Page 10

±

±

CMYK Lampung post MINGGU 22 Juli 2012

±

KELUARGA

10

Mendampingi Anak Belajar Puasa

±

KONSULTASI

Suami Menyuruh Saya Bercinta dengan Pria Lain Pertanyaan:

Saya seorang istri yang sudah menikah selama 5 tahun. Saya ada masalah dengan suami, suami saya suka melihat saya bila berhubungan intim dengan laki-laki lain. Ini terjadi 2 tahun terakhir. Bila dia melihat saya berhubungan dengan laki-laki lain dia semakin terangsang dan sangat bernafsu dengan saya, bila saya menolak dia jadi tidak bersemangat. Saya sudah melakukannya beberapa kali dengan laki-laki lain, awalnya tersiksa tapi saya berusaha menikmatinya, mohon masukannya. (Widhy, 33 tahun, widhyXXXX@yahoo.co.id ) Jawaban:

±

CMYK

Ibu Widhy, saya cukup bersedih dengan situasi Anda karena saya yakin pasti berat sekali menjadi Anda. Di satu sisi, Anda mencintai suami Anda, Anda ingin membahagiakan dia tetapi Anda harus mengorbankan perasaan Anda. Coba tanyakan pada diri Anda lagi apakah benar cinta ini layak dipertahankan dan diteruskan. Saya sangat menyarankan meminta bantuan marriage consular karena sudah jelas suami Anda butuh bantuan psikologis karena bagaimanapun juga kondisinya tidak normal karena Anda sudah terpaksa melakukannya. Jadi carilah bantuan bersama dengan pasangan, jika pasangan Anda menolak kembali, pertanyaannya ada pada diri Anda, yakinkah Anda mau meneruskan pernikahan yang selalu diminta untuk melakukan sesuatu yang tidak nyaman Anda lakukan, tidak membahagiakan dan tidak juga memperbaiki hubungan pernikahan, tidak semakin membuat hubungan itu menjadi lebih baik. Bayangkan jika Anda sudah memiliki anak bagaimana Anda membicarakan atau bahkan bagaimana Anda bersikap dan membangun kemesraan dengan suami Anda, sementara suami Anda selalu perlu ada pihak lain atau orang lain untuk meningkatkan gairah seksualnya di tempat tidur. Tolong pertimbangkan masak-masak, jika Anda masih sanggup meneruskan pernikahan ini, carilah bantuan marriage consular karena saya yakin ini tidak bisa diteruskan seperti ini karena Anda sudah tidak nyaman dan ini bisa dikategorikan hubungan pernikahan yang tidak sehat. (DTC/M-2)

Zoya Amirin, M.Psi. Psikolog seksual bersertifikat yang memiliki pendidikan seksual yang berlatar belakang psikologi. Ketua dalam Komunitas Studi mengenai Peri­laku Seksual, anggota dari Asosiasi Seksologi Indonesia.

±

RAMADAN kembali menyapa. Warsito dan istri pun telah bersiap mendampingi tiga putranya, Dafa Arroyan (11), Noval Fudhail (10), dan Ghifar Abdul Rauf (7,5), belajar berpuasa. Dosen fisika Universitas Lampung Warsito dan istri, Dian Nur Heni, memiliki kiat khusus dalam mendampingi anak-anaknya belajar puasa. Menurut Warsito, mengajari anak berpuasa harus dibarengi dengan peran orang tua untuk memberikan banyak waktu dalam mendampingi buah hati. Selain meluangkan waktu, anak pun perlu diberi hadiah untuk memotivasi puasanya. Hal inilah yang dilakukan Warsito mengajarkan tiga putranya berpuasa sejak usia TK. Dan, berpuasa satu bulan penuh saat kelas II SD. Menurut Warsito, dia meluangkan waktu lebih banyak untuk mendampingi anaknya berpuasa agar mereka mampu menyelesaikan puasanya sampai penuh. “Saya usahakan untuk pulang lebih awal supaya bisa menemani anak di rumah. Beberapa pekerjaan di kampus saya kebut supaya bisa cepat selesai dan pulang lebih cepat,” katanya. Selain mendampingi, kata Warsito, dia pun akan memberikan hadiah kepada putranya yang bisa berpuasa penuh. Misalnya, jika puasa penuh diberikan uang dan yang setengah hari pun diberi imbalan juga. Hadiah ini supaya membuat anak-anaknya senang dan bisa mengalihkan rasa laparnya. “Nabi pun mengajarkan supaya orang tua memberikan hadiah dalam mengajarkan anak berpuasa. Nabi juga akan meluangkan waktu untuk menemani anaknya berpuasa,” kata dia. Selain uang, Warsito pun memberikan anak-anak mainan untuk menemani mereka saat berpuasa. Dia juga menyediakan VCD-VCD

