Page 1


Saudara-saudara terkasih, Sejak kecil saya selalu gembira bila saat-saat menjelang Natal tiba. Bagi saya itu identik dengan minggu-minggu penuh rentetan kado karena sebulan sebelumnya saya baru berulang-tahun. Di bulan November lalu, anak-anak Korem (Komisi Remaja) memberi kejutan kue ulang tahun buat saya, rasanya terharu dan bahagia sekali melihat ketulusan dan semangat mereka. Di Korem, ada anak-anak yang begitu antusias melayani Tuhan. Selesai kebaktian, mereka melanjutkan latihan paduan suara Fidelis, rapat pengurus, atau rapatrapat lain seperti panitia Natal, latihan WL, singer, musik untuk persiapan ibadah minggu berikutnya, dan lainlain. Membayangkannya saja sudah sangat melelahkan. Namun mereka tetap penuh senyum dan canda, tidak ada sedikitpun raut wajah bete karena kecapaian. Sungguh mengagumkan! Bergaul dengan para remaja sering menggelitik kita untuk mengenal lebih jauh: siapa sih orang tuanya? Ketika membaca “Shoot Majelis” dalam edisi ini, saya mendapat jawaban kenapa hati anak remajanya pun begitu mencintai Tuhan. Demikian juga dengan tokoh “Potret dan Kesaksian” yang anaknya aktif dalam paduan suara. Di rubrik “Capture”, kita dibuat kagum oleh Nikita karena dia sudah menganggungkan nama Tuhan melalui suara emasnya sejak berusia 5 tahun. Sedangkan dalam “Thought”, wawancara imajiner kreatif dengan Charles Spurgeon, kita menemukan ternyata panggilannya sebagai hamba Tuhan sudah terlihat sejak berusia 10 tahun. “Liputan Khusus” menyoroti kegiatan Komisi Remaja yang diharapkan dapat menyadarkan para orangtua akan pentingnya kemantapan kerohanian anak-anaknya sejak dini sebelum mereka berpisah untuk studi lanjut. Sebab menurut penulis “Enlightenment”, bahkan seorang hamba Tuhan pun tetap bergumul di dalam menjaga kesehatan spiritualitasnya, karena dia bukan malaikat. Dan tentunya tak seorang pun dari kita yang ingin iman anaknya goyah dan bergabung dengan ISIS seperti yang diceritakan dalam “View Point”. Kita perlu berdoa agar hari demi hari Tuhan makin memunculkan generasi muda Kristen yang mampu mengubah dunia. Selamat membaca, semoga setiap tulisan yang ada di sini memberi inspirasi bagi saudara-saudara. Tuhan Yesus memberkati kita.

Salam, Redaksi

2

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 2

Penasehat Pdt Joni Sugicahyono, M.Div. Pembina GI Feri Irawan, M.Div. Majelis sub. bid. Literatur Kevin Kowinto Pemimpin Redaksi Elasa Noviani Wakil Pemimpin Redaksi Nico Tanles Tjhin, Arina Palilingan Editor Hendro Suwito, Titus Jonathan Proof Reader Yati Alfian Creative Design Juliani Agus, Arina Palilingan, Christina Citrayani, Kezia Rusli, Abby Stefanus, Gabriel Neferet, Glory Amadea Illustrator Ricky Pramudita, Thomdean Fotografer Yahya Soewandono Penulis Anton Utomo, Deirdre Tenawin, Elasa Noviani, Erwin Tenggono, Edna C. Pattisina, Feri Irawan, Hendro Suwito, Humprey, Nico Tanles Tjhin, Pingkan Isabella, Titus Jonathan Kontributor Andriani Yuwana, Hei Wan Wei, Berta G. Priyantara, Meirika, Himawan T Pambudi, Joni Sugicahyono, Kevin Kowinto, Kristiani Sinjaya, Lily Ekawati, Langgeng Harjanto, Lislianty Lahmudin Alamat Redaksi Sub bidang literatur GKY BSD Jl. Nusaloka E8/7 BSD Tangerang Telp/ Fax: 021-5382274 Email: nafiri@gkybsd.org

Kirimkan KRITIK, SARAN, SURAT PEMBACA dan ARTIKEL anda ke alamat redaksi ataupun lewat e-mail di atas

12/17/15 9:35 AM


Fokus

26 Joy at Christmas 46 SUKACITA NATAL: Membedah Keramaian, Mereguk Makna, Menjumpai Sang Cinta 54 View Point Hanya Kasih Obatnya 76 Perspektif 60 Thought

Tuhan yang Besar dalam Tiga Buku Kecil

CHARLES H SPURGEON

4 10 16 52 72 84 90 98 112 118 128 144

148

NAFIRI DES15 print.indd 3

Suara Gembala Allah Turut Bekerja Mendatangkan Kebaikan dan Sukacita Enlightenment Andai Desert Song Bisa Jadi Dessert Song Potret Calvin - Flora Percikan Antara yang Nyata dan Bayangan Refleksi Joy of Christmas Corner Kick Semakin ‘Ngampung’,Semakin ‘Nguntung’ Kesaksian John Kim Teropong Seberkas Cahaya di Tatar Sunda Serpihan Perjalanan I and Thou S ho ot Pol Roliadi Le nter a M i s i ALLAH Mencari Orang yang Mau Dipakai-NYA Mandarin Corner 祂默然爱我 Liputan Khusus Komisi Remaja

34 C a p t ur e N I K I TA

45 Quote 2 Zaman 134 Rekomendasi Buku Emotionally Healthy Spirituality 138 Rekomendasi Film Komik 111 Bang ARIF 89 Sentilan 143 NAFIRI Hahaha Event Notes 108 Ibadah Pertama GKY BSD @ Alam Sutera 124 Dedikasi Klinik Shalom 140 Liputan Bulan Musik 154 HUT KW ke-22

Nafiri DESEMBER 2015

3

12/17/15 9:35 AM


Allah Turut Bekerja Mendatangkan Kebaikan dan Sukacita 4

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 4

12/17/15 9:35 AM


a y a t ba ha sa n

Roma 8:18, 26–30

/ Pdt. Joni Sugicahyono /

e n j a d i orang Kristen berarti memiliki jaminan karena Roh Allah berada di dalam diri orang itu. Roh Kudus menjadikan kita orang yang berhak berdiri di hadapan Tuhan dengan status yang luar biasa, yaitu sebagai anak Allah. Sebagai anak Allah berarti menjadi ahli waris yang berhak menerima janji-janji yang telah diberikan oleh Tuhan: jika kita menderita bersamasama dengan Kristus, kita juga akan dipermuliakan bersama-sama Dia.

Roma 8:18, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.� Yang dimaksud zaman sekarang adalah sementara, sedangkan yang disebut kelak adalah di dalam kekekalan yang tidak habis-habisnya. Ayat ini menyingkapkan satu rahasia hidup berkemenangan, yaitu adanya hubungan antara maksud Allah mengizinkan penderitaan dengan rencana-Nya yang kekal dan mulia. Yang menjadi masalah seringkali kita tidak mau mengerti isi hati Tuhan; maka saat penderitaan datang, kita mengomel, menggerutu, sehingga kita tidak mungkin menjalani hidup dengan bahagia. Oleh sebab itu pada saat menderita, biarlah kita langsung mengaitkan penderitaan itu dengan rencana Allah yang kekal. Inilah rahasia hidup berkemenangan. Tuhan telah menetapkan satu prinsip yaitu bahwa untuk memperoleh kemuliaan harus melalui penderitaan; melalui kematian menuju kebangkitan; melalui sengsara dalam rencana Allah barulah menerima mahkota. Tetapi, begitu banyak orang Kristen di dunia ini yang tidak mau menabur tetapi mau menuai, tidak mau menderita tetapi mau langsung jadi; tidak mau memikul salib untuk mengikut Kristus, tetapi mau memperoleh kemuliaan yang akan datang. Alkitab Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 5

5

12/17/15 9:35 AM


mengatakan, sebagai orang percaya, justru kita perlu mengalami penderitaan di dalam rencana Allah. Penderitaan bisa datang dari enam sebab: Pertama, penderitaan akibat dosa sendiri, maka Tuhan izinkan penderitaan datang sebagai pukulan atau hajaran bagi diri orang tersebut. Kedua, penderitaan akibat keteledoran kita. Ini adalah pengalaman berharga yang mendatangkan hikmah bagi kita. Ketiga, penderitaan akibat kejahatan dan dosa orang lain sehingga kita terbawa-bawa dan dirugikan. Ini memang sulit dihindari setelah kejatuhan manusia dalam dosa. Keempat, penderitaan akibat dunia yang telah dikutuk, seperti bencana alam dan kesulitan-kesulitan yang melanda hidup kita juga tidak mungkin ditiadakan dalam hidup manusia. Kelima, penderitaan yang berasal dari setan, yang membuat kita jatuh dari anugerah yang menopang kita. Keenam, penderitaan yang merupakan bagian dari rencana Allah, yang dipakai untuk mendidik dan membentuk kita. Sebab yang terakhir itu adalah penderitaan yang paling penting. Jangan kita berusaha melarikan diri daripadanya; karena di balik penderitaan tersebut Tuhan memberikan hal yang paling indah yang tidak mungkin dapat kita terima dari yang lain. Penderitaan ini layak dipikul oleh orang percaya karena akan mendatangkan kebaikan dan sukacita bagi yang mengasihi Tuhan. Dalam ayat di atas Paulus mengatakan kira-kira seperti ini: jika kita bandingkan penderitaan yang sekarang ini kita alami, dengan kemuliaan yang akan kita terima, maka penderitaan sekarang ini tidak ada apa-apanya, begitu kecil. Orang tidak tahan dan tidak bisa berdiri di dalam penderitaan dan kesengsaraan disebabkan karena ia tidak pernah tahu maksud Tuhan setelah penderitaan itu. Jika kita memandang seluruh penderitaan dengan iman, dari sudut pandang rencana Allah yang kekal, barulah kita tahu segala kesusahan ini tidak ada artinya dibanding segala kebaikan yang Allah persiapkan bagi kita. Baiklah kita berkata seperti Paulus berkata dalam ayat 28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.� Ayat ini adalah ayat yang luar biasa. Ayat ini berkata bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu. Berarti di dalam kuasa Tuhan bukan hanya peristiwaperistiwa yang menyenangkan dan membawa berkat saja, tetapi segala sesuatu 6

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 6

12/17/15 9:35 AM


yang terjadi dalam hidup, entah itu hal baik atau buruk, benar atau salah, tragedi atau kesuksesan, tak ada satu pun yang tak dipakai Tuhan yang pada akhirnya mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia. Saya membaca sebuah kisah singkat yang menarik yang merupakan kutipan kisah nyata dari buku The Life You’ve Always Wanted, kisah hidup seorang yang bernama Mabel yang hidup di sebuah rumah sakit pemulihan di negara bagian Amerika Serikat. Begini kisahnya: Di dalam sebuah rumah sakit pemulihan kesehatan, salah seorang pasien yang menarik perhatian adalah seorang perempuan tua berusia 89 tahun bernama Mabel. Perempuan tua itu sangat tidak menarik fisiknya; buta, hampir tuli, dan selalu terikat erat di kursi roda atau ranjangnya. Sudah 25 tahun ia dirawat di sana, sendirian dan kesepian. Perempuan tua itu yang kelihatannya patut dikasihani karena tampaknya hidupnya penuh penderitaan, membosankan, buta, tuli, sakit-sakitan, tidak berguna dan sia-sia; ternyata justru mengaku bahwa ia paling puas dengan hidupnya. Apa rahasianya?

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 7

7

12/17/15 9:35 AM


Rahasianya ini: ia berpikir tentang Yesus. Ia berpikir tentang betapa baiknya Yesus kepadanya. Ia berkata, “Yesus sangat baik kepada saya dalam hidup saya. Saya adalah salah satu orang yang paling puas. Banyak orang tidak peduli dengan apa yang saya pikirkan dan menganggap saya kuno. Tetapi saya tidak peduli. Saya lebih suka memiliki Yesus. Dunia saya adalah Yesus.� Ini bukan fiksi. Meskipun kedengarannya seperti sebuah keajaiban. Ini sebuah kisah nyata.

Allah tidak pernah menetapkan atau mempunyai motivasi yang tidak baik bagi orang-orang milik-Nya. Yohanes 13 mencatat bahwa Yesus senantiasa mengasihi murid-muridNya dan Ia mengasihi sampai kepada kesudahannya. Allah mengasihi kita, miliknya sampai kesudahannya, sampai titik terakhir dalam hidup ini. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Di sini dikatakan mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi Tuhan. Maka pada waktu kita mengalami kesengsaraan, tuduhan dan segala penganiayaan terjadi di sekitar kita, yang kita pikirkan bukanlah apa untung ruginya bagi kita, tetapi apakah saat itu kita masih termasuk golongan orang yang mengasihi Tuhan. Iman kepercayaan orang Kristen jangan dibangun di atas dasar kelancaran, kebahagiaan, dan berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Pada saat ujian kesulitan dan penderitaan menimpa, kita jangan cepat-cepat bersungutsungut kepada Tuhan; karena itulah saat-saat ujian bagi kita, apakah kita tetap setia dan mengasihi Tuhan atau tidak. Saat itu biarlah kita kembali kepada Alkitab dan mengingat ayat ini, Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Dalam kesulitan yang bagaimana pun peliharalah hatimu mengasihi Tuhan, pelihara pikiranmu bersih, peliharalah dirimu di dalam kasih Allah senantiasa. 8

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 8

12/17/15 9:35 AM


Tegakkan imanmu di atas firman Tuhan yang murni dan benar; dan berdoalah di dalam Roh Kudus. Karena Roh Kudus dengan keluh kesah yang tak terkatakan membantu mengoreksi doa kita menjadi doa yang murni yang boleh berkenan kepada Allah. Allah Bapa dengan kasih-Nya melindungi kita. Allah Anak dengan firmanNya mendidik kita. Allah Roh Kudus dengan bijaksana-Nya memimpin kita dan dengan keluh kesah-Nya menolong kita berdoa. Allah Tritunggal menyertai dan menolong kita. Di era krisis ini, siapakah di antara kita yang berkata, “Tuhan Allah turut bekerja dalam di hari-hari lancar aku mengasihi segala sesuatu untuk Engkau; di hari-hari sehat aku mendatangkan kebaikan mengasihi Engkau; di hari-hari aku merasa sesak dan tidak bagi mereka yang lancar, di hari-hari aku mengalami mengasihi Dia penderitaan, kerugian, kesakitan, Tuhan aku mau tetap mengasihi Engkau.� Tuhan akan menghapus air matamu, Tuhan akan membuka matamu untuk melihat bahwa hari depanmu tetap ada dalam penyertaan-Nya. Tuhan tidak akan meninggalkanmu. Karena Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dan sukacita bagi yang mengasihi Tuhan. Amin. Soli Deo Gloria!

(Khotbah Pdt. Joni Sugicahyono tanggal tangal 18 Oktober 2015; disarikan oleh Lislianty Lahmudin).

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 9

9

12/17/15 9:35 AM


10

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 10

12/17/15 9:35 AM


/ GI Feri Irawan

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 11

11

12/17/15 9:35 AM


12

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 12

12/17/15 9:35 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 13

13

12/17/15 9:35 AM


14

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 14

12/17/15 9:35 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 15

15

12/17/15 9:35 AM


C A LV I N W i d j a j a

16

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 16

12/17/15 9:35 AM


/ Lily Ekawati /

Masa Kecil dan Remaja Menemukan Tuhan Lahir di Pematang Siantar, umur 1 tahun Calvin yang adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara, pindah bersama orangtuanya ke Semarang. Masa kecil dilaluinya dengan menjadi anak yang ‘baik’, mungkin karena bertumbuh di lingkungan keluarga Kristen dan bersekolah di sekolah Katolik dari SD sampai SMP. “Orangtua saya sudah mengenal Tuhan, jadi dari kecil kami sudah dikirim ke Sekolah Minggu,” jelas Calvin. Pada saat ia duduk di kelas 5 SD, Pembina Sekolah Minggu datang ke rumah meminta izin orangtuanya supaya Calvin boleh ikut retret. “Saya tidak ingat kalau ditanya kapan saya mulai bertobat, tapi saat retret itulah titik awal dimana saya mulai sungguh-sungguh kenal Tuhan. ”Sejak saat itulah dia mulai rajin ikut Paduan Suara dan pelayanan lainnya di GKI Stadion Semarang. Di GKI Stadion ini juga Calvin dan Flora bertemu sejak dari Sekolah Minggu. “Saya masih punya foto dia saat masih Sekolah Minggu,” tutur Calvin sambil tersenyum. Mereka sama-sama mengambil pelayanan seperti misalnya paduan suara, perkunjungan, dan aktif sebagai pengurus remaja. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 17

17

12/17/15 9:35 AM


Calvin bersama orang tua, kakak perempuan dan adik laki-laki

Cinta pada Tuhan ternyata berdampak juga dengan sekolah Calvin, mulai kelas 5 SD itu ia terus menjadi juara. Di sekolah pun ia tidak pernah melakukan keisengan-keisengan layaknya anak remaja. Ketika Nafiri menanyakan apakah ia pernah ikut ‘ngerjain’ guru atau bolos sekolah, Calvin sambil tertawa menjawab ,”Hmm saya ga termasuk kelompok yang itu … waktu itu hampir mau berantem satu kali eh … tapi akhirnya tidak jadi juga,” diiringi gelak tawa Flora. Masa SMP telah usai dan saatnya ia harus memutuskan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Calvin mendaftar ke SMA favorit yaitu SMA Negeri 3 dan berhasil diterima. Lingkungan yang berbeda, dimana murid keturunan Tionghoa dan Kristen yang jumlahnya minoritas membawa pengalaman baru untuk Calvin. “Gak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin coba masuk ke sekolah negeri; dan ketika sudah masuk ada sedikit pergumulan, semuanya berbeda; karena, dari kecil saya selalu sekolah swasta. Tapi buat saya ini adalah suatu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan, saya merasa ini adalah sesuatu yang baru, yang memperkaya wawasan saya,” kata Calvin. Di sekolah negeri, Calvin tetap aktif ikut perkumpulan siswa Kristen meski jumlah anggotanya sedikit. Kecintaan dan takut akan Tuhan memang sudah ada sejak mereka masih remaja, Flora mengingat ketika suatu malam mereka kumpul bersama teman-teman untuk belajar menghadapi ujian SMA, dan salah satu teman membawa kunci jawaban, mereka tetap berteguh hati untuk tidak buka kunci jawaban yang ada di bawah meja kaca. “Pergaulan teman-teman sangat penting,” kata Flora. 18

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 18

12/17/15 9:35 AM


Bersama teman vokal grup GKI Stadion Semarang

Bersama teman padus Sion GKY Greenville

Masa Muda Masa Berkarya Calvin dan Flora tertawa ketika Nafiri menanyakan kapankah mereka mulai ‘jadian’, mengingat mereka sudah saling kenal sejak Sekolah Minggu bersama. “Saya mulai tertarik pada Flora sejak SMA dan rasanya jadian setelah lulus SMA,” kata Calvin. Tahun 1990 mereka samasama merantau ke Jakarta, meskipun kuliah di dua universitas berbeda (Calvin di Teknik Informatika Binus dan Flora di Ekonomi Untar), mereka tetap beribadah di gereja yang sama yaitu GKY Greenville (dulu: GKJMB Greenville ) seperti pesan keluarga Flora dari awal.

Bersama vokal grup Tehila GKY BSD

Menikah di tahun 1997, mereka tinggal di Gading Serpong meskipun masih aktif melayani di GKY Greenville, beberapa kali mereka mulai ikut kebaktian di GKY BSD. Seiring berjalannya waktu, tahun 1999 akhirnya mereka benar-benar full beribadah dan pelayanan di GKY BSD. Ini bisa dilakukan setelah Flora Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 19

19

12/17/15 9:35 AM


melepas pelayanan di Greenville sebagai pelatih paduan suara White Lily dan Remaja. “Saya berpikir kalau kita tetap di Greenville mungkin lebih sulit untuk mengambil pelayanan maksimal karena jarak yang cukup jauh. Hanya bisa ibadah umum di hari Minggu saja,” kata Flora menjelaskan. Perbincangan kami makin seru ketika Calvin menceritakan tentang pekerjaannya. Keuletan Calvin memang sudah dimulai dari bangku kuliah, di semester 5 Calvin kerja sebagai programmer di sebuah perusahaan obat, Ciba Geigy Swiss, sambil mengambil kuliah malam di Binus. “Setelah lulus tahun 1995 saya langsung bekerja di Nestle, jadi sampai sekarang sudah 20 tahun di perusahaan ini. Saya dapat assignment ke luar negeri ditahun 2001 selama 2 tahun di Swiss, dimana saat itu Bryan masih kecil sekali dan Jason malah lahir di sana.”

20

Sepulangnya ke Indonesia, Calvin sempat mengambil kuliah S2. Pada waktu ia sedang kuliah, perusahaan sempat meminta Calvin berangkat lagi untuk ditempatkan ke Taiwan dan Dubai. “Saya bilang sama perusahaan, nanti kalau kuliah saya sudah selesai, saya siap dikirim ke mana saja.” Akhirnya memang pada saat selesai kuliah dikirimlah Calvin ke Beijing, Tiongkok di Mei 2010. “Semuanya memang sudah rencana Tuhan,” kata Flora. Ia menceritakan satu peristiwa di tahun 2008, ketika Calvin mengikuti training singkat di Tiongkok, ia sempat bertemu dengan pimpinan Supply Chain di sana. Walaupun hanya 10 menit saja tapi ternyata sosok Calvin cukup berkesan di benak pimpinan itu sehingga waktu China butuh orang untuk mengatur departmen barunya, Calvin dipercaya untuk memimpin di sana.

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 20

12/17/15 9:35 AM


Berjalan Bersama Tuhan Di Tiongkok Pergumulan awal pada saat mereka memutuskan akan pindah ke Beijing adalah memberitahu anakanak yang saat itu kelas 2 SD dan 5 SD. “Bukan hal yang mudah karena anak-anak sudah nyaman dengan kehidupan di Indonesia, dan harus meninggalkan saudara dan temanteman di sini,” tutur Flora. Calvin minta waktu sampai masa kenaikan kelas anak-anak. Calvin berangkat 3 bulan lebih awal sambil menyiapkan sekolah dan gereja tempat mereka kelak beribadah. “Sekolah internasional bagus kebanyakan di pinggiran kota, sedangkan kantor Calvin ada di tengah kota, dan kami ingin merasakan tinggal di tengah kota,” kata Flora. Akhirnya setelah berkeliling, ada satu sekolah internasional asal Hongkong yang tidak terlalu jauh dari apartemen tempat mereka tinggal dan keuntungan buat Flora karena sangat dekat dengan pasar. Flora menjelaskan, “Kami mantap menyekolahkan anak-anak ke sana setelah wawancara dengan pihak sekolah dan digaransi anak-anak akan mahir berbahasa Mandarin meskipun sekolah internasional, itu merupakan satu poin penting buat kami.”

Pemerintah Tiongkok sangat ketat, ada pemisahan sekolah untuk orang Tiongkok lokal dengan orang Tiongkok yang punya paspor asing. “Jadi tidak heran pihak sekolah berani garansi seperti itu karena murid-murid di situ banyak keturunan Tiongkok juga meski paspornya dari Kanada, Australia, Amerika, dan sebagainya,” kata Flora. Satu hal besar sudah dibereskan, dan anak-anak mulai menikmati sekolah di sekolah internasional, dengan fasilitas dari kantor Calvin, “Sekolah internasional mahal banget ... harganya gak masuk akal.” Bekerja di lingkungan yang baru, dengan latar belakang budaya yang berbeda dan sumber daya manusia yang lebih individual dibanding di Indonesia, juga merupakan pergumulan tersendiri bagi Calvin. “Di Tiongkok, perusahaan Nestle masih relatif baru sehingga proses di dalamnya masih belum standar, juga market Tiongkok yang sangat luas. Ada gap bahasa juga, ketika meeting kita berbahasa Inggris tapi Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 21

21

12/17/15 9:35 AM


ketika diskusi makin seru langsung berubah jadi Mandarin, dan saya ga bisa ngikutin ... karena bahasa teknis,” ujar Calvin. Selama 20 tahun bekerja di Nestle, pengalaman bekerja di Tiongkok merupakan yang paling sulit. “Orangorangnya masih baru, bisnisnya lebih kompleks, karena geografis yang luas, perubahan cepat sekali di Tiongkok.” Calvin teringat kata-kata temannya saat ia memutuskan pindah ke Tiongkok, “Kamu nanti ibarat sedang mengendarai mobil balap, ada kerusakan, tapi gak boleh berhenti, jadi harus perbaikan sambil jalan, saking cepatnya pertumbuhan perekonomian di sana.” Kehidupan sehari-hari di sana juga membuat mereka makin dibentuk untuk lebih sabar dan bergantung pada Tuhan. “Kita pernah makan di restoran pengen minta kecap asin, gak tau musti ngomong apa, akhirnya Calvin telepon Papa di Indonesia untuk tanya apa sebutannya untuk kecap asin.” tutur Flora sambil menahan geli. Tiap hari Calvin berangkat kerja dan anak-anak sekolah, Flora yang mengurus rumah tangga berangkat ke pasar dan menyiapkan makanan untuk mereka. Belanja di pasar juga merupakan pengalaman baru buat Flora, dengan muka Chinese tapi logat bicara berbeda membuat para pedagang memberikan harga yang lebih mahal daripada orang lokal. Namun dia tetap menikmati kesehariannya di sana, dan menganggapnya sebagai satu pengalaman hidup yang patut disyukuri.

