Page 1


Pembaca Nafiri terkasih, Bulan Desember. Apa yang pertama terbayang? Liburan dengan paket holiday seasons yang menggiurkan? Diskon gede-gedean di mal? Pohon Natal, Sinterklas, rusa Kutub, serta berbagai ornamen khas Natal? Atau mungkin anda teringat akan lahirnya Sang Bayi kecil yang menjadi Juru Selamat dunia? Mudah-mudahan yang terakhir ya. Kisah Natal menjadi kisah kasih Allah, Sang Sakral, yang menyentuh profan dan menjadikan yang profan itu setara dalam kesakralan-Nya. Yesus akan tetap menjadi Pribadi yang penuh kontroversi bagi dunia ini di sepanjang zaman. Perdebatan akan Sang Sakral tidak akan pernah berujung di dalam dunia yang profan. Yang profan tidak akan pernah menyukai eksistensi yang sakral, namun yang sakral justru eksis mencari dan menemukan yang profan. Di situlah keindahan dan keagungan kisah kasih Natal itu disingkapkan bagi kita. Bagaimana dengan penuturan di rubrik “Kesaksian” dari Bambang Slamet? Di tengah semua kesulitan yang terjadi di Banjarmasin, Bambang mendapat kekuatan dari persekutuan dengan saudara-saudara seiman, seperti melalui sharing-sharing dan persekutuan doa. Orang Kristen berkiprah di dunia politik. Bolehkah? Rubrik “Thought” membahas soal ini. Dengan makin meningkatnya suhu politik menjelang pilpres, bagaimana seharusnya sikap kita sebagai orang Kristen? Alergi? Kita mungkin merasa berbeda, namun kita harus siap untuk berjuang bersama dalam perbedaan. Apa cerita tentang rubrik “Potret”? Margono dan Nelly Go. “Tuhan sudah begitu baik pada keluarga kami, bagaimana kami dapat membalas segala kebaikannya? Itu yang memotivasi kami dalam melayani Dia,” kata Nelly. Margono menambahkan, “Saya percaya Tuhan sudah mengatur setiap langkah kehidupan kami.” Siapa sangka si remaja yang dikenal sebagai ‘anak bandel’ itu puluhan tahun kemudian bisa menduduki posisi puncak sebuah perusahaan raksasa? Ketika Tuhan memilih seseorang, Dia juga yang akan ‘mencengkeramnya’ dalam keajaiban kasih karunia-Nya sehingga tidak lepas di jalan lain. Masih banyak tulisan lain yang menarik untuk dibaca. Juga ada komik jenaka “Sentilan Ucil” yang senantiasa mengusili keadaan di sekitar kita. Ada juga “Bang Arif dan Taman Ketawa” yang siap menghibur kita di bulan yang super spesial ini. Selamat Natal dan selamat menyambut tahun 2019!

Salam, Redaksi 2

Penasehat Pdt Joni Sugicahyono, M.Div. Pembina GI Feri Irawan, M.Div. Majelis sub. bid. Literatur Yahya Soewandono Pemimpin Redaksi Humprey Wakil Pemimpin Redaksi Nico Tanles Tjhin Editor Hendro Suwito, Titus Jonathan Proof Reader Yati Alfian Creative Design Arina K Palilingan, Christina Citrayani, Glory Amadea, Juliani Agus, Kezia Rusli, Novita CHandoko Illustrator Ricky Pramudita, Thomdean Fotografer Yahya Soewandono Penulis Anton Utomo, Elasa Noviani, Edna C Pattisina, Feri Irawan, Hendro Suwito, Humprey, Lily Ekawati, Lislianty Lahmudin, Pingkan I Palilingan, Sarah A Palilingan, Thomdean, Titus Jonathan Kontributor Bambang Sugiarto, Dennis Condro, Jap Tje Wie, Joni Sugicahyono, Kristiyani Sinjaya, Pao Tjoe, Triana Dewi Alamat Redaksi Sub bidang literatur GKY BSD Jl. Nusaloka E8/7 BSD Tangerang Telp/ Fax: 021-5382274 Email: nafiri@gkybsd.org

Kirimkan KRITIK, SARAN, SURAT PEMBACA dan ARTIKEL anda ke alamat redaksi ataupun lewat e-mail di atas

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 2

12/15/18 2:05 PM


Fokus

44 Menemukan Karunia Tuhan di Dalam Diri Kita

Suara Gembala

4 Berjuang untuk terus taat pada pimpinan tuhan Teropong

94 Kisah-Kisah Seputar Natal:

antara Fakta dan Mitos, antara “Merry” dan “Happy”

Enlightenment 18

Jejak Malam Kudus Po t re t

28

Margono tanuwijaya & nelly go English Corner

38 124

Truth Over Feelings Trust his heart Kesaksian

54

Semua Boleh Terjadi Hanya karena Kasih Tuhan

70

Serpihan Perjalanan 62

Oleh-Oleh dari Berlin Marathon Perspektif

78 128

Apakah Pelayan Harus Sudah ‘Lumayan’? Kesetiaan Tuhan View Point

88

pDt Stefanus Theophilus 50 Quote 2 Zaman Buku 122 berPetualang dalam

kerajaan allah

Oh, Kami Hanya Lihat-Lihat Saja ... Corner Kick

100

Fenomena Mi Instan Gaya Resto ... dan Iman Kita

104

Sudah 2019? Ke Mana Waktu Berlalu?

Percikan Kilau Mutiara 108

God Provides

116

基督的爱

Mandarin Corner

Thought

Komik 49 61 114

Bang ARIF Sentilan TAMAN KETAWA Event Notes

HUT KW ke-25 pelayanan sanctus1 ke belitung 52 workshop liturgis 84 outing pasutri 138 misSION TRIP singkawang 24 42

神对人类的爱,是非常具体地通过主耶稣基督 来实现的。因为万物都是借着祂造的,凡被造 的没有一样不是借着祂造的。上帝对人类的救

Nafiri DESEMBER 2018

3

赎计划都是通过基督的爱来完成的。如果我们 仔细查考圣经,就会看到这借基督而显明的神 NAFIRI DES 18 for print.indd 3 圣之爱具有几个特征:

12/15/18 2:05 PM


4

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 4

12/15/18 2:05 PM


/ Elasa Noviani /

Wawancara Khusus Pdt. Joni Sugicahyono:

BERJUANG UNTUK TERUS TAAT PADA PIMPINAN TUHAN

S

etelah melayani di GKY BSD selama hampir sepuluh tahun, Tuhan mempercayakan tugas pelayanan yang lebih besar kepada gembala kita untuk menjadi Sekum (Sekretaris Umum) Sinode GKY. Oleh karena itu, edisi Natal kali ini Nafiri mengangkat perbincangan khusus dengan Pendeta Joni Sugicahyono, yang akan segera mengemban tugas pelayanan yang baru dan mengakhiri perannya sebagai nara sumber tetap rubrik “Suara Gembala� selama ini. Tim Nafiri (NF) menikmati santap malam bersama Pak Joni (JS) diiringi oleh alunan merdu live music yang membuat suasana wawancara terasa lebih akrab dan relaks.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 5

5

12/15/18 2:05 PM


NF: Mohon diceritakan riwayat pelayanan Bapak dan bagaimana Bapak memilih untuk menerima panggilan sebagai hamba Tuhan? JS: Saya percaya ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani Dia, hal itu sudah ada di dalam rencana-Nya bahkan sebelum kita dilahirkan. Sekalipun masa kecil saya berasal dari keluarga yang belum percaya, rupanya Tuhan sudah mempersiapkan saya sejak kecil. Saya ingat semasa masih kecil saya suka sekali bermain dengan orangorangan yang dibelikan oleh nenek saya. Saya bercerita dan memperagakan mainan orang-orangan tersebut dengan cerita yang saya karang sendiri secara spontan. Uniknya, banyak anak-anak lain, baik yang sebaya maupun yang lebih tua, suka berkumpul untuk mendengarkan saya. Saya sendiri sudah lupa apa yang saya ceritakan waktu itu, tetapi yang saya ingat mereka betah menonton saya, bahkan hampir setiap hari selama beberapa tahun. Masa itu mainan masih sangat sederhana, belum ada mainan elektronik apalagi gadget seperti masa kini. Selain itu, setiap kali kami bermain, saya selalu dipilih menjadi pemimpin, karena meskipun dikenal alim, saya dianggap sebagai seorang anak pemberani. 6

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 6

12/15/18 2:05 PM


Saya berani memanjat pohon tinggi dan berani bersembunyi di tempat-tempat yang gelap di malam hari, dimana anak-anak lain biasanya takut. Kalau saya sejenak menengok ke belakang—di masa kecil—saya percaya Tuhan sudah menaruh talenta tersebut (kemampuan untuk mengajar dan bakat kepemimpinan - Red) untuk mempersiapkan saya menjadi seorang gembala jemaat di kemudian hari. Ketika masih SD saya diajak oleh kakak sulung saya ke sekolah minggu, sejak itu saya terus rajin berbakti di gereja. Suatu kali saya sakit keras dan hampir mati, waktu itu saya bernazar kepada Tuhan: Kalau Tuhan menyembuhkan saya, maka saya mau menjadi hamba-Nya sepenuh waktu. Waktu itu nazar saya hanya omongan belaka. Walaupun Tuhan menyembuhkan saya secara ajaib, saya tidak memenuhi nazar saya. Saya lari, saya melupakan, dan tidak mau memikirkannya lagi, sebab memang saya tidak pernah bercita-cita untuk menjadi hamba Tuhan. Tetapi ternyata panggilan Tuhan itu tidak bisa ditolak. Ada prinsip-prinsip Alkitab yang betul-betul saya aminkan bahwa seseorang ada panggilan Tuhan: Pertama, jelas tahu pelayanan ini sulit, risikonya besar, tetapi ada hati yang rela dan kemauan yang terus-menerus mendorong, tidak habis-habisnya. Kedua, meskipun ada suatu beban yang tidak bisa hilang, namun memikirkan kesulitan-kesulitan dan risiko, merasa berat dan ragu-ragu, mencoba melupakan namun beban itu tidak bisa hilang dan tidak ada damai sejahtera sebelum kita taat. Saya sempat bekerja dalam bidang sekuler selama lima tahun, bahkan setelah menikah, Bu Eliyani dan saya pindah ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja. Sebetulnya ini sebuah pelarian dari panggilan Tuhan. Di sinilah prinsip ketiga diberikan. Ketiga, setelah diberi tanda pertama dan kedua, tetapi tetap menolak, lari; maka baru tanda ketiga datang melalui cambukan, pukulan, ajaran yang keras dari Tuhan sehingga tidak bisa tidak taat lagi. Dan itulah yang saya alami. Prinsip pertama dari Filipi 2: 13, prinsip kedua dari Kolose 3: 15. Sedangkan prinsip ketiga adalah dari Ibrani 12: 7–10. Saya mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan sebagian besar punggung saya mengalami luka bakar yang cukup parah. Di masa-masa sakit Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 7

7

12/15/18 2:05 PM


itu kembali saya bernazar. Saya katakan kalau Tuhan menyembuhkan saya, maka saya mau ikut retret yang diadakan oleh sebuah gereja di luar negeri, dan bersedia menjadi hamba Tuhan. Karena saya berpikir, berdasar analisis dokter tidak mungkin bisa sembuh dalam waktu yang singkat sementara retret tersebut sudah sangat dekat. Namun sungguh ajaib, ternyata saya sembuh dalam waktu yang jauh lebih cepat dari perhitungan dokter. Saya ingat, Tuhan memberikan suatu visi kepada saya ketika saya sedang berbaring sendirian dalam kondisi sakit itu, berupa ayat Alkitab yang tiba-tiba muncul sebagai tulisan terang seperti lampu neon yang berjalan di hadapan mata saya. Tulisan itu adalah Mazmur 139: 7. Saya langsung duduk dari tempat tidur, mengambil Alkitab, dan langsung membacanya. Saya temukan ayat tersebut berbunyi, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi rohMu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu.� Setelah membaca ayat itu hancurlah seluruh kekerasan hati dan luluh lantak segenap benteng diri ini, dan saya mengalami kegentaran akan kekudusan dan kedahsyatan Tuhan. Saya langsung berlutut dan menangis. Malam itu Tuhan melepaskan banyak luka batin dan Tuhan memberi kelegaan. Saat itu juga saya mengalami damai sejahtera yang begitu dalam. Dan sejak itu ada banyak mukjizat dan konfirmasi yang saya alami berturut-turut secara luar biasa. Banyak hal yang sampai sekarang pun setelah saya belajar teologi, tetap tidak bisa memahami sepenuhnya arti dari mukjizat-mukjizat dan penglihatan itu. Tetapi semuanya mengkonfirmasi panggilan Tuhan kepada saya. Jadi prinsip panggilan itu sebenarnya adalah adanya beban dari Tuhan, yang sekalipun kita mungkin merasa itu bukan cita-cita kita, tapi panggilan itu tetap ada dan tidak bisa hilang. Tidak ada damai sejahtera kecuali taat pada panggilanNya. Sejak ‘pukulan Tuhan’ itu saya tidak pernah lagi untuk menoleh ke belakang, tidak pernah lagi lari dari panggilan Tuhan. Setelah bergumul, Tuhan memerintahkan kami untuk kembali ke Tanah Air. Saya tidak berani lagi untuk tidak taat. Akhirnya kami buang segala impian untuk menetap di luar negeri dan kembali ke tanah air dan mengambil sekolah teologi. Kami tinggal di Jakarta di pusat, di tempat kos yang seingat saya kira-kira hanya 2,8 x 3 meter. Mama saya pernah menengok dan sangat prihatin karena saya seharusnya bisa hidup lebih nyaman di luar negeri, tetapi kami memilih jalan yang 8

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 8

12/15/18 2:05 PM


ditunjukkan Tuhan untuk melayani Dia. Pada bulan-bulan awal itu, ketika tinggal di daerah Sunter, saya ditugaskan untuk melayani di Pondok Indah. Cukup menantang karena saya belum pernah tinggal di Jakarta sebelumnya. Tak jarang, selama di Jakarta, saya mengalami kemacetan berjam-jam sambil menerjang hujan dan genangan banjir dengan sepeda motor. Itu memang masa yang tidak mudah dan penuh perjuangan, tetapi Tuhan memimpin sehingga kami bisa melewati semuanya; bahkan sekarang semua itu menjadi kenangan masa lalu yang indah. Setelah menjadi hamba Tuhan, saya ingat pertama kali berkhotbah di mimbar jemaat umum tahun 2001 dan diangkat menjadi gembala jemaat sejak awal 2004. Kami ditempatkan melayani di GKY BSD sejak pertengahan 2009. NF: Bagaimana kesan-kesan Bapak waktu pertama kali bergabung dengan GKY BSD? JS: Wah, apa kesannya ya? (sambil tertawa - Red). Sebenarnya saya juga ingin tahu apa kesan jemaat saat pertama kali saya datang. NF: Yah, itu kan biasa Pak, sistem kepemimpinan yang berbeda dari gembala sebelumnya membuat sebagian jemaat kaget walau akhirnya bisa menerima. JS: Kalau kesan dari saya waktu itu saya merasa, ‘kan saya waktu itu masih penginjil biasa, belum pendeta dan datang dari daerah yang saat itu mungkin tidak diperhitungkan karena dari luar Pulau Jawa. Saya menyadari siapa saya. Ketika mendengar berbagai macam komentar, awalnya cukup mempengaruhi juga. Kita juga pikir: Kok jadinya begini? Dengan istri tercinta Bu Eliyani Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 9

9

12/15/18 2:05 PM


Namun kemudian saya menyadari bahwa saat itu memang kondisi di GKY BSD sedang kurang kondusif dan tampaknya juga ada pengelompokan dalam jemaat. Tetapi ngga masalah. Kami percaya Tuhan akan memperlengkapi kalau Dia yang memanggil. Ketika kami diminta melayani ke ladang pelayanan sebelumnya, situasinya juga mirip. Tetapi, hanya karena anugerah-Nya, semua bisa dilewati dan ditenangkan, bahkan akhirnya kondisinya jauh lebih baik dan kondusif saat kami mengakhiri pelayanan di sana. Kesan lain tentang jemaat GKY BSD, sebagian besar jemaatnya sangat bersemangat untuk mau maju, ibadah semangat, musik kreatif dan baik, semangat. Jadi saya melihat potensi, walaupun saat kami datang belum begitu kondusif, namun pelan-pelan bisa terjadi kesatuan dan bertumbuh dengan baik. Dan kita melihat sekarang Tuhan sudah mengaruniakan gedung gereja yang lebih nyaman. Berbagai macam jenis pelayanan di berbagai bidang juga berkembang cukup pesat. NF: Apa saja momen yang paling Bapak ingat selama melayani di GKY BSD? JS: Banyak. Selama hampir sepuluh tahun banyak sekali. Salah satu yang paling berkesan kalau melihat jemaat dari yang tidak percaya, menjadi percaya, bahkan

Perahu panjang di atas sungai di pedalaman Kalimantan 10

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 10

12/15/18 2:05 PM


sampai melayani dengan setia dan hidupnya diubahkan. Ada juga yang kita boleh melihat pertumbuhan nyata sampai akhir hidupnya. Itu bagian yang sangat berkesan dan menimbulkan sukacita yang tak terkatakan. Juga ada beberapa pelayanan yang memberikan kesan yang mendalam. Sebagai contoh pelayanan misi. Ada saatsaat kita menghadapi bahaya juga. Pernah dalam satu mission trip ke pedalaman Kalimantan, kami naik perahu panjang Pembuatan sumur bor di yang kelihatannya kelebihan muatan. Di lapas Gunung Sindur tengah-tengah sungai, perahu berhenti karena baling-baling menabrak balok kayu. Mesinnya juga mati. Padahal saat itu sudah pukul 22.30. Keadaan gelap dan kami dilarang banyak bergerak untuk menjaga keseimbangan. Tidak ada sinyal handphone sama sekali. Memang kami terlalu nekat, sebab sebenarnya kami disarankan untuk menginap saja; karena bahkan tidak ada penduduk setempat yang berani melakukan perjalanan di malam selarut itu. Dalam keadaan seperti itu, diceritakan juga berita yang ‘membesarkan hati’ bahwa ada suatu tempat di sungai itu, kalau sampai tenggelam tidak pernah ditemukan lagi jenazahnya. Kami hanya bisa terus berdoa dan pasrah. Berserah kepada Tuhan. Satu menit seakan satu jam, terasa lama sekali. Setelah kurang lebih tiga puluh menit, puji Tuhan! Mesin bisa menyala dan perahu berjalan kembali. Banyak lagi hal-hal lain yang berkesan saat melayani. Seperti ketika merintis pelayanan akhir-akhir ini di sebuah lembaga pemasyarakatan di daerah Bogor. Kami melihat bagaimana sebelumnya suasana LP di sana sangat kotor, tidak sehat, tidak terawat, dan banyak penyakit oleh karena kurangnya air bersih. Saking kotornya, sampai-sampai setiap dua minggu ada satu napi yang meninggal. Air hanya mengalir selama lima belas menit sehari, sedangkan satu sel bisa diisi lebih dari enam belas orang. Padahal LP tersebut di huni ribuan napi binaan. Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 11

11

12/15/18 2:05 PM


Bisa dibayangkan, sumur yang ada sangat tidak mencukupi. Dalam kondisi seperti ini untuk mandi saja sebuah perjuangan dan bisa berlaku semacam hukum rimba siapa yang kuat dia yang mendapat giliran lebih dulu. Ketika kami masuk, kami bersama tim diakonia dan misi membuat empat sumur baru. Beberapa jemaat memberikan persembahan. Satu sumur butuh biaya sekitar Rp20 jutaan. Setelah ada sumur, suasana di LP menjadi sangat berbeda. Kebersihan lingkungan meningkat. Tidak ada lagi napi yang wafat di dalam LP. Para napi ini adalah orang-orang yang membutuhkan uluran cinta kasih Kristus. Pelayanan ini sungguh menjadi kesaksian yang baik. Kami bersyukur pelayanan ini secara nyata sudah menjadi berkat. NF: Apa pesan yang ingin Bapak sampaikan kepada penerus tongkat estafet pelayanan Bapak? Dan pesan kepada jemaat? JS: Saya percaya bahwa setiap ‘masa’ ada ‘misi’-nya, dan ada ‘Musa’-nya sendiri-sendiri. Ada yang menanam, ada yang menyiram; tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan. Saya percaya bahwa Tuhan menempatkan gembalagembalaNya pada masanya masing-masing yang telah Dia tetapkan. Demikian juga kalau masa ini Tuhan mempercayakan kepada saya untuk menjabat sebagai Sekum, itu juga ada dalam rencana Tuhan. Kami berdua, baik saya maupun gembala yang baru, Tuhan sendiri yang tentukan. Seperti Yosua melanjutkan pelayanan Musa, masing-masing mempunyai misi dan tantangannya. Yosua melanjutkan apa yang baik daripada Musa, tetapi 12

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 12

12/15/18 2:05 PM


dia sendiri ada tugas yang berbeda. Musa mempersiapkan hukumhukum, sedangkan Yosua masuk dan menaklukkan tanah Kanaan. Keduanya mempunyai peran masing-masing untuk mewujudkan misi Tuhan. Demikian juga Daud dan Salomo. Saya selalu mengatakan, pembangunan gereja kita itu ada masa mengumpulkan, itu seperti masa Daud. Masa mencari tanah, beli tanah, mengurus perizinan, dan lain-lain. Masa berjuang. Sedangkan masa Salomo, dia melihat apa yang baik daripada Daud untuk dilanjutkan, tetapi dia punya tugas sendiri juga. Daud mengalami masa penuh perang, masa penyatuan, menyatakan kebesaran Tuhan. Tetapi masa Salomo Tuhan memberi keamanan, masa mereka bisa mulai membangun. Tuhan memberi kesempatan saya mempimpin masa membangun gereja.

