Page 1

Rabu, 30 Januari 2013 (18 Rabiul Awal 1434 H)

BUKITTINGGI KOTA WISATA

SINGGALANG . B–19

PKL DAN BADUT DITERTIBKAN

LOMBA MENAIKKAN BENDERA DAN PADUAN SUARA

Jam Gadang Terlihat Bersih dan Rapi BUKITTINGGI - Jam Gadang yang merukakan land mark Kota Bukittinggi dalam beberapa waktu belakangan ini terlihat bersih dan rapi. Maklum, pedagang kaki lima juga para badut tidak terlihat lagi. Namun sore pelataran Jam Gadang kembali hiruk-pikuk oleh pedagang kaki lima dan para badut tersebut. “Kita, sesuai peraturan yang ada di Pemko Bukittinggi, yakni membersihkan pedagang kaki lima di pelataran parkir. Begitu juga dengan para padut yang selama ini cukup banyak berkeliaran di pelataran Jam Gadang. Kehadiran mereka di tempat tersebut terasa sangat mengganggu, dan banyak faktor yang membuat Pemko tidak berkenan atas kehadiran badut,” ujar Kasi Op, Pol PP Bukittinggi, Reka Syahrul kepada Singgalang, Senin (28/1), sehubungan dengan sudah terlihat bersih dan rapinya pelataran Jam Gadang. Kawasan sekitar Jam Gadang yang sejak tiga tahun belakangan dijadikan sebagai kawasan pedestrian, yakni khusus untuk pejalan kaki, selama ini selalu saja hiruk-pikuk dengan pedagang kaki lima dan para badut. PKL sepertinya tidak mengindahkan peraturan dan larangan yang sudah dikeluarkan Pemko, sehingga kian lama jumlahnya kian bertambah dan tentu saja merusak kenyamanan pengunjung di Jam Gadang. Sementara itu, para badut, sering memaksa pengunjung untuk berfoto dengan mereka, karena tarif untuk sekali berfoto sebesar Rp5.000. Ini sangat meresahkan pengunjung apa lagi yang membawa anak kecil, yang sudah dirayu badut, sehingga orangtuanya kewalahan untuk membayar mereka. Bahkan Walikota Ismet Amzis sendiri menemui pakaian para badut tersebut, ditumpuk begitu saja di suatu tempat dan ketika pulang dilemparkan ke atas truk, kendaraan yang membawa mereka pulang. “Itu pun jarang dicuci, yang berakibat pada kesehatan pengunjung,” ungkap Ismet Amzis dalam suatu jumpa pers beberapa waktu yang lalu. (202/515)

SMP 6 dan SMA 3 Juara Umum

Terjaring - Para siswa yang keluyuran dalam jam pelajaran di Bukittinggi terjaring razia dan dibawa ke Markas Pol PP Kota Jam Gadang, Selasa (29/1).

KELUYURAN SAAT JAM PELAJARAN

59 Siswa Terjaring Satpol PP BUKITTINGGI-SINGGALANG

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bukittinggi, Selasa (29/1) melakukan razia terhadap anak sekolah yang keluyuran saat jam pelajaran. Sebanyak 59 siswa dari berbagai SLTA berhasil dijaring dan dibawa ke Mako Pol PP Bukittinggi untuk diberikan pelajaran dan perjanjian baik dengan pihak siswa maupun sekolah siswa. Menurut Reka Syahrul, Kasi Op. Pol PP Bukittinggi, pihaknya berhasil menertibkan para siswa yang tengah bermain domino di sebuah warung di depan SMKN 1 dan di warung depan SMK Muhammadiyah. Mereka masing-masing bermain domino. Kemudian selebihnya siswa terjaring ketika tengah main internet di sejumlah warnet. Dari seluruh 59 siswa yang dijaring melanggar peraturan jam belajar itu, berasal dari SMKN 1, SMK

Ismet Amzis

Muhammadiyah, SMKN 2 dan SMAN 1 Bukittinggi. Kepala SMKN 1 Bukittinggi, Yon Afrizal, kepada Singgalang mengemukakan, bahwa pihaknya sudah berkali-kali melarang siswa keluar dari lingkungan sekolah dalam jam pelajaran, yakni dari pukul 07.30 WIB sampai jam pelajaran selesai. “Namun mereka gigih juga keluar lingkungan pada jam pelajaran. Padahal di dalam lingkungan banyak kafe untuk mereka yang merasa lapar dan haus. Setelah diteliti lebih jauh, ternyata yang gigih keluar lingkungan sekolah itu adalah siswa yang suka merokok. Padahal, pintu gerbang sekolah ditutup.