22

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 22

12/17/15 9:35 AM


“Awal-awal di Tiongkok saya berasa seperti orang buta huruf kalau di supermarket, ada papan tulisan yang saya tahu itu pasti diskon … tapi saya ga tau mana item yang didiskon,” kata Flora sambil tergelak. Ketika sudah ada pembantu rumah tangga, ia mulai punya waktu untuk berkunjung ke sekolah anak-anak dan berteman. “Saya sempat ambil kursus Mandarin di satu universitas selama hampir 1 tahun, naik angkutan umum selama 1,5 jam tiap kali berangkat, sempat bikin saya pengen nyerah juga,” ujarnya. Hal prioritas yang juga sudah disiapkan Calvin sebelum keluarganya datang adalah kehidupan rohaninya. Ia mulai mencari gereja yang dirasa sesuai untuk mereka bersama, di gereja yang disebut Beijing International Christian Fellowship (BICF) dan disitu ada Indonesian Congregation. “Dari minggu pertama saya datang saya langsung bergereja di sana, 90% isinya mahasiswa dan sisanya orang kerja, orang kedutaan. Itu satu gereja besar yang diberikan izin oleh pemerintah Tiongkok dan di dalamnya ada gereja-gereja kecil seperti Indonesian Congregation, Cantonese Congregation, dan dari negara-negara lain.”

Pergumulan selanjutnya adalah untuk sekolah minggu Jason dan Bryan yang sudah menginjak remaja. Karena hanya ada ibadah umum, kebanyakan pemuda dan hamba Tuhan hanya ada sepasang suami istri.“ Jadi akhirnya Jason ikut di sekolah minggu internasional, dan Bryan mau tidak mau ikut kebaktian umum kita meskipun khotbahnya mungkin kurang mengena,” jelas Flora. Dengan bertambahnya keluarga yang datang beribadah di BICF, mereka sempat meminta hamba Tuhan untuk mengadakan ibadah untuk remaja, dengan hanya 8 anak. Di gereja ini juga Flora sempat mengajukan diri membentuk dan melatih paduan suara. Pengalaman yang menakjubkan juga ketika mereka melihat kehidupan rohani orang lokal yang sangat semangat antri di depan gereja di malam Natal yang dingin dan bersalju. “Bisa sampai berblok-blok dengan cuaca ekstrem seperti itu demi ikut kebaktian Natal,” cerita Flora.

Melatih paduan suara di BICF Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 23

23

12/17/15 9:36 AM


Kejadian Mengejutkan di Tiongkok Beberapa bulan sebelum kepulangan ke Indonesia, ada satu pengalaman yang tidak mengenakkan dan baru pertama kali mereka alami, kejadian yang sangat membuat mereka terkejut. Pada suatu hari Minggu, sepulang dari gereja, anak-anak naik ke apartemen untuk mengambil barang. Dan tiba-tiba Jason telepon memberitahu bahwa pintu apartemen sudah dirusak. Laptop baru anak-anak yang sedang di-charge, HP, jam tangan, dan sejumlah uang asing semua hilang lenyap. Mereka coba mengurus ke pihak apartemen dan kepolisian berbulan-bulan tapi tetap tidak ada hasil. “Sebetulnya yang paling parah bukan kerugian materialnya, tapi anakanak sempat ada trauma. Jason ga berani ditinggal di apartemen sama sekali, padahal pengamanan apartemen sangat amat ketat, sehingga memang kami pikir pencurian tersebut dilakukan oleh orang dalam … mungkin pembantu yang terakhir kerja,” ujar Flora. Kejadian ini sempat membuat Calvin bertanya-tanya pada Tuhan, ”Kenapa kok kita udah mau pulang malah ada kejadian seperti ini … yah mungkin Tuhan punya rencana yang kita tidak tahu … mungkin supaya kita ga bergantung juga dengan hasil apa yang sudah kita dapat selama ini,” kata Calvin yang disetujui oleh Flora. Menikmati Kembali Kehidupan di Indonesia Merenungkan kembali perjalanan keluarga mereka, Calvin sangat bersyukur dengan kebaikan Tuhan sampai saat ini. Semua masalah, tempat ibadah, pekerjaan, sekolah anak-anak, iklim yang ekstrem, budaya lingkungan yang berbeda, semua dapat mereka lewati dengan baik bersama Tuhan sampai pulang kembali ke Indonesia. Di sini Calvin dan Flora tetap aktif sebagai anggota PS Sanctus, dan Flora mengajar angklung para oma opa di Komisi Kaleb. Anakanak juga dilibatkan dalam pelayanan di GKY BSD. “Semua yang terjadi, adalah anugerah Tuhan, kami boleh merasakan kerja dan tinggal di Swiss, kemudian di Tiongkok dan anak-anak bisa sekolah di sekolah internasional dengan biaya dari perusahaan … tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” ujar Calvin menutup pembicaraan dengan penuh syukur

24

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 24

12/17/15 9:36 AM


Nama Lengkap Nama Panggilan Tempat/Tanggal Lahir Nama Istri Nama Anak

: Calvin Widjaja : Calvin : Pematang Siantar, 1972 : Flora Setiabudi : Bryan Jeremy Widjaja (19 99) Jason Nathanael Widjaja (2000)

Riwayat Pendidikan SD Theresiana, Sema ran (lulus 1981) SMP Theresiana, Sema rang (lulus 1987) SMA Negeri 3, Sema rang (lulus 1990) Binus, Jakarta IPMI, Jakarta (lulus 1995) (lulus 2009) Riwayat Pekerjaan PT. Ciba-Geigy Indones ia, Jakarta (1993-1995) PT. Nestle Indonesia, Jakarta (19 95-sekarang) Nestle S.A ., Vevey, Sw itzerland (20 01 -2002) Nestle China, Ltd., Be ijing, China (2010-2013) Riwayat Pelayanan Pengurus Komisi Pemuda , Gereja Kristus Yesus (G KY) Greenville (1991-19 95) Paduan Suara Sion Pemu da & Pasutri, Gereja Kristus Yesus (G KY) Greenville (1990-19 99) Liturgis Kebaktian Umum , Gereja Kristus Yesus (G KY) BSD (2005-sekarang) Paduan Suara Sanctus 1, Gereja Kristus Yesus (G KY) BSD (2003-sekarang)

“

“

Semua yang terjadi, adalah anugerah Tuhan.... Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 25

25

12/17/15 9:36 AM


26

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 26

12/17/15 9:36 AM


/ GI. Langgeng Harjanto /

d a s e o r a n g Kristen yang menuliskan surat kepada Billy Graham. Isi suratnya menceritakan tentang kekhawatiran yang dirasakannya terkait dengan arti Natal yang diekpresikan dalam keluarganya. Orang Kristen ini menuliskan bahwa dia khawatir kalau arti Natal yang sejati telah hilang dalam keluarganya. Aktivitas pada saat Natal di keluarganya lebih fokus pada hadiah, dekorasi dan pestanya. Kemudian di akhir suratnya orang ini bertanya kepada Billy Graham, “Apa yang harus kami lakukan supaya tetap dapat merayakan Natal dalam arti Natal yang sebenarnya?�

Penulis surat tersebut memiliki kegelisahan melihat kebiasaan keluarganya dalam merayakan Natal yang hanya sibuk pada asesoris Natal saja, bukan inti Natalnya. Kesibukan mencari hadiah, kegalauan jikalau belum mendapatkan hadiah yang pas dan masih banyak kegalauan yang tidak sepatutnya ada di dalam kehidupan orang Kristen. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 27

27

12/17/15 9:36 AM


Di hari Natal semua orang nampaknya bersukacita. Wajah setiap orang Kristen nampak lebih ceria dibanding bulan lainnya. Apakah benar wajah ceria itu bersukacita karena Natal? Tetapi sukacita Natal yang mana? Sukacita Natal yang ada di department store-kah? Sukacita karena THR di hari Natalkah? Karena kata “sukacita” sendiri pada saat ini sudah sangat umum dan begitu sering diucapkan oleh orang Kristen sampai akhirnya “sukacita” hanya sekedar ungkapan dari perasaan emosi yang sedang bahagia. Padahal sukacita yang sebenarnya bukanlah sebuah spontanitas untuk mengungkapkan sebuah perasaan. Lalu apa sebenarnya sukacita yang sejati? Mungkinkah kita bisa merasakanya saat ini? Jikalu mungkin, bagaimana caranya?

28

Apakah Sukacita itu? Diantara kitab Injil, Injil Lukas paling banyak memuat kata sukacita dalam tulisannya sehingga tidak berlebihan jikalau Injil Lukas disebut sebagai Injil sukacita. Dalam menerangkan kata sukacita Injil Lukas memasukkan perumpamaan tentang domba yang hilang, anak yang hilang dan dirham yang hilang. Masingmasing perumpamaan tersebut menceritakan bagaimana sukacita saat hal yang dianggap berharga hilang dan ditemukan lagi. Disamping itu Lukas juga membuka tulisannya dengan kisah kelahiran Yesus, yang diartikan oleh malaikat sebagai sukacita besar bagi dunia, Dalam Lukas 2:10–11, “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ‘Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.’” Ada hal yang menarik dari dari kisah perumamaan

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 28

12/17/15 9:36 AM


dan kelahiran Yesus, yang satu mengajak pembaca merasakan sukacita dari yang menemukan, dan yang satu lagi mengajak pembaca merasakan sukacita yang ditemukan. Siapa yang ditemukan? Kitalah sebagai manusia yang berdosa, terhilang dan ditemukan Allah. Karena itu dapat kita katakan peristiwa Natal adalah perjalanan kasih Allah yang mencari manusia dan menemukan, sehingga kita bersukacita merasakan kasih-Nya dan diri-Nya. Rahasia sukacita yang diangkat oleh Lukas terletak pada kelahiran Yesus Kristus. Yesus adalah sebab sukacita, hal ini dijelaskan Lukas melalui yang disampaikan malaikat “Juruselamat, Kristus Tuhan, dikota Daud.� Yang lahir ini bukanlah seorang yang nantinya akan menjadi juruselamat tetapi Sang Juruselamat sendiri yang datang ke dunia. Kristus berarti yang diurapi, yaitu Mesias. Di dalam diri Yesus pengharapan Israel berada. Dia adalah Kristus Tuhan, pencipta dunia; Yang Berkuasa, pengatur dunia. Dengan demikian yang lahir ini adalah sumber sukacita. Lahir di kota Daud, mengingatkan pada peristiwa Allah mengutus nabi Samuel untuk mengurapi Daud menjadi raja Israel menggantikan Saul. Dan saat ini Allah ingin menunjukkan janji-Nya untuk memberikan pemulihan kepada Israel digenapi dalam Yesus yang lahir di kota Daud. Yesus yang seperti inilah yang menjadi harapan untuk memberikan kelepasan. Pengalaman kelepasan dan keselamatan memberikan sukacita bagi umat Allah Perjanjian Lama. Demikian juga kedatangan Mesias, yang melepaskan umat-Nya dan memberikan keselamatan menjadi dasar sukacita dalam Perjanjian Baru. Dari sini sukacita yang disampaikan oleh Lukas terkait dengan seorang pribadi dan tindakan yang dilakukan oleh pribadi tersebut; Dialah Tuhan Yesus Kristus yang memberikan kelepasan dari dosa. Karena itu sukacita ini masuk dalam bagian akibat dari wahyu khusus, karena Allah menyatakan dalam diri Yesus Kristus dan semua yang dilakukan oleh Yesus Kristus kepada manusia. Tidak semua orang mendapatkan sukacita yang seperti ini karena tidak semua orang percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Tidak berlebihan juga jika dikatakan sukacita ini adalah anugerah (bukan kebetulan kata sukacita dalam bahasa Yunani chara yang memiliki akar kata yang sama dengan anugerah, charis). Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 29

29

12/17/15 9:36 AM


Bagaimanakah Sukacita itu? Sukacita tidaklah sama dengan rasa senang yang berasal dari kesenangan yang terkadang bersifat instinctual. Sukacita bukan sebuah perasaan bahagia yang muncul tiba-tiba tanpa ada alasan. Sukacita melibatkan proses menggumulkan apa yang diketahui dan diimani dengan fakta yang dihadapi. Jadi perasaan mengalami sukacita tidak mungkin tidak melewati bagian yang telah Tuhan anugerahkan pada manusia yaitu pikiran dan kemampuan untuk menilai. Paulus sendiri pun mengalaminya, kepada Jemaat di Filipi dikatakan, “Dan aku akan tetap bersukacita,� (Filipi 1:18) kalimat ini dituliskan saat dirinya di dalam penjara dan ada orang-orang yang berusaha memberatkan Paulus dalam penjara dengan memberitakan Injil untuk kepentingan sendiri. Pertanyaannya mengapa Paulus dapat bersukacita di tengah keadaan seperti itu? Karena Paulus tetap percaya pada hikmat dan kebaikan Tuhan di tengah penderitaan yang dialaminya. Paulus percaya bahwa penderitaan yang dialaminya pun tidak akan mengurangi kemajuan Injil. Di sisi lain Paulus percaya bahwa hidup dan matinya sama-sama merupakan hal yang luar biasa, karena hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Dengan demikian sukacita yang dirasakan oleh Paulus merupakan hasil pergumulan dari pengetahuannya tentang apa yang dia percayai dengan fakta yang dihadapinya. Hasil pergumulannya ini menghasilkan sukacita karena apa yang dia ketahui dan yang dipercayai adalah pada Allah. Sukacita adalah perasaan senang, bahagia yang luar biasa, seperti yang dikatakan Charles Spurgeon, “Joy in God is the happiest all of joy.�

30

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 30

12/17/15 9:36 AM


Joy in God is the happiest of all joy - Charles Spurgeon Ini tidak berarti bahwa sukacita itu hasil dari kemampuan manusia yang sepertinya bukan anugerah. Sukacita yang dialami oleh orang percaya tetap merupakan anugerah dan karya Roh kudus. Tuhan Yesus telah memberitahukan bahwa Allah Roh kudus menjadi jaminan, menyertai dan berkarya dalam kehidupan orang percaya untuk mengajarkan, mengingatkan akan semua yang telah Kristus katakan (Yohanes 14:26). Sehingga dari sini tidak mungkin proses apa yang dipercayai, diketahui, dipikirkan, digumulkan oleh orang percaya terlepas dari karya Roh kudus. Sukacita yang Allah sediakan menopang kehidupan orang percaya. Seperti yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus “... sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita....�–2 Korintus 6:10. Sukacita yang Tuhan berikan menopang kehidupan Paulus sekalipun dirinya dihina, nyaris mati, dihajar.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 31

31

12/17/15 9:36 AM


Sukacita Natal Masih Ada Saat Ini Sukacita Natal masih ada saat ini, tetapi kita harus lebih berusaha dengan sengaja untuk memikirkan dan merenungkan kasih Tuhan. Ibaratnya, sukacita Natal itu saat ini sudah tertindih dengan berbagai kesenangan zaman, berada di tempat paling bawah sehingga mungkin sudah terlupakan atau tersarukan dengan berbagai kesenangan zaman ini. Kita harus mengangkat kembali dan menjadikan yang utama karena sukacita yang Allah sediakan adalah penopang kehidupan kita. Ada beberapa hal yang menandai zaman ini, pertama, zaman yang mengejar happiness sebagai tujuan akhir dari kehidupan ini. Happiness ini adalah apa pun yang bisa membuat mereka mengalami kebahagiaan maka akan mereka kejar. Karena prinsip ‘apa pun’ sehingga mereka tidak suka dengan konsep dosa karena itu konsep penebusan pun tidak mereka perlukan. Kedua, zaman menggerakkan manusia sebagai consumer being, sehingga nilai diri manusia telah berpindah pada apa yang mereka miliki. Ketiga, zaman yang menekankan keautentikan. Hidup dalam keautentikan dalam zaman ini berarti hidup berdasarkan kebenaran diri sendiri, menolak sistem yang menghalangi kebebasan. Inilah akibat dari dosa sehingga manusia gagal memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang seharusnya kita temukan, atau kita gagal mencari kesenangan sebagai ciptaan Allah. Kita malah menikmati hal-hal yang merugikan dan yang sementara, dan yang akan membuang kepuasan sejati. Apakah orang-orang ini merasakan bahagia? Mereka bahagia. Tetapi kebahagiaan mereka tidak dapat menopang kehidupan mereka.

32

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 32

12/17/15 9:36 AM


Sukacita dapat kita rasakan kembali melalui kontemplasi dan persekutuan orang percaya. Hidup orang percaya haruslah hidup yang berkontemplasi. Hidup yang berkontemplasi tidaklah selalu menarik diri dalam kesunyian, atau tidak peduli dengan dunia, tetapi justru lebih serius memperhatikan dunia ini. Di dalam hidup yang berkontemplasi kita akan mengalami seperti yang Paulus katakan “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam ku....� John Piper dalam tulisannya menuliskan bahwa orang Kristen dapat memuliakan Allah ketika minum orange juice. Bagaimanakah John Piper menerangkan hal ini? Ketika kita percaya baik orange juice maupun kekuatan untuk kita meminumnya sebagai pemberian Tuhan maka kita sedang memuliakan Tuhan (1 Korintus 4:7, 1 Petrus 4:11). Bagaimana dengan sukacita Natal? Saya akan memakai contoh seorang penyanyi rohani bernama Steven Curtis Chapman. Chapman mengalami duka yang sangat dalam karena anaknya yang bungsu meninggal dunia. Perasaan kehilangan begitu sangat membuat mereka menderita. Tetapi dukacita karena rasa kehilangan digantikan dengan perasaan sukacita saat dia merenungkan berita Natal yaitu Allah bersama-sama dengan manusia. Dan pengalaman ini dia tuangkan dalam Album Natalnya yang berjudul Joy. Saat CBN datang mewawancarainya terkait dengan album Natal barunya yang diberi tema Joy. Chapman menjelaskan berita Natal memberikan sukacita dalam keluarganya karena Allah bersama-sama dengan mereka dan memberikan pengharapan bagi mereka di tengah kedukaan. Sukacita Natal masih ada. Kita juga dapat merasakan sukacita Natal dalam persekutuan dengan orang percaya. Di dalam persekutuan orang percaya anugerah Tuhan yang luar biasa menyelamatkan banyak orang dari berbagai suku bangsa. Dan di dalam persekutuan orang percaya kita dapat menyaksikan sukacita yang Allah berikan dalam kehidupan orang percaya lainnya. Seharusnya kita bersukacita karena karunia Tuhan dinyatakan dalam kehidupan orang percaya lainnya

/ Penulis adalah Penatua Khusus GKY Pos Pamulang Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 33

33

12/17/15 9:36 AM


34

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 34

12/17/15 9:36 AM


/ Deirdre Tenawin /

Sebut saja lagu “Di Dalam Doa Ibuku Namaku Disebut” yang dinyanyikan Nikita pada album pertamanya, saat ia masih berusia 7 tahun. Kesuksesan album pertama yang penjualannya mencapai 400 ribu copy tersebut kemudian disusul secara konsisten dengan album-album berikutnya. Album terakhir Nikita berjudul Pemilik Hidupku rilis pada tahun 2014 kemarin dan menjadi album ke-13 yang dipersembahkan Nikita. Nikita sudah mulai melayani Tuhan dengan suara emasnya sejak berusia 5 tahun. Ia banyak ambil bagian dalam pelayanan di sekolah dan gereja-gereja, yakni GKI Kayu Putih dan Gereja Santo Yakobus. “Awalnya sih karena memang hobi nyanyi yah dan sudah pasti di-support sama orangtua juga, terus memang suka sama lagu-lagu gereja. Listening to gospel songs gives me peace,” tutur anak sulung penggemar berat Celine Dion, Ed Sheeran, Sara Bareilles, Rachael Lampa, dan Hillsong ini. Mendedikasikan diri secara penuh sebagai penyanyi rohani, gadis bernama lengkap Raden Natashia Nikita Soedjono ini mengaku tidak tertarik untuk terjun ke dunia musik sekuler. “Hahaha. Itu pilihan sih yah. Memang ada tawaran untuk nyanyi lagu-lagu sekuler juga. Balik lagi buat Niki kalau nyanyi lagu rohani itu ‘rasa’nya lain. Itu adalah salah satu bentuk penyampaian rasa syukur Niki karena Tuhan udah begitu baik sama Niki.” Lewat lagu-lagu yang dinyanyikannya, Nikita berharap bisa membagikan rasa syukur itu kepada orang lain dan memberkati sebanyak mungkin orang. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 35

35

12/17/15 9:36 AM


Ada sebuah kesaksian mengharukan dari salah seorang pelaku penjarahan pada kerusuhan Mei 1998 yang bertemu Tuhan lewat album Nikita. Orang itu ikut menjarah sebuah toko elektronik di Jakarta Barat dan salah satu barang yang ia ambil adalah tape recorder, dimana kebetulan di dalamnya terdapat kaset Ada Ampun Bapa Bagimu, album ketiga Nikita. Beberapa hari kemudian, orang itu memutar kaset di dalam tape dan merasa sangat tersentuh dengan lagu yang didengarnya. Orang itu merasa harus mengembalikan barang-barang yang ia jarah dan memberanikan diri untuk mendatangi toko yang ia jarah. Pemilik toko ternyata sangat berterima kasih dan mengangkatnya sebagai anak hingga menyekolahkannya ke perguruan tinggi.

Sampai-sampai kepada tim Nafiri, Nikita mengatakan janjinya akan tetap melayani Tuhan hingga giginya copot semua. Penyertaan Tuhan begitu dalam dirasakan Nikita. Meskipun ia lahir dalam keluarga Kristen, dimana papa dan mamanya telah memperkenalkan Tuhan Yesus padanya sejak kecil melalui sekolah minggu, namun pengenalan pribadinya dengan Tuhan justru baru dirasakannya setelah beranjak dewasa. “Banyak kejadian yang membuat Niki bertanya kenapa, kok harus ngalamin yang kayak gini. Tapi di saat-saat seperti itu, bahkan ketika Niki gak bisa mengandalkan manusia, kasih Tuhan tetap terasa,” katanya. Berhadapan dengan jalan buntu di kehidupannya, Nikita menemukan harapan dan kekuatannya di dalam Yesus.

I WOULDN’T CHANGE A THING Sebagai penyanyi rohani pun, Niki mengaku juga banyak dikuatkan oleh lagu-lagu yang dibawakannya, terutama saat melewati masalahmasalah yang berat dalam hidupnya. “Kalau dikasi kesempatan mengulang kehidupan dari nol, I wouldn’t change a thing. Kalau di ‘kehidupan yang lain’ itu Niki masih dikasi kesempatan untuk pelayanan, I will still choose this path,” Niki berucap dengan semangat.