Setelah itu, Tuhan mengirimkan pelayan yang baru untuk melanjutkan. Jadi ada masanya masing-masing. Tantangan akan berbeda. Munculnya generasi yang baru membawa tantangan yang berbeda dalam pelayanan. Itu harus digumulkan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan dengan tetap memegang ajaran Alkitab yang benar. Itulah pesan saya kepada penerus tongkat estafet pelayanan. Kepada jemaat, saya berpesan supaya kesatuan dan kekompakan tetap dijaga, karena tanpa kekompakan, pekerjaan pelayanan kita akan hancur dan menjadi sia-sia. Bersama Sinode GKY kita terus mendengungkan pesan: “United for God’s glory”. Kita harus ingat terus bahwa kita sedang melayani Tuhan, dan bukan diri sendiri. Kalau kita melayani diri sendiri,

Kepanjangan GKY BSD yaitu: Giat Kerja bagi Yesus dan Bertumbuh Setia Dinamis, kiranya menjadi arah dan gerak langkah bersama untuk terus memajukan gereja Tuhan ini.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 13

13

12/15/18 2:05 PM


maka kita bisa patah semangat, kehilangan spirit dan tujuan. Kepanjangan GKY BSD (yang digagas oleh Pdt. Joni - Red) yaitu: Giat Kerja bagi Yesus dan Bertumbuh Setia Dinamis, kiranya menjadi arah dan gerak langkah bersama untuk terus memajukan gereja Tuhan ini. NF: Natal selalu spesial, namun apa yang membuat tema Natal kali ini akan lebih spesial dari sebelumnya? JS: Setiap tahun Natal selalu spesial, sebab Natal adalah kesempatan dimana kita bisa menyampaikan kabar baik dari Tuhan. Natal bukan untuk hura-hura atau hanya bersenangsenang karena memasuki liburan. Tema Natal tahun ini: “Kisah Kasih Kristus” adalah karena Allah datang menjadi manusia untuk mencari yang hilang. Itu adalah berita yang harus diwartakan kepada umat manusia. Kita harus mewartakan kisah kasih Kristus kepada segenap manusia. Hal spesial lainnya adalah karena ini akan menjadi Natal yang kesepuluh bersama jemaat GKY BSD. Jadi terasa sangat istimewa. NF: Bagaimana perasaan Bapak waktu terpilih menjadi Sekum dan tidak lagi menjadi gembala di GKY BSD? JS: Ketika terpilih menjadi Sekum, yang terlintas dalam pikiran saya saat itu, “Ada yang jauh lebih pintar daripada saya, ada yang lebih baik dari saya, tetapi kenapa saya terpilih?” Saya merasa seperti itu, tidak 14

Dengan keluarga

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 14

12/15/18 2:05 PM


Dalam I Korintus 1: 27–29, dikatakan bahwa yang bodoh, yang lemah, yang tidak terpandang, yang hina, yang tidak berarti justru itu yang dipilih oleh Allah supaya tidak ada satu orang pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. ada kelebihan saya. Saya percaya itu hanyalah karena kehendak dan anugerah Tuhan saja. Sebuah tugas panggilan Tuhan yang baru lagi yang tidak berani saya tolak. Dalam I Korintus 1: 27–29, dikatakan bahwa yang bodoh, yang lemah, yang tidak terpandang, yang hina, yang tidak berarti justru itu yang dipilih oleh Allah supaya tidak ada satu orang pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Ayat-ayat ini yang memenuhi benak saya. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan dan panggilan itu hanya dari Tuhan semata-mata. Bukan karena adanya sesuatu kelebihan kita. Saya sebenarnya tidak punya ambisi sama sekali tetapi saya tipe orang yang kalau sudah dipercayakan suatu tugas oleh Tuhan, tidak berani mengatakan tidak. Jadi seperti Yesaya, saya merespons panggilan Tuhan dengan berkata kepada Tuhan, “Ini aku Tuhan, utuslah aku.” (Yesaya 1: 8). Tentang perasaan mengenai tidak lagi menjadi gembala di GKY BSD, ya terus terang tidak mudah, seperti ada sesuatu yang hilang juga. Background saya penggembalaan; sudah hampir lima belas tahun menjadi gembala dan selalu bersamasama dengan jemaat. Kadang-kadang waktu kita merasa susah, beban berat ketika melayani jemaat; ada penghiburan, ada sukacita, dan kekuatan ketika berada di tengah-tengah jemaat. Sebagai gembala, kita bisa melihat pertumbuhan jemaat secara langsung yang kita bina dan dampingi: Dulu masih kanakNafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 15

15

12/15/18 2:05 PM


kanak, kemudian semakin dewasa, menikah .… Kami melihat pertumbuhan itu. Sekarang mungkin hal itu tidak bisa lagi saya ikuti. Sebelumnya saya pernah mendengar sharing dari hamba Tuhan senior tentang rasa kehilangan seperti ini. Waktu itu saya tidak ngeh, tetapi ketika saya yang menghadapi sendiri, saya baru mengerti. Menjadi Sekum memang akan sibuk dan pelayanan yang ditangani akan lebih luas. Ada salah satu jemaat yang mengatakan kepada saya dan kalimatnya saya kutip: “Ikan yang tumbuh besar butuh akuarium lebih besar” dia menggambarkannya begitu. Ketika mendengar hal itu, saya merasa disadarkan, “Oh iya, benar juga,” artinya Tuhan telah mempercayakan tugas yang lebih besar, saya mengaminkannya. NF: Agar jemaat dapat lebih memahami, mohon diterangkan seperti apa tugas-tugas Sekum dan apa saja tantangannya? JS: Kalau menjadi Sekum, saya akan keliling ke jemaat-jemaat, jadi tidak base di salah satu jemaat. Ketika saya berkhotbah, akan seperti orang yang menyebarkan dan menabur di sana sini. Pelayanan Sekum ini cukup berat dari 16

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 16

12/15/18 2:05 PM


segi tanggung jawab dan tentu akan sangat sibuk. Seperti tugas sekjen, banyak mengurus administrasi untuk menjamin kelangsungan pelayanan GKY: meliputi gereja, bakal jemaat dan pos-pos PI, dan juga yayasan-yayasan di bawah naungan sinode. Selain itu Sekum merupakan contact person dalam hubungan keluar dengan lembaga-lembaga lain maupun dengan pemerintah: misalnya mengelola masalah-masalah perizinan, masalah pertanahan, yang berhubungan dengan hak milik, aset, pembelian tanah, dan sebagainya. Jadi kadang-kadang traveling-nya bisa mendadak. Saya juga harus banyak belajar tentang prosedur ini itu. Peraturan yang berlaku tentang lembaga, tentang gereja, dan upacara-upacara gereja. Akan banyak rapat-rapat tentang kebijakan strategis, penempatan hamba Tuhan dan gembala. Keputusankeputusan penting. Jadi tugas-tugas Sekum akan cukup luas. Kalau ditanya akan suka atau tidak, saya dan Ibu Eliyani suka akan tantangan. Karena tidak menetap dan membina di satu jemaat, maka akan banyak bertemu dengan orang-orang baru, belajar hal-hal baru, memahami bahwa setiap jemaat mempunyai keunikan dan permasalahannya sendiri-sendiri yang tidak bisa disamaratakan dalam penyelesaiannya. Sungguh kami membutuhkan hikmat dan anugerah dari Tuhan dan dukungan doa yang terus-menerus dari segenap jemaat. Dan di dalam semuanya itu, kami hanya akan taat dan bersandar kepada Tuhan. Amin. Soli Deo gloria •

Pewawancara: Elasa Noviani, Anton Utomo, Humprey, Yahya Soewandono

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 17

17

12/15/18 2:06 PM


JEJAK MALAM KUDUS 18

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 18

12/15/18 2:06 PM


/ Titus Jonathan /

Tidak tahu mengapa sore itu aku harus mampir di warung makan di sudut jalan itu. Sebelumnya aku sama sekali tak pernah ke sana, walaupun setiap hari paling sedikit dua kali aku lewat di depan warung itu; di pagi hari saat aku berangkat ke kantor, dan di sore hari ketika aku memacu mobilku pulang ke rumah dengan terburu-buru karena lapar. Hari itu aku tidak sedang dalam perjalanan pulang dari kantor, sebab hari itu tanggal merah. Semua kantor sudah pasti tutup, kecuali kantor-kantor pelayanan umum yang memang harus tetap memberi pelayanan publik, dengan mengatur karyawannya bergiliran piket. Warung kepunyaan orang Wonogiri itu ramai dengan pengunjung. Tampaknya hari libur tak berpengaruh bagi pelanggannya. Setelah memarkir mobil, aku duduk di dekat jendela yang terbuka menghadap jalan. Jendela warung yang cukup lebar itu memang selalu terbuka, membuat angin semilir masuk dengan leluasa. Aku merasakan desirnya mengelus kulit tanganku dan leherku. Aku memesan segelas teh manis hangat. Penjual warung menawari aku makan, tapi kutolak karena tak ada nafsu makan. Entahlah, aku tak tahu mengapa nafsu makanku tiba-tiba hilang. Untuk apa aku datang ke warung ini tanpa membawa nafsu makan dan perut lapar? Aku sendiri gagap. Dalam keriuhan suara para pengunjung yang makan sambil mengobrol diiringi denting sendok-garpu beradu dengan piring, sayup-sayup aku menangkap suara nyanyian yang entah dari mana datangnya, dan tiba-tiba menyeruak melewati jendela warung kemudian singgah di telingaku. Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 19

19

12/15/18 2:06 PM


Suara nyanyian yang kudengar sayup-sayup itu timbul tenggelam seiring dengan hembusan angin. Walaupun lamat-lamat, tapi kurasa nyanyian itu tidaklah asing bagi telingaku. Aku pernah mendengarnya. Dan ketika kupertajam telingaku, baru aku yakini benar bahwa nyanyian itu bukan saja pernah kudengar, tetapi bahkan pernah kunyanyikan. Aku memejamkan mataku untuk mengingat kalimat-kalimat dalam nyanyian itu, sambil berharap agar nyanyian itu tidak lekas usai. Deg! Aku seperti mendengar sebuah palu menghantam jantungku. Itu adalah lagu “Malam Kudusâ€?, yang selalu dinyanyikan di gereja-gereja ketika Natal tiba. Kulirik kalender yang tergantung di dinding warung bersebelahan dengan poster seorang bintang film India. Deg! untuk kedua kalinya jantungku terhentak oleh pukulan palu. Hari ini memang dua puluh lima Desember. Betapa! Betapa aku sudah lama melupakan tanggal dua puluh lima Desember. Aku bahkan sengaja membuang kalender di bagian bulan Desember agar tak perlu kuingat lagi setiap peristiwa yang jatuh di bulan Desember. Tak ada apa pun yang perlu kutunggu di bulan Desember, kecuali hujan. Ketika kuperhatikan, asal nyanyian itu sudah pasti dari sebuah gereja kecil yang letaknya dua–tiga rumah dari warung ini. Tiba-tiba timbul rasa sesalku mengapa aku harus mampir di warung ini. Aku ingin segera beranjak, tetapi penjual warung itu baru saja menghidangkan teh manis hangat yang tadi kupesan. Lalu nyanyian yang kudengar itu tiba-tiba membawaku ke masa yang jauh, masa ketika aku selalu menantikan Natal, mencari pohon cemara hidup (bukan plastik) untuk pohon terang, mendekorasi gereja, membikin pertunjukan panggung, bahkan pernah aku memerankan Yusuf—suami Maria di sebuah drama Natal. Lalu pikiranku melompat lagi ke masa yang lain ketika aku juga pernah memerankan malaikat yang membawa kabar kelahiran-Nya kepada para gembala di padang. Lalu wajah-wajah yang saling berebut bermunculan di depan mataku: Maria, Herodes, orang-orang Majus .‌ Dan teringatlah aku tentang Betlehem: penginapan yang penuh, kandang hewan yang berbau, palungan yang kotor.. 20

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 20

12/15/18 2:06 PM


Tiba-tiba aku merasakan seperti ada yang meremas hatiku hingga mataku terasa panas. Aku menarik napas dalamdalam. Ada sebuah kerinduan entah dari mana datangnya serasa ingin meledak jauh dari kedalaman hatiku. Hembusan angin yang menerobos lewat jendela warung sudah tidak membawa lagi nyanyian itu ke telingaku, tetapi alunan “Malam Kudus” itu tak mau pergi dari kepalaku. Kembali aku sesali mengapa aku harus duduk di warung ini dan malah memesan teh manis hangat yang tak mungkin kutinggalkan sebelum kuminum tandas. Aku pantang membuang makanan atau minuman. Teh manis baru kuseruput sedikit saja, ketika tiba-tiba aku teringat nasihat ibuku, “Jika kau dengar lagu ‘Malam Kudus’ dan hatimu tidak merasa damai dan tenteram, mungkin ada yang salah dengan hidupmu.” Kalimat yang sudah bertahun-tahun tenggelam itu tiba-tiba muncul di permukaan kalbuku. Kemudian aku merenung, mengapa nyanyian yang sangat syahdu dan gemulai itu berubah menjadi pedang yang menghujam dahsyat ke ulu hatiku? Nyanyian itu telah menggelisahkanku, bahkan menerorku. “Mungkin ada yang salah dengan hidupmu,” kalimat itu terus berulang, menggema di ruang hatiku. Aku melihat keluar lewat jendela warung, melihat orang-orang berlalu-lalang, sebagian mengobrol dan tertawa lepas, sedangkan aku dikepung oleh rasa gelisah. “Mengapa tak kau langkahkan kakimu ke gereja itu?” seakan bicara suara hatiku. “Apakah sudah tak ada sedikit pun rasa inginmu untuk menengok palungan-Nya?” Aku diam. “Cuma perlu kau langkahkan kakimu beberapa langkah ke sebelah, cuma dua–tiga rumah,” suara itu mendesak. Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 21

21

12/15/18 2:06 PM


“Mengapa aku harus ke sana? Aku akan menyelesaikan teh manis ini lalu pergi,” kataku pada diri sendiri. Aku beralasan sebaiknya aku tak menggangguNya saat banyak orang sedang merayakan hari lahir-Nya. “Kau dulu tak pernah absen untuk merayakan-Nya,” kembali suara hatiku menggema. Lalu teringatlah aku ketika ibuku selalu membikinkan baju baru untuk kukenakan saat Natal, dan tak lupa membawaku ke tukang cukur pinggir jalan untuk menggunting rambutku. Maka di hari Natal aku akan bergaya dengan baju baru dan potongan rambut baru, lalu ikut membawa lilin dan menyanyi bersama teman-teman:

Malam kudus sunyi senyap, bintang pun gemerlap Juru Selamat manusia, telah datang ke dunia .

Walaupun sekian tahun berjalan dan aku belum mengerti benar apa makna setiap syair yang dituliskan, tetapi nyanyian itu selalu kunantikan, karena setiap kali nyanyian itu kunyanyikan, terasa damai menyiram hatiku, betapa pun penatnya jiwa akibat banyak urusan. Sekian tahun masa-masa itu datang dan pergi dengan indahnya, dan ketika aku berangkat dewasa aku jadi mengerti peristiwa kelahiran-Nya yang dicatat dalam sejarah dan kitab suci. Teh manis yang sudah dingin itu telah kuminum hingga licin tandas, dan setelah aku membayar aku bersiap untuk pergi. Ketika aku melangkah menuju mobil lagi-lagi suara hatiku menggema, “Hanya dua–tiga rumah saja kau perlukan langkah kakimu .…” Bergegas aku melangkah sambil meraba-raba kantong celanaku mencari kunci mobil. Tekadku setelah menyalakan mesin mobil aku ingin segera tancap gas, kabur. Tetapi ....

22

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 22

12/15/18 2:06 PM


“Mumpung kebaktian belum usai .… Barangkali kau masih bisa mendapatkan jejak ‘Malam Kudus’ di sana …,“ sontak gema suara hatiku menghentikanku dan membuatku bimbang. Aku batalkan niatku untuk masuk ke dalam mobil. Aku hanya bersandar di pintu mobil. Dengan kesal aku langkahkan kakiku menuju gereja yang hanya berjarak dua–tiga rumah dari warung. Sesampainya di depan pagar gereja, aku berhenti. Aku tak percaya apa yang kulakukan. Sudah bertahun-tahun aku tak pernah injakkan kakiku di gereja. Kakiku lebih banyak pergi ke tempat-tempat lain dimana Natal tidak dikenal. “Aku tak mungkin masuk ke dalam,” gumamku lirih. Banyak orang sedang khusyuk di dalam mendengarkan khotbah dan aku tak ingin mengganggu. Aku bersiap untuk pergi. “Mungkin jejak ‘Malam Kudus’ masih ada di dalam,” kata suara hatiku. “Masuklah,” desaknya. Aku mematung di depan pagar, mendengarkan debar jantungku yang bertalu-talu. Lalu aku berjingkat pelan-pelan menuju satusatunya kursi yang kosong di pojokan. Hanya satu menit berselang pendeta itu mengakhiri khotbahnya, lalu mengajak jemaat menyanyikan kembali “Malam Kudus” sebagai penutup khotbah. Lidahku kelu, tapi dengan bibir gemetar kuikuti “Malam Kudus” hingga selesai, pertama kali setelah sekian lama kulupakan. “Jika kau dengar lagu ‘Malam Kudus’ dan hatimu tidak merasa damai dan tenteram, mungkin ada yang salah dengan hidupmu,” suara ibuku merajam hatiku. Aku melihat palungan-Nya. Mataku merah dan basah •

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 23

23

12/15/18 2:06 PM


Perjalanan Dua Puluh Lima Tahun

Komisi Wanita GKY BSD

24

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 24

12/15/18 2:06 PM


Puji syukur kepada Tuhan yang telah memimpin perjalanan Komisi Wanita GKY BSD selama 25 tahun penuh, sejak tahun 1993 hingga 2018. Pembina dan pengurus telah berganti berkalikali selama 25 tahun, namun semuanya mempunyai satu hati, satu tujuan untuk membangun pertumbuhan kerohanian para wanita di gereja ini.

Paduan Suara Sharon dengan unik menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun KW” dengan diiringi dentang denting berbagai peralatan dapur: seperti wajan, panci, sendok dan garpu—khas dunia para wanita. Semua itu merefleksikan bagaimana mereka mengasihi keluarga, teman-teman, dan gereja-Nya.

Pada ibadah Ulang Tahun KW GKY BSD pada tanggal 28 September 2018, semua yang hadir merasakan betapa mulia dan dahsyatnya Tuhan kita, sehingga di awal ibadah dengan takjub diserukan, “Then sings my soul, my Savior God, to Thee ... how great Thou art … how great Thou art ....”

Pada akhir perayaan kembali PS Sharon menaikkan lagu pujian “Bercahaya seperti Bintang” untuk sekali lagi mengingatkan para wanita—yang dahulu hidup dalam kegelapan— sekarang telah menjadi terang Kristus. Bercahayalah … bercahayalah .…

Mazmur 121 yang menyatakan Tuhan adalah Penjaga Israel dikidungkan dengan merdu oleh salah seorang anggota Komisi Wanita. Pendeta Hendra G. Mulia menyampaikan firman Tuhan pada acara yang mengusung tema “Bercahaya seperti Bintang” ini. Dalam khotbahnya, beliau mengajak para wanita untuk memancarkan cahaya dari Tuhan, dan menyatakan perbuatan baik dalam hidupnya.

Kiranya Para Wanita GKY BSD boleh terus ‘Bercahaya seperti Bintang’ (S.T.A.R) dalam dunia ini dengan semangat yang penuh Sukacita, Tanggap & Terampil, All-out, dan Ramah dalam kehidupannya. Doa berkat oleh Gembala, Pdt. Joni Sugicahyono, menutup ibadah dan perayaan HUT KW GKY BSD yang ke-25 yang dihadiri 368 wanita. Puji Tuhan! • / Kristiyani Sinjaya

Perayaan HUT diawali dengan tarian “Bercahaya bagai Bintang”, sebagai kerinduan bahwa para anggota KW rindu bercahaya bagaikan bintang di tengah kegelapan dunia, mereka ingin menyaksikan kemurahan dan kebaikan Tuhan.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 25

25

12/15/18 2:06 PM


26

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 26

12/15/18 2:06 PM


Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 27

27

12/15/18 2:06 PM


28

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 28

12/15/18 2:06 PM


/ Elasa Noviani /

Panggilan Tuhan Tak Pernah Berubah

Margono Tanuwijaya dan Nelly Go Ketika tim Nafiri tiba di rumah Margono dan Nelly, hujan deras sedang mengguyur daerah Serpong, namun dinginnya air hujan segera sirna oleh hangatnya sambutan tuan rumah kepada kami. Di suatu ruangan yang nyaman dan kedap terhadap berisiknya cuaca di luar, Margono dan Nelly menceritakan kisah hidupnya.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 29

29

12/15/18 2:06 PM


Lima puluh empat tahun yang silam, Margono lahir di Ponorogo, Jawa Timur sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Sejak SD sampai tamat SMA, Margono bersekolah di sekolah negeri. Bahkan sewaktu kuliah pun dia juga masuk ke universitas negeri. Walaupun sering mengalami diskriminasi karena etnis Tionghoa dan Konghucu-nya, Margono tidak menganggapnya sebagai masalah yang berarti sebab dia adalah anak yang mudah bergaul, dan mempunyai banyak teman. Mengenal Gereja dan Kebandelan Di bangku SMP, Margono mempunyai seorang sahabat yang beragama Kristen. “Kami sering main bareng, bolos bareng,” cerita Margono. “Saking akrabnya, saya sering menginap di rumah dia dan kenal dengan keluarganya, bahkan Sabtu dan Minggu dihabiskan dengan main ke rumah dia.” Dari situ Margono mengaku ia ikut-ikutan temannya itu ke gereja sampai akhirnya sewaktu SMA Margono ikut katekisasi dan dibaptiskan. Ketika akan dibaptis, sebenarnya dia sempat mendapat tentangan dari orang tuanya sebab mereka khawatir kalau masuk Kristen, maka anaknya tidak mau lagi ‘pegang hio’ (istilah bagi sembahyang leluhur ajaran Konghucu). Tetapi karena sudah merasa yakin akan pilihannya, dan Margono ngotot, akhirnya orang tuanya pun membiarkannya.

