Issuu on Google+

INTRADAY FOR NEWBIES Versi 1.0 Oleh Fabianto Wangsamulya

Pengantar Dalam dunia forex kita kenal bermacam-macam gaya trading. Ada yang long term dengan menahan posisi berhari-hari sampai berbulan-bulan. Ada pula gaya swing dengan mengikuti trend jangka sangat pendek misalnya dalam jangka waktu jam. Ada pula gaya scalping yang mengambil profit sangat kecil pada saat pergerakan pasar besar. Terakhir ada pula yang kita kenal dengan nama intraday yaitu membuka posisi dan menutupnya dalam satu hari. Dalam tulisan ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai gaya trading intraday ini yang dikhususkan bagi para trader pemula alias newbies yang ingin mencoba memakai gaya ini. Walaupun tulisan ini dikhususkan untuk para trader pemula, tulisan ini juga dapat dipakai oleh para trader senior baik sebagai acuan yang dapat dilihat sewaktu-waktu ataupun sebagai referensi dalam pendidikan kepada trader yang lebih junior. Pertanyaan Para Pemula Pertanyaan yang sering kali saya temukan dan dapatkan dari rekanrekan trader terutama para pemula adalah pertanyaan-pertanyaan seperti ini: “Hari ini GU naik atau turun?” atau “Saya sebaiknya buka posisi buy/sell di mana yah?” dan juga “Posisi saya sekarang + atau – berapa point, sebaiknya bagaimana yah?”. Bagi saya, pertanyaan itu sah dan wajar saja ditanyakan oleh para pemula karena para pemula seringkali tidak mengerti bagaimana harus bersikap dalam pasar termasuk bagaimana harus bersikap terhadap posisinya sendiri karena saya pun pernah mengalami hal yang sama ☺. Di sini saya tidak akan membahas tentang bagaimana menjawab pertanyaan itu secara langsung (karena memang jawabannya bisa macam-macam) atau kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan seorang trader agar bisa menjawab pertanyaan seperti itu, tapi saya akan membahas tentang mengapa pertanyaan seperti itu muncul. Menurut saya salah satu sebab pertanyaan seperti itu muncul karena pada umumnya para pemula belum atau tidak memiliki gaya trading yang jelas alias masih coba-coba. Para pemula sering buka posisi berdasarkan feeling atau karena sinyal si anu atau petunjuk si inu padahal tidak mengerti bagaimana menggunakan atau memanfaatkan sinyal atau petunjuk tersebut. Dalam tulisan ini saya hendak mengemukakan suatu gaya trading yang disebut intraday sehingga pada akhirnya para pemula bisa menjawab sendiri

Fabianto Wangsamulya

Page 1/7

21 November 2006


pertanyaan-pertanyaan seperti di atas dan bertanggung jawab atas hasil tradingnya sendiri. Mengapa Intraday? Banyak orang akan bertanya mengapa saya mengusulkan strategi intraday. Bukankah hasil dari intraday biasanya kalah dengan hasil dari gaya swing atau bahkan scalping? Memang masing-masing trader mempunyai gaya sendiri-sendiri dan itu memang merupakan hak para trader untuk menentukannya. Dalam tulisan ini saya hanya menjabarkan beberapa hal mengapa saya memilih gaya trading ini tanpa bermaksud merendahkan atau meremehkan gaya trading lain. Pada awal atau mula saya trading, saya mulai menghitung-hitung potensi keuntungan atau profit yang bisa diperoleh dari trading. Banyak masukan yang saya dapat terutama dari para trader senior terutama dari Pak Richie yang tulisannya saya jadikan referensi tulisan saya ini. Satu hal yang sangat saya ingat dari beliau adalah ikuti trend sampai trend itu berakhir dan kejar dahulu mutu trading yang konsisten sebelum kuantitas. Saya pun mengikuti dua nasihat di atas dan saya memutuskan untuk menggunakan gaya scalping dengan mengambil profit 5-10 point. Dalam pikiran saya sebagai seorang pemula saya berpikir bahwa mutu trading yang konsisten berarti profit yang terus menerus dari hari ke hari walau jumlahnya kecil. Hitung-hitungan kasarnya jika satu hari bisa konsisten dapat profit 5 point maka selama sebulan hasilnya kurang lebih (20*5) = 100 point dan selama setahun menjadi 1200 point! Jika setiap trading menggunakan leverage 1:100 dan margin 10% dari modal maka dalam setahun modal saya sudah bertambah 120%! Wow, bagi saya itu jumlah yang sangat besar sekali. Misi scalping dengan harapan konsisten sehingga satu tahun dapat 120% modal pun saya jalani dengan memakai chart time frame 5 menit dan berbagai macam indikator seperti MA, MACD, RSI, Bolinger Bands, Stochastic, dll â˜ş. Hasilnya selama dua minggu sangat menggembirakan yaitu profit 5-10 point setiap hari! Wow, what a lucky man I am! Tentu para pembaca sudah menyadari bahwa cerita ini belum berakhir dan ada tapinya â˜ş Dan kali ini Anda benar! Setelah masa-masa keberuntungan saya pun mulai bertemu loss alias kerugian. Karena saya termasuk orang yang disiplin dalam trading maka saya selalu set stop loss (SL) dan target profit (TP). Biasanya saya set SL saya -35 di EU dan -50 di GU meniru Pak Richie â˜ş Memang loss saya itu dapat diminalisir tapi saya mulai menyadari satu hal lagi yang sering juga saya lihat dari para senior yaitu peluang profit dan resiko lossnya tidak imbang! Dengan gaya trading seperti itu perbandingan antara peluang profit dan resiko lossnya di EU adalah 5:35 alias 1:7. Artinya adalah profit 7 kali

