Page 1

MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) Ns. Nur Falah Setyawati, S.Kep., MPH


Menurut U.S. Department of Labor, handling didefinisikan sebagai: ď ą

Menangkap, memegang, menggenggam, memutar, atau pekerjaan lainnya dengan menggunakan tangan atau ke 2 tangan. Jari-jari

yang terlibat hanya sebatas sebagai perpanjangan tangan, seperti untuk mengubah sebuah tombol

atau mengganti persneling mobil.


ď ą

Manual Material Handling (MMH) mengacu pada pergerakan fisik memindahkan material dengan mengangkat, menurunkan, membawa, mendorong, menarik, menyekop atau susun. Kegiatan ini dapat melibatkan perangkat seperti kerek pengangkut barang, keranjang atau cincin, rantai dan katrol. perangkat mekanik (truk angkat dan katrol listrik) dapat menggantikan usaha manual namun mereka tidak praktis dalam semua tempat kerja.


Kegiatan MMH


Material ď ą

Bahan-bahan termasuk produk jadi, persediaan atau bahan baku, yang perlu dipindahkan dari penyimpanan ke stasiun kerja, selama proses

kerja atau karena alasan lain.


Tujuan mempelajari MMH a)

Mengurangi atau mencegah cedera.

b)

Mengurangi usaha pekerja dengan menurunkan usaha dlm mengangkat, menangani, mendorong, & menarik bahan.

c)

Mengurangi faktor risiko thdp gangguan muskuloskeletal (misalnya, postur canggung mencapai ke dlm wadah).

d)

Meningkatkan produktivitas, kualitas produk & pelayanan, dan moral pekerja

e)

Menurunkan biaya dgn mengurangi atau menghilangkan hambatan produksi, tingkat kesalahan atau penolakan, menggunakan layanan medis akibat ggn. muskuloskeletal, mengklaim kompensasi utk para pekerja, pergantian pekerja yang berlebihan, absensi, dan pelatihan ulang.


Resiko MMH Ada dua tipe yang berbeda dari faktor resiko yg berkaitan dgn perkembangan cedera dalam penanganan material: a)

Environmental factors o Temperature and relative humidity o Lighting o Noise o Time constraints o Physical conditions such as obstacles and floor surfaces


Resiko MMH Ada dua tipe yang berbeda dari faktor resiko yg berkaitan dgn perkembangan cedera dalam penanganan material: b)

Operator characteristics o General health o Physical factors (height, reach, flexibility, strength, weigh, aerobic capacity, etc.) o Pre-existing musculoskeletal problems o Psychological factors (motivation, stress, etc.)


Bahaya MMH

Ada berbagai jenis bahaya, selain faktor risiko, yg dapat menyebabkan cedera: Postur canggung (membungkuk, memutar) b) Gerakan berulang (sering meraih, mengangkat, membawa) c) Pengerahan tenaga sgt kuat (membawa/mengangkat beban berat) d) Pressure points (mencengkeram muatan, bersandar pd bagian atau permukaan yg keras atau memiliki tepi tajam) e) Posisi tubuh statis (mempertahankan posisi yg tetap utk wkt yg lama) f) Berat, ukuran dan bentuk beban g) Coupling (jenis cengkeraman pada beban) h) Permukaan yang licin atau rusak i) Kosong atau tidak pegangan j) Ketidakseimbangan (mengubah pusat gravitasi) a)


Tugas atau metode handling dapat membahayakan jika melibatkan: a) Mengangkat

atau menurunkan

 berulang-ulang  Dengan

cepat

 Untuk

waktu yang lama

 Sambil

duduk atau berlutut

 Segera

setelah lama fleksi

 Sesaat

setelah waktu istirahat

b)

Ketidakmampuan untuk mendekati beban

c)

Mendorong atau menarik


Tugas atau metode handling dapat membahayakan jika melibatkan: d)

Desain stasiun kerja yang buruk

e)

Membawa, menarik atau memindahkan beban dengan jarak yang jauh

f)

Akurasi dan presisi diperlukan karena muatan rapuh / lokasi membongkar muatan tertentu

g)

Bahan diposisikan terlalu rendah atau terlalu tinggi

h)

Gerakan atau postur tubuh yg berbahaya

i)

Persyaratan multiple handling


ď ą

Pengukuran kendali yang terbaik adalah dengan menghilangkan perlunya pekerja melakukan tugas manual material handling (MMH).

ď ą

Karena hal tsbt tidak mungkin dilakukan dalam kebanyakan situasi, perbaikan dapat dilakukan untuk membantu menghilangkan risiko yang terkait dengan tugas MMH.

ď ą

Ada dua jenis perbaikan: 1)

Engineering improvements

2) Administrative

improvements


1. Engineering Improvements yaitu: mengatur ulang, memodifikasi, mendesain ulang, menyediakan atau

mengganti peralatan, perlengkapan, stasiun kerja, kemasan, bagian, proses,

produk, atau material.


2)Administrative Improvements Mengamati bagaimana pekerja yg berbeda melakukan tugas yg sama agar mendapatkan ide utk peningkatan praktek kerja & mengorganisir pekerjaan .