30

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 30

12/15/18 2:06 PM


Sekalipun sudah sering ke gereja dan dibaptiskan, namun kehidupan Margono masih sangat jauh dari layaknya seorang yang lahir baru. Margono mengaku, “Saya memang punya niatan untuk menjadi orang Kristen, nyatanya dilarang baptis pun nekad, tetapi memang saat itu saya belum benar-benar mengerti dan percaya untuk menjadikan Yesus sebagai ‘Tuhan’ atas hidupku.” Selain suka membolos dan menghabiskan banyak waktu untuk bermain, Margono mengaku bahwa dia juga sering makan di warung dan tidak membayar. Kebandelan semacam itu malah merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi anak-anak remaja sebayanya. Ketika kuliah di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, kebandelan Margono makin menjadi-jadi. Setiap hari sehabis kuliah dia keluyuran, kebutkebutan dengan teman-temannya, nongkrong di tempat biliar yang buka 24 jam, dan baru pulang dini hari. Tentu saja om dan tante tempat dia menginap sering marah kepadanya, tak jarang kenakalannya dilaporkan kepada papa-mamanya. Tetapi Margono tidak peduli. Walaupun sepeda motor digembok, dan kunci rumah diambil pun, hal itu tetap tidak membuatnya jera. Di tahun kedua kuliah, Margono mulai bergereja di GKI Purwokerto karena diajak oleh seorang dosen Biologi yang juga merupakan aktivis gereja, tetapi dia tetap bandel. Pada umumnya orang menyelesaikan kuliah di Jurusan Biologi hanya perlu waktu empat tahun, tetapi Margono membutuhkan tujuh tahun, sebab dia asalasalan menjalankan kuliahnya. Sebelum Margono meninggalkan Purwokerto, ada satu nasihat yang masih dia ingat dari dosen Biologi tersebut. “Dia mengatakan, ‘Kamu harus berubah’,” kenang Margono. Setelah lulus tahun 1990, Margono sempat bekerja tiga bulan di Bandung, sebelum akhirnya seseorang menawari dia untuk bergabung ke Astra group. “Sebenarnya hidup saya mengalir saja, tidak ada yang benar-benar ter-planning,” kata Margono. “Kuliah Biologi juga bukan karena bercita-cita akan menjadi sesuatu, bahkan mencari kerja pun saya asal dapat kerja.” Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 31

31

12/15/18 2:06 PM


Sekalipun dia mengaku bukan orang yang ambisius, tetapi kalau dia ingin mengejar sesuatu, dia melakukannya pantang menyerah. Terbukti dari karirnya di Astra yang terus menanjak. Margono mengawali karirnya di Astra Credit Company (ACC) sebagai Management Trainee, dengan gaji saat itu ‘hanya’ 800 ribu rupiah. Selama training di Jakarta, ia sempat tinggal satu kos dengan tukang-tukang bangunan dan abang-abang bakso gerobak di daerah Kemayoran. Kemudian dia dipindahtugaskan ke kantor cabangnya di Padang sebagai Credit Management Head untuk menyelesaikan banyak masalah di sana. Hobby keluyurannya pun belum hilang, gajinya habis untuk berakhir pekan ke Jakarta ataupun ke Pekanbaru. Kalau Jodoh Tidak Kemana Menjelang akhir masa tugasnya di Padang, Margono bertemu dengan seorang gadis cantik yang di kemudian hari menjadi istrinya. Pacaran mereka dijalani dengan LDR (long distance relationship) sebab Margono dipindahkan ke Jambi. Lagi-lagi kegigihan Margono terbukti dari tekadnya melakukan perjalanan darat enam belas jam pulang balik Jambi–Padang–Jambi setiap malam Minggu demi bertemu dengan kekasih hatinya, Nelly Go. Nelly yang lembut lahir dari keluarga Konghucu yang sangat kental, bahkan saat itu dia adalah seorang aktivis wihara di Padang. Sebaliknya, Margono sejak lulus kuliah, tidak pernah lagi pergi ke gereja. Selama itu lebih sering Margono yang ikut ke wihara ataupun kelenteng, tetapi anehnya, setiap kali diajak untuk pindah agama, dia tidak pernah mau. “Dia selalu menjawab, ‘Iya, iya ..., ntar, ntar ...’,” kata Nelly heran. “Dalam semua hal yang lain Margono selalu menuruti saya, hanya dalam hal agama saja dia tidak pernah mau diajak pindah,” aku Nelly. Bahkan ketika mereka menikah di tahun 1994, status mereka tetap beda agama, karena Margono tetap tidak mau melepaskan kekristenannya. Mereka hanya menikah di Catatan Sipil dan resepsi, tanpa pemberkatan di gereja ataupun wihara. 32

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 32

12/15/18 2:06 PM


Setelah resmi menikah, mereka menikmati honeymoon di USA, karena Margono memenangkan reward dari perusahaan. Sejak itu pula karir Margono makin menanjak. Dari Jambi, Margono sempat dipindahkan ke beberapa kota sehingga anak mereka lahir di kota yang berbeda-beda. Anak pertama, Ricky lahir di Palembang tahun 1995; anak kedua, Sharon lahir di Surabaya tahun 1997; dan anak ketiga, Shannon lahir di Jakarta tahun 2006. Lupa Gereja, Lupa Wihara Selama bertahun-tahun keluarga ini tidak lagi beribadah ke manamana. Nelly tidak lagi ke wihara, dan Margono pun tetap vakum dari gereja. Ketika terjadi krismon tahun 1998, saat mereka tinggal di Semarang selama tiga tahun, masa itu menjadi titik awal yang cukup penting bagi Nelly dalam perjalanannya mengenal Tuhan. Istri dari salah satu anak buah Margono mengajaknya untuk ke gereja, jadi sekalipun Nelly masih beragama Buddha, dia kadang datang ke gereja dan rutin mengikuti persekutuan wanita setiap hari Kamis. Nelly pernah mengajak Margono untuk datang ke gereja bersamanya, namun karena sudah terlalu lama tidak bergereja, dan merasa kurang cocok dengan tata ibadahnya, Margono tidak mau pergi. Hanya di hari Natal saja Margono dan Nelly datang ke gereja bersama, tetapi mereka memilih gereja Katolik untuk mengikuti perayaannya.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 33

33

12/15/18 2:06 PM


Tahun 2002 mereka pindah ke BSD, karena Margono dipindahtugaskan ke Jakarta. Margono sempat mengalami masalah yang cukup pelik. Dia difitnah dan disingkirkan dari jabatannya sebagai General Manager Marketing dan dipindahkan ke bagian yang ’kurang penting’ di back office. “Sebenarnya saya tidak bisa menerima keputusan ini. Saya sadar bahwa yang memfitnah saya menginginkan supaya saya patah semangat dan resign dari perusahaan,” kata Margono. Tetapi, setelah lebih dari dua puluh tahun dia hampir tidak ingat Tuhan, malam itu Margono berdoa. Dia ingin punya keyakinan apakah akan menyerah atau terus maju untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Akhirnya dia yakin bahwa dia harus bertahan walaupun tidak mudah menghadapinya. Dia bahkan mengambil keputusan untuk tidak terdemotivasi oleh keadaan itu, dan tetap bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya. Momen itu oleh Margono disebutnya sebagai “Keputusan yang aneh, tetapi tepat”. Aneh karena sebenarnya saat itu dia sedang mendapat tawaran di tempat lain dengan jabatan yang lebih tinggi dan gaji tiga kali lipat tetapi dia tolak. Tepat karena akhirnya keadaan berubah dan dia terbukti benar. Bahkan di tahun 2006 ketika ada peluang untuk posisi direktur, ternyata dialah yang dipercayakan untuk menduduki jabatan itu. Menemukan Jalan Sekitar 3–4 tahun di BSD, Nelly sering berpikir bahwa dia ingin keluarganya bisa bersatu dalam ibadah bersama, dia rindu ada doa bersama di tengah keluarga. “Margono statusnya Kristen, tetapi dia tidak pernah pergi ke gereja dan juga tidak pernah mengajak saya ke gereja,” kata Nelly. Karena Margono juga tidak mau pindah ke agama Buddha, maka Nelly berpikir untuk mengalah saja.

34

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 34

12/15/18 2:06 PM


“Saya merasa kok setiap hari Minggu kita santai banget, kosong, dan tidak ada kegiatan apa-apa. Jadi saya orang Buddha tetapi saya mengajak Margono yang Kristen untuk pergi ke gereja,” cerita Nelly mengundang gelak tawa kami semua. “Selain itu karena anak-anak sudah mulai besar, saya meminta mereka untuk memilih mau beribadah kemana,” lanjutnya. Ternyata Ricky dan Sharon memilih untuk beribadah ke GKY BSD, jadilah mereka mulai rutin datang beribadah di GKY BSD dan semakin bertumbuh. Nelly juga rajin mengikuti persekutuan komisi wanita. Pada tahun 2011, Nelly beserta anak-anak dibaptis, dan Margono sekalian pindah atestasi dari keanggotaannya di GKI Purwokerto, 21 tahun silam. Bahkan mulai tahun 2018, Nelly terpilih menjadi majelis di bidang sakramen dan dia menjalankan pelayanannya dengan tekun. Sedangkan Margono di tengah kesibukannya tetap melayani Tuhan sebagai usher.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 35

35

12/15/18 2:06 PM


Tuhan sudah begitu baik kepada keluarga kami, bagaimana kami dapat membalas segala kebaikannya, itu yang memotivasi kami dalam melayani Dia,

“Tuhan sudah begitu baik kepada keluarga kami, bagaimana kami dapat membalas segala kebaikannya, itu yang memotivasi kami dalam melayani Dia,” kata Nelly. Margono mengiakan. “Sekalipun tampak asal-asalan, saya percaya Tuhan sudah mengatur setiap langkah kehidupan kami,” kata Margono mengakhiri perbincangan kami.

Siapa sangka si remaja yang terkenal sebagai ‘anak bandel’ itu puluhan tahun kemudian bisa menduduki posisi puncak dari sebuah perusahaan raksasa? Ketika Tuhan memilih seseorang, Dia juga yang akan mencengkeramnya dalam keajaiban kasih karunia-Nya, untuk tidak terlepas di jalan lain •

God sees in you: A Masterpiece about to happen – Max Lucado Pewawancara: Elasa Noviani dan Titus Jonathan

36

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 36

12/15/18 2:06 PM


Nama Lengkap Nama Panggilan Tempat/Tanggal Lahir Nama Istri Nama Anak

Biodata

: Margono Tanuwijaya : Margono : Ponorogo, 24 Oktober 1964 : Nelly Go : Ricky Nathaniel Tanuwijaya Sharon Stephanie Shannon Marvella Tanuwijaya

Riwayat Pendidikan SD SD Diponegoro, Ponorogo SMP SMPN I Ponorogo SMA SMAN I Ponorogo Perguruan Tinggi Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Biologi Riwayat Pekerjaan PT Federal International Finance President Director PT Astra Honda Motor Marketing Director PT Astra International, Tbk. - Chief Executive Honda Sales Operation PT Federal International Finance Marketing Director PT Astra Sedaya Finance Marketing Director

1971 1995 1997 2006

1971 - 1977 1977 – 1980 1980 – 1983 1983 - 1990

2017 - Sekarang 2012 - 2017 2010 - 2012 2008 - 2010 2006 - 2008

Riwayat Pelayanan Usher Gereja Kristus Yesus (GKY) BSD 2016 - sekarang

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 37

37

12/15/18 2:06 PM


Truth Over Feelings

All our lives, we are taught to do ‘what feels right’. From love

songs to movies, the most prominent and influential message we’ve been reinforced is to follow our hearts. The message itself rings uniqueness and courage to be different than what everyone expects us to be. We are slowly conditioned to do what we truly want. In short, if we know our desires it is easier for us to understand our purpose.

We have been trained to let our feelings path our ways. There

are times where we also let our feelings decide the value of things. We think we need to feel loved, for love to exist. We think we need to always feel happy, for joy to exist. We think we need to understand our desires clearly, for our lives to make sense, and therefore see life through our own judgments.

We think we need to feel God’s

presence, for us to believe that He’s close. It seems that our lives are evidence-based and worse, we need to ‘do business’ by proving our worth simply to bargain into understanding. 38

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 38

12/15/18 2:06 PM


/ Sarah Amanda Palilingan /

Sigmund Freud, an Austrian psychoanalyst, argues that our

deepest desires lie inside our unconscious. According to Freud, we often don’t realize what our hearts really want, and even when we do we adapt ourselves to accommodate our society. In the end, we are left ‘monotonous’ and pursue only what is appropriate to people around us.

The highlight of Freud’s theory is to make the unconscious

conscious, which explains that humans need to express themselves in order to overcome their fears and work for what they truly desire. His thought-provoking theory is still used to analyze each individual experience of the past, as well as the repression of our wants and needs.

“The heart is deceitful above all things and beyond cure. Who can understand it? “ Jeremiah 17:9

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 39

39

12/15/18 2:06 PM


Absolute truth

However, human emotion is as shaky as a rocking boat sailing

through the ocean. Staking our life’s biggest decisions on something that comes and goes is as irresponsible as someone who wants to be a leader just because he or she wants to. As Christians, God longs for us to live in the absolute truth, not in accordance with whatever our heart commands. Placing our feelings above God’s truth means we purposely put God as second best.

I am a flower quickly fading. Here today and gone tomorrow. A

wave tossed in the ocean. A vapor in the wind. Those are the verse of one of my favorite songs called ‘Who Am I’ by Casting Crowns. Our feelings are fleeting and temporary, therefore we must rely on the only thing that is certain. Jesus Christ Himself said that He is the way, the truth, and the life. (John 14:6).

There is a way that seems right to a man, but its end is the way

to death. Even in laughter the heart may ache, and the end of joy may be grief. (Proverbs 14:12-13)

Jesus never promised us smooth pathways in life. Whether we

like it or not, suffering is part of the deal when we commit ourselves to Christ (1 Peter 4:12-13). Every experience we encounter will demand our reaction emotionally, physically, and spiritually. When it comes to our emotional response (i.e. offended when someone hurts our feelings, etc) God didn’t grant us a special power that allows us to stop experiencing human emotions. 40

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 40

12/15/18 2:06 PM


Jesus experienced emotional turmoil as much as we do, even

worse. Because He alone was crucified as both Son of God and Son of man, which explains his compassion (Matthew 9:36), joy (John 15:1), grief (Matthew 26:38), anger (Mark 3:5), and even anxiety (Matthew 26:8) before the crucifixion. The difference is Jesus didn’t response His emotions with sin.

We can be joyous for a moment, but suddenly when an inconve-

nience happens in a blink of an eye we’re down in a dump. Unlike Jesus, it is hard for us to fully control our emotional reaction. However, our response towards it is optional.

Christmas is around the corner, and some of us are still bur-

dened with deadlines, work, etc. Personally, this 2018, I haven’t felt the joyous and warm Christmas spirit I used to feel before. Some of you might feel the same. Be that as it may, our feelings don’t have any effect on God’s love towards you and me. God had forseen our disobedience, stubbornness, and fleeting emotions, but He chose to love and promised to do the same until the end of time.

When everything in life is uncertain, Jesus Christ came into the

world as an innocent baby with the promise of love and salvation. Let us remember to not always feed on our feelings or emotions, but instead consult our troubled hearts to God and build our decisions based on His unchanging Word •

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 41

41

12/15/18 2:06 PM


Pelayanan Sanctus 1 ke GKY Bangka Tim Paduan Suara Sanctus 1 tiba di GKY Bangka siap melayani Tuhan dengan sukacita. Kami kembali melayani bersama dengan GI. Michael Tannos yang dahulu adalah anggota Sanctus 1 di GKY BSD. Imanuel! Allah beserta kita. Penyertaan-Nya tidak pernah berakhir. Dia adalah Juru Selamat yang ajaib, Firman Hidup, kekal selamalamanya. Lagu yang dinyanyikan bersama Jemaat: “Beautiful Saviour”, ”Emmanuel”, “God With Us”. Paduan Suara Sanctus 1 melayani pada dua kali kebaktian bersama GI. Andrey Tunggal. Setelah selesai melayani, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Belitung. Puji Tuhan, selama tiga malam kami semua sehat dan pulang dengan sukacita. God is so good to us • / Pao Tjoe / 42

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 42

12/15/18 2:06 PM


“Beautiful Saviour”

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 43

43

12/15/18 2:06 PM


44

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 44

12/15/18 2:06 PM


/ Feri Irawan /

Kisah Kasih Sakral yang Menyentuh Profan Yesus adalah salah satu Pribadi yang paling kontroversial dalam sepanjang zaman. Dalam doktrin Trinitas, Pribadi Allah Bapa dan Allah Roh Kudus hampir-hampir tidak dipermasalahkan. Namun, khusus Allah Anak, yaitu Yesus, begitu banyak kalangan yang memperdebatkannya, termasuk dari kalangan Kristen sendiri. Bukan cuma persoalan tentang kematian dan kebangkitan-Nya yang menjadi perdebatan tiada akhir, melainkan kelahiran-Nya pun dipersoalkan.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 45

45

12/15/18 2:06 PM


Kelahiran Yesus dari seorang perawan dianggap oleh sebagian kalangan skeptis sebagai kisah yang tidak terlalu unik, seperti cerita rekaan yang meminjam gagasan dari legenda Yunani. Tokoh legenda pahlawan Yunani, Perseus, lahir karena Dewa Zeus menghamili Danae, putri Raja Akrisius, karena terpikat oleh kecantikannya. Bahkan, sosok Kaisar Alexander Agung dipercaya dilahirkan dari benih Dewa Zeus yang kala itu bermanifestasi dalam bentuk halilintar yang menyambar dan menghamili Olimpias, ibunya, tepat sebelum dia menikah dengan Filipus dari Makedonia. Legenda-legenda dewa yang menghamili gadis-gadis perawan bukanlah kisah yang unik. Namun, kalau kita lebih teliti mempelajarinya, maka terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kisah kelahiran Yesus dari perawan Maria dengan kisah-kisah legenda tersebut.

Itulah sebabnya

Maria terkejut melihat kunjungan malaikat Tuhan yang menyampaikan bahwa ia adalah pribadi yang beroleh kasih karunia di hadapan Allah

46

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 46

12/15/18 2:06 PM


Dalam setiap legenda Yunani tersebut memiliki kesejajaran dalam arti ada sosok laki-laki ilahi (dewa) memanifestasikan diri dalam wujud manusia atau wujud lainnya yang menghamili seorang perempuan, entah melalui hubungan seksual ataupun melalui bentuk pengganti penetrasi. Sementara, kehamilan Maria tidak melibatkan sosok dewa yang menjelma dalam bentuk laki-laki atau dalam manifestasi lainnya, termasuk tidak melibatkan aktivitas seksual atau penetrasi semacamnya, yang membuat Maria hamil. Alkitab mencatat Maria mengandung dari Roh Kudus (Matius 1: 18), bahkan tanpa sepengetahuannya. Itulah sebabnya Maria terkejut melihat kunjungan malaikat Tuhan yang menyampaikan bahwa ia adalah pribadi yang beroleh kasih karunia di hadapan Allah (Lukas 1: 28–30). Kunjungan malaikat Tuhan adalah representasi kunjungan Allah sendiri. Dan ketika peristiwa Allah atau malaikat-Nya menjumpai manusia, tentu merupakan kunjungan yang sangat istimewa dan penting, karena terlalu sedikit orang yang dijumpai oleh Allah, termasuk oleh malaikatmalaikat-Nya. Rata-rata Allah hanya menjumpai dan berbicara kepada para nabi. Selebihnya, Allah lebih banyak menjumpai umat-Nya lewat firman-Nya melalui perantara para nabi-Nya. Karena itulah, bagi orang biasa seperti Maria, kunjungan malaikat Tuhan ini adalah hal yang luar biasa dan baginya, sangat mustahil. Karena bagaimana pun sesuatu yang profan tidak akan pernah bisa berhadapan dan berjumpa dengan yang sakral. Artinya, ketika seseorang berjumpa dengan Allah, maka orang itu siap mati! Allah dalam kekudusannya seperti api yang menghanguskan. Jangankan menyentuhnya, melihatnya pun manusia tidak sanggup. Demikian pula yang ada dalam pemahaman Maria saat itu dalam ketakutannya berjumpa dengan malaikat Tuhan.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 47

47

12/15/18 2:06 PM


Perkenanan Allah bukan hanya ditujukan bagi Maria, melainkan ditujukan kepada seluruh bangsa di dunia

Perkenanan Allah bukan hanya ditujukan bagi Maria, melainkan ditujukan kepada seluruh bangsa di dunia (Lukas 2: 10–11). Allah tidak lagi hanya bisa dijumpai oleh orang-orang tertentu saja, melainkan semua orang bisa berjumpa dan bersentuhan dengan Allah. Hal itu terjadi sekitar dua ribu tahun yang lalu, ketika Sang Sakral itu rela datang dalam dunia yang profan ini, menjadi sama dengan manusia, dan berinteraksi dengan manusia. Dialah Yesus, sosok Sang Sakral, yang kakinya pernah diurapi oleh seorang perempuan berdosa. Dialah Yesus, yang bekas luka di kaki, tangan dan lambungnya pernah disentuh oleh Tomas, muridNya. Dialah Yesus yang pernah dicium oleh Yudas yang mengkianati dan menjual-Nya dengan kepingan perak. Sang Sakral mempersilakan diriNya disentuh oleh dunia yang profan. Kisah kelahiran Yesus ke dalam dunia menjadi sebuah bukti bahwa Sang Sakral tidak pernah jijik dengan yang profan. Sang Sakral ingin berelasi dengan manusia yang profan yang harusnya binasa karena dosa-dosanya. Kisah Natal menjadi kisah kasih Allah, Sang Sakral, yang menyentuh profan dan menjadikan yang profan itu setara dalam kesakralan-Nya di hadapan Allah. Yesus akan tetap menjadi Pribadi yang penuh kontroversi bagi dunia ini di sepanjang zaman. Perdebatan akan Sang Sakral tidak akan pernah berujung di dalam dunia yang profan. Yang profan tidak akan pernah menyukai eksistensi yang sakral, namun yang sakral justru eksis mencari dan menemukan yang profan. Disitulah keindahan dan keagungan kisah kasih Natal itu disingkapkan bagi kita • 48

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 48

12/15/18 2:06 PM


Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 49

49

12/15/18 2:06 PM


“I believe God takes the things in our

lives—family, background, education—and uses them as part of his calling. It might not be to become a pastor. But I don’t think God wastes anything.” Eugene Hoiland Peterson (6 November 1932–22 Oktober 2018), adalah pendiri Gereja Christ Our King Presbyterian di Bel Air, Maryland. Di samping menjadi seorang pendeta beliau juga seorang penulis dan penyair dan berhasil memenangkan penghargaan medali emas buku The Message: The Bible in Contemporary Language, yang ditulis untuk mencoba membuat makna asli dari Alkitab lebih mudah dipahami dan dapat diakses oleh pembaca modern

50

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 50

12/15/18 2:06 PM


Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 51

51

12/15/18 2:06 PM


PELATIHAN TENTANG PENTINGNYA LAGU-LAGU PUJIAN Dalam rangka bulan Musik GKY BSD, Subbidang LiturgiMusik mengadakan lokakarya untuk para pemimpin pujian agar dapat lebih memahami pentingnya lagu-lagu pujian dalam ibadah dan meningkatkan keterampilan mereka dalam mengoptimalkan pelaksanaan ibadah. Pelatihan yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018 di GKY BSD ini difasilitasi oleh Pdt. Budianto Lim dan Ev. Lidya Siah, pasangan suami-istri yang memiliki passion dan expertise di bidang ibadah dan musik gerejawi. Lokakarya ini diikuti oleh 85 pelayan ibadah yang meliputi para pemimpin pujian ibadah, pelayan musik, dan beberapa pemimpin paduan suara. Pendeta Budianto dan Ev. Lydia adalah doktor di bidang Worship Studies dan banyak melayani di bidang ibadah dan musik gerejawi. Saat ini mereka berdua dipercaya merintis program studi Magister Teologi (Ibadah) di STT Reformed Indonesia (STTRI), Jakarta. Pendeta Budianto dan Ev. Lydia, yang pernah melayani di Gereja Presbyterian di Singapura selama dua belas tahun; menekankan bahwa penyembahan melalui puji52

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 52

12/15/18 2:06 PM


pujian, jika dilaksanakan dengan benar, bisa berfungsi sebagai poros hidup komunitas murid Kristus (gereja). Kedua fasilitator memberikan arahan mengenai tujuan dan fungsi nyanyian dalam ibadah, serta bagaimana kita melakukan seleksi nyanyian yang akan digunakan— baik untuk ibadah raya atau ibadah yang bersifat komunal (komisi, CGF, persekutuan)— supaya pujian-pujian itu ‘penuh kuasa’ saat dibawakan. Ev. Lydia menekankan pentingnya kita memiliki hati dan sikap yang genuine—yang tulus dan penuh kesungguhan— dalam melantunkan puji-pujian bagi Tuhan sehingga pujian kita menjadi pujian yang ‘penuh kuasa’. Mari kita terus belajar menjadi pemuji-pemuji yang genuine • / Andriani Yuwana

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 53

53

12/15/18 2:06 PM


Semua Boleh Terjadi Hanya karena

Kasih Tuhan

54

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 54

12/15/18 2:06 PM


/ Lily Ekawati /

Sesuai janji yang sudah dibuat sebelumnya, pada hari Minggu sehabis KU-2, kami, tim Nafiri menemui Bambang Slamet yang hari itu bertugas sebagai usher. Sosok aktivis ini cukup familier di kalangan jemaat GKY BSD. Dan mendengar kisah kesaksian yang diceritakannya membawa banyak berkat bagi kami yang berbincang-bincang dengan beliau.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 55

55

12/15/18 2:06 PM


Bambang lahir tahun 1971 di Surabaya. Tetapi, sejak kecil hingga remaja dia lalui di kota Cirebon. Dia dan keluarga setia beribadah di GKI Pengampon. Lulus SMA, Bambang merantau ke Palembang. Dia sempat bekerja sebentar sebagai karyawan di sebuah apotek sebelum pindah haluan ke bidang pemasaran. Dia merintis karir dari bawah; sebagai staf pemasaran, bagian penerima pesanan, dan kemudian dipercaya menjadi supervisor. Semua bisa terjadi karena ketekunannya dalam bekerja. “Pada tahun 2000 ada launching produk baru dan ada perusahaan Jepang membuka lowongan. Saya ditawari untuk bergabung di perusahaan principal, yaitu PT. Uni-Charm Indonesia, sebagai supervisor,” kisah Bambang.

