Page 3

CMYK

±

CMYK

±

±

Lampung post MINGGU 22 Juli 2012

RUWA JURAI

3

Nama Dicatut,

LINTAS

±

Tokoh Adat

Dinuri Gantikan Alm. Christimore LIWA—Pelantikan Dinuri sebagai anggota DPRD Lampung Barat asal Partai Golkar menggantikan almarhum Christimore Zainudin melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) tinggal menunggu penjadwalan dari DPRD setempat. Hal tersebut sehubungan dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Gubernur Lampung No. G/535/B. II/HK/2012 tentang Pergantian Antarwaktu (PAW) Anggota DPRD dari Partai Golkar atas nama Dinuri tanggal 16 Juli 2012. Bagian Pejabat Negara Otonomi Daerah Provinsi Lampung melalui Halik Sahril saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan jika SK Gubernur sudah dikeluarkan dan dilayangkan kepada DPRD Lambar untuk segera melantik yang bersangkutan. “Untuk Dinuri memang sudah selesai dan suratnya sudah dikirim ke DPRD.” Sedangkan Kabag Risalah DPRD Lambar Pirwan Tiar membenarkan pihaknya sudah menerima SK Gubernur tentang PAW itu. “Suratnya sudah diterima Rabu (18-7) sore.” (*/D-3)

Resah

MESUJI (Lampost): Masyarakat adat Dusun Talangbatu, Kampung Talanggunung, Kabupaten Mesuji, resah. Pasalnya, nama-nama tokoh adat masyarakat setempat dicatut oknum untuk memperoleh lahan Register 45 Sungaibuaya dan memperjualbelikannya.

Bustami Resmikan UKM Mart

M

BLAMBANGAN UMPU—Bupati Way Kanan Bustami Zainudin meresmikan UKM Mart KSU Jati Makmur sekaligus membuka rapat koordinasi program koperasi memperingati HUT ke-65 Koperasi tahun 2012 di Kampung Jayatinggi, Kecamatan Kasui, Selasa (17-7). Dalam sambutannya, Bupati mengajak agar momentum HUT ke65 menjadikan koperasi sebagai saka guru perekonomian bangsa dan daerah yang merupakan manifestasi demokrasi ekonomi sebagaimana digariskan dalam Pasal 33 UUD 1945. “Jajaran koperasi harus tetap bertekad meningkatkan peran dan kontribusi terhadap perekonomian daerah di tengah makin berubahnya kondisi ekonomi nasional dalam dinamika perubahan global. Peningkatan kualitas koperasi bertujuan menjadi badan usaha yang tangguh, kuat, dan profesional di berbagai sektor sehingga mampu memenuhi kepenting­an ekonomi anggota dan masyarakat lingkungannya.” (RLS/D-3)

MUSIBAH

n LAMPUNG POST/JUAN SANTOSO SITUMEANG

Ditinggal Bekerja, Rumah Ludes Terbakar kulkas, sepeda motor bebek merek Suzuki Bravo, seluruh isi dapur perabot rumah, pakaian, dan sejumlah surat-surat seperti surat tanah, BPKB sepeda motor, dan ijazah SMA Hendra. “Yang tersisa hanya sepeda motor Honda Supra Fit yang dibawa korban untuk bekerja di PT NTF,” kata Iptu Wahyu S. saat ditemui di lokasi kejadian. Sementara itu, Hendra mengatakan saat meninggalkan rumahnya tidak menyalakan api seperti lilin atau racun antinyamuk. Dia memastikan rumahnya terbakar akibat korsleting listrik. S e b e n a r ny a s a at r u m a h Hend ra terba ka r, sejum la h tetangganya sempat berusaha memadam­kan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena rumah korban terbuat dari geribik, api dengan cepat melalap rumah berukuran 6 x 10 meter tersebut. (GUS/D-3)

SEBERANGI SIRING. Seorang bocah sedang menyeberangi siring pengaman yang dibuat PT Silva Inhutani Lampung dengan meniti batang pohon albasia dan menggunakan batang yang lain sebagai penyeimbang. Meskipun sudah dibuat siring, warga yang menduduki Register 45 Sungaibuaya, Mesuji, makin banyak. Foto dibidik Sabtu (21-7).

JARING ASPIRASI

Warga Muktikarya Sampaikan Keluhan MESUJI (Lampost): Pencanang­ an lumbung padi di Kabu­ paten Mesuji banyak terken­ dala dan harus diperjuang­ kan masyarakat tani di sana. Pasalnya, areal persawahan di Kabupaten Mesuji sangat sedikit, begitu juga dengan kadar kandungan asam di tanah rawa cukup tinggi. Selain itu, pola pendamping­ an dari penyuluh pertanian di daerah itu sangat minim. Persoalan lain juga muncul dengan minimnya anggaran untuk mencetak sawah baru di beberapa wilayah di Mesuji. Keluhan masyarakat terse­ but diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Mesuji, Mustowi, saat dialog dengar

pendapat dengan anggota Komite II DPD Iswandi di Balai Kampung Muktikarya, beberapa waktu lalu. Menanggapi keluhan war­ ga yang disampaikan ang­ gota DPRD Mesuji, Iswandi menga­takan kendala seperti ini memang cukup kompleks. Sayang, interaksi daerah dan DPD yang ada di daerah pun sama sekali belum bersinergi. “Akibatnya, keluhan dan hal yang perlu disuarakan ke Pemerintah Pusat melalui kementerian juga tidak ter­ manfaatkan. Oleh sebab itu, kami dari DPD RI turun ke masyarakat untuk menjaring aspirasi agar semua kelu­ han dapat kami himpun dan

