Issuu on Google+

LIRA UNTUK INDONESIA l

1


UntukmuNegeri

DARI BLORA CENTER KE LIRA

Sekapur Sirih

INDEPENDEN DAN KRITIS Drs. M. Jusuf Rizal, SE PRESIDEN LIRA

O

negeri dan memperoleh dukungan dari berbagai lapisan masyarakat yang menginginkan perubahan. Mengharapkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi semua. Di ranah bumi pertiwi, LIRA terus menunjukkan eksistensinya. Dua tahun perjalanan sebagai Lembaga Swadaya (LSM)/Non Goverment Organization (NGO) diwarnai berbagai dinamika. Diwarnai berbagai cibiran dan sikap sinis berbagai kelompok yang menganggap LIRA sebagai organisasi berlebel negatif. Maklum LSM selama ini sering diidentikkan dengan ‘Lembaga Suka Peras’. Stigma negatif masyarakat terhadap LSM telah membuat LIRA selama ini penuh dengan berbagai fitnah, prasangka, isu dan curiga. Namun semua itu tidak membuat tekad LIRA membangun citra LSM sebagai lembaga yang independen, non partisan dan lintas golongan menjadi pudar. LIRA membangun paradigma baru, bahwa LSM tidak harus tampil ‘menakutkan, lusuh dan arogan”, tapi LSM moderen adalah tampil dengan elegan, profesional, cerdas dan kritis. LIRA ingin membangun sebuah LSM yang kredible dan menjadi wadah bagi berbagai lapisan masyarakat untuk berjuang bagi kemajuan bangsa Indonesia, membangun semangat

nasionalisme dan NKRI, memupuk rasa cinta akan Merah Putih, membangun jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, serta kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Menyiapkan perubahan bagi kemajuan bangsa Indonesia15-20 tahun kedepan. Semangat itu memacu para pendiri LIRA untuk terus bertahan ditengah hantaman gelombang dan ombak besar yang cenderung mendiskreditkan LIRA. Para pendiri telah memilih untuk membangun rumah ditepi pantai. Untuk sebuah citra, LIRA tak segan-segan melakukan somasi ketika Marissa Haque menyebutkan LIRA sebagai LSM Koruptor. Kehadiran LIRA diberbagai daerah tidak jarang ditanggapi secara ‘sinis’ sebagian kelompok masyarakat yang berpikir sempit. Padahal kehadiran LIRA bukan untuk mencari musuh, namun lebih kepada gerakan ‘amar ma’ruf nahi mungkar’ ~~ mengajak kepada kebaikan bangsa. Karena itu, meski penuh dengan tantangan, tapi dengan semangat relawan yang kuat, LIRA diberbagai propinsi, pelanpelan terus bergulir seperti bola salju. Masyarakat menginginkan perubahan. Rakyat merindukan kesejahteraan dan transparansi pengelolaan negara. Itu semua agar nanti mampu memberikan masa depan bagi kesejahteraan yang lebih baik.

TELECONFRENCE

rganisasi kami bernama LIRA (Lumbung Informasi Rakyat). LIRA dibentuk dari semangat Blora Center (lembaga relawan yang membantu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - M. Jusuf Kalla (JK) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2004) untuk turut berperan membangun kemajuan bangsa Indonesia melalui berbagai aktivitas diantaranya adalah transparansi pengelolaan negara, pendidikan politik dan demokrasi. Blora Center dibentuk sejumlah relawan, antara lain Sudi Silalahi, Yon Hotman dan juga M. Jusuf Rizal yang kini menjadi Presiden LIRA sebagai Direktur Blora Center. Di Blora Center, berbagai aktivitas dilakukan yang bertujuan tidak hanya sekedar membantu SBY-JK menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, tapi juga sebagai lembaga yang dapat mengkritisi dan mengawasi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Pasca kemenangan SBY-JK sebagian tim Blora Center membentuk lembaga baru yang bernama Blora Institute. Namun dibawah kepemimpinan M. Jusuf Rizal, Blora Center tetap eksis dengan memasukkan semangat Blora Center ke dalam tubuh dan jiwa LIRA. Organisasi ini pun terus bergerak mengembangkan sayapnya keberbagai pelosok

2

I PROFILE LIRA


UntukmuNegeri

Sebagian kelompok masyarakat menilai kehadiran LIRA sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) masih dengan stigma negatif. Lembaga yang cenderung hanya berteriak karena ada kepentingan jangka pendek. Namun saya katakan LIRA berbeda dengan LSM yang ada. Semangat LIRA adalah semangat murni sebuah LSM. Jaring kerja dan program LIRA sama seperti yang dimiliki partai politik. Struktur kepengurusannya mengadopsi struktur organisasi pemerintahan (shadow of govenment). Dengan demikian LIRA memiliki Wakil Presiden, Menteri dan Deputy, serta memiliki Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Lurah, Kepala Desa hingga pengurus ditingkat Rukun Tetangga (RT). LIRA terus melakukan konsolidasi organisasi. Awal tahun 2009 diharapkan LIRA sudah mampu membangun jaringan kerja organisasi di 33 propinsi. Melalui jaringan LIRA diberbagai daerah, diharapkan akan menjadi “mata dan telinga� guna turut berperan aktif dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam mendorong transparansi pengelolaan negara serta demokrasi dalam ke-bhinneka tunggal ikaan. LIRA dibangun dari semangat perubahan untuk ikut berperan dan menjadi bagian dalam proses perubahan menuju kesejahteraan, keadilan dan kemakmuran bangsa Indonesia. LIRA juga turut mendorong lakhirnya pemimpin-pemimpin baru yang visioner dan tegas, guna membawa bangsa Indonesia berlayar mengejar ketertinggalan dari bangsabangsa lain. LIRA tidak ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa kuli atau kuli dari bangsa-bangsa. Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang kaya dengan berbagai potensi alam. Bangsa yang memiliki budaya santun. Bangsa yang memiliki rakyat dengan semangat ‘rawe-rawe rantas, malang-malang kutung, -- semangat berani mati -yang telah teruji ketika membawa bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan 1945. Kita mengenal semangat Gajahmada, Panglima

Piagam Penghargaan Sebagai Tim Sukses SBY-JK Pada Pilpres Tahun 2004 Kepada M. Jusuf Rizal

Sudirman, Boedi Oetomo, Sukarno, Hatta dan pejuang lainnya. Sebagai anak bangsa, kita seharusnya menangis melihat kondisi masyarakat kita yang masih jauh dari kesejahteraan dan keadilan. Pembangunan dinegeri ini, tumbuh melakhirkan berbagai dampak sosial negatif. Rakyat kita mengalami kelaparan ditengah kekayaan alam yang begitu luar biasa. Ibarat Tikus mati dilumbung padi. Keadilan dinegeri ini masih mahal. Para pemimpin banyak yang telah kehilangan empati. Kecerdasan intelektual mereka bukan membawa kebaikan, tapi justru dipergunakan untuk

membodohi rakyat. Anggota dewan yang dipilih oleh rakyat untuk memperjuangkan dan menyuarakan kepentingan rakyat, justru menyengsarakan rakyat dengan kebijakan yang membuat rakyat menderita. Penegak hukum yang seharusnya dapat memberikan perlindungan hukum bagi semua, justru memperjualbelikan hukum atas nama keadilan. Penegak hukum telah kehilangan kecerdasan emosial dan jauh dari kecerdasan spiritual. Hukum pun menjadi alat pembenaran atas kepentingan penguasa dan kelompok, sehingga supremasi hukum kemudian hanya sebagai kembang tidur belaka. LIRA merasa terpanggil untuk ikut melakukan perubahan sekecil apapun, sehingga masyarakat dalam jangka waktu tertentu dapat merasakan hasilnya. Semangat membangun perubahan untuk menghasilkan pemimpin yang visioner telah mampu menyatukan tekad para relawan LIRA diberbagai daerah terus bergerak membuat berbagai aktivitas kekaryaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kreatif dan inovatif. LIRA pun kemudian membentuk badan-badan otonomi pendukung seperti Jaring Kerja Rakyat (JKR), Lira Institute, Koran Kabinet, Pemuda LIRA (Brigade), Koperasi LIRA, LIRA Foundation, Lembaga Hukum & Advokasi (LHA), LIRA Sports, Leadership Training Center (LTC), Asosiasi Seniman LIRA Indonesia (ASLI), Lira Anti Narkoba (LAN), dll. Jejak langkah LIRA baru seumur jagung di ranah republik ini. Meski demikian kami sudah banyak berbuat bagi kemajuan bangsa dengan seluruh kelemahan dan kelebihannya. Kami berharap dengan dukungan semua pihak di masa mendatang LIRA akan lebih banyak membuat jejak langkah bagi kemajuan bangsa.... Bagimu Negeri, Kami Berbakti, Indonesia Jaya, LIRA Maju, Pemuda Bersatu

