Issuu on Google+

Partai politik dan Ideologi

Budidaya padi di Jawa Hatimu Seputih Salju

Dr. Sutomo yang berwibawa Dr. Sutomo Druzhba No.39-40 Tahun IV April-Mei 2010


EDITORIAL

A

ENAM HARI MONUMENTAL

da enam hari monumental pada bulan Mei tahun ini di Indonesia. Pertama, 1 Mei, Hari Buruh Internasional, Hari besar buruh yang ditetapkan oleh kongres sosialis pada 14 Juli 1889 di Paris oleh partai-partai dan serikat-serikat sekerja kiri di seluruh dunia. Kedua, 2 Mei, hari lahir Suwardi Surjaningrat (yang kemudian mengubah nama menjadi Ki Hadjar Dewantara pada umurnya yang ke-5 windu pada 23 Pebruari 1928) tahun 1889. Hari lahir Suwardi monumental bagi bangsa Indonesia, a.l. karena ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa yang boleh dikatakan sebagai Sekolah Nasional pertama, dan karena ia adalah Menteri Pengajaran pertama dalam Kabinet Republik Indonesia yang pertama. Selanjutnya hari lahir Suwardi diperangati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ketiga, 13 Mei, Hari Kenaikan Isa Almasih. Keempat, 10 Mei, Hari Kebangkitan Nasional (yang semula bernama Hari Kebangunan Nasional) untuk memperingati pembentukan organisasi modern pertama bangsa Indonesia, Budi Utomo, oleh sejumlah pelajar STOVIA (Stichting ter opleiding van Inlandse artsen, Sekolah Dokter Bumiputra atau Sekolah Dokter Jawa), a.l. Sutomo dan Suradji, pada 20 Mei 1908 di Batavia. Sesudah tanggal ini, seperti cendawan di musim hujan bertumbuhan organisasi-organisasi modern orang Indonesia yang makin lama makin bercorak nasional. Kelima, 23 Mei, hari pembentukan Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1920, partai politik yang untuk pertama kali menggunakan nama Indonesia dengan pengertian politik, yang kemudian diikuti oleh organisasi-organisasi politik yang lain. Ajaran Presiden Sukarno yang mengharuskan persatuan “nasional progresif revolusioner” dengan tiga golongan politik sebagai poros dinamakan Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis). Ajaran ini didasarkan pada gagasan yang termuat dalam artikel Sukarno “Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme” yang dimuat dalam “Suluh Indonesia Muda” tahun 1926 Dan keenam, 28 Mei, Hari Waisak. Hari-hari monumental tersebut, kecuali Hari Buruh karena maraknya gerakan buruh belakangan ini di Indonesia, Hari Kenaikan Isa Almasih dan hari Waisak yang tetap dirayakan umatnya masing-masing, tampak semakin tidak populer atau tidak dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama oleh kaum muda, seperti ditunjukkan oleh praktek-praktek kehidupan masyarakat Indonesia dewasa ini. Ini menunjukkan merosotnya minat masyarakat Indonesia, terutama kaum mudanya, terhadap sejarah, dan lebih-lebih merosotnya nasionalisme. Gejala ini pantas disinyalir dan diingatkan kepada masyarakat sebagai gejala yang memprihatikan ditinjau dari sudut kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. (KST)

Dr. Sutomo Tokoh nasionalis yang barwibawa.............3 Soekarno kembali bertamu........................5 PLTN Terapung..........................................9 Lomba bahasa Rusia..................................12 Dongeng budi daya padi............................13 Romanov....................................................16 Partai politik dan ideologi.........................18 catatan kecil hubungn bilateral..................21 pengalaman pribadi....................................23 Sastra..........................................................26 PPIR di DPR..............................................29 Hari kemenangan.......................................30 surat pembaca............................................31 kuliner.........................................................32

kulit muka Dr. Sutomo


sejarah

Dr. Sutomo (30 Juli 1888-30 Mei 1938)

Tokoh nasionalis kooperator yang berwibawa

M

enurut buku Kenangkenangan yang ditulis oleh Sutomo sendiri awal tahun 1934, ia lahir di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ta n g gal ini kemudian dikutip oleh Imam Supardi dalam biografi Sutomo yang diterbitkan oleh penerbit Djambatan tahun 1951. Te t a p i m e n u r u t ” G e d e n k b o e k STOVIA 1851-1926” yang terbit tahun 1926 (75 tahun STOVIA), ia lahir di Bangil tahun 1889. Sejak kecil sampai umur 6 tahun dipelihara oleh eyangnya, Raden Ngabehi Singowidjojo di Desa Ngepeh. Ay a h n ya R a d e n Suwadji, seorang guru, kemudian asisten wedana, yang berkemauan keras dan selalu mendahulukan kepentingan rakyat.

Di STOVIA (School tot opleiding van inlandsche artsen), Sutomo belajar bersama Raden Mas Gumbrek, Gunawan Mangunkusumo, Sulaiman, Suwarno, Saleh, Budiardjo Mangunkusumo dll., seluruhnya 17 pelajar. Kakak kelas berjumlah 11 pelajar, dan adik kelas 17 pelajar. Hari Minggu tanggal 20 Mei 1908 ia mendirikan organisasi Budi Utomo in de zaal van het eerste jaar der geneeskundige afdeeling (di ruangan bagian kesehatan tahun pertama). Tanggal ini yang kemudian selalu diperingati sebagai awal Kebangkitan Nasional Indonesia. Sutomo juga yang menjadi motor Kongres Budi Utomo I di Yo g y a k a r t a p a d a 3 - 5 O k t o b e r 1908, walau dalam kongres ini pimpinan jatuh ke tangan angkatan tua, sedang Sutomo sendiri hanya

memimpin Budi Utomo Cabang Batavia (sekarang Jakarta). Ada pendapat, Sutomo bersifat “tidak non tidak ko”, artinya tidak mau menyatakan dengan tegas mau atau tidak mau bekerja sama dengan Pemerintah Hindia Belanda, terutama dengan dewandewan kolonialnya. Ia menganggap nonkooperasi dan kooperasi dengan Pemerintah bukan soal yang penting dan pokok. Yang penting dan pokok adalah mendidik rakyat jelata sendiri, terutama kaum buruh, tani, nelayan dan pengusaha pribumi ke arah otoaktivitas, bersandar pada kepercayaan pada diri sendiri. Lulus ujian akhir tahun 1911, dan sampai tahun 1918 bekerja berpindah-pindah sebagai Dokter Jawa, a.l. di Semarang, Tuban, Kepanjen, Blora, dan Baturaja. Di Blora ia mendapatkan jodohnya, seorang s uster Belanda. Tahun 1919 ia bertolak ke Eropa u ntuk mengambil spesialisasi di Amsterdam, Hamburg, dan Wina sebagai Indisch Arts. A k h i r t a h u n 1 9 2 0 menjadi ketua organisasi pelajar Indonesia di Belanda, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia), menggantikan Ahmad Subardjo. Ta h u n 1 9 2 1 m e n d a p a t gelar Nederlandsch Arts dari Universitas Amsterdam. Tahun 1923 kembali ke Indonesia dan bekerja di rumah sakit Simpang, Surabaya, sambil menjadi guru di NIAS (NederlandschIndische Artsen School) dan sore hari buka praktek di rumah. Ta n g g a l 1 2 J u l i 1 9 2 4 mendirikan Indonesische Studieclub di rumah Raden Mas Hario Sujono di Palmenlaan (sekarang Jalan Panglima Sudirman) yang dihadiri 25 “pelajar tinggi”, a.l. Sunjoto, Sunarjo, Mr. Kusnun, Dr. Saleh, Koch, dan Tillema. Inilah studieclub pertama di Indonesia sebagai cikal-bakal partai politik. Langkah ini kemudian diikuti dengan pembentukan

3


sejarah studieclub serupa di Jakarta, Bogor, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Semarang. Yang terpenting adalah Algemeene Studieclub di Bandung yang diketuai oleh Sukarno. Dalam pembentukan di Surabaya itu Sutomo memberikan ceramah tentang gerakan nasionalisme dengan mengutip beberapa tulisan Koch yang waktu itu terkenal sebagai penulis Herleving (Kebangunan), tentang sejarah pergerakan nasional India. Ta h u n i n i j u g a , s e j a k berdirinya Indonesische Studieclub, ia menjadi anggota Gemeenteraad (Dewan Kotapraja) Surabaya. Tapi tanggal 14 Maret 1925 ia keluar dari Gemeenteraad, karena usul-usulnya untuk memperbaiki kampung dan kesehatan rakyat selalu ditolak, disusul oleh anggota yang lain: Hario Sujono, Sunjoto, dan Sastrowinangun. Bulan Juni 1925 menyelenggarakan Hari Inter-insulair, sebuah pertemuan besar sukusuku Jawa, Madura, Sumatra, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dll. Ta h u n 1 9 3 0 - a n mengusahakan berdirinya Rukun Pelayaran Indonesia (RUPELIN), sebuah organisasi pelayaran pribumi yang sempat menjalankan perang tarif pengangkutan yang membuat sakit

4

kepala KPM, tapi kemudian karena mismanajemen tidak berkembang menjadi koperasi pelayaran yang baik. Ta n g g a l 1 - 3 J a n u a r i 1932 menyelenggarakan Kongres Indonesia Raya yang disesuaikan dengan keluarnya Sukarno dari penjara Sukamiskin. Dalam kesempatan itu ia memuji ketabahan Sukarno di dalam penjara kolonial demi kemerdekaan. “Kemerdekaan memang harus menjadi pedoman lahir batin semua pemimpin. Kita pun dapat memanggul obor kemerdekaan itu guna memberi cahaya sekeliling,” demikian dikatakannya. Tanggal 6 Pebruari 1933 pemimpin redaksi harian Surabaya “Soeara Oemoem”, Tjindarbumi, menulis tentang pemberontakan di atas kapal perang “Zeven Provinciën” sehari sebelumnya. Akibatnya Procureur-generaal (Jaksa Agung) Hindia Belanda R.J.M. Verheijen langsung memerintahkan agar pemimpin redaksi “Soeara Oemoem” dituntut di pengadilan. Tulisan itu berupa tajuk yang isinya minta lebih banyak pengertian tentang sebab-sebab pemberontakan tersebut. Karena tulisan itu pemimpin redaksi R.T. Tjindarbumi ditangkap. Tanggal 24-25 Desember 1935 berlangsung Kongres Budi Utomo di Solo. Dalam kongres tersebut Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) dan Budi Utomo berfusi menjadi Partai Indonesia Raya (Parindra), yang tetap dipimpin oleh Raden Sutomo. Ikut berfusi juga Persatuan Kaum Betawi yang dipimpin oleh Mohammad Husni Thamrin. Tahun 1936-1937 Sutomo melakukan perjalanan keliling di luar negeri, dan beberapa bulan kemudian jatuh sakit. Ia meninggal pada 30 Mei 1938 dan dimakamkan di Bubutan, Surabaya. (KST)

Info Druzhba - Дружба terbit dalam bentuk bulletin sejak 15 Desember 2006 sebagai wadah komunikasi tertulis antar alumni perguruan tinggi Uni Soviet dan Federasi Rusia yang diprakarsai kelompok lulusan Universitas Druzhbi Narodov ( UDN) Moskow dan selanjutnya menjadi “majalah informasi bulanan tentang Indonesia Dan Rusia” - “Ежемесячный информационный журнал об Иодонезии и России”, yang didukung Ikatan Alumni Insan Nauka.

Pimpinan Utama Wakil Pimpinan Umum I Wakil Pimpinan Umum Ii Pimpinan Redaksi Wakil Pimpinan Redaksi Sekretaris

Gustav A. Dupe gustafd@cbn.net.id Sofyan Yamin nabella_yasatama@yahoo. com Sunaryo N. Soenhadji soenhadji@yahoo.com Koesalah S. Toer koesalah@gmail.com Wahyu Wijaya wahyu62@yahoo.com Syahbuddin Said syah_said@yahoo.com

Koresponden

Federasi Rusia & KazakhstanSunaryo N Soenhadji Jakarta - Buyung A Syafei Jakarta - Tatyana Soekarprijastina Surabaya - Subagyo Jakarta - Olga Portnyagina Jakarta - Haryo Setiadi

Photografer

Mochammad Bagus Sotang

Graphic Designer

Chandra Maulana chandramedia@yahoo.com

Alamat Redaksi Telp/fax Rekening Majalah DRUZHBA

Jl. Mekar No.15 Rt 08/04 Kel. Tanjung Barat Jagakarsa, Jakarta 12530 Indonesia +62 21 7890047 +62 81578057851 Bank Mandiri Cabang Falatehan A/C 126-00-9100254-2a/n Syahbuddin Said

Bank BCA KCP Pasar Minggu Center Rek. No. 5470296021 a/n Syahbuddin Said


sejarah Игорь Кашмадзе:

Сукарно снова в гости к нам {Продолжение)

Индонезийские экипажи эсминцев, подводных лодок, торпедных катеров и самолетов прошли хорошую подготовку, как в СССР, так и в самой Индонезии под руководством советских инструкторов. Храбрости же индонезийцам не занимать. Если а войне против японцев, а затем против англичан и голландцев в 1945-1949 годах индонезийцы успешно противостояли противнику, будучи нередко вооруденными заостренными бамбуковыми копьями и простыми ружьями, в том числе стреляющими жгучим перцем, то при такой технике и такой выучке, какую индонезийцы получили от СССР, исход сражения был предрешен в пользу Индонезии. Крейсер «Михаил Кутузов» взял курс на Севастополь. В пути были проведены военноморские учения, которые наблюдали главы двух государств. Из Севастополя на машинах направились в Ливадию, осмотрели дворец, где проходила историческая Ялтинская конференция руководителей государств антигитлеровской коалиции. В чесь Сукарно Хрущев устроил прощальный прием в мрачном, похожем на средневековый замок дворце Александра III. Во время приема произошла забавная накладка. Присоединившийся к Сукарно и Хрущеву в Крыму Анастас Микоян, который после отъезда Сукарно из Москвы успел слетать к Фиделю Кастро на Кубу, во время приема тихо спросил меня: «У тебя кофе тоже соленый?» Я попробовал свой кофе. Он тоже оказался соленым. Тогда я спросил Сукарно. Президент ответил, что кофе у него тоже соленый, но он промолчал потому, что подумал, что русские любят добавлять в кофе соль. Все рассмеялись, за исключенем охраны и обслуживающего персонала. Выяснилось, что по ошибке в сахарницы вместо сахара насипали соль. «Напутал» и легендарный партизанский

