Issuu on Google+

Group

email: redaksi@obrolanbisnis.com - obrolanbisnis@gmail.com | harga Rp. 2.500,-

Edisi IV - Oktober 2012

P

“ elayanan bisa dijamin 100% baik di tahun 2020 nanti. Karena untuk menambah debit air, sehingga tidak macet saat dialirkan ke rumah warga, masih dibutuhkan anggaran hingga Rp 1,2triliun.”

Dari TST, Telur Bebek Si ‘Buah Hitam’ Diminati Mancanegara Hingga Keong Mas “Semua usaha yang dijalankan dengan sungguh-sungguh bisa maju, membuka lapangan kerja dan menghasilkan.”

“Hingga 2012 ini jumlah benih kopi yang sudah disalurkan oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bener Meriah sekitar 300 ribu batang.”

halaman 8...

Pertumbuhan Ekonomi Sumut Melambat

halaman 1 0... 10...

halaman 9...


Edisi IV - Oktober 2012 DAFTAR ISI

Informasi 2 foto:obrolanbisnis/keweng parinduri

Informasi

PELUMAS ANTI TEMPERA TUR EKS TRIM. TEMPERATUR EKSTRIM. Pada bulan Oktober 2012, PT Pertamina memasarkan produk Pelumas Lubricants terbarunya, yakni Fastron Gold. Di Medan, peluncuran Fastron Gold berlangsung 30 September 2012, di Atrium Sun Plaza Medan, dengan dihadiri pembalap muda tanah air air,, Rio Haryanto. Fastron Gold memiliki nilai viskositas/ kekentalan SAE 5W30, mampu melindungi mesin dengan optimal terhadap keausan, oksidasi, juga menjaga suhu mesin tetap stabil meskipun dibawah temperatur yang ekstrim.

2. 21 Oktober, Funbike hari jadi Telkom ke 156 di Medan; Peminat LM Pegadaian tinggi

Laporan Utama

3 - 7. Menanti janji Tirtanadi; Air mata Lek Mijan; Effendi Parinduri: Lebih kencang angin keran dibandingkan airnya; 101 pelanggan air mengeluh; DPRD: PDAM Tirtanadi belum mampu layani pelanggan; Mikirkan air jadi puyeng; Manfaatkan dengan semaksimal mungkin bantuan dari pemerintah; Telkomsel bangun sarana 'Water Well' di Belawan; Hati-hati konsumsi air depot

PoliS

8. Dari TST, telur bebek hingga keong mas; Demokrasi Indonesia cendrung diwarnai sistem praktis

Komoditas

9. Si ‘buah hitam’ diminati mancanegara

Moneter

10 - 12. Pertumbuhan ekonomi Sumut melambat; ‘Intan Lunak’ ubah nasib Bunyamin

Service

13. Bundling Cyrus Telkomsel gratisan HD gameloft; Telkomsel bangun 5 BTS

BUMD

14. Perusahaan Jepang survey PDAM Tirtanadi

Ragam

15. Asian Agri libatkan 49.000 petani; Puluhan jurnalis mancing ikan Erry Nuradi; Anak muda Medan antusias ikuti kompetisi simPATI ‘Dance Like Agnes’

Award

16. Telkom Raih The Best 'Indonesia Humas Capital Study 2012'

21 Oktober, Funbike Hari Jadi Telkom ke 156 di Medan F

unbike Hari Jadi ke 156 Telkom Indonesia di Medan akan menjadi kegiatan yang meriah karena selain diikuti keluarga besar TelkomGroup, event ini akan diikuti oleh pecinta sepeda di kota Medan. Beberapa komunitas sepeda sudah menyampaikan kesiapannya memeriahkan funbike yang akan digelar, Minggu (21/10). Tema yang digelar untuk even ini adalah : FunBike Sehat Bersama TELKOMGroup. Ketua Panitia Funbike Budi Susila mengatakan, dengan event FunBike ini kita berharap dapat memberikan dampak yang positif baik bagi jajaran bagi komunitas pesepeda di kota Medan maupun di lingkungan Telkom Group. Kegiatan ini mendapat disupport dari TelkomGroup seperti Telkomsel, Telkom Property, Infomedia dan berbagai komunitas peseda lainnya.

Peminat LM Pegadaian Tinggi MESKI harga emas di pasaran berfluktuasi, namun minat masyarakat untuk berinvestasi Logam Mulia masih cukup besar. PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan yang menyediakan jasa pembelian Logam Mulia mampu menjual LM produksi Aneka Tambang (Antam) dengan taksiran rata-rata 400 sampai 500 gram setiap harinya. Humas PT Pegadaian Kanwil I Medan, Lintong Parulian Panjaitan SE mengatakan, kebanyakan yang membeli Logam Mulia (LM) adalah masyarakat umum dari latar belakang dan pekerjaan yang bervariasi. "Target penjualan LM per bulan sekitar 29 Kg, yang menjual baru Cabang Utama Pegadaian Medan. Saat ini, yang kita persiapkan adalah Rantau Parapat dan Siantar," katanya. Target penjualannya, katanya, diperkirakan sekitar Rp 86 miliar atau 157 kg dalam setahun. Harga emas di Pegadian sendiri saat ini berada di kisaran Rp 510.000 per gram sebelumnya Rp 495.000 per gram. Dirinya mengaku, beberapa minggu lalu Pegadaian memang kekurangan pasokan emas Antam sehingga sedikit mengalami gangguan untuk pembelian tunai. Namun, katanya, saat ini pihaknya sudah melakukan perbaikan dengan menjamin distribusi pasokan. "Apalagi sejak di-launching Galeri 24 yang menyediakan fasilitas penjualan emas secara tunai," ujarnya. ***achan

Jelas Budi Susila, gelaran FunBike merupakan wujud dari pencanangan great spirit Telkom : Solid, Speed dan Smart yang didasari 3R (Rasa, Rasio dan Raga). Rasa, Rasio dan Raga tiga hal yang tidak mungkin dipisahkan dan harus terus kita jaga. Dimulai dengan menjaga raga kita, salah satunya adalah olahraga ber-Sepeda. Kata Budi Susila, bersepeda bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh tapi juga menjadi media sosialisasi diantara para pesepeda yang saat ini berkembang menjadi semangat kekeluargaan yang tinggi. Semangat dalam bentuk kesadaran partisipasi warga kota, yang kian peduli dengan kondisi kotanya yang se-makin pekat oleh polusi. Funbike Sehat Bersama Telkom ini akan melakukan start dan finish di Lapangan Telkom, Jln Gaharu Medan, pukul 06.30 Wib dengan rute : Lapangan Gaharu – Jl. Gaharu – Adam Malik – Jl. Gatot Subroto – Jl. Iskandar Muda – Jl.Gadjah Mada – Jl. S. Parman –Merdeka Walk– Lapangan Gaharu. Selain sepeda sehat, panitia menyiapkan door prize, pasar sepeda dan kuliner, community attaction. Event ini juga dimeriahkan dengan music performance. FunBike ini selain diikuti karyawan dan keluarga besar TelkomGroup juga diikuti komunitas pesepeda kota Medan. Untuk itu, panitia membuka pendaftaran sejak tanggal 1 s/d 20 Oktober dengan biaya pendaftaran Rp 50.000 lokasi pendaftaran di Plasa Telkom Jln Putri Hijau, Plasa Telkom Jln Iskandar Muda, Gedung Telkom Jln Gaharu No. 1, Cempaka Bike, Ruko Taman Setiabudi (Tasbi) II dan Andrenalin Counter, Ruko Tasbi I. Panitia membatasi peserta hanya 1000, dengan memberikan Free Jersey dan berbagai Doorprize yang menarik seperti Sepeda MTB Giant, Sepeda MTB Commencal, Samsung Galaxy Tab, Folding Bike Dahon, TV 32 Inch dan lain-lain. Untuk menyemarakkan kegiatan FunBike Sehat Bersama Telkom ini, juga digelar kegiatan Festival Pasar Sepeda, pukul 09.00 – 12,.00 Wib. Kegiatan ini berupa festival penjualan sepeda, spare part sepeda, kegiatan petualangan sepeda yang disupport oleh komunitas Sepeda Medan, kemudian Community Bazar Activity, jam 10.00 – 12.00 Wib. Kegiatan ini berupa : Berupa bazaar clothing, tenant co-sponsor brand & merchandise, aktivitas BMX freestyle demo, aktivitas fixie bike community, old bike community. Selanjutnya, pukul 10.00 – 13.00 digebyar kegiatan : music performance. *** hm tambunan

Penerbit: CV ik a CV.. Pram Desain Graf Grafik ika Pimpinan Umum: Haslan Madli TTambunan ambunan Pimpinan Redaksi: Haslan Madli TTambunan ambunan Wakil Pimred: Keweng Parinduri, SPsi Pimpinan Perusahaan: Pendi Haryono Dewan Redaksi: ambunan Haslan Madli TTambunan Keweng Parinduri, SPsi Pendi Haryono Dewan Penasehat: H. Syaiful Hadi JL - Farid Wajdi, SH, MHum - Eka Haryanto - Anthony SSos - Samsir Alamsyah Syamsurizal Lubis, SH, SSos - Nasib TS Penasehat Hukum: Farid W adji & P ar tner Wadji Par tner.. Redaktur Pelaksana: Suhardiman (Achan) Wartawan: Achan - Jon Paunk Wewen Purba - Agusnadi Budaya (Ka. Biro Aceh) Syahmina (Ka. Bener Meriah) - Kemping Khairul (T ak engon) (Tak akengon) Fotografer: Fitato Manager Keuangan: Apriani Manager Marketing: Erri Manto Kepala Layout: Ucup Alamat Redaksi: Jl. Letda Sujono Gg. Ambon No. 2 Medan Telp: 0852 9632 85 79 8579 Nomor rekening: 105.00.0582 740. 1 Bank 05.00.05827 40.1 Mandiri a/n Haslan Madli Ta m b u n a n website: www.obrolanbisnis.com email: redaksi@obrolanbisnis.com - obrolanbisnis@gmail.com Isi diluar tanggungjawab pencetak. Wartawan obrolanbisnis.com dilengkapi Kartu Pers yang ditandatangani Pimpinan Redaksi.


Laporan Utama 3

Edisi IV - Oktober 2012

Menanti Janji Tirtanadi Keweng Parinduri - Achan

Air merupakan kebutuhan yang mendasar bagi hidup manusia. Dulunya air sangat berlimpah. Dengan menggali 3-5 meter akan ditemukan mata air. Setiap rumah pasti ditemukan air sumur yang cukup jernih. Namun itu semua cerita lampau, lain halnya zaman sekarang ini. Air bersih higienis sulit ditemukan.

K

esulitan mendapatkan air bersih ini pula membuat pengusaha dini melirik usaha depot air (air isi ulang). Harga yang ditawarkan sangat bervariasi. Mulai Rp 3.000 hingga Rp 5.000. Bahkan, lima tahun lalu harga air isi ulang cukup menjulang harganya sekira Rp 7.000/galonnya. Padahal, seperti diketahui bahwa Indonesia memiliki enam persen dari persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik. Namun pada kenyataannya, dari tahun ke tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan dan kesulitan air. Kecenderungan konsumsi air naik secara eksponensial, sedangkan ketersediaan air bersih cenderung berkurang akibat kerusakan dan pencemaran lingkungan yang diperkirakan sebesar 15– 35% per kapita per tahun. Penurunan kuantitas air lebih banyak disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air, sehingga pada musim hujan air tidak sempat meresap ke dalam tanah, sehingga terjadi banjir. Dan pada musim kemarau persediaan air berkurang karena suplai air dari mata air juga berkurang. Sementara itu, penurunan kualitas lebih banyak disebabkan oleh pencemaran berbagai limbah dari industri, rumah tangga dan kegiatan pertanian. Seringkali terjadi anggapan bahwa persediaan air dalam keadaan tak terhingga, karena air dapat terus menerus terbentuk melalui tahap daur hidrologi. Walau pun sebenarnya hanya sebagian kecil saja air yang dapat digunakan setiap saat. Anggapan ini menimbulkan pola konsumsi air yang mengarah pada pemanfaatan yang tidak berkelanjutan, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Di Kota Medan sendiri, pemasok air bersih ke perusahaan dan rumah tangga dikenal dengan nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi. Pamasok air terbesar di Sumatera Utara ini telah berusia 107 tahun

ilustrasi pada September 2012 lalu. Awalnya pada 8 September 1905, PDAM Tirtanadi diberi nama NV Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih yang berkantor di Amsterdam negeri Belanda. Perusahaan ini berganti nama menjadi PDAM Tirtanadi sejak keluarnya Peraturan Daerah Sumut No 11 tahun 1979. Saat ini, lebih kurang 68,08 persen dari jumlah penduduk yang ada jaringan perpipaan. Keterbatasan pasokan air ke pelanggan, kini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi PDAM Tirtanadi yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja itu. Bahkan, Kepala Bidang Humas PDAM Tirtnadi, Amrun pun tak menjamin pasokan air ke pelanggan bisa lancar dalam waktu dekat ini. Pasalnya, banyak kendala yang dialami PDAM Tirtanadi. Seperti minimnya penyertaan modal untuk membangun water treatment. Lagi-lagi Amrun berkilah soal anggaran. Untuk 2015 saja, PDAM Tirtanadi hanya bisa menjamin pasokan air membaik ke pelanggan baru 80 persen. “Pelayanan bisa dijamin 100% baik di tahun 2020 nanti. Karena untuk menambah debit air, sehingga tidak macet saat dialirkan ke rumah warga, masih dibutuhkan anggaran hingga Rp 1,2triliun,” ujarnya.

Minimalisir Keluhan

Di tahun 2015, PD AM TTirtanadi irtanadi PDAM Prov Sumut hanya bisa menjamin pasokan air membaik ke pelanggan baru 80 persen. Pelanggan Menara itu berdiri kokoh ketika kita memasuki Jalan Sisingamangaraja. Terlihat bahwa menara tersebut dibangun semasa penjajahan Belanda. Menara tersebut juga menjadi ikon Kota Medan. Turis mancanegara pun banyak berkunjung ke sana, disamping kunjungan wisata lainnya, seperti Masjid Raya Al Maksum dan Istana Maimun Medan. Tepat dipersimpangan Jalan Pandu, menara itu menjadi pusat perhatian. Namun sayangnya, bagi yang ingin mengunjungi harus melihatnya dari luar pagar saja. Menara yang jadi ikon Kota Medan itu adalah menara PDAM Tirtanadi Medan. Sungguh luar biasa, mungkin itulah yang tersirat di hati pengunjung yang melihatnya secara langsung karena kekokohan menara tersebut.