LIRA UNTUK INDONESIA l

3


PengurusLIRA

PENGURUS DEWAN PIMPINAN PUSAT LUMBUNG INFORMASI RAKYAT

DARI SEMANGAT BLORA CENTER MENJADI LIRA (LUMBUNG INFORMASI RAKYAT). SETELAH EMPAT TAHUN PEMERINTAHAN SBY- JK, LIRA MENJADI LEMBAGA INDEPENDEN MEMBANTU PEMERINTAH

Mayjen TNI (Pur) Arief Siregar, SH, MH, MSc. Pembina LIRA

Ir. Fahmi Idris Pembina LIRA

Prof. DR. Achmad Mubarak Penasehat LIRA

Prof. DR. Marshudi Kisworo, MSc Penasehat LIRA

Drs. Erman Suparno, MBA Pembina LIRA

Ir. Fadel Muhammad Pembina LIRA

Soetardjo Soerjogoeritno Penasehat LIRA

Drs. M. Jusuf Rizal, SE Presiden LIRA

H. Syahrial Yusuf, SE, MM, MBA Wakil Presiden LIRA

Emirsyah Rahman Sekretaris Jenderal LIRA

Ollies Datau Bendahara Umum LIRA

Frans X Watu Wakil Sekjen LIRA

Natalia M. Tahir Wakil Sekjen LIRA

DR. Toto Dirgantoro, MBA Direktur Eksekutif LIRA INSTITUTE

Aswan Deputy Pengembangan Usaha

Zulkifli Arsyad Deputy LIRA ANTI NARKOBA (LAN)

Sebagai cerminan bahwa LIRA adalah organisasi independen, lintas partai, agama dan suku, pengurus LIRA baik di DPP maupun ditingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa & DPRT, Susunan Pengurusnya mengadopsi semua golongan. Karena mulai dari Desa Hingga Ke Kota, LIRA hanya untuk Indonesia. Perjuangan LIRA untuk turut ambil bagian dalam pembangunan bangsa Indonesia dengan seluruh kelemahan dan kelebihannya, banyak memperoleh simpati dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari Pusat hingga ke daerah. Harapan masyarakat akan sebuah perubahan untuk membawa kemajuan bagi bangsa, serta keadilan dan kesejahteraan rakyat begitu besar. Karena itu sejumlah tokoh setelah tahu arah dan perjuangan LIRA memberikan dukungan, baik secara de facto maupun de jure. Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi secara de facto memberikan dukungan atas eksistensi LIRA dengan meminta agar LIRA turut membantu pemerintah mendorong clean dan good governance. Barisan pembina dan penasehat antara lain Subur Budi Santoso (Penasehat Presiden RI), Soetardjo Soerjogoeritno (Wakil Ketua DPR), Ir. Fahmi Idris (Menteri Perindustrian ) RI, Guruh Sukarno Putra, Drs. Endin J. Soefihara (DPR, PPP), Yuddy Chrisnandi (DPR Golkar), KH. Habib Abdurachman Al Habsy (Pengasuh Majelis Taklim Kwitang), Sukartono H (Demokrat), Albert Yaputra (Demokrat), Hayono Isman (Mantan Menpora), Mayjend TNI (Purn) H. Arief Siregar, SH, MH (Mantan Kababinkum TNI AD), Mayjend TNI (Purn) Drs. Rudjuan, Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ibu Sri Redjeki S, KH. Gus An’im Machrus (Putra Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri), Wakil Ketua Partai Demokrat, Prof. Dr. Achmad Mubarok, CEO Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. Marshudi Kisworo, Indra J. Piliang (CSIS), M. Qodari (Indo Barometer), Kusmalingga Wijaya (Ketua Umum Indonesia China Cooperative Invesment), IGK Manila (Tokoh Olahraga), H. Hardi (Seniman/Pelukis), serta berbagai tokoh dengan latarbelakang yang diberagam dari berbagai daerah. 4

I PROFILE LIRA

Pendiri LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) adalah : M. Jusuf Rizal, Arief Siregar, Hendrik H. Sitompul, Hasyim Arief, Emirsyah Rahman dan Syahrial Yusuf


Profil Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)

HUT II TAHUN LIRA, MEMBANGUN EKSISTENSI ORGANISASI UNTUK RAKYAT

Diskusi Dua Tahun Jejak Langkah LIRA dipimpin oleh DR. Toto Dirgantoro

Sebagai rasa syukur dua tahun perjalanan LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Keluarga Besar LIRA membuat hajatan di Hotel Sahid Jakarta. Setiap tanggal 19 Juni keluarga besar LIRA berkumpul merayakannya. Membangun semangat “Bersatu Kita Bisa� guna membangun kesejahteraan dan keadilan bagi kita semua. Pada momen penting itu sekaligus dilakukan konsolidasi para pengurus, setelah para pengurus diberbagai daerah melakukan rapat kerja membahas berbagai program kerja lima tahun kedepan. Menginventarisasi berbagai persoalan dan hambatan yang dihadapi para pengurus, khususnya masalah transparansi pengelolaan negara. Sejumlah undangan hadir pada kesempatan tersebut, antara lain Wakil Ketua DPR, AM. Fatwa, Akbar Tandjung, KH. Habib Abdurachman Al Habsy (Pengasuh Majelis Taklim Kwitang), Mayjend TNI (Purn) H. Arief Siregar, SH, MH (Mantan Kababinkum TNI AD), Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ibu Sri Redjeki, KH. Gus An’im Machrus (Putra Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri), Wakil Ketua Partai Demokrat, Prof. Dr. Achmad Mubarok, CEO Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. Marshudi Kisworo, Pengusaha Kadin, HIPMI, Partai Politik, LSM serta para Gubernur, Walikota dan Bupati LIRA se-Indonesia. Acara ulang tahun kedua LIRA dilakukan dengan sederhana. Meski demikian dukungan dari berbagai pihak begitu besar. Semua itu telah menambah semangat juang para pengurus LIRA diberbagai daerah untuk berbuat bagi kemajuan bangsa sekecil apapun. Karena kita memahami dalam melakukan perubahan pemerintah tidak dapat sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya LIRA tidak pernah melupakan aspek sosial. Sebelumnya dalam rangka memperingati hari ulang tahun selalu membuat kegiatan sosial, seperti sunatan masal, donor darah, maupun santunan anak yatim. Kali ini dalam rangka mensyukuri dua tahun, LIRA kembali akan memberikan santunan bagi 100 orang anak yatim dan dhuafa. Kami berharap dengan memberikan santunan akan mampu meningkatkan nilai-nilai spritual para pengurus LIRA agar bisa saling berbagi untuk sesama. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Administrasi (STIAMI) dengan memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu untuk melanjutkan sekolah di STIAMI. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Pimpinan STIAMI, H. Syahrial Yusuf, SE, MM, MBA. Sebagai komitmen terhadap generasi muda juga dilakukan penandatanganan kerjasama bidang penanggulangan Narkoba dengan Yayasan Puteri Indonesia yang diketui oleh Ny. Soetardjo Soeryogoeritno. Ulang Tahun kedua LIRA, juga diisi dengan Peluncuran LIRA Institute dan dilanjutkan dengan Dialog Masa depan Ekonomi dan Politik Indonesia dengan menampilkan berbagai pembicara, antara lain pengusaha Benny Sutrisno. LIRA UNTUK INDONESIA l

