Page 1


BADIUZZAMAN DAN DAKWAH RISALAH AN-NUR

Pusat kajian llmiah Altinbasak

Penerbit Altinbasak


Judul Buku: Badiulaa,nr.an dmt

Dakwah Risalah An-Nur 4

DAFTAR ISI

Disusun:

Biro Kajian llmiah Akinbosak

&

MUKADDTMAH

Penerjemah:

H. AshniBahril-r. Ilustrasi dan Desain Sampul:

Altinbasak C,raPhic Penerbit:

Altinbasak

Cetakan:

d 6

''

Pertamn, tarnmri 2012

Didistribusikan oleh; Hayrat Fondrrtian Cabans hrdanesia Pesona Khayangan

Blok CN, No. 16, Depok, Jawa Barat Telp: (021) 77833356 HP:085 781,799984 www.hayratvakfi.org-

info@hayratvakfi.org

....................

BADTUZZAMAN SAID NURSr (1 877- 1960) ............ KEDATANGANNYA KE ISTANBUL DAN PROGRAM MADRASAH AZ.ZAHRA' ............ .......

6

?

ll

11 !3 E

14

z

INTEROGASI DI PENGADILAN MILITER ............ 18 TAHUN-TAHUN PERANG (1914-1918) ........... ....... 7t ERA SAID BARU DAN PENULISAN zuSALAH AN-NUR (r920-t960) ..........2s MAHKAMAH ESKISEHTR (1935-1936) DAN PENGASINGAN KE DAERAH KASTAMONU (t936-t943) ........ 28 MAHKAMAH DENIZLT (1943.1944) AFYON (t947- 1949), DAN DTASINGKAN KE DAERAH

.t v)

EMTRDAG ......... 30 PERJALANAN TERAKHrR............ ........ 35 SUMBANGSIH RISALAH AN-NUR........................ 38 DUSTUR rQNA ................... 46 TUGAS TAJDTD .................. 48 MENJAUHT DUNIA POLTTIK ............... 57 RISALAH AN-NUR SEBAGAI TAFSIR MAKNA\ilI

6 N N

(!

t9


z.L 6

ld

€

z a E N N

E

e

t9

AL-QUR'AN ............... RISALAH AN.NUR SEBAGAI KAJIAN ILMU KALAM

s4 57

PENJAGAAN HURUF AL- QUR',AN ......................... 60 SURAT GULA 65 PERJUANGAN MENULIS DAN MESIN CETAK.... 67 SURAT TENTANG MENULIS.. 70

KEUNTUNGAN DUNIA DAN AKHIRAT JIKA MENULIS RISALAH AN.NUR 73 HURUF UTSMANI DAN HURUF ROMA\rI........ 76 PERKEMBANGAN PERJUANGAN AN-NUR DAN AHMAD HUSRAU ALTUN BASAK 79 SEKILAS TENTANG KEHIDUPAN AHMAD HUSRAU.. 84 HUSRAU EFENDI MENURUT KACA MATA

BADTUZZAMAN

.................. 85

AL-QUR',AN BERTAIyAFUQ.......... ...... 93 KIPRAH RISALAH AN-NUR SEPENINGGAL

BADTUZZAMAN

.................. 96

KIPRAH RISALAH AN-NUR SEPENINGGAL

BADTUZZAMAN

.................. 98

MUKADDIMAH

uji dan syukur sebanyak bilangan atom di alam semesta untuk Rabb yang menurunkan

Al-Qur'an

AI-Karim. Yang berfirman kepada semua manusia pada setiap zaman tentang hakikat-Nya yang kekal hingga Hari Kiamat dan mengutus seorang penerus risalah Rasul dari kalangan Ahlu Bait' untuk memberi kontribusi kepada ummat Muhammad pada saat kesusahan dan kesempitan. Shalawat dan salam sebanyak huruf yang ditulis oleh pena dan diungkapkan dengan kata-kata kepada kebanggaan seluruh alam, Rasulullah shallallahu al"aihi wa sallmn yang menyampaikan berita gembira bahwa, "sesunggulutya pada setiap serdtus tnhrm Allah akan mengttus Lnxatk utrtnlat ini seseorutg yang memperbaharui (Muiaddid) aganw'Nya" Beliau juga menyampaikan pujian nubuwwah kepada para ulama melalui sabdanya, "Pdra ulanra ufiinvfi ini seperti para rasul Bmti Israel." AI-Qur'an adalah'kalamullah yang tidak pemah basi


dan rusak. Karenq firman Allah itu datang dari keazalian

dan akan menujri keabadian.

I < G

'a

Id H E

t

z - id c/) .

': ],8

d

N N

t -,}o 6

\9

Pada setiap waktu, ribuan tafsir Al-Qur'an dirulis, yang memiliki pijakan yang sama dan bertujuan membe-

rikan manfaat kepada kemanusiaan. Thfsir yang menjelaskan secara lebih rinci dan indah serta membahas dengan indah tentang sifat-sifat'uluhiyah yang ada di dalam Al-Qur'an yang memberikan ketenangan kepada akal pikiran. Dengan limpahan ilmu dan inspirasi dari A[Qur'an, para ulama yangmuhaqqiq (yang membedah sumber rujukan untuk mencari keaslian dan kebenarannya) serta memiliki kredibelitas menulis banyak nasihat yang dibutuhkan manusia setiap waktu unruk mengobati penyakit yang diderita setiap generasi dengan obat penawar yang diambil dari farmasi kalam Ilahi yang tiada bandingnya.

Dengan bermunculannya fitnah dahsyat di akhir zaman berikut dampaknya sebagaimana yang diberitakan oleh hadits-hadits pada seratus tahun terakhir ini, manusia terseret dalam bencana spiritual dalam bentuk yang belum pernah kita saksikan dalam sejarah. Legalisasi pemikiran mengingkari uluhilyah Allah telah mengusik sendi-sendi keimanan dengan mengatasnamakan filsafat dan sains di satu sisi, ditemukannya ber-

bagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai agama yang justru diterima oleh banyak negara di sisi yang lain. Pemahaman seperti ini dapat menyebar secara cepat dan luas melalu.f sarana komunikasi modern bagai

pcnyakit yang menjalar ke seluruh pelosok dunia yang pirling jauh. Kemaksiatan dan dosa menjadi 'perilaku irnarki' di sisi yang lain, yang disebarkan dengan berbagai trik dan sarana yang menarik perhatian menjadi penyebab pcnting bagi sempitnya rohani. Pasca runtuhnya kekhilafahan Utsmaniyah, seluruh tlunia Islam tidak lagi bertuan dan tidak lagi memiliki pcmimpin secara khusus menjadi sasaran dendam dan pcrmusuhuan dunia Barat yang dipendam selama seribu tirhun. Dan ketika kesempatan itu tiba, segera mereka rnemulai rencana-rencana yang penuh dengan tipu daya scrta tidak mengenal belas kasihan pada zaman ini. Badiuzzaman Said Nursi gigih dengan segenap renaganya menghadapi permusuhan berencana yang menjulang benderanya di zaman kita ini dan beliau saksikan secara clekat kala itu. Lalu melalui pidatonya di Syam rahun 1910, beliau sampaikan jalan keluar seperri berikut ini, "Obat penawar bagi abad yang sakit, bangsa yang berpenyakit, dan anggota badan yang lumpuh ialah mengi. ktrti Al-Qur'an. Obat bagi benua yang besar dan malang, rlegara hebat yang tak bertuah dan kaum mulia yang tidak hertuan ialah kesatuan Islam." Penerbit Altunbasak

4 d

o '&,

E

&6 6 !

z a d N

s 6

E

t:J


z *

1

.< d d

BADTUZZAMAN SArD NURSr (1877

E

-

1960)

B d

d a

N N

6

teJ

d

-c 6 B J4

6

d B

:z

.d â&#x201A;Ź

c

â&#x201A;Ź

D

adiuzzaman Said Nursi lahir pada tahun 1293 atau bertepatan dengan 1877 Masehi di

DUiy.iyrh

kampung Nurs, daerah Khizan, wilayah Bitlis, Turki (pent.) Semasa tinggal bersama keluarganya hingga berusia sembilan tahun, beliau meingenyam pendidikan pertarna dari kakaknya, Mullah Abdullah. Di samping belajar di sekolah, beliau juga berguru kepada para ulama. Hapalannya kuat, otaknya cerdas, dan sifatnya yang pemberani menarik perhatian mereka. Beliau menamatkan semua kitab tentang ilmu Ushul yang diajarkan di sekolah yang dikelola para ulama Utsmaniyah dalam waktu yang sangat singkat, yakni tiga bulanl Melalui ujian yang diberikan oleh guru-guru beliau dan semua kajian ilmu yang diikuti membuat semua orang mengakui kehebatan kemampuan beliau berargumentasi. Itu disebabkan-karena hapalannya yang kuat dan sikap biiaknya. Gurunya, Mullah Abdullah memberi gelar Badiuzzaman kepada beliau selama masih berusia kanakkanak. Gelar ini direspon sangat baik oleh para ulama di

z 6 It)

tr 6

IJ

d N N -d d.

)

t9


timur Tirrki ketika itu.

IE

24 !H -^d -6

';4 sss

I,

F,

ir]

IE

iE

'r'E

ia rE (!

!E iN iN

rl

Beliau habiskan masa mudanya dengan ilmu dan tarbi. yahnafsiyyah. Badiuzzaman pergi ke rempat-tempat penga. jian seperti Bitlis, Shirwan, Sir'id, Gllo, dan Mardin serta ke sekolah-sekolah di kawasan iru. Beliau mengadakan pertemuan bersama para ulama terkemuka.

itu, beliau menghapal sembilan puyang berkaitan dengan ilmu alat seperti Sharaf, Nahwu, dan Manthiq, di samping ilmu agama sepefti Tafsir dan Ilmu Kalam. Begitu banyak yang dihapal Pada masa belajar

luh jilid kitab

sampai-sampai beliau harus mengulangi hapalan tiga jam per-hari. Karenanya beliau hanya boleh menamatkan apa yang dibacanya dalam masa tiga bulan sekali.

Berkat ajakan Hasan Pasha, beliau pergi ke Van. Saat Fa

tt9

itu, beliau bergaul dengan orang-orang kerajaan, di antaranya gubernur. Lalu, timbul keinginan untuk mempelajari ilmu-ilmu modern agar beliau bisa menyampaikan Islam sesuai dengan pemahaman orang pada zamannya. Dan dengan minat dan motivasi pribadinya, beliau mempelajari ilmu Matematika, Geologi, Fisika, Kimia, Asrronomi, Sejarah, Georgafi., dan Filsafat dalam waktu yang singkat. Selama lima belas tahun berada di Van, Badiuzzamar rrre .

nyibukkan diri dengan mengajar di sebuah sekolah ber. nama Khorkhor, yang terletak di kaki benteng Van yang terbuat dari tumpukan batu. Selain itu, beliau juga aktiv berceramah dan membimbing keluarga kerajaan. Selama menjadi tamu gubernur Van, almarhum Tahir Pasha, di rumah singgahnya, ia membaca sebuah berita

r'li koran, yang kemudian menjadi titik tolak perubahan rlulum hidup beliau. Bahwa seorang menteri negeri penirrjah Inggris, Sir \William Ewart Gladstone di kantornya scrubari memegang A1-Quran berkata, "Selama AlQrrr'an ini ada di tangan ummat Islam, kita tidak bisa nrcnguasai mereka. Yang perlu kita lakukan adalah memrr)pas Al-Qur'an ini dari tangan mereka atau kita jauhktn mereka dari Al-Qur'an." Berita ini meninggalkan kesan yang mendalam dalam rliri beliau yang memiliki semangat keimanan ketika itu.

Oleh karena itu, beliau bersumpah, 'Aku akan membuktikan dan memperlihatkan bahwa Al-Qur'an adalah nlcntari ma'nawi yang tidak akan padam dan tidak dapat rlipadamkan.' Lantas beliau mewakafkan hidupnya untuk nrewujudkan sumpah itu.


KEDATANGANNYA KE ISTANBUL DAN PROGRAM MADRASAH AZ. ZAHRA agi Badi'uzzaman, untuk menghadapi musuhmusuh internal maupun eksternal yang berupaya menghapus Daulah Ustmaniyah kemudian menghapus tslam, maka cara yang bisa ditempuh adalah, "Merealisasikan sistem pendidikan yang kuat dan sesuai dengan

kebutuhan suatu generasi serta dapat meninggikan ummat Islam dari sisi fikrah dan ilmu' Juga memperhatikan faktor kesatuan akal dan hati (keseimbangan) ' Beliau memiliki pandangan bahwa, "Cahaya hati sanubari ialah ilmu-ilmu agama. Sedangkan cahaya bagi akal adalah ilmu-ilmu modern. Melalui gabungan anmr keduanya, hakikat akan muncul. Dan dengan kedua sayap (cahaya) tersebut, semangat seorang pelajar meningkat' per' Ketika keduanya terpisah, maka akan lahir dari yang tama sifat fanatic, sedangkan dari yang kedua lahir tipu daya dan keraguan." Melalui momen ini, beliau serius merencanakan dan membentuk sistem pendidikan yang beliau beri nama Az-

Zrrlrra dengan mendedikasikannya sebagai adik perempuirn Universitas Al-Azhar, Mesir, yang akan menggabungkirn antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu modern tli timur Anatolia. Untuk merealisasikan gagasannya ini, hcliau mendirikan universitas Islam. Dan beliau datang kc Istambul pada tahun 1908.

Koran-koran memberitakan kedatangan beliau ke Istirtrbul dengan tema, "Terlihat dari ufuk Istanbul suatu ciptaan yang luar biasa, sebuah gagasan cemerlang bagai pcrcikan api yang bernama Said Nursi. Yang terbit dari hllik puncak gunung di bagian timur, yang curam dan k cras. " , (Said Nursi yang dianggap memiliki kebajikan yang Irrar biasa diibaratkan seperti percikan api yang muncul hagai matahari di balik puncak gunung Timur Anatolia yar-rg berbatu, yang keras dan curam dan terlihat hingga

Istanbul).

Di luar pintu kamar hotel Sekerci yang ada di Fatih, rcmpat beliau menginap, beliau menggantung papan pengumuman yang tertulis, "Di sini setiap masalah akan rliurai, setiap pertanyaan akan dijawab, akan tetapi tidak ircla yang bertanya..." dan beliau telah memberi jawaban kcpada para ulama Istanbul yang datang mengunjungi bcliau demi mendengar namanya. Tirjuan beliau adalah untuk menarik perhatian pusat kekhalifahan agar mereka rnemberi perhatian kepada rakyat di timur Anatolia serta rncndapat dukungan terhadap rencana mendirikan pergrfruan Az.Zahra'di Van atau Diyarbakir.


Badiuzzaman berpendapat bahwa perjuangan di bidang

pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar bagi Daulah Utsmaniyah agar menjauh dari pusat arus yang menyeret dan menyedotnya tahap demi tahap. Dengan gagasan itu, beliau yakin akan dapat mengembalikan nilai-nilai bangsa kepada generasi, nilai-nilai yang mengibarkan panji Islam selama berabad-abad. Dan ini menjadi tujuan hidupnya.

Beliau tidak menerima gaji maupun jabatan yang ditawarkan Sultan kepadanya melalui Menteri Dalam Negeri. Beliau menghendaki agar yang didukung bukan diri pribadinya, tetapi perguruannya, yakni Perguruan AzZahrl yang akan mengajarkan ilmu agama dan ilmu modem secara bersamaan. Namun, sayang beliau tidak berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. Badiuzzaman tidak berhasil mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dari pusat pemerintahan Utsmaniyah yang pada awal dasawarsa kedua sudah menjadi ajang permainan dunia Barat hingga lebih bangga dengan capaian-capaian duniawinya. Maka dengan pertimbangan melakukan dakwah melalui jalur politik, beliau memutuskan lebih memilih tetap tinggal di Istanbul yang menjadi pusat pemerintahan Kekhalifahan Islam ketimbang kembali ke kotanya. Beliau banyak menulis artikel di surat kabar dan sering bertemu dengan para politisi serta menasihati dan berusaha menyadarkan mereka. Beliau juga memainkan peranan penting dalam berbagai forum dan pertemuan.


Mirksrrd sirya adalah, apabila orang tidak menjadi anggota orgirnisirsi ini, siapakah mereka kalau bukan termasuk (,Inng yirl)g tidak beragama? Katakan kepada saya!"