Namun jangan silap, kekokohan menara ternyata tak mencerminkan kepuasan konsumen yang merupakan pelanggan PDAM Tirtanadi. Setiap tahun keluhan pelanggan kian bertambah. Mulai dari macetnya air, hingga air yang tak layak konsumsi. Menilik itu pula Media Obrolanbisnis tergugah untuk mengungkap keluhan pelanggan PDAM Tirtanadi milik Pemprov Sumut itu. Ketika melangkahkan kaki ke PDAM Tirtanadi bermaksud ingin wawancara, ternyata dihalangi petugas keamanan di perusahaan tersebut. Rasa ingin tahu Media Obrolanbisnis terpaksa dituangkan dengan melayangkan sejumlah pertanyaan berbentuk wawancara. Syukurnya, respon itu ditanggapi Humas PDAM Tirtanadi. Kepada Media Obrolanbisnis, Amrun mewakili PDAM Tirtanadi melalui Kepala Bidang Publikasi dan Komunikas, Jumirin SE menjelaskan, sejauh ini jumlah real pelanggan hingga Agustus 2012 sekitar 430.474 orang sambungan dan jumlah pelanggan air limbah terdapat 15.160 orang sambungan. Sedangkan, soal menanggulangi keluhan pelanggan, Jumirin mengatakan, pihaknya tengah membangun 12 unit sumur bor di tempat yang mengalami kesulitan pasokan air. “Di mana, saat ini yang telah terealisasi sebanyak 6 unit, yakni di Kantor Cabang PDAM Med-

an, Jalan HM Yamin Medan, Jalan Nilam, Perumnas Simalingkar, PDAM Cabang Sei Agul, Jalan Kalpataru, PDAM Cabang HM Yamin, Jalan Bersama, Booster Pump Padang Bulan dan Komplek Brayan City PDAM Cabang Cemara,” terangnya menjawab tertulis. Sementara sisanya, tambah Jumirin, masih tahap realisasi pembangunan, yakni di PDAM Cabang Sei Agul, Jalan Banteng, PDAM Cabang Sei Agul, Jalan Cangkir, Booster Pump Martubung, PDAM Cabang Diski,Jalan Perkutut, Jalan Sampul PDAM Cabang Sei Agul,dan PDAM Cabang HM Yamin, Jalan Rahayu. Di samping itu, PDAM juga membuat water treatment plan (WTP) dan Instalasi Pengolaan Air (IPA) mini yang tersebar di beberapa lokasi yang dialiri sungai. Untuk WTP dengan kapasitas 200 liter/detik di daerah Marelan dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mini yang berada di UP rating Sunggal dengan kapasitas 500 liter/detik. Selain itu, PDAM juga akan membangun reservoir air di daerah Marelan. Jumirin juga mengakui bahwa PDAM Tirtanadi mengalami kendala dalam mendistribusikan air ke pelanggan. Ini disebabkan sebagian pelanggan berada berada jauh dari booster pump, sehingga untuk beberapa pelanggan memiliki tekanan air yang rendah mengakibatkan distribusi air tidak maksimal.


Laporan Utama 4

Edisi IV - Oktober 2012 Mengenai keterjaminan peningkatan mutu air yang selama ini beraroma zat kimia seperti kaporit dan bercampur lumpur, Jumirin menjelaskan, hingga saat ini kualitas air yang didistribusikan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara tetap berdasarkan Permenkes No 492 tahun 2010. ”Untuk memenuhi kualitas air tersebut, PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara setiap harinya melakukan pemeriksaan sampel air hasil olahan di instalasi pengolahan air di laboratorium PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara,” urainya. Menariknya lagi, terkuak dalam beberapa pertemuan antara wakil rakyat dengan pihak PDAM Tirtanadi menyangkut tarik menarik pasokan air ke Bandara Internasional Kualanamu. Kondisi ini dipengaruhi selama ini PDAM Tirtanadi sendiri belum mampu meningkatkan pelayanan khususnya pasokan air ke pelanggan. Malah diketahui Bandara Internasional Kualanamu sendiri masuk dalam wilayah Kabupaten Deliserdang dan telah memiliki PDAM Tirta Deli. Dengan ringkas pula, Jumirin membuka tabir hal tersebut. Dikatakannya, pasokan air ke Bandara International Kuala Namu mengacu pada perjanjian kerjasama antara PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara dengan PT Angkasa Pura II sejak 2009 hingga 2014 dan sampai saat ini masih tetap dilaksanakan. “Untuk memenuhi kebutuhan air di Bandara Kualanamu pihak PT Angkasa Pura II juga membuat kerjasama dengan PDAM Tirta Deli, Kabupaten Deli Serdang dan dalam hal ini PDAM Tirtanadi

Provinsi Sumatera Utara tidak ada masalah. Karena PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara dan PDAM Tirta Deli, Kabupaten Deli Serdang tetap menjadi pemasok kebutuhan air di bandara Kualanamu,” sebutnya. Jumirin juga tak menampik PDAM Tirtanadi mendapatkan bantuan/hibah Rp 200 miliar dari pemerintah. Kata dia, dana bantuan/hibah sebesar Rp 200 miliar itu akan digunakan untuk penambahan produksi air, berupa uprating Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal dengan kapasitas produksi 500 liter per detik. Selain itu, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Martubung dengan kapasitas produksi 200 liter per detik dan perbaikan jaringan perpipaan juga pembangunan reservoir. Akhirnya, Jumirin mengimbau kepada pelanggan PDAM Tirtanadi Sumut agar berhemat dalam pemakaian air, memelihara daerah sumber air seperti mata air, sungai, danau dan sebagainya serta menjaga kebersihan daerah sekitarnya. “Jadi pelanggan tak perlu sungkan untuk mengadukan keluhannhya. Masyarakat bisa menghubungi Call Center 500444 dan setelah mendapat keluhan tersebut, pihaknya akan cepat menindaklanjuti keluhan pelanggan. Baik itu keluhan air mati dan pipa bocor, akan langsung kita tindaklanjuti. Sementara untuk mengatasi air mati dan gangguan lainnya, pihak PDAM Tirtanadi juga telah menyiapkan pegawai yang bertugas dibidang tersebut yang bekerja 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,” pungkas Jumirin dalam jawaban tertulisnya. ***

Effendi Parinduri: Lebih Kencang Angin Keran Dibanding Airnya Catata: Keweng Parinduri EFFENDI Parinduri, mengeluh. Warga Jalan M Bashir, Gang Alwasliyah, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor ini, kecewa dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi. Pasalnya, lebih kencang suara angin yang keluar dari kerannya dibanding kucuran air yang menyembur. Imbasnya, perputaran meteran air yang dimilikinya berjalan kencang. “Saya bingung, biasanya kalau keran dibuka, airnya langsung menyembur. Tapi belakangan ini, malah lebih kencing suara angin yang ada di dalam keran ketimbang air yang disemburkan. Kalau begini terus, kan konsumen yang dirugikan,” sesal ayah empat anak ini kepada Media Obrolanbisnis, kemarin. Penarasan, Effendi yang akrab dipanggil Fendi ini pun mendatangi tetangga yang juga merupakan konsumen PDAM Tirtanadi. Kondisi yang sama juga ditemukannya di sejumlah rumah tetangga. Ketika ditanya, kenapa dia beserta

pelanggan lainnya tidak mengadukan hal tersebut ke PDAM Cabang Padang Bulan. Effendi seolah sungkan untuk berkomentar. Karena, kata dia, kalau pun diadukan kondisi tetap sama dan belum ada tindakan dari perusahaan air minum terbesar di Sumatera Utara ini. Pastinya, konsumen hanya dijanjikan dan terus dijanjikan oleh pihak PDAM Tirtanadi untuk memperbaiki pelayanannya. “Namun hasilnya tetap nihil,” sebut Effendi. Effendi yang juga pengurus Alwasliyah Kecamatan Medan Johor ini cuma berharap kepada PDAM Tirtanadi meningkatkan pelayanan. “Jangan terus menerus konsumen dirugikan,” tukasnya. Untuk sementara, Effendi hanya mampu mengadukan keluhannya ke Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen (LAPK) yang membuka layanan berupa keluhan konsumen khususnya permasalahan air yang dipasok PDAM Tirtanadi. “Saya sudah mengadukan hal ini kepada LAPK,” akhiri Effendi. ***

Air Mata Lek Mijan Keweng Parinduri Lek Mijan merantau ke Medan. Sejak tiga bulan ini, Lek Mijan meninggalkan istri, anak dan cucu di kampung halamannya, Kecamatan Benjeng Gresik, Jawa Timur. Pekerjaan Lek Mijan di Ibukota Provinsi Sumatera Utara, ini adalah kuli bangunan. Dilihat dari usia, Lek Mijan memang tak layak lagi mencari nafkah sebagai kuli. Kini usia Lek Mijan telah hampir 60 tahun. Untuk mendapatkan tambahan gaji yang diperoleh dua pekan sekali ini, Lek Mijan terpaksa kerja lembur. “Lumayan, hasilnya bisa untuk menambah kebutuhan keluarga di kampung,” kata Lek Mijan. Lelah kerja seharian dan tak pernah libur, membuat Lek Mijan bosan. Hari Minggu, Lek Mijan mengambil libur. Mumpung libur, Lek Mijan pun jalanjalan atau bahasa kerennya cari angin di Kota Medan. Sembari memantik rokoknya, Lek Mijan melangkah kaki. Tak jauh dari tempatnya ngekos, di kawasan Jalan Brigjen Katamso, mata Lek Mijan terperangah. Dia langsung berhenti sejenak. Tubuhnya disandarkan di salah satu sudut toko. Terbersit di hati Lek Mijan, air di Medan ini begitu bening dan orang semaunya mempergunakan air tersebut. Tempat pemberhentian Lek Mijan saat itu adalah di salah satu usaha doorsmer mobil dan sepeda motor. Lek Mijan termangu seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Penasaran, Lek Mijan mendatangi karyawan doorsmer. “Air ini dari sumur bor, ya,” tanya Lek Mijan. Karyawan doorsmer langsung terkejut. Tubuhnya berbalik dan menghadap Lek Mijan. Dari logatnya, sang karyawan langsung menebak bahwa Lek Mijan datang dari Jawa. “Iya, wak,” sebut karyawan itu. “Bisa ku sentuh airnya,” pinta Lek Mijan lagi. Tanpa ragu, karyawan doorsmer menyodorkan slang ke tangan Lek Mijan. Air bening nan bersih itu ditampung Lek Mijan dengan kedua tangannya. Dia pun membasuh wajahnya, seolah tak pernah melihat air sebening itu di kampungnya. Kebeningan air yang membasuh wajah Lek Mijan diiringi tetesan air matanya. Usai membasuh wajah, Lek Mijan melanjutkan perjalanan. Di jembatan Jalan Letjend Suprapto, lagi-lagi Lek Mijan berhenti. Kali ini mata Lek Mijan tertuju ke aliran sungai Deli. Walau kata warga Medan air sungai Deli tak jernih lagi, namun beda kata hati Lek Mijan. Dia merasa air sungai Deli cukup jernih dan bisa dikonsumsi. Di bawah jembatan, Lek Mijan melihat anakanak bermain di aliran sungai Deli itu. Ingin rasanya pula Lek Mijan air sungai tersebut ke kampungnya. Tak lama kemudian, Lek Mijan turun ke bawah jembatan. Dengan penuh perasaan pula, Lek Mijan mengambil air sungai Deli dan kembali membasuh wajah keriputnya. Kemudian Lek Mijan duduk di pinggir aliran sungai Deli. Tangan Lek Mijan merogoh saku untuk mengambil sebatang rokoknya. Mancis harga Rp 1000 digesek Lek Mijan. Bersama kepulan asap rokok itu, Lek Mijan merenung. Apa yang dipikirkan Lek Mijan? Rupanya, Lek Mijan sedang merenungi nasib keluarganya yang kekurangan air di kampung halamannya. Sudah beberapa bulan ini warga di kampungnya Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng Gresik, terpaksa menggali sungai alur Lamong yang mengering. Kenapa warga menggali sungai alur Lamong! Itu disebabkan waduk dan air sumur milik warga tak lagi menyemburkan air. Warga di kampung halamannya tak mandi. Pakaian harus pandai-pandai menggunakannya, agar tidak kotor dan begitu pula yang lainnya. Syukurnya, terkadang hasil galian warga di sungai alur Lamong membuahkan hasil. Meski tak

banyak air yang menyembur dan bercampur lumpur, tapi bisa dimanfaatkan. Air seadanya itu pun dibagi rata kepada warga. Tersiar kabar pula 6 telaga yang ada di desanya semua airnya terus menurun. Parahnya lagi, untuk membeli air warga harus menguras uangnya Rp 16 ribu pergerobaknya. Lepas mengisap rokok yang keduanya itu, Lek Mijan beranjak dari tempat duduknya dan menuju kos-kosan. Kesedihan dari kisah Lek Mijan ini merupakan gambaran bagi warga Medan untuk tidak semudahnya menghamburkan air. Untung, di Medan ini tidak seperti di Jawa yang saat ini mengalami kekeringan.

