Page 1


CONTENT COMMON PICTURE OF MANADO EXPERIENCE THE PLACES EXPERIENCE THE BEAUTY Bunaken National Park Siladen Island Manado Tua Island Mount Tumpa Kima Atas Waterfall EXPERIENCE THE MEMORY Manado Land Museum The Death of Japanese Army Monument Worang Battalion Statue DR. Sam Ratulangi Statue Toar Lumimuut Statue Wolter Monginsidi Statue Walanda Maramis Statue Dutch Veld Box Japanese Caves Ancient Cannons Waruga Dotu Lolong Lasut EXPERIENCE THE LEGEND Kuangang Stone Alligator Stone EXPERIENCE MORE Malalayang Beach Sentrum Chruch (Oude Kerk) Ban Hin Kiong Temple Dotu Lolong Lasut Open Theatre (TKB)

2


EXPERIENCE THE TASTE Wakeke Road Whell Road (Jalan Roda) Traditional Food EXPERIENCE BoB EXPERIENCE THE PASSION Figura Festival Tulude Toa Pe Kong Bantik Cultural Atraction Festival Pante & Manado Expo Kolintang Music Bambo Blow Music Bia Music Kabasaran Dance Maengket Dance Thanksgiving MONEY CHANGER AIRLINES SOUVENIRS USEFUL TELEPHONE NUMBER TAXI SERVICES

3


COMMON PICTURE OF MANADO T

he city of Manado is one of 15 Regency / City in North Sulawesi province. North side border is North Minahasa and Sangihe-Talaud archipelago, west side border is Main Minahasa, east side border is North Minahasa, and south side border is Main Minahasa. The perspective of Manado is Manado, World Tourism City 2010 go in the direction of the save, competitive, prosperous, with justice and is prestigious Manado society with mission to create a pleasing urban environment where every people can bring into reality their potency and dreams, The city of Manado is a Beach City that located on 10 30’ – 10 40’ parallel north and 1240 40’ – 1240 40’ east longitude, with 15,726 hectare wide as part of the province wide that covering 9 districts that is Bunaken, Wanea, Sario, Malalayang, Tuminting, Singkil, Mapanget, and Tikala district consisting of 87 sub-district. In general, the topography condition of Manado is hilly about 40% and as if as it been separated by Tondano River as the source of drinking water for the people of Manado and its surroundings. The north and center part of Manado shows surging morphology, sloping with numbers of hills. South part of Manado is a region of the foot of a volcano located in the center part of Minahasa or another range of high hills. Manado is tropical zone with tropical climate which have major influence of Muson wind. In November to April blow rather boisterous west wind that carry rain, and in May to October occurred to change of wind from south that dry with mean temperature 240 – 320 Celsius and Nisbi dampness 800 Celsius. The amount of its resident according to resident registration in 2004 is 416.771 head. Manado is inhibited by 4 big ethnic that is Minahasa, Bolaang Mongondouw, Gorontalo and Sangihe - talaud. Despitefully, grew association / ethnical and cultural society like Batak, Irian, East Java, Sangihe, Banjar, Minang, and the other ethnic group with their own dialect. Malay-Manado language is used as everyday association

4


language, at the same time official language is Indonesian. Manado society embraces Protestant Christian, Catholic Christian, Moslem, Hindu and Buddha religion. The majority of “Tinutuan City” inhabitant embracing Protestant Christian religion life harmonious and peace, side by side with the other religion as the form of the slogan “Torang Samua Basudara” (we are all brothers and sisters). Every time they do each of their activity / religious ceremony that is interesting and unique such as Toa Pe Kong, Lampion Paskah (Easter paper lantern), Takbiran, Qasidah contest, etc. Tourism development in Manado conducted by developing existing tourism potency, despitefully international leveled tourism infrastructure is also being build up.

K

ota Manado merupakan salah satu dari 15 (lima belas) Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Pada bagian utara berbatasan dengan Minahasa Utara dan Kepulauan Sangihe-Talaud, bagian barat berbatasan dengan Minahasa Induk, bagian Timur berbatasan dengan Minahasa Utara, bagian selatan berbatasan dengan Minahasa Induk. Visi Kota Manado adalah Manado Kota Pariwisata Dunia 2010 menuju terwujudnya masyarakat Kota Manado yang aman, berdaya saing, sejahtera, berkeadilan dan bermartabat, dengan Misi yaitu : menciptakan lingkungan perkotaan yang menyenangkan dimana setiap orang dapat mewujudkan potensi dan impiannya. Kota Manado merupakan sebuah kota pantai yang terletak pada 1º30’-1º40’LU dan 124º40’ BT, memiliki luas wilayah 15.726 Ha, yang meliputi 9 kecamatan yaitu Kecamatan Bunaken, Wanea, Sario, Malalayang, Tuminting, Singkil, Mapanget dan Tikala yang terdiri dari 87 kelurahan. Pada umumnya keadaan topografi Kota Manado adalah berbukit sekitar 40% dan seakan terbelah oleh aliran sungai Tondano sebagai sumber mata air minum masyarakat Manado dan sekitarnya. Pada bagian utara dan tengah Kota Manado

5


menunjukan morfologi bergelombang, landai dengan sejumlah bukit. Bagian selatan Kota Manado merupakan daerah dari kaki gunung berapi yang ada dibagian tengah Minahasa atau daerah perbukitan lainnya. Manado merupakan daerah khatulistiwa dengan iklim tropis yang banyak dipengaruhi oleh angin muson. Pada bulan November sampai April bertiup angin barat yang agak kencang membawa hujan, sedang pada bulan Mei sampai Oktober terjadi perubahan angin yakni dari selatan yang kering suhu rata-rata 24º-32ºC dan kelembaban nisbi 80ºC. Jumlah penduduk menurut registrasi penduduk tahun 2008 sebanyak 426.793. Didiami oleh 4 (empat) etnis besar yaitu Minahasa, Bolaang Mongondow, Gorontalo dan Sangihe-Talaud. Disamping itu tumbuh subur perkumpulan/paguyuban etnis budaya seperti Batak, Irian, Jawa Timur, Bohusami, Sangihe, Banjar, Minang dan etnis lainnya dengan dialeknya masingmasing. Sebagai bahasa pergaulan sehari-hari digunakan bahasa melayu Manado, sedangkan bahasa resmi adalah bahasa Indonesia. Masyarakat Kota Manado memeluk agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, Islam, Hindu dan Budha. Mayoritas penduduk”Kota Tinutuan” menganut agama Kristen Protestan yang hidup rukun dan damai, berdampingan dengan agama sebagai wujud dari slogan “Torang Samua Basudara”. Setiap waktu mereka melakukan kegiatan/upacara keagamaan masingmasing yang menarik dan unik seperti Toa Pe Kong, lampion Paskah, Takbiran, Lomba Qasidah, dsb. Pengembangan kepariwisataan di Kota Manado dilakukan dengan mengembangkan potensi pariwisata yang ada, disamping itu dibangun pula infrastruktur pariwisata yang bertaraf internasional.

6


7


B

unaken National Park located in sub-district Bunaken about 7 miles from Manado port that can be reached in 35 minutes from downtown using subdistrict’s motor boat. Initially, Bunaken is a coral island (atol). The wide of its region is about 887, 5 hectare with a little surging morphology condition. Bunaken National Park is one of the most beautiful Sea Parks in the world. Most of its beach region consists of mangrove forest and white sand. In its sea there are soft and hard coral reef, precipitous rock wall with the multifarious shape and color of its sea natural resources. Between them there are shark, tortoise, mandarin fish, sea-horse, ray fish, and the most popular is the ancient fish Sea King (Coelacanth), and many more that form the beautiful Sea Park. The beauty of the seapark can be seen at locations so called Lekuan 1, 2, and 3, Fukui, Mandolin, Parigi Foreland, Rons Point, Sachiko Point, Pangalisang, Muka Kampung, and East Bunaken. The marine park consists of various tourism location (water / sea and coast). Common tourism activities are such as enjoying the Sea Park with sightseeing on catamaran, snorkeling, diving, and underwater photography, and also sunbathe and beach picnic. The available facilities are catamaran, diving center, cottage, restaurant, verandah, and souvenir kiosk.