INTEROGASI DI PENGADILAN MILITER masa itu, peristiwa 31 Maret telah berlalu' Dan *alaupun beliau punya peran penting dalam,me-

f)ada

I

nentramkan keadaan pasca insiden, beliau tetap ditahan dengan tuduhan terlibat dengan insiden tersebut dan beliau dibawa ke pengadilan militer. Pada sidang itu pada akhirnya beliau dibebaskan. Pada interogasi itu, beliau dengan tegas menyampaikan pembelaannya seperti yang

diceritakan, "Pada pengadilan militer itu mereka bertanya kepada saya, 'Kamu juga menghendaki syari'ah?' Saya jawab, 'Andai aku memiliki seribu nyawa, saya bersedia mengorbankan semuanya demi satu hakikat syariah! Karena syariah adalah sebab kebahagiaan, keadilan sejati, dan kemuliaan. Dan ini bukanlah keinginan para pemberontak." Mereka bertanya lagi, 'Apakah kamu bergabung dengan organisasi Ittihad Muhammadiya?" Jawab saya, "Dengan bertanggung-jawab, saya me' ngaku. Saya dari kalangan ahlinya yang paling sedikit.

Scrclah itu, beliau meninggalkan Istanbul melalui jaIrrn lJntum ke Tiflis. Dari sana beliau bertolak menuju Vrn, Sambil mengunjungi suku dan kabilah, beliau memhlrrrhing dan mengajarkan mereka kemasyarakatan, bu' tliryir, rluu keilmuan. Setelah itu berbagai pengajian beliau nr.lrrrrkirn dengan nama 'Munazarat' (debat) . Suclah beberapa lama tinggal di Van, beliau pun pergi Dan atas desakan beberapa ulama Syam, beliau Syirm. kc trretryirtttpaikan pidato yang luar biasa di hadapan jamaah ynng hcrjumlah sekitar sepuluh ribu orang. Yang di antara rrrercka terdapat seratus lebih ulama masjid Umawi. Pidaio ini rnendapat sambutan dan pujian yang luar biasa dan tt.ksnya kemudian di cetak dan disebarkan dengan nama "Klrrrtbah Syaminrah". Selanjutnya dari Syam, beliau ke lleirtrt dan dari sana beliau kembali lagi ke Istanbul. Kctika Sultan Rasyad berada dalam perjalanan ke Rurrrcli, Badiuzzaman turut serta sebagai wakil negeri-negeri

'l'irrrur. Dan dengan cara

ini beliau mengusulkan untuk

trrcnthuka beberapa cabang dan perwakilan Perguruan

Az'

T.irhra' kepada Sultan Rasyad dan oleh beliau diterima. l)cugan demikian, beliau berhasil membangun pondasi lrrrgi pcrguruan yang menjadi keinginannya selama bertalrrrtr-tahun di Edremid yang persisnya terletak di tepian

tllttitu

Van.

Malangnya, waktu

itu

Perang Dunia Pertama meletus


dan proses pendirian perguruan itu harus ditinggalkan di rengah 1alan. Meski demikian, beberapa waktu setelah itu Badiuzzaman mesti bersyukur kepada Allah karena doanya yang tulus dan upayanya yang serius tentang perguruan Az-Zahra' dikabulkan dalam bentuk ratusan madrasah Nur yang tersebar di seluruh Tirrki.

.':.2':'

'rAr-ruN-TAHUN PERANG (19t4

-

1918)

r.i: Bl i. .s.. '...,Jt ..

2,,

f):r.ll peperangan yang berkobar di awal abad ini, I llirrliuzzaman turut terlibat sebagai komandan parrrkrrr rclawan yang terdiri dari para pelajarnya yang juga Irrrrrl tlnlurn perang Dunia Pertama. Badiuzzaman berIr.rrrprll rnclawan Rusia dan Armenia di wilayah Timur. llt,lirrtr berperang melawan musuh di gunung Pasinler ,lirrr lt'rrbahnya, terusan Avci, di bawah derasnya hujan ;,r,lrrrrr,..li tengah para syuhada, dan di tengah situasi y;lrrll srlrgnt dekat dengan kematian. Yang secara lahir :r.1rr,r.tirryl mustahil, tapi melalui ilham dan lintasan hati rr.rtrr lrcrlolongan Allah, beliau mampu menulis sebuah t;rlsir lrerjrrclul 'lsyaratul I'jaz' yang bisa dikategorikan sel,;rilrri rrrrrha karya beliau dalam bidang ilmu Tafsir.

Bitlis dikuasai tentara Rusia, beliau terluka tcrtangkap lalu dibawa ke bagian Timur laut Rusi;r trrlrrrrr 1916. Beliau menjadi tawanan selama dua tahun x.rt.rr11:rlr tli Kosturma yang terletak di tebing sungai Vol11r. St,lrrrna cli tahanan, beliau banyak menyampaikan naKt.til<rr

lrrrr1l11rr

â&#x201A;Źi

'i{r ' nar

.d

N. .r N

.3

.':d d.

t9


I I I

,J.r a

4 d

I

I

sihat kepada narapidana yang berada di sekitarnya serta memotivasi mereka agar segera sadar. Setelah itu, beliau

berhasil melarikan diri dari penjara melalui jalan Pittersburg, \Uarsawa, dan Vienna lalu sampailah beliau ke Istanbul pada26 Juni 1918. Sebagian besar masyarakat menjenguk beliau' demi' kian pula tentara dan para pejabat kerajaan. Mereka merasa senang sekali.

!

z

'o

a 6 N N

a d

s

ca

toJ

Atas keinginan Syaikhul Islam Mustafa Sabri setelah kepulangan itu, beliau terpilih menjadi anggota Dewan Hikmah Al-Islami1ryah. Yaitu sebuah jabatan yang bertugas memberi fatwa dan melakukan syura menghimpun para ulama seperti Muhammad Akif, Izmirli Ismail Haqqi dan Elmalili Hamdi. Pada penghujung Perang Dunia Pertama itu, negaranegara yang berada di bawah kekhalifahan Utsmaniyah kalah telak. Dan tidak lama setelah itu, Inggris, Perancis, Italia, dan Yunani mulai menguasai negeri'negeri. Upaya membebaskan negeri-negeri itu kian marak. Pada tahun ketika Anatolia dilalah Inggris, Badiuzzaman telah me' ngadakan berbagai sepak-terjang yang menyusahkan Inggris dan beliau telah memberi kontribusi besar bagi gera'

kan rakyat Anatolia. Kerajaan di Ankara yang memberi' kan apresiasi kepada perjuangan beliau mengundangnya ke sana. Maka beliau pun ke Ankara. Beliau mendapat perhatian dan sambutan yang meriah. Sebuah upara khu' sus diadakan untuk beliau pada salah satu rapat parlemen rahun 1922.

r,lt'rrril<irrrr, Ilarliuzzaman tidak berhasil menggay:rrr11 ,lititl-cittrkan. Hal ini disebabkan karena l',rr .rl,:r I,, Ir,rrr rrr,'rr1,rksikrur t.rrttytrritas anggota parlemen tidak N 1,,,1.

ilglll)lil tnereka dan tidak melaksanakan .lr,rl,rt llt'lirrrr rrrcnjclaskzrn kepada mereka tentang ur1,, rr',r ',1r;rIrrt, slirIcn)clr yang clitulisnya yang mencakup ,, 1,'rl,rlr lr;rl. I)t'rrgirn statemen ini, jumlah orang yallg rn, nurr,rrl.,rrr.lrrllrt bertambah. Para elit negara tidak seg,,,lrrlr

L,'1,;1,1;1

rr,rrrl' t,'r1,,,,l,r1, tintllkat-r beliau yang sangat berpengaruh rrr \l lrrrrrl':r ti,lrrk ir.ta kesepakatall antar beliau der-rgan

l,rt.r I,' l,ll,;rl t lil Ilcgllnl. l', r l,ru ;rrrrrr rrrt'nrl.,cbaskan negeri telah dirnenangkan , l, l', lr,rrr, n:unrrn Bircliuzzaman tetap berkeyakinan bah'1, ,r,r rr,rl.rrr;,un l)('niljilh telah ciihalau keluar, akan tetapi 1,, rrrrl.rr,ur (lrrr rlrrylr hidr-rp Eropa makin tersebar di seaurr r,, \rr,rt,,lr:r ,lili;rrcnakan ikatan kepacla Islanr kian lama Ir,r' l,,r,til:.,r l,,lrr rncnjarli semrrkin lemah. Hai ir-ri meml,rr rt 1,, lr,rrr :rrrilrrl lrerseclih. ll, lr,rrr tr,l;rl. strlil terhtrdiip keirdaar-r di Ar-rkara. Oleh rl, rtrr, l,, lrrrrr rrrt'nrrrtuskan pulang ke Van. Beliau tolak , 1 rl rr ,rrr ,l.rrr t:r\\'ilrln gaji yar-ig tinggi serta menggiurkan ' ilr r,.ilil rll, rr;,r,li se()rallg wakil rakyat, menjadi penarlr rr ,lr l..ilrlilr lgrrl)lll atarr menjadi seOrang peucerarnah uruurn ,lr rr rlrrlrlr linrrrr, karentr clengan jabatan tcrsebtrt 1,, lr rrr ',, rr,rrrrirrsrr l,crrr.lir di bawah ker-rdali mercka. Dat-i 1,, lr,'r ;,rtlr l('lrlp t11'11o'111 kepUtUSapr-rya.

,l,

l

l rr \'.rrr, l,, lirrrr rrrrrlai mengasingkan diri dari lrr:rsyarart ,l,rrr lrr,lrr1,,li gunung Erek. Di sar-ra, beliau melakukan

\23 Y I I I

Z

tr

E

?

* E 5

z .E

v) g 6

N N

â&#x201A;Ź

t9

)


'+ z

a

z m

N N

d

teJ

muhasabah dan ir-rteropeksi diri. Di satu sisi, beliau clapati dirir-rya yang sudah tua yang merasa belum mempersiap-

kan diri untuk kehidupan ruhiyahnya. Dan di sisi yang lain dengan semua usaha dan perjuangannya, beliau merasa belum mendapatkan prestasi yang memuaskan hatinya. Dan ini menguatkan niatnya untuk mengisolasi diri dari masyarakatnya. Dan hal itu telah direncanakan semenjak beliau mer-rjadi tawanan Rusia. Secara spiritual, beliau merasa seolah-olah akar-r acla perubahan besar. Dan beliau tinggal menunggu tugas yang akan diberikan takclir kepaclanya.

Tidak lama setelah itr-r, meletuslah peristiwa Syaikh Said yang ditandai dengan tumpahnya banyak darah. Beliau sendiri tidak setuju dengan aksi itu dan tidak terlibat di dalamnya melalui kata-katanya, "Tidak boleh ada pedang yang diangkat di atas kepala anak-anak bangsa sendiri yang telah mengusung panji A1-Qur'an selama bertahun-tahun." Dan pada tahun 1925, beliau dibawa ke Istanbul dan dari sana beliau dibuang ke daerah Burdur dan Isparta. Lalu akibat kecurigaan politik, dan dengan tujuan untuk manghalang-halangi pertemuan beliau de-

ngan masyarakat, beliau ditangkap dan dipaksa tinggal sendirian di sebuah kampung kecil bernama Barla, di Isparta.

4

III{N SAID BARU DAN PENULISAN r{rsALAH AN-NUR (1920 _ 1960)

6 6

& 6

.o

[2.'lri,.ltr;,an Said Badruzaman terbagi menjadi dua, l\l,rt..' 'Sair{ Baru'dan fase 'Said Lama'. Bagian dari l,'lri,lrrprrrrnyil yang terkait dengan politik dinamanakan 'li;ritl Lrrrrrir' dan 'Said Baru' dimulai ketika beliau menulis I't'rlrrrlgrri risalah serta ketika beliau mengumumkan tugas t,rlrlirl st'btrgiri misi utamanya.

ll;rrlirrzzaman berkata, "Mereka yang menyiksa kita ',,'1,.'nrrnryl tirnpa mereka ketahui dan mereka sadari telah rrr,,rrrl,rurtrr kita untuk menyebarkan hakikat keimanan." liclrrrrrrr tlcllpan tahun beliau menjalani pengasingan di llt'rl:r, lrt'lilrr telah menulis tiga perempat kumpulan Rjsal,r/r Arr-Nur yang sebagian besar mengetengahkan tema 1.,'rrrrrrrrrrr dan telah menulis banyak kumpulan tulisan 1., r/ir rrrrt (k atn-kata), Maktubat (kalimah-kalimah) dan Lailrrl'(rl (killlurln).

'li'rkrrit clengan tugas pembaruan yang dimulai, Ba,lrrr,';'rrrrlur rnenetapkan syarat kepada siapa saja yang mau

j:rtli rrrrrridnya, agar menulis Risalah An-Nur dengan lrrrrul lrrrrrrf Al-Qur'an. Di samping menulis dan memperrrrlrr

!

z

!

v) g N N

d 6 ca 90.1


banyak risalah, murid'murid Risalah An-Nur yang berada di"sekitar Barla dan Isparta juga turut menyebarkan tuli' san-tulisan itu ke seluruh pelosok Anatolia hingga seolah' olah kota itu telah menjadi madrasah.

z = B E

s E

z a

N N

Erc teJ


I I I I

I I

J..

I

ir' (zs)

JL

I

,lr1,,rl, ,,.r rrrrylrl:rl

I

llr

6 H

MAHKAMAH ESKISEHIR (1935 - t936) DAN PENGASINGAN KE DAERAH KASTAMONU (t936 - t943)

6

2 d

a E N N

yang mulai banyak dikenal orang ^f\,-"*brat separo kulr.tgrr-, masyarakat merasa ti' dak tenang. Tahun 1934, Badiuzzamarl dipindahkan dari Barla ke Isparta. Setahun setelah itu, ia dituduh membuat

f)isalah An-Nur

perkurnpulan rahasia yang menentang Kerajaan dan beru' toJ

,,rrr,r, l,,.li:rrr urtr-rjalani hidup sebagai orang buangan

Di sana pula, murid-murid beliau r, l ,l, l,r'rl.rrrnlrrrl tli sekitarnya. Saat Rlsalah An-Nur mulai l,rrr,l.rlr rt rst'lrrt tlltri satu tangan ke tangan lain, risalahr r ,.'l.rlr l,rrt rr irrgl scclang ditulis. Yang baru ditulis mula,, Lrrrr.r ,1,.1;rl,:ur trrhrrn.

z

d

tli kantor polisi untuk waktu yang lama.

paya menggulingkannya. Bersama 120 orang muridnya, beliau dibawa ke penjara Eskisehir pada tahun 1935. Secara massal mereka diinterogasi di pengadilan tindak kejahatan, kendati tidak ada bukti kuat keterlibatan mereka dengan semua yang mereka tuduhkan dan kesalahan yang mereka buat. Mahkamah menjadikan Risalah Tasattur (tentang menutup aurat) sebagai alasan untuk menjatuhkan hukuman penjara selama sebelas bulan' 15 darr 220 orang muridnya dihukum 6 bulan penjara dan yang lainnya dibebaskan.

Setelah keluar dari penjara Eskisehir, Badiuzzaman diasingkan lagi ke wilayah Kastamonu tahun 1936 setelah

l)q )

Y I I I

z E .*

r,,,r1,, ,lrl.rrirrr l<c Isparta dan ,,

oleh murid-murid beliau dil,,rrl';rn l.t' |t'krsok Anatolia hingga menembus pelosok

r.rrrl'

1,,r1;111,

,,l;rlrrrn. Kelompok kajian beliau

pun makin

l,,rrr,' rrr,,l. rrr lt'r-scLrar luas. ( )r.urti ()rrrrg yl:rng oleh Badiuzzaman disebut sebagai 'rrrrr',,rlr rrrrrrrrlr ilgiuna yang terselubung' juga

tidak bisa

r,', r,.rl,.rrr ,lrri. l]cberapa kali mereka melancarkan serbu,r, 1., r,rrrllrlr y:rng beliau singgahi. Beliau diplndahkan ,l.rrr ,.rrrr rrr,rlrlirrrrrah ke mahkamah lain. Dibuang ke satu ,1,, r.,1, 1.,' ,|:r...rrrh lain. Beliau juga pernah diracun seba-

r'1,r1 ,lrr,r l,rrlrrlr tigu kali. Hanya karena dukungan Allah , ,1.,1.'1, l,, lr;ru sclamat dari pengaruh racun pada setiap 1,, 1,,,1,.1,111. Kt.rrrlrrti begitu banyak tekanan, gerakan dak', ,1r l ,l.rrrr ti,lrrk bisa dihentikan dan dihalang-halangi.

tr

'a h

Z .E (a

sN

â&#x201A;Źq

m.

(oJ


I

I I

I

I I

I

I I

A

(302

\,'

I'rrrr ,lr;,rrrrl;rlrli:rrr ;'r,l.r .'t) lrrlr l()44.

I I

:1

d

E

.9 il

7

E !

(! 6 E

z ,e tn d

N

!

