Issuu on Google+

BAB I PENDAHULUAN Kurikulum berbasis kompetensi yang mulai diberlakukan di sekolah dasar bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan cerdas sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini hanya dapat tercapai apabila proses pembelajaran yang berlangsung mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa, dan siswa terlibat langsung dalam pembelajaran IPA. Disamping itu kurikulum berbasis kompetensi (KBK) memberi kemudahan kepada guru dalam menyajikan pengalaman belajar, sesuai dengan prinsip belajar sepanjang hidup yang mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar untuk mengetahui (learning to know), belajar dengan melakukan (learning to do), belajar untuk hidup dalam kebersamaan (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). Untuk itu guru perlu meningkatkan mutu pembelajarannya, dimulai dengan rancangan pembelajaran yang baik dengan memperhatikan tujuan, karakteristik siswa, materi yang diajarkan, dan sumber belajar yang tersedia. Kenyataannya masih banyak ditemui proses pembelajaran yang kurang berkualitas, tidak efisien dan kurang mempunyai daya tarik, bahkan cenderung membosankan, sehingga hasil belajar yang dicapai tidak optimal. Menurut pengamatan penulis, dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas penggunaan model pembelajaran yang bervariatif masih sangat rendah dan guru cenderung menggunakan model konvesional pada setiap pembelajaran yang dilakukannya. Hal ini disebabkan karena kurangnya penguasaan guru terhadap model-model pembelajaran yang ada, padahal penguasaan terhadap model-model pembelajaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru, dan sangat sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah menjadi tanggungjawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama bagi guru SD, yang merupakan ujung tombak dalam pendidikan 1


dasar. Guru SD adalah orang yang paling berperan dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat bersaing di jaman pesatnya perkembangan teknologi. Untuk itu, guru harus menerapkan model pembelajaran interaktif yang sering dikenal dengan nama pendekatan pertanyaan anak. Model ini dirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian menemukan jawaban pertanyaan oleh mereka sendiri. A. Latar Belakang Masalah Sains atau IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib di sekolah dasar. Dengan belajar sains akan dapat mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Sains juga merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep, prinsipprinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap ilmiah. Pendidikan sains menekankan

pada

pemberian

pengalaman

langsung

dan

untuk

mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan sains diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang alam sekitar. Dengan demikian pengetahuan sains menjadi suatu keharusan untuk dipelajari bagi siswa terutama siswa Sekolah Dasar. Untuk itu, dalam penyampaian ilmu pengetahuan tentang pelajaran sains seorang guru akan lebih mudah dalam pencapaian tujuan yang diharapkan, apabila seorang guru menggunakan media atau alat bantu dalam proses kegiatan belajar mengajar sains. Pemanfaatan media seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Pada kenyataannya, penggunaan media relative jarang digunakan oleh guru pada saat proses belajar mengajar. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor pemahaman yang kurang, serta kesulitan pemilihan media yang tepat terhadap materi sains biologi pada saat pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Sehingga rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah Kurangnya penggunaan media saat

2


guru menyampaikan pelajaran, Guru menyampaikan pelajaran hanya secara verbalistik, Kurangnya perhatian siswa pada saat proses pembelajaran, Kurangnya siswa bertanya saat pembelajaran berlangsung dan ketuntasan tiap individu yang di harapkan oleh sekolah tidak sesuia dengan yang diharapkan. Beberapa upaya yang harus dilakukan oleh seorang guru kepada anak didiknya yaitu seperti menyuruh siswa meringkas materi pelajaran, memberi tugas rumah, agar memotivasi siswa dalam belajar. Namun hasil belajar yang dicapai siswa masih belum memuaskan. Oleh sebab itu maka dicari alternatif lain agar hasil belajar siswa meningkat. Pada penelitian ini, peneliti menerapkan penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran, karena media gambar dapat membantu siswa dalam mengenal bentuk benda yang asli melalui gambar dan melatih siswa agar dapat mengamati, menggambarkan dan menyimpulkan, sehingga pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan dapat tercapai. Penggunaan

media

gambar

sangat

diperlukan

dalam

upaya

memperjelas dan memperluas pengertian kepada siswa. Diharapkan dengan menggunakan media gambar dalam pembelajaran dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran. Sehingga masalah yang dialami siswa dapat teratasi dengan meningkatnya hasil belajar. Media gambar adalah suatu alat peraga berupa media yang termasuk media visual dimana pesan yang akan disampakan dituangkan kedalam simbol komunikasi visual. Media gambar terdiri dari dua dimensi, mempunyai panjang dan lebar, media gambar dapat dirancang sendiri sesuai dengan materi ajar yang dipelajari. Berdasarkan masalah diatas maka peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan Penelitian tindakan Kelas (PTK) dengan judul: Meningkatkan Prestasi Hasil Belajar Pada Materi Daur Hidup Hewan Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas VI Semester I SDN 1 Klayan Kabupaten Cirebon.

3


B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1.

Apakah dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan prestasi hasil belajar pada materi daur hidup hewan pada siswa Kelas VI Semester I SDN 1 Klayan Kabupaten Cirebon ?

2.

Apakah dengan menggunakan media gambar dapat melatih siswa untuk bisa mengamati, menggambarkan dan menyimpulkan materi yang telah disampaikan ?

3.

Apakah upaya yang dilakukan oleh seorang guru kepada anak didiknya yaitu yaitu seperti menyuruh siswa meringkas materi pelajaran, memberi tugas rumah, akan memotivasi siswa dalam belajar ?

C. Identifikasi masalah Dalam setiap kegiatan pembelajaran di dalam kelas, sering berlangsung dalam kondisi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hanya sebagian kecil yang dapat mengikuti kegiatan pembelajaran, bahkan sebagian anak tidak berminatuntuk mengikuti kegiatan belajar. Akibatnya setiap evaluasi pada akhir pembelajaran hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ratarata masih jauh dari tingkat keberhasilan pembelajaran. Melihat hasil evaluasipada akhir pembelajaran dan situasi selama kegiatan belajar mengajar terdapat beberapa masalah yang diajukan, yaitu tentang : -

Pembelajaran pada umumnya masih bersifat konvensional. Guru kurang kreatif dan miskin inovasi dalam menyampaikan materi pelajaran. Bahkan terkesan guru hanya ingin penyampaian materi itu cepat selesai tanpa memperdulikan bagaimana proses pembelajaran yang berlansung dan keluaran yang dihasilkan.