Harma Zaldi

Mereka umumnya melompat pagar,” ujar Yon Afrizal. Yon menambahkan, bahwa mereka nekat melompat pagar karena untuk merokok, dan ini diluar jangkauan tenaga pengajar dan penjaga sekolah serta petugas keamanan sekolah. Kalau mau jujur makanan yang tersedia di kafe dalam lingkungan sekolah bersih, dengan harga menyesuaikan. Tidak mahal, karena memang pihak sekolah sendiri ikut memantau harga makanan yang dijual untuk siswa. Sementara itu, Reka Syahrul, mengemukakan, bahwa pihak Sat Pol PP, terus melakukan penertibkan sesuai yang diatur daerah dan Pem-

ko. Khusus untuk anak sekolah, memang sudah sejak lama Pol PP menertibkan pelajar yang keluyuran saat jam pelajaran. “Tidak pandang bulu, semua dirazia dan diberi pengarahan secara bersama di Mako Pol PP.” Baik Reka Syahrul maupun Yon Afrizal, juga meminta agar orangtua siswa ikut lebih giat lagi dalam memantau anaknya. Karena pada prinsipnya, siswa yang keluyuran pada jam pelajaran bukan lagi tanggung jawab pihak sekolah. “Secara hakikinya mereka sudah kembali menjadi tanggung jawab orangtuanya. Kecuali di lingkungan sekolah, yang memang murni tanggung jawab sekolah,” katanya. Kendati demikian, Yon Afrizal menyebutkan, bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap siswa yang suka keluyuran tersebut. Apalagi yang ingin bermain internet di luar lingkungan sekolah, karena memang di sekolah tersedia sejumlah komputer yang dilengkapi internet. (202/515)

Bukittinggi, Singgalang SMP Negeri 6 dan SMA Negeri 3 Bukittinggi meraih predikat juara umum lomba menaikkan bendera dan paduan suara tingkat SLTP dan SLTA se-Sumbar dalam lomba yang dilaksanakan di lapangan SMA Negeri 5 Bukittinggi, Senin (28/1). Untuk tingkat SLTA lomba penaikan bendera dan paduan suara itu diikuti 11 sekolah. SMA Negeri 3 Bukittinggi yang kini dipimpin Persalide sebagai kepala sekolah, berhasil merebut juara umum, setelah terbaik di dua kategori lomba. Disusul SMA Negeri 1 dan peringkat tiga direbut MAN Model Bukittinggi. Sedangkan tingkat SLTP, SMPN 6 Bukittinggi merebut gelar juara umum, setelah tampil sebagai juara di kedua lomba tersebut, posisi kedua ditempati SMP Xaverius dan urutan tiga SMPN 5 Bukittinggi. Para pemenang menerima hadiah uang tunai, piala dan piagam. Hadiah diserahkan pada penutupan lomba oleh Kepala SMAN 5, Lasmit A. Kepala SMAN 3 Bukittinggi, Persalide, yang dihubungi seusai sekolahnya meraih predikat juara umum, menyebutkan bahwa pihaknya tentu sangat senang atas prestasi yang diraih para siswanya. Lomba dimaksud tidak hanya bagaimana rapi dan tata pelaksanaan menaikan bendera dan paduan suara, hakikinya adalah membentuk kekompakan siswa dalam menerapkan suatu program dan kegiatan. “Bila tidak kompak tentunya tidak mungkin dapat melaksanakan penaikan bendera dan paduan suara,” tambahnya. Hal sama juga disampaikan Kepala SMPN 6 Bukittinggi, Asrizal, usai menerima piala. Asrial yang didampingi Firman Adhani, pembina pasukan khusus penaikan bendera dan paduan suara SMPN 5 Bukittinggi, mengemukakan bahwa prestasi hendaknya dapat jadi cambuk bagi siswa untuk lebih berprestasi masa depan. Ditambahkan, kendati demikian apa yang sudah diperlihatkan para siswa SMPN 6 sangat menggembirakan. Prestasi tersebut akan tercatat dalam agenda sekolah yang tidak akan pernah terhapuskan. Diharapkan sebagai penambah spirit bagi para yunior di sekolah ini untuk meraih prestasi masa mendatang. (202/515)

PRESTASI - Siswa SMP Negeri 6 Bukittinggi meraih prestasi sebagai juara umum lomba menaikan bendera dan paduan suara tingkat Sumatra Barat.