E

(oJ

MAHKAMAH DENIZLT (1943 - t944) AFYON (t947 - 1949), DAN DIASINGKAN

KE,

DAERAH E,MIRDAG

T)ada nusim gugur tahun 1943, Badiuzzaman ber'

I]

rrrna seratus dua puluh enam orang anak didiknya diadukan ke Mahkamah Tinggi Denizli. Kumpulan Rlsa' lah An-Nur telah diteliti dan dikali oleh sebuah forum pakar yang terdiri dari para professor dan ilmuwan yang kredibel. Berdasarkan temuan positif yang menyatakan bahwa 'Badiuzzaman tidak mempunyai tujuan politik dan Risalah An-Nur merupakan tafsir A1'Qur'an yang didasarkan pada ilmu dan keimanan'. Juga pada beberapa argumentasi yang dikemukakan di Mahkamah pada tahun 1944. Akhirnya mereka diputuskan bebas karena tuduhan yang dialamatkan kepada mereka tidak ada dasarnya. Selama delapan bulan di dalam penjara, Badiuzzaman tidak diperkenankan bertemu dengan murid-muridnya. Dibiarkan berada dalam banyak tekanan dan diracun. Meski demikian, beliau tetap sabar dan dengan pertolo' ngan Allah, beliau selamat dari pengaruh racun itu. Setelah bebas, beliau tinggal di Denizli selama dua bulan sebe-

ke tempat lain, yakni E,mirdag

\\',, 1,, 1,,, r, t,.' l tgitlami banyak tekanan, dakwah Risalah \rr l/rrr rlr:rp ltrjalirn di sana. Seperti halnya di tempatr' lrl',rr l,, r,rl,rr;rrrgiut lainnya. Emi.rdag juga menjadi geml,rr ,1, r,1i,rrr kt'lrrrtlirrrn beliau. \Talaupun terdapat berbagai lr,rl,rrr1,.rn, ()t:rlrg y:lng datang mengunjungi beliau tidak 1,r rrr,rlr lrutus. l'rtra n-rurid beliau membawa risalah yang r,,, r,l.,, trrlr,. lrrlrr beliau mengoreksinya. Ada waktu bagi 1,, lr.rrr rrrrtrrl' pe lgi ke luar kota yang tentu dengan penga\r ,r ,,rn ,l,rtr 1,t't1g111yalan. Seolah-olah beliau Senantiasa l', r.r,l.r ,l,rlrrrrr lrrrktrman pengawasan. Di pintu rumahnya ,, l.rlrr .r,l;r ;,,rlisi yang menjaga dan mengawasi. li rrrrrrlrurrr trrlrtrn 1948, bersama para muridnya beliau ,lrt,rr,1,l.,r1, lrrgr tlrur dibawa ke Afyon. Ti-rduhannya masih ,.rril,r, \',ilt u't)tcncrltang kerajaan dan mengadakan perterru,rrr l,,,lrtili lrrhasia'. Penyidikan berjalan selama dua pulrrlr l,rrl,rr, ,lrrrr Irrrkuman yang diputuskan atas permohorr,rrr l,.rr,,lrr'1g rrtlllrrh bahwa mereka tidak bersalah. Menr,rrr,, ,rrr, lr, l<.t'rrtlirti keputusan banding, konon itu hanya ilrrril1, rn(.tn1,t'l'ltaiki kekurangan mahkamah yang merrrr,l.r rrrrr,l:r 1)r()ses hukum beberapa lama hingga masar'1,, 1,.'1,r,, St.tt.lirh itu beliau dan murid-muridnya bebas. l,,lrrrrr It)50 Tirrki sedang memasuki era multi partai 1',,lrll I )t'rrlrrrr rrrcmenangi pemilu, partai Demokrat berl, r .rl r,r, rrlrr,li pcnrcrintah. Perubahan yang terjadi dalam ,l,rnr., ;,,,lrrrl. rt.lrrh urenghembuskan sedikit angin kebeba,r ,l,rr !.r\:r l('g:l kepada Badiuzzaman dan murid-murid rr

Z

pn1,.sa

tr

(31 2 I I I

z= G

B

6 E

z5 'a v) E

a N N

t

d

to.l


I

I I

I (::) I

t

{r> \.r Y I I I

zL ($

d d JI d H d E

z Id TA

H

6 .

d N N. 5'

â&#x201A;Ź(o

0

Nur. Akan tetapi tekanan'tekanan masih saja berlanjut' .. Setelah bebas dari penjara Afuon, beliau dipaksa ting' gal di Emirdag. Ketika Partai Demokrat berkuasa, beliau pergi ke Eskisehir. Akhirnya Said Nursi pindah ke Isparta dan sibuk bersama murid-muridnya di sana' Tahun 1952 bersamaan dengan dicabutnya dakwaan yang dialamatkan kepada 'Mursyidus Syabab', 27 tahun yang lalu, beliau kembali ke Istanbul. Hotel tempat menginapnya menerima kunjungan murid-murid dan saha' bat-sahabatnya yang tidak pernah putus' Thnpa penaha' nan, beliau dihadapkan dengan dakwaan dengan proses tiga bulan, yang pada akhirnya beliau diputuskan tidak bersalah.

Dari Mahkamah, beliau kembali ke Emirdag' Saat beliau berjalan sendiri di luar kota dan tidak mengenakan topi, polisi tentara menangkap beliau dan membawanya ke kanto. polisi (1953). Karena itu, beliau perlu mengaju'

kan surat permohonan yang ditujukan kepada pejabat menteri keadilan dan menteri dalam negeri' Oleh murid.muridnya, surat itu disebarkan di media massa di kota Sumsun. Akhirnya, dakwaan dialamatkan kepada beliau lagi dan beliau dipanggil ke kota tersebut' W"lr,rpt ., telah disampaikan bahwa beliau tidak dapat hadir ke kota tersebut karena alasan kesehatan dan usia yang sudah tua, namun pihak pengadilan bersikukuh beiiru hr.rt datang., Dan sewaktu beliau berangkat ke Is' tanbul untuk selanjutnya menuju Samsun, kesehatan beliau kian memburuk.

l',r,1;rlr;rl,

rrll ketcrangan dari dinas kesehatan

bahwa

l,,',,r'IrrrI rrrr l',t'lirrr ticlak memungkinkan beliau menempuh

l,, rl,rl,rrrrn tlrrrirt, laut, atau udara. Akhirnya beliau di,u rr,rr ,,iunl)ri Srrnrsun, dan di mahkamah sekali lagi dinyat,rl,,rrr I r.lrrli l.crslrlah. lrlrrsirrr l,rrngu 1953, beliau menetap di Istanbul selama r11i,r l,rrlrrrr. IJeliiru turut memberikan sambutan pada hari rrl,rrr;1 trrlrrrrr kota Istanbul yang ke 500. Setelah itu, beliau ,,r'r

,ur lx'nu'rrtun pergi ke Emirdag, Eskisehir, dan Isparta.

l),rrr ,lrrri slr)a, beliau bersama murid-muridnya pergi ke ll,rr lrr ylrrrg rncrupakan tempat peugasingan pertamanya ,l,rrr rt'rrrprrl risalah-risalahnya ditulis.

Y I I I

4

â&#x201A;Ź sd B

JZ

6 'd

,6

z E

U}

N N

â&#x201A;Ź co

(oJ


-"1-

I

I

I I

I

t

(es>

(:+7

iir

Y

Y

I

I I

I

z

z *

PERJALANAN TERAKHIR

E

! d

,p,

;

d H

.o

bulan-bulan pertama tahun 1960, kehidupan politik Tirrki dalam keadaan kacau balau. Dengan

D,,.lo

I

tullrur nremberi peringatan dan teguran kepada kerajaan

!

â&#x201A;Ź

z

Ir'tikr itu

a

llir.lirrzzuman pergi ke Ankara hingga tiga kali. Meski ,|.'rrriliiln, upaya beliau tidak mendapat respon yang se-

a

a N N

ttrrsl irrytr.

N

â&#x201A;Ź c0

G

dan mewanti-wanti bencana yang akan datang,

I'rrrlrr 11 Januari 1960, Menteri Dalam Negeri meng. lrirlrrrgi masuknya Badiuzzaman ke Ankara untuk terakhir l.,rlirryir clan menyarankan beliau untuk putar balik ke lrrtrr (iolbasi. Atas desakan Partai Rakyat (Partainya

l\nrrtrrrk), Menteri Dalam Negeri meminta beliau agar rnr.n(.1 rl) di Emirdag. ( )lt'h karena itu, beliau kembali ke Emirdag unruk I'r'l'r.r'rrPn lama. Setelah itu, beliau pergi ke Isparta. Kemu,llirrr, l,clirn tapi pasti, Said Nursi mengucapkan selamat tlrrplllrrl kcpada orang-orang di sekitarnya. Di beberapa lrinrlrttllya, beliau sering berbicara tentang kematian, wa-

I

J6

'rl,rt, rlrur alam kubur. Sr.rirrg beliau sampaikan bahwa beliau tengah bersiaprrl,rlr 1111'11uju alam akhirat dengan tenang. Sebab, tangan-

2,... 16i .E

N

LoJ


z

= iE

., '6s

'.' z .6

N

;N r5 t

(el

tangan penerus dakwah keimanan dan Al'Qur'an bagi Risalah An-Nur telah menulisnya. Kondisi kesehatan beliau kian mengkhawatirkan.

Akhirnya, dengan keputusan yang terkesan tiba'tiba, dari Isparta, beliau keluar pergi menuju Urfa. Karena sakit beliau yang kian bertambah dan polisi yang terus mematamatai beliau. Setelah menempuh dua puluh lima jam perjalanan yang melelahkan, beliau pun sampai Urfa. Meski dengan kesehatan yang buruk, beliau yang menginap di Hotel Ipek Palace tetap menemui para tamu yang mengunjunginya dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Pada saat yang sama, pihak penguasa dengan berbagai upaya menginginkan agar beliau keluar dari Urfa dengan mengerahkan polisi dan polisi militer. Badiuzzaman kembali ke rahm*tullah pada waktu Shubuh, hari ke 25 Ramadhan 1379 bertepatan dengan 23 Maret 1960. Allah merahmatinya. Hari Kamis 24 Maret 1960, setelah dishalatkan oleh jamaah yang sesak memadati masjid jami' Urfa, beliau yang dianggap sebagai imam abad ini dibawa ke KhalilurRahman, lalu jenazahnya disemayamkan di tempat yang telah dipersiapkan. Dua bulan sepeninggal beliau, yakni 27 Mei 1960, terjadi kudeta kekuasaan. Era kegelapan

politik pun kembali di Turki. Kondisi ketika itu

sangat

buruk, hingga pada 17 Juli 1960 kuburan beliau dibongkar. Mereka yang selalu mengganggu dan tidak memberi' kan kesempatan beliau untuk istirahat semasa hidupnya, tetap takut kepadanya, walupun beliau telah meniggal

,lrrrri,r, I :rlrr, rrrcrcka membongkar jasad beliau yang mulia rlrrrr rrrrrillnrl,rlrkrrtrnya ke suatu tempat yang tidak diketa-

lrrrl

,lt

lsplrt tlr.


I

I

I I

I

I I

t

I

(

JL

(382 ',rli.rrur ibarat batang-batang kayu di atas api ' rr.rr1,rt ,l:rrr lckitcl yang menerangi cahaya Al-Qur'an. lr rrr, r11i,,l ,;rtlilut clan meryebarkannya. Cahaya Al-Qur'an i ,rry r,r, r,,,;rlrrrrri tckilnan dan yang tersebar dengan energi ' ril.ilrll,rr rilt'rr jrrtlikan Barla bahkan seluruh negeri ini rl, ,r,rt '., l,rr;rlr rrr:rrlrasah. Mereka menyangka saya terku' r *nl,,lr,,,'l,,rrlr kampung. Kenyataannya, kondisir-rya I ,, r ., I ,, r ,, r,1i,rrr ..lcr.rg:in dugaan para Zindiq. Barla ibarat ,,rl, 1,, 1r,,,rIr;rrr rlar-r tempat-tempat lain semisal Isparta

rr rrr rl,rtr I

I I

z

SUMBANGSIH RISALAH AN-NUR d

!

z '6 v) d

E

N N

E

t9

etelah perang pembebasan, atas undangan kerajaan saat itu, Badiuzzaman Said Nursi pergi ke Ankara. Beliau membicarakan tentang fitnah dahsyat yang akan

I

I

4

f

d

'e,

B

r

tl,

'r.,t

',, 1,,r,,1r Itliclrtrsah.

.v-:;

rnenimpa ummat Islam seperti berikut,

"Thhun 1938 saya pergi ke Ankara. Dalam par-rdangan orang-orang beriman yang bergembira karena kemenangan Islam terhadap Yunani, saya melihat ada suatu upaya penuh makar untuk memasukkan fitr-rah Zindiq yang sangat berbahaya bagi kaum Muslimir-r, lalu merr-rsak dan meracuni. Saya katakan, "Ya, naga (Zindiq) akan merusak sendi- sendi keimanan." Malang sekali, karena apa yang diris'.rukan Said Nursi benar-benar terjadi. Fitnah Zindiq merttstrk sendi-sendi keimanan lebih dasyat daripada apa yarlg dirisaukan. Se' telah meninggalkan Ankara dan selar-na tinggal di Van, dikarenakan kecurigaan oleh pihak kerajaan, Badiuzzaman dipindahkan ke Barla, sebuah dacrah cli wilayah Isparta, dan beliau menceritakan seperti berikut. "Saya sampaikan ratusan ribu syukur kepada Allah clan sebagai ungkapan nikmat saya katakan, 'Semua teka-

t9)

\./

'

\ //r,

',

rr,l

r r r

r,

I'.1

lr

r

li//,

h.

\;o:*

1-r-o.ir

Y

ii;,

lni adalah karunia Tulwnktt."

rrr',i rrrrrlai tnenulis cahaya-caharya

di kampung

1,, rl ,lr l,.rlr l,rrkit rlengan kondisi jalan-jalannya yang

illirt ',r'rtirl) sillunya ibarat obat yang didasarkan kepa' ,l, \l ( )rrr,rrr lrrrgi penyakit spiritual zaman ini dan men1r,lr ,r,,r,.r l,:rlti kcjayaar-r akhirat dan kebahagiaan bagi !

,,r ur1 ,,r.rrl, \'rrrg beriman. Karya-karya ini menjelaskan ' ' l,r rrr, r (lln tlrir menjaganya telah disebarkan di se-

l,rrrrlr

1,, 1,,',, ,1.

Arrrrtolia oleh murid-murid An-Nur. Risa-

lrlr rr,,rl,rlr , rrlrryrr tclah menjadi obat penawar ruhani l, rr,r lrrr,r,rrr rrrurusil. Segala rencana jahat mereka pun trtr

ill,r'lr "t,r rirr.

Slicl Nursi menyampaikan pengaruh ,lr,,l ..lrrn hasil yang dicapai sebagai berikut, rl,;rtli:rrr i 'lir,,rl,r/r ,\rr Nrrl titlirk I'ranya mengatasi upaya.upaya pe' lrrr,rr.rlr.rrr 1';rrr;1 lt't'kccil atas sebuah rumah terpencil saja. 11.r,lrrr. .':rrrrrrrr

,r,1,

t-l

I6

"6

'6 5

z

.E

a 6 N

N

4 g

(oJ


I

I I I

+ h

z d

'5 -c d

tr

"o

z a

q N N

=d

G

Bahkan, ia mengatasi satu upaya pemusnahan menye' luruh dari sebuah benteng besar yang mengelilingi Islam dengan batu-batunya yang sebesar gunung." Ia bukan hanya menyembuhkan sekeping hati dan sa' nubari tertentu. Bahkan, barusaha mengobati seluruh hati dengan kerusakan yang hebat sekaligus sarana perusaknya yang disiapkan sejak seribu tahun. Termasuk memperbaiki pemikiran teutama dasar'dasar Islam yang menjadi pijakan golongan mukmin pada umumnya serta hati yang kecewa akibat gagalnya upaya penyebaran syiar dengan mukjizat Al-Qur'an. Sudah barang tentu, untuk memperbaiki kerusakan dan luka-luka parah diperlukan argumentasi dan bukti' bukti yang benar dan kuat kokoh serta obat mujarab dan penawar hebat. Maka Risalah An'Nur menampakkan sisi kemukjizatan Al-Qur'an, rru,t' jiTul bayanlah yang memainkan peran pada zaman ini. Di samping itu, Risalah An' Nur turut menjadi dasar bagi peningkatan nilai-nilai keimanan.