5


Profil Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)

MUKERNAS I LIRA, MANTAPKAN KONSOLIDASI ORGANISASI UNTUK 2009

DPP LIRA dipimpin Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal & Panitia Mukernas I bertemu Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi di Istana

Menjelang tahun 2009 LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mulai melakukan konsolidasi. LIRA yang dibentuk dari embrio Blora Center telah melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I di Hotel Danau Toba, Medan, tanggal 16-19 Desember 2007 lalu dihadiri pengurus LIRA se-Indonesia. Mukernas dibuka Gubernur Sumut, Rudolf M. Pardede dan ditutup oleh Dewan Pertimbangan Presiden RI, Prof . Dr. Budi Santoso. Memang tak lazim sebuah LSM melakukan Mukernas dengan menghadirkan sedikitnya 300 orang pengurus dari seluruh propinsi, mulai dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Kecamatan/Kelurahan (DPK). Sebagai organisasi yang merakyat LIRA memiliki jaringan keakar rumput. Karena itu sangat beralasan kalau kemudian sebagian peserta Mukernas berharap DPP LIRA dapat mempertimbangkan agar LIRA menjadi Partai Politik. Tapi, Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal menegaskan, “LIRA tidak akan menjadi partai politik”. Dalam pengarahannya Jusuf Rizal meminta agar seluruh jajaran pengurus Lira lebih konsentrasi melakukan konsolidasi organisasi dan membantu program dwitunggal pemerintahan SBY-JK berbuat melakukan perubahan yang sesuai dengan keinginan rakyat. Mengamankan pemerintahan SBYJK hingga masa pemerintahan dwitunggal SBY-JK berakhir tahun 2009. Sejumlah Menteri turut memberikan pembekalan, antara lain Menteri Tenaga Kerja, Erman Suparno, Menristek, Kusmayanto Kadiman, Menteri Perumahan Rakyat, M. Yusuf Asy’ari dan Kapolri. Lalu Kejaksaan Tinggi Sumut, Ketua REI, Wakil Ketua Partai Demokrat, Achmad Mubarok, dan Pengamat Politik dari CSIS, Indra J. Pilliang 6

I PROFILE LIRA

Sebelumnya DPP LIRA dan Panitia Mukernas LIRA telah melakukan audiensi dengan Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi guna memperoleh arahan dan masukan. Ia mengharapkan agar LIRA terus berjuang membantu pemerintah dwitunggal Susilo Bambang Yusdhoyono (SBY) – M. Jusuf Kalla (JK) mendorong transparansi pengelolaan negara (clean and good governance). “Mari kita sinergikan langkah untuk kepentingan rakyat dan kepentingan nasional sehingga LIRA sebagai Lumbung Informasi Rakyat dapat menyampaikan informasi secara benar dan akurat sebagai mana fakta yang ada,” ujar Sudi Silalahi Lebih jauh menurutnya LIRA perlu terus membenahi organisasi dan kepengurusan agar nantinya citra dan kinerja organisasi LIRA, baik pusat dan daerah benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Pengurus LIRA diharapkan dimanapun dapat bekerjasama dengan lembaga pemerintah, lebihlebih LIRA telah memiliki cabang diberbagai propinsi. Menurut Sudi, LIRA juga diharapkan dapat berperan melakukan pengawasan bagi aparat pemerintah yang melanggar aturan dan penyalahgunaan wewenang diberbagai daerah sebagai bentuk komitmen pemerintahan SBY-JK memerangi praktek KKN.


Profil Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)

KOMUNIKASI POLITIK MENGENALKAN ARAH PERJUANGAN LIRA Dalam rangka mensosialisasikan keberadaan LIRA, para pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA aktif melakukan komunikasi politik, baik kepada mereka yang memiliki fatsun politik sama maupun yang berbeda dengan SBY-JK. Melalui komunikasi politik tersebut, maka LIRA lebih mudah memperoleh masukan, apa-apa yang masih menjadi kelemahan pemerintah untuk kemudian dikaji dan disempurnakan. Komunikasi politik LIRA seringkali disalahtafsirkan secara sempit, seolah-olah LIRA telah menjadi bagian dan memberikan dukungan kepada partai politik atau figurfigur politik tertentu. LIRA memiliki cara membangun demokrasi dan pendidikan politik. LIRA berusaha berdiri disemua golongan dan tetap memiliki komitmen membantu pemerintahan SBY-JK mendorong transparansi pengelolaan negara untuk kewibawaan dan kemandirian bangsa. Melalui komunikasi politik tersebut, kepada tokohtokoh politik diharapkan LIRA turut memberikan masukan kepada mereka apa yang menjadi keinginan masyarakat. Harapan rakyat bagi para pemimpinnya. Sebab rakyat sudah boson dengan janji-janji manis politik. LIRA juga menjalin komunikasi kepada eksekutif, legislatif dan yudikatif. Komunikasi lintas partai dan agama membuahkan dukungan terhadap LIRA, antara lain Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi, Wakil Ketua DPR-RI, Soetardjo Soeryogoeritno, KH. Abdurrachman Al Habsy (pengasuh Majelis Taklim Kwitang), Guruh Sukarno Putra, Prof. Dr. Mubarok, Prof. Dr. Marsudhi Kisworo, Yuddy Chrisnandi, Sukartono H, Ir. Fadel Muhammad, KH. Gus An’im Machrus (Pesantren Lirboyo), Daeng Alwi Hamu, Mayjend TNI (Purn) H. Arief Siregar, SH, MH, Mayjen TNI (Purn) Drs. Djuruan, Komjend Pol (Purn) Adang Daradjatun, Indra J. Piliang, M. Qodari, serta para seniman maupun menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).

LIRA UNTUK INDONESIA l

7


Lembaga Otonom

LIRA INSTITUTE MEMBERIKAN KONTRIBUSI PEMIKIRAN KRITIS

Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal mengangkat DR. Toto Dirgantoro, MBA sebagai Direktur Eksekutif & Ir. Teguh Sebagai Sekretaris

Untuk mengembangkan LIRA pada kajian intelektual LIRA kemudian mendirikan LIRA Institute yang berfungsi sebagai lembaga kajian masalah-masalah strategis, melaksanakan diskusi, seminar maupun dialog-dialog tentang berbagai topik yang aktual. Direktur LIRA Institute adalah DR. Toto Dirgantoro, MBA dan Sekretaris Eksekutif adalah Ir. Teguh Boediyana MSc. Lira Institute merupakan lembaga dibawah naungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA. Dalam kiprahnya Lira Institute sudah melakukan berbagai aktivitas, antara lain bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia (UI) melakukan polling dan survey 100 hari pemerintahan SBY-JK. Kemudian bekerjasama dengan sembilan Universitas SeSumatra melakukan seminar dengan tema “Sumatera Higway Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi�di Univesitas Sumatera Utara (USU). Selain itu melakukan berbagai seminar dan diskusi secara rutin dengan topik-ropik yang hangat dan seksi. Misalnya, membantu sosialisasi kebijakan pemerintah

8

I PROFILE LIRA

dibidang pelayaran, yaitu Inpres No. 5 Tahun 2005 bekerjasama dengan Departemen Perhubungan. Sosialisasi Rumah Murah bekerjasama dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Sosialisasi Single Identity Number (SIN) dengan Direktorat Perpajakan, Sosialisasi UU Kepabeanan dan Cukai bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sosialisasi obat murah (Rp.1000-) bekerjasama dengan PT. Indo Farma Global Medika. Menggagas berdirinya Lembaga Leadership Training Center (LTC) yang bertujuan mendidik aparatur pemerintah dan legislatif memiliki jiwa kepemimpinan, enterpreneurship dan transparan. Modul LTC antara lain tentang Wawasan Kebangsaan, Leadership, Enterpreneurship, dan good and corporate governance.