вожак Сидор Ковпак, заместитель председателя президиума Верховного Совета Украины, в состав которой уже тогда входил в Крым. Президенту понравилась соломенная шляпа на лысой голове Ковпака, и тот немедленно отправил автобус за шляпами для всех членов и н д о н е з и й с ко й д е л е н а ц и и в о бл а с т н о й центр Симферополь. Но вот беда: головы у индонезийцев небольшие: 55-56 размеров, а шляпы оказались 59-60 размеров. Визит Сукарно в нашу страну, по нынешним меркам, продолжался очень долго: целых две недели. Столь же долгим был и визит Хрущева в Индонезию в феврале-марте 1960 года. В обоих случаях на протяжении почти всего срока пребывания гостя в стране его сопровождал сам хозян – глава государства, что теперь тоже не практикуется. Интересный факт: когда Никита Сергеевич прилетел в Индонезию, в джакартском аэропорту Кемайоран вместе с президентом Сукарно его встречала маленькая девочка. Она преподнесла гостю цветы. Это была дочь Сукарно, Мегавати, та самая Мегавати, которая через сорок лет стала президентом Индонезии. Хрущев и Сукарно распрощались в Крыму. Никита Сергеевич остался отдыхать, а Сукарно на своем «Боинге» направился в Венгрию. По дороге в аэропорт в Симферополе произошел еще один казус. Из соображений безопасности все учреждения по ��ороге в аэропорт были закрыты. У Сукарно в это время обострилась болезнь почек и ему нужно было часто пользоваться туалетом. А все туалеты вместе с учреждениями были закрыты опломбированы. Био-туалетов тогда еще не было. Но Сукарно обошелся и без них. Выйдя из машины, он направился в придорожные кусты. За ним последовал и Микоян. Там они преспокойненько справили нужду, весело переговариваясь между собою. Меня так и подмывало запечатлеть на пленку этот уникальный кадр. Но рука не поднялась. 5


sejarah Кстати, старший сын Сукарно, Гунтур, в своих воспоминаниях об отце пишет: «По малой нужде отец любил ходить в кусты в саду президентского дворца «Мердека» в Джакарте». У великих часто бывают причуды. В аэропорту Симферополя пре зидент а Сукарно провожал Микоян, который был первым заместителем Хрущева как главы правительства. Из-за всех накладок Микоян был в плохом настроении. К тому же он еще не отошел от утомительного вояжа на Кубу в связи с Карибским кризисом. Поднимаясь по трапу в самолет, Сукарно посылал воздушные поцелуи, устремив взгляд поверх наших голов. Кому это он посылает поцелуи? - полюбопытствовали мы. Оглянулись и увидели, что п о ц е л у и п р ед назначены стоящей с зади на почтительном расстоянии белокурой девице. Я вернулся из Крыма не с пустыми руками, а с двумя восхитительными розами. Розы были из зала на даче Хрущева. Посадил у себя на даче под Москвой. Одну из них звали Софи Лорен. Она была так же прелестна, как сама Софи Лорен, которую незадолго до этого я видел в Джакарте в Фильме Де Сикки «Скандал в Соренто». Неоднократно доводилось встречаться с Сукарно и в Индонезии. Но об этом чуть позже, дабы не слишком нарушать хронологию повествования. А сейчас расскажу еще об одной важной персоне, близкой к Сукарно, с которой, а, вернее, с которым довелось довольно долго общаться, - Муаллифа Насутионе, личном секретаре президента Сукарно, женатом на двоюродной сестре Сукарно. Больше того, Муаллиф умудрился еще быть двоюродным братом министра – коодинатора по вопросам национальной безопасности А. X. Насутиона. Вместе с супругой, госпожой Мур, Муаллиф Насутион побывал в нашей стране в мае 1960 года. Муаллифа Насутиона по его положению м ож н о б ы л о б ы с р а в н и т ь с гл о во й н а ш е й президентской администрации, хотя президентской администрацией в Индонезии заведует

6

государственный секретарь в ранге министра, и формально таковым Муаллиф не был. Чем только ни ведал Муаллиф Насутион. Он возглавлял попечительские советы по строителству двух главных сооружений в Джакарте: самой крупной в Юго-Восточной Азии мечети «Истикляль» и Национального монумента на главной площади столицы высотою почти 140 метров. Монумент увенчан факелом из чистого золота весом 36 килограммов. Муаллиф также был главой редакционной комиссии по изданию полного собрания сочинений Сукарно, а также священного Корана. Ни один человек, будь он индонезийцем или иностранцем, практически не мог получить аудиенцию у Сукарно минуя Муаллифа Насутиона. Жил он с семьею в одном из двух президентских дворцов в центре Джакарты «Истана Нэгара». Кроме того, Муаллифу принадлежал роскошный особняк на одной из главных улиц столицы, конфискованный у бывшего премьер-министра Натсира. Супруга Муаллифа была нечто вроде шефповара президента (индук дапур), хотя сама не готовила. И вот такую супружескую пару мне было поручено сопровождать в качестве переводчика во время их пребывания в СССР. В Москву они приехали в самом ко н ц е ап р е л я . Ц е л ь и х п р и е зд а б ы л а весьма оригинальной. За полгода до этого учебно-тренировочный самолет советского производства, находившийся на вооружении ВВС Индонезии, «МиГ-15», под управлением молодого летчика лейтенанта Маукара обстрелял из пулемета президентский дворец «Мердека» в Джакарте. Сукарно не пострадал. Он находился в загородной резиденции в Богоре. (есть продолжение)


sejarah Igor Kashmadze

Soekarno kembali bertamu pada kita (sambungan nomor yang lalu)

A

wak kapal perusak, kapal selam, kapal torpedo dan pesawat terbang Indonesia mendapat pelatihan yang baik, di URSS maupun di Indonesia sendiri, di bawah bimbingan para instruktur Soviet. Tentang keberanian tidak perlu diajarkan kepada orang Indonesia. Kalau dalam perang melawan Jepang, dan kemudian melawan Inggris dan Belanda tahun-tahun 1945-1949 saja orang Indonesia berhasil menghadapi musuh tidak jarang hanya bersenjatakan bambu runcing dan senjata sederhana antara lain semprotan air cabe, maka dengan teknologi demikian rupa dan pelatihan seperti yang diterima orang Indonesia dari URSS, akhir pertempuran sudah dapat ditentukan, yaitu bagi kemenangan Indonesia. Kapal jelajah ”Mikhail Kutuzov” menuju Sebastopol. Di tengah pelayaran diperagakan latihan pertempuran laut. Latihan ini diamat-amati oleh Khruschov dan Sukarno. Berkendaraan mobil dari Sebastopol mereka ke Livadia untuk melihat-lihat bungalow tempat Konferensi Yalta dulu, yang dihadiri pimpinan negara-negara koalisi anti-Hitler. Untuk menghormati Sukarno, Khruschov mengadakan jamuan perpisahan bertempat di bungalow Aleksandr III, yang remang-remang, mirip dengan benteng Abad Pertengahan. Di resepsi itu terjadi peristiwa lucu. Mikoyan yang menggabungkan diri sepulangnya dari pertemuan dengan Fidel Castro di Kuba, tiba-tiba bertanya kepada saya: apakah kopi saya juga asin. Lalu saya cicip kopi saya, dan ternyata benar asin. Segera saya menanyakan hal sama kepada Sukarno. Sukarno menjawab: betul asin, tapi dia diam saja karena menyangka orang Rusia minum kopi dengan garam. Semua pada tertawa kecuali para pengawal dan pelayan. Kemudian terbongkar sebabnya: tempat gula keliru diisi dengan garam. Lain lagi ulah Sidor Kovpak, komandan gerilya legendaris, wakil ketua Soviet Tertinggi Ukraina, (ketika itu semenanjung Krym sudah masuk wilayah Ukraina). Sukarno tertarik sekali pada topi jerami yang menutupi kepala gundul Sidor Kovpak. Dengar hal ini Kovpak segera mengirim bus mencari topi jerami untuk seluruh delegasi Indonesia. Celakanya ukuran kepala orang Indonesia rata-rata 55-56, sedangkan topi yang

dihadiahkan berukuran 59-60. Kunjungan Sukarno itu, menurut ukuran sekarang, cukup lama – selama dua minggu, sama dengan kunjungan Khruschov ke Indonesia Februari-Maret 1960. Tiap kunjungan itu para tamu diiringi oleh kepala negara selama berlangsungnya acara. Hal ini tidak lumrah lagi di masa kini. Teringat kembali, ketika Khruschov mendarat di bandar udara Kemayoran, ia disambut oleh presiden Sukarno dengan membimbing seorang gadis cilik. Yang terakhir ini menyampaikan serangkum bunga kepada tamu yang baru sampai. Gadis cilik itu adalah putri Sukarno, Megawati, yang 40 tahun kemudian terpilih sebagai presiden Indonesia. Setelah pisah-pisah di Krym itu, Khruschov terus di sana untuk istirahat, sedangkan Sukarno dengan pesawat Boeing menuju Hongaria. Dalam perjalanan menuju bandar udara Simferopol terjadi satu kasus lagi. Untuk keamanan semua kantor dan toko di sepanjang jalan ke bandar udara ditutup. Ketika itu penyakit ginjal Sukarno kambuh dan ia sebentar-sebentar harus ke belakang. Pada hal semua wc ikut ketutup dan kesegel. Waktu itu belum ada bio-wc. Terpaksalah presiden cari akal lain. Keluar dari mobil ia menghampiri semak-semak. Dalam pada itu Mikoyan tak mau ketinggalan. Jadinya mereka dengan tenang sama-sama melepas hajat kecil sambil bercakap-cakap dengan gembira. Nyaris saya memotret pemandangan unikal itu, tapi tak sampai hati. Putra sulung Sukarno, Guntur, menulis dalam kenangkenangan mengenai bapaknya bahwa orang tuanya itu sering pergi ke rumpunan tanaman di halaman Istana Merdeka untuk buang air kecil. Memang biasa orangorang besar punya keanehan masing-masing. Mikoyan, wakil Khruschov sebagai kepala negara, yang melepas Sukarno di bandar udara Simferopol. Kelihatannya dia murung akibat kasus-kasus tersebut. Tambah lagi dia kecapekan sehabis perjalanan ke Kuba sehubungan dengan krisis Karibia. Dari tangga pesawat Sukarno melambaikan ”cium layangnya”, jelas bukan ditujukan kepada kami, karena pandangnya diarahkan ke belakang kerumuman pengantar. Ingin tau siapa yang dilambai itu kami menoleh ke belakang dan di situ tampak berdiri seorang gadis pirang Rusia. Pulang dari Krym itu saya tidak hampa tangan saja,

7


sejarah tapi membawa dua tangkai bunga mawar. Mawar itu saya dapat dari kebun di tempat peristirahatan Khruschov. Tangkai mawar itu saya tanam di halaman rumah istirahat musim panas di luar Moskwa. Satu di antaranya diberi nama ”Sophia Loren”. Sesungguhnya mawar ini tidak kalah cantiknya dengan Sophia Loren sendiri, yang baru saja saya tonton filmnya di Jakarta. Film itu, ”Skandal di Soriento”, disutradari oleh Vittorio De Sica. Saya berkali-kali jumpa dengan Sukarno di Indonesia. Ceritanya nanti saja agar tidak merusak kronologi penceritaan. Yang mau saya ceritakan sekarang ialah seorang tokoh penting yang dekat dengan Sukarno, yaitu Mualif Nasution. Dengan dia ini lama saya berhubungan. Sekretaris pribadi presiden ini menikah dengan saudara sepupu Sukarno. Sedangkan dirinya sendiri adalah sepupu menteri Pertahanan dan Keamanan A.H. Nasution. Beserta isterinya, nyonya Mur, Mualif Nasution mengunjungi Uni Soviet di tahun 1960. Menurut jabatannya Mualif Nasution dapat disamakan dengan kepala administrasi Presiden Rusia, meskipun administrasi presiden Indonesia dikepalai oleh sekretaris negara yang setingkat dengan menteri dan secara formil Mualif Nasution bukan menteri. Urusan dan tugas Mualif Nasution bermacam-macam. Ia mengepalai dewan pengawas dua pembangunan

obyek penting di Jakarta, yaitu Mesjid Istiqlal, mesjid terbesar di Asia Tenggara dan Monumen Nasional setinggi 140 meter di Lapangan Merdeka. Monumen itu dimahkotai dengan obor terbuat dari emas seberat 36 kilo. Mualif juga mengepalai komisi penerbitan kumpulan tulisan Sukarno dan al-Quran. Tak seorang pun, apa ia orang Indonesia atau orang asing, mungkin mendapat audiensi dengan Sukarno tanpa melalui Mualif Nasution. Ia sendiri bersama keluarga bertempat tinggal di salah satu istana kepresidenan yang terletak di pusat kota Jakarta, Istana Merdeka. Di samping itu Mualif memiliki gedung mewah sitaan dari mantan perdana menteri Natsir. Istri Mualif berkedudukan sebagai ”induk dapur”, meskipun ia sendiri tidak masak. Pasangan inilah yang harus saya iringi sebagai penerjemah selama mereka berkunjung ke Uni Soviet. Mereka sampai di Moskwa pada penghujung April. Tujuan kunjungan itu cukup unikal. Persoalannya, setengah tahun sebelum itu letnan udara Maukar, dengan mengemudikan pesawat buru-latih MiG-15, yang ketika itu sudah dimiliki AURI, menembaki Istana Negara. Sukarno luput dari bencana karena dia berada di istana Bogor. (terj. Rusdi Harmain) (bersambung).

Sumbangan dan berlangganan Untuk bulan:April/Mei 2010 1. Sulistya Dewi (a/n rekan di Belanda dan Jerman) 27/04/2010 = 190 Euro 2. Arman Anwar (Belanda) 27/04/2010 = 20 Euro Total 210 Euro 27/04/2010 = Rp. 2.453.700,3. Farida Oetoyo (Jakarta) 30/04/2010 Rp. 300.000,4. Rafly AS (Jakarta) 10/05/2010 Rp. 150.000,5. I. Ketut/Oetami (Jakarta)31/05/10 Rp. 150.000,Atas partisipasinya redaksi Info Druzhba mengucapkan terima kasih. Redaksi Info Druzhba

8


IPTEK

PLTN TERAPUNG UNTUK PRODUKSI LISTRIK DAN AIR BERSIH SEBUAH OPSI BAGI WILAYAH KEPULAUAN Mursid Djokolelono (Sambungan edisi yang lalu)

KLT-40S di Pevek

Rincian karakteristik teknis PLTN-Terapung KLT-40S di Pevek dapat dilihat pada Tabel 2-1 sampai dengan Tabel 2-4. Di situ terlihat bahwa PLTN-Terapung dimaksudkan untuk menyediakan listrik dengan daya 70 MWe dan pemanasan perumahan dengan kapasitas 83,6 Gkal/jam. Kehadirannya di wilayah kutub terlihat pada desain kondensornya, yang diperhitungkan untuk air laut dengan suhu 10° C. Air laut dingin sangat menguntungkan bekerjanya kondensor, karena dapat mudah diperoleh kevakuman yang tinggi, sehingga efisiensi termal sistem turbin-generatornya sangat terbantu. Memang, efisiensi termal PLTN-Terapung dengan daya unit 2x35 MWe tidak sebesar PLTN di darat yang berukuran menengah atau besar, yang dapat mencapai 33%. Dari daya termal yang dibangkitkan sebesar 2x150 MWt, hanya akan diperoleh 2x35 MWe, sehingga efisiensi termalnya hanya sekitar 23,3%. Sebuah pabrik khusus kapal selam Sevmash di Rusia akan membuat kapal khusus (tongkang) yang nantinya akan dipasangi pembangkit listrik 70 MWe. Reaktor sendiri akan dibuat di Baltishky Zavod (Pabrik Baltik, di dekat Peterburg), (nama resmi pengganti kota Leningrad adalah Санкт Петербург dibaca Sankt Peterburg (tanpa huruf s), namun di berbagai terjemahan bahasa Inggris diikuti nama menurut kelaziman di Barat, yaitu St. Petersburg), dan berbagai komponen PLTN di OKBM (di Nishny Novgorod). Perusahaan lain yang terlibat a.l. Malaya Energetika (artinya energetika daya kecil), perusahaan desain Iceberg, pabrik turbin Kaluga, Aurora. Perusahaan Ros-energo-atom akan membuat paling tidak sebuah PLTN-Terapung ini, yang awalnya dimaksudkan dibangun di Pevek, di Semenanjung Chukotka. Pembangunannya sendiri direncanakan akan makan waktu 40 bulan (3 tahun 4 bulan). Pada waktu itu ongkos PLTN ditaksir $100 – 120 juta (untuk pembangunan di Rusia). Ongkos pembangunan ini dikatakan 5-6 kali lebih murah daripada ongkos pembangunan PLTN stasioner di darat di lokasi yang sama. Proyek ini sangat menarik, namun pelaksanaan pembangunannya mundur terus karena di Rusia tidak mremperoleh prioritas pendanaan. Terakhir pada Juli 2006, (”Rusia, China to start building floating nuclear plant”, Moscow, July 28, 2006 (RIA Novosti), Vladimir Uryvsky, Deputi Kepala Departemen Badan Energi Nuklir Federal, memberitahukan bahwa Rusia dan China telah menandatangani kontrak seharga $86,5 juta untuk pembangunan PLTNTerapung. China akan membuat bangunan terapungnya, sedangkan Rusia menangani pembangkit listriknya. PLTN ini akan mirip dengan sebuah gedung terapung bertingkat 10, lebar 140 m dan panjang 30 m, dengan bobot mati sebesar 21.000 ton, yang dapat menampung kamar tempat tinggal sementara bagi sekitar 64 awak-operator pembangkit listrik ini.

