Page 1

ozip.com.au

1


2

ozip.com.au


Flavour Burst

Ikuti Lomba Kreasi INDOMIE dan Share Your Experience with INDOMIE

Mie instant Indomie, khususnya Indomie Goreng, sudah menjadi semacam “Duta Makanan Indonesia” karena merupakan salah satu makanan yang masuk daftar “Makanan Indonesia Paling Terkenal di Dunia”. Suka Indomie? Bangga dengan produk Indonesia yang menjadi favorit dunia ini? Tunjukkan kreasi dan cintamu akan Indomie dengan mengirim fotomu dan hasil kreasi masakan Indomie terbaikmu ke redaksi OZIP dan menangkan berbagai hadiah menarik dari kami....

Kapan: mulai sekarang s.d 30 April 2018 Cara: Masak Indomie favoritmu. Ambil fotomu bersama kreasi masakan terbaikmu. Posting di media sosial dan tag OZIP Instagram dan/atau Facebook, jangan lupa hashtag #IndomieOZIPMelb Siapa yang boleh ikut: siapa saja berdomisili di Victoria..... What are you waiting for? Get cooking, take picture and share with us! Share your story with Indomie send it by email to : ozipeditor@gmail.com ozip.com.au

3


COVER STORY Dengan ceria Michelle menjelaskan bahwa bos dan tim di Om Nom sangat suportif dan memberi ruang untuk dia menciptakan kreasi-kreasi dessert dan menatanya untuk penyajian yang cantik (plating up). “Saya membantu menyiapkan pastri dan belajar banyak tentang kreasi makanan gurih,” ujarnya, sembari menambahkan kalau dia juga sedang membuat resep saus gurih untuk rice cake ala Korea. Namun kualifikasi juga penting, makanya Michelle memutuskan untuk kembali ke sekolah. William Anglis jurusan Commercial Cookery dianggapnya pas karena bisa memberikan kualifikasi dan kesempatan untuk belajar langsung tentang melalui apprenticeship. Well Good Luck Michelle and keep us posted!

Fun Facts about Michelle

Tempat lahir: Bandung, Indonesia. Pindah ke Australia saat dia umur 11 tahun. Kenangan tentang masa kecil di Indonesia Jajan di pinggir jalan….pulang sekolah makan soto ayam yang ibunya beli dari warung pinggir jalan. So yummy! Hobi selain masak Main futsal dan ngegym, bisa ke gym 3-4 kali seminggu. Good for balancing with my obsession with sweets…

Mimpi Michelle…..

Is it true that…. Yes, it is!! I didn’t like dessert as a kid! haha Ada alergi makanan ga? Ya, kepiting. Aku ga bisa makan seafood terlalu banyak juga.

Setelah memukau juri dan penonton Masterchef Australia tahun lalu dengan kreasi dessert Golden Ball-nya, Michelle Lukman semakin yakin akan panggilannya di dunia kuliner.

Terus aku juga intolerance sama makanan pedas dan hawa panas, pipi langsung kemerahan.

Gadis murah senyum ini ‘rela’ berhenti dari kuliahnya di jurusan Nutrition and Food Technology di RMIT untuk lebih fokus mencari pengalaman bekerja di berbagai resto ternama di Melbourne.

Standardlah...lingkungan sosial dan nature yang indah, buku resep, nonton YouTube dan isi pantri di dapur

Setelah Masterchef ini memang rencana ke depan apa siy Mish?

Banyak! Pandan, gula kelapa, kecap manis, sirup marjan… Thanks to toko bahan makanan Indonesia Laguna hehe

“Well, di masa depan pinginya saya buka resto or kafe dessert bar. Tapi itu mimpi masih jauh…saya ga terburu-buru. Saat ini saya lebih fokus untuk belajar, cari ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin dari industri ini,” tuturnya santai.

Makanan Indonesia favorit

Dia menambahkan kalau dirinya suka belajar dan sangat menikmati kesempatan untuk magang dan bekerja di berbagai resto di Melbourne dengan spesialisasi yang berbeda-beda. “Saat ini saya menikmati kerja sebagai Commis Chef di Om Nom dessert bar karena spesialisasi mereka di makanan manis,” tuturnya saat wawancara dan pemotretan dengan OZIP bulan Januari lalu. Belakangan Michelle mengupdate tim OZIP kalau dia sudah tidak lagi bekerja di restoran ternama tersebut. Sebelumnya, Michelle bekerja di Vue de Monde yang merupakan salah satu top fine dining resto, juga di Burch and Purchese Sweet Studio di South Yarra yang lebih seperti toko dessert high end.

4

ozip.com.au

Dapat inspirasi dari mana aja biasanya?

Bahan makanan khas Indonesia yang selalu ada di dapurmu?

Es cendol. Lemper, kue clorot. Saya paling suka saat Natal, banyak sekali makanan Indonesia di hidangan keluarga saya. Sambal goreng, kari (lodeh), nasi kuning, lontong. How to keep updated about you and your new projects? My instagram is: @michellelukmanau, follow me and I will follow you back!


BOOKING: 1300 006 888 We are your travel specialist for airtickets, cruises, international tours and day tours!

AIRFARE

TOP PRODUCER AWARD, YEAR AFTER YEAR!

EUROPE Paris

$380*

Madrid

$380*

London

$380*

New York $840*

ASIA Jakarta $670* Denpansar $680*

Beijing Shanghai

Bangkok

New Delhi $149*

> Includes Return

$350*

Kuala $350* Lumpur Singapore $290*

Brunei

$697*

Tokyo

$400*

Ho Chi $100* Minh City

Seoul

$400*

SOUTH PACIFIC

San Francisco $700*

Auckland Christchurch

*Conditions Apply. Taxes excluded except for Indonesia. Fares are for a limited period only, subject to availability and fluctuations.

Discover Thailand, Malaysia & Indonesia

Your cruise experts

fr

Departing Melbourne

$349*pp

5 Nights

Kangaroo Island 4 Nights fr

Kuala Lumpur, Penang & Phuket

Surabaya & North Bali

December 2017 to March 2018

December 2017 to March 2018

fr

Ocean View Cabin

fr

Balcony Cabin

fr

$998*pp $1100*pp $1359*pp

Inside Cabin

fr

Ocean View Cabin

fr

Balcony Cabin

fr

$1080*pp $1120*pp $1415*pp

Departing Melbourne 2018: 20, 27 Mar, 11, 15 Dec 2019: 4, 11 Feb, 16, 25 Mar

$549*pp

fr

$899*pp

From Melbourne on 17 Dec 2018

NZ 11 Nights

fr

$2799*pp

From Brisbane on 27 Dec 2018

Fiordland National Park, Dunedin, Auckland, Wellington, Tauranga, Napier, Akaroa

Celebrity Cruises

South Pacific Adventure

$999*

fr

NZ North Island 3 Days

INTERNATIONAL TOURS Enchanting Includes Fares! South Korea 9 Days

Tasmania 5 Nights

Wineglass Bay, Hobart, Port Arthur

2019: 1, 8, 15 Feb, 1, 17 Mar

Inside Cabin

$230* $211*

Extragreen Holidays

Comedy 3 Nights

5 Nights

$200* $200*

Highlights of Japan

Best of West Coast

10 Days

11 Days

$

540 *

Auckland Departs on Fridays Cape Reinga Ninety Mile Beach Paihia

NZ South Island 6 Days

$

2499 *

$

Melbourne City

260 Swanston St, Melbourne VIC 3000 T: 03 9623 9900

Box Hill

5 Market St, Boxhill VIC 3128 T: 03 9899 2788

www.extragreen.com.au

$

Monthly Departures!

Monthly Departures!

Seoul Gyeongju Andong Changdeokgung Palace Myeongdong Seokguram Grotto Demilitarised Zone

2799 *

Monthly Departures!

Tokyo Nara Park Kyoto Nagoya Osaka Mount Fuji Hakone Heian Jingu Shrine Glen Waverley

Shop 2B IKON, 39 Kingsway VIC 3150 T: 03 9561 0311 extragreenholidays

San Francisco Napa Valley Winery Los Angeles Staples Centre Grand Canyon San Diego Sydney Eastwood

Sydney City

Shop 3, 431 Sussex St, Sydney NSW 2000 T: 02 8324 5628 extragreenholidays

3499 *

Shop 47, 160 Rowe St Eastwood 2122 T: 02 8026 7010

extragreen

1010670567

$

1199 *

Departs on Fridays

Christchurch Lake Tekapo Omarama Milford Sound Oamaru Queenstown Te Anau Dunedin

Brisbane

Shop A, 9 Lewina St Sunnybank 4109 T: 07 3105 1450 1196239900

1296239900

5

ozip.com.au * Conditions Apply Š Extragreen Holidays (Aust) Pty Ltd


04

22

34

42 6

ozip.com.au

10

Daftar Isi 04 COVER STORY Mimpi Michelle 08 GOOD LIFE STORY Melbourne Berhak Sombong Soal Kopi 10 TRAVEL A Destination for All Seasons: 4 Unique Places to Visit in Victoria 12 GOOD LIFE STORY Most Liveable Melbourne: Everyone’s Differences are Celebrated 14 GOOD LIFE STORY Top Indonesian Eateries in Melbourne 16 MOTIVASI Maksimalkan Hari Ini 17 LIPUTAN Annual General Meeting Indonesian Diaspora Network Victoria 18 GOOD LIFE STORY No country is better. They are just different. 22 FOOD REVIEW OM NOM Kitchen: Special Treats for your Tastebuds 23 SCENE Perayaan Imlek di Melbourne 24 OPINI NUIM The Ides Of March 26 PRE EVENT IFF Kembali ke Melbourne dengan A Spectrum of Narrative 27 TRAVEL Long weekend? Yuk ke Brisbane! 29 FINANCE Merubah hobi menjadi bisnis 30 LIPUTAN Pako Festa Geelong: Colourfully Diverse, Culturally Rich Display Of Harmonious Life Downunder 34 HOBBY Kembali ke Analog 36 BAHASA Nama, Dalam Bingkai Bahasa Dan Budaya 38 FOOD REVIEW Gukbab Korean Restaurant 41 BRUNCH SERIES Brunch ala Korea 42 LIPUTAN Bundengan, Instrumen Musik Langka dari Dieng Wonosobo 44 TRAVEL Tokyo Selayang Pandang 1: *jyaku niku kyō shoku* 46 MY MELBOURNE Dyota & Ella: Proud Poster Kids

30

38

46


Forsper Victoria Pty Ltd P.O.Box 3211 Wheelers Hill, VIC 3150 t. 61 3 9780 7677 info@ozip.com.au | www.ozip.com.au

EXECUTIVE EDITOR EDITOR ASSISTANT EDITOR DESIGNER ADMINISTRATION JOURNALISTS

PHOTOGRAPHERS CONTRIBUTOR PHOTOGRAPHER

Lydia Johan Agustina Wayansari Syafira Amadea Patricia Vonny Daniel Lim Inez Johan Katrini Nathisarasia Tim Flicker Lescha Mayseeta Evelynd Syafira Amadea Rahmatul Furqan Putri Utaminingtyas Maseta Pratama Steven Windu Kuntoro Willy Luqman

Advertising Related Inquiries Lydia Phone: 0430 933 778 E-mail: lydia@ozip.com.au

Articles and Media Partner Inquiries Syafira Amadea Phone : 0405 321 443 E-mail: ozipeditor@gmail.com

Column Contributors: Andrie Wongso | Jane Lim | Nuim Khaiyath Dewi Anggraeni | Ineke Iswardojo Yapit Japoetra | Bintang Marisi Akbar Rhamdhani | Nadya Octaviani | Maseta Pratama Fiyona Alidjurnawan | Asril Wardhani | Rio S. Migang The views and reviews expressed in this publication are not necessarily those of the OZIP Magazine and the publisher, nor do we endorse the advertisements or the contents. Any materials (statements, views, opinions, articles, photographs, advertisements) supplied to OZIP magazine by any contributor or advertiser are at their own risk or responsibility and do not necessarily represent the views of the publisher, OZIP magazine and its staff. As we accept no liability for any inaccuracy, misstatement, misrepresentations or omissions. No part of this publication can be produced in whole part or part without permission of OZIP.

FROM THE EDITOR Basa-Basi Redaksi

Kita semua hidup bahagia Selama tujuh tahun berturut-turut sejak tahun 2010, Melbourne terpilih sebagai the most liveable city mengingat kualitas fasilitas kesehatan, pendidikan, stabilitas, budaya, lingkungan hidup dan infrastrukturnya. Reputasi Melbourne sebagai kota yang paling nyaman ini tak terbantahkan, mengungguli kota-kota besar terkenal di dunia seperti New York, Paris, London dan Barcelona.

Awal tahun ini, reputasi Melbourne makin jaya. Kota kita ini mengantongi predikat sebagai kota Paling Bahagia di dunia menurut survei yang dilakukan oleh majalah Time Out tentang City Life Index 2018. Setidaknya 9 dari 10 orang di Melbourne mengaku bahagia dengan hidupnya. Melbourne juga termasuk dalam empat kota paling exciting, dibawah New York (Amerika Serikat), Porto (Portugis) dan Chicago (Amerika Serikat).

Bahagia memang relatif dan subjektif. Hidup enak juga punya versi yang berbeda-beda. Namun cerita tentang Melbourne, termasuk versi orang Indonesia, memang lebih sering bernada positif dan bahagia. Kopi terenak, fasilitas publik yang reliable, makanan berbagai rasa dari penjuru dunia, belanja tiada batas, aman, tidak macet, sekolah berkualitas, ruang hijau yang berlimpah, pekerjaan dan upah yang masuk akal, kebebasan bermimpi dan kemungkinan mencapainya….

Edisi OZIP kali ini ingin melihat bagaimana potret kehidupan yang enak dan bahagia di Melbourne. Warga Indonesia di Melbourne berbagi cerita tentang apa yang membuatnya paling bahagia di sini, Michelle Lukman mewakili enaknya kuliner Melbourne dan memaparkan mimpi besarnya di industri yang gemerlap namun menantang ini. Para penulis kami mengulas tempat-tempat favorit untuk ngopi dan mencicipi rasa paling Indonesia, saudara-saudara kita di Geelong menunjukkan bahagianya menjadi bagian dari komunitas yang multibudaya yang saling menghargai. Selamat membaca!

DISTRIBUTION POINTS VICTORIA: ABBOTSFORD: Ying Thai Rest | BRUNSWICK: Mix Groceries | CARLTON: Killiney Kopitiam | CAULFIELD: Nusantara Rest, Caulfield Grocery | IPC Church | CITY: KJRI Melbourne, Laguna Oriental Market, Nelayan Indo Rest, Garuda Indonesia, Blok M Express, Salero Kito, Extragreen, Batavia Café, Kaki Lima, Killiney Kopitiam, Oko-Oko | CLAYTON: Warung Gudeg, Dapur Indo, Pondok Bamboe Noodle House, Hongkong Supermarket | FOOTSCRAY: KFL Groceries | DONCASTER : Bakmie Kitchen | HAWTHORN: Laguna, Nelayan Rest | GLEN WAVERLEY : Astee Sp Mkt, Extragreen | MT WAVERLEY: Alfamart | POINT COOK: Glory Asian Grocery | SOUTH MELBOURNE: Sambal ijo, Meetbowl Rest, Ayam Penyet Ny. Ria | RESERVOIR: Broadway Asian Toko | SURREY HILLS: Famili Ria | GLEN IRIS: MPC Church | KOOYONG: Gereja Indonesia Anglican SYDNEY: CITY: Shalom Indo Rest, Garuda Indonesia | KINGSFORD: White Lotus Grocery, Shalom Indo Rest, Ayam Goreng 99, Rest Indorasa | MAROUBRA: KJRI Sydney, Mie Kocok Bandung Rest | RANDWICK: Randwick Oriental Supermarket CANBERRA: Indonesian Embassy ADELAIDE: CITY: 5EBI Radio Station, Pondok Daun, SPT Tax Office | SOUTH ADELAIDE: Bakulan Indonesian/Asian Groceries | ROSE PARK Café Gembira | ST.MARYS Bakulan Cover: Michelle Lukman Foto: 7HONEY www.7honey.com

ozip.com.au

7


Tapi di Melbourne-lah, saya belajar minum kopi tanpa gula, walaupun levelnya masih varian pakai susu. Yang paling saya suka adalah cappuccino karena umumnya di Australia, cappuccino disajikan dengan taburan gula aren alias brown sugar di atas buihnya sehingga memberi sensasi manis yang legit. Saya belum pernah kecewa dengan kopi yang saya beli di manapun di Melbourne. Bahkan kopi 1 dollar di Seven Eleven, not bad! Rata-rata kopi di Melbourne tidak semahal kota lain seperti, uhuk, Darwin… Di Darwin, setidaknya saya harus keluar AU$ 3.5 sementara di Melbourne rata-rata ukuran cangkir kecil dijual AU$ 2.5-2.8. Lumayan kaaan, kalau belinya sering?