SINGGALANG . C–24

KAWASAN SUMATRA BARAT

KEBIJAKAN BARU

BANTU KORBAN TANAH LONGSOR AGAM

Wirid Gabungan Sekali Sebulan

Al-Tara Turunkan Relawan dan Tim Medis

Pd.Panjang, Singgalang Pemko Padang Panjang lagi-lagi membuat kebijakan baru terkait pelaksanaan wirid gabungan bagi pegawainya. Kegiatan keagamaan yang rutin digelar sekali dua minggu di aula balaikota setempat, ke depannya akan dijadikan menjadi sekali sebulan. “Kita memang membuat kebijakan baru terkait wirid. Wirid gabungan yang biasanya sekali dua minggu, nantinya hanya sekali sebulan. Namun bukan berarti wirid dikurangi, hanya saja yang satunya lagi dilaksanakan di masingmasing SKPD,” kata Kepala Bagian Administrasi Kesra Setdako, Yulius Yakub kepada Singgalang di ruangan kerjanya, Selasa (29/1) kemarin. Ia menjelaskan, wirid gabungan sekali sebulan itu akan diadakan pada Jumat pertama setiap bulannya, sedangkan wirid di masingmasing SKPD diadakan pada Jumat ketiga. Seandainya dalam satu bulan ada lima hari Jumat, maka Jumat kelima kembali diisi dengan wirid gabungan. Menurut Yulius, kebijakan baru itu dikeluarkan terkait masih banyaknya PNS yang tidak hadir mengikuti wirid gabungan. Bahkan ada pula PNS yang hadir hanya sekadar mengisi absen. Rumitnya, para kepala SKPD sulit mengetahui siapa anggotanya yang patuh dan siapa yang tidak. “Dengan dilaksanakan di masingmasing SKPD, tentunya kepala SKPD akan mudah mengawasi anggotanya. Dengan cara demikian, mudah-mudahan tidak ada lagi pegawai yang malas mengikuti wirid,” harapnya. Berdasarkan catatan Singgalang, kebijakan terkait wirid ini sudah sering berubah-ubah. Dulunya wirid rutin digelar setiap Jumat pagi dan dihadiri seluruh PNS. Dengan sejumlah alasan dan pertimbangan, salah satunya mengurangi rasa jenuh, wirid dikurangi menjadi sekali dua minggu. Dan setiap PNS pun tidak harus hadir setiap kali wirid, karena masing-masing SKPD hanya mengutus perwakilan. Tak hanya soal waktu, perubahan juga pernah dilakukan terkait lokasi. Dulunya wirid digilir ke berbagai masjid di Kota Serambi Mekah itu, yang tujuannya PNS kian dekat dengan masyarakat. (205)

AGAM - SINGGALANG Keluarga besar Fungsionaris Pusat Partai Golkar yang juga anggota DPR, HM. Azwir Dainy Tara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana di Sumbar. Kali ini, kepada mereka yang tertimpa bencana longsor yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Agam.

Azwir Dainy Tara dengan Al-Tara Rescue-nya mengirimkan relawan dan tim medis untuk membantu evakuasi. Mereka pun menyalurkan logistik bagi masyarakat di Kecamatan Malalak dan Tanjung Raya. Tim Al-Tara Rescue di bawah komando Ricap S.Cecep terdiri dari 10 relawan, 3 tenaga medis dan 2 unit ambulan serta 3 unit mobil operasional, telah berada di lokasi sejak Minggu (27/1). Tim itu mendirikan dua posko, masing-masing di kawasan Malalak dan Tanjung Raya. Azwir Dainy Tara ketika dihubungi mengatakan, relawan Al-Tara selalu diturunkan apabila terjadi bencana. “Mereka saya minta mem bantu proses evakuasi dan relokasi masyarakat yang tertimpa musibah di dua lokasi tersebut. Termasuk mem berikan makanan dan obatobatan sesuai kebutuhan,”

