Page 1

Dari Nusa Penida Menuju Penjuru Dunia Rabu 6 Februari 2013

OPINI NING

Vol. 6

Pendekar Sakti - Suasana sesi wawancara yang hangat antara Nusa Penida Media dengan Bapak I Ketut Pesta, BA, S.Sos, M.Aqs (foto oleh Agus Koriana), “Nusa Penida Terkatung” (karikatur oleh Manghell)

“Pindahkan Nusa Penida Menjadi Bagian Kabupaten Badung” Demikian jawaban pedas ini terlontar dari I Ketut Pesta, BA, S.Sos, M.Aqs ketika ia ditanya oleh Nusa Penida TV (Group Nusa Penida Media secara online di internet) dalam acara Sang Inspirator Nusa Penida. “Bagaimana tanggapannya jika Nusa Penida dibagi menjadi dua kecamatan yaitu Nusa Penida Barat dan Nusa Penida Timur?” Pria kelahiran Sebunibus Desa Sakti ini dengan gamblang mengatakan bahwa dirinya frustrasi dengan keadaan Nusa Penida yang tidak berkembang baik infrastruktur maupun pariwisatanya. “Lebih baik Nusa Penida dipindahkan saja menjadi bagian Kabupaten Badung sehingga Badung yang kaya bisa membiayai pembangunan di Nusa Penida, kemudian mampu berkembang menggeliat pariwisatanya sehingga mampu memberikan pendapatan asli daerah untuk kabupaten yang menaunginya.” Pria yang enggan disebut tokoh ini mengatakan bahwa perkataannya tersebut agar Nusa Penida dipindah ke kabupaten Badung sebagai bentuk rasa frustrasinya selama ini karena perhatian Pemerintah Klungkung sangat minim dalam mengembangkan wilayah Nusa Penida dan iapun berimajinasi seperti itu. Sebagai bentuk dukungannya agar Nusa Penida dibagi menjadi dua kecamatan iapun berkata “Mengingat wilayah Nusa Penida yang cukup luas dan terdiri dari tiga pulau sudah sepantasnya Nusa Penida menjadi dua kecamatan agar efektif dalam pelayanan administrasi kepada masyarakat maupun mempercepat pembangunan.” Pria yang lebih senang disebut Pendekar Sakti (baca: Pendek kekar dari Desa Sakti Nusa Penida) menilai bahwa Nusa Penida sebagai telur emas bisa menetas apabila “induk ayam” yakni Kabupaten Klungkung sebagai Kabupaten yang menaunginya mau mengerami sehingga bisa menetaskan “emas” yang akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Nusa Penida khususnya dan Klungkung secara lebih luas. Harapan itu ia utarakan walaupun ia sendiri juga mengakui “jauh panggang dari api” menjadi kenyataan mengingat keberpihakan kabupaten Klungkung selama ini terhadap Nusa Penida sangat kecil. Lebih lanjut ia juga mengaku dendam pada kemiskinan yang menimpanya dan Nusa Penida pada saat ia kecil. Sehingga dengan segala daya upaya ia mencoba bangkit sebagai cap orang Nusa Penida yang selalu dipandang sebelah mata waktu itu. “Motivasi Bapak saya yang selalu saya ingat yaitu: yang terpenting bukan latar belakang yang kamu miliki, tapi yang terpenting kamu mau kemana, itu selalu terngiang sehingga saya mempunyai cita-cita yang tinggi walaupun keadaan ekonomi pada saat itu pas-pasan.” imbuhnya. Dengan kegigihannya, iapun membuktikan dengan menjadi juara dan Cum laude disetiap jenjang pendidikan