-

Kurangnya motivasi dari siswa untuk mengikuti pembelajaran dikelas, siswa cenderung kurang aktif sehingga sehingga menyebabkan pembelajaran bersifat teacher-centered. Siswa hanya menerima materi,

4


menulis, dan mengikuti semua yang dilakukan guru, akibatnya pembelajaran hanya bersifat verbalistik. D. Tujuan dan Manfaat Penelitian Sesuai dengan permasalahan yang telah diuraikan diatas maka perlu dilaksanakan proses pembelajaran dengan baik. Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dalam laporan penelitian tindakan Kelas VI ni yaitu dalam rangka perbaikan pembelajaran ini adalah sebagai berikut: 1. Tujuan penelitian a.

Untuk meningkatkan prestasi hasil belajar pada materi daur hidup hewan dengan menggunakan media gambar pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas VI Semester I SDN 1 Klayan Kabupaten Cirebon .

b.

Untuk melatih siswa agar aktif dalam proses belajar. Serta

c.

Untuk meningkatkan kinerja guru agar selalu kreatif dalam menyampaikan materi dalam proses belajar dan mengajar.

2. Manfaat penelitian Penelitian tindakan Kelas VI ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak yang terkait dengan dunia pendidikan, terutama guru dan siswa yang terlibat langsung dalam proses belajar dan mengajar. Adapun manfaatnya yaitu: a. Manfaat bagi Siswa: 1)

Meningkatkan hasil belajar sains pada siswa.

2)

Meningkatkan pemahaman pada mata pelajaran sains.

3)

Meningkatkan akfivitas siswa pada proses belajar mengajar.

4)

Meningkatkan kemampuan siswa dalam mempergunakan alatalat pembelajaran.

b. Manfaat bagi Guru:

5


1)

Sebagai bahan masukkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

2)

Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi guru dalam meningkatkan hasil belajar.

3)

Meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan media dalam pembelajaran.

E. Hipotesis Belajar adalah kegiatan para siswa, baik dengan bimbingan guru atau dengan usaha sendiri. Pendidik berusaha membantu agar siswa belajar lebih terarah, cepat, lancer, dan berhasil baik. Atau istilah lain dengan membelajarkan siswa. Pembelajaran agar berhasil perlu dilaksanakan ssistematis, secara bulat dengan mempertimbangkan segala aspek. Sebelum mengenal pembelajaran secara khusus perlu mengenal pembelajaran secara umum. Pembelajaran di dalam kelas baik secara klasikal atau individual dibutuhkan adanya model pembelajaran. Untuk itu perlu diketahui terlebih dahulu pengertian model secara umum. Model dalam kehidupan sehari – hari merupakan suatu pola yang di contoh, baik dalam bentuk fisik suatu hasil kerja atu suatu pola tertentu menghasilkan perilaku belajar yang baik. Model pembelajaran merupakan penyederhanaan dari hubungan berbagai komponen yang ada dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Komponen – komponen pembelajaran meliputi : metode belajar, sarana dan prasarana, guru, siswa, kurikulum, alat evaluasi, dan sebagainya. Menurut Zamroni(1988:79), mengatakan model merupakan inti dari teori dalam bentuk sederhana, sehingga mudah dibaca dan dipahami. Meskipun demikian, mengingat, menydari, dan memperhatikan kondisi pendidikan sekarang ini seperti adanya kejanggalan berkaitan dengan kurikulum, yaitu Kekurang pahaman guru dan penyelenggaraan pendidikan terhadap kurikulum bisa bearkibat fatal terhadap hasil belajar peserta didik. Hal ini terbukti ketika mereka dihadapkan pada ujian nasional, mereka sering kelabakan dan sering ketakutan.

6


Dari pemaparan diatas, dapat dinyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media alat peraga, yakni berupa gambar

sangat penting

manfaatnya karena dengan media tersebut siswa dapat memahami materi yang dijelaskan. Kemajuan pendidikan di era globalisasi sekarang ini, dengan menggunakan metode dan media yang bervariasi. Untuk itu, penggunaan media gambar merupakan cara yang tepat dalam materi Daur hidup hewan. Sebab, dengan media gambar, materi daur hidup hewan ini akan mudah dipahami oleh siswa. Serta dengan media gambar, proses pembelajaran dikelas tidak membosankan. Karena pada media gambar tersebut terdapat beberapa variasi warna dan bentuk. Sehingga siswa akan lebih focus terhadap materi yang diajarkan dan akan menghasilkan proses pembelajaran yang efektif dan kreatif.

7


BAB II LANDASAN TEORI A. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam 1. Pengertian Pembelajaran Suatu proses belajar harus ad interaksi anatara siswa dan guru. Hal ini harus terjadi agar dalam suatu PBM (proses belajar mengajarar) tidak terasa monoton dan hanya bisa berinterksi satu arah. Interaksi siswa dan guru yang baik akan dapat meningkatakan atau memajukan proses belajar mengajar yamg baik. Interaksi ini mencakup segala hal yang terjadi dalam proses pembelajaran Saat guru menerangkan suatu pelajaran dan siswa dapat menanggapi dengan baik memperhatikan guru, ini yang disebut interaksi yang tidak monoton. Dalam hal interksi seperti ini jika guru bertanya dan murid bisa menjawab ini juga

interaksi

yang

tidak

monoton.

Berdasarkan uraian di atas maka dalam penelitian ini dimaksud dengan interksi dlam proses pembelajaran adalah hubungan timbal balik antara guru dan siswa sehingga mendapatkan suasana yang kondusif dalam upaya memajukan suatu proses pembelajaran. Sedangkan

belajar

merupakan

proses

memperoleh

kecakapan,

ketrampilan dan sikap. Gagne (1984) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses dimana organisme berubah perilakunya diakibatkan pengalaman. Menurut Gagne dalam Yamin, 2005: 17, belajar merupakan kegiatan yang kompleks dimana setelah belajar tidak hanya memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai, akan tetapi siswa harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mengembangkan pemikirannya karena belajar merupakan proses kognitif. Lingkungan sekitar banyak mempengaruhi sikap dan perilaku masing-masing individu, seperti pola berfikir, bertindak, berbicara, sikap, gaya bahasa, watak dan lain sebagainya. Lingkungan pendidikan terdiri dari rumah tangga, sekolah, dan lingkungan lainnya. Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi 8


pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu pertanda bahwa seorang telah belajar suatu adalah perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (apektif). 2. Media Gambar a. Media gambar sebagai salah satu media pembelajaran Dalam pengajaran bahasa inggris sebagai bahasa asing media mempunyai peran penting karena beberapa alasan. Media pembelajaran membantu guru dalam mengatur proses pengajarannya serta penggunaan waktu di kelas dengan bijak. Media pembelajaran yang biasa digunakan meliputi permainan, video, CD, VCD, tape, dan sebagainya. Ketersediaan media di suatu kelas akan mempengaruhi pembelajaran siswa dimana penempatan media yang sesuai akan mendukung proses pencapaian pembelajaran itu sendiri. b. Pengertian Media Gambar Diantara media pembelajaran, media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar daripada tulisan, apalagi jika gambar dibuat dan disajikan sesuai derngan persyaratan yang baik, sudah tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Alat peraga dapat memberi gagasan dan dorongan kepada guru dalam mengajar anak-anak sekolah dasar. Sehingga tidak tergantung pada gambar dalam buku teks, tetapi dapat lebih kreatif dalam mengembangkan alat peraga agar para murid menjadi senang belajar media inggris. Media Intervi menurut Heinrich (1981) adalah yang media digunakan untuk membawa pesan dengan suatu tujuan. Jadilah kelebihan alat peraga visual khususnya sebagai salah satu dari media pembelajaran yang efektif: Dibawah ini beberapa pengertian media gambar,

1) diantaranya

:

9


Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk 2 dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam-macam seperti lukisan, potret, slide, film, strip, opaque proyektor. 2)

Media gambar adalah media yang paling umum dipakai, yang merupakan bahasan umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja.

3)

Media gambar merupakan peniruan dari bendabenda dan pemandangan dalam hal bentuk, rupa serta ukurannya relatif terhadap lingkungan

c. Manfaat media pembelajaran bagi guru adalah : Memudahkan pengertian ketika anak-anak sedang

1)

mendengarkan 2)

Dapat melafalkan dengan baik arti dari kosa kata.

3)

Dapat membaca dengan benar.

4)

Tersedianya suatu topik kata

5)

Memudahkan jalan komunikasi antara guru dan murid Ada berbagai macam yang alat peraga visual yang secara efektif

dapat digunakan oleh para guru di dalam kelas.Guru sekolah dasar harus menggunakan beberapa alat peraga visual dalam pembelajaran untuk memudahkan mengajar.Sebagian dari alat peraga visual yang kita dapat digunakan adalah gambar-gambar, tabel, poster, kartun dan benda nyata. Gambar yang berwarna – warni dapat membuat murid dalam belajar bahasa inggris menjadi semangat. gambar ini dapat menerjemahkan konsep abstrak menjadi lebih realistis dan berwujud,sehingga murid tidak hanya dapat membayangkan saja.Dengan mengambil gambar-gambar dari surat kabar, majalah dan kalender tentu tidak membutukan biaya mahal. Disamping itu suasana pembelajaran menjadisemakin menyenangkan. Ini dapat dilakukan disemua tingkatan disekolah dasar. Simpulannya media gambar adalah

10


perwujudan lambang dari hasil peniruan-peniruan benda, pemandangan, curahan pikiran, atau ide-ide yang divisualisasikan kedalam bentuk 2 dimensi. Bentuknya dapat berupa gambar situasi dan lukisan yang berhubungan denagn pokok bahasan. d. Fungsi Media Gambar Pemanfaatan media pembelajaran ada dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi gurusiswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu fungsi utama dari media pembelajaran adlah sebagai alat bantu mengajar yang dipergunakan guru. Secara garis besar fungsi utama penggunaan media gambar adalah: Fungsi edukatif; artinya mendidik dan memberikan

1)

pengaruh positif pada pendidikan. Fungsi sosial; artinya memberikan informasi yang

2)

autentik dan pengalaman berbagai bidang kehidupan dan memberikan konsep yang sama kepada setiap orang. Fungsi ekonomis; artinya memberikan produksi

3)

melalui pembinaan prestasi kerja secara maksimal. Fungsi

4)

politis;

berpengaruh

pada

politik

pembangunan. Fungsi seni budaya dan telekomunikasi, yang

5)

mendorong dan menimbulkan ciptaan baru, termasuk pola usaha penciptaan teknologi kemediaan yang modern. Fungsi-fungsi tersebut diatas terkesan masih bersifat konseptual. Fungsi praktis yang dijalankan oleh media pengajaran adalah sebagai berikut: 1)

Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi pesrta didik, misalnya kaset video rekaman kehidupan di luar sangat diperlukan oleh anak yang tinggal didaerah pegunungan.

11


Mengatasi batas ruang dan kelas, misalnya gambar

2)

tokoh pahlawan yang dipasang diruang kelas. 3)

Mengatasi keterbatasan kemampuan indera

4)

Mengatasi

peristiwa

alam,

misalnya

rekaman

peristiwa letusan gunung berapi untuk menerangkan gejala alam. 5)

Menyederhanakan kompleksitas meteri.

6)

Memungkinkan siswa mengadakan kontak langsung dengan masyarakat atau alam sekitar.

e. Karakteristik Media Menurut Rahadi ada beberapa karakteristik media gambar : Harus autentik, artinya dapat menggambarkan obyek

1)

atau peristiwa seperti jika siswa melihat langsung Sederhana, komposisinya cukup jelas menunjukkan

2)

bagian-bagian pokok dalam gambar tersebut Ukuran gambar proporsionsl, sehingga siswa mudah

3)

membayangkan ukuran yang sesungguhnya benda atau objek yang digambar. Memadukan antara keindahan dengan kesesuiannya

4)

untuk mencapai tujuan pembelajaran. Gambar harus message. Tidak setiap gambar yang

5)

bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Adapun kelebihan Media Gambar yaitu bersifat konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika dibandingkan dengan bahasa verbal. Sehingga dapat mengatasi batasan ruang dan waktu dan dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita serta memperjelas masalah dibidang apa saja dan harganya murah, mudah didapat serta mudah digunakan digunakan

