Page 24

±

CMYK

±

CMYK

±

Lampung post MINGGU 22 Juli 2012

FOTO

24 ±

±

‘Nyekar’,

Melembutkan Hati MENJELANG Ramadan dan Idulfitri, sebagian umat Islam berziarah ke makam untuk mengenang orang tua, saudara maupun sanak saudara yang telah meninggal dunia. Tradisi ini tak pernah alpa setiap tahunnya. Ada keramaian di tempat-tempat peristirahatan terakhir jasad orang-orang tercinta. Di tempat itu, di momen itu, kenangan-kenangan, jasajasa, dan teladan-teladan dari insan-insan yang telah berbeda alam itu terlintas kembali. Ada makna, betapa setiap kita akan menyusul tak berdaya. Pada zaman permulaan Islam berkembang, Nabi Muhammad saw. melarang kaum muslimin menziarahi makam. Larangan ini lantaran kekhawatiran terjadi kesyirikan dan pemujaan terhadap makam atau kuburan tersebut. Apalagi jika yang mati itu adalah termasuk orang-orang yang saleh. Namun, Rasulullah kemudian membolehkan jika niatnya diluruskan. Berziarah bisa menjadi pelajaran bahwa ke tanah juga kita akan kembali. Dengan itu, diharapkan orang yang berziarah hatinya lebih lembut. Kemeriahan di permakaman umum ini cukup menjadi perhatian, juga pundi-pundi rezeki. Ada pedagang bunga setaman, ada tukang parkir, saatnya jasa juru kunci mendapat perhatian, bahkan anak-anak menjual jasa menyapu kuburan. n

±

±

TEKS DAN FOTO: IKHSAN DWI NUR SATRIO

±

±

CMYK

±

CMYK

±

±

wonosobo ekspress  

wonosobo ekspress adalah kantor koran wonosobo

wonosobo ekspress  

wonosobo ekspress adalah kantor koran wonosobo

Advertisement