56

Mulailah karir Bambang di PT Uni-Charm yang memproduksi consumer goods: seperti popok bayi, popok dewasa, pembalut wanita, dan tisu basah. Dari Palembang, Bambang sempat dipindah setahun ke Surabaya. Selama di kota Buaya ini dia sempat bergabung dan menjadi pengurus GKY Surabaya. Ketika akhirnya dipindah ke kantor Jakarta, Bambang memutuskan menetap di Serpong dan bergabung dengan GKY BSD. Tak lama, dia sudah aktif dalam beberapa bidang pelayanan: seperti sebagai Caring Group Leader, Pengurus Pasutri, dan Koordinator Usher. Pasti Dimarahi Pada tahun 2013, Bambang dipanggil menghadap presiden direktur yang berasal dari Jepang. Dia diberitahu kalau akan dipindah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dia sempat kaget dan galau. “Wah … kalau ke Sumatra atau Jawa saya masih berani .... Tapi ini Kalimantan, saya jadi waswas .... Dan saya membayangkan akan cukup sulit menemukan saudara-saudara seiman di

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 56

12/15/18 2:06 PM


sana,” pikir Bambang. Dia berusaha mengelak dan meminta diberi kesempatan untuk melihat situasi lapangan di Banjarmasin lebih dulu. “Belum ada sejarahnya demikian. Saya cuma pikir pasti saya dimarahi dan penugasan saya dibatalkan,” sharing Bambang. “Saya ingat perjanjian kerja kami dari awal adalah kapan pun kami harus siap untuk dipindahkan kalau perusahaan meminta. Bila menolak dianggap mengundurkan diri.” Mendengar usulan Bambang, seketika presiden direkturnya berdiri. “Saya pikir dia akan langsung memarahi saya. Eh, ternyata dia mengizinkan saya untuk pergi tiga hari dua malam ke Banjarmasin.” Singkat cerita, Bambang menerima penugasan ke Banjarmasin, bahkan dia mengusulkan penugasan selama tiga tahun padahal perusahaan hanya berharap dia dua tahun saja di sana. “Orang perusahaan sampai bingung. Kenapa begitu? Karena selain saya memikirkan karir, saya juga harus mikirin keluarga. Harapan saya jenjang sekolah anak-anak ga nanggung kalau tinggal selama tiga tahun,” gelaknya. Bambang menikah dengan Hi Suan dan memiliki dua anak: Angeline dan Velica. Mendengar permintaan ini, sang Presdir pun sangat girang dan bahkan sebelum berangkat menghadiahi Bambang surat peningkatan jenjang jabatan. Istri tercinta dan kedua anaknya menyusul ke Banjarmasin setelah Bambang tiga bulan di sana. Ketika Nafiri menanyakan apakah istri dan anak-anak tidak keberatan, Bambang menceritakan bahwa sejak awal dia menjelaskan kepada istri dan anak-anaknya bahwa dia bekerja di divisi pemasaran yang memang harus selalu siap ‘diutus’ jika diminta oleh perusahaan. “Semuanya pasti melewati proses .… Waktu pindah dari Palembang ke Surabaya memang agak berat .… Saya bilang ke anakanak perpindahan ini ada positif dan negatifnya, tapi kita harus mengambil hikmahnya. Bagaimana kamu bisa lahir di Palembang, tapi sempat menikmati bersekolah di Surabaya, kemudian di Serpong, dan sekarang dikasih kesempatan untuk pergi ke Kalimantan,” ujar Bambang.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 57

57

12/15/18 2:06 PM


Lingkungan Baru Bambang ingin terus menjadi terang bagi lingkungan sekitar di mana pun Tuhan tempatkan. Di Banjarmasin, dia mencoba membuka jejaring agar bisa tetap aktif dalam pelayanan. “Saya punya kenalan dua hamba Tuhan adik kelas GI. Feri Irawan yang pelayanan di sana. Hamba Tuhan saya saat di Palembang juga mengenalkan saya pada adik tingkatnya di Banjarmasin.” Dari informasi dan kontakkontak yang dia lakukan, Bambang dan keluarganya akhirnya aktif beribadah dan terlibat pelayanan di GKKA (Gereja Kebangunan Kalam Allah). Tinggal di lingkungan baru dengan profil penduduk yang berbeda bukanlah hal yang mudah bagi Bambang sekeluarga. Proses adaptasi itu cukup berat, termasuk bagi Hi Suan, istrinya, apalagi sekolah kedua anaknya lokasinya cukup jauh dari rumah dan Bambang sering tugas ke luar kota. “Sopir langganan antar jemput juga sering on-off

(sehingga Hi Suan sering kalang kabut),” kata Bambang. Akhirnya mereka mencari bantuan antar jemput kepada rekan jemaat yang anaknya sekolah di tempat yang sama dengan Angeline dan Velica. “Saat-saat itu cukup berat bagi kami karena kami tidak punya saudara dekat. Teman juga masih sangat terbatas ...,” ujar Bambang mengenang. Komunikasi dengan temanteman satu kelompok CGF Betlehem GKY BSD menjadi penghiburan besar bagi Bambang dan Hi Suan. “Meskipun kami ada di Banjarmasin, hubungan dengan rekan jemaat GKY BSD tidak pernah putus. Bahkan saya tau apa yang terjadi di lingkungan CGF Betlehem. Sewaktu ada acara ‘Waroeng Betlehem’ ... aduh sejujurnya malah tambah sedih saat mendapat kiriman foto-fotonya,” Bambang senyumsenyum; senang mendapat kabar tapi juga sedih tidak bisa bergabung.

“Semuanya pasti melewati proses...” 58

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 58

12/15/18 2:06 PM


“...hubungan dengan rekan jemaat GKY BSD tidak pernah putus.�

Sangat Kooperatif Mission Trip GKY BSD ke Mintin di Kalimantan Tengah, yang tidak jauh lokasinya dari Banjarmasin, menjadi penghiburan luar biasa bagi Bambang sekeluarga. Mereka diajak bergabung ke Mintin pada acara peresmian PPMT di sana. Bambang dan keluarga sangat senang bisa ikut melayani masyarakat. Di Banjarmasin, Bambang juga mendapat kesempatan untuk berinteraksi dan mengenal dari dekat masyarakat dengan latar belakang agama yang berbeda, termasuk saat proses menyewa rumah milik keluarga non-Kristen. Bambang merasakan bagaimana mereka sangat kooperatif dan dapat menjalin hubungan timbal balik yang positif. Penugasan Bambang di Banjarmasin berjalan lancar pada dua tahun awal. Target-target dapat dicapai dengan lancar. Tahun ketiga terjadi kelesuan ekonomi, dan juga terjadi perubahan kebijakan pemerintah dalam perizinan batu bara. Akibatnya daya beli turun dan target perusahaan meleset. Untunglah pimpinan perusahaan memahami dan mau merevisi target sehingga lebih realistis. Bambang melihat campur tangan Tuhan dalam semua perkembangan yang terjadi. Di tengah semua kesulitan yang terjadi, Bambang mendapat kekuatan dari persekutuan dengan saudara-saudara seiman di Banjarmasin, seperti melalui sharing-sharing dan doa di Persekutuan Doa Pemuridan.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 59

59

12/15/18 2:06 PM


Pada tahun 2017, setelah bernegosiasi dengan presiden direktur yang baru, Bambang yang sudah empat tahun di Banjarmasin diizinkan untuk kembali bergabung di Jakarta. Dia terpaksa ke BSD lebih dulu karena Hi Suan masih harus menemani Velica hingga lulus SMP pada pertengahan 2018. Saat tulisan ini dibuat, mereka masih menanti Angeline yang masih di Banjarmasin untuk menyelesaikan kelas tiga SMA. Bambang bersyukur karena Pak Wayan dan istrinya dari PPMT Mintin ikut memberi pendampingan bagi Angeline. “Kami juga bersyukur karena Angeline cukup mendapat pembekalan dan pengenalan akan kebenaran firman Tuhan selama di BSD dan juga di Banjarmasin.â€? Bambang menyadari penugasannya di Banjarmasin dan semua pengalaman yang boleh dialami keluarganya selama ini hanya bisa terjadi karena kasih karunia Tuhan semata •

Karena itu, saudarasaudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak siasia. - 1 Korintus 15: 58

Pewawancara: Lily Ekawati & Anton Utomo 60

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 60

12/15/18 2:06 PM


Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 61

61

12/15/18 2:06 PM


Oleh-Oleh dari Berlin Marathon: Katedral St Vitus— Gambaran Surga di Bumi 62

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 62

12/15/18 2:06 PM


/ Jap Tje Wie / “Selanjutnya kita maraton ke mana Pak?” Teman saya, sebut saja Pak Er, bertanya begitu kami selesai mengikuti Jakarta Marathon Oktober 2017. “Belum tau .... Nanti saja baru dipikirin,” jawabku dengan kaki terpincang-pincang. Itu merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lari maraton. Pertanyaan yang sama kembali diajukan Er saat bertemu lagi di kantor beberapa hari kemudian. Saya pun menjawab, “Kalau mau ikut maraton lagi, pengennya sih yang kagak ada cut-off time-nya. Biar kagak diangkut di tengah jalan. Saya mah kagak kuat kalau cepat-cepat.” Itu kira-kira kriteria yang saya sampaikan. “Kalau gitu ikut Berlin Marathon saja,” atasan saya ikut nimbrung antara iseng dan serius. “Next marathon ... disarankan Berlin,” pesan WA saya ke Er. “Oke ya, aku daftarin buat undiannya.” Saya tidak berharap banyak akan terpilih karena Berlin Marathon adalah event kelas dunia; hanya sebagian pendaftar saja yang akan dapat undian. Tujuan saya hanya sekadar menjawab tantangan dari Er. “Kita kepilih, Pak!” seru Er pada awal Desember membuatku kaget. Itu memang saat pengumumam undiannya. “Benar?” tanyaku datar-datar karena memang tidak berharap akan terpilih. “Coba buka tuh email. Udah dikirim hasil undiannya.” “Congratulations: You made it!” Itu kata-kata pembuka email dengan subjek: Drawing result for the BMW Berlin Marathon 2018. Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 63

63

12/15/18 2:06 PM


Berlin Marathon diadakan tanggal 16 September 2018, masih sembilan bulan setelah pengumuman. Tetapi, sejak Desember itu juga, Er sudah aktif mengajak diskusi. Dia menyarankan untuk sekalian jalan-jalan di Eropa. “Ada spot yang ingin dikunjungi, Pak?” dia bertanya. “Reformation Wall,” ujarku menyebutkan tempat yang ingin aku kunjungi. “Ada lagi yang lain?” “Terserah kalian saja untuk objek kunjungan yang lain.” Jawabku untuk memberi kesempatan memilih bagi Er dan dua rekan lain yang akan bergabung. Sebulan kemudian Er mengirim email daftar tempat-tempat yang akan dikunjungi. Salah satu objek yang menarik untuk disimak lebih lanjut adalah Katedral St Vitus di Praha, Ceko. Waktu berlalu dan tanpa terasa hari keberangkatan pun tiba. Kami terbang ke Munich, Jerman, dan tiba di kota ini tiga hari sebelum maraton berlangsung. Kami menyewa mobil untuk transportasi dan jalan-jalan. Selesai proses administrasinya, kami berempat langsung berangkat menuju Praha (Prague), ibu kota Republik Ceko. Perjalanan ke arah timur laut Munich ini memakan waktu sekitar empat jam. Kami tiba di Praha pada malam hari dan hanya sempat mencari makan serta masuk ke hotel. Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap. Kami akan menikmati Kota Praha dan kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju ke Dresden. Objek utama kunjungan di Praha adalah sekitar Charles Bridge dan ke Katedral St Vitus. Katedral St Vitus seperti magnet yang sangat menarik untuk diceritakan lebih jauh. Katedral yang tampak megah dan anggun ini arsitekturnya bergaya Gotik yang menggabungan nilai-nilai kekristenan dan ilmu pengetahuan. Bangunannya diperkaya dengan ornamen-ornamen pahatan visualisasi dari kisah-kisah Alkitab. Bentuk-bentuk penataan ruang, arah bangunan, ornamen-ornamen, dan bentuk bangunan secara keseluruhan terasa sangat elegan dan berkarakter.

64

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 64

12/15/18 2:06 PM


Pintu Masuk dari Barat

TATA LETAK Berlin Marathon diadakan tanggal 16 September 2018, masih sembilan bulan setelah pengumuman. Tetapi, sejak Desember itu juga, Er sudah aktif mengajak diskusi. Dia menyarankan untuk sekalian jalan-jalan di Eropa. “Ada spot yang ingin dikunjungi, Pak?” dia bertanya. “Reformation Wall,” ujarku menyebutkan tempat yang ingin aku kunjungi. “Ada lagi yang lain?” “Terserah kalian saja untuk objek kunjungan yang lain.” Jawabku untuk memberi kesempatan memilih bagi Er dan dua rekan lain yang akan bergabung. Sebulan kemudian Er mengirim email daftar tempat-tempat yang akan dikunjungi. Salah satu objek yang menarik untuk disimak lebih lanjut adalah Katedral St Vitus di Praha, Ceko. Waktu berlalu dan tanpa terasa hari keberangkatan pun tiba. Kami terbang ke Munich, Jerman, dan tiba di kota ini tiga hari sebelum maraton berlangsung. Kami menyewa

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 65

65

12/15/18 2:06 PM


mobil untuk transportasi dan jalan-jalan. Selesai proses administrasinya, kami berempat langsung berangkat menuju Praha (Prague), ibu kota Republik Ceko. Perjalanan ke arah timur laut Munich ini memakan waktu sekitar empat jam. Kami tiba di Praha pada malam hari dan hanya sempat mencari makan serta masuk ke hotel. Pagi-pagi kami sudah bersiap-siap. Kami akan menikmati Kota Praha dan kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju ke Dresden. Objek utama kunjungan di Praha adalah sekitar Charles Bridge dan ke Katedral St Vitus. Katedral St Vitus seperti magnet yang sangat menarik untuk diceritakan lebih jauh. Katedral yang tampak megah dan anggun ini arsitekturnya bergaya Gotik yang menggabungan nilai-nilai kekristenan dan ilmu pengetahuan. Bangunannya diperkaya dengan ornamen-ornamen pahatan visualisasi dari kisah-kisah Alkitab. Bentuk-bentuk penataan ruang, arah bangunan, ornamen-ornamen, dan bentuk bangunan secara keseluruhan terasa sangat elegan dan berkarakter.

BENTUK BANGUNAN Bangunan gereja gaya Gotik tidak lepas dari keyakinan pada abad pertengahan bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya secara sempurna dan indah. Dan bentuk dan prinsip geometri, seperti segitiga sama sisi, segitiga sama kaki, dan bujur sangkar digunakan secara nyata. (Bentuk bujur sangkar ini yang kemudian melahirkan bentuk indah, yaitu lingkaran). Konsep lingkaran memberikan ide bagi Kepler untuk berpikir bahwa bumi mempunyai bentuk yang indah, yaitu lingkaran atau bulat. Inilah yang dipakai sebagai teori atau model bentuk bumi yang bertentangan dengan teori lama. Teori bumi bulat di kemudian hari dicetuskan oleh Kepler dan menjadi salah satu bagian dari penemuan ilmu pengetahuan/science). Jika dilihat struktur bangunan Gotik, seperti pada Katedral St Vitus; bisa dilihat bahwa jendela, pintu, dan titik tumpu memakai prinsip segitiga sama kaki ataupun sama sisi. Bentuk-bentuk seperti ini ternyata sangat membantu kekuatan struktur 66

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 66

12/15/18 2:06 PM


sehingga gereja dapat dibangun dengan kolom-kolom yang lebih tinggi. Di samping itu, prinsip ini juga makin memaksimalkan keindahan arsitektur bangunan gereja.

Trinitas Gereja gaya Gotik umumnya mempunyai tiga pintu yang melambangkan Trinitas.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 67

67

12/15/18 2:06 PM


ALKITAB PADA BANGUNAN GEREJA

Pada abad pertengahan, Alkitab masih sangat terbatas dan dituliskan dalam bahasa Latin. Rakyat jelata belum memiliki kemampuan dan akses untuk membaca Alkitab. Itu sebabnya, ringkasan Alkitab dituangkan dalam bentukbentuk pahatan sebagai upaya untuk memberitakan Injil bagi umat manusia. Ini bisa dilihat pada Gambar 4 tentang penyaliban Kristus dan juga pada ornamen pada jendelajendela stained glass yang menggambarkan peristiwa Pentakosta (Gambar 5).

Gambar 4: Peristiwa penyaliban Kristus diukir di atas pintu masuk gereja

68

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 68

12/15/18 2:06 PM


Gambar 5: Peristiwa Pentakosta

Dari pengamatan pada Katedral St Vitus di Praha ini dapat diambil pelajaran bahwa masyarakat pada abad pertengahan sangat mengharapkan untuk dapat mencapai surga sebagai akhir perjalanan hidupnya, yaitu melalui jalur iman pada Kristus yang tersalib. Setiap kali mereka mamasuki gereja, mereka diingatkan akan arah kehidupan dan surga sebagai ujungnya. Gambaran surga di bumi diwujudkan pada bagian altar. Berkunjung memasuki Katedral St Vitus ini kita kembali diingatkan bahwa saat kita memasuki gereja, sesungguhnya kita sedang berada dalam perjalanan ke ruang suci (sacred space); kita sedang menghadap (dan berjalan menuju) altar yang merepresentasikan surga di bumi ini. (Bersambung pada ‘Nafiri’ edisi berikutnya) •

/ Penulis adalah Majelis aktif GKY BSD, menangani sub bidang Pembinaan Warga Gereja (PWG) Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 69

69

12/15/18 2:06 PM


Pdt. STEFANUS THEOPHILUS:

Kita Berbeda,tetapi Mari Kita Berjuang Bersama-sama 70

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 70

12/15/18 2:06 PM


/ Pingkan I Palilingan /

Di samping menjadi guest preacher di beberapa gereja, termasuk di GKY BSD, Pendeta Stefanus Theophilus memilih organisasi sosial politik sebagai fokus penginjilan serta bentuk konkret panggilannya untuk melayani Tanah Air. Bersama dengan sejumlah rekan pendeta, penginjil, dan beberapa kolega; Pendeta Stefanus—atau yang akrab dipanggil Steve— mendirikan Obor Peduli Bangsa pada pertengahan 2017 dengan harapan untuk melawan radikalisme. “Gerakan radikalisme kan luar biasa banyak, tapi kita tidak khusus melihat latar belakang agama apa. Pokoknya ketika dia menyuarakan hal-hal yang radikal, kita akan lawan, termasuk kaum Kristen yang radikal dan fanatik membabi buta,” tutur beliau. Lulusan SAAT Malang ini terpanggil untuk melayani dalam bidang sosial dan politik sejak tahun 1997. Sebuah pertanyaan dari George Aditjondro, seorang penulis dan aktivis pada masa rezim Soeharto, menggugah hati Stefanus. “Anda tidak berpikir jika ingin berbuat sesuatu? Kalau Anda ingin bergerak atas dasar cinta kepada Indonesia, pulanglah ke Indonesia,” ujar George Aditjondro kepada Stefanus. Kala itu adalah tahun ketiga Stefanus melayani di sebuah gereja Indonesia di San Jose, California, Amerika Serikat. Berkali-kali hatinya terusik. Termasuk ketika Stefanus tengah pendalaman Alkitab, dimana ia mempelajari ciri-ciri nabi. “Satu, ciri-cirinya yaitu frustrasi. Tidak ada nabi yang bahagia. Bahkan ada nabi seperti Yeremia yang suka nangis. Karena dia membawa hati Tuhan. Ciri-ciri kedua, ketika suatu tempat keadaannya aman, di sana tidak ada nabi. Tetapi begitu ada

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 71

71

12/15/18 2:06 PM


kekacauan, pertempuran, penuh dengan dosa; nabi muncul,” ujarnya. Rasa galau di hatinya terasa makin nyata, hingga akhirnya pada pertengahan tahun 1998, Stefanus pulang ke Indonesia untuk melayani negaranya. Bersama teman-teman sepemikiran, salah satunya rekannya dulu di Perkantas, Stefanus memulai SAKSI (Sinergi Alumni untuk Kasih dan Sabda di Indonesia) dan berhasil memulai beberapa pelayanan holistik di beberapa desa, juga gerakan-gerakan lainnya. Setelah sukses menjalankan SAKSI selama lima tahun, pada tahun 2003 Stefanus pergi ke Kanada untuk melayani sebuah gereja Indonesia. Tujuh tahun lamanya ia melayani gereja tersebut, meski hati terdalamnya kian memanggilnya untuk kembali ke Tanah Air. Akhirnya di tahun 2010, Stefanus kembali ke Indonesia. Tidak terikat dengan sebuah gereja, Stefanus menjalani panggilan terdalamnya yakni dengan aktif dalam organisasi-organisasi lintas iman yang mendiskusikan kiprah politik kaum minoritas.