B

erada di Kelurahan Bunaken Kecamatan Bunaken sekitar 7 mil dari Pelabuhan Manado yang dapat ditempuh selama 35 menit dari pusat kota dengan mengunakan perahu motor. Pada awalnya bunaken adalah pulau karang (atol). Luas wilayahnya sekitar 887,5 hektare dengan kondisi morfologi sedikit bergelombang. Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu Taman Laut terindah di dunia. Sebagian besar wilayah pantainya terdiri dari hutan bakau dan pasir putih. Lautnya terdapat terumbu karang keras dan lembut, dinding karang yang terjal, dengan beraneka bentuk dan warna biota laut diantaranya terdapat ikan hiu, kura-kura, mandarin fish, kuda laut, ikan pari dan yang terkenal

8


adalah Ikan Purba Raja Laut (Coelacanth) dan masih banyak lagi yang membentuk taman laut nan indah. Keindahan taman lautnya dapat dilihat pada lokasi-lokasi yang disebut dengan Lekuan 1, 2, DAN 3, Fukui, Mandolin, Tanjung Parigi, Ron’s Point, Sachiko Point, Pangalisang, Muka Kampung dan Bunaken Timur. Merupakan tempat wisata tirta (air) dan wisata bahari (kelautan) dengan obyek kunjungan wisata yaitu air/laut dan pantai. Kegiatan wisata yang dapat dilakukakan, berupa menikmati taman laut dengan cara sightseeing (berkeliling), naik perahu berkaca (katamaran), snorkeling (berenang memakai alat pernapasan), diving (menyelam) dan photography underwater (foto bawah laut); serta berjemur badan dan tamasya pantai. Fasilitas yang tersedia, yaitu perahu kaca (katamaran), diving centre, cottage (penginapan), rumah makan, pendopo, dan kios cenderamata.

SILADEN ISLAND

L

ocated in eastside of Bunaken Island in Bunaken district about 8 miles from downtown and can be reached for 45 minutes by motor boat. Siladen Island has 31,25 hectare wide. Surrounded by white sanded beach and in its sea there are coral reef with multifarious shape and color of its sea natural resources that form a beautiful Sea Park. The beauty of its Sea Park can be seen on location called Siladen 1 and Siladen 2. Constitute water and maritime tourism location, which are water / sea and coast. Tourism activities that can be done is like enjoying the Sea Park with sightseeing on catamaran, snorkeling, diving, and underwater photography, and also sunbathe on the beach. The available facilities are catamaran, diving center, cottage, and cafe.

B

erada disebelah timur laut pulau bunaken kecamatan bunaken sekitar 8 mil dari pusat kota yang dapat ditempuh selama 45 menit dengan menggunakan kapal motor. Pulau siladen mempunyai

9


luas 31.25 ha dikelilingi pantai pasir putih dan lautnya terdapat terumbu karang dengan biota laut yang beraneka bentuk dan warna sehingga membentuk suatu taman laut yang cukup indah. Keindahan taman lautnya dapat dilihat pada lokasi yang disebut dengan Siladen 1 dan Siladen 2. Merupakan tempat wisata tirta (air) dan wisata bahari (kelautan) dengan obyek kunjungan wisata yaitu air/laut dan pantai. Kegiatan wisata yang dapat dilakukakan, berupa menikmati taman laut dengan cara sightseeing (berkeliling), naik perahu berkaca (katamaran), snorkeling (berenang memakai alat pernapasan), diving (menyelam) dan photography underwater (foto bawah laut); serta berjemur badan di pantai. Fasilitas yang tersedia, yaitu perahu berkaca (katamaran), diving centre, cottage (penginapan) dan cafĂŠ.

MANADO TUA ISLAND

L

ocated on Manado bay definition in Bunaken district about 10 miles from downtown that can be reached in 60 minutes using motor boat Manado Tua is the largest island of the islands group located on Manado bay definition. The beach is consists of white sand mixture and rock. There is a beautiful Sea Park because it consists of coral reef, decorative fish, consumption fish, and other sea natural resources. Around the island there is pathway of concrete. On the place called Tanjung Raja there is a Portuguese ship anchor whereas a place called Tanjung Kopi became a place for turtles to lay eggs every full moon. There are also people’s coconut plantation and mango tree. On the top of its mountain there is a protected forest. Constitute water, maritime, nature, and agriculture tourism location with as tourism objects that is water / beach and sea, scenery and natural panorama, and also people’s plantation Tourism activities that can be done are like enjoying Sea Park with sightseeing using catamaran, snorkeling, diving, and underwater photography; recreation / water sport by boat sailing, and water ski / Jet Ski sunbathe and beach picnic, enjoying coconut and mango, jogging, cycling, mount biking, and also hiking and camping. Available facility is home stay.

B

erada dalam batasan teluk manado di kecamatan bunaken sekitar 10 mil dari pusat kota yang dapat ditempuh selama 60 menit dengan menggunakan kapal motor.

10


Manado Tua adalah pulau terbesar ari kelompok pulaupulau yang berada dalam batasan teluk manado. Pantainya terdiri dari campuran pasir putih dan karang. Terdapat taman laut yang cukup indah karena terdiri dari terumbu karang, ikan hias, ikan konsumsi dan biota laut lainnya. Disekeliling pulau terdapat jalan kecil yang sudah dibetonisasi.Ditempat yang disebut tanjung raja terdapat jangkar kapal peninggalan Portugis sedangkan ditempat yang disebut tanjung kopi menjadi tempat bertelur dari tuturuga (penyu) pada setiap bulan purnama.Terdapat pula perkebunan kelapa rakyat dan pohon mangga milik rakyat. Diatas puncak gunungnya terdapat hutan lindung. Merupakan tempat wisata tirta (air), wisata bahari (kelautan), wisata alam, dan wisata argo (pertanian) dengan pbyek kunjungan wisata, yaitu air/laut dan pantai, pemandangan dan panorama alam serta perkebunan rakyat. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa menikmati taman laut dengan cara sightseeing, (berkeliling), naik perahu berkaca (katamaran), snorkeling (berenang memakai alat pernapasan), diving (menyelam) dan photography underwater (foto bawah laut); rekreasi /olahraga air dengan cara boat sailing, (berperahu layar), dan ski air/jet ski,serta berjemur badan dan tamasya pantai; menikmati buah kelapa dan mangga; jogging. Fasilitas yang tersedia, yaitu perahu kaca (katamaran), diving centre, cottage (penginapan), rumah makan, pendopo, dan kios cenderamata.

MOUNT TUMPA

L

ocated on Meras sub-district in Bunaken district, about 45 minutes from downtown that can be reached by land transportation. Mount Tumpa have beautiful natural environment because it is encircled by green grove and people’s coconut plantation. From its mountain top, can be seen the scenery of Manado City as a whole to Bunaken Island with 180 view point. Besides that the sunrise, sunset, and full moon panorama and the time will come for Bukit Doa (Prayer Hill) to be found. Constitute nature, agriculture, and devotional visit tourism locations with tourism objects like scenery and natural panorama, people’s coconut plantation, and Bukit Doa.

11


Tourism activities that can be done are like enjoying the natural beauty and enjoying coconut, and also pilgrimage to Bukit Doa. The available facility is Mambre Green Hills Recreation Park.