12


Adapun kelemahan Media Gambar yaituy hanya menampilkan persepsi indera mata, ukurannya terbatas hanya dapat dilihat oleh sekelompok siswa. Gambar diinterpretasikan secara personal dan subyektif. Gambar disajikan dalam ukuran yang sangat kecil, sehingga kurang efektif dalam pembelajaran. Sedangkan Menurut Sudjana, tentang bagaimana siswa belajar melalui gambargambar adalah sebagai berikut : 1. Ilustrasi gambar merupakan perangkat tingkat abstrak yang dapat ditafsirkan berdasarkan pengalaman dimasa lalu, melalui penafsiran kata-kata. 2. Ilustrasi gambar merupakan perangkat pengajaran yang dapat menarik minat belajar siswa secara efektif. 3. Ilustrasi gambar membantu para siswa membaca buku pelajaran terutama dalam penafsiran dan mengingat-ingat materi teks yang menyertainya. 4. Dalam booklet, pada umumnya anak-anak lebih menyukai setengah atau 1 halaman penuh bergambar disertai beberapa petunjuk yang jelas. 5. Ilustrasi gambar isinya harus dikaitkan dengan kehidupan nyata, agar minat para siswa menjadi efektif. 6. Ilustrasi gambar isinya hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga tidak bertentangan dengan gerakan mata pengamat dan bagian-bagian yang paling penting dari ilustrasi itu harus dipusatkan pada bagian sebelah kiri atas medan gambar. Dengan demikian media gambar merupakan salah satu teknik media pembelajaran yang efektif kerena mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas, kuat dan terpadu melaui pengungkapan kata-kata dan gambar. 3. Materi Daur Hidup Hewan a. Pertumbuhan Dan Perkembangan Makhluk Hidup

13


Setiap makhluk hidup baik tumbuhan ataupun hewan mempunyai kemampuan perkembangan

untuk

tumbuh

merupakan

dan

suatu

berkembang. proses

dimana

Pertumbuhan keduanya

dan

berjalan

berdampingan. Dengan demikian proses pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Tetapi jika kita pahami dari kata pertumbuhan dan perkembangan ada perbedaan yang mendasar. Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup berupa perubahan ukuran yang bersifat irreversible. Bersifat irreversible artinya tidak berubah kembali ke asal, karena adanya penambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi saat proses pertumbuhan. Dalam pertumbuhan terjadi pertambahan ukuran, volume, panjang (tinggi), dan pertambahan massa. Hal ini dapat diperlihatkan pada manusia saat baru dilahirkan, panjang tubuh bayi sekitar 45 cm dan massa tubuhnya kira-kira 3 kg. setelah mengalami pertumbuhan, terjadilah pertambahan panjang dan massa tubuh pada sang bayi tersebut. Manusia dan hewan umumnya memiliki periode pertumbuhan yang terbatas, artinya pada periode tertentu tidak terjadi proses pertumbuhan lagi. Tetapi tumbuhan dapat mengalami pertumbuhan sepanjang hidupnya. Pertumbuhan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Bersifat kuantitatif (dapat dihitung atau dinyatakan dengan satuan bilangan). 2. Terdapat pada jaringan meristem (untuk tumbuhan). 3. Reproduksi secara mitosis. Perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada makhluk hidup. Adapun ciri-ciri perkembangan adalah sebagai berikut: 1. Bersifat kualitatif (tidak dapat diukur). 2. Terdapat pada alat perkembangbiakan/reproduksi. 3. Reproduksi secara meiosis. Contoh dari perkembangan antara lain: terbentuknya bunga.

14


b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor dalam (internal) maupun faktor luar (eksternal). 1) Faktor Dalam (internal) yaitu merupakan faktor yang berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri. Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor dalam (internal) antaran lain sebagai berikut : a) Gen (Genetik) Gen merupakan sifat yang tidak tampak dari luar. Gen terbentuk dari sejumlah asam nukleat yang tersusun dalam makromolekul yang disebut DNA. Gen berfungsi sebagai pembawa faktor keturunan, sehingga sifat yang dimiliki oleh induk akan diturunkan kepada keturunannya. Masing-masing jenis (species), bahkan masing-masing individu memiliki gen untuk sifat tertentu seperti: cepat tumbuh, berbatang tinggi, berbatang pendek, berbuah lebat, berbuah jarang. b) Hormon Hormon-hormon yang berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, antara lain : c) Hormon Pertumbuhan yaitu hormon yang merupakan senyawa organik pada manusia dan sebagian hewan. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang merupakan kelenjar buntu. Hormon mempengaruhi reproduksi, metabolisme, serta perumbuhan dan perkembangan. Hormon pertumbuhan merupakan hormon yang memacu pertumbuhan. Pada tumbuhan seperti auksin yang memacu pertumbuhan pucuk. Giberelin yang berfungsi pada pemanjangan tumbuhan dan berperan juga dalam partenokarpi. Sitokinin berfungsi untuk merangsang pembelahan sel. Sitokinin berperan dalam mempergiat pembelahan sel, dan memperngaruhi pertumbuhan tunas serta akar. d) Hormon Penghambat Pertumbuhan Hormon penghambat pertumbuhan merupakan hormon yang berfungsi untuk menghentikan aktivitas pertumbuhan dan perkembangan dan

15


sering dikenal dengan istilah fitohormon. Suatu keadaan dimana tidak terjadi kegiatan (aktivitas) pertumbuhan dan perkembangan disebut dorman.

5. Hormon Pembentuk Organ Tubuh Hormon pembentuk organ tubuh merupakan hormon yang berfungsi untuk merangsang pembentukan organ tubuh. Pada tumbuhan, misalnya

hormon

Rhizokalin

berfungsi

untuk

merangsang

pembentukan akar. Kaulokalin, Filokalin, dan Antokalin merupakan hormon yang membantu pula dalam pembentukan organ. 6. Hormon luka yairu hormon yang merangsang terbentuknya jaringan baru dari bagian tepi luka yang kemudian akan menutupinya. Pada tumbuhan misalnya, asam traumalin akan membentuk jaringan kalus yang akan menutupi luka. 2) Faktor Luar (eksternal) yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar tubuh makhluk hidup itu sendiri. Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor luar (eksternal) antara lain sebagai berikut: a) Makanan (Nutrisi) yaitu merupakan faktor utama untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan akan mengalami gangguan pertumbuhan (abnormal) jika kekurangan zat dan mineral (unsur hara). Fungsi nutrisi diantanya adalah sebagai bahan pembangun tubuh makhluk hidup. Nutrisi bagi sebagian besar hewan dan manusia dapat berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Protein merupakan bahan pembangun sel-sel tubuh. b) Suhu, Setiap makhluk hidup memiliki batas toleransi pada suhu. Jika suhu lingkungan terlalu dingin atau terlalu panas, maka makhluk hidup tidak dapat tumbuh dan berkembang sempurna. Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik

