Page 1

PORTOFOLIO ARSITEKTUR OKIE KRISTINA SUGIARTO 2013-2018


DAFTAR ISI

3 Daftar Isi 4 Curriculum Vitae

7 KOMPETISI 8 SEPEKAN ARSITEKTUR 2015: Space for Sanity 10 FUTURARC PRIZE 2016: Small Thing, Big Impact 14 SEPEKAN ARSITEKTUR 2016: Arsitektur Ruang Bebas 16 SINARMAS LAND: Young Architects Competition 2017

21 TUGAS AKADEMIK 22 Perancangan Rumah Tinggal Profesi: Bapak Djodit 24 Galeri Seni Surakarta 26 Rental OfďŹ ce: Solo Business Center 30 Cinema Center and Cinematography Museum 32 Tugas Akhir: Pusat Sinema Indonesia di Surakarta

37 3D MODEL 38 SGS Church Multimedia Room 39 Pengembangan Fasilitas Kawasan Wisata Green Canyon 40 Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran 41 Terminal Seruni Kota Cilegon

43 SKETCH

3


Halo! nama saya

OKIE KRISTINA SUGIARTO Halo! Saya Okie. Saya lulusan Sarjana Arsitektur (S.Ars) dari Program Studi Arsitektur di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sejak duduk di bangku SMA, saya memiliki ketertarikan khusus dalam dunia arsitektur. Hal tersebut biasa saya tunjukkan melalui mengisi waktu luang saya dengan menggambar rumah-rumah unik maupun pekerjaan desain interior. Di samping mengerjakan pekerjaan arsitektural, saya memiliki ketertarikan dalam seni, seperti misalnya menggambar sketsa. Hampir semua sketsa saya merupakan gambar potret manusia dan bangunan. Saya jarang menggambar objek atau hewan. Selain itu, saya juga memiliki ketertarikan untuk bepergian (travelling). Saya senang bertemu orang baru, eksplorasi tempat-tempat baru dan berdiskusi dengan orang lain. Saya suka berbagi pengalaman dan membahas mengenai tantangan dan kesulitan apa yang mereka temui dalam memproduksi sebuah desain. Saya pikir menarik untuk memahami orang lain dalam menjadikan mereka manusia yang lebih baik, dalam membuat relasi yang lebih besar.

tentang Okie Kristina Sugiarto Klaten, 31 Oktober 1995 Sambeng, Jl. Cocak 2 No. 25 Mangkubumen, Banjarsari, Surakarta okie.kristina@gmail.com +62 856 4249 5866

latar belakang pendidikan 1999-2001 TK Kristen Widya Wacana III Surakarta 2001-2007 SD Kristen Manahan Surakarta 2007-2010 SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Surakarta 2010-2013 SMAN 5 Surakarta 2013-2018 Arsitektur, Universitas Sebelas Maret

SOROTAN

MINAT

KEMAMPUAN

SketchUp Daya tangkap tinggi

Arsitektur AutoCAD

Vray Motivasi Tinggi

Sketsa Photoshop

Detail

Musik

CorelDraw

OfďŹ ce

4

Mampu Bekerja dalam Grup

Film

Optimis

Bepergian


PENGALAMAN 2013

Volunteer Arch-Day - Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vastu Vidya

2014

Workshop Granit Tile Workshop - Mortar Utama

2015

Kuliah Umum A Practical Application of Connectivity in Planning for Urban Expansion in Indonesia (Summer Camp 2015) Dr.-ING. Reinhard Goetherd (MIT)

2016

Kuliah Umum Arsitektur untuk Kemanusiaan - Yu Sing

2017

Kerja Praktek Asisten Arsitek di TWS & Partners: Architecture & Design, Jakarta.

2018

Asisten Arsitek Asisten Arsitek Proyek Masterplan Taman Keanekaragaman Hayati Simo, Boyolali

ORGANISASI 2011-skrg

Tim Multimedia GBIS Sola Gratia Sambeng

2012-2014

Ketua Tim Operasional Multimedia GBIS Sola Gratia Sambeng

2012-2018

Tim Multimedia di Komunitas Youth GBIS Sola Gratia Sambeng

2014 2014

Anggota di Bidang Komunikasi dan Pers Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vastu Vidya Tim Kreatif Orientasi Mahasiswa Baru Perayaan Tahun Ajaran Baru 2014: SPEKTRUM

2016

Anggota di Bidang Komunikasi dan Pers Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vastu Vidya

2016

Ketua Tim Studio Magazine #3 Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vastu Vidya

KOMPETISI 2015

Pemenang Ke-4 SEPEKAN Atmajaya 2015: Space for Sanity

2015

Peserta HMA Vastu Vidya - Desain Komunal Teknik

2015

Peserta ConWood: Sayembara Desain Rumah Tinggal Inovatif Berkelanjutan

2016

Peserta Futuarc Prize 2016 - Small things, big impact

2016

Peserta SEPEKAN Atmajaya 2016: Arsitektur Ruang Bebas

2017

Peserta Sinarmas Land - Young Architects Competition

5


6


KOMPETISI SEPEKAN ARSITEKTUR 2015: Space for Sanity FUTURARC PRIZE 2016: Small Thing, Big Impact SEPEKAN ARSITEKTUR 2016: Arsitektur Ruang Bebas SINARMAS LAND: Young Architects Competition 2017