Lembaga Otonom

JARING KERJA RAKYAT ATASI PENGANGGURAN & KEMISKINAN JARING KERJA RAKYAT (JKR) LIRA BEKERJASAMA DENGAN DEPNAKER MELATIH TENAGA KERJA UNTUK PASAR LUAR NEGERI

DIKLAT SECURITY ANGKATAN II INDONESIA GLOBAL SECURITY (IGS)

FOTO: (Gamb. Atas); Pimpinan IGS,Hj. Sri Wellasih dan Tim IGS, Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal memberikan selamat dan Peserta DiklatSecurity Angkatan II bersama Mantan Kababinkum TNI AD, Bpk. Mayjend TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH selaku Pembina IGS (Gamb. Bawah); M. Jusuf Rizal, Undangan & Peserta Diklat memperoleh latihan di Lapangan TNI AU Lubang Buaya Halim, Jaktim.

Badan Otonomi Jaring Kerja Rakyat (JKR) LIRA, PEMUDA LIRA (Brigade) dan Indonesia Global Security (IGS) membuat program penanggulangan pengangguran dilakangan generasi muda. Program tersebut memanfaatkan peluang tenaga kerja ke luar negeri yang didukung BNP2TKI. Selain itu juga mendidik tenaga outsourching untuk Security, Parkir, Cleaning Service. Melalui program Jaring Kerja Rakyat ini diharapkan akan mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan. LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) meluncurkan program Jaring Kerja Rakyat (JKR) LIRA berkerjasama PEMUDA LIRA (Brigade) dan Indonesia Global Security (IGS) -- perusahaan penyalur tenaga kerja di bidang security, parkir, cleaning servis, office boy, sales promotions girls (SPG) dan building maintenance management dibawah Yayasan Indonesia Satoe Global (YISGO)

Dalam rangka mendukung pemerintahan SBY-JK menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan, LIRA turut bergerak dengan membuat program Jaring Kerja Rakyat (JKR) dengan target generasi muda. Dengan didukung OKP Pemuda Lira serta memanfaatkan peluang bekerja keluar negeri oleh BNP2TKI diharapkan LIRA dapat berperan langsung ke rakyat. "Ini merupakan upaya LIRA turut berperan mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Sebab masalah pengangguran dan kemiskinan bukan hanya masalah pemerintah saja, tapi masalah kita semua sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan," tegas M. Jusuf Rizal, Presiden LIRA saat memberikan amanat saat memimpin upacara pembukaan pelatihan Training Security di Lapangan TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Turut hadir mantan Kababinkum TNI AD, Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, SH, MH yang juga menjadi Pembina LIRA. Kegiatan ini diharapkan dapat memperoleh dukungan dari semua pihak, baik swasta maupun lembaga pemerintah lain seperti Depsos, Diknas, Menegpora, Dep. Kelautan, Dephan, Hipmi serta Pemerintah daerah. LIRA UNTUK INDONESIA l

9


Lembaga Otonom

KOPERASI LIRA UNTUK KEMANDIRIAN ORGANISASI

Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal menandatangani kerjasama pemasaran obat murah dengan PT. Indo Farma Global Medika

Dalam rangka kemandirian organisasi DPP LIRA membuat kebijakan agar seluruh DPW dan DPD membentuk KoperasiPrimer, Pusat Koperasi dan Induk Koperasi. Koperasi ini kemudian memasarkan obat murah, pembuatan SIM Kolektif, Pemasaran Pupuk, Gula, Tiket penerbangan, Penyalurah BBM serta berbagai aktivitas guna membantu program pemerintah langsung dapat dirasakan rakyat. LIRA kemudian menjalin dengan berbagai institusi. Untuk kemandirian organisasi LIRA menjalin kerjasama dengan berbagai institusi agar Koperasi LIRA dapat berjalan dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi yang profesional. Upaya ini terasa mudah karena banyak pengurus LIRA diberbagai daerah memiliki usaha dan jiwa enterpreneurship. Koperasi LIRA kemudian menjalin kerjasama dengan PT. Indo Farma memasarkan obat murah (Rp. 1.000,-) langsung ke rakyat. Kerjasama ini sekaligus membantu komitmen pemerintah terhadap kesehatan murah buat rakyat.

Diberbagai daerah selain memasarkan obat murah, Koperasi LIRA melakukan kerjasama dengan Kepolisian membuat Sim Kolektif mudah untuk rakyat. Pengurusan Sim Kolektif model jemput bola ke rakyat membantu pihak Kepolisian. Koperasi LIRA daerah ada yang memasarkan Ticket Penerbangan (Tour and Travel), Penyaluran BBM, Penjualan Kartu Telpon, Penjualan gula murah kepada para anggota, pemasaran beras, pupuk dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya. Semua bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan bagi anggota.

JENIS-JENIS OBAT UNTUK RAKYAT Stand ObatMurahdiMukernas ILIRAdiMURAH Medan,Sumatera Utara 1.Obat Batuk Kering

8.Obat Deman & Flu

2. Obat Batuk Berdahak

9. Obat Sakit Kepala

3. Obat Batuk Cair

10. Obat Maag

4. Obat Batuk & Flu

11. Obat Tambah Darah

5. Obat Penurus Panas Demam

12. Obat Asma

6. Obat Penurun Panas Anak

13. Obat Cacing (Umum)

7. Obat Flu (Paracetamol)

14. Obat Cacing Anak

DIRUT INDOFARMA GLOBAL MEDIKA : ARY GUNAWAN

OBAT MURAH KUALITAS TERJAMIN

DirekturUtamaPT.Indofarma,AryGunawan 10 I PROFILE LIRA

Ketika pemerintahan SBY-JK meluncurkan obat murah dengan harga Rp. 1.000,banyak masyarakat yang belum tahu. Padahal Obat murah ini kualitasnya terjamin dan telah memenuhi standar pembuatan obat yang baik, tegas Ary Gunawan, Dirut PT. Indofarma. Ada 14 jenis obat murah, antara lain paracetamol, penambah darah, untuk cacaingan, dll. Obat ini murah karena disubsidi pemerintah agar harganya terjangkau masyarakat bawah. Selain itu harga obat mahal karena komponen biaya promosi, iklan

dan distribusi dibebankan kepada masyarakat. Jadi begitu sampai di rakyat harganya mahal. Nah, obat murah ini tidak pake biaya promosi maupun iklan sehingga harganya tidak. Penyediaan obat murah ini salah satu bentuk komitmen pemerintah melalui Departemen Kesehatan RI sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau. LIRA memasarkannya langsung ke rakyat.


Lembaga Otonom

LIRA FOUNDATIONS Komitmen LIRA dalam bidang sosial, tidak diragukan lagi. Waktu BLORA CENTER kegiatan sosial sudah diaktifkan seperti turun ambil bagian di bencana alam Tsunami Aceh, Meulaboh, Maumere dan Nias. Bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jasa Marga dan PT. Pos Indonesia, LIRA terjun langsung kelokasi bencana melakukan aksi sosial bekerjasama dengan TNI AD. Setelah itu bencana demi bencana terus melanda bangsa ini. Banjir Jakarta, gempa di Jateng dan Yogyakarta, longsor di Jawa Barat dan terakhir banjir di seluruh Jawa Timur. LIRA aktif memberikan bantuan dengan membuka posko Lira Peduli dengan berbagai kegiatan antara lain Dapur Umum, Pengobatan, Penyaluran Air Bersih hingga menghibur korban bencana. Di Wilayah Malang Selatan didukung Artha Graha Peduli, Bank Rakyat Indonesia, PT. Pos Indonesia dan Telkom turut memberikan bantuan 10 ribu bingkisan di lima desa Kecamatan Sumbermanjing Wetan

dan Gedangan. Brigade Pemuda Lira (BPL) diterjunkan sebagai tenaga sukarela dan membuka Posko LIRA PEDULI. Dalam perjalanannya LIRA tidak hanya aktif turun pada peristiwa bencana alam, tapi juga aktif memberikan perhatian pada anakanak, seperti memberikan santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa maupun jompo. Tidak hanya itu juga melakukan sunatan masal serta memberikan beasiswa bagi anak-anak yang tidak mampu (fakir miskin) secara rutin setiap tahun.