SMPN 3 Kota Solok Genjot Persiapan UN Solok, Singgalang SMPN 3 Kota Solok berharap siswa kelas IX bisa lulus 100 persen dengan nilai baik pada Ujian Nasional 2013 ini. Untuk itu, sejak semester pertama sudah diberikan pelajaran tambahan kepada siswa kelas IX tersebut. Di samping itu, sekolah berharap para orangtua bisa mengawasi anak-anaknya untuk belajar lebih giat lagi di rumah, terutama selama jam belajar pada pukul 19.0021.00 WIB. “Orangtua sepakat untuk mematikan televisi selama jam belajar 19.00-21.00,” ujar Kepala SMPN 3 Kota Solok, Suardi kepada Singgalang, Selasa (29/1) di Solok. Diharapkan selama jam belajar di rumah tersebut, orangtua bisa mengawasi anak-anak mereka, sehingga persiapan menghadapi UN 2013 menjadi lebih baik. Apalagi jadwal UN sudah semakin dekat. Menjelang UN 2013, jelas Suardi, pihaknya bersama komite sekolah juga sepakat untuk terus-menerus mengawal pelaksanaan persiapan UN 2013. Komite, sekolah dan orangtua sepakat meningkatkan kualitas pendidikan. Di samping itu, alumni SMPN 3 Kota Solok juga mendukung berbagai program yang dilaksanakan. (504)

Jangan Bantu Siswa Saat Ujian Nasional

SERAHKAN - Ricap S. Cecep, Koordinator Tim Altara Rescue menyerahkan bantuan kepada korban tanah longsor di Agam, Senin (28/1). (ist)

ujarnya. Menurut Azwir, meskipun dia tidak bisa langsung membantu masyarakat, tetapi dengan keberadaan relawan Al-Tara, berbagai kendala yang dihadapi masyarakat bisa dicarikan solusinya. Karena tim telah dilengkapi dengan dua unit ambulan dan membagikan 500 nasi bungkus kepada masyarakat di lokasi bencana. Azwir Dainy Tara berharap, relawan yang telah diturunkan tersebut bisa membantu proses evakuasi dan meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa

musibah, sekaligus mengetuk kepedulian sesama untuk memberikan bantuan terhadap masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Ricap S Cecep menyebutkan, sejak kedatangannya, tim langsung mendirikan posko di Malalak dan Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, yang menjadi pusat bencana longsor. “Dua unit ambulan dan tim medis dari Fakultas Kedokteran Unand, telah turun ke lokasi bencana dan puskesmas untuk membantu pengobatan korban yang mengalami luka-luka,” sebutnya.

Sementara relawan lain, sebut Cecep, melakukan pembagian 500 paket makanan kepada warga yang berada di sekitar lokasi dan tetap melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah dan pimpinan kecamatan Partai Golkar setempat. “Tim ini akan berada di lokasi dan membantu masyarakat, sesuai dengan kebutuhan. Semoga kegiatan itu bisa meringankan beban masyarakat yang ditimpa musibah dan proses penanganan bencana bisa dilakukan dalam waktu yang tidak lama,” ungkapnya. (zul)

RSBI DIHAPUS

Mutu Pendidikan Tetap Diperhatikan Padang, Singgalang Pasca penghapusan RSBI, seluruh sekolah dilarang menggunan embel-embel RSBI, seperti stempel, merek, surat dan pungutan yang mengatasnamakan RSBI. Semua sekolah diharapkan mematuhi keputusan MK tentang penghapusan RSBI/ SBI sejak keputusan tersebut dikeluarkan. “Jangan ada lagi embelembel RSBI di sekolah RSBI yang ada selama ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Barat, Syamsurizal kepada Singgalang, Senin

Rabu, 30 Januari 2013 (18 Rabiul Awal 1434 H)

