, taman-taman, Melbourne CBD, transportasi dan lainnya. RMIT dan Melbourne Uni juga tidak jauh.

Pembeli bisa memilih tata ruang apartemen 1, 2 dan 3 kamar yang luas dan beragam. Semua apartemen ini memiliki rancangan ruang terbuka dan modern, dengan jendela berlapis dua dari lantai hingga langit-langit yang memberikan pencahayaan pada apartemen dan udara segar. Banyak apartemen juga memiliki pemandangan Southbank dan area sekitarnya yang luar biasa. Dapur bergaya dalam apartemen termasuk meja dapur dari batu komposit, lemari-lemari berkualitas, splashback kaca, keran buatan Jerman dan perlengkapan stainless-steel dari Miele.

Kamar mandi dilengkapi dengan dinding keramik dan juga memiliki pintu shower semi-frameless, kaca rias besar, lemari mengkilap dan meja rias dari batu komposit. Sebagai tambahan dari fasilitas komunal yang beragam, tiap apartemen juga memiliki ruang terbuka pribadi, seperti balkoni berlantai keramik atau teras.


Tersedia juga layanan concierge dan fitur keamanan gedung termasuk akses tanpa kunci, video intercom dan petugas keamanan di lokasi 24 jam. Tempat parkir dalam gedung juga tersedia untuk banyak apartemen. Semua apartemen juga siap terhubung dengan Foxtel dan sambungan broadband internet. Central Equity merupakan developer unggulan di Southbank yang telah mengembangkan sebagian besar apartemen hunian di sana. Central Equity sedang merayakan hari jadinya yang ke-30 dan telah menyelesaikan lebih dari 70 proyek kali ini.

Juga – apakah Anda mencari apartemen baru di CBD? Central Equity juga memiliki rangkaian pilihan apartemen yang dijual off-the-plan di Melbourne Grand - proyek hunian terbaru di 560 Lonsdale Street. Lihat dan cari tahu sekarang untuk apartemen 1, 2 dan 3 kamar di pusat CBD. Berhubungan langsung dengan developer, Central Equity – kantor pemasaran Southbank Central terletak di 199 City Road, Southbank dan Melbourne Grand display juga terletak di 560 Lonsdale St. Melbourne. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 1800 63 8888 atau kunjungi www. southbankcentral. com atau www. melbournegrand. com *Harga sampai terjual habis tertanggal 18/1/2018


Mengenal Gilbert: Presiden Baru Ppia Victoria Sosoknya yang kurus membuat mahasiswa Victoria University kelahiran Sorong 20 tahun lalu ini terlihat serius. Namun ternyata Gilbert, panggilan akrab Ketua PPIA ini ramah dan tak segan membuka diri lho! Ayo simak wawancara Ozip dengan Gilbert Jhosua Lewerissa, lengkap dengan trivia yang nggak semua orang tahu!

Hai Gilbert! Apa kabar? Boleh cerita dikit nggak tentang kamu, sekarang kuliah di mana dan ambil jurusan apa sih? Hai Ozip, baik nih. Iya saya ambil jurusan Bachelor Business in Human Resource and International Tourism. Second Year Student at Victoria University. Selamat ya atas jabatan baru yang diemban. Nah, sebagai Presiden PPIA, boleh bagi rencana programnya apa saja? Rencana program kita banyak, antara lain Nobaria alias Nonkrong bareng Victoria, Alun-Alun, Victoria Cup, dan program charity. Oya, tahun ini Alun-Alun bakal diadakan di Konjen pada tanggal 31 Maret. Jangan lupa kunjungi FB: PPIA VIC dan Instagram @ppiavic Siip! Trus apa sih sebenernya motivasi kamu buat jadi ketua PPIA? Saya sebenernya ingin nggak cuma belajar, tapi juga pengen punya banyak teman dan kesempatan berinteraksi dengan berbagai pihak. Selama pengalaman berorganisasi, ada pengalaman berkesan ga? Paling berkesan ya waktu terpilih jadi Ketua PPIA Victoria State karena lingkup pergaulan otomatis makin luas ya. Trus juga dulu sewaktu masih bertugas di PPIA Victoria Uni (VU) saya terlibat dalam event kolaborasi bersama PPIA ranting lain.