Melbourne Berhak Sombong Soal Kopi K

omedian Christian Hull pernah berkomentar dalam sebuah video lawaknya, “When you order coffee outside of Melbourne, you find it tastes a lot like dishwater and complete sh*t...cause Melbourne does make the best coffee. Shut up, Sydney!” Well, itu benar. Belum pernah saya menjumpai ritual mengopi seperti di Melbourne. Semua orang terlihat membawa kopi di pagi hari, antrian panjang di kedai kopi stasiun, dan sepertinya paling tidak setiap rumah punya mesin pembuat kopi, entah manual atau mesin canggih espresso.

Melbourne sanggup mengubah siapapun yang tinggal cukup lama di sana menjadi seorang coffee snob! Padahal, saya tidak berharap bakal menyukai minum kopi di negara garis miring benua ini. Selain mual, biasanya akan saya tambahkan gula banyak-banyak supaya manis.

8

ozip.com.au

Jika ingin berburu kopi, para pendatang baru pastilah diarahkan ke pusat kota alias CBD Melbourne. Di antara Flinders station dan Melbourne Central station, bertebaran aneka kafe di ganggang kecil nan nyaman beraroma sedap makanan dan…kopi! Saya sering lewat Degraves st. yang terkenal itu, tapi favorit saya adalah deretan Little Bourke st. Di sana terdapat Brother Baba Budan dan Patricia Coffee Brewers. Di Patricia, Anda bakal menikmati kopi sembari ngemper di trotoar! Sementara Brother Baba Budan, saya sampai ke sana 3 kali dalam sepekan sebelum nonton konser Coldplay akhir 2016 lalu. Pertama menyambangi Brother Baba Budan, saya masih belum menemukan apa yang dipuja-puja orang dari kedai mungil penuh sesak itu. Tapi kali kedua ke sana, saya mendapat secangkir cappuccino yang hampir bikin saya nangis saking enaknya! Aromanya sangat kuat, rasanya pekat dan sedap! Saya sampai membeli biji yang dipakai kedai itu sebagai dasar espressonya. Sayangnya, kali ketiga, saya tidak menemukan rasa itu lagi. Mungkin benar kata orang, si pembuat alias tangan barista punya pengaruh terhadap rasa kopi kita. Teks: Elga Ayudi Foto : Istimewa


ozip.com.au

9


TRAVEL

A Destination for All Seasons: 4 Unique Places to Visit in Victoria Yarra Valley (Autumn)

F

or many expats, living in different country means exploring the life – geographically, intellectually as well as culturally- of their new home. Travelling is often one of the most exciting explorations and I believe this also applies for many Indonesians living in Melbourne and surrounding areas. Weekend getaways are very popular among my Indonesian friends and as a local I would like to give you an insider tips of beautiful places in our state to explore while you live here. First of all, Australia has four seasons (spring, autumn, winter and summer) while Indonesia has just two (wet and dry). This often makes visiting places in Australia and Victoria tricky, where some activities are suited to a particular season. Here, we have compiled a list of four of the more unique places to go in Victoria with your loved ones at a particular time of the year.

10

ozip.com.au

Warrandyte National Park (Spring) Warrandyte State Park is a state wildlife park located 24 kilometres north-east of Melbourne. Its size and reputation is not as prominent as Wilson Promontory State Park in Victoria’s south, and it does not share the same reputation for gold as Ballarat’s Sovereign Hill further to the north. Nevertheless, Warrandyte State Park is lush and beautiful with the Yarra River winding through the Warrandyte Gorge. The park is a haven for picnickers, bushwalkers, canoeists, birdwatchers and those who enjoy peace and solitude. Warrandyte also has its own unique chapter in the history of gold mining in Victoria. It is believed that Victoria’s first gold discovery was made Warrandyte in 1851. There is only one road in and one road out of Warrandyte, meaning that on very hot summer days it is closed off to avoid fire riskso be sure to get down in spring to enjoy the best of what it has to offer.

The Yarra Valley is one of the most stunning places you can visit in Victoria, located approximately 90 kilometres or a 1.5-hour drive to the east of Melbourne. This is the perfect spot for anyone interested in fine dining, wineries, breweries and also the deliciously tempting Yarra Valley Chocolaterie. Early autumn is harvest time in the Yarra Valley, so it’s a great time to explore the region. It is also the perfect place for hot-air ballooning for those wanting to enjoy some breath-taking views of the valley. Many hotair balloon providers operate within the Yarra Valley, consider trying Go Wild Ballooning, who offer an amazing experience at an affordable price.


Lake Mountain (Winter) On those miserable Melbourne wet winter days you might want to consider a skiing trip to Lake Mountain, two hours east of Melbourne (near Marysville). While a little bit further out of Melbourne and not as well-known as Mt Buller, this gorgeous spot is no less beautiful. The perfect getaway spot for skiing or a hot drink in the middle of a Melbourne winter. Make sure to book in early as accommodation will book out quickly during peak periods.

FIRST HOME BUYER INVESTMENT LOAN REFINANCE

Torquay (Summer) Torquay is a beautiful seaside town at the east end of the Great Ocean Road. It caters perfectly to tourists while also maintaining an authentic “small town” feel. Home to some of the best surfing, swimming and scenic beaches in Victoria, it is one destination not to be missed. Victorian tourists flood there in the summer months to escape the heat and enjoy the beach walks, nearby national parks and local cuisine, including some ripper fish and chips from Bell Street Fish and Chips. If mouth-wateringly delicious fish and chips beside a beautiful beach sounds like your sort of thing, then make your way down to Torquay before summer ends! This is a guide only as the weather in Victoria is often unpredictable. As they often say; if you don’t like the weather in Victoria just wait ten minutes…. Text and pictures: Tim Flicker

NON-RESIDENT INVESTOR LENDING

Level 50, Rialto South Tower 525 Collins Street, Melbourne, VIC 3000 Yantono Samara M +61 419 168 169 P +61 3 9629 3886 E info@navantifinance.com W www.navantifinance.com

Australian Credit License Number: 383640

ozip.com.au

11


GOOD LIFE STORY

Most Liveable Melbourne: Everyone’s Differences are Celebrated

Tujuh tahun berturut-turut Melbourne meraih penghargaan sebagai kota ternyaman di dunia berdasarkan penilaian atas aspek fasilitas kesehatan, pendidikan, stabilitas, budaya, lingkungan hidup dan infrastruktur. Seperti yang tertuang dalam http://www. melbourne.vic.gov.au, pembangunan yang terfokus pada kelangsungan lingkungan hidup memang menjadi basis dalam perencanaan kota Melbourne. Para pejabat dan ilmuwan yang terlibat dalam pembangunan kota ini sadar, bahwa membangun sebuah kota bukan semata memenuhi kebutuhan saat ini saja. Lebih dari itu, semua pihak harus bahu-membahu menjaga agar generasi masa depan tetap mendapat hak yang sama dan bahkan bisa merawat dan membangun dengan lebih baik lagi.

Selain dari segi infrastruktur, banyak faktor lain yang membuat warganya hidup bahagia. Salah satunya seperti yang diungkap oleh Lilis Mulyani, seorang mahasiswa PhD University of Melbourne. “Melbourne sangat teratur, udaranya bersih, selain itu juga punya transportasi yang dapat diandalkan. Selain itu juga banyak hal baru yang bisa di-eksplor, aktivitas untuk dilakukan, event gratis untuk dihadiri, dan juga berbagai makanan untuk dicoba. Pilihan makanan di sini juga sesuai dengan kita. Tergantung, mau diet apa? Halal diet,vegetarian, gluten free, carbofree, Mediterranean diet?

Lilis Mulyani Melbourne sangat teratur, udaranya bersih, selain itu juga punya transportasi yang dapat diandalkan.

12

ozip.com.au


Sementara Ariel Heryanto, Professor for the Study of Indonesia dari Monash University menambahkan “Watak kota Melbourne ini cenderung santai dan romantis. Ini tempat yang nyaman bagi yang mau hidup santai. Atau bahkan malas! Saya sendiri sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Melbourne di pertengahan tahun 1980an.”

Joshua Sumitro Di sini bisa dibilang sangat mengutamakan work-life balance sehingga pekerjaan tidak terasa berat. Joshua Sumitro, seorang software developer mengamini pendapat tersebut. “Melbourne merupakan kota multi-etnis sehingga sangat mudah menemukan berbagai macam makanan dari berbagai negara.”

Ditanya mengenai pegalaman menarik selama di Melbourne, masing-masing responden OZIP menceritakan dengan antusias: “Nonton Melbourne Symphony Orchestra Sydney (MSO) Myer Free Concert! Dengan konsep ruang terbuka, semua warga Melbourne antusias untuk hadir dalam even gratis setiap tahun ini. MSO yang konsernya biasanya seharga ratusan dolar, setiap summer memberikan konser cumacuma buat warga Melbourne. Sambil menggelar tikar membuka bekalmakan malam yang disiapkan khusus atau sekedar beli sepulang dari kantor atau kuliah, menjadi hal yang wajib dilakukan setiap tahun. Kedekatan dengan warga lainnya juga begitu terasa, tidak ada jarak antara kaya miskin, terpelajar tidak, sendiri ramai-ramai, formal santai semuanya berbaur menikmati sore diiringi lantunan music klasik live.” Sementara Joshua menyampaikan “Di sini bisa dibilang sangat mengutamakan work-life balance sehingga pekerjaan tidak terasa berat. Saya juga terkesan dengan keakraban di lingkungan kerja, di mana seakan-akan tidak ada perbedaan antara karyawan dan atasan.” Ariel Heryanto menambahkan kisahnya terkait dengan kegiatan akademis di kampus. “Di awal 1990an, sebagai mahasiswa Monash saya diajak oleh Herb Feith kenalan dengan beberapa tokoh aktivis Timor Timur di Melbourne yang memperjuangkan kemerdekaan dari Rezim Orde Baru. Awalnya mereka curiga pada saya, namun beberapa minggu kemudian mereka hadir dan mendengar uraian saya sebagai pembicara dalam sebuah forum terbuka tentang Indonesia di pusat kota, sepertinya lalu mereka berubah pendapat dan malah mengajak makan malam bareng. Hahahaha.”

Menutup pembicaraan dengan OZIP, Ariel Heryanto meyimpulkan “Memang, cuaca di sini menolong terciptanya Melbourne sebagai kota metropolitan budaya. Penduduk Melbourne itu majemuk dan berselera tinggi. Di sini orang diterima apa adanya, tanpa perduli latar belakangnya, tingkat kekayaannya, pendidikannya, atau agama dan warna kulitnya. Walaupun ya setahun ini saya kaget dan prihatin dengan jumlah tunawisma yang terlantar di emperan toko-toko di pusat kota.” Teks: Putri Utaminingtyas Foto: Koleksi Pribadi

Ariel Heryanto Penduduk Melbourne itu majemuk dan berselera tinggi. Di sini orang diterima apa adanya, tanpa perduli latar belakangnya, tingkat kekayaannya, pendidikannya, atau agama dan warna kulitnya.

ozip.com.au

13


GOOD LIFE STORY

Top Indonesian Eateries

in Melbourne

Salah satu derita para perantau yang hidup jauh dari kampung halaman adalah kadang kita merindu akan masakan khas Indonesia. Jangan khawatir, hidup di Melbourne tidak terlau susah karena kota kita ini ternyata menawarkan banyak obat penawar rindu to curb your craving for Indonesian flavours! Kali ini OZIP meliput info tentang dimana mendapatkan jajanan dan menu tradisional bercita rasa Indonesia!

Kedai Satay

Pondok Rempah, Blok M, dan Kedai Satay

Masih di area Melbourne CBD, ketiga restoran ini bisa diakses dari Elizabeth Street. Pondok Rempah khas dengan mie ayam dan sop buntutnya. Blok M terkenal dengan nasi goreng dan ikan bakarnya. Kedai Satay tentu saja ramai dikunjungi karena menu sate ayam dan iga bakarnya.

Meetbowl

Ayam Penyet Ria

Warung Sambel Ijo, Ayam Penyet Ria, dan Meetbowl

Salero kito

Nelayan dan Salero Kito

Oldies but goodies, kedua restoran dengan konsep prasmanan ini sangat tepat untuk penggemar nasi campur atau nasi bungkus. Nelayan berada di dua lokasi: Melbourne CBD (Swanston Street) dan Hawthorn (Glenferrie Rd). Sedangkan Salero Kito yang menyajikan menu khas masakan Padang terletak di Bourke St.

14

ozip.com.au

Warung Gudeg, Dapur Pondok Bambu Kuning

Indo,

Clayton merupakan salah satu suburb yang memiliki populasi orang Indonesia terbesar. Ketiga restoran tersebut menawarkan menu bervariasi dan cocok dengan selera Indonesia. Berlokasi di area Clayton Shopping Centre, restoran ini bisa diakses dengan berjalan kaki dari Clayton Station.

Restoran ini unggul karena menyajikan menu yang dilengkapi dengan sambal yang sangat pedas. Warung Sambel Ijo juga menyajikan masakan Padang dengan sambal ijo yang nendang, sedangkan Ayam Penyet Ria menyajikan menu ayam kremes dengan sambal merah yang super hot! Berbeda dari keduanya, Meetbowl justru menyajikan menu bakso, siomay, dan dimsum yang yummy! Ketiga restoran ini berlokasi di South Melbourne area.


Famili Ria

Es Teler 77

Naughty Nuri’s

Es Teller 77 dan Naughty Nuri’s

Selain menawarkan menu masakan Indonesia, kedua restoran ini tentu saja punya specialty masing-masing, yaitu dessertnya! Es Teller 77 pasti juara dengan es teler dan jus alpukatnya. Naughty Nuri’s tak kalah dengan es campur, es cendol, soda gembira dan es jeruk kelapanya.

Famili Ria

Famili Ria menawarkan jajanan khas Sumatra Selatan: Pempek. Dari mulai Kapal Selam, Lenggang, kulit dengan saus cuka yang asem manis menggugah selera sampai dengan sup tekwan yang segar, Ria yang berlokasi di Boxhill ini jadi tujuan makan penggemar pempek di Melbourne dan sekitarnya.

