Issuu on Google+


MAJALAH OIKUMENE PEMUDA DAN REMAJA GEREJA PERTAMA DI SULAWESI UTARA TERBIT SETIAP BULAN NYA

CALLFOREVENTS:

Bagi sobat PENJALA yang memiliki Informasi Kegiatan Pemuda/Remaja Gereja yang telah dan yang akan dilaksanakan, bisa di kirim melalui penjala.magazine@gmail.com, www.facebook.com/penjala, atau @penjala (twitter) Batas pemasukan Informasi Pelayanan tanggal 15 bulan berjalan.

(TIDAK DIPUNGUT BIAYA)

BANTU KAMI DENGAN MEMBERIKAN KRITIK DAN SARAN TENTANG MAJALAH INI. MELALUI FACEBOOK DAN TWITTER http://www.facebook.com/penjala http://www.twitter.com/penjala


Desember 2010 | 3

SYALOM ALEICHEM NATAL adalah memberi, karena itu kami memberikan PENJALA Edisi Desember 2010 ini untuk di download secara GRATIS oleh Sobat PENJALA. Dengan Tema Keluarga kami ingin memberikan pandangan kepada Sobat PENJALA apa artinya Keluarga di mata kami. Dan pandangan-pandangan itu kami tuangkan dalam artikel-artikel yang akan anda baca selanjutnya. Kami berharap artikel-artikel ini bisa mempererat tali kekeluargaan di bulan Desember ini. Selamat merayakan Natal Yesus Kristus, 25 Desember 2010 dan Tahun Baru 01 Januari 2011 Jangan lupa nantikan website PENJALA pada tanggal 28 Desember 2010 Pemimpin Redaksi

REDAKSIPENJALA Pemimpin Perusahaan : Peggy Mekel

Distribusi: Allen Moningka

Pemimpin Redaksi : Farly Dapamanis

Marketing & Public Relation: Praisely Rumengan

Dewan Redaksi : Maikel Kawengian Ginna Mogontha

Desain: Orange Lemon Design Studio

Penulis: Victory N.J. Rotty Maikel Kawengian Denny L. Waljufrie

Alamat : Jl. Wolter Monginsidi, No.99 Manado, Sulawesi Utara Telepon : +62-852-4041-9999 E-mail : penjala.magazine@gmail.com


PENJALA | Events

DAFTARISI

08

06

BERIKU HARAPAN

PENYESALAN TERBESARKU

10

HADIAH PERTAMA DARI TUHAN

16

MENSYUKURI KELUARGA YANG MEMBOSANKAN

20

PERNAHKAH ANDA MENATAP ORANGORANG TERDEKAT ANDA SAAT IA SEDANG TIDUR?

18

SEMANGKUK BAKMI

22

BISAKAH KAMU MENGALAHKAN NARUTO?


Desember 2010 | 5

INSPIRASIPENJALA BACA 30 DETIK SAJA Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia. Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, “Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya. Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, “Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya.”


PENJALA | Beriku Harapan

Rubrik ini berisikan kumpulan kisah dan kesaksian pendek yang memberikan Harapan kepada kita untuk terus hidup bersyukur kepada Tuhan Yesus. Jika anda percaya bahwa hidup anda adalah sebuah kisah, maka bantulah kami untuk menceritakannya pada orang lain. Kisah yang anda anggap kecil bisa jadi sangat berharga bagi orang lain.


Desember 2010 | 7

Sahabat terbaikku berbeda dari yang lainnya. Dia memiliki selera musik dan fashion yang aneh. Sebagian wajahnya lebih kecil dari yang lain karena dia terkena kanker ketika masih bayi. Meski begitu, dia tetap datang ke sekolah setiap hari dan tak menghiraukan segala perkataan orang tentang dia.

Suatu hari, seorang anak jalanan mengetuk pintu mobil kami untuk meminta uang. Karena tak ada uang di kantongku, aku lalu memberikan biskuit pada anak itu. Dia lalu mengambilnya, membagi biskuit itu menjadi 2, lalu memberikan setengahnya pada adiknya yang lebih kecil. Anak itu miskin, tapi kaya akan kasih.