Gilbert’s Trivia 1. Nongkrong vs perpus? Both! Soalnya dua-duanya penting. 2. Barang wajib bawa? HP & Dompet tentunya. Cowok sih, jadi santai aja hahaha! 3. Introvert vs extrovert? Extrovert, saya suka banget ketemu dan bercanda sama banyak orang 4. Melbourne vs kampung halaman? Saat ini domisili di Melbourne yah lebih suka Melbourne tapi ke depannya pasti lebih suka kampung halaman 5. Makanan vs teman? Teman 6.Hobi? Nonton film atau main Sepakbola 7. Tiga hal tentang kamu? Suka berteman, suka hal-hal yang berkaitan dengan laut, dan I am an organized person 8. 10 tahun dari sekarang? Jadi orang yang berguna buat negara Indonesia tentunya!

Text: Putri Utaminingtyas



EAT, DRINK AND love IN MELBOURNE Buat banyak orang, Valentine tidak lengkap tanpa makan malam yang romantis. Dari restoran mahal fine dining yang digawangi chef ternama ataupun kafé-kafé di gang kecil di pelosok kota, Melbourne tak akan kekurangan pilihan. Mau disertai temaram cahaya lilin atau dalam keremangan lampu malam di sepanjang jalan, itu tergantung selera. Flinders Lane di CBD dan area Southbank di sepanjang Sungai Yarra adalah pusat kuliner mewah di kota Melbourne. Berbagai resto milik chef kelas dunia seperti Heston Blumental dengan Dinner by Heston, Andrew McConnell dengan Supernormal dan Nobu Matsuhisa dengan Nobu hanyalah sedikit dari daftar panjang resto kelas dunia yang menjadi pilihan warga Melbourne.

Om Nom Kitchen

Berikut ini beberapa tempat makan yang bisa jadi pilihan kamu untuk ngedate spesial bareng pasangan.


uang tak jadi penghalang…

Vue de Monde: Tak hanya lokasinya di lt. 55 gedung tertinggi di Melbourne (Rialto Tower) yang menjadi daya tarik, resto ini juga terkenal akan menu fine dining yang klasik dan sophisticated. It’s one of the “must” experience list in Melbourne Chin Chin di pusat kota adalah satu satu resto konsisten dicinta para foodie. Rupa-rupanya masakan ala Asia Tenggara yang menjadi andalan mereka tidak pernah mengecewakan lidah orang Melbourne. Mister Miyagi: Cocok buat yang suka makanan Jepang dan mau menjauh dari kesibukan city. Terletak di Chapel St yang trendy dan lively.


Mister Miyagi

Chin Chin


Hello Jose


Hemat tapi nikmat Hello Jose di dekat Queen Victoria market cocok untuk menikmati casual date di musim panas dengan masakan Mexico seperti Tachos serta segarnya Margarita. Gozcity di Londsdale St bisa jadi pilihan untuk kencan dengan menu yang beda, yaitu roti isi ala Turki. Why not, mumpung di Melbourne sekalian saja menikmati kekayaan kuliner sembari pacaran kan.

Sweet treats for your Valentine

Gelato Messina

Brunetti CafÊ di Flinders Lane, seberang City Library punya banyak pilihan kue-kue manis untuk mengakhiri kencanmu di malam Valentine. Cocok untuk segala kantong. Lokasinya pun mudah dijangkau terutama jika kamu dan pasangan lebih suka menghabiskan waktu di sekitar CBD Gelato Messina di Swan St, Richmond sangat pas sebagai penutup kencan di musim panas. It’s my kind of dessert karena bisa take away dan dinikmati sambil jalan-jalan di taman atau menyusuri area Richmond yang hingar-bingar sampai larut malam. Toko mereka juga ada di Windsor dan Fitzroy.