MENANTI-NANTIKAN NATAL Menyambut hari Natal, Nikita mengaku sangat senang karena hari Natal adalah hari yang paling dinantinantikannya sepanjang tahun, bahkan melebihi hari ulang tahunnya sendiri. Bagi Nikita, Natal adalah momen dimana ia sekali lagi diingatkan akan cinta Bapa yang begitu dalamnya. Sampai-sampai Ia memberikan satu-satunya anak yang dikasihi-Nya sebagai hadiah bagi manusia. Natal

36

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 36

12/17/15 9:36 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 37

37

12/17/15 9:36 AM


adalah saat untuk berbagi. Tidak harus dalam bentuk kado, tetapi yang lebih penting berbagi dengan cara mengingatkan orang-orang di sekitar bahwa mereka disayangi oleh kita dan oleh Tuhan. Itulah yang paling penting menurut Nikita. Setiap hari Natal, Nikita selalu menghabiskan waktunya berkumpul bersama keluarga. Ia dan keluarganya bersama-sama pergi ke gereja untuk beribadah Natal, kemudian makan bersama hingga berkumpul di rumah sembari menghias pohon Natal dan ditemani lagu-lagu Natal. Meskipun kegiatan ini dilakukan setiap tahun, Nikita tetap merasa sangat bahagia bisa menikmati damai dari Tuhan Yesus bersama keluarganya. Bahkan ia justru berharap kebiasaan dalam keluarganya ini bisa terus dilakukan. Nikita juga berharap suatu saat nanti, ia pingin sekali membuat album Natal dengan konsep orkestra. Ia juga ingin bisa membuat album dimana ia terlibat dalam semua penulisan lagunya, seperti Adele, idolanya yang menulis semua lirik lagu di albumnya. Ketika tim Nafiri bertanya pada Nikita tentang pergumulannya yang ingin didoakan, ia menjawab.” Niki minta didoain aja supaya Tuhan terus jaga dan berkati semua orang, dan supaya Tuhan terus kasih Niki kesempatan untuk jadi saluran Tuhan buat beritain kasih-Nya ke orangorang di sekeliling Niki maupun orang-orang yang Niki gak kenal. God’s unconditional and endless love. Whatever we’ve done, wherever we’ve been, He loves us still. Niki pengen sebanyak mungkin orang tau tentang kasih Tuhan.” 38

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 38

12/17/15 9:36 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 39

39

12/17/15 9:36 AM


40

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 40

12/17/15 9:36 AM


/ Hendro Suwito /

B

anyak tokoh, khususnya di dunia bisnis, yang menekankan bahwa yang pasti adalah change (perubahan atau ketidakpastian itu sendiri). Dan hidup ini memang dipenuhi oleh berbagai hal-hal tak terduga yang terus membawa change pada kehidupan kita. Kecelakaan, sakitpenyakit atau bahkan kematian bisa menyapa dan membawa perubahan total pada kehidupan kita. Salah satu perubahan yang terjadi di antara kita adalah berpulangnya saudara kita Kwee Mie Twan Oktober lalu. Minggu masih hadir segar bugar di gereja dan Selasa subuh mendadak dipanggil pulang oleh Tuhan. Perjalanan kehidupan memang penuh misteri. Dan kita tidak bisa

menduga apa yang bisa saja terjadi di tikungan jalan yang ada di depan langkah hidup kita. Pak Pendeta Joni Sugicahyono, dalam khotbah penghiburan yang disampaikan bagi almarhum Pak Kwee, menyatakan kekagetannya ketika mendengar kabar tentang Pak Kwee, pribadi yang tak banyak bicara tetapi selama ini demikian setia hadir dalam ibadah dan persekutuan doa. Yang menarik, dalam khotbahnya, Pak Joni menekankan bahwa bagi kita para pengikut Kristus, kematian yang dialami oleh tubuh kita ini hanyalah sekedar bayangbayang, hanya bayangan; bukan sesuatu yang nyata dan harus ditakuti. Bagi pengikut Kristus ada kehidupan yang tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh kematian tubuh kita. Tubuh kita boleh saja Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 41

41

12/17/15 9:36 AM


berhenti berfungsi, tetapi jiwa kita yang telah ditebus oleh Kristus akan tetap hidup dan akan menyatu dalam kehangatan kekekalan bersama Tuhan.

Merah Muda Tiga hari sebelum mendengar kabar tentang Pak Kwee, saya mendapat kiriman film pendek– hanya 9 detik–lewat WhatsApp dari seorang kawan lama. Filmnya tentang seorang anak perempuan yang belum 2 tahun usianya, baru mulai asyik karena bisa berjalan. Gadis kecil yang memakai sweater merah muda dan celana biru tua itu sedang belajar berjalan di suatu pelataran. Dia sedang berteriakteriak sambil berlari-lari ketakutan. Apa yang membuat dia demikian takut? Ternyata dia sedang ketakutan pada bayangannya sendiri. Dia mencoba berlari-lari agar tidak ‘dikejar’ oleh bayangan itu. Tetapi, ketika dia menoleh dan melihat ke bawah lagi, ternyata bayangan itu tetap mengikuti dia.

42

Dia mencoba berlari lagi ... dan akhirnya terjatuh dalam tangis dan teriakan penuh ketakutan. Melihat sweater cukup tebal yang dipakai, film pendek ini tampaknya dibuat di negara yang punya empat musim. Dan pagi itu memang matahari sedang bersinar terang sekali karena negaranya tidak terganggu oleh kabut asap. Gadis kecil ini ketakutan karena dia belum punya pemahaman tentang apa itu bayangan dan bahwa itu hanyalah fenomena alam yang terjadi akibat adanya sinar yang dipancarkan matahari pagi itu. Padahal, bayangan–seperti ditandaskan Pak Joni–bukanlah sesuatu yang nyata dan tidak untuk ditakuti. Kematian jasmani kita memang hanyalah sekedar bayangan. Sebagai pribadi yang sudah mempercayakan hidup dan keberadaan kita pada Kristus, tidak ada yang perlu lagi kita khawatirkan dan takuti saat kita harus menghadapi kematian tubuh kita.

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 42

12/17/15 9:36 AM


Tiada Akhir Tetapi, kalau boleh masuk lebih jauh lagi, bagi saya pribadi khususnya, yang saya khawatirkan dan masih membuat gentar selama bertahun-tahun bukanlah kematian raga kita yang fana ini. Yang justru masih sulit untuk saya taklukkan secara tuntas dengan keterbatasan nalar saya adalah untuk sepenuhnya menerima dan percaya secara bongkok’an bahwa di seberang sana ada kehidupan kekal; kehidupan spiritual yang tidak akan ada akhirnya bersama Tuhan, seperti dijanjikan melalui penebusan Kristus. Tanda tanya berikut yang kadang masih mengusik sanubari adalah apakah saya akan bisa ‘menikmati’ sukacita dan bahagia yang tiada akhir seperti ini? Apakah jiwa saya akan menemukan kepenuhan dan kesempurnaannya saat menyatu dalam kehangatan kekekalan bersama Sang Pencipta di surga nanti? Terus terang, masih ada selarik pertanyaan yang masih terus menggelayut dalam dasar hati. Sepanjang perjalanan kehidupan

di dunia ini, hidup saya telah diwarnai dengan berlaksa tawa dan tangis. Ribuan kenangan manis terus saling-silang silih-berganti dengan kegagalan, kepahitan dan penderitaan. Dan semua telah memberi makna dan membentuk keberadaan saya saat ini. Bisa disimpulkan bahwa hanya karena taut-menaut antara tawa dan tangis di sepanjang kehidupan, saya telah menjadi siapa saya sekarang dan menemukan kepenuhan kehidupan saya. Apakah hidup saya di dunia ini akan bisa demikian penuh dan utuh seandainya saya lebih banyak mengalami sukacita dan tawa; dan tidak banyak mengalami penderitaan dan kepahitan? Bisa jadi jawabannya adalah: tidak. Saya sadar bahwa pengalaman pahit, penderitaan dan kegagalan dalam perjalanan kehidupan ini juga telah menjadi unsur utama bagi pembentukan dan keutuhan kepribadian saya. Pertanyaannya: apakah di surga nanti hanya ada ‘susu dan madu’ dan semuanya serba penuh dengan puji-pujian dan Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 43

43

12/17/15 9:36 AM


sukacita? Apakah Tuhan tidak lagi membiarkan kepahitan, derita dan tangisan mengisi jiwa kita? Misteri yang satu ini justru, dengan keterbatasan nalar saya, jauh lebih misterius dan menarik dibanding kematian jasmani kita. Dan sebagai pengikut Kristus yang awam, saya hanya bisa menenangkan hati dan jiwa saya yang kadang gundah bahwa Tuhan pasti tahu apa yang paling baik bagi diri kita, termasuk diri kita secara spiritual. Dengan sepenuh keyakinan, seperti bukti yang telah Tuhan nyatakan di sepanjang hari-hari kehidupan kita secara ragawi di dunia ini–setelah kita boleh menyambut penebusan dalam Kristus–kita percaya bahwa Tuhan lebih tahu apa yang terbaik bukan hanya bagi tubuh jasmani tetapi juga bagi jiwa kita. Dan bahkan seandainya surga itu tidak ada sekalipun–ini hanya sekadar berandai-andai, saya tetap akan bersyukur karena dalam perjalanan kehidupan saya di dunia ini, saya diperkenankan untuk mengenal kasih Kristus dan boleh mengundang Dia menjadi pandu 44

hidup saya. Kasih Kristus yang tak berbatas itu telah membantu membentuk keberadaan saya dan membuka tingkap-tingkap berkat dan sukacita, dan juga kepahitan dan penderitaan, yang semuanya bermuara pada kepenuhan kehidupan yang tak pernah terbayangkan akan bisa saya alami sepanjang jalan pengelanaan ini. Semua anugerah-Nya itu sudah lebih dari cukup untuk saya syukuri dengan seluruh keberadaan saya. Dan kalau ternyata ‘di seberang sana’ nanti ada perjalanan kehidupan yang jauh lebih penuh dan utuh bagi jiwa saya ... biarlah itu menjadi bonus–atau kalau mau lebih Alkitabiah: terpenuhinya apa yang dijanjikan oleh Kristus. Rasanya sudah tidak sabar untuk menyingkap misteri terbesar penciptaan dan kehidupan ini. Tetapi, sabar dulu ya jiwaku... masih ada tugas yang harus dilakukan selama Tuhan masih mempercayakan hari baru untuk dijalani

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 44

12/17/15 9:36 AM


“ Lord’s

heart.

” John Sung

(1901-1942)

John Sung yang lahir di desa miskin di Tiongkok dikenal sebagai penginjil yang sangat fenomenal dan giat mengadakan kebangunan rohani di Asia, termasuk Indonesia. Itu sebabnya dia disebut-sebut sebagai ‘Obor Tuhan di Asia’. Anak pendeta yang sangat cerdas ini mendapat beasiswa ke Amerika dan meraih gelar doktor bidang kimia hanya dalam waktu singkat. Dia melanjutkan studi di Union Theology Seminary dimana imannya sempat terguncang. Tetapi, pada tahun 1927 John menemukan pencerahan sejati tentang Kristus. Sepulang ke Tiongkok, dia terjun sepenuhnya sebagai penginjil untuk membagikan kasih Kristus ke berbagai kalangan dan berbagai negara. Melalui KKR pada kunjungan-kunjungannya ke Indonesia tahun 1935 hingga 1939, ratusan ribu orang mengenal kasih dan penebusan Kristus. Banyak di antara mereka akhirnya menjadi motor bagi pertumbuhan gereja-gereja di Indonesia. Bisa jadi diantara buah-buah pelayanan John Sung itu adalah kakek nenek atau kongco makco Anda.

Jonathan L. Parapak

Saya melihat pengaruh sekularisme sangat keras, termasuk keinginan-keinginan seperti ingin cepat kaya, ingin cepat sukses, dan sebagainya. Ini sangat mempengaruhi moralitas, sehingga jika mereka melihat yang lain begitu (tidak benar), mereka akan ikut tidak benar juga. Soal nyontek dianggap biasa bagi mahasiswa, tetapi hal itu berkaitan dengan moralitas. Jika waktu mahasiswa saja mereka tidak jujur, bagaimana tidak korupsi nanti kalau mereka sudah bekerja?

(Saat diwawancara untuk Nafiri edisi Desember 2010 dimana Beliau menekankan pentingnya integritas dalam kehidupan)

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 45

45

12/17/15 9:36 AM


46

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 46

12/17/15 9:36 AM


/ GI. Himawan T. Pambudi /

onceng Natal segera berdenting, kidung pujian Natal mulai dinyanyikan, bukan hanya via paduan suara gereja, namun sound system pusat perbelanjaan juga. Segala pernak-pernik yang menggambarkan musim Natal mulai tampak. Papan toko mengumumkan diskon barang menjadi pemandangan yang lazim. Belum lagi si pak tua gendut Sinterklas akan populer kembali dengan baju merah dan janggut putihnya. Lalu akan segera datang, masa dimana social media seperti Instagram, Facebook, Snapchat dipenuhi dengan update atau postingan bertemakan Natal.

Sebagian besar anak-anak muda (bahkan yang tidak lagi muda) akan mulai upload acara caroling Natal dengan aksesori topi, mungkin juga lokasi liburan Natal mereka, kadang makan malam besar yang bertemakan kekenyangan, beberapa dari mereka akan upload lilin yang sedang menyala tanda sedang bernyanyi lagu “Malam Kudus� (yang menunjukkan mereka lebih mementingkan memotret dibanding menenangkan hati), atau foto-foto sesudah pelayanan perayaan Natal. Ya, musim yang ramai itu akan tiba! Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 47

47

12/17/15 9:36 AM


Di tengah keramaian, sejatinya kita perlu meneriakkan kewaspadaan: bukankah pohon Natal yang merupakan aksesori tambahan malah menjadi simbol utama menggantikan kesederhanaan palungan? Suara Sinterklas lebih diperhatikan daripada keheningan kelahiran Sang Bayi? Oleh karena itu agaknya, sukacita atau kegembiraan kita saat Natal bisa berbahaya ketika esensi tergerus oleh dekorasi.

Maka, pertama, coba kita membedah keramaian, apa sumber dan perlunya keramaian Natal tersebut? Kenda Creasy Dean, seorang pakar riset mengenai Youth Ministry, dalam buku Passionate Church menulis bahwa anak muda mempunyai longing for transcendence, sebuah kerinduan merasakan sesuatu yang menakjubkan dan mengalami pengalaman perasaan yang menggetarkan hati, memberi efek kebahagiaan dan kesenangan.

Manusia selalu mencari sesuatu yang heboh, meriah, dan bisa memberikan rasa ekstasi yang memuaskan perasaan 48

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 48

12/17/15 9:36 AM


Saya rasa, setiap kelompok usia seperti itu, meski dengan kadar yang berbeda dan bentuk yang berbeda. Manusia selalu mencari sesuatu yang heboh, meriah, dan bisa memberikan rasa ekstasi yang memuaskan perasaan. Maka, segala kerlap-kerlip lampu, kemewahan kembang api, adalah sebuah pelarian manusia modern untuk menggenggam sesuatu yang memuaskan jiwa sepi mereka. Padahal, seperti kata Blaise Pascal, ciptaan takkan memenuhi kekosongan hati kita.Problemnya makin pelik ketika materialisme modern memanfaatkan momentum Natal ini. Materialisme membuat manusia menjadi rakus berbelanja dan menghabiskan uang. Bahkan, perayaan Natal sering menghasilkan sampah yang berdampak buruk bagi lingkungan.

Jika kita bedah dengan kritis, keramaian Natal begitu palsu! Ini yang seharusnya membuat kita meragu, bagaimana seharusnya sebuah pesta Ilahi dirayakan? Maka dari itu, saya mengajak kita mereguk makna yang sejati sukacita Natal melalui Lukas 2:18–40.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 49

49

12/17/15 9:36 AM


Perikop ini memperlihatkan kepada kita sesuatu yang mendalam dan bukan sekedar pernak-pernik. Pertama, sukacita yang menghempaskan ketakutan. Tentu kita mengenal kisah ini dengan baik. Di tengah-tengah rutinitas pekerjaan mereka, gembala-gembala itu mengalami perjumpaan yang mengejutkan. Seorang malaikat Tuhan berdiri di dekat mereka, kemuliaan Tuhan bersinar, dan mereka mengalami ketakutan. Dalam Alkitab, ketakutan semacam ini adalah ketakutan yang wajar hadir ketika berjumpa dengan sosok Ilahi, seperti bangsa Israel pada era Musa, atau kisah nabi Yesaya (Yesaya 6). Perasaan takut yang muncul dari kesadaran atas kekerdilan serta kekotoran mereka. Menariknya, berita pertama yang disampaikan oleh pembawa pesan Allah itu adalah “Jangan takut!” Frasa “jangan takut” begitu penting dalam Alkitab dan khususnya Injil Lukas karena disampaikan berkali-kali (1:13, 2:30). Saya rasa ini menunjukkan perhatian besar Allah terhadap rasa takut manusia. Bukankah takut adalah salah satu permasalahan terbesar umat manusia? Jika “jangan takut” adalah Takut adalah salah satu seruan mula-mula, apa alasan permasalahan terbesar sehingga para gembala tidak perlu umat manusia takut? Jawaban ada pada kalimat berikutnya: Sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Kata kerja “memberitakan” dalam bahasa Yunani euangelizomai merujuk pada sebuah berita sukacita atau berita mengenai kemenangan besar atas lawan. Frasa kesukaan besar, atau great joy memperlihatkan dimensi kesenangan atau sukacita yang punya efek luas, besar dan luar biasa. Secara historis, ide mengenai berita kemenangan yang membawa sukacita besar semacam itu adalah ide yang umum. Kekaisaran Romawi punya konsep dimana kelahiran kaisar Agustus dianggap sebagai titisan dewa yang membawa sukacita besar dengan menghadirkan perdamaian bagi semua orang. Narasi kelahiran Yesus dalam Lukas ini adalah counter tidak langsung kepada pemahaman populer tersebut. Bayi yang memberikan shalom bukan Kaisar Roma, tapi Mesias Yahudi! Dengan seruan ini, para gembala itu tidak perlu takut lagi, ada berita kesukaan besar yang menghempaskan ketakutan mereka! 50

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 50

12/17/15 9:36 AM


“Takut” adalah problem manusia. Saya rasa setiap manusia punya area ketakutan atau fobianya sendiri. Mereka yang masih sekolah, takut kurang berprestasi. Anak muda yang masih jomblo, takut nggak punya pacar, atau ditolak. Pasangan yang mau menikah, takut nggak punya dana. Orangtua yang punya anak, takut anaknya nggak bisa sekolah. Suami istri yang punya keluarga, takut kehidupan keluarganya. Para lansia takut kesepian. Apakah kita di hampiri ketakutan dalam hidup kita saat ini? Biarlah kita memandang ada berita sukacita yang mampu menghempaskan ketakutan itu! Kedua, sukacita karena hadirnya Sang Sumber Sukacita. Tentu ketakutan tak akan lenyap jika kita tidak ketahui isi beritanya. Seorang yang berada di ruang tunggu ICU, ketakutannya akan lenyap bila dokter menyatakan pihak yang dirawat telah mengalami kesembuhan. Apa isi berita sukacita yang diwartakan? Ayat 11 mengurai: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud. Nah, gelar-gelar mengenai bayi itu sangat penting untuk dipahami. Gelar “Juruselamat” jika merujuk pada Perjanjian Lama (PL) menggambarkan seorang pembebas dari penindasan musuh, seperti hakim-hakim (Hakimhakim 3:9), Sepanjang PL, Allah adalah Allah yang menyelamatkan Israel dari berbagai macam musuh yang berusaha menghancurkan dan penyakit yang membunuh (Mazmur 24:5). Kemudian, frasa “Kristus, Tuhan” Christos Kurios adalah sebuah kombinasi yang saling melengkapi. Kata “Kristus”, atau “yang diurapi” adalah kata Yunani menggantikan kata “Mesias”. Kata ini adalah gelar eskatologis yang merujuk pada pemimpin yang diurapi Allah untuk membawa keselamatan atau kebaruan bagi Israel, dan selalu berasal dengan “keturunan Daud.” Maka referensi “kota Daud” atau Betlehem, adalah menunjukkan adanya kesinambungan dengan nubuatan Perjanjian Lama. Maka dari itu, bila tiga gelar ini kita kombinasikan maknanya, maka kita menemukan isi berita sukacita itu: bayi itu adalah penggenapan nubuatan PL mengenai seorang pembebas bangsa Yahudi! Pembawa perdamaian bagi seluruh bangsa!

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 51

51

12/17/15 9:36 AM


Bagi para gembala sebagai orang Yahudi, pencantuman gelar itu sangat penting. Mereka berada dalam kondisi penjajahan Romawi yang tidak menyenangkan.Bertahun-tahun orang Israel menunggu-nunggu kapan mereka mampu menang dan memiliki kejayaaan seperti era Daud dan Salomo. Ketika berita tersebut disampaikan, mereka menemukan alasan untuk sebuah sukacita. Alasan ini bukan sekadar soal apa yang didapat, tetapi soal seseorang, Sang Sumber sukacita itu. Bayi Yesus yang mengerjakan karya keselamatan itulah Sang Sumber sukacita itu! Oleh karena itu sukacita Natal kita bukanlah tergantung dengan keadaan yang kita alami, kado yang kita genggam, atau kenyamanan yang menyapa, tapi soal kehadiran Sang Sumber Sukacita! Banyak orang berpikir Natal akan menyenangkan dengan pernak-pernik yang begitu berjibun: liburan, bersama keluarga, dan lain-lain; padahal itu semua adalah semu dan bukan yang sejati. Padahal, menjumpai dan berada bersama-sama Yesus adalah sumber sukacita yang sejati. Bukankah Ia adalah harta yang paling berharga di kehidupan yang rentan, rapuh dan fana ini?

Sukacita Natal bukanlah tergantung dengan keadaan yang kita alami, kado yang kita genggam, ... tapi soal kehadiran Sang Sumber Sukacita!

Penutup: Ajakan untuk Menjumpai dan Berada Bersama Sang Cinta Kita telah membedah keramaian dan menemukan hiruk-pikuk dunia yang gaduh dan malah membenamkan kita pada kekosongan. Setelah mempelajari Injil Lukas kita mereguk makna: sukacita itu menghempaskan ketakutan manusiawi kita, karena hadirnya Sang Sumber sukacita sejati yaitu Yesus. Maka respons terbaik kita seharusnya seperti yang dilakukan gembala: lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai bayi itu .... 52

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 52

12/17/15 9:36 AM


Jujur saja, seringkali Natal menjadi ajang sibuk bagi gereja. Tanyalah pendeta atau hamba Tuhan gereja anda, saya rasa mereka akan menjadi orang-orang paling sibuk pada masa-masa ini. Demikian juga para aktivis gereja, persiapan kebaktian Natal bisa dilakukan berkali-kali dengan ekspektasi yang lebih besar daripada kebaktian biasa. Bahayanya, keramaian dunia mulai berpindah masuk dalam kehidupan gereja. Jika hidup kita mulai bising, maka tak kaget bila kita mulai kehilangan Yesus sang Cinta. Padahal, perayaan Natal adalah soal kerinduan-Nya yang ingin mengingatkan kita bahwa Ia terus bersama-sama dengan kita: “God came to us because he wanted to join us on the road, to listen to our story, and to help us realize that we are not walking in circles but moving towards the house of peace and joy. This is the great mystery of Christmas that continues to give us comfort and consolation: we are not alone on our journey. The God of love who gave us life sent his only Son to be with us at all times and in all places, so that we never have to feel lost in our struggles but always can trust that he walks with us. Christmas is the renewed invitation not to be afraid and to let him-whose love is greater than our own hearts and minds can comprehend-be our companion�–Henri Nouwen, Gracias. Jika demikian, apa respon anda? Maukah anda mencari-Nya dalam hening doa serta kesederhanaan? Rindukah anda mengalami-Nya, menjumpai-Nya, dan berada bersama dengan Dia? Kalau iya, bersegeralah, karena Ia menunggu! Selamat Natal!

/ Penulis lulusan Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang dengan gelar STh., saat ini melayani sebagai full time Youth worker di GKI Pregolan Bunder, Surabaya.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 53

53

12/17/15 9:36 AM


KASIH 54

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 54

12/17/15 9:36 AM


/ Edna C. Pattisina /

u k a s , seorang pemuda asal Denmark baru berusia 18 tahun. Sejak kecil ia dididik secara Kristen. Bahkan, bukan tidak sengaja, ibunya, Karolina Dam memberi nama anaknya sama dengan nama seperti di Perjanjian Baru. Namun, 28 Desember 2014 lalu, seorang pemuda mendatangi rumah Karolina. Ia mengabarkan, Lukas tewas sebagai pejuang Negara Islam, atau yang lebih sering disebut sebagai Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 55

55

12/17/15 9:36 AM


Karolina Dam

Cerita ini dimuat di situs www. huffingtonpost.com (The Huffington Post) beberapa waktu lalu dengan judul: “The Mothers of ISIS”, Para ibu milisi ISIS. Gerakan ISIS atau Islamic State of Iraq and Syria yang ingin mengislamkan dunia, dengan dimulai dari Irak dan Suriah belakangan ini memang menggetarkan, karena kesadisannya. Dengan adanya internet, mereka mengekspos kekejaman terhadap umat Kristen. Kekejaman ISIS sudah kerap beredar di media sosial, sehingga tidak perlu lagi diceritakan ulang.