Temanku menghadiahiku cangkir Panda dengan penutupnya. Suatu hari, ayahku menjatuhkan penutupnya hingga pecah di lantai. Aku pun langsung menangis. Adik perempuanku, yang berumur 9 tahun, lalu memungut pecahanpecahan itu dan merekatkannya kembali satu demi satu tanpa kusadari. Dia memerlukan waktu 3 jam untuk menyelesaikannya. Dia melakukan semua itu agar aku bisa senyum kembali.

Temanku selalu bersikap baik pada orang-orang. Dia tak pernah menilai orang dari penampilan mereka. Hari ini aku melihat dia berbicara layaknya orang normal dengan seorang anak yang lemah mental. Sulit menemukan orang seperti dia sekarang ini.

Ibu, meski dokter mengatakan kau hanya bisa hidup 8 bulan lagi, kau tetap berjuang menghadapi kankermu selama 8 tahun hingga kau bisa melihat anakmu lulus dari SMA, dan pergi kuliah. Walaupun sekarang kau sudah tidak ada, kekuatan dan kasihmu tetap bisa kurasakan. Aku sayang ibu.

Kirimkan kisah anda ke e-mail penjala.magazine@gmail.com. Nama anda takkan disebut untuk menjaga identitas anda.


PENJALA | Penyesalan Terbesarku


Desember 2010 | 9

Penyesalan terbesarku adalah berpaling pada narkoba dan alkohol.

Penyesalan terbesarku adalah membenci diriku sejak dulu.

Aku menyesal dan berharap bisa berpaling pada teman, keluarga, atau ahli medis sekarang ini.

Aku tak memiliki keyakinan diri dan terus ragu-ragu. Aku membenci diriku dan menganggap diriku sebagai korban. Aku lalu menemukan Yesus Kristus di hidupku dan mulai belajar mengasihi diriku sendiri. Pandanganku akan hidup berubah total. Aku harap aku bisa melihat jalan Tuhan sejak awal.

[Laki-laki, 27 tahun]

[Laki-laki, 21 tahun]

Penyesalan terbesarku adalah mencintaimu lebih dari mencintai diriku.

Penyesalan terbesarku adalah kurang percaya diri.

Kau mengambil untung dari hal itu dan terus menyiksaku dengan kejamnya.

Ini telah menjadi masalah seumur hidupku.

[Perempuan, 21 tahun]

[Laki-laki, 22 tahun]

Penyesalan terbesarku adalah membiarkan internet menguasai diriku.

Penyesalan terbesarku adalah tidak melihat ayahku terakhir kalinya di rumah sakit.

Setiap hari adalah sama. Bangun, menyalakan komputer, dan berinternet hingga malam, dan pergi tidur. ‘Sahabat terbaikku’ sekarang adalah orang-orang yang tak pernah kutemui dan mungkin tak peduli padaku. Aku sudah jarang berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temanku yang nyata. Dulu aku punya tujuan dan cita-cita, tapi sekarang hanya membuang waktuku dengan internet. [Laki-laki, 22 tahun]

Keluargaku sudah bercerai, dan aku selalu dekat dengan ayahku. Aku lalu mendapat berita bahwa keadaannya sudah gawat dan ayah bisa pergi kapan saja. Tapi aku menunda besok untuk mengunjunginya. Malamnya, bibiku menelepon untuk mengatakan bahwa ayahku sudah meninggal. Inilah yang kusesalkan. Aku ingin bisa melihat ayah untuk terakhir kali. [Perempuan. 18 tahun]