Risalah-risalah cahaya dan dakwah cahaya yang menyandarkan seluruh kekuatannya dari Al-Qur'an mendapatkan pertolongan ilahi dan kejayaan yang besar atas kekejaman dan kezaliman. Beliau mencerilakan tentang kekuatan tafsir Al' Qur'an dan mengatakan bahwa, "Risalah An-Nur tidak akan pernah padam dan tidak bisa dipadamkan. Risalah An-Nur adalah cahaya yang terang apablla ditiup supaya padam. Risalah An-Nur adalah yang menguak dan menje-

I' Lrr, r.,lr,r,,r;r :lgur)g alam semesta."

dD \,/ I

I l, rrrr ,l:rl.rr,:rlr srrci ini, Said Nursi diracun, dipenjara, ,l ,r, r,,, r,;,lrrrl,islirrrr ul'nurnya di pengasingan. Namun, ro,1, l, ,rlrrrrrrrr (lrri kckejaman yang beliau hadapi tidak r, ,rltrr r,,, rrlllrrlrrngi dakwah beliau, yang menjadi obat ,1,r, 1,, n.r\\'.u irt,rs pcnyakit di hati orang beriman.

ll, lr.rrr tr,lrrl,r pcrnirh menghiraukan kezaliman yang ,lrl,', 1,,1,rr,\'', ,,,'l,unrr ini. Thhun 1952, saat umurnya 76 tal,,rr,. l,, lr.rrr rn.'rryrrrupaikan kepada Asraf Adib seraya berI rr r, ",\lrr r,l;r rrrcrrghadapi seribu kesusahan seperti ini,

, ,l rrr '..r ,lr';r;111 Islnnr clalam keselamatan." Beliau datarrlr l,r.rt 1,11,, 11 li,'zrrlitnan. Ini membuktikan bahwa waI rrr;,rrrr ,il,l.rlr

rri r

lilir, nllllrun Semangat yang ada dalam ruh-

rrr.r'.r1, ',, y1,rt lrugill-.

I

I

z -e d

E d d H

: z .E ?1

d ' N_' N

6 9 0.1


I I

II I

JL

\43

Y

+

I

4

&

I)ASAR zuSALAH AN-NUR: MIII,NYANI KEIMANAN DAN AL-

â&#x201A;Ź d

'&, d

.9,

QUR'AN

!

o .o

"E

'a

Z

z d

a

tr N N

3

E

co

teJ

6

t-..1

I) ,',lirr::zrrnran Said Nursi menjelaskan tentang I)[,,,,r,'1, kckafiran yang berasal dari luar negeri, "h l;r',rrlrrlr yrlrg menggelisahkan saya hanyalah bahaya-

l',rlr,,\',r yrrrrll ntcnimpa agama. Dahulu bahaya itu datang ,l,rrt lrr,rr ,l:rrr trrrA mengatasinya mudah. Tetapi, sekarang l,,rlr,r\',r ,lrrtrrrrg clirri dalam. Cacing telah masuk ke dalam ilrl'il1r, rilIl.ir l)crtcmpuran menjadi suiit. Saya rnengkharu ,rttll,,rrr lrrlrrrlr masyarakat tidak bisa bertahan karena Il,l,rl rrrrrryrrtl:rri uursuhnya. Mereka menganggap musuh 11 llrr',,,il yrrrrll tclah memotong urat nadi dan meminum rlrr,rlrrr\',r rtu schirgai sahabat karib. Jika mata hati masyarrrl,rt rrrrrrj;rtli hrrta begini, maka benteng keimanan ber,r,l,r ,l,rl;un l,lrlrlryn. Justru keraguan saya, bahkan satu,rrlturr\',r 1..'r:r11rnn bagi saya adalah masalah ini." "'i,r1,;r

rrr,'lillrl paril pemimpin berada dalam kelalaian. lt,rrrli l .l.rrlrrrrrr ticlak bisa menyangga tubuh keimanan. tll, lr .,,.1,,r1,, itrr srrya memfokuskan kerja saya hanya pada [, trrr,rrr,rrr, Srryrr lrcrpikir tentang kehidupan dalam ma-

a6 d N N

t9J


I I I

I I

Y I I

z * 6

'a

6

r

:

z

.:d a

H

H N

s

E EA

G

syarakat, menghidupkan ma'waniyahnya, suara hatinya, dan keimanannya. Saya berusaha menegakkan prinsip ke'

tauhidan dan keimanan, yang merupakan asas AlQur'an, karena itu adalah tiang utama masyarakat Islam' Jika tiang itu goyah, maka musnahlah masyarakat'" "Saya hanya memiliki satu tujuan. Kita mendengar burung hantu, Bolshevik (komunis) dalam negara Islam ini. Suara ini merusak sendi'sendi keimanan dunia Islam dan menjadikan rakyat terutama kawula muda tidak beragama dan mengikat mereka kepadanya' Saya berjuang menentang mereka dengan semua yang saya miliki dan saya menyeru orang Islam serta kawula muda kepada keimanan. Saya berjuang menentang golongan yang tidak beriman. Dan ketika saya mendekati kuburan 'nanti' saya ingin menemui keharibaan Allah dengan perjuangan ini' Insya Allah. Inilah semua usaha sayal" An'Nur' Kita Justru pandagan inilah ruh bagi Risalah yang berikut, Badiuzzaman bisa melihat dalam kata'kata "sesungguhnya untuk mencapai tujuan tersebut, per' juangan ini meneladani cara perjuangan yang murni dan penyampaian secara bersih, sopan santun, dan dengan trta-kutu yang lemah [embut." Beliau menjadikan percakapan diri sendiri sendiri sebagai titik tolak perjuangan' 'Asas, asal, sumber, ruh, dan hakikat Risalah An-Nur ialah membenarkan haklkat'hakikat keimanan dari sisi keimanan kepada yang gaib melalui penjelasan rahasia wahyu Al-Qur'an, hujjah, dan Al-Qur'an secara ilmu al' yaqin (keyakinan melalui ilmu) yang menyampaikan se-

, u r llrrt;r',

,lrrtr lrnrat jelas dengan kekuatan yang Setara ,1, r,r,,,,, lt,r,1 ,l "gru1in (keyakinan yang sebenar-benarnya)." lir,,i/,r/r ,'\rr Nrlr adalah sebuah tafsir manawi yang mer,i rrrrl,.rrlirrr l)('nnata Al-Qur'an yang agung dan berharga l,,r,r r,r,rrrrr,i:r rlcngan sayap akal dan hati serta merupakan l,' rr,,.rt,u.rrr rlrrrrr kalam yang kuat. Risalah An-Nur memilrl r l, l. rrrrrrrrr ilrnu dan pemikiran yang bisa menjawab I' l,rrt rrlr,rrr nr:r'uawi masa kini dan masa yang akan datang

2

-v s H

, rr,r nr('r,11,rrrtlrrng kekayaan dunia pemikiran Islam. MaI ,, ,lr ,l,rl:rrrr lrrrku ini terdapat kekuatan yang bisa mengar r,r ,r'rnuir trrtltrl-ran untuk merusak sendi-sendi keimanan

Z

,l ,r, l,r',rr rrrt'rrgtrtasi semua orang yang membantahnya."

d (n.

d

6 d N N di

toJ


$ Z A < a

'iE ,> . .

DUSTUR IQNA

--Id

.G

.i.ti

:,2 a d

= ,co6 t9J

tl.]' I'r l r,r I l' ! r illlt ) I lsirt yang terbiasa melakukan dosa adal,rlt ,['tr1i,rtr iltr'nrrnjtrkkan mereka kepada keimanan dan lrr rirrn,rl ',lr;rl,'lr .li tltrrtitr untuk mendapatkan kenikmatan pada dosa,,r r [rrl \\' r',r' r I r t lt't rglttr rlemperlihatkan bahwa ,1,,,,r l.rrl;rl,;rt nrsir sirkit yang mengurangi kenikmatan ll u r l,rl,rtrr l)r'r rslllll)llya. I

\ ,{enurrrt Risalah An-Nur, dua keadaan berbahaya IVlr"ar.g dihidupkan dalam masya'rakal: 1. Penyebaran kekufuran mutlak yang bersumber ke' pada filsafat dan sains yang bersandar kepada dasar male' rialisme yang rusak.

.N .N

rl, r, l,r, lrrrl.irtr ,l.'ttgrttt paksaan seperti orang Badui yang Il,l,r! trr,'rrr,rIr;rrrri kltir-kata." Risalah An'Nur telah mem' l,l[ttl,,rn l,1rsl. 1,111iL kcimanan dengan hujjah dan buktil,rrt tl \',rrrl: krrrl, It)ct))angkal pandangan orang-orang I'irll1r I111 1vl11,111kIrl'itryil clan mengukuhkan nilai keimanan l,,rli',,1 , 't,tttll ,lt'ltgltt cara ini. lrl,'rrrrrrrt Iiir,rl,t/r Art-Nur, satu-satunya cara untuk me-

2. Manusia mengutamakan hiasan kaca'kaca dunia yang bisa pecah merusak permata ini, kendati mereka tahu bahwa akhirat dapat diraih melalui perasaan yang mendominasi akal dan hati Panduan yang diberikan oleh farmasi-farmasi An-Nur untuk mengatasi bahaya ini ialah, kekufuran masa lalu datang karena kejahilan, dan melawan mereka tentu mudah. Ini karena adanya kepatuhan dalam masyarakat Is' lam. Perkataan ulama berpengaruh secara langsung bagi orang Islam. Sedangkan pada masa kini, kekufuran telah tersebar. Kepatuhan telah musnah. Maka, untuk mempengaruhi akal dan'hati manusia sekarang ini hanyalah me'

lalui dalil dan bukti. Beliau mengatakan, "IJntuk memenangkan orang yang berbudaya adalah dengan cara memuaskan hati dan akal

r

r

; r

z: d.i

's .5d.

r

rrd.

,*

;

s)

rA.

..6 '.N

'.N

!dl

tPJ


I I

,',

I I

A (48)

I L

v

(ao) rrrr

I

a

zA

{

6 6

TUGAS TAJDID

J4 H

B

z.

'=

a

6

N N

â&#x201A;Ź H

(o.l

T.Zarena Badiuzzaman Said Nursi dan Risalah AnNrur, yang ditulisnya mempersembahkan Al-Quran Al-Karim yang sesuai dengan pemahaman sesama berikut pengaruhnya, beliau dan Risalah An-Nur menjadi 'Maa Sodaq' (bukti kebenaran) bagi hadits yang dimaksud, "Pdda setiap tahun Allah meng,Ltus s eor dng muj addid untuk memperbarui dgdmd ini 'dengan mal<na yang sebenantycl'."1

Badiuzzaman menerangkan keadaan ruhnya yang menyiapkan dirinya untuk melaksanakan tugas memurnikan agama di abad ini dan telah diterima baik para ulama di negara kita sendiri atau dunia Islam yang melihat keada. I Hadist ini diriwayatkan melalui

sanad shahih oleh Abbu Dawud, Baihaqi, Hakim, Thabrani, Ibnu Abdi, dan Khathib Al-Baghdadi. Para ulama hadits sepakat terhadap keshahihan hadits ini. Hadits ini dipahami dengan ungkapan'ummat' dimana perjuangan seorang Mujaddid adalah perjuangan untuk semua ummat. Upaya. upaya kecil dan terbatas tidak bisa menjadi'kemujadidarl seseorang. Maksud tajdid adalah rnenghidupkan hukum-hukum Kitab dan Sunnah serta menghapus bid'ah baik dalam pemikiran maupun amal nyata ketika Kitab dan Sunnah ditinggalkan dan dilupakan serta ketika bid'ah dan kesesrrtan mengtrasi semua tempat.

\r

ini sebagai berikut,

Y

"selama perang dur-ria yang lalu sertir sebelumnya, dalrrrn suatu kejadian (mimpi yang benar) aku melihat bahrvrr aku berada di kaki gunung Agri yang terkenal dengan nirma gunung Ararat. Tiba-tiba, gunung itu meletus he' l,rrt. Bongkahan pecahannya bertaburan ke penjuru durrirr. Dalam kondisi gerLting itu, aku melihat bahwa alr,,,rrhumah ibuku beracla di sampingku. Aku berkata,

'lbu jangan takutl Ini aclalah kehendak Allah' Dia ,r,lrrlah Ar-Rahim clan Al-Hakim.' Tiba-tiba, aku melihat ',('scorallg berkatir seakat-t mcnyurtth,'Terangkan mukjizat ,'\l-Qur'an.' Aku terjaga clar-r memahami bahwa akan terjadi suatu l, lrrsan besar, yang setelah itu terjadi perubahan, di mana t, rrrbok-tembok di sekitar Al-Qur'an runtuh. Al-Qur'an ,rl'rrn rnempertahankan dirinya sendirinya. Serangan terl,,r,lirp Al-Qur'an pun r{ilakukan. Mukjizatnya akau men1,,,1i tar.ncng cli wajahr-rya. Dirn seseorang sepcrti erktt akatr rrr,'rrtrjtrkkan mukjiznt tersebtrt pacla mtrsa it-ii, seclirngk:in r,r lrcrac{a di utas kcmatnpuanku. Aktr sangat paharn bal'r' r'',, lkLl clisiapkan untuk itu." "Ya, sesungguhnya keimanan clan trgama, kehidupan ,,,,rsyarakat dan syariat serta hak orang banyak cJan

kon'

,lr,,i politik ,,l,rrtl ir-ri. Tetapi, tajc{icl yang paling penting adalah di'rri ,r,,i lrcmeliharan hakikat clan nilai keiuranan serta tuet'rja,lilirur tajdicl yang paling suci dan bentrr. Jika dibandingl,rrr tlengzinnya, maka wilayah syariah, kehiclupan bern-ra-

sangat membutuhkan seorang mujadclicl pacla

I I

z ?

o .d E

z I .h E N

E

â&#x201A;Źd c0

EJ


I

I

-\ I

-JL

( 502

V I I I

!

z ? '&

6 d

z '6

a

a d E N N

t

s

syarakat dan berpolitik beracla pada peringkat kedua, ke-

tiga, atau keempat." Keutarnaan penting sekitar tajdid agama dalam riwayat hadits adalah tajdid dalam hakikat dan nilai keimanan. Gtapi, karena luasnya sisi kehidupan masyarakat, politik, dan kedudukan serta kekuasaan dipandang lebih penting oleh banyak manusia yang lebih mencintai kehidupan dunia, maka mereka melihat dan memberi tnakna sesuai dengan persepsi itu. Syukur yang tiada tara untuk Allah karena telah menjadikan kepribadian Islami para pelajar dan pengikut sejati Risalah An.Nur yang melakukan tugas tajdid dengan memelihara hakikat dan nilai keimanan pada masa ini. Sebanyak 40 ribu orang mengakui bahwa Risalah AnNrzr telah bertarung habis-habisan menghadapi serangan sesat dan penzindiqan yang amat berbahaya melalui penyebaran yang berkesan dan penuh keterbukaan dalam

tugas itu sejak 20 tahun. Lantas dapat menyclamatkan keimanan ratusan ribu kaum Mukminin. "Namun, jangan jadikan orang yang buntu dan lemah sepertiku karena beban berat yang ribuan kali meleblhi kapasitasku sebagai ukuran dan teladan." Pada suratnya yang lain, Badiuzzamarr mengatakan bahwa era sekarang merupakan era berjamaah dalam hal tajdid. Badiuzzaman menyembunyikan dirinya dan menonjolkan risalah-risalah An.Nur serta kepribadian Isiami para muridnya. Saat itu, beliau menegaskan hal-hal penting sebagai berikut,

"Kelebihan-kelebihan yang kalian lihat sesungguhnya hukan kelebihan saya, karena semua kelebihan itu adalah rnilik Risalah An-Nur yang merupakan tafsir dari hakikat Al-Qur'an. Seperti para mujaddld yang berjuang untuk Islam dan nilai-nilai keimanan pada setiap abad' Grkatlang terjadi kekacauan pada suatu waktu. Ada invasi kekuasaan dan kegersangan spiritual. Semua itu adalah kcadaan yang membutuhkan datangnya seorang mujad' tlid. Setiap zaman tidaklah sama. Sehebat apapun seseolung, ia bisa kalah bila berhadapan dengan pribac{i yang shalih,

Karena kemungkina n Risalah An'Nur menj adi mujad' ..licl dari sisi ini sangatlah besar, maka sifat-sifat utama itLr bukan milik saya pribadi. Bahkan, seperti yang berrrlang kali saya tulis, kehidupan saya adalah seperti sebiii lrcr-rih bila dibandingkan dengan Risalah An'Nur. Dengan limpahan Al-Qur'an dan karunia Allah, blii itu berubah rrrcnjadi pohon Risalah An-Nur yang bebuah dan tinggi rrilainya. Dan saya hanya sebiji benih yang telah hancur

milik Risalah An-Nur yang merupakan tafsir dari A1-Qur'an yang memiliki kebenaran.

,lrrn lenyap. Semua nilai

4 d

tB A tr 6

E

z ad e E d N N

o

t9


'l

I I

I I

a<i :1

merasuki hati dan bersembunyi di situ, lalu berubah men5

Z r' :.