9


IPTEK Tabel 2-1: Karakteristik Umum PLTNTerapung untuk Pevek Karakteristik

Resim listrik dan pemanasan perumahan : daya listrik (nominal) daya pemanasan(nominal) Resim produksi listrik saja : daya listrik (nominal) daya pemanasan (nominal) Produksi listrik saja,daya listrik gross maksimum

Daya pemanasan perumahan maksimum Daya listrik untuk konsumsi sendiri Daya termal untuk konsumsi sendiri Debit air dalam sistem pemanasan perumahan Suhu air masukan ke sistem pemanasan perumahan Suhu air kembali ke sistem pemanasan perumahan Tekanan dalam sistem pemanasan perumahan Luas daratan wilayah pantai Luas lautan wilayah pantai

Tabel 2-2 : data tongkang PLTNTerapung Besaran

Satuan

Karakteristik

2 x 35 2 x 25

MWe Gkal/jam

Tipe

2 x 35

MWe Gkal/jam

2 x 38,5

MWe

2 x 41,8

Gkal/jam

5–6

MWe

3,2

MWt

2 x 500

ton/jam

120

°C

70

°C

0,7

MPa

1,5 6,0

hektar hektar

Klas dalam registrasi Perkapalan maritim Rusia Panjang tongkang Lebar tongkang Tinggi lambung (hull height) Bagian di bawah air (draught) Bobot mati (dislacement) Jumlah kabin : untuk personil cadangan Umur ketahanan keseluruhan

Reaktor daya

Jumlah reaktor dalam 1 tongkang Daya termal Suhu luaran pendingin reaktor Suhu masukan pendingin reaktor Tekanan pendingin reaktor Jumlah perangkat bahan-bakar Interval penggantian bahan-bakar Pembangkit uap: produksi uap tekanan uap suhu uap suhu air-umpan Sungkup reaktor (containment) Tekanan desain sungkup Jumlah perangkat dalam fasilitas penyimpanan bahan bakar bekas Konsumsi bahan bakar nuklir Ekivalen panas kalau digunakan bahan bakar organik: batubara minyak

2 2 x 150 317 280 12,7 241 2,5 – 3 2 x 240 3,73 290 170 Konsruksi baja 0,5 7 2 x 67

200.000 120.000

Ke*[2]A2

m m m

5,6

m

21.000 64 10 40

ton single twin tahun

Turbin Tipe turbin

KLT-405

140 30 10.0

Satuan

Tabel 2-4 : Data Teknis TurbinGenerator Uap pada PLTN-Terapung

Tabel 2-3 : Reaktor Daya pada PLTNTerapaung Tipe reaktor

Besaran Tanpa propeler, ditambatkan & dihubungkan ke dermaga

PWR loop type MWt °C °C MPa tahun ton/jam Mpa °C °C MPa (absolut)

Kg U-235/ tahun

Jumlah turbin pada tongkang Konsumsi spesifik (heat rate) tanpa ekstraksi untuk pemanasan perumahan Suhu desain pendingin air laut Tekanan uap dalam kondesor Putaran turbin Generator

TK- 35/38-3.4 silinder tunggal, aliran tunggal, 3 ekstraksi 2 3040

Kkal/

10

°C

0,005

Mpa abs

3000

Jumlah Tipe

2 TAG 8123 EUL5B

Luaran nominal

2x35

MWe

Tegangan

10,5

KV

Frekuensi

50

Hz

Faktor daya nominal

0,8

ton/tahun ton/tahun

KLT-40S di Severodvinsk

Penempatan KLT-40S kemudian ditentukan menjadi di Severodvinsk, yang dimaksudkan untuk penyediaan listrik (2x35 MWe maks.) dan panas (150 Gigakalori maks.) bagi pemanasan ruangan 200.000 penduduknya. Pembangunannya sendiri, disebutkan,

10

baru dimulai tahun 2011. Nilai proyek adalah sebesar $208,84 juta, dan modal ini diharapkan kembali dalam 12 tahun dari penjualan listrik Rb 46 milyar dan penjualan panas Rb 61 milyar. Keuntungan seluruhnya yang diperoleh sepanjang eksplorasi pembangkit terapung ini akan sebesar Rb 65 milyar. Ini perkiraan hitungan pada tahun 2006 (Yu.K.


IPTEK Panov, ”Small-power Nuclear Heat and Power Station on the Basis of Floating Power Unit with KLT-40S Reactor”; Panov, ”Nuclear Power Desalinating Complex on the Basis of Floating Power Unit with KLT-40S Reactor Plant.”). Di pihak lain, Direktur Jenderal Malaya Energetika Yevgeny Kuzin mengatakan bahwa ini semua akan terjadi bila “kondisi menguntungkan”, kondisi yang dimaksud adalah tersedianya dana (financing). Dari rencana yang sudah ada, PLTN-Terapung baru mulai beroperasi setelah lima tahun dari permulaan pendanaan. Ada yang menulis bahwa pendanaan sempat dirundingkan dengan China, sedangkan suatu protokol kerjasama dalam hal ini telah ditandatangani bahkan dengan Korea Selatan. (Yu.K. Panov, ”Nuclear Power Desalinating Complex on the Basis of Floating Power Unit with KLT-40S Reactor Plant.”). Informasi dalam penerbitan IAEA-TECDOC-1536 tahun 2007, Annex XIX yang ditulis oleh pihak Federal

Sulistya Dewi

Rusia (”KLT-20 Reactor for a Floting Power Unit,” Russian Federation, Annex VI IAEA-TECDOC-1536, January 2007) menyatakan bahwa desain detail KLT-40S dan unit pembangkit terapung telah selesai dan setujui. Izin dari Ros-tech-nadzor (sebelumnya disebut Gos-atom-nadzor), Rusia, untuk tapak dan pembangunan pembangkit listrik terapung di Severodvinsk telah diperoleh. Disebutkan bahwa Izin Lokasi di Severodvinsk, wilayah Arkhangelsk, untuk penempatan PLTN terapung KLT-40S telah diberikan oleh Gos-atom-nadzor No. GN-01-101914, tanggal 28 Oktober 2002. Dalam hal ini, dari perusahaan Sevmash yang telah mendapat Izin Konstruksi dari Gos-atom-nadzor belum diperoleh informasi lebih loanjut. (Bersambung ke ... Pembagian ruang pada tongkang PLTN KLT-40S).

2 Dasa Warsa Perhimpunan Persaudaraan

layak menjadi catatan para aktivis,pengurus Persaudaraan tanpa pamrih tanpa konpensasi sebagai sukarelawan bekerja sepenuh hati jerih payah anda tidak sia-sia pada peringatan 8 Dasa Warsa Sumpah Pemuda generasi kedua angkat bicara sekitar sejarah Gerakan Pemuda dan hak asasi di Indonesia

Sastra

Selamat pada kita semua di Manca Negara Perhimpunan Persaudaraan peringati 2 Dasa Warsa perhimpunan sosial budaya tempat kita berkumpul dalam suka dan duka bersama kita menyanyi,menari,deklamasi bicara nasib bangsa,hak asasi

alangkah bahagia kita para lansia tongkat estafet mereka siap menerima meneruskan tugas yang tidak sederhana bersama teman sejawatnya PPI Belanda menggalang persatuan bicara nasib bangsa demi keadilan dibumi tercinta Indonesia. Dirgahayu Perhimpunan Persaudaraan! 11


Berita Aktual Конкурс русского языка

Lomba Bahasa Rusia

S

uasana 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Rusia masih dirasakan dan dikenang serta menjadi pemicu meningkatkan kembali hubungan persahabatan kedua negara. Baik di Moskow maupun di Jakarta perwakilan kedua Negara tak henti-hentinya mengadakan acara yang berkesinambungan, mulai dari saling kunjung delegasi, pameran-pameran, pertunjukan kesenian dan seminar-seminar tentang Seni, Budaya, Sastra dan Bahasa. Lomba Bahasa Rusia yang sudah diumumkan sejak bulan April 2010 tentang bentuk lomba tertulis dan lisan, topik karangan, kriteria peserta, serta tanggal akhir pemilihan topik dan penyerahan tulisan. Peserta dibedakan bagi yang pernah belajar, tinggal atau bekerja pada era Uni Soviet dan Rusia di satu pihak dan yang belajar di Perguruan Tinggi dan Kursus-Kursus di Indonesia.di bagian lainnya. Hampir semua alumni yang dapat dihubungi diminta untuk berpartisipasi dalam Lomba Bahasa Rusia ini, tetapi banyak atau sebagian besar sudah tidak menggunakan atau tidak pernah membaca tulisan Bahasa Rusia lagi, sedangkan alumni yunior masih sibuk dan terkendala dengan pekerjaan, maka sedikit yang ikut serta. Sebaliknya banyak sekali peserta dari Perguruan Tinggi yang membuka bidang studi Rusia seperti Universitas Indonesia Jakarta dan Universitas Pajajaran Bandung dan Pengikut Kursus Bahasa Rusia regular yang diselenggarakan Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Rusia. Acara Lomba Bahasa Rusia lisan dan penentuan pemenang tertulis diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 19 Mei 2010, jam 16.00 bertempat di Wisma Duta Kedubes Federasi Kuningan, Jakarta. Selain peserta yang didominasi anak muda, juga hadir perwakilan staf pengajar UI dan Unpad, pengajar Kursus Bahasa Rusia PKR, serta wakil dari Deplu RI. Dubes Federasi Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov, dalam kata sambutan pada Acara Lomba Bahasa Rusia Ketiga yang dipimpin Lyudmila Ivanova, isteri Dubes Alexander Ivanov, menekankan bahwa tahun 2010 merupakan tahun yang perlu dapat perhatian karena di tahun ini: 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia Rusia, 65 Tahun Hari Kemenangan pasukan Uni Soviet pada Perang Dunia Kedua (Dyen Pabyedi), 150 Tahun Anton Chekhov dan 45 Tahun dibukanya Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta. Dubes secara resmi membuka Lomba Bahasa Rusia Ketiga dan mempersilakan kepada panitia untuk memulai. Di

12

deretan kursi paling depan duduk para juri yang akan menilai peserta yang memilih Lomba secara lisan. Secara bergantian para peserta dipanggil tampil ke depan untuk mendeklarasikan dan dewan juri menilai. Hanya Gustaf A. Dupe seorang dari alumni senior yang tampil, selebihnya peserta muda belia. Setelah semua tampil, dewan juri bermbuk sejenak, maka pengumuman pemenang atau nominasi dalam Lomba Bahasa Rusia Ketiga baik lisan maupun tulisan dibacakan; langsung diminta datang ke depan untuk menerima Piagam, hadiah buku-buku sastra dan kalender 2010 yang diberikan langsung oleh Dubes. Para alumni senior masih terwakili dengan tampilnya ke depan 4 orang untuk mendapat hadiah dan penghargaan: Bambang Indartono, Gustaf A. Dupe, I Ketut Sunatera dan Koesalah S. Toer. (semua alumni Universitet Druzhbi Narodov). Ketua panitia sesaat memberikan penghargaan kepada peserta sepuh Koesalah S. Toer, memperkenalkan dan mengingatkan kepada generasi muda untuk mengenang selalu kerja keras Koesalah S. Toer dan Pramoedya Ananta Toer menerjemahkan banyak karya sastra Rusia ke dalam bahasa Indonesia. Demikian pula saat pemberian piagam dan hadiah kepada Erlangga peserta termuda (klas III SMA) anggota Beryozka, memperkenalkan kepada

hadirin, bahwa Erlangga peserta yang penuh semangat mempelajari bahasa Rusia secara otodidak.Acara diakhiri dengan persembahan lagu rakyat Rusia dan nyanyian Ayat-Ayat Cinta dalam bahasa Indonesia dan bahasa Rusia yang diterjemahkan dan dibawakan oleh Veronika Novoseltseva sekretaris kedubes Rusia di Jakarta, dan dilanjutkan ramah tamah sambil minum teh dan kopi dengan aneka macam kue. (Sdn)


Dongeng Budidaya Padi di Pulau Jawa

IPTEK

Ir. Subagyo

A

da pendapat di antara para Peneliti di bidang sejarah budidaya Pertanian mengatakan bahwa asal usul budidaya Padi (Oryza sativa L) antara lain di Nusantara, ditandai dengan banyaknya Varietas padi alami di wilayah ini. Ada dua type varietas di Nusantara yaitu tipe padi yang gabahnya berbulu atau Varietas Indica dan type padi yang gabahnya gundul yaitu varietas Japonica, hingga kini keduanya masih dibudidayakan oleh para Petani kita.

P

adi bulu umurnya (masa vegetasi) lebih panjang, antara 5 – 6 bulan, bulirnya panjang dan tidak rontok. Sedang type Japonica gabahnya gundul dan umurnya hanya 120–130 hari. Postur batangnya lebih pendek juga bulirnya dan gabahnya mudah rontok bila masak. Cara penanaman ada dua macan, di lahan kering - jadi ditugal, artinya benih dimasukkan ke lubang tanam yaitu tanah gembur yang di-“lubangi” dengan tongkat runcing/tugal - dan cara yang lebih canggih ditanam dari bibit atau batang padi yang baru berumur 20 – 25 hari dikecambahkan dan dibesarkan hingga 20-25 hari di pembenihan. Cara pertama digunakan di lahan huma yang boleh miring, maklum

huma adalah lahan yang baru dibuka dari “hutan atau semak belukar” cara pertanian yang primitip yaitu “slash and burn” atau perladangan yang berpindahpindah. Cara kedua jauh lebih canggih, yaitu lahan disiapkan sebagai “sawah” artinya sebidang petak lahan yang dilelilingi tanggul, guna membendung genangan air sedalam 15–20 cm dan lahan dibersihkan dari gulma yaitu tumput dan tumbuhan liar kemudian dijadikan “bubur” lumpur yang rata air dan bersih – inilah sepetak swah yang siap tanam selama lebih dari sebulan bebas sari benih-benih rumput liar karena terendam air. Sedangkat bibit padi ditanam sudah cukup tinggi berumur mulai 20 hari, hanya

membutuhkan waktu kurang lebih 5 hari untuk “bangun” sesudah dipindahkan ke sawah, sekaligus lebih kuat dari rumput liar dan dapat dibedakan dengan mudah. Genangan air bisa didapat dari hujan atau air pengairan, atau keduanya. Di pulau Jawa padi lahan kering disebut padi “gogo”, padi lahan sawah disebut padi “sawah”, ada dua macam sawah yaitu sawah “tadah hujan” atau hanya mendapat air untuk membuat genangan bubur lumpur dari hujan, dan sawah berpengairan, mendapatkan air dari saluran sistim pengairan, atau keduanya. Selanjutnya untuk mengawali dongeng tentang padi, sistim Pengairan ada dua macam yaitu pengairan tradisional yang dibangun dan digunakan 13