Indonesian Supermarket Laguna dan Hongkong Ingin memasak sendiri di rumah? Bingung mencari bumbu dan bahan masakan tradisional Indonesia? Kini tak lagi menjadi masalah! Laguna (QV Mall) dan Hongkong Supermarket (Clayton SC) adalah solusinya! Kedua asian stores ini menjual berbagai macam bumbu masakan dan jajanan ala Indonesia. Teks: Evelynd Foto: Istimewa

Suite 10, Level 1 17 Carrington road Box Hill 3128 F +613 9890 9899 E info@armultifinance.com.au W www.armultifinance.com.au

We will find a loan suited for you • Home loan/investment loan • Refinance

• Self-Employed & Low Doc

CALL US FOR A FREE

CONSULTATION

• Business/Commercial loan • Multi Unit development • Construction loan

Andyputra Tjandra Wisata M: +61450 420 908 E: andyputra@armultifinance.com.au Australian Credit License 432310 MFAA 135049

ozip.com.au

15


MOTIVASI

MAKSIMALKAN HARI INI H

idup ini serba mengandung ketidakpastian. Namun, justru dari ketidakpastian itulah, sebenarnya kita sendiri yang berhak menentukan, bagaimana kita harus memastikan apa yang telah, sedang, dan akan kita kerjakan untuk meraih kesuksesan. Dengan kesadaran bahwa selalu ada perubahan yang akan terjadi setiap saat, kita selalu berada dalam kondisi yang siap untuk bisa fleksibel dan adaptif terhadap segala macam bentuk ketidakpastian yang terjadi. Inilah mengapa, saya selalu berpijak pada apa yang harus dimaksimalkan hari ini. Seperti yang juga sering saya katakan dalam berbagai kesempatan, “Masa lalu biarlah berlalu. Masa depan jangan dikhawatirkan. Yang paling penting, adalah apa yang kita lakukan hari ini.” Maka, jangan pernah merasa kalah kalau belum melangkah. Jangan pula keburu merasa tidak bisa kalau baru gagal sekali dua kali saja. Sebab, gagal dan sukses pun hukumnya serba tidak pasti. Dalam menyikapi ketidakpastian—faktor mental memang menjadi penentu. Bisa jadi, pada saat peluang datang kita malah merasa terbebani dan bekerja kurang maksimal. Atau, bisa jadi malah sebaliknya. Karena merasa sudah di atas angin, justru tergelincir oleh hal yang—seharusnya—bisa kita kalahkan dengan mudah. Ilmuwan besar Einstein kerap berkata, “Di tengah ketidakpastian, di sana ada kesempatan.” Namun, dalam konteks yang senada, saya ingin menambahkan, “Di tengah ketidakpastian, di sana pun selalu muncul ancaman.” Dari apa yang sudah kita siapkan, bisa saja ada faktor lain yang membuatnya tidak seperti yang direncanakan.

16

ozip.com.au

Karena itulah, dalam hidup, kita dituntut untuk selalu waspada. Saat sukses, kita perlu selalu waspada agar sikap mental kita tidak tergerus dan tidak membawa kita tergelincir menuju kegagalan. Saat gagal, kita pun tetap punya keyakinan bahwa selalu ada kesempatan untuk mencapai keberhasilan, dengan catatan ada usaha keras dan semangat pantang menyerah, dilandasi keuletan dan kedisiplinan bekerja. Dear Readers, Kita sendiri yang menentukan. Kita sendiri yang memiliki kekuatan untuk “menguasai” ketidakpastian. Ibarat bermain ombak bagi seorang peselancar. Selalu ada perubahan yang terjadi. Ombak besar dan ombak kecil akan datang silih berganti. Namun, justru di tengah ketidakpastian itu, sang peselancar bisa belajar banyak hal, banyak cara, banyak teknik, sehingga kemampuannya akan terus meningkat seiring dengan berbagai kegagalan yang juga ia alami ketika berusaha menaklukkan gelombang. Mari, waspadai ketidakpastian yang selalu terjadi dengan terus memaksimalkan hari ini! Bagi kita yang sedang/akan bergerak di dunia bisnis, variasi dan kemampuan beradaptasi adalah kunci sukses. Terutama, di dunia yang terasa semakin “mengecil” dengan kecanggihan teknologi. Sepantasnya, kita berjuang sepenuh hati agar apa pun yang akan datang, bisa kita hadapi dengan tegar. Salam sukses, luar biasa!!!

Andrie Wongso (Motivator) AndrieWongso.com


LIPUTAN

Annual General Meeting Indonesian Diaspora Network Victoria Indonesian Diaspora Network Victoria (IDN-VIC) menyelenggarakan Annual General Meeting pada Sabtu, 3 Maret 2018 lalu di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Melbourne. Rapat tahunan ini diadakan dalam rangka pemilihan komite eksekutif dan pengurus IDN-VIC periode 2018-2020. Peralihan pembentukan pengurus IDN-VIC periode 2018-2020 ini adalah tugas dari “Caretaker IDNVIC” yang terbentuk pada 4 Desember 2017, yang terdiri dari 5 orang perwakilan diantaranya: Yacinta Kuniarsih, Windu Kuntoro, Sulistiyo Wibisono (Iwan), Anton Tobing, dan Diski Naim. Sebelum AGM dimulai, para diaspora Indonesia yang hadir menikmati makan siang sambil networking.

Voting dilakukan dengan konsep 1 orang 1 suara bagi para diaspora Indonesia yang hadir. Selanjutnya perhitungan suara disaksikan oleh seluruh peserta AGM. Berdasarkan hasil perolehan suara terbanyak, Iwan Wibisono dinyatakan terpilih menjadi Presiden IDN-VIC dan Diana Pratiwi sebagai Wakil Presiden IDNVIC periode 2018-2020. Acara dilanjutkan dengan diskusi dan perekrutan tim kepengurusan IDN-VIC serta penjelasan tugas tiap divisi. AGM ini juga menetapkan AGM ini juga menetapkan Anton Tobing sebagai Sekretaris dan Heri Febriyanto sebagai Bendahara. Teks: Evelynd Foto: Windu Kuntoro

AGM tersebut diawali dengan sambutan Konsul Jenderal Spica A. Tutuhatunewa, “fungsi utama Indonesian Diaspora Network adalah connecting the dots.” Selanjutnya AGM dipandu oleh salah satu Caretaker IDN-VIC yakni Yacinta Kurniasih. Agenda pertama adalah pemaparan perkembangan Indonesian Diaspora Network: Organisation, Programs and Activities secara umum oleh Diski Naim. Dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi oleh lima kandidat presiden IDN-VIC, diantaranya Anton Tobing, Iwan Wibisono, Diana Pratiwi, Diski Naim, dan Heri Febrianto.

ozip.com.au

17


GOOD LIFE STORY

No country is better. They are just different. Pricila Pangesti

Kaget dengan perbedaan budaya, tidak ada family support dan harus rela menurunkan standar, itu hanya beberapa dari sekian banyak tantangan yang dihadapi para orangtua Indonesia di Melbourne. Namun Melbourne, kota yang berstatus sebagai kota ternyaman di dunia tentu menawarkan berbagai hal yang bisa dinikmati penduduknya, termasuk para Ayah dan Ibu muda responden OZIP kali ini. Pricila Pangesti (39), 7 tahun di Melbourne. Ibu dua anak (8 dan 4 tahun) ini sempat tinggal di Kahl, Jerman selama tiga tahun sebelum akhirnya pindah ke Melbourne. Satu hal yang ia soroti adalah perbedaan musim di mana cuaca dan musim di Jerman lebih mudah diprediksi ketimbang di Melbourne. Namun demikian, Melbourne lebih bisa dinikmati karena suhu pada umumnya tidak pernah bersifat ekstrim dan matahari lebih berlimpah sehingga anakanak bisa beraktivitas di alam terbuka. Fasilitas umum di Melbourne pun lebih ramah anak, seperti tersedianya parents room, ramp untuk pram/stroller, tram baru dan platform kereta yang modern dan memudahkan pram/stroller untuk keluar masuk. Ditanya mengenai hal terberat menjadi orangtua, Pricila menjawab“Tidak ada family support hahaha… Jadi terpaksa deh memasak, bersih-bersih rumah, babysitting, jadi supir antar jemput dan lain-lain. Lelah fisik dan mental terutama saat mereka masih kecil.” Namun ia menambahkan bahwa di sinilah faktor kesadaran diri berperan. Orangtua harus rela untuk reshuffle prioritas dan menurunkan standar, misalnya saja rela kurang memperhatikan penampilan dan keteraturan rumah. Hal yang terpenting adalah mengubah perspektif. Sesungguhnya membesarkan anak tanpa bantuan adalah berkah luar

18

ozip.com.au

“...Hal yang terpenting adalah mengubah perspektif. Sesungguhnya membesarkan anak tanpa bantuan adalah berkah luar biasa karena orangtua bisa menikmati banyak waktu dan terlibat mengasuh anak secara langsung...”

Okhi Oktanio

biasa karena orangtua bisa menikmati banyak waktu dan terlibat mengasuh anak secara langsung. Okhi Oktanio (35), 8 tahun di Melbourne. Ayah dua anak (8 tahun dan 8 bulan) ini menghabiskan masa mudanya di Surabaya dan Jakarta. Terkait dengan pendidikan akademis putrinya, Okhi merespon. “Kualitas akademis di sekolah anak saya itu bagus. Fun fact: penerima award di sekolah ini banyak yang anak Indonesia lho!” Diakui Okhi, perbedaan budaya memang terasa saat mudik, contohnya saat di tempat bermain. Sang anak sudah mengantri dengan tertib namun kemudian selalu disela oleh anak-anak lain yang berebut. Di sinilah Okhi dan istri harus mengerahkan upaya bagaimana agar sang putri bisa tertib namun juga tetap survive. Selain itu, ada kalanya sang putri mengutarakan pendapatnya namun keluarga tidak benar- benar mendengarkan opininya karena


dianggap masih kecil. Namun dengan bijak Okhi menutup berkomentar “Saya selalu mengusahakan agar tetap mudik setahun sekali untuk menunjukkan ini lho Indonesia, lengkap dengan persamaan dan perbedaan budaya kita. No country is better. They are just different.” Hesti Dwi Listyorini (38), 1.5 tahun di Melbourne. Berperan sebagai spouse dari PhD student, Hesti, ibu dari dua anak (10 dan 7 tahun) ini berbagi cerita mengenai kesehariannya. Hesti sengaja memilih Moreland Primary School selain karena kualitasnya yang baik juga karena sekolah ini sering berhubungan dengan orang tua dari Indonesia.

ada di Indonesia, yaitu ekstrakurikuler coding. Kami sebagai orangtua ya senang sekali karena ini akan bermanfaat ke depannya.” Namun Hesti pun mengakui bahwa tantangan terbesarnya adalah bagaimana membiasakan anak-anak belajar di rumah. Berbeda dengan pendidikan di tanah air, sekolah di Melbourne tidak ada pekerjaan rumah (PR). Di sinilah, kata Hesti, orangtua harus tetap bisa membimbing dan menjaga anak supaya nanti saatnya kembali ke Indonesia tidak terkaget-kaget.

“Saya selalu mengusahakan agar tetap mudik setahun sekali untuk menunjukkan ini lho Indonesia, lengkap dengan persamaan dan perbedaan budaya kita. No country is better. They are just different.” Hesti Dwi Listyorini

Teks: Putri Utaminingtyas Foto: Koleksi Pribadi

“Anak saya itu punya hobi music dan berenang, dan kebetulan di sekolah ada ekstrakurikuler tersebut jadi mereka punya kesempatan untuk mengembangkan hobinya. Selain itu juga ada hal baru yang mungkin tidak

ozip.com.au

19


KABAR JAKARTA

PROGRAM PROFESSIONAL YEAR Pada artikel sebelumnya kita membahas bahwa lulusan dari Accounting, Engineering and IT bisa mendapatkan 5 points tambahan melalui Program Professional Year. Pada artikel ini kita akan membahas tentang apa sih sebenarnya Professional Year itu? Professional Year adalah program yang diluncurkan tahun 2008 untuk mempersiapkan pelajar international yang telah lulus dalam karier mereka di Australia. Professional Year saat ini mempunyai 3 aliran (streams): • Accounting (SMIPA) • Engineering • ICT Pelajar International yang telah lulus dengan gelar sarjana dari Australia (minimum 2 tahun sekolah) di bidang Accounting, Engineering atau IT berhak untuk mandaftar Professional Year Persyaratan bisa mendaftar Professional Year: • Lulus dari sekolah yang disetujui dari dari Universitas Australia (minimum 2 tahun sekolah) – (Aplikan untuk Engineering yang memegang visa 476 atau secondary holders of 457/ENS/RSM/Labour Agreement) mungkin juga bisa apply tanpa harus memenuhi persyaratan dua tahun sekolah di atas. • Telah memasukkan aplikasi visa 485 • Memenuhi persyarataan mimimum kemampuan Bahasa Inggris yang diset oleh badan professional • Migration Skills Assessment (Hanya untuk Accounting dan Engineering) Selain mendapatkan tambahan 5 points untuk skilled migration, lulusan PROFESSIONAL YEAR untuk stream di bawah ini juga mendapatkan keuntungan: • Accounting – Untuk full skills assessment untuk PR, tidak perlu mendapatkan IELTS Academic 7.0 on each component (atau nilai sebanding untuk PTE Academic, CAE, TOEFL iBT) • ICT – Untuk full skills assessment untuk PR, tidak perlu mempunyai pengalaman kerja satu tahun di bidang yang relevan setelah selesai sekolah. Struktur Standard dari Professional Year adalah: • Durasi - 44 minggu (minimum) • Pelatihan Kesiapan Kerja - 30 Minggu • Internship (Magang Kerja) - 12 minggu (unpaid) • Komponen Professional - Konten yang diperlukan oleh Badan professional dalam 44 minggu Professional Year • Paket Karier - Pada saat dan setelah komponen pelatihan dan internship

20

ozip.com.au

Program Professional Year yang disetujui Department of Immigration and Border Protection (DIBP) dan Badan Professional yang relevan akan membantu anda untuk mencapai to tujuan karier dan pekerjaan anda. Anda akan memaksimalkan prospek untuk mendapatkan pekerjaan dengan mendapatkan pengetahuan, keahlian dan pengalaman kerja yang di cari employer. Pada akhir program Professional Year anda akan: • Mengerti lapangan pekerjaan ddan budaya di tempat kerja di Australia • Belajar bagaimana untuk berkomunikasi dengan efektif dan professional di tempat kerja dengan teman kerja, manajer dan pelanggan • Mendapatkan pengalaman kerja yang berharga dengan magang kerja yang mengekpos anda pada praktek kerja di Australia • Mendapatkan tambahan 5 points untuk point migrasi anda. Di Melbourne ada berbagai provider untuk Professional Year. Jika anda tertarik dengan Professional Year dan ingin mendapatkan informasi detail tentang apa saja yang ditawarkan oleh masingmasing provider dengan harga paket yang terbaik dan sesuai dengan budget and kondisi anda, anda bisa menghubungi: Yapit Japoetra, MARN 0213101 (YNJ Migration Consultants) di (03) 9650 0895 atau 0430 588 899. Artikel ini ditulis hanya sebagai informasi umum dan bukan sebagai pengganti nasihat keimigrasian. Jika anda membutuhkan informasi yang lebih akurat tentang kemungkinan anda mendapatkan PR Australia, anda bisa menghubungi Yapit Japoetra, MARN 0213101 (YNJ Migration Consultants) di (03) 9650 0895 atau agen-agen imigrasi terdaftar lainnya. Yapit Japoetra (MARN 0213101) adalah agen imigrasi terdaftar sejak 2002 asal Indonesia yang memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman dalam hukum imigrasi dan dapat membantu anda dalam proses aplikasi atau memberikan nasehat tentang bagaimana mendapatkan permanent resident dan visa lainnya di Australia. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Yapit Japoetra di YNJ Migration Consultants di (03) 9650 0895 atau email yapit@tpg.com.au.