Abad 21 Air Jadi Masalah Dunia Kekeringan yang menyebabkan krisis air, semakin meningkat. Bahkan secara global, satu dari empat orang di dunia kekurangan air minum. Sementara, satu dari tiga orang tidak dapat sanitasi yang layak. Demikian pula di Indonesia. "Sebab pada saat musim kemarau, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sudah mengalami defisit air sejak 1995," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, belum lama ini, seperti diperolah salah satu situs. Menurutnya, defisit air terjadi selama tujuh bulan pada musim kemarau. Sedangkan surplus air berlangsung lima bulan pada saat saat penghujan. "Pada tahun tahun 2020, potensi air yang ada di Indonesia diproyeksikan hanya 35% yang layak dikelola. Yaitu 400 m3/kapit tahun. Angka ini jauh dari standar minimum dunia, yakni 1.100 m3/kapita/tahun," jelasnya. Dikatakan, sejak tahun 2003 terdapat 77% kabupaten/kota di Jawa yang memiliki defisit air selama 1-8 bulan dalam setahun. Sedangkan sebanyak 36 kabupaten/kota defisit air 5-8 bulan dalam setahun. "Jadi bukan hal yang aneh jika saat ini terjadi dampak kekeringan, khususnya di Jawa. Distribusi air, hujan buatan, pemboran sumur adalah solusi singkat yang belum mengatasi masalah dengan tuntas," ucapnya. Besar-besaran Menurutnya, masih diperlukan upaya penyediaan air secara besar-besaran. Pembangunan waduk, bendung, embung, dan pengelolaan DAS dapat mengatasi masalah yang ada. "Namun hal ini perlu dukungan politik, dana dan partisipasi masyarakat yang besar. Sebab, pembangunan waduk besar saat ini sulit dilakukan di Jawa," imbuhnya. Terlebih lagi dengan adanya penurunan hujan di masa mendatang, meningkatnya pencemaran air, kerusakan lingkungan dan bertambahnya penduduk. "Hal itu akan makin membuat berat penyediaan air di Jawa. Partisipasi masyarakat perlu didorong melalui ekonomi kerakyatan, yang langsung memberikan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. Selain itu, perlu adanya pembangunan embung dan waduk kecil di sungai-sungai di banyak tempat. Upaya tersebut bisa mengatasi kekeringan rutin tiap tahun. Jika tidak, maka yang ada adalah kekeringan berkelanjutan. Pada abad 21, air akan menjadi masalah besar dunia. ***


Edisi IV - Oktober 2012

Laporan Utama 5

101 Pelanggan Air Mengeluh Farid Wajdi SH MHum

Achan - Keweng Parinduri

P

elanggan PDAM Tirtanadi adalah konsumen. Setiap konsumen harus mendapatkan pelayanan yang maksimal oleh pihak perusahaan. Nyatanya, banyak kebutuhan pelanggan terabaikan. Mengadu ke pihak PDAM Tirtanadi, toh tak ada jawaban pasti. Ujungujungnya, pelanggan terpaksa gigit jari. Berpijak dari banyaknya pelanggan PDAM Tirtanadi milik Pemprov Sumut, yang merasa tidak terpuaskan, membuat Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Medan membuka 'Posko Bulan Pengaduan Konsumen Air Minum' pada awal September lalu. Terbukti, sejak dibukanya posko, LAPK menerima 101 keluhan pengaduan. Pada umumnya keluhan pelanggan berkutat soal tidak lancarnya pasokan air. Direktur LAPK, Farid Wajdi SH MHum kepada Media Obrolanbisnis mengatakan, 101 pengaduan yang masuk baik dari pesan singkat (short message service/ SMS), email, maupun telepon. Dijelaskan Farid Wajdi, dari pengaduan konsumen didominasi warga yang berdomisili di Kecamatan Medan Denai. “Mereka mengatakan air mati hingga sore hari. Bahkan saat airnya sudah mengalir, kualitasnya pun jorok,” tambah Farid Wajdi. Selain soal air macet, di Kecamatan Medan Denai juga ditemukan sejumlah masalah dalam hal pengadaan air Tirtanadi. Farid Wajdi mengatakan, ada warga yang mengaku tagihan rekening mereka tidak sesuai dengan jumlah pemakaian. Selain warga Medan Denai, pengaduan juga diterima dari warga Padang Bulan, Medan Kota, Amplas, Belawan, Jalan Tuasan, kawasan Sei Agul, Jalan HM Yamin dan daerah Sunggal. “Ada warga

yang melapor bahwa persoalan air macet telah mereka sampaikan ke call center Tirtanadi. Namun, sudah lebih dari enam bulan, tidak ada tindakan apapun dari pihak Tirtanadi,” ungkap Farid. Warga yang ingin memasang baru saluran air dari PDAM Tirtanadi di daerah ini juga mengeluhkan soal lambatnya pemasangan pipa air. Padahal, petugas sudah tiga bulan lalu melakukan survei. “Semua pengaduan warga tersebut sudah kami tabulasi dan telah kami sampaikan langsung ke PDAM Tirtanadi untuk ditindaklanjuti. Mudah-mudahan keluhan warga tersebut dapat segera disikapi," katanya. Khusus untuk mengumpulkan/ mengidentifikasikan masalah/keluhan yang dihadapi konsumen terhadap pelayanan PDAM Tirtanadi, LAPK sejak September telah membuka ’Posko Bulan Pengaduan’. Warga dapat menyampaikan keluhan, kritik dan saran ke telepon 061-75006541, Fax. 061-6618746. Pelanggan juga bisa menghubungi atau SMS ke: 085270299959 (Adi), 081265757391 (Benito) dan email ylapk1999[at]yahoo.com dan akun facebook Lembaga Advokasi Pelayanan Konsumen. Di daerah yang sama juga, kata Farid, ada warga yang mengaku air hidup ketika jam 12 malam dan mati menjelang subuh sekitar jam 5 pagi dan hal tersebut sudah berlangsung selama 1 bulan. Warga yang ingin memasang saluran baru air Tirtanadi di daerah ini juga mengeluhkan soal lambatnya pemasangan. "Saya sudah disurvei, tetapi sudah tiga bulan airnya belum juga mengalir dan belum dipasang,” keluh warga Jalan Cipta Karya Medan Polonia sebagaimana disampaikan Farid Wajdi. Di kawasan Belawan, pengaduan yang diterima LAPK umumnya berkaitan dengan kualitas air yang jorok. ‘’Mereka mengeluhkan air Tirtanadi yang jorok dan berwarna kuning,” sambung Farid. Dijelaskan Farid, semua pengaduan warga tersebut telah mereka tabulasi dan telah disampaikan langsung ke PDAM Tirtanadi untuk ditindaklanjuti. “Mudahmudahan keluhan warga tersebut segera disikapi,” akhirinya. ***


Edisi IV - Oktober 2012

Laporan Utama 6 DPRD: PDAM Tirtanadi Belum Mampu Layani Pelanggan

Mikirkan Air Jadi Puyeng Halimah, salah satu pelanggan PDAM Tirtanadi mengeluhkan distribusi air PDAM Tirtanadi. Bagaimana tidak? Kran air miliknya mendadak tak menetes ketika dibutuhkan di pagi hari menjelang sore. Padahal, bagi warga Jalan Sejati ini, air merupakan sumber segalanya. Seperti menjadi sumber bahan baku memasak, minum, mencuci hingga untuk beribadah. “Kalau tak ada air bagaimana jadinya?” ucap Ibu Rumah Tangga ini kepada Media Obrolanbisnis. Menurutnya, pasokan air dari PDAM Tirtanadi selalu macet. Hal itu sering terjadi ketika matahari menjulang ke langit. Hingga matahari pun redup air yang diharapkan tak kunjung mengalir deras di bak atau penampung air di rumahnya.

Hal inilah menjadi kekesalan nenek bercucu 15 ini sedikit menggerutu setiap harinya jika berhadapan dengan kran air. “Padahal, dulu distribusi air ke rumah kami bagus kali. Hingga akhirnya sumur galian yang dulunya dimiliki kini ditimbun karena menduga saluran air dari PDAM lancar-lancar saja. Namun sekarang ini, jauh dari tebakan,” celotehnya. “Sudah, sumur ditutup eh malah air belakangan hari ini malah susah didapatkan,” cetusnya. Anehnya, pas penagihan air, petugas PDAM Tirtanadi datangnya cepat. “Tagihan setiap bulannya tepat waktu datang, namun pelayanan air tak kunjung memuaskan,” ucap nenek berusia 55 tahun ini. Kalau bicara air tak kunjung habisnya. Malah kalau dipikirkan menjadi puyeng kepala. Untuk mendapatkan air milik PDAM Tirtanadi harus penuh dengan pengorbanan. “Tunggu matahari terbenam gelap, barulah ada kehidupan air. Di situ baru kita tampung air penuh-penuh. Nunggunya pun terkantuk-kantuk barulah penuh bak/ tempat penampungan air,” pungkasnya. Halimah berharap, persoalan air ini dapat terselesaikan dengan cepat. “Saya harap, PDAM Tirtandi yang merupakan aset dari Pemprov Sumut dapat memperbaiki serta meningkatkan pelayanannya. Jangan sampai persoalan ini menjadi boomerang bagi pelanggan. Ini harus segera diatasi demi kemaslahatan umat banyak,” katanya. ***hm tambunan

BANYAKNYA keluhan masyarakat terhadap layanan PDAM Tirtanadi dinilai perusahaan umum milik daerah (BUMD) belum mampu melayani masyarakat sebagai pelanggan air bersih. "Kita melihat faktanya hingga kini masih ada masyarakat yang belum menikmati pelayanan air bersih, kendati masyarakat itu merupakan pelanggan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Pengaduan ini sudah sering kita terima, tapi tetap saja masyarakat tidak mendapatkan pasokan air bersih ," kata Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, A Hie. Hingga saat ini, katanya, banyak kawasan di Kota. Medan sudah tidak lagi menikmati suplai air bersih dari PDAM Tirtanadi, serta masyarakat juga sering mengeluh baik melalui media massa hingga disampaikan kepada perusahaan plat merah tersebut, tapi hingga kini belum juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi ini, bukan hanya terjadi sekali saja, tetapi sudah berulang kali terjadi, dimana masyarakat harus menunggu hingga malam hari untuk mendapatkan air. "Coba tanyakan kepada masyarakat, banyak dari mereka harus menampung air pada malam dengan kapasitas air yang mengalir sangat memprihantinkan, agar dapat dipergunakan untuk pagi harinya. Kalau ditunggu pagi hari apa pun tidak ada, bila ditanyakan kepada PDAM Tirtanadi selalu beralasan ada perbaikan instalasi," ujar Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPRD

tersebut. Dirinya juga sangat menyayangkan sikap PDAM Tirtanadi yang terlalu ngotot untuk mensuplai air ke Bandara Kuala Namu. "PDAM Tirtanadi harus tahu diri saat ini, jangan terlalu memaksakan diri menyuplai air ke Bandara Kuala Namu, sementara layanan kepada masyarakat saja tidak mampu. Jadi, jangan nafsu besar tenaga kurang. Benahi atau penuhi dulu kebutuhan masyarakat Kota Medan, baru suplai air keluar. Karena masih banyak masyarakat Kota Medan yang belum menikmati air bersih, padahal masyarakat Kota Medan merupakan konsumen terbesar PDAM Tirtanadi," ucapnya. Untuk itu, dirinya berharap, agar PDAM Tirtanadi dapat segera diambil alih Pemerintah Kota Medan, sehingga kebutuhan masyarakat Kota Medan akan air bersih dapat terpenuhi. "Saya kira langkah yang paling tepat agar penderitaan rakyat ini tidak berlarut terus sebaiknya diambil alih segera oleh Pemko Medan dengan dilakukan pengawasan yang ketat tentunya," katanya. ***achan

Manfaatkan dengan Semaksimal Mungkin Bantuan dari Pemerintah PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara memiliki aset daerah yang terbilang dapat dihandalkan untuk melayani masyarakat. Salah satunya adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut yang berlokasi di Jalan SM Raja Medan. Keberadaan PDAM Tirtanadi sangat dibutuhkan bagi masyarakat dalam hal mensuplay kebutuhan air bersih. Dalam pengelolaannya, PDAM Tirtanadi diakui masih jauh dari harapan. Sebab, dana bantuan operasional dari Pemprov Sumut masih minim. Kendati demikian, Pemprov Sumut tidak diam begitu saja. Dalam loby-loby politiknya, akhirnya pemerintah mengucurkan bantuan kepada PDAM Tirtanadi bantuan senilai Rp 200 miliar.

Menurut pengamat air bersih di Kota Medan, Alian Nafiah Siregar, bantuan pemerintah ke PDAM Tirtanadi sungguh tepat rasanya, di mana perusahaan pengelola air bersih itu kini terkendala dalam operasionalnya. “Dana sebesar itu, harus dimanfaatkan oleh PDAM Tirtanadi semaksimal dan setepat mungkin dalam memperbaiki pelayanan distribusi air ke tengah masyakat,” kata Alian. Ia menambahkan, PDAM telah menjadi ikon bagi Sumatera Utara, sehingga berat dan besar tantangannya bagi PDAM Tirtanadi dalam menjaganya. “Ini tantangan besar bagi Azzam Rizal sebagai Dirut PDAM Tirtanadi dalam mengelola bantuan dari pemerintah dengan semaksimal mungkin demi kelangsungan perusahaan,” cetusnya. ***hm tambunan


Fokus 7

Edisi IV - Oktober 2012

Telkomsel Bangun Sarana 'Water Well' di Belawan Kegembiraan tampak ‘tercurah’ didalam wajah masyarakat Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan Kotamadya Medan, ketika diresmikannya sarana Air Bersih (Water Well) yang dibangun oleh PT Telkomsel (Telekomunikasi Seluler) bekerjasama dengan Rumah Zakat beberapa waktu yang lalu.

