Issuu on Google+

Hari itu awal aku masuk kuliah untuk mengikuti mata kuliah karena satu minggu yang lalu sudah menjalani proses mastama(masa taaruf mahasiswa).layaknya mahasiswi baru,rasanya deg-deg-an sekali untuk mengikuti perkuliahan,aku pikir kuliah itu menyeramkan,tetapiiii kuliah itu sangat menyenangkan apalagi disana ada cowok super ganteng. Pada hari pertama rasanya biasa saja,terlebih gak bisa deket sama cowok itu,huh kasian banget yaa pikirku dalam hati,tapi ya gak papalah namanya juga baru pertama ketemu. Hari-hari berikutnya aku melewatinya dengan penuh semangat ,yaiyalah soalnya bisa ketemu cowok itu terus,sekarangpun aku sudah tau nama cowok itu,Raikal,iya itu nama cowok ganteng tersebut.orangnya emang cerdas si,baik juga tapi jutek banget kalok sama cewek. Dia mahasiswa kesayangan dosen kami,wajarlah diakan emang cerdas.Aku bisa dekat dengan dia ya karena dia mahasiswa kepercayaan, jadi dosen menyuruh dia agar membantu teman lainnya yang belum bisa.Waktu itu mata kuliah kalkulus,kami diberikan beberapa soal untuk mengerjakannya,karena Raikal yang lebih dulu selesai jadi kami rame-rame ngrubung dia,hohohoh,kayaknya aku sih yang paling semangat ngrubung dia,Raikalkan pangeran ku(mimpi kali yah).dari situlah aku mulai dekat dengan dia,aku mulai bisa belajarbareng,ngobrol bareng,bahkan sering becandaan.Aku memang sejak awal sudah menyukainya,wajarlah kalok aku seneng deketdeket dia,tapi dia?apa dia mempunyai perasaan yang sama denganku? Selama ini aku memang bahagia dekat dengan dia,tapi itu membuat aku semakin menyukainya.Aku berusaha mengubur perasaanku dalam-dalam,tapi semakin aku memaksa melupakan perasaanku aku malah semakin menyukainya,setiap sholat aku pasti selalu mendo’akannya,entah apa yang membuatku selalu melakukan itu,tapi jujur aku bahagia walaupun hanya sekedar bisa membawanya dalam do’aku. Suatu hari aku melihat Raikal bersama temanku yang lain,Shita namanya,dia memang cantik,baik lagi.kalok aku dibandingin sama Shita pasti aku gak ada apa-apanya.Seketika aku merasakan cemburu yang teramat besar membuat air mataku begitu saja menetes.tapi aku juga sadar kalok Raikal emang cocok sama Shita.Sejak mereka berdua dekat,hubunganku dengan raikal memang semakin jauh,aku merasa Raikal menyukai Shita begitupun sebaliknya,lalu aku bagaimana?apa aku harus begitu saja melupakannya?tapi itu mustahil,aku terlalu menyayanginya.Hari-hariku saat ini memang gak segembira kemarin,mungkin ini karena efek patah hati,memang hampir setiap malam aku menangis,menangisi Raikal,lelaki yang sangat aku sayangi walaupun dia gak pernah balas perasaanku.Bahkan akupun gak bisa nahan air mata kalok ngliat mereka berdua saling dekat di ruang kelas,hatiku serasa di iris-iris,memang gak berdarah tapi sakitnya sangat luar biasa.


Hampir setiap hari aku hanya melamun,wajahku terlihatsangat murung,rasanya aku gak kuasa ngrelain raikal sama orang lain.Pada hari sabtu kami memang ada kuliah jam 1 siang tapi sialnya dosen gak berangkat,tapi ada hal yang membuat aku terkaget-kaget,Raikal lelaki yang aku cintai menyatakan perasaannya dengan Shita di depan mataku,sontak aku gak bisa lagi nahan tangis,terlebih Shita juga memiliki perasaan yang sama dengan Raikal,aku langsung berlari sekuat tenagaku,ada beberapa temanku yang memanggilku mungkin mereka heran dengan tindakanku,tapi bagaimana lagi,aku gak bisa lebih lama ada di tempat itu,karena hanya membuat aku semakin terluka.sungguh aku seperti orang yang telah kehilangan mimpinya,berjalan tanpa arah,semuanya serasa menakutkan untukku,aku pun takut untuk pergi ke kampus,karena aku pasti akan bertemu mereka berdua,aku gak mungkin bisa menyaksikan kemesraan mereka berdua,itu pasti bisa membunuh hatiku. Semakin lama aku memendam perasaanku,semakin dalam pula sakit yang aku rasakan,aku memutuskan untuk mengungkapkan perasaanku terhadapnya,walaupun entah apa yang akan terjadi setelah itu,tapi aku tetap menegaskan hatiku kalau aku tetap harus mengungkapkannya,setidaknya agar sedikit berkurang beban hatiku.besoknya aku menemui Raikal,aku dengan susah payah mengatakan apa yang aku rasakan,tapi apa yang terjadi....Raikal malah membenciku,dia menghinaku sebagai perempuan yang gak tau diri.Hal itu membuat aku semakin tersiksa.Apalagi raikal menceritakan apa yang aku katakan kepada kekasihnya,yang pastinya akan membuat Shita juga membenciku,dan sekarang rasanya seisi kelas membenciku atas perasaankuu.akhirnya aku menemui raikal,akupun berkata�kal kenapa kamu lakukan itu,ini perasaanku,perasaan ini untukku,bukan untukmu,aku gak pernah maksa kamu ngertiin perasaanku,tapi kenapa kamu malah mempermalukanku?aku benci kamu!!!!teriakku kapada Raikal�,dia hanya terdiam dan membiarkan aku berlalu.Sejak saat itu aku tak mau lagi memikirkan Raikal,aku sangat sakit hati dan membencinya.

TAMAT


Cerpen pertamaku