Kedepan dengan pengalaman serta menajemen penanganan bencana yang sudah dimiliki, pengurus LIRA FOUNDATIONS/LIRA PEDULI akan mengajak perusahaan-perusahaan BUMN maupun SWASTA untuk mengembangkan kegiatan community development yang dapat dikelola oleh LIRA. Melalui kerjasama ini pihak perusahaan tidak perlu terjun langsung dan LIRA menyiapkan jasa yang dibutuhkan secara profesional. Tim LIRA PEDULI akan membuat dokumentasi kerja sebagai bukti aktivitas yang dijalankan pada rakyat.

LIRA UNTUK INDONESIA l 11


Lembaga Otonom

DIBENTUK ASOSIASI SENIMAN LIRA INDONESIA

Para Pengurus ASLI

S e n i m a n tentunya sangat dibutuhkan oleh pemerintah maupun rakyat Indonesia, dimana LIRA yang salah satu penyambung aspirasi rakyat k e p a d a kepemerintahan SBY-JK, telah mendapatkan dukungan dari para seniman Indonesia. Terbukti, LIRA yang telah mengundang seniman-seniman Indonesia pada tanggal 16 November 2007 silam untuk diskusi membuahkan hasil yakni sepakat membentuk Asosiasi Seniman LIRA Indonesia (ASLI), tukas Ketua Umum ASLI, Yahya TS Pertemuan yang dianggap perlu kemarin setelah melihat dan menganalisa bahwa para seniman di Indonesia tentunya tidak dapat terpisahkan dari dinamika serta kondisi sosial masyarakatnya. Dalam kiprah para seniman tersebut tidak dapat berjalan sendirian. Konsekuensi logisnya, mereka harus mau menjalin kerja sama dengan berbagai disiplin ilmu, kantong-kantong budaya, lembaga pendidikan, lembaga politik, 12 I PROFILE LIRA

Agama, Ormas, Pemuda dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dimana dalam peran sertanya untuk ikut mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat Indonesia. Berdasarkan berbagai kepentingan sosial tersebut, LIRA mengajak diskusi jajaran seniman Indonesia yang ada diberbagai daerahdalam rangka menggali aspirasi sosial dan politik serta realitas masyarakat kekinian. Niat baik ini akhirnya membuahkan hasil yaitu seperti diungkap diatas, muncul satu kesepakatan mendirikan lembaga dengan status hukum “Ormas� yang di support secara langsung oleh LIRA. Hasil positif baik secara internal maupun eksternal yang pada akhirnya bermuara pada kemaslahatan bersama. Menurut Yahya TS organisasi seniman ASLI ini terbuka dan siap bekerjasama dengan lembaga-lembaga cinta tanah air dan cinta terhadap kemanusiaan. Kehadiran ASLI diharapkan akan mampu melakukan transformasi berkesenian untuk membangun masyarakat madani. "Marilah kita bergandengan tangan dan berbuat untuk mencerdaskan serta mensejahterakan masyarakat lewat karya seni," tegas pria putra Betawi ini.

Yahya Ts

Weye Haryanto

Arifin Yasonas

Joko Kisworo

Perjalanan panjang Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dalam menampung segala aspirasi di Indonesia selalu mendapat dukungan berbagai kalangan. Dari dukungan elemen masyarakat itulah LIRA terus melebarkan sayapnya, seperti baru-baru ini LIRA telah membentuk Asosiasi Seniman LIRA Indonesia (ASLI). Melalui wadah ini diharapkan akan mampu melakhirkan generasi pelukis yang memiliki karakter untuk turut serta mambangan masyarakat madani. Pengurus ASLI akan dibentuk diberbagai daerah.

PRESIDEN LIRA, M. JUSUF RIZAL MERESMIKAN PAMERAN LUKISAN REGENERATION TRANS ANCOL OLEH PELUKISPELUKIS ANCOL


Lembaga Otonom

LEMBAGA HUKUM DAN ADVOKASI LIRA (LHA LIRA)

Foto : Aktivitas LIRA diberbagai daerah

Guna menampung Berbagai Masalah Hukum, LHA LIRA Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Untuk Memperoleh Layanan Advokasi Secara Gratis. Sedikitnya ada 100 lebih pengacara yang tergabung di LHA LIRA yang tersebar di seluruh Propinsi. Mereka siap membantu rakyat untuk memperoleh keadilan. Betapa mahal hukum di Indonesia. Hukum menjadi komoditas. Hukum dipolitisasi, sehingga yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar. Bagi mereka yang memiliki uang dengan mudah membeli hukum. Tapi, bagi rakyat yang tidak memiliki uang dan buta hukum semuanya menjadi serba sulit. Yang terjadi kemudian adalah proses pembodohan sehingga rakyat yang buta hukum menjadi objek penipuan, pemerasan dan bahkan intimidasi. DPP LIRA menyadari hal itu. Realitas yang merisaukan bagi mereka yang punya nurani. Begitu banyaknya rakyat memiliki masalah hukum mulai dari masalah keluarga, pribadi, bisnis dan politik, namun mereka yang buta hukum dan nimim akses pada kelompok kekuasaan menjadi terpental-pental. Jadilah rakyat menjadi objek belaka.

Mereka yang berjalan diatas kebenaran, justru menjadi pesakitan. Sementara mereka yang salah, karena uang bebas atas kesalahan. Rakyat yang buta hukum, tidak punya uang dan miskin akses perlu dibantu. Untuk itu LIRA membuka Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) LIRA yang bertujuan untuk membantu meng-advokasi masalah-masalah hukum bagi rakyat kecil. Bagi rakyat yang memiliki masalah hukum dapat menghubungi LEMBAGA HUKUM DAN ADVOKASI (LHA) LIRA di RUMAH BANTUAN HUKUM LIRA. Anggota LBH Lira seperti Farhat Abas, SH, Rizal Sihombing, SH, Wahyudin, SH, Elsa Syarief, SH, Ritawati, SH, Utomo Karim, SH serta anggota LBH Lira yang tersebar di berbagai propinsi akan membantu rakyat.

Hubungi : LHA LIRA Rumah Bantuan Hukum Lira Graha Lira, Gedung Gajah Blok AL (Depan Balai Sudirman), Jl. Dr. Sahardjo 111, Jaksel. Phone : (021) 8352191 - 83792137. Hotline Service : (021) 70809494 LIRA UNTUK INDONESIA l 13


Lembaga Otonom

LIRA ANTI NARKOBA (LAN) MENENTANG PENGGUNAAN DAN PEREDARAN NARKOBA DIKALANGAN PEMUDA

BERSATU ATASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA & AIDS

Narkoba adalah perusak generasi muda. Karena itu, Lira Anti Narkoba (LAN) dalam aktivitasnya mendukung upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas peredaran Narkoba, khususnya dikalangan remaja.

Ketua Badan Narkotina Nasional (BNN) I Made Mangku Pangestika mengajak DPP LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) memerangi Narkoba. Dengan jaringan yang dimiliki LIRA hingga kebawah akan dapat membantu BNN serta instansi terkait memerangi Narkoba. Presiden LIRA, Drs. M. Jusuf Rizal, SE menerima buku petunjuk sosialisasi Narkoba dari Ketua BNN

LIRA ANTI NARKOBA (LAN) melaksanakan GERAK JALAN MERDEKA TANPA NARKOBA di Medan diikuti 10 Ribu orang. Presiden LIRA mengunjungi pusat rehabilitasi Narkoba Yayasan Gideon di Puncak Cipanas dan memberikan motivasi bagi pecandu Narkoba. LIRA dan Yayasan Gideon membuat kerjasama pengelolaan rehabilitasi tersebut.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA memiliki komitmen yang kuat dalam pemberantasan peredaran Narkoba. Karena itu berbagai aktivitas yang dilakukan sering dikaitkan dengan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba, khususnya dikalangan anak muda. Untuk itu dalam mendukung program Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, LIRA telah melakukan kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah, antara lain Departemen Pendidikan Nasional (Diknas), Departemen Sosial (Depsos), Menegpora, Koni Pusat maupun organisasi lainnya. LIRA juga mengangkat artis dan publik figur sebagai Duta Lira Anti Narkoba. Melalui ini diharapkan mereka dapat mensosialisasikan akan bahaya penggunaan narkoba. Sebab kita ketahui kalangan selebritis menjadi salah satu pasar pengguna narkoba yang layak diwaspadai. Bersama Djiwa Band, artis-artis AFI, 14 I PROFILE LIRA

pemain sinetron dan model ambil bagian.

