Page 1

laporan observasi profesi oleh NAJMI FITRIA (C9517044)

D3 DESAIN KOMUNIKASI VISUAL SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS SEBELAS MARET


Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua rahmat dan karunianya, sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Kegiatan Observasi Profesi ini. Observasi Profesi merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Studi Diploma 3 Desain Komunikasi Visual. Laporan Observasi Profesi ini disusun sebagai kelengkapan kegiatan Observasi Profesi yang telah terlaksana pada tanggal 27-31 Oktober 2019 di Jakarta dan Bandung.

kata pengantar


Kunjungan pertama observasi profesi ke TVRI sebagai televisi nasional pertama di Indonesia yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962 diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai dunia broadcasting. Di TVRI kami disambut baik. Kami mendapat sambutan dari pihak TVRI dan dilanjutkan sedikit pengenalan oleh Kaprodi D3 DKV, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai sistem dan teknis dalam TVRI seperti bagaimana TVRI bertahan dengan kemajuan teknologi yang serba digital, bagaimana TVRI menerima kritik dan saran dari public, sampai bagaimana proses rating tv. Setelah itu, kami diantar untuk melihat ruang kendali

TVRI

siaran TVRI. Di ruang kendali siaran tersebut, kami ditunjukkan alat yang digunakan untuk mengganti iklan, memberikan running text, dan hal-hal lainnya.


Setelah dari TVRI, kami melanjutkan kunjungan ke Gatra. Gatra sendiri adalah majalah politik mingguan yang diterbitkan sejak tahun 1994 yang berlokasi di Jl. Kalibata Timur, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan. Pada kunjungan ke majalah Gatra ini, kami diberi kesempatan untuk berkenalan cara kerja di perusahaan media informasi. Ketika sampai di Gatra, masing-masing dari kami mendapat majalah edisi terbaru dari Gatra dan kami dikumpulkan di meeting room bersama dengan redaktur untuk sesi tanya jawab seputar pekerjaan di bidang majalah, seperti bagaimana proses penyusunan konsep, berita yang akan dipublikasikan, bagaimana jurnalis

GATRA

mencari berita, sampai bagaimana majalah akan diterbitkan. Beberapa pertanyaan yang menarik mendapatkan hadiah menarik dari Gatra. Setelah sesi tanya jawab, kami diantar untuk melihat kantor dan bertemu dengan para staff Gatra dari redaktur sampai desainer.


Hari pertama kami di Bandung, kami bertemu dengan owner Rumah Kemasan Bandung, Mohamad Firsan di Meeting Room Hotel Bukitvipasana Lembang. Pada pertemuan itu, Pak Firsan menjelaskan tentang bagaimana awal mula usaha Rumah Kemasan Bandung dan

RUMAH KEMASAN BANDUNG

bagaimana perjalanannya sampai saat ini. Selain menjelaskan tentang usahanya, Pak Firsan juga memberikan motivasi kepada kami untuk memulai usaha desain dari sekarang. Mulai dari bagaimana membangun usaha yang baik, bagaimana bertahan dengan segala rintangan, sampai memberi contoh tentang desain kemasan yang baik.


Kunjungan selanjutnya, kami mengunjungi Clothing C59. Sesampai disana, kami disambut oleh Akang dan Teteh yang didampingi oleh Cepot. Setelah penjelasan singkat dan penampilan lucu ala sunda dari Cepot, kami diantar mengelilingi C59 oleh salah seorang pegawai mulai dari pengenalan macam-macam sablon yang digunakan di C59, ruang potong kain, ruang sablon, ruang jahit, ruang packing, hingga ruang pembuatan screen sablon. Setelah mengelilingi dan melihat proses pem-

C59

buatan baju di C59, kami dikumpulkan di ruangan untuk melihat sesi tanya jawab dengan owner C59 yang diselingi dengan pertunjukkan live music dari staff disana.


Pada hari terakhir, kami mengunjungi Bandung Creative Hub, sebuah creative public-space yang dahulu dibangun oleh Bapak Ridwan Kamil semasa beliau menjabat menjadi Walikota Bandung. Kami diajak berkeliling dan diperlihatkan fasilitas yang tersedia disana. Ada studio jahit, kayu, perpustakaan, public space dengan wifi, auditorium untuk screening film/pertujukan seni

BANDUNG CREATIVE HUB

lainnya, galeri seni yang bisa digunakan untuk pameran, studio music, studio animasi dan studio penyiaran. Dengan fasilitas yang disediakan tersebut, BCH sering digunakan oleh beberapa komunitas kreatif untuk mengembangkan potensinya. Penggunaan fasilitas di BCH gratis, namun harus menggunakan proposal yang setidaknya dikirim sebulan sebelum hari H.


Sebelum kembali ke Solo, tempat kunjungan terakhir kami untuk observasi profesi adalah Agate Game Studio. Adalah studio game di Indonesia yang sudah bekerjsama dengan Square Enix dan Electronic Arts. Di Agate Game Studio, kami diajak berkeliling dan diperkenalkan dengan Agate Game Studio mulai dari sejarah berdirinya Agate Game Studio dan project apa saja yang pernah dikerjakan oleh Agata Game Studio.

AGATE GAME STUDIO

Agate Game Studio dibentuk ketika pada pendirinya masih kuliah dan memiliki minat yang sama di bidang game. Dengan perjuangan mereka dari 2009, sekarang mereka sudah memproduksi lebih dari 250. Selanjutnya, ada sesi tanya jawab tentang proses pembuatan game di Agate dan sebagai bonus, kami diajak untuk mencoba game VR yang sudah dibuat oleh Agate Game Studio.


penyambutan oleh TVRI

TVRI sesi tanya jawab dan sharing


sesi tanya jawab dengan redaktur Gatra

mengamati divisi di Gatra

GATRA


Pak Firsan

RUMAH KEMASAN BANDUNG Pak Firsan memotivasi kami


praktek sablon di kain

C59 penjelasan harga dan packing


penyambutan di ruang teather

BANDUNG CREATIVE HUB

melihat studio jahit


menyimak presentasi

AGATE GAME STUDIO mencoba game VR


terima kasih terima kasih, saya harap laporan ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya.


terima kasih

Profile for Najm F

Laporan Observasi Profesi  

Najmi Fitria D3 Desain Komunikasi Visual Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret

Laporan Observasi Profesi  

Najmi Fitria D3 Desain Komunikasi Visual Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret

Advertisement