16


bagi tumbuhan adalah antara 22째C sampai dengan 37째C. Temperatur yang

lebih

atau

kurang

dari

batas

normal

tersebut

dapat

mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti Suhu udara mempengaruhi semua kegiatan tumbuhan yang berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis, penguapan (transpirasi) dan pernapasan (respirasi). c)

Cahaya

(Sinar),

sangat

dibutuhkan untuk kehidupan, terutama cahaya matahari. Semua makhluk hidup membutuhkan cahaya matahari. Misalnya tumbuhan hijau membutuhkan cahaya matahari untuk mendukung proses fotosintesis. Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuningkuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan. d) Kelembaban, Sampai batas-batas tertentu, tanah dan udara yang lembab berepengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman. Hali ini karena air yang dapat diserap tanaman lebih banyak dan lebih sedikit air yang diuapkan sehingga menyebabkan pembentangan sel-sel. Dengan demikian sel-sel tanaman akan lebih cepat mencapai ukuran yang maksimum. Faktor-faktor lingkungan tersebut di atas yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman bersifat kompleks. Faktor-faktor tersebut tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

17


BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Menurut Kirk dan Miller, istilah penelitian kualitatif pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif. Berbagai jenis metode dan pendekatan . Dalam penelitian kualitatif, tingkat perkembangan dan kematangan masing-masing metode ditentukan juga oleh bidang keilmuan yang memiliki sejarah perkembangannya. Penelitian kualitatif mempunyai pengertian yang berbedabeda untuk setiap momen. Meskipun demikian, definisi secara umum yaitu: penelitian kualitatif merupakan suatu metode berganda dalam fokus, yang melibatkan suatu pendekatan interpretatif dan wajar terhadap setiap pokok permasalahannya. Ini berarti penelitian kualitatif bekerja dalam setting yang alami, sehingga penelitian kualitatif ini melibatkan

penggunaan dan

pengumpulan berbagai bahan empiris, seperti studi kasus, pengalaman pribadi, instropeksi, riwayat hidup, wawancara, pengamatan, teks sejarah, interaksional dan visual. Berdasarkan pemaparan diatas dan kecenderungan data yang didapat dari studi lapangan dan kesesuaian dengan peneliti, maka metode yang tepat adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif (termasuk penelitian historis dan deskriptif), yaitu penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian ini dimulai dengan menyusun asumsi dasar dan aturan berpikir yang akan digunakan dalam penelitian. Asumsi dan aturan berpikir tersebut selanjutnya diterapkan secara sistematis dalam pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan penjelasan dan argumentasi. Dalam penelitian kualitatif informasi yang dikumpulkan dan diolah harus tetap obyektif dan tidak dipengaruhi oleh pendapat peneliti sendiri. Penelitian kualitatif banyak diterapkan dalam penelitian historis atau deskriptif.

18


B. Setting penelitian Saya melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertempatan di SDN 1 Klayan Kabupaten Cirebon . Dimana tempat tersebut terletak dipinggir jalan sehingga mudah untuk dijangkau oleh masyarakat. Sekolah tersebut berdiri 35 tahun yang lalu, dan telah mengalami renovasi sebanyak 9 kali. Sekolah dasar ini terbilang sekolah paforit, karena fasilitas didalamnya telah lengkap dibandingkan dengan sekolah dasar disekitarnya. Disekolah tersebut terdapat lapangan volley ball dan lapangan sepak bola. Disebelah kanan sekolah terdapat taman sekolah yang asri, serta ditanami dengan bunga-bunga yang selalu dirawat oleh siswa/inya. Selain itu, siswa/i disekolah tersebut sangat kreatif dan membuka koperasi sekolah yang dibantu oleh gurunya. Setelah proses belajar mengejar selesai, ada anak-anak yang mengikuti ekstra kulikuler. Seperti seni tari, paduan suara, olahraga, menggambar atau melukis dan lainnya, sehingga bakat siswa tersebut bisa tergali lebih dalam lagi. C. Teknik pengumpulan data Untuk mengumpulkan data-data selama kegiatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung, yaitu digunakan beberapa cara dan alat observasi meliputi: 1. format observasi kelas Format observasi kelas atau Flanders interaction analysis categories (FIAC), digunakan untuk menandai kegiatan yang muncul pada proses belajar mengajar dalam setiap waktu yang telah diterapkan. Format observasi Kelas VI ni digunakan untuk mengumpilkan data tentang interaksi antara guru dengan muridnya dalam proses belajar mengajar.

2. format observasi terbuka

19


format observasi terbuka ini digunakan untuk mencatat setiap langkah kegiatan proses belajar mengajar, baik yang dilakukan guru maupun murid. 3. format observasi sistematika format

observasi

istematis

digunakan

untuk

mengetahui

kemunculan suatu kegiatan atau tindakan yang telah ditentukan sebelumnya dalam prosesbelajar mengajar. 4. Rekaman Apabila memungkinkan, akan digunakan rekaman baik berupa audio (pita suara/kaset) maupun audio visual. Format rekaman ini digunakan untuk mengingat kembali kegiatan proses pembelajaran yang telah berlangsung. D. Teknik analisis data Analisis data merupakna upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainnya untuk meningkatkan pemahaman penelitian tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Dimana pengertian analiis itu sendiri adalah suatu proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola kategori dan suatu uarian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesa kerja. Sedangkan untuk meningkatkan pemahaman tersebut analisis perlu dilanjutkan dengan berupaya mencari makna. Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam metode ilmiah. Karena dengan analisis, data tersebut dapat bermakna serta dapat berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang telah dikumpulkan perlu dipecahpecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan kategorisasi, dilakukan manipulasi serta diperas sedemikian rupa sehingga data tersebut mempunyai makana untuk menjawab masalh dan bermanfaat untuk menguji hipotesa. Sejak peneliti terjun kelapangan, untuk mempelajari dan menganalisis sekaligus dianalisia. Analisa selama pengumpulan data ini memungkinkan

20


menafsirkan dan menarik kesimpulan dari kejadian yang terjadi secara langsung bagi peneliti untuk meninjau kemabli hal-hal yang berkaitan dengan metode yang diberikan kepada siswa, yaitu dengan beberapa cara, diantaranya: Guru melakukan penelitian kemampuan siswa secara langsung. Kemudian jika telah mengetahui kemampuan siswa tersebut, maka guru mengelompokan data hasil observasinya dan selanjutnya membuat deskripsi dari data yang telah terkumpul. Kemudian data tersebut di analisis sehingga mendapat gambaran dan kesimpulan dengan tujuan penelitian.