B

erada di Keluahan Meras Kecamatan Bunaken sekitar 45 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Gunung Tumpa memiliki lingkungan alam yang asri karena dikelilingi pepohonan yang menghijau dan perkebunan kelapa rakyat. Dari atas puncak gunungnya, dapat melihat pemandangan Kota Manado secara keseluruhan sampai Pulau Bunaken dengan sudut pandang 180째. Disamping itu dapat pula menikmati panorama matahari terbit di ufuk timur (sunrise), matahari terbenam di ufuk barat (sunset) dan bulan purnama (fool moon) ketika tiba saatnyajuga terdapat bukit doa. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa menikmati keindahan alam dan menikmati buah kelapa serta ziarah di Bukit Doa. Fasilitas yang tersedia yaitu taman rekreasi Mambre Green Hills.

KIMA ATAS WATERFALL

L

ocated on Kima Atas sub-district in Mapanget district, about 50 minutes from downtown that can be reached by land transportation. Around this three compiled waterfall grow green groove that shows a scenery and beautiful nature panorama with cool and calm environmental atmosphere. The water flows to the clean Kima River that emptied in the Manado beach. Constitute nature tourism location with as tourism objects that is scenery and natural panorama. Tourism activities that can be done are like enjoying the nature beauty and natural bathing place picnic (river water). The available facility is parking lot.

B

erada di Kelurahan Kima Atas Kecamatan Mapanget sekitar 50 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Disekitar air terjun bersusun tiga ini tumbuh pepohonan yang menghijau sehingga menampakkan suatu pemandangan dan panorama alam yang indah dengan suasana lingkungan yang sejuk dan tenang. Airnya mengalir ke sungai kima yang

12


bersih dan bermuara di pantai Manado. Merupakan tempat wisata alam dengan obyek kunjungan wisata, yaitu pemandangan dan panorama alam Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa menikmati keindahan alam dan tamasya pemandian alam (air sungai). Fasilitas yang tersedia, yaitu tempat parkir.

13


MANADO LAND MUSEUM

L

ocated on Lawangirung subdistrict in Wenang district, about 20 minutes from downtown, that can be reached by land transportation. Manado Land Museum is a recreation place and also research place in the same time because in it stored various Minahasa ancestors’ cultural omission. In it also stored ancient historical omissions including other nation’s omissions when they’re stop by in the land of Minahasa such as: Portuguese, Dutch, and Japan. Constitute cultural tourism location with as tourism objects that is olden time’s omissions and historical omissions. Tourism activities that can be done are like looking and knowing way of life of life of a society. The available facilities are parking lot and Recreation Park.

T

erletak di Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang sekitar 20 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Museum Negeri Manado merupakan tempat rekreasi sekaligus penelitian karena didalamnya tersimpan dengan baik berbagai peninggalan kebudayaan nenek moyang orang Minahasa,budaya masyarakat Sulawesi Utara dan daerah lainnya di Indonesia. Tersimpan pula didalamnya peninggalanpeninggalan sejarah kuno termasuk juga peninggalan bangsa lain yang pernah singgah di tanah Minahasa seperti Portugis, Belanda dan Jepang. Merupakan tempat wisata budaya dengan obyek kunjungan wisata, yaitu peninggalan purbakala dan peninggalan sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa melihat dan mengenal tata cara hidup suatu masyarakat. Fasilitas yang tersedia, yaitu tempat parkir dan taman rekreasi.

14


WOLTER MONGINSIDI & PIERE TENDEAN STATUE

T

his statue located in Sario Tumpaan sub-district in Sario district about 25 minutes from downtown that can be reached by land transportation. Build up as a remembrance of the services of two men that came from North Sulawesi. Wolter Robert Monginsidi or most called as Bote Putera Bantik Malalayang that murdered by Dutch shooting squad in Makassar, South Sulawesi, because of fighting against Dutch power at that time. His slogan is Faithful Till the End in Faith. Captain Piere Tendean, son of Minahasa that died in G 30 S / PKI incident in his effort in maintaining Pancasila and has been given title as Revolution Hero. This is cultural tourism place with as tourism object which is historical relic. Tourism activities that can be done are like recognizing heroic history of these two North Sulawesi sons. The available facilities are shopping center and parking lot.

T

erletak di kelurahan Sario Tumpaan Kecamatan Sario sekitar 25 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Diidirikan sebagai peringatan atas jasa-jasa dua putera yang berasal dari Sulawesi Utara. Wolter Robert Mongisidi atau yang akrab disapa Bote putera bantik malalayang yang tewas dibunuh regu tembak Belanda di Makassar Sulawesi Selatan karena berjuang menentang kekuasaan Belanda pada waktu itu. Semboyannya, yaitu Setia Hingga Akhir dalam keyakinan. Kapten Piere Tendean putera minahsa yang gugur pada peristiwa G 30 S/PKI dalam usahanya mempertahankan Pancasila dan digelari pahlawan revolusi. Merupakan tempat wisata budaya dengan obyek kunjungan wisata, yaitu peninggalan sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa mengenal sejarah kepahlawanan dua putera yang berasal dari Sulawesi Utara. Fasilitas yang tersedia, yaitu pusat perbelanjaan dan tempat parkir.

15


THE DEATH OF JAPANESE ARMY MONUMENT

T

his monument located in public cemetery, Teling, Teling Atas sub-district; about 30 minutes from downtown that can be reached by land transportation. In every year it is often be visited by Dai Nippon (Japanese Army) veterans that once occupied Indonesia. Terletak dikompleks tempat pemakaman umum (TPU) Teling Kelurahan Teling Atas sekitar 30 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Pada setiap tahunnya sering dikunjungi para veteran Dai Nippon (Tentara Jepang) yang pernah menjajah Indonesia sekedar untuk bernostalgia. Merupakan obyek kunjungan wisata sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa melihat dan mengenal sejarah pendudukan Jepang di Manado. Fasilitas yang tersedia yaitu tempat parkir.

T

erletak dikompleks tempat pemakaman umum (TPU) Teling Kelurahan Teling Atas sekitar 30 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Pada setiap tahunnya sering dikunjungi para veteran Dai Nippon (Tentara Jepang) yang pernah menjajah Indonesia sekedar untuk bernostalgia. Merupakan obyek kunjungan wisata sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa melihat dan mengenal sejarah pendudukan Jepang di Manado. Fasilitas yang tersedia yaitu tempat parkir.

DR. SAM RATULANGI STATUE

T

his statue located in Ranotana sub-district in Sario district about 25 minutes from downtown that can be reached by land transportation. Full of authority, this statue stands on the intersection of Sam Ratulangi Road, Ranotana sub-district, Sario district. Sam Ratulangi was born in Tondano on November 5 1890. He is the first Mathematic doctor in Indonesia. He is also the one who predict when Indonesia will be independent. He said Independence of

16


Indonesia is after Pacific Ocean is burn (when the bombing on Nagasaki and Hiroshima, Japan happened). Sam Ratulangi is the founder of the Sitou Timou Tumou Tou slogan which means Human Humanizing Human. He is also the one who named Indonesia with Indome from Tombulu language which means firming up / coalescing. He once ever put into jail in Makassar (1946 – 1948) and being imprisoned to Irian. He also once catches by Japanese army with Soekarno (former first vice president) on January 12nd 1949. He died on June 30 1949 suspected because of health trouble. This statue is a history as tourism object. Tourism activity that can be done, knows the struggle history of a national hero from North Sulawesi.