{

r ''6

'. .6

MENJAUHI DLNIA POLITIK

'., I

i6

JI

z ..4 .-.6

t, .E

,]' ,N '.' 6 N 5 ::

,,s

T)adiuzzaman Said Nursi selalu menjauhkan Risalah DA.r-Nu. dan para muridnya dari dunia politik yang penuh dengan tipu daya' Sebab, beliau melihat bahwa berjuang demi agama dan ilmu melalui jalur politik pada zamar- yang tidak stabil tidak akan mendatangkan hasil dan tidak ada gunanya' Beliau yakin bahwa sarana paling utama untuk mendapatkan kehidupan abadi adalah dengan perjuangan menegakkan keimanan serta berusaha ke arahnya dengan penuh tekad' Beliau berkata, "Bahaya terbesar bagi ummat Islam pada zaman ini adalah kerusakan hati dan lemahnya keimanan akibat kesesatan yang datang dari ilmu sains dan filsafat. Solusi unggal bagi masalah ini adalah nur (cahaya) dan memperlihatkan nur itu supaya hati dapat disembuhkan serta keimanan dapat diselamatkan' Jika mereka dikendalikan dan dikalahkan oleh hegemoni politik, maka orang'orang kafir akan berubah menjadi orang-orang munafik. Orangorang munafik sebelumnya lebih berbahaya daripada orang-orang kafir. Artinya, jika kondisinya seperti itu terjadi, maka hegemoni politik tidak bisa menyembuhkan hati yang rusak. Dan pada saat itu pula kekufuran akan

jadi kemunafikan. Dan zaman ini orang lemah seperti saya tidak bisa melakukan kedua tugas itu (menyebarkan risalah) sekaligus berhadapan dengan Pentungdn politik. Sebaiknya justru fokus terhadap Nur dengan segenap kekuatan apapun kondisinya dan sepantasnya saya tidak berbenturan langsung dengan dunia poltitik." Dengan menjauhkan diri dari polilik, beliau telah mengalihkan perhatian mata-mata yang buta karena kecenderungannya kepada politik dan berpaling dari cahaya Al-Qur'an. Beliau tidak mendistorsi hakikat Al-Qur'an hanya karena tuduhan propaganda politik. Beliau paham bahwa politik yang berlangsung berdiri di atas landasan pragmatism adalah binatang buas. Saat membicarakan hasil politik yang buruk itu, beliau katakan,

a.t;tr:

gwt b !\ili

"Aku berlindung kepada Allah dari sJetdrl dm politik."

Lalu, beliau tidak lagi melibatkan diri pada urusan politik.

,I

T

II I

,"t,:.,,4

1.,,:,i( '.

'',.la

,rtl:i

.s

'i:,i rB

,Jas

:.'.]]

,

..','r, i,1,,.,,'

,:,,tX, r-r..,iiE

:fr

'

..6 ,.-''' N

IN ' l',r t:.'l ''.''.:t ':i6

9oi


Pertama: Gfsir-tafsir pacla umumnya. yaitr-r tafsir yang menjelaskan, menerangkan, clan mcmbuktikar-r rrrgkrpo. a

4 =

RISALAH AN-NUR SEBAGAI TAFSIR MAKNA\rI AL.QUR'AN

d H .d

z.(, a N N

â&#x201A;Ź CoJ

Qecara sederhana, ilmu Tafsir biasa didefinisikan

\-)sebagai upaya mernbongkar, mengurai, menampak' kan kandungan dan makna Al-Qur'an yang terselubung dan tersembunyi. Imam Ghazali menyamakan Al-Qur'an dengan lautan yang tiada pantainya. Di dasarnya terdapat mutiara, yakut, dan permata yang tidak terhitung. Ilmu Thfsir ialah ilmu yang mengeluarkan mutiara dan hakikat yang ter' sembunyi itu. Dari sisi ini, setiap ilmu yang menrbahas perincian dan hakikat A1-Qur'an bisa dikategorikan de' ngan ilmu Tafsir. Dan di Dunia Islam kir-ri banyak karya tulis dengan tujuan yang sama' Badiuzzaman Said Nursi menjelaskan bahwa Risalah An'Nur merupakan tafsir se' perti yang beliau katakan, "Oleh sebab itu, berulang kali kami sampaikan bahwa Risalah' An-Nur adalah tafsir Al-Qur'an yang kuat dan benar. Dan karena sebagian orang tidak memahami keseluruhan maknanya, maka saya menetapkan untuk me' nguraikan satu hakikat. Hakikat itu adalatr Tafsir ada dua macam:

Al-Qur'zrn, makna kalimat dan ayat-ayatnya. Kedua: Thfsir yang menerangkan dan membuk.rikan hakikat keimanan dalam Al-eur,an dengan hujjah yang kuat. Ini sangar per-rting. Sebagian Thfsir biasa membahas rnasalah ini secara ringkas. Tetapi Risalah An-Nur menjadikan yang kedua sebagai c-lasar utama kajiannya. Dan Risalah An-Nur adalah tafsir makna Al-eur,an yang nrembungkam parzr ahli filsafat dengan cara yang unik. Dijelaskar-r pula, "Rlsa/ah An-Nur biasar-rya merupakan Iintasan pikiran dan hasil menggali Al-eur,an yrng drtang ke hati dan dengan limpahan makna Al-eur'an adalah bukti kebenaran (burhan) yang rerang bagi Al-eur,an, tafsir yang kuat, kilauan mukjizat maknanya yang jelas, titisan bagi lautan itu, sinar bagi matahari dan terjemahan rnakna yang diambil dari sumber ilmu hakikat dari limpahan A1-Qur'an." Badiuzzaman yang hanya menggali A1-eur,ar-r ketika rrrenulis Risalah An-Nur menjelaskan bagaimana beliau rnulai menulis karya-karyanya itu,

"\il/alau bagaimanapun, layaknya Imam Rabbani Syaikh Ahmad Al-Faruqi tidak henti-hentinya berpesan clalam risalah-risalahnya, di mana beliau kerapkali menyampaikan masalah tersebut dalam banyak risalahnya, 'Lakukan tauhidul-Qiblah, yaitu berguru kepacla seorang guru clan meneladaninya. Jangan sibukkan dirimu d"nga,-, yang lain.' Pesan penting ini menjadi tidak selaras .{e,-rgar-,

z E

: d

L-.1

g "d

z

.d

U)

E d N N

"d

tol


kesiapan psikis saya. Saya berpikir beberapa kali, apakah saya a,.z

,.<

H

â&#x201A;Ź ig ':" 2 :.d .a E .ir. :N

.r

6

N d

i.

S

ikuti yang ini atau yang lain? Atau yang lain

lagi?

Saya heran. Pada setiap orang terdapat sifat-sifat yang menarik. Saya merasa tidak bisa berpedoman kepada salah satu saja. Dalam keheranan saya itu, tiba-tiba dengan rahmat Allah yang datang ke hati saya, bahwa permulaan bagi semua tarikat yang berbeda, sumber bagi semua aliran

air dan matahari bagi planet-planet ini ialah Al-Qur'an Al-Hakim. Tauhidul-Qibiah sejati hanya ada padanya. Jika begitu, Al-Qur'anlah pembimbing teragung dan guru paling suci. Saya berpegang dengannya. Sudah tentu dengan kelayakannya, kesiapan saya yang kurang memadai tidak bisa menyedot dan mengambil limpahan pembimbing sejati yang bagaikan air kehidupan itu. Thpi, kami masih bisa menunjukkan limpahan dan air kehidupan itu de-

ngan limpahannya dengan derajat ahli tasawuf dan tari.

kat.

Maka, kata-kata dan cahaya yang datang dari AlI

zuSALAH AN-NUR SEBAGAI KAJIAN ILMU KALAM

Qur'an bukan hanya masalah ilmiah yang bersifat empiris, bahkan juga masalah keimanan yang berbentuk ilmu, ruh, dan keadaan. Itu semua ibarat upaya mendefinisikan Allah yang Mahatinggi." "Yang mengatakan semua ucapan itu bukanlah saya. Bahkan, hakikat kebenaran atas nama dan isyarat-isyarat Al-Qur'an, hakikat kebenaran pula yang berkata benar. Jika kalian melihat sesuatu yang salah, yaklnlah bahwa pemikiran saya bercampur, mengacaukannya, lalu ia men-

jadi salah tanpa sengaja."

perdasarkan rema dan tujuannya, ilmu Kalam telah l-ldidefinisikan dengan dua macam: Pertamd, berdasarkan temanya, ilmu Kalam ialah ilmu yang membahas dzat dan sifat-sifat Allah, masalah yang rcrkait dengan nubuwwah (kenabian) dar. risakth (kerasu. Itrn), persoalan permulaan dan akhiran, tabiat penciptaan tlari sisi dunia dan akhirat menurut prinsip-prinsip Islam.

Kedua, berdasarkan rujuannya, ilmu Kalam ialah ilmu yang membuktikan akidah dan kepercayaan agama melalui penggunaan dalil-dalil yang putus dan mu'tannd serta rnenghapus segala keraguan yang mungkin ada dan me-

nguatkannya. Para ulama menjelaskan bahwa rujuan ilmu Kalam ,lirn semua ilmu Islam ialah, 'Memastikan kebahagiaan .lrrnia dan akhirat'. Pada saat yang sama, para ulama Islam jrrga membahas sebagian tujuan dan manfaat ilmu Kalam ,lan bisa ditulis seperti berikut: Ilmu Kalam menyelamatkan keimanan manusia dari rlcrajat taqlid atau ikut-ikutan, lalu meningkatkan kei-


manan ke arah yang benar, teguh dan kuat; membimbing manusia yang sedang mencari jalan yang lurus, mendiamkan golongan kufur dan ahli bid'ah, menyelamatkan da. sar-dasar akidah dari kegoncangan akibat keraguan yang dibawa oleh golongan sesat. Mensucikan niat manusia dari sisi amal dan memantapkan akidah manusia. Berdasarkan tujuan tersebut, Risalah An-Nzr juga mencakup ilmu Kalam. Gtapi dari sisi prinsip, ia berbeda dengan ilmu Kalam klasik. Contohnya, ketika ilmu Kalam klasik menggunakan banyak dalil atau hujjah 'huduts' (baru dan dicipta) dan 'imkan' (kemungkinan), Risalah An-Nur banyak menggunakan dalil 'Nidzam' (peraturan) dan tujuan yang merupakan gaya bahasa Al-Qur'an. Risalnh ,\n-Nur menemukan 'jalan menuju Allah pada semua benda." Dalam satu jawaban yang beliau sampaikan kepada seorang muridnya, Badiuzzaman menjelaskan keistimewaan perjuangan Nur dari sisi ilmu Kalam sebagai berikut: "Dalam suratmu, kamu ingin memperlajari ilmu Kalam dari saya. Semua kalimat yang kamu tulis ialah pengajaran ilmu Kalam yang bercahaya dan benar. Sebagian ulama Muhahhiq seperti Imam Rabbani Syaikh Ahmad Al-Faruqi berkata, 'Pada akhir zaman, seseorang menerangkan ilmu Kalam yaitu masalah keimanan menurut ilmu Kalam yang merupakan mazhab ahli Al-Haq sehingga akan menjadi sebab kepada tersebamya cahaya-cahaya itu melebihi semua ahli Kasyaf dan Thrikat."

Tidak ragu lagi bahwa Risakth An-Nur membenarkan

isyarat ghaibiy"yah tersebut."


I

I I

I

I

I

I I

I

I

(oo7

\,/

l, l,ilr banyak lagi.

Dia mendapatkan bagian dari doa ribu,,', rrudara Risalah An-Nur yang membaca doa seperti sa-

I

I I I

z '.<

. ..rd ''d

r,[l

\,' I I I

\,r.

I

:3

\61/

PENJAGAAN HURUF AL-QURAN

l)i

4

antara rincian yang dispmpaikan oleh Badiuzzaman

ntrng ketentuan menjadi murid Rlsa/ah ,An-Nur selaras L rrJlrn apa yang ditetapkan oleh Sayyidina Ali ra. dengan yang berbeda melalui baris-baris berikut ini, ',r,1ili:rpan r,

E

,

' ;!{sr_ .

dl .E Z.

,E. '''d.

(A

.6 ..

d

N N

â&#x201A;Ź

ts

T) uh dan orinsio dal Risalah An-Nur adalah melaI\yuni Al-brr'a,l. Dalam rangka itu, di antara tuju-

"Sccara sepintas, Salyidina |

,, '

r r

r: r I(

Ali ra. membahas peristiwa

saan penggunaan huruf-huruf asing (Latin atau Ro -

an paling penting dan paling diperhatikan Said Nursi

,,,,'rvr) dalam masyarakat Islam dan sumbangan para ula-

adalah memelihara dan menjaga huruf-huruf Al-Qur'an. Beliau pernah berkata,

rn,r jrrlurt terhadap

"Di antara tugas pentingRisalah An-Nur adalah menjaga huruf Arab yang merupakan tulisan dan huruf juga

bagi Dunia Islam." Pada salah satu suratnya yang bertemakan, "Satu peringatan kepada saudara-saudara akhiratku" tentang ba-

gaimana seseorang bisa menjadi murid Risalah An-Nur, Badiuzzaman memberi beberapa batasan berikut ini, "Tugas paling penting bagi orang yang mengemban Risalah An-Nur adalah menulis Risalah An-Nur dan menjadikan orang lain turut menulis dan menyebarkannya. Orang yang menulis dan menyebarkannya layak menjadi murid Risalah An-Nur. Di samping mendapatkan gelar kehormatan itu, ia juga mendapatkan doa-doa kebaikan serta keshalihan spiritual yang bisa sampai seratus kali dalam dua puluh empat jam melalui lisan saya. Bahkan,

d "d

.L

bid'ah. Ini mendorong beliau untuk

Z

rrr.rrlprnentari adanya sekelompok orang yang berjuang rrr, rryllurtlapi huruf-huruf asing dan ulama jahat itu dengan \',rrr,rrr/ Hdzam (nama Allah yang Agung) yang merupaI .rrr ,l,,rr ketenangan (sakinah). Maka tidak ragu lagi bah-

a

\\ ,r

r

)rlr)g-orang tersebut adalah para pelajar dan penyebar

lli,,,r/,r/r An-Nzr. Ini karena mereka memelihara huruflrrrrrrl Al-Qur'an dan menentang sebagian ulama ahli l,r,l',rlr." "lfisrrl<irl-r para murid Risalah An-Nur tidak peduli dan ,,', nyl,rlrril<an penjelasan yang disampaikan sendiri oleh

,,,rr,r nrt'rcka serta mengisyaratkan tentang perlunya r,,,rr,l rrrrrricl Al.Qur'an berupaya sekuat tenaga untuk r',, rrr, lilrrrrr l-ruruf Al-Qur'an dari pergantian dengan hurrrl l,rrrr/" llr,,rrlirrlr perjuangan menulis dan tujuan memelihara lrrrrrrl Al Qrrr'an yang telah dijaga tanpa ada perubahan ' rr,r tiu)l)r ltcnti oleh Badiuzzaman sepanjang hidupnya

.E d

E d N N

E] .61

coi I

GI


ini dianggap sebagai satu kesempurnaan yang hanya khusus dimiliki oleh sebagian murid setelah kematian beliau? Bisakah perjuangan ini ditunjukkan melalui penjelasanpenjelasan sendiri karena ghirah terpuji yang khusus bagi para pelajar itu?

Maka bisakah ia menjadi satu penilaian yang betul? 'Alhasil, ketika Badiuzzaman menerangkan bahwa Risalah An-Nzr adalah pedoman yang kekal dan pemblmbing yang tidak pernah mati bagi ahh hakikat, beliau senantiasa menunjukkan Risalah An-Nur sebagai sumber rujukan yang asli kepada para muridnya. Beliau selalu berkata, "Orang yang mau berkawan dan bertemu dengan saya dalam jalan hakikat, jika ia membuka risalah apapun, dia tidak akan bertemu dengan saya. Bahkan dengan gurunya yang merupakan pelayan Al.Qur'an dan mendapat pengajaran tentang hakikat keimanan dengan kelezatan."

ll ,i

Jika demikian, kata-kata beliau selayaknya menjadi rujukan mutlak dalam perkara-perkara yang dipersoalkan. Berdasarkan prinsip, penjelasan yang tidak bertentangan dengan Risalah An-Nur perlu kita terima. Tidak ada orang dalam dakwah ini, yang riwayatnya Lebihmu'tabar daripada kata-kata imam abad ini sendiri. Apapun alasannya, tema apapun yang dibahas, dalam karya yang tidak mati seperti Risakth An-Nur yang memiliki program perjuangan abad ini diterima sebagai satu kemaslahatan yang tidak asal-asalan. Penerimaan tersebut tidak ada bedanya dengan tuduhan 'taqiyyah' (meni-

pu) yang disandarkan kepada Sayryidina Ali ra. Mensifati para pahlawan dan pembimbing orang-orang lrt:riman yang sebegini dengan penjelasan.penjelasan yang titlak beliau terima, bukanlah kasih sayang kepadanya. llircliuzzaman menjauhkan dirinya dari kasih sayang se-

Itt'rti itu. Ini karena Badiuzzaman mementingkan perjuangan rrrct-rjaga huruf Al-Qur'an hingga pada syarar yang ditulisnya beliau mengucapkan, , .-

5t

. o J,

$L- JJl .-9

U,

o .>.