KABAR JAKARTA

Kenapa memilih Monash Professional Year? • • • • •

Provider Professional yang pertama dan yang terbaik Provider yang terafiliasi dengan Group of Eight di Victoria 82 % dari lulusan Monash Professional Year telah bekerja 6 bulan setelah lulus 1 dari 3 peserta mendapatkan pekerjaan dari host company Rekor placement 100%

The First and The Best Professional Year Provider

Dapatkan extra 5 points untuk skilled migration

Professional Year Accounting (SMIPA) Now working as a Data Analyst at Interactive Data

Yonathan Kuswara

“My trainers were really helpful. I see them not just as trainers in the professional setting but also friends that understand my needs on being successful in Australian workplace.

Untuk mendapatkan harga paket khusus terbaik untuk Monash Professional Year, hubungi (03) 9650 0895 atau 0430 588 899

The placement consultants are experts in their field. Working with them was reassuring as they were able to match my skills to the needs of internship host companies. My internship experience was really valuable in helping practice my soft skills and help me succeed in the Australian workplace”

YNJ Migration Consultants (MARN 0213101) Suite 905, Level 9, 227 Collins Street Melbourne Victoria 3000 Email: yapit@tpg.com.au Facebook: https://www.facebook.com/YNJ888/ Web: www.ynjmigration.com.au

ozip.com.au

21


FOOD REVIEW

OM NOM Kitchen: Special Treats for your Tastebuds Om Nom Kitchen yang terletak di Hotel Adelphi di kawasan resto mewah Flinders Lane di tengah kota Melbourne membanggakan dirinya sebagai “the place to experience desserts that look like pieces of art and taste delicious. At Om Nom, we aim to amaze guests with our extraordinary menu of sweet and savoury”. Klaim yang fair mengingat reputasi mereka sebagai dessert bar pilihan penggemar kuliner Melbourne dan bahkan menjadi tempat tujuan bagi para pelancong dari luar kota dan berbagai penjuru dunia. Kreasi artistik dan rasa dessert Om Nom ini jugalah yang membuat Michelle Lukman, mantan finalis 12 besar Masterchef Australia 2017, merasa di surga berkesempatan untuk bekerja di dapur Om Nom. “Saya bersyukur bisa belajar dan terlibat dalam kreasi dessert mereka. Kreatifitas di sini sangat luar biasa,” ujarnya saat berbincang bersama OZIP baru-baru ini. Head Chef Jo Ward yang siang itu bertugas menyarankan beberapa hidangan sore untuk tim OZIP. Sticks and Stones Dessert andalan Om Nom dan favorit Michelle berisikan sorbet coklat disandingkan dengan serpihan coklat, charcoal passionfruit pebbles, nutella, black sesame, chocolate soil, hazelnut custard, dan batangan stick coklat yang renyah. If you love chocolate, don’t ever miss it!

22

ozip.com.au

White Peach Injection Komposisi rasa white peach sorbet, raspberry and rose curd, toasted marshmallow milk granita, peach nitro. Paling menarik dan intricate, favorit saya yang suka kesegaran sorbet yang agak asam. Beetroot curred salmon Smoked salmon, salmon roe, pistachio crumble, pomegranate gel. Sebuah paduan unik akan dengan rasa earthy beetroot dan segarnya buah delima. Cocok buat cemilan sore bagi yang tidak suka manis. Selain menu andalan di atas, kami juga berkesempatan mencoba menu kreasi baru Jo dan timnya berupa kripik kulit babi yang renyah ddisajikan dengan saus asin dan asparagus. Teks: Tim OZIP Foto: Windu Kuntoro


SCENE

Perayaan Imlek di Melbourne Selain dirayakan oleh masyarakat dengan keturunan etnis Tionghoa, Tahun Baru Lunar di Melbourne juga disambut meriah oleh komunitas keturuan Korea dan Vietnam. Tahun Baru Anjing yang jatuh pada tanggal 16 Februari lalu dimeriahkan dengan berbagai festival dan acara komunitas di kota ini. Berikut ini foto-foto OZIP tentang tentang perayaan Imlek di sudut kota Melbourne di kawasan bisnis Crown di sepanjang Sungai Yarra yang memeriahkan acara Tahun Baru dengan berbagai lampion and delicious street foods.

Skilled Korean Beautician

Perth ozip.com.au

23


Bulan Maret juga pernah dianggap sebagai bulan pertama dalam penanggalan Romawi.

THE IDES OF

Bagi Indonesia tanggal 1 Maret 1949 dikenal sebagai salah satu hari bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan R.I. karena pada hari itulah laskar rakyat melancarkan serangan fajar menghajar Belanda di Yogyakarta. (Alm) Jenderal Besar (P) Suharto mengaku dialah yang memimpin serangan tersebut, sementara seorang Kolonel bernama Latief menyatakan bukan Suharto melainkan dirinyalah yang memimpin serangan tersebut. Bak kata orang keberhasilan itu banyak bapaknya, sementara kegagalan adalah yatim piatu (artinya banyak yang suka mengaku sebagai pelaku keberhasilan, sementara tidak ada atau jarang yang mau mengaku sebagai pelaku kegagalan). Dalam opini ini sebenarnya yang hendak penulis tuturkan adalah soal ramal-meramal, seperti yang pernah dilakukan seorang ahli nujum dalam tahun 44 BC. Ternyata tidak sedikit orang, bahkan di Barat, yang begitu percaya sama takhayul. Di Amerika, sebuah negara dan bangsa yang mengaku paling modern dan paling hebat, masih saja ada kepercayaan pada takhayul.

Ungkapan “The Ides of March” sebenarnya sudah ada sejak kapan-kapan, terutama di kalangan bangsa Romawi, namun kemudian menjadi mashur berkat kelihaian pena pujangga Inggris William Shakespeare (1564-1616), yang menukilkannya dalam karya agungnya ”Julius Caesar”, salah seorang kaisar terkemuka di zaman Romawi. Syahdan, begitu menurut Shakespeare, yang meramu fakta sejarah menjadi karya fiksi yang penuh dengan bumbu-bumbu kesusasteraan menggiurkan yang payah dicari tolok bandingnya, Kaisar Romawi Julius Caesar, di tengah-tengah puncak kejayaannya dalam tahun 44 BC (Sebelum Era Kristiani), konon pernah diperingatkan oleh seorang ahli nujum agar hati-hati pada pertengahan bulan Maret (The Ides of March). Namun Julius Caesar yang begitu PD pada kemampuan dan capaiannya waktu itu menepis segala takhayul tadi, dan bahkan ketika tiba pertengahan bulan Maret tahun 44 BC, Julius Caesar mengejek sang ahli nujum (lagi-lagi menurut Shakespeare) dengan menghardik: “Pertengahan Maret sudah tiba!” “Benar,” kata sang ahli nujum, “namun belum berakhir.” Dan Julius Caesar pun dengan yakinnya meneruskan perjalanannya ke Senat (meski konon telah diperingatkan, antara lain, oleh isterinya Calpurnia agar hari itu lebih baik di rumah saja, jangan ke Senat). Namun Julius Caesar, seorang penguasa dan panglima yang sangat hebat, yang strategi peperangannya sampai sekarang masih diajarkan di berbagai akademi militer di dunia) sama sekali tidak mengindahkan tenungan sang ahli nujum dan desakan isterinya. Singkat cerita, ketika berada di Senat itulah, ia diasasinasi oleh sahabat yang dianggapnya sebagai anak pungutnya, Marcus Brutus, serta mereka yang sebelumnya memang kurang senang dengan Julius Caesar. Itu terjadi di pertengahan (tgl 15) bulan Maret tahun 44 BC. Memang banyak peristiwa bersejarah yang terjadi dalam bulan Maret. Banyak Umat Kristen yang merayakan “Annantiatio” yang jatuh pada tanggal 25 Maret, suatu hari yang diyakini sebagai awal berseminya bibit Yesus Kristus dalam rahim Bundanya, Maria, dan genap sembilan bulan kemudian, 25 Desember, lahirlah Bayi Yesus. Itulah salah satu sebab dirayakannya tanggal 25 Desember sebagai Hari Natal.

24

ozip.com.au

Misalnya, seseorang presiden yang terpilih dalam tahun yang bisa dibagi dengan 20, niscaya tidak akan selamat dalam menjalankan masa tugasnya. Ada yang meninggal karena sakit banyak pula yang tewas dibunuh. Inilah daftar presiden Amerika yang terpilih dalam tahun yang dapat dibagi dengan 20 yang meninggal sebelum menyelesaikan masa jabatannya. 1840 … William Henry Harrison 1860 … Abraham Lincoln 1880 … James A. Garfield 1900 … William McKinley 1920 … Warren G. Harding 1940 … Franklin D. Roosevelt 1960 … John F. Kennedy Sebenarnya masih ada lagi Presiden Ronald Reagan, yang terpilih dalam pilpres 1980 dan sempat diterjang peluru asasin namun selamat. Presiden Reagan, terutama isterinya, Nancy, sangat percaya pada ramalan bintang/horoskop, sampai-sampai, begitu didesasdesuskan, Reagan pernah ingin mengubah ejaan nama keluarganya. Sebabnya? Nama resminya adalah Ronald Reagan. Baik Ronald maupun Reagan masing-masing terdiri atas enam huruf, dan bagi banyak orang di Barat, angka enam dianggap lambang setan, sementara di kalangan bangsa Tionghoa angka empat dianggap sial). Konon Reagan tidak nyaman dengan ejaan namanya yang terdiri dari enam huruf itu, hingga ia, konon, sempat mempertimbangkan untuk mengubah ejaan namanya menjadi REGAN – dilafalkan sama namun hurufnya berkurang satu, tinggal lima. Wallahu a’lam. Dalam soal ramal-meramal, banyak orang di Indonesia yang meyakini Babad Joyoboyo dan Ronggowarsito, sementara banyak pula orang di Eropah yang begitu takjub akan kehebatan peramal Nostradamus yang ramalan-ramalannya disusun sedemikian rupa hingga bisa dicocokkan ke kejadian mana saja. Karena Februari lalu menurut penanggalan Tiongkok bermulanya Tahun Anjing Tanah, maka tidak sedikit pakar fengshui di Indonesia yang membuat ramalan untuk setahun ke depan. Antaranya Tiyono Hosien dari Kalimantan, yang antara lain meramalkan: “Peruntungan di tahun anjing tanah bakal makin sulit. Persaingan, ketidakstabilan ekonomi, daya beli rendah, hingga serbuan barang impor diprediksi semakin menjadi.” Menurutnya, dalam setahun ini akan terjadi kemunduran bisnis. Selain itu, Hosien juga memprediksi di tahun anjing tanah ini akan banyak terjadi bencana. Seperti banjir, angin puting beliung,


longsor, hingga kebakaran. Namun tidak sedikit pula cerdik cendikiawan yang mencemooh segala ramalan bintang yang sampai sekarang diyakini oleh begitu banyak orang. Lihat saja majalah-majalah dan koran-koran tabloid di Australia ini yang begitu rajin dan ta’atnya memuat horoskop dalam setiap edisinya. Seorang cendikiawan, dalam upayanya untuk mencemooh kepercayaan pada ramalan-ramalan bintang yang diyakini begitu banyak orang, mengatakan, seorang kaisar Romawi yang dikenal sangat bengis dan bersikap tanpa belas kasihan, pernah jengkel terhadap peramalnya dan menitahkan agar peramal tersebut dipenggal kepalanya. Namun sebelum sang peramal dibawa ke tempat pemenggalan, sang kaisar bertanya: “Beritahukan kepadaku, kapan aku akan mati?” “Sehari setelah aku mati,” jawab sang peramal. Akhirnya dia selamat, karena tidak jadi dipenggal kepalanya. Konon Adolf Hitler, diktator Nazi, pernah bertanya kepada peramalnya: “Kapan aku akan mati?” “Tuan akan mati pada hari raya Umat Yahudi,” begitu sang peramal menjelaskan. “Ya, tapi hari raya yang mana?” tanya Hitler lagi. “Kapan saja Tuan mati, maka Umat Yahudi akan berhari raya” jelas sang peramal. Sejarah menyebutkan bahwa Adolf Hitler pernah melakukan apa yang disebut “holocaust” yang mengakibatkan sekitar enam juta orang Yahudi tewas. Di Melbourne ini saja sering kita temukan peramal yang menawarkan jasa-jasanya untuk menenung nasib anda. Di antaranya yang mengaku mampu melakukan “tarot reading” atau “palm reading”. Dan bahkan bisa lewat telefon atau online. Dengan bayaran, tentunya. Di Indonesia banyak kalangan, termasuk sejumlah kiai yang yakin akan kemampuan Presiden R.I. ke-4, Abdurrahman Wahid (alm) dalam melakukan ramalan. Beliau (alm) dikisahkan pernah membuat TUJUH ramalan, yang sejauh ini ternyata sebagian besar telah menjadi kenyataan. Misalnya, begitu dikatakan, almarhum pernah meramalkan tentang akan jatuhnya Jenderal Besar Suharto – yang kemudian memang terjadi. Lantas ia meramalkan tentang dirinya akan jadi presiden, dan itu pun menjadi kenyataan, meski ia sempat dimakzulkan di tengah jalan. Gus Dur, begitu menurut beberapa Gusdurian (pengikut dan pengagum almarhum) juga pernah meramalkan bahwa Joko Widodo akan menjadi presiden, dan ramalan ini terpenuhi; lalu Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, bukan saja akan menjadi gubernur (Ahok sempat memangku jabatan Gubernur DKI Jakarta Raya), melainkan juga, sebagai ramalan ke-7 Gus Dur, Ahok akan menjadi Presiden R.I. Presiden yang ke berapa? Gus Dur tidak menyebutkannya secara khusus, meski sementara pengamat mensinyalir kini sedang gencar dilakukan persiapan oleh kubu Ahok untuk memunculkan kejutan besar dalam waktu singkat. Kapan? Wallahu a’lam.#

Nuim Khaiyath Writer

ozip.com.au

25


PRE-EVENT

IFF Kembali ke Melbourne dengan

A Spectrum of Narrative Indonesian Film Festival, atau biasa disebut IFF, akan hadir kembali di Melbourne. Di tahun ke-13 ini, IFF menghadirkan rangkaian acara yang tentunya tidak kalah berkesan dengan tahun lalu. Tema tahun ini, A Spectrum of Narratives, bertujuan untuk menceritakan keragaman Indonesia dari berbagai

perspektif. IFF akan mengadakan empat special events dan main screening, yang akan memutarkan enam film pilihan. Adapun, special event IFF terdiri dari Under the Stars, sebuah pemutaran film outdoor yang tahun ini bertema reuni SMA; Through the Lens, pemu-

taran film pendek dan diskusi dengan panelis ternama; 4th Wall, acara berkonsep talk show malam yang membahas dunia perfilman Indonesia; dan Educational Screening, yang dibuka untuk sekolah-sekolah di Australia sebagai bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia.

Film Main Screening 13th IFF: Satan’s Slaves (Pengabdi Setan) Tanggal : 26 April 2018 Genre : Horor Sebuah remake dari film horor legendaris dari tahun 1980. Joko Anwar menceritakan ulang kisah keluarga Rini yang dihantui oleh ibunya sendiri. Banda the Dark and Forgotten Trail Tanggal : 28 April 2018 Genre : Dokumenter Banda menceritakan tentang Pulau Banda, yang kaya akan hasil bumi Indonesia yakni pala dan cengkeh, yang pada masa kolonial lebih berharga dari emas. Sebagai tempat awal kolonialisme di Indonesia, Banda pun menjadi saksi bisu kelahiran nasionalisme Indonesia. Marlina the Murderer in Four Acts Tanggal : 29 April 2018 Genre : Drama/Thriller Film yang menceritakan kisah Marlina, janda muda di Sumba, dalam perjalanannya membalaskan dendam terhadap laki-laki yang mengancam harta, nyawa, dan kehormatannya. Tales of the Otherwords (Ziarah) Tanggal : 30 April 2018 Genre : Drama Mbah Sri, seorang nenek berumur 95 tahun, berusaha mencari makam suaminya yang terpisah dari beliau saat perang agresi Belanda kedua, dengan satu tujuan - ia ingin dimakamkan di sebelah suaminya. Salawaku Tanggal : 1 Mei 2018 Genre : Drama Di Maluku, Salawaku, seorang anak berumur sepuluh tahun, mencari kakak perempuannya yang hilang, dengan bantuan seorang turis dari Jakarta yang sedang berusaha melupakan sakit hatinya. After the Curfew (Lewat Djam Malam) Tanggal : 2 Mei 2018 Genre : Drama Psikologis Restorasi sebuah film klasik karya Usmar Ismail, menceritakan kisah Indonesia setelah proklamasi, yang ternyata jauh dari idealisme para pejuangnya.