7


SEPEKAN Atmajaya 2015: Space for Sanity

AMRITA SANCTUARY

STATUS: Pemenang ke-4 TIM : Alif Datu N.P M. Ghalfadi

NATURE FOR BETTER CULTURE

LATAR BELAKANG

Leny Indah Okie Kristina

KONSEP

Ketidakseimbangan emosional menyebabkan seseorang terserang emosi yang labil. Keadaan sekitar menjadi faktor yang membuat manusia merasa lelah dengan kehidupan saat ini. Semakin hilang tempat yang menyediakan ruang-ruang untuk merasakan ketenangan. Tentang sebuah masa lalu, hanyalah sebuah penyesalan untuk masa depan. Keselarasan dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Gemercik air menyebabkan emosi diri menjadi tenang. Suara jatuhnya tetesan air menyebabkan manusia termenung berfikir atau bahkan mengistirahatkan diri dari tenangnya hawa yang dirasakan.

Dalam memberikan fasilitas yang menjadikan manusia merasa lebih tenang salah satunya dengan mendekatkan manusia dengan penyakit emosi labil dengan nuansa alam yang dapat mensugestikan pikiran manusia menjadi lebih tenang di tengah penatnya kehidupan.

TRANSFORMASI DESAIN

Air 1.

aspek sosial ruang gathering

8

Amrita Sanctuary

aspek pendidikan ruang diskusi

3.

4.

(1) Mengambil bentuk dasar dari salah satu elemen alam, air. Sekaligus penyesuaian terhadap elemen yang dominan pada tapak (Danau UNS). (2) Ruang dalam bentuk dasar dibagi menjadi 3 lantai. (3) Lantai 1 dan 2 diperbesar sebagai selasar bangunan. (4) Penggabungan elemen lantai dan bentuk dasar bangunan.

Green Architecture

Mahasiswa galau

2.

Mahasiswa semangat

aspek lingkungan vegetasi hijau


MODUL AMRITA SANCTUARY SKYLIGHT Menjadikan ruang lantai 3 bernuansa syahdu/khusyuk

VERTICAL GARDEN Tanaman yang merambat mengelilingi sanctuary, sebagai respon panas (mengurangi suhu permukaan 2'C), serta dapat membawa hawa sejuk untuk lingkungan HIDROPONIK Menjadikan bangunan sanctuary ini lebih produktif dengan adanya tanaman (buah/sayuran) yang dapat ditanam untuk dimanfaatkan GREEN ROOF Sebagai elemen pilihan untuk menciptakan suasana yang nature dan green

DESAIN AERODINAMIS Memudahkan sirkulasi udara/angin pada site yang dinamis

SOUND OF NATURE (WATER) Dengan adanya elemen air yang berada di tapak, menjadikan suara-suara alam (tetesan air) sebagai pembawa nuansa alami pada desain

3 LEVEL FLOOR Desain memiliki 3 lantai dengan fungsi yang berbeda-beda tiap lantainya

DENAH

Denah lt.3 Denah lt.1

Denah lt.2

Perspektif interior lt.1 Perspektif interior lt.3

Perspektif interior lt.2

9


R

U

ban iver ejuvenation

FUTURARC PRIZE 2016: SMALL THING BIG IMPACT STATUS: Peserta TIM: Alif Datu N.P Riza Larenahadi

Okie Kristina S. Amalia Dian U.

living human kampong lifes in middle city Urban River Rejunevation is a project to return the conditon of riverside area to get back it’s normal function, to make the river clean and to make riverside area becomes a place where people can interact with each other. So the soal of this project is to reorganize the environment to fulfill what people need (especially agrarian people). ILLUSTRATION CONCECPT DESIGN URBAN RIVER REJUVENATION Idea :

Based on the facts :

kampong market

AFTER

public waste

creative industries

BEFORE

public space & urban farming bamboo rejuvenation

greywater polluted river

waste treatment for greywater and trash good environment river

MODULAR DESIGN

ER T

WAT

NT

TME REA

CE, E, REDU RECYCL SE REU + RIES INDUST CREATIVE

PUBLIC SPACE

+

URBAN FARMING

MARKE

T

FISH

PON

D

WATER TREATMENT

RECYCLE, REDUCE, REUSE

+

CREATIVE INDUSTRIES

PUBLIC SPACE

+

URBAN FARMING

RIVER RIVER

10

MARKET

FISH POND


R

U

ban iver ejuvenation

“living human kampong lifes in middle city”

PUBLIC SPACE & URBAN FARMING

WATER TREATMENT

RECYCLE, REDUCE, REUSE

+

CREATIVE INDUSTRIES

PUBLIC SPACE

+

URBAN FARMING

MARKET

FISH POND

RIVER

STRATEGY TO RELOCATE SLUM BUILDING ON RIVERSIDE AREA TO MAKE PUBLIC SPACE

10 METERS

Giving explanation to society that their Move the houses from the riverside area. houses are prohibited based on the rules nd coulb be damage by river flow.