T

erletak di kelurahan Ranotana kecamatan Sario sekitar 25 menit dari pusat kota dengan menggunakan angkutan darat. Dengan sangat berwibawa berdiri dipersimpangan jalan Sam Ratulangi kelurahan Ranotana kecamatan Sario. Sam Ratulangi lahir di Tondano pada tanggal 5 Nopember 1890. Merupakan Doktor Matematika pertama di Indonesia. Ia juga yang memprediksi kapan Indonesia merdeka. Ia mengatakan Indonesia merdeka setelah laut pasifik terbakar (pada saat terjadi pemboman di Nagasaki dan Hiroshima Jepang). Sam Ratulangi adalah pencetus semboyan Si Tou Timou Tumou Tou yang artinya Manusia memanusiakan manusia. Ia pula yang menamakan bangsa Indonesia dengan sebutan Indome yang dari bahasa tombulu yang artinya menyatukan/bersatu. Ia pernah dipenjara di Makasar (1946-1948) dan di internir ke Irian. Juga pernah ditangkap oleh tentara Jepang bersama Soekarno (mantan Presiden RI pertama) pada tanggal 12 Januari 1949. Ia meninggal pada tanggal 30 Juni 1949 yang diduga karena gangguan kesehatan. Merupakan obyek wisata sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa mengenal sejarah perjuangan seorang pahlawan nasional yang berasal dari Sulawesi Utara.

17


WORANG BATTALION STATUE

T

his statue located in downtown, North Wenang sub-district, Wenang district. This monument built as remembrance of the fight of one of the TNI Ground Force (Indonesian National Army) Battalion leaded by Major H. V. Worang (former governor of North Sulawesi) that on that time landed in Minahasa to fight the colonizer. This monument looked so patriotic and so inspiring the spirit to keep up the struggle. Constitute history as tourism object. The tourism activity that can be done is recognizing the Worang Battalion fight against the colonizer history. Available facilities are shopping center and parking lot.

T

erletak di pusat kota kelurahan Wenang Utara kecamatan Wenang. Monumen ini merupakan peringatan terhadap perjuangan salah satu batlyon TNI (Tentara Nasional Indonesia) Angkatan Darat pimpinan Mayor H.V. worang (Mantan Gubernur Sulawesi Utara) yang ketika itu melakukan pendaratan di Minahasa untuk melawan penjajah. Monumen ini terlihat begitu patriotik dan sangat mengugah semangat juang. Merupakan obyek kunjungan wisata sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa mengenal sejarah perjuangan Batalyon Worang dalam melawan pihak penjajah. Fasilitas yang tersedia, yaitu pusat perbelanjaan dan tempat parkir.

TOAR LUMIMUUT STATUE

T

his statue located in Komo Luar sub-district in Wenang district about 15 minutes from downtown that can be reached by land transportation. This statue looked so beautiful and amazing decorating the face of Manado City. This statue reminds to Minahasa people’s history. It was told that someone called Karema saying a prayer in front of a rock. Suddenly the rock set apart and came out a beautiful woman named Lumimuut, which means a woman that created from a rock. After passing a ceremony, which is Lumimuut stands facing to the west where the wind blow fast; suddenly she

18


is pregnant and bore a strong boy who is later named Toar. Finally Toar marry her mother, Lumimuut, and their clan life for all times. This is culture and history as tourism object. The tourism activities that can be done are like knowing the history of the first human who stay in the Malesung or Minahasa land. The available facility is parking lot.

T

erletak di kelurahan Komo Luar kecamatan wenang sekitar 15 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Nampak indah dan mengagumkan menghiasi wajah Kota Manado. Patung ini meengingatkan pada sejarah orang Minahasa. Alkisah seorang yang bernama Karema mengucapkan doa didepan sebuah batu karang. Tiba-tiba batu karang itu terbelah dan keluarlah seoarang wanita cantik dan diberi nama Lumimuut, yang artinya wanita yang tercipta dari batu karang. Setelah melalui suatu upacara, yakni lumimuut berdiri menghadap arah barat yang sedang berhembus angin kencang;tiba-tiba Lumimuut hamil lalu melahirkan seorang anak laki perkasa yang kemudian diberi nama Toar. Akhirnya Toar mengawini ibunya Lumimuut dan keturunan mereka hidup sepanjang masa. Merupakan obyek wisata kunjungan budaya dan wisata sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa mengenal sejarah mahluk manusia pertama yang mendiami tanah malesung atau minahasa. Fasilitas yang tersedia yaitu tempat parkir.

WALANDA MARAMIS STATUE

L

ocated in Komo Luar sub-district in Wenang district about 15 minutes from downtown and can be reached by land transportation. Build up with the shape of Indonesian motherly woman. Ms. Maria Walanda Maramis is the pioneer of the woman combatant in North Sulawesi in the education field in the Dutch occupation epoch and also as the founder of PIKAT organization (Mothers Love for Her Childs).

19


This is a history as tourism object. The tourism activities that can be done are like recognizing the history of a woman from North Sulawesi. The available facilities are parking lot and shopping center.

T

erletak di kelurahan Komo Luar Kecamatan weang sekitar 15 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan angkutan darat. Dibangun dengan sosok wanita yang bersifat keibuan Indonesia. Ibu Maria Walanda Maramis merupakan pelopor pejuang kaum wanita di Sulawesi Utara dalam bidang pendidikan dijaman pendudukan Belanda serta pendiri organisasi PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anaka Temurunnya). Merupakan obyek kunjungan wisata sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa mengenal sejarah perjuangan seorang wanita asal Sulawesi Utara. Fasilitas yang tersedia yaitu tempat parkir dan pusat perbelanjaan.

ANCIENT CANNONS

L

ocated in front of North Sulawesi governor office and Korem 131 / Santiago Manado Base. These ancient cannons are inheritances from the Dutch occupying epoch. Well maintained and collected as a display in front of North Sulawesi governor office and Korem 131 / Santiago Manado Base. This is a history as tourism object. Tourism activities that can be done are seeing and recognizing Dutch occupying history in Manado.

T

erletak didepan Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan Markas Korem 131 / Santiago Manado. Meriam Kuno ini adalah peninggalan jaman pendudukan Belanda. Masih terawat dengan baik yang dikoleksi sebagai pajangan didepan Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan Markas Korem 131/Santiago Manado. Merupakan tempat wisata peninggalan sejarah.

20


JAPANESE CAVES

S

pread in some Manado regions, that is Singkil Satu, Tanjung Batu, South Titiwungen, Pakowa, Tikala Ares, and Kairagi sub-region. These Japanese caves located in the back of residence settlement, as the place to stored needed things / war equipments and also as hiding place for Japanese troops in World War II. One of those caves that well maintained is in Singkil Satu Lingkungan III, where in it there are a well and some rooms. This is a history as tourism object. Tourism activities that can be done are seeing and knowing the Japanese occupation history in Manado. The available facility is parking lot.

T

ersebar dibeberapa wilayah Kota Manado, yakni Kelurahan Singkil Satu, Tanjung Batu, Titiwungen Selatan, Pakowa, Tikala Ares, dan Kairagi. Goa-Goa Jepang ini terdapat dibagian belakang pemukiman penduduk, sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kebutuhan / perlengkapan perang serta tempat persembunyian tentara Jepang pada perang dunia ke – II. Salah satu goa yang masih terawat baik yakni di Kelurahan Singkil Satu Lingkungan III, dimana didalamnya terdapat mata air (sumur) dan beberapa kamar. Merupakan tempat wisata peninggalan sejarah.

DUTCH VELD BOX

S

pread in some Manado regions, that is Kleak, Wanea, Pakowa, Tuminting, Bumi Beringin, Istiqlal, and South Titiwungen sub-region. These Veld Boogs is the former Dutch defense fortress in the colonial occupation epoch in Manado. These are made of domed concrete and very sturdy.This is a history as tourism object. The tourism activities that can be done are looking and recognizing the history of Dutch occupation in Manado.

T

ersebar dibeberapa wilayah Kota Manado, yakni Kelurahan Kleak, Wanea, Pakowa, Tuminting, Bumi Beringin, Istiqlal, dan Titiwungen Selatan. Veld Boog Belanda ini merupakan bekas benteng pertahanan tentara Belanda pada masa penjajahan di Manado. Terbuat dari beton berbentuk bundar dan sangat kokoh.