IPTEK ribuan tahun yang lalu, dan sistim Pengairan Teknis yang dibangun semenjak industri Gula dibangun di pulau Jawa 150 tahun yang lalu, meskipun mungkin di Pamanukan–Ciasem dan di Tangerang bisa jauh lebih awal, sistim pengairan teknis melulu untuk budidaya padi. Sistem Pengairan tradisional air pengairan mengalir dari petak sawah satu ke petak sawah di hilir berikutnya lewat pematang yang di “bedah”, sedangkan Pengairan teknis, air pengairan sampai ke petak sawah hanya lewat saluran air. Saluran pengairan teknis, mulai dari hulu yaitu Bendung (misalnya Bendung Jatiluhur, Bendung Ir. Sutami) atau Bendungan (Katulampa – Bogor, Bendungan Karet yang ikutan naik turun dengan permukaan sungai seperti di sungai Brantas – Jawa Timur) atau instalasi Pompa dari sungai Ombilin konon khusus untuk lahan sawah di Sitiung, Sumatra Barat. Air pengairan teknis dari hulu sampai ke sawah harus lewat pintu-pintu air yang dibangun tetap dan terukur debietnya dalam liter per detik, tambahan dari curah hujan hanya bisa ditampung sebatas kemampuan Bendung (kelebihan dibuang lewat saluran pelimpah) atau bila kelebihan air di petak sawah, selalu harus dibuang ke saluran pembuangan – kecuali darurat banjir yang sayangnya kini terlalu sering. Saluran pengairan teknis dari hulu ke sawah adalah saluran Primer, saluran Sekunder, Saluran Tersier (mengairi kurang lebih 100 ha sawah petak tersier), dari saluran tingkat atas ke tingkat bawah air harus terukur lewat pintu-pintu air yang bisa mengatur debiet yang diperlukan, dari saluran petak tersier air mengalir ke petak14

petak sawah masing-masing lewat “saluran cacing” jarang lewat pematang yang dibedah. Sekarang dongeng dimulai: Bisa dibayangkan betapa sulit bagi Petani huma dengan lahan padi gogo yang mereka tanam pada permulaan musim hujan, mereka menugal benih padi di lahan yang baru dibersihkan dari hutan semak belukar, umumnya dengan

sehingga aneh, kapan Pulau ini dinamai pulau Jawa, atau Jawa Dwipa, atau Pulau Padi? Anak Benua India telah berkembang jauh lebih dulu dari Jawa Dwipa, expedisi demi expedisi dikirim oleh masyarakat maju dari Atas Angin (angin muson tropis di utara katulistiwa bertiup ke timur sepanjang katulistiwa merupakan angin buritan perahu-

dibakar, tanah yang relatip bersih tanpa sumput rumpai, setelah hujan tiba bersamaan dengan penugalan benih padi, semua bijibijian terutama rumput dan semak liar bersamaan juga ikut nimbrung tumbuh, terutama rumput liar, sampai bulan pertama sesudah penugalan benih padi, tanaman padi bayi sangat sulit dibedakan dengan rerumputan liar, sehingga penyiangan sangat lambat, apabila terlambat menyiang tanaman akan kalah bersaing dengan tumbuhan rumputan liar dan terlanjur kurus kurang gizi. Babi hutan dan hama dan tikus menyusul datang, saat padi berbulir burung-burung pipit mulai berpesta. Begitulah ribuan tahun berjalan nyaris tanpa surplus panen untuk diperdagangkan,

perahu dari Teluk Bengali. Entah expedisi besar- besaran yang keberapa mereka ini cukup membawa penumpang yang akan bertani, membuka lahan untuk bertani dan mencangkok pranata sosial yang cocok untuk organisasi sawah berpengairan. Pokoknya di Pulau Jawa sisti m g o g o yang kurang produktip semakin diganti dengan sistim padi sawah, sesudah masyarakatnya mampu mencetak sawah berpengairan, mengorganisasi pengairan dengan banyak kelebihan agroteknis, dan memungkinkan bertanam padi musim kemarau. Peninggalan situs-situs sejarah masih bisa berguna untuk merunut peristiwa besar ini. Type padi yang dikembangkan


IPTEK saat itu hingga ribuan tahun sesudahnya di Pulau Jawa adalah type Indica, hasil dari huma maupun dari sawah, Cultivar (varietas yang asalnya dari hasil seleksi manusia) yang terbaik berasnya ditanak menjadi nasi pulen dan harum sudah menjadi mata dagangan Pulau ini sejak itu, juga kerena surplus cukup besar, mungkin saat itu julukan Jawa (juwawut – padi-padian) diberikan kepada pulau ini. Ke Pulau Jawa didatangkan dari India jenis kerbau yang lebih besar Bubalus arnee L lebih besar dari Bubalus mindoroensis L yang kini masih umum dipelihara di Phillipina, para Ksatria membangun hierarchy Pemerintahan dan menugaskan kaum Brahmana merancang sistim pengairan beserta organisasi “exploitation and maintenance” saluran pengairan dan bendungbendung, yang sampai kini menjadi sistim yang unggul yaitu sistim pertanian “Subak” di Bali, bukan saja menyangkut air pengairan tetapi juga “pranoto mongso” waktu-waktu yang tepat untuk mulai bertanam berbagai tanaman di lahan sawah, maka tercipta pola pergiliran tanaman yang tercatat rapi merupakan hasil pengamatan ribuan tahun dihubungkan dengan peredaran rasi-rasi bintang dan orbit Bumi – dikerjakan oleh para Brahmana dari generasi ke generasi, begitu rupa sehingga ciri khas setiap lokasi sistim saluran pengairan mempunyai pranata mongso yang mampu menjamin hasil optimal dari seluruh wilayahnya, begitulah tidak ada anggauta Subak yang semaunya menanami lahan sawahnya dengan budidaya yang dipilihnya sendiri masingmasing, saat dan pilihan budidaya

diperhitungkan oleh Pimpinan Subak. Sistim pertanian Subak di Bali sama dengan sistim pertanian dengan pengairan di Jawa Dwipa, Disiplin patuh pada aturan masyarakat ini dasar Budaya Petani yang merupakan mayoritas penduduk Jawa Dwipa zaman itu jauh sebelum “Techniek van Irrigatie” ditrapkan untuk Tebu. Tidak mengherankan bila situssitus Kota Raja ada di lerenglereng gunung dengan elevasi 400– 600 m di atas muka laut sangat sering ditandai, seperti di Panjalu, Jawa Barat, di Pikatan wilayah Te m a n g g u n g J a w a Te n g a h , Prambanan Yogya, Singhasari Jawa Timur, di mana anak sungai masih dapat dengan mudah dibendung dan airnya dialirkan sepanjang punggung lereng tempat tertinggi yang melandai ke bawah, dengan pertolongan aliran air itu pencetakan petak-petak sawah berundak, bertingkattingkat ke bawah dapat dikerjakan dengan tenaga dan teknologi yang ada saat itu. Bendung dan sistim saluran pengairan beserta jadwal pembagian air diselenggarakan petani sendiri, di bawah pimpinan para Brahmana yang ndak mempan disuap dan tidak pilih kasih, begitu pula dalam mengemban tugasnya yang tak kurang penting yaitu menentukan besarnya “pajak” yang tidak pernah memberatkan petani. Para Brahmana ini mampu menetapkan dengan akurat jadwal dan jumlah distribusi air ke setiap petak milik masyarakat tani pemakai air atas nama Raja, menjadikan RajaRaja di Jawa Dwipa dianggap “Trahing Kusuma Rembesing madu, tedhaking handana warih” yang artinya pernah disajikan di Majalah ini: Keturunan bunga Surgawi yang mengalir darinya

madu kehidupan dan Penerus keturunan pemberi air pengairan. Begitulah hingga sekarang ideal stereotype dari Ksatria di pulau Jawa, diharapkan melekat pada Pengemban Kekuasaan, yang didambakan tapi belum pernah datang. Sejak Sang Erlangga. Selain itu dijuluki Ksatria Sabrang, Bhuta Cakil. Sebangsa Cyrus Cakil, yang di Pewayangan suka lagak, membentak-bentak tapi tidak sakti, Bhuto Gayus Galiuk, semua dari golongan bangsa raksasa rendahan yang kepalanya botak perutnya besar jauh dari sakti, suka harta melebihi tuannya -- Maharaja bangsa raksasa malah masih menguasai Nusa Jawa karena memang lahir dari kepundan Gunung Merapi – Sang Super pecinta Harta, yang “daripada” badannya selalu berbau belerang, mangkat, setiap tetes lendir daripada jazadnya “aken” berubah menjadi Bhuta Cakil dan Galiuk “semangkin” beribu- ribu, hingga sekarang melekat seperti jelaga di seantero Nusantara menutupi matahari. Jelaga ini akan tercuci sampai pertanda surja sangkala: ”su-Kerta-ning Bhumi Sirna dening Ogha-ning kawula.” Artinya (jelaga keringat dan lendirnya Sang Superpecinta Harta yang menjadi Bhuta Yaksa yang menutupi Nusantara akan terkikis habis pada tahun surya tersandi pada surya sangkala di atas), begitulah yang tertera pada Prasasti yang ditemukan di Gayungsari - Terung (sekarang Surabaya), baru tahun ini. Tokoh-tokoh penjilmaan lendir mayat Rahwana ini bukan idealnya penghuni Jawa Dwipa.*)

15


sejarah РАСЦВЕТ РОССИИ ВО ВРЕМЯ ПРАВЛЕНИЯ ДИНАСТИИ РОМАНОВЫХ ПОСЛЕДНИЙ РУССКИЙ ИМПЕРАТОР 300-летие правления Дома Романовых В с е э т и д о с т и же н и я э ко н ом и ч е с ко го и социального развития России и объективно с вя з а н ы с 3 0 0 - л е т и е м п р а вл е н и я Д ома Романовых. За годы правления династии Романовых государство московское стало о б ш и р н о й э ко н о м и ч е с к и р а з в и т о й и п р о ц в е т а ю щ е й   р о с с и й с ко й и м п е р и е й , раскинувшейся от берегов морей Белого, Черного и Балтийского до Тихого океана. Официальное празднование 300-летия правления Дома Романовых состоялось 21 февраля 1913 г. и началось со службы в Казанском Соборе Санкт-Петербурга. В день службы Невский проспект, по которому двигались царские кареты, был битком набит возбужденной толпой. Несмотря на шеренги солдат, которые пытались сдержать натиск, народ, неистово крича приветствия, прорвал кордоны и окружил экипажи императорской четы. В Соборе во время службы некуда было яблоку упасть. Этот день был отмечен манифестом и Высочайшим указом о даровании милостей населению. В честь монарха, его жены и всех великих князей Романовых знать столицы дала бал, на который были приглашены тысячи гостей. Царская чета посетила представление оперы Глинки "Жизнь за царя" ("Иван Сусанин"). Когда в зале появились их величества, все присутствующие вс т а л и и у с т р о и л и бу р н у ю о ва ц и ю . Последующие дни после службы в Соборе были заполнены официальными церемониями. Со всех концов империи прибывали делегации, чтобы поздравить царя и поднести дары. В мае 1913 г. царская семья отправилась в паломничество по памятным для Романовых местам. На Верхней Волге они сели на пароход и поплыли в старинную вотчину Романовых – Кострому, где Михаил был приглашен на царство. На берегах Волги вдоль всего пути царской флотилии выстраивались крестьяне, чтобы

16

наблюдать за ее прохождением. Великая княгиня Ольга вспоминала об этой поездке: "Где бы мы ни проезжали, везде встречали такие верноподданнические манифе ст ации, которые, каза ло сь, граничат с н е и с то вс т вом . Ко гд а н а ш п а р оход п р о п л ы ва л по Волге, мы видели толпы крестьян, стоящих по грудь в воде, чтобы поймать хотя бы взгляд царя. В некоторых городах я видела ремесленников и рабочих, падающих ниц, чтобы поцеловать его тень, когда он пройдет. Приветственные крики были оглушительны!" М и ф ы и р е а л и и и с т о р и и  Тогда трудно было даже предположить трагедию, которая произойдет через несколько лет. В 1917 г. Царскоимператорская династия Романовых будет свергнута. А последний русский император Николай II со всей семьей расстрелян без суда и следствия большевиками в Екатеринбурге в ночь с 16 на 17 июля 1918 г. Много мифов и легенд  о недостойных нравах царя и членов царской семьи (пьянство, разврат, жестокое обращение с народом и т.д.) было создано за время правления советской власти для оправдания необъяснимо зверской жестокости большевиков. Многие из этих мифов живы и по сей день. Конечно же, Николай II не был идеален. И, как всякий человек, обладал не только достоинствами, но и недостатками. Однако, как можно убедиться по свидетельству исторических архивных документов, он был достойнейшим монархом и одним из выдающихся людей своего времени. А п е р еч е н ь е го з а с л у г п е р ед от еч е с т вом ве л и к . Характеризуя лично сть Николая II, немецкий дипломат граф Рекс характеризовал царя человеком духовно одаренным, благородного образа мыслей, осмотрительным и тактичным. “Его манеры, — писал дипломат, — настолько скромны и он так мало проявляет внешней решимости, что легко прийти к выводу об отсутствии у него сильной воли; но люди, его окружающие, заверяют, что у него весьма определенная воля, которую он умеет проводить в жизнь самым спокойным образом”. Историк Ольденбург  описывает царя, как человека, у которого “… поверх железной руки, была бархатная перчатка. Воля его была подобна не громовому удару. Она проявлялась не взрывами и не бурными столкновениями; она скорее напоминала неуклонный бег ручья с горной


sejarah высоты к равнине океана. Он огибает препятствия, отклоняется в сторону, но, в конце концов, с неизменным постоянством близится к своей цели”. Из воспоминаний обер-прокурора Святейшего Синода Н. Д. Жевахова: «Наш Царь был одним из величайших подвижников Церкви последнего времени, подвиги которого заслонились лишь его высоким званием Монарха. Стоя на последней ступени лестницы человеческой славы, Государь в и д е л н а д с о б о ю тол ь ко н е б о , к кото р ом у неудержимо стремилась его святая душа…» Примечание: В декабре Российского Императорского Великая Княгиня Мария Романова направила в

2 0 0 5 г. г л а в а Дома в Мадриде Владимировна Ге н е р а л ь н у ю

п р о ку р ату ру РФ о б р а щ е н и е с т р е б о ва н и е м реабилитировать расстрелянную царскую семью. Генпрокуратура отказалась признать императора Николая II и членов его семьи жертвами политических р е п р е с с и й , т а к ка к н е с м о гл а о б н а руж и т ь «официальных решений судебных или несудебных органов о применении к погибшим репрессий по политиче ским мотивам» и «форма льных обвинений властей в адрес императора». По мнению Генпрокуратуры, убийство императорской семьи — это уголовное преступление, и поэтому царская семья не подпадает под действие Федерального Закона «О реабилитации жертв политических репрессий». На это решение была подана жалоба. Разбирательство тянется и по сей день.(конец). (по материалам сайта «Великой Эпохи» - тс)

PERKEMBANGAN RUSIA PADA MASA PEMERINTAHAN DINASTI ROMANOV TSAR RUSIA TERAKHIR (Sambungan edisi yang lalu)

300 tahun pemerintahan K e l u a r g a R o m a n o v Semua capaian di bidang ekonomi dan perkembangan sosial Rusia dan secara obyektif terkait dengan peringatan ke-300 tahun kepemimpinan Keluarga Romanov. Tahuntahun pemerintahan dinasti Romanov, negara Moskwa menjadi kerajaan Rusia yang makmur dan berkembang luas secara ekonomi, yang terbentang mulai dari Laut Putih, Laut Hitam dan Laut Baltik sampai ke Samudera Pasifik. Perayaan resmi 300 tahun kepemimpinan Romanov diadakan pada tanggal 21 Pebruari 1913, yang diawali dengan kebaktian di Katedral Kazan Sankt Peterburg. Pada hari kebaktian, jalan raya Nevsky, di mana Tsar lewat, dipadati oleh massa yang bersuka-cita. Walaupun barisan tentara berusaha menahan serangan, rakyat menyambut dan berteriak, menembus batas penjagaan dan mengerumuni rombongan pasangan kerajaan. Selama kebaktian di dalam Katedral suasana hening. Hari itu ditandai oleh manifesto dan perintah Kerajaan akan dukungan kepada rakyat. Untuk menghormati keluarga monarki, i s t r i d a n s e l u r u h p a n g e r a n R o m a n o v, bangsawan-bangsawan ibukota mengadakan pesta dansa dan mengundang ribuan tamu. Pasangan kerajaan menghadiri pertunjukan opera Glinka “Hidup untuk