disuarakan ke pusat,” ujar Iswandi. Anggota DPD asal Lampung itu menjelaskan pihaknya kesulitan menyiner­g ikan aparatur pemerintah daerah dengan DPD. Padahal hal itu penting agar programprogram yang ada di kemen­ terian bisa tersalurkan ke Provinsi Lampung. Dia mengatakan DPD ibarat jembatan penghubung dan tidak memiliki kepentingan politik karena DPD murni dari perseorangan, kewenangan­ nya pun terbatas. Iswandi pun mengimbau dialog ini jangan disalahartikan untuk bagibagi uang, tapi murni menja­ ring aspirasi. (LOH/D-3)

odus yang digunakan pelaku dengan membuat surat yang isinya seolah-olah masyarakat adat Talanggunung telah menghibahkan 1.500 hektare lahan adat Dusun Talanggunung untuk seorang yang bernama Suroto, warga Kampung Muktikarya, Kecamatan Pancajaya. Empat nama penghibah dalam surat tersebut, yakni Medi, Mat Jaya, Warta, dan Amri, menyebutkan mereka tidak pernah menghibahkan tanah Talanggunung kepada oknum yang bernama Suroto dalam surat apa pun. “Saya sudah berkali-kali mengingatkan kepada siapa saja bahwa surat tersebut palsu. Tapi ternyata banyak perambah memegang surat tersebut sebagai dasar untuk menduduki kawasan hutan Register 45,” ujar Mat Jaya, Sabtu (21-7). Bahkan, kata Mat Jaya didam­ pingi Medi, pihaknya sudah menanyai beberapa perambah dan mendapat keterangan ternyata mereka membeli lahan dengan dasar surat tersebut. “Sampai kini, kami sudah menerima informasi langsung dari beberapa perambah bahwa oknum yang menjual lahan dengan surat tersebut sudah memperoleh sekitar Rp120 juta.” Karena merasa terusik dengan surat tersebut, bahkan Medi pernah mendatangi Polsek Mesuji Timur dan Polsek Tanjungraya untuk memberitahukan bahwa surat tersebut palsu. Dia juga meminta aparat penegak hukum mengusut keberadaan surat asli tersebut dan menangkap pelakunya. Sebab, kata dia, situasi tersebut sudah merugikan nama baik mereka. “Jadi seolah-olah kami masyarakat adat Talanggunung yang memasukkan perambah, pa-

dahal orang dari luar. Tidak mungkin kami mau memasukkan atau menjual tanah adat kami. Orang sekarang saja kami masih menuntut PT Silva mengembalikan tanah adat kami,” kata Medi. Hal itu diamini Mat Jaya. Dia mengatakan lebih baik semua yang tertera dalam surat tersebut dipanggil polisi. Dari sana bisa dilihat siapa yang merekayasa dan menjual lahan ke perambah. “Lalu tangkap. Biar tidak merugikan banyak pihak. Kalau seperti ini, warga Talanggungung yang dirugikan.

Keempat tokoh adat itu menyatakan

tidak pernah

menghibahkan tanah kepada Suroto. Belum lagi perambah yang menjadi korban penipuan pelaku.” Untuk menelusuri surat tersebut, pihaknya sampai mendatangi sejumlah permukiman perambah. “Kami penasaran, siapa yang memegang aslinya. Ternyata kami temukan di kelompok Wayan Ana,” kata Mat Jaya. Namun, kelompok Wayan Ana mengaku tidak menggunakan surat tersebut, meski ada juga beberapa warga yang bermukim di kawasan tersebut menggunakan surat itu sebagai dasarnya. Agar tidak meluas, kata Medi, pihaknya ingin kepolisian dapat mengungkap pelaku pemalsuan surat hibah lahan seluas 1.500 ha itu dan menangkap pelakunya. “Itu permintaan kami dan kami siap dipanggil sebagai saksi.” (UAN/D-3)

±

D

±

M

O

±

E

N

L

I I N A E

LA .CO MP M UN

GP

OS

T

±

LABUHANRATU (Lampost): Rumah milik Hendra (35), warga Dusun Umbulogan, Desa Rajabasalama 2, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur, rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah, Jumat (20-7), sekitar pukul 02.00. Akibat musibah itu, korban merugi hingga puluhan juta. Kapolsek Labuhanratu Iptu Wahyu Saputra mengatakan kebakaran pada Jumat dini hari itu, terjadi saat korban sedang bekerja di PT Nusantara Tropical Farm (NTF) yang mengelola buah jambu mutiara dan pisang. Kebetulan waktu itu, istri dan anak Hendra sedang bermalam di rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 1 km dari rumahnya. Menurut Iptu Wahyu, api yang menghabiskan rumah geribik beserta isinya diduga berasal dari korsleting listrik. Semua isi rumah habis terbakar yang meliputi 2 televisi,

±

±

CMYK

±

CMYK

±

wonosobo ekspress  

wonosobo ekspress adalah kantor koran wonosobo

wonosobo ekspress  

wonosobo ekspress adalah kantor koran wonosobo

Advertisement