DPP LIRA kemudian membentuk LAN (Lira Anti Narkoba) serta media komunikasi Anti Narkoba & Aids dengan nama Nightlife Magazine dalam rangka kampanye Anti Narkoba di dunia malam. Presiden LIRA, Drs. M. Jusuf Rizal, SE bersama dengan sejumlah artis, seniman dan model mendeklarasikan berdirinya LAN.

Kerjasama Rehabilitasi Dalam melaksanakan program kerja dibawah komando Deputy Lira Anti Narkoba (LAN), Zulkifli Arsyad kemudian melakukan kerjasama dibidang rehabilitasi Narkoba dilokasi puncak Cipanas dengan Yayasan Gideon yang sudah eksis sejak tahun 1999. Di lahan seluas 2,5 hektar dikembangkan pusat rehabilitasi bagi korban Narkoba. Sedikitnya ada 40 anak dari berbagai propinsi saat ini ditampung. Sudah banyak yang sembuh dan hidup normal. Namun tempat ini memiliki keterbatasan SDM dan akses. Bekerjasam dengan DPP LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dibawah pengelolaan LAN (Lira Anti Narkoba) akan melebarkan pusat rehabilitasi ini agar nantinya lebih banyak lagi menampung penderita narkoba.

Dengan jaringan DPP LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) yang sudah hadir di 30 Propinsi memudahkan upaya membentuk pengurus LAN (Lira Anti Narkoba) di daerah. LAN kemudian membentuk jejaring dengan membentuk distrikdistrik hingga ke Karang Taruna. LAN juga membuat SAFARI LAN secara berkala dengan tiga agenda Sosialisasi, Aksi dan Rehabilitasi. Presiden LIRA, Drs. M. Jusuf Rizal, SE meresmikan pengurus DPD LAN Kabupaten Malang, Jawa Timur

LAN (Lira Anti Narkoba) di tingkat propinsi melakukan kerjasama dengan Polda-Polda dan Badan Narkotika Propinsi (BPN). Presiden LIRA Drs M. Jusuf Rizal, SE didampingi Deputy LAN Pusat, Zulkifli Arsyad dan Kapolda Sulsel (Makasar), Anang Budiyanto sepakat bahwa Narkoba harus diperangi. Untuk itu LIRA melakukan kerjasama dalam memerangi Narkoba.


M E D IA T R A N S PA R A N S I

JAWA Rp. 2.500,-

|

INDONESIA

LUAR JAWA

fresh FRESH SAJIKAN INFORMASI RINGAN SEPUTAR GAYA HIDUP MASA KINI

LIRA PUBLIS HING

Rp. 3.500,-

NO.17 Tahun. II Edisi 2007

PENGELOLAAN BURUK, JAKARTA TAHUN 2020 TENGGELAM

MAJALAH ANTI NARKOBA INDIKATOR

Indonesia Tersenyum

Foto : BARIGADE PEMUDA LIRA dalam program JARING KERJA RAKYAT. Melatih generasi muda dan membuka lapangan kerja.

KORAN KABINET MEDIASI UNTUK RAKYAT Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) sejak masih bernama Blora center menerbitkan Koran KABINET. Koran ini mulanya terbit dwi mingguan bertiras 30 ribu eksemplar yang beredar terbatas secara nasional pada kelompok terseleksi. Kini Koran KABINET muncul dalam bentuk penerbitan bulanan dengan target realistis pelanggan di masing-masing propinsi dimana LIRA berdiri. Oplahnya kini hanya mencapai 20 ribu eksemplar yang telah diserap habis oleh cabangcabang LIRA disetiap daerah. Kedepan Koran KABINET akan diterbitkan secara independen dan mandiri disetiap propinsi. Konten pemberitaan 75 persen merupakan berita daerah dan 25 persen berita dari pusat. Lewat penerbitan lokal ini diharapkan Koran KABINET dapat terserap pasar sesuai dengan segmen market lokal dimana masyarakat dapat memperoleh informasi sesuai dengan hubungan emosional mereka. Artinya Koran KABINET hadir sesuai kebutuhan masyarakat.

KABINETORIAL 2

Selain itu Badan Otonom LIRA ANTI NARKOBA (LAN) juga mulai menerbitkan media anti narkoba dan Aids sebagai media komunikasiserta sosialisasi pada kelompok terseleksi yang berpotensi menjadi tempat awal penyebaran maraknya pengguna Narkoba dan Aids/HIV yaitu di dunia malam. Nama media tersebut adalah Nightlife Magazine yang diterbitkan bulanan, namun masih dibuat secara terbatas. Kenapa dunia malam? Sebab di dunia malam atau sering disebut dugem (dunia gemerlap) banyak pengguna Narkoba. Dari Narkoba melalui tukar menukar jarum suntik dan gonta ganti pasangan sex kemudian berpotensi terjangkit penyakit Aids/HIV. Kemudian LAN juga akan menerbitkan majalah anti Narkoba dan sosialisasi masalah penyakit Aids dikalangan remaja. Malajah tersebut bernama i-Models. Lewat media komunikasi tersebut diharapkan kalangan pelajar bisa memahami berbagai pengaruh negatif Narkoba. Pelajar juga diberikan informasi secara jelas agar hati-hati dengan masalah sex yang dapat merugikan dirinya jika tidak disikapi secara dewasa, apalagi mereka tidak memahami secara jelas masalah sex yang kemudian menimbulkan penyakit Aid/HIV.

KABINET REVIEW 5

KABINET POLING 10

HEAD2HEAD 12

Memasuki tahun 2008 saya masih merasakan senyum negeriku tercinta, Indonesia. Walau terasa sulit, negeri kita yang terus tertimpa bencana karena ulah manusia, pelan tapi pasti dapat dilewati. Saya termasuk orang yang selalu berpikir positif, karena saya yakin Yang Maha Kuasa selalu menciptakan sesuatu dengan rahasianya. Hanya manusia dengan segala keserakahan, kemunafikan, kesombongan dan kemungkarannya, M. JUSUF RIZAL sering lupa memetik hikmahnya. Kecerdasan Intelektual hanya menjadi alat membohongi rakyat. Memanipulasi kebijakan untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. Mereka pun mulai lupa akan semangat nasionalisme, yang dibangun dengan semangat dan darah oleh para pejuang, termasuk faunding father, Soekarno dan Hatta. Anggota dewan yang dipilih rakyat, justru memeras rakyat. Penegak hukum untuk supremasi hukum, justru memperjualbelikan hukum. Hukum pun dinegeri ini menjadi barang mahal. Jadi jangan heran kalau banyak koruptor dilepas. Keadilan pun suaranya mulai samar-samar terdengar. Hanya karena saya orang yang berpikir positif, saya yakin jika semua elemen bangsa bersatu, kita akan mampu mengubah wajah bangsa Indonesia dengan senyum yang lebih lebar. Bangsa kita adalah bangsa yang besar. Negeri kita kaya. Memiliki generasi yang pintar dan cerdas. Mustinya ekonomi rakyat kita kian makmur jika kekayaan bangsa ini tidak dikorup dan dibawa lari ke luar negeri. Karena itu, saya berharap akan ada pemimpin yang tidak hanya memiliki Kecerdasan Intelektual, tapi juga Kecerdasan Emosional (peduli) dan Kecerdasan Spritual dalam membangun bangsa ini agar membuat seluruh rakyat Indonesia tersenyum.