D

engan antusiasnya, masyarakat Kelurahan Belawan II tumpah ruah untuk menyaksikan pemotongan pita sarana ‘Water Well’ yang dilakukan Head Of Telkomsel Corporate Communications Sumatera Division, Hadi Sucipto bersama Ketua TP PKK Kecamatan Medan Belawan, Yayuk Andi Syukur Harahap. Bantuan CSR (Corporate Sosial Responsibility) yang digulirkan Telkomsel merupakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni 2012, di mana Telkomsel melalui program MDGs (Millenium Development Goals) menyerahkan sarana Air Bersih (water well) yang saat ini sudah dapat dimanfaatkan oleh sedikitnya 44 KK di Kelurahan Belawan. Melalui bantuan ini, warga dapat mengakses air bersih dengan mudah. Selain menyerahkan bantuan sarana air bersih untuk warga, Telkomsel juga melakukan lomba Kebersihan Lingkungan Sehat. Di mana program ini merupakan bagian dari program pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan komunitas/rumah tangga. Peserta lomba adalah sebanyak 44 lingkungan di Kelurahan Belawan II. Peserta ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu wilayah PALOH (Kawasan Lingkungan rumah panggung yang di bawahnya berupa air laut yang tergenang) dan Non PALOH (kawasan lingkungan rumah daratan). Wilayah PALOH berjumlah 8 lingkungan dan sisanya merupakan wilayah Non PALOH. Lomba tersebut diikuti oleh seluruh lingkungan di Kelurahan Belawan II yang berjumlah 44 lingkungan. Head of Telkomsel Corporate Communications Sumatera Division, Hadi Sucipto mengatakan, CSR MDGs Terintegrasi Telkomsel ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, agar secara bersama-sama dapat

memberdayakan potensi diri dan lingkungannya. Sehingga mengarah pada kondisi perbaikan kualitas hidup masyarakat baik secara ekonomi, kesehatan, maupun kelestarian lingkungan. “Program MDGs Telkomsel di Kelurahan Belawan Kecamatan Belawan Kota Medan sudah berjalan mulai Desember 2011. Adapun program-program yang terangkum dalam CSR MDGs Telkomsel, diantaranya Water Well go Green, Revitalisasi Posyandu, program lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat dan program pemberdayaan wanita untuk kewirausahaan,” kata Hadi. Disebutkan Hadi, program CSR MDGs Terintegritas Telkomsel ini merupakan sebagai langkah nyata kontribusi terhadap rencana pembangunan masyarakat yang diusung dalam Millenium Development Goals (MDGs). “Sebagai bentuk realisasi dukungan Telkomsel untuk membantu percepatan pencapaian target MDGs di Indonesia dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi tingkat kemiskinan, serta melestarikan lingkungan hidup dengan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis ramah lingkungan,” ucapnya. Program CSR MDGs Terintegrasiakan diimplementasikan di wilayah BTS-BTS Telkomsel di daerah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi, dengan program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kondisidan potensi lokal di wilayah tersebut. Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Medan Belawan, Yayuk Andi Syukur Harahap mengucapkan terimakasih atas kepedulian dan bantuan dari Telkomsel berupa sarana ‘Water Well’ dan perlengkapan alat kebersihan. Menurut Yayuk, saat ini perekonomian masyarakat di Belawan masih jauh dari kesejahteraan. “Perlunya didukungan dari semua pihak untuk meningkatkan perekonomianmasyarakat Belawan,” cetusnya. Yayuk menambahkan, bantuan yang diberikan Telkomsel ini cukup membantu untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memberi akses kesehatan bagi masyarakat. “Saya berpesan kepada masyarakat, agar bantuan sarana air besih yang telah dbangun oleh Telkomsel dapat dijaga dengan baik. Semuanya ini untuk masyarakat, jadi tolong dijaga,” pesan Yayuk seraya berharap kepada Telkomsel, ke depan dapat

Head of Telkomsel Corporate Communications Sumatera Division, Hadi Sucipto sedang berdialok dengan seorang anak, warga lingkungan 03 Kelurahan Belawan II yang sedang memanfaatkan sarana air bersih dari Telkomsel. merangkul TP PKK dalam program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kunjungan peresmian sarana ‘water well’, Kepala Lingkungan III, Ali Amran mengatakan, di lingkungannya tercatat ada sekitar 192 KK yang akan

memanfaatkan sarana air bersih tersebut. “Selama ini, ketersedian air sulit, karena saluran pipa PDAM Tirtanadi belum menyentuh ke tengah masyarakat," katanya. Bukan itu saja alasannya, perekonomian masyarakat di Belawan tergolong menengah ke

bawah, sehingga tak seluruhnya menjadi pelanggan PDAM Tirtanadi. Untuk mendapatkan air bersih, terkadang warga harus merogoh kantong sedalam-dalamnya. "Belinya kepada warga yang memiliki saluran PDAM. Itupun terkadang stoknya terbatas," ucapnya. Dengan apresiasi Telkomsel yang membangun 'Water Well' dinilai cukup membantu masyarakat Belawan yang membutuhkannya. "Di sarana ini, masyarakat yang berada di sekitar sarana 'Water Well' dapat memanfaatkannya, namun harus diberlakukan sistem iuran. Karena, pompa air membutuhkan listrik. Sedangkan, sistem pembayaran listriknya dengan menggunakan token, di mana harus isi ulang pulsa," ucapnya. Mewakili masyarakat lingkungannya, Ali mengucapkan terimakasih kepada Telkomsel dan Rumah Zakat yang telah menyediakan sarana air bersih demi kelangsungan hidup masyarakat. ***

Hati-hati Konsumsi Air Depot HARGA murah, praktis dan mudah diperoleh. Warnanya sangat bening dan sekilas memang layak konsumsi. Namun setelah beberapa hari kemudian disimpan, barulah terlihat ‘karat’ keluar dari air tersebut. Dengan kemurahan harga pula membuat konsumen tertipu. Pastinya, konsumen tak perlu tahu dari mana asal air diperoleh, yang penting bisa melegakan tenggorokan. Nah, mengacu dari menjamurnya usaha air depot (air isi ulang), membuat Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan penelitian kehigienisan air. Data temuan Dinas Kesehatan Kota Medan, sungguh mencengangkan. Sejak 2010 dari 240 depot air isi ulang yang mendapatkan rekomendasi Dinkes Medan, 48 di antaranya atau sekitar 20 persen airnya terkontaminasi bakteri Essester Coli (EColi). Maka dari itu Dinas Kesehatan Kota Medan mewarning konsumen yang kerap menggunakan air depot isi ulang. Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Medan, Oden Tara Sembiring mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, masih banyak depot air minum yang mengandung bakteri E-Coli yakni bakteri dari pencemaran tinja, yang berada di dalam usus hewan dan manusia. Hanya saja, menurut pen-

gakuan Oden, pada 2011 Dinkes tidak melakukan pemeriksaan dikarenakan ketiadaan anggaran melalui program kerja yang diusulkan. Sementara itu, untuk tahun 2012, Oden menyebutkan jika pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah depot air minum isi ulang. “Sebenarnya pemeriksaan terkait kualitas kebersihan dan keamanan air di depot air minum isi ulang ini mau diperluas. Namun karena pengambil kebijakan tidak memprioritaskan hal yang menyangkut masyarakat, tentu saja tidak bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran,” terangnya. Oden tidak menampik jika pengambil kebijakan lebih memprioritaskan kepada anggaran pengadaan barang ketimbang kepentingan masyarakat. Faktanya, lanjut Oden, yang ada tahun 2011, dari 15 program yang menyangkut kepentingan masyarakat ketika diajukan, hanya 11 saja yang disetujui. Bahkan pada 2012 dari 10 pengajuan hanya empat yang disetujui. Disinggung mengenai peranan Dinkes dalam perizinan, menurut Oden hanya sebatas memberikan rekomendasi. “Izin dikeluarkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Medan,” sebutnya lagi. Walau menurut aturan, sebe-

lum dikeluarkan izin oleh BPTSP, Dinkes Medan melakukan tinjauan terlebih dahulu untuk mengeluarkan rekomendasinya. Dalam hal ini Dinkes Medan juga tidak bisa melakukan penindakan jika masih banyak depot yang mengandung bakteri E-coli, karena hanya sebatas pembinaan dan sosialisasi. Disisi lain, Oden juga menilai, pemahaman masyarakat masih rendah mengenai hidup bersih. Ditambah pola pengelolaan sampah yang belum baik, menjadi alasan mengapa Medan masih sulit menjadi kota yang hygiene. Rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang sanitasi ditandai dengan masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki jamban dan masih adanya pola kebiasaan membuang sampah dan buang air besar sembarangan (BABS). “Buruknya sanitasi ini, oleh Dinas Kesehatan Kota Medan sebagai pemicu tingginya diare di Kota Medan. Bahkan berdasarkan data, kasus diare dalam 2 tahun terakhir mencapai 32.391 pada tahun 2010 dan 30.380 pada tahun 2011,” tukas Oden. Pemerintah sendiri, sambungnya, terus berupaya menekan angka ini dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti media massa dan juga lembaga swadaya masyarakat. ***


PoliS 8

Edisi IV - Oktober 2012

Demokrasi Indonesia Cendrung Diwarnai Sistem Praktis

Gus Irawan Pasaribu tengah berjabat tangan dengan salah seorang penikmat Teh Susu Telur (TSS) di salah satu tempat tongkrongan Jalan Halat Medan.

Dari TST, Telur Bebek Hingga Keong Mas S

eorang lelaki berpakaian batik dan berkaca mata turun dari mobil. Matanya langsung tertuju di salah satu keramaian anak muda. Warung TST, begitulah sebutan anak Medan yang kerap menjadi tempat tongrongan di Jalan Halat dan Jalan Puri. Pria itu pun dengan ramah melempar senyum didampingi para rombongan. Tepat di Jalan Halat itu pula, mata pengunjung tertuju kepada. Rupanya, si pria yang baru turun dari mobil itu adalah mantan pejabat Bank Sumut. Dialah Gus Irawan Pasaribu, yang merupakan penggagas konsep Sumut Sejahtera. Tanpa sungkan, Gus Irawan merapat ke barisan pengunjung yang sedang asyik minum TST alias Teh Susu Telur. “Suasana seperti ini sangat menyenangkan. Dari tempat seperti ini, dengan diskusi, bersilaturahim kita bisa membangun kekuatan yang dahsyat untuk membangun Sumut yang sejahtera,” kata Gus, mengawali perbincangannya. Konsep Sumut Sejahtera memang sangat terlihat dari usaha warung TST yang disinggahinya. Kata Ade, penyaji TST ketika berbincang dengan Gus bahwa dia bisa menghabiskan 300 sampai 500 butir telur bebek yang diracik

sebagai minuman TST. Apalagi saat Gus tahu, telur bebek itu dipasok dari peternakan lokal di Martubung dan Tanjungmorawa. “Jumlah ini luar biasa, satu warung saja 300 butir. Saya rasa jumlah warung TST di Medan ini ada ratusan. Jadi perternakan telur di Sumut ini sangat baik,” ungkapnya. Berbicara tentang telur bebek yang dipasok ke warung TST, membuat Gus teringat kepada salah satu industri perternakan yang dibinanya, saat menjabat sebagai Direktur Utama di PT Bank Sumut. Perternakan itu, menggunakan keong emas sebagai pakan bebek. Di satu sisi keong emas itu adalah hama bagi pertanian. “Artinya kalau permintaan telur semakin besar, maka pakan juga tinggi. Kalau pakan tinggi, hama di sawah bisa bermanfaat. Ini juga bisa jadi sumber penghasilan masyarakat untuk ekonomi keluarga,” ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Gus juga sempat berinteraksi dengan pengunjung warung TST, yang terlihat antusias saat menyapanya. “Kalau begini, saya harus sering ke warung TST, supaya muda terus. Karena banyak anak-anak muda di sini,” selorohnya. Ade pun terlibat diskusi pan-

jang dengan Gus. Saat Gus akan beranjak, Ade tanpa diminta langsung menyatakan dukungannya agar Gus bisa menjadi Gubsu 2013 – 2018. “Saya siap mendukung Gus. Pelanggan-pelanggan saya sepertinya juga senang Gus datang ke sini. Orang-orang muda memang butuh pemimpin yang muda dan enerjik seperti Gus. Jadi bisa sering bertemu masyarakat seperti kami,” bebernya. Tak sampai di situ, akhirnya Gus pun melanjutkan perjalanan ke ke warung TST Pak Haji di Jalan Puri. Warung ini merupakan salah satu warung TST paling tua di Kota Medan dan punya pelanggan fanatik. Di tempat ini Gus pun berdialog dengan para penikmat TST dan pemilik warung. Melihat pelanggan yang begitu ramai, Gus menyampaikan apresiasinya. “Saya yakin, semua usaha yang dijalankan dengan sungguh-sungguh bisa maju, membuka lapangan kerja dan menghasilkan. Pemerintah harus mendorong usaha rakyat seperti ini untuk masyarakatnya, bukan hanya mendorong investasi untuk masuk ke sini,” tandas Gus yang punya banyak pengalaman dalam dunia sosial ekonomi dan olahraga ini. ***

TIDAK ada sistem politik yang lebih baik dari pada demokrasi. Namun demokrasi di Indonesia cendrung diwarnai oleh sistem praktis dan transaksional. Pola-pola ini yang harus ditinggalkan untuk rakyat bisa lebih pintar dan sejahtera. Demikian diutarakan Tokoh Nasional, Akbar Tanjung di Warung Kopi Demokrasi, di Medan, 3 Oktober 2012 lalu. "Perlu penegasan agar rakyat bisa pintar berdemokrasi. Politik praktis dan transaksional harus ditinggalkan," ujar Akabar Tanjung. Acara dihadiri Mantan Pangkostrad, Letjen TNI (Purn) Azmyn Yusri (AY) Nasution, Yusuf Pardamean, Kamaluddin Lubis, dan tokoh masyarakat lainya. Acara digagas oleh Laskar Ampera Arif Rahman Hakim (LA.ARH) Ekponen '66 Sumut, bertema "Mengenang 47 tahun Peristiwa Biadab 30 S PKI". Akbar menjelaskan, Laskar Ampera Arif Rahman Hakin merupakan organisasi yang menyuarakan pembubaran Tritura, yaitu tiga tuntutan rakyat, pertama bubarkan PKI, kedua turunkan harga, dan ketiga rombak kabinet 100 menteri. "Saat ini PKI telah hilang secara fisik, dan sistem politik kita sudah demokrasi," kata Akbar. Sambil tersenyum, Akbar mengatakan bahwa dirinya hadir di Medan bukan untuk ikut dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara. "Saya datang bukan untuk ikut pemilihan gubernur, pemilihan lain mungkin saya ikut. Pak Nasution yang ikut pemilihan gubernur," ujar Akbar tersenyum disambut tepuk tangan. AY Nasution kepada wartawan mengatakan, kehadiran dirinya di Warung Kopi Demokrasi bersama dengan Akbar Tanjung merupakan semangat dan kegembiraan yang tidak dapat ditolak. "Saya sangat bahagia bisa hadir dan berkumpul dengan saudara-saudara saya disini, dengan semangat nasionalis yang besar. Hanya doa dan dukungan dari saudara-saudara saya yang membatu saya bisa memimpin Sumatera Utara," ujar AY Nasution. Sementara, Ketua Laskar Ampera Arif Rahman Hakim, HM.Tajuddin Noor SK kepada menjelaskan, kehadiran Akbar Tanjung pada acara "Mengenang 47 tahun Peristiwa Biadab 30 S PKI" sebagai motivator politik bagi masyarakat Sumatera Utara. "Kita melihat Bung Akbar, sosok tokoh nasional yang politiknya tidak diragukan lagi. Sepanjang hidupnya beliau konses di dunia politik untuk mensejahterakan rakyat," ujar Tajuddin Noor. Ketika disinggung sosok seorang calon Gubernur Sumatera Utara, Tajuddin Noor menegaskan, Sumatera Utara harus dipimpin oleh orang yang berani dan memiliki dedikasi yang tinggi kepada negara. "Untuk Sumut, calon yang pas itu yang memiliki keberanian, negarawan dan berpihak kepada rakyat, selain itu tidak ada," ujarnya. Sebelum meninggalkan lokasi, Akbar Tanjung menjelaskan, Partai Golkar hingga saat ini belum menentukan satu sosok yang akan diusung. "Partai masih melakukan survei, belum ada calon yang ditetapkan. Kemungkinan Minggu depan sudah kita umumkan," ujar dewan pembina Partai Golkar tersebut.

