Page 36

Pengangkutan bibit dilakukan melalui dua tahap, yaitu pengangkutan dari persemaian ke penampungan bibit di lokasi penanaman, dan distribusi bibit ke lubang tanam. Pengangkutan bibit ke lokasi penanaman dapat dilakukan dengan cara dipikul, menggunakan motor, gerobak, atau jika akses memungkinkan menggunakan mobil. Tempat penampungan bibit di lokasi penanaman harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan agar bibit tidak layu, antara lain bibit harus ditempatkan pada tempat yang ternaung. Tahap selanjutnya adalah mendistribusikan bibit ke lubanglubang tanam. Pada tahap ini harus memperhatikan cara mengangkut bibit agar dapat meminimalkan kerusakan. Kerusakan biasanya disebabkan oleh cara membawa bibit dengan memegang batang bibit, sehingga bibit dapat lepas dari polybag atau patah batang. Sebaiknya distribusi bibit ke lubang tanam tetap menggunakan alat angkut bibit seperti dengan cara dipikul. Oleh sebab itu terdapat hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam pengangkutan bibit, yaitu: • Bibit diangkut dengan cara dipikul, bukan dipegang bagian batangnya karena akan patah, •

Jarak jangkau untuk memikul maksium 2 km, agar bibit tidak terlalu lama dalam proses distribusi yang dapat menyebabkan bibit layu

•

Jumlah bibit yang diangkut ke lubang tanam disesuaikan dengan jadwal penanaman dan kemampuan regu menanam, jumlah bibit yang terlalu banyak dan tertinggal di lapangan karrena belum sempat ditanam dapat layu sehingga bibit bisa mati setelah ditanam.

Bab III. Alur Penanaman

- Bibit tidak sedang memiliki daun muda, khususnya bagian pucuk bibit, karena hal ini akan menyebabkan bibit mudah layu saat diangkut ke lapangan.

Cara mengangkut

Gambar 18. Cara mengangkut bibit benar (kiri) dan cara salah (kanan)

OPERATION WALLACEA TRUST

25

Manual Teknik Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman (1)  
Advertisement