Issuu on Google+

SINGGALANG C-24

KAWASAN SUMATRA BARAT

Anggota DPD, Afrizal Bantu Ponpes Salafiyah

Azwir Goro Bersama Warga Indo Villa Pampangan PADANG - Azwir kunjungi warga Indo Villa, Kelurahan Lubuk Begalung, Minggu (5/5). Fungsionaris DPP Partai Golkar itu pun ikut mendorong gerobak hingga tempat pembuangan di luar komplek. Warga yang melihat mencandai rekannya yang masih melihat-lihat. “Apak yang dari DPR sajo ikuik gotong royong mambarasiahan lingkungan awak. Awak masih marokok jo maliek juo baru (Anggota DPR saja mau ikut gotong royong membersihkan lingkungan kita. Kita masih merokok dan melihat saja,” kelakar mereka sewaktu melihat Azwir bukan hanya sekali dua membuang rumput dan sampah yang baru dikeluarkan dari selokan. Azwir terlihat gembira bisa ikutan kerja berbaur dengan warga. “Saya senang berbaur dengan warga. Pertemuan informal terkadang mendatangkan hasil tak terduga,” ujar anggota DPR dari Komisi VII itu. Pertemuan informal itulah yang menjadi kekuatan bagi Azwir dalam menjaring aspirasi dari warga yang dikunjunginya. Dengan berempati seperti itu, Azwir seakan memberitahukan warga, dia hadir untuk mereka dan telah berusa dekat dengan mereka. “Kalau sudah merasa dekat, kan mereka mau menyampaikan apa unek-uneknya. Dari sanalah kita bergerak membantu mereka,” kata angota dewan tiga kali berturutturut tersebut. Cara pendekatan Azwir ternyata manjur. Saat rehat, mereka berusaha menyampaikan aspirasinya. Kebutuhan perbaikan jalan di komplek Indo Villa, perbaikan mushalla dan lainnya. Termasuk kegundahan mereka terhadap anggota DPRD Kota Padang, Dinul Akbar. Menurut mereka, Dinul seakan kurang peduli. Padahal daerah Pampangan termasuk Dapil Dinul. Melihat ada komunikasi yang tersumbat, Azwir menelepon Dinul. Dinul yang memang diketahui energik oleh Azwir tak lama muncul. Kepada warga dijelaskan Dinul, dia bukan sekali dua ke Indo Villa. Bahkan saat Ramadhan tahun lalu dia pernah ‘tersesat’ ikut Shalat Tarawih di Mushalla Al Mudatsir di RT.1/RW.2, Kelurahan Pampangan itu. Sebenarnya saat itu, dia harus menyerahkan bantuan ke masjid di komplek Jala Utama. “Masjid itu sering dapat karena perangkat RT hingga lurah serta pengurus masjid di sana proaktif. Mereka uraikan keperluan mereka dengan proposal lengkap,” ungkap Dinul. Lurah Pampangan, Ikrar Prakarsa yang hadir dalam gotong royong itu merasa senang dengan kehadiran Azwir. Kehadiran Azwir juga berhasil menghadirkan salah satu wakil rakyat dimana Pampangan adalah salah satu dapilnya. Ikrar berharap pertemuan yang juga dihadiri Ketua LPM Pampangan Ade Edwar bisa mendatangkan kebaikan bagi Pampangan umumnya dan Indo Villa khususnya. (zul)

Senin, 6 Mei 2013 (25 Jumadil Akhir 1434 H)

Solok, Singgalang Sebagai wujud dan kepedulian untuk kemajuan lembaga pendidikan keagamaan, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Afrizal mengantarkan bantuan buat Pondok Pesantren Salafiyah, Syekh Abdul Aziz, Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (4/5). Bantuan senilai Rp10 juta itu diterima pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah, Tengku Ardi Manan, dengan harapan dapat membawa kemajuan bagi pondok pesantren di Kabupaten Solok tersebut dalam melahirkan santri berkualitas. “Terimalah bantuan ini, semoga ke depan dapat meringankan biaya pendidikan di pondok pesantren. Ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap pondok pesantren, dengan harapan ke depan terus melahirkan santri yang berkualitas,” ujar Afrizal. Afrizal yang mengaku akan maju pada pileg DPR-RI, 2014, berharap ke depan para lulusan pondok pesantren itu mampu berkiprah dan mengaplikasikan ilmunya di masyarakat. DPD berkomitmen terus membantu perkembangan lembaga yang berbasis keagamaan tersebut. Sebab, pada pondok pesantren akan lahir santri-santri yang berakidah dan terhindar dari pergaulan bebas seiring perkembangan zaman dan globalisasi. Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah, Tengku Ardi Manan, mengucapkan terima kasih atas perhatian anggota DPD Afrizal atas kepeduliannya terhadap perkembangan ponpes tersebut ke depan. (406)

GOTONG ROYONG

Azwir dan Ketua RW 2 Kelurahan Pampangan, Jasrizal bahu membahu dalam gotong royong yang diadakan warga Komplek Indo Villa Pampangan, Kecamatan Lubuk Begalung Padang, Minggu (5/5). (zulfadli)

