Page 1


Saudara-saudara terkasih, Sewaktu anak kami baru belajar berbicara, saya sering menemani tidur sambil membisikkan ayat-ayat tertentu secara berulangulang dengan harapan dia akan mengingatnya terus sampai kelak. Rupanya manjur, beberapa ayat masih dia hafal sampai sekarang, bahkan dia suka menempelkan kutipan ayat-ayat Alkitab di lemari kamarnya untuk diingat. Saya meyakini bahwa menghafalkan ayat merupakan salah satu cara yang penting agar kita bisa menjadi murid Tuhan Yesus yang sejati. Melalui firman Tuhan yang diingat, Roh Kudus lebih efektif memakainya untuk melawan Iblis. Dalam edisi yang bertema “Extraordinary Disciples” ini, kita dapat menyimpulkan dari “Suara Gembala”: Murid yang sejati; setelah diajar, akan melanjutkan ajarannya kepada orang lain. Dan kita melihat, tokoh rubrik “Kesaksian” merelakan karirnya untuk menjadi pengajar firman Tuhan kepada orang lain. Ada harga yang harus dibayar oleh extraordinary disciples. Narasumber ”Thought” mengatakan, “... Tuhan Yesus merasakan semua penderitaan itu. Orang Kristen jangan sampai merasa harus lebih nyaman dari Tuhan Yesus ....“ selanjutnya dikatakan, ”Seharusnya orang Kristen itu yang paling bisa berbuat dan berniat baik walau ada tekanan ....” Penulis “Serpihan Perjalanan” mengingatkan, “We must living wisely with non-believers,” jangan sampai malah Tuhan terasa jauh di lembaga yang menyandang nama Kristus. Kita kadang merasa aman dan berani menghakimi orang lain, seperti dalam tulisan ”Kalian Semua Suci” Namun kita akan terbelalak ketika membaca kisah imajiner di rubrik “Enlightenment”. Waktu Tuhan ditanya kenapa Ia tidak datang lagi ke gereja itu, Dia menjawab, “Hmm ... karena mereka merasa dirinya sudah suci.” Penulis “Pause” mengingatkan kita supaya lebih peka akan panggilan-Nya, dan menemukan kembali makna dari segala sesuatu yang kita jalani, tidak lain agar kita menjadi murid yang rela hidup bagi orang lain. “Jika Anda peduli dengan satu orang, Allah dapat memberi Anda beban bagi dunia” (Dawson Trotman). Selamat membaca, semoga setiap tulisan yang ada disini memberi inspirasi bagi saudara-saudara. Tuhan Yesus memberkati kita.

Salam, Redaksi

2

Penasehat Pdt Joni Sugicahyono, M.Div. Pembina GI Feri Irawan, M.Div. Majelis sub. bid. Literatur Kevin Kowinto Pemimpin Redaksi Elasa Noviani Wakil Pemimpin Redaksi Nico Tanles Tjhin, Arina Palilingan Editor Hendro Suwito, Titus Jonathan Proof Reader Yati Alfian Creative Design Juliani Agus, Christina Citrayani, Kezia Rusli, Glory Amadea Illustrator Ricky Pramudita, Thomdean Fotografer Yahya Soewandono Penulis Anton Utomo, Elasa Noviani, Erwin Tenggono, Edna C. Pattisina, Feri Irawan, Hendro Suwito, Humprey, Jesslyn Catherine, Kevin Kowinto, Lily Ekawati, Lislianty Lahmudin, Nico Tanles Tjhin, Pingkan Isabella, Titus Jonathan Kontributor Andry Setiawan, Huang Hua, Jadi S. Lima, Joni Sugicahyono Alamat Redaksi Sub bidang literatur GKY BSD Jl. Nusaloka E8/7 BSD Tangerang Telp/ Fax: 021-5382274 Email: nafiri@gkybsd.org

Kirimkan KRITIK, SARAN, SURAT PEMBACA dan ARTIKEL anda ke alamat redaksi ataupun lewat e-mail di atas

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 2

3/30/17 5:35 PM


F oku s

30 MENJADI MURID: Sebuah Vokasi dan Standarnya 46 An Extra Odrdinary Disciple 40 Percikan

P a u s e

56 View Point

Penemu dan Pengubah Kehidupan

78 Refleksi

Simplify Your Mind

84 Perspektif

Kalian Semua Suci

60 Thought

Matius Ho

4 Suara Gembala Panggilan untuk Menjadi Murid Kristus 10 Enlightenment TUHAN Mampir di Kalijodo 18 Potret Tesa Kurniawan 92 Corner Kick Mager di Balik Pager 100 Kesaksian Kejutan-kejutan dari Tuhan 108 Teropong MAria Magdalena 122 Serpihan Perjalanan Do Christian Schools Really Make Differences?

130 Luar Jendela Bergumul dengan Kenyamanan di Negeri Baru 142 S ho ot Johan Budihartanto 150 Lentera Misi Mengubah Sampah jadi Harta Karun 166 Mandarin Corner

45 Quote 2 Zaman 158 Rekomendasi Buku Radical Komik 91 Bang ARIF 99 Sentilan 129 NAFIRI Hahaha Event Notes 118 HUT GKT BSD ke-24 146 K e P a k 162 Seminar Cyberspace

浅思作主��

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 3

3

3/30/17 5:35 PM


Panggilan

Menjadi Murid

K ristus

4

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 4

3/30/17 5:35 PM


/ Pdt Joni Sugicahyono /

~ Matius 4:17–22 Saudara-saudaraku yang terkasih dalam Kristus, tema gereja kita tahun 2017 adalah “Menjadi dan Menjadikan Murid Kristus”. Oleh sebab itu tahun ini kita akan banyak membahas tema-tema yang berkaitan dengan pemuridan. Dan di awal tahun ini, kita mulai dengan merenungkan panggilan menjadi murid.

Sebagai orang percaya, hidup adalah suatu panggilan untuk memenuhi rencana Tuhan atas kehidupan kita. Tanpa kepastian panggilan Tuhan, mustahil kita memiliki hati yang berkobar-kobar untuk mengikuti dan melayani Tuhan. Setiap orang percaya dipanggil sesuai bidangnya masing-masing, sehingga kita perlu bergumul untuk menemukan dan melaksanakan panggilan Tuhan. Jika kita hidup memenuhi panggilan-Nya maka kita tidak akan kehilangan arah, hidup kita akan berlimpah. Alkitab, dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, penuh kisah panggilan Tuhan bagi umat-Nya. Dalam Matius 4:17–22, Yesus memanggil murid-muridNya yang pertama untuk menjadi penjala manusia. Kosakata “murid” banyak ditemukan dalam Alkitab. Kata “murid” berasal dari kata Yunani mathetes yang artinya “siswa” atau “pelajar”. Konsep pemuridan telah dikenal luas dalam dunia Greco-Roman. Tetapi konsep Perjanjian Baru lebih diwarnai dengan pelatihan para rabi Yahudi pada masa itu.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 5

5

3/30/17 5:35 PM


Alkitab mencatat, sebelum Yesus memiliki murid-murid, Yohanes Pembaptis sudah lebih dulu punya murid-murid (Matius 11:12, 14:12, Markus 2:18). Begitu pula orang-orang Farisi (Matius 22:16). Bahkan Saulus–yang nantinya menjadi Rasul Paulus– dimuridkan oleh Gamaliel, salah satu rabi Yahudi yang paling terkenal dan berpengaruh pada masa itu (Kisah Para Rasul 22:3). Pada zaman itu para rabi akan menghabiskan hidupnya bertahun-tahun dengan para murid mereka untuk mengajarkan cara hidup dan pemahaman Kitab Suci serta bagaimana mengajarkan kedua hal itu kepada orang lain. Jadi sang rabi senior mewariskan ilmu dan nilai-nilai hidupnya melalui interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Inilah model yang dipakai Yesus dalam pemuridan. Sebelum Yesus naik ke surga, pesan terakhir-Nya, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu ...” (Matius 28:19–20). Namun Injil Markus mencatat pesan terakhir itu sebagai berikut, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15). Berarti di sini Yesus tidak membedakan antara pemuridan dengan penginjilan. Penginjilan yang sejati mencakup pemuridan; dan sebaliknya, pemuridan sejati mencakup di dalamnya penginjilan. Tadi kita membahas bahwa pola pemuridan Yesus adalah seperti para rabi Yahudi. Namun ada perbedaan mendasar yaitu orangorang Yahudi mencari seorang rabi dan memohon atau melamar untuk dijadikan murid. Sebaliknya, Yesus aktif memanggil orangorang untuk menjadi murid-Nya. 6

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 6

3/30/17 5:35 PM


Perikop yang tadi kita baca dalam Injil Matius menyaksikan bagaimana cara Tuhan Yesus memanggil murid-murid menjadi rekan-rekan sekerja-Nya bersama-sama mengerjakan misi Kerajaan Allah di dunia. Itulah sebabnya berita pertama yang diserukan oleh Kristus ketika Ia memulai pelayanan-Nya adalah, “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat.� Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, ... biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih; tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya (Matius 13:31–32). Cara Kristus membangun kerajaan-Nya berbeda dengan dunia. Orang akan meletakkan pusat bisnisnya di ibu kota; sebaliknya Kristus memulainya dari sebuah desa kecil di Kapernaum, di daerah Zebulon dan Naftali yang sama sekali tidak ternama. Menggenapkan Kerajaan Allah di dunia tidak dilakukan Yesus seorang diri saja meskipun secara Ilahi, Yesus pasti mampu dan hasilnya pasti jauh lebih baik dan sempurna dibandingkan kalau kita turut mengerjakannya. Dia memanggil para murid untuk turut ambil bagian dalam menggenapkan Kerajaan Allah di dunia. Dan cara Tuhan memilih dan memanggil orang-orang yang hendak Dia jadikan sebagai rekan sekerja berlawanan dengan cara manusia. Kriterianya yang ditetapkan Tuhan pun jauh berbeda dengan standar yang ditetapkan manusia. Terbukti orang-orang yang Yesus panggil untuk dijadikan murid adalah orang-orang yang berasal dari kalangan bawah yang dipandang hina dan remeh pada zaman itu.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 7

7

3/30/17 5:35 PM


Andreas, Petrus, Yohanes, dan Yakobus hanyalah seorang nelayan; Matius hanyalah seorang pemungut cukai; dan masih banyak lagi murid Kristus lain yang berasal dari kalangan bawah. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia (Come, follow Me, and I will make you a fisher of man)” (Matius 4:19). Perkataan Tuhan Yesus mengandung makna yang sangat dalam; kenapa Tuhan memanggil, bagaimana Tuhan memanggil, dan apa implikasi dari panggilan Tuhan? Dan dalam kalimat ini mengandung tiga poin: pertama, “mari“; kedua, “ikutlah Aku”; ketiga, “Kujadikan penjala manusia”. Melalui tiga hal ini Kristus hendak menyatakan bagaimana cara Dia memanggil murid dan siapa yang akan dipakai untuk turut ambil bagian dalam Kerajaan-Nya. Panggilan Tuhan, “Mari ...,” memiliki pengertian: 1. “Mari” berarti dengan kalimat ini Kristus menggunakan otoritas tertinggi, yaitu otoritas Kerajaan Surga pada saat Ia memanggil murid. Ini adalah panggilan Kerajaan Allah bukan panggilan yang sifatnya kerja sama seolah-olah Tuhan butuh bantuan kita. 2. Menyatakan anugerah panggilan. Orang-orang dengan kemampuan terbatas/tidak layak, justru dipanggil untuk melakukan pekerjaan yang sangat penting karena menyangkut seluruh umat manusia. Siapakah kita sehingga Tuhan berkenan memakai kita menjadi pekerja-Nya? Ingat, kita bukanlah siapa-siapa sehingga kalau Tuhan berkenan memilih kita menjadi pekerja-Nya maka kita harus mengerjakannya dengan sebaik-baiknya dan kita harus menuntut diri untuk terus bertumbuh. Para murid sadar tidak layak, tetapi Tuhan justru mau memakai manusia yang tidak layak ini untuk menggenapkan Kerajaan-Nya di dunia. Sebab itu, kita harus bersyukur jika Tuhan mau memakai kita, dan kita harus sungguhsungguh melakukan pekerjaan panggilan Tuhan ini. 8

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 8

3/30/17 5:35 PM


3. Bicara tentang ketaatan. Untuk melakukan pekerjaan yang sangat penting ini, kualitas pertama yang Tuhan tuntut dari seorang murid adalah ketaatan. Hal ini sangat penting. Kita harus menyadari panggilan Tuhan sebagai suatu anugerah. Waktu Tuhan memanggil itu adalah anugerah Tuhan yang besar, yang menuntut tanggung jawab besar pula–yaitu ketaatan. Sesungguhnya kita ini adalah ‘budak’ Kristus–sangat tidak layak. Namun anugerah Tuhan begitu besar, sehingga kita dijadikan rekan kerja-Nya untuk menggenapi misi Kerajaan Allah di dunia ini. Tantangannya adalah berapa banyak orang yang merespons panggilan-Nya? Tuhan sudah memilih kita untuk turut ambil bagian menggenapi kerajaan-Nya di dunia ini; maukah kita taat pada panggilan Tuhan?

Biarlah ini semua menjadi tekad dan doa kita sejak pertama kita memasuki tahun yang baru. Dengan sungguh-sungguh, kita boleh berkata, “... aku siap dibentuk menjadi murid yang sejati, ya Tuhan ....” Soli Deo Gloria!

Khotbah Pdt. Joni Sugicahyono pada Kebaktian Umum II, tanggal 1 Januari 2017; disarikan oleh Lislianty Lahmudin Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 9

9

3/30/17 5:35 PM


i sua t u p a g i bulan DFebruari tahun dua ribu

enam belas yang tidak terlalu sejuk dan tidak pula terlalu panas, Tuhan berjalan-jalan di Kalijodo.

10

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 10

3/30/17 5:36 PM


/ Titus Jonathan /

Ia menghentikan langkah-Nya ketika sebuah nyanyian menggema dari kerumunan beberapa puluh orang yang sedang mengikuti kebaktian di sebuah gereja yang terletak di antara padatnya pemukiman dan kafe yang kalau malam hari begitu semarak dan kalau pagi hari tertidur lelap. Puluhan sepeda motor dan bajaj berjajar di halaman parkir gereja yang luasnya hanya beberapa meter saja. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 11

11

3/30/17 5:36 PM


Di situlah Tuhan mampir. Jemaat gereja yang sederhana itu terus menyanyi dengan khusyuk. Lagu yang dipilih oleh pemimpin pujian adalah “Briku Hati”. Maka diiringi dengan organ tunggal yang suaranya sember, yang pemain organnya menganggukangguk konsisten mengikuti irama, jemaat itu menyanyikan, “Briku hati untuk menyembah-Mu, briku hati untuk mengasihi-Mu, briku hati memuji-Mu dan mengasihi Engkau, seperti wanita yang datang mengurapi-Mu ….“ Jari-jemari pemain organ tunggal itu terus memijit-mijit tuts, sesekali ia melirik ke arah sang pemimpin pujian yang berdiri di belakang mimbar sambil memegang mikrofon yang suaranya juga sember. Pagi itu Tuhan mengenakan celana jin belel, berkaos oblong putih berlabel Giordano, dan bersandal kulit warna coklat muda. Setelah kaki-Nya memasuki ruangan gereja, Ia duduk di bangku paling belakang, tepat di sebelah seorang perempuan yang mengenakan terusan berwarna coklat bermotif kembang, berambut hitam sebahu, dan berlipstik merah jambu. Perempuan itu tengah menundukkan kepala dan berdoa dalam hatinya, “Tuhan, ampunilah dosa-dosaku ….” Setelah selesai berdoa, ia mengusap matanya dengan sehelai tisu yang sejak tadi digenggamnya. Ketika ia melihat siapa yang duduk di sebelahnya, ia beringsut sedikit memperlebar jarak duduknya. Lalu kepalanya menunduk. Ia tidak ikut menyanyi seperti jemaat yang lain. “Mengapa engkau tidak menyanyi?” sapa Tuhan. “Aku tidak bisa menyanyi,” jawab perempuan itu. “Benarkah engkau tidak bisa menyanyi? Aku sering melihatmu menyanyi di kafe bercat biru di ujung jalan ini,” kata Tuhan. “Hmm, bukan itu maksudku; lebih tepatnya, aku tak pantas menyanyi di sini.” Tuhan diam. Perempuan itu diam.

12

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 12

3/30/17 5:36 PM


Seorang laki-laki mabuk berjalan lewat di depan gereja dengan langkah terhuyung-huyung. Kancing bajunya terlepas dan rambutnya acak-acakan. Ia menyanyikan lagu “It’s My Life” menirukan Bon Jovi dengan suara serak diselingi dengan suara serdawa dari mulutnya yang berbau alkohol. Ketika ia mendengar suara organ dari dalam gereja itu, ia berhenti, lalu memanggil, “Selvi ... Selvi …!” Perempuan yang duduk di sebelah Tuhan itu menoleh ke arah pintu, memandang sejenak, lalu membuang muka tanpa menyahut apa-apa. Laki-laki itu kemudian berlalu pergi. “Sudah berapa lama engkau tinggal di sini, Selvi?” tanya Tuhan. “Ohh ..., Engkau tahu namaku?” perempuan itu balik bertanya. “Aku tahu nama semua perempuan di tempat ini,” jawab Tuhan. “Hmm ...,” perempuan itu menggumam, mencuri pandang ke arah Tuhan dengan ekor matanya, kemudian menjawab, “Kalau kuhitung sejak aku lulus SMA, tidak kurang dari lima belas tahun.” “Apakah engkau selalu datang ke gereja ini setiap hari Minggu?” “Ya, aku tak pernah melewatkan hari Minggu di gereja ini. Oleh sebab itu, di hari Sabtu aku tidak bekerja terlalu larut agar esoknya aku bisa bangun pagi-pagi.” “Apakah jemaat dan Bapak Pendeta di sini mengenalmu?” “Ohh, kenal ... setiap hari Minggu aku ikut kebaktian di sini bukan?”

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 13

13

3/30/17 5:36 PM


“Hmm ... bukan itu maksud-Ku ....” “Ohh, aku tahu maksud-Mu. Ya, mereka tahu aku ... mereka kenal aku. Bapak Pendeta selalu menjabat tanganku setiap selesai kebaktian dan memberikan senyum yang ramah. Ia selalu menitipkan sepotong doa untuk aku bawa pulang.” Pemain organ tunggal itu telah mengganti lagu yang tadi dan sudah memainkan dua lagu lain, membiarkan jemaat tenggelam dalam momen kontemplasi yang khusyuk. Di bangku baris belakang perempuan itu masih bercakap-cakap dengan Tuhan. “Aku dengar, tidak lama lagi tempat ini akan dibongkar,” kata Tuhan. Perempuan itu mengangguk. “Kemana engkau akan pergi setelah tempat ini diratakan dengan bulldozer?” “Entahlah, terus terang aku bingung karena tempat ini sudah menjadi rumahku selama ini. Hmm ..., dan jemaat gereja ini, kemana mereka akan pergi beribadah setelah tempat ini diratakan?” “Pergilah ke gereja mana saja, nanti aku akan datang menemuimu dan mengobrol seperti ini,” jawab Tuhan. “Benarkah? Tidakkah Engkau akan mempermalukan Diri-Mu sendiri jika Engkau mencariku dan mengobrol denganku?” “Dulu, Aku pun pernah menemui seorang perempuan seperti dirimu di dekat perigi dan bercakap-cakap seperti ini dengannya.” “Di mana?” “Di tempat yang jauh dari sini, di Samaria.” Perempuan itu menoleh kepada Tuhan, tapi ia tak kuasa menatap wajah-Nya, melainkan hanya memberanikan diri memandang kaos oblong berlabel Giordano yang dikenakan-Nya. Sejurus kemudian, pemain organ tunggal itu menghentikan musiknya, kemudian turun setelah terlebih dahulu menyerahkan mimbarnya kepada Bapak Pendeta. “Saudara-saudara terkasih, hari ini tidak ada khotbah. Mari kita berdoa dan pulang!” seru Bapak Pendeta dari mimbar. ••• 14

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 14

3/30/17 5:36 PM


Setahun pun berlalu. Pada suatu hari Minggu, di sebuah gereja yang letaknya jauh dari kawasan Kalijodo, seorang perempuan yang mengenakan terusan berwarna coklat bermotif kembang, berambut hitam sebahu, dan ber-lipstick merah jambu datang mengikuti kebaktian. Sudah setahun sejak Kalijodo dibongkar atas perintah Gubernur Ahok, setiap hari Minggu perempuan itu datang ke sana. Ia selalu duduk di kursi di deretan belakang. “Tuhan, ampunilah dosa-dosaku yang telah kulakukan selama ini …,” demikianlah doa yang ia ucapkan setiap kali ia berada di dalam gereja itu. Selepas kebaktian, ia menuju Roxy tempat kerjanya sebagai penjaga toko handphone. Sudah setahun perempuan itu menunggu Tuhan di gereja itu, tetapi yang ditunggu tak pernah datang. Hingga akhirnya di suatu pagi yang tidak terlalu sejuk dan tidak pula terlalu panas, perempuan itu mengorder ojek aplikasi untuk mengantarnya ke Kalijodo. Hatinya begitu rindu untuk bertemu Tuhan dan ia ingat di situlah tempat ia bertemu dengan-Nya setahun sebelumnya. Setibanya di sana ia ragu-ragu dan bertanya dalam hatinya, benarkah tempat itu adalah tempatnya dulu? Ia membaca tulisan “RPTRA Kalijodo”. Ia melihat tempat itu telah berubah. Ketimbang deretan kafe dan warung remang-remang, ia melihat arena belajar dan bermain yang rapi dan terang. Anak-anak kecil berkejaran dan sebagian bermain di playground, anak-anak remaja bermain bola dan anak-anak muda sedang bermain skateboard.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 15

15

3/30/17 5:36 PM


Sedang ia berdiri dan dipenuhi kekaguman melihat keindahan di depannya, Tuhan datang mendekatinya. Pagi itu penampilan Tuhan masih tetap sama seperti dulu: mengenakan celana jin belel, berkaos oblong putih berlabel Giordano, dan bersandal kulit warna coklat muda. “Mengapa engkau datang ke sini?” sapa Tuhan. “Aku kesepian. Tak ada lagi sepotong doa yang aku bawa pulang selepas kebaktian seperti dulu. Aku menunggu-Mu di gereja sana, tetapi sudah setahun Engkau tak pernah datang,” jawab perempuan itu. “Aku selalu lewat di depan gereja itu, tetapi enggan mampir,” jawab Tuhan. “Mengapa?” “Hmm ... karena mereka merasa dirinya sudah suci. Hanya pendosa yang mencari-Ku.” Perempuan itu diam. Pandangannya tertuju pada tempat di depannya yang sudah berubah, dan pikirannya dipenuhi dengan wajah-wajah orang yang sangat dikenalnya–yang sering ia lihat berdiri di atas panggung di gereja sana–mengenakan jas dan dasi. Sebuah bola menggelinding dari lapangan RPTRA itu dan berhenti tepat di kaki Tuhan. Tuhan memungut bola itu dan menyerahkannya kepada seorang anak yang datang menghampiri. Anak itu menerima bola dari tangan Tuhan, kemudian berlari menuju ke tengah lapangan. Perempuan itu mengorder ojek aplikasi kemudian berlalu pergi. Tuhan berjalan menuju ke arah Angke ••• 16

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 16

3/30/17 5:36 PM


A church is a hospital for sinners, not a museum for saints / Abigail Van Buren

Catatan: / Cerita ini mengambil tempat dan waktu yang aktual namun dengan dialog imajiner. / RPTRA: Ruang Publik Terpadu Ramah Anak. Gubernur Ahok mempunyai visi menyediakan taman dan ruang bermain bagi keluarga yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat olah-raga, perpustakaan, taman bermain anak (‘playground’), bahkan disediakan pula ruang laktasi bagi ibuibu yang membawa balita. RPTRA menjadi semacam ‘community center’ bagi masyarakat sekitarnya sebab dibangun di area yang dekat dengan perkampungan. Dana untuk membangun RPTRA tidak diambil dari APBD DKI Jakarta melainkan dari perusahaan-perusahaan lewat dana CSR (Corporate Social Responsibility) mereka. Perusahaan yang mendanai diperbolehkan memasang nama perusahaannya di samping papan nama “RPTRA” tersebut. Bagi yang tidak mengerti dan sinis terhadap hasil karya Pemprov DKI ini, mereka menuduh antara Pemprov DKI dan pengusaha ‘ada udang di balik rempeyek’. Salah satu RPTRA yang sangat fenomenal adalah RPTRA Kalijodo, karena dibangun bagai ‘sulapan’ dari kompleks prostitusi tertua di Jakarta hanya dalam waktu satu tahun. Per Januari 2017, jumlah RPTRA yang sudah dibangun oleh Pemprov DKI sebanyak 186, dan jumlah ini akan terus ditambah agar Jakarta sebagai kota metropolitan tidak terkesan garang tetapi ramah, aman, dan nyaman.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 17

17

3/30/17 5:36 PM


T ES A K UR NI AWAN

18

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 18

3/30/17 5:36 PM


/ Pingkan Palilingan /

KETEKUNAN

yang Berbuahkan

KEAJAIBAN ” Keterampilan dan ketekunan adalah dua unsur yang sangat penting untuk meraih prestasi dalam kehidupan. Dan jika Anda secara konsisten melakukan hal yang menjadi ‘passion’ Anda secara terus-menerus, impian Anda bisa menjadi kenyataan.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 19

19

3/30/17 5:36 PM


Dan Tesa Kurniawan adalah bukti nyata dari kombinasi keterampilan dan ketekunan–selama tiga dekade–yang telah mengubah impian menjadi kenyataan … dan keajaiban. Laoshi (guru) Tesa dikenal luas oleh jemaat GKY BSD, terutama di kalangan anak-anak sekolah minggu. Titel laoshi ini seolah sudah lekat dengan nama Tesa. Rasanya aneh jika menyebut nama Tesa tanpa dibubuhi laoshi di depannya. Tesa–a teacher at heart–telah menekuni passion-nya sebagai seorang guru semenjak masih di bangku SMA. Hingga sekarang, sekitar tiga puluh tahun kemudian, semangatnya masih membara di bidang pendidikan. Tim Nafiri berbincang dengan Tesa di rumahnya untuk rubrik “Potret” ini, dimana pembaca diajak mengenal lebih jauh sosok Laoshi Tesa yang ramah dan sangat tekun .... Masa Kecil Tesa lahir dari seorang ibu berdarah Sunda dan ayah asal Tiongkok yang bermigrasi ke Indonesia. Keluarganya membuka toko kelontong di daerah Padalarang, dekat Bandung. Anak ketiga dari enam bersaudara, dia beserta kakak-adiknya sering membantu di toko. Budaya Konghucu di keluarga Tesa–yang diturunkan dari sang kakek–cukup kuat. Sedari kecil ia dan saudara-saudaranya sering dibawa ke kelenteng. Meski begitu, kedua orangtua Tesa menyekolahkannya di sekolah Kristen, dimana Tesa pertama kali mengenal Yesus Kristus.

20

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 20

3/30/17 5:36 PM


Sepulang sekolah, Tesa beserta kakak dan adiknya rajin membantu di toko yang menyatu dengan rumah. Tesa segera menolong orangtuanya menjaga toko dan melayani pembeli. Dia dan saudara-saudaranya sejak kecil sudah belajar berdagang. Selang lima puluh tahun; toko keluarga tersebut masih beroperasi, dikelola oleh adiknya yang bungsu. Lebih Mandiri Sejak SMP, Tesa sudah berancang-ancang untuk bisa kuliah. Orangtuanya mengirim Tesa ke Bandung untuk melanjutkan sekolah di sekolah favorit: SMAK 1 Penabur di Pasir Kaliki. Dia tinggal di rumah keluarga bersama kakak-kakaknya. Terpisah dari orangtua menjadi tantangan tersendiri baginya. Dia belajar mengurus pekerjaan rumah tangga dan mengelola keuangannya sendiri. Tak lama, dia sudah jauh lebih mandiri. Tesa juga makin rindu untuk mengenal Kristus lebih jauh. Dia mulai rajin beribadah di gereja karena ‘tertular’ semangat cici-nya yang sulung. Pada saat SMA itulah, Tesa memutuskan menjadi pengikut Kristus dan memberikan dirinya untuk dibaptis. Dia juga mulai aktif melayani di gereja. Cici-nya yang sulung terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan dan melanjutkan kuliah di Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) di Malang. Meski awalnya orangtuanya menentang keputusan sang cici, akhirnya mereka mengalah pada kegigihan sang cici. “Kita, adik-adiknya, semua terbawa oleh semangat cici. Kita pelayanan juga karena awalnya cici yang mendorong,� kata Tesa. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 21

21

3/30/17 5:36 PM


Ngotot Kuliah Pengalaman membantu orangtuanya berdagang membuat Tesa ingin kuliah di Fakultas Ekonomi. Tetapi, itu tidak mudah untuk dicapai karena sang papa masih menyandang status sebagai warga negara asing (WNA). “Kita–saya, kakak, dan adik–susah kuliah di mana-mana karena status kita WNA,” kenang Tesa. Ayahnya pernah mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI). Tetapi, dia ditipu oleh orang yang mengurus dokumen. Bukan saja dokumen WNI tidak berhasil didapat, ayahnya juga kehilangan uang cukup banyak. Sang ayah akhirnya ragu untuk mencoba lagi menjadi WNI. Alhasil, Tesa dan saudara-saudaranya sulit untuk melanjutkan kuliah, apalagi ke perguruan tinggi negeri. Aplikasi kuliah Tesa, misalnya, ditolak oleh sebuah universitas negeri di Bandung. Kakak laki-lakinya bahkan memutuskan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi setelah ditolak berkali-kali.