Brunetti Cafe

Om Nom kitchen di Adelphi hotel di Flinders Lane adalah dessert bar favorit di kota ini. Mantan kontestan Masterchef 2017, Michelle Lukman yang bekerja di sana merekomendasikan menu Sticks and Stones berisi sorbet rasa coklat, berbagai toping rasa dan teksture coklat dilengkapai dengan jeli markisa. Harus booking lebih awal untuk memastikan kamu dan pasangan mendapatkan tempat di malam Valentine nanti.

Teks: Team OZIP Foto: Windu Kuntoro

Om Nom Kitchen



Linda Bungasalu: Alumni WHV, Cinta Nafas Kreatif Melbourne


Berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, arsitek/design engineer Linda Bungasalu tiba Australia pada tahun 2016 melalui Work and Holiday Visa (WHV). Selama setahun Linda melanglang buana ke berbagai kota di negeri Kanguru, dari outback William Creek di Australia Selatan yang hanya berpenduduk 10 orang sampai ke metropolitan Sydney. Tapi akhirnya. perempuan kreatif yang juga penulis buku On the Road tentang kisah travelingnya berbulan-bulan di Southeast Asia ini memutuskan untuk tinggal dan sekolah di Melbourne. Kenapa Melbourne? Jadi sewaktu masih WHV, saya mampir beberapa hari di Melbourne dan jatuh cinta dengan kota ini yang sangat multicultural dan kreatif. Setelah visa saya berakhir, saya memutuskan untuk tinggal di Melbourne. Saat ini saya kuliah di program Diploma of Business.

MY MELBOURNE Yang paling disuka tentang kota ini? Melbourne itu banyak orang kreatifnya. Karya seni ada di setiap sudut jalan. Pengamennya keren-keren. Melbourne juga sangat kondusif untuk belajar karena perpustakaannya banyak dan keren-keren. Plus, kota ini adalah surga bagi yang doyan barang vintage dan handmade seperti saya

Back to WHV, susah ga siy? WHV itu awalnya saja yang susah. Pindah ke negara baru, lingkungan baru, mencari pekerjaan baru, ketemu orang-orang baru, pasti tidak gampang. Saat sudah kenal orang-orangnya, lingkungannya, dapat pekerjaan, semua akan terasa lebih mudah.

Jadi kamu suka art dan creative projects, what’s your current project? Saya menemukan hobi baru, menjahit. Sejak beberapa bulan ini saya menjalankan bisnis craft menjahit barang-barang seperti tempat pensil, tas dan pakaian. Saya menerima custom order, buka lapak di Etsy (global marketplace untuk barang-barang handmade) dan beberapa weekend markets. Tengok hasil karya saya di Instagram @piabaine_au

Apa yang paling berkesan selama petualangan WHV? Paling berkesan saat kerja di sebuah roadhouse yang sangat terpencil di William Creek. Kotanya sangat kecil dan terpencil, untuk sampai kesana saya dijemput pesawat kecil kapasitas 2 orang karena tidak ada transport umum kesana.

Kalau yang paling menantang di Melbourne? Susah cari kerja! Jumlah pencari kerja banyak banget, terutama students. Kita harus benar-benar outstanding dan lucky, atau kombo keduanya untuk dapat kerjaan yang diidamkan.

Kerjaan paling berkesan? Pekerjaan paling berkesan waktu di ski resort Mt. Hotham, Victoria. Setiap staf yang jumlahnya ratusan, harus memakai papan nama, lengkap dengan negara

asalnya. Saya satu-satunya yang berasal dari Indonesia dan orang Indonesia pertama yang bekerja disana. Waktu itu adalah pertama kalinya saya melihat salju dan rasanya senang sekali setiap hari pergi kerja, pulang kerja lewat jalanan bersalju, bahkan dapat privat snowboarding selama 2 bulan tinggal di Mt.Hotham, sebagai bagian dari staff benefit. Tips yang mau bertualangan dengan WHV? Jangan tunggu sampai kamu siap, karena kamu tidak akan pernah benar-benar siap. Kedua, Australia itu luas, kotanya bukan hanya Sydney dan Melbourne. Jangan ragu-ragu kalau dapat tawaran pekerjaan di kota kecil, bahkan yang namanya tidak pernah terdengar. Dituturkan oleh Linda Wayansari Foto: Linda Bungasalu