Letjen TNI (Purn), AY Nasution berfoto bersama dengan Akbar Tanjung sebagai Tokoh Nasional ketika berkunjung ke acara Laskar Ampera Arif Rahman Hakim (LA.ARH) Ekponen '66 Sumut, "Mengenang 47 tahun Peristiwa Biadab 30 S PKI".


Komoditas 9

Edisi IV - Oktober 2012

Si ‘Buah Hitam’ Diminati Mancanegara T

anaman kopi terbentang luas di areal 'Kampung Organik' Desa Weh Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Kopi sehat asli Tanah Gayo itu pun siap untuk dipanen. Saat ini jenis kopi yang ditanam di 'Kampung Organik' jenis Arabika. Yah, kopi ini juga kerap disebut dengan kopi Gayo sesuai ciri khas daerahnya. Keunikan dan keanggunan 'Kampung Organik' menggugah Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bener Meriah ingin melihatnya secara langsung, keberadaan kampung tersebut. Rasa penasaran itu pun terluap seketika. Belum lama ini, Sekretaris Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bener Meriah, Ir Sudarman, SP, terjun ke lokasi 'Kampung Organik' Desa Weh Porak. Kepala Ir Sudarman menganggukangguk, pertanda ketakjupan dengan keberadaan tanaman kopi Gayo di 'Kampung Organik'. "Ini harus didukung dan jangan dibiarkan," singkat Sudarman sembari memegang buah kopi yang sedang ranum. Ungkapan kata salut terucap dari mulut Sudarman. Apalagi, kata Sudarman, kopi jenis Arabika Gayo ini sangat diminati di mancanegara. Disamping aroma dan kerenyahan kopi yang memiliki rasa khas, kopi yang diproduksi dari 'Kampung Organik' sehat

untuk dikonsumsi. "Saya sangat salut pada perkembangan tanaman kopi di Desa Weh Porak ini. Apalagi massa sekarang harga kopi di pasaran international sangat bagus, sehingga dapat menumbuh kan tarap hidup petani ke arah yang lebih baik," ujar Sudarman. Seperti diketahui, hingga 2012 ini jumlah benih kopi yang sudah disalurkan oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bener Meriah sekitar 300 ribu batang. "Pastinya kita akan terus berupaya membantu seluruh petani kopi yang ada dalam bentuk pembagian benih, pupuk, serta peralatan pertanian lainnya. Ke depan pasaran kopi organik akan semakin bergairah," tukas Sudarman memotivasi.

Kualitas Eksport Memang, kondisi produksi kopi yang dihasilkan Aceh Tengah dan Bener Meriah sedang lesu. Ini lebih disebabkan kurangnya perawatan maksimal dari petani. Untuk peningkatan produksi tersebut, 'Kampung Organik' yang saat ini fokus pada penanaman kopi sehat, tak hentinya melakukan pembenahan. Pelaku usaha kopi Agusnadi Budaya menyebutkan, kopi Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan kualitas eksport. Negara yang kerap melakukan transaksi antara lain India, Cina, Amerika Serikat, Thailand, Malaysia dan Belanda, beberapa Negara lainnya. "Makanya, kita sangat menyayangkan kurangnya perawatan dari petani kopi itu sendiri. Mungkin, kondisi ini juga dipengaruhi oleh pihak koperasi yang seolah melakukan pembiaran kepada petaninya," sebut Agusnadi Budaya tak lain penggagas 'Kam-

Direktur Utama PT SMS Indoputra, Irfan, sedang mengamati kopi organik setelah menggunakan pupuk biologi Agrobost

KOPI BERKUALITAS. Sekretaris Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bener Meriah, Ir Sudarman SP meninjau buah kopi jenis Arabika Gayo di Desa Weh Porak. pung Organik' Desa Weh Porak, kemarin. Dijelaskan Agusnadi, peningkatan produksi saat ini belum bisa diperkirakan oleh koperasi dan eksportir. "Karena kedua pihak ini masih memikirkan kontrak yang belum tertutupi tahun lalu. Petani merasa dirugikan dengan adanya koperasi yang tidak berpihak kepada petani," sesalnya.

mengherankan peningkatkan permintaan pupuk Agrobost dan Humagold di wilayah Aceh. Hal senada juga dikatakan Sertifikator CU dari Nederland, Belanda, Ir Winaryo, ketika mengunjungi 'Kampung Organik' Desa Weh Porak. Pada kesempatan itu, Winaryo menjelaskan pihaknya telah merekomendasi PT SMS In-

doputra, terkait penggunaan pupuk organik. Dia juga bangga atas perkembangan pupuk organik di Aceh dan Sumatera Utara. "Hendaknya ini lebih ditingkatkan, agar petani memiliki kesadaran bahwa penggunaan pupuk organik adalah langkah tepat dan benar," tandasnya. *** keweng parinduri

Petani Sudah Sadar Ketika menginjakkan kaki di 'Kampung Organik' Desa Weh Porak, Direktur Utama PT SMS Indoputra, Irfan, tampak terperangah. Sembari memegang buah kopi yang siap panen, Irfan juga melihat kesuburan si 'buah hitam' dari Gayo tersebut. Diakui Irfan, selama ini PT SMS Indoputra menjalin kerjasama dengan Distributor PT Permata Agro Indonesia di Medan, senantiasi memasok pupuk biologi Agrobost dan Humagold yang ramah lingkungan dan sehat bagi tanaman. "Hasilnya, bisa anda lihat sendiri. Tanaman kopi tumbuh subur, tak terlihat hama penyakit, kualitas meningkat dan nilai produksi menjulang," ungkap Irfan kepada Media Obrolanbisnis, yang turut pada kunjungan tersebut. Selama ini, kata Irfan, pihaknya tidak mau mengumbar janji. Lebih baik, petani dan pelaku usaha sendiri yang merasakan hasil dari penggunaan pupuk biologi Agrobost dan Humagold. Lebih

Sertifikator CU dari Nederland, Belanda, Ir Winaryo melihat langsung tanaman kopi di Desa Weh Porak yang menggunakan pupuk organik.


Moneter 10

Edisi IV - Oktober 2012

Pertumbuhan Ekonomi Sumut Melambat

Mikael Budisatrio

P

ertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari perkembangan perekonomian global. Sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbuka dengan aktivitas perdagangan internasional yang relatif tinggi, pertumbuhan ekonomi global secara tidak langsung dapat mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia. Berdasarkan proyeksi Consensus Forecast menunjukkan bahwa kinerja perekonomian global pada bulan Agustus 2012 tercatat tumbuh melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, kinerja perekonomian pada tahun 2013 diprediksikan tumbuh 3,73% juga melambat dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 3,85%. Perlambatan perekonomian global dipicu oleh masih belum membaiknya perekonomian di kawasan Eropa yang secara tidak langsung juga berdampak terhadap kinerja perekonomian negara-negara kawasan Asia seiring dengan perlambatan transaksi ekspor ke kawasan Eropa. Seiring dengan perlambatan perekonomian negara-negara maju, kinerja industri di negara-negara kawasan Asia juga menunjukkan tren yang melambat seperti halnya yang terjadi di negara China, India, Thailand, Singapura, Korea dan Taiwan. Di sisi lain, harga komoditas mulai menunjukkan perbaikan pada bulan Juli 2012, yang ditunjukkan oleh adanya peningkatan harga komoditas dibandingkan bulan sebelumnya terkecuali untuk komoditi pertanian dan pertambangan yang masih menunjukkan penurunan. Pasar keuangan global masih rentan, meski sempat merespons positif kebijakan stmulus fiskal di negara maju dan ekspektasi stimulus lanjutan. Sentimen negatif kembali muncul dari memburuknya rilis data makroekonomi Eropa, penurunan credit rating beberapa negara Uni Eropa. Pada bulan Agustus 2012, mata uang euro masih bergerak melemah dikarenakan investor masih akan menunggu terkait dengan kebijakan yang akan dilakukan oleh European Central Bank (ECB) untuk membeli surat utang pemerintah Spanyol dan Italia.

Perekonomian Indonesia diperkirakan masih tetap tumbuh di tengah perlambatan perekonomian global yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga domestik dan kegiatan investasi. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang cukup tinggi didukung oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap prospek ekonomi dan terkendalinya inflasi. Investasi juga tetap kuat yang didorong oleh tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi, dan didukung pembiayaan investasi baik yang bersumber dari perbankan maupun investasi langsung (FDI). Faktor resiko bagi perekonomian Indonesia adalah ekspor yang cenderung melambat seiring dengan perlambatan perekonomian global. Namun demikian, pada triwulan III-2012 kegiatan ekspor diperkirakan akan mulai membaik. Dari sisi sektoral menunjukkan bahwa sampai dengan triwulan III-2012, proyeksi pertumbuhan ekonomi masih relatif stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan diperkirakan tumbuh sebesar 6,1% – 6,5%. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah selama Agustus 2012 masih berlanjut. Pelemahan rupiah dipicu oleh perlambatan pertumbuhan ekspor di tengah impor yang masih tinggi serta kondisi perekonomian global yang masih rentan. Masih tingginya ketidakpastian terkait prospek penanganan krisis Eropa, pemulihan ekonomi AS yang masih rentan, serta moderasi pertumbuhan ekonomi China turut memberi tekanan pada pergerakan nilai tukar rupiah yang cenderung terdepresiasi secara perlahan. Nilai tukar rupiah selama bulan laporan secara ratarata melemah sebesar 0,63% (mtm) ke Rp9.493 per dolar AS dari Rp9.433 per dolar AS. Sementara secara point-to-point (ptp), nilai tukar melemah sebesar 0,94% menjadi Rp9.535 per dolar AS dari Rp9.445 per dolar AS. Tekanan inflasi sampai dengan September tetap terkendali, dan bahkan lebih rendah dari yang diperkirakan karena koreksi harga pasca hari raya yang cukup tajam. Tingkat inflasi pada bulan September 2012 tercatat sebesar 0,01% (mtm) dengan inflasi tahunan sebesar 4,31% (yoy). Sampai dengan bulan September 2012, tingkat inflasi kumulatif tercatat sebesar 3,49% (ytd). Kondisi yang positif ini didukung oleh penurunan harga domestik pasca lebaran yang juga terjadi pada kelompok inflasi inti, sehingga mengurangi tekanan inflasi dari harga global terutama emas yang naik cukup tinggi mencapai sekitar 7% dalam sebulan terakhir. Sementara secara sub kelompok, penurunan harga yang signifikan terjadi pada kelompok aneka bumbu dan daging. Penurunan harga tersebut juga didukung oleh membaiknya pasokan seiring panen di beberapa sentra produksi. Untuk sejumlah komoditas pangan, koreksi harga yang terjadi bahkan sudah lebih rendah dari

level harga sebelum lebaran. Mencermati perkembangan leading indicator inflasi dan minimalnya risiko ke depan, tekanan inflasi hingga akhir 2012 diperkirakan masih moderat. Tekanan inflasi diperkirakan bersumber dari kelompok volatile food terkait pola musiman produksi bahan pangan yang cenderung menurun akibat masuknya musim paceklik. Selain itu, juga terdapat risiko terbatasnya pasokan dari impor khususnya produk hortikultura sehubungan dengan pengaturan tata niaganya mulai akhir September 2012. Terkait dengan administered prices, meskipun terdapat rencana pemerintah menaikkan harga sejumlah komoditas (gas, tarif KRL), secara umum dampaknya diperkirakan cukup minimal terhadap inflasi karena bobotnya yang relatif kecil. Dengan perkembangan tersebut, inflasi akhir tahun 2012 diperkirakan masih akan berada di sekitar titik tengah sasaran inflasi 4,5%+1%.

Ekonomi Sumut Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi

Nasional yang tumbuh relatif tinggi, pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II-2012 relatif stabil walaupun sedikit melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II-2012 tercatat sebesar 6,29% (yoy) sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6,30% (yoy). Sektor-sektor utama perekonomian Sumut menunjukkan perlambatan (industri dan perdagangan) terkecuali di sektor pertanian yang tumbuh relatif stabil seiring dengan masih adanya musim panen tanaman pertanian pada awal triwulan II2012, namun demikian sektor-sektor tersier (komunikasi, keuangan, dan jasa) masih tumbuh relatif tinggi dan mengkompensasi perlambatan pada sektor-sektor ekonomi utama. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh kegiatan konsumsi dan investasi. Sementara itu, kegiatan ekspor menunjukkan perlambatan seiring dengan penurunan kinerja ekspor komoditi utama CPO dan Karet


Moneter 11

Edisi IV - Oktober 2012

yang terimbas oleh melemahnya kondisi perekonomian global. Di sisi lain tren penurunan harga komoditas tersebut di pasar internasional juga memberikan disinsentif bagi pengusaha untuk melakukan ekspor komoditas tersebut. Dari sisi perkembangan tingkat harga pada bulan September 2012, Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar -0,03% (mtm) lebih rendah dari Nasional yang tercatat masih mengalami inflasi sebesar 0,01% (mtm). Secara tahunan tingkat inflasi Sumatera Utara pada bulan September 2012 tercatat sebesar 2,91% (yoy) jauh lebih rendah dibandingkan dengan inflasi tahunan Nasional yang mencapai 4,30% (yoy).