“ Saya berjuang, pokoknya saya harus kuliah....

Bagaimana dengan Tesa? “Kalau saya, saya lebih ngotot. Saya berjuang; pokoknya saya harus kuliah. Jadi saya cari cara agar bisa kuliah,”ujar Tesa. Usahanya akhirnya berhasil. Dia diterima di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti di Jakarta. Tetapi, tantangan lain harus dihadapi oleh Tesa: biaya kuliah. Biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar dibanding di Bandung. “Saya berpikir, gimana ya caranya bisa cari uang tambahan,” tanya Tesa pada dirinya sendiri. “Saya ingin meringankan beban orangtua saya.”

22

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 22

3/30/17 5:36 PM


Tesa menggali apa hal yang paling dia kuasai dan sukai. Jawabannya adalah mengajar. Dia ingin memberi les privat bagi anak-anak. Dia berancang-ancang menawarkan jasanya secara door-to-door. Puji Tuhan, sebelum dia mulai ‘berburu’ anak les, Tuhan membuka jalan. Saat mulai kuliah, Tesa beribadah di Gereja Baptis Indonesia Grogol, tak jauh dari tempatnya kos. Setelah beberapa minggu, dia mengetahui bahwa di lingkungan gereja itu ada sekolah. Akhirnya ia memberanikan diri menemui kepala sekolah menanyakan apa ada anak-anak yang membutuhkan guru les privat. Sang kepala sekolah menjawab dengan memberikan alamat rumah seorang murid. “Saya cari tuh, saya jalan kaki mencari alamatnya,” cerita Tesa dengan mata berbinar-binar. “Saya ingat banget nama muridnya, itu murid pertama saya.” Rupanya orangtua muridnya sangat terkesan pada cara Tesa mengajar. Beberapa orangtua murid yang lain mulai mempercayakan anaknya kepada Tesa. Dia mengajar ‘mafia’ (matematika, fisika, kimia) dan juga akuntansi, seminggu dua sampai tiga kali. Di saat teman-teman kuliah lebih banyak bermain dan bersantai-santai sesudah kuliah, Tesa sibuk mengajar. “Teman-teman kuliah sampai bilang saya salah jurusan.” Nyaris tidak ada waktu luang yang tidak digunakan Tesa untuk memberi les. “Saya kumpulin uang hasil mengajar buat bayar kos dan bayar makan sehari-hari. Sampai akhirnya saya bilang ke Mama supaya tidak usah kirimi saya uang lagi,” tandas Tesa. Alhasil, orangtua Tesa hanya membayar satu semester saja di awal mula ia berkuliah. “Setelah itu Mama enggak pernah kirim uang lagi. Saya enggak mau dikirimi karena saya mikir begini: biaya pengeluaran untuk saya tentu lebih besar karena saya kuliah di Jakarta.”

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 23

23

3/30/17 5:36 PM


Tesa dan Guntur Tesa bertemu dengan Guntur di Gereja Kristen Baptis Jakarta (GKBJ). Pada saat itu, Guntur sedang kuliah jurusan komputer di Universitas Budi Luhur. Dia juga bekerja paruh waktu di sebuah kantor. Karena cici-nya ditugaskan praktik setahun di GKBJ, meskipun Tesa sudah rutin bergereja di Grogol, dia diajak ke persekutuan pemuda di GKBJ. Di persekutuan ini Tesa berjumpa dengan Guntur yang berasal dari Kalimantan Barat. “Tesa orangnya periang dan gampang bergaul,” ujar Guntur, mengingatingat bagaimana pertama kali mereka berkenalan. Di kegiatan gereja, keduanya seringkali dipasangkan di dalam satu kelompok. Tak hanya sampai situ saja, ternyata tempat tinggal Guntur searah dengan tempat kos Tesa. “Pas mau pulang kan sudah jam sembilan malam, teman saya bilang agar Tesa bisa ikut saya karena tinggalnya searah. Akhirnya saya antar dia pulang,” kenang Guntur. “Lalu, besok-besoknya saya bilang begini ke Tesa, ‘kalau kamu enggak keberatan, besok bisa saya jemput lagi sebelum ke gereja, mau tidak?’ Eh ternyata Tesa-nya mau,” kata Guntur. “Yaaa daripada keluar duit buat bayar bajaj!” Tesa menimpali, disusul dengan tawanya yang renyah.

24

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 24

3/30/17 5:36 PM


Pertemanan berbuah menjadi rasa suka. Tali kasih pun bersemi di hati mereka berdua. Perjalanan asmara mereka diselingi banyak kejadian unik nan lucu. Mereka pernah ditodong dengan pisau di lampu merah saat mereka naik bajaj, juga ada peristiwa mobil mogok dan roda mobil yang copot pada saat menuju tempat kencan. “Untung saya dapat pacar yang enggak mata duitan,” kata Guntur bercanda. Tesa sendiri mengakui, “Saya juga merasa cocok dengan Guntur. Dia orangnya enggak neko-neko.” Rindu Mengajar Setelah lulus kuliah, Tesa mendapatkan pekerjaan kantoran di bidang akuntansi. Meski demikian, sepulang kerja ia tetap mengajar les privat. Setelah empat tahun berpacaran dengan Guntur, keduanya menikah dan pindah ke Villa Melati Mas, Serpong. Tesa pun meninggalkan pekerjaan kantorannya. Namun, dia masih rajin bolak-balik ke Jakarta demi mengajar anakanak didiknya. “Jiwa saya masih lebih senang mengajar,” ujar Tesa. Setelah anak pertamanya, Jessica lahir pun Tesa tetap gigih mengajar. Biasanya Tesa dan Jessica yang masih bayi ikut berangkat bersama Guntur ke kantornya di daerah Pasar Baru. Setelah Jessica dititipkan di rumah mertua, Tesa pergi ke rumah murid-muridnya untuk mengajar. Begitu rutinitasnya hampir setiap hari, hingga satu titik dimana Tesa merasa lelah menempuh jarak yang begitu jauh. Dia memutuskan berhenti mengajar di Jakarta. Passion untuk mengajar tetap membara di hatinya. Kerinduannya tersalur ketika dia memutuskan menjadi guru sekolah minggu (GSM) di GKJMB BSD yang baru mulai dibuka. Sebelumnya, dia sudah menjadi GSM beberapa tahun di Jakarta. “Dari Senin hingga Jumat saya mengajar untuk kehidupan saya. Mengapa saya tidak memberikan talenta saya (untuk melayani Tuhan) pada hari Minggu?” Tesa juga mulai mengajar les privat lagi. Dia bahkan akhirnya membuka rumahnya sebagai tempat les. Hari-harinya selalu dipenuhi oleh sesi-sesi mengajar. Kesibukan ini bukannya menjauhkan Tesa dari anak-anaknya–Jessica, Valencia, dan Cheryl–malah justru berbuah baik bagi mereka. Mungkin karena melihat Mamanya mengajar, ketiga anaknya ikut belajar bersama anak-anak didik Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 25

25

3/30/17 5:36 PM


Tesa sepulang sekolah. Tesa dan Guntur sampai heran anak-anaknya bisa rajin belajar tanpa disuruh. Membangun TEchnoSA Selain dikenal baik karena pelayanannya di sekolah minggu dan program mengajar Peduli Anak Serpong (PAS), Tesa dikenal melalui lembaga pendidikan TEchnoSA yang didirikannya. Awalnya Tesa tidak pernah bermimpi akan mendirikan sekolah; dia hanya sangat mencintai dunia mengajar. Namun berkat bantuan dan dorongan keluarga dan teman-teman, rencana mendirikan sebuah sekolah muncul juga dalam kalbunya. Selain itu, sempat terlintas juga dalam pikiran Tesa untuk meninggalkan ‘warisan’ yang bisa dibanggakan, yaitu sesuatu yang dia bangun sepenuh hati dari nol. “Saya ingin meninggalkan sesuatu kalau saya nanti dipanggil Tuhan. Kalau melalui sekolah– dan saya berharap sekolah ini akan terus ada–berarti bisa berbuat banyak di bidang pendidikan dan kontribusinya lebih nyata untuk lingkungan sekitar,” harap Tesa. Meski mengalami jatuh bangun dalam proses mendirikan sekolah, akhirnya di tahun 2006 berdirilah TEchnoSA Homeschooling and Study Centre, yang fokus pada pendidikan home-school dan bimbingan belajar (bimbel) yang bertempat di sebuah gedung tiga lantai yang bersebelahan dengan rumah keluarga Tesa dan Guntur. Tidak ada impian yang besar, hanya dengan iman saja pasangan ini menjalani setiap langkah yang harus dilalui. Dan, dengan dukungan dari sejumlah teman, Tesa dan Guntur juga telah mendirikan TechnoSA School di belakang perumahan Melati Mas. Sukacita Menjadi Guru Tesa ingat betul firman Tuhan dalam Yakobus 3:1 yang berkata, “Janganlah banyak di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.” Juga Markus 9:42, “Barang siapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.” Kedua ayat ini menjadi pengingat setia baginya untuk terus mengelola hubungan pribadi dengan Tuhan. Sebagai seorang guru dan pemimpin yayasan 26

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 26

3/30/17 5:36 PM


Biodata Nama Lengkap Tempat/ Tanggal Lahir Nama Istri Nama Anak

: : : :

Tesa Kurniawan Bandung, 9 Oktober 1966 Guntur Iskandar Jessica Octavia Valencia Gabriella Cheryl Aldora

Riwayat Pendidikan SDN 6 Padalarang 1972 – 1978 SMPK Andreas Cimahi 1978 – 1981 SMAK I Penabur Bandung 1981 – 1984 Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Akuntansi) 1984 – 1990 Riwayat Pekerjaan • Guru Les Privat , Jakarta 1985 - 1993 • Founder dan Guru Bimbel TEchnosA Study Centre, Villa Melati 1994 – 2005 Mas, Tangerang Selatan • Founder dan Guru Bimbel TEchnosA Study Centre dan 2006 – Sekarang TEchnoSA Homeschooling, Villa Melati Mas, Tangerang Selatan • Founder dan Guru TEchnoSA School, Pondok Jagung Timur, Tangerang Selatan Riwayat Pelayanan • Guru Sekolah Minggu GKBJ (Gereja Kristen Baptis Jakarta) Samanhudi • Guru Sekolah Minggu Gereja Kristus Yesus (GKY) BSD • Pengurus Komisi Anak Gereja Kristus Yesus (GKY) BSD • Majelis Komisi Anak Gereja Kristus Yesus (GKY) BSD • Pengajar Peduli Anak Serpong (PAS) Matpel. Matematika SMP Gereja Kristus Yesus (GKY) BSD

1988 – 1992 1995 – Sekarang 2000 – 2008 2009 – 2015 2006 – Sekarang

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 27

27

3/30/17 5:36 PM


sesuatu “kalauSayanantiinginsayameninggalkan dipanggil Tuhan...

melalui sekolah saya berharap bisa berbuat banyak di bidang pendidikan dan kontribusinya lebih nyata untuk lingkungan sekitar....

sekolah, ia merasa terpacu untuk menjadi teladan dan hidup benar sesuai dengan firman Tuhan. Tuntutan pekerjaan memang tinggi. Waktu dan tenaga seringkali harus dikorbankan. Namun, sukacita yang didapatkan sebagai seorang guru benar-benar tidak terkira. Contohnya, sempat ada seorang mantan murid Tesa yang khusus datang menemui dia dan bercerita kalau dia sudah menjadi seorang direktur. Senang rasanya mengetahui anak-anak didiknya sudah meraih keberhasilan, bahkan yang jauh lebih berhasil dari Tesa sendiri. “Saya senang kalau diingat oleh muridmurid. Dan ketika kamu mengajar dan melihat anak-anak didikmu berhasil, itu merupakan suatu kepuasan yang tidak bisa dibeli,” ujar Tesa. Pengalaman Tesa dalam mengajar terbentang sepanjang tiga dekade. Apakah pernah ia merasakan bosan meski hanya satu kali pun? “Saya bersyukur dengan apa yang ada. Saya membiarkannya mengalir dan menikmatinya,” katanya. Dia bersaksi Tuhan seakan menaruh suatu ‘pengingat’ di hatinya yang berkata bahwa kesempatan mengajar itu sangat spesial; tidak bisa didapatkan oleh semua orang. Dia menyadari banyak guru-guru yang jauh lebih muda dan lebih kreatif berinovasi dalam mengajar dibandingkan dengan dia. Tetapi Tesa selalu diingatkan oleh Roh Kudus bahwa bukan Tuhan yang perlu kita. “Kalau Tuhan mau pakai saya; harusnya saya sangat bersyukur,” katanya. Inilah yang memacu Tesa untuk terus memakai talentanya dengan sepenuh hati. Dan kecintaannya untuk mengajar kian dikuatkan hari demi hari dalam perjalanan hidupnya. Selamat melayani, Laoshi Tesa, dan terus semangat mendampingi para muridmu untuk menemukan rancangan Tuhan bagi hidup mereka

28

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 28

3/30/17 5:36 PM


Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 29

29

3/30/17 5:36 PM


MENJADI

MURID:

Sebuah VOKASI dan STANDARNYA

30

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 30

3/30/17 5:36 PM


/ GI. Andry Setiawan /

K

e t i k a seseorang menjadi Kristen, ia sebenarnya telah berkomitmen untuk menjadi murid Kristus. Menurut Bill Hull, ajaran umum yang beredar di dalam kekristenan masa kini adalah: seorang Kristen ialah seseorang yang oleh iman menerima Yesus sebagai Juru Selamat, memperoleh hidup kekal, serta aman dan nyaman dalam keluarga Allah; seorang murid ialah orang Kristen yang lebih serius, yang menjalankan disiplin rohani dengan giat dan terlibat dalam penginjilan dan melatih orang lain.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 31

31

3/30/17 5:36 PM


Hull tentu saja tidak menyetujui pembedaan di antara dua identitas tersebut. Ia tidak menemukan bukti satu pun dalam Alkitab yang memisahkan antara Kristen dan murid. Hal ini disebabkan “kekristenan tanpa kemuridan sama saja dengan kekristenan tanpa Kristus” (Dietrich Bonhoeffer). Dengan kata lain, menjadi seorang Kristen tanpa menjadi seorang murid adalah menjadi pengikut Kristus yang tidak pernah mengikut Kristus di dalam hidupnya. Jadi, jelas bahwa seorang Kristen adalah seorang yang siap melangkah untuk menjadi murid Kristus apa pun konsekuensinya. Istilah “murid” dalam Alkitab diterjemahkan dari kata mathetes yang muncul paling sedikit 230 kali dalam Injil dan 28 kali di dalam Kisah Para Rasul. Istilah Yunani tersebut dapat diterjemahkan secara literal sebagai pembelajar. Uniknya, kata mathetes merupakan akar kata dari “matematika” yang berarti “thought accompanied by endeavor (pemikiran yang disertai dengan kerja keras)”. Hal ini menunjukkan bahwa seorang murid tidak hanya berpikir dan belajar melainkan juga bekerja keras untuk melakukan apa yang telah dipelajarinya. Pengertian ini tertuang dengan nyata di dalam kehidupan para murid Yesus yang melebihi sekelompok pelajar di sekolah. Mereka ‘magang’ di dalam pekerjaan Tuhan mereka. Mereka melakukan aktivitas learning by doing bersama dengan Yesus.

32

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 32

3/30/17 5:36 PM


Berdasarkan penjelasan di atas, maka menjadi murid Yesus adalah sebuah panggilan dari Tuhan. Kata “panggilan� di dalam bahasa Latin adalah vocare yang merupakan akar kata dari vocation (vokasi). Pada zaman ini, kata vokasi seringkali dimaknai sebagai suatu pekerjaan tetapi makna asalnya tidak demikian. Sebenarnya, suatu pekerjaan menjadi suatu vokasi hanya jika orang lain memanggil kita untuk melakukannya dan kita melakukannya bagi mereka daripada bagi diri kita sendiri. Jika pengertian vokasi direlasikan dengan menjadi murid Yesus maka dapat dipahami bahwa menjadi murid hanya jika Yesus memanggil kita untuk melakukannya dan kita melakukannya hanya bagi Yesus daripada bagi diri dan kepentingan kita sendiri. Konsep menjadi murid sebagai vokasi merupakan suatu konsep yang unik pada kehidupan agamawi orang Yahudi. Pada umumnya anak-anak muda Yahudi dapat mengikuti berbagai macam sekolah yang masingmasing dipimpin oleh seorang rabi (guru). Dalam hal-hal tertentu, calon murid yang memilih guru mereka dan guru-guru tentu saja dapat menerima atau menolak permohonan seorang calon murid. Namun, dalam kemuridan Yesus, justru Ia yang terlebih dahulu mencari dan memanggil para murid-Nya, bahkan yang dipanggil menjadi murid-Nya adalah kaum non-elit (baca: kaum Farisi) dalam masyarakat Yahudi (Matius 4:18–22).

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 33

33

3/30/17 5:36 PM


Ketika kita menanggapi vokasi Tuhan Yesus untuk menjadi murid-Nya maka hal itu menunjukkan komitmen kita untuk menjadikan diri-Nya sebagai satu-satunya pusat dan teladan kehidupan

Ketika kita menanggapi vokasi Tuhan Yesus untuk menjadi murid-Nya maka hal itu menunjukkan komitmen kita untuk menjadikan diri-Nya sebagai satu-satunya pusat dan teladan kehidupan. Dengan kata lain, setiap murid Kristus sudah semestinya hidup sesuai dengan standar yang dikehendaki-Nya. Hal ini tentu saja tidak mudah dilakukan karena dunia yang kita tinggali memiliki standarnya sendiri dan berbeda dengan standar yang ditetapkan oleh Yesus. Ada beberapa standar kemuridan Yesus. Pertama, menyangkal diri (Lukas 9:23). Frasa ini pada umumnya diasosiasikan dengan ‘tidak’ pada diri sendiri, bahkan menentang diri sendiri. Meskipun demikian, maksud istilah “menyangkal diri” sebenarnya lebih dalam daripada itu, yaitu kita tidak boleh mengakui atau mengenali keberadaan kita sendiri. Ketika kita melakukan hal ini demi Kristus, itu adalah bukti paling nyata dari komitmen kasih kita kepada-Nya. Tindakan tersebut tidak hanya dilakukan sekali saja dalam seumur hidup melainkan dilakukan berkali-kali, terus menerus di dalam seluruh bidang kehidupan kita–tanpa terkecuali.

34

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 34

3/30/17 5:36 PM


Kyle Idleman, penulis buku Not a Fan (Bukan Seorang Penggemar), menceritakan pengalamannya tentang sebuah kelompok vegetarian baru yang ditayangkan di MSNBC. Saluran berita ini mewawancarai salah satu vegetarian baru yang berusia 28 tahun, yaitu Christy Pugh. Salah satu kutipannya menggambarkan sudut pandang kelompok ini. Ia mengaku, “Saya biasanya makan sayursayuran. Tapi saya sangat suka sosis.” Ia mewakili orang-orang yang mengaku diri vegetarian namun membuat beberapa pengecualian. Kelompok yang jumlahnya kian bertambah ini tidak makan daging, kecuali mereka benarbenar menyukainya. Seperti yang kita bayangkan, kaum vegetarian sejati tidak senang dengan keberadaan vegetarian gaya baru ini. Mereka menekan kelompok tersebut untuk mengubah nama mereka. Akhirnya, inilah nama yang mereka pilih untuk menyebut diri mereka, yaitu flexetarian. Christy menjelaskan makna istilah ini, “Saya sangat suka makan vegetarian. Hanya saja, saya tidak berkomitmen seratus persen.”

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 35

35

3/30/17 5:36 PM


Bagi Idleman, flexetarian adalah gambaran tepat dari cara yang banyak dipilih orang-orang Kristen masa kini dalam memandang komitmen mereka terhadap Kristus. Mereka menyebut diri murid Kristus tetapi juga membuat beberapa pengecualian. Mereka mengikut Tuhan Yesus tetapi tidak mau mengorbankan diri bagi Dia. Sebaliknya, Yesus justru mengajar dan meneladankan hidup seorang hamba bagi murid-muridNya. Seorang hamba tidak memiliki hak dan harta yang bisa diklaim sebagai milik sendiri. Seorang hamba di zaman Yesus, bahkan tidak memiliki identitas pribadi. Ia tidak mendapatkan waktu istirahat atau jam keluar di penghujung hari. Seorang hamba tidak bisa bernegosiasi dengan tuannya. Namun, uniknya ‘hamba’ adalah cara yang digunakan oleh banyak pengikut Kristus dalam memperkenalkan dirinya kepada dunia. Sebab itu, kita tidak dapat menyebut Yesus sebagai Tuhan tanpa menyatakan diri sebagai hamba-Nya. Itu merupakan makna menyangkal diri. Memilih untuk menjadi hamba adalah sebuah tindakan penyangkalan diri yang sempurna. Komitmen ini menyatakan di hadapan Tuhan bahwa seseorang menyerahkan kontrol hidupnya kepada Tuhan secara total. Ini bukan tindakan yang dilakukan secara terpaksa melainkan karena kasih kepada Tuhan. Buahnya adalah sukacita yang sejati dan tidak tergantikan dengan apa pun di dalam dunia ini. Sebagai contoh, bermain dengan batas waktu yang wajar. Bermain dapat disebut sebagai tindakan menyangkal diri karena kita berhenti sejenak untuk serius dan lebih lepas untuk menikmati hidup. Di kala dunia kekinian menggemakan bahwa diri kita yang paling penting, bukan orang lain. Di saat dunia membujuk kita

36

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 36

3/30/17 5:36 PM


Sebab itu, kita tidak dapat menyebut Yesus sebagai Tuhan tanpa menyatakan diri sebagai hamba-Nya. Itu merupakan makna menyangkal diri. Memilih untuk menjadi hamba adalah sebuah tindakan penyangkalan diri yang sempurna untuk menonjolkan segala sesuatu bagi diri sendiri, firman Tuhan mendorong kita untuk menunjukkan segala sesuatu bagi Allah semata. Jadi, hanya Tuhan yang “makin besar, tetapi kita harus makin kecil, bahkan menjadi nothing� (Yohaes 3:30). Kedua, memikul misi Yesus. Standar ini berhubungan dengan memikul salib seperti yang telah Yesus lakukan, yaitu untuk mati di atas kayu salib demi menebus umat manusia yang berdosa. Salib merupakan pusat dari misi Yesus datang ke dalam dunia. Salib melambangkan kematian, penderitaan, dan kesakitan yang menyertainya. Salib bukan hanya sebuah beban yang harus dipikul atau suatu persoalan yang terus-menerus dan menyertainya. Pada masa kekaisaran Romawi, seorang penjahat yang terhukum membawa salibnya sendiri ke tempat eksekusi. Setelah itu, salib tersebut dipakai sebagai alat untuk menghukum mati yang bersangkutan secara menyakitkan dan memalukan.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 37

37

3/30/17 5:36 PM


Untuk melakukan misi yang Allah kehendaki, setiap murid Kristus sudah sepatutnya mengoptimalkan talenta dan karunia rohani yang dianugerahkan Tuhan kepadanya dengan setia, bahkan siap untuk mengorbankan jiwa raga bagi-Nya

38

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 38

3/30/17 5:36 PM


Kata kerja “memikul” dalam standar ini menunjukkan bahwa kematian adalah pilihan yang kita ambil. Orang yang disebut mati adalah seseorang yang tidak memedulikan pendapat orang lain atas mereka, bagus tidaknya pakaian mereka, tidak lagi menghitung berapa banyak uang dalam rekening mereka, dan sama sekali tidak mendambakan kenaikan jabatan. Intinya, kematian merupakan penyerahan akhir dari diri sendiri dan semua hal yang kita miliki. Ketika kita telah mati, kita tidak lagi peduli dengan hidup kita. Pada waktu kita mati untuk diri sendiri, itu membuktikan bahwa kita siap ’membayar harga’ bagi Tuhan. Serupa dengan Yesus, memikul misi Kristus dimulai dengan sebuah pertanyaan, “Tuhan, apa yang Engkau ingin untuk saya lakukan; apa misi saya?” Sebelum pertanyaan ini dijawab, kita harus terlebih dahulu memiliki hati yang taat kepada Tuhan. Hal itu dapat kita lakukan jika kita menempatkan Yesus Kristus sebagai Pemimpin hidup kita dan menundukkan diri kepada-Nya. Pada kenyataannya, ada sejumlah orang Kristen yang menerima Yesus tanpa kemuridan sehingga mereka tidak memiliki misi-Nya. Untuk melakukan misi yang Allah kehendaki, setiap murid Kristus sudah sepatutnya mengoptimalkan talenta dan karunia rohani yang dianugerahkan Tuhan kepadanya dengan setia, bahkan siap untuk mengorbankan jiwa raga bagi-Nya. Pada akhirnya, menjadi murid Kristus adalah sebuah vokasi dari Kristus sendiri. Vokasi tersebut unik dan meminta setiap orang yang disebut murid Kristus untuk memiliki hidup yang berbeda dari standar dunia. Standar kemuridan Yesus adalah menyangkal diri dan memikul misi Kristus sampai akhir. Sudahkah kita sungguh-sungguh merespons vokasi-Nya dan hidup sesuai dengan standar-Nya? Ingatlah,“identitas kita yang menentukan tindakan kita, bukan tindakan yang menentukan identitas kita” (James Bryan Smith). Seorang murid Kristus pasti akan menyangkal diri dan memikul misi Yesus, tetapi bukan berarti seorang yang menyangkal diri dan memikul misi Yesus pasti seorang murid Kristus!

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 39

39

3/30/17 5:36 PM


/ Nico T. Tjhin / 40

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 40

3/30/17 5:36 PM


Pagi ke malam, malam ke pagi. Senin ke Jumat, Jumat ke Minggu. Januari ke Desember, tiba-tiba tahun baru. Hari ini tiup lilin, besok sudah harus tiup lilin lagi. Semua terasa begitu cepat. Roda kehidupan berjalan, berjalan, dan terus berjalan. Pernahkah kita mencoba untuk berhenti sejenak?

Sebagian besar dari kita mungkin tidak suka

dengan yang namanya hidup di dalam rutinitas, tetapi perlu diakui bahwa seringkali kita terjebak di dalamnya. Bangun

pagi;

otomatis

tangan

merambat

untuk

mematikan alarm, lantas kaki berjalan otomatis menuju kamar mandi. Gosok gigi, cuci muka, mandi; semua dilakukan tanpa berpikir. Gosok gigi bagian atas atau bawah dulu? Keramas dulu atau sabunan dulu? Pakai kaos kaki kiri dulu atau kanan dulu? Dari pagi ke malam, begitu banyak kegiatan-kegiatan kecil yang kita lakukan dengan otomatis–tidak perlu berpikir.

Rutinitas yang dilakukan secara berulang-ulang

membuat kita melakukannya secara otomatis tanpa berpikir. Contoh pola di atas merupakan daily basis. Dari pola daily basis, dilanjutkan ke weekly basis. Dari weekly basis, pola itu berlanjut ke monthly basis, lalu menjadi annual basis. Akhirnya semua ini mengakar dalam kehidupan kita. Kita pikir kita punya tujuan. Kita pikir Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 41

41

3/30/17 5:36 PM


“Kita pikir kita berkembang. Tetapi sebenarnya, menjalani rutinitas tanpa ‘pause’, membuat kita seperti hamster yang berlari di atas roda berputar.” kita berkembang. Tetapi sebenarnya, menjalani rutinitas tanpa ‘pause’, membuat kita seperti hamster yang berlari di atas roda berputar.