.JJ

)t

Xs;j

{u\

i

J-,rW iyi' ' otJ/:-

.J

'

q-:SJ q

o

lo "z-

,t:.5

z -a

$

E

Z s

v)

1,

Pl

E

.N

N

"Semoga jaminan dan keselamatan, kerahmatan dan kcberkahan Allah (dilimpahkan) kepada kalian sebanyak lrilangan huruf-huruf Risalah An-Nur yang telah dan se,lrrng kalian tulis (kepada para pelajarnya)."

Dengan cara

ini beliau menggalakkan mereka untuk

rrrcnulis.

Sebagai salah satu dari 33 ayat, dalam pembahasan isyarat-isyarat Al-Qur'an melalui isyarat dan petunjuk .rylrt,

n*i;

C;;rr;ra

Pernyataan seperti berikut adalah jaminan kebenaran li('cara ghaib untuk mengetahui apakah hakikar perjua-

ngan menulis ini bagaimana seharu snya ia dipahami. "llaclapkan wajah kalian kepada cahaya yang datang dari

I

6

t9J


I I I

I

t

ru

I

fL

\64) I Y I I

I

zA

(es)

sumber itu, kaji dan ambillah manfaatnya lalu sebarkan dengan pena-pena di tar-rgan kalian serta berusahalah un-

I I I

tuk meninggikan derajat masyarakat dari kerendahan

I

akhlak kepada ketinggian dan kemajuan."

.. -d

SURAT GULA

,â&#x201A;Ź it

z a ad

.g

..N

N

a

.d

CoJ

,&,

JA

6

Qaid Nursi melihat bahwa memelihara dan memr-Jpelajari huruf Al-Qur'an yang merupakan tulisan ,lr sebagian besar dunia Islam sebagai salah satu bentuk liorrtribusi utama bagi para murid Risalah An-Nur, walaul,rrn tidak pernah menerima hadiah seumur hidupnya. Srrrnbil bersumpah, beliau sering berkata, "Saya berrrrmpah bahwa orang yang menulis satu risalah kecil dengun pemahaman untuk dirinya itu ibarat suatu hadiah l,t'sar untuk saya. Bahkan setiap satu halaman surat itu :,iilrgat menggembirakan saya. Seperti sekilo gram gula."2

'lentang keberatan banyak orang terhadap perjuangan rrrcnulis yang banyak dibahas oleh beliau seperti pada sur;rt yang terkenal dengan nama 'Surat Gula' ini, Badiuz.'irnran menjelaskannya seperti berikut,

'Apa yang dikesalkan disebabkan musuh-musuh Rir,rlrrlr An-Nur yalg tidak beriman dan tidak aman dari lirrlrrngan jin dan manusia tidak mampu berhadapan de-

' Scbenarnya pada ayat asli, beliau menyebut satu 'Okka gula' yrrrrg l.

senilai de ngan 1.282945 kg. untuk memudahkan pemahaman

rrrni menyatakannya sebagai satu kg saja.

H

a,

'6

z 'a v) d N

N

6 tgJ


I I

l I I I I

I

t

t(ee)

\/Y l I

4

-d B

's

.: r z .:d

tn

N N

H t9J

ngan golongan Risalah yang kokoh seperri baja dan hujjah-hujjah yang kuat seperti pedang berlian, dengan siasat yang amat tersembunyi dan tipudaya yang terselubung. Seperti syetan, mereka menyerang dan menghantam guna mematahkan semangat dan menghalang-halangi tekad mereka yang menulis serta menyebabkan mereka berhenti dari menulis ranpa disadari.,'

\at7 \r Y I I I

5

z

I'ERJUANGAN MENULIS DAN MESIN CETAK

.dl d

E

.d

"Saat saya menambah ungkapan,

d..

."1t]"';

rnt;i t

Dalam doa dan munajat, saya ingat kalian, apatah lagi kalian seharusnya berpihak kepada hati dan pena, atas nama kalian, persoalan kalian ini sangat menggembirakan saya dan telah menjadi satu berita gembira saat saya menginginkan kalian berhak mendapar bagian dari doa maknawi saya sebanyak 100 kali dalam dua puluh empat jam dan 500 kali secara gaib." Ujian beliau dari sisi ini menarik perhatian.

\ /engaitkan penjelasan Badiuzzaman

mengenai

lVlkonrribusi menulis dengan ketidakmampuan nlrsa lalu serta dakwaan bahwa "sekarang sudah ada rrrt'sin percetakaan, bukan lagi masa menulis, adalah sama ,,'liali tidak akan selaras dengan semangar berkhidmat rrrt'n'relihara huruf-huruf Al-Qur'an. Sebaliknya, Said Nrrrsi menyambut kedatangan era percetakan dengan 1i,'rrrbira saat menyebarkan Rlsalah An-Nur, terutama set,'l:r[r membeli mesin pengganda, hingga beliau mengu, rrpkan, "Selamat datang wahai penulis yang memiliki l()0 pena."

Untuk kritikan yang dialamarkan kepadanya, dalam trrrrrbahan Emirdag, Said Nursi memberikan jawaban berrrrrsh seperti berikut:

"Pada suatu masa, ketika kereta api datang ke sebuah l,,rl;r, para pemandu kereta kuda bimbang dan berkata, 'l lrrbislah kerja kita.' Padahal dengan kedatangan kerera ,rpi, akdvitas bertambah dan keperluan kepada pemilik l.t'rcta kuda meningkat dua kali. Insya Allah seperti itu

ts

z 'E

!a 'd

N

NI

â&#x201A;Ź6 65


I I

I

,tt

\682

\,/ I

I

:z

juga para penulis Nur tidak akan berhenti. Jusrru, dengan menulis, mereka akan mencatat lebih banyak kebajikan dalam buku amal mereka.

z -g

":.

s d

E g

vd H d d E

r. _

z .d

a7.,

s .N N

â&#x201A;Ź6 tq

t9

3

g

s H

jt

6 E

I

ff;'c* L

i-

HM ,\i

Z

glts*

",ifi

,

r:,

1*

"L

s\ i .li

tr)

&Y 8:-,

ln *',ut? SSI

'rrl

\t*1 t [)

, &-t;t k

[l

btlit ,,1 ;.* ril[,' r.

?tu *t +lE,tr

.\

- ag-

\ffn F \Jl t

nrl 'L

{ll

.wilt

s

(h

ll

6

N N

6

t9i


dan nilainya sama dengan darah para syuhada.,, Kedua,

SURAT TENTANG MENULIS pada penjelasan Said Nursi yang rerkenal dengan I qema 'Surat tentang Menulis, yang dilunc,rrkrn setelah 'Risalah Ikhlas,, beliau berkata, ,,Mesti dibaca se. tidaknya lima belas kali,,, karena pentingnya. Dengan menyebutnya sebagai 'Satu surat khusus unt.rk ,"brgir., saudaraku', beliau menyampaikan hakikat-hakikut reirebut: "Kepada saudara-saudara saya yang telah jemu menulis dan mengutamakan wirid-wirid lain selama tiga bulan suci yang merupakan bulan.bulan ibadah sama nilainya dengan menulis Risalah An-Nur yang dianggap sebagai satu ibadah dari lima sisi. Saya akan jelaskan saru masa. lah penting terkait dengan dua hadits Nabi ini, Pertama,

.is .

*

,f ,t'akt ,u*1*Jjt

lL Ut

"Tinta para ulama ditimbang dengan darah para syu.

hada."

y\;i

toi

til e gial ,-fr': ;:L.'A-* :;

diiim[rrg

js*

Maksudnya, "Di zaman kerusakan ummatku (waktu bid'ah dan kesesatan merajalela), siapa yang berpegang teguh dengan sunnahku (Nabi Muhamrirad,ur.) a-rrinul kikat Al-Qur'an serta berjuang membelanya akan mem. peroleh pahala seratus orang mati syahid.', \7ahai saudara-saudaraku yang telah jemu menulis karena malas. Dan wahai saudara-sauadraku dalam ta_ rikat Sufi. Kedua hadits ini menunjukkah bahwa: Pada zaman ini, cahaya hitam yang mengalir dari penapena yang diberkahi dan berkhidmar menjangkau nilai keimanan, misteri-misteri syariat dan ,r.l.rah Nrbi yur-rg terpuji dan seberat satu Dirham.3 Dakwah ibarat air kehil dupan bisa mendatangkan manfaat seberat seratus Dirham darah syuhada kepada kalian di padang Mahsyar. Jika begitu, berusahalah untuk -"mpeiol.hnya. Jika kalian berkata, "Dalam hadits Nabi terdapat ungkapan ulama, sementara sebagian kami harryaluh p".rr1rt lls.

Jawaban, "Orang yang membaca risalah

"Maksudnya, di Padang Mahsyar, tinta-tinta yang di-

gunakan para ulama unruk menulis nanti akan

o 2

,t .yr

oi

I Satu-Dirham

ini

dengan

seberat tiga gram. Kemungkinan itulah ia dijadikan satu ukuran timbangan berat di zaman Llstmaniyyah (p"r-rt.)


pemahaman dan penerimaan selama satu tahun, insya Allah dia bisa menjadi ulama masa kini yang penting dan benar. Jika dia tidak paham sekalipun, melihat pelajarpelajar Risalah An.Nur memiliki kepribadian Islami tidak ragu lagi bahwa kepribadian Islami ialah ulama yang besar dan penting mas kini. Pena-pena kalian pulalah yang

merupakan jari.jari kepribadian Islami itu. \7alaupun saya merasa tidak layak, apapun sangka baik kalian kepada saya, kalianlah yang mengaitkan si miskin ini dengan kedudukan tinggi seorang ulama, lalu kalian menjadi pengikut yang dengan itu memberi kedudukan bagi gurunya. Sebenarnya saya tidak mahir menulis, maka pena-pena kalian dikira pena saya dan kalian layak mendapatkan pahala sebagaimana yang disebutkan di hadits

Nabi."

KEUNTUNGAN DUNIA DAN AKHIRAT JIKA MENULIS zuSALAH AN-NUR

_"Dengan

gagasan yang diperoleh dari dua hadits Nabi

tadi, kami akan jelaskan beberapa keunrungan dari menulis Rlsalah An-Nur yang berbentuk keuntungan duniawi dan ukhrawi yang banyak dan sudah dijelaskan serta diakui oleh para pelajarnya.,, Lima jenis ibadah: 1. Bermujahadah secara spiritual demi menghadapi

golongan sesar dan merupakan mujahadah paling p"r-rri.rg.

2. Melayani gurunya dengan cara membantu

nyebarkan hakikat risalah.

me_

3. Melayani kaum Muglimin dari sisi keimanan. 4. Mencari ilmu melalui pena. 5. Melakukan ibadah tafakkur yang saru jam kadang

dinilai dengan saru tahun ibadah. Lima jenis keuntungan duniawi: 1. Memperoleh keberkahan rezeki. 2. Mendapar kerenangan dan kebahagiaan dalam


hati.

3. Mendapatkan kesenangan dalam kehidupan. 4. Memperoleh kesuksesan dalam kerja. 5. Mendapat bagian dari doa-doa khusus bagi semua murid Risalah An-Nur, karena mempunyai kelebihan sebagai muridnya.

jirng ini, beliau memikirkan kembali masalah ini, "Saya hcrpikir, tiadakah ganjaran untuk perwira-perwira ini pada rnasa ini1" Berkenaan dengan murid-murid An-Nur yang sangat memberi perhatian kepada perjuangan ini Badiuzzirman Said Nursi memberi jawaban sebagai berikut:

Grdapat dua hasil penting jika berkontribusi terhadap Risalah An.Nur melalui pena dan menjadi muridnya dengan kesetiaan:

"Tiba.tiba terlintas bahwa dengan menulis himpunan risalah-risalah ini, mula-mula mereka betul-betul memhirca ajaran keimanan yang kuat dan membungkam ahli lilsafat serta membawa nilai keimanan ini kepada diri

1. Memasuki kubur dengan keimanan. Ini berdasar. kan petunjuk Al-Qur'an.

scndiri, mereka mendapatkan khazanah.ma'nawi. Dengan pena-pena yang penuh barakah ini mereka seolah-oleh

2. Mendapatkan kebahagiaan berupa keunrungan maknawi dan segala kebajikan semua murid. Ini juga merupakan rahasia syariar dalam wilayah Risalah An-Nur.

"Oleh karena pada'zaman langka pelajar ini, para murid An-Nur tergolong dari kalangan para penuntut ilmu agama yang mendapat kehormatan dari para malaikat, sekiranya mereka benar dan berhasil seperti Hafiz Ali dan murid terkenal yang disebutkan dalam Risalah Buah,, di alam barzakh mereka mendapatkan kehidupan alam syuhada. Masalah ini telah dibuktikan melalui kesaksian sebagian ahli Kasyaf."

Memperbanyak Risalah An-Nur dengan menulis sebagai bentuk perjuangan yang dilakukan melalui penyebaran hakikat hanya mewakili satu dari sekian banyak hikmah dan kebaikan dari lima jenis ibadah di atas. Setelah memberi motivasi dan hikmah menulis sepan.

urut melakukan khidmat suci para pahlawan besar muiahid Islam pada masa dahulu yang dilakukan dengan l,edang mereka. Sudah barang tentu (generasi) masa depan akan sering bertepuk tangan memberi penghargaan kcpada mereka dan para murid An-Nurl t


menjadi lingkungan menyeluruh yang bersandar-hntar

HURUF UTSMANI DAN HURUF

ROMA\7I epfihatinan Badiuz zaman terhadap h uruf-h u ruf menyebabkannya dituduh melampaui batas, dan beliau berhadapan dengan permasalahan lerikut, "\(alaupun sibuk dengan nilai-nilai Al-eur,an dan keimanan yang amat penring, mengapa engkau mening. galkannya semenrara waktu dan membahas bilangan-bilangan huruf hilaiyah yang lebih jauh dari maknal,,

Ql

I\Al.Qur'an

Beliau memberi jawabannya, "Saya melakukannya berdasarkan Al-Qur'an di mana huruf-hurufnya diserang di zamar. yang malang ini dan pihak musuh berusaha untuk

menggantinya." Beliau menggunakan setiap peluang untuk menegaskan pentingnya menjaga huruf Al-eur'an. Dalam hal ini, Badiuzzaman meletakkan sasaran berikut di hadapan para muridnya, "Wahai sudaraku, melihat kesempumaan rahmat-Nya, Allah swt memenangkan kita dalam satu bentuk yang menunjukkah bahwa Dia menerima kita sebagai golongan yang berjuang membela Al-Qur'an. Kita perlu bersandar kepada marhmnah, inayah, dan taufiq-Nya. Lalu berusaha

satu sama lain di sekitar sumber yang bercahaya itu. Kita perlu membungkam mereka yang berusaha untuk menghapus huruf Al-Qur'an. Kita juga perlu menjadi penyebab bagi orang-orang yang berniat menjadikan Al-Qur'an di-

lupakan lalu melupakan niat mereka." Pertama, kalau kita punya anak, wajib mengajarkan mereka Al-Qur'an. Paling tidak kepada seorang anak ki-

ta. Kalau tidak, kepada anak-anak lain irang bersedia. Kalau kita tidak bisa mengajar, kita perlu menghasilkan seseorang untuk mengajar melalui penjagaan dan penggalakan. Dalam karya beliau yang bernama 'Pintu Pertama AnNur', pada bagian yang dimulai dengan kata-kata, 'Apabila tiba saatnya mempelajari tulisan yang tidak akan lapuk dari Risalah An-Nur." Ditambah dengan pelajaran pengajaran yang mereka peroleh dari guru-guru mereka, para murid Risalnh An.Nur berkata sebagaimana berikut, "Keunggulan yang kami dapat melalui penulisan Risalah An-Nw yang dirulis dengan huruf Al-Qur'an amar besar. Kami mempelajari tulisan yang ridak akan lapuk dalam waktu yang singkat. Lagi pula, semasa kami tulis,

kami mendapat ilmu. Dengan memperbanyak bagian-bagian Risalah An-Nur juga karena didedikasikan unruk Al-Qur'an dan nilai-nilai keimanan, kami mendapatkan keuntungan ma'nawi yang amat besar. Dengan menulis, pengetahuan akan merasuki ingatan secara kuat. Karena itulah hingga saat ini beribu-ribu anak muda telah dan

z I{r -n E ._

i

d:.,1

'.6.r1 l,riF.',,

r;A(,r.

,].s:

'Z:,,,. -

!d.rl.