21


BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dari hasil pembelajaran, terkumpul data-data yang akan disajikan dalam bentuk tabel yang didalamnya terdapat siklus-siklus banyak anak, nilai dan presentasi, tabel pengolahan data kekuatan dan kelemahan yang didalamnya terdapat siklus, kekuatan dan kelemahan. Mata pelajaran IPA Siklus

Banyak siswa

Nilai

Presentase (%)

I

12 dari 35 siswa

75 keatas

40 %

II

19 dari 35 siswa

75 keatas

70 %

III

28 dari 35 siswa

75 keatas

85 %

Tabel pengolahan data kekuatan dan kelemahan SIKLUS I

II III

KELEBIHAN Mengkondisikan Menyampaikan tujuan Menyiapakan alat tulis Menjelaskan materi Menggunakan alat peraga Memberi kesempatan bertanya Mengelola kelas Membagikan LKS Mengadakan evaluasi Membuat kesimpulan Bertanya menyeluruh Membimbing siswa Mengelola kelas Mengadakan evaluasi Membuat kesimpulan

B. Deskripsi Hasil Penelitian 22

KEKURANGAN Tidak kondusif Membimbing siswa Bertanya menyeluruh Membuat kesimpulan Memberikan tindak lanjut

Membuat kesimpulan ď‚™ Memberikan tindak lanjut


Berdasarkan hasil pengolahan data diatas dapat dikemukakan bahwa kekuatan dan kelemahan dalam proses suatu pengajaran jika diamati dan dibandingkan dengan nilai awal sebelumnya, perbaikan tersebut dapat digambarkan dengan nilai awal sebelum perbaikan suatu pembelajaran mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal tersebut mengalami peningkatan karena adanya proses suatu pembelajaran Guru tidak hanya sebagai pemberi materi dan pengawas saja, tetapi disini guru berperan sebagai motivator, dimana guru tersebut memberi motivasi kepada anak didiknya. Sehingga siswa akan lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Proses perbaikan suatu pembelajaran yang sudah dilakukan akan dilihat dari hasil observasinya yaitu menyatakan bahwa pada siklus I kekuatan dalam proses suatu pembelajaran mencapai 55 % dan kelemahannya mencapai 45 %. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan, yaitu kekuattannya mencapai 75 % dan kelemahannya mencapai 25 %, dan pada siklus III tampak adanya suatu peningkatan yang sangat signifikan, yaitu kekuatannya mencapai 95,45 % dan kelemahannya hanya 4,55 %. Ini membuktikan bahwa telah terjadi suatu perubahan kearah positif dalam pembelajaran IPA dengan diadakannya penelitian tindakan Kelas VI ni. C. Pembahasan Pada pembelajaran IPA khususnya pada materi Daur hidup Hewan penguasaannya pada siklus I masih banyak adanya kelemahan-kelemahan yang terjadi. Hal ini dikarenakan guru dalam menggunakan alat bantu seperti media gambar masih kurang relevan dengan materi pembelajaran. Serta peranan guru dalam penyampaian materi masih kurang jelas dan kurang sistematis dalam memberikan pertanyaan, sehingga siswa sulit untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru serta tidak diterapkannya ataupun tidak diamati secara langsung materi yang telah disampaikan, serta kurangnya motivasi yang diberikan oleh guru kepada muridnya (baik berupa

23


pujian maupun berupa tepuktangan). Sehingga tidak ada interaksi dengan baik antara guru dengan muridnya. Pada siklus II terlihat adanya suatu peningkatan, hal ini dikarenakan guru sudah mulai menyadari akan kekurangan yang telah dilakukannya dalam proses belajar mengajar. Sehingga guru penjelasan kembali materi yang telah dijelaskan dengan kadar penyampaian materi yang sangat jelas, dan dibantu dengan menggunakan media gambar yang tepat dengan materi yang pas sehingga siswa menjadi aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Sedangkan pada siklus III kelemahan tinggal sedikit, hal ini dikarenakan upaya guru dalam melaksanakan perbaikan dalam suatu pembelajaran sudah benar-benar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh serta adanya pemberian pujian bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Jika siswa bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru dengan benar, maka guru tersebut wajib memberikan pujian ataupun berupa tepuk tangan. Sehingga siswa tersebut lebih termotivasi lagi untuk belajar, serta memberi pancingan kepada siswa lain agar lebih termotivasi dan lebih aktif lagi dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh gurunya, dan pada siklus ini, siswa dapat menguasai dan memahami materi serta dapat menyelesaikan soal IPA dengan benar, dan siswapun aktif dalam melakukan proses pembelajaran, dikarenakan adanya interaksi yang sangat baik antara guru dengan muridnya. Melihat kenyataan diatas, menandakan bahwa upaya yang dilakuka seorang guru cukup epektif dalam meningkatkan prestasi siswa. Dengan kata lain bahwa pelaksanaan perbaikan dengan menggunakan pendekatan pada ketiga siklus diatas memungkinkan pembelajaran dapat dilakukan secara efektif dan lebih baik, karena terjadi peningkatan prestasi belajar siswa, serta perhatian siswapun terfokus pada materi dan pembelajaran tersebut lebih menarik dan tidak membosankan. Sehingga memunculkan minat yang tinggi bagi siswa untuk mengikuti kegiatan proses pembelajaran. Munculnya minat pada siswa tersebut akan menimbulkan dampak positif terhadap pencapaian

24


hasil pembelajaran. Karena orang yang memiliki minat terhadap suatu kegiatan pembelajaran mereka akan merasa senang terhadap kegiatan pembelajaran tersebut dan akan terus memperhatikan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan perasaan senang dan tanpa adanya suatu beban apapun difikirannya. Sedangkan sebaliknya, jika orang yang tidak memiliki minat terhadap kegiatan pembelajaran maka ia tidak akan memperhatikannya bahkan ia merasa tidak suka dan merasa bosan terhadap kegiatan pembelajaran tersebut. Pemaparan diatas menunjukan bawa betapa pentinggnya peranan seorang guru dalam melakukan kegiatan-kegiatan atau perbaikan pada proses pembelajaran yang dapat memunculkan motivasi serta minat siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Table jadwal pelaksanaan proses pembelajaran No Mata pelajaran 1 IPA