56

Namun, dari tulisan “The Mothers of ISIS” itu, ada fakta yang unik bahwa ada milisi ISIS itu juga yang tadinya beragama Kristen dan hidup dengan tata cara Kristen, termasuk ritual-ritual seperti natalan dan ke gereja setiap minggu. Lukas sejak kecil adalah anak yang menarik diri dari lingkungannya. Namun, hal ini berubah sejak ia remaja dan kerja paruh waktu. Tempat kerjanya yang sebagian besar beragama muslim, memperkenalkan agama ini padanya. Tiba-tiba suatu hari Karolina menyadari kalau anaknya tidak makan. “Ternyata dia puasa,” cerita Karolina. Karolina tidak keberatan anaknya pindah agama. Namun, hal itu semakin buruk ketika Lukas pindah dan tinggal bersama kawan-kawannya seagama, dan tiba-tiba mengabarkan sudah berada di Syria. Mereka sempat berhubungan lewat handphone dan Lukas sempat mengatakan kalau ia rindu rumah, bahkan ia menanyakan kabar kucing kesayangannya di rumah, dan Karolina mengirimkan suara kucing itu lewat telepon.

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 56

12/17/15 9:36 AM


Selain Lukas, Damian, seorang pemuda Kanada berusia awal 20-an juga mengalami hal yang sama. Ia dibesarkan secara Kristen, namun kemudian pindah agama dan memilih untuk jadi milisi ISIS. Pada ibunya, Bodreau, Damian mengaku berangkat ke Mesir untuk belajar bahasa Arab. Belakangan, Bodreau didatangi agen pemerintah yang mengatakan, kalau anak pertamanya itu telah menjadi milisi ISIS. Saat itu juga Bodreau jatuh sakit. Ia sempat berhubungan dengan anaknya via Facebook dan bahkan telepon. Di telepon itu ia dengar suara anaknya di antara suara desingan peluru. Tanggal 14 Januari 2014, seorang reporter mengabarkan pada Bodreau kalau Damian telah tewas. Di Rusia, Fatima Dzhafarova, 20, melarikan diri dari rumah untuk menikah dengan jihadis di Suriah. Fatima yang tadinya doyan berdandan lengkap dengan baju-baju semi seksi, aksesori dan make-up, tiba-tiba berubah dengan kerudung lengkap dan polos tanpa hiasan. Ia mengaku jatuh cinta dan ingin menjadi istri keempat si jihadis. Kuliah yang ia peroleh susah payah dengan beasiswa ia tinggalkan begitu saja. Ibunya yang sempat tahu

rencana anak satu-satunya ini pernah sampai merantainya agar tidak pergi. Namun, Fatima mengancam kalau teman-temannya akan datang dan membunuh ibunya yang ia sebut kafir itu. Fatima akhirnya berhasil melarikan diri dan dikabarkan saat ini ada di Irak atau Suriah. Ada benang merah yang mirip dari anak-anak muda ini. Umumnya mereka sejak kecil cenderung menarik diri dari pergaulan, agama menjadi bagian dari ritual semata, dan cenderung negatif memandang hidup. Lukas dan Damian, keduanya Kristen namun tidak pernah mengerti dan berada dalam lingkungan yang menjadikan Kristus sebagai jalan hidup. Sementara, Fatima bisa dikatakan tidak beragama karena ibunya Muslim tapi tidak pernah menjalankan kewajibannya, sedangkan ayahnya Kristen Ortodoks yang juga tidak peduli. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 57

57

12/17/15 9:36 AM


Satu hal yang penting, kebanyakan anak-anak muda ini bisa dikatakan hidup dalam keluarga yang pecah. Beberapa kasus orangtuanya bercerai. Akan tetapi ada juga yang orangtua cenderung tidak memperhatikan. Sementara, seharihari, mereka mendapat tekanan dari lingkungan, kerap di-bully dan tidak punya pergaulan yang terbuka. Akses internet membuat mereka bisa mengakses hal-hal ekstrem tanpa ada orang berpengalaman yang menjelaskan duduk masalahnya. Sampai mereka kemudian bertemu dengan komunitas Muslim, mendapat perkawanan dan belakangan ideologi. Anak-anak muda yang kurang gaul ini lalu diekspos dengan sesuatu yang mengusik rasa idealis mereka dan menjadi makna hidupnya: Membela ketidakadilan di Syria. Anak-anak yang kerap ‘kalah’ ini mendapat kesempatan besar, diagung-agungkan sebagai pahlawan. Teknologi dan informasi yang serba cepat dan mengikis batasbatas membuat internet jadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Malah kadang-kadang internet itu jadi lebih hidup dari kehidupan yang sebenarnya. Namun, kenyataannya semua bisa diperoleh di internet, tanpa halangan. Membuat bom, 58

tinggal tanya mbah Google, sama mudahnya dengan kita mencari resep sayur asem. Sampai dengan tempat beli di mana dan tips-tips buat bom tersedia. Mau cari teman dengan ideologi ekstrem, dari Twitter, akun Facebook, sampai forum-forum terbatas dengan mudah dimasuki. Belasan situs radikal yang sempat ditutup oleh pemerintah Indonesia juga sekarang sudah bebas lagi bisa diakses. Di situs-situs itu, nilai-nilai bergeser dimana cara kekerasan dibenarkan demi tujuan mulia bercap agama. Masalahnya, dunia internet yang serba instan hanya memotret ajaran agama sesukanya, alias sesuai kepentingannya. Orang yang menyebut dirinya guru, hadir tiba-tiba tanpa jelas asal usulnya. Namun, karena public–di situs itu– memujanya, apa yang ia katakan jadi sebuah kebenaran. Tanpa kita sadari, kita berada di tengah realita ini. Kata “teroris” tidak selalu bisa ditempelkan pada seseorang hanya karena agamanya, tetapi pada nilai-nilai yang dianut seseorang. Masalahnya, hal ini terjadi begitu dekat dengan kita. Masih ingat, dengan Leopard Wisnu Kumala, yang ditetapkan oleh polisi sebagai tersangka pelaku yang menaruh bom di Mal Alam Sutera baru-baru

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 58

12/17/15 9:36 AM


saja? Dia pegawai dalam bidang teknologi informasi, pendidikan sarjana, orang Tionghoa, dan beragama Katolik. Sangat jauh dari gambaran teroris di Indonesia selama ini. Leopard memiliki alasan yang berbeda dalam meneror, yaitu demi mendapat uang. Akan tetapi, peristiwa ini bisa menjadi contoh, betapa mudahnya teror itu dilakukan. Leopard bukan sekali saja meneror Mal Alam Sutera, yang dekat dengan rumahnya di Tangerang Selatan, tetapi dia juga meracik bom itu sendiri. Seorang kawan saya, rohaniwan Katolik berkomentar, ia memohon maaf karena ada kekurangan dalam melayani umat sehingga muncul sosok seperti Leopard. Akan tetapi, benarkah itu kesalahan rohaniwan? Tidakkah ini tanggung jawab kita semua? Semua fakta ini mengingatkan saya pada satu ayat 1 Yohanes 2:17 bahwa �Dunia ini sedang lenyap bersama dengan keinginannya.� Semakin ke sini semakin sulit kita mendefinisikan atau malah menyusun rencana menghadapi berbagai masalah ini. Kadang saya bertanya, kenapa Tuhan mengizinkan semua ini terjadi? Namun, mempertanyakan dunia rasanya terlalu besar untuk kita. Sebagai umat Kristen, kita hanya beriman pada kasih karunianya dan waspada karena Iblis sama seperti singa yang mengaum-ngaum mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Yang pasti bisa kita lakukan mengasihi, tidak saja keluarga dan diri sendiri, tetapi membagi kasih itu pada sesama. Membuat orang lain, apa pun agamanya, terutama anak-anak muda, menjadi manusia yang utuh, dihargai dan terutama merasa dikasihi Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 59

59

12/17/15 9:36 AM


harles Haddon Spurgeon adalah seorang pengkhotbah asal Inggris yang khotbahnya selalu dinantikan orang karena kalimat-kalimatnya begitu menggugah. Hari ini, sudah lebih dari 120 tahun setelah kematiannya di tahun 1892, Spurgeon masih tetap memberikan pengaruh yang powerful bagi gereja di seluruh dunia dan menjadi ‘model preacher’ bagi para pengkhotbah di setiap dekade. Walaupun ia berakar di gereja Baptis, dan disebut sebagai Calvinist Baptist, ia bisa diterima secara luas di banyak denominasi gereja.

/ Titus Jonathan / 60

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 60

12/17/15 9:36 AM


Tentang Alkitab sebagai pegangan hidup, gereja dan pertumbuhan iman, doa yang berkuasa, keselamatan, dan kehidupan kekristenan.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 61

61

12/17/15 9:36 AM


Dilahirkan pada tanggal 19 Juni 1834 di Kelvedon, Essex, Inggis, ia dijuluki “The Prince of Preachers” karena determinasi setiap kalimat yang diucapkannya begitu kuat, menggetarkan, dan mengubahkan. Bahkan hanya melalui membaca sebagian kecil transkrip khotbahnya yang ditempelkan pada kaleng mentega kalengan yang dijual di toko, seorang wanita diyakinkan sehingga memutuskan untuk percaya kepada Kristus. Panggilannya sebagai hamba Tuhan sudah terlihat sejak Spurgeon masih 10 tahun, ketika Richard Knill, seorang misionaris yang datang ke kampung halamannya mengatakan bahwa kelak Spurgeon akan berkhotbah di hadapan ribuan orang. ‘Nubuat’ dari misionaris itu menjadi kenyataan beberapa tahun sesudahnya. Sebelum usia Spurgeon genap 20 tahun, ia sudah berkhotbah lebih dari enam ratus kali di hadapan ribuan orang. Tema-tema khotbah yang disampaikannya dan bagaimana Spurgeon meyakinkan pendengarnya akan iman kepada Kristus telah membawanya berkhotbah di hadapan Perdana Menteri, keluarga kerajaan, anggota parlemen, hingga ke belahan dunia lain ketika presiden Amerika Serikat mengundangnya untuk mendengarnya. Khotbah-khotbahnya yang berjumlah tidak kurang dari 12 ribu volume itu dikumpulkan di Midwestern Baptist Theological Seminary.

62

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 62

12/17/15 9:36 AM


Untuk menggali pemikiran figur teolog, pengkhotbah, dan penulis hebat ini; edisi kali ini Nafiri kembali menyajikan wawancara secara imajiner dengan Charles Spurgeon, seorang tokoh Kristen yang sangat terkenal di zamannya dan menginspirasi hingga kini. Berikut ini petikannya:

Nafiri (NF): Dalam seminggu Anda melahap enam buku dan mampu mengingat semua yang Anda baca serta dapat menceritakannya dengan runtut, apa rahasianya? Charles Spurgeon (CS): Kegiatan menulis dan berkhotbah berkaitan erat dengan apa yang kita baca. Enam buku dalam seminggu yang saya baca masih terlalu sedikit jika dibandingkan dengan buku-buku yang belum dan harus saya baca. Anda harus mendedikasikan diri Anda untuk membaca. Barangsiapa tidak pernah membaca, ia (hidupnya) tidak akan pernah dibaca orang. Barangsiapa tidak pernah menggunakan pemikiran yang dilahirkan dari brain (otak) orangorang lainnya, membuktikan bahwa ia pun tidak memiliki brain. Anda perlu untuk terus membaca. NF: Apakah buku-buku menjadi referensi utama Anda dalam menyampaikan khotbah? CS: Referensi utama saya tetap Alkitab, tetapi buku-buku memperkaya materi khotbah yang saya sampaikan. Hal terbaik untuk menggunakan waktu kita, adalah dengan membaca atau berdoa. Anda akan memperoleh banyak inspirasi dari buku-buku yang Anda baca yang bisa Anda gunakan sebagai senjata dalam pelayanan yang Anda lakukan. Visit many good books, but live in the Bible. NF: Seberapa pentingnya Anda memandang bahwa Alkitab adalah sumber referensi utama bagi setiap gereja? CS: Jika ada gereja dan Anda termasuk sebagai anggota jemaatnya, tetapi mengajarkan sesuatu di luar ajaran Alkitab yang menjadi sumber inspirasi, tinggalkanlah gereja itu. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 63

63

12/17/15 9:36 AM


NF: Bagaimana kita mengerti apakah hidup kita berpegang pada Alkitab (firman Allah)? CS: Jika pada Alkitab Anda yang berdebu dapat ditulisi kata “damnation� dengan jari Anda, maka Anda telah mengabaikan firman Allah. Jika Anda tidak mempunyai firman Allah, Anda sudah jauh dari-Nya. NF: Jadi kita harus rajin membaca Alkitab setiap hari? CS: Kebiasaan membaca Alkitab setiap hari adalah baik. Tetapi ingat, orang-orang yang meyakini bahwa semakin banyak membaca ayat Alkitab akan memberikan semakin banyak keuntungan, mereka akan kecewa jika membaca Alkitab hanyalah semata kebiasaan rutin. Jauh lebih baik membaca sepersepuluhnya, kemudian memikirkannya, dan menaruhnya dalam hati. NF: Anda mengatakan bahwa sedikitnya ada delapan pemikiran yang sering kali mengilhami Anda di saat yang bersamaan ketika Anda berkhotbah. Apa maksudnya? CS: Kekayaan yang saya peroleh dari buku-buku yang saya baca itulah yang membuat pikiran saya tiba-tiba mengeluarkan pemikiran yang mendukung apa yang sedang saya sampaikan kepada pendengar ketika berkhotbah. NF: Apakah dengan demikian dalam pelayanan Anda, peran Roh Kudus menjadi nomor dua ketimbang buku-buku yang Anda baca? CS: Tidak. Jika saya berkhotbah pada hari Minggu, maka tidak ada gagasan apa pun yang hadir di pikiran saya hingga hari Sabtu, yaitu sehari sebelum saya berkhotbah. Kalau demikian apa yang bisa kita katakan? Hal ini jelas ilham dari Roh Kudus. All the hope of our ministry lies in the Spirit of God operating on the spirits of men. NF: Maksud Anda, berkhotbah tanpa persiapan dari jauh-jauh hari sebelumnya? CS: Jika Anda seorang pengkhotbah, jangan berpikir apa yang ingin Anda khotbahkan untuk waktu selanjutnya. Pikirkan saja apa yang ingin Anda khotbahkan saat ini. Satu khotbah cukup untuk satu kesempatan berkhotbah. Anda tidak perlu menyimpan stok khotbah, karena khotbah Anda yang Anda rencanakan sekarang akan kadaluarsa untuk dikhotbahkan besok. Bahkan manna yang turun dari surga tidak boleh disimpan sampai besok, karena akan berulat 64

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 64

12/17/15 9:36 AM


dan harus dibuang. Jadi, berkhotbahlah dengan khotbah terbaik Anda hari ini, karena pesan dari Allah untuk hari ini. NF: Bagaimana peran doa? CS: Doa bukan alat untuk memaksa Tuhan menuruti keinginan kita. Tetapi kita akan menjadi ‘omnipotent’ jika kita tahu bagaimana harus berdoa. Omnipotent dalam segala hal demi memuliakan Dia. Semakin banyak kita berdoa, semakin ingin kita berdoa. Semakin banyak kita berdoa, semakin bisa kita berdoa, dan semakin besar dorongan untuk berdoa. Barangsiapa yang hanya sedikit berdoa, semakin kurang ia berdoa. NF: Mengapa banyak orang sulit untuk berdoa? Kita tidak tahu apa yang harusnya kita katakan dalam doa? CS: Jika Anda tidak mengerti bagaimana harus berdoa, bukalah mulut Anda maka Allah akan mengisinya dengan doa. Ketika Anda berdoa dengan perkataan doa yang ditaruh oleh Allah, Ia akan mengisinya dengan jawaban, sebab Allah memberikan doa dan jawabannya. Biarkan mulut Anda kosong, maka Allah akan mengisi dan memadatkannya dengan doa dan jawaban. Doa harus mengalir keluar dari jiwa kita secara natural. Anda berdoa karena memang harus berdoa, bukan karena jam doa yang sudah Anda setting sudah berbunyi, tetapi karena hati Anda haus dan ingin menjerit kepada Allah. Ingatlah Daud, seorang yang berkenan di hati Allah. David would not have been a man after God’ s own heart if he had not been a man of prayer. NF: Perkataan Anda ketika berkhotbah dikenal sangat tajam, lugas dan terkadang dianggap terlalu keras. Apa yang ingin Anda sampaikan? CS: Mungkin memang saya terkesan vulgar bagi sebagian orang, tetapi hal itu tidak dimaksudkan demikian. Yang saya inginkan adalah, orang mendengar yang saya katakan karena jelas, sebab sudah cukup banyak pengkhotbah yang ‘terlalu sopan’ dan tidak berterus terang. Saya khawatir pendengarnya tidak mengerti. NF: Perlukah kita mencari gereja dengan pengkhotbah-pengkhotbah yang hebat? CS: Tidak penting apakah gereja yang Anda datangi memiliki pengkhotbahpengkhotbah yang hebat. Yang terpenting adalah apakah iman Anda bertumbuh di gereja itu. Jika Anda mendengar khotbah, perhatikan saja apakah khotbah itu mengarahkan Anda tertuju kepada Kristus. Setiap khotbah atau ajaran apa pun Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 65

65

12/17/15 9:36 AM


di gereja yang menyebabkan Anda berpikir tentang kehebatan pengkhotbahnya dan kehebatan gerejanya, sekalipun semua hal tersebut bagus, bukanlah doktrin yang benar dari Allah. Anda mencari gereja yang sempurna? Silakan saja, gereja terlihat sempurna sampai Anda masuk dan menjadi bagian di dalamnya. NF: Tetapi Anda berkhotbah dengan baik sekali dan memukau setiap pendengar .... CS: Baiklah, saya memang berkhotbah dan ini tugas pelayanan saya. Saya berkhotbah dengan bibir mulut saya, tetapi Anda dapat berkhotbah dengan kaki Anda dan hidup Anda, dan hal itu merupakan khotbah yang sangat efektif dan powerful. Khotbah yang lahir dari kehidupan yang kudus adalah khotbah yang hidup. NF: Bagaimana menilai pertumbuhan iman yang Anda maksudkan? CS: Tidak ada iman yang tidak tumbuh melalui kesukaran. Iman yang teruji memberikan pengalaman yang berharga. Anda takkan pernah menyadari kelemahan Anda tanpa melewati ujian. Dari pengalaman itulah Anda mengenal kekuatan Allah dan di situlah iman bertumbuh. Tidak ada universitas terlengkap bagi orang Kristen untuk belajar selain penderitaan dan pencobaan. NF: Bagaimana Anda meyakinkan pendengar Anda yang tidak percaya? CS: Salib. Iman lahir dari salib Kristus. Ketidakpercayaan akan semakin mengeras ketika salib tidak diceritakan. Asal saya mengkhotbahkan tentang salib Kristus, benih iman akan ditaburkan, karena salib adalah fakta bahwa Kristus telah disalibkan karena dosa kita. Kristus dibunuh di atas salib, tetapi kematianNya membunuh ketidakpercayaan orang. NF: Cukup dengan hal itu saja? CS: Apa lagi? Jika Anda tidak menemukan keselamatan pada Yesus Kristus, Anda takkan pernah menemukannya di tempat lainnya. NF: Apa sebenarnya teologi yang Anda pegang dan ajarkan? CS: Teologi saya? Hmm ... sederhana saja. My entire theology can be condensed into 4 words: Jesus died for me.

66

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 66

12/17/15 9:36 AM


Pelayanan Charles Spurgeon dengan khotbah-khotbahnya yang dipenuhi kuasa Allah mempertobatkan banyak orang. Di mana pun ia berkhotbah, gereja selalu penuh sesak. Di gereja yang ia gembalakan (New Park Street Chapel, London, yang kemudian relokasi ke gereja Metropolitan Tabernacle), sering sekali Spurgeon terpaksa menghimbau jemaatnya untuk ‘rela’ dan ‘mengalah’ tidak datang ke gereja di hari Minggu berikutnya dengan maksud agar orang-orang baru yang belum mengenal Kristus bisa masuk dan mendapat tempat duduk. Orang tidak terlalu tahu, bahwa belasan tahun sebelumnya ketika Spurgeon masih berusia 22 tahun, ia pernah frustrasi dan nyaris meninggalkan pelayanan karena kepopulerannya yang meroket dengan cepat telah memancing para pembencinya menyebarkan teror. Hari itu tanggal 19 Oktober 1856 ketika ia berkhotbah di Surrey Garden Music Hall dengan dihadiri 12 ribu orang, tiba-tiba gedung terbakar dan runtuh. Antara hidup dan mati, Spurgeon dibawa keluar dari gedung itu. Di perjalanan pulang itu, ia menyatakan pelayanannya telah berakhir. Namun panggilan Allah kepadanya tidak berubah. Dua minggu setelah peristiwa itu, ketika ia naik mimbar, Spurgeon terasa mendapatkan kekuatan baru ketika ia membuka doanya dan mengatakan: “Kami berkumpul di sini, ya Tuhan, hari ini, dengan rasa yang bercampur aduk antara sukacita dan dukacita. HambaMu ini takut takkan bisa bersama dengan jemaat-Mu lagi.” Pada bagian lain, Spurgeon mengatakan, “Aku telah berjalan hingga bagian terdalam dari gununggunung kesukaran. Peristiwa itu memang tak bisa terhapus dari ingatanku, tetapi, aku melihat bahwa Allah sanggup menyelamatkanku hingga tingkat paling esktrem dimana aku dapat berkata bahwa Ia sungguh Jika Anda tidak menemukan baik bagiku.”

keselamatan pada Yesus Kristus, Anda takkan pernah menemukannya di tempat lainnya. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 67

67

12/17/15 9:36 AM


Selama perjalanan hidupnya dalam pelayanan, jika dihitung jumlah audiensi yang datang ke tempat-tempat khotbahnya, Spurgeon diperkirakan sudah berkhotbah di hadapan lebih dari 10 juta orang. Selain berkhotbah, Spurgeon juga banyak menulis. Salah satu karyanya yang menjadi master piece adalah The Treasury of David dimana ia mengeksposisi 150 pasal kitab Mazmur sebagai bahan perenungan. Herannya, kerja besar tersebut dilakukannya pada saat dirinya sedang sakit.

68

NF: Anda menulis The Treasury of David pada saat Anda sedang sakit? CS: Sebagian besar saya tulis ketika sakit. Ketika sakit dan kelemahan menghalangi saya untuk berkhotbah, saya mengambil pena saya untuk tetap melakukan pekerjaan yang baik. Saya diizinkan oleh ‘Tuan’ saya untuk berkhotbah selagi bisa, tetapi ketika Ia mencegah saya berkhotbah, dengan sukacita saya tetap melayani Dia dengan cara lain asal bisa tetap memberi kesaksian tentang Dia. NF: Jadi, bagi Anda tidak alasan untuk berhenti atau sekedar beristirahat walaupun sakit? CS: Roh Allah tidak akan bekerja pada orang yang ‘mengantuk’ atau bermalas-malasan. Dia terus dan tetap bekerja hingga sekarang. He loves to have us alive, ourselves, and then He will make others alive by us. NF: Bagaimana Anda menilai peran Allah dalam memberikan kekuatan dan dukungan kepada Anda? Anda aktif bekerja tidak kurang dari delapan belas jam sehari. CS: Rekan saya, David Livingstone pernah bertanya bagaimana saya mengatur pekerjaan yang harusnya untuk dua orang tetapi saya kerjakan sendirian dalam sehari. Saya menjawab, “David, engkau lupa bahwa sesungguhnya kami (saya dan Allah) selalu berdua.”.