Nafiri: Bagaimana pandangan Anda terhadap gerejagereja yang berpolitik? Stefanus Theophilus: Saya rasa kita perlu menyatukan persepsi: Apa sih yang dimaksud dengan berpolitik? Gereja tidak boleh berpolitik itu apa artinya? Apabila kita bilang gereja tidak boleh berpolitik, apakah ‘gereja’ yang dimaksud di sini adalah sebuah organisasi atau ‘gereja’ dalam artian jemaatnya? Ini yang harus diklarifikasi. Dan dalam konteks ‘gereja’ yang merujuk kepada jemaatnya, apa yang dimaksud dengan tidak boleh berpolitik? Mencoblos itu termasuk politik lho. Apa kita nggak boleh nyoblos? Nah itu dia, batasannya apa? Itulah yang perlu diklarifikasi. Itu yang tidak pernah jelas. Tetapi lain halnya jika kita berkampanye [di gereja], karena memang kampanye [di rumah ibadah] itu dilarang. 72

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 72

12/15/18 2:06 PM


N: Menurut Anda, mengapa gereja-gereja di Indonesia terkesan ‘alergi’ dengan dunia politik? ST: Saya melihatnya seperti ini; jika pendeta di sebuah gereja terlalu terlibat secara jelas dalam politik, kasihan jemaatnya. Banyak jemaat yang terdiri dari orang berumur dan yang tidak tahu apa-apa. Padahal mereka datang ke gereja sungguh-sungguh hanya ingin beribadah. Sebagai contoh, ibu saya sendiri. Dia tidak pernah aktif berpolitik. Tetapi ibu mendoakan Indonesia, ia menangis dan bilang, “Tuhan, kok Indonesia seperti ini; korupsi di mana-mana dan sebagainya.” Tapi ia tidak mengerti. Saya sering guyon dan tanya, “Mami tahu nggak sih korupsi?” Jawabnya, “Nyopet duit negara.” Ya simpel sekali pengertiannya. Kan kasihan kalau ia disuruh ikut berpolitik. Jadi jangan sampai membawa-bawa jemaat. N: Apakah Anda setuju dengan adanya partai politik yang berlandaskan agama, contohnya dulu ada Partai Damai Sejahtera yang mendeklarasikan diri sebagai partai Kristen? ST: Saya pernah ikut pembukaan Partai Damai Sejahtera di sebuah hotel di Jakarta. Kebetulan saya menginap di sana karena dapat voucher dari teman, pas dengan acara tersebut. Saya datang ke acara itu. Isi [acaranya] lebih banyak menyatakan, “Kita Kristen ... harus begini, harus begitu.” Nah, saya tidak bisa terima. Bagi saya sektarian agama itu tidak bisa. Siapa pun itu, saya akan menolak. Sebagai orang Indonesia, ya kita harusnya partai [berwawasan] Indonesia. Janganlah kita membuat perpecahan karena agama. Itu berarti kita membuat sektarian sendiri dong. Akhirnya kita merasa Kristen itu lebih qualified dari pada agama lain. Bagi saya, berarti itu seakan sudah merendahkan agama lain. N: Berdasarkan pengamatan Anda, apakah parlemen sekarang sudah cukup mewakili umat Kristen, dalam artian memperjuangkan hak-hak umat Kristen?

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 73

73

12/15/18 2:06 PM


ST: Mewakili kita sebagai seorang Kristen atau sebagai orang Indonesia yang beragama Kristen? Kita harus berhati-hati lho. Jangan sampai “mewakili umat Kristen” diartikan dengan bahwa umat Kristen harus mendapat satu prioritas ... keuntungan. Pertama, ketika kita memprioritaskan pokok-pokok Kristen, artinya kita minta kita diistimewakan. Kedua, artinya kita tidak care dengan orang beragama lain. N: Lalu, apa maksudnya dengan “orang Indonesia yang beragama Kristen”? ST: Maksudnya, jika itu diartikan sebagai “orang Indonesia yang beragama Kristen”, artinya semua agama sama. Jadi maksudnya, saya adalah seorang warga negara Indonesia, tapi kebetulan agamanya Kristen. Pokok utamanya adalah keadilan, jadi bukannya harus diutamakan karena pokoknya Kristen. Contoh mudahnya, misalnya ada seorang tuan rumah yang beragama Kristen, asisten rumah tangganya Muslim. Sang tuan rumah memperlakukan ART-nya secara tidak bijaksana. Sebagai manusia dan seorang umat Kristen, dia tidak boleh seperti itu. Tetapi apabila kita memandangnya (dengan cara pandang “mewakili umat Kristen”)berarti kita akan setuju dengan perbuatannya yang salah dengan alasan, “Kan Islam yang dihimpit, bukan Kristen.” Sebagai warga negara Indonesia, mustinya keadilanlah yang diutamakan. N: Berdasarkan pandangan Anda, apakah umat Kristen harus masuk ke dunia sosial politik? ST: Kalau terpanggil. Sebenarnya untuk masuk ke dunia politik tidak berarti harus aktif, tapi bisa dengan cara memberikan dukungan. Ini contohnya; tahun 1998 hingga 2001, ketika hari Natal tiba, gereja-gereja tidak berpesta tetapi mengadakan aksi sosial; hampir semua gereja di seluruh Indonesia. Setidaknya hingga tahun 2000. Tetapi sesudah kita merasa aman, kita mulai lebih banyak berhura-hura. Jadi ketika dulu kita beraksi sosial pada saat Natal, itu lebih karena kita ketakutan.

74

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 74

12/15/18 2:06 PM


Jadi bagi saya kita berbuat baik karena ketakutan. Itu bukan perbuatan baik, tetapi kepengecutan. Berpesta ya boleh saja, tetapi porsi sosialnya di mana? Kadang perbedaan antara kegiatan sosial dan porsi perayaan terlalu menyolok. N: Jadi bagaimana seharusnya jemaat gereja menanggapi politik? ST: Saya ingin meng-encourage jemaat, bahwa politik itu jangan menjadi suatu alergi. Ada bentuknya yang sederhana, dan ada yang memang serius. Yang sederhana misalnya, kita nyoblos saja sudah politik. Jangan apatis. Dalam hati saya, jika ada pemberian dari Tuhan, saya ingin mendukung partai tertentu, yaitu partai yang memang punya idealisme, dan bukan warisan masa lalu. Ayo, kita bermimpilah bagaimana Indonesia sepuluh tahun lagi. (Pengganti) Jokowi belum tahu siapa. Apakah kita mau warisan masa lalu itu terus berputar? N: Bagaimana dengan Ahok? Beliau merupakan salah satu tokoh politik beragama Kristen yang cukup menginspirasi umat Kristen untuk terjun di dunia politik. ST: Ahok memang cukup memberi inspirasi. Tetapi, harus diingat bahwa tidak ada orang yang murni kehebatannya berasal dari diri dia sendiri. Kalau dia sampai bisa berprestasi sangat baik, itu sudah jelas adalah karena anugerah Tuhan semata. Sebaliknya, jika dia sudah mulai merasa ‘gue bisa’, dia sudah memakai jalan dia sendiri. Jadi, langkah paling pertama yang harus jelas adalah apakah Ahok atau kita menjalani ini semua berdasarkan hati nurani yang dilandaskan pada kasih dari Tuhan atau pada diri sendiri? Mesti jelas kalau itu adalah anugerah dari Tuhan—dan karena itu anugerah—ikutilah cara Tuhan.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 75

75

12/15/18 2:06 PM


N: Melalui peristiwa yang dialami Ahok ini banyak umat Kristen yang was-was untuk terjun ke dunia politik. Adakah saran bapak bagi umat Kristen yang hendak masuk ke dalam ranah ini? ST: Menurut saya, yang pertama, bacalah berita ... terus pelajari agar tahu dengan jelas mana yang benar dan tidak benar. Janganlah pengetahuannya nol. Kedua, jangan sektarian. Pokoknya (semua harus dilakukan demi kesejahteraan dan kesatuan) Indonesia. Jangan berdasarkan suku atau agama .... Menurut saya itu musti. Orang-orang yang memiliki hati Kristen itu banyak. Jadi keselamatan tidak hanya semudah sebuah pengakuan; misalnya, percaya Yesus sebagai Juru Selamat, lalu [otomatis] masuk surga. Enggak. Jadi intinya jangan fanatik. Banyak orang lain yang baik juga. N: Di tengah iklim yang rentan dengan fanatisme dan kecurigaan terhadap agama atau suku lain, bagaimana caranya kita menempatkan diri di antara masyarakat yang berbeda agama? ST: Bhinneka Tunggal Ika itu kita bersatu karena berbeda—bukan mencari persamaan yang satu dengan yang lain dahulu baru kemudian kita bersatu. Justru kita mencari perbedaan di antara kita, lalu bisa tidak saya menerima perbedaan tersebut? Baru kemudian kita bersatu. Lalu saya juga tidak mau kita menjadi ‘banci’. Maksudnya begini, saya seorang lakilaki ingin masuk ke circle perempuan. Apakah bisa? Bisa. Tapi apakah saya perlu mengubah wajah saya jadi perempuan dan menyamakan diri dengan mereka untuk bisa bergaul dengan mereka? Saya akan bilang, “Saya ini laki-laki, tetapi saya mau bergaul dengan kalian.” Jadi, kalau saya bilang agama saya dengan agama lain sama berarti saya maksa. Ibaratnya, saya harus berdandan menjadi seorang perempuan supaya sama. Itu kan jadi ‘banci’. Saya akan bilang, “Saya Kristen, Anda Islam. Kita berbeda, tetapi mari kita (bergandeng tangan dan berjuang) bersama-sama.”

76

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 76

12/15/18 2:06 PM


N: Apakah bisa komunitas Kristen bekerja sama dengan komunitas agama lain? ST: Agama itu dakwah, tidak disimpan. Mulanya kita harus perjelas: Saya pernah berkata kepada seorang ibu (yang bekerja bersama saya) seperti ini, “Agama saya tuh berbeda dengan Ibu dan saya tidak mau mencampurinya. Tetapi agama saya mengajarkan untuk menyayangi orang-orang lain meskipun mereka berbeda. Dan agama saya juga mengajar untuk membangun negara. Jadi ayo, kita berjalan bersamasama mencapai tujuan ini.” Jadi kerja samanya di situ, bukan di agama. N: Lalu, bagaimana kita menyikapi perbedaan dalam beragama, termasuk perbedaan denominasi di dalam agama Kristen sendiri? ST: Agama itu eksklusif, karena itu menyangkut hubungan saya dengan Allah. Tidak ada yang bisa mengganggu. Agama itu tidak inklusif. Bukan hanya Kristen dengan agama lain, di dalam agama Kristen sendiri pun demikian. Sekarang ini kan kita sering mengkritik orang, “Masa ibadah loncat-loncatan seperti di konser musik rok?” Atau ada juga yang bilang, “Apa-apaan, ibadah di gerejamu bikin saya tidur!” Seperti itu. Kita tidak bisa mencampuri karena itu memang cara mereka untuk berhubungan dengan Tuhan. Ini hubungan eksklusif mereka dengan-Nya •

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 77

77

12/15/18 2:06 PM


APAKAH PELAYAN SUDAH HARUS ‘LUMAYAN’? 78

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 78

12/15/18 2:06 PM


/ Nico Tanles Tjhin /

Baru-baru ini saya mendapati Hengki (nama samaran), seorang pemuda yang saya kenal, diajak bicara oleh salah satu hamba Tuhan di gerejanya. Dalam pembicaraan itu, hamba Tuhan itu menyampaikan bahwa sebenarnya dia merasa Hengki belum siap mengambil pelayanan karena imannya dinilai belum cukup matang. Hengki pun sangat kebingungan mendengar pesan seperti itu. Padahal Hengki sudah bertahuntahun melayani sejak remaja walaupun belakangan sempat tidak begitu aktif melayani di lingkungan gereja. Akhir-akhir ini, dia memutuskan untuk kembali aktif dalam pelayanan. Ternyata, dia bukannya disambut, dia justru seakan ditolak. Hengki kebingungan; saya juga ikut kebingungan.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 79

79

12/15/18 2:06 PM


Terlepas dari pergumulan pribadi Hengki, yang membuatnya sempat ‘cuti’ dari pelayanan, kejadian ini membuat saya bertanya-tanya. “Sejauh mana seseorang dianggap layak untuk melayani?” “Perlu sematang apa iman seseorang untuk dapat mengambil bagian dalam pelayanan?” “Bagaimana cara mengukur iman seseorang?”

“Perlu sematang apa iman seseorang untuk dapat mengambil bagian dalam pelayanan?”

80

Saya makin gelisah ketika mendengar seorang pendeta menekankan bahwa jemaat perlu diberikan pengajaran yang benar terlebih dahulu melibatkan diri dalam pelayanan. Namun setelah mendapatkan pengajaran, jemaat tidak dapat serta-merta mengambil pelayanan. Pendeta tersebut berpendapat masih ada dua tahapan sebelum jemaat dapat melayani, yaitu kematangan kerohanian dan kematangan karakter. Jika benar harus seperti itu, saya rasa gereja juga harus mengerjakan dua PR besarnya, yaitu: Yang pertama adalah membuat kriteria kerohanian dan karakter sebagai syarat yang harus dipenuhi jemaat sebelum melayani; Dan yang kedua adalah membuat alat ukur kerohanian dan karakter seseorang. Selama gereja belum menetapkan kriteria kerohanian dan karakter beserta alat ukurnya, bukanlah hal yang bijak untuk menetapkan standar seperti itu bagi para pelayan. Ini hanya akan menimbulkan kebingungan di tengahtengah jemaat. Sama seperti kebingungan yang saya alami. Saya mencoba memahami

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 80

12/15/18 2:06 PM


maksud baik gereja yang menyatakan bahwa seorang pelayan Tuhan perlu memiliki kematangan rohani dan karakter. Gereja tidak ingin membuat para pelayan dan aktivis menjadi batu sandungan bagi sesama orang Kristen dan bahkan juga yang non-Kristen. Seorang pelayan Tuhan yang tidak matang kerohanian dan karakternya kemungkinan akan dipertanyakan orang lain yang melihat atau yang dilayani. Pada sisi yang lain, gereja juga tidak ingin para pelayan memiliki motivasi yang salah atau motivasi yang dangkal ketika melayani. Gereja ingin para pelayan Tuhan memiliki konsep pemikiran yang benar akan esensi pelayanan, sehingga privilege pelayanan tidak diperlakukan semena-mena. Saya akan coba membahas kedua argumentasi ini seobjektif mungkin. Batu Sandungan Perlu diakui bahwa tidak sedikit jemaat pernah kecewa dengan gereja (bahkan sampai pindah gereja) karena ada sesama pelayan yang sudah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Entah melalui perkataannya, sikapnya, karakternya, kerohaniannya, ataupun keputusan-keputusan yang diambil pada saat berinteraksi dalam pelayanan. Pertanyaannya, bukankah kita menyadari bahwa memang pada kenyataannya gereja itu bukan tempat bertemunya orang-orang suci? Menurut pendapat saya, ketika ada fenomena ini terjadi, kita tidak dapat sepenuhnya menyalahkan si pelayan yang kurang matang itu. Orang yang baper (baca: bawa perasaan) tersebut juga perlu mengubah cara pandang dan ekspektasinya.

“Fokus dan harapan perlu ditujukan pada Tuhan saja� Fokus dan harapan perlu ditujukan pada Tuhan saja. Pelayan Tuhan di gereja semuanya memiliki keterbatasan, tidak ada yang ideal. Mereka pun memiliki perjalanan dan pertumbuhan iman masingNafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 81

81

12/15/18 2:06 PM


masing. Ada yang sudah tiga perempat matang, ada juga yang masih setengah matang. Kekurangan-kekurangan ini perlu disadari, diterima, dan didoakan di antara sesama pelayan agar bisa saling mengasihi dan menguatkan. Ketika saya mengamati pengalaman diri sendiri dan orang lain, seringkali kerohanian dan karakter seseorang justru dibentuk pada saat menjalani pelayanan. Manusia akan menajamkan sesama manusia (Amsal 27: 17). Pembentukan kerohanian dan karakter biasanya terjadi dalam sebuah komunitas pelayanan di gereja. Kita akan saling bergesekan atau bahkan melukai; dan itu merupakan sebuah hal yang lumrah dalam proses pembentukan. Gereja tidak perlu panik atau membuat orang yang (masih setengah matang) ingin melayani harus menunggu sampai ia matang secara rohani dan karakter. Yang perlu gereja lakukan adalah memberikan pengarahan, pembinaan, dan layanan konseling yang berfokus pada Kristus. Proses ini, ketika dialami bersama-sama di dalam Kristus, justru saya melihatnya 82

sebagai sebuah fenomena yang indah dan sangat berharga.

Menggenapi Rancangan-Nya

Kalau mau jujur, pelayan di gereja pasti masih banyak yang melayani dengan motivasi yang salah. Entah demi mengisi waktu luang, demi pengakuan, demi mencari teman, ataupun demi diberkati Tuhan. Ini bukan hal baru. Yudas Iskariot saja yang masuk ke dalam inner circle Tuhan Yesus motivasi pelayanannya masih salah (demi uang). Apakah gereja perlu panik? Saya rasa tidak perlu. Tidak semua pelayan yang bermotivasi salah akan berakhir seperti Yudas Iskariot. Tuhan bisa saja memakai orang-orang yang bermotivasi salah untuk menggenapi rancangan-Nya. Kita tidak sepatutnya menghalanghalangi orang yang ingin melayani walau motivasinya bisa jadi masih kurang tepat. Lagi pula, tidak mudah bagi kita untuk menilai soal motivasi karena ini menyangkut hal yang cukup implisit dan privat. Akan tetapi, tidak panik bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Di sinilah peran gereja diperlukan untuk dengan kasih

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 82

12/15/18 2:06 PM


dan sabar membina jemaatnya, termasuk mereka yang terlibat dalam pelayanan. Dengan demikian, para pelayan pada akhirnya dapat memahami bahwa pelayanan yang dilakukan itu karena Kristus telah terlebih dahulu memanggil kita, dimana kita hanyalah alat yang dilayakkan oleh darah-Nya. Pelayan juga perlu diajar untuk tidak menyalahgunakan hak istimewa yang diberikan Tuhan untuk melayani-Nya. Gereja, tanpa perasaaan panik atau insecure, tetap dapat mengingatkan jemaatnya agar tidak mencuri kemuliaan Tuhan melalui pelayanannya.

Membuka Pintu

Artikel ini bertujuan untuk membuka pikiran kita semua sebagai pelayan-pelayan Tuhan agar tidak terlalu picik dan insecure terhadap fenomena kualitas pelayan Tuhan. Pelayan tidak harus sudah sangat ‘lumayan’—dalam arti memiliki kualitas karakter dan kerohanian yang baik. Kita perlu percaya pada progressive sanctification yang dikerjakan oleh Tuhan. Selama para pelayan sudah lahir baru dan menerima Kristus sebagai juru selamat, gereja perlu membuka pintu bagi mereka untuk ikut melayani, sambil membina mereka secara personal dan relasional. Gereja juga perlu berdoa dan memberikan ruang bagi Roh Kudus untuk terus bekerja di setiap hati para pelayan, sehingga mereka dapat mengalami transformasi menjadi semakin serupa dengan Kristus secara holistis. Ada catatan tambahan, saya pribadi setuju gereja perlu membuat kriteria berbeda terhadap beberapa jenis pelayanan yang identik dengan posisi kepemimpinan, seperti liturgis/worship leader, pengurus, majelis, dan beberapa bidang strategis yang lain. Ini karena para pelayan itu menjadi jembatan antara jemaat dengan visi gereja. Sudah bukan saatnya mereka dibina terlalu banyak, justru merekalah yang perlu memainkan peran sebagai pembina. Jadi ya memang PR bagi para hamba Tuhan, pengurus, dan majelis masih banyak untuk digarap bersama-sama. Selamat melayani bagi para pelayan yang sedang berjuang agar lebih ‘lumayan’! Dan selamat berjuang dan bergandeng tangan untuk menumbuhkan gereja yang setia dan membawa berkat bagi semua jemaatnya! • Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 83

83

12/15/18 2:06 PM


Sukacita dan Kebersamaan pada “OUTING� PASUTRI

Acara outing Komisi Pasutri GKY BSD di Remaja Kuring, dekat Taman Kota 2 BSD, baru-baru ini berlangsung sangat semarak. Bukan hanya karena warna-warni pakaian yang dikenakan, tetapi juga serunya acara kebersamaan yang dilakukan. Acara di hari Sabtu itu diisi dengan acara renungan, menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan, dan tentunya juga berbagai permainan untuk membangun kebersamaan dalam dan antar keluarga. Para peserta sangat menikmati lomba kuis Alkitab, memindahkan bola, dan bahkan rela berbasah-basah terguyur air. Outing Pasutri GKGW ini merupakan bagian dari proses untuk terus belajar bersama agar semakin diperlengkapi dalam menumbuhkembangkan anak-anak dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Kristus. Bagi keluarga-keluarga muda yang belum bergabung, mari datang dan menjadi bagian dari program GKGW pada tahun 2019. Mari kita belajar bersama menjadi orang tua yang makin serupa dengan Kristus agar semakin mampu mendampingi anak-anak kita • / Humprey 84

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 84

12/15/18 2:06 PM


Fotografer: Edisjah & Mehran Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 85

85

12/15/18 2:06 PM


86

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 86

12/15/18 2:06 PM


Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 87

87

12/15/18 2:06 PM


Oh, Kami Hanya Lihat-Lihat Saja …

88

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 88

12/15/18 2:06 PM


/ Edna C Pattisina /

Pertama kali saya menjadi guru matematika berlangsung saat saya kuliah. Biasa ... mencari uang tambahan.