::W,;,"',

H .rd,.".

l:Wr'' 'iNiir,, rliâ&#x201A;Ź,:,ri'

r,?J

,


I I I I

i,l

it') I I I

t

z s 6

E

â&#x201A;Ź B

J6 g d

5i

z

.E CA

c:

6. N

.N

(d

G

sedang mempelajari huruf Risalah An-Nur.

Al-Qur'an melalui penulisan

Mereka yang tidak bisa membaca huruf-huruf AlQur'an dan memang tidak mendapat kesempatan untuk mempelajarinya bisa mendapatkan pelajaran dari tulisan huruf lain, sehingga mendapatkan peluang untuk mempelajarinya. Semestinya masalah ini menjadi satu keniscayaan bagi mereka. Tetapi panduan berikut perlu menjadi ukurannya: "Karena salah satu tugas Risalah An-Nur adalah: "Memelihara huruf Al-Qur'an, penggunaan huruf baru (latin) hanya dibenarkan mengikuti tahap berikutnya, insya Allah." Kelonggaran

ini bermakna apabila telah mendapatkan

peluang untuk belajar serta memahami Risalah An-Nur dengan mengatakan bahwa keadaan masih terpaksa, maka dia tidak lagi bisa menjadikan huruf itu sebagai

prinsip dakwahnya.

4

PERKEMBANGAN PERJUANGAN ANNUR DAN AHMAD HUSRAU ALTLIN

BASAK

(, d

&

.E d

B J.

!

pertama setelah jatuhnya Daulah I Utsmaniyah yang besar merupakan hari-hari yang menyesakkan. Kebanyakan orang masih belum beru.ri untuk bermujahadah secara terbuka dan sekecil tindakan atas nama Islam akan dihukum dengan balasan yang amat dahsyat. Maka, pada masa kegersangan tenaga dai, Badiuzzaman dan para murid An-Nur yang berada di sekeli lingnya telah menentang dan menghadapi semua aliran sesat melalui perjuangan mereka yang merambahi seluruh penjuru dunia Islam. Di saat banyak yang rerjerumus dan putus asa, mereka memandang masa depan dengan penuh harapan dan optimisme. Mereka berupaya sekuat tenaga untuk menyelamatkan orang.orang beriman terutama generasi yang akan datang dari fitnah akhir zaman yang menanti mereka. Sehingga, demi menjaga dan menyebarkan nilai keimanan dan syiar-syiar Islam dengan jalan ini, maka mereka dituduh mendirikan organisasi terlarang dan terlibat dalam kegiatan mengganri dasar.dasar kera-

fahun-tahun

d

z d

ra d F d

N N

0


I

I I

i

I -g d B

16

!6 6

â&#x201A;Ź 5

z a 6 N N

E

s

(e]

jaan dengan tujuan menegakkan syariah Islam dan Khilafah Islamiyah. Mereka selalu dibawa dari satu mahkamah ke mahkamah lain. Mereka sering kali dihukum dan dipenjara bertahun-tahun dengan keputusan yang di luar batas undang-undang. Karena perjuangan menegakkan keimanan, para murid An-Nur membayarnya dengan harga yang amat mahal, yaitu dengan menjalani hukuman penjara atau pengasingan. Kehidupan sosial dan 'Walau ekonomi mereka terjerembab pada kelumpuhan. begitu, dengan kekuatan yang didapatkan dari Risalah An-Nur, mereka tetap tabah dalam perjuangan mereka.

Basak. Dalam semua proses penyidikan seperri di Eskisehir, Denizli, Afion, saat hendak dihukum gantung, be. liau bersama gurunya dan para murid An-Nur yang setia. Setelah wafamya Badiuzzaman, kebanyakan penjara dan proses penyidikan menganggap hukuman berat adalah tempat penderitaan beliau yang baku. Saat berada dalam penjara Denizli dengan pemeliharaan Allah, beliau bersarna Badiuzzaman selamat dari percobaan diracun. Dalam peristiwa yang sama, saudara Hafiz Ali telah gugur syahid di lalan Allah. Rahmatullahu Alaihim.

Dalam biografi kehidupannya, Said Nursi yang merupakan sasaran penderitaan menggambarkan ringkasan penderitaan seperti berikut, "Lebih dari delapan puluh tahun dalam kehidupan, saya tidak pernah merasakan sedikit pun kelezatan dunia. Seluruh kehidupan saya berada di medan perang, di sela tawanan, atau penjara dan mahkamah negara. Tidak ada penderitaan dan siksaan yang belum saya alami. Di mahkamah militer, saya diperlakukan seperti pesakitan. Seperti seorang penjahat, saya dibuang dari satu daerah ke daerah lain. Di penjara negara, saya dilarang berhubungan dengan manusia selama berbulan-bulan. Setelah diracun berkali-kali, saya juga mengalami berbagai bentuk penghinaan."

clalam bentuk surat kepada Husrau Efendi yang berada tli Isparta yang merupakan pusat perjuangan An-Nur. Risalah-risalah An-Nur itu ditulisnya saat beliau diasingkan dan ditahan dengan keadaan yang amat getir yang me-

Murid pertama yang senantiasa berada di samping beliau dengan kehidupannya yang penuh kesusahan dari kalangan pelajarnya yang bergabung dengan beliau dan mengalami derita yang sama ialah Ahmad Husrau Altun

Badiuzzaman mengantarkan risalah-risalah An-Nur

d,\ Y I I I

z Ia

,tZ

6

Da g

Z 'e

a

d d

N N

.=

nguji kesabarannya. Di bawah pengawasan Ahmad

m

Husrau, karya-karya Badiuzzaman ditulis dengan tangan oleh para murid An-Nur dan di satu sisi diperbanyak der.rgan mesin cetak, lalu didistribuskan ke seluruh pelosok

teJ

Anatolia. Melalui beliau, surat-surat yang ditulis para murid AnNur yang berada di banyak pelosok negeri disampaikan kepada Said Nursi. Biasanya, beliau sendiri yang menulis jtrwabannya berdasarkan kehendak Badiuzzaman. Delugan perantara ini, Badiuzzaman mengantar Ahmad Husrau Efendi sebagai 'Vas Bunga Mawar'. Saat mengantar dan mengurus perjuangan Nurnya, Badiuzzaman menjelas.

kan tugasnya sebagai berikut,


"Kami mengucapkan selamat dan mendoakan kesuksesan Husrau dalam tugas-tugas menyimak, mendengar,

4

.:d

:. i'.d jr"

i..6

':.

,:z

.,.-d

.,,..:.*)

...G ..,'.. N. rr..:r.N.

,.....t5

'..,..,:.,â&#x201A;Ź.

..-ri.

\$

mengurus, menghubungi, menyebar, dan menyampaikan Risalah An.Nur. Bersama tugas-tugas penring ini, kita masih bisa melihat tulisan pena Husrau yang indah serta bercahaya dalam banyak risalah."

ngan senang hati akan memberikan kamu kehidupan dan

kesehatan saya."

z d

s

"Pikiran Husrau yang selalu mengagumkan, tepat, bermanfaat, dan amat tinggi selalu bernilai dalam pelayanan

Al-Qur'an." Beliau berkata, "Husrau bisa memperbaiki, mengganti, dan membetulkan bagian yang menurutnya tidak sesuai." Said Nursi memperlihatkan kepada kita renrang kedudukan Husrau yang penting dalam perjuangan Risalah An. Nzr dengan memberi izin yang belum pernah diberikan kepada murid lain. Yaitu izin memasukkan buah pikirannya ke dalam karya-karyanya. Dengan jawaban seperti berikut terhadap Ahmad Husrau atas perminraan beliau untuk menggantikan Badiuzzaman Said Nursi ketika beliau di Emirdak, sekali lagi Badiuzzaman membenarkan masalah ini."

"Tokoh Risalah An-Nur, yakni Husrau secara serius dan bersungguh-sungguh untuk menggantikan saya. Saya berkata, 'Sekarang bukan waktunya mengarang (ta'lifl bahkan waktu menyebarkan seperti tulisan kamu yang bermanfaat ketimbang tulisan saya. Dan lebih bermanfaat lagi untuk menyebarkan kehidupan kamu dalam perjua. ngan An-Nur ini. Juga bermanfaat dibanding kehidupan saya yang penuh penderitaan ini. jika mampu, saya de-

iJ

Z '= m d

E 6 N N d

t9J


4

SEKILAS TENTANG KEHIDUPAN AHMAD HUSRAU hmad Husrau atau Ahmad Busret dilahirkan \pada tahun 1315 H. bersamaan dengan 1899 M di sebuah kampung Senirce (Senirje) di wilayah Isparra. Ayahnya bernama Muhammad Bay. Yaitu cucu H Adham Bay. Merupakan sesepuh kota Isparta di ujung kekuasaan Daulah Utsmaniyah. Ibunya bernama Aisyah Hamim Efendi. Kerurunan bapaknya dikenal sebagai golongan Sorban Hijau dari kalangan Asyraf dari keturunan Rasulullah. Isparta terkait dengan Sayyidina Abu Bakar ra. Dari sisi ibunya juga berasal dari keturunan mulia yang berasal dari anak cucu Rasulullah. Moyang.ry, dikenul

I .{

sebagai Hafizul-Qur'an. Pada waktu Badiuzzaman dibuang ke Barla, Husrau Efendi mengunjunginya setelah melihat satu mimpi. Setelah itu, beliau menjadi salah seorang muridnya. Dalam perjuangan An-Nur, beliau merupakan sahabat dialog Badiuzzaman serta pembantunya. Beliau orang kanan Badiuzzaman yang sangat penting.

i( 's :S.

Z d

V7

'd

N N

LdJ


Saar Ceylan Ababay yang membantu Badiuzzaman dan

HUSRAU EFENDI MENURUT KACA MATA BADIUZZAMAN

aat memperkenalkan Husrau Efendi yang terkenal dengan pengabdiannya kepada kita, Badiuzzaman menempatkan beliau sebagai ukuran bagi para muridnya di madrasah An-Nur di seluruh negeri. Dan beliau memanggil mereka dengan nama dan julukan berdasarkan kepribadiannya.

Contohnya, Almarhum Hasan Feyzi. Bagi Badiuzzaman, beliau ialah Husrau dan Denizli. Manakala Husrau bagi Aydin dan sekitarnya adalah Ahmad Fayzi Efendi. Muhammad Feyzi yang menyenangkan hati Badiuzzaman dengan pengabdiannya di Kastamonu juga dinamakan Husrau Kecil. Beliau membawa gelar tersebut penuh bangga. Surat-surat yang ditulisnya dengan nama Husrau kecil Muhammad Feyzi. Gelar bagi Nazif Celebi yang berasal dari Inobolu dinamakan Husrau Inebolu. Inebolu juga memiliki gelar Isparta 2. Begitu pula Katib Utsman di Isparta, ia adalah Hurau Kedua.

menjadi pemandu beliau semasa Badiuzzaman di Emirdag juga menurur beliau merupakan Husrau yang lebih kecil. Dan Thhir Pertama bagi beliau ialah seorang Husrau yang sempurna. Supaya para muridnya tidak terjebak dalam rencana dan permainan yang penuh tipudaya musuh yang menda-

patkan kedudukan dan Maqam Husrau yang istimewa sejajar dengan para pelajar lain dalam khidmat Risalah An-Nur, Badiuzzaman memberi peringatan berikut kepada mereka,

"Musuh-musuh kita yang tersembunyi melakukan dua

rencana:

1. Melumpuhkan saya dengan pengkhiatan mereka. 2. Memasukkan permusuhan antar kita.

Mula-mula memisahkan kita dari satu sama lain dengan mengkritik, membantah, dan menimbulkan iri hati kepada Husrau. Saya tegaskan kepada kalian bahwa seki-

ranya ada seribu kesalahan pada Busrau, maka saya tidak berani membantahnya, karena membantah beliau sama dengan membantah Risalah An Nur dan membantahku juga merupakan penghianatan besar kepada mereka yang membantu kita. Memang perlu kita pahami bahwa kata-kata Badiuzzaman bukanlah ayat-ayat biasa yang diungkapkan untuk memuji seseorang. Ini karena beliau selalu memberi tepuk tangan untuk menghargai sumbangan saudrra-suuJaru yang mendahului kita dengan memperhatikan mereka


I

I I

J

secara baik. Ungkapan begir-ri ticlak pernah clisampaikan kepada siapapun. L

4 d

tr !

z

.o d

v) 6 N N

.e

o CoJ

Badiuzzaman ticlak pernah berkata kepacla kita ter-rtang pribadi sauclara-saudara. Seperti, "Oleh karena Husrau ber:rda pada kedudukau saya dan karena beliau merepresentasikan sebagai pribadi islami An-Nur yang sangat penting, maka perlu bagi kita untuk tidak merasa iri hati kepada seorang pahlawan An-Nur seperti beliau. Badiuzzaman tidak pernah menyatakan bahwa,

"Membantah Husrau adalah sama seperti tnembarrtah clirinya sampai kepac{a membantah Risalah An-Nur," melainkan pada Husrau. Penjelasan Badiuzzama sendiri sangat jelas sehingga tidak meninggalkar-r persoalan kepada dalil dan kajian lain. Risalah-risalah cal-raya ini adalah milik siapa saja. Dalam bentuk wisata, Badiuzzamau memperkenalkan kepada Husrau (Sallamahu Allalw 'Ta'ala Allah

-semoga memberikannya keselamataan) yang menghaclapi prilaku dingin, clisangka berbahaya bagi bangsa dan Negara, yang sakit dari sakit fisik ini sebenarnya adalah pahlawan spiritual bangsa Turki dan pembebas tanah air ini. Beliar"r juga adalah orang yang ikhlas berkorban dan bangsa Turki selalu bangga kepadanya. Disebabkan beliau adalah lambang bagi rahasia keikhlasan dari segi tindakannya daripada sikap mementingkan diri sendiri, sikapnya yang tidak suka popularitas, sampailah sudah masa satu clua perkara dari banyaknya pengabciian kepada tanah air dan bangsa yang telah beliau lakukan.

(89

Orang ini telah menulis hampir enam rarus risalah cahaya dengan penanya yang ajaib dan mengagumkan. Dengan menyebarkannya ke seluruh negara, beliau telah meruntuhkan anarkisme yang berusaha ke arah pemutusan di bawah tabir komunikasi dan telah menghenrikan kemarahannya. Untuk menyelamatkan tanah air dan bangsa pahlawan ini dari racun itu, beliau telah menyampaikan penawar-penawar yang mengesankan di setiap tempatnya. Beliau menjadi wasilah yang menyelamatkan pemuda Tirrki dan generasi masa depan dari masa yang pelik." Berulang kali Badiuzzaman memperkenalkan Husrau kepada kita dengan berkata, "sekarang seorang pahlawan cahaya seperti Husrau telah dianugrahkan kepada kalian. Sampai sekarang saya belum pernah memperkenalkan Husrau kepada penduduk dunia. Saya menyembunyi. kannya. Sekarang, saya dan dia tidak bersama lagi.." Beliau menyamakan nilai antara perbuatan membantah Husrau, Risalah An-Nur, dan dirinya. Beliau sering memperingatkan kemungkinan perjalanan dirinya yang jatuh ke perangkap penghianatan akibat terpedaya oleh ren. cana-rencana musuh yang tersembunyi. Sejak hari-hari pertama pengabdian cahayanya hingga perpindahan Badiuzzaman ke alam baka sampai akhir nafas sesudah itu, Husrau Efendi senantiasa berada di setiap Iembaran pengabdian dan setiap mahkamahnya dan na-

manya ialah nama yang sejajar dengan nama-nama istimewa yang mengalami penderitaan Said Nursi.