Perbankan Sumut Aktivitas perbankan di Sumatera Utara pada bulan Agustus 2012 kembali menunjukkan peningkatan. Aset perbankan Sumatera Utara pada bulan Agustus 2012 tercatat sebesar Rp174,46 triliun, meningkat 1,45% dibandingkan bulan sebelumnya. Tren peningkatan aset perbankan dipicu oleh penghimpunan dana dan penyaluran kredit perbankan. Sementara itu, secara tahunan perkembangan aset perbankan menunjukkan peningkatan sebesar 17,13% (yoy). Di sisi lain, hingga saat ini share aset perbankan syariah tercatat sebesar 4,42% dari total aset perbankan di Sumut, pertumbuhan aset perbankan syariah mencapai 34,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan perbankan konvensional. "Secara umum, kinerja perbankan di Provinsi Sumatera Utara sampai dengan bulan Agustus 2012 menunjukkan tren yang meningkat, hal ini menunjukkan, masih stabilnya perekonomian Sumatera Utara. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) dan Survei Konsumen (SK) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX (Sumut & Aceh) menunjukkan tren yang meningkat sampai dengan bulan September 2012, mengkonfirmasi masih terjaganya pertumbuhan ekonomi," kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX, Mikael Budisatrio, kemarin, di Medan. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sumut

kembali menunjukkan peningkatan setelah pada bulan sebelumnya relatif stabil. Penghimpunan DPK perbankan pada bulan Agustus 2012 tercatat tumbuh sebesar 1,17% (mtm). Secara tahunan, penghimpunan DPK mengalami pertumbuhan sebesar 15,25% (yoy). Seluruh komponen penghimpunan dana perbankan menunjukkan peningkatan seiring dengan mulai berkurangnya aktivitas konsumsi masyarakat pasca bulan Puasa dan Lebaran. Berdasarkan komponennya, komponen tabungan mengalami pertumbuhan yang paling tinggi dibandingkan dengan komponen lainnya. Tingkat tabungan di perbankan tercatat tumbuh sebesar 10,3% (mtm), sedangkan komponen giro dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 8,11% dan 3,21% (mtm). DPK perbankan di Sumut didominasi oleh perbankan konvensional (96,43% dari total DPK). Pertumbuhan DPK perbankan syariah dibandingkan tahun lalu meningkat pesat hingga mencapai 33,71% (yoy). Perkembangan suku bunga penghimpunan dana perbankan untuk komponen giro pada periode laporan relatif stabil. Sedangkan untuk komponen tabungan mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,01%. Di sisi lain, suku bunga perbankan untuk komponen deposito mengalami penurunan sebesar 0,01% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di sisi penyaluran kredit perbankan juga tetap menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan Agustus 2012, nilai nominal penyaluran kredit sebesar Rp121,17 triliun, meningkat 0,47% (mtm) atau 22,95% (yoy). Share perbankan konvensional sebesar 95,18% dan share perbankan syariah terhadap total kredit/ pembiayaan adalah 4,82%. Selain itu, fungsi intermediasi perbankan syariah tercatat tumbuh sebesar 36,47% (yoy). "Kualitas kredit perbankan masih terjaga dengan baik yang terlihat dari rasio gross non performing loans (NPLs) yang di posisi Agustus 2012 tercatat hanya sebesar 2,52%. Sementara itu, LDR perbankan Sumut pada bulan Agustus 2012 tercatat sebesar 90,66%. Dukungan kredit perbankan terhadap sektor-sektor

ekonomi utama di Sumatera Utara menunjukkan penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penyaluran kredit kepada sektor pertanian dan sektor PHR tercatat mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,52% dan -2,86% (mtm). Penurunan penyaluran kredit pada sektor ini lebih kepada siklus musiman dimana seiring dengan mulai berakhirnya siklus musim tanam serta mulai menurunnya aktivitas konumsi masyarakat pasca bulan Puasa dan Lebaran. Sementara itu, penyaluran kredit sektor industri tercatat mengalami peningkatan sebesar 1,3% (mtm)," kata Mikael. Suku bunga kredit perbankan menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Tingkat suku bunga kredit pada bulan Agustus 2012 mengalami peningkatan sebesar 0,02% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Walaupun demikian, tingkat suku bunga perbankan pada periode yang tercatat sebesar 11,28% masih lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pada kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir sebesar 11,85% . Hal ini mengindikasikan bahwa dalam jangka panjang suku bunga perbankan telah menunjukkan tren yang menurun seiring dengan stabilnya suku bunga acuan (BI Rate) yang didukung oleh stabilnya tingkat inflasi. Perkembangan perbankan Devisa di wilayah Sumatera Utara sampai dengan bulan Agustus 2012, tercatat mengalami peningkatan dibandingkan dengan

bulan sebelumnya. Pertumbuhan aset perbankan Devisa tercatat tumbuh sebesar 1,68% (mtm) dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan total aset sebesar Rp 138,94 triliun. Penyaluran kredit perbankan Devisa tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,76% (mtm), sementara itu, penghimpunan DPK perbankan devisa juga menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 1,52% (mtm). Pada periode kedepan, share perbankan devisa akan mengalami kenaikan yang signifikan seriring dengan penetapan Bank Sumut sebagai bank devisa. Walaupun kegiatan ekspor masih menunjukkan tren yang menurun, kredit perbankan untuk kegiatan perdagangan internasional di Sumatera Utara terutama untuk aktivitas eskpor masih menunjukkan peningkatan. Sampai dengan bulan Agustus 2012, kredit perbankan untuk transaksi ekspor tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,73% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pada periode kedepan kinerja ekspor diperkirakan akan mulai membaik. Dari sisi harga, komoditi ekspor utama Sumatera Utara yaitu komoditi Karet dan CPO masih menunjukkan tren yang menurun pada bulan Agustus 2012. Sementara itu, penyaluran kredit perbankan kepada sektor UMKM justru mengalami penurunan. Penyaluran kredit perbankan kepada sektor UMKM pada bulan Agustus tercatat mengalami penurunan sebesar -7,74% (mtm) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pada bulan Agustus 2012 tercatat penyaluran kredit di sektor usaha Mikro dan Kecil mengalami penurunan masing-masing sebesar -22,12% dan -9,45% (mtm). Pangsa terbesar pada penyaluran kredit sektor UMKM terjadi pada sektor usaha Menengah dengan share sebesar 45,20%. Penyaluran kredit kepada sektor usaha Menengah tercatat masih mengalami pertumbuhan sebesar 0,07% (mtm). Tren penurunan penyaluran kredit kepada sektor UMKM terutama untuk sektor usaha Mikro

dan Kecil perlu diwaspadai. Untuk itu diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkan aksesibilitas pelaku usaha sektor tersebut kepada lembaga keuangan diantaranya melalui percepatan pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) serta pendirian lembaga penjaminan kredit daerah. Transaksi RTGS di Sumut bulan Agustus 2012 mengalami penurunan seiring dengan kembali normalnya aktivitas konsumsi masyarakat pasca bulan Puasa dan Lebaran. Pada bulan Agustus 2012 transaksi RTGS mengalami penurunan sebesar Rp7,24 triliun atau -10,24% dibandingkan dengan transaksi bulan Juli 2012 yang tercatat sebesar Rp70,78 triliun. Transaksi RTGS di Sumut pada bulan Agustus 2012 tercatat sebesar Rp63,54 triliun dengan volume transaksi sejumlah 83.383 transaksi. Transaksi transfer masuk dari luar Sumatera Utara tercatat sebesar Rp26,47 triliun, lebih besar daripada transfer keluar dari Sumatera Utara yang tercatat sebesar Rp25,23 triliun. Sementara transfer yang terjadi dalam wilayah Sumatera Utara sendiri tercatat sebesar Rp11,83 triliun. Porsi transaksi terbesar terjadi di Kota Medan dengan total nilai transaksi sebesar Rp59,17 triliun atau 93,14% dari total transaksi RTGS di Sumatera Utara. Nilai transaksi kliring pada bulan Agustus 2012 juga menunjukkan hal yang sama dengan mengalami penurunan sebesar Rp1,4 Triliun atau menurun 10,59% (mtm) dibandingkan dengan transaksi bulan Juli 2012 yang tercatat sebesar Rp13,60 triliun. Nilai transaksi kliring pada Agustus 2012 sebesar Rp12,16 triliun dengan volume transaksi sebanyak 420.186 warkat. Sementara itu, kliring retur pada Agustus 2012 mengalami penurunan sebesar -10,48% (mtm) menjadi Rp179 miliar. Berdasarkan volumenya, kliring retur juga mengalami penurunan -4,26% (mtm) dari 7.392 warkat menjadi 6.251 warkat. Adanya tren penurunan transaksi kliring dan transaksi RTGS


Moneter 12

Edisi IV - Oktober 2012

‘Intan Lunak’ Ubah Nasib Bunyamin Keweng Parinduri

dibandingkan bulan sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan preferensi konsumen akan kebutuhan uang tunai seiring dengan bulan Puasa dan Lebaran. Di sisi lain adanya penurunan jumlah hari kerja operasional seiring dengan banyaknya hari libur Lebaran juga turut menjadi faktor berkurangnya transaksi pembayaran non tunai. Jumlah penolakan cek dan bilyet giro (Cek/BG) kosong mengalami penurunan pada Agustus 2012. Nilai penolakan cek/BG kosong bulan Agustus 2012 tercatat sebesar Rp145,22 miliar dengan jumlah warkat sebanyak 5.329. Angka ini menurun dibandingkan bulan Juli 2012 yang tercatat sebesar Rp164,22 miliar dengan warkat sebanyak 6.282. Transaksi pembayaran tunai di wilayah Sumatera Utara pada bulan Agustus 2012 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang tunai pada bulan Puasa dan Lebaran terlihat dari data perkembangan inflow dan outflow. Pada bulan Agustus 2012 aliran uang kartal di Sumatera Utara menunjukkan posisi net outflow, yaitu jumlah uang kartal yang keluar (outflow) lebih banyak dibandingkan uang kartal yang masuk (inflow). Posisi net outflow tercatat sebesar Rp371,55 miliar, dengan rincian jumlah inflow sebesar Rp3,24 triliun dan jumlah outflow sebesar Rp3,61 triliun. Sementara itu, jumlah temuan uang palsu yang masuk ke Bank Indonesia sampai dengan bulan Agustus 2012 tercatat sebesar Rp 87.865.000 dengan jumlah lembar uang palsu sebesar 1.438 lembar. Pada bulan Agustus 2012 tercatat jumlah temuan uang palsu sebanyak 181 lembar dengan rincian 43 lembar pecahan uang Rp100.000, 133 lembar pecahan uang Rp50.000, 3 lembar pecah-

an uang Rp20.000, 1 lembar pecahan uang Rp10.000 dan 1 lembar pecahan uang Rp5.000 dengan total nilai nominal sebanyak Rp11.025.000, mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 5.750.000.

Hasil Survey Konsumen Berdasarkan hasil Survei Konsumen (SK) periode September 2012 menunjukkan kenaikan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi secara umum yang bertahan pada level optimis. Keyakinan masyarakat akan kondisi ekonomi saat ini berada pada level 116,5, meningkat tipis sebesar 1,84% secara month to month (mtm) atau sebesar 13,38% secara year on year (yoy). Ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga menunjukkan pergerakan yang positif sebesar 5,22% (mtm) atau 8,08% (yoy) menjadi sebesar 130,27. Kembali normalnya pola konsumsi masyarakat pasca bulan Puasa dan Lebaran juga terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX. Hal ini terlihat dari indikator penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu yang menunjukkan penurunan pada periode bulan September sebesar -3,73% (mtm) dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) juga menunjukkan bahwa hasil realisasi penjualan pada bulan September 2012 mengalami penurunan sebesar -3,92% (mtm) memperkuat indikasi tersebut. Namun demikian pada periode kedepan tingkat konsumsi masyarakat diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan yang dikonfirmasi oleh Indeks Ekspektasi Konsumen yang masih menunjukkan peningkatan. *** hm tambunan

Bunyamin terlahir dari keluarga petani miskin di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat 55 tahun lalu. Sejak kecil Bunyamin terlatih dengan di lahanpertanian. Meski sempat mengeyam pendidikan setingkat sekolah dasar, namun itu pun tak tamat. Ini disebabkan faktor ekonomi orangtuanya yang tidak memadai baginya untuk menamatkan sekolah. Yang terpikir di benak Bunyamin kecil adalah bagaimana mencangkul, menanam bibit sayur dan memetik hasilnya. Apalagi, Bunyamin kecil selalu diajak orangtuanya ke ladang untuk mengais mata pancaharian. Ditemui Media Obrolanbisnis di salah satu lahan percontohan milik Dinas Pertanian Kabupaten Langkat, Bunyamin menyambut dengan senang hati. Pria lebih separuh abad itu mengenakan kemeja coklat dan celana kain keper. Sembari duduk di teras kantor lahan percontohan Dinas Pertanian Kabupaten Langkat itu, Bunyamin menyapa dengan keramahannya. “Jangankan biaya sekolah, bisa makan saja sudah cukup, Mas,” kata Bunyamin kepada Media Obrolanbisnis, belum lama ini. Sejak kecil, katanya, keahliannya hanya bercocok tanam. Tiap jengkal lahan pun dimanfaatkan untuk mencari nafkah. Intinya, kata Bunyamin, tak ada lahan yang kosong di areal miliknya. Bahkan kini, Bunyamin dan rekan-rekannya tergabung dalam Kelompok Tani Maju, memanfaatkan lahan milik perkebunan BUMN seluas 30 hektar untuk ditanami kacang kedelai. “Pemanfaatan lahan milik perkebunan ini tak terlepas dari bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Langkat. Karena kami punya kelompok tani, akhirnya Dinas Perkebunan Langkat meminta izin kepada pihak perkebunan untuk memakai laha mereka yang sudah terbengkalai,” urai Bunyamin. Sejak 2006 itu pulalah, Bunyamin beralih sebagai petani penangkar kedelai. Kenapa Bunyamin beralih ke petani penangkar kedelai? Kata pria berkulit legam ini, lahan di Langkat seperti halnya di lahan perkebunan tanahnya sangat cocok untuk ditanami kedelai. “Memang harga kedelai fluktuatif. Tapi semuanya berpulang dari petani dan pemerintah. Intinya, semua unsur harus saling menopang agar petani kedelai tidak mati suri, seperti halnya di daerah lain,” sebut Bunyamin. Enam tahun lalu, Bunyamin dan rekan-rekan menggarap lahan yang dinilai cukup praktis mencari nafkah. Buktinya, Bunyamin dan kelompok taninya telah meraup hasil cukup membanggakan. “Kami juga mendapat arahan dari Dinas Pertanian Kabupaten Langkat cara menanam kedelai yang baik. Dan, sejauh ini arahan dari dinas itu tetap kami lakukan,” sahutnya.

Berbuah Manis Di Kelompok Tani Maju, Bunyamin dipercaya menjadi pemimpin. Ini disebabkan kemampuan Bunyamin yang dinilai sangat mumpuni dibanding rekan lainnya. Sedangkan untuk pengalaman bertani, keahlian Bunyamin tak diragukan lagi. “Jabatan ini adalah amanah. Artinya, saya harus bekerja keras agar amanah ini bisa dijalankan dan memberi hasil maksimal bagi kami semua,” tukas Bunyamin berharap. Berkah dari ketekunannya bertani, hingga kini Bunyamin telah mampu menyekolahkan

anaknya hingga mencapai perguruan tinggi. Dua anaknya terdaftar di salah satu universitas di Medan dan Binjai. Sedangkan seorang anaknya lagi masih di tingkat SMA. “Yang saya harapkan anak saya jangan seperti saya yang tak tamat sekolah,” harap Bunyamin.