Tsar” (”Ivan Susanin”). Ketika Yang Mulia muncul di aula, seluruh yang hadir berdiri dan gemuruh bertepuk-tangan. Hari-hari berikutnya, setelah kebaktian di Katedral dipenuhi dengan upacara resmi. Para utusan datang dari seluruh pelosok kerajaan untuk mengucapkan selamat kepada tsar dan membawakan hadiah. Bulan Mei 1913, keluarga tsar pergi berziarah ke tempattempat bersejarah keluarga Romanov. Mereka naik kapal dan berlayar di Volga Atas menuju ke peninggalan kuno Romanov-Kostroma di mana Mikhail diundang ke kerajaan. Di tepi sungai Volga para petani berbaris di sepanjang lintasan armada kerajaan untuk mengawasi perjalanan. Puteri Mahkota Olga mengenang tentang perjalanan ini: “Ke mana pun kami pergi, di mana-mana ada manifestasi warga-negara yang setia, yang nampak antusias. Saat kapal kami berlayar menyusuri sungai Volga, kami melihat segerombolan petani berdiri menghadap ke air agar dapat mencuri pandang ke tsar. Di beberapa kota saya melihat para tukang dan buruh membungkuk mencium bayangan tsar saat ia akan lewat. Teriakan-teriakan sambutan yang membisingkan! Mitos dan Fakta Sejarah Pada waktu itu, sulit membayangkan tragedi yang akan terjadi beberapa tahun kemudian. Bahwa Tsar dinasti Romanov akan digulingkan pada tahun 1917. Dan pada tanggal 16 Juli malam tanggal 17 Juli 1918 tsar Rusia terakhir Nikolai II beserta seluruh keluarganya, tanpa diadili maupun penyelidikan, ditembak mati oleh kaum Bolshevik di Yekaterinburg. Banyak mitos dan legenda mengenai kebiasaan tsar dan angggota keluarga tsar yang tak patut (mabuk, perbuatan mesum,

17


Politik bertindak kejam terhadap rakyat, dan sebagainya) diciptakan selama masa kekuasaan Soviet sebagai pembenaran atas kebrutalan kaum Bolshevik yang tak dapat dijelaskan. Banyak dari mitos ini masih dipercaya hingga kini. Tentu saja, Nikolai II bukanlan orang yang sempurna. Dan setiap manusia mempunyai tidak hanya kelebihan tapi juga kekurangan. Bagaimanapun, seperti yang terlihat melalui bukti berkas arsip sejarah, Nikolai II merupakan monarki yang paling dihormati dan salah satu orang yang sangat luar biasa masa itu. Daftar baktinya kepada tanah air begitu besar. Mengenai karakter pribadi Nikolai II, seorang diplomat Jerman Graf Rex, menggambarkan tsar sebagai pria dengan bakat spiritual, berpikiran mulia, bijak dan penuh perhitungan. ”Sikap beliau, tulis sang diplomat, begitu sederhana dan beliau samasekali tidak memperlihatkan keteguhan-hatinya sehingga orang mudah menyimpulkan bahwa ia tidak memiliki keinginan kuat, tapi orang-

orang yang dekat dengan beliau memastikan bahwa beliau adalah pria yang penuh keyakinan, beliau tahu bagaimana menjalani kehidupan dengan sikap yang sangat tenang”.

berusaha mencari jiwa sucinya…”

Catatan: Bulan Desember 2005 kepala Keluarga Kerajaan Rusia di Madrid, Putri Maria Vladimirovna Romanova mengirim permohonan S e j a r a w a n O l d e n b u r g kepada Jaksa Umum Federasi menggambarkan tsar sebagai pria Rusia agar merehabilitasi keluarga yang memiliki “… tangan besi yang kerajaan yang ditembak mati. tertutup sarung tangan beludru. Hasratnya bagaikan pukulan yang K a n t o r J a k s a U m u m m e n o l a k keras. Tidak nampak meledak maupun mengakui Tsar Nikolai II dan bergolak; bagaikan arus sungai k e l u a r g a n y a s e b a g a i k o r b a n yang mengalir turun dari ketinggian represi politik karena tidak dapat gunung ke samudera yang datar. Ia menemukan “keputusan resmi dari mengitari rintangan dan menepi ke badan judisial atau non-judisial satu sisi, namun pada akhirnya, tanpa terkait mereka yang terbunuh sebagai diketahui tetap mendekati sasaran”. korban represi bermotif politik” dan “tuntutan resmi penguasa kepada D a r i i n g a t a n N D Z h e v a k h o v, tsar”. Menurut pendapat Kantor Jaksa Sinoda Suci: “Raja kami Jaksa Umum, pembunuhan keluarga adalah salah satu pahlawan besar kerajaan adalah kriminal murni, Gereja masa terakhir, prestasinya dan karenanya tidak masuk dalam yang mulia hanya bisa dibayangi Hukum Federal “Tentang rehabilitasi oleh gelarnya di Monarki. Sambil korban represi politik”. Keputusan berdiri di tangga akhir dari kejayaan i n i d i t e n t a n g . P e n g a d i l a n p u n umat manusia, sang Tsar melihat masih berlangsung hingga kini. langit semata di atasnya, yang (Selesai) .(sumber materi dari situs internet “the Epoch Time” - TS)

PARTAI POLITIK DAN IDEOLOGI

Oleh: Prof. H.Buyung Achmad Sjafei, Ph.D

Partai Politik Tanpa Ideologi

S

etelah lengsernya Suharto yang berkuasa 32 tahun, setiap orang dapat mendirikan partai politik dengan dalih reformasi dan demokrasi, walaupun tidak siap dengan suatu ideologi. Dalam orde baru partai politik dibatasi dengan 2 partai yaitu PDI dan PPP yang mewakili faham nasionalisme dan agama (Islam) serta Golkar yang semuanya harus didasarkan pada azas tunggal Pancasila. Sekarang yang ikut pemilu 2009 mencapai 38 partai politik, sedangkan yang mendapatkan suara dari pemilu legislatif 2009 hanya 9 partai politik. Ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sistem politik yang dicerminkan oleh banyaknya jumlah partai politik yang tidak berideologi dengan kehidupan politik dalam masyarakat.

18


Politik

P

eriode orde baru, sistem politik yang diwakili oleh 2 partai politik dan Golkar tidak mampu mewadahi kehidupan politik yang ada dalam msyarakat karena itu dipaksakan secara otoriter. Sebaliknya, sekarang sistem politik terlalu luas yang tidak menggambarkan suatu kemajuan dalam berdemokrasi. Partai politik hanya sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan, sehingga banyak partai politik yang tidak dibutuhkan oleh kehidupan politik karena tidak jelas ideologinya. .Tidak dibutuhkannya sebagian besar partai politik dibuktikan oleh hasil pemilu legislatif 2009, dari 38 partai politik hanya 9 partai politik yang mendapatkan suara yang berarti. Ini disebabkan antara lain oleh adanya kesenjangan antara sistem politik (yang tidak punya ideologi) dan kehidupan politik masyarakat yang mempunyai faham nasionalisme, agama (Islam), dan sosialisme. Partai politik memang sebagai alat perjuangan untuk mengorganisir rakyat dengan tujuan merebut kekuasaan. Tetapi kekuasaan itu seharusnya didasarkan pada suatu ideologi, suatu impian yang membuat kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagi Indonesia, membangun bangsa dan negara mencapai masyarakat adil dan makmur harus didasarkan pada Pancasila sebagai dasar negara dan sekaligus sebagai ideologi negara. Ideologi dalam partai politik tidak hanya sekedar pengikat lahir dan batin antara para anggotanya, tetapi merupakan rohnya suatu partai politik untuk mencapai suatu tujuan besar, bukan tujuan pribadi atau golongan yang sesaat (istilah sekarang pragmatis). Tidak adanya ideologi partaipartai politik sekarang ditunjukkan juga oleh adanya segelintir dari kaum intelektual yang dengan mudahnya berpindah-pindah partai (dikenal dengann bajing loncat), yang tidak pernah terjadi pada masa lalu. Atau jika tidak puas dengan partainya mereka dengan mudahnya juga keluar dan mendirikan partai baru. Anggota-anggota partai politik seperti ini, tidak bisa diandalkan untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak, karena motivasinya hanya sekedar kepentingan pribadi/kelompok.. Pancasila

sebagai

Ideologi

Partai

Pada era Suharto, partai-partai politik dan organisasiorganisasi apapun harus berdasakarn Pancasila sebagai azas tunggal. Partai-partai politik tidak menyentuh akar rumput, sehingga pembinaan terhadap anggota-anggota partai dan simpatisannya tidak dapat dilaksanakan. Ini merupakan strategi depolitisasi rakyat agar tidak melakukan suatu tuntutan atau perjuangan untuk perbaikan nasib mereka. Pemerintah sebgai pusat kekuasaan pembangunan dengan disusunnya GBHN dan Repelita didukung oleh Golkar yang selalu menang sebagai single majority dalam setiap pemilu. Akir dari kekuasaan Suharto membuktikan bahwa partai-partai politik dan organisasiorganisasi massa yang berdasarkan Pancasila sebagai azas tunggal tidak efektif. Krisis moneter 1997 yang

meluas menjadi krisis ekonomi dan krisis-krisis lain sampai sekarang belum juga pulih. Ini membuktikan bahwa ada sesuatu yang salah dalam mengartikan ideologi dan dasar dari partai–partai politik. Pancasila memiliki roh, karena digali oleh orang-orang yang suci, yang berkorban untuk bangsanya, yang tidak pernah mangambil tetapi selalu memberi. Karena itu Pancasila mempunyai kekuatan, terutama dalam menyatukan bangsa Indonesia untuk menyelesaikan perjuangan kemerdekaan misalnya merebut kembali Irian Barat, dan lainlain. Sekarang Pancasila sudah kehilangan rohnya karena dipegang oleh orang-orang yang “pragmatis” yang beroriantasi hanya pada (istilah Bung Karno) “Reform-Actie” saja, tanpa adanya “Doels-Actie”. PDI-P

dan

Ajaran

Soekarno

Ungkapan yang mengatakan: ”Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak Pernah Sama Sekali”, mungkin ungkapan ini berlaku untuk PDI-P. dengan pidato politik ketua umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.dalam Kongres III PDI-P di Bali April 2010. melakukan introspeksi terhadap PDI-P yang selama ini mungkin dirasakan tidak jelas ideologinya. Namun Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara untuk dijadikan sebagai ideologi partai dalam hal ini PDI-P telah terbukti selama kekuasaan Suharto tidak bisa dioperasionalisasikan, walaupun semua partai politik dan organisasiorganisasi kemasyarakatan harus berdasarkan Pancasila dan secara intensif dilakukan penataran P4. Mengapa PDI-P tidak mengambil ajaran Soekarno yaitu Marhaenisme sebagai ideologi partai? Karena dalam ajaran Soekarno sudah lengkap terdapat semua aspek kehidupan berpolitik, ekonomi, sosial, budaya, diplomasi politik dan diplomasi ekonmi, hubungan internasional, bahkan sampai pada kekuatan yang harus dihimpun dalam perjuangan. Misalnya ajaran tentang trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, kalau PDI-P pegang ajaran ini dapat dilaksanakan suatu prestasi untuk bangsa yang luar biasa. Memang ajaran Soekarno sebagai ideologi partai akan menghadapi tantangan-tantangan berat tidak hanya dalam bidang politik, ekonomi dan budaya, tetapi juga menuntut adanya kepemimpinan partai yang kuat, kader-kader partai yang tidak hanya militan, tetapi cerdas dan bersedia berkorban tanpa pamrih sesuai dengan tuntutan ideologi dan keteladanan yang ditinjukkan oleh Bung Karno dari semenjak masih muda. Ini barang langka pada waktu ini, keadaan sudah berubah. Mana ada orang sekarang memilih masuk penjara demi kebenaran perjuangan, pasti memilih

19


Politik hidup enak dan punya jabatan kalau ada kesempatan. Bung Karno, Bung Hatta dan pejuang-pejuang lainnya justeru memilih masuk penjara untuk perjuangan kemerdekaan lepas dari penjajahan dengan menolak tawaran Belanda jadi amtenar dan hidup enak. Ekonomi Dalam bidang ekonomi, Indonesia sudah lama dan sudah terlalu jauh masuk ke dalam keadaan ketergantungan pada negara-negara maju. Sedangkan kepentingankepentingan antara negara-negara maju dan Indonesia tidak selalu sama, bahkan sering merugikan Indonesia, misalnya dalam kontrakkontrak karya dalam bidang migas dan pertambangan. Ketergantungan Indonesia juga akibat hutang luar negeri yang besar yang secara terjadual harus dilakukan pembayaran bunga dan cicilan yang sangat memberatkan APBN. Pemerintah Indonesia selalu melakukan kebijakan fiskal dan moneter untuk mengatasi krisis ekonomi, yang memang cocok untuk perekonomian negara-negara maju yang sudah full-employment, tetapi tidak cocok unrtuk negaranegara berkembang seperti Indonesia. Negara-negara berkembang seharusnya lebih memperhatikan sektor riil. Konsekwensinya, faktor-faktor sosial seperti struktur sosial di daerah pedesaan harus dilakukan inovasi terlebih dahulu, sebagai basis pembangunan ekonomi. Melakukan inovasi struktur sosial di pedesaan bukanlah pekerjaan yang ringan, karena menyangkut masalah ideologi, yaitu kemandirian dalam bidang ekonomi. UUD-45 sebagai landasan konstitusional pembangunan, khususnya pasal 33 ayat 1, 2. 3 sebagai landasan pembangunan ekonomi telah dilakukan amandemen, yang tidak menguntungkan perekonomian bangsa. Konsep ekonomi kerakyatan yang tidak didasarkan pada UUD-45 pasal 33 ayat 1, 2, 3 adalah menyesatkan,

20

karena beranggapan hanya UKM yang menguasai hajat rakyat banyak. Budaya Ideologi Bung Karno dalam bidang kebudayaan adalah berkepribadian. Tetapi untuk dapat bekepribadian maka partai politik harus memiliki budaya, sehingga dapat melakukan penilaian terhadap budaya yang ada dan yang berkembang dalam masyarakat. Menurut Edgar H. Schein dalam bukunya: Organizational Culture and Leadership: Budaya adalah suatu

pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh kelompok tertentu sebagai pembelajaran untuk mengatasi masalah adaptasi ekternal dan integrasi internal yang resmi dan terlaksana dengan baik, dan oleh karena itu diajarkan/diwariskan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang tepat memahami,memikirkan, dan merasakan terkait dengan masalah-masalah tersebut. Menurut Edward Burnett: budaya atau peradaban mempunyai teknografis yang luas meliputi ilmu pengetahuan, keyakinan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan berbagai kemampuan dan kebiasaan lainnya yang didapat sebagai anggota masyarakat. Budaya dalam setiap organisasi menggambarkan kesadaran moral, keluhuran budi, tanggung jawab, tujuan yang ingin dicapai. Budaya organisasi adalah karakteristik yang menggambarkan kecirian organisasi

yang tercermin dalam keyakinan, ide, sikap, perilaku individu/ kelompok serta hasil karya baik dalam bentuk barang maupun jasa dan berfungsi sebagai kohesi sosial. Sekarang yang diartikan budaya hanya artifact yang tampak sebagai hasil dari nilai-nilai berdasarkan asumsi-asumsi bersama seperti candi-candi, hasil seni dan kerajinan, yang dapat dilihat, diraba bahkan dikomersialisasikan. Budaya adalah nilai dan praktik yang disosialisasikan pada tingkat nasional di keluarga, budaya kerja disosialisasikan di sekolah-sekolah, budaya organisasi disosialisasikan di tempat kerja. Sebagai konsekwensinya, dalam pemerintahan dari dulu Depatemen Pendidikan disatukan dengan Kebudayaan menjadi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, karena budaya adalah nilai-nilai yang harus diajarkan. Sekarang budaya dianggap hanya artifact saja yang dapat dijual, sehingga kebudayaan dipisahkan dengan Departemen Pendidikan dan masuk menjadi Departemen Pariwisatan dan Kebudayaan. Ini sekali lagi menunjukkan semakin pragmatisme dalam kehidupan kita sekarang. Dengan demikian tugas semua pemimpin partai politik tidak hanya membangun ideologi partai yang benar, tetapi menciptakan budaya organisasi yang dominan atau kuat, sehingga ideologi dapat dilaksanakan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap anggota partai politik. Jakarta, 8 April 2010


Catatan Kecil Hubungan Bilateral

Indonesia – Rusia. Prakarsa Kedutaan Besar Rusia di Jakarta untuk mengadakan beberapa acara lomba seperti “lomba sejarah”, “lomba Sastra” dan “lomba lisan” dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Rusia – Indonesia adalah prakarsa kreatif yang positif untuk membangun dan memperkuat kembali hubungan kedua Negara dan Bangsa yang sangat erat dalam catatan sejarah tahun 1950an – pertengahan tahun 1960an..  