n LAMPUNG POST/IKHSAN

DAMPINGI ANAK. Selama bulan puasa, dosen fisika Universitas Lampung Warsito dan istri, Dian Nur Heni, setia mendampingi anak belajar berpuasa sambil mengisi Ramadan dengan membaca Alquran.

islami yang bisa disaksikan anakanak saat menjalankan ibadah puasa. Mereka pun bisa mengalihkan rasa laparnya dengan melihat tontonan yang islami. Kesulitan dalam mengajarkan anak berpuasa adalah membangunkan untuk makan sahur. Nah, untuk tugas satu ini menjadi bagian istrinya, Dian. Istrinya selalu membuat masakan yang memang disukai anak-anaknya. Hal ini dilakukan supaya anak-anak semangat untuk sahur. Kebersamaan keluarga lebih rutin dan prioritas pada saat bulan puasa. Warsito dan keluarga selalu berbuka puasa bersama. Tidak hanya di rumah, sesekali dia mengajak keluarganya berbuka di luar, rumah makan atau restoran. “Ini untuk mendapatkan suasana berbeda dalam berbuka bersama keluarga,” kata dia. Meskipun ada undangan buka puasa di luar, Warsito pun selalu mengajak istri dan anaknya.  Berbuka bersama keluarga dan keluarga teman-temannya perlu untuk membuka wawasan anak-anak. Menurutnya, anak-anak bisa belajar bersosialisasi dengan anak yang lain

dan mendapat pengalaman dan cerita yang baru. “Anak jangan sampai kurang pergaulan,” kata dia. Warsito pun mengajak beberapa teman dan keluarga yang lain untuk berbuka puasa di rumah. Setiap aktivitas di rumah atau pun di luar rumah  tetap selalu bisa bersama keluarga. Sepadat apa pun aktivitas yang dilakukan, kebersaman selama Ramadan selalu menjadi prioritas bagi Warsito. Ketika ada undangan untuk berceramah atau mengisi kultum, Warsito pun mengajak salah satu putranya untuk ikut. Bagi anggota Senat Unila ini, mengajak anak saat memberi ceramah berarti memberikan pelajaran secara tidak langsung. Pelajaran agama memang bisa diberikan secara langsung di rumah. Ceramah juga mengajarkan kepada anak untuk mau memberikan ilmu dan nasihat kepada orang lain. Dalam hal ibadah di luar puasa, ketiga anaknya pun diberi target untuk bisa lebih banyak membaca Alquran. Saat Ramadan, kuantitas bacaan Alquran diusahakan bisa lima kali lebih banyak dari hari biasa, atau sekitar lima halaman. Membaca

kitab suci ini dilakukan setelah salat magrib dan setelah salat subuh. “Bulan puasa ini, keluarga memang memfokuskan soal mempelajari Alquran” kata dia. Dia menambahkan anak-anak pun diajak berkunjung ke panti asuhan dan memberikan bantuan. Ini dilakukan menjelang puasa. Anak belajar tentang bagaimana mensyukuri nikmat dan berempati kepada orang yang tidak mampu. “Dengan datang ke panti asuhan, putranya bisa melihat anak lain yang tidak lagi memiliki orang tua sehingga, meraka bisa bersykur dan lebih menurut,” ujarnya. Warsito mengatakan anak-anak berpuasa juga dipengaruhi lingkungan di sekolah dan di rumah. Lingkungan di rumahnya, di Jalan Purnawirawan, Gunungterang, sangat mendukung. Banyak anakanak yang juga berpuasa. Apalagi dekat dengan masjid dan mudah untuk mengajak anak beribadah. “Kalau di lingkungan yang banyak orang tidak berpuasa, akan sulit mengajarkan anak berpuasa,” kata doktor lulusan Prancis ini. (PADLI RAMDAN/M-2)

±

±

±

±

CMYK

±

CMYK

±

wonosobo ekspress  

wonosobo ekspress adalah kantor koran wonosobo

wonosobo ekspress  

wonosobo ekspress adalah kantor koran wonosobo

Advertisement