LUBUK ALUNG

Dua Wanita Malam Diamankan LB. ALUNG - SINGGALANG Razia tempat maksiat yang dilakukan tim gabungan camat, muspika, dan tiga walinagari (Pungguang Kasiak, Lubuk Alung, dan Aie Tajun di Kecamatan Lubuk Alung) di Padang Pariaman, Jumat (3/5) malam membuahkan hasil maksimal. Razia dilakukan sampai pukul 02.00 WIB. Camat H. Azminur, Kapolsek AKP Arsyal, Danramil Kapten Inf. Nur Martias,

sejumlah anggota Satpol PP, Ketua KAN, MUI setempat melakukan razia tersebut setelah melihat aktivitas hiburan malam yang dengan seenaknya melakukan kegiatan, sudah meresahkan masyarakat. Bahkan, Lubuk Alung sudah dicap banyak orang sebagai pemasok Pekerja Sek Komersial (PSK) alias kupu-kupu malam. Dua wanita malam itu langsung dibawa dari lokasi samping panti, yang tempatnya milik Seba, warga Lubuk Alung. Mereka mengaku bernama Ermita dan

WANITA MALAM - Dua wanita malam sedang diinterogasi petugas. Setelah diamankan di Polsek Lubuk Alung, Padang Pariaman. (damanhuri)

Ria Puspita Sari. Keduanya juga mengaku baru tiga bulan bekerja melayani laki-laki yang datang ketempat itu. Namun, dari hasil penyelidikan yang dilakukan malam itu, ternyata kedua wanita tersebut sudah pemain lama. Keduanya dititipkan di Mapolsek Lubuk Alung, dan selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial, untuk dikirim ke Panti Andam Dewi, di Sukarami, Kabupaten Solok. Ermita dalam kartu pengenalnya, kelahiran Pariaman, beralamat di Tebo, Provinsi Jambi. Sedangkan Ria berasal dari Batang Kabung, Kota Padang. Ermita mengaku sudah punya anak dua, yang saat ini bersama suaminya di Dharmasraya. “Dek hidup tidak punya pitih mah, maka ini yang dilakukan, pak,” jawabnya dengan enteng saat ditanya Satpol PP. Keduanya juga mengaku bersuku Melayu, alias asli rang ranah Minangkabau, dan sedikit berkarakter keras, yang kata rang Piaman; tangka. Sementara tempat hiburan karaoke di Rimbo Panjang, pemiliknya Tini, sedang lagi tak di rumah. Disitu anak-anak perempuan Tini

menjadi pelayan laki-laki yang sedang berhibur. Tim terkejuat melihat Yendi Aklis, Kepala Korong Singguliang dilokasi itu. “Itu bini ambo pak,” kata dia saat istrinya yang sedang asik duduk di depan dua laki-laki. Kepada Yendi, tim meminta untuk menyelamatkan istrinya. Dan selanjutnya, diminta menutup tempat hiburan itu. “Banyak yang lain yang bisa dijual untuk bisa dapat uang. Hiburan malam belum cocok dengan lingkungan Lubuk Alung, yang merupakan bagian dari Minangkabau. Kita masih memegang kuat adat dan agama, serta tradisi lokal yang sudah turun temurun,” kata Ketua KAN, Suharman Datuak Pado Basa bersama Komandan Danramil, Nur Martias, Kapolsek Arsyal, Camat Azminur, serta Walinagari Harry Subrata. Menurut camat, tim tidak akan berhenti sampai disini. Masih ada tempat hiburan malam lainnya yang belum dirazia. Untuk ini, kesungguhan pemilik tempat hiburan dalam menutup rumah dan kedainya, sangat dituntut. Pihak kecamatan tidak akan memberikan izin resmi. (525)

BERI BANTUAN- Anggota DPD RI, Afrizal menyerahkan bantuan untuk Pondok Pesantren Salafiyah, Syekh Abdul Aziz, Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Solok, Sabtu (4/5). (andri besman)

BEKAS RUMAH DINAS BUPATI SOLOK

Harus Ditukar Guling dengan Pemko Solok, Singgalang Peralihan hak atas tanah dan bekas rumah dinas Bupati Solok di pusat Kota Solok kepada pihak ketiga, dianggap kehilangan di siang bolong oleh pemko setempat. Walikota Irzal Ilyas dalam jumpa pers, Jumat (3/5) menyebutkan, alih hak tanah dan bekas rumah dinas bupati, harusnya dilakukan dengan tukar guling dengan pemko, karena tanah dan rumah tersebut memiliki prospek ekonomi dan bisa mendongkrak PAD. Peralihan hak kepada pihak ketiga, dalam hal ini pengusaha Novi Candra mengundang pertanyaan sejumlah kalangan karena tanah itu merupakan ulayat ninik mamak Kota Solok yang diserahkan kepada pemerintah di masa lalu. Dalam peralihan hak tersebut, walikota akan berjuang ke pusat, sehingga pengalihan hak dapat dibatalkan. Sekarang banyak isu tentang pelelangan bekas rumah dinas tersebut. Dia kecewa karena pemenang lelang, Novi Candra yang Komisaris PT Citra Nusantara Mandiri (CNM) tidak pernah memberitahu tentang rencana membeli tanah dan rumah itu. Walikota membantah perjuangan menelusuri peralihan hak tersebut karena ada kepentingan pribadi. (209)


Kegiatan Azwir Dainy Tara