A

dakah manfaat bagi Indonesia untuk lebih mempererat hubungan dengan Rusia?  Mengapa hubungan kedua Negara dan bangsa sangat mesra  di era sebelum ordebaru? Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Pertama, ada beberapa kesamaan historis dan pandangan politik Indonesia dan Rusia, misalnya, Rusia modern dan Indonesia modern samasama lahir dari kancah Revolusi. Rusia modern lahir dari Revolusi Bolsyewik atau disebut juga Revolusi Oktober, sedangkan Indonesia modern lahir dari Revolusi Kemerdekaan atau Revolusi Agustus 1945. Sama-sama membebaskan diri dari penindasan. Rusia modern membebaskan diri dari penindasan KekaisaranRusia sendiri, sedangkan Indonesia membebaskan diri dari penindasan kolonialisme. Oleh karena sama-sama mengalami ketertindasan yang menyengsarakan maka kedua bangsa inipun sama-sama menentang penindasan dan penjajahan. Kedua, akibat atau konsekwensi logis dari persamaan-persamaan tersebut maka

dalam banyak hal, terutama dalam politik luar negeri menanggapi gerakan-gerakan perjuangan rakyat Asia dan Afrika untuk membebaskan diri dari penjajahan, Indonesia dan Rusia sangat sering memiliki pandangan dan langkah politik yang sama, yaitu mendukung gerakan-gerakan pembebasan rakyat di berbagai negeri. Dalam konteks ini Rusia (Uni Soviet) memiliki keunggulan di bidangbidang tertentu seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, militer dan ekonomi yang sangat penting guna mendukung  kebijakan-kebijakan politik   Rusia (Uni Soviet) adalah salah satu Negara pertama yang secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia dan membuka hubungan diplomatik tingkat duta besar pada tahun 1950. Hubungan diplomatik ini segera pula diikuiti dengan kerjasama di berbagai bidang secara konkrit, terutama di bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan ekonomi. Persahabatan dijalin erat, antara lain dengan pertukaran perkunjungan petinggi-petinggi Negara. 21


Presiden Uni Soviet Voroshilov berkunjung ke Indonesia tahun 1956. Boleh dicatat bahwa kendati keadaan keamanan di Indonesia, di Jawa khususnya masih rawan, terutama karena ancaman DI/TII namun sebagai sahabat, Presiden Voroshilov percaya sepenuhnya pada tanggungjawab keamanan tuan rumah sehingga bersedia bersama Presiden Sukarno menempuh jalan darat ke Bandung. (Bandingkan kunjungan Presiden AS George Bush Jr yang katanya sahabat tetapi sangat tidak percaya pada pengamanan tuan rumah; dan penguasa Indonesia sendiri tidak menempatkan diri sebagai sahabat yang setara melainkan lebih sebagai budak yang patuh pada kehendak tuannya..) Wujud nyata dari manfaat kerjasama kedua Negara ini bagi Indonesia dapat dicatat antara lain dari kesempatan belajar dengan beasiswa bagi putera-puteri Indonesia yang diterima di berbagai perguruan tinggi Rusia (Uni Soviet) maupun taruna dan perwira ABRI baik pada tingkat pamen di Frunze Akademia maupun pada fasilitasfasilitas militer di berbagai kota, pembangunan dan menghibahan Rumah Sakit PERSAHABATAN di Jakarta (lambang kepedulian pada kemanusiaan dan kesejahteraan), kompleks olahraga Senayan, pembangunan Jembatan Semanggi. Kemudian, bantuan militer yang sangat dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi  berbagai ancaman luar terhadap integritas territorial dan kedaulatan Republik Indonesia . Lalu pembangunan PABRIK BAJA CILEGON sebagai salah satu

22

tulang punggung industrialisasi. Bantuan militer Rusia (Uni Soviet) telah menjadikan Indonesia salah satu kekuatan militer yang sangat diperhitungkan di Asia di era 1960an.   Keunggulan teknologi Rusia (Uni Soviet) tercatat antara lain dalam peluncuran wahana angkasa pertama ‘SPUTNIK’   tahun 1960, disusul pengorbitan angkasawan pertama dalam sejarah manusia YURI GAGARIN, kemudian GERMAN T I T O V, l a l u a n g k a s a w a t i  p e r t a m a VA L E N T I N A T I E R E S K O VA .   S e b a g a i mahasiswa yang sedang menimba pengetahuan di Uni Soviet di masa itu kami sangat bangga atas prestasi ilmu dan teknologi angkasa luar ini.   Pergolakan politik di Indonesia dengan Gerakan 30 September 1965 yang berpuncak pada penggulingan Presiden Sukarno oleh Jenderal Suharto itu bukan saja memporakporandakan kehidupan social politik dan ekonomi Indonesia, melainkan juga dan terutama menjungkirbalikkan orientasi politik luar negeri Indonesia. Indonesia di bawah Presiden Sukarno adalah Indonesia yang menjadi PEMIMPIN/ PELOPOR Gerakan Pembebasan Bangsa-Bangsa Asia-Afrika dari penjajahan, yang mengusung prinsip BEBAS AKTIF dalam politik luar negerinya, yang bekerjasama erat dengan Rusia (Uni Soviet) dan negara-negara sosialis lain atas dasar kesetaraan dan semangat pembebasan, yang

menjadi Pelopor Gerakan NonBlok, berbalik di bawah Jenderal Suharto menjadi Indonesia yang sangat komunisto-phobia dan berpaling kepada kekuatan imperialsime global di bawah kepemimpinan USA. Akibatnya adalah bahwa Indonesia menjadi makin lemah dari waktu ke waktu di segala bidang kehidupan.   Perkembangan kondisi sosial politik global memang mengalami perubahan besar dalam dasawarsadasawarsa terakhir ini, terutama setelah runtuhnya Uni Soviet dan blok sosialis. Namun Indonesia tidak akan terpuruk separah saat ini kalau saja penguasa negeri besar ini tidak melepaskan prinsip BEBAS AKTIF dalam politik luarnegerinya dan memperhatikan pandangan Bung Karno yang dipaparkan dalam pidatonya di Sidang Umum PBB 1961 dengan judul To Build the World Anew.   Dalam menghadapi kehidupan dunia terkini Indonesia harus bisa bangkit kembali untuk turut menata hubungan-hubungan antar Negara dan tatanan dunia yang berkeadilan dalam prinsip kesetaraan.  Hubungan kerjasama dengan Rusia sepatutnya dipulihkan dan dikembangkan pada semua tataran. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi pembangunan nasional Indonesia sendiri, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, energi dan pertambangan, perikanan dan kelautan, pertanian dan juga  pertahanan-keamanan. Jakarta,Mei 2010  

.                                   

 (GAD)                                                             


Surat Pembaca

Pengalaman pribadi

P

ada teman-teman yb. Te m a n - t e m a n , d i bawah sekedar saya tuliskan pengalaman saya untuk bahan bacaan saja. Saya  tulis secara bebas – dan bukan sebagai seorang ahli di bidang kedokteran dan juga sebagai penulis iseng saja, bukan profesional.

Alternative Medicine   ering sekali dijumpai tulisantulisan tentang keampuhan beberapa jenis sayuran, dedaunan, rempah-rempah, untuk mencegah tekanan darah tinggi, k o le s t er o l , d a n l a i n - l a i n j e n i s penyakit chronik, tetapi lebih banyak adalah penyakit yang adalah “sign of age” yang akan bagaimana juga akan timbul dalam satu atau bentuk lain, karena sesuai hukum alam, bagaikan  juga sebuah mesin, menjadi usang karena “ wear and tire”, “ haus “ karena dipakai berpuluh tahun tak perduli apakah selamanya diopeni dengan baik dan selalu dilumasi minyak dan diganti onderdeelnya.  –   dan umumnya pengobatannya kebanyakan ke pengobatan Barat yang kini telah mencapai tingkat yang tinggi dengan dikombinasinya, pengertian yang lebih mendalam dan teliti tentang hakekat “penyakit“,  penemuan baru dalam obat-obatan, penggantian onderdeel, organ, - jantung, ginjal, mata, stem cell (masih dalam tingkat penyelidikan) dan tehnologi yang melejit begitu  pesat dan jauh.   Tetapi, Alternative Medicine kurang mendapatkan perhatian -  kecuali di beber a p a d i n e g a r a d i A s i a Selatan,  India, Sri Lanka dan  di Timur, seperti Tiongkok, Korea, Singapura -  di mana Alternative Medicine mendapatkan perhatian. Alternative Medicine atau Ayuverdik   (India dan Sri Lanka ), yang menurut pengertian saya, adalah cara pengobatan dengan cara ”indigenous dan tradisional“ dan

S

bukanlah cara pengobatan yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit, tetapi penyakit-penyakit tertentu bisa disembuhkan dengan cara yang lebih sederhana, murah dan effective. Kita semua telah mengetahui di mana tusuk jarum – acupuncture – bisa sangat effective dan ini telah saya alami sediri. – saya akan kembali ke pengalaman saya. Indigenous Medicine atau tradisional medicine di Tiongkok, India dan Sri Lanka (Pengobatan Ayuverdik) mempunyai sejarah yang panjang, 3000 tahunan, di India dan Tiongkok masih banyak dipraktekan, bahkan Tiongkok banyak mengkombinasikan pengobatan Barat dan tradisional Tiongkok. Sayangnya di sementara negeri, termasuk di Hong Kong para dokter yang berpendidikan kedokteran Barat banyak dengan kuat meremehkan dan menentang caracara pengobatan tradisional. Tetapi di Singapura, malah Pemerintah mengadakan suatu   badan yang khusus mempelajari cara pengobatan tradisionil dan mempopulerkan.   Entah bagaimana di Indonesia?   Tetapi saya ingat dan selalu merasa berterima kasih (terjadi 55 tahun yang lalu) pada nenek di belakang rumah yang setiap hari untuk satu minggu datang ke rumah untuk mengurut kaki kanan saya yang terserempet ban belakang sebuah  truk kosong (untung kosong), hingga langsung bengkak dan tidak bisa jalan,  -dan apakah ramuan nenek itu – sederhana sekali, tumbukan beraskencur. Entah apakah masih banyak yang ingat ramuan beras-kencur

23


ini? Di Sri Lanka, saya punya pot dengan tanaman kencur yang saya bawa dari Indonesia baru-baru ini. Dalam tahun 1965 saya jatuh sewaktu main ski, tetapi hal itu tidak saya perhatikan, tetapi menyebabkan kemudian saya tidak bisa berdiri dari tempat duduk  kecuali dengan menggunakan kedua tangan untuk mendongkrak badan untuk bisa berdiri – Setiba di Timur tahun1967, saya diteraphy dengan tusuk jarum, pertama kali saya alami, ini berlangsung kurang lebih untuk 10 – 14 hari, karena tusuk jarum itu maka saya bisa ikut main sepak bola dengan temanteman yang kebanyakan sekarang berada di Eropa.   Tahun 2003, tangan kanan saya di bagian pergelangan sakit sekali dan sangat lemah hingga untuk minum saja tangan kiri dibutuhkan untuk mendongkrak tangan kanan mengangkat gelas. Selama berbulan-bulan saya pergi melihat seorang  dokter specialist dan ahli-ahli lain, berbagai obat dan suntikan diberikan dan akhirnya katanya harus dioperasi, - saya pindah ke terapy tusuk jarum, entah apakah si ahli tidak setingkat seperti ahli tusuk jarum di Tiongkok, tetapi nyatanya hasilnya kosong juga, - lalu selagi ke Hong Kong saya cari seorang ahli pijat tradisionil, mungkin karena waktu di HK terbatas, maka hasilnya juga nil. Selama ini saya telah menghabiskan kurang lebih 1000 dollar US dan dua tahun untuk pengobatan di atas yang gagal.

dulu dan digerenseng dengan minyak kelapa, bobokan ini saya balutkan di bagian lengan tangan yang sakit, setelah beberapa bulan  bobokan diganti dengan  minyak kelapa dengan ramuan tertentu, dan terakhir minyak diganti dengan minyak lain – setelah itu tangan kanan saya pulih kembali – hingga sewaktu  berkunjung ke Eropa dalam tahun 2008, saya bisa angkat koper saya. Berapa ongkos pengobatan tradisionil ini?? Dugalah?? Setiap kali bertemu dengan dokter Ayuverdic, bayarnya Rs. 100 – kurang lebih 60 euro cents – dan obatnya, kurang lebih satu euro, total sampai sembuh 9 euro!!!   Tahun yang lalu, saya tidak bisa mengangkat tangan kiri saya, mulai dari pundak sakit sekali – orang mengatakan itu adalah “frozen shoulder” – pergilah saya melihat seorang dokter ahli reumatik dan didiagnose dari hasil pemeriksaan darah (erythrocyte sedimentation rate – esr), bahwa memang reumatik – diberilah obat dan selama  4 – 5 bulan saya dipegang oleh dokter ini dan juga harus pergi untuk fisio- therapy – obatnya ternyata kuat sekali dan saya kehilangan bobot secara drastic sekali, - bisa disuntik untuk “frozen shoulder” -tetapi menurut dokter dalam waktu beberapa bulan akan kambuh kembali – obat dokter berhasil menurunkan factor esr dalam darah diturunkan (erythrocyte sedimentation rate - esr) – pengobatan dianggap selesai, ongkos total kurang lebih USD.600. Saya harus diteruskan dengan fisio-therapy tetapi tangan saya

Indonesia tentunya juga kaya dengan obat-obat tradisionil – sampai di manakah ini dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai Alternative Medicine??   Sekembali saya ke Sri Lanka, saya bertemu dengan seorang teman lama dari tahun 1978. Ia seorang perwira angkatan darat yang telah pernah terlempar dari jeep karena ledakan ranjau darat, ia jatuh “flat” pada punggung belakang. Selama enam bulan, dia berada di Rumah Sakit Angkatan Darat, yang termasuk paling modern dan lengkap di Sri Lanka, dan tetap tidak bisa bangun. Ia pergi pulang ke desa mencari kakeknya, seorang dokter traditional – Ayuverdic – dengan rempah-rempah dan dengan latihan yoga ia telah disembuhkan dan kembali ke medan depan  dan  kemudian dua kali ia terlukai berat.   Teman saya berkeras mengajak saya ke seorang dokter udik – dokter ayuverdik - yang pernah menjadi murid kakeknya. Cara pengobatan tradisionil umumnya reaksinya pelahan sekali, tidaklah “ces-pleng” seperti obat Barat. Selama 4 – 5 bulan saya diberi berbagai macam bobokan dari dedaunan yang ditumbuk

24

tetap sakit dan kaku – ini berlangsung untuk beberapa bulan dan sewaktu ke Indonesia bulan Oktober, selagi di tempat bung Dimyati di Muntilan, karena tidak tahan lagi (kaki kanan  juga bengkak) maka saya dipijat – memang agak enakan, tetapi tidak menyembuhkan penyakitnya. Sekembali dari Indonesia, teman lama saya yang disebut di atas, sekarang seorang mantan majen. AD, mengajak saya ke seorang dokter udik – dokter ayuverdik – setiap kali untuk pemeriksaan dan obat ramuan saya keluarkan kurang lebih 1,50 sampai 2 euro – saya ke sana 5 kali, maka ongkosnya paling banyak 10 euro dan tangan kanan saya sekarang bisa diangkat bebas tanpa fisio-therapy atau latihan-latihan fisik lagi.   Memang factor utama adalah masalah umur – jadi “wear and tire”-nya sudah jauh, tetapi saya perhatikan pula bahwa kalau sudah ada usia, maka bagian sendi-sendi harus dijaga jangan sampai kedinginan, harus tertutup sewaktu tidur atau kaki pakai kaos kaki agar tetap hangat di waktu malam.  