(28/1) di sela-sela Seminar Internasional on Global Education di aula Universitas Ekasakti Padang. Seminar internasional ini digelar atas kerjasama Unes Padang dan Universiti Kebangsaan Malaysia. Pasca keluarnya amar putusan MK, ia bersama seluruh kepala dinas pendidikan provinsi se-Indonesia sudah dipanggil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke Jakarta untuk membahas langkah-langkah berikutnya. Penghapusan RSBI, jelas Syamsurizal, sudah keputu-

san final. Karena itu seluruh RSBI di Indonesia, terutama di Sumatra Barat tidak lagi beroperasi mulai tahun pelajaran 2013/2014. Sementara untuk semester yang tersisa pada tahun pelajaran 2012/ 2013 ini, tetap berjalan seperti biasa, tetapi pemanfaatan lebel RSBI seperti penggunaan stempel dan merek RSBI tidak berlaku lagi. Sekolah diharapkan tidak lagi mengambil tindakan mengatasnamakan RSBI. Misalnya melakukan pungutan, meminta sumbangan dan menggunakan stempel

atas nama RSBI, termasuk penggunaan merek RSBI sudah harus diakhiri. Secara program, jelas Syamsurizal, tidak ada yang salah dengan RSBI. Program ini bagus untuk menampung anak-anak yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mereka diharapkan bisa menyalurkan potensinya di RSBI. Namun karena adanya sebagian sekolah yang memanfaatkan momen untuk melakukan pungutan di luar kemampuan orangtua siswa, sehingga orangtua merasa keberatan. (504)

Solok, Singgalang Sekolah diharapkan mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional (UN) secara maksimal. Jangan ada kecurangan selama UN berlangsung. Jika ingin membantu siswa, maka bantuan itu hanya boleh dilakukan menjelang UN melalui kegiatan belajar tambahan, try out, muhasabah, dan memperbaiki proses pembelajaran. Yang tidak kalah pentingnya, menanamkan rasa percaya diri kepada siswa agar mengikuti UN secara jujur. “Persiapkan siswa secara baik menjelang UN dan jangan ada kecurangan pelaksanaan UN,” ujar Bupati Solok, H. Syamsu Rahim kepada Singgalang kemarin. Diharapkan Kabupaten Solok tetap memiliki komitmen dalam membangun pendidikan berkualitas. Yang dibutuhkan bukan hanya nilai tinggi, tetapi menghasilkan lulusan yang berkarakter. Dalam dua tahun terakhir, jelas Syamsu Rahim, sudah ada penandatanganan pakta integritas dan pakta kejujuran pelaksanaan UN. Penandatanganan pakta kejujuran tersebut melibatkan MKKS, pengawas, guru, pengawas ujian nasional dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Semuanya sepakat untuk melaksanaan UN secara jujur. Sementara pada UN 2012 lalu, pemerintah pusat juga sedah mencanangkan UN secara jujur. “Tidak ada ancaman bagi sekolah yang tidak mampu meluluskan siswanya 100 persen,” jelas Syamsu Rahim. Ia berharap semua sekolah mempersiapkan diri secara maksimal sebelum UN dilaksanakan. Begitu UN dimulai, maka tidak ada lagi bantuan, apalagi pemberian kunci jawaban kepada siswa. Biarkan anak berusaha maksimal dengan penuh keyakinan diri, sehingga mereka bisa mengikuti UN dengan baik. Sejauh ini, jelas Syamsu Rahim, pihaknya tidak pernah memberhentikan kepala sekolah karena gagal meluluskan peserta didiknya 100 persen. Lebih baik anak lulus sedikit tetapi memiliki daya saing tinggi daripada lulus 100 persen tetapi dilakukan secara curang. Namun harapan semua, tentu tetap berharap semua peserta UN bisa lulus 100 persen. Kelulusan itu diharapkan bisa didapat melalui kerja maksimal dan kejujuran. Terkait penghapusan RSBI, Syamsu Rahim menjelaskan jika pihaknya menaati aturan. Hingga akhir semester, tentu RSBI tetap berjalan sebagaimana biasa, terutama pada proses pembelajaran, yang tetap memperhatikan kualitas belajar. Penghapusan RSBI diharapkan tidak sampai mengendurkan semangat belajar siswa dan motivasi mengajar guru. Menjawab Singgalang seputar pembangunan SMA bertaraf Internasional yang dibangun Pemerintah Provinsi Sumatra Barat di Arosuka, Bupati Syamsu Rahim sudah menyampaikan kondisi bangunan tersebut kepada Dinas Pendidikan Sumbar maupun anggota DPRD Sumbar. (504)

ksb  

ksb 30 januari

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you