21


ALLIGATOR STONE

L

ocated in Malalayang Satu subdistrict in Malalayang district about 15 minutes from Malalayang terminal and can be reached by land transportation This stone is looked like an alligator’s body with no head. It is said that it was the body of a Tonaas called Barorongang that came from Ratahan that loose a fight from a Tonaas called Kodoati from Anak Suku Bantik Malalayang. Their fight is started from mount Soputan and ends in Minanga Malalayang region. This is a culture tourism location with ancient omission as tourism object. Tourism activities that can be done are seeing and recognizing historical evidence of the fight between Tonaas Tombatu (Ratahan) with Tonaas Bantik that has been a historical legend. Available facility is parking lot.

T

erletak di Kelurahan Malalayang Satu Kecamatan Malalayang sekitar 30 menit dari pusat kota yan dapat ditempuh dengan mobil sewaan, taxi, dan ojek. Ketika terjadi perkelahian antara dua Tonaas, yaitu Tonaas dari Ratahan yang bernama Barorongang dengan Tonaas dari Bantik yang bernama Kodoati yang dimulai dari gunung Soputan sampai digunung Minanga (Malalayang); akhirnya Tonaas Barorongang mulai kehabisan napas karena kelelahan. Maka ketika itu badannya mulai masuk kedalam tanah yang kemudian Tonaas Kodoati memanggil binatang peliharaannya yang secara tiba-tiba datang diwaktu keadaan genting. Binatang itu bentuknya seperti anjing yang bernama Kotey langsung menerkam kemaluan dari Tonaas Barorongang. Ketika Tonaas Kodoati melihat Barorongang tidak bergerak lagi maka

22


ditinggalkannya tubuh itu dan pulang ke kampung. Kejadian tersebut diceritakannya kepada teman-teman yang menduga bahwa Barorongang akan hidup jika mendapat air. Waktu Kodoati kembali ketempat pertempuran, ternyata benar Tonaas Brorongang perlahan-lahan hidup dan sedang merayap mencari air. Lalu dipotonglah kepala Barorongang oleh Tonaas Kodoati sampai putus. Kemudian kepala itu diambil lalu dipamerkan pada masyarakat Bantik waktu itu. Akhirnya badan Barorongang berubah ujud menjadi sebuah batu hingga sekarang ini. Batu ini merupakan tempat wisata budaya dengan obyek kunjungan wisata, yaitu peninggalan purbakala untuk kegiatan melihat dan mengenal peninggalan sejarah

KUANGANG STONE

T

his stone is a sacred stone for Bantik Minahasa people because this place is the place for ritual to get strength from the ancestors whether for spending or for fight against their enemy. Up on that rock there are about 20 congklak game holes (China style) whereas those holes made by Bantik hero; Sampubaney and his wife using their elbows. This thing happened when the hero is in the top of the ceremony of asking strength for fighting against enemy on Manado Bay Ocean suddenly his youngest child weeping without desisting. To stop his child’s weeping the hero get divine inspiration from the ancestors spirit to make congklak game with creating holes using elbow, so his child will stop crying and then play so he and his wife can go to battle.

T

erletak di Kelurahan Malalayang Satu Barat Kecamatan Malalayang sekitar 40 menit dari pusat kota yang dapat ditempuh dengan mobil sewaan, taxi, dan ojek. Pada jaman dahulukala ada seorang nenek asal Bantik Malalayang dengan 7 orang cucunya. Jika nenek tersebut pergi menangkap ikan di pantai, ketujuh cucunya menangis. Untuk membujuk cucu-cucunya tersebut, maka dibuatlah permainan congklak dengan menggunakan siku tangan diatas batu besar yang terletak diatas bukit Minanga. Batu tersebut kini dikenal dengan sebutan Batu Kuangang, artinya suatu tempat yang tinggi.

23


SENTRUM CHURCH (OUDE KERK)

L

ocated on downtown on Lawangirung sub-district in Wenang district. GMIM Sentrum Church located on zero point of Manado downtown. Before now it was Oude Kerk (old church) of Dutch nation that came and occupying Indonesia and up till now still keeps the original Dutch building architecture, used as Minahasa Protestant Christian Church religious service center, in some occasion using Dutch language. Even Dutch queen once visit this place. In front of it is a World War II Monument that is a commemoration of the victory of Allied Forces over Japan. Constitute religious and history tourism location. Tourism activities that can be done are like looking and knowing religious life of Dutch people. The available facilities are parking lot, kids play ground, and it is located on shopping center area.

T

erletak di pusat kota Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang. Gereja GMIM Sentrum berada di titik 0 (nol) pusat Kota Manado. Dahulunya adalah Oude Kerk (Gereja Tua) dar bangsa Belanda yang datang menduduki Indonesia dan sampai sekarang tetap mempertahankan arsitektur asli bangunan Belanda, dipakai sebagai pusat ibadah Gereja Masehi Injili di Minahasa, pada waktu-waktu tertentu menggunakan bahasa Belanda. Bahkan Ratu Belanda pun pernah berkunjung ditempat ini. Didepannya terdapat sebuah Monumen Perang Dunia II yang merupakan tempat peringatan menangnya tentara Sekutu atas pendudukan Jepang. Merupakan tempat wisata religius dan wisata sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa melihat dan mengenal kehidupan religius bangsa Belanda. Fasilitas tempat parkir, taman bermain anak-anak, dan berada di pusat perbelanjaan.

24


BAN HIN KIONG TEMPLE

T

his temple located on downtown on Calaca sub-district in Wenang district. This temple is built in the beginning of 19th century and this is the oldest temple in East Indonesia. As a veneration / observance place for Manado Tri Darma members, the follower of Kong Hu Chu. In this temple every year there is a religious ceremony called Toa Pe Kong or Cap Go Meh. In that ceremony there is an attraction named Ince Pia that is a man chopping up his back with a keen sword without any injure. There are also Locia horse and pikulan (carrying pole) attraction. Constitute culture and religious tourism location with as tourism object that is historical omission. Tourism activities that can be done are looking and knowing the Tiong Hoa people life way of life. The available facilities are parking lot, restaurant, and it is located on shopping center area.

T

erletak di pusat kota Kelurahan Calaca Kecamatan Wenang. Klenteng ini dibangun pada awal abad XIX dan merupakan klenteng tertua di bagian Timur Indonesia. Sebagai tempat pemujaan/peribadatan umat Tri Dharma Manado menganut aliran Khong Hu Chu. Di Klenteng in i pada setiap tahunnya diadakan upacara keagamaan yang disebut Toa Pe Kong atau Cap Go Meh. Dalam upacara tersebut dimeriahkan dengan atraksi yang dinamai Ince Pia, yakni seorang yang memotongmotong punggungnya dfengan sebhuah pedang tajam akan tetapi tidak terluka sedikitpun. Juga ada atraksi kuda locia dan pikulan. Merupakan tempat wisata budaya dan wisata religius dengan obyek kunjungan wisata, yaitu peninggalan sejarah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa melihat dan mengenal tata cara hidup masyarakat Tionghoa. Fasilitas yang tersedia, yaitu tempat parkir, restoran dan berada dipusat perbelanjaan.

25


MALALAYANG BEACH

L

ocated on Malalayang II subdistrict in Malalayang district, about 5 minutes from Malalayang terminal, that can be reached by walk. Malalayang beach have black sands and with a bit stone. Many people came and gather every Sunday and in other holidays just to enjoy the Manado bay scenery with Manado Tua and Bunaken Islands as background while enjoying sunset panorama and take bath on the shore using Beynen (car inner tire filled by air) or just sit and eat fried banana and multifarious Manado snacks. Constitute nature and water tourism location with as tourism objects that is scenery and natural panorama and water / sea and shore. Tourism activities that can be done are like enjoying the nature beauty natural bathing place (sea) and beach picnic. The available facilities are Manado special food and beverage small shop and rinsing place.