DIALEKTIKA ANTI KORUPSI HARUS JADI GERAKAN PERJUANGAN RAKYAT Indek KKN diberbagai institusi penegak hukum berdasarkan Transparansi Internasional (TI) masih begitu tinggi, termasuk partai Politik. Kepolisian, misalnya dinilai masih tinggi (Lihat Berita Halaman 27, Lagi Dugaan KKN di Delog Polri -- Red). Ini menunjukkan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sudah berakar dari bawah hingga penegak hukum sekalipun. Sebenarnya potensi adanya penyelewenang bukan hanya di tubuh Kepolisian, diberbagai instansi pun banyak oknumoknum yang menyalahgunakan wewenang seperti di Kejaksaan Agung, Kehakiman, Departemen, Dewan Perwakilan Rakyat bahkan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengalaminya. Melihat kerja pemberantasan KKN begitu besar, rasanya tidak mungkin hanya menjadi

LIRA 20

PARLEMEN 25

tanggung jawab pemerintah saja. Sekalipun political dan good will SBY-JK demikian kuat, tapi tanpa dukungan masyarakat upaya pemberantasan KKN di bumi pertiwi akan lamban. Upaya pemberantasan KKN harus menjadi gerakan rakyat. Pemerintah bersama rakyat harus saling bahu-membahu guna menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa untuk kemandirian bangsa. Jika kebocoran uang negara dapat kita tekan, bangsa kita tidak perlu mengemis meminta bantuan negara asing, yang membuat kemerdekaan ekonomi kita terpasung. Seluruh elemen bangsa harus mendukung gerakan anti korupsi dan pembudayaan anti korupsi, guna mencapai masa depan Indonesia. Tanpa itu, siapapun pemimpinnya akan sulit memberantas KKN (*)

OTONOMI 28 LIRA UNTUK INDONESIA l 15


Profil Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)

LIRA SPORTS

Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat. Membina Sejak Usia Dini Membentuk Nation Character Building Bagi Generasi Muda

Foto : Berbagai Aktivitas LIRA SPORTS

Dalam rangka membantu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, LIRA SPORTS aktif melakukan berbagai kegiatan olahraga, termasuk pembinaan dan pengembangan olahraga mulai usia dini. Lewat berbagai even tersebut diharapkan akan menumbuhkan budaya berolahraga dikalangan masyarakat. Olahraga identik dengan semangat, prestasi, sportivitas, fairnes maupun sebagai wahana pembentukan nation character building. Karena itu pembudayaan olahraga sejak usia dini diharapkan akan mampu mencetak manusia-manusia Indonesia unggul yang sehat, cerdas dan pintar. Dalam konteks itulah kemudian LIRA SPORTS memiliki komitmen dalam pembinaan sumberdaya manusia, khususnya generasi muda melalui dunia olahraga. Lewat konsistensi pembinaan tersebut diharapkan selain melakhirkan bibit-bibit atlet berprestasi juga dapat membawa kejayaan dan keharuman nama bangsa Indonesia di dunia olahraga. LIRA SPORTS menaungi organisasi olahraga al: Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Anak Indonesia (Porgaki), Indonesia Sports Wacht (ISW), Tabloid Olahraga Anak LIGANA, Sports Marketing Indonesia (SMI) dan Asosiasi Olahraga Futsal Seluruh Indonesia (ASOFSI).

Berbagai program pembinaan olahraga sudah dilakukan sebelumnya, seperti Liga Sepakbola Anak Indonesia (LIGANA) yang disponsori oleh Milo, Campina, Extra Joss, Yamaha, Danone, Lifebuoy Shampoo hingga kemudian Tim Terbaik dikirim mengikuti “Canga Cup� di Australia mewakili Indonesia. Presiden LIRA, M. Jusuf Rizal juga memimpin delegasi Indonesia bersama Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) mensosialisasikan Asean Primary School Sports Olympiade (APSSO) kenegara-negara Asean. Sebagai Direktur Pembinaan Sepakbola Usia Muda di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), M. Jusuf Rizal juga aktif menggelar berbagai turnamen yang dikaitkan dengan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dikalangan anak-anak dan olahragawan. Sejumlah tokoh tergabung di LIRA SPORTS, al: IGK. Manila, Indrajati Sidi, Iskandar ZA, Mustakim, Maman Suryaman, Lilianto, Sigit Nugroho, Indra SHD, Taufik JE, Karman Arifin, dll. INDONESIA

16 I PROFILE LIRA

MEMBANGUN MASA DEPAN OLAHRAGA


Profil Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)

PEMUDA LIRA/BRIGADE Membentuk 10 Ribu Brigade Pemuda Disetiap Propinsi dan Mencanangkan Pemberian Beasiswa Untuk Sejuta Pelajar PEMUDA LIRA adalah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang dibentuk oleg DPP LIRA dalam rangka memberdayakan potensi generasi muda, serta guna mempersiapkan pemimpin-pemimpin muda tahun 2020. PEMUDA LIRA akan membentuk BRIGADE LIRA 10 ribu setiap Propinsi. Mereka akan ditraining Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan, Enterpreneurship, Kesamaptaan dan Kekaryaan disetiap daerah.

PEMUDA adalah masa depan bangsa. Dipundak mereka kelanjutan berbangsa dan bernegara menjadi tumpuan. Jika generasi muda kita hancur, maka bangsa Indonesia juga akan ikut hancur. Untuk itu pemuda perlu diberikan peran dan di didik agar nantinya memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni guna melanjutkan, mengisi serta melakukan perubahan bagi kemajuan bangsa kita. LIRA memahami betapa strategisnya peran generasi muda. Hampir 70 persen dari 200 juta penduduk Indonesia ditempati anak muda. Itu merupakan raksasa tidur. Namun sejumlah kegelisahan dan kegalawauan kerap terasa, karena semangat dan arah perjuangan generasi muda saat ini sudah banyak yang melenceng. Pemuda kita mulai banyak yang terjebak dalam kehidupan hedonis (penghamba kesenangan), loyo, pragmatis, tak punya semangat, mabuk-mabukan, narkoba, perkelahian, dan kehilangan jadi diri, tatakrama serta semangat nasionalisme. Untuk itu LIRA kemudian ikut berperan aktif dengan segala

keterbatasannya turut membangun potensi generasi muda. Maka lakhirlah PEMUDA LIRA/BRIGADE sebagai wadah inklusif bagi para pemuda dan pemudi. Siapapun dan dengan latarbelakang apapun boleh bergabung di PEMUDA LIRA. Dan ketika mereka bergabung yang ada hanya satu kepentingan yaitu berbuat untuk menajuan dan kepentingan bangsa. PEMUDA LIRA memiliki SATGAS yang diberinama BRIGADE LIRA. Target Brigade Lira adalah membentuk 10 ribu Brigade Lira di setiap Propinsi. Mereka akan dilatih secara profesional diberbagai bidang sesuai dengan tingkat kemampuan dan pendidikan mereka, antara lain Security, Perparkiran, Cleaning Service, Tenaga Terdidik untuk pasar Luar Negeri maupun nantinya mereka akan menjadi embrio Bela Negara oleh Dephan serta menjadi Tagana (Tenaga Tanggap Bencana) dibawah Departemen Sosial. Mereka juga akan dilatih lima materi, antara lain wawasan kebangsaan, kepemimpinan, enterpreneurship, kesamaptaan dan kekaryaan.