Salah satu murid saya, perempuan, katakanlah namanya Yati. Dia anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya waktu itu sudah menjadi salah satu direktur teknik BUMN di Bandung. Yati yang duduk di kelas 1 SMA lemah di matematika. Padahal, ayahnya ingin anak perempuan satusatunya ini masuk ke jurusan IPA. Maka tugas mulia itu dibebankan ke saya, guru les privatnya. Melihat Yati, saya nggak berani berharap. Anaknya manja, sedikitsedikit merengek. Tapi toh, saya menerima kerjaan itu. Pertama, karena butuh uang. Kedua, karena setiap saya mengajar, makanan yang tersedia berlimpah ruah. Ketiga, Yati asyik diajak ngobrol. Keempat, orang tuanya sangat perhatian. Ibu Yati selalu yang menyambut saya kalau datang mengajar.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 89

89

12/15/18 2:06 PM


Suatu hari Yati panik, karena besok ulangan tentang segitiga dan ia bisa dibilang nyaris tidak mengerti. Haduh. Saya lalu memberinya semangat, kalau segitiga adalah salah satu tema paling mudah dalam matematika. Tidak ada rumus yang harus dihafal. Kita cukup memegang beberapa prinsip, lalu mengaplikasikannya. Matematika itu sering dianggap sulit karena sering kali, konsep dasar belum dimengerti, pelajaran sudah naik ke konsep berikutnya. “Segitiga itu gampang, kok,” kata saya sambil mengunyah combro yang dihidangkan menemani kami belajar. “Susah Kak, ulangan yang sebelumnya aku dapat 4,” katanya dengan nada merengek. “Hahh … 4???” seketika combro di mulut saya kehilangan rasa gurihnya. Wah, alamat kerja keras nih. Saya lalu mengajak Yati mengerjakan latihan soal. Dalam dua jam, kami hanya mengerjakan beberapa soal. Tapi saya memastikan dia benarbenar mengerti konsep dasar segitiga. Dua jam itu mungkin jadi siksaan untuk saya dan Yati. Yati jadi sering ngerutkan keningnya, berpikir keras. Sementara, saya jadi lebih sering menarik napas panjang, menahan kesabaran. Tapi akhirnya, saya merasa dia sudah siap, walaupun harus menambah waktu lewat dari dua jam. “Kak … aku capek. Terserah deh besok gimana,” katanya menutup les hari itu. Minggu depannya, dia dan ibunya menyambut saya dengan riang gembira. Untuk pertama kali seumur hidup, nilai ulangan matematika Yati paling tinggi di kelas. Dia senang, ibunya bahagia, sementara saja terkejut. Ibunya berpesan, nanti sore jangan cepat-cepat pulang karena ayah Yati akan pulang kantor lebih cepat untuk mengucapkan terima kasih pada saya. Sejak hari itu, Yati percaya matematika itu mudah. Ia juga yakin, semua hal yang sulit, bila dikerjakan sebaik-baiknya akan selesai dengan baik. Sementara saya percaya, mengajar itu bikin kita senang. Tidak ada yang melebihi kebahagiaan seorang guru melihat muridnya dari tidak tahu, menjadi tahu. Rasa senang yang bertahan lama, bahkan sampai hari ini, belasan tahun kemudian.

90

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 90

12/15/18 2:06 PM


Tidak Berat Melompat ke tahun 2018. Sudah beberapa tahun belakangan ini saya ikutan bantu-bantu pelayanan Peduli Anak Serpong GKY BSD dengan mengajar matematika di SMP Faletehan, di belakang Polsek Serpong. Yang diajar siswa-siswa kelas tiga SMP. Setiap Sabtu, ada tiga guru yang mengajar di tiga kelas. Biasanya juga ada beberapa siswa UPH College yang membantu. Selain jadwalnya yang dimulai jam delapan pagi, secara umum pelayanan itu tidak berat karena hanya berlangsung satu setengah jam. Karena ada beberapa guru yang jadi relawan, jadwal mengajar juga tidak ketat. Biasanya sebulan sekali atau dua kali maksimal. Yang seru adalah bagaimana membuat siswa di kelas aktif. Dan ... yang sulit adalah memastikan mereka mengerti konsep yang diajarkan. Yang saya senang, walaupun banyak bercanda, siswa-siswa SMP itu bersemangat untuk belajar. Padahal, kerap kali konsep dasar yang mereka miliki masih lemah, dan ini yang bikin susah. Suatu hari, saya kebingungan, bagaimana menjelaskan menghitung luas potongan lingkaran. Ceritanya, lingkaran dipotong seperti piza dengan titik pusat potongan ada persis di tengah lingkaran. Logikanya sederhana, sudut pusat lingkaran kalau kita mengelilinginya satu putaran sama dengan 360 derajat. Dengan demikian, kalau lingkaran itu dipotong dengan sudut pusat x derajat, maka luasnya sama dengan x:360 dari luas totalnya. Susah lho menjelaskan hal seperti itu pada sebuah kelas yang isinya sepuluh orang. Saya pakai berbagai contoh, mulai dari permen sampai kue. Sampai beberapa waktu lamanya, tatapan mereka masih menunjukkan ketidakmengertian.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 91

91

12/15/18 2:06 PM


Frustrasi juga rasanya, saya jadi merasa gagal. Saya mengajak kelas untuk langsung melompat mengerjakan soal. Di sini, peran anak-anak UPH College yang membantu sangat terasa. Kelas saya bagi beberapa kelompok. Setelah beberapa kali mengajar, salah satu hal yang paling menantang adalah menyuruh mereka maju ke depan kelas, mengerjakan soal dengan seluruh prosesnya, tak hanya hasil akhir. Tapi lama-lama saya menemukan cara bahwa harus dibuat semacam kompetisi di antara mereka dengan sedikit hadiah. Misalnya; kelompok mana yang bisa selesai duluan, maju ke depan kelas mengerjakan soal, bisa ke luar duluan—lima menit sebelum kelas selesai. Mereka pun terpacu. Kendalanya memang kalau tugas dikerjakan kelompok, ada beberapa individu yang tertinggal. Adanya siswa-siswa UPH College diharapkan bisa mengatasi hal itu. Tapi bahkan sulit untuk membagi perhatian pada tiga siswa yang ada dalam satu kelompok. Belum lagi di antara siswa-siswa itu juga ada kelompok-kelompok pertemanan, atau memang ada siswa yang pasif. Untuk Apa Ceritanya, masih banyak memang pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Buat saya pribadi, selain kepuasaan kalau mereka dari tidak bisa menjadi bisa, atau dari tidak mengerti menjadi mengerti adalah tantangan untuk berkontribusi. Dalam buku The Purpose Driven Life tulisan Rick Warren ada sebuah pertanyaan menarik: What on earth am I here for? Untuk apa saya diciptakan—begitu kira-kira. Ada orang-orang yang bisa dengan mudah melihat tujuan hidupnya. Ada yang tidak. Yang jelas, waktu terus berlalu. Waktu itu yang harus diisi dengan menjalankan amanat Tuhan pada kita masing-masing, yaitu menjadi garam dan terang. Kerap kali, pekerjaan itu ada di depan mata kita dan tidak selalu menuntut hal-hal heroik. Seperti John Allen Chau, penginjil AS yang pertengahan November 2018 tewas dipanah suku Sentinel yang hendak ia injili. Suku Sentinel yang tinggal di Pulau Andaman Utara diketahui tidak menerima orang luar—entah berapa ratus atau bahkan ribu tahun yang lalu. 92

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 92

12/15/18 2:06 PM


Banyak masalah di Indonesia terjadi karena ketidakmampuan berpikir rakyatnya, karena kurangnya pendidikan berkualitas. Matematika sering menjadi momok. Padahal, lewat matematika, kita bisa belajar untuk berpikir dengan logis. Secara umum, kemampuan generasi muda Indonesia dalam berbagai bidang juga akan membuat negara ini lebih mudah menjadi adil dan makmur. Sebaliknya, ketika masyarakat kita ada yang sangat pintar, sementara yang lain tidak punya akses ke pendidikan berkualitas, ujung-ujungnya kesenjangan lagi. Kalau saja setiap warga GKY (seribu orang) meluangkan satu jam saja setahun untuk anak-anak di sekitar kita, terutama mereka yang membutuhkan, ada minimal seribu jam untuk dibagikan. Dari seribu jam ini, tentu sangat berguna untuk jangka pendek dan panjang. Seperti dalam film Transformers: Dark of The Moon, ketika robot-robot baik Autobots diusir meninggalkan bumi, membuat robotrobot jahat Decepticons bisa menguasai bumi, Agen Simmons berkata, “Where were you when they took over the planet? And we’re gonna say ‘We just stood by and watched.’” Jangan sampai bertahun-tahun lagi, ketika Indonesia tidak sebebas hari ini, dan anak cucu kita bertanya apa yang sudah kita lakukan untuk mencegahnya, kita hanya bisa menjawab, “Oh, kami hanya lihat-lihat saja.” •

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 93

93

12/15/18 2:06 PM


Antara Fakta dan Mitos, Antara “Merry” dan “Happy” KISAH-KISAH SEPUTAR NATAL:

S

/ Anton Utomo

aat bulan Desember tiba, ketika alunan lagulagu Natal mulai terdengar di sana sini, ingatan kita biasanya menerawang ke masa kecil, kala suasana Natal menjadi kenangan terindah yang tersimpan dalam-dalam di memori kita.

94

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 94

12/15/18 2:06 PM


Aneka bentuk atribut Natal amat membekas dalam ingatan kita: entah kado, pohon cemara asli setinggi langitlangit rumah, atau Santa Claus yang royal dan Piet Hitam yang menakutkan. Kenangan akan bayi Yesus biasanya hanya berupa patung kecil di bawah pohon Natal, teronggok sepi dalam palungan bersama patung-patung tanah liat lainnya: Yusuf berdiri tegak dengan tongkat panjang, Maria memandang sendu bayinya, tiga gembala di sebelah kiri, dan tiga orang majus di sebelah kanan membawa aneka persembahan. Sementara di kejauhan, kadang terikat di batang pohon, dua orang malaikat mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Saat kita menikmati gambaran klasik peristiwa kelahiran (nativity) itu, sadarkah bahwa di dalamnya tersimpan banyak kisah dan narasi yang menarik? Memang tidak semuanya fakta. Sebagian hanya mitos belaka. Hoaks, dalam istilah yang hangat sekarang. Benarkah Yesus Dilahirkan Tanggal 25 Desember dan Tahun 0 (Nol)? Marilah kita mulai dengan mempertanyakan mengapa kita merayakan Natal pada tanggal 25 Desember dan tahun berapa sebenarnya Yesus dilahirkan sebagai manusia. Yang pasti, tak mungkin Ia dilahirkan pada tahun nol karena alasan paling mendasar. Angka 0 (nol) belum dikenal oleh bangsa-bangsa Eropa sampai sepuluh abad lebih setelah kelahiran Yesus. Jadi, setelah tahun -1 mereka akan meloncat ke +1 di tahun berikutnya.

Alasan kedua lebih historis. Herodes Agung, raja yang membantai bayi dan anak-anak karena takut kepada bayi Yesus, diperkirakan meninggal pada tahun 4 SM. Alhasil, perkiraan kelahiran Kristus yang masuk akal adalah antara tahun 6 SM sampai 4 SM. Menentukan tanggal kelahiran Yesus lebih rumit lagi. Alkitab tak mengatakannya dengan jelas, berbeda dengan peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya yang bersamaan dengan perayaan Paskah umat Yahudi. Lantas, mengapa sekarang kita merayakannya pada tanggal 25 Desember? Pendapat yang cukup ‘kristiani’ mengatakan bahwa malaikat Gabriel mengunjungi Maria di Nazaret pada 25 Maret. Itulah saat Maria dikabari bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Juru Selamat. Maria hamil dan sembilan bulan kemudian , 25 Desember, lahirlah Yesus Kristus. Pendapat lain mengatakan bahwa tanggal 25 Desember berhubungan dengan perayaan peralihan musim dingin ke musim semi pada era Romawi. Hari itu dirayakan sebagai hari ulang tahun dewa matahari yang bernama Mithra. Memang, Natal pertama kali tercatat dirayakan adalah pada tahun 336, ketika Kaisar Romawi pertama yang beragama Kristen, Konstantin Agung berkuasa. Sebagian sejarawan mengatakan bahwa perayaan lama masa pagan (sebelum Kristen) tetap dirayakan di Roma dengan ‘baju baru’ kekristenan. Adalah Paus Julius I yang beberapa tahun kemudian Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 95

95

12/15/18 2:07 PM


menetapkan secara resmi hari kelahiran Yesus dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Perlu diketahui pula, para bapa gereja tak tercatat merayakan Natal, demikian juga jemaat mula-mula. Mereka hanya merayakan Hari Kebangkitan Tuhan setiap Minggu melalui Ibadah Raya, dan masa Raya Paskah setiap Maret–April. Bagi mereka, perayaan ini jauh lebih penting daripada merayakan kelahiran Yesus, karena lebih jelas menyatakan karya keselamatan Kristus. Namun, kita di masa kini tentu boleh saja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember atau tanggal lainnya. Mengaitkannya dengan hari ulang tahun dewa-dewa masa lalu tentu sangat berlebihan. Lagipula, penanggalan kita pun tidak sama lagi dengan masa awal kekristenan. Pada 1582, kalender Gregorian (diambil dari nama Paus Gregorius XIII) mulai diterapkan. Saat itu, orang yang tertidur malam hari tanggal 4 Oktober, esoknya terbangun pada tanggal 15 Oktober. Sepuluh hari lenyap dalam satu malam! Mengapa demikian? Penanggalan sebelumnya yang sudah dipakai selama lima belas abad (kalender Julian) mengandung terlalu banyak hari setahunnya. Kalender Gregorian yang tetap dipakai sampai hari ini, memiliki 365 hari atau 366 hari (tahun kabisat) dianggap lebih akurat, karena untuk mengelilingi matahari, bumi membutuhkan waktu 365 ¼ hari. Apakah karena ‘melompat’ sepuluh hari, hari Natal berubah? Tidak juga, Natal tetap dirayakan pada tanggal 25 Desember menurut kalender baru. Hanya di gereja-gereja Orthodoks dan Gereja Koptik Mesir yang masih mempertahankan kalender Julian , dan Natal dirayakan pada tanggal 6 Januari. Mereka tak mau kehilangan sepuluh hari akibat sistem baru. Jadi, bagi mereka, 6 Januari sama dengan 25 Desember penanggalan lama. Oleh karena fakta itu, tetaplah merayakan Natal tanpa merasa ‘bersalah’, karena hari apa pun ditetapkan, tak ada bedanya. Kita tak tahu tanggal berapa Yesus dilahirkan. Makna Natal jauh lebih penting ketimbang tanggal dirayakannya. Gembala dan Orang Majus, Paradoks Tamu Natal Pertama Gembala adalah pekerja di strata terendah. Mereka orang upahan yang tugasnya menjaga sekumpulan domba milik orang kaya. Orang 96

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 96

12/15/18 2:07 PM


Walaupun Alkitab tak pernah berkata ada tiga orang majus yang datang, namun dunia segera menampilkan tiga tokoh dengan asal negara yang berbeda-beda: dari Arab , Sheba, sampai Mesir.

majus berada di level sebaliknya, kaum terpelajar yang menguasai ilmu perbintangan dan memiliki kekayaan berlimpah. Dua sisi ekstrem ditampilkan dalam Injil, menegaskan bahwa Kristus milik semua kalangan, dari yang tertinggi sampai terendah. Namun faktanya, kedua tamu itu tak pernah bertemu. Seperti yang dikisahkan Injil, gembala adalah tamu pertama untuk bayi Yesus, sedangkan orang majus baru muncul setelah Yesus berumur sekitar dua tahun. Ini kita ketahui karena Herodes memerintahkan pembunuhan anak berumur dua tahun ke bawah, segera setelah ia sadar diperdaya orang majus. Siapakah sebenarnya orang majus itu? Para peneliti menduga mereka berasal dari Persia, dimana kata “majus� berasal (magi, magus, magupati). Orang majus adalah ilmuwan yang menguasai ilmu perbintangan (astronomi dan astrologi). Kisah romantika para ilmuwan sekaligus petualang ini terus berkembang di kalangan umat Kristen sehingga mereka kemudian menjadi legenda dengan bermacam kisah, bahkan sampai kini masih muncul adaptasi kisahnya dalam beragam buku dan film yang menarik. Walaupun Alkitab tak pernah berkata ada tiga orang majus yang datang, namun dunia segera menampilkan tiga tokoh dengan asal negara yang berbeda-beda: dari Arab , Sheba, sampai Mesir. Bagi kita, Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 97

97

12/15/18 2:07 PM


sebenarnya persembahan mereka yang tiga macam lebih bermakna: karena emas melambangkan Kristus sebagai Raja segala raja, kemenyan digunakan untuk sarana penyembahan (bagi Yesus), dan mur adalah parfum untuk persiapan kematian-Nya. Sinterklas, ‘Pencuri’ Kemuliaan Natal Jujur saja, sebagian besar anak-anak menantikan datangnya masa Natal karena mengharapkan kado dari Sinterklas. Father Christmas jauh lebih populer ketimbang Sang Bayi Natal. Siapa sebenarnya Sinterklas? Figur asli Santo Nicholas tampaknya sangat jauh berbeda dengan Sinterklas yang kini banyak ‘berkeliaran’ di mal dan tempat keramaian lainnya. Santo Nicholas adalah seorang bishop di Myra, Asia Kecil (sekarang bagian

dari negara Turki). Ia dilahirkan pada masa turbulensi kerajaan Romawi, saat penganiayaan terhadap orang Kristen mencapai puncaknya pada era Kaisar Diocletian. Sempat dipenjara, ia akhirnya dibebaskan bersama ribuan orang percaya lainnya oleh Konstantin Agung, penguasa Romawi pertama yang memeluk Kristen. Sebagai pemimpin gereja yang memiliki warisan kekayaan besar peninggalan keluarganya, Santo Nicholas dikenal masyarakat sebagai orang yang sangat murah hati. Berbagai kisah yang menggambarkan kebaikan dan kemurahan hati sang bishop rupanya telah menjadi legenda masyarakat. Salah satu yang paling terkenal adalah sebagai berikut: Suatu hari terdengar kabar seorang ayah yang sedang risau karena tak dapat menikahkan ketiga

Santa Claus dan Santo Nicholas

98

Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 98

12/15/18 2:07 PM


putrinya karena ia sangat miskin. Di zaman itu, keluarga pengantin perempuan harus menyediakan mas kawin untuk pernikahan. Ketiga puterinya terancam menjadi perawan tua atau terjerumus ke dunia prostitusi. Santo Nicholas ingin menolong sang ayah, namun tak ingin mempermalukan karena ketahuan menerima bantuan. Maka, diam-diam setiap malam ia menjatuhkan sekantong uang emas lewat jendela rumah mereka. Pada hari ketiga sang ayah memergokinya dan lalu ia langsung berlutut menangis dan berterima kasih. Santo Nicholas memerintahkan sang ayah untuk tidak memberitahu siapa pun tentang peristiwa ini. Yang terjadi justru sebaliknya. Sejarah bercampur legenda terus bergulir dari abad ke abad. Anak-anak di Barat menempelkan kaus kaki di perapian, berharap Santo Nicholas—yang kini berubah rupa menjadi Sinterklas—datang mengisi kaus kaki mereka dengan beragam hadiah. Bila Santo Nicholas masih hidup, ia pasti sedih dan geram melihat dunia sudah ‘mengomersialkan’ dirinya, menjadikannya badut di mal tak ubahnya Micky Mouse dan Donald Duck. Bahkan tubuhnya yang tinggi dan langsing telah disulap pebisnis menjadi gemuk dan pendek. Mengapa “Merry Christmas”, bukan “Happy Christmas”? Sebelum mengakhiri tulisan ini, perkenankan saya mengucapkan Merry Christmas kepada seluruh pembaca. Tapi, mengapa Merry Christmas, bukan Happy Christmas? Ternyata ada kisah menarik di balik ucapan itu. Untuk itu, kita harus melihat kartu Natal pertama yang dikirim pada tahun 1843. Kartu yang dikirim oleh Sir Henry Cole itu tertera, “A Merry Christmas and a Happy New Year to You”. Kebiasaan mengirmkan kartu Natal kemudian melanda Inggris dan seluruh Eropa. Buku Christmas Carol karya Charles Dickens yang ditulis pada tahun 1843 juga memuat frasa “Merry Christmas” sebanyak 21 kali. Puncaknya, pujian “We Wish You a Merry Christmas and a Happy New Year” yang diciptakan tahun 1935 menegaskan pemakaian ucapan itu hingga kini. Menurut ahli bahasa, merry lebih kaya makna dibandingkan happy. Merry mengandung arti bahagia, berlimpah, sejahtera. Jadi, teruslah mengucapkan “Merry Christmas” kepada saudara seiman kita pada hari-hari ini • Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 99

99

12/15/18 2:07 PM


Fenomena

MI INSTAN GAYA RESTO dan

IMAN KITA

/ Humprey /

Parkir penuh! Tanpa berbasa-basi, satpam menaruh papan bertuliskan parkir penuh pada mobil yang berada di depan kami ... haha .‌ Parkiran tempat tersebut penuh dengan mobil-mobil berbagai merek semenjak beberapa kali kami pernah melewatinya. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk berputar dan mencari tempat lain yang kebetulan berjarak sedikit lebih jauh dari tempat pertama. Tempat apakah itu? 100 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 100

12/15/18 2:07 PM


Sebuah restoran mi instan (gubrak, ini demi survei hehe ‌). Akhir-akhir ini memang mulai bermunculan tempat makan yang bertuliskan warung namun berwujud restoran dan menyajikan mi instan dengan aneka variasi topping sebagai menu utamanya. Kita sebut saja Warung Mawar (bukan nama sebenarnya :p). Kalau mau makan mi instan sih di rumah ajaa..hahaha..Itu komentar setiap orang yang melihat restoran tersebut saat ini. Lalu mengapa restoran itu terus-menerus penuh? Bahkan di daerah Serpong saja cabangnya sudah ada di sejumlah tempat ... dan terus bertambah. Di Mana-mana

Sebelum menjawab itu, yuk kita tengok sejarah yang pernah terjadi. Sejarah apa? Sejarah teh (dalam kemasan) botol. Dulu orang tertawa saat melihat ada perusahaan menjual teh dalam botol. Hahaha .‌ Jual teh kok di dalam botol gitu, mana ada yang mau beli, bikin teh kan di rumah aja. Tetapi, hanya dalam waktu singkat, teh dalam botol itu ada di mana-mana dan laris. Dan seperti yang kita tahu, sekarang apa pun makannya, minumnya teh ? (silakan jawab sendiri). Kembali dulu ke soal mi instan, terdorong oleh rasa penasaran, kami akhirnya menemukan Warung Mawar di daerah Gading Serpong yang agak sepi. Segera saya memesan mi sambal matah karena sepertinya ini yang nampak tidak terlalu pedas (namun saya salah, buktinya saya jadi sakit perut haha).