Relocate houses 10 meters Organize the houses into vertical houses. one housing can be lived by away from riverside two or three families

WATER TREATMENT MODULE

The function of 1 module is to accumulate domestic waste from 1 housing group that consist of 30 families. The sewage are flowed through the one way then be processed to make the water free from any pollution. So the water is save to be flowed to the river or city canal.

The function of water treatment that completed with biofilter is to filter the sewage from houses or industries to control the sewage (that could be pollution for the river) to make the water clean. So, it wouldn’t pollute the river and ruin the eccosystem in the river.

domestic waste

waste way

controlling bath first sedimentation bath

anaerob zone

last aerob zone sedimentation bath

11


R

U

ban iver ejuvenation

“living human kampong lifes in middle city”

Polycarbonat

Pergola strings

Pergola strings Polycarbonat

Bamboo laminated

Bamboo structure

Bamboo structure

steel pipe glugu wood

5.00 10.00

CREATIVITY

2.50

BIOFILTER WATER TREATMENT

12


13


KAMPONG RIVE RESTO ATION

SEPEKAN ARSITEKTUR 2016: ARSITEKTUR RUANG BEBAS STATUS : Peserta TIM : Okie Kristina S. Indra Yuda Wardiana

R

APotensialKampongtobeanewdestinationinthecity. KampongRiverRestorationadalahsebuahruangyangdigunakanuntukobjekdestinasiwisatayangterletakdipinggirKaliPepesehinggahal

tersebutdapatmenunjangSumberDayaManusiadidaerahbantaranSungaiKaliPepemenjadilebihbaikdanmeningkatkanminatwisatawan mancanegarauntukberwisatakeSolodenganharapanmembuatSolomenjadiKotayangdapatmemilikidayasainglebihdidalamMasyarakat EkonomiASEAN.

KONSEP K e s a d a r a n  u n t u k  mengaplikasikan green living pada kehidupan masyarakat merupakan salah satu cara untukmeningkatkantarafhidup dan sumber daya mereka.  Dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan hal-hal kecil lainnya, diharapkan masyarakatdapatberubahpola pikirnyadanmenjadilebihbaik.

Lokasi BantaranKali

Isu KurangSDM danbanyak penduduk

Kurangnya wadah transaksi

Banyak pengangguran

Kemiskinan

Memunculkan lap.kerjadansekolah

Media ekonomi

Masalah

KonsepPerancanganPlaza

Kampungtidaktertatadanterlihat kumuh

Rumah-rumahditatadan ditambahkanplazasebagaidaya atraktifmasyarakatuntuk diselenggarakaneventkota

Kampunglebihtertatadan menjadiramaisehinggapotensi bisnisdikampungnaik

Ide

Hasil

Masyarakatsejahtera

KonsepModulDesain Rumah

Rumah

Rumah

JalanPemukiman Sekolah Budaya

Plaza

KolamIkan RiversideGarden

Sungai

14

Creative Shop

Kampung Gandekan adalah sebuah daerah di bantaran Kali Pepe, tepatnya di Kecamatan Sangkrah. Penduduk Gandekan mengalami ledakanpendudukhingga27.460jiwaperkilometerpersegi. Desain Kampong River Restoration menyediakan beberapa fasilitas­ fasilitas yang menyelesaikan permasalahan sosial maupun permasalahanlingkungan.


15

RIVERSIDEGARDEN

KOLAMKONTROL

SEKOLAHBUDAYA

CREATIVESHOP

PLAZA

GREENHOUSE

PUBLICSPACE


The Rooftrellen

SINARMAS LAND YOUNG ARCHITECT COMPETITION 2018 STATUS : Peserta (Residence) TIM : Alif Datu N.P Okie Kristina S. Riza Larenahadi

“Living Harmony by Nature”

Cluster The Rooftrellen II Cluster The Rooftrellen I

Tipe 1 Angsana Cluster The Rooftrellen I The Rooftrellen

Tipe 2 Intaran Tipe 3 Bodhi Tipe 1 Angsana

Cluster The Rooftrellen II

Tipe 2 Intaran Tipe 3 Bodhi

KONSEP MAKRO ASPEK DESAIN

The Rooftrellen “Living Harmony by Nature”

HUNIAN

Tipe 1 Angsana Tipe 2 Intaran Tipe 3 Bodhi

Adaptasi elemen alam (hutan) sebagai unsur landscape dan hardscape Tempat yang Fasilitas yang berkesan mewadahi