Agus Salim Lupa Daratan Baru-baru ini sekretaris III dari KBRI yang menderita sakit di bagian kuping juga saya ajak ke sana, ia telah berbulan-bulan pergi melihat beberapa ahli ENT (Ear, Noose and Throat) dan karena tidak betah lagi ia minta saya membawa dia ke dokter udik – ayuverdik – itu – selama dua bulan ini telah banyak kemajuan, pertama-tama lendir di bagian depan kepala, di atas mata telah dibersihkan dengan  obatobatan ayuverdik (minyak yang diulaskan di kepala) dan sekarang kuping tidak berdesing dan sakit seperti sebelumnya dan ia dengan giat meneruskan pengobatannya. – Saya tekankan bahwa cara pengobatan “ayuverdik” hasilnya tidak “ces pleng”, harus sabar dan tekun. Setiap kali ke dokter “udik”, ongkos hanya satu sampai satu-setengah euro, termasuk ramuannya!!!   Saya perhatikan ada perbedaan antara ramuan Tiongkok yang di samping terdiri ramuan dari tetumbuhan tetapi juga sering ada campuran lain dari hewan seperti kalajengking, tokek, ular, tetasan ayam, tanduk badak, tulang harimau dll. Ramuan Ayuverdik India dan Sri Lanka, hanya terdiri dari tetumbuhan, tidak memakai hewan atau reptiles, serangga – artinya tidak pakai hasil pembunuhan benda bernyawa – ini mungkin karena pengaruh agama Hindu dan Buddhist dalam cara-cara dan filsafah pengobatan ayuverdik.   Indonsia tentunya juga kaya dengan obat-obat tradisionil – sampai di manakah ini dimanfaatkan dan dikembang sebagai Alterantive Medicine??   Di Sri lanka, ada sekolah untuk mendidik dokter ayurvedik – cuma sayang para muda-mudi zaman sekarang ini kurang tertarik pada profesi dokter ayuverdik – yang masih berpraktek umumnya mereka yang demi meneruskan pengetahuan bapak atau kakek mereka, kedudukan mereka di masyarakat

jauh di bawah dokter yang berpendidikan kedokteran Barat – tetapi bagi rakyat jelata yang tidak mampu, dokter ayuverdik-lah yang benar membantu mereka. Sayang kalau pengetahuan dari ribuan tahun ini akan punah karena tidak diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakatnya sendiri!!   Sekian, sekedar m e n c e r i t a k a n pengalaman dan observasi pribadi.  Salam hangat, H H Lin

Orang Rusia baru Aneh tingkah laku Anak diperlengkapi senjata api Alasan untuk bela diri Bila perampok menggerayangi Piara kucing Piara anjing Sudah sering Tidak asing Kurang gengsi Kurang aksi Kini giliran anak macan Binatang buas jadi piaraan Pamer keunggulan kehebatan Tapi jangan dilupakan Kejadian di Azerbaijan Tahun tujuh puluhan Dua anak kesayangan Konyol jadi korban Dilalap macan piaraan

Wassenaar, 23 Maret 2010

Agus Salim Ivan Ivan prajurit muda belia Gagah perkasa Menyelamatkan bangsa Membebaskan negara tetangga Dari cengkaman swastika Di kala senja tua renta Baru kebagian kvartira* Kebagian Lada** Melemah tangan kaki merabun mata Tak setangkas tahun empat lima Mengemudikan tank meluncurkan katyusha*** Ke puncak Reichstag menancapkan bendera merah

Ironi tapi untung sabut siapa menduga Terlambat tapi memadai juga Daripada tidak apa pun jua Pelipur lara di hari tua Selama badan berkandung nyawa

Wassenaar, 25 Pebruari 2010 ____________

* Dalam bahasa Rusia berarti flat, apartemen. ** Mobil buatan Rusia merek Lada. *** Senjata pancar gas yang digunakan tentara Soviet dalam perang dunia kedua.

25


sastra Челове́к, кото́рый слы́шал всё э́то, спроси́л его́: - Интере́сно, что бу́дет, е́сли твои́м мечо́м уда́рить по твоему́ щиту́? Торго́вец не нашё́лся, что отве́тить.

Anekdot О СМЕ́РТИ СОКРА́ТА Сокра́т по пригово́ру суда́ до́лжен был приня́т яд. Учени́к сказа́л Сокра́ту: - Мне бо́льно, Сокра́т, что ты умира́ешь невино́вным! Сокра́т улыбну́лся и отве́тил: - Дорого́й мой! Неуже́ли ты хо́чешь, что́бы я у́мер вино́вным?

TENTANG KEMATIAN SOCRATES Socrates menurut vonis pengadilan harus minum racun. Seorang murid berkata kepada Socrates: Saya sedih, Socrates, bahwa kamu mati walau tak bersalah! Socrates tersenyum, dan menjawab: Kawanku sayang! Apakah kamu mau supaya aku mati dalam keadaan berdosa? ПРА́ВИЛЬНЫЙ ОТВЕ́Т - Что мы ви́дим над голово́й в хоро́шую пого́ду? - Со́лнце, не́бо. - А в плоху́ю? - Зо́нтик. JAWABAN YANG BENAR Apa yang kita lihat di atas kepala kita waktu cuaca cerah? Matahari, langit. Dan waktu cuaca buruk? Payung. ПУСТЬ ОН ИГРА́ЕТ СО МНОЙ - Не игра́й с Са́шей, - сказа́ла мать сы́ну, он плохо́й ма́льчик. - Тогда́ Са́ша до́лжен игра́ть со мной, потому́ что я хоро́ший ма́льчик. BIARLAH DIA BERMAIN DENGAN SAYA Jangan bermain dengan Sasha, -- kata seorang ibu kepada anaknya, -- dia anak yang jelek. Kalau begitu Sasha harus bermain dengan saya, sebab saya anak yang baik. ПРОТИВОРЕ́ЧИЕ На база́ре челове́к продава́л меч и щит. Снача́ла он поднима́л щит и говори́л: - Мой щит са́мый про́чный в ми́ре. Никаки́м мечо́м нельзя́ пробы́ть его́! Зате́м он поднима́л меч и то́же хвали́л его́. Мой меч са́мый о́стрый на земле́. Он мо́жет проби́ть любо́й, да́же са́мый про́чный щит.

26

BERTENTANGAN Di bazar ada seorang menjual pedang dan tameng. Mula-mula dia mengangkat tamengnya, dan berkata: Tameng saya ini paling pejal di dunia. Tak mungkin menembusnya dengan pedang mana pun. Kemudian dia mengangkat pedang, dan juga memujinya: Pedang saya ini paling tajam di dunia. Dia dapat menembus tameng mana pun, bahkan yang paling pejal. Orang yang sudah mendengarnya, bertanya padanya: Menarik juga, apa yang akan terjadi, kalau dengan pedangmu menghantam tamengmu? Pedagang itu tak bisa menjawab.

И́СКРЕННЕЕ ПИСЬМО́ Изве́стный сове́тский минерало́г и геохи́мик акаде́мик А.Е. Фе́рсман о́чень люби́л дете́й. Для них он написа́л кни́ги «Занима́тельная минерало́гия», «Занима́тельная геохи́мия», «Путеше́ствие за ка́мнем». Одна́жды акаде́мик получи́л коро́ткую запи́ску от одного́ из свои́х ма́леньких друзе́й. Учени́к Дегтярё́в из го́рода Рубцо́вска узна́л из газе́т, что Фе́рсману испо́лнилось шестьдеся́т лет. В э́тот день акаде́мика Фе́рсмана награди́ли о́рденом Трудово́го Кра́сного Зна́мени. Дегтярёв писа́л акаде́мику: «Дорого́й Алекса́ндр Евге́ньевич! Сего́дня мне о́чень гру́стно, потому́ что я узна́л, что Вы - ста́рый!».

SURAT YANG TULUS Mineralog dan geokhimik Sovyet A.Y. Fersman sangat mencintai anak-anak. Untuk mereka dia menulis buku “Mineralogia yang mengasyikkan”, “Geokhimia yang mengasyikkan”, “Perjalanan di seberang sana batu”.

Pada suatu kali akademik menerima sepucuk surat pendek dari salah seorang sahabat kecilnya. Murid Degtyaryov dari kota Rubtsobsk mengetahui dari koran bahwa Fersman genap berumur enam puluh tahun. Hari itu akademik Fersman dianugerahi bintang Panji Merah Buruh. Degtyaryov menulis kepada akademik itu “Aleksandr Yevgenyevich yang tercinta! Hari ini saya sangat sedih, karena tahu bahwa Anda sudah tua!” (terj. KST)


sastra

Hatimu seputih salju Djoko Sri Moeljono

Hatimu seputih salju M usim panas tahun 1962 aku melakukan perjalanan ke Italia dengan keretaapi tidur. Berangkat dari Belorusskii Wokzal hari Sabtu yang panas di minggu ketiga bulan Juli, saat orang berlibur ke Selatan dan Moskwa ditinggalkan penduduknya. Di stasiun bisa kami saksikan ratusan orang hilir mudik membawa kopor pakaian Mereka memang berpakaian untuk musim panas. Akupun tidak banyak membawa pakaian dan hanya seperlunya saja untuk liburan di Italia. Aku dapat coupe di ujung gerbong yang hanya diisi dua orang . Aku tidak tahu siapa bakal teman se-coupe dan mudah-mudahan orang yang tidak sulit bergaul dan mudah diajak bicara. Aku bayangkan dalam benak : perjalanan  tiga hari tiga malam se coupe dengan orang yang pendiam pasti jadi siksaan tersendiri. Saat aku sudah menemukan coupe yang kucari dan meletakkan tas berisi pakaian di tempat duduk,seorang wanita menghampiri dan bertanya :”Molodoi celowek, apakah benar ini nomor coupe yang saya cari?” Tanya seorang wanita sambil menunjukkan tiket kereta api yang di pegangnya. “Prawilno grazdanka“ jawabku seperlunya. Wah,rupanya aku dapat teman perjalanan sorang ibu tua yang kalau dilihat dari raut wajah dan warna rambut sepertinya dia bukan orang Rusia tetapi terkesan wanita dari Asia Tengah. Alis hitam dan sebagain rambut yang belum beruban menunjukkan warna hitam dan bukan pirang. Dia minta padaku agar aku yang tidur diatas dan dia dibawah agar tidak merepotkan bila dia harus naik turun untuk suatu keperluan. Dan terbukti kemudian bahwa dia memang tidak bisa tidur nyenyak sepanjang

perjalanan dan sebentar-sebentar bangun menanyakan sesuatu. Dalam hati aku hanya membayangkan : seorang wanita tua pergi ke luar negeri seorang diri, pasti dia seorang pejabat. Pikiran semacam ini memang sudah terbentuk dalam benak kami. Orang Rusia tidak bisa sembarang pergi ke luar negeri. ,kecuali pejabat pemerintah atau bila yang mudamuda biasanya asnggota rombongan kesenian atau olahragawan. Atau pejabat pemerintah Paling tidak kalau yang muda-muda adalah anggota misi perdagangan.  Pertanyaan

hanya kusimpan dalam hati saja dan rasanya tidak sopan kalau aku menanyakan apakah dia seorang pejabat pemerintah. Sekitar pukul 16.00 kereta bergerak menuju ke Barat dan selama perjalanan wanita tsb tidak banyak berbicara. Paling-paling dia menyuruh aku menanyakan pada kondektur kami sudah sampai dimana. Permintaan ini dia lakukan sepanjang perjalanan sampai beberapa kali dan lamalama membuat aku jengkel. Tetapi belakangan setelah aku tahu apa maksud perjalanmannya, dengan

27


sukarela aku menyediakan diri naik turun tempat tidur jam berapapan. Kisahnya baru terbuka saat kami berhenti beberapa jam di perbatasan Rusia Polandia Brest-Litovsk untuk penggantian roda kereta api. Roda kereta api di wilayah Uni Soviet lebih lebar dari Eropa Barat. Kami tidak keluar gerbong untuk berjalanjalan di halaman stasiun dan hanya ngobrol berbong. “Skolko wam let?” “Dwatsat cetire” jawabku polos. “Masih muda sekali. Anda pasti tidak mengalami Perang Dunia ke II” “Saat perang dunia berkecamuk di Eropa,saya masih anak-anak dan baru lahir” “Anda kuliah di mana? Sudah tingkat berapa?” “Student di Moskovskii Institut Stali. Sekarang di tahun ketiga” “Khorosyo” Setelah pembukaan ini kami merasa lebih dekat dan bisa ngobrol lebih terbuka. Tanpa canggung akupun menanyakan bagaimana dia bisa bepergian ke luarnegeri padahal bukan pejabat dan hanya seorang ibu rumah tangga yang sudah pensiun? “Saya punya izin khusus dan setiap tahun boleh bepergian ke Polandia tepatnya ke kota Katowice , kota kecil yang akan kami lalui. Saya menghabiskan bertahun-tahun mencari tahu dimana anak saya meninggal dan dikuburkan.” Ceritera mulai menarik dan akupun mendengarkan dengan penuh perhatian. “Bayangkan saja. Saya kehilangan suami yang gugur di Ukraina sebagai Komandan Pasukan Infanteri. Dan makamnya bisa ditemukan dan saya bisa kunjungi untuk berziarah. Setelah suami kemudian di susul gugurnya anak pertama sebagai perwira kavaleri tidak jauh dari Leningrad . Dua pria yang saya cintai telah meninggal dan tinggal anak bungsu yang bertugas sebagai penerbang angkatan udara. Sebelum Perang Dunia berakhir berita buruk masih menghampiri saya dan anak bungsu gugur di Polandia. Untuk mencari pusara anak bungsu ini saya menghabiskan waktu bertahun-tahun. Tetapi pemerintah membantu dan membei fasilitas karena dia gugur sebagai pahlawan bangsa. Akhirnya bisa saya temukan bahwa anak bungsu saya dimakamkan di kota Katowice Polandia” Jadi sesudah tidak ada satupun yang tersisa sayapun  hidup sebatang kara dan setiap tahun berkeliling

mengunjungi pusara orang-orang yang sangat saya cintai” Aku jadi terharu mendengar kisah sedih seorang ibu sekaligus   seorang isteri yang setia. Setiap tahun dia berkeliling ke tiga pusara, dua di wilayah Uni Soviet dan satu di Katowice Polandia. Aku baru sadar mengapa dia sepertinya tidak sabar menunggu kereta berhenti di stasiun Katowice . Setelah mendengar kisahnya ini,aku selalu siap turun dari atas tempat tidur jam berapapaun bila dia mencolek pinggangku dari bawah. “Molodoi celowek,tanya ke pak kondektur sudah samapai mana kami?” Akupun bergegas turun dan menelusuri koridor mencari pak kondektur. “Besok pagi kami akan masuk Warsawa dan siang harinya sampai di Katowice ” “Spasibo” Setelah aku jelaskan diapun tidur kembali. Pagi hari saat melewati stasiun Warsawa aku melihat pemandangan yang sudah lama tidak mucncul : biarawati Katholik menunggu kereta! Sebelum kami berpisah di Katowice ibu tsb memberikan secarik kertas berisi nama dan alamatnya : Natalya Aleksandrovna, kwartira di Ceryomushkinskaya Ulitsa dom-5 etaz-2 “Datang nanti kerumah saat liburan” Ibu Natalya ini tinggal bersama saudara kembarnya. Sebelum berpisah dia memberikan semua sisa bekalnya untukku : roti, telur, keju, apel. Aku tidak mengelak ketika dia membelai kepalaku seperti membelai anak kandung “Selamat jalan dan semoga liburanmu menyenangkan” “Do wstreci w Moskwe “ jawabku. Musim dingin 1962 aku ingat janjiku berkunjung ke kwartira ibu Natalya dan setelah mencari-cari akhirnya kutemukan kwartira dimana dia tinggal. Saat kuketuk pintu rumah dan pintu dibuka, kulihat ibu Natalya menebarkan senyum ramah. Tetapi rupanya aku salah sangka, yang membuka pintu adalah saudara kembarnya. Saat aku sampaikan ceritera perjalanan bersama menuju Polnadia, saudara kembarnya menyampaikan berita sedih bahwa ibu Natalya meninggal dunia beberapa bulan sebelum aku datang berkunjung. Saudara kembarnya menunjukkan beberapa foto suami dan putera-putera ibu Natalya Akupun tidak lama berbincang dan pamit pulang. Saat berada diluar kulihat salju turun dengan lebatnya dan jalan tertutup salju putih. Dalam benak aku bisikkan ketelinga ibu Natalya , hatimu seputih salju. Cinta dan kasih sayangmu selalu mendampingi suami dan putera-putera tercinta! Rusia dalam Perang Dunia II memang kehilangan puluhan juta putra-putra terbaiknya.