Ketika

memilih

untuk

bekerja

di

suatu

perusahaan tertentu misalnya; mungkin awalnya kita menjalaninya dengan tujuan dan motivasi yang mulia (ingin berdampak positif bagi masyarakat), bukan hanya untuk sekedar mendapatkan gaji. Tetapi dari bulan ke bulan, tahun ke tahun; sadar tidak sadar, tujuan dan motivasi tersebut perlahan bisa bergeser. Juga pada saat memilih seseorang untuk menjadi pasangan hidup, mungkin awalnya jelas tujuan dan motivasi kita menikah dengannya adalah untuk kepentingan dirinya. Tetapi dari waktu ke waktu–tanpa kita sadari–semua itu menjadi berpusat pada diri sendiri. Seperti layaknya nakhoda kapal yang sedang berlayar dan sudah menetapkan tujuannya; tanpa meluangkan waktu untuk memeriksa kompasnya dengan teliti, berbeda satu derajat saja akan menghantarkan kapal itu ke tempat yang berbeda.

Meluangkan

waktu

untuk

berhenti

dan

merenungkan hidup memberikan kita kesempatan 42

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 42

3/30/17 5:36 PM


untuk menjernihkan kembali hati dan pandangan kita. Dalam hal ini, refreshing pergi ke mal pada akhir pekan tidak termasuk hitungan, karena kegiatan seperti itu pun sudah menjadi bagian rutinitas bagi kita. Di tengahtengah kesibukan yang begitu padat, arus informasi yang berseliweran begitu pesat melalui berbagai media, kebisingan dan hiruk-pikuk kota; membuat kita sulit untuk ‘pause’ sejenak. Bahkan untuk secara konsisten melakukan ‘pause’ setiap harinya (baca: saat teduh), itu pun sangat sulit. Saat teduh adalah salah satu jenis ‘pause moment’ paling dasar yang perlu kita miliki untuk redirect setiap harinya.

Rasa jenuh, disorientasi, hambar, atau burnt

out; sangatlah wajar kita rasakan ketika menjalani hari demi hari begitu saja. Sekalipun akhir pekan dan hari libur nasional sudah kita manfaatkan untuk refreshing, tetap saja kita terjebak di dalam rutinitas. Di situlah kita benar-benar perlu ‘pause’; karena ‘pause’ bukan hanya sekedar berbicara tentang refreshing semata. Refreshing memberikan dorongan sesaat, tetapi tanpa arah. Namun ‘pause’ berbicara tentang bagaimana kita menghubungkan hati dan pikiran kita dengan Tuhan, menjadi lebih peka akan panggilan-Nya, dan menemukan kembali makna dari segala sesuatu yang kita jalani; sehingga pandangan kita dapat melihat visi Tuhan dan kaki kita dapat kembali berjalan mengarah pada target yang Tuhan telah tetapkan.

So, pause! Silahkan ambil cuti bila perlu. Pergi

ke suatu tempat dengan suasana berbeda dari rutinitas kita. Gunung, hutan, danau, pantai, desa–apa pun itu. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 43

43

3/30/17 5:36 PM


“Namun ‘pause’ berbicara tentang bagaimana kita menghubungkan hati & pikiran kita dengan Tuhan..” Tidak perlu ajak siapa-siapa. Hanya menghabiskan waktu sendiri dengan Tuhan. Sampaikan kegelisahan, pertanyaan, pergumulan, dan beban hidup kita padaNya. Setelah itu cari kehendak Tuhan, minta motivasi dan tujuan kita untuk boleh dijernihkan kembali. Jika kita benar-benar mengalami Tuhan pada saat kita ‘pause’ sejenak; maka ketika kembali menjalani keseharian kita; kita akan menjalani hal yang sama dengan attitude yang berbeda, metode yang berbeda, dan perspektif yang berbeda

44

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 44

3/30/17 5:36 PM


Salt, when dissolved in water, may disappear, but it does not cease to exist. We can be sure of its presence by tasting the water. Likewise, the indwelling Christ, though unseen, will be made evident to others from the love which he imparts to us.”

- Sadhu Sundar Singh

Sadhu Sundar Singh (1989–1929) adalah misionaris India yang punya semangat luar biasa untuk memperkenalkan kasih Kristus kepada masyarakat India dan Tibet. Berkali-kali, dengan memakai jubah kuning dan sorban khas orang Sikh, dia mendaki melintasi Pegunungan Himalaya untuk menjangkau masyarakat Tibet. Perjalanan yang sulit sering membuat kaki-kakinya luka-luka. Itu sebabnya dia dikenal sebagai misionaris dengan kaki berdarah. Dia hilang di Himalaya dalam perjalanan misinya ke Tibet tahun 1929.

Saya lihat kwalitasnya (kekristenan) menurun, dan perkembangannya memang terhambat. Itu karena gereja tidak cukup/gagal memuridkan anggotanya sehingga konsep ‘penularan’ itu tidak terjadi.” – Pdt. I Made Mastra, D.Min (Saat diwawancara oleh Nafiri untuk edisi Maret 2011 tentang peran gereja dalam pemuridan jemaatnya)

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 45

45

3/30/17 5:36 PM


rdinary ODisciple

An extra

46

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 46

3/30/17 5:36 PM


/ Jadi S. Lima /

D

i l i h a t dari sudut apa pun, rasul Paulus jelas adalah murid Yesus yang luar biasa. An extraordinary disciple. Bayangkan saja. Rasul Paulus adalah mantan pembenci dan penganiaya Para Pengikut Jalan Itu (orang-orang Kristen). Tidak mudah bagi orang yang terpandang seperti Paulus untuk merendahkan diri dengan menjilat ludahnya sendiri untuk menjadi pengikut Jalan yang pernah ditentangnya habis-habisan. Apalagi ketika orang-orang yang kepadanya Paulus barangkali akan dilihat telah ‘merendahkan diri’ untuk ‘mengemis penerimaan’, tidaklah terlalu girang dan senang menerima pertobatannya.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 47

47

3/30/17 5:36 PM


Lukas mencatat bahwa orang-orang Kristen mencurigai Paulus. Jangan-jangan ini hanya jebakan saja! Begini jawab Ananias kepada TUHAN ketika ia disuruh untuk menumpangkan tangan pada Paulus–yang menjadi buta setelah berjumpa dengan Tuhan Yesus di sebuah jalan menuju Damsyik– “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang kemari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” (Kisah Para Rasul 9:13–14). Muridmurid lain di Yerusalem juga tidak lebih baik dari Ananias. Lukas mencatat demikian, “Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.” (Kisah Para Rasul 9:26).

48

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 48

3/30/17 5:36 PM


Jika anda dalam posisi Paulus, mungkin anda akan desperate. Anda telah membuang semua kemuliaan ke tempat sampah, tetapi komunitas yang baru tidaklah menghargai pengorbanan anda sama sekali. Terkadang orang ‘membuang’ kehormatan dan kesempatan yang ia miliki dengan cara meninggalkan pekerjaan dan masuk ke sekolah teologi untuk menjadi hamba Tuhan atau ‘meluangkan’ waktu yang berharga untuk ‘merendahkan diri’ dengan menjadi aktivis gereja dan mendapati pengorbanannya yang besar itu tidaklah terlalu ‘dihargai’. Orang-orang seperti ini dapat melihat kepada Paulus dan apa yang dia alami. Paulus telah meninggalkan segala-galanya dan dicurigai dalam komunitas yang baru. Ia dapat saja jatuh kepada rasa kasihan kepada diri sendiri dan menyalahkan semua orang (atau nasibnya yang buruk). Tetapi bukan itu yang Paulus lakukan. Ia tetap dengan rendah hati belajar dan memberikan diri untuk melayani pemberitaan Injil. Jika orang tidak menghargai ‘pengorbanan besar’ yang anda Gereja kadang-kadang menjadi larut telah lakukan; menjadi marah, dengan narasi dunia ini ketika teruskecewa, atau ngambek hanya menerus merayakan ‘kebesaran, kehebatan, mencerminkan rasa self-pity dan keluarbiasaan’. Memangnya kenapa yang membuat anda terlihat kalau seorang murid Yesus itu biasakekanak-kanakan. Itu di satu sisi. biasa saja dan mengerjakan dengan setia Di sisi yang lain, kita melihat panggilannya yang ‘biasa-biasa saja’? orang-orang yang barangkali dicatat sebagai ordinary disciples semacam Ananias dan Barnabas. Gereja kadang-kadang menjadi larut dengan narasi dunia ini ketika terus-menerus merayakan ‘kebesaran, kehebatan, dan keluarbiasaan’. Memangnya kenapa kalau seorang murid Yesus itu biasa-biasa saja dan mengerjakan dengan setia panggilannya yang ‘biasa-biasa saja’?

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 49

49

3/30/17 5:36 PM


“All things bright and beautiful, all creatures great and small. All things wise and wonderful, the LORD God made them all,” kata Mrs. Cecil F. Alexander di tahun 1848. Deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat yang ditulis 72 tahun sebelumnya (1776) dimulai dengan kata-kata ini, “Kami percaya semua manusia diciptakan setara.” Benarkah semua manusia diciptakan setara? Bukankah Yao Ming akan lebih jago main basket daripada Yadi; bahkan setelah si Yadi ini berlatih 7 hari seminggu, 365 hari setahun selama 1.000 tahun? Tentu saja Benjamin Franklin, Thomas Jefferson, John Adams, dan kawan-kawan tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa semua orang itu ‘sama saja’ hebatnya. Yang mereka maksudkan haruslah dilihat dari konteks kalimat-kalimat berikutnya dalam deklarasi itu yang mengatakan sesuatu mengenai kesetaraan hak-hak asasi, yang meliputi antara lain: hak hidup, hak untuk mengecap kebebasan, dan mengejar 1 kebahagiaan. Seperti dipercaya oleh para penyusun deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat itu bahwa perkara kesetaraan hak-hak asasi bersifat self-evident demikian juga saya kira kita dapat asumsikan sebagai fakta kehidupan bahwa adanya ketidaksetaraan dalam ‘nasib baik’ juga adalah kebenaran yang “sacred and un-deniable ....” Ada orang-orang tertentu yang lebih ‘besar’ karena pengaruh atau kekuasaan atau posisi mereka dalam masyarakat, sementara orang-orang lainnya tidaklah ‘sebesar’ mereka. Hidup memang tidak adil. Tetapi dapatkah kita menyalahkan TUHAN? Atau apakah merupakan panggilan kita untuk ‘berjuang’ untuk ‘menjadi besar’?

1

We hold these truths to be self-evident, that all men are created equal, that they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that among these are Life, Liberty and the Pursuit of Happiness. That to secure these rights, Governments are instituted among Men, deriving their just powers from the consent of the governed ....

50

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 50

3/30/17 5:36 PM


Atau adakah panggilan yang lain yang lebih mencerminkan deklarasi Kerajaan Allah di dalam Yesus Kristus? Apakah ‘Kabar Baik’nya adalah ‘Tuhan beserta mereka yang berjuang untuk menolong dirinya sendiri’–seperti dikatakan Benjamin Franklin? Ataukah kabar baiknya adalah Tuhan datang untuk melepaskan mereka yang terinjak-injak oleh sistem yang tidak adil? Ini semua saya katakan sehubungan dengan tema utama artikel ini, yaitu ‘extraordinary disciples’. Mengapakah tema-tema yang ada hubungannya dengan segala sesuatu yang besar atau luar biasa ini menarik bagi kita? Mengapakah kita suka membicarakan tentang para ‘raksasa iman’? Apakah tidak ada tempat bagi mereka yang ‘biasa-biasa saja’? Kisah drama macam apakah yang kita sedang hidupi? Barangkali kita sedang menghidupi drama tragedi ala Yunani Kuno yang menampilkan para pahlawan yang ‘mengubah dunia’– sebab seperti dikatakan bapak sejarah modern, Leopold von Ranke (1795–1886), “Sejarah digerakkan oleh perkataan dan tindakan para raksasa.” Saya kira Alkitab menampilkan potret yang berbeda. Yesus tidak datang sebagai ‘orang besar’ di dalam kekaisaran Romawi maupun sebagai ‘orang penting’ yang mengerjakan ‘hal-hal besar’ di Bait Suci Yerusalem. Yesus dari Nazaret itu memang populer, tetapi Ia hanyalah seekor lalat pengganggu di dalam pesta ‘orangorang besar’ semacam Kayafas, Herodes, dan Pilatus–sementara mereka bertiga juga bukanlah orang yang Dalam sejarah kekristenan Paulus ‘penting-penting memang penting dan sentral; tetapi amat’ di hadapan Yang Mulia Kaisar dalam kisah pertobatan dan juga Romawi. karyanya di kemudian hari, ada banyak

sekali orang-orang ‘biasa’ yang dipakai Tuhan untuk menggoreskan kisahnya.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 51

51

3/30/17 5:36 PM


Dalam sejarah kekristenan Paulus memang penting dan sentral; tetapi dalam kisah pertobatan dan juga karyanya di kemudian hari, ada banyak sekali orang-orang ‘biasa’ yang dipakai Tuhan untuk menggoreskan kisahnya. Dalam bagian yang telah kita baca mereka adalah Ananias dan Barnabas. Ananias tadinya enggan untuk berdoa bagi kebutaan Paulus. Alasannya jelas: dia itu musuh orang-orang Kristen dan musuh Tuhan Yesus juga. Tetapi ketaatan Ananias yang melampaui keenggannya telah dipakai Tuhan untuk mengantar masuk salah seorang murid Tuhan yang ‘paling besar’ dalam sejarah. Masih ingat ketika murid-murid Yesus bertengkar mengenai siapakah yang ‘paling besar’ di antara mereka? Yesus menjawab fenomena salah kaprah ini dengan membawa seorang anak kecil dan meletakkannya di tengah-tengah mereka seraya mengatakan, “... sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (Matius 18:1–5).

52

Beberapa hal patut kita catat di sini; pertama, Yesus mengatakan, “Jika kamu tidak bertobat ....” Bertobat dari apa? Bertobat dari mengabaikan yang ‘biasa-biasa saja’ dan ‘tidak penting’–seorang anak kecil! Ini adalah panggilan untuk bertobat dari dosa bangga diri (pride). Kedua, tentu saja panggilan Yesus untuk merendahkan diri sehingga menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga tidak dapat diartikan sebagai panggilan untuk ‘berlomba menjadi yang terendah,

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 52

3/30/17 5:36 PM


terhina dan terkecil’! Sebab ‘perlombaan rendah hati’ semacam ini hanya akan melahirkan ‘juara rendah hati’ yang munafik saja. Kita barangkali terlibat dalam ‘kejuaraan merendahkan diri’ ketika kita berlomba-lomba menepis pujian, ‘melayani yang paling hina’, mengambil pelayanan yang paling ‘rendah dan tak kelihatan’ (beberapa orang suka berada di belakang layar) tetapi jauh di dalam hati kita sedang menghakimi mereka yang ‘tak mau merendahkan diri’ serendah kita. Inilah yang dikritik oleh Nietzsche mengenai orang-orang Kristen yang sambil ‘merendahkan diri’ untuk ‘menjadi yang terkecil’ sebenarnya sedang membalas dendam secara passive-aggressive lewat jalur moralitas. Ketiga, Tuhan mengambil contoh anak kecil. Di dalam Kekaisaran Romawi, seorang anak kecil tidaklah memiliki hak di dalam hukum sebelum seorang dewasa mengangkatnya sebagai anak. Seorang anak kecil bukanlah manusia. Dan Yesus mengatakan bahwa barang siapa ‘menyambut anak kecil ini’ ia sedang menyambut datangnya Kerajaan Allah. Apakah artinya? Artinya, Kerajaan Surga itu adalah sebuah tatanan pemerintahan dimana ‘yang kecil, lemah, dan biasa-biasa saja’ disambut hangat sebagaimana kita layaknya menyambut Tuan Besar dan Penguasa. Ya! Yesus mengatakan bahwa mereka yang ‘menyambut anak kecil ini dalam nama-Ku’ sedang ‘menyambut Aku’.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 53

53

3/30/17 5:36 PM


Dunia ini hanya menyambut hangat dan menghormati mereka yang berkuasa, hebat, cool, punya status sosial yang tinggi; tetapi tidak demikian di dalam kerajaan Allah, yaitu di dalam gereja. Kita tak perlu heran jika di restoran-restoran, di butik-butik mahal, di dalam kapal pesiar, di hotel-hotel terkadang kita mengalami bahwa mereka yang ‘biasa-biasa saja’ diperlakukan berbeda dengan mereka yang ‘luar biasa’. C.S. Lewis menulis dalam The Cronicles of Narnia bahwa di negeri Calormen yang jahat hanya ada satu aturan lalu lintas saja: “mereka yang kurang penting harus minggir ketika mereka yang penting (apalagi ‘maha penting’) sedang lewat”. Sebagai saksi-saksi Injil kita menyaksikan datangnya kerajaan dimana yang ‘biasa-biasa saja’ diterima dengan sama hormat seperti orang menerima Dia yang Paling Penting. Apakah ini Kabar Baik buat saudara? Ataukah ini terdengar sebagai mimpi buruk? Apakah itu mimpi indah saudara bahwa suatu hari saudara akan diperlakukan ‘istimewa’ seperti seorang VIP atau VVIP? Ataukah mimpi saudara adalah masyarakat kita akan berubah sedemikian sehingga semua orang diperlakukan dan diterima sebagai VVIP? Sebuah negeri dimana gentlemen serve another gentlemen? Negeri semacam ini bukan utopia–ini bukan negeri dongeng. Ini adalah Kerajaan Allah, yang cicipannya telah dapat kita alami di dalam tubuh Yesus Kristus, yaitu di gereja!

54

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 54

3/30/17 5:36 PM


D

u n i a ini hanya menyambut hangat dan menghormati mereka yang berkuasa, hebat, cool, punya status sosial yang tinggi; tetapi tidak demikian di dalam kerajaan Allah, yaitu di dalam gereja. Kita tak perlu heran jika di restoran-restoran, di butik-butik mahal, di dalam kapal pesiar, di hotel-hotel terkadang kita mengalami bahwa mereka yang ‘biasa-biasa saja’ diterima dengan sama hormat seperti orang menerima Dia yang Paling Penting.

Penulis lulus M.A. (Phil.) dari Vrije Universiteit, Amsterdam tahun 2010 dan M.Th. dari STTRII Jakarta tahun 2012

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 55

55

3/30/17 5:36 PM


56

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 56

3/30/17 5:36 PM


Casablanca, September 2002

“We must win this for Carter” / Hendro Suwito /

“We must win this for Carter. We must.”

Kalimat penuh keyakinan ini meluncur dari mulut Roger Federer (21) kepada teman-temannya di tim

Swiss. Mereka sedang bersiap untuk berlaga di babak penyisihan Piala Davis melawan tim Maroko.

Dan Roger muda mengayunkan kaki, tangan

dan raketnya seperti sedang trance. Dia menundukkan Hicham Arazi 6-3, 6-2, 6-1; mengubur mimpi Younes El Aynaoui dengan skor yang sama, dan di partai ganda–bersama

George

Basti–menghancurkan

Karim Alami/Younes Al Aynaoui 6-4, 6-1, 6-4. Swiss menang 3-2 karena di dua pertandingan yang lain petenis Swiss kalah.

Complexe Al Amal itu menjadi saksi dari

transformasi Roger Federer, petenis pria paling moncer dalam era modern. Di tahun 2003, dia merengkuh Grand Slam pertamanya di Wimbledon dan hanya dalam enam tahun mampu memenangi lima belas Grand Slam. Rekor tercepat dalam memenangi lima belas Grand Slam.

Dan Januari 2017, pada usianya yang sudah

35 tahun–setelah berbulan-bulan didera cedera lutut dan tidak pernah memenangi Grand Slam dalam Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 57

57

3/30/17 5:36 PM


lima tahun terakhir–Roger mengangkat trofi Grand Slamnya yang ke-18 di Australia Terbuka. Dia menundukkan rival klasiknya Rafael Nadal (30) dalam pertandingan penuh drama: 6-4, 3-6, 6-1, 3-6, 6-3. Pada

babak

ke

lima–setelah

masing-masing

memenangi dua set–Nadal dengan cepat sudah unggul 3-1. Banyak fan Roger sudah pasrah: dia akan segera dihabisi oleh Nadal–yang juga sedang comeback setelah cedera cukup lama. Namun, kalimat ajaib di Casablanca seakan kembali merasuki suami Mirka ini,

“I must win this for Carter. I must.” Roger seakan kembali trance. Tanpa ampun, dia memenangi lima set berturut-turut dan mengandaskan impian Nadal: 6-3. Dia pun makin kukuh sebagai petenis pria paling berkibar di

“I must win this for Carter. I must dunia.

58

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 58

3/30/17 5:36 PM


Basel, Swiss, 1990

“I must win this for Carter. I mu

Lynette Federer mulai mencium bakat putranya, Roger, di bidang tenis. Saat itu Roger baru sembilan tahun. Dia sudah berlatih tenis di klub setempat tetapi masih iseng-iseng saja.

Suatu pagi, Lynette mengajak Roger kecil

bertandang ke klub Old Boys. Mereka bertemu untuk pertama kali dengan Peter Carter (26). “This is Roger,” ujar Lynette. Sejak itu, Carter menjadi pelatih Roger.

Carter berasal dan tumbuh di desa dekat

Adelaide di Australia selatan. Sejak kecil dia sering ikut Bob dan Diana, kedua orangtuanya, yang punya hobi main tenis. Carter akhirnya tumbuh menjadi

his must.”

petenis yang cukup ciamik. Dia sempat dilatih oleh Peter Smith, pelatih handal yang sudah memoles beberapa petenis top dunia. Dia sempat mengikuti sejumlah turnamen di beberapa negara. Sayang, karirnya meredup karena sering dilanda cedera.

Dia akhirnya memutuskan tinggal di Swiss

dan menjadi pelatih di klub Old Boys di Basel.

Setelah

beberapa

waktu

mendampingi

Roger, Carter segera melihat bakat dan perseverance Roger yang luar biasa. Carter semakin semangat membagikan kiat-kiat permainan tenis kepada Roger. Bagaimanapun, Roger kecil masih penuh dengan kelemahan. Dia kadang ngglesot di lantai Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 59

59

3/30/17 5:36 PM


dengan mata basah saat kalah bertanding. Emosinya juga sering meledak-ledak. Carter dengan sabar mendampingi, membesarkan hati, dan mengasah kepribadian Roger.

Suatu malam, Carter menelepon ayahnya,

Bob, di Australia. “Dad, aku punya seorang murid yang sangat menjanjikan. Dia masih 12–13 tahun,” ujarnya, “tapi rasanya dia nantinya akan berlaga di berbagai turnamen utama di dunia.”

Carter hampir tiap hari terus melatih

Roger tentang tenis dan kehidupan. Tahun demi tahun berlalu, tak terasa sudah sepuluh tahun lebih persahabatan luar biasa terbentuk di antara mereka berdua. Roger mulai berlaga di turnamenturnamen internasional. Peringkatnya melesat, tapi masih belum masuk sepuluh besar dunia. Dia juga belum pernah menjuarai Grand Slam.

60

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 60

3/30/17 5:36 PM


Taman Nasional Krueger, Afrika Selatan, 2002

Peter Carter baru dua tahun menikah dengan Sylvia, tetapi satu tahun terakhir demikian melelahkan setelah Sylvia divonis menderita kanker. Carter terus mendampingi pengobatan Sylvia. Dan akhirnya dia dinyatakan sembuh.

Atas dorongan Roger, Carter dan Sylvia

pergi refreshing ke Afrika Selatan pada akhir Juli 2002. Roger terbang ke Kanada untuk mengikuti turnamen. Tanggal 1 Agustus 2002–saat naik mobil safari yang berbeda dari Sylvia–mobil yang ditumpangi Carter kehilangan kendali, terbalik, dan terbanting ke dasar sungai. Carter (37) dan sang sopir meninggal seketika.

Roger yang baru saja kalah di Kanada

demikian

histeris

mendengar

kabar

kematian

Carter. Dia berlari-lari di jalanan sambil berteriakteriak karena merasa demikian terpukul oleh kematian pelatih, mentor, dan sahabatnya selama sepuluh tahun lebih. Carter,

Kurang dari dua bulan setelah kematian Roger

dan

petenis

Swiss

berlaga

di

penyisihan Piala Davis di Casablanca. “We must win this for Carter. We must.” Setelah mengalahkan Maroko, Swiss kalah 3-2 dari Rusia, tetapi Roger berhasil menumbangkan Marat Safin, pemain top Rusia pada masa itu. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 61

61

3/30/17 5:36 PM


Sejak kematian Carter, Roger dengan cepat

bermetamorfosis menjadi petenis yang sangat sulit dikalahkan. Dia bahkan akhirnya menjadi petenis peringkat satu dunia selama lebih dari tiga ratus minggu–lima tahun lebih! Roger Federer bukan hanya dikenal sebagai petenis hebat dengan gaya permainan yang anggun dan pantang menyerah. Dia dikagumi karena keanggunan kepribadian dan nilai-nilai hidupnya. Dan Carter-lah pribadi yang paling berjasa dalam membentuk dan mewarnai hidupnya di dalam dan di luar lapangan tenis.

Setiap tahun, sejak tahun 2005, Roger

mengundang Bob dan Diana, orangtua Carter, untuk datang menonton Australia Terbuka. Roger membiayai semua biaya untuk penerbangan, mobil khusus, dua minggu di hotel yang sama dengan Roger, menghadiri berbagai acara menarik, dan untuk menonton di tribun yang disediakan untuk pelatih dan keluarga petenis. Tentunya, mereka juga berakrab-akrab bersama Roger.

“Akhir-akhir ini, kami tak mampu lagi

mengikuti semua acara; hanya mampu hadir beberapa hari saja saat dekat final,� kata Bob. Dia dan Diana bersyukur atas ekspresi kasih dan perhatian yang ditunjukkan Roger.

Roger juga mendirikan Roger Federer

Foundation yang menyalurkan dukungan bagi anak-anak usia sekolah dasar di Afrika Selatan agar mereka dapat berkembang secara lebih optimal. Dia sering berkujung untuk memberi dorongan langsung bagi anak-anak Afrika Selatan. Dia juga 62

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 62

3/30/17 5:36 PM


banyak membantu anak-anak di Swiss agar dapat menikmati masa mudanya secara lebih utuh.

Saat

diwawancara

setelah

memenangi

Grand Slam ke-18, ayah empat anak ini–dari dua pasang anak kembar–kembali menyampaikan rasa syukurnya yang paling dalam atas perjumpaannya dengan Peter Carter. “Carter mempunyai peran paling luar biasa bagi hidup saya. Apa yang dia ajarkan telah menjadi landasan bagi perjalanan karir dan kehidupan saya.”

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 63

63

3/30/17 5:36 PM


Dalam Alkitab, kita menemukan banyak kisah yang memiliki nuansa dan pembelajaran yang sama dengan kisah Carter dan Roger. Tuhan Yesus secara intensif mendampingi Petrus, Yohanes, Yakobus, dan murid-murid yang lain selama tiga tahun. Petrus serta para murid yang lain akhirnya tumbuh menjadi pemberita Kabar Baik yang demikian tangguh dan luar biasa.

Melalui firman-Nya, Tuhan Yesus juga telah

menemukan dan menerima kita sebagai muridmurid-Nya. Perjumpaan ini telah memungkinkan terjadinya transformasi luar biasa dalam hidup kita, dan bahkan membukakan jalan keselamatan bagi kita. Dia telah menjadi anugerah terindah bagi hidup kita.

Rasul Paulus mendampingi Timotius dan

pemuda-pemuda asuhannya yang lain hingga akhirnya mereka dapat bertumbuh dalam iman, menemukan panggilan hidupnya, dan menjadi pembina-pembina yang penuh komitmen bagi kehidupan banyak orang.

Di lingkungan gereja kita; para hamba

Tuhan, guru-guru sekolah minggu, pembina dan pendamping Remaja dan Pemuda, pelatih paduan suara, pendamping kelompok-kelompok tumbuh bersama, dan bahkan sejumlah jemaat awam pun punya kesempatan menjadi penemu dan pembentuk kehidupan. Dengan inspirasi kasih Yesus Kristus, kita dimungkinkan untuk menjadi ‘Peter Carter-Peter Carter’ bagi ‘Roger Federer-Roger Federer’ yang sedang berjuang untuk menemukan jalan hidup dan jati dirinya. 64

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 64

3/30/17 5:36 PM


Kiranya Tuhan memampukan kita untuk jeli-jeli menemukan

‘murid-murid’

atau

kawan-kawan

seperjalanan dalam pertumbuhan rohani dan nilainilai kehidupan.