CENTRAL PARK

Danau Cost efficiency approach & Low cost maintenance

Jalan setapak Jogging track Lapangan rumput

Hunian berkarakter

Green environment

Area Bermain Gazebo Iklim mikro bersahabat

Lingkungan aman & nyaman

Membawa nuansa hutan di tengah kawasan hunian kota yang sedang berkembang pesat. Kehidupan manusia dak serta merta hanya tentang harta, kekuasaan, dsb. Harta memang bisa untuk membeli segala sesuatu namun dak ̀ bisa membeli kebahagian alami yang pada dasarnya sudah hadir di bumi ini. Rooftrellen Central Park Adalah taman umum yang terletak ditengah-tengah komplek cluster dengan bentuk lahan persegi panjang. Sebagai wadah untuk membangun ekosistem antara bio. k dan abio k, lingkungan ini dak hanya manusia yang menikma , namun hewan serta tanaman tumbuh secara bersamaan. Menjadi sebuah elemen yang penopang manusia untuk menjalani akvit as sehari-hari. Di dalam taman terdapat danau buatan, jalan setapak, jogging track, lapangan rumput, dan area bermain untuk anak.

Preseden desain kawasan adalah central park New York. Terdapat sebuah taman hutan kota yang dikepung bangunan-bangunan beton yang nggi menjulang ke atas dan ke bawah, sebuah taman hutan kota yang menjadi sambung nafas kehidupan penduduknya,

16


KONSEP ELEVASI TAPAK DAN BANGUNAN

Konsep elevasi desain pada kawasan membentuk sebuah ekosistem hutan buatan yang hadir di tengah kota. Pada bangunan rumah cluster menggunakan perpaduan arsitektur hijau dan arsitektur minimalism. Mengangkat konsep hidup di alam, seper berkemah di pondok dalam hutan. Seap rumah menjadi sebuah “rumah kabin” yang menjadi tempat ng gal untuk “berkemah” dalam cluster “hutan”

Cabin in the wood

Di lingkungan cluster“hutan” dengan wujud fasad yang modern minimalis menjadi cerminan kehidupan masa kini yang harus senanasa harmony dengan alam disekitarnya.

KONSEP ZONING KAWASAN Main entrance Area Sirkulasi The Angsana (Tipe 1) The Intaran (Tipe 2) The Bodhi (Tipe 3) Central Park Mini Park Ruang Terbuka Hijau

KONSEP ARUS DAN SIRKULASI Sirkulasi pada kawasan cluster diakses masuk dari ME, melaui main way lalu akses bercabang menuju CH melalui branch way. CP sebagai poros pusat sekaligus loop pada kawasan cluster

ME

Ruang - ruang yang disusun secara linear dapat memberikan kesan lugas dan eksklusif. Linear juga baik bagi pemanfaatan lahan yang maksimal memberi kesan mengalir seper air dan berkelanjutan

CH

CH

Keterangan

CP

CH

CH

ME Main Entrance CP

CH

CH

Central Park

CH Cluster Housing Main way Branch (Cluster Housing) way

17


SITEPLAN Main Entrance Cluster The Roo rellen I

Main Entrance Cluster The Roo rellen II

N

Ebony Central Park

Ebony Central Park

PERSPEKTIF EKSTERIOR Perspek f eksterior The Intaran (siang)

Perspek f eksterior The Angsana (siang)

DENAH

0

18

1

2

4

8

Perspek f eksterior The Bodhi (siang)


0

1

2

4

8

Perspek f interior Ruang Keluarga

Perspek f interior Kamar Tidur Utama

Perspek f interior Kamar Tidur Anak

Perspek f interior Kamar Mandi Utama

19


TUGAS AKADEMIK Perancangan Rumah Tinggal Profesi: Bapak Djodit Galeri Seni Surakarta Rental OfďŹ ce: Solo Business Center Cinema Center and Cinematography Museum Tugas Akhir: Pusat Sinema Indonesia di Surakarta

21


STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 2: RUMAH bP. DJODIT KUSUMO Semester 3 (2014) Pembimbing: Ir. Samsudi, M.T Projek rumah ini menggunakan konsep desain arsitektur modern minimalis yang dipadukan dengan arsitektur hijau. Sang pemilik rumah, Bapak Djodit Kusumo yang berprofesi sebagai developer perumahan, tinggal bersama istri, 3 anak, dan 2 asisten rumah tangga. Lokasi site berada di Sektor 1 Solo Baru, Grogol, Sukoharjo. Desain rumah ini disesuaikan dengan kebutuhan pemilik dan kebiasaan mereka. Massa bangunan disesuaikan dengan kebutuhan setiap ruang, sebagian besar merupakan bentuk kotak/segi empat. Ketinggian lantai pada bangunan menggunakan konsep splitted level, dengan total 5 perbedaan ketinggian lantai yaitu level basement, lantai 1, lantai 2, lantai 3, dan lantai 4. Main entrance terletak di bagian utara site (depan), sedangkan untuk side entrance terletak pada bagian barat. Material yang digunakan pada bangunan ini cukup sederhana, seperti penggunaan bata, dan untuk pengaplikasian detail menggunakan batu alam dan kayu. Pada desain ini terdapat 2 kolam ikan, yang satu terletak pada lantai 2, yang mengalir menuju lantai 1. Suara gemericik air akan membuat pemilik rumah merasa lebih rileks dan nyaman.