26

ozip.com.au

Under the Stars Film : Galih & Ratna Tanggal : 14 April 2018 Tempat : Motel Baja, Immigration Museum, 400 Flinders St, Melbourne VIC 3000

Through the Lens Tanggal : 19 April 2018 Tempat : Discursive Space, Arts West 553, University of Melbourne, Parkville, VIC 3052

4th Wall Tanggal : 27 April 2018 Tempat : Navanti Holdings’ Office, 580 Collins St. Level 11

Main Screening Tanggal : 26 April - 2 Mei 2018 Tempat : Australian Centre for the Moving Image (ACMI), Federation Square


TRAVEL

? d n e k e e w g Lon

! e n a b s i r B Yuk ke Akhir pekan selalu menjadi momen yang menyenangkan apabila dihabiskan dengan liburan. Apalagi berlibur mengunjungi tempat yang baru dengan suasana yang berbeda. Di Australia, berwisata antar states bisa menjadi salah satu cara untuk weekend getaway. Kali ini, OZIP ingin berbagi pengalaman bagaimana menikmati liburan singkat di kota Brisbane, Queensland. Brisbane menjadi destinasi favorit untuk summer vacation. Kota ini sangat ramah dengan turis karena rute penerbangan yang cukup sering dan akses transportasi yang mudah menuju pusat kota. Selain itu, cuaca Brisbane yang cenderung lebih hangat sangat cocok untuk dinikmati dengan berjalan-jalan. Jika hanya ada 3 hari libur, OZIP punya list “must-visit� untuk memaksimalkan liburan akhir pekan di Brisbane! Last Friday Night Satu hal wajib yang harus dicoba saat di Brisbane adalah menyebrangi sungainya dengan CityCat Ferry. Dengan ferry ini, kita bisa mengunjungi Eat Street Market yang berlokasi di Northsore Hamilton. Eat Street adalah festival kuliner terbesar yang

menyajikan menu makanan, minuman dan snacks dari berbagai negara. Dengan hiburan berupa live music dan band performance, Eat Street selalu dipadati oleh pengunjung. Tak hanya menjadi surga makanan, Eat Street juga menjual banyak suvenir dan barang-barang handamade yang unik. Super Saturday Fyi, menggendong koala hanya diperbolehkan di 2 state saja di Australia, yakni Queensland dan South Australia. Jadi, jangan lewatkan momen langka untuk berfoto sambil memeluk koala dengan berkunjung ke cagar alam dengan populasi koala terbanyak di dunia, Lone Pine Sanctuary. Disini juga ada hewan-hewan asli Australia lainnya seperti kangguru, wallaby, wombat, dingo, Tasmanian devil, emu, aneka burung dan satwa lainnya. Wisata alam di Brisbane belum lengkap jika tidak mengunjungi puncak tertinggi Mt Cootha. Dari lookout nya, kita bisa melihat pemandangan kota Brisbane di waktu senja sambil menyesap teh hangat. Kedua tempat ini bisa dikunjungi dengan transportasi bus.

Sunday Fun-day Pusat kota Brisbane dihiasi dengan banyak atraksi dan spot-spot menarik. Berkeliling kota dengan sepeda, mengunjungi Brisbane City Council dan museum, menyebrangi Goodwill Bridge, menyusuri Southbank area sambil menikmati es krim di pantai buatan Street Beach bisa menjadi pilihan untuk menikmati hari Minggu. Brisbane wheel di Parklands juga hal yang wajib dicoba. Ingin wisata belanja? Queen Street Mall menawarkan beragam pilihan untuk melengkapi weekend getaway Anda. Teks dan foto: Evelynd

ozip.com.au

27


Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia University of New South Wales (PPIA UNSW) kembali lagi pada tahun ini untuk mempersembahkan acara tahunan terbesar, Indonesian Night Market 2018! Indonesian Night Market merupakan sebuah festival dan pasar malam yang menampilkan keunikan dan keindahan budaya Indonesia dengan berbagai penampilan dan pameran – seperti pameran masakan-masakan khas Indonesia, pertunjukan musik tradisional maupun modern, pameran bumbu-bumbu khas Indonesia, permainan tradisional Indonesia, tarian tradisional dan lainnya. Indonesian Night Market tahun ini dibawa dengan tema “Boemboe Nostalgia”, yang menceritakan perjalan seorang pelajar yang telah menjalani petualangan hidupnya dalam negara lain namun teringat akan kenang-kenangannya ketika masih di tanah air yang dicintainya. Pada hari Rabu, 18 April 2018, pada jam 3.00 sampai jam 9, kami akan mengubah jalan UNSW Main Walkway menjadi pasal malem yang meriah dan penuh dengan kegirangan; menghadirkan berbagai masakan lezat Indonesia dari berbagai banyak food stall yang akan ada, parade dan photobooth, memamerkan bumbu-bumbu khas dari Indonesia, serta dengan pertunjukan live seperti permainan lagu khas Indonesia, tarian tradisional dan sebuah drama ber-

28

ozip.com.au

dasarkan dongeng asal Indonesia yang akan membawa suasana nostalgia dan mengingat kembali kenang-kenangan bagi masyarakyat Indonesian! Kami jamin, akan ada sesuatu yang menarik bagi semua orang dari segala usia dan bangsa! Jangan lupa juga untuk follow kami di Facebook “Indonesian Night Market 2018”, dan juga Instagram kami @ inm.unsw untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai event kami! Bergabunglah dengan kami untuk countdown ke Indonesian Night Market 2018! Siapa tau mungkin akan ada kejutan di sosial media kami! Kami juga akan adakan pre-event stall mulai dari tengah Maret yang menjual merchandise-merchanidse INM2018 dan berberapa makanan khas Indonesia. Jika kalian ingin informasi lebih lanjut mengenai Indonesian Night Market 2018, datanglah ke stall kami pada hari Selasa atau Kamis dan bicara dengan salah satu anggota kami. Penasaran dan sudah tidak sabar untuk datang Indonesian Night Market 2018? Makanya, tandailah tanggal 18 April 2018 jam 3.00-9.00pm pada kalender kalian dan mari kita merayakan keindahan negara kita, INDONESIA! Pasti akan menjadi malam yang tak terlupakan bagi kita semua! Sampai jumpa di #INM2018!


- mencocokkan produk dan layanan Anda dengan kebutuhan tersebut -

memeriksa kompetisi dan

-

membuat rencana pemasaran

Saran untuk Anda, fokuskan usaha Anda pada pasar khusus yang tidak terlalu banyak pemainnya, sehingga meningkatkan peluang kesuksesan Anda. Anda akan meminimalkan persaingan dan mengurangi kemungkinan yang tidak menguntungkan dengan menciptakan solusi yang dirancang untuk pelanggan yang sangat spesifik.

Merubah hobi menjadi bisnis

Banyak diantara kita yang berminat untuk menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan, karena dengan asumsi alangkah baiknya jika dapat menyalurkan hobi sekaligus dapat menghasilkan uang pada saat yang bersamaan. Namun demikian pada kenyataannya tidaklah seperti semudah membalikan telapak tangan.

Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut apa sajakan yang perlu diperhatikan serta menjadi pekerjaan rumah bagi kita sebelum akhirnya memutuskan untuk merubah hobi menjadi bisnis. Langkah-langkah berikut ini diharapkan akan membantu menghindari beberapa kesalahan umum saat kita memutuskan untuk mendapatkan penghasilan dari hobi favorit.

Apakah Anda sudah mempersiapkan diri? Kecuali jika Anda telah menjalankan bisnis sebelumnya, sangat mudah untuk terlena dengan gagasan; Anda mendapatkan bayaran karena melakukan apa yang Anda sukai. Kenyataannya adalah: tekanan untuk mendapatkan penghasilan dari hobi Anda bisa dengan cepat membuat Anda tidak dapat lagi mendapat kesenangan dari hobi Anda.

Menjalankan bisnis yang sukses tidak hanya semata menjalankan hobi. Kecuali apabila Anda mampu mempekerjakan karyawan untuk mengurus pembukuan, pemasaran dan penjualan, maka pada akhirnya Anda akan menghabiskan banyak waktu menyelesaikan pekerjaan yang sama sekali tidak terkait dengan passion sejati Anda. Lakukan penelitian pasar Jika Anda telah memiliki bakat dan semangat kewirausahaan, berarti Anda sudah memiliki keunggulan. Karena merupakan nilai tambah untuk dapat menggabungkan keahlian bisnis dengan passion Anda.

Ide pemasaran strategis Jika Anda baru memulai, kemungkinan besar Anda akan menjalankan bisnis dengan modal kecil. Anda harus sangat selektif untuk membelanjakan anggaran pemasaran Andaitulah mengapa sangat penting untuk mengetahui dengan pasti siapa yang akan menjadi pelanggan Anda. Sehingga solusi yang perlu di cari adalah bagaimana bisnis Anda mudah dicari.

Kehadiran situs web dan media sosial sangat penting untuk bisnis kecil manapun. Saat ini peran media social cukup berpengaruh besar dalam hal pemasaran, banyak bisnis yang mendapatkan pelanggan karena mereka aktif memasarkan produk mereka di media social, selain efektif pemasaran dengan cara ini juga cukup ekonomis. Pertimbangkan juga untuk mengikuti pameran, mensponsori acara komunitas, bergabung dengan asosiasi bisnis lokal, atau bermitra dengan entitas bisnis lain yang kompatibel dengan biaya rendah untuk dapat mempromosikan bisnis Anda. Kesimpulan Akhir

Jika mengubah hobi Anda menjadi bisnis adalah pilihan yang tepat untuk Anda, cobalah selama enam bulan sampai setahun sebelum Anda benar-benar menjalani bisnis Anda penuh waktu. Menjalankan bisnis sampingan kecil sebagai sebuah awalan akan menunjukkan kepada Anda apakah gagasan Anda berpotensi menjadi entitas bisnis sepenuhnya, sebelum Anda berhenti dari pekerjaan utama Anda dan menginvestasikan semua tabungan Anda.

Menyusun rencana bisnis satu halaman sederhana sebelum memulai merupakan cara terbaik untuk membantu Anda memikirkan dan mengevaluasi gagasan Anda, selangkah demi selangkah, saat Anda menetapkan sasaran dan mengidentifikasi strategi untuk mencapainya. Perencanaan bisnis mungkin tampak seperti pekerjaan rumit bagi bisnis kecil paruh waktu, tapi tanpa ada perencanaan, bagaimana Anda akan tahu kapan Anda telah mencapai tolok ukur kesuksesan Anda? The Materials are provided for general information purposes only and are not intended as professional advice and should not be substituted for, or replace, such professional advice.

Pertanyaannya adalah, apakah orang akan membayar Anda atas ide bagus yang Anda miliki? Sebagai contoh Jika Anda suka berkebun, siapa yang akan membeli tumbuhan ramuan, rangkaian bunga, atau e-book tentang tanaman karya Anda?

Salah satu kesalahan terbesar yang pada umumnya dilakukan wirausaha rumahan adalah tidak melakukan riset pasar. Secara singkat, riset pasar adalah proses dari: - mengidentifikasi pasar potensial -

memahami apa yang paling diinginkan dan dibutuhkan pelanggan Anda

E virdaersan@seaaccountants.com.au P 03 9689 8895 M 0434 378 718 A 17/31 Queen Street Melbourne, VIC 3000 ( With Appointment Only)

ozip.com.au

29


LIPUTAN

PAKO FESTA GEELONG: Colourfully Diverse, Culturally Rich Display of Harmonious Life Downunder Komunitas Indonesia di Geelong dan sekitarnya yang tergabung dalam Indonesia Association of Geelong (IAG) tahun ini kembali meramaikan pesta multibudaya terbesar dan tertua di Australia, Pako Festa. Team parade kita yang menampilkan berbagai kostum tradisional yang gemerlap dan kaya warna maupun gaya, dilengkapi dengan becak berhias yang dikendarai oleh anggota berkebangsaan Australia mencuri perhatian khalayak dan juri dan memenangkan kategori “Culturally Aware Team”.

30

ozip.com.au

“Tema tahun ini adalah Reflection of Culture, jadi cocok banget sama Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Tahun ini kita bisa sukses menampilkan keberagaman kostum, tarian dan musik dari berbagai etnis dan wilayah dari Sabang sampai Merauke,” ujar Seravina Ratri yang mengorganisir Parade bersama Rita Berry. Sekitar 50 orang dewasa dan anak-anak anggota IAG berkebangsaan Indonesia maupun Australia mengikuit parade tahun ini.

IAG sudah mengikuti pesta budaya Pako Festa ini sejak 15 tahun lalu, awalnya diorganisir oleh Konsulat General di Melbourne. Saat ini Pako Festa menjadai salah satu kegiatan tahunan utama bagi anggota IAG selain perayaan kemerdekaan kita tiap bulan Agustus.


Selain Parade Budaya, bisanya IAG juga membuka stall makanan Indonesia (Kedai Indonesia) dan Art Stall untuk memamerkan serta menjual pernak-pernik kerajinan Indonesia. Hasil keuntungannya akan masuk kas organisasi dan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan IAG sepanjang tahun. Indomie cabang Melbourne juga mendukung acara komunitas ini dengan mendonasikan

100 kardus masing-masing berisi 40 paket Indomie goreng untuk komunitas maupun pengunjung Pako “Kami bangga bisa mempresentasikan budaya Indonesia di rumah baru kami. Setiap tahun kami menampilkan etnis yang berbeda untuk menunjukkan kalau Indonesia itu bukan hanya Bali. Tahun ini benar-benar lengkap ke-Bhinekaan kita dan itu terefleksikan dalam Parade dan

diapresiasi oleh panitia maupun penonton dengan sangat baik,� tambah Rita. Dyota Anindita dan Ella Goedegebuur, remaja Indonesia yang berpartisipasi sejak delapan tahun lalu mengatakan jika Pako Festa adalah momen paling membanggakan buat mereka. “Bangga banget bisa nunjukkin sisi indah Indonesia ke khalayak lokal terutama temanteman sebaya saya, bahwa Indonesia itu bukan sekedar Bali Bombing, Gunung Berapi, terbelakang, dan hal-hal negatif lain yang orang Australia sering lihat dan dengar di media,� ujar Dyota.

ozip.com.au

31


Advertise Here!