PENJALA | Cover Story


Desember 2010 | 11

T

idak baik jika manusia itu sendirian. Karena itulah Tuhan menghadiahkan Hawa bagi Adam, dan Adam bagi Hawa. Keluarga, itulah hadiah pertama dari Tuhan kepada manusia. Seiring dengan pemberian hadiah pertama tersebut, Tuhan pun menurunkan perintah pertama-Nya bagi manusia: Beranakcucu dan bertambah banyak. Tuhan memerintahkan kita untuk memenuhi dunia ini dengan keluarga. Alkitab mencatat banyak kesaksian tentang keluarga-keluarga yang berhasil serta bagaimana seorang anggota keluarga bisa menyelamatkan seluruh keluarganya. Kita mengenal Nuh, yang berhasil menjaga keluarganya dari segala dosa, hingga hanya merekalah yang selamat dari air bah. Ada juga keluarga kaum orang Rekhab (Yeremia 35), yang taat menuruti perintah bapa leluhur mereka, Yonadab, untuk tidak minum anggur. Tuhan pun menghadiahi janji yang sangat manis pada mereka (Yeremia 35:19). Ada juga keluarga Filipus (Kisah Para Rasul 21:8-9), yang keempat anak perempuannya memperoleh karunia untuk bernubuat. Dan masih banyak lagi kisah tentang keluarga-keluarga yang berhasil di mata Tuhan. Sebuah keluarga akan berhasil jika setiap

anggota menjalankan perannya masingmasing, sesuai dengan yang telah Tuhan perintahkan. Seorang suami harus mengasihi istrinya; seorang istri harus tunduk pada suaminya; anak-anak harus menuruti ajaran orang tuanya; orang tua pun jangan membangkitkan amarah anak-anaknya, tapi mendidik mereka dalam nasihat dan ajaran Tuhan. (Efesus 5:22-33, Efesus 6:1-4). Keluarga Kristen masih ada di dunia sampai sekarang ini dengan menjalankan prinsip sederhana ini. Jika salah satu dari bagian prinsip itu tidak ada, maka akan membahayakan keseimbangan dalam suatu keluarga. Seorang suami akan sulit mencintai istri yang tidak tunduk dan menghormatinya; seorang istri akan sulit tunduk pada suami yang tidak mencintainya; orang tua akan sulit mengajari anak-anak yang tak mau taat; anak-anak pun akan sulit menaati orang tua yang hanya tahu membangkitkan amarah dan kebencian di hati mereka. Yang penting di sini adalah keseimbangan. Jika ada satu bagian yang kurang, maka anggota keluarga lain harus membantu menutupi kekurangan tersebut. Membangun keluarga Kristen yang berhasil di hadapan Tuhan adalah suatu seni ilmu yang wajib dipelajari semua orang.


PENJALA | Cover Story

Keberhasilan dalam membangun keluarga Kristen bisa menghasilkan iman yang besar kepada Tuhan. Di desa Katin, Laos Selatan, terdapat 11 keluarga Kristen yang berhasil. Pemerintah desa itu memaksa mereka untuk menyangkal keyakinan mereka dan menolak Kristus. Iman setiap keluarga tersebut tidak goyah. Selama berbulan-bulan mereka mengalami penyiksaan. Ternak mereka disita, anak-anak mereka dikeluarkan dari sekolah, tetangga-tetangga mereka diancam akan dibakar rumahnya jika berani berhubungan dengan 11 keluarga itu, bahkan senjata pun pernah ditodongkan kepada mereka. Akibat isolasi tersebut, ke sebelas keluarga tersebut menderita kekurangan

makanan dan minuman, yang lalu mengakibatkan infeksi mata dan kulit, diare, dehidrasi, bahkan kematian. Tapi semua hal itu bukanlah masalah bagi keluarga Kristen yang berhasil. Bahkan karena iman yang mereka tunjukkan itu, 4 keluarga lain di desa itu kemudian mengikuti mereka menjadi pengikut Kristus. Keberhasilan dalam menjaga keseimbangan dalam keluarga ini akan menuntun keluarga tersebut dalam segala pergumulan yang sebesar apapun. Segala cobaan akan terasa lebih ringan jika dihadapi bersama-sama. Saling mengasihi, saling menguatkan. Itulah keluarga.