PEMUDA LIRA (BRIGADE) Rumah Bantuan Hukum Lira Graha Lira, Gedung Gajah Blok ALDepan Balai Sudirman), J l. Dr. Sahardjo 111, Jaksel. Phone : (021) 8352191 - 83792137. Hotline Service : (021) 70809494 LIRA UNTUK INDONESIA l 17


Profil Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)

INDONESIA KIDS CARE

Peduli Anak Indonesia

MEMBANGUN KEPEDULIAN DAN SOLIDARITAS ANAK INDONESIA

Foto : Aktivitas Indonesia Kids Care

Menggugah masyarakat umum agar peduli terhadap masa depan Anak Indonesia sekaligus membangun solidaritas antar anak Indonesia guna memperkokoh persatuan dan kesatuan serta menanamkan “Nation Character Building” sejak usia dini, melalui berbagai gelar aktifitas dan pendekatan, pendidikan, sosial, seni budaya dan olahraga. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Mereka akan menjadi tulang punggung negeri ini 10 hingga 20 tahun mendatang. Untuk itu, semua pihak harus turut bertanggung jawab menghasilkan generasi unggul agar pada waktunya mampu membawa bangsa tercinta ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu maju. Krisis ekonomi telah menjadikan generasi anak-anak mengalami banyak masalah. Faktor ekonomi telah membuat masa depan anak-anak suram. Kondisi ekonomi yang sudah parah, makin tidak menguntungkan ketika sejumlah bencana, baik alam terus berlanjut. Akibat kondisi yang tidak mereka inginkan, bagi anak-anak yang kurang beruntung berbagai persoalan menjadi muncul, mulai dari kekurangan sandang, pangan, papan hingga tidak mampunya mereka menikmati pendidikan sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 Undang-

Undang Dasar 1945, “bahwa setiap warga Negara berhak memperoleh pendidikan yang layak”. Sementara pendidikan merupa-kan faktor penting dalam menghasilkan generasi yang berkualitas. Kesemua mesalah tersebut jika tidak cepat diatasi akan menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Upaya mencari pemecahan tidak semuanya dapat ditangani oleh Negara. Karena itu guna menekan dampak terhadap munculnya “Habitat Buruk” maupun “Los Generasi” yang akan menjadi beban bagi bangsa Indonesia, dukungan dan partisipatif dari masyarakat untuk turut aktif membantu mencari jalan keluar atas problematik yang sangat komplek dari anak-anak, agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, pada akhirnya dapat menjadi tulang punggung Negara yang dapat diandalkan, sangat dibutuhkan.

Sunatan Masaal 1200 Anak

INDONESIA KIDS CARE (PEDULI ANAK INDONESIA) Graha Lira, Gedung Gajah Blok AL (Depan Balai Sudirman), Jl. Dr. Sahardjo 111, Jaksel. Phone : (021) 8352191 - 83792137. Hotline Service : (021) 70809494 18 I PROFILE LIRA


Event-Event LIRA

BERBAGAI AKSI BERBAGI PENGALAMAN Dalam kiprah LIRA selama ini, meski tampa bantuan dari pemerintah, namun banyak donatur yang memiliki kepedulian dan bersimpati dengan perjuangan LIRA. Berbagai aktivitas dibuat dikelola secara profesional sehingga dapat memberikan nilai tambah buat pengembangan organisasi LIRA. Pengelolaan LIRA dikemas seperti mengalola sebuah perusahaan. Seperti menjual sebuah produk agar dapat diterima pasar. LIRA aktif melaksanakan kegiatan Seminar, Dialog Interaktif, pementasan seni, entertaint, mendevelopment berbagi kegiatan agar aktivitas LIRA dapat berjalan dan mampu membayar gaji karyawan. Karena itu LIRA kerap melakhirkan gagasan yang dapat disinergikan dengan berbagai pihak serta mampu dijual kepada para sponsor. Misalnya, LIRA membantu sosialisasi Inpres No. 5 tahun 2005

tentang Pelayaran Nasional dengan Departemen Perhubungan RI. Melakukan sosialisasi UU Bea Cukai. Sosialisasi Kebijakan Perumahan Rakyat. Sosisalisasi tentang perpajakan dan Single Identity Number (SIN). Sosialisasi Obat Murah, Rp. 1000,-. Sosialisasi hemat energi maupun program community development dari perusahaan swasta maupun BUMN. Melaksanakan kegiatan Pemilihan Kartini Award, Betawi Award, dan LIRA Award. LIRA juga bergerak di bidang ekonomi dan konsultan komunikasi agar nantinya dapat membuat cross subsidi dalam pembiayaan. Semua itu dilakukan oleh para relawan untuk bangkit membantu pemerintah mendorong transparansi pengelolaan negara.

LIRA UNTUK INDONESIA l 19


PELANTIKAN PENGURUS/AKTIVITAS LIRA

MEMBANGUN JARINGAN MEMBANGUN BASIS Dalam kiprah LIRA selama ini, meski tampa bantuan dari pemerintah, namun banyak donatur yang memiliki kepedulian dan bersimpati dengan perjuangan LIRA. Berbagai aktivitas dibuat dikelola secara profesional sehingga dapat memberikan nilai tambah buat pengembangan organisasi LIRA. Pengelolaan LIRA dikemas seperti mengalola sebuah perusahaan. Seperti menjual sebuah produk agar dapat diterima pasar. LIRA aktif melaksanakan kegiatan Seminar, Dialog Interaktif, pementasan seni, entertaint, mendevelopment berbagi kegiatan agar aktivitas LIRA dapat berjalan dan mampu membayar gaji karyawan. Karena itu LIRA kerap melakhirkan gagasan yang dapat disinergikan dengan berbagai pihak serta mampu dijual kepada para sponsor. Misalnya, LIRA membantu

20 I PROFILE LIRA

sosialisasi Inpres No. 5 tahun 2005 tentang Pelayaran Nasional dengan Departemen Perhubungan RI. Melakukan sosialisasi UU Bea Cukai. Sosialisasi Kebijakan Perumahan Rakyat. Sosisalisasi tentang perpajakan dan Single Identity Number (SIN). Sosialisasi Obat Murah, Rp. 1000,-. Sosialisasi hemat energi maupun program community development dari perusahaan swasta maupun BUMN. Melaksanakan kegiatan Pemilihan Kartini Award, Betawi Award, dan LIRA Award. LIRA juga bergerak di bidang ekonomi dan konsultan komunikasi agar nantinya dapat membuat cross subsidi dalam pembiayaan. Semua itu dilakukan oleh para relawan untuk bangkit membantu pemerintah mendorong transparansi pengelolaan negara.


PELANTIKAN PENGURUS/AKTIVITAS LIRA

EMPAT TAHUN 50 JAM Upaya membangun organisasi LIRA selama empat tahun ini pasti diwarnai dengan berbagai dinamika, baik suka maupun duka. Perjalanan panjang berjam-jam melewati kota demi kota untuk melantik para pengurus Lira sudah merupakan sebuah tantangan. Tak jarang harus menghabiskan 50 jam perjalanan di darat karena hanya jalan darat satu-satunya sarana transportasi, seperti melewati Pare-Pare, Mamuju, Majene dan Mamasa. Namun dengan semangat serta dalam rangka memahami lebih dekat tentang Indonesia semua pengurus LIRA terjun kebawah. Ini merupakan sebuah perjuangan tanpa akhir. Perjuangan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Merdeka !!

LIRA UNTUK INDONESIA l 21


PELANTIKAN PENGURUS/AKTIVITAS LIRA

BERBAUR UNTUK SEMUA GOLONGAN Banyak sudah yang dilakukan orang-orang yang tergabung di LIRA. Mereka berbuat dan berbaur dengan rakyat di semua lapisan dan golongan. Tidak membeda-bedakan latar belakang. Semua untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh masyarakat ulama dan umaroh, pejabat tinggi dan tertinggi negara, tokoh partai politik dan direktur perusahaan BUMN dan Swasta ikut memberikan dukungan. Perjalanan panjang Lira membangun jaringan merupakan sebuah perjuangan untuk bisa membangkitkan semangat kaum muda membangun masa dengan bangsa Indonesia dengan tantangan kekiniannya. Generasi Muda harus bangkit, kita semua harus bangkit. Bersatu Kita Kuat.

22 I PROFILE LIRA


PELANTIKAN PENGURUS/AKTIVITAS LIRA

LIRA UNTUK INDONESIA l 23


PELANTIKAN PENGURUS/AKTIVITAS LIRA

24 I PROFILE LIRA


PELANTIKAN PENGURUS/AKTIVITAS LIRA

LIRA UNTUK INDONESIA l 25


LIRA