Siklus I II III

Waktu 25 Agustus 2009 27 Agustus 2009 29 Agustus 2009

1. Rencana kegiatan a. Menyusun rencana perbaikan pembelajaran perbaikan pembelajaran 1. Membuat rencana perbaikan pembelajaran 2. Menyusun scenario tindakan perbaikan yang akan dilaksanakan oleh guru. 3. Menyiapkan sarana dan prasarana yang menunjang kelancaran proses perbaikan pembelajaran. 4. Melakukan observasi pada proses kegiatan perbaikan pembelajaran. b.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam proses perbaikan pembelajaran Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Prosedur umum yang dilakukan pada kegiatan perbaikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah: 1. Mengadakan apersepsi 2. Menyampaikan materi dan proses pembelajaran 25


3. Menyimpulkan materi 4. Melakukan evaluasi 5. Pemberian tugas Siklus I Langkah perbaikan yang dilakukan terutama untuk membangkitkan minat dan motivasi siswa yaitu dengan pendekatan kontekstual, yaitu dengan kegiatan Sbb: 1.

Kegiatan awal Mengadakan apersepsi melalui tanya jawab tentang daur hidup hewan yang telah dipelajari sebelumnya.

2.

Kegiatan inti a.

Guru menjelaskan tentang pengertian daur hidup hewan dan memampung pengertian dari tiap argument yang disampaikan oleh siswa.

b.

Siswa

menggambar

proses

metamorfosis, baik dari metamorfosis sempurna ataupun metamorfosis tidak sempurna. c.

Guru melakukan bimbingan kepada siswa selama kegiatan berlangsung.

d.

Siswa menerjakan soal-soal latihan.

e.

Guru

melakukan

bimbingan

dan

arahan terutama bagi siswa yang lemah. 3.

Kegiatan akhir a.

Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran.

b.

Mengadaka evaluasi

c.

Siswa diberi tugas atau PR

26


Siklus II Sebagai dari refleksi dari siklus I, guru melakukan beberapa perbaikan guna meningkatkan aktivitas siswa dengan kegiatan sebagai berikut: 1.

Kegiatan awal a.

Mengadakan apersepsi melalui tanya jawab tentang daur hidup hewan yang telah dipelajari sebelumnya.

b.

Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran.

2.

Kegiatan inti a.

Guru

menggambarkan

proses

metamorfosis hewan baik metamorfosis sempurna maupun tidak sempurna. b.

Siswa mendiskusikan tentang gambar proses metamorfosis tersebut.

c.

Guru menjelaskan proses metamorfosis tersebut dengan menggunakan alat peraga berupa gambar.

d.

Siswa

mengikuti

bimbingan

guru

dengan menggunakan alat peraga yang dimilikinya. e.

Siswa

secara

Siswa

melaporkan

berkelompok

mengerjakan LKS. f.

hasil

kerja

kelompoknya, dan siswa yang lain menanggapi hasil kerja kelompok lainnya. 3.

Kegiatan akhir a.

Siswa dan guru menyimpulkan materi pelajaran.

b.

Mengadaka evaluasi

c.

Siswa diberi tugas atau PR

27


Siklus III Pada siklus III, perbaikan yang dilakukan lebih difokuskan pada peningkatan pemahaman iswa terutama siswa yang lemah, dengan kegiatan sebagai berikut: 1.

Kegiatan awal a.

Mengadakan apersepsi melalui tanya jawab tentang daur hidup hewan yang telah dipelajari sebelumnya.

b.

Menyampaikan tujuan dan kegiatan yang akan dilaksanakan..

2.

Kegiatan inti a.

Siswa mengeluarkan media atau alat peraga berupa gambar yang dibawanya untuk digunakan dalam menyelesaikan gambar yang telah digambarkan oleh gurunya dan menjelaskan proses metamorfosis tersebut.

b.

Guru

melakukan

bimbingan

dan

arahan terutama bagi siswa yang lemah. c.

Siswa

secara

berkelompok

mengerjakan LKS. d.

Siswa diberi kesempatan melakukan Tanya jawab.

3.

Kegiatan akhir a.

Guru

memberi

penguatan

materi pelajaran. b.

Mengadakan evaluasi akhir

c.

Memberikan tugas atau PR

28

tentang


BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasrkan hasil pengamatan penelitian tindakan kelas dan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan tentang materi daur hidup hewan di Kelas VI Semester I SDN 1 Klayan Kabupaten Cirebon dapat disimpulkan bahwa penguasan siswa terhadap materi pelajaran dapat ditingkatkan dengan cara sebagai berikut : 1. Peranan guru tidak hanya sebagai pasilitator, guru juga harus berperan sebagai motivator yang memotivasikan anak didiknya untuk lebih baik lagi. 2. Adanya interaksi antara guru dengan siswa, agar siswa akan lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran, karena adanya bimbingan dari guru tersebut. 3. memberikan pujian ataupun berupa tepuk tangan pada siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, sehingga siswa tersebut lebih termotivasi lagi untuk belajar, serta memberi pancingan kepada siswa lain agar lebih termotivasi dan lebih aktif lagi dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh gurunya, dan

29


4. Memberi kesempatan pada siswa dan memberi bimbingan positif untuk siswa. B. Saran Penerapan model pembelajaran interaktif dengan media gambar memerlukan kemauan dan pengorbanan yang besar. Baik waktu, tenaga dan pikiran untuk itu bagi guru sekolah dasar mampu melaksanakan penelitian tindakan kelas menggunakan model pembelajaran ini sebagai suatu tantangan. Penelitian tindakan kelas sebaiknya dilakukan oleh guru dengan penuh kesadaran dan tanggung jawabnya sebagai pendidik, peneliti hanya berusaha menjembatani dan memfasilitasi agar para guru sekolah dasar mau melakukan penelitian tindakan kelas sebagai langkah introspeksi diri sebagai tenaga profesional. Sebaiknya penelitian tindakan kelas dilakukan oleh semua guru, baik guru SD, SMP, maupun SMA, sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja sebagai guru. Guru harus dapat menilai dirinya sendiri sebelum melakukan penilaian kepada siswanya. Guru harus mengetahui kelemahan dan kekurangannya dalam pembelajarannya, berusaha untuk mengatasinya dan menemukan solusi yang terbaik serta mengantisipasi apabila dalam pembelajaran mengalami kendala dan masalah.