Tidak ada yang lebih membawa kepuasan

batin dalam hidup ini daripada saat kita menyaksikan ‘murid-murid’ dan sobat-sobat tumbuh menjadi anak-anak Tuhan yang makin tangguh dan istimewa ... syukur-syukur bisa sehebat Roger Federer di dunia tenis

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 65

65

3/30/17 5:36 PM


Matius Ho

66

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 66

3/30/17 5:36 PM


/ Edna C. Pattisina /

K

a l a u kita tidak paham bagaimana kita jadi bagian dari bangsa Indonesia, nanti kita hanya mikirin apa yang penting untuk orang Kristen saja.�

Perlu Terus Menumbuhkan Jiwa Kebangsaan Orang Kristen Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 67

67

3/30/17 5:36 PM


Hal ini disampaikan Matius Ho, Direktur Eksekutif Institut Leimena. Institut Leimena adalah lembaga nonprofit yang mengkaji berbagai kebijakan dan permasalahan publik yang berkembang untuk ikut mendorong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Awalnya, Institut Leimena bernama Akademi Johanes Leimena. Lembaga ini didirikan saat sidang Persekutuan Gerejagereja Indonesia (PGI) tahun 1984 di Ambon. Berikut petikan wawancara tim Nafiri dengan Bapak Matius Ho:

Nafiri (NF): Kenapa Institut Leimena dibentuk oleh PGI? Matius Ho (MH): Tokoh pemikirnya TB Simatupang, dia usulkan bentuk lembaga kajian. Tujuan dari awal hingga sekarang, adalah gimana membangun partisipasi orang Kristen untuk berkontribusi pada bangsa dan negara. Tapi tahun 2005, atas persertujuan PGI berubah jadi Institut Leimena. Tidak lagi di bawah PGI, Institut Leimena bersifat independen dan bisa bikin lebih leluasa untuk kerja sama dengan banyak pihak lain. NF: Kenapa tema kebangsaan dipilih? MH: Saat itu pemikiran awalnya, Indonesia yang sudah lama merdeka makin modern sehingga tidak semua punya pemahaman yang sama dengan pendiri bangsa tentang Indonesia ini apa. Padahal Indonesia ini kan beragam. Kita berdua saja, warna kulit dan ras berbeda. Kenapa sih kita tetap jadi satu? Karena ada ide kebangsaan Indonesia. 68

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 68

3/30/17 5:36 PM


NF: Apa pentingnya tema kebangsaan untuk orang Kristen? MH: Kalau kita tidak paham bagaimana kita jadi bagian dari bangsa Indonesia, nanti kita hanya mikirin apa yang penting untuk orang Kristen aja. Padahal kita adalah bagian dari bangsa ini. Di Alkitab ada soal bagaimana kita harus menjadi berkat. Kalau kita tidak memahami identitas kita yang lebih luas kita sebagai bangsa Indonesia, kita enggak bisa tahu bagaimana kita memperjuangkan kepentingan “Kalau orang orang banyak. Kita hanya memikirkan kepentingan Kristen tidak memikirkan diri sendiri. NF: Apa akibatnya kalau orang Kristen hanya memikirkan dirinya sendiri? MH: Kalau orang Kristen tidak memikirkan dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bisa-bisa dia tidak relevan lagi dengan kehidupan sekitarnya. Bisanya mengeluh, merasa tertekan, dan terdiskriminasi. Padahal, sering kali itu terjadi karena dia tidak paham bahwa dia merupakan bagian dari bangsa Indonesia. NF: Apa maksud kata-kata “paham sebagai bagaian dari bangsa Indonesia�?

dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bisa-bisa dia tidak relevan lagi dengan kehidupan sekitarnya. Bisanya mengeluh, merasa tertekan, dan terdiskriminasi. Padahal, sering kali itu terjadi karena dia tidak paham bahwa dia merupakan bagian dari bangsa Indonesia..“

MH: Ada beberapa hal. Pertama, penting untuk kita itu paham sejarah. Bangsa-bangsa yang besar mengerti bagaimana bangsanya berdiri. Kita di sini sejarah hanya jadi hafalan yang membosankan. Sehingga kita suka lupa. Misalnya, berapa banyak dari pembaca yang tahu, ada berapa banyak orang Kristen yang berjuang untuk bangsa ini. Siapa aja dan apa kontribusinya. Seorang Kristen punya sumbangsih besar dan tidak mementingkan orang Kristen atau gerejanya saja. Kesadaran tentang sejarah ini sangat penting. Bahwa kita itu bukan penumpang gelap dan indekos. Dari awal kita jadi bagian dari bangsa ini. Masak sih kita tinggalkan? Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 69

69

3/30/17 5:36 PM


NF: Apa hubungannya sejarah itu dengan keadaan orang Kristen sekarang? MH: Contohnya, di Institut Leimena, banyak menekankan soal UUD 1945. Undang-Undang Dasar ini bukan hanya ide abstrak. Kita perlu baca dan tahu inilah akte kita sebagai satu bangsa. Jadi kalau kita merasa terdesak bukan hanya mengomel tapi tahu. Kita harus bisa paham kesepakatan tertulis kita sebagai satu bangsa. Dari sini nanti kita paham soal peraturan dan UU, perlu juga mungkin gereja sosialisaskan apa peraturan yang mengena ke jemaatnya. NF: Jadi apa yang harus dilakukan orang Kristen, orang per orang? MH: Sebagai orang Kristen, kita harus bisa keluar dari lingkungan nyaman. Jangan hanya gaul dengan lingkungan etnis tertentu. Kita harus keluar dan gaul dengan orang yang etnisnya beda, agamanya beda, bahkan pilihan gubernurnya beda. Itu semua adalah saudara sebangsa kita. Dari situ bisa lebih mengenal. Dan kita bisa peduli. Kita bisa beda, tapi kita satu bangsa. Bangsa itu adalah sebuah ide.

Sosialisasi Hak Konstitusional Warga - Pusdiklat MK 70

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 70

3/30/17 5:36 PM


Johanes Leimena School of Public Leadership, kunjungan ke DPR

Matius Ho lalu bercerita bagaimana ia sendiri mengalami, betapa luasnya keragaman bangsa Indonesia. Baginya, perjalanan ke wilayah-wilayah Timur di Indonesia, bertemu dengan banyak orang yang berbeda membangkitkan kesadarannya berbangsa. Matius yang menyelesaikan pascasarjananya di University of Wisconsin-Madison (USA) tahun 1997, bekerja sebagai konsultan manajemen di Andersen Consulting kemudian menjadi direktur di sebuah perusahaan furnitur. Keterlibatannya dalam lembaga kajian dimulai ketika menjadi Wakil Sekretaris Yayasan Akademi Leimena tahun 2000–2005. Sejak tahun 2008, alumni London Institut for Contemporary Christianity (UK) ini dipercayakan sebagai Direktur Eksekutif Institut Leimena..

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 71

71

3/30/17 5:36 PM


“Seharusnya orang Kristen itu yang paling bisa berbuat dan berniat baik walau ada tekanan apa pun juga. Karena ada di Alkitab. Firman Tuhan sudah ajarkan seperti itu. Dan ada gurunya, Tuhan Yesus yang hidup dan mati seperti itu, dan kemudian Roh Kudus dikirim untuk menyertai kita untuk bisa menghadapi semua penderitaan itu. Sulit cari alasan lagi untuk kita semua ketakutan.“

NF: Banyak gereja membuka pelayanan sosial untuk melayani masyarakat sekitar. Apa yang perlu diperhatikan? MH: Inisiatif gereja untuk menolong meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu diapresiasi. Namun, gereja perlu benar-benar menggumuli apa inisiatif yang paling tepat untuk diterjuni. Kalau tidak digumuli dan dipersiapkan dengan baik kelangsungannya untuk jangka panjang, inisiatif gereja untuk membuka pelayanan sosial bisa saja menjadi mubazir. NF: Kenyataannya, kita sering merasa terancam. Bukannya respons manusia untuk berlindung dan kembali ke komunitasnya itu karena mencari keamanan? MH: Kalau itu yang menjadi alasan, nanti Tuhan Yesus gak mau turun ke dunia. Penderitaan Tuhan Yesus di bumi itu riil. Dia sebagai manusia. Di Ibrani dikatakan bahwa dia merasakan perasaan kita. Tuhan Yesus merasakan semua penderitaan itu. Orang Kristen jangan sampai merasa harus lebih nyaman dari Tuhan Yesus. Ada ayat di Alkitab, “Berbahagialah orang yang menderita karena nama-Ku.”

72

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 72

3/30/17 5:36 PM


NF: Bagian mana di Alkitab yang menjelaskan hal ini? MH: 1 Petrus itu menarik. Isinya tentang himbauan bagi orang Kristen sebagai warga negara. Petrus terus menekankan untuk orang Kristen agar berbuat baik walau sudah difitnah dan disiksa. Kalau anda berbuat baik, orang yang menghina akan malu dan sadar. NF: Kalau mereka tidak berubah? MH: Kalaupun mereka tidak berubah dan kamu tetap ditekan, enggak apaapa. Teruslah berbuat baik. Coba baca 1 Petrus 3:15. Di situ jelas bahwa kita harus selalu bersiap memberi kesaksian. Kenapa kita tetap berbuat baik walau ditekan dan punya pengharapan? Dengan anugerah Tuhan akan ada yang bertanya, kenapa sudah tertekan masih bisa punya pengharapan dan terus berbuat baik. Karena 1 Petrus 3:15 itu. Itulah pintu kesaksian kita. “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.� NF: Jadi seharusnya orang Kristen tetap berbuat baik walau ada tekanan? MH: Seharusnya orang Kristen itu yang paling bisa berbuat dan berniat baik walau ada tekanan apa pun juga. Karena ada di Alkitab. Firman Tuhan sudah ajarkan seperti itu. Dan ada gurunya, Tuhan Yesus yang hidup dan mati seperti itu, dan kemudian Roh Kudus dikirim untuk menyertai kita untuk bisa menghadapi semua penderitaan itu. Sulit cari alasan lagi untuk kita semua ketakutan.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 73

73

3/30/17 5:36 PM


NF: Kalau begitu apa yang harus dilakukan Gereja dan orang Kristen? MH: Yang penting dipahami gereja selain firman Tuhan adalah hukum. Minimal belajar UUD sehingga tahu apa yang jadi hak-hak dasar warga negara, HAM yang dilindungi Negara, dan hak-hak yang diberikan oleh Tuhan sehingga negara enggak boleh ikut campur. Setelah itu, aturan-aturan lain. Sehingga ketika tanah gereja diserobot itu jelas kita tahu karena pelanggaran hukum; bukan karena gereja gak pernah ngurus tanahnya, atau akte-akte dipegang oleh gembala sidang. Itu ngawur. Nanti setelah diambil orang bilang penyiksaan. Atau untuk orang Kristen, kayak kemarin waktu Pilkada. Banyak yang bilang, orang Kristen enggak bisa ikut milih. Nah, dia udah ngecek belum sebelumnya namanya ada di DPT atau enggak? NF: Kalau sehari-hari apa yang bisa dilakukan orang Kristen sebagai warga negara Indonesia? MH: Hubungan antar manusia. Tak kenal maka tak sayang. Seberapa jauh kita bangun hubungan baik dengan banyak orang. Mungkin kita udah usaha; tapi kalau belum, dibangun atau ditingkatkan. Kadang-kadang orang gak suka sama kita karena enggak kenal. Kalau gaul tak harus bawa nama gereja. Datanglah sebagai sesama manusia. Tidak perlu pasang spanduk dulu: gereja ini lagi mau datang. Bangun hubungan manusia dulu. Karena banyak masalah bisa diselesaikan lewat hubungan manusia tanpa harus masuk ke ranah hukum. NF: Bagaimana pendapat Bapak tentang kesadaran orang Kristen dalam berbangsa? MH: Kalau secara umum, masih kurang. Walaupun ada kemajuan secara umum. Kemajuan itu bukan karena inisiatif gereja tapi alam demokrasi sekarang. Semua warga terlibat, termasuk jemaat gereja.

74

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 74

3/30/17 5:36 PM


Tapi ini semua bukan karena gereja sistematis atau sengaja untuk punya program membangun kesadaran berbangsa. Ini harus dilakukan karena nanti sifatnya reaktif. Apalagi di sekolah sudah semakin minim pendidikan kewarganegaraan. Di Universitas Kristen juga enggak banyak pendidikan kewarganegaraan atau Pancasila. Karena dianggap gak menghasilkan uang. Kalau gereja memahami panggilannya di dunia, program kewarganegaraan ini masuk ke dalam program pemuridan di gereja. NF: Bukankah selama ini sudah banyak peran sosial yang dilakukan gereja? MH: Iya. Yang harus diingat: harus tulus. Apakah Tuhan Yesus bilang cerdiklah seperti ular saja? NF: Seringkali peran sosial itu juga bisa menjadi metode penginjilan? MH: Makanya yang perlu menjadi pertanyaan penting dalam setiap kita aksi sosial, secara individu dan gereja itu secara teratur membahas kenapa kita melakukan itu. Parameter orang yang dibantu; misalnya kalau mengajar: itu berarti parameternya nilai pelajarannya meningkat, atau parameternya berapa banya orang yang mengenal Kristus. Di situlah sering ada tuduhan ‘Kristen supermie’(Kristen supermie adalah tudingan bahwa ada upaya kristenisasi dengan memberikan bantuan material, misalkan mie instan-Red). Kalau ada tuduhan seperit itu, harus mawas diri gerejanya.

Seminar Lintas Agama, bekerja sama dengan gereja Batak Karo Protestan, UIN Sumut dan MUI propinsi Sumut Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 75

75

3/30/17 5:36 PM


NF: Jadi kita harus mengecek lagi motivasi kita? MH: Apakah yang dilakukan Tuhan Yesus itu ada udang di balik batu? Tidak. Dia memang peduli pada orang-orang lain. Karena kesejahteraan manusia itu sendiri di bumi ini sama pentingnya, tidak hanya berpikir bahwa orang itu kemudian diselamatkan. Ketika seorang wanita yang sakit pendarahan bertahun-tahun memegang jubah Yesus, Dia tidak minta apa-apa. Dia hanya peduli. Orang bisa tahu mana yang peduli, mana yang tidak. Bantuan banjir bagus sih. Tapi sebaiknya bagaimana orang-orang yang berminat, diajakin ngomong. Kenapa kita melakukan ini. Jadi jelas itikadnya. Kita punya ketulusan dan konsisten. Ketika alasan kita makin jelas, akan muncul ide-ide yang lebih kreatif. Karena tujuan kita bukan hanya salurakan bantuan banjir, tapi kita ikut mikir gimana supaya daerah ini enggak banjir. Jadi kita belajar gimana jadi warga Indonesia. Kita belajar bantu gubernur Jakarta siapa pun dia, gak mikir bahwa gue udah bayar. Apa bagian yang bisa, dengan keterbatasan saya tapi saya bisa bantu. Jangan sampai bantuan sosial malah jadi batu sandungan, seperti tudingan “Kristen supermie�. Bahaya jika bantuan sebagai kover. Orang akan tahu. Itu akan jadi sumber masalah. Kalau nanti karena perbuatan baik, orang nanya ama kita itu sih ok. Kita memang kasih perhatian yang tinggi, pekerjaan itu sendiri memang bagus. Bantuan kesehatan sendiri emang bagus, tanpa embelembel. Orang tanpa kenal Kristennya pun dapat pelayanan yang bagus. Untuk bisa bagus emang harus ada niat membantu. Bahwa setelah itu memang jadi ngobrol tentang iman dan sebagainya ya bagus

76

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 76

3/30/17 5:36 PM


“

pakah yang dilakukan ATuhan Yesus itu ada udang di balik batu? Tidak. Dia memang peduli pada orang-orang lain. Karena kesejahteraan manusia itu sendiri di bumi ini sama pentingnya, tidak hanya berpikir bahwa orang itu kemudian diselamatkan. Ketika seorang wanita yang sakit pendarahan bertahuntahun memegang jubah Yesus, Dia tidak minta apa-apa. Dia hanya peduli. Orang bisa tahu mana yang peduli, mana yang tidak.

�

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 77

77

3/30/17 5:36 PM


SIMPLIFY

YOUR MIND

/ Elasa Noviani / 78

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 78

3/30/17 5:36 PM


Bagaimana caranya berkonsentrasi, membaca, dan merenungkan Alkitab di tengah kebisingan? Pernah mencoba? Mungkin bagi sebagian orang, itu perkara yang mudah saja, karena mereka bisa tetap fokus dan ‘menikmati’ tanpa terganggu. Tapi bagi saya itu adalah suatu perjuangan.

Bulan Desember yang baru lalu, kantor kami mengadakan outing di luar kota, menginap semalam. Panitia sudah mengatur pemisahan kamar bagi yang nonmuslim supaya mereka tidak salah mengetok pintu ketika membangunkan orang untuk salat subuh. Namun ternyata kamar kami berada persis di sebelah lapangan kecil dimana para panitia sejak dini hari sudah mengumandangkan lagu dangdut dan lagu-lagu pop senada dengan volume loudspeaker maksimal supaya suaranya terdengar oleh vila-vila yang agak jauh. Bisa dibayangkan, kamar dengan desain tradisional–yang sengaja memiliki kisi-kisi supaya udara sejuk yang dingin bisa masuk–tentunya sama sekali tidak kedap terhadap polusi suara saat itu.

Sayangnya saya tidak membawa ‘Bosch’–noise silencer headset kebanggaan adik saya–sehingga saya berjuang keras supaya bisa membaca. Tetapi sulit sekali karena kata-kata dalam lagu-lagu tersebut berjejalan masuk ke otak, dan mereka terlalu kuat untuk bersaing dengan suara lembut dari Roh Kudus di dalam hati saya. Musik memang lebih mampu ‘mengganggu’ bagi saya, sebab cenderung membuat saya jadi ingin ikutan bernyanyi. Lubang telinga ditutup pakai jari pun, tetap saja tidak mempan. Akhirnya saya menemukan cara yang agak ekstrem tetapi jitu (bagi saya), yaitu dengan mengganti suara dominan loudspeaker dengan suara gesekan jari-jari tangan saya di sekitar

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 79

79

3/30/17 5:36 PM


telinga saya. Ternyata mempan. Jadi sepanjang membaca Alkitab, saya menggesek-gesek jari ke sekitar lubang telinga untuk mengeliminasi suara bising yang ada. Saya jadi ingat tentang khotbah Tuhan Yesus di bukit yang akhir-akhir ini menjadi ayat kesayangan saya:

“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya. Karena sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan dan sedikit orang yang mendapatinya.” Matius 7:13–14

Ayat ini memang tidak secara langsung berkaitan dengan kasus bising di atas; tetapi saya bisa membayangkan betapa sesaknya saluran untuk menemukan frekuensi suara Roh Kudus kalau saya tidak memperjuangkannya, tidak ‘mengosongkan jalan’, dan ‘membersihkan salurannya’. Betapa mudahnya channel program dikontrol oleh lingkungan yang lebih menarik, lebih seru, dominan, tidak membosankan, dan lebih gampang dinikmati. Saya berkesimpulan, untuk melawan derasnya arus suara-suara yang membanjiri otak, kita harus mengambil alih kontrol. Kita harus merebut ‘remote-nya’ dan bersegera menyilakan Roh Kudus mengambil alih loudspeaker-nya. Gangguan eksternal terhadap pikiran kita memang bisa terjadi dimana-mana. Tetapi sebenarnya, lingkungan kita atau pengaruh eksternal bukanlah satu-satunya yang mempengaruhi kebisingan saluran pikiran ini, sebab kita tahu bahwa otak dan hati kita sendiri sering mengembangkan hal-hal yang bisa menyesakkan. Akibatnya kita menjadi sulit untuk mendengarkan suara Tuhan yang selayaknya diberi tempat seluasluasnya.

80

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 80

3/30/17 5:36 PM


Kebisingan internal ini malah kadang jauh lebih berat untuk dilawan, sebab muncul seperti pop up dalam ingatan. Kadang hal-hal kecil seperti penggalan adegan film yang kita tonton, peristiwa yang kita alami di kantor, kata-kata tidak enak atau cap yang pernah ditaburkan oleh orang lain; walau hanya sekejap, bisa berkembang dalam pikiran kita. Dan kalau kita berpikir terlalu banyak, makin lama akan menyesakkan hati juga. Orang setenang suami saya pun juga mengakui bahwa dirinya tidak luput dari perjuangan menghadapi otak yang bising dan liar. Setiap kali ingin berdoa, dia harus mendisiplin diri dengan sungguh-sungguh untuk menenangkan dan menghentikan pikiran lain terlebih dahulu supaya dapat berfokus kepada Tuhan. Saya teringat kepada seorang sahabat yang sangat melankolis, dia menceritakan bagaimana sulitnya berjuang melawan tuduhantuduhan dan koreksi-koreksi yang muncul dari dalam pikirannya sendiri. Sebenarnya orang lain tidak pernah mencela apa yang dia lakukan atau penampilannya, tetapi dia cenderung selalu merasa ada yang kurang, dan terus menerus berusaha untuk memperbaiki diri. Jadi saluran pikiran dan hatinya cenderung sibuk dan sesak. Bagi saya; sahabat ini sangatlah cantik, multitalenta, dan banyak orang mengaguminya; tetapi dia ternyata mudah menjadi kurang happy karena menganggap diri kurang cantik, terlalu kurus, kurang ini dan itu yang dituduhkan oleh pikirannya sendiri yang perfeksionis. Biasanya pikiran yang ruwet datang ketika kita membandingkan diri dengan orang lain; sebab kita cenderung hanya melihat hal-hal yang bagus dan yang hebat dari orang lain sehingga tidak puas, tidak nyaman, dan merasa ada yang kurang dengan diri sendiri. Bersyukur oleh karena ketulusannya kepada Tuhan dan kedewasaan rohani yang semakin dalam, maka pergumulannya dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi banyak orang yang menghadapi kesulitan yang sama,. Tuhan tidak pernah menciptakan orang dengan kekuatan dan kelemahannya tanpa suatu maksud. Kami pernah sekamar ketika mengikuti sebuah retret, dan satu kalimat dari si pengkhotbah yang cukup mempengaruhi dia adalah �simplify your mind�.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 81

81

3/30/17 5:36 PM


Saya tidak ingat lagi isi khotbah pembicara retret tersebut, tetapi kalimat pendek yang menjadi berkat bagi sahabat saya ini ternyata juga mempengaruhi saya. Saya senang dengan pengajaran mengenai ‘simplify your mind’ ini sebab sangat memudahkan kita untuk menikmati hidup, Tampaknya memang Tuhan Yesus sangat banyak mengajarkan dan menghargai cara berpikir yang ‘being simplified’ sekalipun Dia juga tidak mengabaikan tuntutan kesempurnaan-Nya Sebagai contoh, Tuhan mengajarkan “Bila ya, katakan ya, bila tidak, katakan tidak” (Matius 5:37). Menurut saya, ini benar-benar suatu pengajaran yang mengunggulkan cara berpikir yang ‘being simplified’ itu: karena tidak perlu repot-repot jaim, tidak mencari cara untuk menyamarkan atau memanipulasi data, tidak perlu mencari kata-kata yang berbelit-belit; tetapi katakan saja kebenarannya: ya atau tidak, hitam atau putih, terang atau gelap, panas atau dingin. Sebab tidak ada yang abu-abu dalam pandangan Allah, tidak ada yang tersembunyi, dan Dia tidak menyukai yang suam-suam kuku. Tuhan Yesus menegur Marta dan melontarkan feedback kepadanya, “... engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara ....” (Lukas 10:41). Padahal banyak orang di dunia ini yang senang dan bangga dengan kesibukan melakukan banyak perkara, sampai kehilangan prioritas. Semakin sibuk tampak semakin penting. Tetapi ternyata Tuhan menghargai orang yang tidak menyusahkan diri dengan banyak perkara, yang pikirannya tidak repot bersaing dengan tetangga yang memiliki mobil atau tas merk terbaru .… Sebab hanya satu saja yang ‘perlu’, kata-Nya. Hanya satu hal yang ‘terbaik’. Hanya satu hal yang ‘kekal’ karena ‘tidak bisa diambil dari padanya’. Hmmm … hanya satu …??? Simpel sekali .… Dia juga mengajarkan untuk memikirkan persoalan sehari saja, sebab hari esok mempunyai kesusahannya sendiri (Matius 6:34)–ayat yang mungkin membuat beberapa kening petugas asuransi bekernyit. Terlalu simpel. Tetapi itulah yang diajarkan Tuhan Yesus, tidak perlu

82

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 82

3/30/17 5:36 PM


merumitkan apa yang bukan menjadi tanggung jawab kita, sebab masa depan adalah urusan Tuhan. Dia katakan, kita bahkan tidak mampu mengubah satu rambut pun menjadi hitam atau putih (warna asli tentunya). Tuhan mengajarkan doa untuk meminta makanan yang cukup untuk sehari, bukan untuk setahun atau untuk tujuh turunan (Matius 6:11). Dia menghargai kanak-kanak, bahkan menyuruh kita untuk menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil–yang polos, tulus, dan simpel (Markus 10:15). Tuhan menghargai prinsip “simplify your mind”. Tetapi saya melihat ‘simplify (y)our mind’ tidak sama dengan hidup yang asal-asalan sebab Tuhan Yesus juga mengajarkan supaya kita sempurna seperti Bapa yang sempurna adanya. Tuhan tetap sangat perfeksionis namun Ia hanya ingin kita memilih apa yang terbaik dari banyak hal yang baik. Dia mengajarkan kita fokus kepada yang terbaik dan terpenting saja, dan mengerjakannya dengan bijak dan setia, seperti penerima lima dan dua talenta yang dipuji tuannya. Tuhan tidak berbicara mengenai hidup yang gampang, yang tidak perlu berjuang; tetapi hidup yang ‘being simplified’ karena pilihannya dipersempit, yaitu memilih yang benar. Pikiran yang ‘being simplified’, karena tinggal mengikuti apa yang Dia katakan. Hati yang ‘being simplified’ karena lurus, tidak bercabang, fokus, dan taat. Dia ingin kita fokus dan mengerjakan dengan sempurna akan apa yang Dia percayakan kepada kita masing-masing, dan untuk dipertanggungjawabkan pada saat nanti kita bertemu muka dengan muka dengan Dia

“Not everybody can do many things, but everybody can do one thing well” Jerry White

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 83

83

3/30/17 5:36 PM


N A I L A K A U M SE SUCI

AKU 84

A S O D H U N E P

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 84

3/30/17 5:36 PM


/ GI. Feri Irawan /

Quote berupa sepenggal kalimat dari sebuah lagu berjudul “Bad� yang dinyanyikan oleh Awkarin bersama dengan Young Lex ini bisa jadi merupakan salah satu quote paling kontroversial di Indonesia tahun 2016 lalu. Bagi yang belum tahu siapa Awkarin wajar saja, karena tampangnya jarang kita temui di layar kaca televisi nasional. Bahkan, quote kalimat lagu ini lebih terkenal ketimbang lagu yang mereka nyanyikan.

Awkarin yang memiliki nama asli Karin Novilda adalah sosok selebgram yang sering mem-posting foto-foto kontroversialnya di Instagram dan membuat vlog (blog yang isinya berupa video) yang mempertunjukkan sisi kehidupannya sebagai sosok bad girl yang katanya masih dalam batas wajar. Tak segansegan ia menunjukkan gaya

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 85

85

3/30/17 5:36 PM


busana dan gaya berpacaran yang vulgar bagi masyarakat yang masih memegang adat ketimuran. Terang saja, banyak orang mencibir dan bahkan memakinya sebagai cewek murahan. Tetapi, justru karena caci makian atas gaya kontroversialnya ini, nama Awkarin makin melambung dan jadi bahan gosip menarik di kalangan anak muda Indonesia. Meradang dengan segala caci makian atasnya, di lagu ini Awkarin mengatakan sebuah frasa kalimat “kalian semua suci, aku penuh dosa” sebagai sindiran balik kepada mereka yang mencela dan mencacinya.

86

Urusan cela-mencela sebenarnya bukan hal yang baru dalam masyarakat. Masalahnya, tren cela-mencela in semakin menjadi dalam beberapa tahun belakangan seiring dengan melek-nya masyarakat terhadap internet dan pemakaian gadget yang bisa mengakses internet. Liat saja dalam berita-berita online seperti detik.com atau sejenisnya. Ketika muncul pemberitaan yang sedikit kontroversial, maka dalam kolom “komentar” akan bertebaran kalimat-kalimat celaan dan penghakiman dari sebagian pembaca artikel tersebut. Seolaholah memang perkataan Awkarin ini ada benarnya juga, “Kalian semua suci, aku penuh dosa.” Dengan gampangnya penghakiman itu diberikan dengan komentarkomentar yang pedas bahkan tak pantas dituliskan. Sikap merasa diri paling benar pada akhirnya membuat kita suka menghakimi orang lain.

