Page 1

Dari Nusa Penida Menuju Penjuru Dunia Rabu 23 Januari 2013

SEPUTAR NUSA PENIDA

Vol. 4

Kunjungan warga Nusa Penida ke kantor PLN - Kantor PLN Nusa Penida terlihat sederhana, pengisian buku tamu dan dialog dengan staff PLN Nusa Penida. (Foto oleh Gunawan)

Janji PLN Hanya Isapan Jempol Hari sudah menjelang sore ketika itu pada tanggal 24 Desember 2012, kami baru saja selesai mempersiapkan acara di Pura Dalem Ped dan bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. Sampai di daerah pelabuhan Buyuk, Kadek Sumawa salah seorang dari kami mengajak singgah ke kantor PLN untuk menanyakan kelanjutan proposal pemasangan jaringan listrik di Banjar Tebe - Tangglad yang telah mereka ajukan sekitar bulan agustus 2012 lalu. Akhirnya kami berempat setuju langsung meluncur ke kantor PLN yang terletak di Desa Kutampi. Sesampai di Kantor PLN persis di depan kantor kami bertemu dengan Satpam yang bertugas pada saat itu, lalu kami bertanya “Bapak Manager PLN nya ada Pak??” Sambil menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami, kemudian Bapak Satpam yang bernama Pak Dewa mempersilakan kami duduk. Pak Dewa mengatakan bahwa “Bapak Bram Manager PLN sedang ke Denpasar serangkaian acara Natal karena beliau seorang Kristiani” imbuhnya. Kemudian kami minta buku tamu untuk diisi sekaligus bukti bahwa kami sudah datang menanyakan perkembangan proposal pemasangan listrik di Banjar Tebe. Sambil mengisi buku tamu yang disodorkan, Pak Dewa pergi meninggalkan kami menuju ruangan kantor. Ternyata Pak Dewa memberitahukan kedatangan kami kepada salah satu staff PLN yang ada pada saat itu. Kami bertemu dengan Bapak Frangky staff disana dan dipersilakan masuk ke ruang tamu untuk berbincangbincang tentang tujuan kedatangan kami. Kadek Sumawa kemudian menceritakan prihal dirinya sudah mengajukan proposal pada bulan Agustus 2012 yang berisi tentang permohonan pemasangan listrik di banjar Tebe - Tangglad yang memang belum teraliri listrik. Dia pun menambahkan bahwa proposalnya itu sudah dilengkapi dengan persetujuan penduduk sekitar untuk tanahnya dibebaskan dalam pemasangan tiang listrik yang dikuatkan dengan tanda tangan, KTP yang berjumlah 30 KK. “Proposal itu saya sampaikan langsung ke Bapak Bram Manager disini. Frangky Staff PLN yang mendengarkan penjelasan Kadek Sumawa tersebut menjawab dengan diplomatis “Maaf Pak Kadek saya belum mengetahui tentang proposal tersebut mungkin dibawa langsung oleh Pak Bram, tapi biasanya sesuai prosedur apabila ada proposal yang sudah lengkap kami akan langsung verifikasi kelapangan”, apabila hasil verifikasi sesuai misalnya disana

ada gardu induk kami malah senang ada penambahan pemasangan listrik baru sehingga kami bisa efisien.” Wayan Sukadana menimpali “Pak Frangky apakah daya Listrik PLN Nusa Penida sejauh ini kuat untuk menjangkau seluruh beban daya masyarakat Nusa Penida? Akan tetapi kalau memang kuat mengapa sering terjadi mati listrik, seperti semalam dikawasan timur?” Bapak Frangky yang ditanya seperti itu kemudian menjawab “Begini Pak Wayan matinya listrik bukan disebabkan daya PLN yang tidak cukup, daya PLN Nusa Penida cukup tapi mati listrik PLN seperti semalam lebih banyak disebabkan masalah teknis seperti jatuhnya pelepah kelapa yang menimpa jaringan kabel kami, demikian juga saat semalam.” Dijelaskan seperti itu kami mengangguk-angguk tanda setuju, dan sambil berseloroh sambil tertawa kecil “Walaupun mati listriknya kami sebagai pengguna listrik berharap cepat hidup kembali, itukan program Dahlan Iskan?” Pak Frangky diminta begitu juga tidak kalah menipali “Tergantung kerusakannya Pak Wayan.” Perbincangan yang serius tapi santai itu bergulir sangat akrab. Pada saat itu Pak Frangky menegaskan kepada kami khususnya kepada Kadek Sumawa sebagai perwakilan Banjar Tebe yang mengajukan proposal pemasangan listrik baru akan segera menindaklanjuti proses verifikasi pemasangan listrik tersebut, dan dia menyatakan “mungkin besok petugas kami akan langsung kesana untuk verifikasi” tegasnya. Mendengar janji PLN tersebut raut muka Kadek Sumawa langsung sumringah senang dan ia pun berkata “Begini Pak Frangky kalau Banjar Tebe bisa teraliri listrik selain penerangan, ini juga akan membantu meningkatan ekonomi masyarakat sekitar karena kami bisa menggunakan listrik untuk mengolah kelapa menjadi minyak sekaligus pakan ternak babi” katanya berharap. Percakapan itu pun berakhir dengan kesimpulan bahwa PLN akan menidaklanjuti usulan pemasangan listrik Banjar Tebe dan konkretnya besoknya akan melakukan verifikasi

ke Banjar Tebe. Kami tak lupa mengabadikan momen tersebut dengan foto-foto bersama. Tapi sampai berita ini diturunkan yaitu Januari 2013 atau sebulan setelah kunjungan tersebut janji PLN yang dikatakan Pak Frangky untuk segera melakukan verifikasi tidak terbukti sama sekali. Hal ini diinformasikan oleh Kadek Sumawa yang dihubungi Nusa Penida Post via telepon “Belum ada verifikasi sama sekali” tegasnya. Ternyata janji PLN Nusa Penida untuk memverifikasi jaringan listrik di banjar Tebe hanya isapan jempol belaka yang tidak terbukti.

"Mari bersama Nusa Penida Post ikut menulis tentang Nusa Penida, karena dengan menulis kita turut serta berperan dalam mempromosikan & menjaga Nusa Penida"

Untuk kontributor artikel dan iklan di Nusa Penida Post hubungi: Wayan Sukadana HP. 085935197028 e-mail: nusapenidapost@gmail.com

Penanggungjawab: I Wayan Sukadana • Editor: I Ketut Suarma M • Layout & Design: I Kadek Ludra Bagus, Agus Koriana, Komang Budiarta • Fotografer: I Putu Gunawan & Wayan Mardana Kontributor: Kadek Sumawa, Gede Sumadi, Komang Oka Sanjaya, Nyoman Meta, De Purwa Adnyana, Wayan Pariawan • Litbang Media: Komang Kamartina & Dana Asmara

Nusa Penida Post Vol 4  

Articles of Nusa Penida

Advertisement