Page 35

Manual : Teknik Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman

3.5 Pembuatan Lubang Tanam, Piringan, dan Penambahan Pupuk Organik Setelah arah larikan, jarak tanam, dan pemasangan ajir selesai dilaksanakan, tahap selanjutnya adalah melakukan pembuatan lubang tanam. Lubang tanam dibuat pada ajir-ajir yang telah dipasang. Ukuran lubang tanam dibuat pada dasarnya bergantung pada kondisi kepadatan tanah. Lubang tanam dapat dibuat dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm atau umumnya menggunakan ukuran lebar cangkul. Adapun pada kondisi tanah padat, lubang tanam dapat dibuat lebih lebar, misalnya dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm (sekitar dua kali ukuran lebar cangkul). Selanjutnya di sekitar lubang tanam dilakukan pembuatan piringan radius 1 m dengan cara membersihkan tanah dari gulma dan tumbuhan bawah lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi persaingan dengan gulma sehingga tanaman pokok dapat tumbuh secara optimal dalam mendapatkan unsur hara maupun cahaya. Untuk membantu pasokan unsur hara dan perbaikan sifat fisik tanah, maka pada setiap lubang tanam disarankan ditambahkan pupuk organik baik dalam bentuk kompos daun-daunan, bokashi, pupuk kandang, atau pupuk kascing. Pupuk organik ditambahkan sekitar 1/3 volume lubang tanam, atau dapat juga ditambahkan sekitar 2-3 liter/lubang tanam. Jika di atas lubang tanam terdapat serasah-serasah yang telah menjadi kompos, juga dapat dimasukkan ke dalam lubang tanam sebagai kompos alami. Untuk kompos buatan yang sudah jadi, penambahan ke lubang tanam dapat dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan penanaman atau 1 hari sebelum penanaman. Sedangkan untuk kompos dari serasah di lantai-lantai hutan dimasukkan ke dalam lubang tanam sekitar 7 hari sebelum pelaksanaan penanaman, hal ini dimaksudkan agar proses pengomposan telah terbentuk sempurna sebelum penanaman.

3.6 Pengangkutan Bibit

Bibit yang diangkut adalah bibit yang telah diseleksi di persemaian dan memenuhi persyaratan untuk ditanam. Bibit yang layak ditanam harus memenuhi kriteria sebagai berikut : - Pangkal batang telah berkayu dan memenuhi tinggi minimal 30 cm - Bibit sehat dan seragam - Media perakaran kompak, artinya jika polybag dilepas maka media tanaman tidak hancur/lepas tetapi tetap kompak. Media yang hancur akan menyebabkan banyak akar putus sehingga dapat menyebabkan kematian saat ditanam di lapangan - Batang bibit lurus dan tidak bercabang - Bagian pucuk bibit tidak patah atau mati, karena akan menyebabkan banyak tumbuh trubusan

24

@ 2012

Manual Teknik Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman (1)