PENATAAN DENAH LANTAI DILIHAT DARI TAMPAK DEPAN BANGUNAN

LANTAI 4 LANTAI 3 LANTAI 2

SIDE ENTRANCE

LANTAI 1

MAIN ENTRANCE GARIS PERMUKAAN TANAH

BASEMENT

PENATAAN DENAH LANTAI DILIHAT DARI TAMPAK SAMPING BANGUNAN

LANTAI 4 LANTAI 3

LANTAI 3

MAIN ENTRANCE

LANTAI 2

SIDE ENTRANCE

LANTAI 1

LANTAI 1

GARIS PERMUKAAN TANAH

BASEMENT

PEMBAGIAN RUANG DILIHAT SECARA PERSPEKTIF LANTAI 4: Kamar Tidur Anak Kamar Mandi Atas

LANTAI 3: Kamar Tidur Utama Ruang Kerja Green Roof Ruang Baca/Perpustakaan

LANTAI 1: Garasi Pantry Dapur

22

BASEMENT: Ruang Tidur Pembantu Kamar Mandi Pembantu Ruang Cuci dan Setrika Gudang Ruang FItness

LANTAI 2: Ruang Tamu Ruang Keluarga Ruang Makan Ruang Tidur Tamu Kamar Mandi Tamu Kolam Ikan Koi


DENAH

DENAH BASEMENT

DENAH LANTAI 1

DENAH LANTAI 2

DENAH LANTAI 3

DENAH LANTAI 4

TAMPAK DAN PERSPEKTIF

DETAIL ARSITEKTUR

23


STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 3: galeri seni surakarta Semester 4 (2015) Pembimbing: Ir. Samsudi, M.T

Galeri seni perlu untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan menginfokan

penataan massa

mengenai seni dan budaya yang ada di Surakarta. Maka dari itu, galeri seni yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya memberi fasilitas dalam hal seni yang

MASSA PENGEMBANG (Gedung Seni Pertunjukan)

umum namun juga kebudayaan dan seni tradisional di Surakarta. Bentuk massa yang digunakan pada desain Galeri Seni ini yaitu massa jamak, yaitu terdapat 1 massa utama, 2 massa pendukung yang berfungsi sebagai

MASSA PENUNJANG (Musholla dan Lavatory)

MASSA PENUNJANG (Cafe & Merchandise)

ruang audiovisual dan kafe. Jarak antar bangunan tidak terlalu jauh, sehingga mudah dijangkau oleh pengguna. Selain itu, penggunaan bentuk pada massa utama menggunakan bentuk dinamis dan tidak terlalu kubikal, dikarenakan perancangan galeri seni membutuhkan sesuatu yang terkesan eksibel. Namun pada gubahan massa, bangunan tersebut tetap harus mempertimbangkan elemen lokal, sehingga masyarakat tidak merasa terlalu asing/aneh saat berada di galeri seni. Elemen lokal yang diaplikasikan pada desain antara lain kesimetrisan massa bangunan, bentuk atap, dan ornamen atap. Mengingat perencanaan bangunan utama, galeri seni ini menggunakan bentuk lengkung yang tidak ada dalam elemen lokal arsitektur. MASSA UTAMA (Galeri dan Pengelola)

24


denah dan situasi

tampak

deTAil arsitektur

25


STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 4: rental offIce: solo business center Semester 5 (2015) Pembimbing: Ir. Leny Pramesti, M.T - Maya Indria N. S.T, M.Eng This building contains office modulles that will be rent for the companies. The presence of this rental office is caused by a lot of industry appeared in Surakarta, especially local industries like batik or food, but the lot is not enough to accomodate it. The object design provides office activities and demands of representative building mass, bonafide, but still consider about the efectivity of the building. The formed mass is reduced in every 2 levels after the ground floor. The reduced mass will be used for a garden roof or balcony and can be a cafetaria, too. Ground level is used for public space, aimed for building visitor, especially for exhibition season (there is an facility addition, exhibition hall).

KOMPONEN MASSA

Gubahan massa terpilih menggunakan massa tunggal karna dinilai lebih efisien dalam peruangan dan dalam sirkulasi pada site. EKSPRESI MASSA 3D MASSA

Massa persegi panjang yang terbentuk setelah mengalami substraksi menjadi bentuk sedemikian, memiliki kesan yang kurang atraktif dan terlalu kaku.

Pengurangan massa per 2 lantai pada bangunan bertujuan supaya bentuk massa yang terbentuk tidak terlalu kaku dan menjadi lebih dinamis, namun tidak meninggalkan keformalan bentuk massa sebagai citra bangunan kantor sewa.