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 86

3/30/17 5:36 PM


Satu Sikap Sebuah kisah tentang perempuan yang kedapatan berzinah dalam Yohanes 7:53– 8:11 menjadi kisah yang cukup menarik untuk ditelaah terkait dengan sikap menghakimi dari sebagian orang. Perikop ini memang sebenarnya tidak ada dalam naskah asli Injil Yohanes, namun disisipkan kemudian. Meskipun sekilas kisah ini mengajarkan kita akan pengampunan Allah yang luar biasa kepada orang yang penuh dosa, namun kontras antara bagaimana manusia menghakimi dan bagaimana Allah menghakimi ditunjukkan melalui kisah ini. Manusia, yang diwakili oleh ahli-ahli Taurat dan orangorang Farisi, menghakimi perempuan yang kedapatan berzina ini dengan satu sikap bahwa “mereka semua suci, perempuan ini penuh dosa”.

Dengan sikap penghakiman inilah mereka membawa perempuan berdosa ini kepada Yesus untuk mendapatkan pengesahan akan penghakiman yang diberikan oleh mereka terhadap sang perempuan berdosa itu. Celakanya, mereka lupa bahwa perzinahan melibatkan minimal dua orang, bukannya seorang diri. Karena itu, seharusnya mereka juga membawa sang laki-laki– pasangan zinanya–tetapi mereka tidak melakukan hal itu. Kemungkinan karena mereka hanya ingin menyasar sang perempuan ketimbang laki-lakinya untuk menjebak Yesus dengan persoalan moral yang sulit ini.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 87

87

3/30/17 5:36 PM


Jika seandainya sang perempuan itu adalah Awkarin, kemungkinan ia akan berkata di depan semua orang sebagaimana lirik dalam barisan refrain lagunya: I’m bad girl Bila kau tak pernah buat dosa Silahkan hinaku sepuasnya Kalian semua suci aku penuh dosa. (Tentu saja hal ini hanya mungkin terjadi jika kisah ini diangkat dalam pementasan drama musikal kontemporer. Ada yang mau menyutradarainya?)

88

Penghakiman manusia seringkali terjebak pada pemahaman “saya benarkamu salah” atau “saya sucikamu pendosa” dan “saya bersih-kamu kotor”. Tidak heran, begitu mudahnya seseorang menghakimi sesamanya secara membabi buta tanpa pernah menyadari bahwa dalam hal-hal yang lain sebenarnya dia sama bobroknya dengan orang yang dihakiminya atau bahkan lebih bobrok ketimbang yang dihakiminya. Ibarat peribahasa Indonesia “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak”. Penghakiman manusia bisa menjadi terlalu kejam karena yang dilihat adalah semut di seberang lautan, tanpa pernah menyadari bahwa ada gajah di depan matanya (yang seharusnya jika gajah itu terlihat, maka semut akan menjadi tak terlihat karena tertutup oleh badan gajah yang besar).

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 88

3/30/17 5:36 PM


Ajakan untuk Berbalik Kontras yang dimunculkan dalam kisah ini tentu saja berkenaan dengan cara Tuhan menghakimi. Penghakiman Tuhan itu adil, bahkan dalam beberapa kasus sangat strict dalam penghakimanNya. Tetapi, penghakiman Tuhan bukan dengan tujuan supaya manusia celaka dan binasa, sehingga orang bisa berkata, “Rasain loe!” Dalam penghakiman Tuhan selalu tersedia pengampunan dan ajakan untuk berbalik dari dosa. Tidak pernah Tuhan menghukum tanpa pernah memberikan kesempatan untuk berbalik dari dosa. Cara pandang penghakiman seperti inilah yang sering dilupakan atau sengaja diabaikan oleh manusia dalam menghakimi sesamanya. Itulah mengapa sering terjadi ketika seorang suami kedapatan berselingkuh,

sang istri menghakiminya dengan memberikan vonis cerai tanpa pernah memberikan kesempatan kedua untuk ‘bertobat’ dan memperbaiki kesalahan. Itulah mengapa begitu seorang karyawan kedapatan korupsi, sang majikan langsung memecatnya. Penghakiman manusia seringkali terjebak pada “aku (kami) suci, kamu penuh dosa!” Jika kamu penuh dosa, maka kamu layak mendapatkan penghakiman (dan penghukuman) dari aku (kami). Kepada mereka yang merasa diri suci, Yesus menantang mereka untuk menjadi yang pertama kali melontari perempuan tersebut dengan batu. Namun, satu per satu mereka pergi meninggalkan perempuan yang kedapatan berzina itu, kecuali Yesus. Sebagai pribadi yang suci, Yesus layak

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 89

89

3/30/17 5:36 PM


melontari perempuan itu dengan batu sebagaimana hukuman yang berlaku sesuai Taurat. Namun Yesus justru berkata kepada perempuan itu, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.� Dosa sampai kapan pun tetap menjadi kekejian di mata Tuhan. Namun, dalam penghakiman atas dosa, ada pengampunan yang melimpah yang diberikan Tuhan bagi pendosa seperti kita.

90

Bagi seorang yang merasakan bagaimana Tuhan mengampuni, mungkin ia akan bernyanyi dengan lirik yang berbeda: I was bad girl (boy) Bila kau telah berbuat dosa Ingatlah ada pengampunan Allah Aku yang penuh dosa, kini disucikan-Nya

Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil (Yohanes 7:24)

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 90

3/30/17 5:36 PM


Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 91

91

3/30/17 5:36 PM


” R E G “MAI BALIK D ” R E G A “P

92

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 92

3/30/17 5:36 PM


/ Humprey /

Di suatu pagi hari yang berawan mendung seperti hendak hujan, seorang remaja sebut saja Budi (mungkin saja nama sebenarnya :p), sedang berbaring santai di tempat tidurnya sambil terus berguling-guling dan menarik selimut. Berat rasanya untuk turun dari tempat tidur walaupun perutnya telah berbunyi pertanda lapar tiba. Malas banget untuk keluar dari kamar kosnya yang 3 x 4 meter itu, walau teman-teman yang lainnya sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke kampusnya. Pager (pagar rumah) seakan-akan jauh sekali jaraknya dari pintu kamarnya. “Broooo … bangun bro, dah mau telat nihhh,” teriak teman kosnya. “Ogaaahhh ... gue lagi sakit,” sahut Budi. “Laahh, sakit opo toooh?” tanya teman Budi lagi. “Ma-ger,” jawab Budi singkat, sambil kembali memeluk bantal gulingnya. Ehmmm, entah kenapa … rasanya males banget Budi beraktivitas hari ini.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 93

93

3/30/17 5:36 PM


Ma-ger alias ‘malas gerak’ adalah sejenis istilah ‘penyakit’ anak muda gaul zaman sekarang yang menandakan bahwa mereka posisinya udah PW (=posisi wuenakk), malas berpindah tempat atau malas bergerak lagi. Mungkin ini penyakit lanjutan dari Pak Ogah di film Unyil zaman dulu yang mau melakukan ini itu selalu harus ‘cepeeek’ dulu dooong … hehe … (nostalgia film jadul) .… Istilah-Istilah Unik Untuk mengerti sedikit tentang bahasa-bahasa gaul anak muda dan sebelum kita mengenal lebih lanjut istilah “ma-ger”, ada baiknya kita mengenal dulu sedikit mengenai istilah-istilah unik tersebut: 1. Curcol (curhat colongan/cerita dengan diselipkan omongan yang mencurahkan isi hati). 2. Baper (bawa perasaan/terlalu terbawa perasaan). Yah lihat kucing aja ingat mantan, itu salah satu celotehan anak muda zaman sekarang, ngerti ndak? :p 3. Kepo (ke ‘bertanya’, po/apo ‘nenek-nenek’). Artinya seperti nenek-nenek yang bertanya ingin tahu melulu kita hendak ke mana, lagi apa, dan seterusnya. Ehmm … yang lagi PDKT (pendekatan) ke calon pacar pasti tahu sedikit tentang istilah ini. 4. TGIF (Thanks’s God It’s Friday/terima kasih Tuhan ini [sudah] hari Jumat). Tengok saja status atau gambar di handphone teman-teman kita setiap hari Jumat, khususnya yang telah letih bekerja setiap hari Senin sampai Jumat, begitu merindukannya kita akan libur weekend. 5. Alay (anak layangan). Artinya kurang lebih untuk menanggapi pemikiran atau sikap yang berlebihan atau istilahnya lebay kalau anak muda sekarang sering menyebutnya. Bisa juga untuk menanggapi tulisan yang berlebihan gaya bahasa/bentuknya seperti: cu1, k0k l03 g3n3 b1ng1tz 4m4 gu3 s1h cu1 … _^ puyeng kan bacanya, yang gak ngerti silakan tanya redaksi ya .… :p 94

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 94

3/30/17 5:36 PM


Unik-unik memang kadang bila kita mendengar hal-hal yang menjadi trending topic (topik yang jadi pokok pembicaraan) di media sosial, bahkan kita pikir kadang hal sepele aja diributkan dan dibicarakan, macam kurang kerjaan aja hehe .… Misalnya celotehan “Om telolet Om” yang berasal dari klakson bis, dan selama berminggu-minggu keluar berbagai versi pelesetannya seperti: Om toilet Om, Om omzet Om, dan sebagainya. Bahkan kabarnya mantan presiden negara lain saja sempat menanggapi, ”’Om telolet Om’ … is that a new weapon of Indonesia?” :d Balik ke istilah “ma-ger” alias malas gerak. Penyakit malas gerak sebenarnya sudah ada sejak dulu dan bukan merasuk (weleh-weleh istilahnya) ke anak muda saja, orang dewasa pun pasti pernah atau bahkan sering ma-ger. Ga percaya? Coba ingat-ingat atau bahkan buka buku catatan/phonebook/album nomor telepon delivery order makanannya. Kini malah mau pesan apa pun bisa dengan membuka aplikasi di handphone; misal mau minta dipijat, dibersihkan rumahnya, dan lain-lain. Pengalaman saya waktu bekerja selama tiga tahunan di food call center antara lain adalah orang-orang makin hari makin sering minta makanannya diantar ke depan rumahnya (bahkan ada yang minta dikirim nasi capcai sepuluh kali dalam tujuh hari, doyan apa laper?), mintanya selalu ingin cepat-cepat, Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 95

95

3/30/17 5:36 PM


dan kalau kelamaan komplain minta gratis makanannya. Pada saat hujan besar dan hari libur nasional biasa jaringan telepon kami bisa berdering sepuluh kali lipat banyaknya, dan biasanya permintaannya macam-macam dan buanyaak (ekstra sambal, ekstra cheese, ekstra topping, ekstra ini ekstra itu ‌ maklum ‘customer is king’ sih ya ...) :). Maunya ma-ger di balik pager (pagar) rumah aja ya? Lupa apa judul filmnya, namun dulu ada satu film kartun yang pernah mengisahkan tentang komunitas manusia di zaman yang serba modern. Manusia ini sudah tidak tinggal lagi di bumi karena bumi sudah tidak bisa dihuni alias sudah sekarat keadaannya. Manusia hidup di suatu kapal besar (kalau tidak salah ingat) dan menantikan saat-saat bisa kembali ke bumi, dan hal ini telah berlanjut selama beberapa generasi. Sampai saat itu, manusia sudah tidak lagi menggunakan kakinya karena ke mana-mana sudah menggunakan kendaraan berbentuk kursi bulat terbang dan berkomunikasi dengan orang lain lewat layar di depannya. Singkat cerita, di saat-saat yang paling menentukan–dengan dihalang-halangi oleh komputer super canggih agar manusia tidak bisa kembali ke bumi–yang dilakukan oleh manusia hanya menekan satu tombol. Apa daya, kursi terbangnya telah dimatikan oleh si komputer canggih, manusia harus berusaha keras untuk turun, menggunakan kakinya kembali, dan memencet tombol agar bisa kembali ke bumi yang kini sudah dapat dihuni. Ironis ya kedengarannya, tapi menurut saya itu bukanlah suatu kejadian yang mustahil akan bisa terjadi di masa depan kalau penyakit ma-ger kita semakin parah. 96

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 96

3/30/17 5:36 PM


Sudut Pandang Masih kurang paham? Mudahnya sih begini, yang membuat kita mau bergerak pastilah karena kita menyukai atau menginginkan sesuatu hal, dimana hal itu bisa membuat kita bersemangat kan? Contoh kongkret, misalnya, apabila anak kita mendengar suara musik film kesukaannya, tanpa disuruh pun ia akan langsung bangun dan duduk manis di depan televisi. Padahal biasanya untuk membangunkannya saja harus melalui ‘deraian air mata’ dulu kan ‌ loh curcol ya ‌. :p Hal ini sebenarnya bisa disikapi dari sudut pandang berbeda, walaupun sebenarnya penyakit malas gerak ini menurut saya adalah penyakit mental yang munculnya dari kesadaran kita sendiri. Bila kita benar-benar mau melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, pasti kita akan bergerak aktif dan melakukan segala sesuatunya dengan lebih baik kan. Sayangnya pemikiran kita memang telah dimanjakan oleh berbagai institusi dan filosofi keuangan yang kurang Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 97

97

3/30/17 5:36 PM


mendidik yang menyerukan: “Biar uang bekerja untuk kita”, “Kalau kita sakit, uang tetap masuk kantong kita tanpa kita perlu ngapa-ngapain”, dan seterusnya. Pintar memang perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan konsep malas geraknya kita. Akankah kita yang telah membaca ini lebih pintar dari mereka? Leluhur kita zaman dahulu pun buka toko paling pagi dan tutup paling malam, bahkan hari libur pun buka kan? Padahal seperti kata firman Tuhan di Amsal 6:6–11, ”Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? ‘Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring’–maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.” Ada pula tertulis di Amsal 15:19, “Jalan si pemalas seperti pagar duri, tetapi jalan orang jujur adalah rata.” Bagaimana dengan perilaku kita sebagai anak Tuhan? Seringkah kita mager; alias malas gerak untuk melayani, malas ikut kebaktian, atau bahkan malas bercerita tentang kebaikan Tuhan Yesus atas diri kita? Kalau memang iya … waspadalah … waspadalah …. Kobarkan kembali semangatmu dalam melayani, memberitakan kabar baik anugerah Tuhan .… Ingat-ingat kembali saat-saat kita pertama kali merasakan sentuhan Tuhan dan menerima Tuhan Yesus secara pribadi dalam hidup kita. Jangan lagi kita ma-ger, oke? Tuhan Yesus memberkati kita semua

98

EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 98

3/30/17 5:36 PM


Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 99

99

3/30/17 5:36 PM


100 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 100

3/30/17 5:36 PM


/ Lily Ekawati /

KEJUTAN - KEJUTAN

DARI TUHAN Feri Irawan Mendengar kesaksian  tentang Feri Irawan bagaimana Tuhan memberikan kejutan-kejutan sepanjang perjalanan hidupnya hingga kini bisa melayani sebagai hamba Tuhan sungguh menarik. Sejak remaja ia sudah aktif dalam berbagai pelayanan di gereja, entah sebagai ketua remaja atau sebagai guru sekolah minggu di GKT (Gereja Kristus Tuhan) Immanuel Ambulu,

Jember. Kuliah di Universitas Udayana Bali mengambil jurusan ekonomi akuntansi; Feri tetap setia melayani di GKT Denpasar sebagai guru sekolah minggu dan pernah menjabat sebagai ketua pemuda, termasuk melayani secara sukarela sebagai Guru Agama Kristen Protestan di SMA Katolik dan SMP Negeri di Bali sebagai bentuk gerakan hatinya untuk membimbing remaja-remaja Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 101

101

3/30/17 5:36 PM


mengenal Kristus. Belum selesai kuliah, ia sudah merasa bahwa ia berada di jurusan yang salah. Meski demikian ia tetap menyelesaikan kuliah S-1nya.   Lulus kuliah, Feri  bekerja di Lippo Bank sebagai account officer (marketing kredit). Di sanalah ia berkesempatan mengenal I Made Patera, pimpinan cabang/branch manager Lippo Bank di Denpasar yang juga seorang Kristen yang melayani sebagai pengelola Panti Asuhan Putra milik Bala Keselamatan. Pada satu kesempatan ngobrol dengan Pak Patera, beliau bertanya, “You mau berapa lama kerja di Lippo Bank?” dan Feri menjawab mungkin sekitar dua tahun. Saat itu memang Feri sudah berpikir untuk  mengambil sekolah teologi namun tidak pernah tercetus di depan rekan-rekan kerjanya. Herannya Pak Patera dengan tepat bisa menebak bahwa Feri mau masuk ke sekolah teologi. Ucapan pak Patera menjadi peneguhan untuk pergumulannya menjadi hamba Tuhan selama ini. Beberapa tahun sebelumnya, Feri sempat melontarkan secara jujur bahwa ia ingin sekolah pendeta, dan langsung mendapat tentangan dari keluarga besarnya, dengan alasan klise tentang kecukupan yang jadi topik kala itu. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, sang mama sangat menaruh harapan padanya. Satu kakak perempuannya tidak sempat menikmati kuliah, dan satu yang lain tidak sampai lulus. Itu sebabnya harapan sang mama, Feri kuliah dan sukses kerja sebagai profesional. Alhasil, perbincangan dengan Pak Patera memacu keinginannya yang terpendam untuk menjadi hamba Tuhan dan memantapkan niatnya untuk ambil sekolah teologi. Meski masih ada hal yang menjadi ganjalan bagi Feri–karena mamanya tinggal hanya berdua dengannya–bagaimana solusi untuk  kehidupan mama kalau harus ia tinggalkan kuliah keluar kota?

Bukan kar’na kebaikanmu, bukan kar’na fasih lidahmu, Bukan kar’na kekayaanmu, kau dipilih kau dipanggil-Nya. 102 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 102

3/30/17 5:36 PM


Namun siapakah yang bisa tahan ketika Tuhan sudah memanggil anakNya ...? Ketika pergumulan dalam hatinya makin kuat, mulai bulan Januari 2007 Feri mendoakan secara serius akan panggilan menjadi hamba Tuhan sambil mengumpulkan informasi sekolah teologi di beberapa tempat. Salah satu pokok doanya adalah jika ia sampai nekat masuk sekolah teologi, kiranya Tuhan memberikan jalan keluar untuk mamanya. Sebetulnya Feri sangat ingin masuk ke Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang; beberapa kali ia mendengarkan khotbah pengajaran dari hamba Tuhan lulusan SAAT seperti GI. Gabriel (sekarang Pdt. Gabriel), Pdt. I Nyoman Widiantara, dan Pdt. Jenik Purwoadi. Ia melihat kualitas yang berbeda dari mereka. Namun ia gentar untuk melamar ke SAAT, sebab hamba Tuhan lokal  sempat mengatakan sulitnya untuk dapat lolos tes masuk SAAT. Ada kenalannya yang sewaktu kuliah S-1 punya indeks prestasi empat saja tidak diterima.  Akhirnya Feri pun memilih STTB, dan memberanikan diri ‘minta restu’ ke mamanya di bulan Maret 2007.   Apa yang ia khawatirkan pun jadi kenyataan, mama langsung bertanya, ”Kalau kamu kuliah lagi, mama sama siapa?” Dengan jujur dan pasrah Feri menjawab, ”Gak tau Ma ....” Mamanya diam sejenak, dan apa yang

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 103

103

3/30/17 5:36 PM


dikatakan kemudian pastilah juga merupakan jawaban doanya selama ini; Mamanya memutuskan akan ikut dengan kakaknya nomor satu di Surabaya, dan kemudian mamanya bilang, ”Tapi kalau Bandung jauh ya, tar jarang ketemu kayak putus hubungan.” Seketika Feri ingat SAAT dan ia bilang ada sekolah teologi di Malang, dekat dengan Surabaya. Keesokan harinya, Feri pergi ke GKA (Gereja Kristen Abdiel) untuk mencari poster SAAT, mengingat selama ini di gereja asal tidak pernah ada poster SAAT yang ditempel. Ternyata SAAT sudah menutup pendaftaran gelombang I. Feri mendaftar gelombang II di tanggal 30–31 Mei 2007. Waktu pulang, Feri berpikir keras tentang perkataan dosen penguji ketika wawancara masuk; bahwa seandainya ia diterima di SAAT, tanggal 25 Juni 2007 sudah harus mulai kuliah. Saat itu ia masih berstatus karyawan dan kebijakan untuk pengunduran diri wajib dilakukan minimal satu bulan sebelumnya. Tanpa membuang waktu, Senin tanggal 4 Juni 2007 Feri memasukkan surat pengunduran diri ke kantor. Keputusan besar yang ia ambil berdasar imannya; dan kalau dia flashback lagi,  benar-benar heran dengan kenekatannya mempertaruhkan pekerjaannya saat belum tahu apakah bisa diterima kuliah di SAAT.

Bukan kar’na kecakapanmu, bukan kar’na baik rupamu Bukan kar’na kelebihanmu, kau dipanggil kau dipakai-Nya. Kejutan selanjutnya dari Tuhan, Feri berhasil diterima di SAAT. Dengan hati senang, Feri mulai pindah ke Malang dan mengawali kuliah dengan biaya sendiri dari tabungan yang ia kumpulkan waktu bekerja. Tapi puji Tuhan; beberapa bulan di SAAT, ia mendapatkan informasi dari teman satu angkatan yang berasal dari GKA Satelit Surabaya, yang bercerita tentang dua orang yang harusnya disediakan beasiswa dari gerejanya tapi hanya ia yang masuk ke SAAT. Mendengar cerita itu, Feri berinisiatif untuk menghubungi hamba Tuhan GKA dan mengajukan diri untuk beasiswa. 104 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 104

3/30/17 5:36 PM


Permohonan itu disetujui dan sekali lagi ia menikmati kejutan dari Tuhan.   Selama kuliah di SAAT, ada tiga kali praktik pelayanan yang harus diambil, yaitu dua kali praktik dua bulan dan sekali praktik satu tahun sebagai praktik terakhir kelulusan. Dalam praktik setahun, Feri ditempatkan melayani di sebuah gereja di Bandung. Namun ia merasa bahwa Tuhan tidak tempatkan dia untuk meneruskan pelayanan di sana. Ia kembali menggumulkan lahan yang cocok, meskipun belum ada cadangan gereja mana yang akan menjadi ladang pelayanan selanjutnya, Feri sudah menyatakan pada majelis gereja bahwa  ia tidak akan melanjutkan pelayanan di sana.  Mulailah ia membuka diri terhadap tawaran-tawaran yang ada; GKY Green Ville salah satu yang pernah menghubungi Feri, mengajak bergabung untuk pelayanan di Pos Cibubur. Menariknya, pada kesempatan yang sama di gereja Bandung tempat praktiknya ada satu Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 105

105

3/30/17 5:36 PM


Hamba Tuhan yang bergumul akan keluar namun mereferensikan Feri ke GKY BSD lewat salah satu jemaat GKY BSD ke Gembala setempat (Pdt. Joni). Singkat cerita, pada saat rapat hamba Tuhan di GKY BSD ada GI. Chandra yang ternyata merupakan teman seangkatan Feri waktu di SAAT. Setelah melalui pergumulan doa, Feri merasa paling mantap untuk mengambil pelayanan di BSD. Baginya, ini juga sebuah kejutan dari Tuhan bukan atas usahanya sendiri mengingat tinggal 1–2 bulan lagi ia sudah harus mengakhiri praktik pelayanannya Bandung. Memulai pelayanan di GKY BSD di Februari 2012 sebagai pembina di Komisi Pemuda-2 selama dua setengah tahun tahun, kemudian menjadi pembina di Komisi Pemuda-1 serta melayani di sub bidang pemerhati perlawatan dan juga melayani sebagai pembina bidang pembinaan sampai sekarang; tanpa terasa sudah lima tahun ia melayani di GKY  BSD dengan semangat yang terus berkobar karena yakin memang ini panggilan untuknya dari Tuhan. Tahun ini ia fokus dengan program  pemuridan GKY di BSD khususnya mengambil gaya

106 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 106

3/30/17 5:36 PM


connecting-relating-doing bagi pemuda pemudi di Komisi Pemuda-1. Tantangan pelayanan tentu ada, tetapi Tuhan tetap sertai hamba-Nya untuk menyelesaikan tugas pelayanan sampai akhir. Mengingat bahwa beberapa kali Tuhan memberikan kejutan yang indah bagi dirinya, Feri tetap percaya bahwa ada kejutan-kejutan indah lainnya dari Tuhan yang menantinya di depan. Teruslah bekerja untuk Tuhan sambil menantikan kejutan selanjutnya itu ....