Hasil Meningkat Bunyamin kini sudah bisa tersenyum. Ditambah lagi kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Langkat terus terjalin. Sejak Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Kabupaten Langkat mendatangi Kelompok Tani Maju, peningkatan hasil tanam kedelai terlihat nyata. Apalagi, pupuk yang digunakan selama lima bulan terakhir ini memakai pupuk hayati atau lazim disebut pupuk cair. Nama pupuk yang dipakai Kelompok Tani Maju adalah Agrobost dan Humagold. Kata Bunyamin, kedua pupuk produksi PT SMS ini yang didistributorkan oleh PT Permata Agro Indonesia, ini mampu meningkatkan jumlah produksi. Sebelum mengenal kedua pupuk cair ramah lingkungan ini, Bunyamin dan rekan-rekan menggunakan pupuk kimia. “Pupuk Agrobost dan Humagold baru kami kenal bulan Mei lalu. Tapi kami langsung terpikat,” singkatnya. Bunyamin merincikan, selama memakai pupuk Agrobost dan Humagold peningkatkan berkisar 500 kilogram. “Sebelumnya hasil kedelai kami cuma 1,5 ton perhektar. Tapi setelah memakai Agrobost dan Humagold bisa mencapai 2 ton. Disamping itu kedua pupuk ini bisa meminimalisir penyakit tanaman, dan tidak mengenal iklim saat dilakukan penanaman bibit,” terangnya. Berkat Agrobost dan Humagold yang dikenalkan PT Agro Permata Indonesia, kini Bunyamin bisa tersenyum lega. ***


Service 13

Edisi IV - Oktober 2012

Bundling Cyrus - Telkomsel Gratisan HD Gameloft

Head Sales PT omunik asi N usantara, Elisha dan Head of TTelk elk omsel PT.. Mitra K Komunik omunikasi Nusantara, elkomsel Corporate Communications Sumatera Division Hadi Sucipto saat acara peluncuran P ak e t Bundling Cyrus TTerbaru erbaru Hadir dengan Bonus Gratis Int er Pak ake Inter er-netan TELKOMSELFlash di Medan, 9 Oktober 2012.

Achan

D

Cyrus menghadirkan produk terbaru komputer tablet Cyrus Gamepad Honey 7 inch, Tablet Cyrus Gamepad Lily 5 inch dan Modem Super Cepat 21 Mbps pertama di Indonesia. Dalam peluncuran kali ini, Cyrus memberikan bonus game berkualitas High Definition (HD) dari Gameloft, konten Video Strim dan Majalah Digital Indobook senilai Rp 1.400.000. Sedangkan, untuk Modem Super Cepat 21 MBps mendapatkan bonus berupa konten Video Strim dan Majalah Digital Indobooks senilai Rp 200.000. Cyrus GamePad HoneyTV adalah perangkat komputer tablet berbasis sistem Android 4.0 Ice Cream Sandwich yang dapat mengakomodir kebutuhan dalam bermain game berkualitas HD, di mana dalam paket penjualannya sudah diberikan 10 games HD Gameloft berstandard global. Pelanggan bisa mengunduh dan memainkan games dengan berbagai fitur terkini. Tablet ini memiliki layar berukuran 7 inch dengan resolusi 1024 x 600 pixel serta dilengkapi processor 1 Ghz dan 400 Mhz 3D Mali Processor Grafis, sehingga nyaman digunakan untuk bermain game dan menonton tayangan televisi. Tablet ini juga sudah dilengkapi dengan dual kamera, TV Analog dengan fitur rekam TV, output HDMI, koneksi ke penyimpanan USB hingga 256 Gigabyte, serta bisa dikoneksikan ke modem USB berkecepatan 3G. Tablet ini tersedia dalam dua pilihan dengan kapasitas 8 Gigabyte seharga Rp 1.399.000 dan 16 Gigabyte dengan harga Rp 1.499.000 yang dilengkapi slot ekspansi Micro SD card hingga 32 Gigabyte. Sementara, Cyrus GamePad Lily merupakan perangkat komputer mini tablet berbasis sistem Android 4.0 Ice Cream Sandwich untuk bermain game berkualitas HD.

Dalam paket penjualannya juga diberikan 10 games HD Gameloft berstandard global. Pelanggan bisa mengunduh dan memainkan games dengan berbagai fitur terkini. Dengan desain tipis dan tanpa tombol di layar berukuran 5 inch beresolusi HD 960 x 540 pixel serta dipersenjatai processor 1 Ghz dan 400 Mhz 3D Mali Processor Grafis, mini tablet ini sangat nyaman digunakan untuk bermain game dan menyaksikan tayangan televisi maupun film favorit. Untuk kenyamanan bermain game lebih lama, mini tablet ini bisa dimainkan tanpa baterai. Hal ini dimungkinkan karena device ini dapat menggunakan koneksi listrik sehingga bisa bermain lebih lama dan menjaga daya tahan baterai. Mini tablet ini juga sudah dilengkapi dengan dual kamera, TV Analog dengan fitur rekam TV, output HDMI, koneksi ke penyimpanan USB hingga 256 Gigabyte, serta bisa dikoneksikan ke modem USB berkecepatan 3G. Mini tablet ini akan dilepas ke pasar dengan harga jual Rp 1.399.000. Selain dua jenis komputer tablet di atas, hadir pula Modem Super Cepat 21 Mbps pertama di Indonesia dengan teknologi chipset Qualcomm. Modem ini hadir dengan harga terjangkau Rp 299.000. Melalui produk ini, Cyrus ingin memberikan pengalaman terbaik kepada konsumen untuk berselancar internet dengan kecepatan tinggi. Pelanggan juga akan mendapat bonus Majalah Digital Indobook serta bonus paket Video Strim guna mendapatkan pengalaman menonton ragam konten menarik via internet. “Dalam memenuhi kebutuhan konsumen akan perangkat digital, Cyrus berkomitmen untuk terus berinovasi baik dalam hal fitur dan teknologi terkini untuk berbagai segmen konsumen dengan memberikan jaminan kualitas berstandar global. Melalui peluncuran Cyrus Seri Gamepad dan

Modem Super Cepat, dan kolaborasi sinergi dengan konten berkelas dunia seperti Gameloft, Video Strimming Strim, serta beragam Majalah Digital Indobook, Cyrus sekali lagi ingin memberikan yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan konsumen akan perangkat digital terkini,” kata Head Sales PT Mitra Komunikasi Nusantara, Elisha, 9 Oktober 2012, di Medan. Performa rangkaian paket device di atas akan semakin luar biasa karena dipadukan dengan TELKOMSELFlash Lite Unlimited untuk akses internet berkecepatan tinggi. Cukup melakukan pengisian pulsa sebesar Rp 50.000, pelanggan akan mendapatkan GRATIS internetan 3 bulan dengan mengaktivasi via SMS, ketik: UL<spasi>REG<spasi>100 kirim ke 3636. Paket ini berlaku untuk satu kali pembelian dan tidak otomatis diperpanjang. Head of Sales and Customer Care Region Sumbagut Division Telkomsel, Filin Yulia melalui Head of Corporate Communication, Hadi Sucipto mengatakan, Telkomsel bersama MKN kini menyajikan paket penawaran bundling kompetitif yang dipadukan dengan aplikasi menarik. Penyediaan berbagai pilihan paket bundling modem TELKOMSELFlash dengan harga yang terjangkau ini merupakan salah satu upaya kami dalam memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menikmati layan-

an mobile internet berkualitas. Gameloft adalah aplikasi game mobile berkualitas global, di mana bersama tablet Cyrus akan menghadirkan berbagai aplikasi games kualitas HD berkelas global seperti Modern Combat 3: Fallen Nation, N.O.V.A. 3 – Near Orbirt Vanguard Alliance, Asphalt 7, Shark Dash, 9mm, dan masih banyak game terbaru lainnya yang dihadirkan khusus untuk pengguna Cyrus. Strim adalah perangkat multimedia baru terlengkap dengan pengembangan konten video dan musik secara konstan dan memiliki fitur yang tidak terbatas untuk berbagi, penelusuran, dan personalisasi pengalaman hiburan anda di berbagai perangkat dan layar. Strim disokong teknologi terkini dari Vidiator. Saat ini, Strim sudah bisa dinikmati melalui layanan via WAP dan aplikasi berbasis Android. Pelanggan dapat dimanjakan dengan berbagai konten film lokal maupun global. Indobook adalah layanan majalah, koran, dan buku digital berbasis sistem operasi Android. Jenis majalah ataupun tabloid yang tersedia saat ini antara lain Majalah Gramedia, Tempo, Koran Tempo, Koran Tribune, T&T, Telset, Majalah terbitan MRA, dan masih banyak media menarik lainnya. Aplikasi Indobook bisa diunduh melalui www.cyrusbook.com dan Google Play. ***

Telkomsel Bangun 5 BTS Baru TELKOMSEL mendukung kelancaran komunikasi temu akbar Pramuka Penegak/ Pandega tiap 5 tahunan, Raimuna Nasional (Rainas) X 2012 di Bumi Perkemahan Cenderawasih Waena Jayapura pada 8 hingga 15 Oktober 2012. Telkomsel membangun 5 unit BTS (Base Transceiver Station) baru untuk mengantisipasi dan menambah kapasitas jaringan karena hanya jaringan Telkomsel yang tersedia di lokasi kegiatan. Direktur Network Operations Telkomsel, Abdus Somad Arief mengungkapkan, Telkomsel melakukan penambahan kapasitas jaringan telekomunikasi di lokasi Rainas dengan menempatkan lima unit BTS 3G atau Node B baru. "Kami berharap jaringan telekomunikasi yang disediakan Telkomsel baik voice, SMS, maupun akses data dijalur 3G mampu membantu komunikasi 8.000 orang kontingen termasuk panitia yang bertugas maupun peserta Rainas untuk berkirim kabar ke seluruh dunia mengingat diantara peserta terdapat perwakilan dari negara sahabat,” kata Somad dalam siaran persnya yang diterima, kemarin. Dari lima unit BTS 3B baru yang dibangun Telkomsel, dua unit diantaranya merupakan perangkat BTS bergerak Compact Mobile Base Transceiver atau Mobile COMBAT. Penambahan tersebut diprediksi mampu meningkatkan kapasitas handling customer di titik lokasi Rainas hingga 33%.

Selama ini pelanggan Telkomsel di wilayah Waena di-cover oleh lima belas unit BTS permanen empat unit diantaranya adalah BTS 3G. Dalam event Rainas ini pula Telkomsel tetap berupaya memaksimalkan jaringan dengan melakukan optimalisasi pada seluruh unit BTS yang ada. Mengingat hanya jaringan Telkomsel yang tersedia di bumi perkemahan, Telkomsel juga menyediakan beberapa konter penjualan dan membuka pusat informasi tentang produk Telkomsel. Untuk menyambut event ini pula, Telkomsel mengeluarkan starter pack Kartu As edisi khusus Raimuna Nasional X Jayapura 2012 dengan bonus pulsa langsung sebesar Rp 5.000 bagi pelanggan yang mengaktifkan kartu perdananya selama event Rainas berlangsung. Dalam Rainas ini pula Telkomsel menyediakan beragam paket menarik bagi pengguna kartu As dengan akses *100*30# dimana tersedia paket SMS, telepon, chatting serta Nada Sambung Pribadi lagu-lagu Pramuka dan beraneka lagu daerah Papua. Ajang Rainas yang rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono pada 10 Oktober 2012 ini akan diikuti oleh para peserta dari seluruh provinsi se-Indonesia serta lebih dari 160 Gugus Depan dari manca negara ditambah sekitar 176 Penegak dan Pandega wakil dari negara ASEAN. ***achan


BUMD 14

Edisi IV - Oktober 2012

Rombongan tim JICA di pimpin Yoshiaki Yokota, M.Sc diterima Dirut PDAM Tirtanadi, Ir Azzam Rizal MEng sedang mencermati paparan perkembangan manajemen PDAM Tirtanadi.

Perusahaan Jepang Survey PDAM Tirtanadi J

apan International Coorporation Agency (JICA) yang merupakan konsultan aktivitas lapangan untuk kerjasama internasional Jepang saat ini tengah melakukan Water Suppky Sector Survey untuk meng-upgrade informasi di sektor air minum di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan sejak 24 September 2012 dan akan berlanjut hingga 26 oktober 2012. Dalam melaksanakan kegiatan itu, Tim JICA mengunjungi PDAM Tirtanadi, Selasa (8/10), rombongan Tim JICA dipimpin Yoshiaki Yokota MSc diterima Dirut PDAM Tirtanadi, Ir Azzam Rizal MEng didampingi Direktur Administrasi & Keuangan, H Ahmad Thamrin SE MPsi dan Direktur Operasi, Mangindang Ritonga SE MM serta beberapa kepala divisi. â&#x20AC;&#x153;Maksud dari kunjungan ini untuk mengumpulkan informasi mengenai situasi terkini sektor air minum di Indonesia, seperti pengembangan kebijakan, usaha dari badan-badan terkait, aktivitas para donor dan proyek Public Private Partnership (PPP), agar dapat memperpanjang kerjasama dan kolaborasi antara Indonesia dengan Jepang,â&#x20AC;? kata Yoshiaki Yokota, M.Sc. Dirut PDAM Tirtanadi, Ir Azzam Rizal MEng menyampaikan, kin-

erja dan kondisi keuangan PDAM Tirtanadi yang berisikan laporan tahunan, neraca dan laporan laba rugi periode tahun 2011 berpredikat baik sesuai dengan hasil audit kinerja dari BPKP Perwakilan Sumatera Utara dan audit keuangan Kantor Akuntan Publik (KAP) Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang Registered Public Accountants. Mengenai pertanyaan dari JICA tentang program restrukturisasi utang, Azzam Rizal mengatakan, PDAM Tirtanadi telah mengikuti program restrukturisasi utang dan telah melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan untuk program tersebut. Lebih lanjut dikatakan Dirut PDAM, mengenai struktur organisasi, data managemen dan aktifitas yang dilakukan perusahaan termasuk mengenai operasional, kiat-kiat menurunkan NRW (losses), metode data manajemen, manajemen aset serta pelatihan dan pengembangan SDM. Tim JICA merasa puas dengan pemaparan tersebut dan selanjutnya akan menyampaikan hal itu kepada pemerintah Jepang sebagai bahan untuk memperpanjang kerjasama dan membuat kerjasama baru di sektor air minum

di Sumatera Utara. Di kesempatan yang sama, PDAM Tirtanadi juga menerima kunjungan dari Swing Coorporation & Sekisui Chemical Co, Ltd, Jepang. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dari kunjungan manajemen PDAM Tirtanadi ke Swing Coorporation, Jepang. Pada kunjungan tersebut, Direktur Perencanaan & Produksi PDAM Tirtanadi, Ir H Tamsil Lubis sangat mengharapkan masukan dari pihak Swing Coorporation, Jepang terhadap kiat-kiat untuk mengurangi NRW (losses). Dari pihak Swing Coorporation diwakili oleh 2 orang Manager Sales & Marketing, Hiroshi Shimmura dan N Aoki didampingi Marketing Manager PT Swing Indonesia, Bonar Napitupulu MBA. Sedangkan dari Sekisui Chemical, Co, Ltd diwakili oleh Business Unit Manager, Hiroki Yoshikawa dan Asistant Manager, Dai Harada. Rombongan diterima Kepala Divisi Produksi, Ir Heri Batanghari Nasution, Kepala Divisi Penanggulangan Kehilangan Air (PKA), Ir Hotma Tua Harahap serta seluruh Kepala Instalasi Pengolahan Air PDAM Tirtanadi. Sedangkan perwakilan dari Swing Coorporation, Jepang men-

jelaskan beberapa hal yang dapat mengakibatkan kehilangan air diantaranya penggunaan material yang kurang tepat. Dalam kesempatan itu, rombongan dari

