Issuu on Google+

Dari Nusa Penida Menuju Penjuru Dunia

Rabu 9 Januari 2013

ADVERTORIAL

Vol. 2 Tumbuhkan Cinta Lingkungan Melalui Bersih Pantai Dan Buang Sampah Pada Tempatnya Sebagai wujud nyata kehadiran dan mengenalkan secara lebih luas kepada masyarakat Nusa Penida, Forum Diskusi Krama Muda Nusa Penida (FDKMNP) mengadakan acara tahunan pembersihan pantai. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai realisasi program kerja dan juga sebagai ajang berkumpul anggota dengan pemuda di Nusa Penida.

Suasana sesi foto bersama yang hangat di FNPF dan pembersihan pantai dari sampah yang berpotensi merusak ekosistem laut serta pencemaran lingkungan.

FDKMNP Mengajak Go Green Go Clean di Nusa Penida “Kecil tapi nyata dan berdampak besar� ..itulah ungkapan salah satu personil Polsek Nusa Penida, Bapak Endrawan mengapresiasi kegiatan FDKMNP (Forum Diskusi Krama Muda Nusa Penida) pada tanggal 25 Desember 2012. Kegiatan tahunan forum ini dilakukan dengan menghimpun dan mengajak generasi muda khususnya Sekehe Teruna-Teruni se-Nusa Penida, Sispala SMA Negeri 1 Nusa Penida, dan OSIS SMA Negeri 1 Nusa Penida untuk melaksanakan kegiatan ngayah di areal Pura Dalem Ped, bersih pantai, dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini juga diikuti oleh guru pendamping, CTC (Coral Triangle Center), Polsek Nusa Penida, dan yayasan FNPF (Friends of The National Parks Foundation). Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud memotivasi masyarakat Nusa Penida khususnya generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan berpikir untuk masa depan Nusa Penida. Kegiatan pembersihan di areal Pura Dalem Ped diikuti oleh sekitar 250 peserta, dengan mengangkut sampah-sampah organik ataupun anorganik. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Panitia Pura Dalem Ped yang dihadiri STT Nusa Penida, kemudian pembersihan dari wantilan hingga ke pantai. Pada saat pembersihan di pantai, peserta mengumpulkan sampah organik kemudian dibawa ke yayasan untuk mengikuti pelatihan simulasi pembuatan pupuk organik. Kegiatan utama pelatihan pembuatan pupuk organik diberikan oleh Mike Appleton atau dikenal dengan Pak Made Organik. Pelatihan ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Hal ini mengingat di Nusa Penida harga pupuk kimia sangat mahal dan akan berdampak pada pencemaran lingkungan, jika dalam pemanfaatannya tidak dilakukan tepat guna. Pupuk organik memiliki banyak keunggulan terutama bagi lahan kering seperti di Nusa Penida. Keunggulannya yaitu mampu meningkatkan dan mempertahankan ketersediaan unsur hara dalam tanah sehingga kesuburan tanah akan meningkat, memperbaiki struktur tanah sehingga mudah dalam persiapan penanaman, adanya mikroba dalam pupuk yang dapat membantu menguraikan bahan organik ataupun anorganik dalam tanah, meningkatkan dan mempertahan daya resap air sehingga cocok