Fabianto Wangsamulya

Page 2/7

21 November 2006


impas dengan sekali loss! Di samping itu saya juga menyadari bahwa waktu yang bisa saya gunakan untuk trading sangat terbatas, hanya beberapa jam saja setiap harinya. Kesimpulannya adalah dengan resiko yang besar dan waktu trading yang terbatas saya mengalami kelelahan dengan gaya trading seperti itu. Saya pun mencari cara trading lain yang perbandingan antara peluang profit dan resikonya lebih baik. Akhirnya setelah melalui bermacam-macam diskusi saya pun menyimpulkan untuk mengikuti jejak para senior yang menggunakan intra day terutama Pak Richie â˜ş Ternyata konsisten dalam trading itu bukan berarti profit setiap hari tetapi hasil yang konsisten dari minggu ke minggu, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun. Dengan intraday ini saya mendapatkan perbandingan yang lebih baik antara peluang profit dan resiko loss yaitu sekitar 1:1 atau 6:5. Ditambah dengan beberapa aturan yang saya rancang sendiri maka rasio tersebut bisa ditingkatkan. Selain rasio profit yang meningkat, saya juga tidak mengalami kelelahan karena hanya buka satu posisi per pair dalam satu hari. Selain itu karena posisi dibuka dan ditutup dalam satu hari maka tidak perlu kuatir terkena swap atau interest negatif. Aturan Intraday Sama seperti semua gaya trading lainnya, gaya intraday ini juga memiliki beberapa aturan, yaitu: 1. Posisi dibuka dan ditutup dalam satu hari, tidak ada overnight. Jika posisi masih terbuka menjelang tengah malam, maka posisi tersebut ditutup. 2. Selalu disiplin menggunakan SL dan TP setiap membuka posisi atau membuat order. 3. Disiplin menggunakan margin. Sebaiknya tidak menggunakan lebih dari 10% margin keseluruhan yang dipakai. 4. Sabar. Jangan menggeser-geser SL dan TP yang telah ditetapkan kecuali untuk trailing atau mengamankan profit. Biarkan posisi terkena SL atau TP atau penutupan manual menjelang tengah malam. Selain aturan-aturan dasar di atas tentunya masing-masing trader bisa membuat aturan sendiri-sendiri sesuai kepentingannya, yang penting tetap dalam koridor intraday alias dalam sehari dan disiplin. Memang disiplin ini biasanya yang susah terutama bagi para pemula tapi hal ini perlu dilatih terus menerus. Jika perlu jangan buka trading platform Anda sampai menjelang tengah malam setelah membuka posisi atau membuat order â˜ş

Fabianto Wangsamulya

Page 3/7

21 November 2006


Menentukan Trend Hal paling mendasar dalam menerapkan intraday adalah menentukan trend. Jika trendnya bulish (naik) maka kita buy. Jika trendnya bearish (turnn) maka kita sell. Jika trendnya sideway alias tidak jelas arahnya maka kita tidak akan masuk pasar dan membuka posisi atau membuat order. Dengan mengikuti trend maka kita memperkecil resiko loss kita dan memperbesar peluang profit kita. Pertanyaannya adalah bagaimana kita menentukan trend? Menentukan trend bisa dengan indikator tapi bagi saya cara menentukan trend yang terbaik adalah langsung dengan chart harga. Saya akan berikan contohnya secara sederhana. Saya ambil contoh di chart 1d GU yang aslinya seperti ini.