B

erada di Kelurahan Malalayang Dua Kec. Malalayang sekitar 5 menit dari terminal malalayang yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Pantai Malalayang memiliki pantai pasir hitam dengan sedikit bebatuan. Banyak orang datang berkumpul pada setiap hari Minggu dan hari-hari libur lainnya sekedar untuk menikmati pemandangan teluk manado dengan latar belakang pulau manado tua dan pulau bunaken sambil menikmati panorama sunset serta mandi-mandi dipantai dengan memakai beynen (ban dalam mobil yang telah diisi angin) atau sekedar duduk-duduk sambil makan pisang goreng serta beraneka penganan khas manado. Merupakan tempat wisata alam dan wisata tirta (air) dengan obyek kunjungan wisata yaitu pemandangan dan panorama alam serta air/ laut dan pantai. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa menikmati keindahan alam, pemandian alam (laut) dan tamasya pantai. Fasilitas yang tersedia yaitu warung makanan dan minuman khas Manado serta tempat bilas.

26


TAMAN KESATUAN BANGSA (TKB)

T

his theatre located on downtown, on North Wenang subdistrict in Wenang district. Taman Kesatuan Bangsa Dotu Lolong Lasut open theatre or most known as TKB is the center of local art and culture show. In the midst of the park is built up Dotu Lolong Lasut statue than stand stiff as if it portray how preserving is Dotu Lolong Lasut long ago pioneering Wenang City that now is known as Manado City and named Manado, Tinutuan City (in philosophy comprehension). This is cultural art and recreation as tourism object. Tourism activities that can be done are like watching and enjoying local cultural art. The available facilities are stage, parking lot, Manado special food kiosk, and it is located on shopping center area.

T

erletak dipusat kota Kel. Wenang Utara Kecamatan wenang. Teater terbuka Taman Kesatuan Bangsa Dotulolong Lasut atau yang dilebih dikenal dengan sebutan TKB ini merupakan pusat pertunjukan seni dan budaya daerah. Ditengah-tengah taman dibangun patung Dotu Lolonglasut yang berdiri tegar seakan melukiskan betapa uletnyan Dotu Lolonglasut tempo dulu merintis Kota Wenang yang sekarang dikenal dengan kota Manado dan dijuluki Manado Kota Tinutuan (dalam pemahaman filosofi). Merupakan obyek kunjungan wisata seni budaya dan rekreasi. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan,berupa menyaksikan dan menikmati seni budaya daerah. Fasilitas yang tersedia, yaitu panggung pertunjukan. Tempat parkir, kios-kios makanan khas Manado dan berada di pusat perbelanjaan Pasar 45.

27


T

he favorite food of Manado people are nasi bungkus, tinutuan (Manado porridge), pangi, saud, daun pepaya bulu, kangkung cah / tumis, dll, RW (Rintek Wuuk), tinoransak, kawok, paniki, tuturuga, ayam bulu, ikan bakar, wolku belangan, etc, and dabu-dabu lilang. And the snacks are nasi jaha, cucur, bobengka, onde-onde, koyabu, binyolos, apang, termasuk halua kenari, halua kacang, kacang goyang, kacang tore, kacang rebus, manisan pala, pedisan pala, and dodol.

29


M

akanan yang menjadi kegemaran orang Manado, yaitu nasi bungkus, tinutuan (bubur Manado), pangi, saud, daun pepaya bulu, kangkung, dll; RW (rintek wuuk), tinoransak, kawok, paniki, tuturuga, ayam bulu, ikan bakar, woku belangga, dll; serta dabu-dabu lilang. Sedangkan makanan yang berupa kue, yaitu nasi jaha, cucur, bobengka, onde-onde, koyabu, binyolos, apang, termasuk halua kanari, halua kacang, kacang goyang, kacang tore, kacang rebus, manisan pala, pedisan pala, dan dodol.

WHEEL ROAD (JALAN RODA)

T

his road is located in downtown shopping center, Pasar 45 Manado. The heterogeneous people of Manado became one in this place, where everyone becomes one in this place. People from every social and economic stratum came to this place to enjoy fried banana, nasi jaha, cucur, boiled corn, and many more, plus the enjoyment drinking “kopi stenga” as special drink of Jarod while talking about business, politics, economic, entertainment, soccer, to the daily problems that happened in the midst of Manado people. Available facilities are parking lot and canopy that covered this place from sunshine and rain.

T

erletak di pusat kota “shopping center” Pasar 45 Manado. Masyarakat Manado yang heterogen menyatu ditempat ini, dimana setiap orang dari semua strata sosial dan ekonomi datang ditempat ini untuk menikmati sajian kue pisang goreng, nasi jaha, cucur, milu rebus dan beraneka kue khas Manado. Ditambah lagi dengan kenikmatan meneguk ‘kopi stenga” sebagai minuman khas jarod sambil berbincang soal bisnis, politik, ekonomi, hiburan, sepakbola sampai masalah seharihari yang terjadi ditengah masyarakat Kota Manado. Fasilitas yang tersedia yaitu tempat parkir dan kanopi yang melindungi tempat ini agar terlindung dari sinar matahari dan hujan.

30


WAKEKE ROAD

T

his road located in Mahakeret Barat sub-district in Wenang district that located near downtown expenditure area. Wakeke Road is well known with the traditional menu; Bubur Manado (Manado porridge) or Tinutuan that served with Skipjack fish, dabu-dabu, Nike fish, boiled corn, and many other Manadonese food can be found here. Usually, every morning on Sunday or in other holidays this place became a favorite objective as eating place while gathering with family or client. This is a culinary tourism location with Tinutuan as tourism object. Tourism activities that can be done are seeing and enjoying the deliciousness of Manadonese special food. Available facility is parking lot.

T

erletak di kelurahan Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang berada dekat dengan kawasan perbelanjaan pusat kota. Jalan Wakeke terkenal dengan menu masakan tradisional Bubur Manado atau Tinutuan yang disajikan bersama dengan ikan cakalang, dabu-dabu, ikan nike, milu rebus, dan beraneka masakan khas Manado dapat ditemukan disini. Biasanya pada setiap pagi, hari minggu dan hari-hari libur tempat ini menjadi tujuan favorit sebagai tempat makan sambil berkumpul bersama keluarga atau relasi kerja. Merupakan tempat wisata kuliner dengan obyek kunjungan wisata yaitu makanan khas Tinutuan. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa melihat dan menikmati kelezatan makanan khas Manado. Fasilitas yang tersedia, yaitu tempat parkir.

31


32


T

his located along Manado coastal area, with 70 hectare wide in Boulevard road, 3, 85 km long. As the result of Manado seashore reclamations, this place has become the largest business area in East Indonesia. Besides that, this place is also a “shopping and entertainment heaven� in Manado. This thing is proved by the existence of international leveled business, entertainment, and shopping centers, such as: Bahu Mall, Boulevard Mall, Manado Convention Center, Manado Town Square, Mega Mas, ITC Marina Plaza, The Ritzy Hotel, Quality Hotel, Multi Mart, Jumbo Swalayan, etc. If we walk there in the night, we will see a lot of people sit along Boulevard road, enjoying the night scenery, eating with friends in kiosks and restaurants along Boulevard road. If you want romantic and comfort atmosphere with

33


Manado Bay view, you can eat in Bahu Mall, Mega Mall, and the other shopping center area that always ready to serve various Manadonese food such as: ikan bakar, woku belanga, Tinutuan, etc. For people that want night entertainment, in this area there are also cafĂŠ, pub, karaoke, spa, etc. International leveled facilities are available in this are, from accommodation, food and drink, entertainment, money changer, ATM, bank, travel, and parking.