Desember 2010 | 13

Menjadi Hadiah Bagi Orang Tua Kita sebagai anak muda, sekarang baru menjalani satu peran saja dalam keluarga. Ada saatnya nanti di mana kita akan merasakan bagaimana menjadi suami/istri, ayah/ibu, bahkan kakek/ nenek. Jadi, jalanilah peranmu sekarang ini dengan maksimal. Apa kau merasa berat sekali menjadi anak yang harus menuruti orang tua? Apa kau sering kesal ketika ditelpon oleh orang tua yang mencemaskan keberadaanmu? Apa kau sering merasa orang tua tak tahu apa yang kau butuhkan, lalu pada akhirnya lebih sering mengungkapkan isi hatimu pada temanmu ? Apapun yang sering kita alami dengan orang tua kita, ingatlah bahwa mereka juga pernah menjadi anak muda sebelumnya. Jadi mereka pun mengerti dengan keadaan anak muda. Kita pun nantinya akan menjadi orang tua yang pastinya akan

mencemaskan anak yang belum pulang, dan berusaha untuk dekat dengan mereka. Sebagai anak muda, terkadang kita juga sering diperhadapkan dalam berbagai kelemahan yang terjadi pada keluarga kita. Mungkin kelemahan itu ada pada orang tua kita, yang sering memberi kita alasan untuk membenci mereka. Mungkin kelemahan itu ada ada saudara kita, yang membuat kita sering menganggap dia sebagai saingan. Tapi mungkin juga, kelemahan itu terdapat pada kita sendiri. Bagaimanakah kau berespon terhadap kelemahan keluargamu ? Jika di Sulawesi Utara ada ratusan ribu anak muda, maka terdapat ratusan ribu keluarga yang berbeda-beda, yang juga memiliki kelemahan yang berbeda-beda. Betapapun besarnya keluhanmu akan kelemahan keluargamu, itulah keluarga


PENJALA | Cover Story

yang sudah Tuhan tentukan untukmu. Ada banyak sekali anak-anak yang tak mempunyai keluarga di dunia ini, dan kebanyakan dari mereka akan bersyukur jika bisa merasakan rasanya memiliki keluarga, tanpa peduli berapa ratus kelemahan yang ada pada keluarga itu. Ingatlah, bahwa keluarga adalah hadiah pertama dari Tuhan pada manusia. Sebagaimana suami dan istri adalah hadiah bagi mereka masing-masing, anak-anak juga adalah hadiah bagi orang tua sebagaimana orang tua juga adalah hadiah bagi anak-anak. Jika kau melihat ada genteng yang bocor, perbaikilah. Jika kau melihat pagarmu rusak, perbaikilah. Jika

kau melihat pintu rumahmu rusak, perbaikilah. Jangan hanya mengeluh akan kerusakan yang terjadi di rumahmu. Perbaikilah apa yang bisa kau perbaiki dalam keluargamu. Jadilah agent of change (agen perubahan) dalam keluargamu sendiri. Jangan menjadi anak yang pasif, tapi jadilah hadiah yang layak bagi orang tua kita. Doakan orang tua kita. Itu mungkin salah satu hal termanis yang bisa dilakukan oleh seorang anak. Kita sudah melihat bagaimana ketaatan Nuh pada Tuhan bisa menyelamatkan seisi keluarganya. Karena itu, jadilah anak Tuhan yang taat untuk menyelamatkan seisi keluarga kita.


Desember 2010 | 15

Menciptakan Keluarga Di Mana Saja Jika kau telah berhasil menjadi hadiah bagi keluargamu sendiri, maka jadilah hadiah bagi dunia ini. Jadilah keluarga untuk dunia yang kesepian ini.

orang lain. Keluarga juga adalah bagaimana kita membuat orang lain merasa nyaman dengan kita, seolah-olah kita adalah ‘rumah’ bagi mereka untuk pulang.