Pertama kita buat titik tengah atas dan titik tengah bawah pada candlestick-candlestick yang ingin kita amati trendnya. Kemudian kita sambungkan titik tengah atas dengan titik tengah atas antar candlestick, demikian juga dengan titik tengah bawahnya sehingga kita akan dapati gambar seperti ini:

Fabianto Wangsamulya

Page 4/7

21 November 2006


Kita bisa lihat dengan jelas pada periode 1 itulah trend bullish (naik) sehingga kita akan mengambil posisi buy pada trend itu. Periode 3 itulah trend bearish (turun) sehingga kita akan mengambil posisi sell pada trend itu. Dan periode 2 itulah periode sideway ketika pasar tidak jelas pergerakannya karena cenderung naik turun atau malah diam saja. Membuat Order Setelah menentukan trend kita beranjak kepada hal mendasar lainnya yaitu membuat order. Trend hanya memberi kita arahan ke mana pasar akan melangkah tapi tidak memberi jawaban di mana kita membuka posisi. Di sini saya akan menggunakan cara yang sederhana tapi efektif yaitu menggunakan perhitungan pivot, support, dan resistance untuk membuat order. Perhitungan Pivot, Support, dan Resistance yang saya gunakan adalah: R3: H + 2*(Pivot – L) R2: Pivot + H - L R1: (2*Pivot) - L Pivot: (H + L + C)/3 S1: (2*Pivot) - H S2: Pivot – H + L S3: L – 2*(Pivot – H)

Fabianto Wangsamulya

Page 5/7

21 November 2006


Keterangan: H = high hari sebelumnya, L = low hari sebelumnya, C = close hari sebelumnya. Saya menyarankan untuk memasang SL dari posisi buka sebesar ½ dari range rata-rata pair. Sebagai contoh SL yang saya pakai adalah -50 untuk GU dan CHF, -35 untuk EU, -40 untuk UJ. Kemudian kita akan menaruh SL kita di atas resistance atau di bawah support agar terlindung dari support/resistance. Biasanya saya menggunakan selisih 10 point dengan support/resistance untuk menutupi deviasi perhitungan support/resistance dan spread. Kemudian biasa saya memasang TP di R0.5 atau S0.5 yaitu titik tengah antara Pivot dengan R1 atau S1 karena biasa saya cari amannya saja â˜ş Saya akan gunakan contoh di GU pada tanggal 15 November 2006 dan 16 November 2006.

Pada tanggal 15 November 2006 kita lihat trend GU adalah bearish sehingga kita buat order Sell GU dengan SL 10 point di atas R1 yaitu 1.9038 sehingga kita buat order Sel di 1.8988. Kita juga tetapkan TP di S0.5 yaitu di 1.8938. Ternyata pada hari itu GU memang turun tapi order kita tidak dieksekusi karena tidak sempat menyentuk 1.8988. Hal ini biasa terjadi dan tidak masalah karena bagi saya lebih baik menaruh order dengan SL dan TP dengan aman walaupun membuang peluang profit daripada mengalami kerugian â˜ş

Fabianto Wangsamulya

Page 6/7

21 November 2006


Pada tanggal 16 November 2006 kita lihat trend GU masih bearish sehingga kita buat order Sell GU dengan SL 10 point di atas R1 yaitu di 1.8973 sehingga kita buat order Sell GU di 1.8923. Kita tetapkan TP di S0.5 yaitu di 1.8864. Ternyata pada hari itu GU naik turun dan order kita tereksekusi tapi menjelang tengah malam tidak sampai 1.8864. Tidak peduli apapun yang terjadi kita tutup saja posisi kita agar aman apalagi walaupun tidak sampai TP tapi posisi kita sudah profit kira-kira +40 point. Kesimpulan Gaya trading intraday ini cocok bagi trader yang mengikuti trend dan tidak mempunyai waktu yang banyak. Dalam intraday, rasio profit dan resiko loss bisa ditekan sehingga cukup sebanding. Aturan dasar dalam intraday terutama adalah disiplin dalam membuka dan menutup posisi. Hal dasar dalam intraday ini adalah menentukan trend dan membuat order menurut trend. Penutup Tulisan mengenai intraday ini hanyalah contoh pengamatan dan pengalaman saya mengenai intraday. Di luar contoh-contoh di atas masih ada banyak varian intraday dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Silakan dipelajari dan disesuaikan dengan minat masing-masing pembaca. Semoga tulisan ini bermanfaat khususnya bagi para pemula. Referensi http://briansignal-indo.blogspot.com/, diambil tanggal 19 Oktober 2006.

Fabianto Wangsamulya

Page 7/7

21 November 2006


intradays4newbie