Bila engkau dapat itu karena-Nya Bila engkau punya semua daripada-Nya Semua kar’na anugrah-Nya dibrikannya pada kita Semua anugerah-Nya bagi kita bila engkau dipakai-Nya.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 107

107

3/30/17 5:36 PM


MARIA MAGDALENA, PEREMPUAN TANGGUH DI KAKI SALIB YESUS

108 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 108

3/30/17 5:36 PM


/ Anton Utomo /

S

i a p a k a h Maria Magdalena, tokoh Perjanjian Baru yang kerap disalahpahami oleh banyak orang, bahkan oleh orang Kristen sendiri? Benarkah ia wanita pezina yang dibawa massa ke hadapan Yesus? Atau apakah ia pendosa yang mengurapi Yesus dengan minyak wangi mahal dan membersihkan kaki-Nya dengan rambut panjangnya yang terurai? Atau, seperti dalam injil palsu yang bertebaran dan digemakan nyaring dalam fiksi populer yang penuh imajinasi liar, benarkah Maria Magdalena adalah ‘kekasih’ bahkan istri Yesus sendiri? Mari cermati dengan jernih ke dalam sumber yang benar–yaitu keempat Injil–untuk mengenal lebih dekat wanita yang penuh kasih dan kesetiaan ini, yang telah ditentukan Tuhan menjadi orang pertama yang berjumpa Kristus setelah kebangkitan-Nya.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 109

109

3/30/17 5:36 PM


Maria dari Magdala Maria lahir di Magdala, desa makmur dan ramai di tepi danau Galilea, hanya lima kilometer jaraknya dari Kapernaum. Ihwal kemakmuran desa ini tampak dari beragam profesi penduduknya, mulai dari nelayan dengan hasil perikanan yang melimpah sampai home industry produk tekstil/ kain. Tampaknya Maria Magdalena dan beberapa perempuan lain yang menyertai Yesus sejak pelayanan-Nya di Galilea adalah para ‘pengusaha’ yang berasal dari Magdala dan sekitarnya yang melayani Yesus serta para murid dengan waktu dan harta mereka. Injil Lukas menuturkan, Maria Magdalena dan beberapa perempuan lain disembuhkan oleh Yesus dari berbagai penyakit, bahkan Maria Magdalena dibebaskan dari tujuh roh jahat yang membelenggunya. Sebagai rasa syukur, Maria dan kawan-kawan kemudian mengabdikan hidup mereka, dengan setia mendukung pelayanan Yesus dan para murid; bukan hanya di Galiliea, tetapi terus ke Yerusalem sampai akhir hidup Yesus di Bukit Golgota. Penyebutan nama Maria Magdalena sebanyak empat belas kali dalam Injil–lebih banyak daripada beberapa nama murid Yesus yang lain–menunjukkan ia adalah ‘murid’ yang penting. Kendati

110 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 110

3/30/17 5:36 PM


namanya sering disandingkan dengan Maria-Maria lainnya, namun bila kita perhatikan, Maria Magdalena selalu ditulis paling awal, bahkan mendahului Maria sang ibu dan bibi Yesus sendiri. Maria yang Mana? Ada begitu banyak nama Maria muncul dalam Perjanjian Baru, tak pelak membuat beragam penafsiran akan Maria yang sama dalam berbagai kisah dan peristiwa berbeda. Walaupun toponimi ‘Magdalena’ seharusnya membedakan Maria dari Magdala ini, namun banyak orang menyamakannya dengan Maria lainnya. Paling sedikit ada empat nama Maria yang kita kenal yang bukan Maria Magdalena, antara lain Maria ibu Yesus, Maria dari Betania (saudara Marta dan Lazarus), Maria ibu Yakobus dan Yoses, dan Maria ibu Yohanes.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 111

111

3/30/17 5:36 PM


Injil Yohanes mengisahkan Maria dari Betania pernah meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya; sangat jelas tak ada indikasi apa pun bahwa Maria Betania ini sama dengan Maria Magdalena. Mengapa Maria Magdalena sering dikaitkan dengan wanita lain, terutama wanita berdosa yang mengurapi Yesus dengan minyak wangi dan wanita pezina yang diancam hukuman rajam oleh massa? Banyak argumentasi yang diutarakan, namun sebuah homili (khotbah) yang disampaikan oleh Paus Gregorius di tahun 591 mungkin dapat mengungkap hal itu. Paus Gregorius kala itu bertutur, “Wanita berdosa yang disampaikan Lukas, ditulis sebagai Maria oleh Yohanes, kita percaya adalah Maria yang daripadanya diusir tujuh roh jahat seperti diungkap Markus. Apa artinya tujuh roh jahat, kalau bukan kelemahan sempurna manusia? Sudah jelas, perempuan itu sebelumnya menggunakan parfum untuk tujuan terlarang. Kini, dengan cara yang demonstratif, menggunakannya untuk memuja Tuhan. Matanya dulu buta oleh kemewahan duniawi, kini basah oleh air mata penyesalan. Rambutnya untuk menghias parasnya yang elok, kini digunakan mengeringkan air

112 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 112

3/30/17 5:36 PM


mata. Dia berkata penuh kesombongan dengan mulutnya, tapi dengan mencium kaki Tuhan, ia membenamkannya di tumpuan Penebus. Dengan kerelaan, ia mengorbankan dirinya, berubah menjadi wanita bermoral, untuk melayani Tuhan sepenuhnya dalam pertobatan sejati.� Setelah khotbah yang sangat terkenal itu; label pendosa sempurna, pemilik seven deadly sins melalui tujuh roh jahat yang disandangnya, terus berkembang dalam figur Maria Magdalena, bahkan sampai kini terutama di kalangan Katolik (contoh terbaik bisa dilihat dalam film The Passion of The Christ dan Last Temptation). Di Naples, Italia, pada tahun 1324, bahkan didirikan “Magdalen House� yang pertama, untuk merawat dan menyembuhkan wanita tuna susila. Maria Magdalena juga kerap dilukis oleh artis abad pertengahan sebagai wanita penggoda yang cantik dan seksi, dan lukisan itu terlanjur menjadi acuan bagi orang Kristen sepanjang sejarah untuk mengenalnya lebih dekat. Untuk membuat kisah yang lebih romantis atau bahkan lebih misterius, para pengarang injil apokrifa dan berbagai teks Gnostik turut meramaikan suasana. Dan Brown yang merasa dirinya menemukan rahasia berabad-abad silam, tak ubahnya hanya mengutip kisah basi dari beragam literatur Gnostik peninggalan abad kedua atau lebih muda. Maria Magdalena yang Sebenarnya Jadi, siapa Maria Magdalena yang sebenarnya? Melalui kisah penyaliban dan kebangkitan Kristus, kita bisa mengenal lebih dekat wanita murid Yesus yang penuh dedikasi dan tak gentar ancaman ini. Maria Magdalena menemani Maria ibu Yesus turut hadir dalam seluruh masa kesengsaraan Yesus: sejak Ia digiring ke kediaman Imam Besar Kayafas, istana Herodes, sampai gedung pengadilan Pilatus, bahkan ke bukit Golgota. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 113

113

3/30/17 5:36 PM


Dari Injil kita tahu, para murid sangat terguncang dan gentar ketika mendapati guru-Nya tidak melawan saat ditangkap serdadu Romawi suruhan para imam. Bahkan Petrus terpaksa menyangkal tiga kali agar tidak dikenali sebagai murid Yesus. Semua murid berhamburan ketakutan dan bersembunyi menyelamatkan nyawa mereka, namun para wanita tangguh tak gentar ancaman–kasih mereka terhadap Yesus melebihi segala kekhawatiran akan keselamatan diri. Menelusuri jalan salib yang berdebu dan penuh batu, Maria Magdalena menggandeng dan memeluk Maria ibu Yesus dalam pilu dan perih yang tak terperi. Diiringi air mata yang berderai, mereka bertahan membuntuti Sang Juru Selamat mengusung balok salib yang mahaberat. Ketika Yesus terjatuh,hati mereka pun pasti terpukul hebat, memekik dalam isak tangis yang tertahan. Perasaan tersiksa dan perih itu terus dihadapi Maria Magdalena dan Maria lain dengan penuh kesabaran–walaupun pasti tidak mudah. Berjam-jam mereka harus menyaksikan guru mereka mengerang dalam kesakitan karena tergantung di atas salib yang mengerikan. Keempat penulis Injil menulis dengan tegas akan kehadiran para perempuan tangguh ini. Yohanes bahkan menambahkan ,”… dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya, Maria isteri Klopas, dan Maria Magdalena.” Rupanya menatap dari jauh seperti ditulis penulis Injil lainnya tidaklah cukup. Mereka berjalan perlahan mendekati salib, seolah ingin memberikan dukungan penuh bagi Yesus yang sedang tersiksa hebat di atas kayu salib.

114 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 114

3/30/17 5:36 PM


Ketika Yesus dipastikan mati oleh prajurit yang menusukkan tombak di lambungnya, mereka tetap bertahan. Saat Yusuf Arimatea dan Nikodemus menurunkan mayat Yesus, Maria Magdalena turut menyaksikan, dan bersama Maria ibu Yesus kemudian membantu memasukkan dan membaringkan mayat Yesus di kubur baru milik Yusuf Arimatea. Barulah sesudah proses penguburan rampung, dengan hati hancur Maria Magdalena kembali ke rumah. Namun, ia bertekad kuat akan kembali lusa sesudah hari Sabat lewat!

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 115

115

3/30/17 5:36 PM


Saksi Pertama Kebangkitan Kristus Tekad itu benar-benar dilakukannya. Tanpa takut kebengisan tentara Romawi yang berjaga di depan kubur Yesus, Maria Magdalena dan para perempuan lain bergegas pada pagi-pagi benar menyambangi kubur Yesus. Andaikan tentara lalai berjaga atau tertidur–sempat terbersit pula dalam pikiran mereka–siapa yang akan mendorong batu besar penutup kubur Yesus yang bermeterai Romawi itu? Tak sia-siakah membawa rempah-rempah bagi mayat Yesus? Sekali lagi, kasih dan kesetiaan tak terbatas yang menuntun mereka berjalan menuju kubur Yesus. Kisah selanjutnya adalah sejarah, kita sudah mendengarnya berulang-ulang. Namun, mungkin saja ada yang terlewat. Mari, amati sebentar saat Petrus tiba di kubur Yesus. Menatap kubur kosong; Petrus dan murid lain yang dikabari Maria kecewa, pergi dan berpencaran ke segala arah, masih dalam kebingungan dan ketakutan yang sama. Kompleks pekuburan kembali sunyi dan sepi, kecuali tentu saja ada sosok yang terus duduk menatap kubur yang kosong itu. Maria Magdalena bertahan dalam kekhawatiran dan kebingungan yang sama. Air matanya kembali menitik dalam kepedihan, membayangkan ia tak akan berjumpa lagi selamanya dengan Yesus, bahkan sekadar menatap mayat-Nya pun. Apakah seseorang mencuri mayat Yesus dan membuang dan menghancurkannya? Dalam kegelisahan dan kepedihan, tak disadarinya suara lembut yang memanggilnya adalah Sang Guru yang sangat dikasihinya. Sejuta kata penyair tak akan dapat melukiskan perasaan Maria Magdalena saat ia menyadari bahwa lelaki yang dikiranya tukang kebun itu adalah Yesus sendiri. Inilah titik balik kesadaran Maria: bahwa yang dihadapinya adalah Tuhan sendiri, bukan hanya Sang Guru sebagai manusia biasa. Tahulah ia, bahwa semua kata-kata Yesus tentang kebangkitan setelah kematian-Nya bukan hanya dongeng penghibur sebelum 116 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 116

3/30/17 5:36 PM


tidur. Semuanya nyata di hadapannya, terlalu mulia bagi dia– seorang wanita sederhana menjadi saksi pertama kebangkitan Tuhan! Ia tak sanggup berkata-kata, hanya bisikan lemah, “Rabuni (guru),” keluar dari bibirnya yang bergetar. Tak menunggu lama, berita kebangkitan Yesus tersebar ke seluruh penjuru Yerusalem. Maria Magdalena, perempuan yang penuh dedikasi dan kini penuh iman telah mengambil perannya sebagai pembawa berita sukacita pertama bagi para murid dan seluruh umat manusia. Oleh karena itu, tak heran di sebagian gereja Timur dan Barat, Maria Magdalena mendapat julukan kehormatan “Apostle to the Apostles” –karena melalui dialah para murid (apostel) pertama kali mendapatkan kabar kebangkitan Kristus. Puisi klasik anonim yang pendek namun indah ini menggambarkan siapakah Maria Magdalena:

Not she with traitorous kiss her Master stung, Not she denied Him with unfaithful tongue; She, when Apostles fled, could dangers brave, Last at the cross, and earliest at the grave.

Ia yang terakhir pulang saat penyaliban, yang pertama hadir saat kebangkitan. Itulah Maria; rasa syukur dan terima kasih yang mendalam karena diselamatkan oleh Yesus, menggerakkannya untuk mengabdikan hidupnya bagi Sang Penebus. Ia merasa berhutang banyak; sehingga memberi banyak, dan melayani lebih banyak lagi sepanjang hidupnya Sumber Bacaan : - https://www.biblegateway.com/resources/all-women-bible/Mary-Magdalene - http://www.biographyonline.net/spiritual/mary-magdalene.html - https://en.wikipedia.org/wiki/Mary_Magdalene - The Meaning of Mary Magdalene: Discovering The woman at the Heart of Christianity, Cynthia Bourgeault, Shambhala, 2010

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 117

117

3/30/17 5:36 PM


HUT GKY BSD KE-24

Aku Murid

Yang Taat

118 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 118

3/30/17 5:36 PM


Di bawah guyuran gerimis pada Sabtu pagi, 11 Februari 2017, tidak menyurutkan niat dan tekad 201 peserta mulai dari anakanak sampai ‘kaum Kaleb’ bercampur-baur mengikuti acara “Jalan Sehat Bersama”. Acara diawali “Doa Pagi” yang dibawakan oleh GI. Andry Setiawan dengan pesan firman,

Tuhan memanggil kita untuk menjadi “ terang bagi bangsa-bangsa di dunia.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 119

Tujuannya adalah untuk mengingatkan dunia akan kesetiaan Allah atas janjijanjiNya. Yesus adalah Tuhan yang tidak pernah meninggalkan dan menolak manusia ciptaan-Nya. Ia adalah terang sesungguhnya sedangkan kita adalah cermin yang merefleksikan Terang itu bagi dunia.

119

3/30/17 5:36 PM


Setelah doa pagi, seluruh peserta diajak sarapan bersama dan kembali berkumpul pukul 08.00 WIB di aula utama. Tanpa membuang waktu, GI. Eliyani Sugicahyono langsung memberikan arahan tentang ‘aturan main’ acara “Jalan Sehat Bersama” bagi setiap peserta. Rutenya dekat-dekat saja di sekitar lingkungan gereja yang harus melewati empat pos TAAT, yaitu: Tekun dalam firman, Antusias mencari kebenaran, Ayo kerja sama, dan Tekun dalam doa. Para peserta juga ditantang untuk membuat yel-yel untuk dilombakan. Acara diakhiri dengan ramah-tamah bersama. Keesokan harinya, Minggu, 12 Februari 2017, tepat pukul 17.00 WIB; setelah terdengar

bunyi ‘lonceng gereja’, Pdt. Joni Sugicahyono memimpin prosesi yang diikuti Hamba Tuhan dan Majelis Gereja untuk mengawali Kebaktian Syukur dan Perayaan HUT GKY BSD yang ke-24 dengan tema “Murid Kristus yang Melangkah Lebih Tinggi”. Firman Tuhan, yang dibawakan oleh Pdt. Dr. Yohanes Andri Hartopo, menekankan bahwa, “Kekristenan tanpa pemuridan itu pasti kekristenan tanpa Kristus. Seorang murid yang dapat melangkah lebih tinggi bukan hanya belajar tahu tentang kebenaran, tetapi ia belajar untuk menghidupi kebenaran itu.” Perayaan HUT diawali dengan penyalaan lilin dan pemotongan kue ulang tahun yang diwakili oleh Pdt. Joni

120 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 120

3/30/17 5:36 PM


Sugicahyono dan Bapak Handi Widjaya didampingi seluruh Hamba Tuhan dan Majelis Gereja serta doa syukur yang dipimpin Gembala Sidang. Seluruh jemaat dan utusan gereja sahabat–yang jumlahnya sekitar 375 orang– juga disuguhi sebuah tarian bertema “How Great Thou Art” dari Komisi Wanita. Tarian ini mengingatkan lagi betapa besar anugerah demi anugerah Tuhan yang telah memimpin

GKY BSD selama 24 tahun. Dari sebuah kelompok doa keluarga, akhirnya kelompok ini bertumbuh menjadi sebuah gereja yang memiliki anggota lebih dari seribu orang. Acara HUT diakhiri dengan pengumuman pemenang acara “Jalan Santai Bersama”, lomba “Yel-Yel HUT”; dan pembacaan puisi oleh Pemenang Lomba Membuat Puisi. Perayaan HUT GKY ditutup dengan doa berkat oleh Pdt. Joni Sugicahyono / Kevin Kowinto Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 121

121

3/30/17 5:36 PM


Dari Global Christian School Leadership Summit (GCSLS) 2017, Orlando, Amerika Serikat

“Do Christian Schools Really Make Differences?” / Erwin Tenggono /

122 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 122

3/30/17 5:36 PM


Anugerah Tuhan semata, kami diberikan kesempatan untuk hadir di acara Global Christian School Leadership Summit (GCSLS) 2017 di Orlando, Amerika Serikat. Saya hadir menggantikan Ketua Yayasan IPEKA yang berhalangan untuk hadir.

Pertemuan pendidik Kristen secara global ini dilakukan

pertama kali, yang sebelumnya dilakukan secara regional. Ada 35 negara yang hadir; dari Indonesia ada lima sekolah Kristen yang hadir: dua dari Jakarta,

satu dari Semarang, dan dua

sekolah dari Surabaya. Selain acara konferensi, para sekolah Kristen dari Indonesia melakukan ‘rekrutmen’ bersama untuk guru di Indonesia. Selain hadir di acara konferensi ini, kami juga mengunjungi beberapa sekolah Kristen di Amerika– mempelajari bagaimana sistem pengajaran mereka, kurikulum dan metode pengajaran, serta bagaimana mereka mengelola keuangan dan kendala yang dihadapi. Selain itu juga memahami pola pengelolaan sekolah Kristen dalam konteks hubungannya dengan gereja dan juga yayasan . Semuanya membuat perjalanan menjadi sangat berarti.

Jadwal yang sangat

padat, bahkan kelelahan dalam perjalanan yang padat tanpa memahami akan kota yang dilalui seakan tertutupi oleh semua hikmat pengetahuan yang disampaikan oleh mereka yang terbeban untuk membantu kita memahami dan membangun pendidikan Kristen yang baik di Indonesia.

Mendidik murid non-Kristen–dengan agama berbeda–

menjadi satu doa utama setiap sekolah yang kami kunjungi, dan bagaimana mereka melihat ladang misi yang ada di sekolah Kristen di Indonesia. Mereka mendoakan sekolah Kristen di Indonesia bahkan mendoakan kita semua. Ada rasa haru karena disadarkan bahwa panggilan pendidikan Kristen di Indonesia merupakan ladang misi yang sangat besar di depan mata Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 123

123

3/30/17 5:36 PM


yang kadangkala kita abaikan. Tantangannya integrasi Alkitab dan kurikulum pendidikan, kemampuan para guru, dan juga kesulitan pengelolaan dana. Merupakan hal yang juga menjadi pergumulan bersama yang membuat kami saling menguatkan. Undangan makan dari beberapa presiden/pimpinan sekolah hingga undangan makan malam di rumah membuat kami semua diingatkan sebagai satu keluarga besar dalam kasih Kristus dimana pun kita berada. Rasa syukur, haru kebersamaan menjadi satu kekuatan yang besar bagi rekan rekan pendidik dan kita semua.

Pada tulisan “Serpihan Perjalanan� ini, penulis hanya

akan memfokuskan pada sebagian kecil hal yang didapatkan dari perjalanan di Konferensi GCSLS 2017. Bagi penulis secara pribadi, ada semacam kagum dan kegentaran melihat besarnya peserta konferensi bernyanyi bersama memuji Tuhan, berdoa dan menyatukan hati sebagai pendidik Kristen yang diberikan mandat oleh Allah untuk menjalankan tugas yang berharga dan mulia. Ada 63 kelas paralel yang dibawakan oleh para pembicara dan pendidik yang luar biasa, dan berjalan bersamaan. Empat sesi pleno yang besar diisi oleh pembicara Dan Egeler, David Kinnaman, Lee Strobel, dan Bill Brown.

124 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 124

3/30/17 5:36 PM


Encouraged in Heart—Strengthened in Unity—Equipped with Knowledge and Wisdom My goal is that they may be encouraged in heart and united in love, so that they may have the full riches of complete understanding, in order that they may know the mystery of God, namely, Christ, in whom are hidden all the treasures of wisdom and knowledge. Colossians 2:2-3

Tema besar di atas menjadi awal dari pembukaan

perjalanan ini;

apakah ada kesatuan di antara sesama

pendidik Kristen ataupun lembaga pendidikan, bagaimanakah kita bersama melihat panggilan kita sebagai pendidik untuk menyingkap rahasia yang begitu besar akan hikmat kekayaan dan pengetahuan Allah. Harapan dan panggilan yang sangat menantang. Saya duduk berpikir; apakah ada satu kebersamaan dalam pelayanan pendidikan di Indonesia, siapakah yang akan memulainya, dan bagaimana memulainya. Sambil memikirkan hal ini, kaki melangkah dan kami bertemu semua dalam satu undangan makan siang untuk semua tamu internasional dari berbagai negara: Asia, Afrika, negara-negara Timur dan

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 125

125

3/30/17 5:36 PM


Barat. Makan siang pembuka yang begitu indah sebagai suatu langkah awal bagaimana kita memahami dan mendiskusikan bersama tantangan pendidikan Kristen di setiap negara kita. Tentunya tantangan terbesar adalah bagaimana kita sesama pendidik Kristen, bahkan satu gereja satu pelayanan, pernah mendiskusikan bersama hal ini.

We have truth on our sight, Faith is based on truth.

Demikian statement diucapkan Lee Strobel, penulis buku Case for Christ yang filmnya akan segera dirilis April 2017 ini. Saya duduk merenung dan memikirkan kalimat ini. Apakah ada kebenaran dalam setiap pandangan kita. Dan apakah landasan kebenaran itu benar adanya. Bukankah iman kita harus bersandar pada kebenaran yang sebenarnya, bukan iman yang tanpa dasar. Apakah para pendidik Kristen mempunyai satu kebenaran yang sesungguhnya dalam hal kebenaran firman Tuhan, ataukah kita lebih banyak mengalami ‘Biblically Illiterate’ ? Dion Harigan salah satu pembicara melakukan tes atau kuis Alkitab di dalam satu sesinya dan saya berada di kelas itu. Saya kaget dan shock, ada perasaan malu dan khawatir kalau tidak paham.

Perasaan tegang itu mulai lega di kala setiap pertanyaan

dapat kami jawab. Sesi ini menjadi satu peringatan bagi kita, bagaimana kebenaran firman itu akan bisa diungkapkan dan misteri kekayaan yang begitu besar dari Allah dalam firman dapat kita ungkapkan di kala sebagian kita sebenarnya ‘buta huruf’ terhadap Alkitab. Dalam satu tulisan yang disampaikan bahwa enam puluh persen kaum Evangelical menyebut Yesus lahir di Yerusalem dan hanya separuh kaum Kristen di Amerika dapat menyebutkan kitab Injil.

Bagaimana kita membekali

para guru bahkan pengurus gereja dalam hal pemahaman 126 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 126

3/30/17 5:36 PM


“We have truth on our sight, Faith is based on truth.� kebenaran firman Tuhan? Bagaimanakah kita bisa menyatakan ada kebenaran dalam pandangan kita, jika sesungguhnya kebenaran itu pun kita tidak paham?

Know your market, do counter cultural role, engage

with difficult conversations and remember your vocational discipleship as your life’s complex calling, David Kinnaman sebagai pimpinan Barna Group mengajak kita semua untuk memahami siapa jemaat kita saat ini dan kelak. Kenali perbedaan generasi saat ini, usia dan pergeseran kultur yang ada. Gereja dan lembaga harus memainkan peran ini sebagai penyeimbang yang dominan dan harus berani terlibat dalam pembicaaran dengan mereka yang tidak percaya pada Kristus dan menjalani panggilan hidup kita dalam iman dengan sungguh-sungguh.

Pergeseran industri mengakibatkan terjadinya suatu

budaya baru dalam kehidupan generasi yang akan datang. Peran kita semua harus memahami bagaimana perubahan budaya yang ada. Kita tidak bisa bertahan dengan cara berpikir kita yang lama untuk bisa membantu generasi yang akan datang untuk memahami kebenaran yang ada dalam Alkitab.

God

gives people the freedom to believe what they want, but those Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 127

127

3/30/17 5:36 PM


beliefs always affect society. We must living wisely with nonbelievers, learning to have conversations that are gracious and attractive. Pesan di atas kiranya mengingatkan kita bagaimana panggilan kita untuk mengabarkan kebenaran itu harus dimulai dengan memahami lingkungan kita dan memulai pembicaran dengan mereka, sehingga kebenaran itu dapat disampaikan.

Apakah kesatuan dalam kebersamaan ada dalam

kehidupan Kristiani dalam setiap aspek penjangkauan dan pendidikan? Bagaimana

mengungkapkan kebenaran itu

dikala kita sendiri tidak paham kebenaran itu? Apakah kita mau memahami lingkungan kita untuk memulai satu pembicaraan agar kebenaran firman Tuhan dapat kita sampaikan? Hal inilah yang menjadi sebagian kecil bahan renungan penulis dalam perjalanan kali ini. Renungan kecil ini hanya merupakan sebagian kecil bahkan sangat kecil untuk mencari jawaban dari pertanyaan: Apa yang membedakan sekolah Kristen dan non-Kristen?; Do Christian schools really make differences? Tantangan budaya yang terus berkembang, yang harus diluruskan melalui kebenaran firman Tuhan, pemahaman perubahan budaya dan ladang misi serta mengintegrasikan dalam kurikulum pendidikan Kristen, itulah menjadi tantangan para pendidik ataupun lembaga Kristen ataupun gereja dalam menjawab kesenjangan yang ada.

Masih banyak hal yang harus dipelajari, dan dicari

jawabannya. Biarlah semua pencarian itu tetap mengarah pada sumber kebenaran yang sesungguhnya yakni hikmat dari Allah Bapa melalui kebenaran yang dinyatakan dalam firman Tuhan. Kiranya tulisan ini dapat menjadi

pengingat bagi kita akan

panggilan mengabarkan kebenaran itu

128 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 128

3/30/17 5:36 PM


/ Thomdean /

KHOTBAH tentang DOSA KEBOHONGAN Pengkhotbah memberitahu umatnya, “Minggu depan saya merencanakan untuk berkhotbah tentang dosa kebohongan. Untuk membantu Anda memahaminya, saya ingin Anda semua membaca Markus pasal 17.” Pada hari Minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan khotbahnya,ia berkata, “Saya ingin tahu berapa banyak di antara Anda telah membaca Markus 17.” Semua orang mengacungkan jarinya. Pengkhotbah itu tersenyum dan berkata, “Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai khotbah saya tentang dosa kebohongan.”

KAKEK NAIK MOBIL

Seorang kakek naik mobil bersama Erik, cucunya yang berusia sembilan tahun, dan tidak sengaja menekan bel mobil. Sang cucu menoleh dan melihatnya minta penjelasan. Kata sang kakek, “Aku tidak sengaja menekan belnya.” Kata Erik, “Aku tahu, Kakek.” Si kakek bingung, “Kok kamu bisa tahu?” Jawabnya, “Karena Kakek ngga bilang `bodoh!` setelah bel bunyi.”

LUNAS

Sepasang kakek dan nenek duduk berdua di taman untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-50. Nenek: Apa hadiahmu buatku, Kek? Kakek: Ini, Nek (sambil memberikan sebuah cicin). Cincin ini sekarang resmi menjadi milikmu. Nenek: Lho? Ini khan cincin pernikahan kita yang hilang dulu?! Kakek: Iya, Nek. Cicilannya sudah lunas hari ini. (dari berbagai sumber) Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 129

129

3/30/17 5:36 PM


l u m u g n r a e B eng anan d am ra y a n g e K i Ne ru d Ba 130 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 130

3/30/17 5:36 PM


M

e m b a w a keluarga pindah, menetap, dan menjalani kehidupan di negara lain pasti tidak mudah. Adat istiadat, nilai-nilai hidup, dan sederet perbedaan lain menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dihidupi. Berikut adalah kisah dua keluarga jemaat GKY-BSD yang memutuskan bermigrasi ke Australia. Di tengah kenyamanan yang dialami, mereka juga dihadapkan pada tantangan agar dapat terus menjaga dan mengembangkan iman-percaya dalam Kristus.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 131

131

3/30/17 5:36 PM


M e lb o u rn e , F e b ru a ri 2 01 7 : Keluarga Steve dan Emylia Siahay Membalik-balik lembaran buletin Nafiri secara online beberapa minggu lalu mengingatkan saya pada masa-masa indah bersama saudara saudari seiman di GKY BSD. Beberapa wajah yang kami kenal terasa begitu dekat. Pada bulan Agustus 2006, kami meninggalkan Serpong dan pindah ke Melbourne. Sebelumnya, sekitar enam tahun kami tinggal di perumahan Melati Mas dan bergereja di GKY BSD. Nostalgia indah dalam pelayanan di gereja, persekutuan rumah tangga, retret pasutri, dan berbagai macam pelayanan lainnya masih teringat jelas. Begitu dekatnya di hati, sampai-sampai gambar karikatur yang dibuat salah satu rekan PRT menjelang keberangkatan kami masih tergantung di salah satu dinding rumah kami sampai saat ini. Banyak pengalaman yang bukan saja manis, tetapi membangun iman dan membuat kami bertumbuh secara rohani yang bisa kami simpan di hati dan kami bagikan kepada orang lain. Semua ini mengajar kami betapa besar anugerah Tuhan jika bisa memiliki saudara saudari seiman yang saling menguatkan satu dengan yang lain. 132 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 132

3/30/17 5:37 PM


Semula niat saya ke Australia lebih disebabkan untuk melanjutkan studi karena tuntutan pekerjaan sebagai seorang dosen. Disamping itu, ada keinginan dalam hati saya untuk bersama istri Emylia dan anak-anak–Gracia dan Karin–bisa mencicipi bagaimana rasanya hidup di luar negeri. Australia menjadi pilihan bukan saja karena terdapat jurusan keilmuan yang saya ingini, tetapi tersedia pula beasiswa untuk membiayai keluarga selama masa studi. Saya berjuang agar bisa lolos seleksi. Jalan Tuhan ternyata berbeda. Saya tidak pernah dipanggil bahkan untuk tahap awal seleksi sekalipun. Tetapi, kemudian ada pemikiran untuk mengajukan aplikasi permanent resident. Pilihan yang rasanya tidak mungkin karena saya merasa tidak kompeten dan tidak cukup layak mendapatkan kesempatan itu. Saya berterima kasih kepada kakak ipar yang sudah tinggal di Melbourne yang terus mendorong dan membantu kami sekeluarga untuk mengajukan aplikasi.