dan sukses dalam karier pekerjaannya. Kesuksesannya pun dirasakan setelah ia membuka usaha travel Bali Star Club dan merambah di bidang elektronik hingga mampu mendirikan cabang-cabang tidak hanya di Bali tapi juga di luar negeri seperti Amerika, Singapura dan negaranegara lainnya. Namun krisis Bom Bali dan juga karena ditipu orang, perusahaan yang dipimpin mulai harus menjual asetnya satu persatu dan inilah yang menyebabkan ia sakit. “Tuhan berkehendak lain dan seolah-olah menghancurkan kesombongan saya, seraya mengingatkan dengan cara-Nya, saya mengalami sakit yang cukup lama sampai berobat kemana-mana bahkan keluar negeri diantaranya Singapura, tapi sakitnya tidak kunjung sembuh.” demikan terang Ketut Pesta. Kembali pada saat yang serba rapuh tersebut ayahnya datang bak pahlawan dengan mengingatkan “Aku bangga punya anak yang ditipu asalkan tidak kau saja yang menjadi penipu” seolah memberikan sentakan dan semangat baru untuk bangkit. Mungkin sudah menjadi suratan Hyang Widhi melalui ajakan seorang sahabatnya ia diajak berobat ke seorang pengobat alternatif. Dengan sedikit terpaksa ia mengikuti ajakan sahabatnya karena di dalam hatinya ia tidak mempercayai akan obatobatan herbal yang terkesan remeh tersebut. Alhasil, secara berangsurangsur iapun sembuh dari penyakitnya. Sejak saat itu ia belajar banyak tentang hidup sekaligus tentang pengobatan alternatif. Iapun secara total belajar tentang pengobatan tradisional sampai berguru ke mancanegara seperti Tibet, India dan tentunya Bali khususnya Nusa Penida. Semenjak itu hingga sekarang ia menjadi pengobat alternatif yang berlisensi, walaupun sering temannya mencibir kasihan “dulu main golf sekarang mijit.” “Tapi saya tetap bangga karena dengan profesi ini saya lebih banyak menolong

orang” terang pria yang 2014 ini akan mencalonkan diri menjadi DPD RI perwakilan Bali. Sekarang saya total di pengobatan alternatif sedangkan perusahaan travel yang masih ada saya serahkan ke orang lain untuk mengurusnya. Travel ini juga berkantor di klinik tempatnya praktek, yang beralamat di Jalan Raya Pemogan Gang Wisata No 1 Denpasar selatan. Selain itu ia juga melakukan pengobatan gratis yang bekerjasama dengan RRI secara rutin. Disela-sela menuturkan kegiatan pengobatan alternatifnya, iapun tidak henti-hentinya menunjukkan rasa bangganya terhadap Nusa Penida dengan mengatakan “Nusa Penida memiliki energi supranatural yang paling kuat di dunia setelah itu pulau bali dan Tibet.” Selain itu ia juga menerangkan orang Nusa Penida adalah orang yang mempunyai mental kuat karena terseleksi dua kali yaitu orang Bali yang berasal dari kerajaan Majapahit dan sekaligus yang dipindahkan ke Nusa Penida sebagai tahanan politik. Sosok I Ketut Pesta seolah menyadarkan kita semua untuk selalu bangga menjadi orang Nusa Penida dimanapun kita berada. (Yan Su) Video wawancara dapat ditonton melalui link berikut: Part 1: http://www.youtube.com/watch?v=M_D7kWIgQuE Part2: http://www.youtube.com/watch?v=cG1yzZSAOyY

Untuk kontributor artikel dan iklan di Nusa Penida Post hubungi: Wayan Sukadana HP. 085935197028 e-mail: nusapenidapost@gmail.com

Penanggungjawab: I Wayan Sukadana • Editor: I Ketut Suarma M • Layout & Design: I Kadek Ludra Bagus, Agus Koriana, Komang Budiarta • Fotografer: I Putu Gunawan & Wayan Mardana Kontributor: Kadek Sumawa, Gede Sumadi, Komang Oka Sanjaya, Nyoman Meta, De Purwa Adnyana, Wayan Pariawan • Litbang Media: Komang Kamartina & Dana Asmara

Nusa Penida Post Vol. 6  

Pindahkan Nusa Penida Menjadi Bagian Kabupaten Badung

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you