2)Administrative Improvements Kemudian mempertimbangkan perbaikan berikut: 

Memberikan alternatif tugas berat dgn tugas-tugas ringan.

Memberikan variasi dlm pekerjaan utk menghilangkan/ mengurangi pengulangan (yaitu, terlalu sering menggunakan kelompok otot yang sama).

Mengatur jadwal kerja, kecepatan kerja, atau cara kerja.

Memberikan waktu pemulihan (misalnya, jeda istirahat singkat).

Merotasi pekerja melalui pekerjaan yg menggunakan otot, bagian tubuh, atau postur yg berbeda .


2)Administrative Improvements Kemudian mempertimbangkan perbaikan berikut: 

Memodifikasi cara kerja shg pekerja melakukan pekerjaan di dalam zona kekuatannya (yaitu, di atas lutut, di bawah bahu, dan dekat dengan tubuh).


PROACTIVE PLANNING FOR SAFETY ď ą

Manual material handling selalu mengekspos pekerja thd faktor risiko yg dpt menyebabkan cedera. Hal tersebut karena pekerjaan MMH membutuhkan gerakan dan aktivitas fisik. Tapi bagaimana Anda mencari tahu?


PROACTIVE PLANNING FOR SAFETY ď ą

Salah satu cara utk menjawab pertanyaan tersebut adlh dgn proaktif dlm pemecahan masalah. Menjadi proaktif berarti mencari masalah dgn melihat secara menyeluruh di sekitar tempat kerja daripada menunggu masalah terjadi. Kemudian

meningkatkan kesesuaian antara pekerjaan dan pekerja dengan menempatkan perubahan yang sesuai pada tempatnya.


PROACTIVE PLANNING FOR SAFETY ď ą

Proses tersebut termasuk melibatkan pekerja, mengobservasi pekerjaan, mengambil keputusan mengenai pilihan yang efektif, dan kemudian melakukan tindakan. Proses ini penting untuk melibatkan pekerja, manajer, dan supervisor selama proses berlangsung.

ď ą

Ada empat langkah untuk Proactive Action Plan: 1)

Mencari petunjuk.

2)

Memprioritaskan pekerjaan untuk perbaikan.

3)

Melakukan perbaikan.

4)

Menindaklanjuti.


Step 1: Look for Clues a)

Review written records.

b) Observe work

activities.

ď‚Ž Make sure to talk to your workers about their ideas for altering work processes, operations, tools, or equipment. Ask them how they would make their jobs less physically demanding and more efficient. c)

Use assessment tools.


Step 2: Prioritize Jobs for Improvements After detecting the problems, decide which tasks to improve and then set priorities. Consider: a)

The frequency and severity of the risk factors you have identified that may lead to injuries

b)

The frequency and severity of complaints, symptoms, and/or injuries

c)

Technical and financial resources at your disposal

d)

Ideas of workers for making improvements

e)

Difficulty in implementing various improvements

f)

Timeframe for making improvements


Step 3: Make Improvements 

Tujuan dari membuat perbaikan adalah untuk meningkatkan kesesuaian antara tuntutan tugas pekerjaan dan kemampuan pekerja. Serta untuk

mengurangi/menghilangkan risiko, menetapkan serta menerapkan kontrol yg paling efektif dan

layak.


Step 3: Make Improvements 

Menggabungkan operasi dan proses bila memungkinkan untuk mengurangi atau menghilangkan penanganan bahan dan produk

secara manual yang tidak perlu. Tergantung pada karakteristik pekerjaan dan pekerja, mungkin ada

beberapa perubahan yang akan meningkatkan tugas tertentu.


Step 3: Make Improvements 

Brainstorming dengan karyawan dapat menjadi alat yang membantu selama proses ini.

Jika memungkinkan, kendalikan bahaya pada sumber atau sepanjang jalur kerja. Pertimbangkan hal berikut: 

Penggunaan perangkat mekanik utk mengurangi atau menghilangkan penanganan manual

mendesain /mengubah tempat kerja utk memastikan ketinggian kerja yg aman

Mendesain proses kerja baru (spt: tim lift utk beban lebih dari 18 kg.)

Mengemas kembali material dgn berat/ukuran yg dpt dikelola.

Memberikan pelatihan dan pengawasan yang memadai.


Step 4: Follow Up a)

It is important to follow up in order to evaluate if your improvements have worked. After a reasonable adjustment period, set a date to follow up on the changes made. Make sure to evaluate each improvement separately for effectiveness.

b)

If you determine that your improvements have not worked, modify them or try something different until the risk factors have been reduced or eliminated.


IMPROVEMENT OPTIONS


Reference ď ą

Cal/OSHA Consultation Service, Research and Education Unit, Division of Occupational Safety and Health, California Department of Industrial Relations. Ergonomic Guidelines for Manual Material Handling [Publication]. Published 2007 by the California Department of Industrial Relations


Selamat Belajar ‌

Manual material handling (mmh)  

For ergonomi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you