Perlu berbulan-bulan untuk mengajukan aplikasi dan mengisi berbagai dokumen yang diperlukan. Kami juga harus menunggu berbulan-bulan lagi sebelum akhirnya mendapat jawaban. Ternyata aplikasi kami dikabulkan. Kami hanya diberi waktu tiga bulan untuk pindah, atau paling tidak melakukan first entry ke Australia. Ini menjadi bulan-bulan pergumulan. Saya bertanya ulang kepada Tuhan apakah ini memang kehendak dan pimpinan-Nya. Saya semula hanya ingin studi lanjut dan merasakan hidup beberapa tahun di sana, mengapa diberi kemungkinan tinggal selamanya? Walaupun kenyamanan hidup di Australia terbayang-bayang, tetapi kegelisahan terus ada di hati. Akhirnya kami dikuatkan saat membaca kisah Musa dalam Keluaran 33, “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, jangan suruh kami berangkat dari sini.� Ayat ini menjadi pegangan kami.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 133

133

3/30/17 5:37 PM


Emyl dan saya bergumul menguji ulang motivasi kami untuk pindah ke Australia. Kami mungkin sekali menikmati hidup yang lebih nyaman dan keberhasilan dalam karir. Anak-anak kami mungkin akan mendapatkan kesempatan berkembang lebih luas. Tetapi, kalau kami tidak berjalan bersama Tuhan, semua pasti akan sia-sia. Dan itulah pergumulan dan tantangan utama yang kami sekeluarga rasakan hingga saat ini. Melbourne bertahun-tahun dinobatkan sebagai “The Most Liveable City in The World�. Kota ini menawarkan berbagai kenyamanan hidup yang sulit ditandingi. Tetapi, ternyata kenyamanan bukan segala-galanya. Begitu mudah orang dalam kondisi sangat nyaman justru berpikir bahwa mereka tidak perlu Tuhan lagi. Seakan mereka bisa mendapatkan apa yang diinginkan tanpa Tuhan. Banyak bangunan gereja yang megah di Melbourne tidak lagi dipakai untuk ibadah melainkan untuk aktivitas bisnis dan wisata. Beberapa bahkan dibeli dan digunakan oleh orang-orang dari agama atau kepercayaan lain. Banyak gereja hanya dihadiri beberapa orang tua dengan tata cara ibadah dan khotbah yang nyaris tidak lagi berpusat kepada Kristus dan firman-Nya. Penginjilan juga menjadi tantangan tersendiri karena dianggap sudah tidak relevan lagi. Membesarkan anak-anak yang beranjak remaja juga sangat rumit. Kebudayaan kota yang sarat dengan dosa melanda kami setiap hari dari berbagai aspek, seakan seperti tsunami yang tidak terbendung. Apa yang bisa kami harapkan? Dalam kondisi seperti ini, percakapan Musa dengan Tuhan di atas menjadi pegangan yang kuat. Kenyamanan hidup yang sejati cuma bisa dinikmati jika Tuhan yang membimbing, di mana pun kita hidup.

134 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 134

3/30/17 5:37 PM


Saat awal datang ke Melbourne, kami agak bingung bagaimana menyekolahkan anak-anak. Yang cukup mengagetkan; hanya dengan membawa paspor Gracia dan Karin, mereka sudah langsung didaftar dan disuruh masuk sekolah keesokan harinya, tanpa ada bayaran apa pun. Yang lebih melegakan; hanya dalam dua sampai tiga minggu, mereka sudah mulai lancar berbicara bahasa Inggris. Setelah sepuluh tahun, sekarang mereka bahkan mulai kesulitan untuk berbicara bahasa Indonesia. Kami sampai harus

Liburan bersama teman-teman gereja

mengikutkan mereka kursus bahasa Indonesia yang diadakan Gereja Reformed Injili Indonesia Melbourne, di mana kami beribadah. Selain GRII, ada sekitar tiga puluh gereja lain di Melbourne yang memiliki ibadah dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Di GRII, kami merasakan persekutuan yang senada dengan apa yang kami alami di GKY BSD. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 135

135

3/30/17 5:37 PM


Emyl mengajar Sekolah Minggu

Saat ini saya melayani sebagai guru sekolah minggu, dalam kelompok tumbuh bersama, mengajar bahasa Indonesia, dan beberapa pelayanan lainnya. Emyl masih setia melayani di bidang perpustakaan, yang sudah dimulai sejak di GKY BSD bersama Pak Anton dan Ibu Sri Mulyani. Emyl saat ini bekerja di perusahaan yang melayani pembelian, pembuatan katalog dan sistem informasi buku bagi berbagai perpustakaan akademik, umum, dan spesial di seluruh Australia dan New Zealand. Awalnya, sangat sulit bagi kami berdua untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Kami harus melakukan pekerjaan apa saja supaya mendapatkan penghasilan; seperti mengantar koran, menjaga toko, mengantar surat dan barang, dan menjaga anak. Dalam semuanya itu, kami melihat anugerah dan pimpinan Tuhan selalu cukup bagi kami. Beberapa tahun kemudian kami berdua memutuskan kembali kuliah dan belajar hal yang lebih praktis yang kami sukai; dan bisa memudahkan untuk bekerja. Saya kuliah Building Design and Architecture sedangkan Emyl mengambil sistem informasi dan perpustakaan. Kami bersyukur bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan bisa bekerja di bidang yang sesuai dan sangat kami sukai sampai sekarang. Semua ini adalah anugerah Tuhan. 136 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 136

3/30/17 5:37 PM


Kami juga bersyukur, walaupun kami sibuk dengan pekerjaan dan anak-anak sibuk dengan tugastugas sekolah, ritme kehidupan masyarakat di Melbourne cukup teratur. Kami berempat pergi di pagi hari dan pulang dalam waktu hampir bersamaan. Kami semua berbagi tugas rumah tangga. Hampir setiap malam kami bisa makan malam bersama dan menutup hari dengan berdoa dan membaca firman atau membaca buku rohani bersama.

Selain disibukkan dengan berbagai pelayanan gereja, pada akhir pekan kami juga meluangkan waktu menikmati kegiatan luar rumah: seperti bersepeda, berkebun, berjalan di track, membaca di taman, mendaki, dan lain-lain. Kami menyadari keteraturan dan kenyamanan ini adalah berkat Tuhan. Kami terus bergumul agar kami boleh terus setia mengikuti pimpinan Tuhan, ke mana pun Ia mengarahkan langkah kami.

B risbane, Februari 2017: Keluarga Benyamin Hong

Tidak terasa, sudah hampir sembilan tahun kami tinggal di Brisbane, Australia. Melihat kembali ketika kami memutuskan untuk pindah, kami sangat bersyukur atas rencana Tuhan dan penyertaanNya. Tidak terpikir sebelumnya kami akan bermigrasi ke Australia. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 137

137

3/30/17 5:37 PM


Setelah saya menyelesaikan SMA di Bandung tahun 1991, orang tua saya mengirim saya ke Amerika untuk melanjutkan studi. Saya tinggal dan kuliah di Amerika selama tiga setengah tahun. Saya merasa nyaman karena lingkungannya ramah dan serba teratur. Setelah lulus, saya berencana untuk bisa bekerja dan mengajukan untuk menjadi penduduk tetap di sana. Orangtua saya mendukung agar saya bisa terus tinggal di Amerika. Namun ternyata Tuhan mempunyai rencana yang berbeda. Pada tahun terakhir kuliah, papi saya menderita kanker usus dan prostat. Papi saya adalah pelatih tenis dan dia terpaksa berhenti total dari pekerjaannya. Dengan bantuan saudara-saudara, akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah pada bulan Maret 1995. Saya memutuskan segera kembali ke Indonesia karena keadaan papi saya yang memburuk. Saya sangat bersyukur atas keputusan ini. Rencana Tuhan begitu baik sehingga saya masih bisa bertemu dan mendampingi papi selama dua bulan sebelum dia dipanggil Tuhan. Saya kemudian tinggal dan bekerja di Jakarta. Tahun 2001 saya menikah dengan Elly dan kemudian kami pindah ke Alam Sutera. Keluarga kami dianugerahi dua putri: Evelyn dan Arlene. Sejak itu, kami mulai rutin bergereja di GKY BSD. Pada tahun 2006–2008 kami dipercaya menjadi pengurus kelompok pasutri. Dengan berjalannya waktu, keinginan saya untuk bisa kembali ke Amerika tetap kuat. Namun Tuhan tetap tidak membuka jalan untuk itu. Pada akhir tahun 2006, teman kantor saya mengajak untuk mencoba melamar visa permanent resident (PR) Australia. Visa PR Australia bisa didapatkan dengan sistem poin. Ada poin untuk keahlian, ada poin untuk kemampuan bahasa Inggris, ada poin untuk pengalaman kerja, dan lain-lain. Setelah saya pelajari, saya melihat peluang saya cukup besar untuk memenuhi poin yang diperlukan.

138 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 138

3/30/17 5:37 PM


Saya belum pernah ke Australia sebelumnya, tapi saya pikir hidup di sana rasanya akan mirip seperti di Amerika. So why not? Saya kemudian menjalani proses pelamaran visa tersebut. Saya dan Elly terus berdoa kepada Tuhan; kalau memang ini sesuai dengan rencana Tuhan, biarlah kami bisa mendapatkan visa ini. Tuhan mengabulkan doa kami bahkan lebih cepat dari normal. Biasanya prosesnya membutuhkan satu setengah tahun, namun visa kami keluar dalam waktu sembilan bulan di akhir 2007. Enam bulan kemudian kami mempersiapkan kepindahaan kami. Kami benar-benar merasakan penyertaan Tuhan sehingga semua berjalan sangat baik; seperti proses menjual rumah dan isinya, mobil, dan lain-lain. Semuanya selesai sesuai rencana.

Pada bulan Juni 2008, saya beserta keluarga berangkat ke Brisbane, Australia. Di sana kami tinggal di rumah saudara karena kami tidak bisa menyewa apartemen karena belum memiliki pekerjaan dan penghasilan. Saya sangat bersyukur, dua setengah bulan kemudian saya mendapatkan pekerjaan sehingga kami bisa keluar dari rumah saudara dan menyewa apartemen sendiri. Selama itu, pada hari Minggu, kami beberapa kali pindah gereja sesuai lokasi tempat tinggal yang kami sewa. Puji Tuhan, tahun 2009 kami bisa mandapatkan pinjaman KPR dari bank sehingga kami bisa membeli rumah dan mulai menetap. Kami mulai rutin beribadah di gereja besar dengan jemaat sekitar lima ratus orang di dekat rumah kami.

Acara perpisahan dengan teman-teman GKY BSD

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 139

139

3/30/17 5:37 PM


Namun, kami merasa sulit untuk merasakan kedekatan dengan jemaatnya. Itu sebabnya, saya dan Elly sering bertanya dalam doa: Engkau sudah mengabulkan kami pindah ke Australia, apa rencana-Mu untuk kami di sini, Tuhan? Akhirnya, Tuhan menjawab doa kami. Paman saya Pdt. David Iman Santoso menelepon dan mengabarkan dia diundang berkhotbah oleh sebuah gereja Indonesia di Brisbane. Beliau ingin menginap di rumah kami. Kami sangat senang dan menyempatkan untuk ikut beribadah di gereja yang bernama Indonesian and Multicultural Church (IMC). Kami mendapatkan sambutan sangat baik dari pendeta IMC dan jemaatnya. Gereja ini hanya dihadiri 40–50 orang dan dalam waktu singkat kami bisa saling mengenal. Kami memutuskan terus beribadah di gereja ini. Dalam waktu singkat, saya diminta untuk ikut pelayanan sebagai worship leader. Saya tidak pernah menjadi worship leader sebelumnya, tapi dengan pertolongan Tuhan saya bisa menjadi worship leader hingga sekarang. Saya juga melayani di bidang IT, guru sekolah minggu, dan sebagai penerjemah. Elly melayani di komisi sekolah minggu. Evelyn dan Arlene juga senang mengikuti sekolah minggu dan bertumbuh dengan baik. Akhir kata, kami sangat bersyukur atas penyertaan Tuhan dan kami ingin sampaikan bahwa di mana pun kita berada dan ditempatkan Tuhan, setialah terus dalam melayani Tuhan 140 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 140

3/30/17 5:37 PM


Mau Mengedarkan Kantong Persembahan Saja Serombongan orang Kristen berekreasi ke sebuah pulau indah. Pada perjalanan pulang, kapal itu mengalami musibah. Kapal hampir tenggelam. Semua penumpang dikumpulkan oleh awak kapal. Kapten kapal itu mengatakan, “Semua yang hadir di sini adalah orang Kristen, saya harap ada seseorang yang mau memimpin doa untuk keselamatan kita.” Semua terdiam, tidak satu pun mau memimpin doa, mereka saling lempar pandang dan berbisik agar yang lain saja yang melakukan. Lalu kapten kapal itu bertanya sekali lagi, “Apakah ada yang mau memimpin doa?” semua tetap diam. “Kalau tidak ada yang mau berdoa, apakah ada yang mau memimpin pujian untuk Tuhan?” kapten kapal itu melanjutkan permintaannya. Lalu, datanglah seorang pemuda gagah. “Terima kasih, apakah Anda mau berdoa atau memimpin pujian?” tanya kapten kapal itu. “Tidak, saya mengedarkan kantong persembahan saja,” jawab pemuda tersebut.

Redaksi NAFIRI menyambut sumbangan humor untuk rubrik Nafiri HAHAHA! Silakan mengirimkan tulisan ke email: nafiri@gkybsd.org Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 141

141

3/30/17 5:37 PM


Johan Budihartanto:

IKUTI SAJA APA MAUNYA TUHAN, YANG PUNYA PELAYANAN 142 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 142

3/30/17 5:37 PM


/ Humprey / Awalnya belum terbayang wajahnya saat saya diminta untuk mewawancarai Johan Budihartanto. Seorang teman menggoda saya dengan berkata bahwa saya akan mewawancarai seorang pejabat– kebetulan namanya memang mirip mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sekarang menjadi staf khusus Presiden Joko Widodo bidang komunikasi.

Agar lebih akrab, mari kita berkenalan dulu dengan Johan Budihartanto. Singkatnya, Johan lahir pada tanggal 21 November 1970 di Surabaya. Walau berasal dari keluarga yang berlatar belakang keluarga Kristen, namun Johan baru menerima Tuhan Yesus secara pribadi saat berumur 21 tahun, yaitu ketika ikut membantu seniornya sebagai panitia bidang perlengkapan umum retret GKA Gloria di Batu, Malang. Johan pernah menjabat sebagai bendahara, melayani juga di bidang Persekutuan Doa, dan pernah pula menjabat sebagai majelis bidang keuangan.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 143

143

3/30/17 5:37 PM


Saat Johan melayani sebagai usher, ia pun diminta menjadi pemimpin kelompok kecil–yang dahulu namanya Better, dan sekarang menjadi Caring Group Fellowship (CGF). “Kadangkadang jemaat ada yang bingung apa bedanya CGF, GKGW, dan Komisi Pasutri; bisa tolong sekalian diterangkan agar pembaca Nafiri mengetahuinya?” tanya saya. “Gini … GKGW itu di bawah Komisi Pasutri, fokusnya lebih mengajarkan pasangan muda untuk mendidik anak sampai usia SMP; sedangkan CGF fokusnya lebih untuk menjangkau jemaat yang belum punya wadah persekutuan, yang belum terjangkau oleh komisikomisi ini,” jawab Johan.

Johan bertemu calon istrinya di tempat kerja–cinlok istilahnya, kata Johan– dan selanjutnya pada tahun 2000 Johan memulai hidup berkeluarga. Pada bulan April tahun 2004 bersama istri dan anaknya yang saat itu baru berumur 1,5 tahun ia memutuskan untuk pindah ke Serpong. Pelayanan awalnya di GKY BSD adalah sebagai usher dan terakhir sebagai Koordinator Kebaktian Umum 1. Sejak tahun 2015 ia dipercaya sebagai Majelis Sub Bidang Pemerhati dan Perlawatan, di bawah Bidang Persekutuan. Bercerita sedikit mengenai suka duka saat menjadi usher; yang terpenting sebagai usher adalah ketepatan waktu, kesiapan hati untuk menyambut, dan dengan senyum yang terbaik.

Sub Bidang Pemerhati sendiri saat ini menangani tujuh belas kelompok CGF, dan dalam satu tahun kurang lebih mengadakan sembilan kali pertemuan (sebulan sekali). Pembekalan masingmasing CGF Leader (CGL) diadakan satu minggu sebelumnya untuk jadwal persekutuan di awal bulan. Tujuan CGF adalah memperhatikan. Dengan desain awal maksimal dua belas orang, diharapkan kelompok yang kecil ini lebih erat dan terbuka; karena kalau terlalu banyak malah seperti persekutuan rutin. Bila lebih dari dua belas orang maka harus dipecah (dibagi) lagi. Tahun ini tema CGF lebih ke pemuridan sesuai tema gereja “Menjadi dan Menjadikan Murid”. Durasi pertemuan CGF didesain sebenarnya hanya tujuh puluh menit, tetapi bisa saja lebih lama tergantung

144 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 144

3/30/17 5:37 PM


dari masing-masing kelompok yang mengadakan pertemuan. Sub Bidang yang menangani Perlawatan memiliki jadwal perlawatan majelis dan hamba Tuhan setiap hari Kamis yang dibagi berdasarkan wilayah-wilayah. “Tahun ini kami mau melibatkan CGL dan hamba Tuhan pendamping. Perlawatan saat ini lebih ditujukan untuk jemaat yang sudah lama tidak ikut persekutuan, misalkan karena sakit,” kata Johan. “Untuk pemuridan sendiri sebenarnya harus punya struktur data sistematis, data yang ada per komisi harus diintegrasikan, lalu diberikan per wilayah; udah ikut kebaktian berapa; dan melibatkan seluruh pengurus di tiap komisi, jadi bisa terdata keluarganya–misal ternyata ada anak remaja yang belum ikut komisi remaja, dan lain-lain,” tambahnya. Perlawatan ini biasanya memiliki format untuk mendoakan dan melawat serta mengetahui apa penyebabnya jemaat tidak datang ke gereja.

oleh yang punya pelayanan–yaitu yang diinginkan Tuhan–dengan suatu waktu tertentu yang diberi-Nya, di dalam rencana-Nya.” Tantangannya? Biasanya saya yang bertanya duluan mengenai tantangan, namun kali ini justru Johan yang bertanya dan menceritakan tantangan dalam kemajelisan ini. “Kadang kita yang terbiasa bekerja, kita terbiasa diajarkan untuk menyelesaikan segala sesuatu dan mencari solusinya. Hal ini bisa berimbas pada pelayanan, kebablasan, kita jadi ga sabar nunggu, padahal jawaban Tuhan kan bisa ‘ya, tidak, atau tunggu’. Kita sering kali mendahului yang punya pelayanan, mendahului Tuhan. Jadi yang penting ya mengendalikan diri, dan bertanya apa yang sebenarnya Tuhan inginkan.” Bergumul dengan tantangan yang ada, kiranya Tuhan senantiasa menyertai pelayanan Johan dan keluarga

Berbicara mengenai memuridkan, sebenarnya bukan artinya harus menjadi murid Kristus yang sempurna dulu. Bahkan dengan bercerita kepada orang lain bahwa Tuhan Yesus telah menyentuh hidup kita, itu pun sudah memuridkan. Ditanya mengenai harapannya dalam kemajelisan ini, Johan menjawab, ”Harapannya adalah apa yang kita lakukan sesuai dengan yang diinginkan

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 145

145

3/30/17 5:37 PM


ASYIKNYA BELAJAR DI KEPAK 146 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 146

3/30/17 5:37 PM


Tanpa terasa Program KePaK (Kelas Pembinaan Kristen) telah memasuki semester ke-6 sejak pertama kali diluncurkan oleh Sub Bidang Pelayanan Warga Gereja GKY BSD. KePaK merupakan salah satu program pembinaan untuk memperlengkapi jemaat dalam pengetahuan tentang Alkitab dan pertumbuhan iman Kristen. Sejak tiga tahun yang lalu ketika KePaK diluncurkan, respons dari jemaat terlihat cukup baik, bahkan ada beberapa peserta yang datang dari gereja lain selain jemaat GKY BSD. KePaK Semester VI yang dimulai 27 Januari 2017 diikuti oleh 68 orang. Redaksi sempat berbincang-bincang dengan beberapa peserta, antara lain; Ria Yoe yang merupakan peserta yang baru pertama kali ikut KePaK. Ria mengatakan bahwa ketertarikannya mengikuti KePaK adalah karena tema yang menarik dan harapannya ingin belajar menjadi murid Kristus yang autentik serta memperlengkapi diri dalam pelayanan. Peserta lain, Djenny Tanius yang sejak pertama kali Program KePaK diluncurkan tidak pernah absen, memberikan masukan agar tema dapat diselingi dengan hal-hal yang membahas Etika Kristen sehingga peserta lebih mudah mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. KePaK adalah program pembinaan dengan tujuan agar jemaat bukan hanya memahami isi Alkitab dan mengalami pertumbuhan iman secara pribadi, tetapi juga diharapkan bisa ‘mengepakkan’ sayapnya jauh tinggi ke angkasa mengatasi segala persoalan hidup dan ‘terbang keluar dari sarangnya’ menuju orang-orang yang belum percaya untuk dibawa mengenal Kristus.

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 147

147

3/30/17 5:37 PM


Inawaty Teddy, B. Comm., Th.M.

148 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 148

3/30/17 5:37 PM


KePaK Semester VI ini membahas dua topik yakni Kitab Hosea dan Kitab Yunus. Topik pertama (21 Januari 2017 dan 25 Maret 2017) membahas Kitab Hosea, dimana peserta akan melihat bagaimana kasih Tuhan dinyatakan dengan begitu indah dalam kitab Hosea; ketika kasih ditunjukkan melalui kehidupan Nabi Hosea yang harus menikahi seorang perempuan sundal, dan kemudian menebus kembali isterinya walaupun terus-menerus bersundal. Kasih Tuhan bukan kasih yang tanpa disiplin, dan karenanya peserta juga akan melihat dan belajar tentang kasih ajaib itu dari perpaduan antara kasih dan keadilan Tuhan dalam kitab Hosea. Topik kedua (6 Mei 2017 dan 3 Juni 2017) membahas Kitab Yunus, dimana peserta akan melihat pergumulan seorang nabi yang tidak dapat menerima ketika Tuhan menunjukkan anugerah dan belas kasihan-Nya kepada kota Niniwe, ibu kota Asyur yang jahat, yang juga merupakan musuh bangsa Israel. Peserta juga akan membahas arti dari pernyataan “Menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya”. Bukankah Allah itu kekal dan tidak berubah? Bagaimana Allah yang tidak berubah itu kemudian menyesal setelah merancang sesuatu hal? Dalam pembicaraan redaksi Nafiri di sela coffee break dengan Pengajar, Ibu Inawaty Teddy, B. Comm., Th.M. yang merupakan dosen tetap bidang Perjanjian Lama dan Pembantu Ketua 1 STT Reformed Indonesia dan dosen tamu di STT Reformed Injili Internasional tentang tolok ukur kesuksesan sebuah pembinaan berbentuk kelas seperti KePaK, beliau berpendapat, ”Gereja dapat melihat adanya pertumbuhan iman dan perubahan hidup jemaatnya setelah mengikuti kelas pembinaan menjadi semakin mengasihi dan menyerupai Tuhan Yesus. “ Mari bergabunglah dengan Program KePaK, karena Anda akan mendapatkan jawabannya. Materi disiapkan secara sistematis dan disampaikan dengan metode belajar dan diskusi yang menarik. Ayo tunggu apa lagi?

/ Kevin Kowinto

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 149

149

3/30/17 5:37 PM


Revive Hope Goods:

Mengubah Sampah Jadi Harta Karun 150 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 150

3/30/17 5:37 PM


/ Jesslyn Catherine /

Di tengah serbuan kemajuan teknologi dan berbagai kemudahan hidup, masih adakah masyarakat urban–termasuk di daerah Serpong–yang masih peduli pada pemanfaatan sampah untuk didaur ulang? Masak iya sih masih ada yang tergerak memanfaatkan sampah?

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 151

151

3/30/17 5:37 PM


Eh … ternyata ada. Dan agak malu juga rasanya karena salah satu dari sedikit yang peduli adalah seorang perempuan berkebangsaan Amerika: Samantha Beach. Sam–nama panggilannya– sedang berjuang untuk semakin memantapkan komunitas Revive Hope Goods yang dia rintis pembentukannya pada tanggal 25 April 2016. Setiap Kamis pagi, tiga perempuan berkumpul di rumah Sam di Bumi Serpong Damai untuk mengolah sampah menjadi barang-barang yang mempunyai nilai komersial. Di bawah bimbingan Sam, tiga ibu rumah tangga–Marni, Ipat, dan Nur–mengolah sampah menjadi berbagai produk perhiasan yang sangat menarik. Barang-barang buangan; seperti kertas bekas, majalah, kaleng minuman, kain perca, dan lain-lain diolah dan disulap menjadi produk-produk perhiasan yang bisa membuat bangga siapa saja yang mengenakannya. Apa yang dilakukan Sam bersama Marni, Ipat, dan Nur ini sejalan dengan tagline komunitas Revive Hope Goods (RHG), yaitu mengubah “Trash into Treasure” atau ‘sampah menjadi harta karun’.

152 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 152

3/30/17 5:37 PM


Berjuang Bersama Samantha memiliki toko kue yang sedang berkembang saat di Amerika. Impiannya untuk terus membesarkan toko kuenya buyar ketika suaminya mendapat penugasan ke Indonesia dan Sam harus ikut mendampingi. Semula dia sempat merasa terpukul mengapa karirnya sebagai pengusaha harus berakhir. Tetapi, setelah berada di Indonesia, dia mulai bergumul dengan Tuhan akan apa yang Tuhan inginkan bagi hidupnya agar dapat membawa manfaat bagi orang lain. Sudah cukup lama, dia memang mempunyai kerinduan untuk membuat langkah sederhana dalam memanfaatkan sampah. Dia sempat bergabung dengan sebuah komunitas pemulung dan mengajarkan pembuatan perhiasan dari sampah. Sayang kerjasama itu tidak berlanjut karena kepercayaan yang diberikan oleh Sam tidak direspons secara positif oleh pengelola komunitas ini. Itu sebabnya, Sam memilih membentuk RHG dengan mengajak Marni, Ipat, dan Nur–yang sudah dia kenal di komunitas itu–untuk bergabung dan berjuang bersama-sama. Dia berharap, jika upaya bisnis yang dirintis oleh RHG semakin maju akan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga ketiga mitra kerjanya. Dengan pengalaman dan perjalanan hidupnya yang memang lebih bervariasi; Sam ingin membimbing Marni, Ipat, dan Nur untuk memproduksi perhiasanperhiasan yang kreatif, cantik, berkualitas, dan indah dari barang-barang yang dianggap tidak ada nilainya lagi. Kegiatan komunitas RHG berlokasi di rumah Sam di BSD. Setiap Kamis pagi mereka berkumpul untuk bekerja bersama; seperti mencari bahan-bahan yang dapat dijadikan bahan baku, belanja kebutuhan penunjang, dan saling bertukarpikiran tentang produk-produk yang akan dibuat. Makan siang bersama semakin menyatukan mereka. Sam dan ketiga ibu rumah tangga ini akhirnya menjadi sahabat karib. Sam merasa sangat terbeban untuk membantu meningkatkan kesejahteraan Marni, Ipat, dan Nur yang semula bekerja sebagai pemulung. “Mereka selalu murah senyum padahal kehidupan mereka sangat sulit dan kekurangan,� kenang Sam. Suami mereka memiliki penghasilan yang sangat terbatas. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 153

153

3/30/17 5:37 PM


Dia berharap, melalui kegiatan yang dirintis RHG, ketiga sahabatnya ini akan mendapatkan kesempatan lebih baik untuk memajukan taraf hidupnya. Dia berharap mereka bertiga akan lebih berani bermimpi dan menumbuhkan harapan untuk meraih kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Suami mereka juga mulai aktif membantu mencari barang-barang bekas dengan spesifikasi yang dibutuhkan; seperti pop tab kaleng minuman ringan, majalah bekas, dan lainlain. Sam mengumpulkan kain perca dari teman-temannya pengusaha butik di Jakarta. Hasil yang telah diraih oleh RHG selama enam bulan berkegiatan cukup menjanjikan: sekitar US$6.000 (sekitar Rp80 juta). Hasil ini dikelola dan dinikmati secara bersama oleh kelompok. “Sekarang bahkan suami kalian bisa datang pada kalian dan meminjam uang, kan? Hahaha,” kelakar Sam pada sahabatsahabatnya. RHG sudah membuat dua puluh macam desain produk untuk dipasarkan. Marni, Ipat, dan Nur yang membuat kreasinya dengan arahan Sam. Mereka juga memperkaya imajinasi dengan melihat-lihat berbagai perhiasan melalui Pinterest. Selama ini, penjualan produk-produk RHG dilakukan melalui website dan butik milik teman-teman Sam, dan juga pada acara-acara women’s bazaar di Amerika. Sam sempat membawa hasil karya RHG untuk dipasarkan di Amerika saat dia melakukan perjalanan ke sana. Melalui RHG, Sam bukan hanya sekedar membagikan keterampilan dan kemampuan pembuatan perhiasan kepada para sahabatnya. Sam juga memberdayakan mereka agar bisa lebih kuat dan berani menjalani hidup serta lebih optimis akan hari depan mereka. Tetapi, hubungan mereka bukan hanya berjalan satu arah. Marni, Ipat, dan Nur juga telah mengubah kehidupan Sam. Batinnya juga sudah diperkaya melalui interaksinya dengan mereka bertiga. “Mereka adalah sahabat dan sudah seperti saudara bagi saya,” ujar Sam. “Saya bersyukur hidup saya boleh bersinggungan dengan hidup mereka bertiga.” 154 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 154

3/30/17 5:37 PM


Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 155

155

3/30/17 5:37 PM


Sam juga sering mengundang suami dan anak-anak sahabat-sahabatnya ini datang ke rumahnya pada akhir pekan. Mereka menikmati saat-saat bermain, berenang, dan makan siang bersama. Lebih Menghargai Jika suatu saat nanti Sam harus kembali ke Amerika; dia berharap agar Marni, Ipat, dan Nur akan dapat meneruskan bisnis perhiasan barang bekas yang sudah dikembangkan melalui RHG. “Saya akan aktif membantu untuk memasarkan produkproduk mereka di Amerika yang masyarakatnya lebih mengerti dan lebih menghargai produk-produk daur ulang.� Sam optimis pasar Amerika punya potensi sangat baik bagi produk-produk perhiasan yang diproduksi RHG karena animo cukup tinggi dan regulasi pemerintah lebih menunjang untuk penggunaan produk-produk daur ulang. Salah satu kendala yang dihadapi Sam selama menjalani usaha bersama ketiga sahabatnya adalah bahasa dalam berkomunikasi. Untunglah Marni memiliki bahasa Inggris cukup baik sehingga arahan-arahan yang disampaikan atau ditulis dapat dimengerti oleh Ipat dan Nur setelah diterjemahkan oleh Marni. Marni, Ipat, dan Nur merasa bersyukur karena Sam benarbenar menganggap mereka sebagai bagian dari keluarganya. Walaupun mereka tinggal di daerah Cirendeu, tiap Kamis pagi mereka dijemput oleh sopirnya Sam untuk bersama-sama menjalankan RHG. Sepanjang hari, mereka beraktivitas bersama secara sangat produktif dan akrab. Mereka sangat mengapresiasi pelatihan dan standar mutu perhiasan yang sangat tinggi yang diinginkan Sam. Perhiasan yang diproduksi bukan hanya harus tampak indah, tetapi juga harus tahan lama, tidak mudah berubah warna, dan tidak memicu alergi. Mereka berharap akan dapat memproduksi lebih banyak lagi model-model perhiasan berkualitas prima dari bahan daur 156 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 156

3/30/17 5:37 PM


ulang sehingga masyarakat Indonesia semakin sadar dan lebih banyak lagi yang mau menggunakannya. Marni, Ipat, dan Nur memandang sosok Samantha sebagai perempuan yang sangat lemah lembut. Sam– menurut mereka–sangat peduli pada sesama walaupun berbeda kebangsaan dan berbagai perbedaan lainnya. Sam juga mau bekerja keras dan berkorban banyak hal untuk membukakan kesempatan bagi mereka dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Mereka berharap akan dapat terus mengembangkan RHG dalam jangka panjang. Melalui Revive Hope Goods, Sam benar-benar telah menumbuhkan harapan bagi kehidupan Marni, Ipat, dan Nur … dan itu dilakukan dengan mengubah ‘sampah menjadi harta karun’ … Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:39) Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 157

157

3/30/17 5:37 PM


ASI ND

KOME RE

JUDUL BUKU

Radical PENGARANG

David Platt JUMLAH HAL.