untuk daerah kering, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama penyakit, dan meningkatkan kapasitas pertukaran ion-ion dalam tanah. Dalam kesempatan tersebut, Mr. Appleton juga menjelaskan bagaimana menjaga ketahanan pangan di lingkungan keluarga dengan penerapan pertanian tumpang sari dan harapan kemandirian pangan di Nusa Penida. Pada kegiatan ini juga dibagikan buku “Mengenal Pertanian Organik� dan pemberian bibit tanaman kepada peserta. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari semua pihak, dan pada akhir kegiatan dibagikan angket untuk kemajuan pelaksanaan di tahun berikutnya. Beberapa peserta menyampaikan ide-ide, saran, dan output yang diharapkan, seperti (1) perlu adanya pembuatan larangan pembuangan sampah di areal pantai, sehingga ekosistem pantai dan laut terjaga kelestariannya; (2) adanya lomba membuat mainan menggunakan bahan bekas bagi siswa SMA/SMK sehingga dapat meningkatkan kreativitas generasi muda dan meningkatkan kesadaran menerapkan 3R (Reuse, Reduce, Recylce); (3) lomba menanam tumbuh-tumbuhan bagi siswa sehingga nantinya dapat menghijaukan Nusa Penida; (4) Lomba membuat makanan ledok-ledok sebagai wujud melestarikan jenis masakan khas Nusa Penida; (5) Lomba karya tulis ilmiah pelajar SMA/SMK dalam menggali dan mengembangkan Nusa Penida; (6) Lomba Pementasan Seni-seni asli Nusa Penida sebagai ajang promosi dan pelestarian seni Nusa Penida. Kegiatan ini diharapkan nantinya sebagai ajang motivasi untuk mengembangkan Nusa Penida menjadi lebih maju dengan berwawasan budaya, pendidikan dan peduli lingkungan. (Ian Karta FDKMNP)

Wayan Sukadana selaku Ketua FDKMNP mengatakan bahwa ini adalah tahun ketiga pelaksanaan dan merupakan kegiatan ke-6 yang dilaksanakan FDKMNP. Beliau menegaskan bahwa hari ini telah dilakukan beberapa kegiatan seperti pembersihan areal Pura Penataran Ped, pembersihan areal pantai Ped sampai ke Bodong, dan simulasi pembuatan pupuk organik. Kegiatan ini selain diikuti oleh seluruh perwakilan Sekaa Truna-Truni se-Nusa Penida juga diikuti oleh pengurus Osis SMA/SMK Nusa Penida. Dalam kegiatan ini FDKMNP tidak hanya terfokus pada pembersihan pantai, tapi juga menjalin kerja sama dengan CTC, Yayasan pelestarian burung, serta Polsek Nusa Penida dimana kegiatan dirangkai dengan acara mengumpulkan sampah organik dan pelatihan simulasi pembuatan pupuk organik. Salah seorang perwakilan Truna-Truni Putu Susi Oktavianti asal Banjar Tiagan menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya disamping menjalin lebih erat rasa Menyame dan persatuan antar Sekaa Truna-Truni se-Nusa Penida, kegiatan ini juga bisa memberikan pengetahuan tentang bagaimana mencintai lingkungan bagi kalangan Truna-Truni di Nusa Penida. Putu juga berharap bahwa kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahunnya dan dengan lebih banyak lagi keterlibatan Truna-Truni se-Nusa Penida. Pada kesempatan tersebut, Gede Endrawan selaku Lakalantas Polsek Nusa Penida memberikan pemaparan bagaimana pentingnya berkendaraan yang aman. Tidak lupa beliau juga mengimbau mengenai kelengkapan surat kendaraan dan aksesoris kendaraan yang tidak lengkap bisa menimbulkan kecelakaan di jalan. Bapak Lakalantas juga menyampaikan rasa bangganya pada FDKMNP yang mampu menggerakan seluruh Sekaa Truna-Truni di Nusa Penida terlibat dalam sebuah kegiatan positif seperti ini. Hal ini menurut beliau sangat baik dilakukan sehingga mampu menumbuhkan kebersamaan dan kecintaan terhadap lingkungan. Acara berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan oleh CTC sebagai salah satu LSM yang sangat konsen mengurus masalah laut. Beliau menyampaikan mengenai pembentukan kawasan konservasi perairan. Dalam kesempatan ini beliau juga memuji kegiatan yang dilakukan oleh FDKMNP, walau terlihat kecil tapi memiliki kontribusi yang besar bagi perkembangan ekosistem laut yang nantinya akan berpengaruh pada ekonomi masyarakat Nusa Penida. (Yan Pariawan FDKMNP)


Nusa Penida Post Vol 2