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 101

101

12/15/18 2:07 PM


Wuihhh … topping-nya macem-macem: pakai ham, keju, telor, dan lain-lain—dan yang pasti cabeeee .… Enak? Enak dong, siapa sih yang ga suka micin (vetsin) mi instan hehe .… Sebagian besar anak-anak justru menganggap mi instan sebagai makanan favorit dan makanan pestaaa … (gawat dah). Nah sekarang kita tengok harga-harga di warung tersebut: ehmm...Rp14.500 tanpa topping, dan ditambah dengan dua minum yang sekitar Rp20.000–Rp30.000, total yang kami harus bayar adalah Rp66.000. Modal mi instan itu berapa? Rp2.000–Rp3.000. Ya ... ya ... jangan lupa hitung ongkos AC, sewa tempat, gaji karyawan, dan lain-lain. Tidak Perlu Lagi

Zaman emang berubah seiring dengan ‘kemajuan’ di berbagai bidang. Apakah berbagai perubahan ini juga akan merambah pada hal-hal spiritual; apakah itu juga akan mempengaruhi kadar iman kita? Akankah suatu saat kita akan berpikir tidak perlu lagi ke gereja, tidak perlu bersekutu, cukup bertemu di internet (dunia maya) dengan saudara seiman atau hamba Tuhan? Atau kalau kita masih rajin ke gereja, bisa jadi yang kita cari bukan lagi untuk bersekutu dan mensyukuri ajaibnya kasih dan penebusan Kristus, tetapi justru hanya untuk sekadar menikmati suasana dan kenyamanan dalam di lingkungan gedung gereja saja? Seperti ada tertulis, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.” (2 Timotius 4: 3). 102 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 102

12/15/18 2:07 PM


Hal yang masih saya ingat saat bertemu dengan salah seorang teman lama saya adalah kata-katanya. Yuk, ikut ke gereja kita, di sana banyak artisnya loh, musiknya keren banget, bahkan yang ngatur parkirnya artis-artis terkenal. Asal mau belajar beberapa bulan, bisa jadi hamba Tuhan. Loh kok bisa? Usut punya usut, ternyata di dalam ibadah tersebut saya hampir tidak membaca Alkitab. Yang lebih didahulukan adalah sharing, sharing, dan sharing serta banyaknya pujipujian. Saat saya bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ceritacerita dan pembahasan ayat-ayat Alkitab, mereka tidak terlalu mengerti dan sepertinya malah tidak terlalu tertarik. Semoga kita menjadi anak-anak Tuhan yang tetap setia dan rajin mendengarkan dan mendalami firman Tuhan. Walaupun tren dunia akhirakhir ini demikian cepat berubah, kiranya iman kita tidak berubah dan tetap teguh. Tuhan memberkati •

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 103

103

12/15/18 2:07 PM


?

SUDAH

2019

Ke Mana Waktu Berlalu?

104 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 104

12/15/18 2:07 PM


/ Hendro Suwito /

“Papa ...!!! Sudah mulai ...,� seru Liany, putriku. Alunan nada lagu pembuka Little House on The Prairie yang khas memang sudah menggelitik telingaku. Liany dan istriku Liena sudah duduk manis di depan televisi. Mereka baru selesai menonton Oshin. Little House tayangan 17 November 2018 itu berkisah tentang gadis kecil Olga yang pincang sejak lahir. Satu kakinya lebih pendek dari yang lain. Dia berteman dengan Laura Ingalls, tokoh utama film seri ini. Melalui interaksi bertahap, akhirnya muncul inisiatif dari Charles Ingalls, ayah Laura, untuk membuat tambahan sol pada sepatu Olga supaya dia bisa berjalan lebih lancar. Pelupuk mata membasah pada adegan Olga memeluk erat Charles sebagai ekspresi sukacita luar biasa karena bisa berjalan tanpa terpincang-pincang lagi. Dunianya tidak sepi lagi. Semua berubah total karena Olga kini bisa bermain dan bahkan berlari-lari tanpa hambatan dengan teman-temannya. Kisah-kisah kecil human interest dalam keluarga semacam ini menjadi kekuatan Little House yang diproduksi di Amerika tahun 1974 hingga 1982. Film seri dua ratus episode lebih ini menjadi favorit jutaan keluarga. TVRI pun ikut menayangkan antara tahun 1983 hingga 1986. Little House dan Oshin kembali menghibur masyarakat Indonesia sejak 15 September 2018. Kedua film seri fenomenal ini ditayangan lagi oleh TVRI setiap Sabtu pukul 19.00 (Oshin) dan 20.00 (Little House). Oshin, kisah hidup dan perjuangan Shin Tanokura, ditayangkan di Jepang tahun 1983–1984. Film seri ini dibuat hingga hampir tiga ratus episode, tetapi tiap episode hanya terdiri dari 15 menit; beda dengan Little House yang sekitar 45 menit. TVRI menayangkan Oshin tahun 1986-89. Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 105

105

12/15/18 2:07 PM


Little House mulai tayang di TVRI tahun 1983. Itu berarti 35–36 tahun lalu! Oshin 1986 atau 32–33 tahun lalu! Wow ...!!! Mayoritas generasi milenial masih belum lahir; direncanakan pun belum .... Masih Kaget Sepulang melayat mantan rekan kantor di daerah Citeurup 16 November lalu, saya sempat chatting dengan rekan kantor lebih junior yang dulu bekerja di bagian yang sama. Setelah chatting beberapa saat, saya menyampaikan kalau rekan yang meninggal usianya masih 59 tahun, lebih muda dari saya yang 62. Dan saya kaget juga ketika rekan junior saya mengatakan usianya juga sudah 49. Padahal rasanya baru saja kami berjuang melayani bersama ... dan usianya masih awal 30-an. Sudah 49 sekarang! Saya bahkan masih terkenang pada pesta pernikahannya di aula STT Jakarta yang diwarnai adat dan tarian masyarakat Dayak. Rasanya baru kemarin .... Eh, anaknya sudah dua belas dan tujuh tahun. Waktu demikian cepat berlalu. Detik demi detik memang terasa demikian tiada artinya kalau kita bandingkan dengan bulan, apalagi tahun. Akh ... hidup ini masih demikian panjang dan tanpa batas; apalagi bagi mereka yang masih muda usia. Tetapi, dalam tiap detik yang bertalu, waktu pun berlalu. Dan, tanpa terasa: hari, minggu, bulan, tahun, dan bahkan dekade ditelan semua dan tak pernah kembali. Tidak ada yang mengira mantan teman kantor saya itu akan meninggal pada usia 59 tahun. Dia sedang berkumpul dengan beberapa sobat lama di Bogor ketika kesehatannya mendadak merosot. Perawatan dan operasi yang dijalani di rumah sakit tidak berjalan seperti yang diharapkan. Pribadi yang selalu berapi-api dalam pelayanan itu pun akhirnya pulang ke rumah Bapa. 106 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 106

12/15/18 2:07 PM


Sangat Realistis Pada pertemuan kelompok caring group 16 November, pembicaraan sempat menyoroti apa yang menjadi talenta kita masing-masing. Apakah kita telah mengupayakan talenta-talenta itu seperti rancangan Tuhan ketika menitipkan talenta itu pada kita? Apakah kita sudah menjadi seperti budak yang mendapat lima dan dua talenta dan telah mengolah dan memakai talentanya dengan bertanggung jawab? Apakah kita justru masih seperti budak ketiga yang mengubur satu talenta yang dia miliki sehingga hidupnya sama sekali tidak menghasilkan dan tidak menjadi berkat? Kisah talenta yang diberikan Tuhan pada tiga orang dengan proporsi yang berbeda-beda ini sebenarnya sangat realistis dan manusiawi. Di sekitar kita memang ada orang-orang yang dibekali dengan lima talenta dan juga dituntut banyak oleh Tuhan. Ada yang tiga dan juga hanya dituntut menghasilkan tiga, tidak lebih. Dan ada yang satu yang dituntut satu. Kita perlu menginventaris talenta kita masing-masing. Kita tidak perlu iri dengan mereka yang mendapat lebih; juga tidak dengan mereka yang diberi sedikit. Tugas kita hanya satu: bertanggung jawab, mengusahakan dan melayani secara maksimal dengan talenta yang memang khusus dipercayakan pada kita. Bagaimana kuncinya untuk mengukur apakah kita sudah secara optimal mendayagunakan talenta yang kita miliki? Kuncinya tentu melalui pergumulan pribadi bersama Tuhan yang mempercayakan talenta itu pada kita. Hanya melalui komunikasi intim dengan Tuhan itulah kita akan mendapat pencerahan apakah kita sudah menjalani dan mengusahakan hidup ini secara tepat atau belum. Dan saudara-saudara seiman serta orang-orang terdekat bisa menjadi kawan dialog dan pemupuk semangat dalam perjalanan kehidupan. Mereka bisa membantu agar kita terhindar dari kecenderungan untuk mengubur talenta kita atau terlalu over dalam menjalani hidup. Tahun 2019 sudah menyapa. Mari kita jalani dengan semangat baru dan keberanian untuk lebih setia mendayagunakan talenta-talenta kita ... sebelum detik terakhir hidup kita bertalu ... dan berhenti •

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 107

107

12/15/18 2:07 PM


GOD

PROVIDES Lagu Don Moen “May Your Presence Go With Us” (versi bahasa Indonesianya berjudul “Bila Engkau Tak Besertaku”) diambil dari kitab Keluaran 33: 15, “Berkatalah Musa kepada-Nya, ‘Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.’” Ayat inilah yang menjadi kekuatan saya sebagai orang tua yang akan melepas anak sulung saya, Jeremy Adley, untuk studi ke luar negeri. 108 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 108

12/15/18 2:07 PM


/ Lislianty Lahmudin /

Kedua anak saya sejak SD mempunyai keinginan untuk studi di luar negeri. Saat itu saya hanya berpikir oke-oke saja, dan minta mereka mendoakan keinginan tersebut. Saya selalu bilang untuk serius bergumul perihal studi ke luar negeri ini: mau ke negara mana, bidang apa, dan sebagainya. Saya tekankan supaya Tuhanlah yang tunjukkan, kehendak Tuhan bukan keinginanmu atau keinginan orang tua. Pimpinan Tuhan sungguh mengherankan. Saat mencari di internet, saya menemukan ada satu sekolah terbaik bidang animasi di Auckland, Selandia Baru. Bagai pucuk dicinta ulam tiba, saya cari informasi lebih dalam karena negara ini merupakan negara favorit kami sekeluarga. Namun di kemudian hari saya menemukan ada sekolah animasi di Hollywood yang sedang membuka summer camp. Jeremy mengikuti acara itu dan jatuh cinta dengan sekolah yang berlokasi di Los Angeles, Amerika itu. Kami tidak bisa memaksanya untuk tetap memilih yang di Auckland. Tetapi kami bawa terus dalam doa. Dengan pertimbangan lebih dalam lagi akhirnya diputuskan kembali memilih sekolah yang di Auckland. Sebagai syarat penerimaan, Jeremy harus menyerahkan dua puluh portofolio berupa bermacam-macam gambar. Entah kenapa hati kami begitu yakin Jeremy akan diterima, sehingga kami hanya mendaftar di satu sekolah ini saja (Media Design School). Just do your best and let God do the rest. Dan benar, Jeremy diterima.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 109

109

12/15/18 2:07 PM


Sekolah 3d animation and visual effects

Kota Auckland dilihat dari Devonport

Sekolah dimulai 24 September 2018, tetapi hingga akhir Agustus masih tidak ada tempat tinggal yang tersedia. Kami sendiri pun sudah mencari lokasi yang dekat dengan sekolah, minta bantuan teman di sana, namun hasilnya nihil. Sungguh tak ada sesuatu yang kebetulan. Dalam sebuah perjalanan, kami duduk di sebelah general managernya Usana Indonesia, dan saat mengobrol ternyata orang tua beliau tinggal di Auckland. Langsung beliau minta orang tuanya untuk membantu mencarikan tempat tinggal untuk Jeremy. Puji Tuhan ada tersedia sewa kamar di rumah teman gerejanya; dan lokasinya dekat dengan MDS. Saat visa keluar di tanggal 28 Agustus 2018, kami sangat kaget karena izin masuk Selandia Baru saya dan Jony tertulis 1 Agustus 2018, dan berlaku hanya empat bulan (sebelumnya kami pernah mendapat satu tahun). Bagaimana mungkin tanggal masuk ke Selandia Baru tertulis lebih awal dari tanggal keluar visa? Dan yang lebih

mengagetkan lagi, di dalam visa pelajar Jeremy izin masuknya tanggal 10 September 2018, sedangkan tiket sudah dibayar untuk tanggal 4 September 2018. Kami begitu galau dan cemas, namun kami hanya bisa berdoa dan minta tolong agen untuk mengurusnya kembali. 110 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 110

12/15/18 2:07 PM


Puji Tuhan akhirnya pihak duta besar Selandia Baru merevisi visa kami tepat pada waktunya. Kami yakin, kalau bukan campur tangan Tuhan, pasti hal ini tak mungkin terjadi. Mendekati hari keberangkatan; kegalauan, kekhawatiran, perasaan akan adanya kekosongan terus menggelayuti hati ini. Puji syukur saya kembali mendapatkan kekuatan dari Ibu Charlotte, yang mengirimkan file khotbahnya tentang Keluaran 33: 15 tadi. Di sinilah saya menyadari campur tangan Tuhan begitu ajaib. Hanya jika Tuhan yang memimpin, barulah kami berani melangkah. Tiba di Auckland, satu hal lagi yang saya syukuri, ternyata pemilik apartemen itu orang yang baik, anak Tuhan. Saya tidak usah susah mencari gereja, karena tiga menit berjalan kaki adalah Gereja Presbyterian yang sealiran dengan GKY. Saya selalu meyakini bahwa “God Provides�. Saya dan suami menyempatkan diri pergi ke Queenstown selama lima hari. Keajaiban terjadi tepat satu hari sebelum kami kembali ke Auckland, turunlah hujan salju yang cukup lebat. Padahal sudah masuk musim semi. Ini adalah pengalaman pertama kami berdua bisa bermain hujan salju. Sungguh bersyukur Tuhan memberikan kesempatan ini.

Hujan salju di Queenstown Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 111

111

12/15/18 2:07 PM


Presbyterian church

Ibadah di presbyterian

Tiga minggu di Auckland bersama-sama begitu singkat rasanya. Tiba harinya saya harus pulang. Saat itu saya tidak merasakan kesedihan. Namun di saat kami bertiga berdoa bersama, barulah tak terbendung air mata ini. Sampai masuk ke dalam taksi, saya masih menangis. Namun, kembali ada satu keajaiban di sini, sopir taksi (orang India) berbicara kepada saya, menenangkan saya dengan bercerita kalau ia pun mengalami hal yang sama saat melepas kedua anaknya studi ke Australia. Sepanjang perjalanan, sopir taksi ini (seorang Katolik) banyak sekali menguatkan saya dengan kutipan ayat-ayat firman Tuhan yang sangat dia hafal. Mengobrol dengan sopir itu membuat saya langsung berhenti menangis dan kesedihan saya berangsur hilang. Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menghibur, menguatkan, dan menolong kita. Percakapan terakhir adalah waktu saya berkata bahwa kami selalu mendidik anak-anak kami untuk hidup takut akan Tuhan, namun ia langsung mengoreksinya. Tidak, jangan sekalikali ajarkan kata-kata “takut� akan Tuhan (the fear of God), katanya. Tapi ajarkan mereka untuk mencintai Tuhan. Pegang hal itu,

Jangan sekali-kali ajarkan kata-kata “takut� akan Tuhan (the fear of God), katanya. Tapi ajarkan mereka untuk mencintai Tuhan. 112 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 112

12/15/18 2:07 PM


Waaah, kami berdua benar-benar mendapatkan ‘pencerahan’. Setibanya di tempat tujuan, sopir itu membantu mengangkat koper dan sambil bersalaman ia berkata, “Lihat, kita bisa bertemu ini adalah Tuhan yang atur, Dia memakai saya untuk bisa berbicara dengan kamu.” Sungguh, kami merasakan berkat yang luar biasa dari sopir taksi itu. Ada satu hal yang selalu kami imani adalah “God Provides”; karena tidak ada sesuatu hal yang terjadi hanya karena kebetulan belaka. Keajaiban masih terjadi saat ini, dan sampai selama-lamanya •

Sky Tower

Mt. Victoria, Devonport

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 113

113

12/15/18 2:07 PM


KUCINGKU Anton : “Kucingku bisa menyebutkan namanya sendiri lho ...!” Benny : “Siapa nama kucingmu?” Anton : “Meong.” Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. DibawaNyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. (Kejadian 2: 19)

wa Adam dan hauaan di taman:

ng berd Ketika mereka seda ah kau kepadaku ...? Hawa: Adam,cintak lagi ...??? u cinta sama siapa Adam: Habis ... ma

Harus Bayar Benny yang berusia empat tahun pergi ke gereja bersama-sama dengan ibunya. Minggu itu diadakan perjamuan kudus. Ketika air anggur dan roti diedarkan, ibunya berbisik kepadanya, “Kamu tidak usah ambil, kamu masih kecil, belum tahu apa-apa.” Kemudian, tiba waktunya kantong kolekte diedarkan. Sang ibu berkata kepada Benny, “Ayo, mana uang yang ibu beri tadi, masukkan ke kantong kolekte.” Benny menjawab dengan heran, “Ma, … tadi saya tidak ikut makan … mengapa harus bayar juga?” 114 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 114

12/15/18 2:07 PM


/ Thomdean /

ap

Sepasang Ray

Ketika Nabi Nuh dan keluarganya turun dari perahu setelah air bah mereda,mereka berhenti di atas tebing untuk menoleh ke belakang. “Kita harus melakukan sesuatu Nuh,” kata istrinya. “Bangkai perahu yang besar itu akan tetap berdiri di sana selama bertahun-tahun dan merusak pemandangan.” “Semua sudah kupikirkan,” kata Nuh meyakinkan istrinya. “Aku sudah meninggalkan sepasang rayap di perahu.”

Wedding Anniversary Pagi-pagi buta seorang pengusaha kaya raya mengejutkan istrinya dan berkata, “Honey, saat merayakan wedding anniversary kita nanti ... aku ingin membawamu ke suatu tempat yang belum pernah kamu datangi selama lima tahun pernikahan kita ….” Sang istri bertanya-tanya dengan antusias, “Wah kita rayakan di mana lagi nih Say?! ... kayak Mas telah mengajakku ke berbagai tempat: Paris, Brasil, London, Roma; sekarang ke mana lagi?!?” Selama engkau menjadi istriku, satu tempat yang belum pernah kita kunjungi bersama, “Ayo kita ke dapur ….”

Nafiri DESEMBER 2018

115

Designed by Freepik

NAFIRI DES 18 for print.indd 115

12/15/18 2:07 PM


基督的爱

基督的爱

神对人类的爱,是非常具体地通过主耶稣基督

神对人类的爱,是非常具 来实现的。因为万物都是借着祂造的,凡被造 的没有一样不是借着祂造的。上帝对人类的救

来实现的。因为万物都是

赎计划都是通过基督的爱来完成的。如果我们

的没有一样不是借着祂造 仔细查考圣经,就会看到这借基督而显明的神 圣之爱具有几个特征:

赎计划都是通过基督的爱

1。超越之爱

仔细查考圣经,就会看到 圣之爱具有几个特征:

基督是爱的本体,因为他在本质上就是爱,所以圣经上说 “ 神就是爱” ,基督是 爱” 的源头。基督的爱之所以超越 ,是因为这爱永远不会改变。主耶稣基督的拯救之爱是为 罪人而预备的,祂接受罪人,也改变罪人的生命;你拒绝 1。超越之爱 祂,那爱照样在那里,并没有消失,这种爱是绝对的,是 无限的。人间之爱却是那样的容易改变、有限、相对和短 暂。 116 Kisah Kasih Kristus

1. Kasih yang melampaui NAFIRI DES 18 for print.indd 116

基督是爱的本体,因为他在本质

“ 神就是爱” ,基督是 爱” 的源

,是因为这爱永远不会改变。主 12/15/18 2:07 PM


/ Dennis Condro /

我们知道母亲的爱是伟大的,但实际上由于人性中的弱点 ,母亲的爱也是相对和有限的。 情爱也同样是容易改变,不可靠的。 朋友之爱也是一样靠不住。人类确实渴望爱和被爱,但是 我们必须承认,在人心里没有真正的爱,除非这人心被主 耶稣基督的爱所充满。当人从基督得了生命,当人心和超 越之爱的源头连接起来时,我们才能期待人与人之间的真 爱。也就是说:基督之爱涵盖着母亲的爱,但又超越母亲 的爱而成为母亲之爱的源泉;基督之爱涵盖着情爱,但又 洁净情爱而成为情爱的基石,才能建立温暖的家庭;基督 之爱涵盖着朋友之爱,但又超越友爱而成为友爱的保证为 知心的朋友。

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 117

117

12/15/18 2:07 PM


2。介入之爱。

基督之爱不仅是永恒不变的、绝对的、无限的, 而且神会把这种爱送到人间。所以圣经说, “ 神爱世人,甚至将祂的独生子赐给他们,叫一切信祂的 ,不至灭亡,反得永生。” 神将自己的独生子“ 赐给” 罪 人,就是神要让祂的爱介入罪人的生命中。所以圣经说: “ 基督照父神的旨意为我们的罪舍己,要救我们脱离这罪 恶的代” (加拉太书 1: 4)。 基督的介入之爱不仅救罪人,也更新罪人的生命;这种爱有 一种改变生命的力量。基督徒是一群被基督之爱所改变所充 满的人,又把这爱传给别人,当圣灵将神的爱浇灌在他们心 中时,他们就敞开心灵接受基督进入他们的生命中了,他就 开始过一个有意义的人生。

3。宽恕之爱。

当主耶稣为人的罪被钉十字架时,祂说的第一句话是:“ 父 啊,赦免他们!因为他们所作的,他们不晓得。” 请注意, 主耶稣基督赦免的呼求是从十字架上发出来的!十字架,作 118 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 118

12/15/18 2:07 PM


为一种看得见的杀人刑具,它是残酷的、令人厌恶的。然而 ,当耶稣基督死在十字架上时,十字架却有了全新的意义。 一方面叫我们看见人的罪,另一方面叫我们看见神的爱完全 地彰显。十字架一边宣告“ 罪的工价就是死” ,另一边宣告 神的儿子已经替罪人成就了赦罪之恩。十字架为罪人开通了 希望之门。没有比主耶稣在十字架上所说的 “ 父啊,赦免 他们!” 这句话,更能够表达上帝的赦免和宽恕罪人的强烈 意愿。但是,基督的宽恕之爱虽然伟大,人若不悔改,他仍 要沉沦在罪中,他尝不到这种爱的甜蜜,他仍是罪的奴仆。 在各各他山上和耶稣同钉十字架的有两个强盗,其中一个被 耶稣的大爱所感动,信耶稣可以赦免他的罪,并救他脱离永 死,就悔改归向耶稣,主就应许他说:“ 你今日就与我同在 乐园里了!” 而另一个强盗则抗拒基督的赦罪之恩,就落入 永远的刑罚中。 基督的宽恕之爱也要求跟随他的人成为宽恕人的人。主耶稣 教导门徒祷告说, “ 我们在天上的父……免我们的债,如 同我们免了人的债。” 又说,“ 你们饶恕人的过犯,你们的 天父也必饶恕你们的过犯;你不饶恕人的过犯,你们的天父 也必不饶恕你们的过犯。” 心有宽恕就有平安与喜乐。 Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 119

119

12/15/18 2:07 PM


4。救赎之爱 基督降世,是要把我们从罪中救拔出来,与神和好。为了这 个和好的工作,主耶稣要为我们付罪的代价,“ 罪的工价乃 是死” ,这就是为什么耶稣要为罪人来到世上又死在十字架 上的原因。主在十字架上,两手张开,一只手连接着天父, 一只手抓住罪人,经过极大的痛苦,然后说,“ 成了!” 救 赎大功成了!人类之罪的赎价支付清了!人只要凭着基督在 十字架上所流的血,凭着对基督的信,就可以与天父和好如 初,享受无尽的爱。 生活在魔鬼与死亡的权势之下。罪导致了人与神、人与自 己、人与人、人与自然等的关系破坏了,因此人就生活在罪 恶、过犯、焦虑、忧伤、空虚、无助、苦毒、忌妒、恼怒、 愁烦等心灵状态中。 主耶稣降生时说:“ 祂要将自己的百姓从罪恶里救出来” ( 马太福音 1: 21)这就是神给他的独生子取名为“ 耶稣” 的 意思。为了拯救在罪恶中不能自拔的人类,神的儿子就 “ 道成肉身” ,来到世间,要 “ 叫一切信祂的不至灭亡,反 得永生” 。人得着了基督的爱,就开始改变,得到爱的力量 ,就得着平安喜乐幸福的生活。 120 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 120

12/15/18 2:07 PM


我们每个人都是罪人。犹太的文士和法利赛人抓到一个犯奸 淫的妇女,带到耶稣面前说,这样的人是要用石头打死的, 你看怎么办吧?你不是神的儿子吗?你不是讲公义的吗?耶 稣说,你们中间谁是没犯罪的,可以动手用石头打她。结果 法利赛人从老到少一个一个溜走了。因为他们知道他们中间 没有一个是没犯过罪的。我们敢承认自己是罪人吗?耶稣的 救赎之爱就是为那些愿意认罪悔改的人预备的。当我们知道 我们死在罪恶过犯中的可怜光景时,我们能不期待一只从高 天伸下来的手把我们拉出死亡的深渊吗? 耶稣基督恩典的门,对我们是敞开的。当人类迷失之后,神 已经到处寻找罪人。圣经说,耶稣基督到世上来,为要寻找 、拯救失丧的人。祂在呼唤你,在寻找你 ,在等待你回来! 朋友,愿你今天就回应祂的呼唤,得着这永恒的基督之爱!