Hatimu seputih salju

28


Berita Aktual PPIR di DPR RI

D

ari sekian banyak lembaga atau organisasi yang ada hubungannya dengan Rusia, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR), merupakan lembaga kerjasama utama antara Indonesia dan Rusia yang anggotanya meliputi semua insan yang tertarik atau bersinggungan dengan bidang Iptek, Seni Budaya dan Bisnis di kedua Negara. PPIR dengan kepengurusan baru, terbentuknya persis pada saat peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Rusia. Pemerintah dan masyarakat kedua Negara mengadakan serangkaian acara untuk mengenang dan mengevaluasi hubungan yang pernah mesra, serta bersepakat untuk memulai dan bahkan lebih meningkatkan lagi. DPR RI untuk meningkatkan hubungan dengan Rusia, membentuk Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Rusia yang beranggotakan 11 orang yang terdiri dari PDIP, PG, PD, PKS, PAN, PPP dan P. Gerindra, Koordinator – Adang Ruchiatna Puradireja dari PDIP dan Wakil Koordinator – Emil Abeng dari PG. Agar GKSB mendapat gambaran dan informasi mengenai hubungan dengan Rusia, sebagai bahan dan pedoman kerja ke depan, GKSB mengundang PPIR dan Deplu untuk presentasi pada tanggal 04 Mei 2010 jam 10.00 bertempat di Ruang Rapat Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) lantai 4 Gedung Nusantara III DPR RI.GKSB diwakili 4 orang, Koordinator dan Wakil Koordinator serta 2 orang anggota, Deplu diwakili dari Direktorat Eropah Tengah dan Timur. PPIR diwakili Ketua dan Wakil Ketua serta 4 orang staf lainnya. Juru bicara Deplu Emeria W.A.Siregar memaparkan secara singkat kemajuan hubungan dengan Rusia setelah mengalami stagnasi. Hubungan mulai meningkat setelah kunjungan presiden RI Megawati ke Moskow tahun 2003 dan kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin tahun 2007 ke Jakarta, yang diikuti penandatanganan naskah kerjasama kedua Negara. Neraca perdagangan dengan Rusia pada tahun 2008 cukup baik tetapi di tahun 2009 anjlok setelah krisis moneter. Investasi Rusia di Indonesia tergolong kecil, tetapi kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia tahun 2009 mencapai 90.000 orang, diikuti dengan dibukanya hubungan udara Jakarta – Moskow tahun ini. J.B. Widodo dari Deplu yang pernah bertugas di KBRI

Moskow selama 4 tahun menambahkan, perhatian pemerintah Rusia terhadap Indonesia tidak berubah. Sangat peduli dan aktif membantu korban gempa Aceh, Yogyakarta dan Sumbar. Rusia multi etnik dan budaya perlu belajar dari Indonesia dan sudah terjalin secara rutin dialog lintas agama sejak 1 Juni 2009. Rusia sekarang perhatiannya tidak lagi ke Barat tetapi beralih ke Timur, di mana Wakil Presidennya dikhususkan menangani Asia Tenggara termasuk Indonesia. Pusat Kebudayaan Rusia (PKR) intensif mengadakan acara kesenian dan merekrut pengiriman mahasiswa dan kerjasama pendidikan. Tahun 2009, 42 orang berhasil diberangkatkan untuk belajar di Rusia. Presentasi PPIR disampaikan, lewat slide dan leaflet yang diedarkan berikut beberapa eksemplar majalah Info Druzhba, oleh Suryo Susilo selaku ketua periode 2010-2011, memperkenalkan anggota yang hadir dan dilanjutkan menyampaikan Visi dan Misi, Rencana Kegiatan periode 2010-2011 serta struktur organisasi. Kepengurusan periode ini baru saja terbentuk, akan meneruskan dan melaksanakan landasan kerja pengurus yang terdahulu guna meningkatkan hubungan dan kerjasama dengan Rusia yang meliputi: Bidang Kemanusiaan, Bidang Kesenian/Budaya, Bidang Olah Raga, Bidang Ilmu Pengetahuan/Teknologi, Bidang Kerjasama Ekonomi/ Usaha dan Lain-Lain. Kerjasama di Bidang Olah Raga antara lain pertukaran pelatih Bulutangkis dari Indonesia dan Catur dari Rusia, sudah menjadi prioritas Lembaga Kerjasama Rusia-Indonesia di Moskow. GKSB DPR RI memilih Rusia, karena hubungan persahabatan yang sudah dijalin selama 60 tahun berkembang sampai ke akar rumput terutama di bidang kesenian seperti halnya dengan Vietnam dan RRT, perlu diangkat dengan versi baru. Hubungan di bidang bisnis masih tertinggal, tetapi kita perlu teknologinya terutama di bidang energi dan infra struktur.Fokus Rusia sekarang beralih ke Timur untuk itu kita perlu mitra dan mencari tahu roadmap Rusia ke depan.Guna meningkatkan kerjasama dengan Rusia di segala bidang, perlu mensinergikan semua lembaga/organisasi yang memiliki aktivitas berkaitan dengan Rusia.(Sdn).

29


Berita Aktual День победы

Hari Kemenangan Pada hari Jumat 06 Mei 2010 jam 14.00 bertempat di Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Rusia di Jl. Diponegoro 12 Jakarta Pusat, diselenggarakan acara peringatan 65 tahun Hari Kemenangan (День победы), untuk mengenang dan memperingati Hari Kemenangan Pasukan Uni Soviet dalam Perang Dunia Kedua dan ditanda tanganinya pernyataan menyerah tanpa syarat Nazi Jerman kepada Pasukan Sekutu tanggal 09 Mei 1945 di Berlin. Acara ini terselengagara atas prakarsa Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia dan Ikatan Alumni Insan Nauka. Pembawa acara Sunaryo N. Soenhadji dan Alexander Kermite memulai acara dengan pidato pembukaan dalam dua bahasa Indonesia-Rusia dan pembacaan susunan acara yang terdiri dari sambutan, hiburan, pemutaran film sambil makan ringan. D i r e k t u r P u s a t K e b u d a y a a n R u s i a Yu r y Nikolaevich Zozulya dalam kata sambutannya menceritakan tentang penderitaan rakyat Rusia pada perang dahsyat melawan rezim fasisme Jerman, yang memporak porandakan hampir semua kota besar Rusia, yang berakibat 27 juta rakyat Uni Soviet meninggal dunia dan lebih banyak lagi yang luka-luka dan cacat seumur hidup. Seluruh dunia mengutuk perang dan menyambut gembira hari kemenangan atas Rezim Fasisme Hitler. Hikmah dari situasi perang yang penuh dengan penderitaan itu melahirkan banyak sastrawan, penyair dan musisi yang karya tulisan, sajak dan puisi serta nyanyian heroik, yang mengungkapkan Rusia tidak suka perang dan Rusia suka damai. Sambutan dari Insan Nauka yang disampaikan Nurahman Oerip sebagai anggota kehormatan Ikatan Alumni Insan Nauka, disamping mengulas tentang Hari Kemenangan, pembicara mengingatkan, kita masih dalam suasana peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, momentum yang tepat bagi Insan Nauka untuk menghimpun alumni, meningkatkan kegiatan dan menggali keunggulan Iptek, Seni Budaya Rusia untuk pembangunan Indonesia. Alumni dari Angkatan Laut berkontribusi menyumbangkan pameran foto kapal selam bantuan Rusia yang berperan dalam operasi pembebasan Irian Barat.

30

Acara hiburan dimeriahkan dengan tarian nasional Indonesia dan sajak-sajak mengenang ketegaran dan semangat juang pasukan Uni Soviet oleh Gustaf A. Dupe, koor wanita Rusia sepuh yang berdomisili di Jakarta, pimpinan Alexander Kermite, membawakan lagu-lagu perjuangan dan lagu rakyat Rusia. Akhir acara, pemutaran film dokumenter yang berhasil diambil wartawan perang, tentang pertempuran di berbagai kota. Sebanyak 72 negara terlibat dalam Perang Dunia ke II yang menelan korban meninggal 110 juta jiwa. Film mengisahkan situasi pertempuran dan gerakan pasukan Uni Soviet memukul balik pasukan Nazi Jerman sampai ke Berlin. Editing dan narasi film digarap atas kerjasama Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Rusia dan Ikatan Alumni Isan Nauka. (Sdn) .


Surat Pembaca Dear all, Pada hari Selasa, 4 Mei 2010, Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI - Parlemen Rusia mengundang KEMLU RI (yang diwakili Direktur Eropa Tengah dan Timur, ibu Emeria W.A. Siregar dan staf) dan PPIR (yang diwakili Suryo Susilo, Valery Fedortsov, Maria Dwikarniati, Perry Omar Dani, Ign. A.W. Nugrohadi, dan Syahbudin Said). Dari GKSB DPR RI - Parlemen Rusia, yang hadir: Bp. Adang Ruchiatna Puradiredja (Koordinator); Bp. Emil Abeng (Wakil Koordinator); Bp. Nusyirwan Soejono (Anggota); dan Mustafa Kamal (Anggota). Acara dibuka oleh Koordinator GKSB DPR RI - Parlemen Rusia, yang memperkenalkan dari BKSB DPR RI - Parlemen Rusia yang hadir, kemudian menyampaikan maksud dan tujuan mengundang dari KEMLU RI dan PPIR, yang intinya adalah meminta masukan terkait dengan hubungan antara Pemerintah dan Rakyat Indonesia dengan Pemerintah dan Rakyat Rusia, serta hal-hal yang diperlukan untuk disampaikan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terutama dengan mitra kerja GKSB DPR RI - Parlemen Rusia dari pihak Pemerintah dan Rakyat Rusia.

Dari KEMLU RI menceritakan perkembangan yang positif terkait hubungan bilateral antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Rusia, yang diawali dengan Deklarasi Hubungan Antara RI dengan Rusia di Abad 21 tahun 2003 (waktu pemerintahan ibu Megawati Soekarnoputri). Dari PPIR menceritakan mengenai landasan berdirinya PPIR, keanggotaan, visi dan misi, serta rencana Kegiatan PPIR 2010-2011, yang intinya adalah bagaimana upaya "mengenalkan kembali Rusia kepada rakyat Indonesia", yang telah cukup lama mendapat informasi dan kesan yang salah mengenai Rusia, utamanya Rusia dewasa ini. PPIR berupaya agar sebanyak mungkin rakyat Indonesia dapat mengenal dan mencintai Rusia, serta bagaimana meningkatkan persahabatan antara rakyat Indonesia dengan rakyat Rusia. Dialog berjalan dalam suasana yang penuh keakraban, dan dari GKSB DPR RI - Parlemen Rusia juga menyampaikan pandangan-pandangannya, terkait pemahaman mereka mengenai Rusia dan bagaimana potensi kedepan yang dapat dijalin antara pemerintah dan rakyat Republik Indonesia dengan pemerintah dan rakyat Federasi Rusia. Spasibo Suryo Susilo

31


kuliner kuliner ПЛОВ ПО-УЗБЕКСКИ Продукты: - 1 кг говядины или баранины  - 1 кг риса  - 0.5 кг лука, нарезанного тонкими кольцами  - 0,5 кг моркови  - 200 гр растительного масла  - соль (1 столовая ложка) - приправа (зра, черный перец, красный перец, семена кинзы, барбарис) - чеснок - 2 стакана воды      Приготовление: Когда варить плов, важно соблюсти пропорции. Закладывать в нагретый казан с маслом продукты по очереди; Если мясо сухое и жесткое, класть порезанные кусочки мяса, обжаривать до корочки пока не испарится вода, затем сверху кидать нарезанный лук, жарить на сильном огне в открытом казане до золотистого цвета; Затем кидать нашинкованную морковь, перемешивать и закрывать крышку, немного убавлять огонь, чтобы не подгорело и минут  15 тушить морковь; За это время брать рис, перебирать, мыть и оставлять на 15-20 минут в воде; Когда мясо и морковь готовы, заправлять специями, солю и осторожно выкладывать рис (воду перед этим из чашки с рисом выливать); Рис должен ровно лежать сверху зажарки и не смешиваться. Затем надо аккуратно сверху налить воду (пару стаканов) и открыть сильный огонь. Вода должна покрывать рис примерно на 1 см; Варят рис, не накрывая крышкой. Надо подождать немного, чтобы вода ушла в рис, затем плотно закрыть крышкой, убавить огонь на самый медленный и выключить через 20 мин. Дать постоять еще 15 минут, открыть казан и все перемешать.

32

NASI PLOV ALA UZBEK Bahan: 1 kg daging sapi atau kambing 1 kg beras parboil ½ kg bawang bombay diris tipis melingkar seperti cincin ½ kg wortel 200 gr minyak sayur garam (1 sendok makan) bumbu rempah (biji jinten, lada hitam, lada merah, biji ketumbar, buah murbei kering) bawang putih 2 gelas air matang Cara membuat: -Saat memasak plov, penting mengatur proporsinya. Masukan bahan makanan secara berurutan ke dalam panci panas berisi minyak goreng; -Bila daging kering dan getas, potong daging dan goreng sampai menguap dan berair, lalu masukkan irisan bawang bombay di atasnya, goreng di panci terbuka dengan api besar sampai warnanya kuning keemasan; -Lalu masukkan parutan wortel, aduk dan tutup panci, kecilkan api agar tidak gosong dan masak wortel selama 15 menit; -Selama memasak, ambil dan takar beras, cuci dan diamkan dalam air selama 15-20 menit; -Kalau daging dan wortel sudah matang, tambahkan bumbu, garam dan masukkan beras perlahan-lahan (sebelumnya air rendaman beras dibuang dulu); -Beras harus dituang rata di atas bahan masakan tadi dan jangan diaduk. Lalu tuang di atas beras air (setengah gelas) pelan-pelan dan besarkan apinya. Air harus melebihi permukaan beras kira-kira 1 cm; -Saat beras dimasak panci jangan ditutup Tunggu agar air menyerap kedalam beras, lalu tutup panci rapat-rapat dan kecilkan api, lalu matikan setelah 20 menit. Biarkan panci dalam keadaan tertutup selama 15 menit, lalu buka tutup panci dan aduk nasi plov. (terj. TS)


Majalah Druzhba No. 39-40 edisi April-Mei 2010