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 68

12/17/15 9:36 AM


NF: Anda terlihat begitu teguh walaupun terkadang mengalami kepahitan. Apa rahasianya? CS: Selalu bermeditasi dan merenungkan Kristus. Tidak ada cawan kepahitan dalam hidup kita karena kematian Kristus telah mengatasi segala kepahitan dan mengubahnya menjadi kemanisan. The sweetness of “my meditation of Him” shall make me forget even the bitterness of death, itself. NF: Apakah Anda sering menangis di hadapan Tuhan? CS: Tangisan seorang anak akan selalu menyentuh hati bapaknya, dan Allah kita adalah Bapa kita. Jika kita tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain menangis, tangisan akan menjadi sangat berkuasa untuk mendatangkan bala bantuan. Tangisan adalah bahasa orisinal dari spiritualitas, dan, itu adalah kekuatan terdahsyat, karena surga selalu bisa ditembus oleh artileri (senjata) semacam ini. NF: Anda percaya bahwa Allah juga menghukum anak-anakNya? CS: Hanya ketika anak-anakNya berdosa. Bapa yang lain mungkin akan membiarkan dengan alasan menyayangi, padahal sikap memanjakan akan menghancurkan. Bapa kita tidak memanjakan anak-anakNya. Jika kita berdosa, tangan-Nya berat menekan kita. Kita harus bersyukur. Walaupun hal itu menyebabkan penderitaan, tetapi membawa keselamatan. NF: Dalam pelayanan Anda, bagaimana Anda memaknai pembelaan Tuhan? Terutama terhadap serangan lawan atau orang-orang yang tidak menyukai pelayanan Anda berkembang. CS: Tidak satu hari pun saya lewati tanpa pembelaan Tuhan. Tantangan bagi hamba Tuhan adalah makanan sehari-hari. If the devil never roars, the church will never sing! Allah tidak akan berbuat banyak jika Iblis tidak bangun dan sibuk. Jika Anda mendengar informasi yang menyudutkan reputasi Anda, perkataan yang melawan Anda, ancaman bahkan celaan yang kejam; percayalah bahwa Tuhan berada bersama-sama dengan umat-Nya dan bekerja dalam kemuliaan. NF: Anda merasa ‘tertawan’ oleh Kristus? CS: Boleh saja dikatakan ‘tertawan’ seperti Rasul Paulus tertawan untuk terus memberitakan Injil. Tapi saya mau katakan bahwa Dia tetap akan berkuasa dan memerintah Anda, dengan atau tanpa izin Anda. Yang lebih tepat mungkin, adalah bahwa saya ‘menyimpan’ Kristus di dalam hati saya. Selama Anda Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 69

69

12/17/15 9:36 AM


‘menyimpan’ Kristus di dalam hati Anda, Ia takkan bisa ‘diambil’ dari hidup Anda. NF: Bagaimana Anda di tengah-tengah keluarga Anda? CS: Bagaimana seorang laki-laki bersikap dan bertindak di tengah-tengah keluarga adalah perkara besar. I will not do to be a saint abroad and a devil at home.

Ketika Charles Spurgeon meninggal pada 31

Januari 1892, kota London berkabung. Sekitar 60 ribu pelayat datang untuk memberi penghormatan di gereja Metropolitan Tabernacle dimana jasad Spurgeon dibaringkan. Berita kematiannya cepat menyebar dan para misionaris dan evangelis dari berbagai tempat mengirimkan pesan dukacita kepada istri Spurgeon, Susannah. Selama 3 hari orang-orang datang silih berganti, dan ketika parade yang membawa jasadnya lewat menuju tempat pemakaman, tidak kurang dari 100 ribu orang berbaris membentuk barisan panjang hingga sepanjang 2 mil mengiringi kepergiannya. Warga Inggris mengibarkan bendera setengah tiang dan toko-toko serta tempat-tempat hiburan menutup pintunya pada hari itu. Seorang guru besar berkomentar, “Seandainya setiap bangsawan dan orang penting di Eropa meninggal pada hari itu, penghormatannya mungkin tidak mampu menyamai penghormatan orang kepada Spurgeon.” Spurgeon menghabiskan seluruh hidupnya untuk melayani dan berkarya. Walaupun umurnya hanya mencapai 58 tahun (mestinya belum termasuk tua benar), tetapi waktunya begitu berkualitas. Tak ada sedikitpun waktu yang dibiarkannya terbuang percuma, semuanya didedikasikannya untuk Tuhan. Spurgeon begitu mengagumi Yesus yang sangat mengerti setiap pergumulannya,

70

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 70

12/17/15 9:36 AM


karena ketika ia sempat ingin menyerah akibat tidak tahan lagi dengan para pembencinya, air matanya dicurahkan ke pangkuan Tuhan. Spurgeon meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan yang berempati. Yesus mudah terharu dan bahkan ikut menangis bersamanya. Ketika sebagian orang hanya mau menggambarkan Yesus sebagai Yang Gagah Perkasa karena adalah Anak Allah dan Juruselamat dunia, pada momen-momen yang sangat khusus Spurgeon melihatnya dari sudut pandang yang lain sesuai dengan pengalamannya berjalan bersama Yesus. “A Jesus who never wept could never wipe away my tears,� kata Spurgeon yakin. Masih banyak sekali perkataan dan pemikiran Spurgeon yang sangat berharga dan menginspirasi banyak orang, hanya karena keterbatasan ruang saja semuanya itu tidak memungkinkan untuk dibedah oleh Nafiri dalam edisi kali ini

antangan bagi hamba Tuhan adalah makanan sehari-hari. If the devil never roars, the church will never sing! Allah tidak akan berbuat banyak jika iblis tidak bangun dan sibuk.

Semua kalimat Spurgeon yang tertulis dalam wawancara imajiner di atas dikompilasi dari beberapa sumber: www.spurgeongems.org www.patheos.com www.desiringgod.org www.christianitytoday.com Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 71

71

12/17/15 9:36 AM


72

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 72

12/17/15 9:36 AM


/ Erwin Tenggono /

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 73

73

12/17/15 9:36 AM


74

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 74

12/17/15 9:36 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 75

75

12/17/15 9:36 AM


76

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 76

12/17/15 9:36 AM


/ Elasa Noviani /

a y a menerima Kristus secara pribadi sewaktu masih tahun pertama kuliah di Yogyakarta. Sejak itu saya mulai diajarkan untuk bersaat teduh dan kemudian sedikit demi sedikit menguak kebenaran dan ‘makan’ sendiri dari Alkitab secara langsung.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 77

77

12/17/15 9:36 AM


Karena saya berasal dari keluarga Kristen, cerita Alkitab bukanlah hal baru bagi saya, namun saya merasakan adanya perbedaan besar setelah saya percaya. Yaitu, saya dapat membaca isi Alkitab dengan kacamata yang berbeda, ayat-ayat yang tadinya tampak biasa-biasa saja atau membosankan tiba-tiba menjadi jelas artinya. Bahkan ayat yang sama bisa ‘berbicara’ beberapa kali dalam kondisi yang berbeda-beda dalam menjawab permasalahan ataupun pertanyaan-pertanyaan saya. Dari situ saya mengeri arti kata firman yang ‘hidup’. Seolah-olah ada suatu selaput yang dikelupas dari mata rohani saya oleh Roh Kudus. Kegirangan saya waktu itu adalah ketika mampu mendengar khotbah dengan ‘telinga’ dan ‘selera’ yang berbeda. Tidak peduli betapa ‘keringnya’ khotbah itu dari humor, atau bahkan ketika saya tidak sempat untuk bergereja di tempat yang biasa, saya tetap bisa menikmati dan mengambil suatu berkat rohani dari firman Tuhan pendek yang dibacakan di mimbar. 78

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 78

12/17/15 9:36 AM


Dalam perjalanan dengan Allah, saya mengamati bahwa hampir tiap tahun Tuhan mempunyai ‘tema’ yang berbeda di dalam mengajar dann membentuk saya. Tema tersebut bisa berupa topik akan sesuatu bidang kehidupan, ataupun tentang perubahan karakter. Ada tema-tema khusus yang Tuhan sodorkan untuk dilatihkan dan dihidupi di waktu-waktu tertentu. Misalnya saya mengalami tahun-tahun dengan ‘topik: teman hidup’ yaitu saat-saat saya mendoakan dan memilih pacar, kemudian berganti dengan bulan-bulan mencari pekerjaan, lalu pernikahan, interaksi dalam berkeluarga, pelayanan, dan lain-lain. Kadang ‘tema’-Nya berganti mengenai latihan perubahan karakter; seperti tahun-tahun belajar mengasihi, ujian-ujian kesabaran, kerendahan hati, kejujuran, kesucian, dan lain-lain. Seolah-olah jawaban demi jawaban ataupun teguran demi teguran didapat dari firman yang direnungkan, interaksi dengan pasangan dan teman-teman, obrolan yang didengar, buku-buku dan koran yang dibaca; kebetulan tampak ‘pas’ dengan kebutuhan saat itu. Walau tentunya tidak ada hal yang ‘kebetulan’ bagi anak Tuhan. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 79

79

12/17/15 9:36 AM


Saya menemukan bahwa Tuhan sangat kreatif dan Alkitab begitu lengkap dan kaya akan jawaban. Paling senang adalah ketika kita bisa menemukan sendiri ‘kunci jawaban’ atas suatu pertanyaan atau pergumulan. Karena saya suka menuliskannya, maka ‘kunci jawaban’ itu bisa menjadi acuan atau penguatan ketika suatu saat saya mengalami tantangan yang mirip. Sebagai contoh, ketika saya meragukan apakah benar Roh Kudus diam di dalam diri saya, kalau memang benar, kenapa saya tidak bisa mengasihi orang lain seperti yang bisa dilakukan oleh kakak saya? Ketika saya mendoakan hal itu, bagi saya Tuhan menjawab ‘tema kasih’ ini melalui peristiwa demi peristiwa yang unik. Saat itu tahun-tahun awal saya hijrah ke Jakarta, saya merasa sangat kesepian, selain calon suami, saya hampir tidak mempunyai teman yang dekat. Satu-satunya 80

teman dari kampus yang disodorkan Allah saat itu adalah seseorang yang paling dibenci oleh kelompok kami sebelumnya karena dia suka bertengkar dan sikapnya kurang bersahabat. Saya curhat ke Tuhan karena saya memang tidak mengasihi dia. Ketika saya mambaca Amsal 14:31 sepertinya ‘yang dibisikkan’ ke dalam benak saya adalah ide mengasihi dia dengan alasan karena saya menghargai Penciptanya bukan karena orang itu seperti apa. Ketika saya taat, lucunya kemudian saya bisa bersahabat dengan dia, menerima dan mengasihi dia dengan sepenuh hati. Tuhan membukakan mata saya bahwa itu benar-benar ‘bukan Ela’, sebab kalau bukan oleh karena Roh Kudus pasti saya tidak mampu mengasihi orang seperti ini. Setelah itu setiap kali saya bertemu dengan orang-orang yang sulit dikasihi, atau yang menjengkelkan sehingga ketertarikan saya kepadanya sudah ‘mentok’, maka saya ingat

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 80

12/17/15 9:36 AM


kunci jawaban ini: bahwa saya hanya perlu mengasihi orang itu karena saya menghormati Penciptanya, dan selalu Roh Kudus yang akan memampukan saya. Kemudian ada tahun-tahun dimana saya ‘dibersihkan’ dari rasa tidak puas terhadap diri sendiri. Tergores oleh luka batin masa kecil, ketika saya merasa tidak pernah dapat menyenangkan seorang ayah yang perfeksionis, saya terjebak di dalam mengejar prestasi agar dapat dikagumi dan diterima oleh orang lain. Saya berusaha menyenangkan orang lain. Saya mengagumi orang terlalu tinggi karena saya cenderung mempunyai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri. Ketika itu saya melakukan banyak salah langkah, sehingga saya sadar bahwa saya nyaris mengalami depresi. Saya ingat saat-saat itu, curhat kepada siapa pun, bahkan kepada suami pun tidak pernah melegakan hati. Hanya ketekunan di dalam membaca firman Tuhan, buku-buku rohani dan berdoa yang kemudian mampu menyembuhkan saya. Tuhan mengupas satu per satu serangan batin saya yang dituduhkan oleh pikiran saya sendiri.

Dia mencengkeram saya di dalam kasih karunia-Nya, dan Dia tidak melepaskan saya. Masa-masa itu saya membaca banyak sekali buku. Saya baru mengerti mengapa di toko-toko buku, biasanya buku-buku psikologi Kristen dikelompokkan ke area “Self-Help” sebab ada hal-hal yang memang orang lain tidak dapat menolong kita–walaupun tentu saya tahu bahwa Tuhanlah yang telah menyembuhkan saya. Melewati periode itu, saya mengerti bahwa kekuatan pertolongan firman Tuhan dan pengajaran dari buku-buku yang sehat ternyata benar-benar dapat menyembuhkan dan membangkitkan orang. Saya meringkaskannya di dalam tiga buah buku catatan kecil, yang bagi saya merupakan obat yang sangat spesifik dan manjur. Sampai sekarang– yaitu bertahuntahun kemudian setelah masa itu, setiap kali saya nyaris terserang perasaan tertekan yang mirip, saya tinggal membuka tiga buku kecil itu, dan selalu saya dikuatkan ketika mengingat bagaimana Tuhan yang Maha Besar itu pernah memampukan saya untuk melewatinya.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 81

81

12/17/15 9:36 AM


Oya, saya juga kadang suka sengaja mencari jawaban dari tokoh Alkitab yang mempunyai pengalaman yang mirip. Misalnya ketika saya terserang ‘penyakit’ iri dengan seseorang, maka berminggu-minggu saya memilih untuk merenungkan cara pandang Yonatan yang melihat Daud bukan sebagai saingan tetapi sebagai orang pilihan Allah untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi daripada dirinya, dan dia rela menjadi orang kedua. Demikian juga Yohanes Pembaptis yang dengan bijaksana menggambarkan dirinya sebagai ‘sahabat mempelai laki-laki’ yang turut bersukacita atas kebahagiaan Sahabatnya, pelajaran kerendahan hati yang luar biasa. Saya sangat bersyukur karena kedua tokoh tersebut dicatat di dalam Alkitab. Dua tahun terakhir ini topik tentang ‘iman’ terus-menerus disodorkan kepada saya. Dan pengajaran-Nya itu terasa begitu kuat, terus-menerus dimunculkan, dan diujikan berulang-ulang, seolah-olah saya ‘tidak lulus-lulus’ juga dengan topik ini. Baik dalam bidang pelayanan maupun pekerjaan, saya merasa digiring untuk ‘melupakan kemampuan diri’ dan belajar mempercayai Allah lebih dari apa yang sanggup saya lihat. 82

Bulan Mei 2014 ketika saya dengan cepat menolak sewaktu diminta menjadi Pemimpin Redaksi buletin Nafiri, malam harinya Tuhan mengingatkan saya kepada resolusi awal 2014, saya membuka catatancatatan dan janji-janji saya untuk melayani Dia lebih sungguh. Sehingga saya tidak bisa ‘lari’ seperti Yunus dan akhirnya saya memutuskan untuk menerima tugas pelayanan ini. Dalam langkah-langkah mempersiapkan diri, Tuhan menggiring saya untuk mempelajari doa-doa para tokoh yang Tuhan pakai untuk memimpin seperti doa Daud (2 Samuel 7:18–29), doa Salomo (1 Raja-raja 3:1–15), doa Yakub, Elia, Paulus, dan lain-lain. Saya mencatat dan merenungkan doa-doa mereka, mencoba menghafal dan meniru doanya. Saya sangat gentar dengan jabatan ini, karena saya merasa sedikit pun saya tidak mempunyai bakat memimpin. Bersyukur Tuhan telah memperlengkapi tim kami dengan hamba Tuhan dan sahabat-sahabat yang berhikmat dan berkomitmen. Selain dalam hal pelayanan. Tuhan juga men-challenge saya untuk mempercayai Dia sepenuhnya di dalam pekerjaan. Di Nafiri sebelumnya saya pernah berbagi kisah bahwa tahun lalu tiba-tiba beberapa tiang

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 82

12/17/15 9:36 AM


penopang saya diambil, yaitu ketika atasan saya berhenti dan salah seorang rekan mengalami stroke mendadak di saat saya sedang sangat membutuhkan mereka untuk mendukung suatu proyek senilai US$ 30 juta (untuk kontrak jangka 3 tahun). Di kemudian hari, Tuhan membuktikan bahwa bersama Dia saya dapat melewati semua itu dengan baik, dan proyek pun berjalan dengan lancar. Tantangan lain lagi muncul baru-baru ini. Di bulan Oktober yang lalu, saya pindah kerja ke sebuah perusahaan yang baru setelah mendoakannya selama berbulan-bulan. Saya meyakini bahwa Tuhan menuntun saya ke situ. Setelah proses resign yang ‘alot’ dan farewell party yang heboh, saya akhirnya meninggalkan perusahaan lama dengan ‘manis’ (meminjam istilah dari seorang sahabat) memasuki karir yang baru. Secara emosi, bukanlah hal yang mudah untuk meninggalkan suatu comfort zone dimana management sudah begitu mempercayai saya. Ternyata yang saya hadapi di tempat yang baru tidaklah semudah yang saya bayangkan sebelumnya. Saya direkrut untuk menjalankan suatu tugas besar yang secara manusia jauh lebih rumit dari apa yang mampu saya kerjakan selama ini, dan sampai saat ini pun proyek itu masih berlangsung. Firman Tuhan dari Matius 6 terus menerus menjadi bahan perenungan dan pegangan yang menguatkan saya. Hanya ada dua pilihan bagi saya: “menyerah dan mundur”, atau “maju terus dan mempercayai bahwa bersama Allah saya akan dimampukan”. Saya teringat akan kalimat yang sering muncul di pm (personal message) teman-teman: If God leads you to it, he will lead you through it. Saya bukan orang yang mudah untuk menjadi mantap hati, tetapi saat ini saya tidak mempunyai pilihan selain harus mempercayai Allah. Rupanya belajar percaya adalah proses seumur hidup

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 83

83

12/17/15 9:36 AM


84

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 84

12/17/15 9:36 AM


/ Humprey /

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 85

85

12/17/15 9:36 AM


86

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 86

12/17/15 9:36 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 87

87

12/17/15 9:36 AM


88

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 88

12/17/15 9:36 AM


NAFIRI Nafiri SEPTEMBER DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 89

89

12/17/15 9:36 AM


JOHN KIM:

90

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 90

12/17/15 9:36 AM


/ Pingkan Palilingan /

Paru-paru kiri saya kempes,� cerita John Kim di satu hari Minggu di pertengahan bulan Oktober. “Suplai oksigen ke darah dan otak saya terasa seperti kehabisan.� ari itu, tim Nafiri menyambangi kediaman John di Green Cove, BSD. Bersama dengan istrinya, Sui Lang (atau Alang panggilan akrabnya), John membagikan pengalamannya yang baru saja terjadi di bulan Agustus. Pengalaman yang bukan saja mengubah hidupnya, namun juga keluarganya. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 91

91

12/17/15 9:36 AM


Paru-paru yang Kempes Cerita berawal ketika John dan keluarga– istrinya, putrinya Natasha dan putranya Justin– pulang dari liburan tengah tahun di Eropa. Sehari sesudah keluarga tersebut kembali ke rumah, John mulai merasakan sakit di daerah dada. “Awalnya saya kira sakit tersebut dikarenakan saya terlalu capek, kelamaan traveling dan juga karena jet lag,” aku John. Riwayat kesehatan yang selama ini tidak pernah ada masalah membuatnya semakin yakin bahwa sakit di dadanya tersebut hanyalah penyakit kecil yang akan hilang sendirinya. “Puji Tuhan, sebelumnya saya tidak pernah sakit berat. Hingga umur 41 saya tidak pernah diopname ataupun diinfus. Tuhan memang menjaga dan melindungi saya,” katanya. Sampai ketika John sedang menaiki tangga di gereja pada saat menghadiri kebaktian umum. “Waktu itu naik tangga kayak mau pingsan rasanya. Ngos-ngosan sekali. Saya sampai berdoa berkali-kali hari itu supaya jangan pingsan.” Akhirnya 2 minggu semenjak pertama kali merasakan sakit di dada, John memutuskan untuk konsultasi dengan seorang dokter. Sang dokter berkata bahwa paru-paru kiri John kempes, dan bahwa paru-paru kanannya yang bekerja keras untuk mengkover kinerja paru-paru kiri tersebut. Sang dokter memperingatkan John agar jangan terkecoh apabila kesehatannya tiba-tiba pulih, karena itu hanya kamuflase sesaat, sementara paru-parunya sebenarnya masih belum pulih. 92

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 92

12/17/15 9:36 AM


Paru-paru saya sudah kempes 80 persen. Saya tidak diperbolehkan pulang oleh dokter, dan harus langsung operasi saat itu juga ....” Akhirnya John merasa yakin dengan kondisi tubuhnya dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Hanya saja, beberapa kali rasa sesak itu datang kembali. Contohnya ketika John dan keluarga pergi menonton sebuah film di bioskop. “Di filmnya ada adegan lucu dan saya ingin tertawa. Tapi entah kenapa mau tertawa saja rasanya hampir mau pingsan. Saya jadi tidak berani lagi untuk tertawa pada saat itu.” Suatu saat John dituntut harus turun ke lapangan sebagai bagian dari pekerjaannya. Seperti biasanya ia bekerja, John menyetir mobil sendiri hingga sampai ke Puncak. Ketika sampai di tempat tujuan dan turun dari mobil, napasnya terengah-engah. Selesai dari pekerjaannya tersebut, ia menguatkan diri untuk menyetir hingga BSD dan langsung menuju ke rumah sakit.

Menurut diagnosis dokter, kebocoran paru-paru kiri John sudah tergolong parah. “Paru-paru saya sudah kempes 80 persen. Saya tidak diperbolehkan pulang oleh dokter, dan harus langsung operasi saat itu juga,” kata John mengingat peristiwa tersebut. “Dokter berkata bahwa orang yang terkena penyakit seperti ini mayoritas perokok, memiliki tubuh kurus dan berumur 40-an. Saya nggak merokok dan saya juga nggak kurus. Ya saya cuma masuk kategori terakhir aja, saya umur 41 tahun. Ya saya bingung juga penyebabnya apa.” John akhirnya lebih memilih pulang demi menanyakan pendapat istri sebelum memutuskan untuk operasi. Setelah berdiskusi, akhirnya kedua pasangan ini memutuskan untuk mencari second opinion dari dokter lain. “Hasil medical check-up saya selama ini bagus. Saya juga merasa badan saya fit. Saya ingin mendengar pendapat lain karena saya nggak mau operasi. Saya ingin tahu, bisa nggak minum obat saja tanpa harus operasi?” kata John.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 93

93

12/17/15 9:36 AM


Setelah bertanya ke sana kemari, John dan Alang mendapat rekomendasi dari teman gereja: seorang profesor spesialis paru dari Universitas Indonesia. Segera John mengunjungi RS tersebut di Jakarta Selatan, rumah sakit dimana profesor tersebut praktek. Meski dokter sebelumnya telah mengingatkan, John tetap menyetir sendiri ke RS itu karena tidak ada yang bisa mengantarnya. Ia mengikuti saran dokter, yakni selalu membuka kaca jendela mobil agar John mendapat suplai oksigen lebih dari luar. Ternyata dokter di rumah sakit tersebut juga memberikan komentar yang sama: bahwa John harus langsung menjalani operasi. Selain karena asupan oksigen di tubuhnya semakin berkurang, operasi harus segera dilakukan karena udara yang bocor dari paru-parunya terjebak di rongga dadanya. “Umpamanya ban mobil kamu bocor, tapi yang bocor ban dalam. Jadi angin yang keluar terjebak di antara ban dalam dan luar. Jadi semakin banyak udara terjebak di rongga dada, saya semakin merasa sesak napas. Padahal paru-paru membutuhkan rongga itu untuk mengembang dan mengempis,” John menjelaskan.

94

Masih ingin mencoba untuk menghindari operasi, John bertanya kepada dokter apakah tidak ada jalan lain selain operasi? Sang dokter menjawab, “Kamu masih muda dan gagah, apakah kamu mau hidup hanya dengan satu paru-paru?” Pertanyaan itu seolah menjadi sinyal bagi John untuk setuju dioperasi. Tanpa berdiskusi dulu dengan istrinya, John yang sudah lemas tak berdaya memutuskan saat itu juga ia akan menjalani operasi di rumah sakit itu. Alang yang tak bisa menemani suaminya ke rumah sakit karena harus menjemput anak-anak, terkejut ketika mendengar kabar bahwa suaminya sudah memutuskan untuk dioperasi di RS itu. Padahal malam sebelumnya mereka sudah berdiskusi untuk tidak menjalani tindakan apa-apa di RS itu.