Ada banyak sekali orang yang kesepian di sekitar kita. Mereka mungkin tak mengatakannya, dan mungkin mereka menunjukkan bahwa seolah-olah mereka bahagia. Seperti yang Tuhan katakan, tidak baik jika manusia itu sendirian. Kesendirian bisa menuntun kita pada berbagai dosa dan kesalahan. Terkadang, semua itu kita lakukan semata-mata demi menutupi kesendirian kita.

Kesendirian hanya bisa dikalahkan oleh keluarga. Jadi, rehabilitasi yang paling efektif untuk anak-anak muda yang terjerumus saat ini adalah dengan memberi keluarga yang benar pada mereka.

Kita bisa menjadi keluarga bagi mereka. Ingatlah, bahwa keluarga bukan semata hanya menasihati dan mengkritik. Keluarga juga adalah bagaimana kita menunjukkan bahwa kita ada untuk

Di bulan Natal ini, jangan biarkan ada satupun orang yang kesepian. Ciptakanlah keluarga, di mana pun kau berada. Jadilah hadiah bagi orang lain.

Keluarga adalah hadiah termanis yang bisa kau berikan pada orang lain. Dalam keluarga terdapat segala kebaikan yang dicari semua orang, kebaikan yang terkadang jarang kita sadari dan syukuri.


PENJALA |


Desember 2010 | 17

A

pa kau merasa bosan dengan rutinitas bersama keluarga? Sebaiknya jangan. Sebaliknya, syukurilah kebosananmu itu. Karena kebosananmu itu takkan selamanya bisa kau lakukan, entah kau sadar atau tidak. Orang tua kita, secara alamiah, akan lebih dulu meninggalkan kita di dunia ini. Akan ada waktu di mana kau akan merindukan omelan ibumu atau perintah ayahmu. Akan ada waktu di mana kau akan menciptakan keluarga yang baru dan memusatkan perhatianmu pada keluargamu yang baru itu. Tapi itu hanya bisa kau nikmati nanti. Banyak dari kita yang menerima tanpa mensyukuri keberadaan orang tua kita. Yang saya maksud bukan hanya uang jajan yang bisa mereka beri, atau kenikmatan material lainnya. Yang saya maksud adalah keberadaan mereka yang selalu di dekat kau. Jika kau pernah terpisah lama dengan keluarga kau, pastilah kau mengerti kenikmatan yang bisa kau dapat ketika bertemu lagi dengan keluargamu. Bayangkanlah dirimu yang dulu, yang masih kecil dan terus dipeluk oleh ayah ibumu. Waktu kita kecil, kita sangat menikmati keberadaan orang tua. Kita bahkan sering melakukan banyak hal untuk mendapatkan perhatian mereka.

Semakin kita dewasa, semakin kita hanya menganggap orang tua sebagai pemenuh kebutuhan material kita. Kita lalu lebih tertarik untuk mencari perhatian orang-orang di luar keluarga kita. Kita akhirnya makin jarang mensyukuri keberadaan keluarga kita. Ketahuilah bahwa, keluarga kita takkan selamanya ada di rumah menunggu kita pulang. Sekarang, bayangkanlah hidupmu di masa depan, ketika orang tuamu sudah pergi mendahuluimu. Rasakanlah hasrat dirimu di masa depan yang ingin sekali saja memeluk orang tuamu tapi sudah tak bisa lagi. Rasakanlah perasaan dirimu di masa depan yang takkan bisa lagi bertemu dengan orang tuamu di dunia. Bayangkanlah itu semua, perlahan-lahan. Saya tak tahu seberapa efektif artikel ini mampu membuat kita lebih sadar akan betapa berharganya keluarga yang kita miliki saat ini. Kita semua memiliki keluarga yang berbeda-beda. Kita semua memiliki alasan sendiri untuk menyukai, membenci, atau merasa bosan dengan keluarga kita sekarang. Sudah menjadi kebebasan anda untuk membangun dinding di hati anda atau tidak. Apapun keadaan keluarga anda, kenyataannya adalah: Peluklah keluarga anda, selagi anda masih bisa.


PENJALA |


Desember 2010 | 19

P

ada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tak mempunyai uang.

