Page 117

/ Titus Jonathan /

ertengahan Maret 2016 yang lalu saya ditugaskan oleh kantor ke Korea (Selatan) untuk bertemu dengan rekan bisnis. Selama tiga hari di Seoul jadwal saya rutin saja; meeting sampai sore, kembali ke hotel, dan malamnya blusukan ke beberapa tempat. Saya penasaran ingin mengenal lebih dekat kekristenan di Korea Selatan yang kabarnya paling progresif di dunia. Benarkah iman Kristen memberi dampak positif bagi kehidupan rakyat Korea yang jumlahnya sekitar lima puluh juta penduduk itu?

Di bulan Maret, Seoul sudah berada di penghujung musim dingin. Walaupun musim dingin akan segera berganti, di mana-mana orang masih mengenakan mantel dan jaket tebal. Ketika saya keluar dari Incheon International Airport hendak membeli tiket bus menuju ke hotel di daerah Myeongdong, saya disambut oleh dinginnya udara dua derajat Celcius menusuk kulit. Kulit saya yang tipis ini serta-merta kaget karena hanya dibalut dengan jaket seadanya saja. Sepanjang perjalanan; dari dalam bus saya melihat orang-orang kantoran mengenakan setelan jas lengkap sedang berduyun-duyun menuju halte MRT, berjalan di trotoar, atau naik sepeda onthel. Naik sepeda onthel dengan berjas dan berdasi merupakan pemandangan biasa di Seoul di bulan itu. Saya dijemput oleh rekan Korea di hotel untuk kemudian bersama-sama menuju kantornya di Seongnam, pinggiran kota Seoul. Kami berjalan menuju halte bus. Udara dingin tidak mau tahu sama sekali jari-jari saya yang seakan membeku. Saya menyesal tidak membawa sarung tangan. Nafiri JUNI 2016

NAFIRI JUN 16 print.indd 117

117

6/20/16 9:26 PM

MENJADI TRANSFORMATOR DALAM KOMUNITAS  

Buletin Nafiri Juni 2016 - Media Informasi, Komunikasi dan Edukasi Gereja Kristus Yesus Jemaat Bumi Serpong Damai (GKY BSD) - Indonesia

MENJADI TRANSFORMATOR DALAM KOMUNITAS  

Buletin Nafiri Juni 2016 - Media Informasi, Komunikasi dan Edukasi Gereja Kristus Yesus Jemaat Bumi Serpong Damai (GKY BSD) - Indonesia

Advertisement