30


DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. 1994. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hamalik. 1994. Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti Nasution. 2005. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar.Jakarta: Bumi Aksara Mulyasa, E .2005. Menjadi Guru Profesional : Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.. Rahadi, Ansto. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta : Dikjen Dikti Depdikbud Sadiman, Arif. 1996. Media Pendidikan. Jakarta: Raja. Setyaningtyas, Yualind. 2008. Cerdas Sains. Yogyakarta: Pustaka widyatama. Sutarno, N. 2004. Materi Dan Pembelajaran IPA SD. Bandung: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Uno, B Hamzah. 2008.Model pembelajaran (Memproses belajar dan belajar yang kreatif dan efektif). Jakarta: Bumi aksara. Wahidin. 2006. Metode pendidikan IPA. Bandung: Sangga buana.

31


LAMPIRAN-LAMPIRAN Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah Mata pelajaran Kelas Standar kompetensi Kompeteni dasar Indikator

Alokai waktu

: SDN 1 Klayan Kabupaten Cirebon : IPA : I Semester I : Menganalisis Proses Metamorfosis pada hewan dan membedakan proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. : Menjelaskan proses-proses Metamorfosis pada hewan. : - Siswa dapat menjelaskan proses metamorfois pada hewan. - Siswa dapat menjelaskan dan membedakan proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. - Siswa dapat menganalisis hormone apa saja yang berperan dalam proses metamorfosi tersebut. - Dan lain sebagainya : 3 x 40 menit (2x pertemuan)

A. Tujuan pembelajaran 1. Mengetahui. proses metamorfois pada hewan 2. Mengetahui perbedaan proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna 3. Mengetahui hormone yang berperan dalam proses metamorfosis tersebut.. B. Materi pelajaran 1. Menjelaskan perbedaan proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. 2. Menganalisis hormone yang berperan dalam proses metamorfosi tersebut. C. 1. 2. 3. 4.

Metode pembelajaran Presentasi dan ceramah Praktikum Tanya jawab Tugas mandiri

D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Pertemuan pertama 1. Kegiatan pendahuluan Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai

32


Motivasi :Memberikan gambaran mengenai proses dan jenis hormon apa yang berperan dalam proses metamorfosis hewan serta factor apa saja yang berpengaruh pada proses tersebut.. 2. Kegiatan inti a. Memberikan materi mengenai proses metabolisme hewan dan factor apa yang mempengaruhinya. b. Mempelajari dan menjelaskan hormone yang berperan dalam proses metamorfosis. Pertemuan kedua 1. Kegiatan pendahuluan Apersepsi :Mengucapkan salam, mengabsen siswa, mengingatkan kembali materi yang telah disampaikan, mengenai proses metamorfosis (baik factor maupun hormone yang mempengaruhinya). Motivasi :Diterangkan masalah metamorfosis dan factor-faktor yang mempengaruhi proses metamorfosis serta menjelaskan hormone yang berperan dalam proses ini, sehingga siswa dapat mendeskripsikannya. 2. Kegiatan inti a. Memberikan materi mengenai proses metamorfosis (baik metamorfosis sempurna maupun metamorfosis tidak sempurna). b. Mempelajari dan mengamati hormon yang berperan dalam proses metamorfosis dan factor-faktor yang mempengaruhinya. 3. Penutup a. Membuat kesimpulan bersama-sama siswa b. Siswa/guru memberi pertanyaan yang berkaitan dengan materi. c. Siswa diberi peluang untuk mengemukakan factor-faktor yang mempengaruhi proses metamorfosis dan menjelaskan hormonehormon yang berperan dalam proses tersebut. d. Mengucapkan salam. E. Sumber belajar Sumber : - Buku BIOLOGI terpadu SD Kelas VI , penerbit Erlangga - Buku BIOLOGI SD Kelas VI , penerbit Pustaka widyatama Alat dan Bahan : - kapur tulis / penghapus - papan tulis - materi

33


SILABUS Satuan pendidikan

: SDN 1 Klayan Kabupaten Cirebon

Mata pelajaran

: IPA

Kelas

:I

STANDAR KOMPETENSI 1. Menganalisis Proses Metamorfosis pada hewan dan membedakan proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. INDIKATOR 1.1.1 Siswa dapat menjelaskan proses metamorfois pada hewan. 1.1.2 Siswa dapat menjelaskan dan membedakan proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. 1.1.3 Siswa dapat menganalisis hormone apa saja yang berperan dalam proses metamorfosi tersebut. KBM Diskusi, Tanya jawab, pengamatan, dan Praktikum.

34

KOMPETENSI DASAR 1.1 Menguraikan proses-proses Metamorfosis, baik metamorfosis sempurna maupun metamorfosis tidak sempurna. MATERI DASAR Proses Metamorfosis pada hewan.

PENILAIAN Penilaian Proses dan Penilaian Hasil.


MENINGKATKAN PRESTASI HASIL BELAJAR PADA MATERI DAUR HIDUP HEWAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) DI KELAS VI SEMESTER I SDN 1 KLAYAN KABUPATEN CIREBON

Penelitian Tindakan Kelas

Disusun Oleh: Suherman, S.Pd NIP. 19650514 198809 1 001

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN CIREBON SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KLAYAN KABUPATEN CIREBON TAHUN 2009/2010 35


LEMBAR PENGESAHAN 1. Judul : Meningkatkan Prestasi Hasil Belajar Pada Materi Daur Hidup Hewan Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Di Kelas VI

Semester I SDN 1 Klayan

Kabupaten Cirebon

2. Ketua Peneliti a. Nama b. Jenis Kelamin c. NIP d. Golongan Pangkat e. Jabatan Fungsional f. Guru kelas, Mata Pelajaran g. Sekolah h. Lama Penelitian i. Biaya Yang diajukan

: Suherman, S.Pd : Laki-laki : 19650514 198809 1 001 : IVA : : VI, IPS : SDN 1 Klayan : 3 Bulan : Rp 7,500 000,00

Cirebon, September 2009 Mengetahui, Kepala SDN 1 Klayan Kabupaten Cirebon

Peneliti

Aan Maryanah, S.Pd NIP.19600130 197803 2001

Suherman, S.Pd NIP. 19650514 198809 1 001

36


DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakanag masalah

B. C. D. E.

Rumusan masalah Identifaikasi masalah Tujuan dan manfaaat apenelitian Hipotesis

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pembelajaran ilmu pengetahuan alam

B. Media agambar C. Materi daur hidup hewan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis penelitian

B. Setting penelitian C. Populasi dan sampel D. Teknis analisis data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi hasil penelitian

B. Pembahasan BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

37


PTK IPA