Melbourne contact - Lydia mobile - 0430 933 778

Brisbane contact - Aland mobile - 0403 730 858 email:adsales@ozip.com.au

32

ozip.com.au

Canberra contact - Bintang mobile - 0431 563 249


PRE-EVENT

AIRLINES & TRAVEL AGENTS

FINANCES & MORTGAGES

ORGANISATIONS

RESTAURANTS

GARUDA INDONESIA A Lev 1, 30 Collins St, Melb VIC 3000 T 1300 365 330 F 1300 365 364

SEA Accountant Registered Tax Agent & Public Accountant A 17/31 Queen Street, Melbourne, VIC 3000 T 03 9689 8895 M 0434 378 718 E virdaersan@seaaccountants.com.au

IKAWIRIA INC (IKATAN WARGA INDONESIA DI VICTORIA) PO BOX 479, Glen Waverley, VIC 3150 T 9803 8388 F 9802 6996

WARUNG GUDEG 276 Clayton Rd, Clayton VIC 3168 (03) 9558 6409

AR HOMELOANS 2 EDINBURGH ST, CLAYTON VIC 3168 T +613 8510 9847 M 0450 420 908 and 0401 255 655 F +613 9478 0195

PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA AUSTRALIA (PPIA) Cab. Victoria W www.ppia-vic.org

EXTRAGREEN City Head Office / T 9623 9900 A 260 Swanston St, Melb VIC 3000 Glen Waverley / T 9561 0311 A Shop 3, 53 Kingsway, Glen Waverley VIC 3150 Box Hill / T 9899 2788 A 537 Station St Box Hill 3128 W www.extragreen.com E enquiries@extragreen.com.au EXTRA TRAVEL 4 Ashburn Grove Ashburton VIC 3147 T 9885 0008 E info@extratravel.com.au W www.extratravel.com.au

BEAUTY SALON CANTIQUE SKIN & BEAUTY CLINIC A172 Harcrest Blvd Wantirna South 3152 T 9755 6846 M 0413 770 929 CHURCHES/FELLOWSHIPS KOOYONG: Gereja Indonesia Anglican 466 Glenferrie Road Kooyong 3122 Church Service & Sunday School : hari Minggu jam 12 siang Reverend Kuncoro Rusman ph: 0408570967 e: kuncoro@rusman.com.au END-TIME CHURCH OF CHRIST A Cnr. Willesdan Rd & Warrigal Rd, Oakleigh VIC 3166 M 0402 124 037 Emmanuel Baptist Church Kebaktian Minggu: 10.30 am - 12.30 pm 524-530 Elizabeth St., Melbourne Sony: 0425840823 Elvi: 0413557202 4:00pm - 5:30pm : 2 Lum Road, Wheelers Hill Pdt. Victor Liu: 0416621226 ENSAMPLE CHURCH - GEREJA KELUARGA KRISTEN INDONESIA Sunday Service & Sunday School 11am 224 Danks St Albert Park Vic 3206 Contact Ruth +61468392337 GEREJA BETHANY INTERNATIONAL A 29-37 Ballantyne Street, South Melbourne T 03 9699 9077 W www.bethanymelb.org.au GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA 552 City Road, South Melbourne-VIC 3205 Sunday Service: 10am (Interpreter provided) English Service: 4pm (starts: March 5, 2017) Sunday School: 10am Persekutuan Doa: Rabu 7pm Persekutuan Pemuda: Sabtu 2pm Persekutuan Dewasa Muda: Week1&3 4.30PM Pdt. Budy Setiawan, M.Div 0433 944 584 www.griimelbourne.org INDONESIAN CHRISTIAN CHURCH (ICC) Kebaktian pagi Bahasa Indonesia: Minggu, 10.30.am Werner Brodback Hall 156 Collin St, VIC 3000 M 0402 310 402 W www.icc-melbourne.org INDONESIAN PRAISE CENTRE (IPC) A 514 Dandenong Rd, Caulfield North 3161 Melway Ref 59B10 Pendeta: Rev Agus Budiman M 0405 757 580 W www.ipc-online.net KELUARGA KATOLIK INDONESIA Gereja St. Joseph Setiap minggu kedua 11.00am A 95 Strokes St, Port Melb, VIC 3207 Gereja St. Pascal Setiap minggu keempat 11.00am A 98-100 Albion Rd, Box Hill 3128 M 0405 282 261 (Heru) Melbourne Praise Centre 1536 Malvern Road Glen Iris VIC 3146 www.melbournepraisecentre.org.au PLACE OF JOY (POJ) Sunday 11.00am Victoria University Conference Room Lv 12 A 300 Flinders St, Melb, VIC 3000 M 0431 155 886 (Pastor Yuwandi) W www.placeofjoymelbourne.org REPLIQUE INDONESIAN CHURCH Indonesian Campus Ministries Basement, 58 Franklin St, Melbourne VIC 3000 Kebaktian Minggu: 10.30 pagi Fellowship Jumat: 6.00 sore info@repliqueministry.org SIDANG BAPTIS INDONESIA (Indonesian Baptist Congregation) Sunday Service : 4.30pm A 517 Whitehorse Rd, Surrey Hills VIC 3127 W www.sbimelbourne.org.au E bpi@sbimelbourne.org.au EDUCATION AGENT NEXT LINK Level 3, Suite 312/343 Little Collins Street Melbourne VIC 3000 Australia T 03 9077 6622 ozip.com.au E info@nlstudy.com.au

33

COMMUNITY NETWORK T 9679 9672 F 9679 9684 M 0405 282 261 E robert_prasetyo@yahoo.com.au YC FINANCES T 9830 8010 F 9830 8381 W www.ycfinance.com.au E info@ycfinance.com.au FREIGHT ALLTRANS INDO CARGO A 19 Cresswell Avenue, Williams Landing, VIC 3027 M 0401 586 721 / 0408 334 418 (Indria) P/F (03) 8360 9848 W www.alltransindocargo.com.au E info@alltransindocargo.com.au UNIAIR CARGO AUSTRALIA - MELBOURNE A Unit 6 / 25 Osarry St, Mascot, NSW 2020 M 0402 689 100 (Inge) W www.uniaircargo.com.au E melbourne@uniaircargo.com.au

KEDUTAAN BESAR RI UTK AUSTRALIA A 8 Darwin Avenue, Yarralumia, ACT 2600 T 02 6250 8600 W www.kbri-canberra.org.au KONSULAT JENDERAL RI UNTUK VICTORIA & TASMANIA A 72 Queens Road, Melbourne, VIC 3004 T 03 9525 2755 W www.kjri-melbourne.org KONSULAT JENDERAL RI UNTUK NSW A 236-238 Maroubra Rd, Maroubra, NSW 2035 T 02 9344 9933 W www.kjri-sydney.org MIGRATION AGENTS SOLA GRACIA MIGRATION A Level 24, 570 Bourke Street, Melbourne VIC 3000 A 12 Vineyard Road, Wantirna South VIC 3152 T 03 8658 5966 / 8658 5968 M 0423 093 668 E solagracia@ozemail.com.au

BAMBOE Cafe & Restaurant 643 Warrigal Rd, Chadstone (03) 9568 5311 / (03) 9568 5377

PERWIRA INC. (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria Inc) PO BOX 71, Nunawading 3131 T 9701 5238 W www.perwira.com.au E info@perwira.com.au

Shalom Indo Restaurant 474 Little Lonsdale St. Melbourne VIC 3000 Ph 9600 0802 Thaiger Rabbit 391 Victoria St. Abbotsford, VIC 3067 (03) 9077 5891

REAL ESTATES

Pondok Bamboe Kuning 354 Clayton Road, Clayton, VIC 3168 (03) 9544 2466

PENTA PROPERTIES A Level 3 / 480 Collins Street, Melbourne, VIC 3000 P 03 8610 6952 E info@pentaproperties.com.au W www.pentaproperties.com.au CASA REAL ESTATE A Suite 15 A&C, Ground Floor 566 St.Kilda Rd, Melb VIC 3004 M 0422 234 725 (Mario Setiawan) M 0423 801 300 (Ferdi Setiawan) W www.casarealestate.com.au iPROPERTY Gus Koesasih A Suite 307/227 Colliins St., Melbourne VIC 3000 T 9639 9280 M 0430 888 838 LOCKSMITHS

INDONESIAN EMBASSY

KILLINEY KOPI TIAM 114 Lgon St., Carlton (03) 9650 9980

JULIUS LOCKSMITH AND HANDYMAN 24 hours service, MLAA member Free quote, Lock out T 9530 9326 M 0407 543 798 (Julius) TRANSLATORS DR. RON WITTON (Indonesia-Inggris) A: 22 Moore St, Austinmer, NSW 2515 M: 0409399 752 E: rwitton44@gmail.com Web: http://ronwitton.blogspot.com.au/ EXPRESS TRANSLATION - SEHARI JADI Ratri Kumudawati - NAATI accreditation Level 3 1 Ironbank Grove Bella Vista (Sydney) NSW 2153 M 0414 957 181 E: indooz@iinet.net.au

Nelayan Indonesian Restaurant 265 Swanston St, Melbourne VIC 3000 (03) 9663 5886 768 Glenferrie Rd, Hawthorn, VIC 3122 (03) 9819 3115 Sateplus 87 Peel Street, West Melbourne, VIC 3003 (03) 90770900 Chokolait Shop 342 - Level 3, Emporium 287 Lonsdale Street, Melbourne, VIC 3000 (03) 9662 4235 West Wok Shop 11, Campbellfield Plaza 1434 Sydney Road, Campbellfield 3061 (03) 9359 2619 DENTIST Dr. Salim Sjaifuddin 1122 Burke Rd, Balwyn North VIC 3104 T 9859 3533 W www.beautifulsmile.com.au E info@beautifulsmile.com.au The Dental Suites Dr Donny Mandrawa Balwyn, ph 98579966 Point Cook, ph: 9395 8388 Grey Street Dentist Casa Milano Building, 20 Grey Street, St Kilda, Melbourne T (03) 9534 4017 E greydentist@gmail.com Q1 DENTAL St. Kilda Rd Towers, Level 1, suite 137 1 Queens Rd, Melbourne VIC 3004 T 9078 1955

YNJ MIGRATION CONSULTANT Suite 905, Level 9, 227 Collins Street Melbourne Victoria 3000 T 9650 0895 M 0430 588 899 E yapit@tpg.com.au MIGRASI AUSTRALIA G10A/838 Collins Street Melbourne VIC 3008 T 0430 882 324 E migration@migrasiaustralia.com JKN MIGRATION CONSULTANT Level 3, Suite 312/343 Little Collins Street Melbourne VIC 3000 Australia T 03 9008 9696 M 0404 284 500 E jimmy@jknmigration.com.au MOSQUE A 660 Sydney Rd, Brunswick 3056 Melway Ref:29H6 T 9386 8423 A 19 Michael St, Brunswick 3056 Melway Ref: 29G9 T 9387 8783 / 9387 1700 A 31 Nicholson St, Coburg 3058 Melway Ref: 29K4 T 9386 5324 M 0438 194 640 A 201 Sayers Rd, Truganina 3030 Melway Ref: 203C7 T 9369 6010 A 320-324 Huntingdale Rd, Huntingdale 3167 Melway Ref: 69J10-J11 T 9543 8037 M 0409 313 786 A Hudson Circuit, Meadow Heights 3048 Melway Ref: 179H12 A 66-68 Jeffcott St, West Melb 3003 Melway Ref: 2EK2 43E7 T 9328 2067 / 9328 2382 A 90 Cramer St, Preston 3072 Melway Re: 18D12 T 9470 5936 / 9470 2424

WANTED

SEXUAL ASSAULT – ST KILDA WEST – SATURDAY, 9 DECEMBER 2017

Michelle ROTTENBERRY DATE OF BIRTH: 24 August 1990 HEIGHT: 160cm BUILD: Medium EYES: Brown HAIR: Brown/red COMPLEXION: Fair

Michelle ROTTENBERRY failed to appear at the Latrobe Valley Magistrates’ Court on 2 August 2017 in relation to alleged drug-related offences. Four warrants have been issued for the arrest of the 27year-old. ROTTENBERRY is known to frequent the Dandenong and Latrobe Valley areas. (Reference number: WTD1429) If you know something, say something. Report confidentially online at www. crimestoppersvic.com.au or call Crime Stoppers on 1800 333 000.

Police are searching for a man after a woman was sexually assaulted in St Kilda West on Saturday, 9 December 2017. Police have been told that sometime after 7.30pm, the man approached the woman whilst working at an event in Catani Gardens before acting inappropriately towards the woman and sexually assaulting her. Police have released a facial composite image of a man whom they believe may be able to assist in their inquiries. The man is perceived to be of Southern European appearance, aged in his 40’s, approximately 164cm tall with a medium build, turquoisecoloured eyes and a slight European accent. He was wearing jeans, a light coloured t-shirt and black jacket. If you know something, say something. Report information confidentially to Crime Stoppers Victoria on 1800 333 000 or report online at www.crimestoppersvic.com.au. (Reference number: CSV 2636)

CAR MAINTENANCE Victory Automotive Unit 23, 14-26 Audsley street, Clayton south (03) 8555 9667

ozip.com.au

33


HOBBY

Queen Victoria Building saat jam sibuk di Sydney

Dua bangunan paling terkenal Sydney di dalam satu gambar

Kembali ke Analog Era digital membawa banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan. Salah satunya ada di dunia fotografi. Sekalipun serbuan teknologi kamera digital sudah mulai populer sejak awal tahun 2000-an, namun bermain-main dengan kamera film/analog tetap mempunyai keasyikan tersendiri. Kamera analog adalah kamera yang menggunakan roll film sebagai media penyimpan gambar. Beberapa merk film yang masih eksis sampai saat

Menara penjaga pantai di Bondi Beach, pantai ikonik di Sydney.

34

ozip.com.au

ini, diantaranya, Kodak, Fuji, dan Ilford. Biasanya, setiap roll berisi 24 atau 36 exposure. Selain pilihan jumlah exposure, juga ada pilihan ASA. ASA di setiap roll film bisa bervariasi, yang dipilih berdasarkan kondisi pencahayaan (malam/siang, ruang terbuka/tertutup, dan lain-lain). Di liburan musim panas yang dihabiskan di New South Wales dan Queensland, Penulis pertama kali berkesempatan untuk mengeksplor asyiknya menggunakan kamera analog. Kamera analog memberikan pengalaman yang berbeda dibanding kamera digital. Kita ‘dipaksa’ untuk lebih sabar dalam menemukan komposisi dan timing yang tepat untuk setiap foto, mengingat kapasitas yang terbatas di setiap roll. Warna yang dihasilkan setiap roll film juga lebih ‘jujur’ dan berkarakter. Seperti film Fuji

Rumah perahu di dekat Harbour Bridge, Sydney.

Arsitektur unik di CBD Sydney


Warna-warna mencolok lampu lalu lintas di Footscray, Victoria

Penyebrangan di depan Flinders Stree Station yang selalu dipenuhi dengan manusia

yang memiliki ciri khas ‘tone’ warna hijau dan film Kodak yang memiliki ‘tone’ warna kekuningan. Selain itu, rasa penasaran sekaligus excited selalu ada setiap menunggu hasil pengolahan (cucian) film. Kita tidak pernah tahu hasil akhir setiap foto yang kita ambil. Untungnya, masih ada beberapa tempat pencucian film di Melbourne ini. Sebut saja Michaels Camera dan DigiDirect di Elizabeth Street, atau Hillvale Photo di Brunswick. Memang sih, fotografi analog kesannya lebih butuh banyak dana, karena kita butuh dana untuk membeli roll film, pencucian, dan cetak/scan. Tapi percaya deh, fotografi analog ini akan memberikan pengalaman dan kenangan yang berbeda, karena kita dibuat lebih menghargai proses di setiap

pengambilan foto. Beberapa contoh hasil foto analog yang didapatkan saat liburan musim panas lalu bisa dinikmati di halaman ini.