V I

1 .-ll d 5

F

Jt G .E

2 qd 'o 6 d N N 3

g, eJ

.t

.,1 l I

rl

I I

fl

l I


Karena itulah, dalam koleksi Riasakth An-Nur, di kalangan murid-murid An-Nur, namanya paling banyak dise-

but. Kedudukan Husrau Efendi dalam pengabdian Risalah An-Nur ini didukung oleh sumber-sumber syafahi (lisan) dan resmi. Contoh, pernyataan 954l3ll yang bernomor g56lSbagipenuntut umum Isparta kala Badiuzzama masih

hidup pada tahun 1956, ayat yang memperkenalkan Ahmad Husrau yang terdapat dalam dakwaan dengan nama Said Okur menarik perhatian. "Grdapat bukti-bukti seperti pengakuan dari para tertuduh, persaksian para saksi dan dokumen yang diperoleh dari Husrau Altunbasak yang mengenali Said Okur sejak 22 tahun. Membaca kitab-kitabnya, memperbanyak kitab tersebut lalu mendistribusikannya, memperbanyak surat yang ditulis Said Nursi dan mengantarkanya kepada yang meminta, menamakan diri sebagai 'Murid Nur' kepada rnereka yang membaca karya dan surat-surat tersebut, mengetahui bahwa murid-murid Nur mengenal Said Nursi sebagai guru, menamakan diri kelompok mereka sebagai madrasah Az-Zahra'. Beberapa kali ke mahkamah bersama Said Okur sampai beliau ditahan. Menurut siasat yang dibuat, karya-karya yang berada di tangan ditulis oleh pihak Said Okur. Beliau mengantar karya-karya ini yang tertera di atas sampulnya untuk diperbanyak oleh salah seorang tertuduh, yakni Thhir Mutlu. Padanya suratsurat milik Said Nursi ditemui. Surat-surat dan kiriman tersebut diselamatkan oleh Rustu Cakin yang merupakan

orang dari kalangan ahli Nur yang paling lama dan paling aktif dan dikenal sebagai guru kedua karena menjadi

orang yang paling dipercaya Said Nursi." Sifat-sifat Husrau Efendi yang hormat dan ikhlas kepada guru dan teman-teman dakwahnya menjadi tumpuan Badiuzzaman atau murid-murid Nur yang tidak pernah berubah. Surat-surat yang ditulis oleh Badiuzzaman ada' lah ibarat surat ringkasan yang menceritakan nilai Risalah An-Nur, ibarat surat adab dan akhlak yang menunjukkan bagaimana sikap hormat yang perlu ada terhadap para guru mereka dan Risalah An'Nur, dan juga ibarat surat keikhlasan yang menjadi saksi bagi kebersamaan Risalah An-Nur yang mengalir dengan limpahan Al-Qur'an yang tidak berpantai dalam roh manusia. Surat berikut yang dituhs kepada gurunya merupakan 'contoh yang baik:

"Murid tuan yang keadaannya penuh cacat dan aib pada semua sisi telah mengorbankan semua miliknya yang di bawah kaki gurunya yang dikasihi. Bahkan jika setiap hari menghadapi kekerasan yang lebih pelik dari kesusa-

han ini, sampai sekiranya dia memiliki seratus ribu jiwa, demi ustadznya, dia bersedia menyerahkan semuanya tanpa ragu-ragu. Ini bukan basa'basi, namun pengakuan dari hati." "Murid tuan yang bersalah memohon seorang pembelaan dari Al-Khaliqnya sejak bertahun-tahun. Sekiranya buku catatan amalku yang penuh dengan warna hitam diurai dari atas ke bawah, berapa banyakkah tadharru'


I I I I

dan rayuanku serta berapa banyakkah air mataku berderai demi perkara ini. Alangkah besarnya kebahagiaan dan kemuliaan saya sekiranya saya memiliki nyawa sebanyak penghuni dunia, mengorbankannya setiap satu demi pengabdian kepada Al-eur,an wahai ustudrku yr.,g dilu_ sihil \XTahai guruku yang mulial Wahai mursyid orrJg yung kucari selama bertahun-rahunl \X/ahai penafsir Al_{,rr,ri yang mulial Ketika itu aku merasa bahwa keluh.kesahku berubah menjadi kegembiraan.,,

/^A \.rI I I I

z d

f

g JI H

: 2 .Y '.9

a .d E

.d N

Ni

.l

dl fil

cq1

^l

90t

I


hab yang dirulis oleh Hafiz Ursman yang seriap halaman suratnya terdiri dari 15 baris ayat berkanar (istilah penulisan al-Qur'an yang setiap halaman suratnya bermula dari satu ayat baru dan berakhir dengan ayat). Se-

AL- QUR'AN BERTA\)7AFUp+ engan menyatakan bahwa pada tulisan AlQur'an terdapat mukjizat, yang menjadikan mata sebagai khithab (sasaran pembicaraanJ bagi manusia di zamar, ini yang akalnya telah turun ke mata dan meragukan semua perkara yang tidak kelihatan akibat bencana materialistik dan dengan tujuan memperlihatkan yang lembut dan makna t"rrirrt yang disebui sebagai tawafuqat, Badiuzzaman yang meyakini brh.a tujuan kehidupannya yang paling besar ialah khtdmah kepada AlQur'an dan berhasrat menuliskan menulis khath Al_ Qur'an. Untuk merealisasikan cita-cita tersebut, beliau menugaskan tiga kelompok dari sepuluh murid yang alim dan terkemuka, lalu meminta mereka menonjolkan keistimewaanTawafuq yang memang terwujud dalam Al-eur,an. Beliau memperingatkan supaya mereka menjadikan maz. a.

Al-Qur'an berrawafuq adalah mushaf yang dikeluarkan Rlsalah

,\n-Nty

V _an1menonjolkan sisi mukjizat p"rr.rl-i.urr, y"rrg mana pada setiap halaman terdapat dua kata atau iebih yang rersusun secara

simetris, baik secara horizontal ma,r.rpur,

,eriik"i

(penerlemah).

bagai asas serta melakukannya dengan penuh keikhlasan dan tidak mencampurkannya dengan kehendak dan ikh-

tiar mereka sendiri. Peringatan beliau seeperri berikut: "Jangan kalian campur adukkan ikhtiar kalianl Janganlah kalian tiadakan apa yang ada.,, Bersama dengan Ahmad Husrau Efendi yang merupa. kan muridnya yang memiliki banyak kemiripan dengun. nya. Ada Al.Hafiz, Usradz arau guru khath Arab. Seperti Hafiz Ali, Ust. Khalid, Muallim Ghalib, Ust. Sabri, Hafiz Juhdi, Tiqlihaqi, Hafiz Taufiq Sami yang merupakan para pelajar yang menjadi calon penerus dalam melayani AlQur'an bertawafuq. Kemudian mereka menyerahkan juz. juz yang telah mereka tulis kepada Badiuzzaman. Setelah penelitian panj ang, Badiuzzaman menyatakan keputusannya sebagai berikut: "Thwafuq itu pada cara Husrau menulis. Karena itu, sekiranya Husrau memiliki keahlian, dia tidak merusak tafawuq. Saya telah menasihati agar siapapun jangan mencampurkan keahliannyal Ini bermakna keahlian paling tinggi adalah yang tidak merusak rawafuq, kar"na tawafuq itu ada."

Antara lain, walaupun Husrau tidak dapat menyaingi mereka dalam khat Arab, tiba-tiba beliau mengatasi semua penulisan dan guru khat Arab itu. Berbanding de-


ngan saudara kira yang paling pakar dalam khat Arab, beliau telah mengunggulinya sepuluh tahap. Secara umum, mereka mengakuinya dan berkata, ,,ya, beliau telah mengatasi kami dan kami tidak bisa mengatasinya.,, Artinya, pena Husrau itu keramat dan menjadi keajaiban mukjizat Al.Qur'an dan Risalah An-Nur yang menyerupai mukjizat." Ini karena dalam naskah rersebur, sebanyak 2S06lafaz Allah di dalam Al-Qur'an, kesemuanya datang sama ada pada kedudukan yang serasi dari aras ke bawah dalam satu halaman surat atau dalam kedudukan sejajar dengan lafadz Allah di halaman surar sesudahnya. Atau puda ke. dudukan bersusun dengan yang berada di halaman surat belakangnya. Lafadz-lafadz Allah itu berjajar saru dengan yang lain dalam bentuk yang menakjubkan, yakni dalam

suatu bentuk yang disebut dengan tawafuq.

Demikian pula ungkapan yang berasal dari akar kata yang sama dari sisi makna pada banyak kalimat yang penuh makna dan hikmah serta saling mendukung satu sama

lain, bertawafuq dalam satu keharmonisan. Tawafuq muncul begitu luar biasa melalui pena Husrau Altinbasak yang membuar Said Nursi berkata, ,,Sekiranya akal paham, ia akan berkata, 'subhanallah,, sekiranya hati mengerti ia akan berkata, 'Barakallah,, dan sekiranya mata melihat ia akan berkata, ,Masya Allah,.,, Ya, akhirnya penulis Al-Qur,an bertawafuq jadi diakui, yakni karya pena Ahmad Husrau Altunbasak. Melalui beberapa surat lain, Said Nursi menyatakan

rasa gembira yang lahir dari pena Ahmad Husrau Altun' basak. Ia berkata, "\7ahai Husrau yang mulia, yang benar

dan diberkahi, yang menunjukkan satu sisi mukjizat A1' Qur'an, mu' jizulbaym melalui penanya yang baik dan buku kebaikannya yang selalu dituliskan pahala setiap kali ada orang membacanya dan yang sangat bernilai'" "Masya Allah, barakallah, pena Husrau yang merupakan sebuah kunci emas Al'Qur'an yang bukan saja meng-

gembirakan kita, bahkan juga menggembirakan seluruh makhluk ghaib dan malaikat." "'!7ahai Husrau, insya Allah tidak lama lagi, dengan pencetakan Al-Qur'an Azimus Sha'n yang kau tulis. Teri' malah doa-doa rahmat yang dari dunia Islam yang akan menghujani ruhmu. Bersyukurlah kepada Allah dengan

Alhamdu lillah." Husrau Efendi menulis sembilan naskah Al'Qur'an, tiga naskah semasa Badiuzzaman Nursi dan enam naskah sesudah itu. Hari ini, jutaan manusia di dunia Islam sedang membaca Al-Qur'anTawafuqyang dicetak pada tahun 1984 setelah beliau bersama para muridnya membuat Hayrat Vakfi (Yayasan Hayrat) dan mereka mendoakan rahmat untuk ruh beliau. Rahmatullah alaihi.


I I I

I

ll

,\ (s*) \,r. I I

I

5

Z

s6 E E

"!

'.:2.. .<l']

KIPRAH RISALAH AN-NUR SE,PENINGGAL BADIUZZAMAN

,

B................'

;.V.

tr

'a

'a 5

z ,E {t) 6 .dE N N

5

â&#x201A;Źd

G

M;x;i"Tlff ',:J-'f;fiffi H,'J::lTxilHl salah An-Nur sepeninggal Badiuzzaman. Husrau Efendi memelihara kiprah Risalah An-Nur dengan setia dan ti. dak pernah menyimpang dari garis utamanya.

Demi apa yang diamanahkan kepadanya oleh semua orang, Husrau Efendi tidak pernah berhenti dari perjua. ngan Risalah An.Nur dan dari garis perjuangannya walau sejenak.

Tirjuan beliau adalah taat kepada garis-garis perjua. ngan tanpa membuat berbagai penafsiran. That mengikud sunnah Rasulullah saw. yang merupakan perjuangan Risalah An-Nur dan gigih menenrang bid'ah. Husrau Effendi tidak pernah menjadikan tujuan dakwahnya sebagai jalan mengumpulkan harta seperti yang terjadi dalam kelompok lain. Sebaliknya, beliau telah mengorbankan seluruh harta bendanya demi tujuan dakwahnya. Beliau tidak pernah hidup dalam keadaan se-

'2,: .,r.

s.

:vi.

E, N N

.:d.

t9


nang dengan gelimang kekayaan dunia. Apa yang beliau tahu, tugas hidupnya yang paling penting ialah penyebaran dakwah yang dilakukan dari sebuah kamar sederhana yang dikhususkan oleh kakaknya untuk beliau.

Tentu wajar ketika muncul perpecahan yang menyedihkan, akibat terjadinya perselisihan karena tarikan politik. Husrau Efendi bersama murid-murid Nur di sekitarnya tidak pemah menjadikan tujuan suci ini sebagai alat untuk fitnah politik. Pada tahun yang bergolak itu, dalam bingkai pandangan Risalah An-Nur terhadap politik, beliau tidak pernah menjadikan khidmat Al-Qur'an ini sebagai asset bagi organisasi politik. Demi memelihara garisgaris perjuangan An-Nur, Husrau Efendi tidak pernah berpihak kepada bid'ah. Beliau tidak pemah menggadaikan perkara, sekecil apapun kepada musuh internal mau. pun eksternal. Juga kepada petualang jabatan dan kedu. dukan dalam dunia polirik serra kepada penguasa. Beliau menjaga kemuliaan perjuangan ini sepanjang hidupnya. Karena pendirianya yang mulia ini, di samping menjadi sarana tercapainya upaya-upaya dakwah dengan selamat hingga akhir zaman dan dengan perjuangannya ini, beliau juga menguatkan kenyataan mengapa Said Nursi begitu memujinya, "Karena beliau memperoleh rahasia keiklasan yang benar dengan sifat terpuji yakni tidak mementingkan diri sendiri, tidak riya', dan gila popularitas, maka beliau merupakan wakil yang sangat penting bagi saya dan bagi pribadi Islami An-Nur."

Ini karena

sepeninggal gurunya, Badiuzzaman Said

Nursi, Husrau Altinbasak telah menjadi penerus yang kuat bagi tugas ukhrawi beliau dan menjadi'khairul khal' (sebaik-baik pengganti) yang tepat. Husrau Efendi juga pemilik dan pemelihara yang paling amanah bagi jrtz'juz

fi'

Risalah An-Nur. Dengan asas-asas yang telah ditegakkan dan ditetapkan oleh gurunya, Said Nursi, Husrau Efendi berjuang tanpa pemah terhenti dan jemu walau sebesar Tarrah pun dari jalan dan aliran nurani dan qurani yang mana ciri dan kerangkanya telah digariskan. Beliau telah melahirkan ribuan Said dan Husrau yang baru. Setelah memorandum dikemukakan oleh pihak tentara, Husrau Efendi meneruskan kehidupannya yang penuh penderitaan di penjara-penjara Isparta, Eskisehir, Butsa,

Bergama, dan Buca. Dengan kondisi umurnya yang 72 tahun, dan bersama 96 orang muridnya, keadaan beliau sangat sulit hingga tidak bisa dijelaskan di sini. Beliau diseret ke mahkamah dan beliau menempuh hukuman selama tujuh tahun dalam Mahkamah Kerajaan. Beliau telah menjadi satu catatan pengajaran yang telah menjadi milik sejarah dan sudut pemaparan semangat perjuangan dan pemahaman beliau. Pada penghujung kehidupannya ketika beliau baru saja keluar dari penjara, beliau bersama para muridnya mendirikan hayrat (Yayasan Hayrat) di Istanbul dan tidak lama setelah itu pada bulan Ramadhan yang bersama dengan Agustus 1977, beliau pindah ke alam akhirat dengan meninggalkan ribuan murid Nur yang potensial dan terla-


+ 4 '&,

'

Ji

6

z a 6 N N

6 (oJ

tih di

belakangnya, Rahmatullah Alaihi.

Apa yang beliau yakini dan ketahui ialah tujuannya yang terbesar bagi kehidupan yang sederhana yang ditempuh dalam perjuangan keimanan dan Al-Qur'an yang

penuh dengan pemenjaraan, tahanan, siksaan, dan tekanan adalah sama seperti gurunya Badiuzzaman Said Nursi dan seperti semua tokoh besar Islam dengan tujuan 'l'lau kalimatilah' (meninggikan kalimat Allah). Mereka merupakan manusia istimewa yang berhasil dan memiliki obsesi sebesar ummat mereka. Mereka tegar menghadapi berbagai bentuk kesengsaraan demi keselamatan ummat Muhammad. Mereka sanggup melaksanakan perjuangan yang membutuhkan pengorbanan sampai nyawa dalam keistiqomahan yang semata-mata mengharapkan keridhaan Ilahi. Mereka telah melaksanakan rugas kehidupan yang paling penring. Mereka juga tidak pernah memberikah nilai kepada dunia. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala supaya kita turut di karuniakan rahasia Badiuzzaman Said Nursi dan Husrau Effendi untuk meneruskan perjuangan menegakkan nilai-nilai keimanan dan Al-Qur'an sesudahnya, tanpa gentar dan menjadi manusia-manusia agung seperti mereka. Mudah-mudahan Allah tidak memisahkan kita dari tujuan-tujuan penuh cahaya itu dan dari keistiqomahan demi meraih keridhaan-Nya dalam naungan keimanan dan menyelamatkan kita dari kekufuran serta fitnah akhir zaman. Semoga Allah menghidupkan kita dengan

Nur-Nya dan mengambil kita ke sisi-Nya dengan Nur tersebut. Amin. 3

4 6

B

.,v d

!

z d (/) d

g d

N N

d cq

6


I

I I

-\

_r\

\l04) I

I I I

z

I I I I I

-r\ I

(l05) Y I I I

z

s G

&.

,9

5

a -o

'a

Z '6

a

E N N

6 t ca

t9

s n 'a

z () tr

6 N N

€ t9J

Badiuzzaman dan Dakwah Risalah Nur  

Buku tentang ulama khilafah Islamiyah Syaikh Badiuzzaman Said Nursi dan gerakan dakwahnya di masyarakat Turki

Badiuzzaman dan Dakwah Risalah Nur  

Buku tentang ulama khilafah Islamiyah Syaikh Badiuzzaman Said Nursi dan gerakan dakwahnya di masyarakat Turki

Advertisement