229

David Platt adalah presiden dari International Mission Board (IMB). Sebelumnya dia menjabat sebagai gembala sidang gereja The Church St Brook Hills di Birmingham, Alabama. David menulis buku Radical yang intinya adalah mengikut Yesus tak peduli betapa pun harga yang harus ‘dibayar’. Buku ini penuh dengan tantangan, pergumulan, serta pengalaman pribadi David dalam perjalanan hidupnya membayar harga dalam mengikut Tuhan, mewartakan Injil, dan menjadi 158 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 158

3/30/17 5:37 PM


saksi hidup bagi Tuhan. Mencengangkan, ketika ia yang sudah ‘diklaim’ sebagai pendeta megachurch termuda sepanjang sejarah di Amerika Serikat, bukannya bangga namun malah merasakan gelisah dalam dirinya karena teladannya adalah Yesus Kristus– pendeta minichurch termuda sepanjang sejarah. Ajakan Yesus dalam Alkitab, ”Pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orangorang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga.” Sebagaimana Ia berkata juga pada para muridNya dalam Matius 13, ”Hal kerajaan surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” Pertanyaan besar yang dilontarkan David pada setiap orang yang mengakui Yesus atau ingin mengikut Dia, ”Apakah kita benar-benar percaya bahwa kita layak untuk meninggalkan segala sesuatu bagi-Nya? Apakah kita percaya bahwa Yesus begitu baik, memuaskan dan memenuhkan sehingga kita rela meninggalkan apa yang kita punya untuk menerima kepuasan dan kepenuhan dari-Nya?” Pembuktian demi pembuktian dimuat dalam buku ini, betapa Allah yang luar biasa bisa memakai orang-orang Kristen biasa untuk menunjukkan kuasaNya. Seorang pebisnis bernama Jeff menceritakan kisah hidupnya dalam salah satu konferensi. Demikian saduran pidatonya. Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 159

159

3/30/17 5:37 PM


Karier saya adalah sebuah pusaran angin puyuh total dalam banyak cara yang lebih sukses daripada yang pernah saya harapkan. Saya membayar pajak lebih besar daripada yang pernah saya duga dalam setahun penuh. Saya benar-benar diberkati. Kami membeli rumah impian tepat di lingkungan yang selama ini kami inginkan. Saya membeli BMW, rumah besar di tepi pantai, dan kami pergi liburan ke tempat-tempat yang hebat. Di atas segalanya saya berhasil mengelola sebuah bisnis yang sangat saya cintai di bidang industri yang saya minati. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya dan saya tidak tahu apa itu. Saya sudah menjadi orang Kristen sejak berusia tujuh tahun. Tapi, lewat pengejaran saya akan bisnis dan sukses, ternyata saya telah menggantikan pencarian akan Tuhan dengan pengejaran akan benda-benda dan kesuksesan. Lalu sesuatu terjadi, dan hal itu mengubah kehidupan saya. Saya sedang berdiri di tempat pembuangan sampah di Tegucigalpa, Honduras. Saya melihat lelaki, perempuan, dan anak-anak yang hidup di tempat pembuangan sampah. Mereka mengais sampah demi makanan dan tidak punya tempat tinggal. Tercenung oleh kenyataan dimana orangtua membesarkan anak-anaknya di tempat pembuangan sampah, saya mencapai titik perubahan ketika melihat perempuan hamil delapan bulan sedang berjalan dan berpapasan dengan saya. Ia mencari-cari makanan.

160 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 160

3/30/17 5:37 PM


Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, fakta bahwa ada bayi di dalam kandungan di tempat pembuangan sampah itu atau fakta bahwa bayi itu akan terlahir di sana. Di tengah-tengah pemandangan ini, Allah bertanya kepada saya, �Apa yang akan kau lakukan dengan apa yang sudah Kuberikan kepadamu? Bagaimana kau akan menggunakan pengaruhmu, kepemimpinanmu, dan sumber dayamu bagi dunia di sekelilingmu?� Allah senang memakai orang-orang Kristen awam seperti Anda dan saya, asalkan kita mau melepaskan keakuan kita dan memilih untuk percaya pada pemeliharaan Allah yang luar biasa. Allah bersiap dan berdiri untuk memberikan kuasa-Nya bagi semua orang yang bergantung radikal kepada-Nya dan mengabdi radikal bagi kemuliaan-Nya. Akhirnya, buku ini wajib dibaca oleh kita semua ... paling tidak untuk mengingatkan: Jangan sampai kita kehilangan harta surgawi yang kekal karena puas dengan perhiasan kecil duniawi

/ Lily Ekawati

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 161

161

3/30/17 5:37 PM


Seminar Pembinaan

Adventures in Cyberspace: FRIEND OR FOE FOR OUR FAMILY

Seminar yang dilaksanakan tanggal 25 Februari 2017 ini memberikan informasi amat penting bagi jemaat terhadap perkembangan teknologi khususnya teknologi internet (siber) yang sangat cepat.

162 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 162

3/30/17 5:37 PM


Pembicara seminar, Ev. Ang Wie Hay, M.Sc. M.Div. yang lulusan dua program master dari Osaka Prefecture University dan Kobe Lutheran Theological Seminary Jepang ini mengatakan bahwa di zaman modern ini manusia mempertuhankan ‘smart technology’. Teknologi internet ini mengubah gaya dan cara hidup manusia di zaman modern sekarang dan tidak mungkin untuk mengerem kecepatan perkembangan teknologi, atau mundur ke belakang. Pergeseran cara dan gaya komunikasi yang dulu adalah ‘face to face’ bergeser menjadi ‘image to image’ bahkan ‘text to text’. Manusia zaman sekarang cenderung tidak mau atau enggan bertemu dengan manusia lainnya secara langsung, dan digantikan dengan pertemuan secara virtual di dunia maya. Bahkan bagi orang Kristen, sekarang sudah ada yang namanya “iChurch” atau gereja virtual. Jemaat tidak perlu

datang ke gereja dan berkumpul, kalau mengumpulkan persembahan dilakukan lewat transfer atau gesek kartu kredit. Tetapi pertanyaannya, apakah teknologi yang semakin modern ini membuat kehidupan manusia semakin baik? Selain dampak terhadap pergeseran cara berkomunikasi, teknologi siber menggeser budaya dan norma hidup manusia dengan tool media sosial sebagai alat marketing. Dengan adanya tool ini, maka yang tersaji ke ruang publik sudah bercampur baur antara berita yang benar dan hoaks. Manusia tidak peduli dan tidak mengecek validitas suatu informasi; sebab yang menjadi patokan adalah antara populer dan tidak populer, bukan benar atau bohong. Dengan kecanggihan teknologi siber; muncullah e-pornography (pornografi virtual), dan menjamurnya Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 163

163

3/30/17 5:37 PM


game online dengan segala macam variasi yang membuat pelakunya kecanduan. Bahkan dengan teknologi digital yang semakin lama semakin canggih, image-image foto dapat diedit sedemikian rupa sehingga mengakibatkan persentase jumlah orang dengan “wajah jelek” menurun drastis. Dunia siber adalah dunia editan. Jika kita menengok ke belakang sejenak, sebenarnya teknologi diciptakan guna membantu kita mengefisiensikan waktu kita, karena semua proses yang dulunya dikerjakan manual sekarang menjadi otomatis dan cepat. Tetapi nyatanya, sekarang justru kita kehabisan waktu oleh teknologi karena seluruh fokus dan perhatian kita sudah kita curahkan

bersama dengan teknologi di setiap ruang kehidupan kita. Manusia menciptakan teknologi, namun setelah jadi justru teknologi menguasai seluruh aspek kehidupan kita. Di Jepang, sudah lazim seseorang hidup hanya ditemani oleh robot, sebab semua kebutuhannya dapat dipenuhi oleh robot. Kita, dapat bertanya apa saja kepada Google dan langsung dijawab dalam hitungan detik. Fenomena ‘from God to Google’ benarbenar terjadi. Akibatnya; manusia menjadi tidak terlalu memerlukan Tuhan sebab Tuhan kalau ditanya tak langsung menjawab, sedangkan Google langsung menjawab. Inilah peperangan di era digital, sebab Iblis pun menggunakan internet sebagai corong nabi-nabi palsu. Mereka bergerak begitu cepat dengan menyebarkan pengaruh buruk dan berbahaya lewat internet. Cukup dengan satu klik, maka tersebarlah ‘virus’ mematikan tersebut. Dan ‘virus’–pengaruh buruk–tersebut dengan mudah masuk ke setiap ruang kehidupan kita dan tersimpan di gadget kita. Apa jadinya jika anakanak kita memegang gadget dengan

164 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 164

3/30/17 5:37 PM


bebas tanpa pengawasan orangtua? Di depan 143 orang peserta seminar, Pembicara mengatakan, bahwa saat ini persekutuan dalam keluarga adalah ujung tombak untuk menangkis ‘virus’ yang menjalar tersebut. Setiap keluarga harus menggalakkan saat teduh bersama karena inilah cara yang paling efektif untuk melindungi keluarga. Orangtua harus mengajar anak-anaknya secara berulang-ulang tentang pentingnya ketaatan, kekudusan, dan iman. Keluarga merupakan lembaga yang dibentuk oleh Tuhan sendiri dan Tuhan tidak ingin keluarga kita hancur karena teknologi ciptaan manusia sendiri. Pembicara juga membagikan pengalamannya dalam keluarganya sendiri bagaimana membuat rule (aturan) dan menegakkan aturan tersebut di dalam keluarga, dan selalu mendampingi anak-anak ketika mereka menggunakan teknologi. Teknologi adalah alat untuk membantu kita, jadi teknologi–khususnya teknologi internet–sama sekali bukan musuh kita, sebab banyak hal yang positif yang bisa kita dapatkan jika kita menggunakannya dengan bijak. Namun, jika kita tidak berhati-hati, teknologi itu justru akan mengontrol hidup kita dan mengendalikan kita sehingga kita sulit untuk keluar dan melepaskan diri

/ Titus Jonathan

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 165

165

3/30/17 5:37 PM


浅思作主�� 论到作基督的门徒,在新约充 满了如何作门徒的教训及其相关的 事。在我们主耶稣的教导中,如何 作门徒占了极重的位置。今日借此 机会与诸位同蒙天召的圣洁弟兄姐 妹们,一同来思想这个题目。

166 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 166

3/30/17 5:37 PM


/ GI Huang Hua /

一.什么是门徒? 要作基督的门徒,首先当明了“门徒”的观念。读过 《论语》的人就比较能够明白,凡拜孔子门下“随侍在旁 的弟子”,是为孔子的“门徒”,也就是“门生”、“学 生”。由此看来,我们现今只是来教会以聚会、查经来学 习作门徒是不够的;就像在课堂里上课一样,总有不能完 全之处。因为,一下课就结束了受教的关系,缺乏生活上 的学习、实践与督促。也许课暇之余,仍然可以有些切磋。 但总不像孔子或耶稣的时候,师徒生活同在一起,门徒的 学习与生活能够一致。其实天主教就有些修会是如此,尤 其在更早的时候,这不失为一个好的榜样。当然比较过去 的社会,我们现在比较不可能同住一起;但仍然希望在此 有些分享,盼望能帮助弟兄姐妹们了解一些关于作门徒的 事;否则只有自己学,即使学得很好,仍是不足的。 “门徒”(disciples)这个字,旧约的时候很少使用; 比如:王上 20:37;王下 4:1、38,5:22,6:1,9:1;赛 8:16,有说到“先知门徒”;摩 7:14,和合本泽作“先知 的门徒”,原文是“先知的儿子”。直到新约耶稣和使徒 的时候,才大大的使用了。但我们先要澄清一个观念:无 论是新约或旧约,每一个跟随神、信靠神的人,都是主的 门徒。要知道:每一个基督徒都要跟随主,作祂的门徒, 遵守祂的教诲,作一个时时刻刻都信靠神的人;并不是特 别属灵的才是主的门徒,也不是只有礼拜天才作主的门徒, 敬拜神、认识神。 Nafiri MARET 2017 167 今日教会,一说到“门徒训谏”,通常将它定义为较 进深的、较属灵的、或较爱主的人所做之事。可是,《马 太福音》28:19 节说到主耶稣给我们的大使命是:“你们 NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 167 3/30/17 要去,使万民作我的门徒……”祂不是说:“使万民信靠

5:37 PM


论是新约或旧约,每一个跟随神、信靠神的人,都是主的 门徒。要知道:每一个基督徒都要跟随主,作祂的门徒, 遵守祂的教诲,作一个时时刻刻都信靠神的人;并不是特 别属灵的才是主的门徒,也不是只有礼拜天才作主的门徒, 敬拜神、认识神。 今日教会,一说到“门徒训谏”,通常将它定义为较 进深的、较属灵的、或较爱主的人所做之事。可是,《马 太福音》28:19 节说到主耶稣给我们的大使命是:“你们 要去,使万民作我的门徒……”祂不是说:“使万民信靠 我。”也不是说:“使万民受洗。”当然,万民都要信靠 祂,也都要受洗;但主耶稣强调的是“使万民作我的门 徒”。我们传扬福音,就是希望每个人都能信靠耶稣,作 祂的门徒。因此,凡是基督徒,都应该受门徒的教训,学 习作主的门徒(徒 11:26),也就是要学习信靠、跟随、 顺服主耶稣。期盼弟兄姐妹能够了解――我们“信靠耶 稣”,就是“跟随主”,就是“作主门徒”。虽作主门徒 是神的拣选,并不是我们能作的选择;但我们既作了主的 门徒,就要继续的、全然的信靠祂、跟随祂、顺服祂。

168 EXTRAORDINARY DISCIPLES

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 168

3/30/17 5:37 PM


二.如何作主门徒? 如何作主的门徒呢?简单来说:就是效法基督,顺从 圣灵而行。彼得曾劝勉古时那些教会中的人说∶“你们蒙 召原是为此;因基督也为你们受过苦,给你们留下榜样, 叫你们跟从衪的脚踪行。”(彼前 2∶21)保罗为基督门 徒的生活下的定义是∶“你们当顺著圣灵而行,就不放纵 肉体的情欲了。”如此我们要作耶稣基督的真门徒,在地 上见证神国的福音就要有三个目标: 首先对自己∶要成为像基督一样的人。门徒的一个基 本目标就是学像基督(路 6∶40)。保罗也认为这是神永 恒预定和拣选的终极目标(罗 8∶29)。学像基督的过程 将门徒带进与主耶稣基督的亲密关系中,而这正是每一个 门徒的人生目标。其次对其他门徒∶当以基督一样的爱心 彼此服事。基督给门徒的新命令是“彼此相爱”。这种 “彼此相爱”的性质是由基督对门徒的爱来规定的(约 13∶ 34-35)。马可福音 10∶45 总结了这种爱的具体形式∶ “因为人子来,并不是受人的服事,乃是要服事人,并且 要舍命,作多人的赎价。”耶稣为我们付上生命的代价, 使我们从罪的刑罚和权势下释放出来,从而使我们脱离骄 傲和自我中心的动机,使我们能够在爱心服事上以别人为 焦点(可 10∶35-45)。保罗也强调耶稣倒空自己,降卑 成为一个奴仆。耶稣为基督徒提供了榜样,使他们也能这 样来彼此相待(腓 2∶1-8)。最后对世界∶按基督的条件 承担大使命。通过衪的大使命,耶稣宣告了门徒所承担的 对世界的责任∶去使万民作主的门徒。使万民作主的门徒 就是对那些未领受罪得赦免的人传讲福音,使他们成为跟 从主耶稣的人。这个使命在初期教会按字意得到落实,门 徒们从耶路撒冷、犹大全地、撒马利亚,直到地极宣讲耶 稣,并造就门徒。与今日的实际情况不同的是,在早期教 会,相信福音信息也就是成为门徒(徒 4∶32;6∶2)。 Nafiri MARET 2017 169 门徒不仅承担了主的大使命,而且是按耶稣的条件来承担 的,这就是走耶稣的道路(可 8∶34),并依靠圣灵的能 力(路 24∶49;徒 1∶8)。 NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 169 3/30/17

5:37 PM


样来彼此相待(腓 2∶1-8)。最后对世界∶按基督的条件 承担大使命。通过衪的大使命,耶稣宣告了门徒所承担的 对世界的责任∶去使万民作主的门徒。使万民作主的门徒 就是对那些未领受罪得赦免的人传讲福音,使他们成为跟 从主耶稣的人。这个使命在初期教会按字意得到落实,门 徒们从耶路撒冷、犹大全地、撒马利亚,直到地极宣讲耶 稣,并造就门徒。与今日的实际情况不同的是,在早期教 会,相信福音信息也就是成为门徒(徒 4∶32;6∶2)。 门徒不仅承担了主的大使命,而且是按耶稣的条件来承担 的,这就是走耶稣的道路(可 8∶34),并依靠圣灵的能 力(路 24∶49;徒 1∶8)。 综上所述,我们看见作主门徒就是:蒙耶稣基督的拣 选和呼召,进入神的新约群体(以水礼和圣餐为表记), 并跟从耶稣的人。他们蒙召的目标主要有三项∶(1)对自 己成为像基督一样的人;(2)对其他门徒以基督一样的爱 心服事;(3)对世界按基督的条件承担大使命。

三.作主门徒的代价! 论到作门徒主耶稣在,马太福音 10:37-38 中说: “爱父母过于爱我的,不配作我的门徒,爱儿女过于爱我 的,不配作我的门徒。不背着他的十字架跟从我的,也不 配作我的门徒。”在此,基督肯定而清晰地指出;作祂的 门徒不是轻而易举地仅仅赞同一个教条就够了,乃要付出 代价。这样作门徒毫不动人、也不令人兴奋,而是严格无 比。主耶稣没有表示作门徒是轻松愉快的,反而强调个中 的艰辛和危险。不是充满应许、足登银履的道路,却是怪 石嶙峋、脚穿铁鞋的途径。主从不抛出诱饵以吸收新血, 也不遮掩作衪门徒所需付出的代价,每一个跟从衪的人都 得张大双目才行。 为什么我们的主,要将作门徒的条件定得如此严厉, 以致可能失去众人的支持?因为衪重质不重量,衪要的是经 过挑选的人。象基甸的军队,在危机来临时,衪能信任他 们那不可摇动的忠诚。衪要的是值得信任的门徒,在建立 170 EXTRAORDINARY DISCIPLES 衪的教会或与恶魔争战时他们能靠得住(路 14:29、31)。 一旦门徒认识到了基督的尊贵和荣耀,以及他应召入伍的 NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 170 目标,他就会甘心乐意付上任何牺牲。

3/30/17 5:37 PM


三.作主门徒的代价! 论到作门徒主耶稣在,马太福音 10:37-38 中说: “爱父母过于爱我的,不配作我的门徒,爱儿女过于爱我 的,不配作我的门徒。不背着他的十字架跟从我的,也不 配作我的门徒。”在此,基督肯定而清晰地指出;作祂的 门徒不是轻而易举地仅仅赞同一个教条就够了,乃要付出 代价。这样作门徒毫不动人、也不令人兴奋,而是严格无 比。主耶稣没有表示作门徒是轻松愉快的,反而强调个中 的艰辛和危险。不是充满应许、足登银履的道路,却是怪 石嶙峋、脚穿铁鞋的途径。主从不抛出诱饵以吸收新血, 也不遮掩作衪门徒所需付出的代价,每一个跟从衪的人都 得张大双目才行。 为什么我们的主,要将作门徒的条件定得如此严厉, 以致可能失去众人的支持?因为衪重质不重量,衪要的是经 过挑选的人。象基甸的军队,在危机来临时,衪能信任他 们那不可摇动的忠诚。衪要的是值得信任的门徒,在建立 衪的教会或与恶魔争战时他们能靠得住(路 14:29、31)。 一旦门徒认识到了基督的尊贵和荣耀,以及他应召入伍的 目标,他就会甘心乐意付上任何牺牲。 几世纪前,有一个东方的国王,他的军队出去侵略他 国,几乎无往不利,所向无敌。大军逐渐逼近一个名叫塔 伯(Abu Taber)的年轻首领的领土,由于听说他英勇无比, 国王不忍心杀他,便派使节前去谋和。塔伯听完了使者的 建议,便召来他的一个士兵,交给他一支短剑,并下达命 令:“刺进你的胸膛!”这位士兵照办,立即倒在地上死 了。塔伯又唤来一个士兵,下令:“从悬崖上跳入幼发拉 底河(Euphrates)!”士兵毫不犹豫,一跃而下,葬身河底。 塔伯转过来对使者说:“去告诉你的王,我手下有五百个 象这样的勇士,二十四小时之内我就会把他和我的狗用链 子锁在一起。”国王继续挥兵前进,他们人多势众却无济 于事,因为抵挡不住塔伯那些绝对忠诚、视死如归的勇士。 不到一天的功夫,那国王就和塔伯的狗拴在一起了。质的 重要在于此。 正确说来,基督从未受到大众的欢迎。一个流行、受 Nafiri MARET 2017 171 人欢迎的宗教是和主的教训背道而驰的。“人都说你们好 的时候,你们就有祸了。因为他们的祖宗待假先知也是这 NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 171 样”主如此警告(路 6:26)。相反的,一个基督徒若因基督3/30/17

5:37 PM


为什么我们的主,要将作门徒的条件定得如此严厉, 以致可能失去众人的支持?因为衪重质不重量,衪要的是经 过挑选的人。象基甸的军队,在危机来临时,衪能信任他 们那不可摇动的忠诚。衪要的是值得信任的门徒,在建立 衪的教会或与恶魔争战时他们能靠得住(路 14:29、31)。 一旦门徒认识到了基督的尊贵和荣耀,以及他应召入伍的 目标,他就会甘心乐意付上任何牺牲。 几世纪前,有一个东方的国王,他的军队出去侵略他 国,几乎无往不利,所向无敌。大军逐渐逼近一个名叫塔 伯(Abu Taber)的年轻首领的领土,由于听说他英勇无比, 国王不忍心杀他,便派使节前去谋和。塔伯听完了使者的 建议,便召来他的一个士兵,交给他一支短剑,并下达命 令:“刺进你的胸膛!”这位士兵照办,立即倒在地上死 了。塔伯又唤来一个士兵,下令:“从悬崖上跳入幼发拉 底河(Euphrates)!”士兵毫不犹豫,一跃而下,葬身河底。 塔伯转过来对使者说:“去告诉你的王,我手下有五百个 象这样的勇士,二十四小时之内我就会把他和我的狗用链 子锁在一起。”国王继续挥兵前进,他们人多势众却无济 于事,因为抵挡不住塔伯那些绝对忠诚、视死如归的勇士。 不到一天的功夫,那国王就和塔伯的狗拴在一起了。质的 重要在于此。 正确说来,基督从未受到大众的欢迎。一个流行、受 人欢迎的宗教是和主的教训背道而驰的。“人都说你们好 的时候,你们就有祸了。因为他们的祖宗待假先知也是这 样”主如此警告(路 6:26)。相反的,一个基督徒若因基督 的缘故,被人辱骂、捏造坏话毁谤,他是有福的(太 5:11)。 主要我们分享的,不是衪的声望,而是衪的无声望。“我 们也当出到营外就了衪去,忍受衪所受的凌辱”(来 13: 13)。我们要预期“凡立志在基督里敬虔度日的,也都要受 逼迫”,而不是享受声名远播的甜头。主邀请我们“和他 一同受苦”,而不是浸沐在衪发出的荣耀里。如果我们不 经历到“十字架讨厌的地方”,那是因为我们也象彼得一 样,“远远的”跟随着主。 主耶稣曾非常严肃地声明:“引到永生,那门是窄的, 路是小的,找着的人也少。”所以,如果我们发现这条满 172 是管教的道路上,人迹稀少,也不必大惊小怪。象这样的 EXTRAORDINARY DISCIPLES 教训,很快就会使得跟随的群众人数大减,令那些浅薄的 人打退堂鼓。凡精明的领袖都知道一个事实,就是面临最 NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 172 3/30/17 艰难的挑战,才能得到最隹的回应。从前,加里博第

5:37 PM


一同受苦”,而不是浸沐在衪发出的荣耀里。如果我们不 经历到“十字架讨厌的地方”,那是因为我们也象彼得一 样,“远远的”跟随着主。 主耶稣曾非常严肃地声明:“引到永生,那门是窄的, 路是小的,找着的人也少。”所以,如果我们发现这条满 是管教的道路上,人迹稀少,也不必大惊小怪。象这样的 教训,很快就会使得跟随的群众人数大减,令那些浅薄的 人打退堂鼓。凡精明的领袖都知道一个事实,就是面临最 艰难的挑战,才能得到最隹的回应。从前,加里博第 (Garibaldi)准备出征要将他的国家从入侵的外族手中抢救回 来时,他遇见一群闲散的青年,便邀他们加入他的十字军。 “你能给我们什么呢?”他们问他。“给你们什么?我既不 支付薪水,也不供应住处、粮食。我只能给你们饥饿、口 喝、强迫行军、战斗、死亡。让那些用心灵,而不是用嘴 唇来爱自己国家的人跟从我吧!”他们都跟从了他。作主门 徒也常是充满苦痛、艰难、困窘和危险,但却是有最崇高 的目的;弟兄姐妹们即使要付上极重的代价,我们仍然愿 意接受神的呼召去为主牺牲、作主门徒吗?

黄华传道,北京圣言基督教会

/ Penulis adalah alumni STTB Bandung, saat ini melayani di di RRT

Nafiri MARET 2017

NAFIRI MAR 17 FINAL.indd 173

173

3/30/17 5:37 PM


EXTRAORDINARY DISCIPLES  

Buletin Nafiri April 2017 - Media Informasi, Komunikasi & Edukasi Gereja Kristus Yesus Jemaat Bumi Serpong Damai (GKY BSD) - Indonesia

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you