Foto suasana siang bolong di Bondi Beach, lengkap dengan ujung foto yang ‘terbakar’

Selamat mencoba! Text dan foto: Maseta Pratama

ozip.com.au

35


BAHASA

NAMA, DALAM BINGKAI BAHASA DAN BUDAYA Di Australia, saya sering menjumpai orang yang selalu mencoba memadan sebuah nama dengan bahasa dan budaya negara asalnya. Ini mungkin karena Australia adalah negara imigran, sehingga layak saja namanama sering mencerminkan budaya dan bahasa asalnya. Namun karena beberapa budaya asal punya nama-nama yang sama atau hampir sama, kiat tebak-tebakan ini tidak selalu jitu. Umpamanya nama Alex. Nah berapa banyak budaya, termasuk di Indonesia, yang dihuni Alex? Johan atau John, Zakaria, Tina, Maria, Ani, dan banyak lagi. Yang lebih menarik, membandingkan bagaimana orang Indonesia dan orang Australia ‘melihat’ dan ‘menafsirkan susunan’ sebuah nama. Di Indonesia, kalau kita melihat nama John Smith, atau Julia Hariani umpamanya, yang menonjol dalam benak orang ialah nama depannya, jadi mereka segera dipanggil ‘Pak John’, dan ‘Bu Julia’. Sebaliknya di Australia, yang menonjol ialah nama belakangnya, sehingga mereka akan dipanggil, ‘Mr Smith’, and ‘Ms Hariani’. Ini karena di Indonesia seseorang, kendati punya nama sederetpun, belum tentu nama belakang (atau nama tengah)nya mencerminkan keluarganya, sedangkan di Australia, seperti di negara-negara Eropa Barat dan Inggris, nama belakang adalah nama keluarganya. Di Indonesia, nama depan justru yang penting. Pada era di mana telepon tangan, apalagi smartphone, belum menyebar penggunaannya, ini sering menimbulkan masalah kalau seorang teman dari Indonesia berkunjung ke sebuah kota di Australia, menginap di hotel, lalu meninggalkan pesan, umpamanya, ‘ Halo De, ini Arni. Arni Armani. Aku ada di Melbourne nih, menginap di Hotel Westernport (umpamanya). Besok pagi aku ada di kamar sampai jam sembilan. Telepon ya.’ Eh, boleh-bolehnya di hotel itu, dia mendaftarkan dirinya sebagai Arni Armani Burhan (Burhan nama suaminya). Nah, kita teleponlah Hotel Westernport, kita minta Ms Arni Armani. Pihak hotel mengatakan, tidak ada Ms Arni Armani dalam daftar tamu mereka. ‘Ada Adela Armani, Giuseppina Armani, Pietra Armani…’ Kitapun buru-buru menjelaskan, ‘Ini Ms Armani yang dari Indonesia.’ Pihak hotel mencari-cari, lalu mengatakan, ‘Tidak ada Ms Armani dari Indonesia.’ Nah deh. Bagaimana nih. Kita angkat tangan. Beberapa hari kemudian kita mendapat telepon dari teman Arni Armani ini, menegur kita, karena tidak menelepon. Kita jelaskan. Dia heran, ‘Masa sih, katanya. Kan sudah ada dua nama, Arni dan Armani. Burhan cuma nama belakang, satu. Kok itu yang dipentingkan?’ tanyanya setengah tidak percaya. Walau kedengarannya mudah, tapi meyakinkan seorang karyawan yang merasa mempunyai tanggungjawab atas kelancaran sebuah perusahaan, untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa, banyak juga tantangannya. Masih dalam era pra-telepon pintar dan WA. Seorang rekan saya, katakan namanya Taufik Efendi dan selalu dikenal sebagai Taufik Efendi. Nama kepanjangannya Taufik Efendi Salim (begitu tertulis di paspornya). Waktu datang ke Melbourne dan menginap di sebuah hotel, Taufik mengoreksi si karyawan hotel waktu dia didaftarkan sebagai ‘Salim, Mr T.E.’. Dia minta didaftarkan sebagai Efendi, Mr T, karena katanya, ‘Teman-teman saya mengenal saya sebagai Taufik Efendi.’ Si karyawan kebingungan, masa

36

ozip.com.au

nama tengah dibikin nama keluarga? Wah, ini tidak sesuai instruksi dan tidak menuruti aturan sistem. Tapi Taufik tetap berkeras. Si karyawan jadi serba salah. Taufik ‘kan tamu hotel, artinya klien, jadi mesti diberi respek selayaknya. Akhirnya diapun mengambil jalan tengah, Taufik didaftarkan sebagai ‘Efendi-Salim, Mr T’. Lalu Taufik meninggalkan pesan pada telepon saya, ‘Aku sudah tiba. Telepon aku di Hotel XY.’ Bisa terbayang apa yang terjadi? Saya, yang tahu nama lengkap Taufik, segera menelepon hotel dan minta Mr Taufik Salim, karena begitulah kebiasaannya di Australia, kalau ada nama tengah, itu segera diabaikan. ‘Tidak ada Mr T Salim,’ kata noni resepsionis. “Mr T Efendi?’ tanya saya, untung-untungan. ‘Tidak ada Mr T Efendi.’ Akhirnya setelah mencoba kiat ini dan kiat itu, saya tanya, ada tidak, yang mendaftarkan diri dengan tiga nama, ‘Taufik Efendi Salim’? Ternyata dia menemukan nama Efendi-Salim dengan tanda penghubung. Fiuh. Lalu penggunaan nama kecil juga bisa menimbulkan kesalah-pahaman, meskipun harap-harap tidak selalu serius. Kalau di Australia, yang dikenal sebagai nama kecil adalah semacam kependekan dari nama sebenarnya, umpamanya James jadi Jim, Robert jadi Bob, Benedict jadi Ben, di Indonesia nama kecil adalah nama yang dipakai waktu individu itu masih kecil. Bisa saja memang bentuk kependekan dari nama panjangnya, tapi tidak selalu. Umpamanya Nurhayati menjadi Nunung, atau Titi, masih bisa dikaitkan. Tapi kadang-kadang nama kecil itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan nama lengkapnya. Saya pernah punya rekan yang namanya Slamet Kurnia Suriawijaya. Tidak seorangpun di kantor yang memanggilnya dengan nama keren itu. Semua memanggilnya Mas Utun atau Pak Utun. Waktu anak saya, Eric, ‘mengeluh’ pada temannya (yang bule) bahwa ibunya masih memanggilnya Ewik, saya membungkamnya dengan mengatakan, ‘Jangan ribut-ribut. Di Indonesia kamu akan dipanggil oleh siapapun, Mas Ewik atau Pak Ewik, tanpa berkedip!’ Diapun meringis.

Penulis : Dewi Anggraeni


Discover your Courage! Australia Indonesia Business Forum 2018 Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia ranting Monash University atau yang lebih dikenal dengan nama “PPIA Monash” adalah suatu organisasi pelajar Indonesia yang beranggotakan mahasiswa/i Indonesia yang sedang belajar di Monash University.

Dalam acara AIBF ini, akan diundang sejumlah pembicara yang berbeda setiap tahunnya untuk menginspirasi para pengunjung dan memotivasi dikarenakan beragam pengalaman dari semua pembicara yang sukses dalam hidup mereka.

Setiap tahun, PPIA Monash mengadakan acara di semester 1 yaitu Australia Indonesia Business Forum, disingkat sebagai “AIBF”. AIBF adalah salah satu event PPIA Monash yang terbesar, selain event-event lainnya seperti Soundsekerta. Untuk tahun ini, PPIA monash kembali mengadakan AIBF 2018 dengan tema ‘Breaking Barriers: Discovering my Courage’ dimana bermaksud untuk mendorong generasi muda untuk memiliki keberanian dalam melakukan hal-hal besar bagi diri mereka sendiri.

Alasan menggunakan tema ini adalah karena banyaknya anak muda yang masih ragu membuat keputusan untuk diri mereka sendiri dan untuk melangkah maju dalam kehidupan mereka. Seringkali generasi muda mengikuti teman-teman mereka dan mengikuti trends yang sudah berjalan. Bagaimana kita bisa menemukan perubahan jika ini terus terjadi? Oleh karena itu, kami, PPIA Monash, mengadakan acara ini untuk mendorong semua pemuda

37

ozip.com.au

untuk mengambil kesempatan, dan memberanikan diri sendiri agar bisa menjadi contoh lebih baik untuk para generasi muda. PPIA Monash ingin mengajak kalian semua untuk datang ke event AIBF! Stay tuned untuk informasi selanjutnya di media sosial seperti Instagram @ ppiamonash; Facebook page AIBF – PPIA Monash; Twitter @ppiamonash atau kunjungi website: aibf.ppiamonash. org. See you all at AIBF 2018! Kelly Hadiprawira

ozip.com.au

37


FOOD REVIEW

GUKBAB Korean Restaurant

A gem at Little Lonsdale Street Gukbab yang beralamat di 535 Little Lonsdale berada di antara sederetan restoran yang beberapa tahun ini berkembang menjadi semacam Korean Town karena banyaknya restoran Korea yang memiliki jam buka dan tutup seperti layaknya restoran di Seoul yaitu sampai fajar menjelang. Mengapa orang Korea suka sekali makan larut malam (“late supper”)? Kevin Lee, pemilik Gukbab menjelaskan biasanya setelah minumminum di bar tempat yang dituju selanjutnya adalah restoran yang menyediakan makanan khusus untuk “hang over” yang disebut Gukbab (soup panas dicampur nasi di dalamnya). Soup inilah yang menjadi salah satu menu andalan mereka disamping Ayam Goreng Renyah berbagai rasa yang sangat cocok dinikmati dengan Punch / Cocktail Soju rasa strawberry, mangga, kiwi, peach dan nanas. Gukbab juga menyediakan makanan khas di Korea yaitu slow cooked / stew daging dan iga yang malam itu menjadi pilihan Ozip untuk memulai makan malam. Menu semacam ini jarang bisa kita dapatkan di resto Korea di Melbourne.

2. Byu-dagi guk bab (Slow cooked meat with vegetables in soup) Daging yang lembut karena di masak lama dengan bumbu yang meresap meleleh di mulut dapat dimakan untuk 2 atau 3 orang.

3. Bu-dae ji gae : Various sausages, meat, ramen, vegetables and kimchi hot pot Sup dengan berbagai sausage, fish cake, mie, sayuran dan kimchi sangat cocok dimakan beramai-ramai di malam hari. Sup selalu hangat karena dimasak diatas kompor kecil di meja.

4. Sundubu Ji-gae: Soft tofu stew with vegetables and seafood Dengan porsi yang tidak terlalu besar cocok sekali sebagai pemula 1. Spicy Gal-bi-jim: Korean style braised beef short ribs with chilli and soy sauce Rasanya mirip sup iga penyet, dimasak dengan cabe dan kecap yang sangat kuat rasanya

38

ozip.com.au

Malam itu, salah satu tim ozip, Tim Flicker mencoba Ayam Goreng Garing berbagai rasa yaitu Original, Sweet Chilli dan menu terbaru dari Gukbab Snow Cheese Chicken. Berikut ini kesan Tim mencicipi tiga rasa ayam goreng yang juga merupakan pengalaman pertamanya makan Ayam Goreng khas Korea. Salah satu masakan Korea yang paling terkenal adalah ayam goreng. Di Gukbab, saya mencoba beberapa rasa ayam goreng Pertama, saya mencoba ayam original (original chicken). Untuk membuatnya, ayam ini diungkep selama semalam sebelum digoreng. Menurut kami, walaupun rasanya enak, namun ayam ini terasa sedikit hambar. Kedua, saya mencicipi ayam keju salju (snow cheese chicken). Menu ini merupakan menu baru di restoran Gukbab dan bisa dibilang merupakan salah satu makanan favorit sang pemilik restoran, Pak Kevin Lee, sewaktu ia tinggal di Korea Selatan.  Proses pembuatan ayam ini juga diawali dengan diungkep selama semalam sebelum digoreng. Selanjutnya, ayam ini


ditaburi dengan keju. Menurut kami rasa ayam ini sangat gurih dan sedap. Ketiga, saya mencoba menu ayam pedas manis (sweet chilli chicken). Menu ini merupakan favorit saya di Gukbab. Walaupun menurut standar orang Indonesia ayam ini mungkin terasa tidak pedas, tetapi untuk saya menu ini terasa cukup pedas. Meskipun demikian, rasa pedas dan manis ayam ini begitu terasa dalam tiap suapan. Maknyus!   Selain ayam, saya juga sempat mencicipi sepiring jagung dengan taburan keju (corn and cheese). Hidangan ini dibuat dengan mayones, keju,

jagung dan susu kental. Menu ini tentu tidak begitu sehat, namun menurut salah seorang pelayan di restoran Gukbab, ada peribahasa di Korea yang mengatakan: “If it tastes good, it’s zero calories.” Ayo segera ke Gukbab tidak hanya untuk mencoba makanan diatas tapi juga masakan lain yang sangat pas untuk lidah orang Indonesia dan orang lokal. Teks: Lydia Johan and Tim Flicker Foto: Windu Kuntoro

ozip.com.au

39


40

ozip.com.au


BRUNCH SERIES

BRUNCH

ala korea

Seperti yang sering kita lihat pada film drama Korea, orang Korea suka sekali minum minuman keras baik di acara sosial, keluarga atau kumpul dengan teman. Begadang dan minum di akhir pekan sudah pasti akibatnya bangun siang, dan kemungkinan besar hangover! Apa saja yang biasanya mereka makan untuk “Sarapan Pagi Telat” (“brunch”) saat akhir pekan dan kepala pusing kebanyakan minum alkohol malam sebelumnya? Biasanya “Korean brunch” berbeda sedikit dengan makan siang, yaitu terlihat dari lebih sedikitnya pilihan side dishes, disamping itu umumnya selalu ada nasi dan sup. Berikut beberapa pilihan brunch yang selain dapat dimasak sendiri di rumah juga dapat dinikmati di restauran Korea di beberapa area kota Melbourne. Memang, sekarang ini menjadi trend restauran Korea buka dari pagi yaitu jam 9, tidak seperti restauran Asia lainnya yang cenderung buka siang mulai jam 11 atau 12.

Menu Tradisional Korea Satu set menu lengkap ini terdiri dari Galbi (iga panggang), Kongnamul Bab (nasi dengan tauge), Spicy Seafood Salad, Oi Naengguk (sup mentimun dingin), dan Moo Saengchae (kimchi dari lobak yang diirisiris). Bisa disajikan dengan Seolleotang, sup tulang sapi yang kental. Berikut beberapa restaurant pilihan Editor dan pembaca Ozip yang tinggal di Melbourne CBD dan Melbourne suburb. Daerah sekitar Lonsdale Street/Melbourne CBD: Gukbap Glen Waverley suburb: Smile Korean Restaurant (menyajikan masakan rumahan), Kimchi Hut, West Melbourne : Oriental Spoon Clayton: Korchi Chadstone: Kimchi Friends Mt Waverley: Daol. Carnegie: Kimchi Grandma Masitge Deuseyo! Enjoy your meal! Teks: Lydia Johan Foto: istimewa

Let me help you with:

Gukbap Gukbap adalah masakan Korea yang dibuat dengan memasukkan nasi (bab) ke dalam (guk) sup panas. Jenis gukbap ada bermacam-macam, antara lain seolleongtang,  gomtang,  galbitang,  yukgaejang,  kongnamul gukbap.  Kongnamul gukbap adalah sup nasi kecambah khas dari kota Jeonju.

Commercial Finance Home Loans Refinancing Asset Finance Debt Consolidation Property Construction Loans

Beberapa contoh pilihan popular Gukbap : Seolleongtang Seolleongtang memiliki warna kaldu yang seputih susu hampir mirip dengan gomtang. Seolleongtang ini terbuat dari kaldu tulang sapi yang telah direbus berjam-jam kemudian ditambah isian mie, irisan daging tipis, bawang, serta garam. Kongnamul Gukbap biasa disebut juga “Hangover Soup” Kongnamul guk sendiri adalah air kaldu yang isinya tauge, ikan asin dan beberapa bumbu lainnya. Mengapa dipilih tauge? Akar tauge ternyata mengandung bahan kimia khusus yang disebut asparagines yang dapat membantu meredakan mabuk dengan cepat. Selain untuk pereda mabuk, sup tauge ini juga bisa meredakan pilek atau flu karena  tauge juga kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Steven Widiarto Finance Specialist

0435 461 668 steven.widiarto@moneyquest.com.au moneyquest.com.au/chadstone “ With over 20 years’ experience in the banking industry and with access to hundreds of products, I will assist in finding the right loan for you.” Steven Widiarto is a Credit Representative (No. 497330) of Money Quest Australia Pty Ltd, Australian Credit Licence 487823

ozip.com.au

41


LIPUTAN

Bundengan , Instrumen Musik Langka dari Dieng Wonosobo The Music Archive of Monash University (MAMU) menyelenggarakan simposium internasional dengan tema “Making Connections with the Music of Wonosobo in Java’s Dieng Plateau�. Simposium sehari yang berlangsung pada Kamis, 8 Februari 2018 di Monash University tersebut melibatkan banyak pihak seperti peneliti, musisi, etnomusikologis, komposer musik kontemporer, mahasiswa Australia dari berbagai universitas serta putraputra asli Wonosobo. Diawali dengan sambutan Prof. Cat Hope dari Sir Zelman Cowen School of Music, dilanjutkan dengan pidato pengantar oleh Prof. Margaret Kartomi selaku Director of MAMU, kemudian simposium resmi dibuka oleh Konfir Kabo, Managing Partner of Kabo Lawyer.