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 121

121

12/15/18 2:07 PM


JUDUL BUKU

Berpetualang dalam Kerajaan Allah PENERBIT

Pionir Jaya JUMLAH HAL/

+/- 250 per seri

ASI ND

KOME RE

Di dunia yang makin penuh dengan kesibukan, kesenangan dan kemudahan di berbagai bidang, bukanlah hal yang mudah untuk dapat duduk berdiam diri membaca dan mendengar suara Tuhan yang disampaikan lewat firman-Nya. Tak terkecuali dengan anak-anak. Mereka dikelilingi begitu banyak gadget dan elektronik canggih yang bisa membuat cerita Alkitab di Sekolah Minggu ‘terasa asing’. Oleh karenanya kita perlu menata kembali apa yang menjadi prioritas untuk anak122 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 122

12/15/18 2:07 PM


anak kita, yaitu mengenalkan mereka pada Tuhan, satusatunya Juru Selamat, sejak usia dini. Salah satunya dengan meningkatkan ketertarikan anak-anak pada Alkitab, tulisan isi hati Tuhan. Buku Berpetualang dalam Kerajaan Allah ini merupakan semacam buku pedoman untuk menceritakan cerita Alkitab pada kelompok kecil anakanak. Aslinya buku ini dikarang oleh S.G. De Graaf dengan judul Promise and Deliverance. Kisah Alkitab dimuat dengan berurutan dari kitab Kejadian yang menceritakan penciptaan dunia. Bahasanya sederhana tetapi tanpa mengurangi pokok pikiran dan tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengenalkan siapa Tuhan dan membuat anak-anak bertumbuh dalam iman percaya pada-Nya. Untuk anak dengan usia lebih besar, buku ini dapat dipakai sebagai bahan renungan harian. Ada bagian bacaan Alkitab yang harus dibaca pada hari itu, dan setelah itu barulah membaca renungan dalam buku ini. Di bagian akhir renungan ada pertanyaan yang bisa dijawab oleh anak-anak sesuai dengan tingkat pengertian mereka. Hal ini sangat menantang dan sekaligus memudahkan bagi orang tua yang menyediakan waktu membahas bersama hasil jawaban anak-anak. Orang tua dapat meluruskan jika ada pengertian yang salah dari anak-anak, dan juga mengajak anak-anak melaksanakan firman Tuhan sesuai bagian yang direnungkan hari itu. Tujuan yang ingin dicapai adalah anak-anak menjadi terbiasa dan teratur menikmati saat teduhnya setiap hari sejak kecil • / Lily Ekawati /

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 123

123

12/15/18 2:07 PM


A

s humans, sometimes we feel very hard to understand why bad things happen to good people. Like the following story, that I heard while I was driving from my home to my office years ago.

124 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 124

12/15/18 2:07 PM


/ Triana Dewi

I was listening to a bible conference message from RBC by Rev. Bill Crowder (Our Daily Bread Bible Teacher). He talked about suffering. He said many times we do not know why bad circumstance happen to our life. Further, he shared his experience when he was a young pastor for a church. He received a call from his family informing him that his dad has passed away. While his heart was overwhelmed with grief, a senior pastor came to him and said, “One day you will be thankful for this.” He thought why he should be thankful for his dad’s death. That happened to be his first funeral service. Years have passed by and he has conducted many more funeral services. Because of his experience with his dad’s funeral, he was able to serve the grieving families more passionately and more connected with them.

Admittedly when unfavourable circumstances come to us, or good things have not happen to us, for example maybe a family is waiting for having a baby, an adult man or woman is looking for a job or a life partner or a very sick man or woman is waiting for a miracle that he/she would fully recover from his/her sickness, and yet these prayers have not yet been answered. To make it worse, sometimes when one bad event has not been recovered, another misfortune occur, it’s like an old saying, “Rub salt into the wound”. Some of us, if not all, including me, sometimes would be questioning God when an unpleasant situation takes place, “Why is this happening to me? Has God forgotten me?” In fact, does God really forget about us? Or we may even think that God ‘enjoys’ seeing us suffer?

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 125

125

12/15/18 2:07 PM


Isaiah 55:8-9 (New International Version) 8 “For my thoughts are not your thoughts, neither are your ways my ways,” declares the Lord. 9 “As the heavens are higher than the earth, so are my ways higher than your ways and my thoughts than your thoughts.” Before we judge God, we need to know who we really are, and who God really is. God is an omniscient, omnipresent, omnipotent being. Who can fully understand Him? We are not all knowing, nor are we everywhere present. We certainly are not all powerful. God has a lot of attributes that we do not even come close, and never will. God is the creator while we are His creations. After all we need to accept that as a human being we have a finite mind, while God’s is infinite (Isaiah 55:8-9). We are simply humans, fallible and stumbling, trying to understand God, who is never going to be fully understandable. Furthermore, God will never ‘enjoy’ seeing us suffer. If he does, the cross will never happen. I wrote an article previously re. ‘Blame-Shifting’, which highlighted that we as human beings sometimes do something wrong or inappropriate, and then dump the mistakes on other people to avoid taking responsibility of our own behaviour. In contrast, Jesus Christ voluntarily takes the blame although it is not His faults. He is willing to take the consequences of our sins, which does not belong to Him, so we may be hindered from the consequences, which is dead (Romans 6:23a). Do you ever wonder why He would do that? He did that because He loves us, His creations. He voluntarily sacrificed himself so that we could be saved. 126 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 126

12/15/18 2:07 PM


Chorus of “Trust His Heart” God is too wise to be mistaken, God is too good to be unkind, So when you don’t understand, When you don’t see His plan, When you can’t trace His hand, Trust His Heart I think the lyrics of this song – Trust His Heart -- may help us how to respond, when we are suffering. We may not understand why bad things happen to us, and where this horrible situation will bring us. But, in the midst of such a dark situation, let us humbly come to Him and trust His Heart, trust that He knows what is the best for us all. Like the story at the introduction, the sad situation that occurred to the young pastor has prepared him to serve better in his future career. We may not understand everything about God and His actions. However, we have to believe that our God has a loving heart, which is reflected by His sacrifice on the cross. Therefore, during our darkest days when we really do not understand and do not know what to do, let’s humbly trust His Heart. Jeremiah 29:11 - “For I know the plans I have for you,” declares the Lord, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.” Reference: Omniscient: knowing everything Omnipotent: having unlimited power, able to do anything Omnipresent: present everywhere at the same time

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 127

127

12/15/18 2:07 PM


KESETIAAN TUHAN

yang Mengukir Ciptaan-Nya dan Memimpin Umat-Nya

128 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 128

12/15/18 2:07 PM


/ Bambang Sugiarto /

Saya belajar tentang kesetiaan (failthfulness) Tuhan ketika mempelajari berbagai proses dan komponen biokimia dalam makhluk hidup. Tuhan menunjukkan kekonsistenannya ketika Ia menciptakan proses-proses yang sangat kompleks, rapi, dan teratur tersebut. Saya juga belajar tentang karakter Tuhan itu melalui sejarah umat Tuhan yang dituturkan dalam Alkitab. Selain itu, pengalaman pribadi dan anak-anak Tuhan lain ikut memperkuat pemahaman saya. Saya memulai tulisan ini dengan pemaparan salah satu komponen penting makhluk hidup yang menunjukkan karakter kesetiaan Sang Pencipta. Kita akan menilik ilmu kimia secara sepintas. Semoga fun dan tidak memusingkan. Kemudian saya mengulas secara singkat bagaimana karakter tersebut menjadi modal utama dalam perjalanan iman umat-Nya.Saya juga menyertakan sebuah kesaksian seorang jemaat gereja di mana saya beribadah.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 129

129

12/15/18 2:07 PM


Protein: Desain yang Konsisten Bila kita mengatupkan kedua tangan kita, maka akan terlihat bahwa tangan kanan adalah bayangan cermin dari tangan kiri. Demikian juga sebaliknya. Bila kita menumpuk kedua tangan kita dengan telapak tangan menghadap ke depan, kedua tangan tidak akan berimpit dengan sempurna. Ibu jari tangan kanan bertemu dengan kelingking tangan kiri (Gambar 1).

Gambar 1: Bayangan Cermin

Senyawa penting penyusun tubuh makhluk hidup adalah senyawa karbon, yaitu senyawa kimia dengan ‘mata rantai’ atom karbon. Senyawa-senyawa karbon yang strukturnya memenuhi syarat tertentu ternyata mempunyai sifat bayangan cermin seperti ilustrasi tangan di atas (Gambar 2).

Gambar 2: Contoh Senyawa Karbon (Alanin) dengan Bayangan Cermin [1] 130 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 130

12/15/18 2:07 PM


Contoh senyawa di atas adalah Alanin, yang merupakan salah satu dari dua puluh asam amino yang menyusun semua jenis protein makhluk hidup. Alanin “tangan kiri� (L-Alanin) dan “tangan kanan� (D-Alanin) mempunyai sifat fisik dan kimia yang sama. Perbedaan keduanya terdapat pada susunan atomatomnya dalam ruang.Kedua struktur tersebut adalah bayangan cermin. Asam amino-asam amino lain, kecuali Glisin, juga mempunyai bayangan cermin L dan D. Namun, hanya bentuk L saja yang menyusun semua protein di dalam bakteri sampai gajah termasuk manusia. Glisin adalah asam amino yang strukturnya paling sederhana dan tidak mempunyai bayangan cermin, sehingga tidak mempunyai bentuk L dan D. Protein adalah rantai (polimer) asam amino yang panjang seperti sebuah rantai besi dengan asam amino sebagai mata rantainya. Namun, rantai tersebut tidak lurus. Karena hanya asam amino L yang dipakai, rantai tersebut dapat membentuk struktur alpha-helix (spiral) dan beta-pleated sheet (lembaran berlipat) yang stabil (Gambar 3).

Gambar 3:Alpha-helix dan beta-pleated sheet [2]

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 131

131

12/15/18 2:07 PM


Protein dalam tubuh manusia mempunyai beberapa fungsi penting. Protein membentuk jaringan-jaringan dan otot. Sebagian protein berfungsi sebagai hormon. Salah satu contoh hormon protein adalah insulin yang berperan mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh juga mengandalkan protein yang berfungsi sebagai antibodi. Sebagian protein berperan sebagai enzim yang mengkatalis berbagai reaksi biokimia. Salah satu contoh enzim adalah pepsin. Pepsin diproduksi di dalam lambung dan bertugas mencerna protein dalam makanan kita. Enzim tersebut mengkatalis reaksi ‘pemotongan’ rantai protein yang panjang menjadi rantai-rantai yang lebih pendek. Struktur enzim ini merupakan kombinasi dari beberapa alphahelix, beta-pleated sheet dan rantai lain yang melipat dirinya sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk yang terlihat pada Gambar 4. Meskipun terlihat aneh dan tak beraturan, struktur tiga dimensi itulah yang memungkinkan pepsin menjalankan tugasnya.

Gambar 4: Pepsin [3]

Pepsin merupakan salah satu dari sekitar 1.300 jenis enzim di dalam sel tubuh manusia. Masing-masing jenis enzim tersebut memiliki urutan asam amino dan struktur tiga dimensi yang berlainan. Struktur-struktur yang unik tersebut memungkinkan setiap jenis enzim mengkatalis jenis reaksi yang berbeda-beda, yang pada akhirnya menyebabkan makhluk hidup menjadi ‘hidup’. 132 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 132

12/15/18 2:07 PM


Protein hanyalah salah satu jenis biomolekul yang berperang penting dalam tubuh kita. Jenis biomolekul lainnya adalah asam nukleat (DNA), lemak, dan karbohidrat. Namun dari uraian singkat tentang protein, kita bisa melihat betapa hebatnya Tuhan yang menciptakan kita. Ribuan tahun yang lalu ketika sains belum berkembang, pemazmur sudah mempunyai hikmat dan intuisi yang kuat tentang karya penciptaan Tuhan. Pemazmur di Mazmur 139: 14 mengatakan, “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dashyat dan ajaib // I praise you because I am fearfully and wonderfully made – NIV.” Tuhan menciptakan manusia dengan cerdas dan cermat. Mempelajari struktur protein membuat kita menyadari karakter Sang Pencipta, yaitu kesetiaan-Nya (faithfulness). Kesetiaan di sini mempunyai makna konsisten, tidak berubah, stabil, dan taat asas.Tuhan secara konsisten (faithfully) hanya memakai asam amino-asam amino L untuk membuat berbagai macam protein. Konsistensi tersebut memungkinkan terciptanya struktur alpha-helix dan beta-pleated sheet, yang kemudian melipat dirinya lebih lanjut menghasilkan struktur yang lebih kompleks dan fungsional seperti enzim. Jika terdapat sedikit saja campuran asam amino D dalam struktur protein, maka semua jenis struktur yang kita bicarakan di atas tidak akan terbentuk secara sempurna dan protein tersebut akan kehilangan fungsinya. Tuhan menghitung dan mendesain tubuh kita dengan cermat. Mazmur 33: 4 mengatakan, “Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan // For the word of the Lord is upright, and all His work is done in ‘faithfulness’ - NRSV).”Apa pun yang dikerjakan Tuhan, termasuk penciptaan, dikerjakan-Nya dengan tingkat kekonsistenan dan kecermatan yang tinggi. Kesetiaan Tuhan: Modal Hidup Berpengharapan dan Berkemenangan Tuhan yang setia dan konsisten dalam karya penciptaan adalah Tuhan yang setia dan konsisten dalam hubungan kasih dengan anak-anakNya.Karakter Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 133

133

12/15/18 2:07 PM


tersebut ditunjukkan dengan pemenuhan semua janji-janjiNya.Tokoh-tokoh Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, sangat memahami karakter tersebut. Pada hari-hari terakhirnya, Musa melakukan transisi kepemimpinan kepada Yosua sambil memberi banyak wejangan kepada bangsa Israel sebagai persiapan untuk memasuki tanah Kanaan. Dalam Ulangan 7: 9, Musa mengatakan, “Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, Dialah Allah; Allah yang setia (faithfull), yang memegang perjanjian dan kasih setiaNya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai pada beribu-ribu keturunan.” Musa dan bangsa Israel mengalami sendiri kesetiaan Tuhan yang membebaskan mereka dari Mesir dan menyertai mereka di padang gurun. Karakter tersebut menjadi modal untuk bergerak maju memasuki tanah perjanjian dan meraih kemenangan. Nehemia, orang Israel yang menjadi juru minuman Raja Persia, tergerak hatinya untuk kembali ke Yerusalem dan membangun tembok di sana. Visinya dimulai dengan doa, yang sebagiannya berbunyi, “Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintahKu serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.” (Nehemia 1: 8–9). Nehemia memahami janji dan kesetiaan Tuhan. Itulah modalnya untuk memimpin dan menyelesaikan pembangunan tembok Yerusalem. Paulus, pengabar Injil terbesar pada jamannya, mengatakan dalam Filipi 1: 6, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus //And I am certain that God, who began the good work within you, 134 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 134

12/15/18 2:07 PM


will continue his work until it is finally finished on the day when Christ Jesus returns - NLT.� Tuhan Yesus Kristus menganugerahkan keselamatan dan memulihkan hubungan kita dengan Allah ketika kita mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kemudian hidup kita hari demi hari diisi dengan proses pengudusan sampai pada hari Kristus Yesus dimana Tuhan menyempurnakan karya keselamatan-Nya. Tuhan sendiri yang memulai, melaksanakan, menjamin, dan menyelesaikan keseluruhan proses tersebut. Kesetiaan Tuhan menjadi modal bagi anak-anakNya untuk hidup berpengharapan dan berkemenangan. Kesaksian: Kesetiaan Sampai Akhir Saya beribadah di sebuah gereja kecil di Amerika Serikat. Beberapa tahun yang lalu, terdapat seorang jemaat beretnis Jepang yang bernama Greg Yamamoto (bukan nama sebenarnya). Ia mengalami gangguan mental (Untuk statistiknya di AS, lihat catatan *). Greg sebenarnya mempunyai kepribadian yang ramah. Ia suka menyapa setiap jemaat yang dia jumpai. Namun di sisi lain, ucapan-ucapannya terkadang ‘keluar dari jalur’ dan tidak jarang menyinggung hati orang lain. Bila menghadiri kebaktian, ia kesulitan untuk duduk dengan tenang. Ia suka keluar masuk ruang kebaktian. Suatu kali, Greg kena stroke. Beberapa bulan kemudian, ia meninggal. Saya menghadiri memorial service-nya. Melalui kesaksian pendeta kami di acara tersebut, saya akhirnya lebih mengenal Greg dan imannya kepada Tuhan. Pemuda Greg adalah seorang yang cerdas. Setelah menyelesaikan S1, ia melanjutkan studinya di bidang hukum dan lulus dengan nilai terbaik. Dengan bekal pendidikan tersebut, ia memulai kariernya di suatu instansi pemerintah. Sayangnya, ia harus berhenti berkarier setelah didiagnosis terkena gangguan mental.

Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 135

135

12/15/18 2:07 PM


Di gereja kami, Greg dikenal rajin datang ke persekutuan doa dimana ia dengan sungguh-sungguh mendoakan setiap pokok doa dari jemaat. Meskipun menderita karena sering mendengar ‘suara-suara aneh’ yang merupakan gejala penyakitnya, ia tidak pernah meminta didoakan agar sembuh. Sebaliknya, ia mendoakan dan meminta kesembuhan bagi jemaat-jemaat yang sakit. Selain itu, Greg selalu berdoa agar ia dipakai oleh Tuhan untuk membawa orang lain kepada Kristus. Ia mendoakan orang-orang yang belum mengenal Tuhan agar mereka mendapat anugerah keselamatan-Nya. Jauh hari sebelum meninggal, ia berpesan kepada pendeta kami agar memberitakan kabar keselamatan kepada ayahnya yang belum mengenal Tuhan. Pendeta kami memenuhi permintaan tersebut dalam acara memorial service dimana ayah dan saudara-saudaranya hadir. Kesaksian hidup Greg mengingatkan saya kepada kesetiaan Tuhan. Orang lain memandang rendah dan menghindari Greg. Namun, Tuhan tidak membuangnya. Tuhan berjanji dalam Mazmur 94: 14, “Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya // The Lord will not reject his people; he will not abandon his special possession - NLT.” Greg merespons kasih setia Tuhan dengan kesetiaan dan pelayanannya kepada Tuhan dan jemaat sampai akhir hayatnya. Akhir Kata Sains kontemporer telah membawa pemahaman kita tentang sistem biologis sampai pada tingkat molekuler. Struktur dan fungsi biomolekul dalam tubuh manusia yang kompleks tetapi konsisten menunjukkan karakter kesetiaan (faithfulness) Tuhan Sang Pencipta. Jauh sebelum sains mencapai pemahaman tersebut, Tuhan telah menunjukkan kesetiaan kepada umat-Nya sepanjang sejarah. Bagi anak-anak Tuhan, kesetiaan Tuhan adalah pegangan dan modal utama dalam menghadapi berbagai krisis dan tantangan. Lihatlah situasi yang dihadapi bangsa Israel, Musa, Yosua, Nehemia, Paulus, dan Greg Yamamoto. Mereka bertahan, maju, 136 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 136

12/15/18 2:07 PM


dan menang karena mereka tahu bahwa Tuhan itu setia. Bagi Anda yang belum berada di dalam keluarga besar Tuhan, tidakkah Anda ingin mempunyai relasi kekal dengan Tuhan Pencipta Alam Semesta yang setia? Percaya dan percayakan diri Anda kepada Tuhan Yesus Kristus!

Catatan

Penderita gangguan mental di AS, dari tingkat ringan sampai berat, cukup banyak ditemukan. Menurut hasil survey dari Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA), diperkirakan terdapat 44,7 juta orang dewasa (berusia delapan belas tahun ke atas) yang mengalami gangguan mental dari semua tingkatan (Any Mental Illness/AMI) pada tahun 2016. Jumlah tersebut adalah 18,3 persen dari seluruh populasi penduduk dewasa AS [4].

Bambang Sugiarto, Ph.D adalah mantan anggota Gereja Kristus Tuhan (GKT) yang sekarang berdomisili di Amerika Serikat Tulisan-tulisan lain dari penulis: https://gbsugiarto.wordpress.com/ Saran/komentar/feedbacks: gb.sugi@gmail.com Referensi: 1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2857173/ 2. https://www.visionlearning.com/en/library/Biology/2/Biological-Proteins/243 3. http://www.rcsb.org/pdb/explore/litView.do?structureId=1PSO 4. https://www.nimh.nih.gov/health/statistics/mental-illness.shtml Nafiri DESEMBER 2018

NAFIRI DES 18 for print.indd 137

137

12/15/18 2:07 PM


Mission Trip ke Sekolah Kasih Yobel, Singkawang

8-9 Desember 2018

Fotografer: Pingkan I Palilingan & Pol Roliadi

138 Kisah Kasih Kristus

NAFIRI DES 18 for print.indd 138

12/15/18 2:07 PM


NAFIRI DES 18 for print.indd 139

12/15/18 2:08 PM


Profile for GKY BSD

KISAH KASIH KRISTUS  

Advertisement