Melbourne itu banyak orang kreatifnya. Karya seni ada di setiap sudut jalan. Pengamennya keren-keren. Melbourne juga sangat kondusif untuk belajar karena perpustakaannya banyak dan keren-keren. Plus, kota ini adalah surga bagi yang doyan barang vintage dan handmade seperti saya




The Compelling Crossroads of Southeast Asia’


Few nations stir the passions as much as Vietnam. Even just mentioning the name “Vietnam” amongst an older audience of a certain background is enough to cause controversy. But as I was soon to discover for myself in a fast-paced, seven day trip in late November 2017, this fast changing Southeast Asian nation of some 95 million people is far more than its history. Beginning in the steamy metropolis of Ho Chi Minh City (Saigon) before making my way north to the cooler climes of Hanoi, this is a brief story of my recent travels across Vietnam.

As my flight swooped low over the flat plains of the Mekong Delta, I was suddenly faced with the sight of millions of lights as Vietnam’s largest metropolis enfolded before me. Gleaming in the near distance was downtown Ho Chi Minh City (HCMC) and as my flight drew to an end, I could begin to make out that familiar, endless flow of motorbikes below. Stepping off the plane into the humid night to a soundtrack of car horns and motorbike engines, I knew I had arrived at a destination that would deliver a very welcome dose of the “orderly chaos” I’d last experienced in Jakarta a few years earlier.


“Like the rest of Southeast Asia (Singapore aside), one of Vietnam’s most attractive attributes is its ultra low cost of living – just as well considering its native cuisine is soo damn delicious!”


Like the rest of Southeast Asia (Singapore aside), one of Vietnam’s most attractive attributes is its ultra low cost of living – just as well considering its native cuisine is soo damn delicious! Unlike Indonesian cuisine, Vietnamese dishes tend to be more soup based and infused with more generous servings of vegetables. Staples of their national diet include the omnipotent Pho (AUD $1.50 per bowl), Rice Paper Rolls (AUD $0.50 per roll), French baguette-style Banh Mi ($1.50 per roll) and delicious coffee selections.

Whilst the Vietnam war ended over 40 years ago, its sorry story still hangs over this dynamic, fast growing nation. Thankfully, you wouldn’t know of these past traumas going by the undeniable energy on the streets and the easy going nature of its friendly people. However the North-South divide from decades ago still has a bearing on the Vietnamese psyche – with the flat and tropical South, centred around the pulsating metropolis Saigon considered by “northerners” to be a highly Westernised place full of brash, materialistic city slickers. Meanwhile those from the South consider the cooler, mountainous North centred around the delightful city of Hanoi to be populated by quiet, earnest individuals who need to let their hair down a little more! Regardless of this once stark divide, following renunciation in 1975 Vietnam has since made peace with itself and continues to move forward in relative harmony.




Much alike Indonesia, I found the Vietnamese to be a charming people only too willing to offer help as I travelled through their compelling homeland. From ordering a meal at countless street food stalls to queuing for domestic flights, I was always met with impeccable manners and a ready smile – a trait common throughout Southeast Asian nations. Just as well given how many millions are squeezed into this thin silver of land not much longer than the distance from Melbourne to Brisbane. Despite the constant buzz of the big city streets in Saigon and Hanoi, not to mention the horrendous traffic (by Australian standards), the Vietnamese maintain a zen like calm as they go about their daily lives unfazed by the noise which surrounds them. Text & Photo : Michael Reardon

55 55



OZIP February 2018  
OZIP February 2018