T

erletak disepanjang pesisir pantai Kota Manado dengan luas sekitar 70 Ha di ruas jalan Boulevard sepanjang, 3,85 km. Sebagai hasil dari pembangunan reklamasi Pantai Manado, tempat ini telah menjadi kawasan bisnis terbesar di Indonesia Timur. Selain itu, kawasan ini juga merupakan sebuah ‘surga belanja dan hiburan’ di Kota Manado. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya pusat-pusat bisnis, hiburan dan perbelanjaan yang bertaraf internasional seperti: Bahu Mall, Boulevard Mall, Manado Convention Center, Manado Town Square, Mega Mas, ITC Marina Plaza, The Ritzy Hotel, Quality Hotel, Multi Mart, Jumbo Swalayan, dan lain sebagainya. Apabila kita berjalan-jalan pada malam hari maka akan terlihat banyak orang yang duduk-duduk disepanjang jalan boulevard sambil menikmati keindahan gemerlap malam sambil bersantai di kios-kios, rumah makan dan restoran yang berjejer disepanjang jalan boulevard yang menyajikan beraneka menu makanan yang murah meriah. Apabila ingin suasana romantis dan nyaman dengan pemandangan teluk Manado , maka acara goyang lidah dapat dilakukan dikawasan Bahu Mall, mega Mall dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya yang selalu siap menyajikan beraneka masakan khas Manado yaitu ikan bakar, woku belanga, tinutuan, dan sebagainya. Juga menyediakan masakan yang berasal dari seluruh penjuru nusantara. Bagi mereka yang ingin hiburan malam, dikawasan ini hadir pusat huburan malam seperti cafĂŠ, akraoke, pub, spa, salon kecantikan, kebugaran dan lain sebagainya. Fasilitas dan sarana prasarana yang bertaraf internasional tersedia di kawasan ini mulai dari penginapan, makan minum, hiburan, money changer, ATM, bank, travel dan parkir.

34


TULUDE

T

ulude is a people of Manado’s life custom that came from Sangihe Talaud tribe. Tulude celebration is filled with custom ceremony with Christian characters on it. This celebration signed with the cake slicing by the leader. and after that the cake is given to the participants. This ceremony is also toned up with Masamper dance show.

T

ulude merupakan suatu kebiasaan hidup Masyarakat Kota Manado yang berasal dari suku bangsa Sangihe Talaud. Perayaan Tulude atau kunci Taong (kunci Tahun) diisi dengan upacara adat yang bersifat keagamaan Kristiani dimana ungkapan Puji Syukur terhadap Sang Pencipta oleh karena berkat dan rahmat telah diterima selama setahun berlalu serta memohon bimbingan dalam menjalani tahun baru. Perayaan ini ditandai dengan pemotongan Kukis (Kue) Tamu oleh Pimpinan Adat, selanjutnya dibagikan kepada seluruh peserta upacara. Perayaan Tulude dimeriahkan pula dengan pertunjukan tarian Masamper.


TOA PE KONG

S

ince the beginning of 19th century in Ban Hin Kiong Temple is always held up a customary ceremony by Kong Hu Chu followers that called Toa Pe Kong or Cap Go Meh. Toa Pe Kong is a Chinese cultural art attraction that tract local and foreign tourists. This ceremony is tone up with an attraction called Ince Pia, which is a man slicing his tongue and back with a sharp sword without any injury or blood. The procession is started from the temple and cycling according to the route that has been allowed by the ancestors, by which has been asked in prayer before.

P

ada setiap tahun sejak awal abad XIX di Klenteng Ban Hin Kiong diadakan upacara adat oleh penganut aliran Kong Hu Chu yang disebut Toa Pe Kong atau Cap Go Meh. Dalam upacara ini dimeriahkan dengan atraksi yang dinamai Ince Pia, yakni seorang yang memotong-motong badan dan mengiris lidahnya dengan sebilah pedang tajam serta menusuk pipinya dengan jarum besar yang tajam; akan tetapi tidak terluka sedikit pun. Dalam upacara ini juga ditampilkan atraksi Kuda Locia dan pikulan-pikulan serta mobil hias yang diiringi kelompok musik bambu.

BANTIK CULTURAL ATTRACTION

O

ne of the Minahasa tribe that stays in Manado City is Bantik ethnic group with its own cultural marks that enrich Manado culture. Mahamba dance, which is alike with Maengket and Kabasaran or war dance, is an old and original culture that makes the Bantik tribe’s people proud. Every September 5, the Bantik people perform cultural attraction with its custom ceremony. What is very attractive on that ceremony is Kabasaran dance attraction, with supernatural power that is invulnerable to sword.

38


S

alah satu anak suku bangsa Minahasa yang berdomisili di Wilayah Kota Manado adalah Suku Bantik. Memiliki ciri-ciri kebudayaan tersendiri sehingga memperkaya khasanah budaya Kota Manado. Tarian Mahamba yakni sejenis tarian Maengket dan tarian Kabasaran atau tari perang merupakan kebudayaan lama dan asli yang dibanggakan masyarakat Suku Bantik. Setiap tanggal 5 September masyarakat Suku Bantik menggelar Atraksi Budaya dengan upacara adatnya. Yang sangat menonjol pada event tersebut, yaitu atraksi Tarian Kabasaran dengan kekuatan supranatural yakni kebal akan pedang tajam.

FIGURA FESTIVAL

T

he word Figura was came from Latin language: figure. This is a cultural art that has been adopted from Classic Greece artistry that so close with pantomime art. This art entered Manado with the coming of Spanish traders (conquistadores). This carnival held up by Manado people in order to close the year, also as contest with figure show in series of comedy or tragedy story with dialogue or with pantomime. In this carnival there is also Cakalele (war dance), and Katrili dance, and also bamboo music and drum band show.

S

ebagai kesenian rakyat, Figura berasal dari bahasa Latin Figur atau Sosok. Telah muncul beberapa ratus tahun lalu di jazirah pesisir Teluk Manado. Ditilik dari perjalanannya, Figura merupakan seni budaya yang diadopsi dari kesenian Yunani Klasik. Seni ini lebih dekat dengan seni Pantomim atau seni menirukan laku atau watak dari seseorang tokoh yang dikenal atau diciptakan. Kesenian ini dibawa oleh pelaut Spanyol (conquistadores) yang singgah dan tinggal disekitar Pelabuhan Teluk Manado. Figura merupakan kesenian yang dapat menghadirkan dramaturgi pendek terhadap sosok atau perilaku tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam mengisi tradisi baik buruknya

39


sosok dan watak manusia. Karnaval Figura oleh masyarakat Manado diselenggarakan dalam rangka pesta kunci taong (tahun) dan dilombakan dengan sajian figur dalam rangkaian cerita berupa komedi atau tragedi melalui dialog ataupun pantomim. Karnaval Figura ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan Cakalele (tarian perang) dan tarian Katrili serta penampilan Musik Bambu dan Drum Band.

MANADO EXPO (MADEX)

M

anado Expo has become the Tourism and Cultural Department’s Calendar of Event that held every year and usually held up together with Manado’s Birthday. In it there are some activities, such as: Traditional Food Competition, Traditional Sport Competition, Nyong and Nona Manado election, etc.

M

anado Expo diselenggarakan setiap tahun dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Manado. Dalam Pameran ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti Pameran Industri, Gelar Budaya, Gelar Makanan Tradisional, Lomba Olah Raga Tradisional, Pemilihan Nyong dan Nona Manado dengan penampilan busana khas Manado, Marathon Manado 10 K, dan Diving serta konser Musik Band dan Artis, dan Kegiatan lainnya.