Swing Coorporation dan Sekisui, Jepang menyempatkan diri melihat material pipa dan accesories yang digunakan oleh PDAM Tirtanadi. ***


Ragam 15

Edisi IV - Oktober 2012

Asian Agri Libatkan 49.000 Petani A

sian Agri Group, salah satu perusahaan swasta pelopor PIR Trans melalui unit bisnisnya PT Inti Indosawit Subur melibatkan dengan lebih dari 49.000 petani. Puluhan ribu petani yang berada di lokasi operasional perusahaan sawit yang ada di 3 provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau dan Jambi dilibatkan dalam program Plasma dan KKPA serta pembelian TBS dari petani swasdaya. Untuk Plasma dan KKPA, Asian Agri melibatkan sekitar 29.000 petani. Adapun jumlah plasma yang dimiliki Asian Agri sebanyak 60.000 hektar yang berlokasi di Riau dan Jambi. Sedangkan dalam pembelian TBS dari petani swadaya, Asian Agri melibatkan sekitar 20.000 petani yang tersebar di Sumut, Riau dan Jambi. "Saat ini, Asian Agri melalui unit bisnis-

nya juga sedang bekerjasama dengan petani plasma dalam mempersiapkan replanting (penanaman kembali)," kata Head Legal & SSL Asian Agri, Hadi Susanto dalam siaran persnya yang diterima, 8 Oktober 2012, di Medan. Dalam menjalin kerjasama plasma dengan dengan petani, Asian Agri selalu memberikan pembinaan dan pelatihan. Bukan hanya itu, juga mendirikan Koperasi Petani Asian Agri yang kini berjumlah 71 koperasi. Rata-rata perputarannya mencapai Rp 1 - 2 miliar. Dari sisi kerjasama pembelian TBS dari petani, Asian Agri menerapkan sistem perdagangan yang transparan, di mana melibatkan perwakilan petani, adanya sistem intensif dan harga mengacu kepada kebijakan pemerintah. *** keweng parinduri

Anak Muda Medan Antusias Ikuti K ompetisi simP ATI Kompetisi simPA ‘Dance Like Agnes’ Puluhan Jurnalis Mancing Ikan Erry Nuradi Bupati Serdang Bedagai, Ir HT Erry Nuradi MSi mencoba memancing ikan bersama dengan puluhan jurnalis.

ANAK Muda Kota Medan antusias mengikuti kompetisi simPATI Dance Like Agnes di Merdeka Walk Medan. Peserta diberi kesempatan untuk melakukan aksi ngedance dihadapan juri, dan langsung diupload untuk mengikuti kompetisi Dance Like Agnes. Bagi yang masih ingin mengikuti kompetisi ini, masih bisa melakukan upload video dance di www.DanceLikeAgnes.com. Periode upload video masih bisa dilakukan sampai tanggal 31 Oktober 2012. Sebanyak 20 pemenang se Indonesia, akan berkesempatan mengikuti proses pelatihan bersama Agnes Monica dan NEZindaHOOD di Jakarta. Selain itu, masingmasing pemenang juga akan mendapatkan berbagai hadiah berupa Samsung Galaxy S3, uang tunai Rp 10 juta, saldo T-Cash sebesar Rp 5 juta, pulsa simPATI senilai Rp 5 juta, dan paket internet 1 GB/ bulan selama 1 tahun. Head of Sales and Customer Care Regional Sumbagut Division, Filin Yulia mengatakan, kompetisi Dance Like Agnes yang secara langsung digelar di Merdeka Walk dapat dimanfaatkan oleh anak muda yang memiliki bakat ngedance untuk ikut berkompetisi diajang ini, karena event ini merupakan salahsatu peluang untuk mengembangkan bakat mereka. “Bagi yang tidak bisa hadir masih bisa mengupload videonya hingga 31 Oktober nanti. Selain itu event ini merupakan salah satu tools bagi kami untuk memberikan gambaran wujud keceriaan dan gaya hidup penuh mobilitas, yang diidentikkan dengan karakteristik pengguna simPATI,” kata Filin dalam siaran persnya yang diterima, 14 Oktober 2012, di Medan. Menurutnya, guna mendukung kompetisi tersebut, Telkomsel memberikan promo spesial bagi pelanggan simPATI berupa paket internetan sebesar 2GB dengan harga Rp

60.000 selama 45 hari dengan kecepatan hingga 7.2Mbps. Pelanggan juga bisa menikmati paket internetan sebesar 500MB hanya dengan Rp 20.000 untuk 30 hari. Dengan kedua pilihan paket tersebut, kini pelanggan simPATI dapat melakukan asyiknya chatting, browsing, social networking, email, upload, dan download di ponsel cukup dengan mengakses *999#. Filin menambahkan, Telkomsel menyadari bahwa jumlah pengguna mobile internet di Medan terus bertambah seiring dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi maupun hiburan terkini. Aktivitas mobile lifestyle pelanggan simPATI semakin optimal berkat dukungan jaringan terluas berkualitas Telkomsel. Lebih dari 50.000 Base Transceiver Station (BTS) termasuk di antaranya 13.000 Node B (BTS 3G) telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Telkomsel juga telah menyiapkan akses bandwidth internet berkapasitas 20 Gbps demi menjamin kelancaran akses komunikasi data. ***hm tambunan

BERAKSI. Salah seorang peserta Kompetisi simPATI ‘Dance Like Agnes’ sedang beraksi menunjukan kebolehannya.

PULUHAN jurnalis dari berbagai media mengikuti turnamen memancing di Kolam Pancing Kiban, Asrama Zipur, Pulu Brayan Medan, Sumatera Utara (Sumut), 13 Oktober 2012. Uniknya, seluruh peserta wajib mengenakan kain sarung saat lomba berlangsung. Lomba memperebutkan trophy Bupati Serdang Bedagai, Ir HT Erry Nuradi M.Si tersebut memperingati Hari Kesehatan Jiwa Nasional yang jatuh pada Rabu (10/10/2012) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Erry mengatakan, memancing merupakan salah satu kegiatan positif. Selain dapat menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas kerja, memancing juga alternatif rekreasi murah dan terjangkau. "Biaya memancing di kolam tidak butuh biaya besar. Ini termasuk olahraga ketangkasan yang ekonomis," sebut Erry. Erry juga mengatakan, usaha kolam pancing juga menjanjikan keuntungan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Sementara Ketua Panitia, Ahmad Zulfikar Sagala menyebutkan, minat jurnalis mengikuti turnamen memancing cukup tinggi. Dari 50 perserta yang sebelumnya direncakan, mengalami penambahan menjadi 57 peserta. "Sebagian peserta ada yang baru pertama kali ikut turnamen pancing. Tetapi itu yang membuat acara jadi meriah, karena saat pancing ditarik ikan, pemancing lansung heboh," sebut Sagala. Penilaian bukan pemancing yang mendapatkan ikan terbanyak, tetapi peserta yang berhasil memperoleh ikan terberat. Dalam turnamen ini, keluar sebagai juara I Ahmad Zulfikar Sagala (MNC Biro Medan) dengan berat ikan 4,34 kg, Razali (TVRI Medan) dengan berat 4,11 kg dan Bahri (Kompas TV) dengan berat ikan 3,59 kg. Sedangkan juara harapan I Al-Amin (Rakyat Aceh) dengan berat ikan 3,52 kg, harpan II Muhammad Fahmi (tvOne) dengan berat 3,47 kg dan Harapan III Ayat Sudrajat (Trans TV) dengan berat ikan 3,41 kg. ***hm tambunan


Edisi IV - Oktober 2012

Award|

16

Telkom Raih The Best 'Indonesia Humas Capital Study 2012' hm tambunan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) berhasil empat penghargaan bergengsi termasuk penghargaan sebagai The Best for All Criteria dalam ajang Indonesia Human Capital Study 2012, yang dilangsungkan Kamis (11/10) di Bandung, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumberdaya manusia atau human capital di lingkungan Badan Usaha Milik Negara tersebut merupakan yang terbaik di Indonesia, sekaligus merupakan kado bagi Telkom yang akan memasuki Hari Jadi ke 156 tahun.

Direktur Utama Telkom Arief Yahya menerima penghargaan “INDONESIA HUMAN CAPITAL STUDY 2012” dari Dunamis Human Capital bekerjasama dengan Majalah Business Review.

I

ndonesia Human Capital Study 2012 (IHCS 2012) yang diselenggarakan oleh Dunamis Human Capital bekerjasama dengan Majalah Business Review tersebut memberikan empat apresiasi khusus kepada Telkom. Selain berhak menyandang predikat The Best for All Criteria, Telkom juga berhasil menyabet tiga penghargaan bergengsi lainnya, yakni sebagai The Best for Employee Net Promoter Score, The Best for Human Capital Initiative Employee Self Service dan penghargaan khusus untuk Direktur Utama Telkom, Arief Yahya sebagai The Best for CEO Commitment. Penghargaan Indonesia Human Capital Study 2012 dilatarbelakangi oleh studi paling komprehensif mengenai human capital atau Indonesian Human Capital Study (IHCS) yang dilaksanakan oleh Dunamis Human Capital dan Majalah Business Review pada 2012. Study dilakukan baik terhadap Badan Usaha Milik Negara maupun perusahaan swasta nasional di Indonesia. IHCS bertujuan mengetahui sejauh mana penerapan Human Capital System di suatu perusahaan dibandingkan terhadap rata-rata perusahaan dalam industrinya.

Peranan Leader&People sangat Dominan Penghargaan IHCS tersebut menurut Arief Yahya, tidak terlepas dari strategi perusahaan yang telah melakukan perubahan pengelolaan secara drastis sebagai jawaban atas perubahan kondisi eksternal yang mendasar dan sedang berlangsung di era globalisasi ini. "Oleh sebab itu portofolio bisnis Telkom kini tidak hanya berkecimpung di bisnis telekomunikasi dan informasi saja, tapi pada bisnis TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainmet & Services)," ujarn-

Direktur Utama Telkom Arief Yahya menerima penghargaan “INDONESIA HUMAN CAPITAL STUDY 2012” dari Dunamis Human Capital bekerjasama dengan Majalah Business Review. ya. Board of Commissioner (BoC) dan Board of Director (BoD Telkom), bertekad menuntaskan transformasi bisnis TIMES yang diperkirakan selesai pada 2014. Arief Yahya menambahkan, peranan leader dan people di Telkom sangat dominan. "Terkait dengan transformasi perusahaan yang hingga kini masih berlangsung, ia mengatakan bahwa transformasi bisnis Telkom membutuhkan perubahan culture. Selain itu, menurutnya perlu adanya "mobilisasi" people dalam organisasi untuk mempersiapkan, menerima dan menggerakkan perubahan sehingga kebiasaan menghadapi perubahan menjadi tertanam. "Perubahan yang efektif tidak akan terjadi secara natural dan sekaligus, tetapi harus dilakukan bertahap," jelasnya. Arief Yahya menilai, dasar dari filosofis pengelolaan human capital di Telkom adalah manusia yang merupakan capital (modal), bukan biaya. Modal tersebut menurutnya, meliputi sikap (attitude), pengetahuan (knowledge) dan kemampuan (skills) mereka. Ditegaskannya, strategic initiative yang pertama dan utama bagi Telkom adalah center of excellence atau pengembangan human capital. Arief Yahya memaparkan dengan attitude, knowledge dan skill SDM dapat lebih berkembang sesuai tataran nilai di organisasi. "Jika tiap individu melakukannya

dengan baik, akan memberikan hasil yang baik juga," ungkapnya.

Telkom Corporate University Guna menghadapi kompetisi bisnis di era globalisasi dan meningkatkan performansi perusahaan, Telkom pada tanggal 28 September 2012 mencanangkan Telkom Corporate University. Telkom Corporate University adalah salah satu wahana untuk mencapai center of excellence. Ada tiga fungsi utama Telkom CorpU, yaitu sebagai center of chiefship yang akan melahirkan great leader kelas dunia, center of competence yang melahirkan great people dan sebagai center of certification yang akan melahirkan SDM dengan global standard dan ditargetkan sebanyak 250 karyawan sudah bersertifikasi internasional pada tahun 2012 dan 1.250 karyawan di tahun 2013 mendatang. Telkom Corporate University dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan hanya mencerdaskan individu karyawan, namun semua karyawan Telkom dan lembaganya dalam menghadapi kompetisi bisnis yang semakin komplek. Telkom Corporate University diyakini akan jauh lebih efektif dalam mendukung pengembangan human capital. "Telkom Corporate University akan lebih efektif

dalam membekali Telkom untuk menyesuaikan kecepatan perubahan dengan kecepatan perubahan lingkungan strategisnya," ujar Arief Yahya.

Program yang Bagus Pada ajang IHCS 2012 ini dewan Juri berkeyakinan, human capital management system Telkom benar-benar excellent dan alignment yang sudah berjalan cukup lama, sehingga berdampak terhadap kinerja perusahaan. Dewan Juri Telkom telah memiliki program kerja yang dinilai bagus dengan indikator antara lain Revenue, Expense, Income, Human Capital Investment, Compensation Revenue Percentage, Executive Compensation compensation, Training development program and budgeting dan lain-lain. IHCS mengukur tiga komponen Human Capital System meliputi pemenuhan kebutuhan management dalam penerapan Human Capital System di suatu perusahaan dengan indikator Human Capital Index (HCI), pemenuhan kebutuhan karyawan dalam penerapan Human Capital System di suatu perusahaan dengan indikator Net Promoter Score (NPS) dan Human Capital Score (HC Score) serta mengukur bagaimana inisiatifinisiatif sistem Human Capital yang dimiliki oleh suatu perusahaan baik yang sudah, sedang dan akan dilakukan. ***


Edisi IV - Media ObrolanBisnis