... kamu masihmuda dan gagah, apakah kamu mau hidup hanya dengan satu paru-paru?”

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 94

12/17/15 9:36 AM


Lebih Mengandalkan Tuhan Ketimbang Rumah Sakit “Yang saya kuatirkan bukan karena jarak rumah sakitnya yang jauh ataupun dokter yang menangani. Kalau operasi, ya saya pikir bahwa harus dilaksanakan di tempat yang fasilitasnya lengkap, sementara RS itu bukanlah rumah sakit yang tergolong besar,” Alang bercerita. Ia mengaku bahwa ia sempat ‘riset’ mengenai RS itu di Google dan menemukan faktafakta bahwa RS itu termasuk kecil dan tidak terkenal bila dibandingkan dengan RS lain yang mereka tahu. Keraguannya semakin menjadi ketika ia menyusul suaminya di RS itu, karena dokter yang menangani John tak kunjung datang. Ditambah lagi Alang merasa pelayanan di RS tersebut sangat buruk. Seolah-olah semuanya merujuk kepada satu kesimpulan: suaminya akan dioperasi di rumah sakit yang tidak mumpuni. “Saya makin ragu. Malam itu saya berdoa, ya Tuhan bagaimana kalau operasinya tidak lancar? Apa pindah rumah sakit saja?” kata Alang sembari mengingat kembali doadoanya.

Mengingat kembali pengalamannya, John pun mengakui tidak ingat kenapa ia memutuskan untuk operasi di RS kecil itu. “Mungkin mata manusia kita melihat bahwa rumah sakit ini kecil dan tidak memenuhi syarat dibanding rumah sakit lain. Padahal malam sebelumnya saya diskusi dengan Alang untuk melihat kondisi RS itu dulu sebelum memutuskan. Saya percaya Tuhan yang menunjukkan jalan bahwa ya, ini rumah sakit yang tepat,” ujar John. Pasangan ini mengira bahwa John akan dioperasi oleh profesor yang mereka tunggu-tunggu. Lucunya, ternyata asisten sang profesor yang melaksanakan operasi. Semakin goyahlah hati Alang untuk menyerahkan suaminya ke tangan dokter yang belum ia percayai. Namun, melihat John yang terbaring lemas membuat Alang mencoba mengenyahkan pikiran buruknya. Akhirnya ia memutuskan untuk percaya kepada keputusan: John dioperasi di RS itu, dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 95

95

12/17/15 9:36 AM


Bulan Agustus, John dioperasi. Paru-parunya bocor di banyak tempat, namun lokasinya tidak terdeteksi. Dadanya dibuka dan sebuah selang dimasukkan ke dalam rongga dadanya untuk menyedot udara yang terjebak di sana. Sementara paru-paru kirinya ‘distaples’ untuk menutupi kebocoran. Meski sedikit jumlahnya, kekalutan tetap ada di hati Alang. Suatu hari, Justin, anak bungsunya yang masih kelas 4 SD bertanya, “Papi sudah dioperasi? Bagaimana kondisi papi?” Alang menjawab, “Justin sudah berdoa belum?”

“Sudah, Justin berdoa setiap hari. Kalau operasinya tidak berhasil bagaimana?” Melihat bagaimana anaknya yang polos bisa tekun berdoa kepada Tuhan demi kesembuhan papanya, meyakinkan Alang bahwa suaminya akan pulih. “Justin kan sudah berdoa, kalau sudah berdoa ya kita berserah saja. Tuhan pasti tolong,” jawab Alang kepada Justin. Operasi berjalan lancar. John diopname selama 12 hari agar cepat pulih pascaoperasi. Ajaibnya, lubang di paru-parunya menutup dengan cepat. Hingga pada saat wawancara dilakukan, John baru sekali ke rumah sakit untuk mengontrol kondisi paruparunya.

... kalau sudah berdoa ya kita berserah saja. Tuhan pasti tolong ....” 96

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 96

12/17/15 9:36 AM


Pelajaran Penting untuk Beriman Meski sampai kini tidak ada penyebab yang jelas akan kebocoran paruparunya, John dan Alang tahu bahwa ada banyak hal yang bisa disyukuri dari peristiwa ini. Dan bahwa pelajaran terbesar yakni beriman kepada Tuhan. “Ternyata mau rumah sakit kecil atau besar, pelayanan baik atau buruk, apabila Tuhan sudah campur tangan, maka semuanya akan beres,” kata Alang. “Kita sebagai manusia sering berpikiran macam-macam. Wah dokternya nggak mampu nih, wah nggak lengkap nih fasilitasnya. Ya kembali lagi dari awal, sebenarnya semuanya kan pekerjaan tangan Tuhan.” Di manakah iman kita saat sedang diperlukan? Mata dan pikiran manusia memang selalu cenderung melihat kekurangan dan ketidaksempurnaan dari segala hal. Ketika hati kita memutuskan untuk beriman kepada Tuhan, semuakekalutan akan sirna dan apa yang kita khawatirkan menjadi tidak relevan lagi. “Saya sudah tahu bahwa saya sakit dan pasti disembuhkan,” John berbagi. John bersyukur penyakitnya didiagnosis sesaat sebelum terlambat. Apabila terlambat, paru-parunya tidak akan bisa mengembang lagi. Di tengah kegelisahannya, ia tetap berdoa siang malam demi kesembuhannya. Mengenai keputusannya untuk dioperasi di RS itu, John yakin bahwa Tuhan yang memantapkan hatinya untuk memutuskan. Meskipun itu semua di luar pengertiannya sebagai manusia. “Saya sudah mantap dengan kepercayaan bahwa Tuhan akan menyembuhkan saya. Pada akhirnya Tuhan yang menunjukkan jalan,” kata John

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 97

97

12/17/15 9:36 AM


98

THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 98

12/17/15 9:36 AM


/ Anton Utomo /

e t i ka gereja kita merayakan hari jadinya yang ke-70, di pusat tanah Sunda ada satu gereja yang juga memperingati hari kelahirannya yang ke-113. Gereja Kristen Pasundan (GKP) Palalangon yang didirikan tahun 1902, di masa Hindia Belanda, saat ini tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan yang menghadang di sepanjang perjalanannya yang maha panjang. Sesuai dengan nama yang disandangnya, gereja yang terletak di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, ini terus bertahan menjadi ‘mercusuar’ bagi jiwa-jiwa yang tersesat, baik bagi suku Sunda maupun suku lainnya yang menetap di daerah itu.

Perjalanan yang Penuh Kesan Di awal September lalu, saat mentari pagi mulai menyapa bumi, kami, Tim Nafiri, memulai perjalanan menuju Cianjur, Jawa Barat. Untuk menghindari macet, kami tidak melalui rute Jagorawi–Puncak–Cianjur. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 99

99

12/17/15 9:36 AM


Melainkan, kami menempuh tol Cipularang menuju Bandung, sehingga sempat makan pagi di kota Bandung yang menawarkan beragam kuliner yang menggoda selera. Dari Bandung perjalanan dilanjutkan menuju Cianjur. Sesampainya di Ciranjang, desa kecil sebelum Cianjur, perjalanan berbelok ke kanan menuju jalan pedesaan. Udara segar segera menerpa kami kala kaca mobil diturunkan, walau di tengah musim kemarau panjang yang mengeringkan pepohonan di sepanjang tepian jalan. Ada pemandangan unik kami saksikan saat hampir mendekati lokasi tujuan, yaitu banyaknya bangunan gereja di kanan kiri jalan. Sungguh suatu pemandangan langka di tengah pedesaan tanah Sunda! Setelah sempat kesasar di berbagai persimpangan jalan, akhirnya sampailah kami ke tujuan akhir, yaitu Gereja Kristen Pasundan (GKP) Palalangon. Gedung gereja tua itu menyapa kami dengan ramah namun anggun, memancarkan wibawa yang melekat padanya selama lebih dari seabad usianya. Ornamen batubatu hitam bulat yang menempel di sekujur dindingnya segera menghadirkan memori akan bangunan masa penjajahan yang jumlahnya kini semakin langka. Menara lancip dengan salib di ujungnya, mengembalikan kenangan akan gambar gereja yang dilukiskan anak-anak sekolah minggu ‘tempo doeloe’. Lapangan luas milik gereja yang terletak didepannya memberikan pandangan lepas di tengah perkampungan yang sudah semakin padat belakangan ini. Ada ruang serba guna besar berkonstruksi baja di sebelah gereja, dapat digunakan pula sebagai lapangan badminton, lengkap dengan peralatan lampu sorot untuk aktivitas di malam hari. Para majelis dan pengurus gereja menyambut rombongan Nafiri dengan ramah, dan langsung mengajak kami masuk ke ruang rapat majelis yang nyaman dan sejuk di bagian belakang gedung gereja. Melalui perbincangan hangat beberapa jam, kami banyak mengerti sejarah dan kiprah gereja tua yang terletak di ‘jantung’ Tanah Sunda ini.

100 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 100

12/17/15 9:36 AM


Sejarah Pendirian Gereja dan Kampung Palalangon Semuanya bermula dari kegelisahan Zendeling (misionaris) berkebangsaan Belanda yang bernama B.M. Alkema dan Badan Penginjilan Belanda NZV (Nederlandsche Zendings Vereeniging). Saat itu, pada permulaan abad ke20, umat Kristen yang berasal dari suku Sunda mengalami diaspora akibat intimidasi, penganiayaan, bahkan pembunuhan. Kebanyakan mereka berasal dari kantong Kristen di Jawa Barat seperti di Kampung Sawah (Bekasi), Cilembar, dan daerah pedalaman lain di Jawa Barat dan Banten sekarang. Setelah berhasil mengumpulkan 7 orang percaya, Zendeling B.M. Alkema menghadap Bupati Cianjur untuk meminta petunjuk lahan mana yang dapat dihuni sekaligus dapat dijadikan lahan bercocok tanam oleh ketujuh orang tersebut. Bersama seorang wedana bernama Sabri, kemudian pencarian lahan mulai dilaksanakan. Untuk itu, mereka menyusuri Sungai Cisokan dan kemudian aliran Sungai Citarum. Perjalanan yang melelahkan itu akhirnya membuahkan hasil justru ketika setelah salah seorang rombongan terperosok ke lembah yang cukup dalam di daerah Leuwi Kuya. Usai menolong rekan yang terperosok, mereka mendaki tebing kembali melalui jalan yang lain, dan menemukan hutan belantara di tanah yang agak datar dan cukup luas.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 101

101

12/17/15 9:36 AM


Merasa cocok dengan kawasan itu, tak berapa lama B.M. Alkema menancapkan tongkat ke dalam tanah dan berikrar, ”Di tempat inilah saya tetapkan sebagai tempat pemukiman bagi orang-orang Kristen Sunda ....” Ikrar itulah yang terus bergema di hati jemaat Kristen di Palalangon hingga saat ini. Bahkan, Ibu Mimi, salah seorang majelis yang menemani kami bercerita, mereka sangat terharu dan sempat menitikkan air mata, kala salah seorang jemaat berperan sebagai B.M Alkema melakukan kembali adegan tersebut dalam roleplay yang diadakan saat perayaan ulang tahun gereja ke-113 bulan Agustus lalu. Setelah penetapan oleh B.M . Alkema, ketujuh ’jemaat mula-mula’ kemudian pulang kembali dan membawa keluarga mereka masing-masing, sehingga pada awalnya, umat Kristen di Palalangon berjumlah 21 jiwa. Guna memenuhi kebutuhan tempat ibadah, dibangunlah sebuah gereja ‘darurat’ dari bahan dasar eurih (ilalang).

102 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 102

12/17/15 9:36 AM


Dalam kebaktian perdana yang dipimpin langsung oleh B.M Alkema pada tanggal (perkiraan) 17 Agustus 1902, kampung Palalangon mendapatkan namanya yang terus bertahan hingga saat ini. Pada hari itu, firman Tuhan yang disampaikan B.M. Alkema didasarkan pada kitab Habakuk 2:1–5. “Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku” (Habakuk 2:1). Dalam bahasa Sunda yang disampaikan oleh Alkema, tempat pengintaian dan menara ditulis sebagai “palalangon” (panggung nu luhur–panggung yang tinggi), seperti tempat berjaga di sawah. Sejak saat itu orang menyebut kampung tersebut sebagai Palalangon.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 103

103

12/17/15 9:36 AM


Hidup Harmonis di Tengah Keragaman Setelah lebih satu abad, umat Kristen di Palalangon memiliki puluhan gereja untuk sarana beribadah. “Hampir semua denominasi gereja hadir di sini, kecuali umat Katolik saja yang belum memiliki gereja sendiri,” Ibu Mimi–salah seorang majelis gereja–menjelaskan. Bagaimana dengan kehidupan bermasyarakat di Palalangon dan sekitarnya, mengingat penduduk Kristen hanya mayoritas di dua kampung saja (Palalangon Wetan dan Kulon), sedangkan beberapa kampung di sekitar mereka dipadati warga Muslim? “Kami tidak pernah menutup diri, melainkan bergaul dan berinteraksi dengan warga yang beragama lain seperti layaknya saudara,” Pak Yepta, majelis lainnya menanggapi. “Sebagai sesama petani, buruh dan karyawan (swasta) maupun PNS kami hidup bersama, dipersatukan oleh kepentingan yang sama di pekerjaan maupun organisasi kemasyarakatan. Hubungan dengan para ulama dan pemuka masyarakat juga berjalan dengan amat baik, sehingga semua benih perpecahan dapat diredam sejak dini,” lanjut Yepta. Jawaban ini rupanya bukan basa-basi. Perayaan HUT kemerdekaan RI ke-70 tahun ini untuk Desa Kertajaya (Kampung Palalangon termasuk didalamnya) dipusatkan di lapangan depan GKP Palalangon. Perayaan berlangsung dengan meriah, semua warga bergabung dengan riang gembira tanpa melihat identitas kepercayaan mereka. Beragam penghargaan dari FKUB dan lainnya juga diperoleh GKP atas peran mereka menjaga kerukunan 104 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 104

12/17/15 9:36 AM


beragama di desa Kertajaya. Upacara Syukur Tahunan (atas hasil panen) yang diselanggarakan sebagai tradisi dalam lingkungan kebudayaan Sunda, juga diselenggarakan di GKP, yang saat itu menyambut dengan tangan terbuka semua penganut agama dan aliran kepercayaan. Bersama-sama mereka merayakan panen sambil mengucapkan syukur kepada Tuhan atas berkat yang telah mereka terima tahun ini. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 105

105

12/17/15 9:36 AM


Tantangan dan Harapan Kini GKP Palalangon memiliki jemaat tercatat sebanyak 1400 jiwa lebih, sedangkan jumlah pengunjung kebaktian setiap minggunya kurang lebih 450 orang (2 kali ibadah). Kebaktian berbahasa Sunda juga masih dipertahankan 2 kali sebulan, demi mempertahankan ciri khas yang disandangnya. Walaupun demikian, gereja ini tidak hanya bagi orang Sunda saja, banyak pula jemaat yang berasal dari Suku Batak, Manado, dan suku lainnya yang bergereja di GKP Palalangon. “Sesungguhnya, GKP Palalangon bukan gereja Sunda, tapi gereja yang berada di Tanah Sunda,�Ibu Mimi menegaskan. Kendati memiliki jumlah jemaat yang cukup besar, Pak Yepta mengakui bahwa sumber daya manusia merupakan masalah yang cukup pelik bagi gereja ini. Sebagian besar jemaat adalah petani dan buruh yang bepenghasilan minim. Terkadang mereka enggan ke gereja karena malu tak dapat memberikan persembahan, walaupun sering diingatkan bahwa kehadiran mereka di gereja jauh lebih penting ketimbang persembahan yang dibawa. Itulah salah satu penyebab pula, sampai saat ini GKP Palalangon hanya memiliki seorang hamba Tuhan, itu pun berstatus pendeta konsulen. 106 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 106

12/17/15 9:36 AM


Tantangan lain yang dihadapi adalah kehidupan pergaulan remaja dalam keluarga jemaat GKP. Mereka sering terbawa arus, sehingga beberapa bahkan berpacaran dan mengikat perkawinan dengan mereka yang tidak seiman di luar sana. Syukurlah, sejak beberapa tahun ini dibuka kelas pembinaan bagi para remaja gereja, sehingga dasar iman mereka lebih diperkuat menghadapi godaan pergaulan dalam masyarakat yang sangat terbuka di era medsos ini. Memang masih banyak tantangan lainnya yang dihadapi GKP Palalangon di masa depan, misalnya tentang bagaimana mempertahankan aset yang dimiliki, bukan hanya aset milik gereja tapi milik jemaat dan umat Kristen di Palalangon. Dengan komunikasi yang baik di antara sesama umat Kristen, walaupun mereka berbeda gereja, aset yang dimiliki, terutama tanah dan bangunan, dapat tetap dipertahankan menjadi milik mereka. Kalaupun ingin diperjualbelikan, hendaklah memberikan kabar kepada semua saudara seiman, sehingga tidak ada aset yang sedikit demi sedikit jatuh ke tangan pihak lain, yang mungkin memberikan dampak kurang baik di kemudian hari. Di tengah tantangan yang menghadang, GKP Palalangon terus bertahan dalam pemeliharaan Tuhan. Kerjasama dengan berbagai gereja–bukan hanya dengan sesama Gereja Pasundan–memberikan semangat dan kekuatan baru kepada para majelis dan seluruh jemaat. Bukan hanya dengan pihak gereja, belakangan banyak sekolah Kristen yang mengirimkan siswanya untuk live-in di rumah-rumah jemaat, mempelajari kehidupan di lingkungan yang berbeda dengan di kota. Majelis GKP Palalangon senantiasa dengan ramah membuka pintu bagi siapa pun yang ingin ‘mencicipi’ kehidupan di tengah lingkungan pedesaan

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 107

107

12/17/15 9:36 AM


108 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 108

12/17/15 9:36 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 109

109

12/17/15 9:36 AM


110 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 110

12/17/15 9:36 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 111

111

12/17/15 9:36 AM


112 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 112

12/17/15 9:36 AM


/ Kevin Kowinto /

inggu, 20 September 2015, saya bersiap untuk berangkat kembali ke Jakarta dengan penerbangan malam setelah mengikuti Malam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Medan. Memang saya sengaja memilih penerbangan malam karena di sela padatnya tugas dinas kantor, saya ingin menyempatkan diri pulang ke kampung halaman di Pematang Siantar yang berjarak 129 km dari kota Medan. Tujuan saya untuk menikmati kuliner Kepala Ikan Mayung–menu favorit saya, mengunjungi paman dan bibi, serta berziarah ke makam orangtua. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 113

113

12/17/15 9:36 AM


Jadwal penerbangan tujuan Jakarta dari Bandar Udara Internasional Kualanamu, Medan pukul 20.00 WIB. Seperti biasanya saya selalu check in lebih awal agar mendapat tempat duduk di jendela darurat sehingga kaki dapat lebih nyaman dan bebas. Namun, karena alasan operasional, Batik Air yang akan mengantar saya kembali ke Jakarta mengalami delay selama 30 menit. Sambil menikmati Green Tea Latte Starbucks, saya dikejutkan dengan teriakan seorang ibu dalam bahasa Hokkien: “Eh ..., A Tiong, Mama kan lu,... mai cao lai cao khi, tan puak to arr!” (kalau diterjemahkan kira-kira: “Eh ..., A Tiong, biar Mama yang menggandeng tangan kamu, jangan lari-lari, nanti jatuh!” Teriakan itu langsung membuat beberapa pasang mata mengamati kejadian itu. Anak itu tidak menghiraukan teriakan mamanya; terkadang ia memegang tangan ibunya, lalu sebentar lagi melepaskan tangan ibunya dan asyik bermain sendiri dengan mainan mobil kesayangannya; seakan berkata kepada ibunya: “Saya sudah besar, sudah mampu sendiri tidak butuh tangan Mama menuntun lagi.” Tidak lama kemudian, panggilan petugas bandara bersiap untuk boarding, seluruh penumpang berbaris rapi. Tiba-tiba, anak ini berhenti sejenak, bingung, pucat merasa ada sesuatu yang hilang. Ia baru sadar bahwa ibu yang tadinya menuntun sudah tidak tampak, isak tangis yang keras anak itu menarik perhatian orang-orang yang telah berbaris rapi menuju pesawat. Kemudian dengan senyum keibuan, ibu yang dicarinya berdiri di belakang anak itu dan berkata, “Mama disini, jangan takut!” Sambil mengulurkan kedua tangannya, ia memeluk anaknya, mengusap pipinya yang dibasahi air mata dan berkata, “Biar Mama yang memegang tangan kamu nak, ayo... kita akan kembali ke Jakarta!”

114 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 114

12/17/15 9:36 AM


Setelah pesawat lepas landas beberapa saat kemudian, pilot mengumumkan melalui pengeras suara bahwa cuaca buruk dan berawan. Hmm... saya menghela nafas panjang dan berdoa semoga penerbangan ini akan menyenangkan karena saat pendaratan kemarin sempat mengalami kesulitan karena asap yang mengganggu jarak pandang, ditambah pesawat mengalami guncangan saat mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan (KNO). Kejadian ini cukup menegangkan dan membuat shock semua penumpang, termasuk saya. Pesawat terguncang hebat akibat turbulensi, dan kejadian ini sangat tidak menyenangkan. Pada kasus turbulensi yang hebat bisa dikatakan sangat membahayakan keselamatan penerbangan. Pesawat terus bergumul dengan awan tebal, dan pilot menaikkan pesawat pada ketinggian tertentu dan berhasil melewati awan cumulonimbus. Tak lama berselang kembali terjadi guncangan yang semakin hebat. Pesawat mencoba menghindari awan dan naik kembali. Karena intensitas turbulensi yang semakin besar dan berulang dan terjadi dalam durasi yang singkat; membuat banyak penumpang panik, berdoa, mengepalkan tangan, mengeluarkan tasbih, berwajah tegang sambil mengencangkan safety belt dan ada yang memegang erat kursi. Kegentaran menghadapi dahsyatnya turbulensi yang sedang menghajar pesawat yang mulai naik turun dan bergetar dirasakan semua penumpang saat itu. Sejenak saya teringat akan kejadian yang terjadi pada anak kecil saat di ruang tunggu. Saya melayangkan pandangan ke tempat duduk anak dan ibu yang duduknya hanya berjarak 2 baris di belakang saya. Tampak begitu tenang dan nyaman ia tidur di tengah turbulensi yang dahyat. Tangannya yang kecil itu dipegang ibunya.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 115

115

12/17/15 9:36 AM


Melihat pemandangan yang meneduhkan, membuat saya lebih mengerti makna iman yang berarti suatu pengarahan rohani kembali kepada Tuhan. Di kedalaman jiwa manusia terdapat satu unsur dimana kita membutuhkan satu sandaran, satu pegangan dan rasa aman. Sambil memejamkan mata untuk berdoa sejenak, kembali saya mencoba merenungkan hubungan saya dengan Tuhan .... I and Thou relationship. Tanpa sadar, saya sudah bersandar kepada kecanggihan pesawat, padahal saya harus tetap bersandar kepada Tuhan. Pesawat secanggih apa pun tidak ada yang sempurna dan mampu menahan badai dan mengubah cuaca. Memang bijaksana diperlukan, kita dapat memilih pesawat canggih yang memberikan kenyamanan lebih, tetapi jangan ‘tanpa sadar’ kita merasa aman karena pesawat, melainkan kita harus merasa aman karena ada Tuhan di dalam kita. Jika kita yang memegang tangan Tuhan, di kala kita senang dan asyik dengan ”hobby mainan”, kita lupa memegang tangan Tuhan. Jika krisis dan bahaya di depan mata, kita baru sadar bahwa kita membutuhkan dan mulai mencari Tuhan. Tetapi jika Tuhan yang memegang tangan kita, maka tangan yang tidak kelihatan (invisible hands) itu mampu memberi kedamaian dan ketenteraman. So, we do not need to worry about everything, because God knows our needs. 116 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 116