40


KOLINTANG MUSIC

I

n the beginning Kolintang is made of Wunut from Belar wood. In the next growth, Kolintang is started to use Telor and Cempaka wood. Kolintang orchestra as traditional music product is not just as entertainment, but also as music education application tool that started from school kids.

K

olintang pada awalnya dibuat dari bahan yang disebut Wunut dari jenis kayu yang disebut Belar. Pada perkembangan selanjutnya, Kolintang mulai menggunakan bahan kayu telor dan cempaka. Orkes kolintang sebagai produk seni musik tradisional bukan saja sebagai sarana hiburan, akan tetapi juga sebagai media penerapan pendidikan musik yang dimulai dari anakanak sekolah.

BAMBOO BLOW MUSIC

T

his traditional music is come from Sangihie Talaud Archipelago created by a farmer in 1700. in the beginning this bamboo music is just as entertainment to the farmers after doing farmers activities all day long that usually sounded after dinner. These days Bamboo Blow Music has become one of the most often used music in certain events.

M

usik tradisional ini berasal dari Kepulauan Sangihe Talaud yang diciptakan oleh seorang petani pada tahun 1700. Pada mulanya musik bambu ini hanya merupakan alat penghibur bagi masyarakat petani setelah seharian melakukan aktivitas sebagai petani yang biasanya dibunyikan setelah selesai makan malam. Dewasa ini Musik Tiup Bambu telah menjadi salah satu jenis musik yang sering digunakan pada acara-acara tertentu agar menjadi semarak dan bergengsi.

41


BIA MUSIC

B

ia is one type of shells or snail that life in the sea. In 1941 a Desa Batu Minahasa villager makes shells / snail as one stack of music. Bia Music finally became one of the traditional music that gave extra value for the people.

B

ia adalah sejenis kerang atau keong yang hidup dilaut. Sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa menjadikan kerang / keong sebagai satu tumpukan musik. Musik Bia akhirnya telah menjadi salah satu seni musik tradisional yang turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

KABASARAN DANCE

K

abasaran dance which also called Cakalele dance is one of Minahasa traditional dance. This dance usually demonstrated in certain events such as welcoming guests, etc. Kabasaran dance or Cakalele is a dance that imitates the act of the ancestors, and also as a war dance.

T

ari Kabasaran sering juga disebut Tari Cakalele, adalah salah satu seni tari tradisional orang Minahasa. Biasanya tarian ini ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti menyambut tamu atau pagelaran-pagelaran seni budaya. Tari Kabasaran atau Cakalele merupakan seni tari yang menirukan perilaku dari para leluhur, juga merupakan seni tari perang melawan musuh.

42


MAENGKET DANCE

M

aengket is one of Minahasa tribe dance as a show dance to the people. This dance is accompanied by singing and drum that usually be danced after harvest as thanksgiving to The Creator at that time. Now Maengket dance have expand in the society forming heaps with new creations.

M

aengket adalah salah satu seni tarian rakyat suku bangsa Minahasa dimana merupakan tari tontonan rakyat. Tarian ini disertai dengan nyanyian yang diiringi gendang atau tambur dan biasanya dilakukan sesudah panen padi sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta pada waktu itu. Kini tari Maengket telah berkembang dalam masyarakat membentuk tumpukan-tumpukan dengan kreasi baru.

KATRILI DANCE

T

his dance is an acculturation product of Portuguese and Minahasa culture which expresses the feeling of pleasure and togetherness. It is also called the Mingling Dance because it is more often performed by the youth in Minahasa

43


THE MONUMENT OF BLESSING JESUS

L 44

ocated in Citraland Residential Winangun. Is the heighest monument of Blessing Jesus in Indonesia with height 30 meters.It is a pride for the people of the city of manado, the majority of the population are Christians. This Monument inaugurated in 2007.


MONEYCHANGER Haji La Tunrung, PT. Jl. Piere Tendean Boulevard Manado Ph. +62-431-8881116, 8881079 Indra Lintas Moneter, PT. Kawanua Hotel Jl. Sam Ratulangi No.1 Manado Ph. +62-431-867777 Manado Inter Money Changer, PT. Jl. Wolter Monginsidi No.62 Manado Ph. +62-431-864811 Primanusa Davals, PT. Sam Ratulangi Airport Sentralindo Valutama, PT. Jl. Sisingamangaraja No.12 A Manado Ph. +62-431-863563, 866134

45


Batavia Air

Kompleks Mega Mas Blok 1 A1 No.20 Ph. +62-431- 855878 Fax. +62-431 - 855766

Garuda indonesia

Jl. Sam Ratulangi 212 Manado Ph. +62-431- 877737

lion air

ITC Marina Plaza Manado Ph. +62-431- 8880060, 840200, 847000

46


merpati nusantara

Jl. Martadinata 60 Manado Ph. +62-431 - 841126

Silk Air

Jl. Sarapung No.5 Manado Ph. +62-431 - 863744, 863844 Fax. +62-431 - 853841

Sriwijaya air

Kompleks Bahu Mal Manado Ph. +62-431- 837688, 837667

47


Aneka KERAWANG

Jl. B.W. Lapian No.37 Manado Ph. +62-431-851049

ASRI shop and gallery

Wenang Asri Manado Ph. +62-431-827117, 827113

BOHUSAMI SOUVENIR SHOP

Jl. Sam Ratulangi No.178 Manado Ph. +62-431-844694

INDAG souvenir shop

Jl. Sam Ratulangi Manado Ph. +62-431-827117

MAESA SOUVENIR

Jl. B.W. Lapian Manado Ph. +62-431-857636

MANADO SOUVENIR

Jl. B.W. Lapian No.25 Manado Ph. +62-431-850680, 853912

MEGA INDAH KERAWANG & sOUVENIR

Kompleks Mega Mas Blok X No.26 Manado Ph. +62-431-879779

merciful building

Kompleks Wanea Plaza Blok H 7-10 Jl. Sam Ratulangi 383 Manado 95117 Ph. +62-431- 845892, 876719 Fax. +62-431 - 845938


TOKO KERAWANG

Jl. Walanda Maramis No.48 Manado Ph. +62-431-864223

UD. KAWANUA

Jl. B.W. Lapian No.41 Manado Ph. +62-431- 866659 Fax. +62-431-841077

warong ventje

Jl. Sam Ratulangi 148 Manado Ph. +62-431-860135


USEFUL

TELEPHONE NUMBERS FLIGHT INFORMATION +62-431-814320

AMBULANCE 118

POLICE +62-431-842486, +62-431-840690, 855110

FIRE BRIGADE 113, +62-431-864444

GOVERNOR OFFICE +62-431-865559 MANADO MAYOR OFFICE +62-431-861611, 863203 MANADO TOURISM & CULTURE OFFICE +62-431-837674 IMIGRATION CUSTOME’S +62-431-863491 HOSPITAL RS. Prof. DR. R.D. Kandou +62-431-859962

RS. Advent Manado +62-431-847950

RS. Pancaran Kasih +62-431-867186, 865800, 863237

RS. Siti Maryam +62-431-851577

RS. Robert Wolter Mongisidi +62-431-852250

RS. AURI Manado +62-431-814119

RS. Prof.DR.V.L. Ratumbuysang RS. Bhayangkara Manado +62-431-855703 +62-431-822952


TAXISERVICES BLUE BIRD TAXI +62-431-861234

CELEBRITY TAXI +62-431-813222

DIAN TAKSI +62-431-815353

KOKAPURA TAXI +62-431-811777

TRUST TAXI +62-431-824000


The Monument of Blessing Jesus

MANADO TOURISM & CULTURE OFFICE

Kelurahan Bahu Lingkungan 1 Kompleks Bahu Mall Manado Ph. +62-431-837674 Fax. +62-431-837675 www.manadokota.go.id Š 2009

Manado Tourism Guide 2009  

Official Guide Book from Manado Tourism and Cultural Board

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you