Page 1

Alur Penanganan Kasus TKI di Pusat Sumber Daya Buruh Migran “BERBAGI PERAN UNTUK BURUH MIGRAN” Oleh: Redaksi www.buruhmigran.or.id Pengantar Sejak Oktober 2011 atas dukungan Yayasan Tifa Jakarta, Jaringan Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM) akan memiliki tenaga bantuan penanganan kasus Buruh Migran di Jakarta. Tenaga penanganan kasus tersebut akan menjalani kontrak selama enam bulan terhitung sejak oktober 2011 dan bertugas menerima pengaduan dari daerah guna diselesaikan dengan pihak-pihak terkait yang ada di Jakarta (misal, PPTKIS, BNP2TKI, Kemenlu, KBRI, dll). Keberadaan tenaga penanganan kasus pada tahap pertama akan diprioritaskan untuk pengaduan kasus yang bersumber dari jaringan dan kontributor PSD-BM, hal ini penting karena setiap penanganan kasus dibutuhkan mitra atau pendamping dengan tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal korban dan keluarganya untuk kepentingan kemudahan pengumpulan data, komunikasi, dan pendampingan. Karena pola penanganan kasus di PSD-BM bersifat kolaboratif maka, setiap pihak yang terlibat akan berbagi peran masing-masing agar proses penanganan kasus berjalan dengan lancar dan terkoordinasikan dengan baik. Semangat dan niat dalam menangani setiap kasus TKI penting untuk kita jaga untuk tetap hadir tanpa tendensi apapun kecuali membantu sesama. Profil Tenaga Bantuan Penanganan Kasus TKI Nama

: Suparman

Telepon

: 081555772111 / 081233973536

Email

: armancuek@gmail.com

Info tentang kegiatan Suparman dalam membantu penanganan kasus TKI diperoleh teman-teman di Paguyuban Buruh Migran dan Perempuan “Seruni” Banyumas pada pertengahan September 2011. Setelah ditemuni di Jakarta (11/10/11), Suparman bersedia membantu menangani pengaduan kasus TKI dari kontributor daerah yang masuk di PSD-BM dan memberikan beberapa format berkas untuk disosialisasikan kepada kontributor daerah. Pola Pendekatan Advokasi

1. Pendampingan 2. Pengiriman aduan ke lembaga-lembaga terkait 3. Audiensi dengan Lembaga-lembaga terkait 4. Gerakan sosial media, advokasi lewat pemberitaan di buruhmigran.or.id, dan penggalangan solidaritas khalayak media.


Alur dan Bagi Peran Penanganan Kasus

•

Alur Penanganan

Catatan: Setiap pihak (Suparman, PSD-BM, Kontributor, atau pendamping) membuat catatan proses penanganan kasus (lihat Format 6, catatan proses pengaduan) sesuai dengan apa yang dilakukan masing-masing pihak. Hal ini penting sebagai rekam jejak penanganan kasus yang dapat setiap waktu dibutuhkan.

•

Bagi Peran Penanganan Melihat bagan alur penanganan kasus di atas, maka kerja kolaboratif ini akan melibatkan beberapa pihak seperti:

1. Pelapor /Korban

: TKI dan keluarga

2. Kontributor atau pendamping

: Penerima aduan yang menjadi penghubung dan

membantu Suparman dan PSD-BM untuk melengkapi data, dokumen, dan surat kuasa untuk penanganan kasus lebih lanjut di Jakarta.

3. Suparman atau Tenaga Penanganan Kasus di Jakarta: Menjadi pihak yang diberi kuasa (melalui surat kuasa dari korban) untuk menghubungkan kasus masuk pada pihak-pihak terkait yang ada di Jakarta

4. PSD-BM: Menjadi penghubung kontributor dan Suparman yang bertugas membantu pengelolaan sebaran informasi dan kerja advokasi di media.

Alur Penanganan Kasus  

Alur Penanganan Kasus

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you