PERSPEKTIF SITE

Sisi timur bangunan berbatasan dengan kawasan pertokoan dengan ketinggian gedung yang tidak terlalu tinggi, sehingga dapat dimaksimalkan sebagai sumber pencahayaan alami mengingat sinar matahari pagi yang tidak begitu panas, dibandingkan sinar matahari di siang hari.

Entrance sebagai zona transisi dari luar ke dalam site mengharuskan penanda yang jelas agar pengunjung tidak merasa bingung saat akan memasuki bangunan. Oleh sebab itu entrance bangunan didesain lebih menonjol pada massa bangunan.

26

Bangunan toserba “Sami Luwes” yang terletak di sebelah barat bangunan menyebabkan timbulnya shading saat sore hari, namun tidak menutupi keseluruhan sisi barat bangunan.

Dengan adanya penambahan massa, bangunan memiliki bentuk yang berbeda pada bagian depannya. Perbedaan yang terjadi menimbulkan dominasi pada tampilan depan entrance. Penambahan massa yang dilakukan bertujuan untuk memunculkan kesan welcome pada entrance, seperti mempersilakan masuk pengunjung.


PENZONINGAN VERTIKAL

1 5 4

2

3 ZONA SERVICE D ZONA KANTOR SEWA C

2

3

1

ZONA PENGELOLA B ZONA PUBLIK A

4

GROUND FLOOR DAN BASEMENT: AREA PARKIR EXHIBITION HALL AREA SERVICE

PUBLIC SPACE KANTOR PENGELOLA

LANTAI 1-3 KANTOR SEWA BIDANG PERDAGANGAN (BUTUH SPACE LEBIH BESAR, UNTUK GUDANG BARANG DAN OUTLET) GARDEN ROOF AREA SERVICE LANTAI 4-6 KANTOR SEWA BIDANG JASA GARDEN ROOF AREA SERVICE LANTAI 7-9 KANTOR SEWA BIDANG JASA GARDEN ROOF & CAFE AREA SERVICE

DENAH

TAMPAK

27


DETAIL ARSITEKTUR AREA PUBLIC SPACE

Salah satu ruang yang terdapat pada perancangan Solo Business Center adalah public space. Ruang ini terletak pada sisi selatan site dan berhadapan langsung dengan Jl. Slamet Riyadi. Ruang ini berfungsi sebagai ruang transisi antara ruang luar bangunan dengan ruang dalam bangunan. Keberadaannya yang langsung terlihat oleh masyarakat yang melalui Jl. Slamet Riyadi, membuat public space ini menjadi suatu daya tarik bagi Solo Business Center. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, diharapkan eksistensi Solo Business Center dapat semakin berkembang dan menimbulkan keuntungan/proďŹ t yang tinggi.

Public space dilengkapi dengan tempat duduk bagi pengunjung pada sisi barat ruang. Material kursi tersebut terbuat dari kayu yang disangga oleh besi.

Kolom yang memiliki fungsi ganda sebagai tempat duduk. Material yang digunakan adalah beton, dilapisi dengan kayu dan batu bata.

28


PERSPEKTIF

PERSPEKTIF MAIN ENTRANCE DILIHAT DARI ARAH PARKIR MOBIL PADA GROUND FLOOR

PERSPEKTIF PUBLIC SPACE DILIHAT DARI ARAH UTARA (DEPAN)

PERSPEKTIF EKSTERIOR DILIHAT DARI ARAH SIDE ENTRANCE (JL. HONGGOWONGSO)

PERSPEKTIF MAIN ENTRANCE DILIHAT DARI ARAH JL. SLAMET RIYADI (DEPAN)