42

ozip.com.au

Pembicara utama, Rosie Cook dari Grimwade Centre for Cultural Materials Conservation (GCCMC) University of Melbourne menjelaskan tentang latar belakang proyek konservasi alat musik langka Bundengan, yaitu sejak ditemukannya Kowangan pada tahun 1972 oleh Prof. Margaret Kartomi. Setelah itu, Rosie menggali lebih dalam tentang alat musik ini sampai diadakannya Bundengan Workshop di Wonosobo pada Maret 2017 dengan 200 orang peserta serta di Surakarta pada Oktober 2017. Rosie juga menekankan bahwa fokus dari simposium ini adalah pendokumentasian sebagai bentuk konservasi alat musik tradisional untuk mencegah kepunahan budaya tradisional.


Simposium diakhiri dengan tur melihat pameran alat musik tradisional Indonesia yang langka di MAMU yang terletak di lantai 4 Menzies Building yang dipandu oleh Bronia Kornhauser. Acara dilanjutkan dengan peresmian pameran Bundengan oleh Iwan Freddy Hari Susanto yang menjabat konselor menteri di Kedutaan Indonesia untuk Australia. Puncak acara adalah penampilan seni Bundengan oleh Ibu Mulyani dari Yayasan Ngesti Laras bersama dua putra asli Wonosobo Sa’id Abdulloh dan Luqmanul Chakim yang dulunya berkuliah di Institut Seni Indonesia Solo – Surakarta. Di penghujung acara juga diputarkan dua film dokumenter berjudul Aura Magis Musik Bundengan dan Music in a Shell: The Bundengan. Teks: Evelynd Foto: Windu Kuntoro

ozip.com.au

43


TRAVEL

Tokyo Selayang Pandang 1:

*jyaku niku kyĹ? shoku*

Kesan pertama ketika kita bertemu dengan orang Jepang, terutama di Jepang, adalah: betapa sopan dan santunnya mereka! Ketika kita berbicara, kalau mungkin, jangan terlalu angkat suara, jangan hingarbingar, hingga mengganggu orang lain di sekitar kita. Perkataan “arigato� (terima kasih) begitu sering menghiasi bibir orang Jepang; kebiasaan membungkuk merupakan bagian dari “halo apa kabar?� dan “sampai nanti, ya?� Rakyat Jepang sudah terbiasa sopan, tertib, disiplin, hormat, halus, kasarnya: tidak perlu diatur, mereka lebih cenderung mengatur diri sendiri. Dan senantiasa, umumnya, mempertimbangkan kepentingan dan kenyamanan orang lain. Ketika saya dan isteri berjalan-jalan di ibukota Tokyo, maka yang paling mengesankan adalah kebersihan kota

44

ozip.com.au

tersebut, meski di awal musim dingin ketika pepohonan yang menghiasi hampir semua kedua sisi jalan di kota tersebut, sejak musim gugur, sudah melepaskan dedaunan mereka dari ranting dan dahannya, dan terus melakukannya sampai awal musin dingin, sebelum akhirnya memang rontok semua. Namun tetap saja terlihat kebersihan dan kerapihan. Pelalu-lalang (pedestrian) begitu sadar akan adanya pelalu-lalang lainnya, hingga mereka benar-benar mengambil jalan yang paling minimal akan terjadi benturan, meski terlihat mereka berjalan dengan bergegas. Kemudian lalu lintas yang juga tertib, yang jarang-jarang membunyikan klakson mereka. Kendaraan-kendaraan di Tokyo (dan tentunya bagian-bagian lain Jepang) begitu patuh pada peraturan lalu lintas, hingga di persimpangan-persimpangan yang tidak ada lampu jalannya, setiap


kendaraan niscaya akan berhenti atau melarikan kendaraan dengan sangat perlahan ketika menghampiri tempat penyeberangan, biar pun ketika itu tidak ada pedestrian yang hendak melintas. Dan ketika kita akan menyeberangi jalan di bagian-bagian penuh keramaian di ibukota Jepang itu, maka niscaya kita akan dihibur oleh rekaman kicauan burung, yang menandakan hak pedestrian untuk menyeberang. Dan hampir tidak ada terlihat mobil yang kotor yang melintasi jalan-jalan yang rapihrapih itu. Tapi jangan terkejut kalau anda ternyata tidak bisa membuang sampah di tempat umum, karena memang jarang-jarang ada tong sampah umum di kota ini. Ibaratnya, anda menghasilkan sampah, maka tanggungjawab anda membawa sampah itu pulang. Kaki lima jalan-jalan yang sangat lebar di bagian-bagian elit kota Tokyo dihiasi gambar dengan pesan yang dipahami masyarakat internasional, meski tulisannya dalam huruf kanji: DILARANG MEROKOK. Tidak boleh merusak paru-paru di jalan umum, meski banyak restoran dan tempat-tempat minum, yang terlihat membolehkan perokok menikmati kecanduan mereka itu. (Kebetulan rokok adalah di antara segelintir barang yang harganya sangat murah dibanding dengan di Australia, sekitar 400 yen satu paket 20 batang; barang-barang lainnya memang relatif sangat mahal). Sewaktu kami berada di Jepang, sekitar awal Desember, menjelang Natal, begitu banyak pepohonan di sisi-sisi jalan yang dihiasi oleh bola-bola lampu kecil-kecil, yang dengan sangat telaten dipasang di ranting-ranting pohon yang ketika malam tiba, sekitar pukul 16:30 waktu setempat, bersinar dengan megahnya bak bintang-bintang di langit. Apalagi lampu-lampu kristal yang tambah menyemarakkan suasana di negara yang mayoritas rakyatnya menganut ajaran Shinto dan Buddha. Hanya antara 1 s/d 3% yang menganut ajaran Kristiani, namun semarak menjelang Natal terkesan lebih meriah di Tokyo dibanding banyak kota-kota besar lainnya di Barat.

Tokio memang indah, meski tidak seindah London atau Roma atau Wina atau Paris. Kenapa? Karena umumnya bangunan di Tokyo bercirikan modernitas – jarang-jarang terlihat bangunan-bangunan tua khas arsitektur Jepang, seperti bangunanbangunan “kuno” khas peninggalan zaman klasik, yang terlihat menghiasi kota-kota di Eropah itu. Akan tetapi patut diingatkan kembali bahwa Jepang adalah negara yang paling babak belur dalam Perang Dunia II (Perang Pasifik). Hanya Jepang-lah yang pernah mengalami serangan bom atom (Hiroshima dan Nagasaki – masing-masing tanggal 6 dan 9 Agustus 1945). Mungkin saja Jepang boleh bangga karena menjadi sasaran bom atom/nuklir, sementara Jerman yang juga kalah dalam Perang Dunia II tidak sampai diatomi, meski kota Dresden, Jerman, sempat luluh lantak, namun hanya oleh bom biasa. Kenyataan bahwa Jepang sempat merasakan dahsyatnya hantaman bom atom, patut, di sisi lain, membanggakan negara dan bangsa ini, karena meski sempat porak poranda, Jepang, sebagaimana halnya Jerman, ternyata mampu membangun kembali dengan begitu gegap gempitanya.

Asian Games 1962 di Jakarta, di mana nama Indonesia sempat harum semerbak berkat jasa medali emas (manusia terkencang di Asia) pelari kilat 100 meter putra Muhammad Sarengat, yang kemudian berprofesi sebagai dokter. Apa pun, bagi yang pernah mengalami dan merasakan kekejaman bala tentara Jepang ketika menduduki Indonesia di awal tahun 1940-an, rasanya sekali-kali tidak akan percaya kalau disampaikan kepada mereka betapa sopan dan santunya orang Jepang, paling tidak di Jepang sendiri. “Kok bisa?” Itulah peperangan yang mampu membrutalisasi manusia. Mungkin itulah yang dimaksud pribahasa Jepang yang menjadi judul tulisan ini: *jyaku niku kyō shoku* Yang artinya: “Jaku” artinya “lemah,” “niku” artinya “daging,” “kyo” artinya “kuat” “shoku” artinya “makan,” Kasarnya bermakna: “Yang lemah menjadi makanan yang kuat” – survival of the fittest! Sayonara. Goodbye. (Bersambung) Teks dan foto: Nuim Khaiyat

Bukan itu saja, melainkan juga akan halnya Jepang bahkan sanggup dan sempat memberi pampasan perang kepada negara-negara yang pernah didudukinya, seperti Indonesia, yang waktu itu menerima sekitar 224-juta dolar Amerika, dan dana ini kemudian dimanfaatkan, antara lain untuk keperluan pembangunan sarana

Jepang memang “kaya” aliran listrik yang dibangkitkan dengan tenaga nuklir (meski demikian ternyata hanya kota Las Vegas, Amerika Serikat, satu-satunya yang dapat terlihat dari antariksa, karena gemerlap lampu-lampu kota judi tersebut).

ozip.com.au

45


MY MELBOURNE

Dyota & Ella:

Proud Poster Kids Dyota Anindita (16) dan Ella Goedegebuur (18) adalah dua remaja Indonesia yang tidak hanya bangga akan keIndonesiaan mereka, tetapi juga secara aktif berperan untuk menunjukkan ke tetangga dan kawan dekat di Geelong bahwa Indonesia itu ‘indah, unik, kaya budaya, tidak hanya teroris, lebih dari sekedar Bali’.

Dyota, pelajar kelas 12 Sekolah Menengah Mattew Flinders di Geelong dan Ella, mahasiswa tahun pertama jurusan Keperawatan di Universitas Victoria, Melbourne berbincang dengan OZIP setelah Pako Festa tentang menjadi Indonesian youths di Australia, Pako Festa dan andil mereka mempresentasikan the ‘good and real’ sides of Indonesia di kampung halaman mereka di negeri Kanguru ini. Ketika orang menyebut kata Indonesia, apa yang kalian pikirkan? Ella: Saya adalah orang Indonesia. Kemudia budaya. Makanan lezat seperti rendang dan sate. Kunjungan tahunan keluarga kami ke kampung halaman mama saya di Sumatra Barat. Dyota: Iya, budaya. Dancing, yang sudah saya tekuni sejak kelas 7. Keluarga saya orang Indonesia asli. Baju tradisional yang indah dan keren. Jadi kalian bangga sebagai orang Indonesia? Dyota: Tentu saja! Ella: Sangat bangga.

46

ozip.com.au

Kalian terlihat keren banget di Parade Jalanan di Pako Festa baru-baru ini. Is it alright people call you both our Indonesian Poster Kids? Ella: Hahaha. Terima kasih, Anda baik sekali. Saya pikir semua orang akan terlihat keren dengan baju tradisional Indonesia. Saya pribadi bangga sekali berkesempatan mewakili Indonesia di Pako dan rasanya senang bisa mengenalkan tentang sisi baik Indonesia ke khalayak Geelong dan menjadi ‘wajah positif’ bagi Indonesia di Australia. Pako Festa adalah salah satu moment kebanggaan saya. Dyota: Kami sering bercanda tentang menjadi Poster Kids, kami tidak tersinggung sama sekali. Sama seperti Ella, saya senang bisa menunjukkan sisi positif and educate close friends and neighbors tentang negara kita - bukan sekedar teroris, Islam fundamental, tak hanya Bali dan persoalanpersoalan negara berkembang khas Indonesia. Kami tidak pernah malu tentang identitas kami sebagai minoritas dan ‘ethnic”. Saking bangganya jadi Indonesia, saya lebih merasa takut terlihat berlebihan dan show off.

Kesan tentang tinggal dan tumbuh sebagai Indonesia di Geelong, Australia? Dyota: Ga ada masalah serius, tapi juga tidak selalu mudah karena Geelong, tempat keluarga saya tinggal saat ini, tidak terlalu multikultural (awalnya) di banding Melbourne misalnya. Saat SD saya selalu bawa nasi sebagai bekal makan siang dan teman-teman saya pikir itu aneh. Tapi makanan Indonesia adalah makanan sehari-hari di rumah. Sekarang siy makanan Asia sudah umum banget. Ella: Sampai di SMU pun nasi masih tergolong aneh! Tapi saya suka cuek, nasi kan enak hehe. Dyota benar, tidak selalu mudah tumbuh di lingkungan dengan budaya yang berbeda. Buat saya, kadang it feels quite conflicting tumbuh di rumah yang sangat Indonesia dan di luar, sangat Australia. Ibu saya berusaha keras untuk mendidik saya dan tiga saudara perempuan saya dengan nilai-nilai Indonesia, dan saya juga tidak merasa hal itu adalah masalah. Tapi saat di luar rumah, tentu saja saya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan pergaulan. Faktanya adalah saya orang Indonesia, saya juga orang Australia.


MY MELBOURNE Dyota: Seperti Ella, ada masanya saya merasa terjebak di tengah dua budaya dan it’s hard for me to relate. Meskipun Indonesia asli, hampir seumur hidup saya habiskan di Australia (Ibu saya mengambil Phd di Universitas Melbourne saat saya berusia setahun dan lanjut tinggal di sini). Tapi untungnya, saya dan Ella adalah dua orang yang sangat sosial, jadi kami, tanpa bermaksud sombong, cukup berhasil dalam pergaulan sosial. Kalau ada yang mempertanyakan tentang pilihan hidup kami yang berbau Indonesia, kami jelaskan saja. Umumnya siy kalau teman dekat, mereka akan lebih terbuka dan mengerti. Teman terdekat saya berasal dari daerah pertanian, kulturnya sangat “putih”, tapi kami berteman baik dan saling memahami perbedaan budaya dan cara hidup masing-masing. Dia tahu kalau Ramadhan, saya harus berpuasa, dan menghormatinya.

Apakah punya Komunitas Indonesia membantu? Ella: Tentu saja! Memiliki satu sama lain memudahkan kami menavigasi ‘culture shocks’, kami bisa bicara tentang hal-hal yang ‘conflicting’ antara di rumah dan di lingkungan sosial. Dyota: Untungnya komunitas Indonesia di Geelong cukup solid, sering bertemu dan anak-anaknya tumbuh bersama. Saya, Ella dan teman-teman seumuran merasa punya teman senasib sepenanggungan.

Ok sekarang tentang Australia…what does it mean to you? Dyota: It’s home. I grow up here. I never feel I don’t belong here. Ella: Same, it has been home for me and my family. Keluarga kami pindah dari Belanda saat saya berumur 4 tahun, Australia itu kampung halaman. Kalau Melbourne? Ella: Berarti kuliah hehe. Saya menyukai Melbourne karena lebih terbuka, a lot more accepting, banyak kebebasan dan mudah untuk menyatu dan tidak merasa terlalu berbeda. Dyota: Saya suka banget Melbourne dan sering ke sana untuk nonton konser dan festival.

ozip.com.au

47


dari

48

ozip.com.au

OZIP March 2018  
OZIP March 2018  
Advertisement