12/17/15 9:36 AM


Terjemahan bebas Kitab Mazmur 125:1–2 mengatakan, “Barangsiapa yang percaya dan bersandar kepada Tuhan, ia akan seperti gunung Sion yang tidak goyah untuk selama-lamanya. Sebagaimana gunung-gunung mengelilingi kota Yerusalem, demikianlah Tuhan mengelilingi orang yang dimiliki-Nya, dari sekarang sampai selama-lamanya.” Jika Anda merasa tidak membutuhkan Tuhan dan tidak perlu Tuhan ada, merasa Anda adalah orang yang paling besar dan hebat, cobalah berbicara dengan jiwa Anda sendiri sembari menatap bumi dan awan dari ketinggian 38 ribu kaki. Lihatlah betapa Tuhan itu sangat besar dan memberi Anda kesempatan beribu kali untuk menyadarkan bahwa Anda butuh Tuhan yang memegang tangan Anda, bukan Anda yang memegang tangan Tuhan. Dalam keteduhan menikmati relasi aku dan Engkau, seperti anak kecil yang tidur terlelap penuh damai dan sukacita disamping ibunya, tiba-tiba saya dibangunkan dengan suara dari pengeras suara yang mengatakan, “Para penumpang yang terhormat, sesaat lagi kita akan mendarat di Bandar Udara Internasional Jakarta SoekarnoHatta, tidak ada perbedaan waktu antara Kualanamu Medan dan Jakarta. Kami persilakan kepada Anda untuk kembali ke tempat duduk Anda masingmasing, menegakkan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka di hadapan Anda, dan mengencangkan sabuk pengaman. Akhirnya kami seluruh awak pesawat Batik Air mengucapkan terima kasih telah terbang bersama kami, dan sampai jumpa di penerbangan lain waktu. Terima kasih.” Setelah berputar-putar menunggu antrian turun, akhirnya kami berhasil mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta tepat pukul 22.55

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 117

117

12/17/15 9:36 AM


118 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 118

12/17/15 9:36 AM


/ Humprey / Saya sebenarnya sudah mengatur janji untuk berbincang dengan Pak Poldi, tetapi bagi saya janji ketemu ini masih seperti blind date karena saya belum tahu yang mana namanya Pak Poldi ini; entah karena saya yang kurang aktif mengikuti perkembangan di gereja atau memang Pak Poldi masih belum dikenal luas oleh warga gereja. Karena waktu untuk berbincang agak terbatas, tanpa banyak basabasi Nafiri mengajukan serangkaian pertanyaan pada Pak Poldi. Berikut rangkuman dari perbincangan dengan Pak Poldi yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tahun 1965. Nafiri (N) : Bisa diceritakan sedikit bagaimana awalnya Bapak mengenal kasih Tuhan Yesus? Poldi (P) : Saya kenal Tuhan Yesus bukan sejak Sekolah Minggu. Saudarasaudara saya ada yang ke gereja dan ada juga yang tidak, karena orangtua saya tidak mengarahkan kami untuk ke gereja saat kami masih kecil. Saya lima bersaudara dan saya anak keempat. Pada suatu saat, kakak sulung saya sakit parah. Dia sakit agak lama dan tidak sembuh-sembuh juga. Kakak saya yang ketiga akhirnya membawa kakak sulung saya ke gereja untuk didoakan. Ternyata, setelah didoakan, kakak sulung saya mengalami kesembuhan rohani. Kakak-kakak saya itu yang kemudian mengajak saya untuk ikut ke gereja. N : Bagaimana riwayat singkat pelayanan Bapak sebelum akhirnya aktif di GKY? P : Saya lahir di Jepara, 16 April 1965. Saya kemudian pindah ke Malang. Saya sempat beberapa kali beribadah di GKI di Jl. Tumapel saat saya remaja, dan kemudian saya pindah ke Gereja Kalam Kudus. Di Kalam Kudus saya mengalami pertumbuhan rohani yang cukup signifikan, khususnya saat kelas tiga SMA sampai saya kuliah. Saya mengikuti katekisasi dan akhirnya dibaptis serta cukup aktif dalam kegiatan pemuda. Saya cukup aktif di LPMI (Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia) saat kuliah, dan ikut dalam beberapa kepanitiaan, ikut vocal group, program perkabaran Injil dan pelayanan lain. Itu berlangsung sampai tahun 1994. Setelah itu barulah saya pindah ke Pamulang. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 119

119

12/17/15 9:36 AM


N : Lalu bagaimana riwayat pelayanan Bapak di GKY Pamulang? P : Di Pamulang saya awalnya beribadah di GKI dulu walau tidak lama. Lalu saya bergabung dengan GKJMB (saat itu belum berganti nama menjadi GKY) yang membuka pos pelayanan di sana. Saya mendukung Departemen Misi. Status gerejanya memang masih Pos dan semua masih serba minim. Namun, saya cukup aktif dalam pelayanan di Pamulang hingga sekitar 15 tahun penuh. N : Apa yang paling berkesan sewaktu Bapak melayani di GKY Pamulang? P : Saat bergabung di Pamulang praktis masih belum ada gembala yang secara penuh melayani jemaat .... Tetapi, GKJMB sangat tertib dalam hal administrasi dan organisasinya. Saya ikut berpartisipasi dalam menjalankan berbagai hal dalam pengelolaan dan operasional gereja. Ini termasuk mengikuti raker ke Mangga Besar (gereja pusat). N : Sejak kapan Bapak pindah dan melayani di GKY BSD ? P : Sejak mengikuti komunitas GKGW yang diadakan oleh GKY BSD dan mulai mengenal banyak teman di GKY BSD. Saya dan keluarga juga semakin merasakan kerinduan untuk mendapatkan pengajaran-pengajaran yang lebih baik. Pada tahun 2010, saya dan keluarga juga pindah rumah. Itu sebabnya, saya akhirnya bergereja di GKY BSD walaupun saya masih menjabat kepengurusan di GKY Pamulang. N : Bidang pelayanan apa yang Bapak kerjakan di GKY BSD dan seperti apa gambarannya? P : Di BSD saya bergabung di bidang misi, karena waktu di Pamulang saya juga aktif di kegiatan pelayanan misi. Sejak tahun 2015 ini saya dipercaya untuk menjabat di kemajelisan bidang misi di bawah sub bidang Pekabaran Injil. Kami yang bergabung di bidang misi cukup sering pergi ke daerahdaerah mengunjungi tempat-tempat yang dikenal sebagai ‘kantong-kantong orang Kristen’ untuk menjajaki dukungan yang dapat kita lakukan. Harus 120 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 120

12/17/15 9:36 AM


diakui, ada beberapa wilayah yang dulu merupakan’kantong-kantong orang Kristen’, akhir-akhir ini cukup banyak mengalami perubahan-perubahan yang signifikan karena semakin intensifnya interaksi dan pengaruh dari berbagai pihak. Misalnya, di suatu daerah di Jawa Barat ada gereja yang sudah ratusan tahun melayani jemaat. Tetapi, walaupun ada gembala yang mengasuh, kerohanian majelis dan jemaatnya relatif kurang berkembang. Di satu wilayah yang lain bahkan gerejanya, yang juga sudah ratusan tahun, sekarang tidak mempunyai gembala yang melayani secara penuh. N : Setelah melihat kondisi kantong-kantong Kristen tersebut, apa yang terpikir untuk dilakukan? P : Belum banyak yang bisa dilakukan, namun minimal kita bisa mencoba memberi dukungan bagi hamba-hamba Tuhan yang sedang melayani gereja-gereja itu. Kita juga bisa menjajaki untuk memberikan pelatihan bagi para hamba Tuhan yang melayani di desa-desa dengan membekali mereka dengan keterampilan khusus selain di bidang kerohanian, antara lain tentang bercocok tanam, peternakan, pengolahan hasil bumi atau ternak. Ini juga sejalan dengan apa yang mulai dilakukan di PPMT Mintin. Selain itu kami juga sedang mengembangkan kerjasama dengan Yayasan Yasuma yang melayani di kalangan militer dan kepolisian dengan harapan saat mereka yang dibina nantinya dipercaya menduduki posisi yang cukup strategis, mereka telah memiliki nilai-nilai kerohanian dan keteladanan yang baik dan bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya. N : Apa tantangan atau pergumulan yang dihadapi? P : Tantangan yang selama ini kita hadapi cukup banyak. Pelayanan misi seperti ini membutuhkan fisik dan mental yang kuat untuk ‘masuk’, karena semua masih serba terbatas. Kondisi di daerah-daerah yang ingin kita dukung juga sering membuat kita sangat sedih karena banyak yang masih hidup dalam kondisi demikian terbatas. Beberapa waktu ini, kita juga memprakarsai pengobatan gratis dan KKR, masuk berinisiatif mendukung layanan kesehatan dan pengobatan di UKS di beberapa sekolah. Ada desa-desa yang kami datangi, kami dihadapkan pada pasien yang sakitnya sudah cukup parah dan tidak bisa berdiri lagi, ada orang yang dipasung dan dikurung di sepetak tanah ukuran 2 x 2 meter, ada keluargakeluarga yang tinggal di rumah-rumah yang sangat tidak layak ditinggali, dan masih banyak lagi persoalan sosial-kemanusiaan yang lain. Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 121

121

12/17/15 9:36 AM


N : Pelayanan misi seperti ini memang sangat berat. Mengapa Bapak tergerak untuk terjun ke bidang ini? P : Karena sudah masuk ke situ, makin melihat hal-hal seperti itu, makin tidak bisa meninggalkan pelayanan ini. Hanya memang apa yang bisa saya pikirkan dan kerjakan masih terlalu sedikit dibandingkan kebutuhan yang demikian besar. Bagaimanapun, walaupun masih sedikit yang bisa kita lakukan, itu lebih baik daripada tidak sama sekali. N : Pelayanan misi itu pasti perlu berbagai pengorbanan pribadi, bagaimana cara Pak Poldi mengatasinya? P : Saya bersyukur istri dan anak-anak saya setuju dan mengizinkan (saya melayani di bidang misi), karena pelayanan ini sangat perlu didukung oleh keluarga, terutama istri. Kalau tidak didukung oleh keluarga pasti akan kesulitan. Pekerjaan saya masih bisa diatur dan juga dibantu oleh istri saya. Walaupun terkadang ada juga terjadi ‘sedikit kekacauan kecil’, namun sejauh ini masih bisa kami atasi.

N : Apa yang ingin Bapak sampaikan kepada pembaca Nafiri? P : Dukunglah pelayanan misi ini. Marilah kita melihat bahwa ada banyak saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan kita. Kalau kita tidak melihat dengan sungguh hati, kadang kelihatan seolah tidak ada masalah. Namun, ketika kita mau terjun dan mengamati dengan seksama, hati kita akan tersentuh, dan kita akan tergerak untuk mengulurkan tangan. Kita bahkan akan dengan semangat mengajak temanteman kita untuk ikut membantu. Saudara-saudara kita perlu kita ajak lebih mengenal pelayanan misi ini supaya mereka bisa lebih merasakan masih ada banyak saudara kita sangat memerlukan dukungan. Bantuan kita bisa sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang masih hidup dalam segala keterbatasan.

122 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 122

12/17/15 9:36 AM


Pak Poldi menikah dengan Nani Hasan yang berasal dari Pulau Belitung. Pasangan ini dikaruniai dua anak: Yefta Roliadi dan Yefin Roliadi yang keduanya lahir di Jakarta. Pak Poldi membuka jasa pelayanan yang komprehensif untuk pembuatan berbagai desain dan produk bagi perusahaanperusahaan yang ingin mengikuti berbagai pameran. Produkproduknya termasuk stiker, banner, booth, dan berbagai produk-produk penunjang lainnya agar perusahaan-perusahaan itu mudah dikenali dan diingat oleh para konsumen.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 123

123

12/17/15 9:36 AM


Klinik GKY BSD kini sudah bermetamorfosis menjadi Klinik Shalom (Liputan Khusus tentang Klinik Shalom dapat dibaca pada Nafiri edisi September 2015). Luasnya berkali lipat dibandingkan klinik lama, demikian juga fasilitas dan dokter serta staf pendukungnya. Momen penting perubahan tersebut disaksikan lebih dari 150 orang pada 10 Oktober 2015, saat Klinik Shalom secara resmi didedikasikan.

124 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 124

12/17/15 9:36 AM


Pdt. Freddy Lay, Ketua Sinode GKY, berkenan hadir dan melakukan pengguntingan pita sekaligus menyampaikan renungan singkat, yang mengingatkan kita semua agar selalu menjadi pendorong bagi semua perubahan baik di mana pun kita berada. Beliau juga mengingatkan, agar klinik ini tidak melupakan fungsi utamanya, yaitu menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam mengasihi sesama, terutama mereka yang berkekurangan dan tak mampu membayar layanan pengobatan yang layak. Para undangan yang hadir bukan hanya terbatas jemaat GKY BSD, namun banyak pula wakil gereja lain maupun anggota yayasan, baik di dalam maupun di luar lingkungan GKY. Ini memberikan dorongan semangat tersendiri bagi para dokter maupun seluruh pengurus yang telah bekerja keras berbulan-bulan menyiapkan tiga buah ruko di sudut BSD Junction itu menjadi gedung yang representatif untuk kegiatan klinik. Empat lantai gedung kini telah siap dipakai. Dua ruang praktek dokter umum dan spesialis, sebuah ruang dokter gigi dengan peralatannya yang lengkap, dan sebuah ruang bidan siap menyambut pasien dari kalangan mana pun untuk dilayani dan diobati. Kehadiran apotek dan laboratorium juga turut melengkapi segala fasilitas yang ada. Sesuai dengan moto yang disandangnyanya, siapa pun yang datang akan dilayani dengan kasih yang tulus. Dalam kesempatan itu pula, Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 125

125

12/17/15 9:36 AM


para hamba Tuhan dan majelis turut mendoakan setiap ruangan dan fasilitas yang ada. Selamat melayani, kiranya Klinik Shalom terus berkembang menjadi pilihan utama warga BSD dan sekitarnya dalam memperoleh layanan kesehatan yang terpercaya dan terjangkau / Anton Utomo Foto: Peter Witama dan Winner Tanles Tjhin 126 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 126

12/17/15 9:36 AM


KLINIK SHALOM PRAKTEK UMUM & GIGI

Gallery Shop BSD Junction Blok A No. 48–50 No. Telp. 021-53156111, 021-53154000

Nama Dokter

Jadwal

Jam

•dr Putri Ekawana

Senin s/d Sabtu

08.00–14.00

•dr Lily Yanti

Senin & Rabu

14.00–20.00

•dr Randy Gunawan

Selasa, Kamis, Jumat

14.00–20.00

•Naomy M.T. SST.Mkes (Bidan) •Drg Julia Adiningsih •Drg Lana •Drg Mutiara

Senin, Rabu, Sabtu

09.00–13.00

Selasa, Rabu, Jumat Kamis Senin Sabtu Selasa & Jumat

09.00–13.00 16.00–20.00 09.00–13.00 16.00–20.00 16.00–20.00

Harga promosi s.d 31 Des : Rp30.000

(termasuk -konsultasi, registrasi dan obat) Harga promosi berlaku juga untuk dokter gigi (tidak termasuk tindakan)

Fasilitas Lainnya : Apotek, Laboratorium (bekerjasama dengan Prodia) Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 127

127

12/17/15 9:36 AM


Berta Gantya Priyantara & Retno Ari Mitayani “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (Roma 14: 8). 128 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 128

12/17/15 9:36 AM


Saat kami melihat kembali perjalanan hidup kami sejak kecil, kami merasa bahwa dalam kedaulatan Allah kami sudah dipersiapkan untuk menjadi salah satu pelayan-Nya.

Mencari Kebenaran Sejak kelas 1 SD, saya sudah mempunyai kegelisahan yang sangat menakutkan terhadap kehidupan setelah kematian. Pertanyaan “Setelah aku meninggal, aku terus berada di mana? Sebagai apa? Dan sampai kapan?� Petanyaan-pertanyaan tersebut sangat menggelisahkan saya bertahun-tahun, membuat saya sejak kecil menjadi pribadi yang sering termenung sendiri memikirkan hal tersebut. Bahkan menginjak SMA, saya sering terbangun ditengah malam dan tiba-tiba sedih, ketakutan tanpa sebab. Ketakutan akan kematian yang tidak pasti. Jawaban-jawaban yang diberikan oleh orangtua saya terhadap pertanyaan-pertanyaan yang menggelisahkan ini tidak pernah bisa memuaskan dan menenangkan. Selalu ada pertanyaan-pertanyaan berikutnya yang tetap belum bisa terjawab dan semakin menggelisahkan. Sejak

SMA juga saya banyak berupaya mempelajari agama-agama yang ada di sekitar saya untuk mencari kebenaran. Waktu itu saya sangat terbuka dengan agama apa saja yang bisa membuat saya yakin dan tenang saat memikirkan kehidupan kekekalan. Singkat cerita, baru tahun 1982 saat saya kelas 2 SMA, saya benarbenar merasa dilawat oleh Allah sendiri dan diberi bimbingan Roh Kudus untuk mengerti akan kepastian kehidupan setelah kematian. Ia membawa saya mengenal Allah melalui Tuhan Yesus. Masih teringat dengan jelas, bagaimana saya saat itu terbangun tengah malam dan turun dari tempat tidur sambil bersujud, berdoa menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat saya secara pribadi. Pengenalan awal saya dengan Tuhan Yesus secara mendalam ditolong melalui sebuah buku bacaan yang berisi kesaksian seorang Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 129

129

12/17/15 9:36 AM


tokoh besar agama di Kalimantan Barat yang karena pencariannya yang sungguh-sungguh akhirnya menemukan Juruselamat yang sejati di dalam pribadi Yesus. Dengan sangat gamblang beliau menjelaskan tentang siapa Allah itu, siapa Yesus itu, apa yang akan kita peroleh jika kita percaya kepada-Nya, dan bagaimana caranya kita mendapatkan-Nya. Istri saya mempunyai cerita masa kecil yang menarik juga, karena berasal dari keluarga non-Kristen, tetapi oleh karena kedaulatan-Nya, dia dan kakak-kakaknya diizinkan untuk sekolah di sekolah Kristen dan bahkan diizinkan juga untuk memeluk agama Kristen, agama yang berbeda dengan agama yang dipeluk oleh orangtuanya. Saat mahasiswa kami sama-sama dilatih oleh Allah melalui suatu Pelayanan Rohani Mahasiswa yang menolong kami untuk belajar firman Tuhan dengan penekanan bagaimana dapat menghidupi firman Tuhan secara nyata dalam kehidupan keseharian. Saya menyebutnya sebagai “Sekolah Theologia Praktisi”. Pelatihan pelayanan yang saat itu Allah berikan adalah pelayanan dengan cara ‘membagi hidup’ (1 Tesalonika 2: 8) melalui sentuhan kehidupan ‘pribadi ke pribadi’, suatu pola pelayanan pemuridan yang menekankan pentingnya hubungan pribadi ke pribadi yang sangat efektif.

Pimpinan Allah dalam hidup kami sejak masa muda kami inilah yang kemudian banyak memberi warna dan gaya serta membentuk pelayanan kami sampai saat ini. Kerinduan kami untuk bisa menjadi jawaban bagi jiwa-jiwa yang sedang gelisah dalam ketakutan akan masa depan setelah kematianlah yang menjadikan kami berkomitmen menyerahkan hidup kami sepenuhnya untuk melayani Tuhan. Tahun 1992 saat kami memutuskan untuk bertunangan, di cincin pertunangan kami tuliskan Roma 14: 8 sebagai komitmen yang kami ambil sebagai penyerahan kami untuk membangun sebuah keluarga.

Berta Gantya Priyantara dan istrinya Retno Ari Mitayani

Pimpinan Allah untuk Mewujudkan Komitmen Dalam benak kami, untuk menjadi

130 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 130

12/17/15 9:36 AM


‘utusan Injil’ seperti apa yg kami rindukan, kami harus menyerahkan diri secara penuh sebagai hamba Tuhan full timer. Menurut pemahaman kami saat itu, untuk ‘mengalirkan Injil’ pasti dibutuhkan dana yang besar, kemampuan pelayanan penginjilan yang hebat, dan juga membutuhkan gerakan kegiatan pelayanan yang dinamis dan lincah. Itu benar. Tetapi untuk kami, rupanya Allah mempunyai rancangan tersendiri. Tahun 1990 istri lulus kuliah lebih dulu dan setahun kemudian secara otomatis langsung diangkat sebagai PNS karena kebutuhan tenaga medis yang saat itu masih cukup besar. Beberapa tahun kemudian saya pun juga berhasil menyelesaikan studi S1 saya sebagai seorang Chemical Engineer. Sesuai kesepakatan dan penyerahan kami akan daerah pelayanan yang kami doakan, saat itu saya menolak tawaran pekerjaan yang sebetulnya cukup menjanjikan untuk masa depan kami untuk diangkat menjadi dosen tetap di suatu Perguruan Tinggi swasta di Yogya, dan menolak juga tawaran untuk mejadi direktur suatu perusahaan yang cukup besar milik saudara di Jakarta. Hati kami sudah bulat untuk menyerahkan diri bagi Tuhan dan melayani Dia dalam pelayanan pemuridan. Istri biarlah tetap menjadi PNS yang tetap bisa memuridkan, tetapi saya

akan lebih memfokuskan diri dalam pelayanan-Nya. Suatu kolaborasi yang kami yakini akan sangat baik. Kota Solo menjadi kota pertama tujuan kami untuk memulai terlibat secara aktif dan mandiri dalam pelayanan Tuhan. Kami meneruskan pelayanan yang sudah dirintis. Pelayanan kami saat itu berjalan cukup baik dan buah-buah pelayanan pun juga mulai dihasilkan. Sebagai keluarga yang melayani Tuhan secara mandiri, maka kami selain melayani diantara mahasiswa. Di Solo saya sempat menjadi seorang Manajer Produksi di suatu perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman selama 3 tahun (1997– 2000) sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dan bersama 3 orang teman pelayanan memberanikan diri membentuk suatu usaha mandiri supaya kami bisa mempunyai waktu lebih banyak untuk melayani. Setelah bertahan 5 tahun (2000–2005) usaha yang kami dirikan ini akhirnya bangkrut karena kesalahan pengelolaan kami yang belum berpengalaman. Suatu titik yang sangat pahit dalam kehidupan kami, karena kebangkrutan usaha kami ini meninggalkan hutang yang sangat besar. Setelah kejadian itu, dengan pertolongan Tuhan saya mencoba bangkit kembali, dan selama 2 tahun saya sempat menjadi konsultan Research and Development Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 131

131

12/17/15 9:37 AM


Berta Gantya Priyantara, istrinya Retno Ari Mitayani, dan kedua putri mereka Zipora Silka Yoretina dan Debora Silka Reberta

(R&D) di suatu perusahaan sejenis di Semarang, kemudian sebagai team leader proyek penanganan gempa yang saat itu memporakporandakan Yogya, dibawah suatu yayasan internasional. Tahun 2007, Allah mengizinkan saya mengalami musibah kecelakaan yang sempat membuatku koma selama 5 hari, mati suri selama 10 menit, terbaring tidak berdaya di rumah sakit selama 1 bulan. Kecelakaan itu mengakibatkan kaki kiri saya harus diamputasi. Praktis secara dana dan tenaga mulai saat itu kami sudah sangat terbatas untuk bisa mewujudkan kerinduan kami melayani Tuhan lebih lagi. Tiga bulan setelah peristiwa itu, dengan keterbatasan yang saya miliki, saya tetap melakukan pekerjaan apa saja yang masih bisa saya lakukan; meski yang utama tetap sebagai

konsultan R&D lepas untuk beberapa perusahaan khususnya yang bergerak di bidang produksi kecap, sirop dan saus; bekerja sama dengan beberapa gereja untuk membangun usaha kuliner yang bisa menopang ekonomi jemaat; dan menjalankan bisnis yang berhubungan dengan hobi. Bagi kami, Allah kami tetaplah Allah yang sangat luar biasa. RancanganNya untuk kami tetap dan tidak berubah. Di dalam keterbatasan kami, justru Dia lebih leluasa menunjukkan arah panggilan pelayanan kami. Benar. Pola pelayanan yang sudah Dia rancangkan dan yang juga sudah Dia latihkan selama ini sangat tepat untuk tetap kami jalankan; Pelayanan melalui sentuhan pribadi ke pribadi melalui kerelaan untuk membagi hidup. Kami sangat terinspirasi dengan kisah kehidupan jemaat mula-mula seperti yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 2: 44–47: “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan

132 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 132

12/17/15 9:37 AM


gembira dan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Bagian kami adalah mengerjakan pelayanan ini dengan sepenuh hati, bagian Allah adalah meneguhkan kesaksian hidup kami dengan tandatanda atau mukjizat karena hanya Dialah yang sanggup menarik jiwajiwa untuk mendekat dan percaya kepada-Nya. Cara pandang kami tentang ‘pelayanan’ juga diubahkan, yang semula kami masih menghitunghitung dengan jumlah buah-buah pelayanan yang kasat mata dihasilkan, sekarang kami lebih memandang pelayanan itu adalah sebagai sebuah tindakan nyata ‘menolong orang untuk melangkah lebih mendekat kepada Allah’. ‘Modal’ yang Allah minta dari kami hanyalah, “Apakah kami mau Dia pakai?” Untuk urusan yang lain-lain, apakah itu yang berkaitan dengan kemampuan, dana dan tenaga, Dia sendiri yang akan menyediakannya. “Yang kami tangkap, siapa pun juga bisa Allah pakai secara luar biasa asal dia mau.” Taat Kemana pun Allah Memimpin Maret tahun lalu, meskipun dengan keterbatasan fisik saya yang sudah tidak sempurna, saya diminta untuk

menjadi manajer produksi oleh sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi kecap, sirop dan saus di Semarang. Bagi keluarga kami tawaran ini sebetulnya cukup membingungkan kami, karena untuk sementara waktu saya dan istri akan tidak akan bisa bertemu setiap hari. Kami hanya akan bisa bertemu seminggu 2 kali. Meskipun kami belum mengerti dengan jelas rancangan Allah akan daerah mana yang harus kami gumuli setelah Solo, tetapi kami hanya mengandalkan hati yang rela dan taat dengan pimpinanNya. Saat ini, sejalan dengan pimpinan Allah yang sudah menempatkan saya secara ajaib untuk bekerja di Semarang, kami sedang mencoba memulai menjangkau daerah di sekitar pantai Utara dan di sekitar Semarang. Melalui kekuatan sentuhan kasih yang tulus ikhlas, doa yang menggerakkan belas kasihan Allah dan dengan pelayanan yang dibangun melalui hubungan-hubungan alamiah yang menyentuh pribadi ke pribadi, kami yakin akan tetap bisa mengalirkan Injil kepada orang-orang terhilang yang sedang mencari-cari kebenaran. “Kita boleh jadi memang mempunyai keterbatasan, tetapi kita mempunyai Allah yang kuasa dan hikmat-Nya tidak terbatas. Asal kita mau, Allah kita mampu!” Amin Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 133

133

12/17/15 9:37 AM


ASI ND

KOME RE

134 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 134

12/17/15 9:37 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 135

135

12/17/15 9:37 AM


136 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 136

12/17/15 9:37 AM


Peter Scazerro adalah pendiri dan pendeta senior dari The New Life Fellowship Church, New York. Bersama istrinya ia mendirikan Emotionally Healthy Spirituality, sebuah pelayanan inovatif dan mendasar yang memperlengkapi gereja dalam membangun formasi spiritualitas yang mendalam dengan mengintegrasikan kesehatan emosi dan kerohaniankontemplatif.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 137

137

12/17/15 9:37 AM


ASI ND

KOME RE

138 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 138

12/17/15 9:37 AM


Link film Paper Planes on YouTube : https://www.youtube.com/watch?v=7hG-JcCHaxc

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 139

139

12/17/15 9:37 AM


Indahnya Alunan Umat yang Menyembah Dia

140 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 140

12/17/15 9:37 AM


Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 141

141

12/17/15 9:37 AM


142 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 142

12/17/15 9:37 AM


/ Thomdean /

Seorang pemuda yang akan berangkat ke ladang misi di daerah pedalaman pamit kepada Pendetanya. Pemuda: “Pak, tolong doakan, besok saya akan pergi ke ladang misi.” Pendeta: “Pergilah, Nak. Hati-hatilah di negeri orang, kau harus pandai bergaul, supaya banyak memenangkan jiwa.” Pemuda: “Bagaimana resepnya, Pak?” Pendeta: “Ya, kalau kamu bertemu dengan tukang tahu, bicaralah soal tahu. Jika bertemu dengan tukang lontong, bicaralah soal lontong, dan jika bertemu dengan tukang sayur, bicaralah soal sayur.” Pemuda: “Bagaimana jika bertemu dengan ketiganya, Pak?” Pendeta: “Ya, bicaralah soal gado-gado, Nak.”

Pada suatu hari, seorang Pendeta mengunjungi seorang bapak tua yang tinggal di suatu tempat yang agak terpencil. Setelah berbincangbincang sejenak, kemudian Pendeta tersebut bertanya, “Pak, saya mau pamit pulang, mungkin ada sesuatu yang perlu didoakan?” “Tolong didoakan semoga saya tidak ada masalah dengan tetangga belakang.” “Baik, mari kita berdoa. Tuhan tolong Bapak ini, beri dia hikmat supaya bisa bersosialisasi dengan baik dengan tetangga di belakang sana. Amin!” Setelah itu Pendeta pamitan pulang. Begitu sampai di halaman luar Bapak itu berkata sambil menunjuk ke belakang, “Pak Pendeta, di belakang saya tidak ada rumah lho, yang ada hanya kuburan!” (dari berbagai sumber) Redaksi NAFIRI menyambut sumbangan humor untuk rubrik Nafiri HAHAHA! Silakan mengirimkan tulisan ke email: nafiri@gkybsd.org Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 143

143

12/17/15 9:37 AM


祂默然爱我

西番雅书 3:17 耶和华你的神、是施行拯救、大有能力的主、 他在你中间必因你欢欣喜乐、默然爱你、且因 你喜乐而欢呼。

我是一名在校的神学生,我正在经历离开神和亲近 神的挣扎,我试图更努力认识我所信的神,但有时候我 很失望,有人说每一位信徒都要经历“心灵之夜”,就 是每位信徒都要经历一段好似自己所信的神根本不存在 的经历,当向神呼求没有任何动静,当犯罪不受责罚, 当和神没有任何交往的时候,好似神突然不存在一般。 心灵之夜是痛苦的,这一刻会使心灵空旷,好似自己一 直所依靠的突然不见了,没有了任何迹象。这时候人会 问一个问题,难道神,祢不爱我了吗?

/ Hei Wan Wei /

Penulis adalah mahasiswa program Mandarin SAAT Malang 144 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 144

12/17/15 9:37 AM


神真的不爱我了吗?不是的,天地之间唯一的真神爱自 己的儿女,或许祂此时正在默然爱你。或许人与人之间的爱 是越相处越亲近,但神和祂儿女之间的爱从来都不曾减少过, 人会因为自己的喜怒哀乐而影响到对神的爱,可能很多基督 徒都经历过这样的事情,那就是每当自己落入苦难的那段时 间,自己会很明显的感受到上帝的恩典与帮助,每当开心平 稳的时候自己就会觉得上帝好似离我很遥远,甚至在平静中 会把上帝忘的干干净净,好像上帝从不在我身边做过什么事 情一般。但神对人却不是这样,神爱我的喜怒哀乐,即使在 我忘记神,甚至落入罪中的时候神都不曾因为我的改变而改 变祂对我的爱,有时候我想用一个词来形容神对祂儿女的爱, 可是一直都抓不住那种感觉,不管用什么词都觉得还是不能 够把神对我的爱表达的亲切,直到我看到这节经文的时候, 神对当时的以色列民说:“他在你中间必因你欢欣喜乐、默 然爱你、且因你喜乐而欢呼”。神对以色列民的爱是默然的 爱,今天神也是默然爱着祂的儿女。我无法表达上帝对我那 种默然之爱,祂好似一个从不向我索取的恋人默默的为我付 出着一切。当我开心时,我的神在开心,当我难过时,我的 神在为我“心疼”,我不知道神爱我到底有多深,如果可以 的话我想用永远这个词来形容神对我如此深的爱。

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 145

145

12/17/15 9:37 AM


我想用一个故事来表达神祂对我默然的爱,记得在一次聚会中听到 一个故事,大致的内容是在一个家庭里有一位特别容易发脾气的孩子, 这个孩子每次发脾气的时候都会给这个小小的家庭带来巨大的影响,家 里的摆设被砸碎,书本乱扔,极致对父母的谩骂,孩子的脾气越来越暴 躁,而父母的焦急的心转为对孩子的担忧,他们试图用各种方法来使孩 子明白这样下去的后果,只可惜孩子不明白父母所做的一切。这样日子 持续着,直到偶然的一天这位母亲在一本书上看到了一个非常好的办法, 于是妈妈找到孩子对他说:“孩子,如果你愿意改变的话我们约定一件 事情,这个约定就是每当你发脾气的时候就在家的墙壁上钉一根钉子, 如果你觉得哪天你可以控制自己脾气,那你就往下拔一根钉子。”约定 就这样的开始了,开始几天孩子还可以控制一点自己,只是没几天的时 间孩子就如之前一样,会频繁的发脾气,就这样墙上的钉子越来越多, 直到快两个月的时候孩子才发现自己所钉的钉子已经是那么的多,他开 始在每次将要发脾气的时候努力克制自己,每次克制脾气之后孩子就拔 下一根钉子,就这样慢慢的慢慢的钉子在减少,拿下来的钉子已经比钉 上去的更多了,之后有一天孩子开心的喊叫妈妈,妈妈、妈妈,快来看, 墙壁上的钉子没有了,我终于可以控制我的脾气了。妈妈看着墙壁对孩 子说,孩子你在成长,当你一次次拔下这些钉子的时候你在慢慢长大, 可是孩子,你看看墙壁,在原本光滑的墙壁上留下了什么?只见那面熟 悉的墙壁,满了钉痕。妈妈说,孩子或许钉上去的钉子可以被拔出来, 但每次钉下去的痕迹却永远留在了墙壁上,或许每次发脾气之后我们可 以说一声对不起,但一句对不起并不能抚平被之所带来的伤害....... 当我听完这个故事的时候我深受触动,或许这只是看似一个富有寓 意的故事,但在生活中有多少人在经历着这样的事情。有时候人在无意 之间伤害着自己最亲近的人。同样,有时候神的儿

146 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 146

12/17/15 9:37 AM


故事,但在生活中有多少人在经历着这样的事情。有时候人在无意 之间伤害着自己最亲近的人。同样,有时候神的儿女在无意之间伤害着 默然爱他的神,我想在此分享这个故事给我带来的启发,当孩子一次次 的发脾气,直到孩子慢慢改变自己的时候,我看到的是母亲默默陪伴的 爱,我相信当孩子把钉子钉向墙壁的时候母亲的心是痛的,她心痛自己 的孩子,当有一天孩子开始把墙上的钉子拔出来的时候,我相信母亲在 默默的哭泣,她爱自己的孩子,她看到了孩子正在学会爱自己。或许拔 出钉子会留下伤痕,但母亲愿意默默的承受这些伤痕陪伴孩子成长,直 到孩子慢慢长大。今天我的神也是如此的爱我,当我犯罪得罪他的时候, 当我认罪痛哭的时候,当我有天突然觉的自己成长对神的爱有所感悟的 时候,神一直默默的陪伴着我,正如西番雅书 3:17 节的神对祂儿女的告 白“祂在你中间必因你欢欣喜乐、默然爱你、且因你喜乐而欢呼”。我 所信靠的神就是这样的爱着祂的儿女,祂会因我而欢欣喜乐,像一位我 生命中最知心的朋友一样,祂因我的喜乐而欢呼。曾经我身边的一位弟 兄他向我分享了这样的一些话,他说曾经在二战时期犹太集中营的墙上 曾发现这样三句话: 我相信太阳,哪怕他不照耀! 我相信爱,哪怕我感受不到! 我相信上帝,哪怕他默然不语! 或许在未来的生活我们还会继续的面对生活中的挣扎,或许还会哀 伤、犯罪,但我们坚信我们所信靠的神一直在我们的喜怒哀乐中默然的 爱我们,且陪伴着我们。神没有真正默然无声,因为,神原本为着我们 欢呼雀跃,祂行了救赎的大功。祂是我们的英雄。如果祂默然爱我们, 祂对我们默然的爱就是我们刚强的信靠,也是我们在罪中得胜的力量, 祂对我们的在乎,将是我们永远继续努力荣耀祂名的鼓舞。 神的儿女! 让我们在祂的救赎中信靠祂对我们的爱,让我们在微小的生活中微笑吧, 用我们的微笑来宣告出神对我们默然的爱。 愿我们的生命不再让神忧伤,乃是让神欢欣喜乐,让神因我们而欢 呼。 Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 147

147

12/17/15 9:37 AM


148 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 148

12/17/15 9:37 AM


/ Nico Tanles Tjhin /

K

omisi Remaja, yang disingkat “KOREM” atau “SIREM” sebutan anakanak remaja GKY BSD, telah berjalan di dalam penyertaan Tuhan selama kurang lebih 18 tahun. Tahun 1997, empat tahun setelah GKJMB BSD (baca: GKY BSD) berdiri, merupakan tahun lahirnya KOREM. Tujuan dibentuknya KOREM agar anakanak remaja yang duduk di bangku SMP sampai dengan SMA mampu terjangkau sehingga dapat lebih mengenal Tuhan, membangun fondasi

iman yang kokoh dalam Kristus, dan menjadi anak-anak yang hidup taat pada firman Tuhan. Dimulai dengan 12 anak remaja, komisi ini sekarang telah berkembang menjadi 172 anak remaja terdaftar dengan kehadiran rata-rata 130 anak (73% dari anak terdaftar) setiap minggunya. Karena jumlah jemaat telah menjadi sedemikian banyak dan ukuran ruangan yang terbatas, maka pada tanggal 7 Oktober 2012 pertama kalinya kebaktian KOREM dibagi menjadi dua kali di hari Minggu. Kebaktian pertama dimulai pukul 07.00, sedangkan kebaktian kedua dimulai pukul 09.30, keduanya mengikuti jadwal kebaktian umum GKY BSD. Dalam setiap kebaktiannya, anak-anak remaja memuji dan memuliakan Tuhan bersama, namun ketika memasuki sesi firman Tuhan, anak-anak tunas remaja (kelas 7 dan 8) dipisahkan dengan anakanak yang lain untuk mendapatkan pembinaan Tuhan bersama, namun Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 149

149

12/17/15 9:37 AM


ketika memasuki sesi firman Tuhan, anak-anak tunas remaja (kelas 7 dan 8) dipisahkan dengan anak-anak yang lain untuk mendapatkan pembinaan khusus. Saat ini, kepengurusan KOREM dibina langsung oleh GI. Edy Gurning dan GI. Junia Purnomo, beserta majelis sub bidang pelayanan remaja dan pemuda, yaitu Pak Boedi Tjusila. Dalam kepengurusannya, mereka dibantu oleh 6 laoshi pembimbing remaja. KOREM sendiri memiliki organisasi yang diketuai oleh Christian Stanley. Anggota pengurus lainnya berjumlah 11 orang. Mereka bertanggung jawab atas bidang masing-masing seperti: Bidang Ibadah, Persekutuan, Pembinaan, Diakonia, Pekabaran Injil, Perlengkapan, juga Sekretaris dan Bendahara. Jemaat yang duduk di kelas 9 sampai 11 mendapat kesempatan untuk melayani sebagai pengurus. Biasanya ketua diajukan bedasarkan usulan dan rekomendasi para pembina, pembimbing, dan pengurus periode sebelumnya.

Untuk mencapai tujuannya, KOREM memiliki beberapa program kerja yang dijalankan, yaitu antara lain: CPR (Confession, Pray & Read Bible) [1 bulan 1x] dilaksanakan setiap minggu keempat dengan konsep kelompok kecil. Basket & Futsal [1 bulan 1x] Pekan Remaja Liburan [1 tahun 1x] berlangsung selama 3 hari dengan konsep 2 hari pertama seminar kapita selekta dan hari terakhir kebaktian padang. Retreat [2 tahun 1x] Camping [6 tahun 1x] Training Pelayan Mimbar dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan. Dengan menjadi bagian dalam KOREM, anak-anak remaja mampu mengembangkan kemandirian mereka. Kemampuan bersosialisasi mereka akan diasah melalui kebersamaan dan relasi yang terjalin antara teman, pembimbing, dan pembina di KOREM. Tema khotbah yang disampaikan di atas mimbar juga relevan dengan kebutuhan dan gaya anak-anak remaja. Dan terlebih lagi,

150 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 150

12/17/15 9:37 AM


para pembimbing dan pembina selalu mendorong anakanak remaja untuk mengambil bagian dalam pelayanan untuk melatih diri memuliakan nama Tuhan sejak dini. khusus.

Â

>>>

TESTIMONI

>>>

Saya bergabung di KOREM saat saya lulus SD dan mulai bertumbuh sejak itu. Saya mendapat banyak teman seiman yang juga membantu saya menjadi orang yang lebih baik lagi. Laoshi Edy dan Laoshi Junia juga sangat memperhatikan remajaremaja yang beribadah di KOREM dengan melakukan pembesukan kepada teman–teman yang lama tidak hadir atau sakit. Semoga KOREM bisa menjadi wadah remaja bertumbuh dan mengenal Kristus lebih dalam lagi kedepannya!

>>>

Christian Stanley

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 151

151

12/17/15 9:37 AM


>>> Josephine Darmawan

>>>

>>>

Â

Aku mau sharing dikit tentang KOREM. Dulu waktu awal masuk SMP kelas 7, datang ke KOREM, isinya banyak kakak kelas, keliatannya seru banget. Tapi kenyataannya aku belum merasakan itu semua saat itu. Tapi mulai berjalannya tahun kedua, tahun ketiga, aku bergabung di KOREM, ga tau gimana ada satu titik dimana pertumbuhan dan kebersamaan itu sangat bisa aku rasain. Aku bisa bertumbuh, sampai akhirnya aku juga memutuskan untuk ikut pelayanan. Adanya kebersamaan dan rasa kekeluargaan di KOREM juga membentuk komunitas yang saling mendukung dan bertumbuh bersama. 152 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 152

12/17/15 9:37 AM


>>> >>>

Cheryl Aldora

Dari awal aku masuk KOREM sampe sekarang ini udah banyak banget perubahan yang aku rasain. Awal masuk masih malu-malu dan ga kenal siapa-siapa. Tapi seiring berjalannya waktu semakin berasa berkat Tuhan, seperti contoh dari takut ngomong di depan belajar jadi WL. SIREM sudah aku anggap keluarga sendiri. Teman-teman dan laoshilaoshinya enjoyable dan friendly.

>>> Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 153

153

12/17/15 9:37 AM


HUT Komisi Wanita:

154 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 154

12/17/15 9:37 AM


Pengeras suara di Bandara Rendani kembali berbunyi: “Mohon perhatian, pesawat WITA Airlines jurusan Jakarta–Manokwari telah mendarat di bandara Rendani.” Penerbangan perdana pesawat WITA (Wanita Idaman Tuhan Allah) Airlines, Jumat 30 Oktober 2015 pukul 10.30–12.00 dengan membawa 210 penumpang telah berhasil mendarat di tengah cuaca yang cukup ekstrem. Para penumpang berhamburan ke luar dengan berbagai ekspresi: ada yang lelah, lega, dan penuh sukacita. Suasana panas karena listrik dan AC sedang mati benar-benar membuat semua yang hadir di Kebaktian Syukur dan Perayaan HUT Komisi Wanita GKY BSD ke-22 seakan-akan dapat turut merasakan cuaca yang panas dan tidak menentu di kota Manokwari di Papua Barat .... Dalam sebuah penerbangan, para pramugarilah yang bertugas melayani kebutuhan penumpang, seperti menyediakan makanan dan minuman, dan membantu menjaga keselamatan para penumpang dengan segala keramahannya. Tugas itu termasuk dengan sopan mengingatkan dan meminta penumpang untuk menghentikan perbuatan yang dapatmembahayakan keselamatan diri dan penumpang lain. Konsep ‘melayani sepenuh hati’ dari profesi pramugari inilah yang berusaha diambil oleh KW BSD dalam merayakan HUT-nya, yaitu agar para Pengurus dan kaum wanita dalam wadah Komisi Wanita terus berjuang untuk melayani Tuhan dan sesama dengan kesungguhan hati, tidak bersungut-sungut, dan dengan penuh sukacita dan kasih. Para pramugari berjalan ke luar, setelah membantu semua penumpang turun dari pesawat. Jeng Ida, salah seorang pramugari WITA Airlines, tampak sedang uring-uringan dalam penerbangan perdana ke Manokwari ini. Dia menumpahkan segala kejengkelan dan kekasarannya dengan terang-terangan kepada pramugari lain yang bernama Esther. Apa pun yang dibicarakan dan dilakukan Esther membuat Jeng Ida emosi dan bahkan marah besar. Rekan-rekan pramugari lain, dengan segala keberadaannya berusaha menengahi situasi yang tidak menyenangkan ini. Pramugari Ai Lie dan Kristin berusaha menghibur Esther agar tidak terpengaruh dengan kemarahan Ida dan jangan bersedih hati.

Nafiri DESEMBER 2015

NAFIRI DES15 print.indd 155

155

12/17/15 9:37 AM


Esther sendiri adalah sosok pramugari penuh semangat dan selalu penuh sukacita dalam bekerja. Kekesalan dan kemarahan yang dia alami dari rekan kerjanya tidak membuat dia menjadi patah semangat dan pahit hati. Sosok Esther tetap bersikap positif, penuh kasih, dan suka menolong. Yuliana dan Fan Lin adalah pramugari yang cukup dekat dengan Jeng Ida. Mereka cukup sering mendengarkan curahan hatinya. Mereka sebenarnya mengetahui kalau Jeng Ida memiliki rasa iri hati kepada Esther karena begitu banyak orang menyukai Esther yang penuh kebaikan, keramahan, dan semangat dalam bekerja. Mereka juga kadang mencoba memberi masukan kepada Jeng Ida untuk bisa melihat Esther secara lebih obyektif dan lebih menerima kehadirannya sebagai bagian dari tim. Semua pramugari seharusnya penuh semangat kerjasama dan kesatuan dalam melayani. Dalam sebuah bagian dari drama ini, Jeng Ida terkilir kakinya. Ketika dia sedang terpuruk dan kesakitan, ternyata yang menjadi penolongnya adalah Esther yang ternyata mempunyai keahlian dalam pijat urat. Peristiwa ini akhirnya menyadarkan Jeng Ida akan kesalahannya. Dia pun dengan terbuka meminta maaf kepada Esther dan teman-temannya. Hal ini membuat para pramugari WITA Airlines semakin bersatu dan bersemangat melayani para penumpangnya. 156 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 156

12/17/15 9:37 AM


Drama para pramugari WITA Airlines ini mengajak semua di lingkungan KW BSD untuk menyadari sebagai anak-anak Tuhan mereka harus hidup rukun, saling mengasihi, dan saling mengampuni. Sudah menjadi tugas anak-anak Tuhan untuk saling mendoakan dan menguatkan karena Tuhan yang telah menempatkan mereka dalam satu tim pekerjaan dan pelayanan. Waktunya sudah tiba untuk bekerja dengan giat, dengan semangat, dengan penuh dedikasi, dan penuh sukacita. Dan Ivonne, seorang pramugari junior, merasa sangat bersyukur melihat teladan kerukunan para seniornya. Dia berjanji untuk bekerja sepenuh hati, tidak takut pada berbagai kesulitan dan tantangan. Dia siap melayani dengan penuh dedikasi, cinta kasih, dan sukacita di hati.

Drama yang diperankan pengurus Komisi Wanita ini dan pujian ‘With all my heart’ dari PS Sharon telah memperkuat tema HUT KW kali ini, yaitu “Sukacita Melayani”. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Njoo Mee Fang menekankan kepada semua jemaat KW agar melayani dengan sukacita dan agar mengajak Ibu-ibu yang lain untuk ikut melayani Tuhan dan sesama. Dengan demikian, pada waktu kita bersukacita, rekan kerja kita juga merasakan sukacita, demikian pula keluarga dan semua orang di sekitar kita akan ikut merasakan sukacita melayani. Bersyukur Kebaktian dan Perayaan HUT KW ke-22 ini boleh berlangsung dengan penuh sukacita. Kiranya sukacita melayani boleh dirasakan oleh setiap wanita di GKY BSD. Terpujilah nama Tuhan! / Kristiyani Sinjaya

NAFIRI DES15 print.indd 157

Nafiri DESEMBER 2015

157

12/17/15 9:37 AM


158 THE JOY OF CHRISTMAS

NAFIRI DES15 print.indd 158

12/17/15 9:37 AM


NAFIRI DES15 print.indd 159

12/17/15 9:37 AM


THE JOY OF CHRISTMAS  

Buletin Nafiri Desember 2015 - Media Informasi, Komunikasi dan Edukasi Gereja Kristus Yesus Jemaat Bumi Serpong Damai (GKY BSD) - Indonesia

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you