PERSPEKTIF HALL DAN RUANG INFORMASI DILIHAT DARI ARAH MAIN ENTRANCE GEDUNG

PERSPEKTIF HALL DAN RUANG INFORMASI DILIHAT DARI ARAH BARAT

29


STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 5: cinema center and cinematography museum Semester 6 (2016) Pembimbing: Ir. Hadi Setyawan, M.T Cinema Center and Cinematography Museum merupakan sebuah wadah kegiatan hiburan di Kota Surakarta yang direncanakan memiliki lingkup pelayanan skala nasional yang memungkinkan masyarakat dari luar kota untuk datang. Skala pelayanan obyek rancangan mewadahi kebutuhan masyarakat Kota Surakarta, terutama bagi golongan menengah ke atas dalam hal hiburan dan edukasi di dunia perfilman. Obyek bangunan yang akan dirancang, yaitu Pusat Sinema dan Museum Sinematografi, diharapkan akan membawa kecerahan bagi kedua belah pihak yaitu pihak pengelola bioskop dan user/pengunjung. Keberadaan bangunan ini diharapkan dapat mendongkrak eksklusifitas gedung bioskop yang ada di Surakarta, setelah beberapa dekade hilang dan tidak terlihat. Minat masyarakat Kota Surakarta cukup besar. Kota Surakarta memiliki beberapa bioskop yang cukup diminati oleh warga, tetapi keberadaan bioskop tersebut belum muncul tingkat eksklusivitasnya, karena masih berada di dalam pusat perbelanjaan dan tidak berdiri sendiri (dengan gedung khusus bioskop). Sekarang, tercatat ada 6 bioskop yang masih beroperasi di Kota Surakarta, yaitu XXI Solo Square, Grand 21 Solo Grand Mall, XXI Solo Paragon, XXI The Park, Studio 123 Singosaren, dan Blitz Megaplex Hartono Mall. Selain itu adanya komunitas film di Kota Surakarta yang beragam, baik dalam bidang akademis maupun non-akademis yang berminat cukup besar dalam memproduksi film juga dapat menjadi salah satu potensi dirancangnya Cinema Center and Cinematography Museum. DETAIL ARSITEKUR Aplikasi struktur shell pada semi-indoor public space. Struktur penutup atap dibutuhkan untuk menaungi kegiatan yang berada di zona perantara ini, yaitu struktur cangkang/shell. Struktur ini bertumpu pada dinding bangunan yang terpisah, yaitu massa cinema, massa museum, dan massa penunjang. Material yang digunakan pada penutup ini yaitu kaca (smart windows) yang dibingkai menggunakan rangka baja. Penggunaan smart windows akan mereduksi intensitas cahaya matahari yang masuk, sehingga zona yang dinaungi tidak terlalu panas. Sirkulasi dalam bangunan. Salah satu bentuk penerapan arsitektur high tech pada obyek Pusat Sinema dan Museum Sinematografi adalah peletakkan sirkulasi vertikal yang memusat di tengah massa bangunan. Sirkulasi yang dimaksud adalah adanya lift kapsul yang berlapis kaca transparan, sehingga memungkinkan pengguna lift dapat melihat kondisi sekitarnya. Selain itu, pada void terdapat ramp dengan bentuk memutar mengikuti bentuk void. Material railing pada ramp menggunakan kaca transparan, sehingga terkesan luas dan lugas (tidak mempersempit pandangan).


DENAH

TAMPAK DAN POTONGAN

PERSPEKTIF

31


STUDIO PERANCANGAN TUGAS AKHIR: PUSAT SINEMA INDONESIA

SEBAGAI WADAH REKREASI, EDUKASI, DAN PENGEMBANGAN PERFILMAN NASIONAL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA DI SURAKARTA

Semester ke-8 & 9 (2017-2018) Pembimbing: Ir. Bambang Triratma, M.T & Ir. Hari Yuliarso, M.T Pusat Sinema Indonesia dengan pendekatan arsitektur metafora di Surakarta memberikan wadah perfilman dalam bidang rekreasi dan edukasi bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya sehingga dapat memicu pengembangan perfilman nasional. KONSEP

LATAR BELAKANG rekreasi

edukasi

Lifestyle masyarakat perkotaan

Perkembangan dunia film mancanegara dengan teknologi CGI

pengembangan perfilman nasional

menyediakan wadah yang menampung segala aktivitas yang berhubungan dengan perfilman yang meliputi kegiatan rekreasi, kegiatan edukasi, serta perkembangan film nasional yang terletak di Surakarta dengan pendekatan metafora pada perwujudan arsitekturnya.

Banyaknya komunitas film & event yang belum terwadahi dengan baik

Antusiasme pembuatan film Indonesia

Rencana pengembangan jumlah layar bioskop di Indonesia

ANALISIS MAKRO ALTERNATIF SITE

Jl. Jend. A. Yani Berada di kawasan perdagangan & jasa Merupakan jalan arteri kota Kontur tanah relatif rata Luasan site ± 21.700m2 2

Jl. Kol.Sutarto Berada di kawasan perdagangan & jasa Merupakan jalan lokal Kontur tanah bergelombang Luasan site ± 25.900m2 Kebisingan dalam Site

Kebisingan dari dalam site yang paling utama disebabkan oleh kegiatan pemutaran film, terutama pada studio outdoor. Selain itu, proses produksi film pada luar ruangan juga menyebabkan kebisingan yang cukup tinggi.

1

Jl. Adisucipto Berada di kawasan perdagangan & jasa - Merupakan jalan kolektor - Kontur tanah relatif rata - Luasan site ± 26.041m2 3

Kebisingan dari Luar Site

JL. JEND. A. YANI SMKN 7 SURAKARTA Merupakan jalan arteri primer, sehingga banyak Aktivitas kegiatan belajar-mengajar kendaraan dari dalam maupun luar kota yang di jam aktif sekolah (pagi-siang). melalui jalan ini.