Ana terhenyak mendengar hal itu.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”. Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?” Tanya si pemilik kedai.“Tidak apa-apa. Aku hanya terharu.”, jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,… ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah” “Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai. Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona mengapa kau

“Mengapa aku tdk berpikir tentang hal tsb? Untuk semangkuk bakmi dari org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya. Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tak memakannya sekarang.” Pada saat itu Ana tak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya. Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.


PENJALA |

K

alau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia tidur sudah tak akan tampak wajah bengisnya. Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai

terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar. Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm... kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena terpaan hidup yang keras. Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.


Desember 2010 | 21

Cobalah menatap wajah orangorang tercinta itu : Ayah, Ibu , suami , istri, kakak, adik, anak, sahabat, semuanya. Rasakan sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakan getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang talah dilakukan orang-orang itu untuk kebagaiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar. Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi

melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. dan Ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkapkan segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata : � betapa lelahnya aku hari ini.� dan penyebab lelah itu ? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan istri yang bekerja mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.


PENJALA |


Desember 2010 | 23

S

aya tidak meminta anda mengalahkan Naruto dalam hal kekuatan ninja. Untuk hal seperti itu, biarlah kita serahkan pada Sasuke saja. :) Yang saya minta adalah, bisakah anda mengalahkan Naruto dalam hal semangat hidup? Bagi anda yang tidak mengetahui siapa Naruto (walau saya ragu jika ada yang tak tahu), Uzumaki Naruto adalah tokoh utama komik Jepang yang sedang digemari saat ini. Naruto adalah contoh tokoh yang memiliki latar belakang keluarga yang sangat tidak menguntungkan. Sejak kecil dia sudah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya, bahkan dia sendiri tidak tahu siapa mereka. Lalu, sebagian besar orang-orang di sekitarnya membenci dia karena suatu hal. Dengan kata lain, sejak kecil dia sudah sendirian dan dia mempunyai segala alasan untuk bersikap negatif dan menyalahkan keadaannya itu. Yang dia lakukan adalah sebaliknya. Dengan segala keterbatasan yang dia miliki, dia terus berusaha untuk berjuang meraih apa yang dia impikan. Bahkan dia berhasil menjadi lebih baik dari mereka yang dianggap memiliki bakat atau jenius. Beberapa dari kita mungkin hanya akan menganggap bahwa Naruto adalah tokoh fiksi, jadi belum tentu akan ada orang seperti itu di dunia

nyata. Kenyataannya adalah, saya sering menjumpai banyak Naruto di dunia ini, yaitu teman-teman saya yang tetap bersemangat melakukan hal positif walaupun tidak didukung oleh keadaan keluarga yang seperti pada umumnya. Jika dilihat dari statistik, 63% dari anak muda yang bunuh diri, 85% dari anak muda yang memiliki kelainan tingkah laku, 80% dari pemerkosa, 75% dari pasien muda pusat penyalahgunaan zat kimia, dan 85% anak muda di penjara, semuanya memiliki latar belakang yang sama: berasal dari keluarga yang tanpa ayah/ibu. Mungkin kita memiliki keadaan keluarga yang di luar keinginan kita. Tapi, apakah itu akan menurunkan semangat hidup kita atau tidak adalah keputusan yang harus kita ambil. Tunjukkanlah bahwa kau mampu tampil beda dari mereka yang umumnya. Seperti halnya Naruto, raihlah impian yang kau mau. Banyak yang bisa kita pelajari dari suatu hal, bahkan tokoh komik sekalipun. Salah satu adegan yang paling saya sukai dalam kisah Naruto adalah adegan di mana dia bertemu dengan orangtuanya. Dia tidak membenci mereka, tapi malahan dia sangat bahagia bisa bertemu orangtuanya, walau hanya sesaat. Baginya, takkan pernah ada cukup alasan untuk membenci keluarganya. Jadi, kau bisa saja membenci keadaan keluargamu, tapi jangan pernah membenci keluargamu.


PENJALA |


PENJALA Desember 2010