SIRKULASI PADA SITE Sirkulasi Pengunjung

Pengunjung Pusat Sinema Indonesia sebagian besar berasal dari jalan Jend. A. Yani. Pada site akan diberi zona khusus untuk drop off pengunjung yang menggunakan transportasi umum, sehingga tidak menimbulkan kemacetan di jalan Jend. A. Yani. Sedangkan untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi, akan diarahkan pada kantong parkir, baik itu pada ground floor maupun basement.

32

Sirkulasi Service (Loading Dock)

Bagi kendaraan dengan keperluan service (stok barang/gudang) diharuskan melalui jalur service, yang terletak di sisi barat site lewat Jl. Nangka Raya dan keluar melalui sisi utara site (Jl. Nangka 1). Kendaraan tidak diizinkan melalui jalur entrance utama (pada sisi timur site) yaitu Jl. Jend. A. Yani, sehingga tidak mengganggu sirkulasi pengunjung yang datang melalui jalur utama.


ANALISIS MAKRO HIERARKI SITE Hierarki Horizontal

Keterangan A: Keg. Penerimaan B: Keg. Rekreasi C: Keg. Pengembangan

D: Keg.Edukasi E: Service

Perspektif ZONA PENGEMBANGAN PERFILMAN

ZONA EDUKASI ZONA PENERIMAAN

ZONA REKREASI

KETERANGAN: Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, entrance pada bangunan hanya terdapat pada area penerimaan, sehingga menyebabkan area penerimaan mendominasi bagian pusat massa bangunan. Zona edukasi diletakkan agak berjauhan dari zona lainnya dikarenakan kebutuhan ruang akan ketenangan, sedangakan fungsi bangunan lain sebagian besar menyebabkan kebisingan.

ANALISIS MIKRO BENTUK DAN GUBAHAN MASSA

Bentuk Dasar Jenis Massa Bentuk dasar yang digunakan pada bangunan Pusat Sinema Jenis massa yang akan digunakan pada ORB yaitu massa tunggal/single building. Aplikasi Indonesia adalah bentuk massa lingkaran (metafora bentuk massa tunggal dikarenakan perlunya mendukung pengawasan ORB dalam hal keamanan, rol film). Bentuk lingkaran dipadukan dengan bentuk mengingat terdapat beberapa fungsi bangunan yang memerlukan keamanan tinggi. lengkung, sehingga terkesan lebih dinamis. KEG. EDUKASI

KEG. REKREASI

KEG. PENGEMBANGAN

ZONA PENERIMAAN

SITE (LUAR BANGUNAN)

Gubahan Massa Bangunan

KEG. REKREASI KEG. PENGEMBANGAN

KEG. EDUKASI

Desain bentuk dasar bangunan murni berbentuk lingkaran karena mengadopsi bentuk rol film. Desain bangunan tidak terlalu menggubah bentuk dasar bangunan, supaya metafora bentuk rol film tetap tersampaikan pada masyarakat. Bentuk 1 lingkaran merepresentasikan satu fungsi bangunan, sehingga pada perancangan Pusat Sinema Indonesia terdapat 4 massa lingkaran (metafora rol film), yang menjelaskan fungsi penerimaan, fungsi edukasi, fungsi rekreasi, dan fungsi pengembangan perfilman nasional.

KEG. REKREASI

SITE

KEG. EDUKASI PENERIMAAN

KEG. PENGEMBANGAN

SITE

33


PENERIMAAN, PENGELOLA, DAN PENUNJANG MUSEUM JEMBATAN PENGHUBUNG

BIOSKOP BIOSKOP OUTDOOR STUDIO PRODUKSI FILM MASUK BASEMENT

KELUAR BASEMENT

MAIN ENTRANCE (IN)

MAIN ENTRANCE (OUT) DROP OFF AREA SIDE ENTRANCE (OUT)

SITEPLAN DAN DENAH

34


POTONGAN

TAMPAK

TAMPAK SELATAN (DEPAN)

TAMPAK BARAT

TAMPAK UTARA

TAMPAK TIMUR

PERSPEKTIF

SITE ENTRANCE

BIOSKOP OUTDOOR

LOBBY MUSEUM

R. INFORMASI

RETAIL AREA

STUDIO PEMUTARAN FILM

PRODUKSI FILM OUTDOOR

F&B AREA BIOSKOP

35


36


3D modelling SGS Church Multimedia Room Pengembangan Fasilitas Kawasan Wisata Green Canyon Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Terminal Seruni Kota Cilegon

37


sgs church’s multimedia room

38


Pengembangan Fasilitas Kawasan Wisata Green Canyon Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran

39


terminal seruni kota cilegon

40


terminal BUS TERPADU GEDEBAGE

41


SKETSA

43


Jenifer Lawrence

Shin Min Ah

44

Benedict Cumberbatch

Benedict Cumberbatch

Irene Adler


Dia Sekala Bumi

Ayok & Kiki

a girl

Lily Collins

Aegon Targaryen

45


PORTFOLIO OF OKIE KRISTINA © 2018

Architecture Portfolio of Okie Kristina Sugiarto  
Architecture Portfolio of Okie Kristina Sugiarto  
Advertisement